Home Blog Page 1005

Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum

0

Dialog-PolriTeknologi membawa serta perubahan positif dan negatif sekaligus. Teknologi informasi (TI) memperkenalkan istilah baru seperti e-banking, e-commerce, e-government, e-education dan banyak lagi, namun juga membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan risiko tertangkap yang lebih kecil namun akibat kerugiannya jauh lebih besar. Kejahatan-kejahatan baru juga mengikuti perkembangan ini, seperti pecurian identitas, pelanggaran privacy, pencemaran nama baik, “perang” informasi sampah melalui email atau mailing list, carding, pornografi, terorisme digital, hingga hacker dan cracker.

Meski begitu, kejahatan TI atau yang kerap disebut sebagai cybercrime memiliki karakter yang berbeda dengan tindak pidana umum baik dari segi pelaku, korban, modus operandi dan tempat kejadian perkara sehingga butuh penanganan dan pengaturan khusus di luar KUHP.

Saat ini penanganan kejahatan di dunia maya masih minim, padahal Indonesia termasuk negara dengan kasus cybercrime tertinggi di bawah Ukrania. Penanganan kasus kejahatan jenis ini memang membutuhkan kemampuan khusus dari para penegak hukum.

AKBP Winston Tommy Watuliu, Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya dalam ‘“Dialog Interaktif: Polri dan Pengusaha TI Dalam Menghadapi Proses Hukum” (23/2) di Mal Artha Gading mengatakan, “Perkembangan TI yang demikian pesatnya harus diantisipasi dengan hukum yang tepat dimana kepolisian merupakan lembaga aparat penegak hukum yang memegang peranan penting di dalam penegakan hukum.”

Penindakan kasus cybercrime, tambah Tommy, sering mengalami hambatan terutama dalam penangkapan tersangka dan penyitaan barang bukti, namun demikan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mengusut beberapa kejahatan internet termasuk situs perjudian, pornografi, pelacuran terselubung serta penjualan aksesoris seks sehingga pengelolanya ditangkap.

Tommy menambahkan, “Ada beberapa tips untuk menghindari permasalahan hukum diantaranya think before click, jangan terlalu mengumbar data pribadi di dunia maya dan lindungi keluarga Anda dari konten-konten tidak sehat yang sering kali berisi jebakan penipuan.

Soegiharto Santoso, pengusaha TI mengatakan, “Komunitas TI di Indonesia sangat banyak, jika kita semua saling bahu membahu menghadapi permasalahan di dalam bisnis, tentunya kita dapat meminimalisasi peluang kejahatan dan pelanggaran di sekitar kita.”

Senada dengan Tommy, Soegiharto menekankan bahwa merupakan kewajiban bagi siapapun untuk melaporkan kasus pelanggaran dan kejahatan di sekitar kita kepada kepolisian. “Saya sendiri selaku pengusaha TI siap membantu memberikan konsultasi ataupun menjembatani kasus-kasus perselisihan diantara sesama pengusaha TI agar terhindar dari permasalahan hukum. Dengan penegakkan hukum yang baik, kita dapat lebih leluasa melakukan berbagai aktifitas di internet, termasuk melakukan transaksi bisnis ataupun menulis di media online.”

Acara yang diselenggarakan oleh BISKOM ini dihadiri sejumlah pebisnis TI dan anggota Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) yang pernah mengalami permasalahan hukum, sehingga menjadi ajang yang tepat untuk melakukan sharing.

“Dialog Interaktif: Polri dan Pengusaha TI Dalam Menghadapi Proses Hukum” merupakan rangkaian acara MAG Computer Expo 2010, pameran TI terbesar dan termeriah di kawasan Jakarta Utara yang berlangsung dari 17 hingga 28 Februari 2010.

Kemkominfo dan BISKOM Adakan Workshop “Desain Grafis Berbasis OSS”

0

fossOpen source software (OSS) makin unjuk gigi lewat peningkatan kemampuan dari waktu ke waktu. Jika Anda seorang desain grafis atau memiliki minat pada bidang ini, OSS telah menawarkan beberapa aplikasi desain, misalnya GIMP dan Inkscape.  Kemampuannya setara dengan software desain lainnya, hanya saja Anda perlu sedikit waktu untuk membiasakan diri menggunakan tools, interface atau fitur-fitur lainnya. Yang jelas, kehadiran software bersumber terbuka seperti ini akan membantu Anda mempertegas tekad untuk tidak lagi menggunakan software bajakan.

Untuk mensosialisasikan OSS kepada masyarakat, Kemkominfo dan FOSS-ID bekerja sama dengan BISKOM  dan Mal Artha Gading (MAG) menyelenggarakan rangkaian kompetisi pada tahun 2010, yaitu desain grafis, animasi, kompetisi game dan Open Document Format (ODF).

Khusus untuk kompetisi Desain Poster dan Brosur, FOSS-ID mengangkat tema “Promosi Free / Open Source Software (FOSS) sebagai pilihan cerdas software legal”. Pendaftaran telah dibuka mulai 15 Januari dan berakhir hingga 19 Februari tanpa dipungut biaya, dan berlaku untuk seluruh warga Indonesia. Target peserta dari lomba yang berhadiah total hingga Rp. 30 juta ini adalah kalangan masyarakat umum (termasuk mahasiswa) dan pelajar. Keikutsertaan peserta juga tidak dibatasi oleh umur. Isi poster diharapkan berupa informasi mengenai keberadaan OSS sebagai alternatif pengganti dari software illegal, sekaligus  berupa  ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan OSS dan produk-produk berbasis open source dalam aktivitas berbasis TIK.

Pemenang akan diumumkan pada 27 Februari 2010 di MAG Computer Expo 2010 yang berlangsung dari tanggal 17 – 28 Pebruari, bersamaan dengan digelarnya Workshop tentang desain grafis berbasis OSS di hall Atrium India, lantai dasar Mal Artha Gading, Jakarta Utara,  mulai jam 13.00 sampai dengan jam 15.00.

Workshop ini terbuka untuk siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang aplikasi grafis berbasis Open Source Software. Peserta tidak dipungut biaya alias GRATIS. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri Anda untuk mengikuti workshopnya. Info detil hubungi Contact Center Aptel di 021-3899 7800. Bagi 50 pendaftar pertama akan mendapatkan souvenir menarik.

