Home Blog Page 1007

Lintasarta Luncurkan Solusi VPS

0

lintas artha resizePesatnya perkembangan  pusat data dan cloud computing  telah mendorong perusahaan melangkah maju ke teknologi virtualisasi pada pusat data, termasuk pada server, elemen jaringan dan manajemen platform. Khususnya berkaitan dengan teknologi virtualisasi server, saat ini telah ada terobosan paling canggih yang tengah menjadi topik terhangat di tanah air tahun ini, yaitu Virtual Private Server (VPS).

Berkaitan dengan tren teknologi virtualisasi,  PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkenalkan solusi VPS Lintasarta.  “VPS Lintasarta adalah jasa server virtual yang telah terinstal dengan sistem operasi Linux Redhat dan customer diberikan akses sebagai administrator. Paketnya dibedakan berdasarkan disk space, resource rating seperti CPU maupun memori, dan jumlah firewall rules yang bisa digunakan,”  jelas M. Ma’ruf, General Manager Marketing Lintasarta kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/1).

Menurut M. Ma’ruf, solusi VPS Lintasarta ini sangat sesuai bagi pengelola portal atau website dengan tingkat kunjungan tinggi, penyedia layanan web hosting, corporate dan pemerintahan (terutama karena server private VPS menjamin privacy dan keamanan tingkat tinggi), web developer dan pengembang aplikasi, TV/Radio untuk audio video streaming dan aplikasi khusus.

Lebih lanjut M. Ma’ruf menyatakan  VPS Lintasarta memilki berbagai keunggulan yaitu sebagai one stop, featured and flexible hosting VPS solution. Diantaranya menawarkan solusi terpadu akses internet, atau dengan solusi Data Center lainnya. Tarif bundling jasa ini dapat memberikan nilai tambah berupa jasa internet dan data center sehingga dapat menghindari komoditisasi jasa. Jasa ini pun juga istimewa karena dilengkapi dengan fitur-fitur aplikasi, e-commerce dan web development, serta flexible karena bisa disesuaikan dengan skala usaha.

Sebagai tambahan, khususnya bagi perusahaan yang memiliki target pengunjung dari luar negeri, solusi VPS sangat tepat karena penempatan server websitenya di Amerika Serikat.Selain itu, VPS Lintasarta menyediakan solusi online payment yang terintegrasi dengan bank-bank utama di Indonesia.

Sony Luncurkan ICD-SX

1

SonyAwal tahun 2010 ini diawali Sony dengan menghadirkan perekam suara terbaru, ICD-SX. Tersedia dalam berbagai pilihan warna, ICD-SX menjanjikan kualitas merekam terbaik.

Fitur baru yang terintegrasi dalam seri ini diantaranya Noise Cut yang secara efektif mampu meminimalisasi suara bising kecil maupun besar sehingga mendapat kualitas audio playback yang lebih jelas. Seri ini tersedia dalam berbagai warna yang sangat pas dengan notebook VAIO seri Z dan CS secara sempurna. “Sony terus berusaha meningkatkan kemampuan perekam suara. Dengan kehadiran seri SX yang dilengkapi dengan fitur noise-sensitivity, mampu meningkatkan kualitas merekam sehingga hasilnya lebih tajam, realistik dan alami,” ujar Kazuo Sawachi, GM Marketing Division Head PT Sony Indonesia, melalui keterangan resminya, Sabtu (2/1).

Seri SX terbaru juga dapat digunakan untuk merekam wawancara, rapat dan liputan siaran langsung, dan memiliki kualitas merekam dalam Linear PCM (44.1kHz/16bit) atau format MP3 Stereo.

Dilengkapi dengan tiga mikrofon uni-directional yang sensitif, Sony SX mampu mengurangi suara bising di dalam ruangan secara signifikan, dan dapat menangkap rekaman secara tepat dari seluruh arah.

Selain itu Sony melengkapinya dengan fungsi Noise Cut yang mampu menurunkan frekuensi dan suara bising yang diakibatkan peralatan elektronik seperti proyektor, dan memudahkan mendengar suara manusia saat diputar kembali.

