BISKOM | Jakarta – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,45 triliun pada semester pertama tahun 2026. Capaian ini relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah dinamika ketidakpastian makroekonomi global serta disrupsi perdagangan internasional.

Penopang Utama dan Hasil Positif Diversifikasi Pasar

Segmen building components tetap menjadi pilar utama kinerja Perseroan dengan menyumbang 87% dari total penjualan atau senilai Rp1,27 triliun. Segmen ini masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,15% secara year-on-year (YoY) di tengah tantangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Corporate Secretary WOOD, Wang Sutrisno, menyampaikan bahwa ketahanan bisnis Perseroan didukung oleh disiplin operasional serta strategi diversifikasi pasar ekspor yang terus membuahkan hasil.

“Kinerja ini mencerminkan kemampuan WOOD dalam menghadapi salah satu periode yang paling menantang bagi industri ekspor melalui model bisnis yang semakin terdiversifikasi, disiplin operasional, serta transformasi strategis yang terus dijalankan,” ujar Wang Sutrisno dalam keterangan tertulis, Senin 

Baca :  Mengukur Suhu Tubuh Lebih Akurat, PT Bintang Mas Teknologi Hadirkan Thermal Vaganza 112

Peningkatan efisiensi manufaktur yang konsisten di sepanjang semester pertama 2026 berdampak positif pada profitabilitas. Laba bruto Perseroan melesat 13,5% YoY menjadi Rp318,5 miliar, dengan marjin laba bruto naik menjadi 21,9% dari posisi 19,3% pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha juga tumbuh 3,6% YoY mencapai Rp178,9 miliar.

Momentum pertumbuhan operasional berlanjut pada kuartal kedua 2026. Secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), laba bruto meningkat 8,4% menjadi Rp165,7 miliar dengan marjin naik menjadi 22,7%. Laba usaha kuartal II-2026 turut melonjak 22,7% QoQ menjadi Rp98,6 miliar.

Sementara itu, laba bersih semester I-2026 tercatat sebesar Rp66,5 miliar. Perbandingan secara tahunan terpengaruh oleh kenaikan beban pembiayaan dan penurunan pendapatan nonoperasional, seiring dengan alokasi pendanaan untuk modal kerja guna mendukung ekspansi portofolio produk dan jangkauan ekspor.

Baca :  Safari Ramadhan PT Agro Inti Kencanamas Santuni Anak Yatim

Inisiatif perluasan pasar juga menunjukkan progres signifikan. Setelah pengiriman perdana produk *flooring* ke Eropa pada Juni 2025, kontribusi pasar Eropa melesat hingga 18% terhadap total penjualan pada semester I-2026, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 2%. Lonjakan ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan ke pasar Eropa sebesar 784% YoY melalui pengembangan produk *outdoor furniture* dan *fully assembled furniture*.

Penguatan Pasar Domestik dan Prospek Pertumbuhan 2026

Di sisi lain, unit bisnis domestik Perseroan menunjukkan performa yang cemerlang. Penjualan furnitur domestik tercatat tumbuh pesat sebesar 275% YoY, sedangkan penjualan *building components* domestik meningkat 18,2% YoY. Ekspansi portofolio *fully assembled furniture* untuk segmen menengah ke atas turut memperkuat keseimbangan komposisi produk Perseroan.

Baca :  Rayakan Idul Adha, Mahkamah Agung Sembelih 51 Hewan Kurban

Menghadapi sisa tahun 2026, WOOD tetap optimistis memproyeksikan target pertumbuhan pendapatan pada kisaran *low to high-single digit*. Prospek ini ditopang oleh ketahanan bisnis *building components*, perluasan pasar Eropa, penambahan varian produk baru, serta ekspansi basis pelanggan global. Selain itu, Perseroan secara paralel terus memperkuat platform bisnis kehutanan (*forestry*) guna menjaga kelanjutan rantai pasok dan efisiensi jangka panjang.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#IntegraIndocabinet #SahamWOOD #LaporanKeuanganH12026 #EksporFurnitur #PasarModal #BursaEfekIndonesia #ManufakturIndonesia #EkonomiBisnis