Bedah Buku – Jaringan Wireless Di Dunia Berkembang

0

AC41Berkaitan dengan penyelenggaraan Pameran Mal Artha Gading COMPUTER EXPO, Pameran IT Terbesar di Jakarta Utara dari tanggal 17 s/d 28 Feb 2010, akan diselenggarakan acara Bedah Buku “Jaringan Wireless Di Dunia Berkembang” dengan pembicara Onno W Purbo.

Tempat   : Mall Artha Gading (MAG) Lantai Dasar Atrium India
Alamat   : Jl. Boulevard Artha Gading Selatan, Kelapa Gading 14240, Indonesia
Tanggal  : 28 Februari 2010 (hari Minggu)
Jam          : 13.00  s.d. 15.00 WIB (daftar ulang mulai 12.00)

Materi :
+ Disain Jaringan
+ Antena & Jalur Transmisi
+ Perangkat Keras Jaringan
+ Dan Lain – Lain

Peserta Akan memperoleh
+ Buku ” Jaringan Wireless Di Dunia Berkembang ”
+ Sertifikat
+ Snack
+ Foto Bersama+Tanda Tangan Penerjemah Buku (bila waktu mencukupi)

Pendaftaran : Sasi / Indah
Tempat terbatas, mohon daftar terlebih dahulu melalui email
email             : dewisri.susilowati@gmail.com
YM                : sasi_saski@yahoo.co.id
Telepon        : 0815 86060 736 / 021 90329 884

Investasi: Rp. 100.000,- / peserta.  – Tunai pada saat pendaftaran ulang.

Peta lokasi

BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI

0

polri_logoPerkembangan teknologi informasi (TI) yang ditandai dengan maraknya aplikasi internet di dunia bisnis mendorong percepatan globalisasi perdagangan. Namun sayangnya, hal ini berdampak pula terhadap perkembangan pelanggaran dan kejahatan transnasional.

Bicara mengenai pelanggaran dalam TI, tentunya tidak terbatas pada masalah pelanggaran Hak Cipta, Hak Kekayaan Intelektual atau pembajakan saja, tetapi juga termasuk penggelapan,  penipuan, insider trading,  penyuapan, money laundering, pecurian identitas, pelanggaran privacy, pencemaran nama baik, “perang” informasi sampah melalui email atau miling list, terorisme digital, hingga hacker  dan cracker yang seringkali terjadi, sehingga merugikan perusahaan maupun individu yang menjadi bagian dari lingkup bisnis TI. Masalah-masalah ini sudah semestinya  mendapat perhatian semua pihak karena kejahatan dalam bidang TI termasuk ke dalam extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara).

“Sistem ekonomi yang penuh persaingan menyebabkan orang menghalalkan segala cara, apalagi setelah  pasar bebas (free market) berlaku di Indonesia.  Sebagai pebisnis TI, saya kerap menjumpai adanya tindakan-tindakan yang menjurus pada permasalahan hukum, yang mungkin awalnya tidak disadari oleh pelaku usaha itu sendiri,” kata pengusaha TI, Soegiharto Santoso.

Karenanya, kata Soegiharto, diperlukan pemahaman yang tepat bagi  para pebisnis TI maupun konsumen terhadap hukum sebagai salah satu alat kontrol sosial yang formal, dan acuan  bagi batasan perilaku warga negara agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebenarnya, Indonesia memiliki sejumlah Undang-undang yang mengatur tentang permasalahan TI seperti  UU No. 7 (Drt) 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi, UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan lain sebagainya. Namun dalam penerapannya seringkali menjadi kendala karena kurangnya pemahaman di dalam masyarakat kita.

AKBP Winston Tommy Watuliu, Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya mengatakan, “Merupakan kewajiban bagi para aparat penegak hukum untuk tanggap terhadap setiap masalah cybercrime dan melakukan penyebarluasan etika penggunaan komputer melalui media pendidikan, baik melalui seminar, talkshow maupun diskusi langsung dengan masyarakat.  Melalui pendekatan seperti ini diharapkan dapat mengurangi pelanggaran hukum yang menggunakan sarana teknologi sebagai bentuk pencegahan kejahatan.”

Bagi masyarakat dan pebisnis TI yang ingin mengetahui langkah-langkah untuk menghindari atau menghadapi permasalahan hukum secara cuma-cuma, BISKOM bekerjasama dengan Mal Artha Gading (MAG)  dan Kepolisian RI mengadakan “Dialog Interaktif: Polri dan Pengusaha TI Dalam Menghadapi Proses Hukum” dengan nara sumber AKBP Winston Tommy Watuliu dan Soegiharto Santoso, pada 23 Februari 2010 pukul 13.00 di Hall Atrium India-MAG, Kelapa Gading.

Dialog interaktif ini merupakan rangkaian acara MAG Computer Expo 2010, pameran TI terbesar dan termeriah di kawasan Jakarta Utara yang berlangsung dari 17 hingga 28 Februari 2010 mendatang.

Info lebih lanjut dan pendaftaran peserta  hubungi redaksi@biskom.web.id (tempat terbatas).

Dell Regional Managing Director South Asia, Andreas Diantoro: Dell Rambah Pasar Game

0

Andreas Diantoro 03Dahulu, nama Andreas Ruddy Diantoro selalu dikaitkan dengan Hewlett Packard (HP). Kini, Andreas bagai saudara kembar dengan Dell: identik dan sejiwa.  Andeas memang cukup lama berkiprah di HP. Penyandang gelar MBA dari Western Illinois University, Amerika Serikat ini pernah menjabat sebagai Managing Director dan Country Manager HP Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, Andreas pernah menempati sejumlah posisi penting di Singapura dan Australia. Ia sempat  menjadi Corporate Account Representative HP di Singapura dan Manajer Pengembangan Pasar HP di Australia.

Kiprah Andreas tak perlu diragukan lagi. Ia pernah mengantarkan HP Indonesia meraih penghargaan Best Country of the Year di seluruh Asia Pasifik dan Jepang. Sebuah penghargaan yang menggabungkan penilaian pada penjualan, profitabilitas, pangsa pasar, manajemen, kepuasan karyawan dan kepuasan pelanggan terbaik yang dilakukan HP. Penghargaan serupa juga diperolehnya tahun 2005.

Saat ini, Andreas adalah Regional Managing Director South Asia di Dell. Mengawali karir di perusahaan asal Amerika Serikat ini sejak Oktober 2005 lalu, Andreas memimpin dan mengelola bisnis Dell di Indonesia sebagai Direktur Pengelola, dan dipercaya sebagai Direktur Pengelola Dell Asia Selatan dan Grup Developing Markets.

