Home Blog Page 1024

Sony Cybershot DSC-W300

0

sony_cyber_shot_dsc_w300-1Sony meluncurkan kamera kompak yang memiliki resolusi 13.6 megapiksel. Sony Cybershot DSC-W300, nama kamera ini, berbodi ramping sehingga mudah  disisipkan ke saku celana. 

Sony memasang lensa 35 – 105mm Carl Zeiss Vario-Tessar dengan kemampuan optical zoom hanya hingga 3x, namun soal kualitas, Cybershot bisa diandalkan dan menjadi jaminan untuk menghasilkan foto yang bagus. Apalagi resolusi hasil bidikannya yang cukup besar (3264 x 2448 piksel), jadi distorsi pada garis horizon bisa diminimalkan.

Sony menyediakan pilihan mode manual dan auto sehingga Anda masih bisa mengubah pengaturan saat benar-benar diperlukan, seperti saat kondisi pencahayaan minim. Namun itu bukan berarti bahwa mode auto yang disediakan tak bisa diandalkan. Dalam kondisi pencahayaan normal, fitur ini bekerja dengan memuaskan dan tak ada masalah pada kualitas hasil bidikan. 

Cyber-shot DSC-W300 menyenangkan saat dioperasikan. Start-up time dan jeda antara satu pengambilan gambar dengan yang berikutnya cukup singkat sehingga Anda bisa mengambil foto berulang-ulang dalam waktu yang cepat. Sony sendiri mengandalkan Memory Stick Pro DUO sebagai media penyimpan.

Kualitas foto hasil bidikan kamera ini memang memuaskan. Gambar terlihat jernih dan tajam serta tak terlihat 

Selain mengambil gambar diam, Cyber-shot DSC-W300 mampu merekam video beresolusi 640 x 480 piksel dengan dukungan kualitas audio yang memadai.

Asus Eee Top ET1602 – Komputer Ringkas

1

news_asus-eeetop-01a_full-copyMeskipun mengusung nama ‘Eee’, Eee Top ET1602 dari Asus bukan sebuah netbook. Produk ini adalah sebuah personal computer (PC) yang didesain ringkas, mirip iMac buatan Apple. 

Eee Top ET1602 menggabungkan monitor dengan CPU dalam satu paket. Dibalut warna putih, PC dengan layar seluas 16,6 inci ini bisa dengan mudah Anda letakkan di manapun Anda suka tanpa menyita ruang terlalu banyak. Penyangga yang diletakkan di bagian belakang tampak cukup kokoh dan mampu menahan bobot PC ini dengan baik. Sekilas, konstruksi penyangga ini membuat PC ini terlihat seperti bingkai foto.

Asus mengikuti tren terkini dengan menyematkan teknologi sentuh pada monitor ET1602. Namun bila tak terbiasa dengan fitur ini, Anda tetap bisa menggunakan keyboard dan mouse yang dirancang serasi dengan PC, berwarna putih bersih.  

ET1602 cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi sederhana semacam dokumen Office ataupun sekedar melakukan browsing internet, mengingat jeroannya sekelas netbook yang jelas masih kalah kalau dibanding dengan PC biasa. Asus memilih prosesor Intel Atom N270 1.6GHz, kapasitas memori yang dipasang juga standar, 1 Gb. Untungnya Asus masih menyediakan ruang cukup lapang pada hard disk yang digunakan yakni sebesar 160 Gb.

Asus menyediakan enam port USB pada PC ini, sehingga Anda bisa leluasa menghubungkan ET1602 dengan piranti lain. Konektivitas Ethernet pun sudah dipasang pada PC ini, tapi sayangnya, Asus tetap tidak melengkapi ET1602 dengan  DVD burner. 

Secara keseluruhan, sebagai generasi awal PC ringkas, ET1602 cukup lumayan mengingat netbook Eee mengalami peningkatan yang pesat dan cepat dari generasi ke generasi.

Sony Vaio P Series – Pocket PC Ekstra Tipis

12

 

sony-p-series_2NAMA VAIO menjadi garansi bagi notebook kelas atas yang tentunya menjanjikan kinerja dan performa terbaik di kelasnya. Bulan Februari lalu, Sony kembali meluncurkan Vario seri P terbaru yang tersedia dalam dua varian, VGN-P13GH dan VGN-P15G. Ketipisannya membuat keduanya layak disebut sebagai Pocket PC. Berdimensi 245 x 19,8 x 120 mm lebarnya hanya seukuran amplop dan juga setipis ponsel. Rancangan seperti ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal 2008, dan kini kita bisa benar-benar dapat melihat wujudnya di Indonesia.

Dengan layar LED berukuran 8 inchi beresolusi 1600 x 768, Sony melengkapinya dengan teknologi LCD berlapis anti refleksi (anti-glare) untuk mengurangi pantulan cahaya agar tampilan terlihat lebih tajam, baik di dalam maupun di luar ruangan.Ada fitur menarik khas Sony yang melengkapi keduanya, yakni Instant Mode yang mampu menyalakan tampilan XMB (Cross Media Bar). Dengan fitur ini, proses bootup dan akses ke fitur-fitur multimedia lebih cepat dibandingkan waktu start-up Windows Vista. Untuk konektivitas, tersedia pilihan penggunaan Bluetooth, WiFi 802.11b/g/Draft N yang mendukung mobilitas Anda.

Yang membedakan kedua produk ini adalah beberapa keunggulan yang dimiliki VGN-P15G dibandingkan dengan saudaranya VGN-P13GH. Pada VGN-P15G, Sony menggunakan sistem operasi Windows Vista Premium, sedangkan VGN-P13GH menggunakan Windows Vista Home Basic. Selain itu memori dan prosesornya juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan. VGN-P13GH menggunakan Intel Atom Z520 133 GHz dengan memori HDD 60 Gb sedangkan VGN-P15 menggunakan Intel Atom Z530 1560 GHz dan memori SSD 64 Gb.

