Home Blog Page 1023

Advan Deskbook – Bentuk Ringkas dan Hemat Listrik

2

deskbook-d7t-80-1Apa yang dibayangkan orang ketika mendengar kata komputer? Pastinya gabungan sebuah CPU (Central processing Unit), monitor, keyboard dan mouse, speaker aktif, printer dan sebagainya. Pemasangan di atas meja dapat memakan tempat hampir 50% bidang meja kerja tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi, monitor yang berkembang ke teknologi LCD, ukuran CPU pun semakin mini, hemat konsumsi listrik dan semakin ringkas tanpa kabel yang semrawut.  Hal itu pula lah yang ditawarkan  Advan Deskbook yang saat ini telah hadir di Indonesia.

Perpaduan antara notebook dan desktop ini berbentuk CPU yang sudah buit in dengan LCD monitor, DVD Room, USB port, LAN port, dan stereo speaker. Tampilannya yang elegan disempurnakan dengan fitur yang canggih.  Apalagi Deskbook dapat digunakan di atas meja atau digantung di dinding, sehingga sangat hemat tempat dan praktis, dan dapat dipindahkan ke mana saja sesuai yang diinginkan. Hal ini sangat cocok untuk pangsa pasar di Indonesia yang menyukai konsep modern dan minimalis.

Sudut kemiringan layar dapat diatur sedemikian rupa, sehingga dapat disesuaikan dengan sudut pandang pengguna, bahkan sampai sudut yang ekstrim, 135 derajat. Konsumsi listrik yang diperlukan pun hanya 65 watt.

Advan Deskbook hadir dalam 3 varian. Pertama, tipe dengan layar 14 inci touch screen, berspesifikasi prosesor Intel Celeron M410 1.46G, memori 1 Gb DDR2, harddisk 80 Gb SATA, Intel GML943+GMA 950 graphic card dan DVD Combo.

Tipe kedua berlayar 15.4 inci dengan spesifikasi prosesor Intel Celeron M380/390 1.6G, memori 1 Gb DDR2, harddisk 80 Gb SATA, kartu grafis Intel GMA900 dan dilengkapi DVD Combo / DVDRW.

Sementara varian ketiga berlayar lebih besar, 17 inci dan ditenagai oleh  prosesor Intel Core2 Duo T5800 2.0 Ghz, memori 2 Gb DDR2, harddisk 160 Gb SATA, kartu grafis Intel GMA 950 untuk tampilan terbaik dan dilengkapi DVDRW.

Flash Memory Product Manager Kingston, Nathan Su: SSD Akan Gantikan Harddisk

1

nathan-resMeningkatnya penggunaan perangkat keras dan lunak yang mendukung aplikasi multimedia menuntut perusahaan-perusahaan storage di seluruh dunia untuk terus melakukan inovasi teknologi dan merancang kapasitas yang semakin besar. 

Kingston, salah satu perusahaan storage terpecaya, baru-baru ini melakukan sebuah terobosan baru dengan meluncurkan Solid State Drive (SSD). Dibanding harddisk biasa, SSD lebih mengedepankan  performa dan daya tahan yang tinggi. Untuk Kingston, SSD merupakan pasar baru. Tepatnya dimulai secara resmi pada Januari 2009. Kingston memilih menunggu pasar menjadi lebih dewasa dan siap menerima kehadiran SSD. Namun kini, SSD bukan saja menampilkan kehandalan tetapi harganya juga telah terjangkau oleh segala segmen pasar,  mulai dari korporat maupun perorangan. 

Kingston saat ini mengapalkan beberapa produk SSD, yaitu SSDNow E series yang berkapasitas 32 Gb,  dan SSDNow M series yang berkapasitas 80 Gb untuk pasar korporat. Dalam waktu dekat ini, Kingston juga akan segera meluncurkan V series dengan kapasitas 64 dan 128 Gb untuk pemakai perorangan. Ada satu prinsip yang diterapkan Kingston dalam era modern saat ini dimana dunia dihadapkan pada fenomena global warming, yakni “Less is Better” . Prinsip “Semakin sedikit semakin baik” ini merupakan sebuah kesadaran untuk menjadi hijau untuk menyeimbangkan teknologi dengan perubahan lingkungan. Dengan produk-produk yang lebih hemat energi,  Kingston berkomitmen membantu dunia menentang global warming. Contohnya saat acara NVidia APAC Media Gathering  di Vietnam, 1 – 3 April lalu, Kingston menekankan penggunaan modul Very Low Profile (VLP) yang lebih efisien daripada pendahulunya. 