Dengan piranti ini, Anda juga bisa mendengarkan alunan musik berformat  MP3 dan WMA. Seri SX juga memberikan opsi untuk merekam dalam bentuk MP3 stereo, memudahkan proses pengubahan file pada saat ditransfer ke komputer.

Sony ICD-SX yang utamanya didesain untuk para pebisnis juga memiliki perekam mikrofon telepon eksternal yang memungkinkan pengguna untuk merekam wawancara ataupun conference call melalui telepon. Pengguna pun dapat merekam dengan lima setting seperti dictation, meeting, sensitive, music dan manual, sehingga memudahkan mereka untuk merekam musik dengan kualitas optimal.

Dari Segi tampilan, Sony SX tampak menawan dengan finishing mengkilat. Seri ini memiliki kapasitas yang lebih besar dari seri sebelumnya, yakni kapasitas 2 Gb, 4 Gb dan 8 Gb, sehingga mampu menyimpan file lebih banyak. Waktu hidup baterai pada Sony SX juga memuaskan,  mampu bertahan hingga 19 jam.

2010, Kampanye Primergy 10k Berakhir

0

FujitsuFujitsu mencanangkan kampanye Primergy 10k untuk meningkatkan penjualan server seri tersebut di Asia Tenggara. Kampanye itu merupakan bagian dari kampanye global untuk menjual 500.000 unit Primergy hingga akhir 2010.  Rangkaian kampanye itu antara lain berbentuk paket-paket promosi yang ditargetkan baik bagi perusahaan multinasional maupun bisnis skala kecil dan menengah. Salah satunya  adalah paket Primergy RX300 S5 seharga US$ 4.999.

Untuk menjawab tuntutan kelangsungan operasi bisnis, kecepatan dalam menjawab dinamika bisnis dan efisiensi pemanfaatan yang tinggi. Fujitsu menerapkan strategi Triole pada lini server Primergy.  Strategi Triole yang menyentuh aspek kehandalan, fleksibilitas dan nilai ekonomis dari penerapan sistem dan infrastruktur TI tersebut menjadi pertimbangan utama pelanggan dalam menggunakan server Primergy dari Fujitsu.

Kurnia Wahyudi, Country Manager Platform Products Fujitsu Indonesia menjelaskan, Triole adalah strategi inti Fujitsu dalam mengembangkan dan merangkai seluruh portofolio produk dan layanan teknologi informasi (TI) sehingga optimal dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.  “Triole adalah konsep integrasi infrastruktur TI di masa mendatang, yang menggabungkan server standar terbuka, storage dan jaringan. Visi Triole ini merupakan sebagian dari strategi jangka panjang business critical computing dari Fujitsu,” kata Kurnia di sela  temu para pelanggan dalam acara Fujitsu Primergy Movie Day yang diselenggarakan PT Fujitsu Indonesia bekerjasama dengan PT Evotech Distribusi,  Senin (30/12/09).

“Kami berkeyakinan Triole merupakan konsep industri TI di masa depan, melalui standarisasi proses dan perangkatnya sehingga bisa memastikan dan memaksimalkan mutu dan efisiensi setiap penerapan infrastruktur TI. Dengan begitu akan menjawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan sistem infrastruktur TI yang mampu mencapai tujuan kehandalan, kecepatan dan efisiensi dalam penggunaannya,”  tambahnya.

Triole ini menjadi titik pembeda antara lini produk server Primergy dengan para pesaingnya yang pada umumnya masih menggunakan pendekatan solusi tradisional TI yang hanya bisa menjawab dua dari tiga tujuan.  Selama ini, produk TI yang bisa memenuhi ketiga tujuan sekaligus tergolong produk mainframe yang mahal dan tertutup (tidak fleksibel). Namun melalui konsep Triole ini, kata  Kurnia, Fujitsu membuat server Primergy dan juga produk TI lainnya sebagai open-system dari sebuah sistem mainframe (mission critical system) yang handal dengan seluruh komponennya terintegrasi dengan baik.