Menurut Sony, kedua notebook ini akan mulai tersedia pada Maret 2009. VGN-P13GH dibandrol dengan harga USD$ 900  sementara Sony VGN-15G seharga USD$ 1200 .•

REPUBLIK FACEBOOK

2

republik-facebook1Berbagai media elektronik dan cetak tidak habis-habis membahasnya. Bapak, ibu, adik, kakak, sampai kakek dan nenek tergabung di dalamnya. Indonesia, selain sedang demam Blackberry, sedang demam Facebook. Bulan Februari lalu, jumlah pengguna Facebook dari Indonesia hampir berlipat dua- dengan penambahan lebih dari 800.000 pengguna baru!

Memang, apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna Facebook dari Amerika yang mencapai 50.000.000 orang, atau lebih dari 20% dari jumlah populasi Amerika, jumlah pengguna Facebook dari Indonesia masih bisa dikatakan “tidak signifikan”. 

 

Sebelum membahasnya lebih jauh, mari kita perhatikan statistik dibawah ini:

tabel-1-resize1

 

 

 

 

Walaupun demikian, 1.445.280 jiwa bukanlah angka yang kecil dan dapat diabaikan. Oleh sebab itu, sekarang dengan mudah kita dapat menemukan Facebook Page dari bakal calon presiden dan calon legislator berlomba-lomba mencari dukungan rakyat Indonesia yang masih peduli dengan politik. Selain murah, berkampanye di Facebook memiliki banyak keuntungan besar yang menanti untuk digarap.  

Kenapa Facebook?

Mungkin Anda sudah sering membaca, atau anda sudah mengetahui dengan mencobanya sendiri, bahwa Facebook adalah sebuah platform – selayaknya sebuah sistem operasi online – untuk mempermudah hampir segala aktifitas sosial yang kita lakukan sebagai makhluk sosial.

Dengan menawarkan sebuah one stop solution, Facebook menggabungkan layanan situs pembagi foto (photo sharing), blog, video, musik, mailing list dan berbagai fungsi lainnya – termasuk bermain game online – dalam satu atap. Dengan demikian, Facebook membentuk penggunanya menjadi obsesif terhadapnya. Fitur-fitur yang ada didalam Facebook membentuk kebiasaan pengguna untuk selalu membuka Facebook minimal sehari sekali.

Facebook Sebagai Media Kampanye: Efektifkah?

Tentu saja karena pemilihan umum “ronde pertama” masih bulan depan, saya belum dapat menentukan apakah Facebook memiliki peran besar sebagai media kampanye di Indonesia. Bisa saja, sebagian kecil dari keseluruhan pemilih yang menggunakan hak suaranya terpengaruh oleh program atau kepribadian dari caleg yang mereka lihat di Facebook. Bisa juga tidak.

Namun, cukup menarik untuk disimak bagaimana popularitas seorang bacapres di “Republik Facebook” merefleksikan popularitas bacapres tersebut pada survey-survey independen yang dilakukan di “Republik Indonesia”.  Berikut ini adalah data terkini dari pencapaian para bacapres di “Republik Facebook”.

tabel-2-resize1

 

 

 

 

 

 

 

Walaupun tidak scientific, apabila kita membandingkan perolehan jumlah supporter diatas ini dengan jumlah anggota dari Facebook Page Republic of Indonesia, maka kita akan mendapatkan data dalam bentuk persentase berikut ini. Ingat, ini bukan survey LSI, tetapi survey “Republik Facebook!”:

tabel-3-resize

 

 

 

 

 

 

 

Selain para bacapres ini, tentu ada puluhan – bahkan ratusan Facebook Page dari para caleg untuk berbagai tingkatan (DPR RI, DPRD 1 dan DPRD 2) dan berbagai partai. Tentu saja pencapaian jumlah supporter mereka tidak sebesar pencapaian supporter para bacapres, tetapi mereka bisa mendapatkan feedback yang lebih baik dari sekadar feedback kuantitatif: feedback qualitiatif.

Facebook Page: Feedback Kuantitatif

Berbeda dengan sebuah “profil” Facebook biasa, sebuah Facebook Page adalah business tool yang disediakan oleh Facebook untuk memasarkan seseorang (selebriti, penulis, politisi, dsb.) atau sesuatu (produk, lokasi, website, layanan dsb.).

Sebagai sebuah business tool, Facebook Page menawarkan penggunanya berbagai feedback kuantitatif yang detailnya jauh melebihi kapasitas website tracker manapun. Menggunakan Facebook Insight, seseorang pengelola Facebook Page bacapres dapat mengetahui:

• Statistik pengunjung Facebook Page dibagi berdasarkan:

o Mereka yang sekadar melihat (Page Views).

o Mereka yang menjadi fan / supporter (New Fans).

o Akumulasi jumlah fan / supporter sepanjang waktu.

o Counter dilihatnya foto, video dan musik yang ada di Facebook Page. 

• Demografi orang-orang yang sudah menjadi supporter di Facebook Page dibagi berdasarkan:

o Jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).

o Golongan umur (13-17, 18-24, 25-34, 35-44 dan 45+).