Modul yang berukuran lebih kecil ini menggunakan material yang lebih sedikit dan lebih baik untuk lingkungan. Modul ini mengikuti standar JEDEC dengan menggunakan lebih sedikit papan PCB, sekitar 40% lebih rendah dibandingkan modul-modul yang standar saat ini. 

“Baik SSD maupun memori yang dicipkan Kingston, sama-sama menggunakan teknologi ramah lingkungan.  Kingston berharap dengan langkah kecil ini, mereka dapat membantu dunia menjadi lebih baik,” kata Nathan Su, Flash Memory Product Manager, APAC Region, Kingston. 

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai SSD, simak wawancara BISKOM dengan Nathan yang memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan produk Kingston di Taiwan serta mengembangkan pemasaran memori dan storage Kingston di Asia Pasifik. 

Kingston telah memperkenalkan modul VLP yang lebih ramah lingkungan. Bagaimana fungsinya dibanding modul lain? Pada tipe apa modul ini diterapkan?

Modul VLP baru ini memiliki fungsi yang persis sama dengan modul memori lain, namun para konsumen akan mendapatkan keuntungan dari sistem yang lebih kecil dan pembauran panas yang rendah. Modul ini mengikuti standar JEDEC dengan menggunakan lebih sedikit papan PCB, sekitar 40% lebih rendah dibandingkan  modul-modul yang standar saat ini.

Kingston  mulai memperkenalkan DIMM VLP padai segmen ValueRAM. Beberapa dari modul terlaris, seperti ValueRAM DDR2-800 dan DDR2-667 telah menggunakan standar VLP terbaru. VLP memiliki tinggi 0.72″ (18.3m) dibandingkan modul biasa yang memiliki tinggi 1.18″ (30mm). Kedua desain ini memiliki fungsionalitas dan interface yang sama. Melalui langkah ini, Kingston berkomitmen untuk mengurangi pembuangan limbah industri dan terus menyediakan produk yang ramah lingkungan.

Bagaimana dengan SSD, apakah juga ramah lingkungan?

Tentu saja, SSD Now memiliki efisiensi yang tinggi. Namun lebih dari itu, SSD terbukti lebih tahan lama dibandingkan dengan harddisk tradisional dengan Flash NAND memory component. Jadi jika dibandingkan dengan harddisk,  SSD memiliki performa input and output operations per second (IOPS) yang lebih tinggi sehingga berpotensi menggantikan fungsi harddisk secara berangsur. Sekarang, SSD sudah mulai menggantikan harddisk di beberapa kategori seperti hi end notebook dan server. SSD sendiri akan terus memperpendek gap dengan harddisk dalam hal biaya dan kapasitas yang mampu mengakomodasi banyak aplikasi.

Apa yang diharapkan Kingston dengan kehadiran SSD?

Bagi Kingston,   SSD menjadi  fokus  utama  dalam  penyimpanan  data  di  masa depan. SSD memiliki rangkaian fungsi yang melebihi harddisk tradisional. SSD memiliki daya tahan yang lebih baik, kecepatan, dan penggunaan power yang lebih efisien dibandingkan harddisk tradisional, Kingston percaya ini akan segera menjadi mainstream, sehingga diharapkan dapat mengambil alih fungsi harddisk serta  mendominasi pasar personal computer (PC) dan elektronik.

Karena SSD adalah sebuah produk baru, tentunya Kingston harus melalui proses yang panjang untuk meraih pasar di seluruh dunia. Cara seperti apa yang dilakukan Kingston?

ssde_angle_top-resPada 2008, ada laporan yang dapat diandalkan berkenaan dengan penggunaan SSD. Ini adalah sebuah pelajaran berharga setelah SSD sebelumnya mengalami kegagalan di pasar, namun kini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Kingston  SSDNow  series  adalah  kombinasi  dari  SSD  tercepat  di dunia.  Dibarengi dengan distribusi dalam jumlah besar dan pelayanan konsumen yang melegenda, hal itu akan memposisikan kami pada kesuksesan di arena ini.  Selain itu, Kingston SSD juga menawarkan keuntungan investasi yang lebih besar melalui peningkatan performa yang menghasilkan input dan output yang mengesankan pada pengoperasian per detik atau IOPS. Sebagai contoh, SSDNow E Series menawarkan IOPS yang lebih tinggi, penghematan energi pada server dan ramah lingkungan. Sementara SSDNow M series high IOPS memiliki waktu booting yang lebih cepat dan waktu loading aplikasi yang lebih singkat sehingga membantu pemakai mobile menjadi lebih produktif.