JacFes 2009 Capai Target Penjualan 2000 Unit

0

JacfestJacFes 2009 baru saja usai digelar. Terselenggara dari tanggal 18 hingga 30 Desember 2009 di Mangga Dua Mall (M2M), Jakarta, JacFes 2009 berlangsung meriah karena pada pada akhir tahun ini orang banyak mengalokasikan dananya untuk membeli produk-produk teknologi informasi (TI) agar di awal tahun 2010 mendatang mereka siap bekerja secara optimal. Hal itu terbukti dari tercapainya target untuk dapat melakukan transaksi hingga 2000 unit produk, all item, hingga akhir pameran. “Kami berhasil melampaui target tersebut, bahkan itu belum termasuk aksesoris komputer yang sangat digemari pengunjung,”  kata Sudi Harsono, Koordinator JacFes 2009 saat penutupan pameran kepada BISKOM (30/12).

Peserta pameran, yang diantaranya terdiri dari Masterdata, CompuCare, Visualdata, Tech King, Targus, eGallery, GM Com, Phonic Sindo dan Octal mengaku dapat melakukan promosi dan penjualan secara efektif karena banyaknya pengunjung setiap hari.

“M2M telah dikenal secara luas sebagai sebuah mall perangkat komputer dan aksesorisnya sehingga kami tidak perlu banyak melakukan sosialiasi tentang keberadaan pameran ini,” tambah Sudi. Monitor AOC, Prosesor AMD yang diperkenalkan langsung oleh  principal serta berbagai merek notebook dan netbook adalah produk-produk yang paling banyak dicari dalam pameran ini. Selain itu, komputer rakitan yang dimeriahkan antara lain oleh Master Piece, Eleven, J&L, Prodigi, Garuda Sakti, dan Focus juga telah menjual banyak unit selama pameran.

Jacfest2Teguh Harry Setiyadi, Ketua Jakarta Computer Centre (JaCC), asosiasi komputer di kawasan M2M membenarkan, JacFes merupakan salah satu ikon dari JaCC. Makin meningkatnya peserta dan pengunjung menjadi satu bukti bahwa JacFes adalah sebuah pameran TI yang layak diperhitungkan. JaCC sendiri melaksanakan 3 kali pameran dalam setahun sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan eskistensi M2M ditengah ramainya pusat-pusat komputer yang dibangun di seluruh Jakarta. “Tiga pameran tersebut kami adakan di awal, tengah dan akhir tahun. Beruntung setiap tahun pameran-pameran di JaCC mengalami peningkatan, meski seringkali nilai tukar rupiah melemah. Kenyataan ini membuktikan bahwa TI merupakan sektor yang kuat dan mandiri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa,” kata Teguh yang baru menjabat sebagai Ketua JaCC pada Agustus 2009 lalu.

Di tahun 2010 mendatang, tambahnya, JaCC memiliki program untuk merangkul lebih banyak perusahaan-perusahaan TI di M2M agar dapat mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan di M2M. “Pameran bukan semata sebuah ajang untuk melakukan transaksi, tetapi merupakan sebuah wadah untuk melakukan sharing antara vendor ke vendor, vendor ke konsumen dan lebih luas lagi juga antara sponsor, media, dunia pendidikan dan lain sebagainya agar semua pihak dapat melakukan peningkatan kualitas dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Teguh.

Akhirnya, selamat dan sukses untuk JacFes 2009. Selamat Tahun Baru 2010.

Asosiasi Industri Web Dideklarasikan di Surabaya

1

logo aiwiTren bisnis di dunia mengarah kepada pemanfaatan web secara optimal. Pada lima tahun terakhir bisa dilihat online trading menjadi cara baru berbisnis yang sangat menguntungkan. Fenomena lain yang juga terlihat nyata diantaranya munculnya berjuta-juta situs web baru dengan berbagai macam tipe, budaya mengakses internet yang semakin meningkat, kemudian diikuti pula peningkatan keahlian dan pengetahuan tentang internet, serta ramainya situs jejaring sosial.

