BISKOM,Jakarta – Sebuah perenungan yang sangat mendalam dan menampar realitas kita sebagai manusia.

?Sering kali, di saat semua sedang lancar rezeki melimpah, posisi aman, atau fasilitas hidup tercukupi secara tidak sadar muncul rasa kepemilikan yang semu.

Kita merasa semua itu adalah hasil jerih payah kita sendiri, hingga membuat kita terlena dan abai.

  • Padahal, hakikatnya sederhana namun mutlak: semuanya hanyalah titipan.?
  • Harta, jabatan, dan reputasi bisa diambil atau ditukar dalam sekejap mata jika Sang Pemilik menghendaki.
  • ?Kesehatan dan usia pun memiliki batas waktu yang diatur oleh-Nya.

?Menyadari bahwa segala hal di dunia ini berstatus “titipan” sebenarnya adalah sebuah pengingat agar kita tidak menjadi sombong saat di atas, dan tidak menjadi hancur saat kehilangan.

Baca :  Biznet Perpanjang Upgrade Bandwidth Gratis

Titipan itu pada akhirnya bukan untuk dipamerkan atau ditimbun, melainkan untuk dikelola dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kemanfaatan bagi sesama.

?Ketika kita mengingat bahwa semua ini milik Sang Ilahi, hati justru menjadi lebih tenang, karena kita tahu kita hanyalah “kurir” yang ditugaskan untuk menyalurkan kebaikan dari apa yang dititipkan kepada kita.

Terima kasih atas pengingat yang sangat sejuk dan penuh makna ini.(Surame)