Sejauh ini tidak ada perubahan pada channel pendistribusian kami karena SSD   dikategorikan sebagai bagian dari produk flash. SSD seri E dan M difokuskan pada pemakai korporat, sementara untuk V series, kami akan fokus pada pasar konsumen yang telah di-upgrade. Kingston akan memilih channel yang tepat untuk mencapai target konsumen kami.

Berapa target penjualan Kingston untuk SSD di Asia Pasifik?

Target kami adalah sebanyak-banyaknya karena SSD diciptakan untuk segala segmen. Sejak kami mulai mengapalkan produk SSD, tahun ini kami akan fokus pada edukasi terhadap kosumen kami termasuk channel partner, distributor, dan end users dimana Kingston SSD memberikan keuntungan bagi bisnis mereka atau kehidupan mobile.

Kingston E dan M series ditargetkan untuk 1000 perusahaan dan pasar vertikal yang terpilih. SSDNow E series didesain secara spesifik untuk server perusahaan ramah lingkungan. Sementara SSDNow M series diciptakan untuk menjadi unggulan untuk kebutuhan performa yang baik pada notebook PC. Disamping E series untuk perusahaan, M series untuk pengguna mobile yang tangguh dan para eksekutif. Dalam waktu dekat ini, Kingston akan segera meluncurkan V series untuk konsumen upgrade.

Apakah SSD tersedia di pasar Indonesia?

Ya, Anda dapat memeriksa daftar rekan lokal kami. Distributor Kingston di Indonesia adalah Ingram Micro Asia., Mikro Utama dan PT. Nusantara Eradata.

Berapa harga SSD?  

Harga selalu menjadi kendala besar dalam menjual SSD. Itu mengapa Kingston merancang SSD V series yang akan diluncurkan segera dengan harga yang lebih menarik dan lebih cemerlang dibandingkan SSD lain yang ada di pasar. Kami akan terus menawarkan sesuatu yang dapat dijangkau dan solusi SSD yang bernilai lebih untuk pasar Indonesia.

Sharp Aquos WX-A92 Layar Resolusi Tinggi

11

sharp-aquosPonsel dengan nama Sharp memang asing di telinga konsumen Indonesia. Meski salah satu ponel buatan mereka benar-benar canggih dan bahkan sudah memiliki dealer resmi di Indonesia, Aquos WX-A92 barangkali agak sulit meraih hati konsumen mengingat nama baru seringkali menimbulkan kekhawatiran akan purna jualnya. 

Sharp WX-A92 mengadopsi desain flip seperti kebanyakan ponsel Jepang lainnya. Paduan materi magnesium dan plastik glossy membuatnya tampil mewah. Tapi kemewahan terbesar justru tampak pada layarnya. Tak heran jika Sharp berani menambahkan julukan “Aquos” yang merupakan nama seri untuk monitor LCD mereka.  

Untuk teknologi baru yang disematkan pada layar WX-A92, Sharp menamakannya dengan Mobile ASV (Advance Super View). Dengan rasio 2000:1 pastinya kualitas layar WX-A92 jauh lebih baik daripada layar TFT biasa. Kedalaman warnanya pun sangat superior, hingga mencapai true color alias 24 bit keatas atau 16.7 juta warna. Ini artinya resolusinya sama dengan LCD komputer atau TV di rumah Anda, bahkan layar Blackberry pun kalah mutu dibanding WX-A92. Uniknya, layarnya bisa diputar sehingga Anda bisa melihat tampilan secara landscape (horizontal). 

Percuma rasanya jika layar yang bagus tidak dimanfaatkan untuk penggunaan fasilitas yang canggih. Dalam hal ini, foto yang dihasilkan dari kamera 3,2 pikselnya tampak sempurna, meski tentu saja kualitasnya akan turun tatkala Anda memindahkannya ke komputer dengan layar biasa. Selain itu, Sharp juga menyediakan kamera eksternal OLED untuk videocall, berfasilitas hiburan MP3 dan MP4 player serta beberapa game yang terasa lebih menyenangkan saat dimainkan dengan tampilan terbaik yang disuguhkan Sharp. 

WX-A92 juga dilengkapi teknologi HSDPA yang membuat Anda bisa mengakses internet lebih cepat dibanding 3G. Jaringan pelengkap lain bisa Anda pilih, antara lain EDGE dan GPRS.  Singkatnya, sebagai sebuah produk perdana yang diluncurkan Sharp ke tanah air, kemampuan WX-A92 cukup mengejutkan. Tidak mengherankan  jika Sharp membandrol ponsel ini dengan harga kisaran Rp. 6 jutaan.