Berkat kepercayaan yang diberikan Dell kepadanya, kelahiran Jakarta, 12 September 1968 ini diberi hak eksklusif untuk tetap bermarkas di Jakarta. Padahal ia harus membawahi 20 negara berkembang lainnya di kawasan Asia Selatan. “Ini adalah hal yang istimewa, karena belum pernah ada region head perusahaan yang sifatnya major yang diperbolehkan berbasis di Jakarta,” ujarnya.

Dell di tangan Andreas terus menunjukkan perkembangannya. Di Indonesia, Dell bertekad untuk meraih posisi teratas di level corporate, consumer dan small medium business (UKM). Selain itu, Dell juga akan fokus membidik komunitas gamer (hardcore gamers) melalui penjualan notebook Alienware. Simak wawancara BISKOM selengkapnya dengan Sarjana Administrasi Bisnis Pemasaran dari University of Iowa, Amerika Serikat ini medio Januari lalu di kantornya di bilangan Thamrin, Jakarta.

Andreas Diantoro 02Apa alasan Dell membuka kantor di Indonesia? Bagaimana pencapaian yang dilakukan Dell sejauh ini?
Sebenarnya kantor Dell di Indonesia sudah ada sejak Agustus 2002 ,  namun kami baru benar-benar  ekspansif pada 2006, kemudian Agustus 2008 pindah  dari kantor yang lama di Midplaza ke kawasan Thamrin, Jakarta. Sekarang ini, Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN. Saya sendiri memegang pasar Asia Selatan yakni ASEAN plus the rest of Asian Pasific,  yakni negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh. Di luar India, Indonesia merupakan salah satu pasar yang pertumbuhannya sangat cepat, tidak hanya di kawasan ini, tapi juga  di dunia.

Di Indonesia, meski International Data Corporation menyebutkan bahwa di segmen korporasi besar Dell memimpin pasar, terutama untuk PC, di segmen consumer dan UKM, Dell masih berjuang untuk menembus dominasi vendor-vendor lain. Tetapi, saya optimistis dengan kredibilitas Dell.

Bagaimana dengan pendapatan Dell di tahun lalu dan target tahun depan?
Pertumbuhan Dell maju pesat hingga 40 persen dengan pasar mencapai 700 ribu unit per tahun di Indonesia. Saat ini, Dell adalah nomor satu untuk tingkat korporasi. Di masa mendatang, tepatnya dalam tiga tahun ini, kami memilki target untuk meningkatkan pasar konsumen dan pelanggan bisnis kecil sehingga kami juga bisa menjadi nomor satu di segmen itu. Di tingkat korporasi, produk utama kami adalah server, sedangkan produk-produk yang ditargetkan untuk konsumen dan usaha kecil adalah komputer pribadi (PC) dan notebook. Pada kuartal ketiga tahun 2009, produk-produk konsumen mengalami peningkatan penjualan dari 1,7 persen menjadi empat persen. Tahun lalu pendapatan kami resminya US$ 63 miliar di seluruh dunia.

Sebenarnya Dell ingin memposisikan di pasar mana, apakah pasar atas? Apa fokus Dell ke depan?
Kami tidak ingin menjadi market share leader, tapi ingin mendapatkan market share. Dulu kami dikenal dengan cost leader, namun kami berusaha merubah image itu karena kalau disebut cost leader, seolah-olah produk kami murah, dan terus terang ini tidak cocok dengan visi kami. Kami ingin produk Dell paling bagus dan berkualitas.

Untuk menjadi nomor satu di Indonesia, apa strateginya?
Pertama adalah services. Mulai Februari ini, kami membangun infrastruktur service yang betul-betul sudah Dell worldwide standard. Kami akan mempunyai pusat service di 10 kota besar di Indonesia yakni di kota Medan, Pekan Baru, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Makasar, dan Balikpapan.  Tujuan dari service center ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat service kami kepada para reseller dan user Dell.  Dengan cara ini kami berharap dapat kami memberikan kenyamanan untuk pemakai Dell di seluruh Indonesia. Dan nantinya kami akan kembangkan service point di seluruh Indonesia.

Andreas Diantoro 01Kedua, dari segi infrastruktur jaringan penjualan dan purna jual dengan mengembangkan jaringan distribusi kami yang dulunya hanya di kota-kota besar, sekarang mulai masuk ke kota-kota  yang kami sebut dengan Tier 1 dan Tier 2. Kemudian dari segi service level, kami melakukan pembeda-pembeda. Untuk corporate level, kami menawarkan garansi tiga tahun. Kalau untuk SMB, garansi setahun saja, tapi kalau consumer, ini yang harus datang ke service center. Jadi, jaringan service Dell penting sekali dan merupakan salah satu pembeda dari Dell dibandingkan kompetitor lain.

Bagaimana Dell memandang kompetitor dan pasar mana yang paling berat?
Pasar consumer saya rasa adalah pasar yang paling berat. Karena di situ ada pemain-pemain lama yang masuk sejak tahun 1990-an dan memiliki infrastruktur yang kuat. Mereka jauh lebih lama dibandingkan Dell yang baru mulai pada 2009, namun bedanya Dell mempunyai kecepatan dan kelincahan (speed and agility) sehingga Dell terkenal bergerak cepat sekali.

Contohnya di korporat, tahun 2005 Dell menduduki posisi nomor 5 di Indonesia, tapi pada 2007 kita sudah nomor 1. Kami berharap bisa melakukan hal yang sama di level consumer maupun SMB pada tahun ini dan tahun mendatang.

Produk apa yang jadi andalan Dell saat ini?
Fokus kami sekarang ke Alienware, setelah kami mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang komputer khusus untuk gaming ini. Harga notebook Alienware ukuran 11 inci sekitar US$ 1.500, yang 15 inchi harga US$ 2.300, dan 17 inci harganya US$ 3.300. Notebook-notebook ini khusus kami arahkan untuk pasar gaming karena pasar gaming di Indonesia maupun di kawasan Asia sangat luar biasa. Bahkan banyak warnet yang berubah menjadi game center.

Alienware sejatinya merupakan perangkat game kelas berat untuk gamer kelas kakap. Performa yang ditawarkan notebook Alienware sanggup memainkan game sekelas Call of Duty: Modern Warfare 2 dengan mulus. Untuk casis yang digunakan lebih tipis, tampilan HD 16:9, lebih personal, serta dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5 dan fitur ‘cerdas’ seperti teknologi Turbo Boost.

