Home Blog Page 1003

LOKASARI DIGITALIFE MALL – IT Center Modern dan Lengkap

0

LDMPara pebisnis teknologi informasi (TI) kini memiliki peluang untuk semakin melebarkan sayap di wilayah Jakarta. Pasalnya Lokasari Digitalife Mall dalam waktu dekat akan segera beroperasi.

Lokasari Digitalife Mall (LDM) merupakan mall yang mengusung konsep sentra bisnis TI baru yang modern dan lengkap. Berlokasi di tengah kota Jakarta, LDM menempati area seluas 3000 m2. Lantai dasar diperuntukan untuk expo area di main lobby, handphone center dan F&B corner (Solaria, Es Teler77, Double Dip, Dunkin Dounat, Pizza Hut, Papa Bunz, dan lain-lain). Kemudian lantai satu diperuntukan untuk handphone center, fashion, book store Kurnia Agung dan aksesories lainnya, sementara lantai dua diperuntukan untuk Hari-Hari Supermarket.

Untuk semakin mengukuhkan ciranya sebagai Digitalife Mall, LDM yang beralamat di Jl. Mangga Besar, Jakarta ini membangun lantai tiga untuk IT Center dengan luas total 3000 m2 dan lantai tiga A untuk IT Center “Future Expand” dengan luas total 3000 m2.

Lucky Christian
, dari LDM Management, saat ditemui Biskom (17/4) mengatakan, “kami mengundang rekan-rekan media maupun calon tenant untuk dapat menghadiri acara Open House Lokasari Digitalife Mall yang berlokasi di Lokasari Plaza, pada Hari Senin, Tanggal 19 April 2010, Pukul : 11.30 WIB – 19.30 WIB”. Lucky menambahkan “para pengusaha TI tidak perlu berpromosi ekstra untuk mensosialisasikan keberadaan tokonya di Lokasari karena Lokasari merupakan salah satu mall yang pernah menjadi icon IT mall di era 90 an. Dan saat ini akan dilakukan peremajaan dengan sangat serius dan terencana dengan baik, hingga merupakan peluang emas dengan penawaran super fantastis yang layak untuk diraih”.

Yang menarik, selain letaknya sangat strategis dan menjanjikan kelengkapan bisnis, ternyata LDM menawarkan harga sewa yang sangat ekonomis dan terjangkau. Sewa per meter dibagi rata selama 5 tahun, hanya kisaran Rp 53.138 hingga Rp 58.278 dan biaya service charge hanya Rp 35.000.

Bukan itu saja, lanjut Lucky, LDM juga menawarkan cara sewa 5 tahun Free 2 tahun. Artinya, hanya membayar 3 tahun saja dan dapat dicicil perbulan untuk biaya sewa selama 36 bulan.

Keuntungan lain yang bisa diperoleh para pebisnis TI antara lain promosi yang diadakan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Bugdet promosi dianggarkan sebesar Rp.1.000.000. 000 (Satu Milyar Rupiah), dan pengurus akan mengadakan pameran minimum 4 kali di Main Lobby Lokasari Square. Untuk mensosialisasikan mall ini, LDM juga memasang iklan secara regular di media massa dan billboard di Jl. Mangga Besar Raya.

Sekitar kawasan Lokasari Plaza juga telah dibangun distrik bisnis dengan segala fasilitas pendukung yang tersedia seperti bank swasta dan negara, serta  pusat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA, Mandiri, BRI, CMIB Niaga, BNI46, Danamon, dan ATM Bersama.

“Setiap lokasi computer center di manapun juga menawarkan kelebihan, namun demikian seandainya saja biaya sewa dan biaya service charge dapat ditekan serendah itu, plus lokasi dan program kerja serta rencana peremajaan gedung ditambah komitmen pengelola untuk penataaan ulang zona para tenantnya, maka LDM patut dipertimbangkan. Bahkan main lobby yang saat ini telah dipergunakan dan disewa oleh tenant akan direlokasikan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pameran, termasuk Hari Hari Super Market yang saat ini telah beroperasi akan direlokasikan kelantai 2 agar lantai 1 dapat dimanfaatkan untuk Handphone Center, tentu ini merupakan kesempatan langka untuk memperoleh keuntungan yang besar,” kata Hardy Winata dari Dova Computer.

Pada acara Open House, panitia menyediakan hadiah langsung berupa LCD TV AOC 22″ V22T HDMI Full HD seharga Rp.2.950.000 bagi calon mengusaha TI di LDM yang  memberikan uang muka minimum yang telah telah ditentukan, dan menandantangani kontrak sewa ruang usaha/toko dengan pihak LDM. Hadiah berlaku untuk setiap kelipatan sewa toko.

Open House LDM didukung oleh Surya Bartech perwakilan resmi produk Axioo dan Zyrex, Wilcom pemasok dari produk modem GSM Vedafone, PT. MKL perwakilan resmi produk AOC, Supermicro dan pemegang merk produk Wearnes, PT. Leapfrog Indonesia pemegang merk produk Sonic Gear dan Power Logic,  perwakilan resmi produk Acer, Asus, Dell, Epson, HP/Compaq, Lenovo, Samsung, Sony Vaio dan dukungan dari berbagai media massa seperti Harian Seputar indonesia, RCTI, Oke Zone, Trijaya Network dan Majalah BISKOM.

Info lebih detail hubungi:

Robby
Phone : 021-36233456
YM : robby_rtech

Hardy Winata
Phone : 021-70250704
YM : dov4com

Lucky Christian
Phone : 021-71111808
YM : verywellcom

Printer Kompak Canon Pixma iP2770

137

Demi mempertahankan prestasi sebagai top brand untuk produk printer di dunia, Canon belum lama ini meluncurkan printer inkjet fungsi tunggal terbaru, PIXMA iP2770. Produk ini hadir dengan desain kompak yang dibalut dengan warna hitam elegan, dan kinerja yang sangat baik untuk berbagai aplikasi.