Di Indonesia juga serupa. Meski terbilang masih baru, perkembangan industri web di Indonesia patut diperhitungkan. Pelaku usahanya kian hari kian bertambah, mulai dari pengusaha yang masih bersifat perorangan, usaha kecil menengah, hingga korporat yang bermodal besar. Jika dilihat dari jenis usahanya, usaha yang berkembang pun sangat beragam, antara lain di bidang pengembangan website, penjualan web hosting, pemasaran online, media online, serta e-commerce.

Melihat perkembangan yang terjadi, sejumlah pelaku usaha di bidang ini memandang bahwa sudah saatnya dibuat organisasi resmi yang bisa mewadahi para pelakunya untuk saling bekerja sama meningkatkan usaha. Apalagi, belum ada aturan maupun standardisasi yang jelas untuk jenis usaha ini.

Bertempat di kantor DheZign Online Solution Surabaya beberapa pelaku industri web membahas dibentuknya sebuah organisasi yang mewadahi dan mengatur pelaku usaha industri web di Indonesia (27/12/09).

Mereka memutuskan untuk membentuk sebuah asosiasi yang bernama Asosiasi Industri Web Indonesia (AIWI). Mereka juga merancang anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, sekaligus mendeklarasikan berdirinya AIWI.

Beberapa pengusaha yang hadir dalam deklarasi AIWI antara lain Brian Arfi (DheZign Online Solution), Santoso Putra (Solusi Website), Febri Nazuka (Viobrano.com), Noto Sudarmiko (Indekslink), Eko Sugiono (Praktisi E-Commerce), Mohammad Zulkarnain (Zulsdesign.com), Imam Muttaqin (online marketer), dan Heri Setiawan (web designer).

“Usaha di bidang web mulai semarak. Ranah ini harus diatur, agar tidak terjadi persaingan bisnis yang kotor antar-pemainnya. Jika tidak diatur, takutnya nanti malah menghancurkan industri ini sendiri,” ujar Febri Nazuka.

AIWI akan difungsikan sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antar-anggotanya untuk memperjuangkan industri web baik internal maupun eksternal. AIWI bertujuan mewujudkan persatuan dan kesatuan di antara para anggotanya dalam rangka mengembangkan usaha industri web, yang antara lain dengan cara menghimpun, membina dan mengembangkan semua potensi industri web yang ada di seluruh Indonesia agar menjadi industri yang sehat.

Brian Arfi mengatakan, AIWI akan menginduk kepada Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) di bawah pengayoman Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi (MIKTI). “Dari 14 asosiasi yang ada di bawah MIKTI, ternyata belum ada asosiasi yang khusus dalam bidang industri web. Sangat memprihatinkan. Padahal, industri web merupakan salah satu industri kreatif yang sangat prospektif,” terangnya.

Yang bisa menjadi anggota AIWI adalah perusahaan web development, web hosting, internet marketing, web start up, e-commerce, media online yang berbadan usaha; kelompok atau perorangan yang bergerak di bidang industri web yang belum mempunyai badan usaha; serta lembaga atau perorangan yang berjasa dan peduli terhadap AIWI dalam rangka pengembangan industri web.

Menurut Imam Muttaqin, untuk mencapai tujuan, AIWI akan berusaha berkomunikasi dan bekerjasama dengan berbagai kalangan, baik perseorangan, perhimpunan, lembaga pemerintahan maupun swasta, dalam maupun luar negeri. Selain itu, AIWI akan berperan aktif dalam kegiatan pengembangan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia para anggota baik sertifikasi maupun non-sertifikasi dalam rangka memajukan dan mengembangkan usahanya.

Esia Luncurkan RBT Terbaru

0

foto esiaSetelah memperkenalkan Digital Music Download (download ribuan lagu dengan cuma Rp 1000 / hari), di penghujung tahun 2009 ini Esia meluncurkan beberapa fitur Nada Sambung (Ring Back Tone / RBT) yang baru pertama kali diluncurkan di Indonesia, yaitu Click2Give, Pre listen RBT 88876 dan Mobile Search RBT 8888.

