Home Blog Page 1009

Presdir PT Sony Indonesia, Koji Wakaizumi: VAIO dan Playstation, Kunci Pertumbuhan Sony

0

wakasan 3Nama Sony adalah sebuah jaminan kualitas untuk produk-produk elektronik dan teknologi informasi (TI). Mulai dari televisi, perangkat audio, camcorder, kamera digital, notebook hingga konsol game, Sony menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.

Khusus di bidang konsol game, PlayStation One sampai PlayStation 3 buatan Sony menempati pasar pengguna terbanyak di Indonesia. PlayStation 2 bahkan menjadi konsol wajib di bisnis penyewaan video game di berbagai tempat di negeri ini. Tapi tak banyak yang tahu, ternyata pasar Indonesia baru digarap serius oleh Sony Computer Entertainment yang membawahi penjualan PlayStation, mulai awal bulan Oktober lalu.

Sony Computer Entertainment melalui PT Sony Indonesia secara resmi baru membuka bisnisnya di Indonesia, ditandai dengan peluncuran rangkaian produk PS3 Slim dan PlayStation Portable (PSP) Go. Indonesia sendiri menjadi negara ke-7 di wilayah Sony Computer Entertainment Asia, setelah Hong Kong, Taiwan, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Malaysia.

“Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia adalah tonggak sejarah,” kata Koji Wakaizumi, Presiden Direktur PT Sony Indonesia, kepada BISKOM di Senayan City – Jakarta, awal Desember ini.

Selain PS, seperti tahun sebelumnya, Sony masih terus menggebrak pasar notebook dengan seri VAIO-nya. Berkat kualitas dan kemampuannya, VAIO menjadi brand terdepan dalam bisnis Personal Computer.

Semua kesuksesan yang diraih Sony di Indonesia tentu tak lepas dari tangan dingin Waka-san, demikian Wakaizumi biasa disapa.

Karirnya di Sony dimulai dari bawah, dengan posisi Officer, International Sales, kemudian terus meningkat hingga mencapai jabatan sekarang ini sejak 2007. Tak heran jika kelahiran Tokyo, 16 September ini begitu mengenal pola bisnis yang diterapkan Sony di seluruh dunia.

Alumni Aoyama Gakuin University di Tokyo ini adalah seorang penjelajah dunia. Ia telah mengunjungi tak kurang dari 97 negara, sehingga Waka-san sangat berpengalaman dalam mengenal karakter konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kepada BISKOM, Waka-san yang pernah menjadi Managing Director di Afrika Selatan ini memperkenalkan Sony secara lebih mendalam, termasuk kiat-kiatnya dalam menaklukkan pasar sehingga membawa perusahaan ke posisi nomor satu dibanding perusahaan kompetitor. Simak kutipannya.

Bisakah Anda ceritakan perjalanan bisnis Anda di Sony dan apa tantangan terbesar yang Anda hadapi?

Sebelum bergabung dengan Sony, saya mendapat tawaran dari beberapa perusahaan, namun karena Sony adalah perusahaan internasional dan memberi kesempatan kepada saya untuk berkarir, akhirnya saya memilih Sony. Saya bergabung dengan Sony pada tahun 1986 dan telah menempuh perjalanan jauh untuk mengembangkan citra merek di berbagi pasar negara berkembang.

Tantangan terbesar yang saya hadapi baik di Indonesia maupun di negara-negara berkembang lainnya  adalah membuat sadar karyawan bahwa mereka memiliki potensi sehingga perusahaan tidak perlu membatasi kemampuannya untuk terus berkembang. Kadang-kadang ada karyawan yang tidak dapat melihat potensi pada dirinya, yang akhirnya tidak mendapat kesempatan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Padahal rata-rata tipe karyawan hampir sama, tinggal bagaimana mengatur proses untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Secara internal kami fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kepercayaan ke karyawan bahwa mereka adalah bagian penting dari suatu proyek.  Jadi tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain, sehingga semua merasa berkontribusi terhadap perusahaan.

Wakasan-2Sebenarnya bagaimana gaya kepempimpinan yang Anda terapkan di perusahaan?

Sederhana saja, apabila karyawan memberikan input yang bagus, maka saya juga akan memberikan output yang bagus pula. Meski begitu, seorang pimpinan idealnya perlu tetap menempatkan setidaknya dua tahun untuk menstabilkan operasi, namun sebaliknya memiliki gaya manajemen yang sama dalam waktu yang terlalu lama juga tidak sehat.

Satu hal yang tak kalah penting, saya menempatkan transparansi sebagai sebuah prioritas. Anggaplah dirimu pilot kapal atau pesawat terbang. Para penumpang harus diberitahu tentang tujuan mereka, dan pilot yang baik harus memelihara komunikasi dengan penumpang dari waktu ke waktu, baik selama cuaca cerah maupun buruk.

Apa strategi yang Anda terapkan untuk mengembangkan pasar Sony di Indonesia?

Di sini, Sony telah menemukan reputasi sebagai produk-produk yang berkualitas, namun untuk produk-produk tertentu mungkin harganya masih belum terjangkau. Itu lah sebabnya sangat penting bagi Sony untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan manfaat dari produk  dalam cara yang benar.

