Home Blog Page 1008

Natal & Tahun Baru, Trafik Data 4x Lipat

0

Server2 resizeMemasuki libur  Natal dan Tahun Baru, Indosat akan meningkatkan kapasitas trafik komunikasi  data  hingga hampir 4 kali lipat dibandingkan masa liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu atau sekitar 50 Tbytes per hari.

Sementarta kapasitas jaringan untuk trafik suara, Indosat meningkatkan hingga 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu atau mencapai 12,9 juta Erlang per hari (setara dengan 774 juta menit kanal suara) dan kapasitas SMS ditingkatkan hingga 2 kali lipat dibandingkan  tahun lalu atau mencapai  492 juta SMS per hari.

“Pengalaman beberapa tahun terakhir menghadapi lonjakan trafik pada masa liburan khususnya di masa Lebaran, Natal dan Tahun Baru,  membuat kami semakin siap untuk menjaga kualitas jaringan dan layanan dengan lebih baik lagi dari tahun ke tahun, baik untuk telekomunikasi suara, SMS maupun data,” ungkap  Adita Irawati, Group Head Corporate Communications Indosat kemarin (22/12).

Peningkatan kapasitas tersebut dimungkinkan dengan penambahan berbagai elemen jaringan seperti penambahan dan pembangunan BTS, BTS, BSC (Base Station Controller), MSC (Mobile Switching Center), SMSC (Short Message Service Center) dan lain-lain, dimana sampai dengan akhir September 2009, Indosat telah mengoperasikan 17.618 BTS , 364 BSC dan 105 MSC/MSS (termasuk jaringan CDMA).

Pemantauan kualitas semua elemen jaringan tersebut juga akan dilakukan dari Command Center, pemantau dan pengontrol kondisi dan performansi jaringan selama Natal dan Tahun Baru 2010 yang beroperasi selama 24 jam penuh dengan kemampuan  mendeteksi dan menangani gangguan jaringan dengan cepat dan terintegrasi secara nasional dengan pusat kendali ada di Jakarta.

Indosat siap menjaga kualitas layanan, agar pelanggan dapat tetap melakukan aktifitas browshing, chatting, dan komunikasi internet lainnya dengan lancar dan nyaman.

Dirgayuza Setiawan: Wave, Apa dan Mengapa?

0

google_wave_02Sebuah malam yang dingin di Bandung (dan Melbourne) akan terasa ‘kurang’ tanpa segelas bajigur hangat. Demikian juga dengan internet, yang sejak popularitasnya menanjak hampir selalu disangkut pautkan dengan ‘email’. Sebagai teknologi yang sudah cukup berumur (lebih tepatnya 40 tahun pada tahun 2010 nanti), seperti apa bentuk email jika ia ‘diciptakan kembali’ untuk memenuhi tuntutan hari ini?

Pertanyaan itulah yang dilontarkan oleh tim perancang perangkat lunak Google Wave pada presentasi mereka bulan Mei 2009 lalu. Mereka melihat email sebagai sebuah mekanisme komunikasi yang sudah ‘uzur’ dan perlu digantikan oleh mekanisme komunikasi baru yang lebih fleksibel, teratur dan efisien. Mekanisme ini mereka namakan ‘wave’.

Setelah berkesempatan untuk mencoba ‘nge-wave’ dengan Google Wave versi preview dari awal bulan November 2009, saya telah mengalami sendiri berbagai kemungkinan-kemungkinan komunikasi luar biasa yang dapat direalisasikan oleh wave. Pada artikel ini, saya akan mencoba untuk menuturkan ‘masalah’ yang ada dengan email, approach yang diambil oleh wave sebagai sebuah mekanisme komunikasi baru, dan apakah Google Wave (atau wave pada umumnya) akan dapat menjadi sebuah tren baru berkomunikasi pada tahun 2010 ini – terutama di Indonesia?