Canon Printer PIXMA iP2770 dilengkapi dengan teknologi FINE (Full-Fotolitografi Inkjet Nozzle Engineering) arsitektur, ChromaLife100+, dan sistem tinta hibrida. Ragam teknologi canggih inilah yang kemudian mengasosiasikan printer inkjet Canon identik dengan kualitas cetak tinggi dan efisiensi. Kepadatan tinta mikroskopik pada teknologi FINE print head nozle, menghasilkan cetak foto berkualitas tinggi dan mencetak foto dengan resolusi maksimum 4800 x 1200 dpi, dengan drop tinta sekecil 2pl.

Berkat sistem ChromaLife100+ yang berbasis tinta dan kertas foto Canon, kualitas gambar foto mampu bertahan hingga 30 tahun. Namun, bila disimpan dalam album ketahanan kualitas foto dapat diperpanjang hingga 300 tahun.

Keunggulan lain printer ini adalah adanya sistem tinta hibrida. Pada sistem ini terdapat tiga warna tinta dye (dalam 1 cartridge) yang dapat menghasilkan warna gambar terlihat alami dan tajam.

Penerapan standar produktivitas ISO/IEC 24734 untuk kecepatan mencetak, menghasilkan dokumen monokrom dan warna pada kecepatan cetak 7.0 ipm (image per minute) dan 4.8 ipm (image per minute).

Desain Canon printer PIXMA iP2770 begitu kompak, lengkap perangkat lunak Auto Photo Fix II dalam Easy WebPrint EX memudahkan aplikasi untuk melakukan koreksi multi-zone dan penghapusan efek red-eye.

Datascrip sebagai distributor tunggal printer Canon di Indonesia memasarkan Canon PIXMA iP2770 dengan harga Rp. 455.000

Telah Terbit BISKOM Edisi April 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Vice President KYE System Taiwan (Genius), Paishan Lee (Terima kasih kepada KYE System Taiwan yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi April 2010 diantaranya:

• COVER STORY: Vice President KYE System, Paishan Lee: Paten Berarti Inovasi

• FIGURE:
– Hemat Dwi Nuryanto: Radio Harus Bertransformasi
– Erik Sebastian: PRIMEX Janjikan Biaya Komunikasi 0 Rupiah
– Sutyastie S. Remi: Layanan Pembelajaran Berbasis TI
– Agung Wiryanto: Kelola Radio Online Secara Profesional

• HEADLINE:
e-Broadcasting & Transformasi Radio

• FOCUS:
Peran Perempuan Di Dunia TI
e-Audit Cegah PNS Ikut Tender
Menyoal Jaminan Keamanan Transaksi Elektronik

• BROWSING:
Jerman Umumkan Celah Keamanan Pada Firefox
China Tak Lagi Gunakan Google?
Mesir Larang Teknologi VoIP

• INSPIRATION:
– Bob Julius Onggo: Bagaimana Kebijakan Korporat Untuk Media Sosial?
– Prakoso Bhairawa Putera: Jejaring Informasi Pariwisata Berbasis Web
– BE. Santoso Nugroho: Kompetensi Prasyarat SDM TIK Aparatur
– Dirgayuza Setiawan: Mengamati Kebijakan TIK Australia 2010 (Bagian 1 dari 3): Air, Listrik, Gas, dan Serat Optik Broadband
– Atang Setiawan: Jaring Sosial Itu Bernama “FACEBOOK”

• REVIEW & CELLULAR:
– Motorola Devour
– Nokia N97 Mini Gold
– Asus N61 dan N71 24
– Canon FS200
– Kingston DataTraveler 310
– Genius eFace 2025

• SNAP:
– Wacom Buka Authorized Dealer Pertama di Surabaya
– ASUS Hadirkan IT Service Center di 8 Provinsi Indonesia
– Bakrie Giatkan Uber Esia
– Lintasartha Menang Tender USO
– 31 Kecamatan Bandung Siap Online
– Sindo-HSBC Gelar Gadget Bazaar Extraordinaire

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

APKOMINDO SUMMIT 2010 – Mewujudkan Pengembangan Usaha Komputer di Indonesia

2

logo apkomindoAsosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) akan menggelar acara Apkomindo Summit 2010 dengan mengusung tema ACCELERATE YOUR BUSINESS IN 2010. Acara yang baru pertama kali digelar ini bakal berlangsung 19-20 April 2010 di Hotel Shangri-La Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung dalam dua hari tersebut tidak hanya berisi Summit Meeting, tapi juga Session & Exhibitions yang dimeriahkan oleh pihak sponsor seperti, Acer, Amd , Asus, Axioo, BII, Hp, Intel, Lenovo, Microsoft, Mit,Telkomsel dan Zyrex. Pada akhir acara SUMMIT APKOMINDO 2010 akan ditutup dengan Gala Dinner.

Tujuan utama dari APKOMINDO SUMMIT 2010 tidak hanya sebagai ajang silaturahmi sesama anggota, tetapi juga sebagai sarana komunikasi bisnis bagi para anggota Apkomindo dengan para principle, distributor, supplier dan Kamar Dagang Negara sahabat. Dengan harapan bahwa perluasan jaringan bisnis distribusi dan pemanfaatan TI di Indonesia dapat berlangsung lebih cepat.

Selaras dengan tujuannya, APKOMINDO SUMMIT 2010 akan membahas topik pembicaraan yang beragam seperti :

  • Economic outlook.
  • Peran kementerian Kominfo beserta strategi regulasi telematika yang menjembatani perkembangan teknologi dan kepentingan masyarakat.
  • Harapan pemerintah dalam peningkatan pendapatan pajak perdagangan komputer.
  • Arah dan kebijakan industri Indonesia di bidang telematika.
  • Teknologi telematika sebagai tulang punggung pengembangan dunia pendidikan nasional.
  • National Single Window.
  • Informasi teknologi komputer terbaru.
  • Serta mengetahui ekpektasi pemerintah kepada pengusaha komputer dalam mendukung dunia perdagangan komputer di Indonesia yang semakin pesat.