Andreas Diantoro 05Bagaimana dengan pasarnya sendiri?

Alienware sebelumnya dikenal sebagai PC Desktop untuk gaming dari kelas high-end yang selalu tampil dengan ciri khas menyerupai wajah Alien. Dulu, orang mau beli Alienware harus ke Amerika atau membelinya secara online, baru dikirim ke Indonesia. Sampai pertengahan 2009, orang yang minat Alienware hanya bisa beli di Amerika Serikat dan Singapura. Tapi, sejak akhir tahun Oktober 2009, Alienware masuk jaringan distribusi Dell, sehingga bisa dibeli di ASEAN. Kalangan gamer pasti mengenal Alienware. Tidak hanya notebook saja, Alienware juga mengeluarkan perangkat pendukung untuk bermain game seperti keyboard dan mouse.

Apa keunggulan Alienware dibanding produk lain yang juga mengklaim dirinya sebagai notebook gamer?
Notebook Alienware yang tengah dipasarkan oleh Indonesia, yaitu M15x dan M17x. Kedua notebook ini sengaja dibawa Dell ke Indonesia untuk membidik para gamer yang ada di kelas premium. Notebook Alienware M17x telah dilengkapi dengan desain yang cukup unik. Dengan layar sebesar 17 inci, notebook ini dilengkapi dengan Intel Core 2 Extreme Quad-Core Mobile.

Alienware tidak main-main dalam memanjakan gamer dalam urusan grafis.  Mengadopsi teknologi NVIDIA SLI dengan didukung Dual NVIDIA GPU GeForce GTX 280M.  Melalui perpaduan dengan teknologi GPU NVIDA, kami berharap Alienware dapat menghilangkan ketimpangan performa antara perangkat mobile dan sistem dekstop dengan mengeluarkan sistem mobile terbaru yang kami miliki.

Bicara mengenai pasar di Indonesia, apakah industri teknologi informasi (TI) Indonesia siap menghadapi pasar bebas dengan pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA) awal tahun ini?

Siap saja. Bahkan bagi Dell perdagangan bebas ini sudah tidak ada bedanya. Produk Dell dibuat di China, Malaysia atau India karena sekarang pabrik Dell sudah ada di tiga negara tersebut. Sebetulnya bagi kami tidak ada perbedaan, namun mungkin saja berpengaruh pada produk lokal maupun pemain lokal.

Untuk produk TI, saya tidak melihat sesuatu yang benar-benar berpengaruh sekali, karena produk lokal justru lebih mudah mengimpornya. Kebanyakan komponen 90% produk atau brand lokal adalah impor, paling kita hanya membuat casingnya saja. Mungkin di industri lain yang lokal kontennya lebih besar turut berpengaruh jika diserang produk China, dan akan terasa misalnya seperti spare part kendaraan bermotor. Pada prinsipnya kita harus melihat ada hal-hal positif dari pemberlakuan CAFTA ini, contohnya order-order  sepatu sudah mulai pindah dari Vietnam ke Indonesia. Tentunya tidak menutup kemungkinan untuk industri-industri lainnya.

MAG COMPUTER EXPO 2010, Pameran TI Terbesar di Jakarta Utara

4

Iklan MAG EXPO - KOMPAS 137 X 270 mmSetelah sukses menyelenggarakan pameran Mal Artha Gading Computer Expo pertama pada bulan Oktober tahun lalu, Mal Artha Gading (MAG) kembali menggelar MAG Computer Expo tahap kedua, 17 hingga 28 Februari 2010 mendatang.

Agenda rutin tahunan MAG ini diadakan untuk memperkenalkan keberadaan computer center yang baru saja dikembangkan di MAG. Dengan kehadiran computer center di dalam mall dengan konsep “pusat belanja keluarga” ini, MAG sekaligus membuktikan bahwa teknologi informasi (TI) merupakan bagian dari gaya hidup seluruh anggota keluarga. Karenanya, MAG berusaha memperkenalkan TI kepada masyarakat dan pengunjung mall dengan cara yang sangat menyenangkan dan bersahabat.

Tak heran jika suasana yang menyenangkan juga tercermin pada MAG Computer Expo 2010. Pameran ini bukan hanya sekedar memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, tetapi juga sarat dengan hiburan. Hanya di MAG, pengunjung dapat menyaksikan kebolehan para pemenang Indonesia Idol, sebuah ajang kompetisi menyanyi di RCTI seperti Aris, Sisi, Risma dan Aji, dan juga 5 Bidadari KDI, Wulan Sari, Dewi dan Via KDI, serta performa dari band pemula yang profesional seperti Citra Intirama, Aurora Band, Marsya Band, Misrza Hakim Band, dan Petra Band.

Eko Kusumo, Manager Promosi MAG mengatakan, “MAG Computer Expo 2010 merupakan pameran terbesar dan termeriah di kawasan Jakarta Utara karena diadakan di dua hall, Atrium Milenium dan Atrium India. Jika tahun lalu MAG Computer Expo cukup semarak, maka di tahun ini kami menjanjikan acara yang lebih padat dengan hiburan dan edukasi yang dikemas lebih menarik.”

Soegiharto Santoso, Pengusaha TI dan Pimpinan Umum BISKOM yang bertindak sebagai event organizer untuk acara ini menambahkan, “Dalam event ini, MAG membuka kesempatan kepada banyak pihak untuk turut serta, sehingga banyak mata acara menarik yang bisa diikuti oleh pengunjung setiap hari. Di MAG Computer Expo 2010 kali ini, selain mendapat dukungan yang sangat luar biasa dari pihak pengelola MAG beserta Tim-nya, kami juga mendapat dukungan dari pihak Bank Permata dan juga dari pihak harian Seputar Indonesia (Sindo) serta  mendapatkan dukungan penuh dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).”

Priscilla Diana Airin
, Direktur Sales & Marketing Harian Seputar Indonesia mengatakan, “Dalam hubungan kerjasama ini, kami bukan saja sekedar menjadi media partner, tetapi juga berkesempatan untuk mendatangkan artis-artis yang tergabung dalam Indonesian Idol untuk memeriahkan MAG Computer Expo 2010. Kami juga mengajak peserta pameran yang telah biasa ikut di dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Sindo untuk bergabung di dalam pameran ini.”