AADE: Ada Apa Dengan Email?
Sebagai mekanisme komunikasi yang kita gunakan setiap hari, sulit bagi kita untuk menemukan atau melihat ‘kekurangan’ dari layanan email. Email, sebagai standar mekanisme komunikasi yang memanfaatkan jaringan internet, telah membantu kita menyampaikan tulisan, file, dan lain sebagainya dengan mudah dan relatif instan. Sebagai mekanisme yang ‘terbuka’, kita dapat mengirim dan menerima email di berbagai perangkat – mulai dari PC, BlackBerry, PDA sampai ke timbangan elektronik. Singkat kata, sebagai sebuah mekanisme komunikasi, email telah ‘bekerja’ untuk kita. Namun, apakah email cara terbaik untuk kita berkomunikasi dan berkolaborasi di tahun 2010? Apakah perkembangan teknologi komputer dan internet selama 40 tahun terakhir tidak membuka kemungkinan-kemungkinan baru?

Bisa dikatakan, keunggulan utama dari email terletak pada kesederha­naannya. Dengan email, Anda cukup menuliskan alamat (email) tujuan, sebuah subject dan isi email tersebut. Jika email client Anda mendukung HTML, Anda juga dapat mendesain email Anda dengan kode-kode HTML, seperti membuat web pada umumnya. Anda juga dapat menyisipkan file (attachment) dengan ukuran relatif besar kepada sebuah email. Sounds good? Memang, namun sebagai mekanisme komunikasi “bola lempar”, email tidaklah jauh berbeda dengan surat tradisional. Setelah dikirimkan, Anda tidak dapat merubahnya. Jika Anda mengirimkan email ke lebih dari satu orang, Anda mengirimkan multiple copy dari hal yang sama. Jika Anda bekerja disebuah organisasi yang cukup besar, sifat multiple copy dari email ini bisa menjadi hal yang sangat menyebalkan.

Belum lagi, sifat email yang “bola lempar” membuat anda harus menunggu lawan komunikasi untuk menyelesaikan sebuah email sebelum Anda dapat membalasnya. Lalu, Apabila sebuah email dikirimkan ke lebih dari dua orang, terkadang terjadi sebuah waiting game dimana Anda harus menunggu si orang ketiga untuk membalas email tersebut – atau sebaliknya. Singkat kata, email bukanlah mekanisme terbaik untuk kolaborasi. Permasalahan inilah yang ingin Google pecahkan dengan menciptakan dan mempromosikan wave.

Google Wave: Sebuah ‘Collaboration Platform’ Untuk Semua Orang
Berbeda dengan Facebook dan Twitter yang merupakan sebuah ’produk’ dan ’layanan’, wave adalah sebuah ‘communications protocol’ atau mekanisme komunikasi. Artinya, Google Wave dan wave adalah dua hal yang berbeda. Google Wave adalah nama sebuah ’produk’ dan ’layanan’ yang dibangun berdasarkan mekanisme komunikasi wave. Google Wave sendiri diluncurkan oleh Google sebagai sebuah usaha open source. Singkat kata, Google membuka lebar kemungkinan agar wave diadopsi oleh perusahaan teknologi lain, termasuk para pesaingnya (perusahaan teknologi besar) dan perseorangan. Dengan membuka lebar ’isi’ dan cara kerja wave, Google berharap agar wave dapat diadopsi menjadi standar baru berkomunikasi seperti halnya email. Lantas, apa sebenarnya keunggulan dari wave itu sendiri, terutama jika dibandingkan dengan email?

Menurut Google, wave adalah perpaduan antara empat mekanisme komunikasi, yaitu email, instant messanging, wiki dan situs jejaring sosial yang memiliki fokus pada dua kata kunci: ’real time’ dan ’collaboration’. Sekarang mari kita coba bahas kata kunci pertama: real time. Sebagai sebuah hosted service (dimana seluruh data tersimpan di sebuah server, tidak seperti email yang bekerja seperti sebuah “bola lempar”), wave dapat memastikan semua input yang diberikan oleh pengguna terefleksi dalam real time. Sebagai contoh, jika dalam aplikasi instant messaging anda harus menunggu lawan bicara selesai mengetik untuk dapat melihat tulisannya, di wave anda akan dapat melihat ketikan lawan bicara anda huruf demi huruf dalam real time.
Sifat wave yang real time inilah yang memicu collaboration. Sebagai contoh, dengan menggunakan wave anda dapat mengerjakan sebuah dokumen bersama-sama dengan orang lain tanpa harus menunggu. Setiap pengguna baru yang bergabung dalam sebuah sesi wave seakan-akan menambahkan sebuah kursor dan keyboard baru – dan hal ini tentunya menambah produktifitas.