Canon PowerShot SX200 IS – High Power Zoom

0

canon-sx200-is-resCanon kembali menggebrak dunia fotografi melalui sederetan kamera kompak  Canon PowerShot terbaru, diantaranya SX200 IS.  Kamera ini hadir dengan peningkatan resolusi untuk hasil foto yang lebih tajam. Dengan sensor CCD beresolusi 12.1 megapixel dan teknologi prosesor terbaru DIGIC 4,  memungkinkan pengguna untuk memperbesar gambar favoritnya hingga sebesar ukuran kertas A2.   

SX200 IS juga menawarkan fitur terbaru yang semakin memanjakan dan memudahkan penggunanya, yaitu Auto Shooting Mode dan Scene Detection. Fitur ini secara cepat akan menentukan semua pengaturan kamera yang paling tepat berdasarkan objek yang dibidik. 

Dilengkapi layar LCD 3.0” dan 12x optical zoom dengan lensa  wide-angle 28mm yang dilengkapi Optical Image Stabilizer, mengambil gambar dengan kamera ini jadi sangat menyenangkan. 

Kamera yang tersedia dalam warna biru, merah dan hitam ini bekerja optimal  untuk memotret objek yang jauh dengan zoom yang tinggi hingga objek sedekat 0 cm dengan fitur Super Macro-nya.  Kamera gaya ini juga memberi kebebasan berkreasi bagi para penggemar fotografi melalui full-fledged shooting mode –yang melingkupii penggunaan Auto, Av (aperture priority), Tv (shutter priority), M (manual) atau Program Mode.  

Selain itu, SX200 IS  juga mengusung teknologi Blink Detection dan Blink Icon yang mampu mendeteksi mata objek yang berkedip dan menahan jepretan kamera selama tiga detik, sehingga tidak ada lagi gambar wajah kerabat atau teman Anda dengan mata tertutup di setiap foto beramai-ramai. Keunggulan lain kamera ini adalah perekaman video dengan kualitas Hi-Definition 1280 x 720 dengan konektivitas HDMI untuk menampilkan video HD yang Anda rekam. 

Melalui PT. Datascrip, SX200 IS mulai hadir ke pasar Indonesia. Canon PowerShot SX200 IS  ditawarkan dengan harga Rp 5.150.000

e-Gov, Diantara Keberhasilan dan Kegagalan

0

editorialDalam pembaruan birokrasi dan tata pemerintahan, electronic Government (e-Gov) dipercaya mampu meningkatkan akuntabilitas, transparansi, akurasi, kecepatan proses layanan, dan produktivitas dalam upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik suatu pemerintahan. 

Kendati begitu, maju tidaknya penerapan e-Gov di suatu pemerintahan daerah sangat bergantung pada visi dan misi pimpinan daerah tersebut (leadership). Jika pemimpin daerahnya melek dan sadar teknologi informasi (TI), tentu implementasi e-Gov di daerahnya pun bisa pesat, seperti yang terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa tengah atau dengan Technopark di Jembrana, Bali. Apa benar demikian? Paling tidak, ya. Sebab jika kepemimpinan suatu daerah harus bisa meyakinkan aparat pemerintahannya bahwa dengan TI bisa melakukan pembenahan demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Di Sragen misalnya, sebagai daerah yang menjadi objek studi banding daerah lainnya ini, TI dijadikan andalan sebagai program yang mampu meningkatkan pendapatan asli daerahnya (PAD). Bupati Sragen, Untung Wiyono menyadari TI mampu mendukung kinerja Pemkab Sragen dalam hal pelayanan publik, bahkan mampu meningkatkan pendapatan PAD Sragen. Lain halnya jika pemimpin daerahnya tidak mengerti TI atau malah gaptek, kemungkinan terburuk, korupsi pengadaan barang dan jasa TI bisa saja terjadi karena kurang memahami bidang ini.

Lantas, sudah sejauh manakkah e-Gov di Indonesia ini melangkah sejak istilah ini didengungkan di negara kita awal tahun 2000-an silam? Apakah ada suatu pemerintahan yang menujukkan hasil memuaskan bagi masyarakatnya dalam rangka menggenjot pelayanan publik dan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), setelah pemerintahan suatu daerah itu mengoptimalkanperan TI di dalamnya? Inilah yang melatarbelakangi kami untuk menampilkan headline bertajuk ‘Sejauh Mana E-Govt Melangkah?’