Bagi saya, iklan saja tak cukup. Sebuah strategi komunikasi pemasaran total sangat dibutuhkan agar konsumen sepenuhnya dapat memahami produk yang dibutuhkannya.

Adakah tips agar perusahaan bisa bersaing dengan para kompetitor, mengingat dalam bidang teknologi, pertumbuhan bisnis sangat cepat?

Bicara mengenai teknologi, memang dewasa ini banyak produk baru yang bermunculan. Namun jika tidak bisa menterjemahkannya ke dalam bahasa yang mudah untuk dipahami pelanggan, maka kita akan gagal menjualnya.

Oleh karena itu salah satu fokus dari faktor kunci sukses Sony adalah marketing communications yang baik. Touch point-nya menyangkut berbagai aspek seperti website, pusat layanan informasi serta public relations. Apabila konsumen mempunyai keinginan untuk membeli produk Sony, maka ia harus paham betul apa yang mereka beli dan apa saja kapabilitas dari produk itu.

Ada lima hal yang membuat Sony semakin dipercaya masyarakat. Pertama adalah inovasi produk yang pertama di dunia. Kemudian branding yang unik. Ketiga, memiliki pemimpin-pemimpin perusahaan yang kharismatik, keempat budaya perusahaan yang terbuka dan transparan serta selalu memotivasi karyawan dan yang kelima adalah peraturan penggunaan brand manajemen yang cukup ketat.

Di tahun ini, produk apa yang menjadi unggulan Sony?

Ada beberapa kategori produk yang berkembang sangat cepat, diantaranya televisi LCD (BRAVIA), Digital SLR (), konsol game (PlayStation) dan notebook (VAIO). Selain teknologi dan inovasi yang muncul di produk-produk tersebut, permintaan masyarakat juga sangat banyak dan terus meningkat sehingga perkembangan Sony di ke-empat produk ini terus meningkat.

Wakasan-1Awal Oktober 2009 lalu, Sony meluncurkan beberapa tipe konsol game. Bisa diceritakan sambutan pasar sejauh ini?

Salah satu misi Sony adalah menjadi penyedia produk-produk consumer electronic berbasis jejaring yang mendunia dan terdepan. Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia, merupakan tonggak bersejarah untuk Sony dalam misi globalnya dan kami percaya akan memperkaya pengalaman menyeluruh dari produk elektronik dan hiburan bagi konsumen di Indonesia. Peluncuran PSP Go di Indonesia bersamaan dengan wilayah Eropa dan Amerika, sementara di Jepang baru diluncurkan satu bulan kemudian yaitu pada bulan November lalu.

Hingga hari ini, permintaan PS3 da PSP sangat tinggi di Indonesia ditambah dengan momen akhir tahun yang sangat tepat, dimana orang banyak menghabiskan dana untuk kebutuhan hiburan.

Apa keunggulan dua produk Sony terbaru tersebut?

PlayStation 3 terbaru memiliki kapasitas memori sebesar 120Gb yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan konten dan layanan yang terdapat pada PlayStation Network. Mengenai fisiknya, PS3 terbaru ini 37 % lebih kecil, 28 % lebih ringan dan 7 % lebih hemat energi, serta menggunakan optik Blu-ray.

Sementara PlayStation Portable yang sangat portabel dan dinamis hadir dalam dua versi yaitu PSP-3006 dan PSP Go. Produk kecil yang mengagumkan ini tersedia berbagai pilihan warna seperti hitam, merah, biru, kuning, hijau, silver dan putih.

PS-3006 tampil dengan pengendali dan tombol yang berada di samping kiri dan kanan layar. Sementara PSPgo hadir dalam tampilan panel display slide yang membuatnya sangat aerodinamis.

Nama Sony tidak lepas dari VAIO, bisa Anda paparkan tentang VAIO?

VAIO yang dirancang untuk pasar premium merupakan singkatan dari Visual Audio Intelligent Organizer yang setiap kata tersebut mewakili kemampuan superior VAIO.

Saat ini VAIO telah mendapat pengakuan dunia sebagai notebook teringkas, yang dikembangkan berdasarkan gabungan teknologi audio video (AV) tercanggih yang ada dan perkembangan teknologi informatika terkini serta dilengkapi dengan peralatan multimedia profesional dan keseluruhan desain yang canggih.

Prestasi ini terus diraih berkat kehadiran beberapa produk penerus VAIO. Dengan VAIO,  Sony ingin menawarkan pengalaman baru di dunia komputer dan hiburan komprehensif, sekaligus mendekatkan jarak antara kerja dan kesenangan dalam style sempurna.

Bagaimana konsentrasi Sony untuk VAIO di tahun ini di tahun mendatang?

Kami terus menyempurnakan produk VAIO, sejak generasi pertama hingga kini. Dimulai pada musim panas tahun 2006 di Indonesia, VAIO meluncurkan generasi-generasi penerus yang tentunya setiap tahunnya akan bermunculan produk-produk terbaru. Pada tahun ini saja kami telah meluncurkan seri-seri terbaru seperti seri P, W dan X.