Feedback kuantitatif ini cukup menarik karena dapat merefleksikan dorongan-dorongan tertentu di media cetak dan elektronik yang menyebabkan meningkatnya, atau menurunnya, kecepatan peningkatan jumlah dukungan yang diterima. Sebagai contoh, jika sang bacapres dilanda berita positif maka hampir bisa dipastikan akan ada “gejlukan” dukungan pada hari atau minggu itu.

fluktuasi-dukungan-baru-resize

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar: Fluktuasi peningkatan jumlah dukungan yang diterima dapat dijadikan feedback kuantitatif dari “nilai dukung” atau “acceptance rate” seorang bacapres.  

Facebook Page: Feedback Kualitatif

Selain feedback kuantitatif yang disediakan oleh Facebook Insight, sebuah Facebook Page juga memudahkan pengunjung untuk meninggalkan pesan serta berdiskusi dalam forum diskusi – kesemuanya yang membangun feedback kualitatif bagi sang bacapres atau caleg. Jika dikelola dengan baik, Facebook Page juga dapat digunakan untuk komunikasi dua arah antara konstituen dengan sang bacapres.

Pemilih pemilu 2009 yang menggunakan Facebook “tidak signifikan”, tidak semua bacapres serius menggarap Facebook Page mereka. Sebenarnya ada dua kemungkinan di sini. Kemungkinan pertama dan yang paling umum adalah: Facebook Page itu dibuat dan dikelola oleh seorang penggemar yang dahulu “asal buat” dan sekarang menelantarkan. Kemungkinan kedua adalah Facebook masih dipandang setengah mata orang bapilu (badan pemenangan pemilu) / tim sukses para bacapres sehingga tidak diambil langkah nyata untuk membuat Facebook Page yang resmi dan melaporkan Facebook Page yang tidak resmi ke Facebook. Saat ini, yang saya ketahui Facebook Page-nya resmi dan dikelola oleh bapilu masing-masing bacapres adalah Facebook Page dari Rizal Mallarangeng, Prabowo Subianto, Megawati dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. ( Dirgayuza Setiawan )

Industri TIK Indonesia, Bangkit di Tengah Krisis dengan Open Source

2

ok2Awal Maret 2009, nampaknya badai krisis ekonomi global belum juga memperlihatkan indikasi akan mereda. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang beberapa waktu lalu telah menguat di level 10 ribu per Rupiah, kini kembali anjlok ke angka 12 ribu per Rupiah.

Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dunia telah melakukan tindakan penyelamatan perusahaan di tengah krisis ekonomi. Bukan hanya perusahaan kelas menengah saja, perusahaan yang merajai dunia TIK sekelas Google dan Microsoft pun ikut terombang-ambing badai krisis yang menerpa dunia sejak akhir tahun 2008 lalu.  

Perlahan tapi pasti, dampak krisis global di Indonesia sedikit demi sedikit mulai terasa, khususnya untuk perusahaan yang bergerak di bidang TIK. Penurunan daya beli masyarakat terhadap produk-produk TIK dan naiknya biaya operasional, merupakan 2 hal yang cukup banyak dikeluhkan ketika badai krisis menerpa Indonesia. Hal ini salah satunya disebabkan lantaran tingginya ketergantungan industri TIK nasional dengan pasar TIK luar negeri.

Mempertimbangkan Penggunaan Open Source 

Guna menyiasati dampak krisis yang nampaknya belum mau usai, industri TIK nasional seharusnya berbenah dan mulai berpikir untuk mengadopsi Open Source sebagai basis dari bisnisnya. Dalam hal ini, Open Source tidak melulu sistem operasi Linux, tetapi juga mencakup aplikasi berbasis Desktop dan Web yang menyediakan akses terhadap kode sumber (source code).

Penerapan Open Source sebagai basis dari bisnis industri TIK nasional, merujuk pada 3 pertimbangan. Pertimbangan pertama, Open Source mampu mengefektifkan biaya (cost effective) yang dialokasikan untuk kebutuhan teknologi informasi. Karena kebanyakan aplikasi Open Source tersedia dengan tanpa biaya alias gratis, kondisi ini mampu mereduksi biaya lisensi yang dapat mencapai 5 juta Rupiah per satu unit komputernya apabila menggunakan perangkat lunak proprietary. Belum lagi ditambah dengan perangkat lunak yang memiliki model biaya berbeda. Contohnya seperti Mail Server yang pada perangkat lunak proprietary biayanya dibebankan pada banyaknya akun (account) email yang dibuat.

Tentu saja pengefektifan biaya ini berdampak pada ongkos produksi yang bisa ditekan seminim mungkin sehingga berimplikasi pada lebih murahnya produk yang dijual ke masyarakat. Dalam jangka panjang, hal ini mampu memperbaiki daya beli masyarakat dan mengurangi angka pembajakan perangkat lunak.

Pertimbangan kedua yang membuat industri TIK nasional perlu menggunakan Open Source adalah perangkat lunak ini mampu meningkatkan kemampuan lokal dan kompetisi SDM secara global. Dengan kode sumber (source code) yang dapat diakses dan dipelajari, memungkinkan industri TIK nasional membangun kebutuhan akan perangkat teknologi informasinya secara mandiri. Belum lagi dengan kualitas produk Open Source yang terkenal akan kualitasnya, bukan tidak mungkin industri TIK Indonesia mampu merambah pasar TIK global yang kini cenderung didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar asal Amerika dan Eropa. 

Pertimbangan yang terakhir, Open Source mampu mengurangi ketergantungan terhadap vendor dan negara asing dalam bidang TIK. Hal ini berkaitan erat dengan Open Source yang berpotensi sangat besar memajukan industri TIK nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, penggunaan aplikasi Open Source memungkinkan bangsa ini tak harus kebingungan lantaran biaya untuk menggunakan aplikasi proprietary yang semakin tinggi. Secara tidak langsung, proses tumbuhnya industri TIK nasional dengan Open Source, membuat bangsa kita akhirnya mampu menyediakan kebutuhan perangkat teknologi informasinya sendiri.