Namun di sisi lain, alih-alih ingin mewujudkan e-Gov, tak jarang suatu pemerintahan daerah dilanda isu korupsi pengadaan barang dan jasa TI sehingga proyek eGov itu sendiri menjadi ladang baru untuk menggarap duit hasil korupsi. Bagaimana kecekatan instansi berwenang tanggap dalam menangani kasus ini? Karena itu kami melanjutkan berita utama Biskom edisi April ini dengan memaparkan contoh kasus-kasus korupsi sebagai bahan pertimbangan kepada para penggiat TI, baik praktisi, akademisi, dan komunitas TI pada umumnya untuk tetap berhati-hati dalam menggarap proyek pengadaan barang dan jasa TI agar tidak mudah terjebak perkara korupsi atau markup, apalagi jika dana proyek tersebut bersumber dari APBD maupun APBN.

 Semoga apa yang kami sajikan bisa menambah wacana baru untuk dijadikan buah pemikiran insan TI demi kemajuan TI nasional, khususnya di bidang e-Gov. Selamat membaca. 

Salam,

REDAKSI

Asus Eee PC 1004DN Partner Serba Bisa

4

asus-1004dn_1Multifungsi, Intuitif, dan Elegan. Hal–hal inilah yang bisa Anda temukan pada Eee PC 1004DN, sebuah perangkat mobile internet ultra portable dari Asus.  

Eee PC 1004DN merupakan tipe Eee PC pertama yang dilengkapi dengan Optical Disc Drive (ODD) Super Multi, memungkinkan pengguna untuk membaca dan menulis ke melalui optical disc untuk kemudahan back-up data. Sebuah slot Express Card yang melengkapinya membantu kampanye hemat daya dan memberikan kemampuan ekspansi secara mudah, tinggal plug-and-play.

Eee PC 1004DN bak sebuah karya seni karena materinya berkualitas tinggi dengan keyboard ergonomis yang memberikan pengguna pengalaman mengetik yang lebih nyaman.  Penutup LCD UV high-gloss-nya membingkai layarnya dengan cantik, apalagi LCD 10 inci tersebut dapat memutar file multimedia hingga 720p high definition dengan tampilan yang lebih tajam dan hidup. 

Tidak hanya elegan, netbook berukuran 277 x 194 x 27.4-34 mm ini juga serba guna. Dengan fitur touchpad multi-sentuh Anda bisa memfungsikan file multimedia, atau menjelajahi internet tanpa mouse. Sebuah mikrofon digital array dan webcam 1,3 megapiksel memungkinkan komunikasi jarak jauh dua arah secara realtime. 

Netbook seberat 1.45 kg termasuk HDD dan baterai 6 cell ini bekerja dengan prosesor Intel N280 1.66GHz ini dilengkapi aplikasi–aplikasi baru seperti EzMessenger yang memungkinkan pengguna untuk menggabungkan data dan mengkomunikasikannya dengan teman – teman tanpa koneksi Internet. Kemudian Data Sync memungkinkan pengguna mengsinkronisasi Eee PC 1004DN ke desktop dengan mudah, dan Eee Splendid memberikan pengguna 4 modus visual yang berbeda untuk tampilan yang nyaman sambil tetap menghemat baterai. Fitur terakhir, sebuah Font Resizer memungkinkan pengguna menampilkan dokumen-dokumen dengan ukuran huruf yang Anda inginkan.

Eee PC 1004DN dilengkapi dengan Super Hybrid Engine (SHE) yang mampu memonitor penggunaan daya serta memperpanjang daya baterai hingga 5,9 jam.

Majalah BISKOM Edisi April 2009

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Country Manager Lenovo Indonesia,  Irene Santosa (Terima kasih kepada Lenovo Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi April 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Irene Santosa, Country Manager Lenovo Indonesia, “Lenovo Tak Terpengaruh Krisis.”

• FIGURE:

– Praktisi e-Government, LT. Handoko “E-Gov Kurangi Resiko KKN“

– Bupati Jembrana, I Gede Winasa “Jembrana Menuju Cyber Village dan Global Brain”

– Penggerak IGOS Center, Hemat Dwi Nuryanto, “Membangun SIAK Tak Perlu Mahal”

– Flash Memory Product Manager Kingston, Nathan Su, “SSD Akan Gantikan Harddisk”

• HEADLINE: Sejauh Mana e-Gov Melangkah?!

• FOCUS:

– Jelang Pemilu,SIAK Dipertanyakan

– Korupsi di Ladang TI

– Ironi Pada Implementasi E-Gov

– TI Juga Milik Perempuan

– Sistem Peringatan Dini Hindari Korban Tanggul Jebol

– TI, Optimalkan Fungsi Guru

• BROWSING:

– Motorola Kembangkan Sayap ke Arab

– Ijin Penggunaan Ponsel di Pesawat Kurang Diminati

– IBM Gagal Ambil Sun?