Seperti di Jepang, Sony Indonesia juga menerapkan strategi touch point atau sentuhan langsung untuk memperkuat pemasaran VAIO di pasar komputer domestik tahun ini. Ada enam touch point yang menjadi fokus Sony dalam mengembangkan bisnis notebook, yaitu aktivitas hubungan masyarakat (humas), pameran dan expo, iklan melalui website, display produk toko, pusat informasi, dan tenaga penjualan yang kesemuanya saling terintegrasi.

Wakasan-4Berapa target bisnis notebook Sony?

Sampai 2010 mendatang, Sony menargetkan nilai bisnis notebook Sony secara global akan mencapai angka US$ 10 miliar.

Dengan kondisi politik dan ekonomi yang tidak menentu seperti akhir-akhir ini, bagaimana pengaruhnya dengan bisnis  Sony secara keseluruhan?

Walaupun Indonesia mengalami gangguan di bidang politik dan keamanan, tetapi saya pribadi menilai Indonesia bukanlah negara yang tidak stabil, karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi ini segera berlalu dan perekonomian Indonesia cepat pulih. Terbukti, saat ini kondisi rupiah terus menguat dan pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan industri TI.

Bagaimana  dukungan  Sony  sendiri  terhadap  kesejahteraan  bangsa?  Dan  bagaimana dengan industri kreatif dimana pemuda Indonesia akhir-akhir ini menaruh perhatian pada bidang ini?

Perhatian kami terhadap lingkungan sekitar tidak kami lupakan. Sejak didirikan tahun 1995, aktivitas corporate social responsibility (CSR) kami tetap dijalankan. Dan sejak Desember 2007 lalu, kami  mulai mengambil suatu proyek dengan mengadopsi sekolah gratis di sekitar kantor Sony. Kami mendukung penggalangan buku-buku anak-anak untuk sekolah tersebut yang ditangani oleh karyawan Sony sendiri, serta merenovasi perpustakaan dan fasilitas baca untuk murid-murid disekolah tersebut. Disamping itu, Sony secara rutin mengadakan workshop-workshop untuk meningkatkan kemampuan anak bangsa.

Sony juga mendukung aktivitas kreatif, salah satunya pada Sony Expo, Sony menggelar audisi untuk anak muda, misalnya di bidang musik, desain interior dan lain sebagainya.

Pertanyaan terakhir, bagaimana pandangan Anda dengan hadirnya produk lokal, produk bajakan dan ilegal yang pastinya mempengaruhi penjualan Sony di Indonesia?

Keberadaan produk lokal di Indonesia tetap dipandang Sony sebagai kompetitor seperti layaknya merek-merek pesaing yang beredar di Indonesia, namun dapat menciptakan persaingan yang sehat dan dinamis.

Mengenai barang atau aksesoris tiruan untuk produk Sony, Sony mengembalikan pilihan pada konsumen dan Sony tetap percaya diri karena telah menciptakan  produk yang kuat, tahan lama dan berkualitas dengan garansi yang jelas, sehingga resiko untuk konsumen lebih kecil. Sementara untuk produk ilegal, kami berharap pemerintah terus membuktikan keseriusannya menangani hal ini.

2010, ICT Expo Menjadi iT IndoComm

0

03. Menkominfo Tifatul SembiringICT Expo dalam tiga tahun terakhir telah diselenggarakan selama tiga kali. Namun mulai tahun depan, pameran teknologi informasi dan teknologi (TIK) tersebut tidak lagi menjadi agenda tahunan nasional. Hal tersebut dikatakan Achmad Syaifun, Chairman ECMI Indonesia, penyelenggara ICT Expo, saat membuka acara ICT Expo 2009, di JCC Jakarta, (14/12).

“Setelah tahun ini, even yang sama akan dirubah namanya menjadi iT IndoComm 2010,” tukasnya. Dijelaskan Syaifun, perubahaan nama itu karena istilah ICT dianggap terlalu generik dan tidak dapat digunakan sebagai nama sebuah event. Dengan nama baru, iT IndoComm diharapkan menjadi sebuah nama dan merek yang kuat dan mendunia untuk pameran dagang internasional di bidang TIK.

Menteri Komunikasi dan informatika, Tifatul Sembiring berkomentar, perubahan nama pada pameran ini membawa angin positif. “Semoga dengan perubahan nama ini menjadi semangat baru menuju kesetaraan TIK di seluruh Indonesia.” katanya.

ICT Expo 2009 sendiri adalah agenda rutin Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas) yang bertujuan untuk menghimpun para stakeholder di bidang TIK.

ICT Expo pertama kali dihelat pada 2007, dan untuk tahun ini digelar pada tanggal 14 hingga 16 Desember 2009 mendatang. Lewat acara ini, berbagai pihak mulai dari vendor, perusahaan kecil menengah, pemerintah, praktisi hingga akademisi dapat melakukan promosi dan saling berbagi solusi TIK dalam rangkaian acara bernama ICT Forum.