Serangkaian tema ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja para pengusaha komputer Indonesia dalam menjajaki pasar Indonesia dan mancanegara.

Kegiatan akbar ini dilaksanakan sebagai realisasi tanggung jawab Apkomindo yang menjalankan peran dari suatu organisasi yang menjadi mitra strategis serta penasihat yang kompeten untuk pemerintah dalam perumusan rencana dan peraturan, terutama dalam perdagangan dan teknologi industri.

Seminar “Inovasi Teknologi & Bisnis Radio 2.0”

0

Cover-Proposal-Seminar-Nasional2Industri radio siaran di negeri ini telah dihadapkan fakta koeksistensi teknologi analog dan digital, serta oleh pesatnya kovergensi teknologi informasi, komunikasi, dan penyiaran. Bisa jadi eksistensi siaran konvensional akan terkubur dimasa yang akan datang. Tak pelak lagi, reinventing merupakan jawaban bagi entitas industri radio siaran jika ingin survive menghadapi revolusi dunia radio siaran. Reinventing itu pada prinsipnya merupakan usaha gotong royong untuk menemukan kembali nilai dan masa depan radio. Melihat kondisi seperti ini, langkah reinventing yang efektif adalah dengan mewujudkan kolaborasi siaran lewat lembaga independen. e-Broadcasting Institute (eBI) adalah lembaga independen yang menyediakan teknologi dan inovasi bisnis bagi radio yang akan memanfaatkan kemajuan TIK terkini. Serta menyiapkan layanan transformasi bagi radio sehingga siarannya dapat dinikmati pendengar baik secara analog (AM/FM), digital (DAB/IBOC), Internet & mobile (live streaming dan podcasting), dan social media (facebook, twitter, dll). Revolusi dunia radio pada saat ini memacu industri siaran menuju intelligence radio. Begitu juga dengan proses bisnis dan manajemen harus transformatif. Dunia telah menembus batas radio konvensional dan mengalami  revolusi dunia radio 2.0.  Jika pada era radio analog, radio broadcaster harus mengurus semuanya, tetapi dengan menggunakan inovasi dan teknologi Radio Broadcasting 2.0, mereka bisa lebih banyak melakukan proses kreasi dan berinovasi dari sisi konten/materi siaran. Sedangkan yang berkaitan dengan transmisi sedikit demi sedikit bergeser dan diserahkan kepada pihak lain yang lebih berkompeten (network operator).

Trend dunia menunjukkan bahwa usaha radio siaran sangat cerah, hal itu ditunjukkan dengan adanya indikator Radio Listenership di USA yang mencapai 93%  dan tidak jauh berbeda dengan Eropa, Jepang dan Australia. Sayangnya terdapat anomali di negeri ini, sehingga perkembangan radio siaran tidak optimal jauh dibawah potensi rata-rata dunia. Hal itu disebabkan oleh belum adanya lompatan masal teknologi serta belum idealnya regulasi yang menyangkut sistem siaran nasional dan berjaringan. Dari aspek ekonomi,  menurut ZenithOptimedia potensi belanja iklan dunia mencapai 504 miliar dollar AS, dari jumlah itu belanja iklan  radio dunia mencapai 39 miliar dollar AS (7,8%). Data AC Nielsen menyebutkan bahwa belanja iklan media di USA  mencapai  117 miliar dollar AS, sedang belanja iklan radio disana mencapai 16 miliar dollarAS (13%). Ironisnya terjadi anomali di negeri ini, dimana belanja iklan media mencapai Rp 48,5 triliun (AC Nielsen), disisi lain belanja iklan radio hanya mencapai Rp 630 miliar   (1,3%). Diharapkan hasil teknologi dan inovasi bisnis eBI akan mengatasi anomali tersebut hingga menuju standar dunia (meningkat 6 kali dari kondisi aktual)

Langkah eBI juga telah mendorong terbentuknya elemen-elemen yang bisa mendongkrak indeks Connectivity Scorecard. Paradigma itu terlihat dengan beberapa entitas radio siaran  di kota besar, kabupaten dan yang berada di pelosok daerah (kecamatan) yang telah menggunakan teknologi dan inovasi bisnis eBI. Ternyata mereka mampu melakukan transformasi menyongsong revolusi dunia Radio 2.0. Hal itu ditunjukkan oleh testimoni para pengelola radio siaran  seperti Radio K-Lite Bandung, Radio Zora Bandung, Radio Antares Garut, Radio Best Garut, Radio Sukapura Tasikmalaya, Radio Buanajaya Tasikmalaya, Radio RIS Pangandaran, Radio Rasilima Kuningan, Radio Actari Ciamis, dan lain-lain. Pada prinsipnya testimoni tersebut menyatakan bahwa mereka sangat terbantu teknologi dan inovasi eBI dalam melaksanakan siaran, kinerja tim lebih terarah, lebih memacu untuk terus berkreasi meningkatkan kualitas siaran. Memudahkan membuat produk siaran. Memudahkan operasional siaran, baik bagi program director, music director, news director, traffic, sampai dengan penyiar yang menyiarkan via on-air. Mereka dapat berkoordinasi dan mengerjakan tugas cukup dari rumah, sehingga keutuhan team work bisa terjaga. proses siaran jadi terintegrasi, sehingga tidak kerepotan lagi mencari bahan-bahan siaran. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas siaran, dan ramah lingkungan. Mudah mengetahui data pendengar, mengetahui respon pendengar yang masuk. Mudah mengevaluasi siaran, dari sebelum siaran sampai pasca siaran termonitor dengan baik. profesionalisme lebih meningkat, bisa merencanakan siaran, melaksanakan siaran dan memantau pasca siaran. Siaran jadi mendunia, sehingga pendengar mereka yang menjadi buruh migran di Malaysia, Hongkong, Timur Tengah dan dari belahan dunia yang lainnya, masih bisa proaktif mengikuti siaran radio dari kampungnya. Dari testimoni diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa inovasi dan teknologi Radio Broadcasting 2.0 yang diberikan eBI telah terbukti bisa mentransformasikan proses bisnis radio siaran, sehingga memunculkan resources, efisiensi, dan Innovation Driven Economies.