– Blackberry Terjual 50 Juta Unit

– US$ 100 Juta Untuk Cybersecurity di AS

• INSPIRATION:

– Bob Julius Onggo: Sudah Tertinggalkah Blog?

– Prakoso Bhairawa Putera S.: TI Untuk Kelautan Indonesia

– Muhammad Jafar Elly: Komunikasi Politik Dalam TI

– Cicilia Lusiani: TI dan Pemilu

– Dirgayuza Setiawan: Google Latitude, Evolusi Baru di Era Jejaring Sosial

– Engkos Koswara: Legalisasi Software Melalui Open Source

– Arli Aditya Parikesit: Distro Linux Untuk Bioinformatika

• REVIEW & CELLULAR:

– Sony HDR-CX100

– Asus Eee PC 1004DN

– Canon PowerShot SX200 IS

– HTC Dream

– Sony Ericsson C90

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

NVidia Gelar APAC Media Gathering di Vietnam

1

res-dsc03323Di tengah persaingan kartu grafis yang kian meruncing dan tuntutan multimedia yang kian kompleks, NVidia sebagai industri kartu grafis nomor satu bersama rekanan yang mendukung kartu grafis keluaran NVidia memamerkan teknologi terbaru mereka dalam acara APAC Media Gathering yang bertempat di Phan Thiet, Vietnam. Pada  acara yang  berlangsung dari tanggal 1 – 3 April ini, BISKOM berkesempatan melihat langsung gebrakan teknologi dari NVidia yang didukung oleh rekanannya  seperti MSI, Leadtek, Foxconn, Sparkle dan Kingston.

Acara ini diisi dengan beberapa presentasi yang dimulai oleh Sparkle Computer dengan jajaran kartu grafis Calibre-nya yang menggunakan chipset Nvidia, dan menonjolkan kemampuan kipas pendingin  yang berbentuk sayap malaikat. Daniel Yu dari Sparkle Computer mengatakan, dengan kipas yang dapat diatur ketinggiannya itu, menjamin sistem ini dapat mengefisienkan penggunaan memori dan CPU.

Sedangkan Foxconn memamerkan seri motherboard yang terbagi dalam tiga segmentasi pasar, yaitu jajaran Quantum Force yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan over clocking, seri Digital Life yang diperuntukkan bagi para pencinta multimedia, serta seri Mainstream untuk para pengguna yang lebih memperhatikan value.

Pada kesempatan yang sama, Emily Lai, Regional Marketing Manager MSI membawakan presentasi tentang keunggulan MSI N260GTX Lightning yang diklaim menggunakan komponen-komponen yang biasa digunakan oleh militer, serta memori yang super besar (double size memory) sehingga mampu menampilkan gambar yang lebih halus dan jernih.

tawnyTawny Phan, Country Manager APAC Business Division dari Kingston Technology menampilkan jajaran produk memori dan Data Traveler Kingston yang saat ini menguasai pasar memori dunia. “Pada tahun 2008, Kingston telah mengapalkan lebih dari satu milyar megabyte memori ke seluruh dunia. Dan di tahun 2009, Kingston terus berinovasi guna memperluas jangkauan pengguna Kingston di seluruh dunia,” jelas Tawny.

Sementara NVidia yang diwakili oleh Melody Tu, Senior PR Manager Nvidia Asia Pacific dan Jeff Yen, Senior Technical Marketing Manager NVidia Asia Pacific mejelaskan bahwa perpaduan teknologi yang handal serta harga yang kompetitif akan membuat NVidia tetap teratas di industri kartu grafis. Kartu grafiS sendiri bukan hanya sebuah alat untuk mempercantik tampilan sebuah game semata, tetapi juga untuk mengerjakan tugas-tugas komputasi program dari CPU. Konsep ini dikemukakan oleh NVidia melalui GPGPU (General Purpose-Computation on GPU) yang akan melahirkan grafis plus. Komputasi program  tersebut dimungkinkan dengan adanya compiler CUDA (Compute Unified Device Architecture) keluaran NVidia. Keberadaan CUDA akan membuat GPU NVidia bisa menjalankan komputasi program secara paralel dengan prosesor.