Fitur-fitur ini menawarkan kemudahan menikmati layanan Nada Sambung, baik untuk sendiri maupun untuk pertemanan. Fitur “Click2Give“ memungkinkan seorang pelanggan Esia untuk mengirimkan Nada Sambungnya kepada pelanggan Esia lainnya.

“Seringkali ketika menelpon seseorang, kita menyukai Nada Sambung orang tersebut dan ingin menghadiahkan Nada Sambung tersebut pada teman kita yang lain. Dengan Click2Give kita tinggal menekan angka 2 saat mendengar Nada Sambung yang kita suka dan segera mendapatkan SMS notifikasi begitu telepon berakhir. Tentunya teman yang kita hadiahkan bisa memilih apakah ia menyukai Nada Sambung yang diberikan atau tidak. Kalau tidak, ia bisa menolaknya cukup lewat SMS“, jelas Revie Sylviana, GM VAS PT Bakrie Telecom saat peluncuran fitur baru Nada Sambung Esia di Jakarta, Rabu (23/12).

Fitur “Pre Listen RBT 88876“ memungkinkan pelanggan Esia untuk mendengarkan terlebih dahulu cuplikan Nada Sambung sebelum memutuskan untuk berlangganan Nada Sambung tersebut. Sedangkan fitur “Mobile Search 8888“ mempercepat pelanggan Esia mencari Nada Sambung pilihannya. Hanya telepon ke nomor “8888“, pelanggan bisa mencari Nada Sambung yang diinginkan dengan  menyebutkan nama artis, judul lagu atau pun keduanya. Tarif teleponnya cuma Rp 100 per menit (+PPN).

“Kita pun tak perlu dipusingkan dengan berbagai kode lagu RBT. Free the RBT world from codes,“ tegasnya.

2010, Volume Pasar OSS Akan Naik Signifikan

0

Hal 14Firma Riset International Data Corporation (IDC) memprediksi perkembangan bisnis open source software (OSS) dalam lima tahun ke depan terjadi peningkatan omset dari produk open source komersil dari US$ 1.7 miliar pada tahun 2007, naik signifikan menjadi US$ 8.1 miliar untuk tahun 2013. IDC beralasan penyerapan produk open source di lingkungan perusahan dan kondisi ekonomi sejak setengah tahun kedua 2008 juga merupakan faktor pendorong lajunya adopsi OSS. Lebih dari itu, pemasok hardware dan software kelas kakap seperti IBM, Dell, HP, Sun dan Oracle mulai menuai hasil tak langsung terhadap dukungan yang diberikan untuk OSS dan sekaligus mempercepat akselerasi penyerapan produk OSS skala perusahan.

Sementara prakiraan Gartner menyebutkan, sekitar 80% dari software komersil nantinya, sampai tahun 2012 akan mengandung komponen OSS. Sementara itu banyak teknologi OSS akan matang (mature), stabil dan mendapat dukungan dengan baik. Berkat ‘Free Software’, users dan vendors akan mampu memangkas biaya, sementara ROI (Return On Investment) ditingkatkan. Prakiraan Gartner juga menunjukkan adanya perusahan-perusahan yang gagal karena tidak mampu memanfaatkan kesempatan yang diprediksikan. Karena itu disarankan kepada para vendor keharusan memiliki strategi OSS terpadu agar perusahaan mereka mampu bersaing.

Analis Gartner juga melihat potensi pemangkasan biaya di sektor Software as a Service (SaaS) dan Service-Oriented Architectures (SOA). Mereka yakin bahwa pada tahun 2012, paling tidak sepertiga software aplikasi untuk perusahan akan dibeli dalam bentuk langganan layanan (service subscriptions) ketimbang sebagai produk berbasis lisensi. Dibandingkan model pembelian putus untuk lisensi, perusahan memilih model SaaS dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan setara dengan jumlah pemakaian.