Terlebih lagi, sebagai sebuah platform yang dibangun berdasarkan teknologi ‘web 2.0’, wave mendukung berbagai media interaktif yang tidak dapat didukung oleh email. Ketika membuat sebuah wave, anda dapat drag-and-drop sembarang medium untuk diembed pada wave tersebut. Sebagai contoh, anda dapat menggunakan berbagai ‘gadget’ yang disediakan oleh Google, seperti gadget “Yes, No, Maybe” untuk keperluan voting dan “Map Gadget” untuk menampilkan peta. Koleksi gadget ini dapat Anda lihat di http://www.google.com/ig/directory. Tentunya, apa yang telah saya utarakan merupakan ’sekian persen’ dari potensi komunikasi yang dimiliki oleh Google Wave. Mengingat sifatnya yang open source dan pengembangan terus menerus yang diprakarsai oleh Google, bukan tidak mungkin wave akan terus berkembang menjadi lebih baik dimasa mendatang.

Apakah Wave Akan Populer di Indonesia?
Seperti situs jejaring sosial, popularitas wave yang mengutamakan kolaborasi akan akan sangat tergantung dengan jumlah penggunanya. Pada awalnya, saya memperkirakan jumlah pengguna wave hanya akan ‘merangkak’ naik, diadopsi terlebih dahulu oleh pemerhati teknologi yang ingin mencoba sesuatu yang baru.
Hemat saya, wave baru akan tumbuh secara eksponensial setelah perusahaan-perusahaan dan organisasi besar mulai mengadopsi wave sebagai standar komunikasi dan kolaborasi. Apalagi, wave saat ini terpaku pada kata produktivitas – sesuatu yang dianggap sangat penting didunia bisnis, namun dianggap remeh didunia sosial (lihat saja efek ‘pembuangan waktu’ yang diciptakan oleh Facebook).

Untuk di Indonesia sendiri, popularitas wave akan tergantung dengan satu kata: bandwidth. Berbeda dengan email yang relatif low bandwidth, sifat wave yang always connected dan real time membutuhkan koneksi internet yang always on, stabil dan cepat. Singkat kata, koneksi internet yang tidak stabil dapat memicu pengguna untuk kembali ke mekanisme low bandwidth semacam email. Belum lagi masalah kompabilitas. Saat ini, Google Wave untuk iPhone sama sekali belum dapat diandalkan. Banyak fitur-fitur wave yang ditampilkan dengan baik di komputer, gagal untuk ditampilkan di iPhone. Dan ini adalah iPhone, sebuah app phone dengan antarmuka yang sangat fleksibel dengan kemampuan prosesor yang cepat. Bagaimana dengan perangkat seluler lainnya? Bagaimana dengan BlackBerry? Lalu, mengingat antarmuka wave yang sekarang sudah cukup ‘ribet’, apakah dapat tercipta sebuah konsistensi antara layanan wave di satu perangkat dengan perangkat lainnya?

Hemat saya, mari kita tunggu dan nantikan – karena memang wave layak untuk dinanti. Jika Anda ingin menjadi salah satu yang pertama untuk menggunakan Google Wave di Indonesia, segera daftarkan alamat email Anda di http://wave.google.com.

Dirgayuza Setiawan : Praktisi dan penulis buku TIK. Diantaranya “BlackBerry itu Mudah”.

Learning Center Jadi Ikon IT Telkom

0

LC-IT-TELKOM (7)Sebagai perguruan tinggi  (PT)  yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi  (TIK)  dengan visi menuju  World Class University, Institut  Teknologi  Telkom (IT Telkom) membangun Gedung Learning Center (LC) sebagai ikon atau penanda identitasnya.

LC merupakan  pengembangan perpustakaan IT Telkom. Untuk itu, perpustakaan   mampu menjadi pusat pembelajaran infokom dengan peranaannya sebagai sumber informasi  untuk pembelajaran keilmuan dan pengembangan riset.

Kepala Bagian Perpustakaan IT Telkom, Yani Nuraeni menyatakan, sebagai jantung dari aktivitas keilmuan di perguruan tinggi, perpustakaan harus menjadi tempat belajar dan diskusi yang nyaman serta memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.

