Home Blog Page 1010

Menristek Harap Atlas Digital Mudah Diakses

0

foto men2Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Suhana Surapranata berharap, Altas Nasional   yang diterbitkan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dapat  ditempatkan pada media yang terjangkau masyarakat secara luas seperti ponsel.

Pembuatan  altas digital atau atlas online harus   sudah dirintis mengingat perkembangan teknologi informasi (TI) yang begitu cepat. “Pergeseran paradigma menuju masyarakat yang berbasis TI telah mengarah kepada pola pembangunan yang tidak lepas dari TI, karenanya hal ini harus diantisipasi oleh semua pihak  termasuk  Bakosurtalal yang mengeluarkan produk geopasial,” ungkap Menristek  disela peluncuran Atlas Nasional Indonesia  (ANI)  volume II bertema Potensi dan Sumberdaya  di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12).

Demi  tercapainya kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan nasional haruslah berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) dan budaya bangsa yang dikelola melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang memadai.

“Atlas nasional   yang dibuat  oleh Bakosurtalal akan menjadi refrerensi bagi  para pemangku kepentingan,  pengambil kebijakan untuk membuat perencanaan pembangunan kedepan yang tentunya  memerlukan informasi geopasial kewilayahan dan potensi sumber daya dari masing-masing wilayah tersebut,” ujar  Suharna.

Bangsa ini, kata Menristek,  memerlukan informasi lokasi dan potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, sumber energi, upaya pelestarian lingkungan,  dan penanggulangan bencana termasuk  informasi yang terkait dengan wilayah dan kondisi alam tersebut. Demikian juga  dengan pembangunan kreativitas dan inovasi teknologi yang didasarkan pada keunggulan SDA dan SDM lokal sehingga  kreativitas dan inovasi teknologi  tersebut dapat lebih mengakar dan dipelihara secara  berkesinambungan.

Selain itu, Atlas nasional   juga   berperan untuk meningkatkan kesadaran geografis masyarakat dimana saat ini apresiasi mereka terhadap peta masih rendah. Rendahnya kesadaran geografis berpengaruh negatif  pada kepedulian masyarakat atas permasalahan territorial bangsa. Karena itulah, peluncuran atlas nasional ini akan berkontribusi dalam upaya membangun masyarakat yang memiliki budaya  spasial.

Pemerintah Berkolaborasi Pada ICT Expo 2009

1

Tifatul SembiringTeknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berkembang dengan cepat telah menjadi sebuah kebutuhan dalam setiap aspek kehidupan. Bagi sebuah negara atau dunia usaha yang ingin tumbuh berkembang dengan cepat dalam arena persaingan perekonomian dewasa ini, ketersediaan dukungan perangkat infrastuktur, sistem dan jaringan yang canggih merupakan prasyarat mutlak. Tidak terkecuali bagi sektor pemerintahan, dunia usaha atau jaringan sosial, TIK bagaikan  kata sandi pembuka bagi penghuni dunia untuk bergerak lebih jauh dan cepat ke tingkat yang lebih tinggi.

Industri TIK di Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dalam beberapa tahun belakangan. Investasi dalam jumlah besar sudah ditanamkan dalam upaya untuk mempersempit kesenjangan digital di negara kita. Dimulai dengan proyek Palapa ring tahun ini dan berlanjut terus ke proyek “Community Access Point ( CAP )” di tiga propinsi yang melayani 220 lokasi.

“Proyek CAP dirancang untuk mengatasi tantangan pembangunan infrastruktur TIK untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan spesifik masyarakat kita yang beraneka ragam, baik secara geografis maupun sosial ekonomis,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

Karenanya, papar Tifatul, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) terus mendukung usaha berbagai pihak untuk mengembangkan TIK, termasuk lewat berbagai event seperti ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009.

“Acara ini mencerminkan kuatnya keinginan kita untuk mengambil langkah kongkrit dan melalui usaha bersama mewujudkan visi membangun bangsa menjadi sebuah masyarakat informasi secara total. Saya menghimbau dan mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor TIK untuk bekerjasama dan bersatu padu untuk mencapai tujuan kita melalui langkah dan tindakan proaktif di event yang penting ini,” katanya.