ICT Expo 2009 dimeriahkan oleh sekurangnya 20 perusahaan dunia, diantaranya China, Singapura, Malaysia dan Thailand.

Sementara iT Indocomm rencananya bakal digelar pada 4-6 Mei 2010 di Jakarta Convention Center. Jika pada tahun sebelumnya ICT Expo mengedepankan konsep Business to Business (B to B), dan Business to Government (B to G), maka di tahun 2010 mendatang dicanangkan penggabungan keduanya ditambah dengan konsep Business to Consumer (B to C).

2010, Bisnis Warnet Ketat

0

warnetMenjamurnya bisnis warung internet (warnet) menyebabkan tingginya persaingan antar warnet. Karenanya, para pemilik warnet  harus bersaing ketat dan bisnis di bidang ini harus didukung oleh fondasi yang baik.

“Peluang bisnis warnet dapat memberikan efek yang luas bagi masyarakat. Semakin banyaknya warnet hingga ke pelosok-pelosok daerah berarti memberikan akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Namun harus diingat, bisnis ini harus sehat dan aman. Fondasi yang baik, sangat penting untuk menjadikan industri ini berkembang lebih cepat dan menciptakan masyarakat yang sadar informasi lebih banyak lagi,” kata Irwin Day,  Ketua Umum Asosiasi Warung Internet (AWARI), saat menyampaikan  program asosiasi untuk menjadikan warnet Indonesia yang sehat dan aman dengan  dukungan solusi teknologi dari Microsoft, di Jakarta,  Senin (14/12).

Program kerjasama AWARI dan Microsoft yang disebut sebagai Program i-Café merupakan salah satu komitmen pihak swasta dalam mendukung pertumbuhan perekonomian lokal.

Anti Suryaman, Corporate Lead, PT Microsoft Indonesia  mengatakan, Microsoft selalu mendukung AWARI untuk  memberikan solusi teknologi yang legal, up-to-date, dan aman serta dukungan program pemasaran warnet. Langkah ini dijalankan untuk membangun integritas warnet dalam program perlindungan HAKI dan menjamin keamanan konsumen sebagai pengguna jasa.

Saat ini jumlah anggota AWARI di seluruh Indonesia 800 orang yang mewakilkan sekitar 2,400 warnet. Total warnet yang ada di Indonesia diperkirakan mencapai angka 20,000 dengan rata-rata jumlah PC per warnet 10 – 12 unit. Dari jumlah tersebut, mayoritas pengguna warnet adalah pelajar, pekerja dan masyarakat umum.

Sedangkan jumlah pengakses internet di Indonesia menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencapai angka 25 juta atau 10.4%. Dengan kata lain pengakses internet bukan mengakses dari PC pribadi namun dari tempat-tempat umum.  Keadaan ini  menyebabkan peluang tumbuhnya warnet di Indonesia semakin cepat,  yang sekaligus berperan untuk mempersempit kesenjangan digital.

ICT Expo 2009, Persempit Kesenjangan Digital

0

02. ICT EXPO 2009 - Achmad Syaifun & Tifatul SembiringICT Expo 2009 secara resmi dibuka hari ini (14/12) di JCC, Jakarta. Tahun  ini yang merupakan penyelenggaraan untuk ketiga kalinya, ICT Expo 2009  kembali mengedepankan sinergi antara vendor, konsumen, pemerintahan dan  dunia pendidikan. Karenanya selain berupa pameran, ICT Expo 2009 juga  menghadirkan ICT Forum dimana para penggiat teknologi informasi (TI) dapat  saling berdiskusi mengenai perkembangan TI di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring dalam sambutannya mengatakan, “Ketersedian infrastruktur yang canggih berperan penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. TI juga menjadi sandi dalam membuka pintu investor.”

Saat ini, tambahnya, salah faktor pendorong tumbuhnya TI adalah, accesbility yang terdiri dari ketersediaan, keterjangkauan harga, dan kesiapan. “Jika ketiganya bisa dijalankan, TI tanah air bisa menjangkau dari Sabang sampai Marauke.”

Untuk menutup kesenjangan TI, pemerintah tengah melakukan beberapa hal, salah satunya adalah pembangunan Palapa Ring.

Senada dengan Tifatul, Wakil Ketua DeTIKNas, Zainal Hasibuan mengatakan, DeTIKNas yang ditunjuk langsung oleh pemerintah akan menjalankan beberapa  program untuk meningkatkan TI di Indonesia, diantaranya  membentuk e-Goverment change yang berfungsi untuk mengubah pemerintahan agar lebih mudah dan simpel. Yang kedua, e-Health, yang menghubungkan layanan kesehatan  mulai dari rumah sakit sampai dengan Posyandu. Dan yang ketiga adalah e-Bussines, yang dapat mempertemukan pembeli dan penjual di dalam  marketplace secara mudah.

01. ICT EXPO 2009 - Tifatul SembiringAchmad Syaifun, Chairman ECMI Indonesia yang merupakan penyelenggara ICT Expo menambahkan, meski pameran tahun ini tidak melibatkan perusahaan multi nasional karena krisis global, tetapi ICT Expo 2009 tetap diupayakan sebagai salah satu penggerak kemajuan TI dan mempercepat upaya mempersempit kesenjangan digital di Indonesia.