Ketersediaan bandwidth yang semakin melimpah, akan mempermudah penyediaan SOA, dan maraknya ‘cloud computing’ membuat aplikasi tidak lagi bergantung pada infrastruktur tertentu. Sistem teknologi informasi (TI) yang digunakan dengan demikian dapat memiliki struktur yang serupa seperti halnya internet. Survei kedua lembaga riset tersebut diamini Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) Betti Alisjahbana yang menilai momentum free and open source software (FOSS) di tahun 2010 sangat baik. Betti beralasan, beberapa kegiatan yang menunjang momentum ini antara lain dengan suksesnya penyelenggaraan Konferensi GCOS (Global Conference on Open Source) yang digelar di Jakarta pada akhir Oktober lalu.

“Hal ini juga diperkuat lagi dengan dikeluarkannya surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara yang meminta institusi pemerintah untuk menggunakan software legal dan open source,” ungkap Betti. Selain itu, imbuh dia, berbagai rapat koordinasi pun sudah digelar diantaranya rakor TI dengan sejumlah kementerian dan Badan Usaha Milik Negara.

2010, Tingkat Pertumbuhan Hardware 7.1%

0

manufakturFirma Riset International Data Corporation (IDC) memaparkan pertumbuhan industri TI sepanjang 2009, baik dari sisi hardware, software dan services mengalami peningkatan yang positif, meski kondisi ekonomi dunia yang sedang melambat akibat dari dampak krisis global

“Untuk lebih jelasnya: overall market IT berdasarkan riset IDC tentang IT spending (software, hardware dan services) untuk Indonesia tahun 2009 nilainya mencapai USD 7,5 milliar,” papar Manajer Riset IDC Ashadi Cahyadi kepada BISKOM (2/12).

Artinya, sambung Ashadi, belanja TI mengalami pertumbuhan positif sebesar 5.5% dibanding tahun 2008 dan diprediksi akan mengalami pertumbuhan sebesar 8.1% untuk tahun 2010 nanti.

Masih kata Ashadi, untuk hardware, tingkat pertumbuhan di tahun 2009 sebesar 5.2% dibanding 2008 dan diprediksi akan tumbuh sebesar 7.1% untuk tahun 2010. “Sementara untuk software, tingkat pertumbuhan di tahun 2009 adalah sebesar minus 1.4% dibanding 2008 dan diprediksi akan tumbuh sebesar 3.0% untuk tahun 2010,” tandas Ashadi.

Nilai transaksinya dari masing-masing komponen hardware di tahun 2009 diperkirakan mencapai USD 6.7 milliar, sementara untuk software di tahun 2009 diperkirakan sebesar USD 285 juta

Terkait kondisi pasar TI Indonesia secara umum, IDC melihat akan tetap mengalami peningkatan positif untuk tahun 2010, dimana ada beberapa key drivers yang mendorong kondisi pasar TI nasional. Faktor pendorong itu antara lain; Pertumbuhan ekonomi nasional; Pemerintahan baru yang lebih memfokuskan sumberdaya TI untuk membantu tingkat produktivitas nasional, khususnya untuk bidang perbankan, pemerintahan dan pendidikan; Pemerintahan baru yang lebih fokus terhadap services oriented dengan mendayagunakan sumber daya TI, sehingga mendorong domestic consumer spending untuk produk-produk TI. Terutama dengan beberapa mega proyek TI seperti Universal Service Obligation (USO), Desa Pintar, Desa Berdering dan beberapa inisiatif seperti National Single WIndows dan e-Government. Faktor lainnya yakni ekspansi yang dilakukan oleh para stakeholders TI di Indonesia, seperti operator telcos, service providers dan yang lainnya.

“Diantara tiga komponen, hardware, software dan services, IDC melihat bahwa tingkat pertumbuhan services akan mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Ashadi. Diperkirakan sebesar 26.5% di tahun 2010 dimana untuk tahun 2009 naik sebesar 15.8% dibanding 2008. Untuk total services di tahun 2009 ini diperkirakan sebesar USD 439 juta.