Melalui acara ini, berbagai pihak, baik regulator, pengembang infrastruktur, pemberi layanan jasa, konten dan solusi diharapkan dapat bekerjasama untuk mencari jalan keluar atas berbagai tantangan yang dihadapi dewasa ini. Semua hal tersebut akan mendorong terjadinya pertumbuhan yang berkelanjutan bagi bangsa kita.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara event ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009 yang menghimpun para pelaku bisnis dan industri bersama-sama menggelar produk terbaik mereka di ICT Expo dan berbagi pengalaman di ICT Forum. Kepada seluruh peserta pameran, pembicara dan delegasi, saya harap Anda mendapatkan hasil yang memuaskan dalam tiga hari terselenggaranya event ini,” tambah Menteri.

ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 Desember 2009 di Jakarta Convention Center (JCC) diselenggarakan untuk ketiga kalinya dan tahun ini lebih bersifat B to B serta B to G. Ditargetkan untuk dihadiri sekitar 10.000 orang, pada sesi ICT Forum akan dibahas masalah e-Government, e-Infrastructure, e-Education dan e-Learning, ITC in Disaster Management, Cyberlaw dan topik lainnya.

Steering Committee event  ini antara lain beranggotakan Zainal Hasibuan, Teddy Sukardi dan Richardus Eko Indrajit. Sementara majalah BISKOM menjadi media partner dalam acara ini.

Jember, Go Open Source: Meningkatkan Derajat Bangsa Dengan Open Source

0

igos jemberDalam rangka implementasi SE Menpan No. 01/M.PAN/3/2009, Pemerintah Kabupaten Jember pada hari Sabtu 28/11 mencanangkan Jember, Go Open Source. Rangkaian kegiatan yang dilakukan  di Aula Politeknik Jember adalah Seminar Nasional dengan tema “Pemanfaatan Opensource dalam Pendidikan dan Dunia Usaha”, Narasumber yang hadir antara lain Achmad Sudiyono, (Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Jember), Mirfano (Kepala Dinas  Koperasi dan UMKM, Kabupaten Jember) dan Agus Sediadi (Kabid Kemitraan Lembaga TI, Ristek). Peserta seminar terdiri dari para guru seluruh Pemkab Jember, berjumlah lebih dari 1000 peserta. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelatihan-pelatihan gratis tentang penggunaan sistem operasi dan aplikasi opensource.

Agus Sediadi dalam sambutannya mengatakan dengan berlakunya undang-undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk mengatasi meningkatnya pembajakan perangkat lunak, juga menjadi faktor paling mendasar terciptanya ide untuk menyosialisasikan open source di seluruh Indonesia, “Indonesia yang selama ini dikenal sebagai negara pembajak, sudah saatnya mengganti mindset yang tertanam sejak lama itu, kita harus meningkatkan derajat bangsa dengan open source” ujar Agus.

Nara sumber lainnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jember, Mirfano menambahkan, open source sebagai alternatif untuk melawan kapitalisme di Indonesia. “Kapitalisme adalah sistem yang dijalankan oleh sebuah negara yang menuntut masyarakatnya mematuhi perda-perda yang mereka buat sendiri. Seluruh sistem dalam sebuah negara terpusat dan dikuasai sendiri termasuk dalam pembentukan badan hukum,” jelasnya.

Kegiatan pencanangan ini diadakan bertepatan dengan pembukaan acara pameran komputer bertajuk PARADIX 2009, bertempat di Gedung Soetardjo, Universitas Jember. Dalam proses migrasi, Kabupaten Jember menggandeng JOSSCenter (Jember Open Source Software Center), komunitas penggiat dan pengembang opensource di Jember. Untuk proses migrasi JOSSCenter akan menggunakan distronya sendiri yaitu Dewalinux yang merupakan distro linux hasil remastering dari Ubuntu.

Kegiatan ini didukung oleh Apkomindo Jember, Diknas Jember, Dinas Koperasi, Telkom Jember, Politeknik Negeri Jember, Harian Radar Jember (Jawa Pos Group ) dan IGOS Center Jember (JOSS Center).

Jika Saling Berbagi, Open Source Pasti Berkembang

1

Anton-3R. Anton Raharja telah membuktikan bahwa sistem operasi bersumber terbuka (open source) dapat menciptakan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Arsitek di bidang open source ini telah mengembangkan VoIP Rakyat, Briker, PlaySMS dan sejumlah aplikasi lainnya yang penggunanya hingga kini terus bertambah.

Meski karyanya begitu banyak, kelahiran Banjar yang pernah mendapatkan penghargaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI atas jasanya dalam mengembangkan FOSS di Indonesia ini masih memiliki banyak rencana terhadap tumbuhnya open source di Indonesia.