“Kini perpustakaan tidak hanya berisi buku-buku saja, melainkan  sudah merambah peranan sebagai pusat informasi yang dilengkapi internet, digital library, e-book, referensi penelitian,  jurnal online dan publikasi internasional,” ungkap Yani di sela grand launching Gedung LC IT Telkom, di Jalan Telekomunikasi No 1, Bandung, (22/12). Ke depannya, Yani berharap LC ini mampu mengembangkan layanan umum yakni dengan memiliki ensiklopedi TI .

Wakil Rektor Bidang Umum, Hendratno mengungkapkan,  perpustakaan LC sudah melebihi standar cukup perpustakaan. “Bagi dunia pendidikan yang terpenting adalah peningkatan kualitas  mahasiswa. Selain pusat belajar mahasiswa,  LC  juga diharapkan dapat menjadi tempat wisata pendidikan bagi masyrakat umum kalangan  pelajar,” ungkap Hendratno.

Sebagai pusat pembelajaran, LC berdiri di atas lahan seluas 5.700 meter persegi dengan lima lantai. Lantai  dasar  LC  direncanakan  untuk penyediaan fasilitas  belajar 24 jam. Terdapat beberapa fasilitas pendukung belajar mahasiswa  berupa ruang diskusi untuk belajar kelompok, fasilitas umum (ATM, kafetaria,  toko dan lain-lain). Lantai  dua disediakan untuk ruang pameran pendidikan dan produk laboratorium IT Telkom, display sejarah telekomunikasi, ruang multimedia  dan  ruang  kelas English Self Access Programme (ESAP). Lantai  tiga dan empat dimaksimalkan untuk pemanfaatan layanan perpustaakaan. Terdapat ruang  koleksi buku,  ruang  tunggu (lobby), pameran  atau display karya civitas academica, Telkom Corner, Pojok Perjuangan, ruang belajar mandiri dan kelompok.

Rektor IT Telkom, Husni Amani menyebutkan, terdapat 120 tiang pancang pada struktur bangunan untuk mendukung kekuatan bangunan. Dengan demikian struktur bangunan yang menghabiskan dana sekitar Rp. 30 miliar ini relatif lebih tahan terhadap gempa.

“Keberadaan LC turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan porsi e-learning di IT Telkom. Tersedianya ruang  kelas di LC kami rasa cukup memenuhi kebutuhan  untuk ruang kegiatan belajar mengajar seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa baru dan program studi baru,” tandas Husni.

Samsung i5700, Ponsel Android Tercepat

5

samsung-i5700-galaxy-1Akhirnya Samsung kembali mendaratkan ponsel pintar terbaru keluarannya yang mengadopsi sistem operasi berbasis Android 1.5 (Cupcakes). Samsung i5700 atau disebut juga dengan Galaxy Spica menghadirkan prosesor 800MHz yang membuatnya menjadi ponsel pintar Android pertama yang mendukung video DivX. Dengan prosesor ini, jelas i5700 lebih cepat disbanding ponsel terdahulu, bahkan jika dibandingkan dengan i7500 yang menggunakan prosesor Qualcomm MSM7200A 528MHz.

Ponsel quadband GSM ini juga mendukung koneksi GSM/EDGE dan HSDPA 3,2Mbps pada frekuensi 900 dan 2100MHz UMTS sebagai pilihan akses data berkecepatan tinggi. Galaxy Spica menghadirkan layar touchscreen 3,2 inci TFT half-VGA dengan resolusi 320 x 480 piksel dan juga fitur-fitur lain yang cukup menarik. Mulai dari kamera 3MP yang dilengkapi autofocus, GPS, Bluetooth 2.1, WiFi, web browser full HTML, Google Maps, Gmail dan juga YouTube. Galaxy Spica hadir dengan kamera berkekuatan 3.15 megapiksel dengan resolusi maksimal 2.048 x 1.536 piksel plus autofokus serta geo-tagging.

Sementara untuk urusan pesan, Samsung i5700 menyediakan layanan SMS, MMS, Email dan Instant Messaging. Bukan hanya itu, ponsle ini juga mendukung layanan Google Search, Maps, Gmail, YouTube, dan GTalk yang terintegrasi. Untuk Anda yang suka berpergian, Samsung tak lupa melengkapi ponsel ini dengan GPS. Dan meskipun bukan tergolong ponsel musik, seri ini mengemas pemutar musik yang kualitasnya memadai, cocok untuk menemani Anda selama perjalanan.