Apakah melemahnya USD masih mempengaruhi pertumbuhan TI Indonesia? Ashadi menilai, secara tidak langsung mempengaruhi, karena pasar diuntungkan dalam rangka melakukan penyusunan anggaran dan budgeting untuk IT spending mereka untuk tahun 2010. Tetapi secara umum, imbuh Ashadi, biasanya pasar telah mengantisipasi dampak currency ini dengan melakukan forecast secara matang, disertai pembelian kebutuhan TI biasanya dilakukan secara terencana dan dalam periode tertentu secara berkala.

“Untuk tren bisnis TI sendiri, tahun depan akan lebih mengarah kepada managed services atau outsourcing, baik untuk hardware, software dan services itu sendiri. Dimana isu utamanya adalah bagaimana mengubah capital expenditure (capex) menjadi operational expenditure (opex) bagi perusahaan di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (DPP Apkomindo), Sutiono Gunadi mengatakan, bisnis hardware, khususnya perangkat keras diprediksikan meningkat hingga 40% dari pasar 2009.

“Apkomindo memprediksikan pertumbuhan year to year (y-to-y) 2009-2010 sebesar 40%. Diprediksikan pasar akan mencapai 3.8 juta unit di tahun 2010,” papar Sutiono kepada BISKOM (26/11).

Menurut Sutiono, melemahnya USD terhadap IDR yang diprediksi masih berlangsung hingga tahun depan akan sangat menguntungkan bagi konsumen Indonesia, karena harga produk TI jadi lebih terjangkau. Apalagi diperkirakan kecenderungan pasar perangkat keras akan bergerak ke mobile product dan yang menunjang gaya hidup (life style).

Senada dengan Sutiono, Waketum Media, Promosi dan Komunikasi Apkomindo, Merry Harun mengatakan, sepanjang 2009, pertumbuhan hardware diperkirakan di atas 30% atau sedikitnya mencapai 2.7 juta unit. ”Kami masih menunggu hasil transaksi di bulan November dan Desember 2009. Pertumbuhan pastinya baru bisa didapat paling cepat akhir Januari 2010,” kata dia.

Merry  mengungkapkan, kondisi pasar selama 2009 sangat di luar prediksi. Sebab, semula di akhir 2008 banyak pengusaha yang pesimistis karena adanya krisis global yang memukul bisnis di seluruh dunia. “Akibatnya kami sulit membuat prediksi untuk tahun 2009, namun kami kira pasar 2009 lebih baik dibanding tahun 2008,” ujarnya (1/12).

Boleh dikatakan, pada akhir 2008 hingga awal 2009, papar Merry, Apkomindo sendiri tidak bisa memasang target yang muluk. “Kami memasang target untuk 2009 sama dengan pasar 2008 yaitu 2,2 juta unit. Tapi syukurlah pasar TI berhasil melampaui target tersebut,” ucapnya.

Sutiono menambahkan, kendala terhambatnya penjualan terjadi hanya di awal tahun 2009, namun di kuartal kedua (Q2) ke atas penjualan bertumbuh. “Cara mengatasinya dengan menerapkan transaksi dalam mata uang rupiah (IDR) dan ekspansi ke daerah agar mengenal teknologi lebih cepat,” kata Sutiono.

Selamat Natal dan Tahun Baru 2010

0

Ucapan natalTantangan industri teknologi informasi (TI)  nasional di 2010 tampaknya tak seberat apa yang dihadapi pada 2009 dimana pada tahun ini kita telah menghadapi Pemilu Presiden dan dampak krisis keuangan global.