ICT Expo 2009 yang akan dilaksanakan hingga Rabu, 16 Desember 2009 mendatang juga memperkenalkan Mobinity.net (mobile community network) kepada publik untuk pertama kalinya. Mobinity adalah  sebuah aplikasi ODP (On-Device Portal) yang khusus dibuat untuk komunitas mobile dan dikembangkan oleh perusahaan bernama PT InTouch Innovate Indonesia.

Kendro Hendra
, CEO PT inTouch mengatakan, “Kami telah menjalin kerjasama dengan semua operator GSM: 3, Axis, Indosat, Telkomsel dan XL yang akan membantu memasarkan layanan mobinity ke 100 jutaan pelanggan yang sudah ada.”Untuk pengguna baru, lanjut Kendro, “Kami menjalin kerjasama dengan
semua ponsel merk lokal utama untuk membenamkan / pre-install aplikasi dan APN Mobinity dalam ponsel sehingga pengguna dapat langsung menikmati layanan dengan cepat dan mudah.

Saat meresmikan Mobinity, Menkominfo Tifatul mengatakan, “Slogan Made in, by, for Indonesi yang diusung Mobinity sesuai dengan ciri demokratisasi informasi yang tengah dibangun bangsa Indonesia.”

mobinity-Launch-photos“Aplikasi ini adalah faktor pemicu dan penggerak bagi kemunculan inovasi buatan bangsa sendiri di masa mendatang. Kami bangga dapat menggagas aplikasi ini agar diluncurkan berbarengan dengan ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009,” komentar Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM yang menjadi media partner dalam  ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009.

Mobinity sendiri berfungsi semudah layanan yang ditawarkan Blackberry tetapi dengan fitur-fitur yang lebih canggih, seperti MobiFriends (client untuk Facebook, Twitter, dan lain-lain), MobiChat untuk instant messaging, MobiGroups untuk akses Facebook Groups, MobiNews untuk akses full news (bukan RSS) yang lengkap dengan foto, serta fungsi-fungsi lainnya. Yang menarik, Mobinity bisa diaplikasikan di semua jenis ponsel, termasuk ponsel murah. Biaya akses Mobinity juga hanya Rp. 500 per hari.

Telah Terbit BISKOM Desember 2009

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Presiden Direktur PT Sony Indonesia, Koji Wakaizumi (Terima kasih kepada PT Sony Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Desember 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Presdir PT Sony Indonesia, Koji Wakaizumi, VAIO dan Playstation Kunci Pertumbuhan Sony

• FIGURE:
– Ketua Awari, Irwin Day, Prospek Bisnis Warnet Masih Cerah
– Kasie BPKB Polda Metro Jaya, Kompol Indra Jafar, Optimalkan TI, Polisi Tingkatkan Pelayanan
– Presdir PT Enerren Technologies, Cri Sukma Ratunegara, 2010, Pasar perangkat GPS tumbuh Pesat

• HEADLINE:
– TI 2010: Optimisme, Peluang dan Tantangan
– PIRANTI KERAS, Terus Tumbuh dan Menyebar
– TELEKOMUNIKASI, Antara Kompetisi dan Regulasi
– INFRASTRUKTUR, Komunikasi Lancar
– INTERNET, Security First!

• FOCUS:
– Teknologi  Yang Usang dan Yang Baru
– Belanja TI Global 2010 Cenderung Menurun
– IPv6, Next Generation Internet

• BROWSING:
– 2010, Google Phone Beredar?
– Opera Mobile 10 Beroperasi di Windows Mobile
– FIFA 10 Terjual 4,5 Juta Kopi

• INSPIRATION:
– Dirgayuza Setiawan: Wave, Apa dan Mengapa?
– Muhamad Jafar Elly: Jejaring Sosial Dalam Membangun Opini Publik
– Cecilia Lusiani: Pekerjaan Rumah TI Untuk 2010
– Ibnu Rizal: Memilih Toko Online Yang Tepat

• REVIEW & CELLULAR:
– Canon WUX10 Mark II & SX80 Mark II
– Canon Legria HFS11 dan Legria HF21
– HP TouchSmart
– SpeedUp N100
– LG Crystal GD900
– Nokia 2690
– HT-Mobile G31

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

ICT EXPO dan ICT FORUM 2009

1

ScreenshotEXHIBITION and CONVENTION MANAGEMENT INTERNATIONAL atau yang lebih dikenal dengan ECMI menyelenggarakan Pameran dan Forum ICT INDONESIA 2009 – event internasional di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jaringan dan Infrastruktur, Penyiaran dan Media Digital di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 14 – 16 Desember 2009 (09.30-17.00). Kategori utama produk yang digelar di event ini mencakup bidang yang sangat luas terkait teknologi informasi dan komunikasi seperti perangkat keras, peralatan, jasa-jasa layanan, solusi binis dan perangkat lunak dan sebagainya.