Simak petikan wawancara BISKOM dengan CEO PT. Infotech Media Nusantara ini usai menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di Mall Artha Gading Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kapan Anda mulai tertarik pada open source dan hal apa yang Anda suka dari open source?
Saya memulai open source sejak 11 tahun silam, saat masih kulian di STT Bandung. Saya tertarik open source sejak saya mengetahui bahwa dengan platform lain saya sulit untuk mendapatkan apa yang saya mau, serasa tidak bebas. Kebebasan dalam mendapatkan manfaat maksimal dari aplikasi yang akan membantu kerja kita sangat penting bagi saya. Dengan open souce, kita bukan hanya bisa melakukan perubahan yang kita butuhkan berdasarkan apa yang ditawarkan aplikasi tersebut, tetapi dapat pula merubah hampir seluruhnya bila memang diperlukan. Kebebasan yang saya butuhkan ini juga dapat diperoleh dengan biaya relatif rendah. Keuntungan besar yang saya peroleh melalui pemanfaatan sistem operasi open source  tentunya adalah tercapainya tujuan penggunaan aplikasi tersebut secara maksimal. Dan satu hal yang saya suka dari open source adalah saya dapat mengembangkan dan meng-update kode, lalu menciptakan aplikasi open source yang lebih baik dan berguna untuk orang lain.

Bagaimana ceritanya Anda mengembangkan VoIP Rakyat?

Pada tahun 2004, saya mulai mengambangkan VoIP Rakyat dimana pada saat itu biaya komunikasi masih sangat mahal, dan VoIP hadir sebagai media komunikasi alternatif. Inspirasinya datang setelah saya dan teman-teman di Bandung kerap berkomunikasi dengan teman-teman di ICT Center Jakarta secara realtime melalui internet. Dengan VoIP Rakyat, kita bagai membangun operator telekomunikasi sendiri dan mengganti barang yang mahal dengan perangkat berbasis open source yang relatif lebih murah.  Nama VoIP Rakyat sendiri dipilih berdasarkan usulan teman-teman di ICT Center.

Apa saja yang bisa kita dapatkan dari VoIP Rakyat? Dan berapa banyak orang yang sudah menggunakan VoIP Rakyat?
Sebenarnya aplikasi ini mrip dengan Skype. Pengguna dapat berkomunikasi via teks, voice maupun video.  VoIP Rakyat bekerja dengan jaringan internet sehingga untuk berkomunikasi kita tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, kecuali biaya akses internetnya. Data statistik VoIP Rakyat dapat dilihat di website http://www.voiprakyat.or.id bagian kanan atas. Disitu bisa dilihat saat ini sekitar 80 ribu account terdaftar, tetapi hanya 20 ribu account yang aktif. Saya berharap jumlah account tersebut semakin bertambah besar dari waktu ke waktu. Jumlah subscriber yang besar merupakan tanda kemajuan yang positif, salah satunya adalah semakin baiknya infrastruktur jaringan internet. Infrastruktur yang berkualitas baik dan tersebar merata akan menyebabkan lebih banyak pengguna yang dapat memanfaatkan VoIP Rakyat. Lebih bagus lagi bila ternyata ada saingan VoIP Rakyat sehingga masyarakat dapat memilih untuk menggunakan layanan yang lebih baik. Yang penting bagi kami adalah TI masa depan ini hadir lebih dini untuk rakyat Indonesia.

Lalu bagaimana dengan Briker, Anda mengem­bangkan­nya sendiri?
Saya bersama tim dari PT. Infotech Media Nusantara (www.itmn.co.id) pada tahun 2008, serta beberapa teman lainnya yang aktif mengelola VoIP Rakyat, termasuk Kang Onno Purbo, yang menggagas nama Briker. Awal September 2009 lalu kami juga telah merilis versi 1.2 yang dapat diinstall pada mesin selain Intel dan dapat diinstall pada mesin berke­mam­puan 64 bit.

Apa beda Briker deng­an VoIP Rakyat?
Beda dengan VoIP Rakyat, Briker merupakan distro Linux. Dengan Briker, siapa­pun dapat membuat aplikasi VoIP sendiri untuk digunakan dalam lingkungan kecil, seperti dalam kampus atau kantor.Briker adalah Internet Protocol Private Branch Exchange (IPPBX) berbentuk software. Dengan meng­install Briker pada komputer, maka komputer berubah menjadi mesin PBX atau perangkat switching komuni­kasi telepon dan data, dengan kemampuan teleko­munikasi via jaringan internet protocol. Jadi untuk menggunakan Briker, pengguna tidak harus terhubung dengan VoIP Rakyat, cukup dengan internet atau LAN saja.