Open Source dan Industri TIK Lokal

Saat ini, kualitas industri TIK lokal Indonesia masih jauh tertinggal di bawah India dan China. Sejak beberapa tahun yang lalu, industri TIK kedua negara tersebut sudah mulai diakui dunia. Salah satu kunci keberhasilan India dan China, mereka mampu mengembangkan kebutuhan TIK dalam negeri dan mengurangi ketergantungannya terhadap negara asing. Linux dan perangkat lunak Open Source lainnya, dipercaya menjadi kekuatan utama mereka dalam mengembangkan industri TIK lokalnya.

Potensi Indonesia untuk berkembang seperti India dan China sebenarnya sangat besar. Yang menjadi permasalahan, masih banyak orang beranggapan bahwa semakin nol nilai sebuah barang, semakin kecil manfaatnya. Anggapan ini nampaknya berlaku juga untuk Open Source di Indonesia. Sehingga tidak heran apabila Open Source masih dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan komoditas percobaan mahasiswa semata.

Belum dipahaminya model bisnis Open Source adalah salah satu sebab lainnya yang membuat banyak pelaku industri TIK di Indonesia masih enggan mengembangkan Open Source untuk tujuan bisnis yang lebih serius karena dirasa tidak menguntungkan. 

Permasalahan lainnya, permintaan dari masyarakat yang masih syarat akan perangkat lunak proprietary nampaknya masih menjadi salah satu faktor utama mengapa industri TIK lokal enggan menggunakan dan mengembangkan Open Source. Seharusnya industri TIK lokal mampu memberi pemahaman yang holistik kepada masyarakat mengenai apa itu Open Source dan keuntungan yang bisa didapat apabila menggunakannya.

Saatnya Industri TIK Nasional Bangkit

Peluang untuk maju dan mulai merambah pasar TIK dunia, salah satunya terjadi ketika krisis global menjambangi dunia seperti sekarang ini. Tak dapat dipungkiri lagi, peta industri TIK dunia sedang berotasi dan memaksa industri TIK besar untuk istirahat sejenak guna memberikan kesempatan bagi industri TIK yang lebih kecil untuk maju dan berkembang. Kesempatan ini seharusnya jangan disia-siakan. Bagaimana pun juga, kesempatan tak pernah datang dua kali.

Banyak bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal secara optimal, mampu membawa sebuah bangsa menuju jaman keemasannya. Setelah China dan India memastikan jalannya ke ranah percaturan industri TIK dunia dengan Open Source, industri TIK Indonesia seharusnya juga mulai berbenah mengejar ketertinggalannya.

Pertanyaannya bukanlah bisa atau tidak menggunakan Open Source. Melainkan, kapan kita mau melakukannya dan membuka diri untuk maju bersama Open Source. ( Yudha P.  Sunandar )

APKOMINDO DIY – RISTEK PEDULI PENDIDIKAN II “Komputer Untuk Tunas Bangsa”

5

resize-sambutan-hadi-11Kekayaan seni dan budaya yang berlimpah membuat semua orang sepakat bahwa Yogyakarta adalah salah satu kota paling membanggakan yang dimiliki Indonesia. Tak heran jika Yogyakarta diberi julukan ‘Kota Istimewa’ atau Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Pada April 2004,  Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, telah mencanangkan Yogyakarta menjadi cyber province pertama diIndonesia. Sejak itu, gelombang kemajuan TI  tidak pernah berhenti dan mau menunggu, bahkan setiap saat para produsen teknologi dunia seakan melakukan perlombaan di kota ini. 

Sayangnya, penyebaran pertumbuhan TI  di Yogyakarta tidak merata. Konsentrasi pertumbuhan bisnis dan pusat keramaian didominasi oleh daerah di kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta. Sedangkan 3 kabupaten lainnya, yaitu Kab. Bantul, Kab. Kulonprogo dan Kab. Gunungkidul relatif tertinggal. 

resize-sambutan-agus-11Berangkat dari sini, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) DIY terus mengupayakan gerakan Apkomindo Peduli Pendidikan yang diadakan sejak tahun 2008. Gerakan ini merupakan perwujudan tanggungjawab sosial kepada masyarakat karena sebagai sebuah asosiasi, APKOMINDO DIY harus terus-menerus memacu pertumbuhan dan mengembangkan pendidikan TI  di Yogyakarta. Dana untuk menunjang kegiatan ini dikumpulkan dari anggota asosiasi yang merupakan perusahaan-perusahaan komputer di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, juga dari kegiatan-kegiatan lain yang  sebagian hasilnya digunakan untuk mendukung program kemasyarakatan ini.  

Gerakan yang mengangkat tema “Komputer untuk Tunas Bangsa” ini diadakan pada tanggal 14 Maret 2009 di JEC Lt. 2, Yogyakarta. Seperti tahun lalu, pada tahun ini, APKOMINDO DIY juga bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Menegristek).  

Gerakan APKOMINDO – RISTEK Peduli Pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian sumbangan komputer untuk 6 SD di  wilayah Yogyakarta non kotamadya. SD yang akan menerima sumbangan dipilih berdasarkan tiga kriteria,  yakni SD Inti,  belum mempunyai komputer untuk Proses Belajar Mengajar, dan SD dengan jumlah siswa terbanyak. Dan akhirnya, SD-SD itu adalah SD Negeri Ledoknongko, SD Negeri Monggang, SDN Pergiwatuwetan, SD Negeri Kepek I, SD Negeri Sodo, SD Negeri Piyaman I. 

resize-pelatihan1Selain bantuan komputer, juga diadakan Pelatihan Komputer untuk guru-guru di SD yang bersangkutan. Pelatihan komputer lanjutan juga kembali dilakukan di 6 SD yang sudah menerima sumbangan PC pada tahun 2008.  