Teddy Sukardi, ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), sebagai salah satu lembaga yang mendukung event ini mengatakan bahwa banyak manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan melalui kunjungan ke ICT EXPO INDONESIA 2009. Bersamaan dengan pameran, juga ada FORUM yang diadakan selama tiga hari penuh yang memusatkan pembahasan pada masalah ICT Outlook 2010, New Policies & Regulation, e-Government, ICT in Disaster Management, IT for Education, e-Learning, Broadband, Mobile & Wireless, Security and Storage dan Digital Media. “Pengunjung dapat menyaksikan berbagai produk dan teknologi baru serta rancangan produk yang akan diluncurkan di masa depan, selain itu tentu saja pengunjung bisa langsung merasakan denyut nadi perekonomian dan kecenderungan perkembangan industri dan dunia usaha di tahun 2010” jelas Teddy.

Sementara itu pihak penyelenggara sendiri memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melakukan pendaftaran secara online di www.ictindonesia.com/reg/ yang mana selain akan mendapat kesempatan memenangkan undian berhadiah, seluruh pengunjung pre-registered juga akan diberikan sebuah buku catalog pameran senilai Rp. 50.000,-

ICT EXPO dan ICT FORUM 2009 ini didukung oleh Depkominfo, Departemen Perindustrian, KADIN, FTII dan Detiknas serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.

MAG Gelar Belanja Tengah Malam

0

IT Center - MAGDi penghujung tahun menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2010, banyak pusat-pusat perbelanjaan menggelar berbagai program promo dan diskon.

Mal Artha Gading, Jakarta misalnya, juga menggelar acara bertema Midnite Sale atau Belanja Tengah Malam untuk memberikan   kesempatan kepada para pengunjung untuk mempersiapkan kebutuhan liburan Natal dan Tahun Baru lebih awal.

“Didukung oleh seluruh tenant Mal Artha Gading, acara ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2009. Artinya, seluruh toko yang ada di Mal Artha Gading akan buka sampai tengah malam, sehingga para pengunjung dapat berbelanja kebutuhan Natal dan Tahun Baru dengan lebih santai. Bukan itu saja, kami juga menggelar promo berupa diskon khusus sampai dengan 70% di toko-toko tertentu,” papar Eko Kusumo, Promotion Manager MAG.

Selain acara Midnite Sale, pada tanggal 11 Desember akan ada penampilan The Master Junior Goes to Mall dan pada tanggal 12 Desember pengunjung akan dihibur  oleh penampilan penyanyi Delon, dan atraksi DJ.

Sedangkan pada hari Minggu, 13 Desember akan diadakan lomba memecahkan rekor MURI melukis terpanjang di dalam Mal.

Seluruh acara ini adalah rangkaian dari program Perayaan Natal yang dilaksanakan di Atrium India, MAG,  yang dilakukan sejak tanggal 1-13 Desember 2009. Melibatkan puluhan sekolah dari Kelapa Gading dan sekitarnya, acara ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya menghadirkan   penyanyi papan atas, Krisdayanti, untuk menghibur para pengunjung MAG di Atrium Millenium dan juga menggelar  pameran komputer dari tanggal 26 November – 13 Desember 2009 di lantai 1 koridor Persia.

Sementara itu Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah Biskom mengucapkan terima kasih kepada pihak pengelola MAG yang telah memberikan kesempatan  mengadakan pameran komputer dari tanggal 26 November – 13 Desember 2009 di lantai 1 koridor Persia, kepada para pengusaha komputer di MAG IT Center serta berbagai pihak Vendor  TI seperti Acer, Asus, Axioo, Dell, HP, Samsung, Sony Vaio, Speed Up, A-Note, Canon, Apple, Hanvon, Logitech, Zyrex, Byon dan lain-lainnya sehingga dapat turut memajang produk-produk mereka dengan berbagai tawaran diskon dan juga hadiah  menarik akhir tahun.

“Kami yakin para pengusaha TI di Mal Artha Gading dapat memanfaatkan Midnite Sale untuk meningkatkan omset mereka, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Vendor Acer, Asus dan Zyrex yang telah mencantumkan pamerannya pada iklan yang ditayangkan di media Kompas” tutur Soegiharto.

Pendapatan Fujitsu Meningkat

0

foto fujitsuPT Fujitsu Indonesia, membukukan kenaikan pendapatan sebesar  12 kali lipat dibanding lima tahun yang lalu. meski kondisi ekonomi dunia tengah dilanda krisis. Pencapaian tersebut berupa trend peningkatan perolehan pendapatan tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan  keberadaan Fujitsu produk di pasar ICT Indonesia sudah memiliki representasi dan sebagai alternatif pilihan product yang dapat diandalkan pelanggan di Indonesia.

“Di saat pasar cenderung mengalami kelesuan, pencapaian kami  cenderung meningkat. Kami semakin yakin dan lebih membuka diri untuk dapat bersaing dengan produk lain yang mungkin telah lama bermain di pasar lokal di Indonesia,” kata Kurnia Wahyudi, Country Manager Platform Products Fujitsu Indonesia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/12)

Menurut Wahyudi, Fujitsu senantiasa berkomitmen memelihara hubungan bisnis yang kokoh dengan seluruh pihak berkepentingan, termasuk para mitra, reseller, distributor dan pelanggan melalui  program  Select Partner. Program yang digulirkan di sejumlah negara ASEAN dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan yang ingin menurunkan biaya TI sekaligus meningkatkan efisiensi energi, melalui jaringan penjualan (para reseller).