Selain VoIP Rakyat dan Briker, adakah aplikasi open sour­ce lain yang Anda cipta­kan?
Saya dan tim juga mengem­bangkan aplikasi bernama Bandwidth Justificator for Administrator (Banjar) dan PlaySMS. Banjar adalah aplikasi yang dapat dipakai untuk memudahkan admin dalam menge­lola jaringan dan memastikan penggunanya untuk mendapat bandwidth sesuai dengan yang seharusnya. Lalu PlaySMS berfungsi sebagai SMS gateway. Kita dapat melakukan banyak aktifitas yang basic-nya menggunakan SMS seperti menge­lola SMS yang masuk, menampilkan SMS di website, melakukan polling via SMS, meminta atau memasukkan data ke server via SMS, serta mengirim SMS lewat website.

Keduanya bisa digunakan pada distro apa?
Semua distro Linux, selama ada dukungan PHP dan aplikasi-aplikasi yang diperlukan. PlaySMS juga bisa dijalankan di sistem operasi selain Linux, termasuk Windows.

Adakah aplikasi berbasis VoIP lainnya yang juga Anda perkenalkan?
Ada yang namanya PlayVoIP dan Play Billing. PlayVoIP adalah aplikasi kecil yang digunakan untuk membangun layanan VoIP seperti VoIP Rakyat dan telah digunakan pada beberapa pemerintah kabupaten. Sementara PlayBilling adalah aplikasi perhitungan biaya untuk hotspot, namun aplikasi ini tidak saya kembangkan lebih lanjut karena sudah banyak aplikasi serupa yang lebih dahulu berkembang dan memiliki kemampuan lebih lengkap.

Anton-1Menurut Anda, bagaimana perkembangan open source di Indonesia?

Sangat pesat. Saya memulai menyentuh open source dengan melakukan instalasi distribusi Linux di komputer teman. Saat itu bila kita melakukannya dengan gaya platform lain, “klak klik next next next”, maka kita hanya akan mendapatkan layar hitam dengan prompt yang siap menerima perintah dengan ketikan, tidak ada warna warni dan tampilan GUI yang menarik.

Lain dulu lain sekarang, kini komputer yang di-install Linux mempunyai tampilan yang indah dengan proses instalasi yang relatif cepat dan “klak klik next next next”. Dulu tempat bertanya dan belajar aplikasi open source pun amat terbatas, IRC merupakan sarana yang paling sering digunakan untuk berdiskusi dengan para ahli dan mendapatkan jawaban. Lain dulu lain sekarang, kini terdapat puluhan, kalau tidak ratusan, komunitas Linux di sekitar kita yang dapat kita ajak berdiskusi dengan tatap muka.Website, blog yang menyediakan ilmu gratis seputar pemanfaatan open source pun banyak dan mudah dicari dengan bantuan search engine yang pintar. Satu lagi perkembangan positif yang tidak dapat kita kerdilkan adalah peran serta pemerintah dalam menggalakkan penggunaan open source.

Apa sajakah tantangan yang dihadapi open source di tanah air?

Ada beberapa tantangan agar open source dapat diimple­men­tasikan secara luas di Indonesia, pertama adalah pengem­bang aplikasi harus mampu membuat aplikasi yang sesuai dengan keinginan ban­yak orang. Tapi di disini, harusnya inisiatif tidak hanya dating dari pengembang saja, tetapi juga dari pemerintah, komunitas open source serta mereka yang berkecimpung dalam open source. Tantangan lain yakni bagaimana mengubah cara berfikir masyarakat mengenai open source agar mereka mau beralih ke open source dan bahkan mengembangkannya.

Kedepan, apa yang akan Anda lakukan demi memasyarakatkan open source ke lingkup yang lebih luas?
Saya ingin membuat jaringan telekomunikasi mandiri berbasis IP bersama-sama dengan komunitas open source lainnya. Proyek yang akan kami jalankan dalam waktu dekat adalah mengimplementasikan Wireless Area Network (WAN) Kami akan menghubungkan desa-desa dengan beberapa Kecamatan dalam satu jaringan WAN, kami akan menggunakan softwsitch IPPBX Briker.