Pelatihan dibagi atas 3 sesi, yakni  Pengenalan Sistem Operasi IGOS Nusantara, Proses Instalasi IGOS Nusantara, dan Mengoperasikan IGOS Nusantara. IGOS Nusantara sendiri adalah sistem operasi dengan sumber terbuka yang telah dikembangkan Kemenristek. PC yang disumbangkan untuk SD-SD di wilayah Yogyakarta juga telah diinstalasi sistem operasi IGOS Nusantara. 

“Tujuan pelatihan ini adalah agar para guru dapat memanfaatkan PC APKOMINDO PEDULI dan IGOS Nusantara untuk Proses Belajar Mengajar di sekolah. Bahkan diharapkan para guru dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengembangkan IGOS Nusantara,” kata Hadi Santono, Ketua APKOMINDO DIY. 

resize-foto-bersama-setelah-serah-terima-sumbangan-11Pada kesempatan yang sama, Agus Sediadi, Kabid. Kemitraan Lembaga TI Kemenristek mengatakan, banyak pihak meyakini bahwa ketertinggalan dalam penguasaan TI akan mengakibatkan terisolirnya suatu negara dari dunia informasi, yang selanjutnya akan membawa implikasi pada tertinggalnya negara tersebut dalam persaingan global.  

Program IGOS yang sudah dicanangkan sejak tahun 2004 masih perlu sosialisasi lebih gencar ke masyarakat, sehingga perlu adanya kerjasama yang lebih erat antara ABG (Akademisi, Business dan Government). “Adanya Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan “Komputer Untuk Tunas Bangsa 2009” dari APKOMINDO Yogyakarta, merupakan salah satu upaya yang nyata dan senergis dari komunitas penguhasa dengan program pemerintah untuk mempercepat  peningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM dalam pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan TI, khususnya dalam pemanfaatan sistem operasi open source,” tambahnya.    

sekolahAgus Sediadi berharap, APKOMINDO di berbagai daerah lain juga terus membantu masyarakat dalam menyiapkan software legal berbasis open source yang dapat di-bundling dengan berbagai hardware sesuai kebutuhan masyarakat.  

Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan tahap kedua ini juga bekerjasama dengan POSS Universitas Gajah Mada dan Kelompok Studi Linux-Universitas Atmajaya Jogyakarta. Majalah BISKOM menjadi media partner untuk acara ini.

Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat

3

1KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) menjanjikan pelayanan cepat bagi masyarakat. Hal itu dikatakan  Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri di Markas Besar Polri, 30 Januari lalu. Untuk menjalankan program tersebut, Polri meluncurkan program unggulan Quick Wins sebagai reformasi birokrasi kepolisian.

Quick Wins adalah program-program unggulan dalam rangka akselerasi untuk mencapai sasaran Polri 2005 – 2009. Program-program tersebut antara lain Quick Response, Transparansi Pelayanan SIM, STNK dan BPKP, Transparansi Proses Sidik serta Transparansi Rekruitmen Personel.

Program ini tentunya akan diaplikasikan di seluruh jajaran Polri. Untuk mengawasi kinerja polisi, Polda Jawa Timur (Jatim) memiliki situs yang memberitakan semua perkembangan kinerja polisi, mulai pengurusan SIM, STNK, penyidikan perkara dan lainnya. Masyarakat dapat melihat di alamat website resmi yaitu www.jatim.polri.go.id. Selain itu masyarakat dapat menanyakan perkembangan perkara yang sedang disidik melalui situs ini.

“Semua perangkat teknologi informasi (TI) ini kami bangun untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan kinerja personil di jajaran Polda Jatim sendiri,” kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. H. Anton Bachrul Alam, SH, didampingi Kabid. Telematika Polda Jatim, Kombes Syamsul Huda, dan Kasubbid Infokrim Polda Jatim, AKBP Tjatoer Boediono, kepada BISKOM saat ditemui di Mapolda Jatim, akhir Februari lalu.

Irjen Pol. Drs. H. Anton Bachrul Alam, SH dikukuhkan sebagai Kapolda Jatim pada 20 Februari 2009 lalu setelah sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Berkat pengalaman sebagai Wakadiv Humas Polri dan Kapolwiltabes Bogor serta Kadispen Polda Metro Jaya, kelahiran Mojokerto – Jawa Timur, 15 Agustus 1956 ini dipercaya mampu membawa perubahan pada kepolisian dan masyarakat Jatim ke arah yang lebih maju. Berikut kutipan wawancara BISKOM dengan alumni  Akademi Kepolisian angkatan 1980 ini.

2Bapak baru saja menjabat sebagai Kapolda Jatim. Hal apa yang menjadi prioritas Anda saat ini?

Mengingat pesta demokrasi Pemilu 2009 tinggal beberapa pekan lagi, maka keamanan akan menjadi prioritas utama yang kami lakukan. Untuk pengamanan Pemilu 2009, kami telah meningkatkan kemampuan pasukan secara profesional serta melakukan cek ke polres hingga polsek se-Jatim. Kami juga terus meningkatkan program latihan, karena ini semua membuat kita menjadi profesional dan akan menurunkan perwira-perwira terbaik agar saat pemilu nanti, kita sudah siap. Jadi, saya targetkan pemilu akan aman, apalagi di jajaran Polri juga terdapat operasi khusus untuk menangani Pam Pemilu yang disebut dengan Operasi Mantab Brata yang dimulai sejak 16 Maret lalu.