Tentunya kita berharap di 2010, tidak ada lagi badai menerpa sektor manufaktur non migas yang berimbas pula pada penutupan pabrik-pabrik industri TI baik skala global maupun lokal. Juga, semoga tidak ada lagi gelombang PHK massal terhadap ribuan pekerja yang selama ini menjadi andalan di bidang TI. Beruntung, imbas krisis keuangan global kini mulai berkurang, bahkan mulai terjadi penguatan rupiah terhadap dollar.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia berharap kondisi politik keamanan makin stabil, setelah  hajatan akbar politik dan dibasminya dedengkot teroris oleh kepolisian yang sempat menebar teror di negeri ini. Inilah diantaranya sejumput optimisme kita dalam menatap industri TI nasional ke depan. Menghadapi tahun 2010, industri TI nasional diharapkan bisa melangkah lebih ringan. Dengan begitu pertumbuhannya pun diprediksi makin agresif seiring makin pesatnya perkembangan TI di dalam negeri.

Namun optimistik kita tersebut, disertai pula dengan tantangan sekaligus peluang untuk menjadikan TI kita makin baik dan berkembang lebih pesat lagi. Karena itu kami berupaya lebih cepat menyajikan gambaran atau outlook TI nasional di 2010 yang dibalut dengan optimisme, tantangan dan peluangnya.

Guna menghindari melebarnya wacana, kami membahasnya dalam empat cakupan umum perkiraan industri TI di 2010, antara lain di bidang software, hardware, service, dan infrastruktur. Semua yang tersaji sekadar gambaran bagaimana industri TI kita menghadapi 2010. Kita tunggu perkembangannya.

Akhir kata, Selamat Natal dan Tahun Baru 2010, semoga Indonesia bergerak maju menuju kesuksesan.

HMCC Rayakan Natal Bersama

0

01. Natal Bersama HMCCDalam rangka menyambut Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, para pedagang komputer di kompleks pertokoan Harco Mangga Dua, yang lebih dikenal dengan HMCC, Rabu malam (23/12), menyelenggarakan perayaan Natal bersama 2009. Acara yang digelar di area parkir kompleks pertokoan Harco Mangga Dua, dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan dari enam ratusan pedagang yang tergabung dalam HMCC.

Pada acara yang  bertemakan “Kehangatan Dalam Kebersamaan” ini, sekaligus juga diluncurkan program sosial K1000. Taufresdian, Ketua Umum HMCC mengatakan bahwa program K1000 adalah sebagai wujud dari kebersamaan para pedagang dan karyawan toko yang tergabung dalam HMCC. “Program K1000 ini adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita, siapapun, baik pemilik atau karyawan toko yang tergabung di dalam HMCC dapat menyumbang minimal seribu rupiah, melalui kotak-kotak sumbangan yang akan ditempatkan di beberapa area pertokoan Harco Mangga Dua, nantinya hasil dari sumbangan tersebut secara periodik akan diumumkan melalui papan pengumuman dan akan dipergunakan untuk membantu karyawan atau warga HMCC yang sedang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah” jelas Taufresdian.

03 HMCC - IDOLSementara itu, Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM mengatakan bahwa acara perayaan Natal di HMCC ini sangat luar biasa sekali dan  melibatkan banyak pihak, seluruh anggota HMCC dan  karyawannya serta pihak pegelola gedung beserta karyawannya, termasuk pihak aparat keamanan (PORLI) dan Ulama dilingkungan HMCC, “yang menarik selain ada hiburan dari penyanyi  Fandi dan Sissy Idol, ada juga sharing atau kesaksian dari anggota HMCC, semoga hal-hal positip seperti ini dapat dijadikan contoh bagi banyak pihak”. Soegiharto juga menambahkan bahwa program K1000 sangat baik sekali, “sebelumnya saya juga hadir saat pihak pengurus HMCC membagi-bagikan zakat bagi anak-anak yatim piatu saat bulan Ramadhan yang lalu” ujarnya.

Pada acara Natal bersama ini, panitia menampilkan Fandi dan Sissy Idol untuk menghibur para undangan dengan lagu-lagu yang bertemakan Natal dan juga membagikan berbagai macam doorprize sumbangan dari pihak vendor, pengurus dan anggota HMCC. Acara ini juga diliput oleh berbagai media, seperti Metro TV, ANTV, Sindo dan Majalah BISKOM.