eBI sedang menggalang jaringan. Diharapkan sekurang-kurangnya 1.000 radio dapat bergabung hingga 2012. eBI telah membangun portal kolaborasi konten radio (www.suararadio.com) yang memiliki kelebihan bahwa semua radio dapat memuat berita atau kontennya yang ter-update otomatis dari setiap website masing-masing radio, secara real time tayang (pod casting), pendengar dapat menyimak berita atau konten musik, dari gadget-nya di mana pun berada. Kelebihan lain, di antaranya, pemasang iklan di radio di mana pun berada kini dapat memantau iklannya real time, maupun melihat archive jam pemutaran secara nyata. Kecanggihan itu dapat bekerja, karena adanya jantung aplikasi yang diciptakan menggerakkan, berupa aplikasi RISE (Radio Broadcasting Integrated System). Aplikasi yang berguna bagi para radio melakukan otomasi siaran.

Perkembangan Radio 2.0 akan diakselerasi oleh teknologi Cloud Computing dan kecerdasan buatan (Artificial Intellligence). Inovasi Radio Broadcasting 2.0 yang tengah dilakukan oleh eBI pada gilirannya nanti akan mewujudkan Radio Intelligence seperti yang terjadi di negara maju. Fenomena tersebut terlihat dari proyek Next Generation Dahsboard. Perkembangan inilah yang untuk selanjutnya ditarget oleh e- Broadcasting Institute (eBI). Inovasi ke depan akan menuju Next Generation Radio atau Radio 3.0; yang menginjeksi kecerdasan buatan ke dalam radio 2.0 : intelligent radio. Bila kini kebanyakan radio siaran masih menggunakan teknologi manual, atau pun sudah menggunakan sistem komputer, namun sifatnya masih data base searah. Pada radio 2.0, semua data dan input data, bisa real times, terintegrasi, bergerak dinamis. Pada radio 3.0 kelak, sudah dapat diperintah dengan suara kita.

Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kerja samanya. Kepada rekan-rekan jurnalis dari media cetak maupun elektronik, sekaligus kami mengundang untuk menghadiri seminar ini.

Seminar “Inovasi Teknologi & Bisnis Radio 2.0”
Untuk Membangkitkan Industri Kreatif Radio Siaran pada Era Koeksistensi dan Konvergensi Teknologi.

Tanggal      : 13 April 2010
Pukul           : 08.30 – 15.30 WIB
Tempat       : Aula Barat – Institut Teknologi Bandung

Penyelenggara: Institut Teknologi Bandung (ITB), e-Broadcasting Institute (eBI), dan didukung oleh PT TELKOM serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.

Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik

1

Cyber ForensicsSelama ini kita mendengar istilah forensik identik dengan istilah yang digunakan oleh dunia kedokteran atau oleh kepolisian untuk membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap suatu kasus, misalnya pembunuhan atau peristiwa pengeboman. Ahli forensik bertugas mencari bukti-bukti atau jejak dari pelaku kejahatan, baik berupa sidik jari, serat rambut, serat kain, pecahan bom dan lain-lain.

Secara terminologi, komputer forensik adalah aktivitas yang berhubungan dengan pemeliharaan, identifikasi, pengambilan/penyaringan, dan dokumentasi bukti komputer dalam kejahatan komputer.

Dalam rangka mendukung pengungkapan kejahatan cyber, dua bintara Polda Metro Jaya telah mengikuti pelatihan komputer forensik di Subang Jaya, Kuala Lumpur – Malaysia (29 Maret-3 April 2010) yang diselenggarakan oleh Guidance Software atas prakarsa dan dukungan International Criminal Investigative Training Assistance Programe (ICITAP) Indonesia USDoJ-American Embassy. Kedua bintara tersebut adalah Brigadir Ferry Maulana dan Briptu Atang Setiawan. Keduanya berhasil meraih Sertifikat International dalam bidang komputer forensik.

”Seperti umumnya ilmu pengetahuan forensik lain, komputer forensik juga melibatkan penggunaan teknologi yang rumit, perkakas dan melalui prosedur yang harus diikuti untuk menjamin ketelitian.  Penjahat biasanya selangkah lebih maju dari penegak hukum dalam melindungi diri dan menghancurkan barang bukti. Merupakan tugas ahli komputer forensik untuk menegakkan hukum dengan mengamankan barang bukti, rekonstruksi kejahatan, dan menjamin jika bukti yang dikumpulkan itu berguna di persidangan,” kata Atang.

Ferry Maulana juga menambahkan pada dasarnya,  mirip dengan proses yang terjadi pada polisi yang hendak mengusut bukti tindak kejahatan dengan menelusuri fakta-fakta yang ada, namun komputer forensik bertujuan untuk menelusuri jejak yang terjadi pada dunia maya.

Mobile-8 Raih Penghargaan ’Excellence’ Pada Call Center Award

0

CS Award M8-1PT. Mobile-8 Telecom (Mobile-8) mendapatkan peghargaan bergengsi dengan predikat ’Excellence’ dalam kategori industri telekomunikasi pada acara Call Center Award ke-6 yang digelar oleh Carre Center for Customer Satisfaction & loyalty (Carre CCSL) bersama dengan Majalah Marketing. Prestasi ini merupakan hasil monitor dan evaluasi yang diadakan oleh Carre CCSL semenjak Juli hingga Desember 2009 kepada lebih dari 100 call center di Indonesia.