Yang tak kalah penting, kami tetap akan mengusut kasus-kasus yang belum tuntas yang sedang ditangani Polda Jatim, termasuk diantaranya kasus gratifikasi di DPRD Surabaya karena kami tetap berkomitmen memberantas korupsi. Kemudian juga tentang kasus pemalsuan DPT (Daftar Pemilu Tetap) dalam Pilgub Jatim Ulang.

Apakah saat melakukan pengamanan pemilu juga menggunakan sarana TI?

Polri memiliki sistem yang disebut dengan SISPAMLU (Sistem Pengamanan Pemilu) yang menggunakan TI secara penuh, yaitu melalui sistem online berbasis jaringan VPN dari tingkat polsek sampai tingkat Mabes Polri. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu peran Polri dalam mengamankan Pemilu secara cepat dan tepat.

Selama beberapa pekan ini menjabat sebagai Kapolda Jatim, apa pendapat Anda tentang masyarakat Jatim?

Kebetulan saya adalah putra asli daerah, jadi saya sangat mengenal masyarakat Jatim. Saya melihat, masyarakat Jatim umumnya mampu menjunjung tinggi norma dan hukum. Mereka lebih memilih jalur hukum daripada melakukan tindakan anarkis, hal ini lah yang membuat keadaan Jatim tetap kondusif. Meski begitu, kami tetap harus menyesuaikan diri bahwa segala sesuatunya harus lebih transparan sesuai dengan kebijakan Kapolri dalam rangka membangun trust building yang mengedepankan transparansi publik.

Terkait pemanfaatan TI di lingkungan Polda Jatim, layanan apa saja yang sudah disiapkan Polda Jatim melalui fasilitas TI?

Sebenarnya sudah lama kami memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, kami sudah membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Meski untuk sementara ini SMS 1120 hanya bisa menerima dari pesan dari operator Telkomsel grup dan Telkom Flexi, tapi sudah kami sebar ke 41 polres dan 7 polwil di wilayah hukum Polda Jatim. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas.

Polda Jatim juga sudah memiliki website, sejauh mana manfaat yang dirasakan hingga saat ini?

Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus kami kembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website ini.

4-textSejauh mana manfaat website Polda Jatim untuk internal Polda sendiri?

Seperti kita ketahui, manfaat web akan sangat terasa jika terus menerus dikembangkan output-nya, baik dari sisi sarana web itu sendiri maupun personil yang menanganinya. Dengan adanya website ini tentu akan mampu meningkatkan kinerja jajaran Polda Jatim sendiri. Salah satu contoh, web Polda Jatim sangat bermanfaat dalam menyamakan data atau persepsi antar personil dan atasan Polda Jatim, serta menyamakan laporan antar wilayah hukum Polda Jatim. Kebetulan, saat ini di 48 polres atau polwil di wilayah hukum Polda Jatim, khususnya di wilayah Pantura, semuanya sudah terpasang Speedy sehingga sistem pelaporan lebih memadai dan bisa memudahkan laporan tiap-tiap polres ke polda.

Bagaimana respon masyarakat terhadap layanan web Polda ini?

Respon masyarakat atas layanan SMS dan website dari Polda Jatim ini makin hari makin meningkat yang menunjukkan kalau pemanfaatan TI di jajaran Polda Jatim sangat bermanfaat. Hal ini tentunya harus diiringi dengan kemampuan personil atau SDM yang memadai dan melek teknologi khususnya, untuk bisa mengoptimalkan pelayanan berbasis TI bagi masyarakat Jatim sendiri. Minimal, dengan peman¬faatan TI ini, kami bisa lebih meraih kepercayaan dari masyarakat dan meningkatkan kinerja jajaran Polda Jatim. Contoh, dalam menangani satu kasus, jika sistem pelaporannya sudah baik, hal ini akan lebih memudahkan polisi dalam mengungkap kasus. Sebab kalau hanya menggunakan sistem manual atau konvensional kan bisa jadi lebih sulit lagi.

Bagaimana dengan pemanfaatan software-nya?

Kami juga menggunakan perangkat tersendiri yang legal tentunya, misalnya pemakaian software penyidikan di bagian serse dan narkoba, termasuk di bagian pelayanan laporan atau SPK. Nah, laporan dari SPK ini bisa langsung masuk ke server polda, termasuk laporan yang bersumber dari layanan SMS 1120.

Dalam pemeriksaan berkas tindak pidana misalnya, Polda Jatim menggunakan piranti lunak sistem penyidikan tindak pidana (Criminal Investigation System Sofware Version 1.0). Perangkat lunak ini akan dipergunakan penyidik di jajaran Ditreskrim Polda dan Kejaksaan Tinggi.

Dengan software penyidikan ini, polisi dan jaksa tidak perlu saling melimpahkan berkas perkara pemeriksaan jika dianggap belum sempurna (P-21). Sebab polisi dan jaksa sama-sama dapat mengakses sistem ini tanpa mengurangi sistem kerahasiaan penyidikan.

Perangkat lunak ini juga mempermudah sistem pengawasan internal dan eksternal. Sehingga kinerja penyidikan polisi lebih kualitatif  dan akuntabel. Sebab, kami terus berusaha menekan peluang terjadinya penyimpangan anggota dan masyarakat dalam proses penyidikan. Apalagi selama ini penggunaan komputer dalam penyidikan hanya sebagai mesin ketik. Namun sistem ini bukan hanya digunakan di Polda Jatim, tapi juga di jajaran Polwiltabes Surabaya.

Kabarnya Polda Jatim juga membentuk unit cybercrime?