Regional Partner Management Director Fujitsu, Jarunya Imtanasan menambahkan, program ini menawarkan berbagai benefit bagi para reseller sehingga mereka bisa memaksimalkan tingkat pengembalian investasi TI para pelanggan akhir. Para reseller yang mendapat sertifikasi sebagai Select Partners akan memperoleh aneka ragam benefit dan akses ke sumber daya yang memungkinkan mereka mendapatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan terhadap solusi-solusi Fujitsu. “Program ini terbuka bagi para reseller untuk berbagai macam penawaran termasuk server Primergy, sistem storage Eternus, solusi atau aplikasi virtualisasi, integrasi sistem dan sebagainya. Program ini tersedia di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Vietnam,”ujarnya.

Untuk masuk sebagai Select Partner, kata  Jarunya, reseller harus memiliki sertifikasi server Primergy dari Fujitsu Asia atau sistem storage Eternus dan mengirimkan profil bisnis lengkap. Para reseller yang masuk sebagai Select Partner secara eksklusif mendapatkan peralatan pendukung untuk penjualan dan pengembangan bisnis seperti manajemen account, dukungan pra penjualan dan aktivitas pemasaran bersama. “Fujitsu yakin bahwa manfaat unik yang ditawarkan dari  Select Partner Program ini  sangat berharga bagi para pihak berkepentingan,” sambungnya.

Bisnis EMC Tumbuh 13% di Kuartal III

0

foto adi EMCEMC menyatakan, pada kuartal ketiga tahun fiskal 2009, perusahaan solusi infrastruktur informasi tersebut mengalami pertumbuhan pendapatan double-digit sebesar 13%. Dengan demikian angka tersebut  meningkat sebesar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  EMC yang memiliki 21,94% pangsa pasar terbesar kedua di Indonesia,  untuk pasar storage eksternal segmen kelas atas dan menengah   melihat bahwa di dalam iklim ekonomi saat ini, semakin banyak perusahaan kelas atas dan menengah yang semakin peduli untuk menjaga keunggulan kompetitif mereka, dimana hal ini dapat dicapai melalui efisiensi operasional TI.

“Karena itu, kami tetap fokus pada prioritas utama pelanggan kami untuk akhir tahun 2009, antara lain menghemat pengeluaran, mendapatkan ROI dengan cepat, mengurangi resiko, dan mempercepat adopsi virtualisasi pusat data serta membantu mereka untuk melakukan transisi ke infrastruktur private cloud,”ungkap Adi Rusli, Country Manager EMC Indonesia kepada wartawan di Mid Plaza Hotel, Rabu (9/12).   Hingga saat ini, EMC berhasil mendapatkan lebih dari 50 pelanggan baru dalam segmen perusahaan (enterprise) dan segmen komersial.

Meskipun roda ekonomi melambat dalam sembilan bulan pertama di tahun 2009, beberapa  perusahaan  di Indonesia tetap terus berinvestasi dalam teknologi. Pasalnya TI   dapat  membantu mereka dalam mengelola, melindungi, mengamankan, memanfaatkan serta mengoptimalkan aset informasi digital mereka. “Departemen TI dari berbagai perusahaan  tersebut semakin fokus dalam menciptakan nilai, memperbaiki tingkat layanan dan meningkatkan efisiensi sumber daya TI untuk perusahaan masing-masing,” tambahnya.

Adi  menegaskan empat pendekatan EMC  untuk masuk ke pasar  dengan membantu  perusahaan yang sedang berkembang di Indonesia seperti   mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi operasional dalam iklim ekonomi makro yang kian pulih. Keempat pendekatan  tersebut  (Segmentasi Pasar,Teknologi, Komunitas Channel dan EBC (Executive Briefing Centre) dilakukan   guna melengkapi niat  EMC untuk berinvestasi lebih dari US$ 1,7 miliar lintas Asia Pasifik dan Jepang.

Investasi tersebut bertujuan  untuk memperkuat inovasi produk dan perkembangan EMC, dukungan pelanggan serta kapabilitas masuk pasar di seluruh wilayah  tersebut  pada 2012.

InTouch Luncurkan Mobinity di ICT Expo 2009

0

mobinity.netMasyarakat Indonesia terkenal sebagai pencinta gadget yang fanatik. Hal ini terlihat pada Nokia Communicator dimana Indonesia menjadi pasar dunia terbesar untuk gadget mewah ini.  Disusul Blackberry (BB) yang menggantikan posisi Communicator. Bahkan kini, pasar menengah-bawah pun membuat kejutan dengan rela mengantri panjang untuk mendapatkan ponsel Qwerty asal China yang berbentuk seperti BB yang konon dalam beberapa bulan berhasil menempati posisi 2 besar di pasar ponsel Indonesia dan menyalip para pemain lama asal Korea dan Amerika yang sudah beroperasi bertahun-tahun di sini.