Bagi Anda para pemburu ilmu, mengunjungi MAG Computer Expo 2010 adalah langkah yang tepat, sebab bukan sekedar hiburan dan berjualan semata, di ajang ini pula, pada tanggal 25 Februari 2010 mendatang, pengunjung dapat menyaksikan untuk pertama kalinya game buatan anak bangsa “Nusantara Online” diluncurkan. Bersamaan dengan momen itu, pengunjung juga dapat melihat demo, kompetisi game online, dan juga ikut serta dalam sesi foto karakter “Nusantara Online”.

Pengunjung juga ditantang untuk ikut serta dalam berbagai kompetisi lain. Misalnya saja, pada tanggal 27 Februari 2010, Workshop dan lomba desain poster “Promosi Open Source Software” yang diselenggarakan oleh Depkominfo dengan total hadiah hingga Rp. 30 juta. Kompetisi tak kalah menarik akan diadakan pada tanggal 27 Februari 2010 yakni MAG Digital Photography dimana pengunjung diperbolehkan untuk memotret gedung MAG untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah.

Selain itu, sedang direncanakan acara dialog interaktif  “Polri dan Pengusaha TI Dalam Menghadapi Proses Hukum” di lobby Atrium India MAG dengan narasumber ahli dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang masih dalam konfirmasi  dan Soegiharto Santoso (Pebisnis TI).

Kemudian, pada tanggal 28 Februari 2010 akan ada workshop “Hemat Telepon 60% dengan IP PBX Murah Berkualitas” yang menghadirkan pembicara Pencipta Software Briker, Anton Rahardja. Dalam acara ini Anton akan menjabarkan rumus-rumus yang menyatakan bahwa telepon bisa dihemat sampai 60% serta penggunaan IPPBX Open Source yang bisa dibangun sendiri, sehingga  relative lebih murah, tetapi tetap berkualitas.

Tak cukup sampai di situ, Pakar Internet Onno W. Purbo pada tanggal yang sama juga akan membedah buku terbarunya “Jaringan Wireless di Dunia Berkembang”. Di sini, pengunjung dapat melakukan tanya jawab seputar jaringan wireless dan mendapatkan tanda tangan dari Onno W. Purbo untuk buku yang Anda beli.

Saat penutupan acara, tanggal 28 Februari 2010, akan diumumkan para pemenang MAG Digital Photography dan kompetisi Game Online.

Pameran ini dimeriahkan oleh sejumlah vendor ternama, diantaranya Acer, Apple, Asus, Axioo, BenQ, Byon, Canon, Casio, Epson, esia, Dell, Hanvon, HP, Ion, Lenovo, Logitech, M-Audio, Micropack, Nokia, Plustek, Powerlogic, Samsung, Sony Vaio, Sonicgear, Speedy, Telkomsel, Toshiba, Western Digital dan Zyrex,  Kesemuanya siap memperkenalkan produk terbaik yang mereka miliki, tentunya dengan penawaran harga yang sangat special dan berbagi hadiah menarik serta dengan melakukan transaksi minimal Rp. 300.000,- Anda berkesempatan mendapatkan hadiah langsung iPod atau Esia Fu, dan berhak mengikuti undian dengan hadiah utama sepeda motor atau mobil Avanza serta banyak hadiah lainnya.

Selamat bergabung dalam kemeriahan MAG Computer Expo 2010!

Lenovo Gelar Reseller Gathering

0

ReviseKaryawan merupakan bagian penting dalam perusahaan. Secara khusus, sales atau marketing adalah ujung tombak keberhasilan perusahaan distributor. Menyadari akan hal ini, Lenovo Indonesia mengadakan acara rutin bertajuk “Lenovo Reseller Gathering” di Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara (12/2).

Acara yang dihadiri sekurangnya oleh 60 orang dari beberapa reseller dan Master Dealer seperti Notebook88 dan Paradise Cipta Solusi, serta distributor Lenovo seperti PT. Metrodata e-Bisnis (MEB) dan Visiland Dharma Sarana ini dibuka oleh Sandy Lumy, Country Manager Lenovo Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan product update yang dibagi dalam dua sesi. Commercial Products Update dibawakan oleh Azis Wonosari, 4P Manager-Commercial Lenovo Indonesia, dan Consumer Products Update oleh Cung Cien, 4P Manager – Consumer Lenovo Indonesia.Azis mengatakan, “Product update bertujuan untuk memberikan informasi tentang produk yang akan segera diluncurkan di Indonesia serta memberikan perbandingan dengan produk sebelumnya, sehingga partner, khususnya marketing, siap menawarkan produk tersebut ke pasar.”

OutdoorBeberapa commercial products terbaru yang siap dipasarkan diantaranya PC desktop ThinkCenter M90/M90p yang menggunakan   Intel processor terbaru (i3, i5 dan i7) dan casing yang lebih solid serta menawarkan kemudahan untuk mengakses I/O ports yang ada di PC tersebut.  Material yang digunakan pada produk terbaru Lenovo ini juga ramah lingkungan dan hemat  penggunaan energi. Seri lain yang juga tersedia dalam waktu dekat adalah  ThinkPad T dan W series (T410s, T410, T510, W510) yang menawarkan kinerja yang lebih powerful serta unggul dalam segi fisik karena mengadopsi desain baru pada  keyboard, panel display, dan ports.

Sementara Cung Cien dalam paparannya memperkenalkan Lenovo IdeaCentre  All in One B500 dengan 23 inci wide screen, prosesor Intel Quad Core dan graphic card 1Gb. Seri lain yang juga tersedia saat ini diantaranya  Lenovo IdeaPad S10-3 dan Lenovo IdeaPad S10-3T dengan multi touch screen serta Lenovo G460 dan Y460 yang menggunakan prosesor Intel core i3 dan i5.

Untuk kelas consumer, Lenovo telah mempersiapkan  desktop Lenovo IdeaCentre K320 dengan prosesor Intel Core i5 dan Lenovo IdeaCentre  All in One A300 dengan LED wide screen, HDMI in dan out.

Dalam “Lenovo Reseller Gathering” ini Lenovo Indonesia juga mengadakan kompetisi foto yang diperuntukkan bagi para reseller dan sales. Dua kategori Outdoor dan Indoor yang penilaiannya berdasarkan polling peserta, diraih oleh Notebook88, sementara untuk kategori pilihan Juri diraih oleh Paradise Cipta Solusi.