Menurut saya dengan adanya implementasi TI atau telematika di jajaran Polda Jatim, otomatis unit cybercrime atau unit kejahatan dunia maya ini sudah terbentuk di Polda Jatim. Apalagi kami sudah banyak menggelar pelatihan personel unit cybercrime. Pelatihannya sendiri diadakan di Jakarta. Materi yang dipelajari antara lain perangkat lunak dan keras komputer, termasuk pelacakan teknologi penggunaan internet.

Unit cybercrime memang membutuhkan banyak personel karena harus berjaga 24 jam dalam sehari. Namun dalam menjalankan tugasnya, petugas unit cybercrime tidak bekerja sendiri dan tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan para ahli di bidang TI, khususnya internet.

Bicara mengenai cybercrime, saat ini Indonesia memiliki Undang-undang baru yang menaungi hal itu, yakni Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE). Bagaimana pandangan Anda terhadap UU-ITE?

Esensi dari UU-ITE salah satunya adalah melindungi transaksi elektronik dan menegakkan etika cyber. Yang terpenting dalam hal ini adalah sudut pandang kita haruslah sama dalam memandang UU-ITE ini, sehingga akan tercipta suatu pemahaman yang sama pula terhadap arti kepentingan diundangkannya UU-ITE yang baru ini. Dengan adanya UU-ITE diharapkan kasus kejahatan dapat berkurang dan transaksi elektronik dapat terlindungi serta berjalan sebagaimana mestinya serta mampu mempengaruhi dampak perekonomian secara positif.

3-textBagaimana bentuk dukungan Polda Jatim terhadap UU-ITE?

Peran kepolisian dalam penegakan UU-ITE cukup jelas, hal ini ditandai dengan adanya pelatihan cyber-forensic dan cyber investigation yang diikuti oleh perwira-perwira yang khusus menangani cybercrime sehingga dapat dibentuk tim-tim khusus yang dapat menangani masalah transaksi elektronik dan kejahatan cyber, sehingga UU-ITE dapat diaplikasikan sebagai perangkat hukum dalam menegakkan undang-undang disamping tetap menggunakan KUHP.

Apakah Polri telah melakukan kerjasama Internasional untuk menumpas kasus terorisme?

Selama ini Polri sudah bekerjasama dengan baik di dunia internasional melalui forum Interpol dalam hal pemanfaatan TI yang tujuannya untuk mengungkap kasus-kasus terorisme yang terjadi bukan saja di Indonesia tetapi juga negara-negara lain.

Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu sentra masuknya barang import, tentunya keamanannya menjadi perhatian tersendiri. Di bawah kepemimpinan Bapak, apakah barang masuk dari Tanjung Perak akan diperketat khususnya barang-barang elektronik dan TI?

Pelabuhan Tanjung Perak memang harus mendapatkan perhatian tersendiri, dan hal itu sudah dilakukan sejak pejabat terdahulu. Saya akan melanjutkan kebijaksanaan yang sudah ditetapkan dengan baik, khususnya dalam rangka koordinasi dengan pihak Bea Cukai Tanjung Perak, sehingga pada pelaksanaan tugas nanti tidak terjadi saling tumpang tindih tetapi justru mendapatkan hasil yang baik dari lapis-lapis kekuatan yang ada. Selain itu, kami juga terus melakukan koordinasi bersama pihak Bea Cukai untuk menggelar operasi rutin guna mencegah masuknya barang elektronik selundupan, baik yang berasal dari pintu masuk Pelabuhan Tanjung Perak maupun Bandara Internasional Djuanda Surabaya.

Kira-kira resep apa yang akan Bapak terapkan dalam memimpin Polda Jatim agar bisa dikatakan berhasil?

Ya, sebagai seorang muslim dan mayoritas anggota Polda Jatim juga muslim, jadi saya meminta anggota untuk mengutamakan shalat atau sembahyang dibandingkan tugasnya. Kenapa? Sebab menurut saya shalat itu mampu mewujudkan ‘trust building’ (membangun kepercayaan) karena biasanya kepercayaan masyarakat bisa timbul bila kultur polisi berubah. Untuk mengubah kultur polisi itu, maka sosok polisi sebagai manusia beriman harus berubah lebih baik lagi dan lagi, selain itu perubahan manusia sangat ditentukan shalat atau ibadahnya, baik muslim maupun non muslim. Pertama kalinya saya berhadapan dengan seluruh anggota Polda Jatim, saya meminta anggota untuk meninggalkan pekerjaan dan shalat bila mendengar azan. Kalau ada tamu seorang muslim, maka ajaklah tamu untuk shalat. Bagi anggota yang non muslim dapat mengikuti waktu yang ada dengan berdoa di tempat yang sudah ditentukan bersama.• ( Soegiharto Santoso )

TI Diantara Konstalasi Politik

0

 

salam-redaksiTanpa terasa, negara tercinta kita akan mulai memasuki lagi hajatan politik nasional, pemilihan umum anggota legislatif (pileg) serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI (pilpres) untuk periode lima tahun ke depan. Masih teringat bagaimana kita melakukan pemilihan secara demokratis untuk lembaga legislatif dan eksekutif, padahal itu lima tahun yang lampau. Waktu bernar-benar berlalu tanpa terasa.

Di edisi Maret ini kami sajikan topik makin menghangatnya bursa pencalonan anggota legislatif yang jatuh pada 9 April mendatang. Bahkan minggu tenang kampanye tengah berlangsung pada 6-8 Maret ini. Namun isu terus mengemuka dimana para caleg beramai-ramai memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan teknologi informasi (TI), mulai dari internet, SMS, hingga perhitungan suara berbasis TI pula. 

