BISKOM,Jakarta – Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis, 3 September 2026, di Ruang Arwana Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Kegiatan ini mengusung agenda penyusunan potensi daerah Provinsi Kalimantan Barat sebagai langkah konkret memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan dan kerja sama internasional. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman, didampingi oleh Wakil Ketua BKSP DPD RI, Maya Rumantir, dan Anggota BKSP DPD RI sekaligus Boxing Senator asal Kalimantan Barat, Daud Yordan.

Linda Purnama, Ketua Bapperida Kalimantan Barat, memaparkan bahwa ekonomi Kalimantan Barat tumbuh 5,39% pada tahun 2025 dan berlanjut pada triwulan II 2026 dengan pertumbuhan 5,61% (y.o.y), angka yang berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor tambang menjadi motor utama pertumbuhan, didorong oleh lonjakan hilirisasi produk non migas seperti bauksit.

Dari sisi investasi, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada 2025 mencapai Rp51,04 triliun, melampaui target daerah. Capaian ini berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kalimantan Barat memiliki berbagai komoditas berpotensi hilirisasi, antara lain kelapa sawit/CPO (oleofood, industri kimia, biodiesel), kelapa (minyak goreng, tepung kelapa, santan kemasan, arang/karbon aktif), kopi, kakao, buah-buahan tropis, tengkawang, dan hasil perikanan. Pengembangan fruit processing hub diarahkan agar komoditas tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga menjadi produk olahan bernilai tambah.
Kalimantan Barat memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, serta dekat dengan Brunei Darussalam. Keberadaan PLBN Entikong dan titik perbatasan lainnya seperti Badau, Aruk, dan Temajok membuka peluang penguatan perdagangan dan kerja sama lintas batas.

Baca :  ZTE Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada untuk Dukung Pengembangan SDM

Terminal Kijing berpotensi dioptimalkan sebagai hub internasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, logistik, perdagangan, dan hilirisasi. Selain itu, terdapat peluang investasi melalui Kawasan Industri Landak yang mendukung ketahanan pangan dan Kawasan Industri Ketapang yang bergerak di industri etil alkohol.
Kedekatan dengan Malaysia membuka peluang cross-border tourism melalui pengembangan wisata budaya, alam, kuliner, sungai, pesisir, dan pedalaman, termasuk melalui program Jelajah Pantura dan Jelajah Heart of Borneo.

Arya Rizqi Darsono, Ketua KADIN Kalimantan Barat, menyoroti empat momentum penting pada 2026: pertumbuhan ekonomi Kalbar di atas angka nasional, neraca perdagangan surplus, pengesahan Perjanjian Perdagangan Batas Terbatas (BTA) RI-Malaysia, dan peningkatan aktivitas ekspor via jalur darat melalui PLBN Entikong. Namun, sebagian besar ekspor 2025 masih melalui jalur laut, sehingga diperlukan penguatan ekspor via jalur darat.

Baca :  Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri 2026–2031, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing

Nurmainah, Direktur Pasca Sarjana Universitas Tanjungpura (UNTAN), memaparkan inovasi green butter tengkawang yang berpotensi dikembangkan untuk bidang kesehatan, khususnya pengelolaan kolesterol. UNTAN juga mengembangkan penelitian kratom dan pemanfaatan limbah bauksit sebagai bahan baku pupuk, meski masih menghadapi kendala regulasi karena material tersebut dikategorikan sebagai limbah B3.

Topan Prihantoro, Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP), menyampaikan bahwa POLNEP memiliki pengalaman kerja sama internasional melalui program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta mengembangkan inovasi terkait kratom, udang vannamei, irigasi pintar berbasis tenaga surya, dan perahu tanpa awak bertenaga surya.

Daud Yordan, Anggota BKSP DPD RI sekaligus Ketua KONI Provinsi Kalimantan Barat, mengumumkan dua agenda besar sport tourism: pertandingan tinju dunia pada 10 Oktober 2026 yang akan dihadiri 38 Ketua KONI Provinsi Seluruh Indonesia dan 10 Menteri/Wakil Menteri, serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat pada 14-21 November 2026 yang diikuti lebih dari 5.000 atlet. Kedua event ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi dari aspek sport tourism.

Raden Hidayatullah Kusumadilaga, Sekretaris KONI Provinsi Kalimantan Barat, menyampaikan bahwa KONI membina 64 cabang olahraga, dengan empat cabor berpotensi kerja sama internasional: tinju, panjat tebing, biliar, dan petanque. Diperlukan penerapan sports science dan alih teknologi dalam pembinaan olahraga untuk meningkatkan kualitas dan performa atlet.

Baca :  Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijirah

Gusti Farid Hasan Aman, Ketua BKSP DPD RI, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda yang telah direncanakan setahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekosistem yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional. BKSP DPD RI merencanakan membawa 34 senator ke Kalimantan Barat pada Oktober/November 2026 untuk menindaklanjuti hasil diskusi ini.

Maya Rumantir, Wakil Ketua BKSP DPD RI, menilai bahwa penyampaian potensi dan sektor unggulan Kalimantan Barat sudah komprehensif dan mencakup berbagai aspek relevan sebagai dasar menentukan langkah tindak lanjut. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai potensi daerah, tantangan yang dihadapi, serta bentuk dukungan yang dibutuhkan untuk pengembangan daerah secara optimal.

Kalimantan Barat membuka ruang kerja sama internasional dalam bidang investasi dan industri, riset dan inovasi, pendidikan dan pengembangan SDM, ekonomi kreatif dan UMKM, pariwisata, perdagangan, serta green and sustainable development. Kerja sama diharapkan tidak hanya membawa investasi, tetapi juga transfer teknologi dan pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan inovasi, pembukaan akses pasar internasional, serta penerapan industri yang berkelanjutan.(Surame)