Pimpinan Notebook88, Tjek Amin mengatakan, “Ajang kompetisi seperti ini dapat merangsang semangat para sales untuk bersaing secara sehat dalam penjualan, sekaligus menjadi wadah untuk menggali potensi lain di diri mereka. Notebook88 bangga memiliki karyawan dengan bakat dan jiwa kompetisi yang tinggi.”

Sutiono Gunadi: CAFTA Tidak Berdampak ke Industri TI

0

Sutiono GunadiWakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (DPP Apkomindo), Sutiono Gunadi menilai tidak ada pengaruh langsung terhadap industri teknologi nasional dari pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA). Sutiono beralasan, bea masuk produk maupun komponen teknologi informasi (TI) sudah 0%. Dari sejumlah 1.516 pos tarif sektor industri manufaktur yang saat ini memiliki tarif 5% telah menjadi 0% mulai 1 Januari 2010. “Jadi, dampak CAFTA terhadap industri TI tidak terlalu signifikan. Bahkan, boleh dikatakan tidak ada dampaknya,” ujar Sutiono yang juga menjabat Bendahara Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) ini kepada BISKOM (28/1).

Lebih dari itu di sisi lain, CAFTA akan memberikan beberapa keuntungan antara lain, membuat harga lebih kompetitif yang pada akhirnya menguntungkan konsumen sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah. “Tapi sebaliknya, bagi sektor industri bisa mengarah ke gulung karpet atau PHK massal bila tidak pandai menyiasatinya,” tandasnya.

Kendati begitu, Sutiono yang juga menjabat General Manajer PT Multicom Persada Int’l ini mengakui, seperti halnya produk TI lokal lainnya, Mugen, produk PC dari Multicom, juga masih belum bisa lepas dari dominasi komponen impor. Apalagi hingga kini paling tinggi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kisaran 7-10%. “Di sisi komponen perangkat keras, masih sulit ditingkatkan karena secara skala ekonomi belum bisa mengalahkan China. Karena itu kita harus pandai bermain di software,” jelas Ketua II Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) ini. Berikut petikan wawancara selengkapnya.

Sekarang ini sedang ramai gonjang-ganjing soal CAFTA, bagaimana Anda memandangnya dalam konteks industri TI? Sudah siapkah kita?
CAFTA memang bagai mata uang yang memiliki dua sisi, atau seperti pisau yang bisa dimanfaatkan untuk memotong daging, tapi sebaliknya, bisa melukai pemiliknya. Jadi, CAFTA bisa menguntungkan konsumen karena harga murah, tapi sebaliknya bagi sektor industri bisa mengarah ke gulung karpet atau PHK massal bila tidak pandai menyiasatinya. Bagi industri TI, sektor hardware memang yang paling terpukul karena harus head-to-head dengan produk China. Sebaliknya industri software yang berbasis kreativitas paling diuntungkan karena dapat meningkatkan pasar secara lebih luas. Siap atau tidak, tergantung pemain indutri TI masing-masing.

Strategi apa yang perlu disiapkan industri TI nasional guna menghadapinya?

Strategi yang perlu disiapkan industri TI nasional guna menghadapi CAFTA adalah melakukan kerjasama berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dan ketidaksiapan, sehingga siap bersaing dalam pasar bebas China dan Asean. Industri TI nasional perlu melibatkan Departemen Perindustrian, Perdagangan, BUMN, Koperasi dan UKM dan Kementerian Keuangan yang banyak terkait dalam program ini, tentunya akan saling bersinergi demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Bagaimana daya saing produk lokal kita terhadap produk luar terutama produk dari China?
Harga yang relatif lebih murah akan membuat orang cenderung lebih memilih produk China, walau secara kualitas dapat saja produk lokal Indonesia lebih baik. Ditambah lagi adanya beberapa produk yang diperdagangkan di Indonesia secara ilegal, harga murah dan daya beli rendah, akhirnya produk China lebih dipilih atau diminati masyarakat. Meningkatnya jumlah dan jenis produk China akan menambah obyek pajak dan meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor Ppn. Hal ini akan mendorong industri TI lokal menjadi lebih efisien karena persaingan yang ketat. Secara head-to-head, tampaknya produk TI lokal pasti kalah bersaing dengan harga produk China karena faktor skala ekonomi. Agar industri TI lokal tidak gulung karpet, harus berani berubah. Produk hardware harus dikemas dalam bentuk solusi, karena hanya orang Indonesia yang tahu persis kondisi aplikasi yang sesuai dengan iklim bisnis Indonesia.

Bagaimana dampak CAFTA terhadap industri TI kita?

Di satu sisi CAFTA akan memberikan beberapa keuntungan antara lain, membuat harga lebih kompetitif yang pada akhirnya menguntungkan konsumen sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah.

Dampak CAFTA terhadap industri TI tidak terlalu signifikan, karena pasar bebas dalam program penurunan pos tarif dilakukan terhadap Early Harvest Programme yaitu penurunan atau penghapusan bea masuk untuk produk pertanian, kelautan, makanan, minuman,  yang kemudian dilanjutkan dengan Normal Track 1. Dari sejumlah 1.516 pos tarif sektor industri manufaktur yang saat ini memiliki tarif 5% telah menjadi 0% mulai 1 Januari 2010. Normal Track 2 pada 2012 dan Sensitive Track dari tahun 2012-2017, serta Highly Sensitive List yang akan dimulai tahun 2015. Padahal bea masuk produk maupun komponen TI sudah 0%, jadi boleh dikatakan tidak ada dampaknya.

Apa hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari CAFTA ini bagi industri TI kita?
Hikmah yang bisa diambil dari CAFTA bagi industri TI adalah perlu adanya sumber daya manusia yang handal, memiliki penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan promosi dan pemasaran hingga melakukan lobby. Hal inilah yang menjadi tantangan sumber daya manusia di Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuannya.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menyokong produk dalam negeri dari gempuran pasar bebas? Apakah masih dibutuhkan kebijakan proteksi? Atau pemerintah memberikan perlakuan khusus (preference) terhadap produk dalam negeri?
Sebenarnya banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk mengamankan. Antara lain pemerintah dapat melakukan pengembangan sistem pemantauan dini (Early Warning System) terhadap produk-produk yang ditengarai akan mengalami pelonjakan impor dan berdampak negatif. Kedua, melakukan perbaikan iklim investasi dan pengamanan di pelabuhan-pelabuhan guna mencegah penyelundupan (fisik dan administratif); Ketiga, safeguards untuk menjaga keamanan dan fleksibilitas kebijakan nasional.  Keempat, memperbaiki prasarana pendukung untuk sektor industri, menekan biaya ekonomi tinggi yang disebabkan panjangnya alur perijinan, dan lain-lain. Kelima, kebijakan aturan non tariff barrier, penggunaan bahasa Indonesia untuk produk impor, SNI, dan benar-benar memperhatikan kualitas produk luar yang masuk ke Indonesia. Keenam, pertukaran produk yang belum siap dengan produk yang sudah siap, dan adanya penundaan waktu dan modifikasi interval tarif. Ketujuh, peningkatan gerakan cinta produk dalam negeri dan alternatif lainnya, pemerintah bisa melakukan renegosiasi untuk memodifikasi sejumlah ketentuan.