Dengan dibangunnya  IPPBX  berbasis open source di seluruh desa dan kecamatan ini, maka desa dan kecamatan tersebut diharapkan sudah terjangkau intranet sebelum datangnya internet. Yang terpenting adalah jika kita mau saling bahu membahu dan berbagi, maka penggunaan open source akan semakin luas.

Apa harapan Anda terhadap kebijakan pemerintahan baru?
Harapan saya pastinya cenderung berat sebelah ke arah bagaimana open source ini bisa berkembang dan bermanfaat. Pemerintahan baru harus memiliki kebijakan yang lebih memintarkan SDM ketimbang terus mendorong rakyat untuk membeli solusi jadi dari perusahaan asing. Harus berani memihak untuk membuat rakyat lebih inovatif, ketimbang merangkul semua pihak untuk terjun ke lahan yang sama yang jelas akan menguntungkan perusahaan asing yang lebih kuat modal. Sediakan infrastruktur teknologi yang lebih baik dan merata, beri kesempatan jauh lebih besar bagi industri teknologi lokal untuk berkembang, berinovasi dan menghidupi diri.

SINDO Gelar Cellular Fair di MAG

0

Celular FairHarian Seputar Indonesia bekerja sama dengan Mal Artha Gading mengadakan pameran Cellular Fair, dengan tema ConnectiON’s Excitement. Pameran ini di gelar dari tanggal 26-29 Nopember 2009, bertempat di Atrium India, Mal Artha Gading Jakarta. Pada pemeran ini, vendor-vendor selular ternama seperti Nokia, Sony Ericsson, Samsung, ht Mobile, Venera dan Fren menampilkan produk-produk terbarunya.

Selain stand para vendor, pengunjung juga dihibur oleh penampilan artis-artis seperti Wulan KDI, Rini IDOL, Russel “The Master”, Aurora dan Ihsan IDOL serta penampilan band The Vista, kuis berhadiah dan doorprize.

“MAG sebagai mal keluarga, akan selalu memberikan pilihan berbelanja yang terbaik kepada para pengunjungnya. Apalagi, saat ini sudah memasuki Natal dan Tahun Baru, mulai tanggal 1 Desember 2009 sampai dengan 3 Januari 2010 kami telah mempersiapkan banyak sekali program acara yang bertemakan Natal dan Tahun Baru, dan kami yakin MAG akan menjadi tujuan belanja bagi para keluarga untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun”, papar Eko Kusumo, Promotion Manager MAG.

01. Krisdayanti - ResizeProgram akhir tahun ini akan dilanjutkan dengan Perayaan Natal di Atrium India dari tanggal 1-13 Desember 2009 yang melibatkan puluhan sekolah dari Kelapa Gading dan sekitarnya, selain dari itu juga akan diadakan kegiatan lainnya, sebelumnya penyanyi papan atas Krisdayanti pun telah hadir menghibur para pengunjung MAG di Atrium Millenium.

Sementara itu Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah Biskom mengatakan “kami memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pihak pengelola MAG untuk turut menyemarakan program acara akhir tahun ini dengan mengadakan pameran komputer dari tanggal 26 November – 13 Desember 2009 di lantai 1 koridor Persia, yang melibatkan pengusaha komputer di MAG IT Center serta berbagai pihak Vendor  TI seperti Acer, Asus, Axioo, HP, Samsung, Sony Vaio, Speed Up, A-Note, Canon, Apple, Hanvon, Logitech, Zyrex, Byon dan lain-lainnya yang turut memajang produk-produk mereka dengan berbagai tawaran diskon dan juga hadiah  menarik akhir tahun”.

Soegiharto memperkirakan pameran akhir tahun ini akan dapat berlangsung sukses berkat dukungan dari pihak vendor yang menyatakan akan membantu dengan cara mencantumkannya pameran di MAG IT Center ini pada iklan-iklannya yang akan tayang di antara tanggal tersebut, “kita tunggu saja hasilnya”, ujar Soegiharto.

Intel Siap Luncurkan Ct -HPC

0

intel-logoDi semester pertama tahun 2010, Intel Corporation akan meluncurkan High Performance Computing (HPC) yang merupakan versi tingkat tinggi dari prosesor mereka. HPC dengan kode nama “Nehalem-EX” berkekuatan Chip 6-core tersebut memiliki frekuensi yang lebih tinggi dari prosesor-prosesor Nehalem-EX versi 6-core lainnya yang juga menawarkan sebagian keunggulan daya kerja HPC.