Meski sekilas desain Galaxy Spica mirip dengan ponsel-ponsel lain keluarannya, namun Galaxy Spica menjanjikan performa yang lebih handal dibanding ponsel-ponsel terdahulunya. Sayangnya sejauh ini, Samsung i5700 Galaxy Spica baru tersedia untuk pasar Eropa dan negara-negara di Eropa Timur, dan belum ada kepastian kapan Samsung i5700 Galaxy Spica akan mendarat di Indonesia.

13 Printer Samsung Terbaru

1

SamsungGuna memperluas pasar di segmen personal dan korporat, sekaligus memperkuat posisi tiga besar untuk pasar laser printer regional, Samsung Electronics memperkenalkan 13 printer terbaru sekaligus, belum lama ini. Produk tersebut adalah mono laser (ML-1915,ML-2525), mono laser multifungsi (SCX 4600, SCX 4623F  SF-650P ,SCX-5635FN, SCX 3565), laser warna (CLP-620ND, CLP-670ND, CLP 77OND), serta mesin copy mono laser SCX-6545N dan SCX-6555N.

Melalui printer-printer ini, Samsung menawarkan serangkian solusi pengaturan dokumen, seperti SmarThru Office, suatu sistem pengaturan dokumen untuk pemula yang dapat membantu konsumen memindai data-datanya dari beragam format. Sementara SmarThru Workflow merupakan solusi jaringan untuk distribusi data perusahaan yang memungkinkan pengguna untuk memindai dan faks dokumen ke lokasi yang berbeda pada saat yang bersamaan, termasuk mengirimkan email, faks, server message block dan situs FTP.

Fitur lain yang dimiliki antara lain SyncThru Web Service, suatu aplikasi yang akan  memudahkan para Manager TI untuk mengatur printer jaringannya dalam lingkungan kantor tanpa harus memasang perangkat lunak tambahan. SyncThru Admin 5 yang juga ditambahkan Samsung menawarkan pengaturan dalam beragam perangakat printer jaringan yang dapat memudahkan Manager TI untuk mengintegrasi produk Samsung dari printer yang ada.

Untuk mencetak konten dari Internet, Samsung menyediakan fungsi Print Screen yang bisa diakses melalui satu tombol yang memungkinkan konsumen mencetak langsung konten yang terdapat pada layar tanpa harus memformat ulang seperti yang terjadi pada printer biasa. Sementara fitur ‘fax forward-to-PC’ dapat meminimalisir pencetakan faks yang tak perlu, kemudian fitur yang tak kalah menarik adalah Anyweb Print yang memungkinkan konsumen untuk mengkopi konten internet dan menaruhnya dalam scrapbook untuk diberikan kepada yang lain atau untuk dicetak.

SpeedUp N100, Netbook Dengan Akses Internet Cepat

0

SpeedUp N-100-1Di Indonesia, nama MLW Telecom dikenal setelah perusahaan tersebut meluncurkan modem kecepatan tinggi bernama SpeedUp. Baru-baru ini untuk memperluas pasar, mereka memperkenalkan netbook bernama SpeedUp N100. Komputer jinjing berukuran layar 10 inci ini dipasarkan berupa bundling dengan operator Telkomsel yang menyediakan akses internet nirkabel. Artinya, pembeli paket bundel Telkomsel SpeedUp N100 sekaligus mendapatkan langsung modem USB 3G/HSDPA lengkap dengan bonus internet gratisnya.

Netbook ini menggunakan prosesor Intel Atom N270 berkecepatan 1,6GHz. Prosesor tersebut memang bukan prosesor generasi terbaru Intel Atom, tetapi N270 relatif hemat dalam mengonsumsi daya, yakni hanya 2,5 watt. SpeedUp N100 tampil sederhana dengan kelengkapan konektor input/output, dan tiga buah port USB, port audio in-out, VGA, LAN, dan card reader tersedia di sisi kiri, kanan dan depan bodi netbook. Dan layaknya bundel ponsel Qwerty dengan operator nirkabel pada umumnya, di dalam netbook dengan sistem operasi Windows XP Home SP3 ini sudah tersedia berbagai web launcher menuju berbagai situs seperti Facebook, Twitter, serta konten dan komunitas Telkomsel.