Hasil dari Call Center Service Index mengumumkan bahwa jajaran Call Center dari Mobile-8 berhak untuk berada dalam daftar perusahaan dengan urutan kinerja teratas dan mendapatkan penilaian terbaik atau excellence performance dengan meraih nilai akhir 80.733

Merza Fachys, Presiden Direktur PT. Mobile-8 Telecom Tbk mengatakan, ”Kami merasa bangga selama 2 tahun berturut-turut dapat meraih penghargaan call center ini, yaitu di tahun 2009 dan tahun 2010. Penghargaan ini merupakan apresiasi besar atas usaha kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelanggan Fren Duo, Fren Sobat, dan Mobi yang diberikan dari institusi independent. Kepuasan pelanggan merupakan hal utama bagi kami.”

Merza menjanjikan, pelanggan Mobile-8 akan semakin nyaman ketika menghubungi layanan 888 dari nomor Fren atau 0888 185 6868 dari nomr operator lain, karena layanan customer service Mobile-8 didukung oleh sistem Integrated Call Distribution (ICD) dan dilengkapi dengan Customer Care Base System (CCBS) yang memungkinkan layanan customer service 24 jam non stop untuk menjawab keluhan ataupun kebutuhan pelanggan.

AOSI Menyesalkan Tindakan IIPA

0

Logo AOSIIIPA atau International Intellectual Property Association, sebuah asosiasi yang beranggotakan tujuh lembaga, yang mana salah satunya adalah Business Software Alliance (BSA), mengadukan Indonesia kepada U.S. Trade Representative (USTR) bahwa Indonesia harus dimasukkan ke dalam Special 301 watch list atau Priority Watch List bersama-sama dengan  Argentina, Canada, Chile, Costa Rica, India, Mexico, RRC, Philippines dan Federasi Rusia dengan alasannya antara lain adalah kebijakan pemerintah negara-negara ini untuk mendorong penggunaan Open Source Software (OSS) di Institusi Pemerintah.

Hal ini didasarkan oleh sikap Pemerintah Indonesia melalui Surat Edaran Menteri PAN Nomor: SE/01/M.PAN/3/2009 yang menganjurkan Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah agar menggunakan perangkat lunak legal, yang salah satunya adalah Open Source Software atau OSS. Anjuran penggunaan Open Source Software ini oleh IIPA dianggap mendorong pola pikir yang tidak menghargai kreasi Intellectual Property dan membatasi institusi pemerintah untuk memilih solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan organisasi dan kebutuhan rakyat Indonesia.

Langkah IIPA ini ditentang oleh berbagai pihak. Termasuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang sangat menyesalkan rekomendasi IIPA tersebut.

“IIPA telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunaan perangkat lnak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan,”  demikian pernyataan AOSI yang diterima oleh BISKOM, Jumat (19/3).

Berikut adalah butir-butir pernyataan sikap AOSI terhadap IIPA mengenai permintaan dimasukkannya Indonesia ke dalam Special 301 watch list:

  • AOSI menyayangkan sikap IIPA sebagai salah satu lobby group dari Amerika Serikat, yang telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunakan perangkat lunak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan.
  • IIPA telah berusaha mengaburkan keterbukaan dalam pilihan antara lain penggunaan OSS, dengan cara menekan setiap usaha untuk mencari alternatif dari keharusan menggunakan produk dari pihak tertentu dan menghindar untuk bersaing secara sehat.
  • Berbagai pihak, terutama Open Source Initiative (OSI) secara kategorik telah menolak sikap IIPA tersebut, dan mengecam sikap tidak adil IIPA terhadap OSS, dan menyebutnya sebagai kasus mencolok mata dalam penegakan hukum yang selektif untuk menyembunyikan absurditas dari klaimnya dengan sempitnya penerapan yang dilakukan (It is a blatant case of selective enforcement, one which hides the absurdity of it’s claims by the narrowness of their application).
  • AOSI sepakat dengan OSI bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya OSS di Indonesia.
  • AOSI sepakat dengan organisasi sejenis dari Amerika Serikat yaitu Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.
  • AOSI menghimbau agar Pemerintah dapat secara tegas menetapkan posisinya terhadap tindakan IIPA tersebut, mengingat bila Indonesia dimasukkan ke dalam Special 301 Watch List,dampaknya dapat berlaku pada bidang perdagangan secara umum
  • AOSI menyerukan agar pemanfaatan OSS tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing.
  • AOSI mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong anak bangsa dalam melakukan inovasi dan kreasi dalam bidang TIK, untuk membentuk kemandirian, membantu tumbuhnya perekonomian dan kelancaran jalannya pemerintahan yang bersih serta ikut serta dalam membangun kesejahteraan bangsa.

Country Manager Commercial Business Lenovo Indonesia, Sandy Lumy: Lenovo Fokus di Pasar UKM

1

SANDY LUMY 01Secara global saat ini Lenovo menempati posisi ke-4 di dunia. Berbagai strategi tengah dilancarkan Lenovo guna mendobrak pangsa pasar dan membawa perusahaan ini ke posisi nomor satu. Khusus di Indonesia, tahun ini sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) akan menjadi pendorong pertumbuhan pasar personal computer (PC) dan notebook Lenovo dibandingkan segmen enterprise dan public sector. Untuk itu, Lenovo berkomitmen untuk fokus di sektor ini dengan mengedepankan produk-produk low price.

“Segmen pasar yang sedang bertumbuh dengan cepat adalah UKM. Kami melihat peluang bahwa kalau kita ingin tumbuh lebih besar di Indonesia, harus lebih fokus  UKM,” papar Sandy Lumy, Country Manager Commercial Business, Lenovo Indonesia. Alasan lain yang membuat vendor komputer asal China itu bersikeras memasarkan notebook low price yang  harganya di bawah US$ 800 adalah adanya dukungan data IDC yang menyebut bahwa tren  yang berkembang di  Indonesia  adalah segmen pasar  low price, sedangkan yang high price cenderung menurun atau stagnan. “Berdasarkan data Lenovo, penetrasi sektor ini di Indonesia memang baru sekitar 3,9 persen. Angka ini termasuk paling rendah dibanding penetrasi pasar sektor lain. Meski demikian, kami tak  akan menyerah untuk terus menggarap sektor UKM,” tambah pria kelahiran Indramayu ini.