Sementara untuk proteksi sebenarnya tidak mendidik, industri dalam negeri harus mengubah budaya menjadi lebih kompetitif dan kreatif. Sedangkan preference, tentu boleh dilakukan, misal dengan membangkitkan semangat cinta produk dalam negeri, seperti orang Korea bangga memakai produk Samsung / Hyundai, orang Malaysia bangga memakai produk Proton / Petronas, jadi orang Indonesia misalnya, harus bangga memakai produk Mugen.

Lantas bagaimana menciptakan equal treatment, kompetisi yang sehat dalam era CAFTA ini?
Untuk menciptakan equal treatment berupa kompetisi yang sehat dalam era CAFTA adalah mencegah terjadinya perdagangan tidak adil. Misalnya suatu negara memberikan potongan atau diskon pajak kepada eksportir besar. Pemotongan pajak itu dapat digolongkan sebagai subsidi dari pemerintah suatu negara kepada eksportir besar, sedangkan Indonesia sama sekali tidak memberlakukan subsidi sejenis.

Bagaimana kita bisa memberikan harga produk yang murah, stok yang terjamin dan supply yang beranekaragam di tengah gencarnya barang-barang impor yang masuk?
Di tengah gencarnya produk impor yang masuk, kita tidak boleh hanya sekadar bisa adu harga, namun kita harus memilki strategi dengan bekal pengalaman, keuletan, kepandaian penguasaan teknologi dan selalu mencari peluang terobosan baru yang kreatif. Kita juga harus membangun jiwa nasionalisme bangsa, masyarakat harus bangga menggunakan produk dalam negeri walau ekstrimnya kualitas sedikit di bawahnya.

Produk seperti PC nasional ini sebaiknya ditingkatkan mutu kompetensinya entah itu dalam hal harga atau dalam hal kualitas atau standar mutu semacam SNI yang saat ini belum diterapkan untuk banyak produk TI. Apa masukan Anda untuk pemerintah dan industri TI umumnya?
Selain meningkatkan kualitas dan bersaing dalam harga, standar mutu semacam SNI wajib diterapkan karena dengan adanya SNI sedikit banyak akan menjadi penghadang (barrier) khususnya bagi produk impor non standar yang dilakukan oleh importir. Dalam penerapan SNI perlu dilakukan penyederhanaan guna menghilangkan kendala terbatasnya infrastruktur pengujian.

Bukan hardware saja, bagaimana halnya dengan software dalam CAFTA ini? Bagaimana kondisi antara OSS dengan proprietary dalam FTA?
Sektor hardware yang harus lebih keras bersaing, sebaliknya bagi sektor software justru bukan ancaman, tapi peluang. Memang software asing akan banyak masuk, tapi sebaliknya kita bisa meningkatkan ekspor software. Kondisi antara OSS dan proprietary masih tetap tergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi yang memerlukan fitur canggih dari software proprietary, mereka akan membeli dan memakainya, sebaliknya bagi mereka yang menggunakan untuk keperluan sederhana tentu lebih ekonomis menggunakan OSS.

Apa isu aktual soal Haki di era CAFTA?

Mereka yang memiliki produk sebagai hasil cipta harus segera mendaftarkan karya ciptanya ke Ditjen HaKI agar produk ciptaannya tidak direnggut oleh negara penjiplak. Karena paten dan HaKI akan melindungi inovasi dan penciptaan.

Apakah produk buatan dalam negeri, terutama hardware, masih didominasi komponen impor? Jika sudah berkurang, berapa persen komponen lokalnya saat ini? Bukankah industri komponen TI kita belum mampu berkembang signifikan?
Ya, produk hardware TI dalam negeri masih didominasi oleh komponen impor, karena secara skala ekonomi industri komponen TI belum sanggup bersaing dengan China yang telah memiliki pasar berskala global. Ada peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), tapi tidak terlalu besar. Kalau dulu sekitar 7% sekarang paling tinggi 10%. Akan bisa lebih tinggi lagi bila konten software dalam negeri bisa disuntikkan dalam bentuk solusi.

Bagaimana Mugen sendiri? Apa masih didominasi komponen impor?
Seperti halnya produk TI lokal lainnya, Mugen juga masih belum bisa lepas dari dominasi komponen impor. Paling tinggi TKDN ada di angka sekitar 7-10%, kami masih terus berupaya meningkatkan TKDN, khususnya yang dapat dijangkau oleh anak bangsa yaitu memperkaya produk dengan peranti lunak buatan anak bangsa. Di sisi komponen perangkat keras, masih sulit ditingkatkan karena secara skala ekonomi belum bisa mengalahkan China.

Bagaimana Anda mengawali karir di Mugen hingga mampu bersaing dengan produk-produk luar?
Kisah sukses Mugen mampu bersaing dengan produk luar negeri berawal dari kerja keras stake holdernya. Baik shareholder, manajemen plus karyawan maupun pelanggan. Kami berawal dari penjual hardware produk MNC juga (Osborne, Sharp, Apple dan IBM), lalu berinisiatif untuk memproduksi PC Desktop dengan brand / merek sendiri. Belum adanya teknologi internet membantu mempersulit pesaing untuk dapat menyamai tingkat kemampuan kami yang lebih awal mempelajari bisnis dan teknologi TI. Kami berhasil memasarkan produk yang mampu menandingi, bahkan mengalahkan produk asal luar negeri. Kami juga mengemas program pemasaran yang tepat sehingga dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan persepsi yang diharapkan konsumen. Kisah sukses juga ditunjang oleh konsep layanan purna jual yang prima dan berskala nasional yang belum dimiliki oleh pesaing pada saat itu. Purna jual produk impor seringkali lebih lambat karena komponen tersedia di warehouse regional. Memproduksi produk lokal juga membantu pencapaian program pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran.

