BISKOM,Jakarta – Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Konsorsium Perguruan Tinggi Hadirkan Solusi Nyata untuk Daerah pandang – Pemerintah saat ini terus berupaya menurunkan angka stunting nasional hingga target 14%.

Namun di tingkat daerah, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya di wilayah Sumatera barat. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), 2024, prevalensi stunting Sumatera Barat berada di 24,9%, posisi ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional di angka 19,8%.

Tantangan strategis tersebut tentu tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor melalui riset dan inovasi perguruan tinggi.

Untuk memaksimalkan langkah tersebut, ruang kolaborasi perlu diperluas agar berbagai institusi akademik tidak lagi berjalan secara mandiri.

Sebagai upaya mewujudkannya, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X menyelenggarakan Rapat Kerja Tahun 2026 dengan tema “Transformasi Pendidikan Tinggi melalui Penguatan Tata Kelola Bermutu, Riset Inovatif Berdampak dan Berkelanjutan Serta Kolaborasi Strategis PTS” menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pendidikan swasta yang bermutu, inovatif, dan berdampak, Rabu (24/6).

Baca :  RUU ASN Dorong Aparatur Negara Fokus Kinerja dan Tingkatkan Kapasitas

Saat membuka acara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menegaskan pentingnya perguruan tinggi memperkuat kolaborasi melalui konsorsium.

Hal ini diperlukan agar kampus mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai persoalan strategis masyarakat.

“Perguruan tinggi adalah bagian dari entitas sosial,Ilmuwan dan sumber daya yang ada di dalamnya bukan hanya untuk kepentingan kampus, tetapi juga harus dikontribusikan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ujar Wamen Fauzan.

Dalam rangkaian raker tersebut juga dilakukan deklarasi Konsorsium Kampus Sehat Berdampak dengan tema “Bergerak Bersama, Menyehatkan Nagari, Membangun Generasi”.

Deklarasi ini menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat luas.

Menurut Wamen Fauzan, konsorsium perguruan tinggi menjadi salah satu strategi untuk membangun ekosistem kolaborasi agar berbagai kekuatan yang dimiliki perguruan tinggi dapat digabungkan dalam menyelesaikan persoalan daerah.

Konsorsium memiliki dua peran utama, yaitu penguatan internal antar perguruan tinggi dan kontribusi eksternal untuk masyarakat.

Baca :  Temui LaNyalla, "UI Watch" dan "Kelompok Pancasila Berdaulat Bangsa Selamat" Desak Percepatan Upaya Koreksi Sistem Bernegara

“Melalui konsorsium, perguruan tinggi dapat saling menguatkan. Perguruan tinggi yang memiliki kapasitas lebih dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya, baik dalam riset, pembelajaran, maupun penguatan tata kelola tri darma.

Selain itu, melalui konsorsium, berbagai kekuatan dapat digabungkan sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” ungkap Fauzan.

Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga pengembangan konsorsium perlu disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing.

Perguruan tinggi harus mampu membaca persoalan daerah dan membangun kerja sama lintas institusi ketika membutuhkan keahlian yang saling melengkapi.

“Tujuan utama konsorsium adalah mengakselerasi penyelesaian problem yang ada di daerah. Karena itu, perguruan tinggi perlu bergerak bersama, saling menopang, dan membangun kolaborasi agar dampak yang dihasilkan semakin besar,” tambah Wamen Fauzan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rapat Kerja LLDIKTI Wilayah X yang menjadi ruang strategis untuk memperkuat arah pengembangan perguruan tinggi serta kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Baca :  Lintasarta Mobile Workforce VPN Permudah Bisnis Hadapi COVID-19

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya gagasan, riset terapan, inovasi, dan talenta unggul untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor,” ujar Gubernur Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma menyampaikan bahwa Rapat Kerja LLDIKTI Wilayah X Tahun 2026 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi capaian, menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah kebijakan dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang.

“Perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang berdampak nyata,” ujar Kepala LLDIKTI Afdalisma.

Melalui Konsorsium Kampus Sehat Berdampak, perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat ekosistem kolaborasi untuk menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan menjadikan pendidikan tinggi semakin hadir menjawab kebutuhan masyarakat.(Surame)