CUDA adalah sebuah piranti lunak khusus dari NVidia yang sudah tersedia di dalam driver GPU NVidia seri 8 dan 9. Dengan terdapatnya CUDA, NVidia memastikan akan memiliki banyak keungulan dalam banyak bidang, salah satunya adalah video processing, yang menawarkan ketajaman gambar yang dapat ditingkatkan sampai titik optimal. “Tampilan video di ponsel saat ini masih belum maksimal, tetapi dengan CUDA, hasil yang ditampilkan dapat lebih bagus”. Jelas Jeff dalam  presentasinya.

jeffBekerjasama dengan Adobe, CUDA juga dapat meningkatkan kinerja Photoshop CS4. Pada kesempatan itu, Jeff Yen mendemonstrasikan bagaimana dengan mulusnya Photoshop CS4 merotasi sebuah file gambar berukuran besar tanpa patah-patah. ” CUDA akan menghemat waktu kerja Anda terutama saat mengedit video dan photo processing ” tandas Jeff.

Kehadiran  CUDA diyakini NVidia dapat merubah pandangan para gamer. Dengan tambahan tool compiler Physx, para developer game dapat membuat tampilan sebuah game menjadi lebih nyata, seperti efek ledakan, debu yang beterbangan dan ombak laut mirip dengan aslinya. Bahkan NVidia juga menyediakan tool-tool siap pakai (APEX – Adaptive Physical Extension) seperti Destruction untuk efek ledakan, Vegetation untuk efek tanaman, Clothing untuk efek pada pakaian dan Turbulence untuk efek pada putaran atau angin. Saat ini, menurut Jeff, lebih dari 25 ribu developer game siap menggunakan Physx. Beberapa publisher game seperti EA, TD dan 2K sudah menunjukkan minatnya, sedangkan dari sisi perangkat akan tersedia mulai dari personal computer (PC), Nintendo Wii, Playstation 3, XBox hingga iPod Touch.

res-ionSementara itu, salah satu besutan NVidia yang akan memancing kontroversi adalah platform komputer mini. Dalam hal ini, NVidia mendesain sebuah motherboard sendiri dengan  nama NVidia Pico-ITX ION berbasis Intel Atom 1,6 GHz, tetapi tidak menggunakan chipset grafis keluaran Intel, melainkan NVidia GeForce 9400. 

Langkah ini ditentang oleh Intel yang menekankan bahwa CPU Atom harus menggunakan chipset keluaran Intel. “Intel mengklaim kami tidak memiliki lisensi untuk mengembangkan ION, tetapi kami yakin kami punya hak untuk melakukan inovasi dan kami menilai gugatan yang dilakukan oleh Intel akan mematikan Inovasi,” jelas Melody Tu. 

Komputer mini dengan platform ION ini rencananya akan dirilis kuartal kedua tahun ini. “Kami belum memutuskan apakah ini akan menjadi nettop atau netbook, tetapi yang jelas, ION akan melahirkan komputer generasi baru dengan kemampuan grafis yang sangat tinggi dan para pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk bermain game, misalnya” tambah Melody.

NVidia APAC Media Gathering ini dihadiri oleh wartawan TI dari beberapa negara di kawasan Asia Pacific seperti Indonesia, Philipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Taiwan. Dari Indonesia, hadir perwakilan media dari Kompas.com, Infokomputer, Tabloid PCPlus, majalah CHIP, HWM, Detikinet dan majalah BISKOM.

Oracle Kenalkan ThinkQuest Untuk Sekolah

3

oracleSeperti halnya Facebook dan Liveconnection,   ThinkQuest  diprediksi bakal menjadi salah satu pilihan situs jejaring sosial yang tengah menjadi tren di masyarakat. Tapi bedanya, ThinkQuest  menawarkan model pembelajaran online dan terlindungi yang memberikan kemampuan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan proyek pembelajaran ke dalam kurikulum kelas.Bagi para  pelajar, ThinkQuest memberikan  sarana untuk mengembangkan kemampuan teknologi, kreatifitas, komunikasi, dan kerja tim.

Adi J. Rusli, Managing Director Oracle Indonesia saat acara penandatanganan MoU antara Oracle Education Foundation (OEF) dan Dinas pendidikan DKI Jakarta mengatakan, pihaknya siap  menyebarkan platform ThinkQuest milik OEF ke sekolah-sekolah negeri di DKI Jakarta. Ia menjelaskan, “Sekolah-sekolah yang terdaftar di ThinkQuest dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi,” ujar Adi di Jakarta (31/3). Menurutnya sampai saat ini sudah ada lebih dari 220 ribu pelajar dan guru di 3400 institusi pendidikan di Asia Pasifik telah berpartisipasi dalam ThinkQuest. Oleh karena itu menurutnya secara otomatis sekolah-sekolah yang memanfaatkan akses ke ThinkQuest dapat memperluas wawasan dan kebudayaan pelajar di negara lain. 