Tentu saja, demi untuk terpilih jadi anggota dewan, mereka manfaatkan semua sarana. Selain mengoptimalkan TI, media kampanye konvensional masih dipandang efektif digunakan seperti baligo, spanduk, stiker, brosur, pamflet dan beriklan baik di media cetak maupun elektronik.

Fenomena inilah yang kami cermati saat ini:  TI diantara konstalasi politik yang tengah menggeliat. Kendati begitu, kami baru menyekat headline Biskom kali ini hanya pada bahasan pileg, untuk selanjutnya pada edisi mendatang tinggal difokuskan pada isu pilres dan kaitannya dengan TI dengan maksud agar apa yang kami sajikan tidak terlalu melebar.

Kami juga mengangkat tajuk sedikit provokatif, ”Jangan Pilih Caleg Gaptek,” dengan maksud agar masyarakat bisa makin cerdas dan mengenal lebih dekat dalam memilih caleg dari daerah pemilihan (dapil)-nya masing-masing. Tentu saja, caleg yang tidak gaptek dan memahami ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan sedikitnya tahu dalam mengaplikasikan TI, akan punya nilai tambah sendiri bagi para konstituen dan masyarakat yang mengusungnya untuk menduduki kursi DPRD, DPD dan DPR RI.

Sebagai pelengkap kami hadirkan Cover Story Kapolda Jawa Timur, Brigjen Pol. Anton Bahrul Alam dengan topik perbincangan seputar TI di kepolisian dan pengamanan pemilu 2009. Sengaja kami tampilkan Kapolda Jatim ini agar tokoh TI yang diekspos BISKOM tak hanya sentralistik di Jakarta, tapi juga kota-kota besar lainnya seperti Jawa Timur, Tengah dan Jawa Barat. Makud lainnya, agar apa yang kami sajikan tak hanya merupakan wacana dan peristiwa yang terjadi di Jakarta, tapi juga daerah, khususnya Pulau Jawa. Menandakan pula bahwa kami sudah mulai mengembangkan sayap ke luar Jakarta demi kemajuan TI nasional.

Jadi, selamat membaca!

Salam,

REDAKSI

APKOMINDO SOLO Gelar Pameran Komputer

3

res-soloAPKOMINDO Computer Expo VII yang digelar tanggal 9 hingga 15 Maret 2009 lalu berbeda dengan pameran-pameran komputer yang sebelumnya digelar oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Surakarta. Pameran yang bertema “Keraton Komputer Apkomindo Solo” ini terasa lebih njawani karena Disamping mengedepankan kemajuan teknologi informasi (TI), juga mengusung kebudayaan Solo. Lokasi pameran yang bertempat di Diamond Convention Center – Solo ini didisain menyerupai konsep keraton Surakarta, mulai dari gapura masuk hingga kereta kencana plus arca Gladag yang diibaratkan sebagai penjaga. Artinya, Apkomindo Computer Expo VII ibarat menggabungkan dua dunia yang beda, tradisional dan modern terkini. 

Pameran yang berlangsung selama seminggu ini juga didukung oleh vendor-vendor komputer dan para pengusaha toko komputer di kota Solo dan mampu menyedot pengunjung lebih dari 60 ribu orang. Selain menggelar berbagai produk komputer teranyar, pameran kali ini juga menggelar temu wicara dengan tema “Blueprint Perkembangan Telematika Indonesia” dengan nara sumber Sekretaris Ditjen Aptel Depkominfo – Djoko Agung Harijadi dan workshop Fotografi oleh Darwis Triadi.

Majalah BISKOM Edisi Maret 2009

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Kapolda Jawa Timur,  Anton Bachrul Alam (Terima kasih kepada Kapolda Jawa Timur yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Maret 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Anton Bachrul Alam, Kapolda Jawa Timur, “Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat.”

• FIGURE:

– Chairman PT Zahir Internasional, Fadil Fuad Basymeleh “Jual Software Sistem Sewa”

– Product Manager Printer & Consumables PT SEIN, Winny Windiarini “Printer Laser Tak Semahal Yang Dibayangkan”

– Praktisi TI, Onno W. Purbo, “Pemerintah Harus Lebih Tegas Ke Vendor”

– Praktisi TI, Heru Nugroho, “TI Mampu Lestarikan Budaya”

• HEADLINE: Jangan Pilih Caleg Gaptek!

• FOCUS:

– Perhitungan Manual Vs Perhitungan Elektronik

– Genjot Sosialisasi, KPU-Parpol Gunakan Layanan SMS

– Republik Facebook

– Industri TIK Indonesia,Bangkit di Tengah Krisis dengan Open Source

– Software Lokal, Alternatif Industri Kreatif

• BROWSING:

– Kuasai Korea, Sony Ericsson Gandeng Spiderman

– Email Kalah Populer Dibanding Facebook

– Lenovo-Blackberry Berintegrasi

– Nokia Segera Rilis Notebook

– Acer Perbanyak Smartphone Murah

• INSPIRATION:

– Cicilia Lusiani: Problematika Implementasi SOTK Baru

– Arli Aditya Parikesit: Menggunakan Aplikasi Bioinformatika Dengan Ponsel

– Prakoso Bhairawa Putera S.: Jurnal Online Dalam Perkembangan TIK

– Iriansyah BM. Sangadji: TI Untuk Ketahanan Pangan Nasional

– Bob Julius Onggo: Bila Ensiklopedia Tidak Mau Punah

– Elly Agustini: MCAP: Desa Digital dan Masyarakat Sadar Informasi

– Onno W. Purbo: Memaksimalkan Mobile Internet Broadband

• REVIEW & CELLULAR:

– Asus Eee Top ET1602

– Sony Vaio P Series

– Nokia E55

– Asus P565

– Sony Ericsson W302

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id