Sebagai aplikasi pelengkap, MLW Telecom juga menawarkan penggunan Microsoft Office 2007 dan Symantec Norton Internet Security 2009 secara cuma-cuma selama 60 hari. Bagi yang membutuhkan, pengguna juga berhak untuk mendapatkan account email pribadi dengan domain @speeduptech.net, dan online storage hingga 3Gb. Bagusnya lagi, Anda yang baru saja memasang modem pada netbook dapat memilih shortcut untuk melakukan instalasi. Tinggal pilih model modem yang Anda gunakan, lalu proses selanjutnya sudah dijalankan secara otomatis tanpa Anda perlu mencari-cari driver yang tepat.

Smart Tawarkan Browsing Gratis Seumur Hidup

0

foto smartMenutup akhir tahun ini, Smart mengeluarkan sebuah gebrakan untuk layanan datanya dengan mengeluarkan paket ponsel Qwerty dari Samsung.

”Gratis sebulan, dua bulan atau tiga bulan, sudah bukan jamannya lagi. Smart melakukan gebrakan yang pertama di Indonesia  dengan memberikan gratis seumur hidup untuk layanan internet,”  jelas Ruby Hermanto, Division Head Core Product & Branding Smart Telecom di Restoran Bunga Rampai, Senin (21/12).

Paket ponsel Samsung untuk prepaid ini dibandrol dengan harga Rp.999 ribu (belum termasuk PPN) untuk mendapatkan gratis seumur hidup browsing melalui Opera Mini selama nomor masih dalam keadaan aktif.

Ponsel CDMA 2000 1x 1900 MHz tersebut tersedia dalam dua pilihan warna, merah marun dan putih yang lengkap dengan  display 2.2 Inch color TFT LCD, Qwerty dan bisa digunakan sebagai modem access CDMA 1x. Dilengkapi juga dengan Bluetooth 2.0, kamera 1.3 megapiksel dan  browser Opera Mini serta link untuk jejaring sosial Facebook, slot Micro-SD dan MP3 Player.

Promo yang berlaku sampai dengan 31 Maret 2010 ini juga menawarkan gratis nomor cantik senilai Rp 250 ribu dan gratis paket pulsa Rp 10 ribu yang berlaku sampai dengan 30 hari.

JacFes 2009 Targetkan Penjualan 2000 Unit

0

JaccMeski dewasa ini tempat-tempat  penjualan barang elektronik dan komputer yang didirikan di seluruh Jakarta semakin pesat, kawasan Mangga Dua sejak dahulu tetap dikenal sebagai pusat penjualan barang  elektronik dan komputer terlengkap.

Teguh Harry Setiyadi, Ketua Jakarta Computer Centre (JaCC), asosiasi komputer di kawasan Mal Mangga Dua (M2M) mengakui, memang telah terjadi persaingan antara Mangga Dua dan pusat penjualan komputer lainnya di seluruh Jakarta. Karenanya, asosiasi yang terdiri dari 300-an anggota ini mengupayakan berbagai cara untuk mempertahankan image positif dari kawasan Mangga Dua.

“Resolusi kami di tahun 2010 mendatang adalah mempertahankan Mangga Dua sebagai pusat komputer terkemuka dan juga mengupayakan agar Mangga Dua, khususnya M2M, semakin ramai, lengkap dan nyaman. Apalagi bukan rahasia, pada umumnya konsumen datang ke Mangga Dua untuk mencari komputer dengan selisih harga yang lumayan jauh dibanding tempat lain, atau mencari komputer rakitan dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhannya,” kata Teguh kepada BISKOM di sela pembukaan pameran Jakarta Computer Festival (JacFes) 2009 di M2M, Jakarta hari ini (19/12).

JacFes 2009 yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 30 Desember 2009 mendatang ini  merupakan rangkaian pameran rutin yang diadakan sebanyak  3 kali dalam setahun sebagai salah satu upaya mempromosikan M2M kepada masyarakat luas.

Sudi Harsono, Koordinator JacFes 2009 mengatakan, banyak perusahaan yang terlibat dalam pameran ini, diantaranya Masterdata, CompuCare, Visualdata, Tech King, Targus, eGallery, GM Com, Phonic Sindo dan Octal.