Kecintaan akan ponsel Qwerty oleh pasar menengah-bawah (Rp. 750.000–Rp. 1juta) ini disebabkan terutama karena bentuknya yang sepintas persis seperti BB dan fenomena jejaring sosial seperti Facebook,  walaupun apa yang ditawarkan ponsel berbasis MTK ini sebenarnya tidak lebih sekedar solusi launcher untuk mengakses berbagai layanan melalui browser dengan kemampuan sangat terbatas.

Padahal sebenarnya, Indonesia pun mampu membuat sendiri solusi yang ditawarkan perusahaan luar negeri tersebut.  Buktinya, PT InTouch Innovate Indonesia (www.get-intouch.com), anak perusahaan Skybee, telah mengembangkan aplikasi bernama Mobinity.net (mobile community network) yang merupakan aplikasi (client) jejaring sosial dengan kemampuan setara BB dan dilengkapi dengan APN (Access Point Name) khusus yang memungkinkan operator menyediakan paket data tak terbatas (unlimited) sehingga layanan dapat dinikmati oleh pengguna sepuasnya dengan harga mingguan atau bulanan tetap yang terjangkau.

Dengan Mobinity (www.mobinity.net), pengguna dapat menikmati berbagai layanan seperti MobiFriends (client untuk Facebook, Twitter, dan lain-lain), MobiChat untuk instant messaging, MobiGroups untuk akses Facebook Groups, MobiNews untuk akses full news (bukan RSS) yang lengkap dengan foto, serta fungsi-fungsi lainnya.

Yang menarik, masyarakat pecinta ponsel Qwerty murah kini tidak saja bisa mendapatkan BB (BentukBeken) dengan harga di bawah Rp. 1 juta, tapi juga dengan layanan BB (BenarBerguna) tanpa BB (BebanBerat). Cukup Rp. 500/hari untuk layanan Mobinity sepuasnya.

Layanan Mobinity yang saat ini berjalan di platform Symbian S60 dan Java-MIDP-2 ini membidik pasar pengguna yang sudah ada maupun pengguna baru.

Kendro Hendra, CEO PT inTouch Innovate Indonesia mengatakan, “Kami telah menjalin kerjasama dengan semua operator GSM: 3, Axis, Indosat, Telkomsel dan XL yang akan membantu memasarkan layanan mobinity ke 100 jutaan pelanggan yang sudah ada.”

Untuk pengguna baru, lanjut Kendro, “Kami menjalin kerjasama dengan semua ponsel merk lokal utama untuk membenamkan / pre-install aplikasi dan APN Mobinity dalam ponsel sehingga pengguna dapat langsung menikmati layanan dengan cepat dan mudah.”

Mobinity sendiri akan diluncurkan bersamaan dengan event ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009, tanggal 14 – 16 Desember 2009 di Jakarta Convention Center (JCC).

Mengomentari kehadiran aplikasi ini, Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, “Mobinity yang 100% dibuat anak bangsa dan berjalan di ponsel merk nasional serta dengan harga akses yang terjangkau ini akan meningkatkan demokratisasi terhadap informasi bangsa Indonesia.”

“Slogan made in, by, for Indonesia sangatlah tepat sebagai semangat bagi semua pelaku industri komunikasi dan informatika untuk meningkatkan industrinya tanpa melupakan masyarakat menengah bawah,” tambah menteri berlatar belakang pendidikan TI ini.

Sementara Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM yang menjadi media partner dalam  ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009 mengatakan, “Mobinity merupakan sebuah mahakarya yang dibuat di Indonesia, oleh putra-putri Indonesia, dan dirancang khusus dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Oleh karenanya kami pun menggagas agar aplikasi ini bisa diluncurkan berbarengan dengan ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009, agar kemunculannya bisa menjadi faktor penggerak bagi berkembangnya karya-karya inovasi lainnya.”

Indra Putra, Direktur ECMI (EXHIBITION and CONVENTION MANAGEMENT INTERNATIONAL), penyelenggara Expo dan ICT Forum Indonesia 2009 mengatakan, “Suatu kebanggaan bagi kami dimana acara yang mengedepankan aspek B to B dan B to G ini menjadi ajang yang tepat untuk meluncurkan Mobinity.net. Mengingat acara ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah, kami berharap karya anak bangsa lainnya bisa berkembang dan digunakan di dalam negeri sendiri, agar investasi dan devisa negara tidak lari ke negara lain.”

Dalam acara peluncuran juga akan dilakukan penandatanganan piagram kerjasama antara inTouch sebagai pemilik dan pengelola Mobinity dengan semua operator GSM (3, Axis, Indosat, Telkomsel, XL), vendor ponsel merk nasional utama (D-One, G-Star, i-Mobile, IVIO, MITO, Ti-Phone, Venera) serta mitra konten Mobinity (Detik, Kaskus, Kompas, Republika, Seleb-TV, The JakartaPost, Biskom) diatas piagram merah-putih ukuran 8 meter dengan tulisan “Proudly made in Indonesia, by talented Indonesian, for united Indonesia”.