Untuk menyatakan komitmennya tersebut, Lenovo pun membuka ThinkStore di beberapa IT mal terkemuka di Indonesia agar brand Think dikenal  masyarakat secara luas. ThinkStore merupakan toko yang menyediakan produk lengkap Lenovo, baik dari kelas ThinkPad hingga ThinkCenter, dan memungkinkan pengguna menjajal terlebih dulu produk-produk Lenovo sebelum membelinya. ThinkStore yang telah di bangun Lenovo diantaranya berada di Jakarta (Mangga Dua Mall), Surabaya, Bandung, Semarang, Palembang dan Pekanbaru dan beberapa kota besar lainnya.

Simak wawancara BISKOM selengkapnya dengan Sandy Lumy belum lama ini.

Apa yang Lenovo upayakan untuk memperbesar pasar di Indonesia?
Di Lenovo, kami fokus untuk mengembangkan core channel. Kami bersama-sama memperbesar pasar Lenovo di Indonesia melalui   pembuatan program untuk demand generation,  baik itu ke partner/channel maupun ke end user. Disamping itu, kami juga membuatkan program insentif atau channel program yang kompetitif dan  menarik di setiap kuartal. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi kepada para bisnis partner untuk menjual produk Lenovo sebanyak-banyaknya.

Program yang dimaksud seperti apa?
Program tersebut kami  kemas dengan nama Lenovo Growth Program (LGP). Bagi para partner yang memenuhi quota, ada insentif tertentu buat mereka. Selain itu, kami fokus untuk membuat ThinkStore di  sejumlah IT mall terkemuka di kota-kota besar di Indonesia agar brand Think milik Lenovo dikenal  masyarakat luas. Seperti di Jakarta (Mangga Dua Mall), Surabaya, Bandung, Semarang, Palembang dan Pekanbaru dan lain-lain. Total kuartal ini, kami menargetkan membuka lima Think Store yakni di Jakarta, Surabaya, Palembang, Pekanbaru dan Makassar.  Tidak tertutup kemungkinan kami juga membuka ThinkStore di  kota-kota selain yang saya sebutkan tadi. Belum lagi, ada yang namanya Think Kiosk yang ditempatkan di Lenovo Multi Brand Store atau Exclusive Store. Kami berharap masyarakat bisa tahu atau aware dengan produk Lenovo.

SANDY LUMY 02Bagaimana dengan target yang ingin dicapai di 2010?

Masalah target sangat confidential, namun yang pasti kami menargetkan tumbuh lebih cepat dibandingkan pasar. Misalnya, kalau growth pasar sebesar 18 persen, kami akan tumbuh lebih cepat dari 18 persen, karena kami menargetkan untuk meningkatkan market share. Saat ini, market share Lenovo 6,1 persen  dan berada  di posisi keempat. Kami ingin meningkatkan market share minimal 10 persen pada tahun ini.  Kalau di tahun 2009, market share Lenovo masih berada di 4,5 hingga 4,6 persen. Akhir tahun 2009, berdasarkan data IDC, market share Lenovo sudah mencapai 6,1 persen. Di kuartal ini, kami  berharap ada peningkatan. Angkanya baru ketahuan sekitar bulan Mei 2010.

Apa upaya yang dilakukan agar Lenovo bisa menempati posisi 3 atau bahkan menjadi nomor 1? Pasar mana yang akan dibidik?

Kami akan lihat dulu pasar yang akan kami tuju, misalnya untuk segmen  enterprise, government, dan public sector akan kami perbaiki di sisi maintenance. Saat ini sudah bertumbuh dengan stabil dimana market enterprise dan public sector sudah mencapai 13,5 persen.  Namun segmen pasar yang sekarang sedang bertumbuh dengan cepat adalah UKM. Kami melihat peluang bahwa kalau kita ingin tumbuh lebih besar di Indonesia, kita harus fokus di UKM. Ceruk ini memang relatif tidak besar hanya sekitar 3,9  persen, namun kami lihat segmen pasar UKM penjualannya di setiap kuartal sangat signifikan, bahkan jauh lebih besar dibandingkan segmen enterprise dan public sector. Meski begitu,dua segmen itu tidak kami lupakan walaupun kami lebih banyak men-drive ke UKM, karena mesin pertumbuhannya ada di UKM.

Apa saja teknologi baru Lenovo yang membedakan dengan produk-produk sejenis?

Komitmen Lenovo adalah menghadirkan berbagai produk dengan kemampuan yang diharapkan, dengan harga yang terjangkau, serta menampilkan inovasi-inovasi terdepan bagi para pelanggan. Di jajaran Think sudah dikenal dengan  ThinkVantage, dan active protection system yang mampu melindungi data di hard drive dan bisa melakukan  backup dan restore. Semuanya kami berikan cuma-cuma. Keamanan tambahan juga disediakan oleh Lenovo melalui produk hardware dan software. Intinya, ThinkVantage Technologies ini akan memberikan layanan penyelamat dan pemulihan data, pengaturan daya, dan Active Protection System (APS) yang merupakan teknologi untuk melindungi data di hard drive dari goncangan atau benturan. Sehingga mereka yang menggunakan notebook Lenovo bisa sedikit lega dengan keamanan data, berkat adanya perlindungan berlapis yang disediakan Lenovo.