“Bukan sekedar memperkenalkan produk terbaru, vendor-vendor tersebut juga menawarkan solusi terbaik yang dibutuhkan konsumen baik dari sisi teknologi maupun budgeting,” ujar Sudi. Selain itu, tambahnya, JacFes 2009 juga memamerkan komputer rakitan yang dimeriahkan antara lain oleh Master Piece, Eleven, J&L, Prodigi, Garuda Sakti, dan Focus.

“Produk-produk yang menjadi unggulan dalam pemeran ini adalah monitor AOC, Prosesor AMD dari principal langsung serta berbagai merek notebook dan netbook. Kami sendiri mempunyai target untuk dapat melakukan transaksi hingga 2000 unit produk, all item, hingga akhir pameran,”  tambah Sudi.

Yang tak kalah menarik, dalam pameran ini terdapat stand PC Demo, dimana vendor-vendor dapat mempertunjukkan produk terbaru mereka beserta fitur-fiturnya kepada para pengunjung. Sebaliknya, pengunjung dapat melakukan tanya jawab secara langsung kepada para pedemo.

Secara keseluruhan, pameran yang didukung oleh BISKOM ini tampak marak, terlebih dengan adanya arsitektur ruang yang bertemakan semangat Natal dan Tahun Baru 2010.

Sutanto Hartono, Presdir Microsoft Indonesia Yang Baru

1

Sutanto-HartonoMicrosoft Corporation  baru saja mengumumkan  pengangkatan  Sutanto Hartono sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia. Sutanto yang   akan memulai karirnya secara resmi di Microsoft pada akhir Januari 2010, sebelumnya menjabat  CEO RCTI  sejak tahun 2008 dan Managing Director tahun 2003. Pada saat yang bersamaan, ia juga berperan sebagai Direktur Media Nusantara Citra – perusahaan multimedia terbesar di Indonesia  yang juga merupakan induk perusahaan dari RCTI.

Sutanto dikenal sangat aktif dalam mengembangkan dan mendirikan usaha baru bagi Media Nusantara Citra. Ia tercatat berhasil melakukan putaran bisnis dan memberikan peranan penting didalam pencapaian pasar pertelivisian Indonesia yang sangat kompetitif.   Dibawah kepemimpinannya, RCTI dianugrahkan “Most Admired Company “ dalam kategori Industri Media oleh majalah Business Week Indonesia. Sutanto Hartono mengarahkan strategi perusahaan guna mendorong kepemimpinan pasar dengan memperkuat kapabilitas produksi lokal mereka dan meluncurkan program-program favorit seperti Indonesian Idol dan 2010 FIFA World Cup.

Sebelum berkarir di RCTI, Sutanto mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi Senior Vice President di Asia Tenggara. Hal ini adalah merupakan perubahan dari bidang yang digeluti sebelumnya sebagai Senior Associate, sebuah grup pelayanan finansial untuk Booz Allen Hamilton, Asia Tenggara. Sutanto Hartono menyandang gelar Bachelor of Science, Chemical Engineering dari University of Notre Dame, Indiana dan MBA dalam Marketing dan Finance dari University of California, Berkeley.  “Saya sangat senang dapat bergabung dan memimpin Tim Microsoft Indonesia dan saya sangat menantikan untuk turut mendorong pertumbuhan jangka panjang Microsoft di pasar Indonesia,” kata Sutanto dalam siaran persnya yang diterima Biskom, Kamis (17/12).

Lebih lanjut Sutanto  mengaku   sangat bersemangat atas kesempatan yang ditawarkan oleh Indonesia, terutama karena besarnya populasi kita dalam penggunaan teknologi. “ Dengan latar belakang saya pada bidang media dan hiburan, saya berharap untuk membawa sudut pandang baru terhadap pendekatan Microsoft pada komunitas Bisnis, Pemerintah, sektor Pendidikan termasuk pasar konsumer Indonesia,” tambanya

Sehubungan dengan penunjukan tersebut, Presiden Microsoft Asia Pasifik, Emilio Umeoka mengatakan, “Sutanto Hartono memiliki reputasi yang gemilang dalam menumbuhkan bisnis dan mengembangkan kapasitas tim kerja. Ini adalah peristiwa yang mengembirakan, menyambut dan memperkenalkan seseorang dengan pengalaman seperti Sutanto kepada tim Microsoft dan saya sangat senang karena beliau akan memimpin bisnis kami di Indonesia. Saya mengetahui pengalamannya, energinya serta komitmennya akan membantu Microsoft dalam merealisasikan potensinya yang bertumbuh di Indonesia,” kata Umeoka.