Salah satu manfaat yang ditawarkan HPC yakni jumlah informasi dan kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi yang ada saat ini. HPC juga digunakan untuk membangun komputer terbaik dengan menggunakan 256 chips tersebut.

Intel juga mengumumkan program beta untuk teknologi Ct Intel yang akan tersedia di akhir 2009. Teknologi Ct Intel dapat mempermudah programming dalam kode C dan C++ secara bersamaan dengan membuat paralel kode antara prosesor-prosesor multicore dan manycore secara otomatis.

TOP500 menunjukkan sebuah rekor dimana 402 dari 500 sistem terbaik di dunia memiliki prosesor Intel di dalamnya, ditambah dengan tingkat adopsi yang tinggi untuk komputer-komputer geofisika, kalkulasi finansial dan penelitian ilmiah. Menurut daftar tersebut, chip-chip Intel memperkuat 20 dari 50 sistem teratas. Sistem-sistem yang menggunakan prosesor Intel Xeon quadcore memimpin daftar tersebut,.

Prosesor Xeon seri 5500 mempunyai peranan penting dalam komputasi terbaik yang digunakan untuk penelitian dan penemuan ilmiah. NASA dan SGI telah menggunakan server-server yang dilengkapi 2.304 prosesor penghemat energi Xeon seri 5500, memperkuat “brainpower” komputer terbaik Pleiades sebanyak 35% guna menangani komitmen NASA untuk kemajuan riset perubahan iklim global. Pleiades telah dilengkapi dengan 14.080 prosesor Intel Xeon.

SME ICT SOLUTION WEEK 2009

0

sme ictPada tanggal 24 sampai dengan 26 November 2009 ini akan diselenggarakan rangkaian kegiatan PEKAN TIK UKM atau “SME ICT Solution Week 2009” bertempat di  Gedung SMESCO Indonesia Jakarta. Kegiatan ini bertujuan utama untuk memaksimalkan pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) atau Information, Communication, and Technology (ICT) dalam upaya meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar baik bagi Koperasi dan UKM.

SME ICT Solution Week 2009, merupakan kegiatan di bidang pemanfaatan TIK yang dikemas secara terpadu, meliputi beberapa kegiatan yaitu Forum Kebijakan Nasional dan Program TIK UKM, merupakan forum yang akan membahas kebijakan dan program pengembangan dan pemanfaatan TIK di Indonesia bagi pengembangan bisnis Koperasi dan UKM. Diharapkan dengan adanya forum ini dapat meningkatkan kerja sama dan sinergi antar instansi dan industri TIK. Peserta forum ini adalah perwakilan dari beberapa instansi terkait seperti antara lain Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Perindustrian dan Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI).

Sementara itu akan diadakan pula Seminar dan Workshop, dengan tema “Pemanfaatan TIK Secara Cerdas oleh Usaha Koperasi dan UKM”. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh Koperasi dan UKM untuk memperluas wawasan dan pengetahuan di bidang TIK dengan topik-topik bahasan yang meliputi Strategi Pemanfaatan TIK bagi UKM, Internet Murah dan eCommerce bagi UKM dan Kiat-Kiat Pemasaran Online bagi UKM. Kegiatan ini memberi kesempatan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan praktis bagi Koperasi dan UKM untuk memanfaatkan TIK bagi pengembangan bisnisnya. Agenda acara dapat dilihat di http://sme-ictweek.web.id/

Selain seminar dan workshop, akan ada juga Pameran TIK, sebagai ajang promosi produk, jasa dan solusi di bidang TIK yang dapat dimanfaatkan Koperasi dan UKM untuk pengembangan bisnisnya dan yang akan menjadi puncaknya adalah SME ICT Award 2009, yang mana merupakan ajang kompetisi pemanfaatan TIK oleh Koperasi dan UKM yang diharapkan akan mendapatkan referensi yang baik, dan kesempatan saling berbagi pengalaman dalam pemanfaatan TIK.

Koperasi dan UKM merupakan satu bagian yang sangat penting dalam ekonomi Indonesia, dilihat dari jumlah usaha dan tenaga kerja yang diserapnya serta kontribusi pada ekonomi nasional. Setiap usaha untuk meningkatkan sektor ini, termasuk dalam pemanfaatan TIK yang secara konkret dapat meningkatkan produktivitas dan daya saingnya, memiliki nilai penting dan strategis sehingga layak mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Acara SME ICT Solution Week 2009 ini diselenggarakan oleh FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia) bekerjasama dengan PT Ayuta Samarthya dan mendapat dukungan dari  Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Negara Riset dan Teknologi serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.