Tipe  notebook apa saja yang akan luncurkan sepanjang  2010 ini?
Pada Januari lalu, kami sudah meluncurkan Lenovo X100 dan Edge, notebook bisnis yang ditujukan bagi pasar UKM.  Tipe X100 mengandalkan prosesor AMD Athlon Neo sementara Edge yang berprosesor Intel diklaim memiliki daya tahan yang lebih tinggi dari yang berprosesor AMD. Lenovo juga menggunakan motherboard khusus pada pabrikan notebook berprosesor Intel, sehingga lebih hemat daya yang memang telah diusung oleh prosesor Intel itu sendiri. Sementara untuk motherboard AMD, Lenovo menggunakannya pada perangkat standar.  Kami ingin menekankan bahwa X100 bukanlah netboook, dan bukanlah produk daur ulang dari Ideapad S10s, produk netbook konsumer Lenovo, dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan posisi X200. Thinkpad Edge dan X100 adalah produk berkualitas dengan harga yang terjangkau, dibawah US$ 800.

Jadi kedepan, Lenovo akan memasarkan notebook-notebook yang harganya dibawah US$ 800?

Yah, untuk memperluas pasar, kami harus memasarkan notebook seperti itu. Seperti data IDC menyebut bahwa tren yang berkembang di Indonesia adalah segmen pasar yang low price, sedangkan yang high price cenderung menurun atau stagnan mengingat di tahun 2008-2009 masih krisis sehingga orang memaksimalkan budget yang ada untuk mendapatkan produk yang terbaik (price performance). Dan ini harus diantisipasi oleh para pembuat komputer  termasuk kami di Lenovo  yang juga harus siap dengan perubahan pasar seperti itu sehingga kami harus meluncurkan produk-produk yang inovatif dari sisi fitur dan juga terjangkau masyarakat. Selain itu, kami memunculkan juga yang kami sebut all in one PC mengingat banyaknya pengguna kantoran yang menginginkan all in one PC dengan berbagai macam pertimbangan.

SANDY LUMY 03Bagaimana kesiapan Lenovo di era perdagangan bebas?

Dalam era perdagangan bebas dimana hambatan tarif dan bea-bea masuk dihilangkan menurut saya, impact-nya terhadap pasar teknologi informasi (TI) justru bagus. Namun tetap harus kami antisipasi dengan masuknya merk-merk produk-produk pendatang baru. Karenanya kami harus terus memuaskan pelanggan, menambah jaringan service center, dan berencana untuk membuat depot spare part dimana kami akan memberikan tingkat service yang lebih cepat karena hambatan yang ada saat ini adalah ketersediaan spare part.

Saat ini, orang juga memperhatikan masalah brand karena sudah teredukasi. Mereka memilih brand-brand yang bereputasi baik, jadi tidak mudah bagi produk baru yang murah melakukan penetrasi pasar di Indonesia, karena masyarakat kita sudah pintar memilih, tidak hanya mengejar harga murah.

Apa hal lain yang dilakukan Lenovo untuk memuaskan pelanggan?

Kami juga  menerapkan sertifikasi Enhanced Experience untuk produk-produk yang menggunakan Windows 7. Sertifikasi ini dilengkapi  berbagai fitur yang optimal yang didesain untuk memperbaiki kinerja sistem sekaligus meningkatkan pengalaman komputasi bagi para pelanggan yang menjalankan Windows 7 dalam PC-PC Lenovo.

Lenovo Enhanced Experience adalah hasil kerjasama teknis antara Lenovo dan Microsoft, yang dirancang untuk menghadirkan PC-PC yang tidak saja dapat menjalankan Windows 7, tapi juga membantu konsumer dan pelanggan UKM untuk memperkaya pengalaman mereka dengan sistem operasi Windows 7.  Manfaat utama sertifikasi Lenovo Enhanced Experience adalah pengaturan kinerja canggih yang memungkinkan PC-PC Think dan Idea bekerja jauh lebih cepat dari PC-PC yang konfigurasinya identik namun tidak dioptimasi.  Sertifikasi Enhanced Experience juga meliputi peningkatan multimedia dan perangkat pemeliharaan sistem yang mudah pada PC-PC Idea dan ThinkVantage Technologies.

Saat ini, pemerintah sedang menggalakkan pengadaan barang dan jasa dengan sistem elektronik atau disebut e-Procurement (e-Proc), bagaimana pendapat Anda?

Kami sangat mendukung e-Proc, tapi harus dilihat juga bahwa dengan proses seleksi, harga menjadi krusial dan menjadi faktor yang menentukan menang atau tidak. Kalau semata-mata ditentukan dengan harga, kadangkala di satu project itu, selain harga dan barang, faktor lain yaitu layanan tingkat purna jual yang diharapkan juga sangat penting.  Patut dicermati, penawaran antara satu vendor dengan vendor lainnya tidak sama, itu karena tingkat perhitungan biayanya yang berbeda. Kalau memang panitia lelang siap dan memberikan arahan  yang lengkap dan jelas, pastinya kami sangat mendukung penerapan e-Proc tersebut.

SANDY LUMY 04Apakah Lenovo pernah mengikuti tender dengan e-Proc?

Kami tidak ikut terlibat secara langsung tapi kami mendukung partner kami. Jadi, partner yang ikut tender dan kami hanya mensupportnya, seperti menyiapkan dokumen yang diperlukan, surat dokumen,  jaringan purna jual, ISO dan sebagainya. Jadi, kami membantu partner agar dapat melengkapi persyaratan untuk mengikuti tender tersebut. Memang kami tidak maju dan tetap partner yang di depan.

Bagaimana soal regulasi pemerintah  terkait TI? Sebagai orang yang terjun langsung di dunia bisnis, Apakah Anda melihat masih ada unsur KKN terkait proyek-proyek pemerintah dan swasta?

Pendapat saya, pemerintah harus terus mendorong agar industri dalam negeri dapat tumbuh, misalnya  merek lokal diberikan insentif supaya tumbuh. Namun kami juga berharap agar  pemerintah  memberikan  iklim persaingan usaha yang sehat. Dalam artian, merek lokal dan merek internasional diberikan kesempatan yang sama. Kalau di Departemen Pendidikan Nasional, untuk beberapa tender kebanyakan diminta produk lokal serta izin Menteri Perindustrian dengan tingkat kandungan lokal. Sebetulnya, dengan adanya aturan tersebut tidak memungkinkan  merek-merek internasional berpartisipasi. Hanya merek-merek lokal yang bisa ikut serta. Kami memahami bahwa pemerintah ingin mendorong supaya merek internasional jangan cuma berjualan tetapi juga melakukan transfer teknologi dan membuka pabrik di Indonesia.  Kalau untuk proyek-proyek pemerintah dan swasta, saya nilai, sudah baik dan transparan, tapi kalau sudah menabrak rambu-rambu itu yang tidak benar.