Pada kesempatan yang sama, Robert Kayatoe, Business Strategy Development Director of Oracle Indonesia menjelaskan, website ini adalah portal tertutup yang protected. Sebagai contoh, ThinkQuest menyediakan sistem proteksi yang membatasi penggunaan kata-kata kotor. “Setiap mau upload harus ada izin dari guru,” katanya.

ICT Partnership Forum 2009, ”Industri kreatif sebagai kunci perkembangan bisnis telematika masa depan”

0

ict-1Salah satu permasalahan masih terus ada di industri kreatif berbasis TIK, yaitu kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar namun siklus hidup teknologi relatif singkat. Untuk itu, industri telematika perlu mencari upaya agar konsumen dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia se-optimal mungkin. Sehingga industri telematika dapat memperoleh pendapatan se-maksimal mungkin, dari investasi yang telah dilakukan.

Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi telematika secara optimal oleh konsumen hanya dapat tercapai jika tersedia ragam aplikasi dan konten yang mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, dengan mendorong bertumbuhnya industri kreatif berbasis telematika, diharapkan akan berkembang sebuah industri yang akan menjadi motor utama penggerak industri telematika tersebut.

Aplikasi seperti e-learning, tele-medicine, social networking, sampai konten selular seperti mobile magazine, mobile news dan lainnya, adalah aplikasi unggulan yang disinyalir akan mampu menumbuhkan pengguna. Aplikasi unggulan tersebut seyogyanya juga mampu meningkatkan kualitas pengguna, yang akhirnya berujung kepada tumbuhnya industri akibat pemberdayaan pengguna.

ict-4Untuk mencapai tahap tersebut, lebih dahulu harus terbentuk suatu ekosistem ideal untuk Industri Kreatif berbasis TIK. Hal tersebut yang kemudian oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di tuangkan dalam bentuk Forum Telematika yang akan diinisiasi dalam sebuah kegiatan bertajuk “ICT Partnership Forum 2009 – Industri Kreatif Berbasis Telematika sebagai Kunci Pengembangan Bisnis Telematika Masa Depan” yang diselenggarakan hari ini, Selasa 31 Maret 2009 di Hotel Millenium Jakarta.

Disampaikan oleh Ashwin Sasongko, Sekjen Depkominfo selaku Ketua Bidang ICT PII, bahwa tumbuhnya konten-konten yang bermanfaat harus dapat mengimbangi penetrasi internet yang semakin tinggi. Sementara itu Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo, sebagai panitia pengarah di kegiatan ini, mengatakan Pemerintah membuka diri untuk masukan-masukan terkait keperluan penerbitan regulasi yang terpadu. “Konten-konten yang positif adalah salah satu perhatian pemerintah saat ini” tambahnya.

Indra Utoyo selaku Ketua Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI),  menambahkan bahwa Industri Kreatif berbasis TIK adalah enabler dari industry telematika saat ini. Melengkapi hal tersebut M. Andy Zaky, Pemimpin Redaksi Teknopreneur mengatakan, “Ekosistem yang sesuai untuk bertumbuhnya Industri Kreatif Berbasis Telematika harus diciptakan bersama-sama oleh segenap stakeholder telematika di Indonesia, sehingga mengakomodir setiap kebutuhan dan dapat mengarah ke peningkatan daya serap pasar telematika di Indonesia”.

ict-3Sementara itu Menkominfo, Muhammad Nuh dalam pidatonya mengatakan pentingnya 5 C dalam industri kreatif, yaitu Human Capital, Social Capital, Cultural Capital, Technology Capital yang akan memunculkan Creativity. “Kreatifitas tidak cukup hanya bermodalkan Cultural Capital dan Social Capital saja. Technology Capital merupakan komponen yang penting untuk membentuk industri kreatif”. ujar Nuh.

Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin – Budi Dharmadi,  Sekjen Departemen Perdagangan – Ardiansyah Parman, pemusik Anang Hermansyah, Co Founder Main Games Creative Studion – Marlin Sugama, Marketing Director PT. Indosat – Guntur S. Siboro, Operational & Internal Affair Mobile 8 Telecom – Merza Fachys, National Technology Officer, Microsoft Indonesia – Tony Seno, Chairman Tekno Ventura – Amir Sambodo, Ketua Umum PII – Airlangga Hartarto, Ketua Komite Bidang Telekomunikasi dan informatika Kadin – Anindya Bakrie dan Habibie Center – Ilham Habibie, serta Andreas Pardyanto dari MIKTI sebagai moderator.

ICT Partnership Forum 2009 dilaksanakan atas kerjasama MIKTI, PII dan Teknopreneur serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.