TEKNOPRENEUR AWARD 2009

0

plakat1Di tengah persaingan bisnis yang semakin tinggi, bisnis dengan kekuatan inovasi dan teknologi mampu muncul sebagai unggulan dan menjadi pemain utama di dunia saat ini. Peningkatan nilai, yang diperoleh bisnis berbasiskan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat tinggi merupakan faktor utamanya.

Bisnis-bisnis teknologi yang saat ini menjadi raksasa dalam dunia bisnis selalu dimulai dari skala bisnis yang sangat kecil atau dari hasil riset. Kekuatan inovasi produk dan model bisnisnya mampu menumbuhkan bisnis-bisnis tersebut secara cepat dan kontinu.

Sebagai bentuk apresiasi untuk para pelaku bisnis teknologi di Indonesia dan upaya mendorong tumbuhnya bisnis-bisnis teknologi berskala UKM saat ini menjadi bisnis-bisnis besar di masa depan, Ikatan Alumni ITB, Teknopreneur Indonesia, dan Tekno Ventura, kembali menggelar Teknopreneur Award 2009, yang merupakan penghargaan bagi para pelaku bisnis teknologi terbaik di Indonesia.

Penghargaan ini melibatkan Dewan Juri yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing, yaitu Amir Sambodo (Ikatan Alumni ITB & Teknopreneur Indonesia), Anindya Bakrie (KADIN Indonesia), Budi Gunadi Sadikin (Bank Mandiri), Cahyana Ahmadjayadi (Balitbang SDM Depkominfo), Dwi Larso (Sekolah Bisnis Manajemen ITB), Ilham Habibie (The Habibie Center), dan Retno Santi Ruwyastuti (Metro TV).

Perusahaan-perusahaan berbasis teknologi skala kecil menengah dapat melakukan pendaftaran hingga batas akhir tanggal 22 November 2009. Informasi lebih lengkap mengenai Teknopreneur Award 2009 dapat mengakses http://award.teknopreneur.com.

Teknopreneur Award 2009 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah tahun 2008 lalu memperoleh respon dan apresiasi yang sangat baik dari kalangan industri dan pemerintahan serta didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner.

Indonesia Siap Aplikasikan IPv6

0

04. IPv6 - resize(2)Untuk mempercepat pengaplikasian IPv6 di Indonesia, sejak tiga tahun lalu pemerintah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana didalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun industri.

ID-IPv6TF memiliki rangkaian roadmap. Tahun 2006, ID-IPv6TF mencanangkan sosialisasi IPv6, serta mengadakan riset dan pengembangan teknis IPv6.

Tahun 2007, ID-IPv6TF mengembangkan infrastruktur dan konten berbasis IPv6, dengan langkah-langkah peningkatan produk nasional berbasis IPv6 berkoordinasi dengan riset perguruan tinggi, mengevaluasi skema implementasi dan distribusi IPv6 nasional dan proses transisi oleh pemerintahan serta lembaga, juga mengevaluasi implementasi dan penggunaan infrastruktur IPv6 nasional, termasuk keamanan jaringan IPv6.

Selanjutnya pada tahun 2008, ID-IPv6TF masuk kedalam tahapan pengembangan aplikasi dan proses transisi. Dalam tahap ini, ID-IPv6TF  banyak menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk membentuk trainer dan instruktur untuk mempercepat proses transisi IPv4 ke IPv6. Selain itu, ID-IPv6TF juga mengembangkan potensi aplikasi dan menciptakan programer aplikasi IPv6 serta mengevaluasi implementasi transisi eksisting.

Namun demikian dari beberapa upaya dalam roadmap tersebut, masih banyak tahapan yang belum dilaksanakan mengingat relatif minimnya respon dari stakeholder serta kurang terkoordinasinya gugus tugas lintas sektoral dalam menghadapi permasalahan krisis IPv4. Tidak dipungkiri bahwa minimnya respon dari stakeholder adalah juga dilatarbelakangi oleh roadmap yang kurang memiliki sense of crisis, karena pada awalnya roadmap ini disusun pada tahun 2006 lalu adalah untuk pembelajaran dan sosialisasi IPv6 terhadap stakeholder dalam industri pertelekomunikasian Indonesia. Untuk itu, roadmap tersebut akan mengalami sedikit penyesuaian untuk memasukkan elemen sense of crisis kedalamnya guna efektifitas diseminasi informasi mengenai urgensi aplikasi IPv6 pada industri serta mempertajam obyek pelaku dalam industri guna suksesnya roadmap ini.