Sementara itu, Chief Operating Officer dari Microsoft Indonesia, Faycal Bouchlaghem, akan tetap melakukan tugasnya untuk memimpin operasi bisnis Microsoft Indonesia dan menyiapkan transisi yang mulus bagi Sutanto di waktu enam bulan mendatang, sebelum kemudian melanjutkan tugas berikutnya.

Inilah Para Pemenang Teknopreneur Award 2009

0

01.Tifatul Sembiring - RAjang bergengsi Teknopreneur Award 2009 usai digelar Rabu (16/12), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Sebelumnya, acara yang diadakan oleh Ikatan Alumni ITB, Teknopreneur Indonesia dan Tekno Ventura ini telah membuka pendaftaran untuk perusahaan-perusahaan berbasis teknologi skala kecil menengah yang telah ditutup pada 22 November lalu.

Dari puluhan perusahaan yang mendaftar ke panitia, pada 10 Desember 2009 lalu telah terpilih lima finalis, yakni PT Barelang Konsultindo Mandiri, PT Sarimas Ahmadi Pratama, PT Sisfo Indonesia, PT Veneta Indonesia dan PT Zamrud Khatulistiwa Technology.

Pada malam penganugerahan Teknopreneur Award 2009 kemarin, tiga perusahaan yang lolos sebagai pemenang adalah PT Sarimas Ahmadi Pratama, PT Barelang Konsultindo Mandiri dan PT Sisfo Indonesia, sementara PT Veneta Indonesia dan PT Zamrud Khatulistiwa Technology menjadi pemenang harapan.

Acara yang dihadiri antara lain oleh Tifatul Sembiring (Menkominfo) dan Hatta Rajasa (Menko Perekonomian) ini melibatkan dewan juri yang berkompeten di bidangnya, yakni Amir Sambodo (Ikatan Alumni ITB dan Teknopreneur Indonesia), Anindya Bakrie (Kadin Indonesia), Budi Gunadi Sadikin (Bank Mandiri), Cahyana Ahmadjayadi (Depkominfo), Dwi Larso (Sekolah Bisnis Manajemen ITB), Ilham Habibie (The Habibie Center), dan Retno Santi Ruwyastuti (Metro TV).

02. Hatta Radjasa - RM. Andy Zaky, Ketua Panitia Teknopreneur Award 2009 menyatakan,  acara ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada perusahaan bidang bisnis teknologi di Indonesia. “Selain itu, kami juga ingin mencari perusahaan teknologi terbaik di Indonesia berskala UKM yang bisa dijadikan model untuk perusahaan lainnya,” tambahnya.

Tifatul Sembiring pada sambutannya mengatakan, “Bunga bank yang masih tinggi menyebabkan orang lebih suka melakukan investasi di bidang finance, sehingga entrepreneur di Indonesia masih di bawah 1%. Padahal butuh diatas 4% untuk mensejahterakan negara.”

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, lembaga pembiayaan bagi enterpreneur di bidang teknologi sangat penting. Untuk mengupayakan hal ini, ia telah mengusulkan sebuah lembaga pembiayaan bernama Startup Capital, agar para teknopreneur baru mendapatkan bantuan dari APBN.

Usai pengumuman pemenang, acara dilanjutkan dengan talkshow dengan pembicara Wakil Ketua Kadin Bidang Telematika, Anindya Bakrie. Ia mengatakan, para teknopreneur di Indonesia harus mengarahkan pengembangan bisnis mereka pada segmen tertentu, karena industri yang baru dibangun tidak dapat sepenuhnya  mengandalkan pendanaan dari bank.

03 Foto Bersama - R“Oleh karenanya, Kadin sejak awal mengusulkan dibentuknya lembaga ICT Fund yang dikelola pemerintah atau perusahaan fund management milik pemerintah, untuk menyalurkan sepuluh persen dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP) di bidang telematika yang besarnya sekitar Rp 7 triliun bagi para perusahaan startup,” katanya.

Teknopreneur Award 2009 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah tahun 2008 lalu memperoleh respon dan apresiasi yang sangat baik dari kalangan industri dan pemerintahan serta didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner.