Neneng A Tuty beserta Jali Pitoeng memberikan keterangan pers saat menghadiri pelantikan DPP FORKABI 2026
BISKOM | Jakarta – Di tengah deru modernisasi Jakarta yang kian mengikis ruang-ruang kultural, pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) periode 2026–2031 di Jakarta pada Sabtu (25/7/2026) menyuarakan pesan mendalam.
Lebih dari sekadar suksesi kepemimpinan di bawah Anggota DPD RI Achmad Azran, momentum ini menjadi panggung penegasan: masyarakat Betawi menuntut perhatian nyata atas hak sosial-ekonomi, kelestarian budaya, dan keharmonisan hidup agar tak sekadar menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri.
Merawat Harkat dan Benteng Ekonomi Warga
Sejak dekade 1980-an, wadah berhimpun masyarakat Betawi terus menunjukkan peran historisnya sebagai perangkul warga sekaligus penopang agenda pembangunan daerah. Namun, di balik geliat kota metropolitan, pilar mendasar seperti kesejahteraan ekonomi warga lokal dan perlindungan seni tradisi kerap terancam terpinggirkan jika tidak dikawal dengan komitmen politik yang kuat.
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia, Neneng A Tuty, menegaskan bahwa kepemimpinan DKI Jakarta dari masa ke masa memiliki tanggung jawab moral untuk merawat keberadaan warga Betawi secara utuh, bukan sekadar menjadikannya komoditas seremonial.
“Mas Pram sangat dekat sekali dengan saya. Mudah-mudahan dengan Bapak Gubernur memperhatikan FORKABI, ya… Untuk memperhatikan apa namanya masyarakat Betawi tentunya, budayanya. Maka itu sosial ekonominya, seni budayanya, religinya yang harus diperhatikan,” ujar Neneng.
Neneng menambahkan, kerukunan antarumat beragama dan penguatan tradisi merupakan modal sosial terbesar Jakarta. Kehadiran kebudayaan Betawi dalam pelbagai ajang nasional menjadi bukti nyata bahwa identitas lokal adalah pilar pemersatu bangsa.
“Saya melihat dari tahun 80-an itu Bamus… Bamus Betawi luar biasa perkembangan-perkembangannya menjadi organisasi merekrut masyarakat untuk membantu program pemerintah tentunya. Nanti kita juga bisa membantu untuk Pak Wowo untuk menjadi Kepala Negara,” lanjut Neneng.
Kebanggaan dan Penyemangat Jiwa Anak Betawi
Bagi warga Betawi, kepengurusan baru ini bukan sekadar struktur organisasi, melainkan simbol perlawanan terhadap kepunahan identitas di tengah pesatnya laju zaman.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI) sekaligus tokoh masyarakat Betawi, Jali Pitoeng, menyampaikan bahwa kepengurusan baru ini membawa lecutan harapan baru bagi generasi muda Betawi untuk terus menjaga kehormatan tanah kelahirannya.
“Iya, kita sebagai anak Betawi ya bersyukur dan bangga sekaligus menyemangati apa yang sudah dilakukan hari ini,” ujarnya.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#DPPFORKABI2026 #AchmadAzran #BudayaBetawi #PramonoAnung #JakartaBerkelanjutan #KulinerDanBudayaBetawi #TokohBetawi #FORKABI2026 #JaliPitoeng #InfoJakarta