Beberapa penyesuaian roadmap ID-IPv6TF yang dimulai pada tahun 2008 lalu adalah tahapan penyesuaian dimana ID-IPv6TF telah melakukan konsolidasi IPv4 yang telah teralokasi (APJII, IX, IP historical) untuk memetakan total IP existing, dan juga melakukan identifikasi kebutuhan IP mulai dari kebutuhan e-government, jardiknas, operator jaringan, dan lain sebagainya.

Di tahun lalu pula, ID-IPv6TF membangun awareness terhadap IPv6, diantaranya dengan cara mendorong penggunaan IP public di seluruh NAP, ISP, CIO operator, instansi pemerintah dan corporate user hingga ke KPDE/BPDE.

Sepanjang 2009 – 2011 mendatang, ID-IPv6TF  menargetkan untuk bisa melakukan inventarisasi infrastruktur lanjutan sekaligus menciptakan pertumbuhan aplikasi (content) berbasis IPv6 dam joint ke  IPv6 network (B2B).

Dengan konsistensi penerapan roadmap ini, ID-IPv6TF  berharap dapat mengantarkan Indonesia untuk mengimplementasikan jaringan berbasis IPv6 pada tahun 2012 (bertepatan dengan estimasi habisnya IPv4 di skala NIR), sehingga dampak krisis IPv4 secara global tidak berimplikasi terlalu parah di Indonesia.

Mewujudkan Next Generation Internet Melalui IPv6

0

02. IPv6 - resizeDi Indonesia, penerapan IPv6 sebagai inti implementasi internet masa depan merupakan bentuk dukungan yang kuat terhadap cita-cita menaikkan peringkat Indonesia dalam ICT Development Index (IDI, 2007 Indonesia peringkat 108).

Program Desa Pintar, Palapa Ring, serta banyak program lainnya, yang dibuat pemerintah untuk memperbesar peluang rakyat Indonesia mengakses internet, otomatis membutuhkan jumlah IP Address yang besar, mengingat potensi pengakses internet Indonesia yang  juga sangat besar.

Bertambahnya akses yang lebih luas, serta pengguna yang lebih banyak, adalah sebagian dari parameter utama IDI yang memungkinkan Indonesia menaikkan peringkatnya dan masuk dalam 100 besar rangking IDI. Capaian dari negara Asean yang lain, kiranya menjadi motivasi kuat bangsa Indonesia untuk menyamai atau bahkan melampaui Vietnam (92), Filipina (91), Malaysia (52), atau bahkan Singapura (15). Maka implementasi IPv6 menjadi bagian tak terpisahkan, dari usaha bersama untuk meningkatkan peluang akses informasi dan komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia, dan secara tidak langsung menaikkan peringkat IDI Indonesia.

Pengaplikasian IPv6 memang masih belum sepopuler pengaplikasian IPv4. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, seperti belum banyaknya translator jaringan IPv4 ke jaringan IPv6, kelambanan penyelenggara jasa akses Internet (ISP) untuk mulai mengimplementasikan IPv6 ke dalam jaringannya karena adanya penambahan investasi pada sistem inti, serta minimnya sistem operasi dari server-server yang mendukung konten berbasis IPv6.

Namun demikian mau tidak mau, Indonesia dipastikan akan mengalami krisis IPv4 di masa mendatang dan sangat sulit bagi Indonesia untuk meminta alokasi IPv4 baru dari IANA melalui lembaga analis APNIC, karena bisa dipastikan banyak negara maju yang telah lebih dahulu memesan blok alokasi IPv4 pada IANA.

Untuk itu, pemerintah sangat menganjurkan kepada para stakeholder dalam industri Internet untuk mempersiapkan diri dan memikirkan segala upaya dalam rangka percepatan pengaplikasian IPv6 pada kegiatan usahanya.

Pemerintah dalam menindaklanjuti permasalahan ini, telah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas yang khusus dibentuk untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana di dalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun industri.

ID-IPv6TF telah dibentuk pada tahun 2006 dan dalam perjalanannya telah melakukan beberapa upaya guna menuju percepatan transisi IPv4 ke IPv6 pada tahun 2012 mendatang, bertepatan dengan estimasi habisnya IPv4 di skala NIR.