Menyoal Regulasi Industri Cakram Optik II: Ancaman Impor Ilegal dan CAFTA

0

Ilustrasi Cakram OptikPara praktisi bisnis cakram optik resmi menilai, impor ilegal menjadi salah satu penghambat berkembangnya bisnis cakram optik legal di Indonesia. Padahal, potensi pasar industri ini cukup besar, seiring berkembang pesatnya pengguna komputer. Masuknya cakram optik tak resmi ini kerap jadi keluhan para importir resmi. Sebab, cakram optik ilegal bisa masuk ke negeri kita tanpa dikenai pajak bea cukai, pajak penjualan (PPN), bahkan pajak penghasilan (PPh).

“Jika cakram optik ilegal ini terus dibiarkan masuk tanpa pengawasan ketat dari petugas berwenang, cakram optik legal seperti kami tidak bisa bersaing di pasaran, sebab mereka bisa menjual barang lebih murah daripada yang legal,” kata Kurniadi Halim, Direktur PT Langkah Swadaya mandiri, Distributor Verbatim Indonesia kepada BISKOM. Tak heran, jika penjualan cakram optik ilegal ini lebih cepat laris dagangannya ketimbang importir resmi lantaran harganya yang bisa jauh lebih murah.

Apalagi, imbuh Halim, dengan pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA) dibarengi masuknya produk cakram asing yang lebih murah, makin memperburuk kondisi bisnis terutama dari kalangan pabrik cakram optik lokal. “Dengan impor ilegal saja kita sudah banyak kecolongan, ditambah lagi pemberlakuan CAFTA yang memunculkan produk-produk yang lebih murah. Sementara importir resmi saja masih dipersulit dengan adanya Jalur Merah dan ekonomi biaya tinggi di Bea Cukai, juga soal pajak yang kita anggap masih tinggi hinga mencapai 30%,” kata dia. Belum lagi soal pembatasan kuota impor yang diberlakukan tak jarang menyulitkan importir untuk bisa mendistribusikan produk secara cepat. Hingga kini baru ada tiga importer cakram optik yang resmi di Indonesia, Verbatim, Sony, dan Maxell. Bahkan tak jarang ketiga perusahaan importir resmi ini pun terpaksa menjual produk lebih murah dan hanya mengenyam tipis keuntungan.

Karena itu sebagai pelaku bisnis cakram optik, Halim berharap, pemerintah lebih memperketat masuknya barang-barang impor, termasuk menertibkan adanya ‘lubang-lubang tikus’ atau pelabuhan-pelabuhan kecil yang biasa digunakan importir ilegal. Artinya, imbuh Halim, para importir lain pun harus lewat jalur yang sama, dengan melalui proses perijinan yang sama pula. “Importir ilegal harus ditertibkan. Ini penting demi tercipta persaingan bisnis yang sehat dan meminimalisasi kehilangan uang negera yang bersumber dari pajak dan bea cukai,” tandasnya.

Dia juga meminta agar penegakkan regulasi terkait impor cakram optik diperketat guna melindungi pabrik cakram optik lokal dari gempuran produk asing. Di samping itu, Halim menyarankan agar pabrik cakram optik lokal meningkatkan kualitas produknya agar tak tergerus dengan kualitas produk yang berdatangan dari luar negeri. “Kalau hal-hal seperti itu diperhatikan, saya yakin bisnis dan industri cakram optik ini tetap hidup di Indonesia,” kata dia.

Ditanya soal banyaknya tudingan industri cakram optik memicu maraknya pembajakan, Halim berkilah hal itu kurang beralasan. Persoalan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), kata dia, bukan lagi  merupakan urusan dari industri cakram optik sendiri.

“Pembajakan itu lebih kepada penggunanya. Bahkan kami juga sertakan label peringatan bahwa pembajakan merupakan tindakan pidana di tiap keping produk kami. Kalau memang ada pembajakan, berarti pengguna cakram optik itulah yang melakukan, tidak terkait dengan industri yang memproduksi cakram optik legal,”  jelas Halim.

Senada dengannya, Praktisi TI Haryadi Handoko juga menilai penegakan hukum terhadap pembajakan masih lemah. Akibatnya pelanggaran hak cipta pun tetap marak. Industri cakram optik kerap jadi sasaran tudingan. Haryadi menuturkan, di banyak negara termasuk Indonesia, pembajakan (cakram optik bajakan) bukan hanya dilakukan industri cakram optik, tapi juga dilakukan pelaku rumahan yang menggunakan duplikator atau burner.

“Di setiap negara selalu ada modus atau kegiatan pembajakan. Namun yang membedakannya adalah soal penegakan hukum. Di negara yang penegakan hukumnya baik, tingkat pembajakannya bisa ditekan. Sebaliknya, di negara yang penegakan hukumnya lemah, pembajakan sangat tinggi dan produk bajakan dijual secara bebas dan terbuka,” terang Haryadi.

Yang terkesan saat ini, imbuh Haryadi, pemerintah tidak serius untuk mengurangi atau mencegah pembajakan dan tidak ada perkembangan yang berarti di bidang penegakan hukum atau law enforcement. Kalau pun pemerintah dalam hal ini Kemenperin sudah berusaha mengawasi industri cakram optik melalui pembentukan tim monitoring, namun hal itu masih jauh dari cukup. “Selama ini pun tim monitoring hanya mengawasi pabrik yang terdaftar. Padahal pembajakan juga banyak dilakukan oleh industri atau usaha yang tidak terdaftar,” pungkasnya.