Bagaimana prinsip Mugen menghadapi CAFTA?

Prinsipnya dengan memangkas biaya promosi yang bisa dihemat, misal mengurangi mengikuti pameran dan digantikan dengan memperbaiki konten website. Di era internet berpromosi melalui dunia maya jauh lebih ekonomis dan berhasil menjaring pasar potential yang smart. Kami menghindari perang harga di iklan konvensional dan memilih menjual dengan konsep solusi, yang tidak bisa dibandingkan Apple-to-Apple seperti produk yang dijual secara box-mover. Solusi TI sudah bukan barang mewah, bahkan mampu mengurangi biaya promosi di sektor UKM. Dengan bekal APAI (Anugerah Produk Asli Indonesia), produk Mugen sangat yakin mampu bersaing di era CAFTA.

Telah Terbit BISKOM Edisi Pebruari 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Dell Regional Managing Director South Asia, Andreas Diantoro (Terima kasih kepada DELL Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM). Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Pebruari 2010 diantaranya:

• COVER STORY:
– Dell Regional Managing Director South Asia, Andreas Diantoro, Dell Rambah Pasar Game

• FIGURE:
– Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Apkomindo, Sutiono Gunadi, CAFTA Tidak Berdampak ke Industri TI
– CEO InTouch, Kendro Hendra, Mobinity Miliki Potensi Pasar Yang Besar
– Wakil Ketua Komisi I DPR RI, KRMT Roy Suryo, RUU Konvergensi Jadi Program DPR
– Kepala BATAN, Hudi Hastowo, TI Dukung Pengembangan Nuklir

• HEADLINE:
– Cintai Produk Lokal!

• FOCUS:
– RT/RW-Net Yang Makin Meraja
– Bandung Techno Park: Ciptakan Produk Berdaya Saing
– Jam Kerja Buka Fb, PNS Diberi Sanksi
– 2010, Anggaran Riset Naik

• INSPIRATION:
– Muhamad Jafar Elly: Melacak Kejahatan Dengan Forensik Digital
– Bob Julius Onggo: LIFELOGGING, Siapkah Anda?
– Prakoso Bhairawa Putera S: Virtual Museum Jendela Visit Indonesia Museum 2010
– Dirgayuza Setiawan: Layanan Seluler dan Ponsel “Gratis”, Mungkinkah?

• REVIEW & CELLULAR:
– Dell Inspiron Mini 10
– Kingston DataTraveler 5000
– LuxeMate i200
– ASUS P6X58D
– HP PROBOOK 5310M
– Samsung S5560
– Sony Ericsson T715
– LG New Chocolate-BL40
– Nokia 7705 Twist
– Blackberry Bold 9700

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi(at)biskom.web.id

HMCC Gelar Imlek Sale

0

HMCC Imlek SaleMenjelang tahun baru Imlek, Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) menggelar pameran komputer ‘Mega Sale 2010’ yang mengambil tema khusus ‘Imlek Sale’.

Sesuai temanya, pameran yang dilaksanakan di pusat belanja komputer Harco Mangga Dua, Jakarta ini disemarakkan oleh semangat tahun baru China, sehingga banyak hiburan dan dekorasi bertema Imlek yang disajikan dalam ‘Mega Sale 2010’ yang akan berlangsung dari tanggal 1-13 Januari 2010 ini.

‘Mega Sale 2010’ juga diselenggarakan untuk  menyambut datangnya  era perdagangan bebas (AFTA Asean-China) di Indonesia. Hardy Winata, Ketua Team Pameran HMCC mengatakan, “Melalui pameran ini, kami berharap dapat ikut serta  mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sedini mungkin, sehingga bisa bersaing dengan negara lain.”

‘Mega Sale 2010’ sendiri merupakan pameran kedua setelah pada tahun sebelumnya HMCC sukses menggelar pameran bertema sama. Kedepan, lanjut Hardy, HRCC akan menjadikan ‘Mega Sale 2010’ sebagai agenda tahunan yang akan diselenggarakan beberapa kali dalam setahun.

Pengelola Harco Mangga Dua, Sholihin menambahkan, “Dengan adanya pameran seperti ini HMCC akan lebih dikenal dan masyarakat akan berbondong-bondong untuk datang ke sini.”

Soegiharto Santoso, Ketua Harco Roxy Computer Center (HRCC) dalam sambutannya di pembukaan ‘Mega Sale 2010’ mengatakan, “HMCC menjadi barometer penjualan komputer di Indonesia, karenanya sungguh membanggakan jika asosiasi HRCC menggunakan nama yang mirip dengan HMCC, dan menggunakan nama ‘Harco’ serta menjadi bagian dari keluarga besar HMCC. Bahkan Mall Artha Gading yang baru saja membangun Computer Center-nya  menggunakan slogan promo ‘Harga sama dengan Harco Mangga Dua’ karena masyarakat memiliki persepsi bahwa harga paling terjangkau untuk produk TI berkualitas ada di Harco Mangga Dua”.

‘Mega Sale 2010’  didukung oleh sejumlah vendor  seperti Axioo, Acer, Dell, Efioo, Hewlett Packard, Lenovo, Power Logic, Samsung Laser Printer, Sonic Gear, Textline, View Sonic Notebook, Zyrex, dan Western Digital. Kesemuanya menawarkan jenis produk yang bervariasi, mulai dari PC, notebook, netbook hingga aksesorisnya, dengan diskon menarik.

Selain itu pameran ini juga dimeriahkan dengan game online competition Ayo Dance, War Rock dan Lineage II. Sementara program acara yang tak kalah menarik adalah Happy Hour Sale dimana para peserta memberikan diskon besar-besaran di jam dan waktu tertentu.

Wakil Ketua HMCC, Lauw Ling Fung mengungkapkan bahwa Mega Sale kedua ini  memadukan antara  bisnis dan entertainment, sehingga dalam pameran ini pengunjung dapat melakukan transaksi,  bertukar info seputar perkembangan teknologi informasi, sekaligus sebagai ajang hiburan karena ada beberapa acara yang difokuskan untuk menghibur pengunjung.

‘Mega Sale 2010’ juga didukung oleh sejumlah media seperti BISKOM dan Seputar Indonesia