Home Blog Page 1025

Onno W. Purbo: Pemerintah Harus Lebih Tegas Ke Vendor

7

seminar-onno-105_resizeBukan Onno W. Purbo namanya kalau tidak kritis menanggapi perkembangan yang terjadi di dunia teknologi informasi (TI). Baru-baru ini pakar internet itu melontarkan lagi kritikannya, kali ini terhadap raksasa software Microsoft. Onno menilai perusahaan ini telah memonopoli produk-produk notebook dan netbook dengan menanam paksa Microsoft ke dalamnya.

Onno memandang penyematan Microsoft dalam setiap notebook yang dijual di Indonesia, seolah-olah membuat konsumen tak mempunyai pilihan lain, dan terpaksa membelinya.

Sementara manajemen Microsoft Indonesia berdalih bisnis bundling itu merupakan realisasi Original Equipment Manufacturer (OEM). OEM merupakan lisensi yang melekat pada PC. Umumnya lisensi OEM terikat pada satu motherboard tertentu.

”Bagaimanapun, ini bisa disinyalir bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” tandas Onno.

Menurutnya, indikasi Microsoft memonopoli tampak dari banyaknya produk, paling tidak notebook, yang tidak mempunyai toleransi untuk menggunakan sistem operasi open source di dalamnya. Berikut petikan perbincangan BISKOM dengan Onno, 2 Maret lalu. 

Bagaimana Anda bisa menilai kalau Microsoft melakukan monopoli dalam produk notebook atau netbook?

Waktu saya berkunjung ke sebuah pameran di JCC-Jakarta beberapa waktu lalu, semua netbook dengan prosesor Atom tidak ada yang ’kosong’, semua pakai software Windows. Jadi, kalau saya mau beli ya harus dengan Windows di dalamnya. Dan harganya sudah termasuk Windows. Jadi mau dipakai atau tidak dipakai, Windows tetap harus kita bayar. Lebih disayangkan lagi, ini terjadi pada semua vendor netbook, ini kan indikasi monopoli. Padahal dulunya Asus EeePC sudah mempelopori dengan pilihan Linux dalamnya, malah EeePC saya udah format ke Ubuntu. 

Apakah ini terjadi pertama kalinya di Indonesia atau lebih dari sekali dimana perangkat keras suatu produk dimonopoli perangkat lunak tertentu?

Saya sendiri belum pernah menyelidiki sejauh itu. Cuma ini pertama kalinya pengalaman saya cari netbook tidak ada yang ’kosong’ dan semua terinstal Windows. Sudah begitu ngotot lagi sales-nya, dia bilang, “Ini Microsoft-nya tidak bisa dibuang, Pak! Sudah dari sananya!” 

Adakah contoh kasus lainnya selain yang Anda alami baru-baru ini?

Terus terang saya jarang beli netbook, dan kejadian ini baru kemarin saja. Cuma setelahnya saya dapat beberapa e-mail dari teman, kayaknya hal seperti ini juga terjadi seperti di Surabaya. 

Jadi bagaimana mengantisipasi kasus seperti ini menurut Anda?

Pemerintah harus tegas, dan harus mewajibkan semua vendor untuk memberikan pilihan bagi konsumen yang tidak ingin menggunakan Microsoft dengan konsekuensi notebook atau netbook yang belum diinstal ataupun dengan pre-instal Linux yang lebih murah.  

Pihak mana saja yang berwenang menanganinya dan apa harapan Anda terhadap pihak terkait khususnya KPPU untuk bisa lebih menertibkan dan menindak kasus seperti ini?

Yang paling berwenang tampaknya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hanya saja mereka pasti butuh bukti dan datanya. Itu harus ada yang menyiapkan. Pihak lain yang juga terkait adalah Departemen Perdagangan, Departemen Komunikasi dan Informasi dan Departemen Perindustrian. 

Sejauh ini apa masalah ini sudah ada respon dari pihak tertentu termasuk Microsoft sendiri?

Kalau dari media, komunitas blogger, komunitas Linux, mereka sangat supportive. Kalau dari Microsoft-nya sendiri belum ada respon langsung ke saya. Mungkin mereka pikir, memangnya Onno itu siapa? Hehehe .. 

Menurut Anda, apakah monopoli vendor software seperti ini bisa mempengaruhi perkembangan sistem operasi open source khususnya di Indonesia?

Jelas sekali! Akibatnya matilah perjuangan kita selama ini buat meng-open source-kan Indonesia. Sebaliknya dari sisi pengguna juga sayang kan sistem operasi Windows-nya? Apalagi sudah mereka bayar.  

Apa saran Anda terhadap vendor software maupun vendor netbook?

Terutama produsen notebook dan netbook, ya kasih lah option untuk pembeli yang tidak mau menggunakan sistem operasi tertentu. Misalnya sebuah notebook merk NOTBUK mempunyai tipe notebook N1810, untuk N1810w bersistem operasi Microsoft Windows, N1810l bersistem operasi Linux, dan N1810k untuk yang ‘kosong’. Masalah stiker pada perangkat keras tidak perlu dicantumkan secara lengkap serinya atau ditempelkan ketika pembelian. Yang penting di sini tidak ada unsur pemaksaan. Bagi sebagian orang penambahan Rp. 500.000 saat membeli notebook mungkin tidak berharga, tapi sudah pasti sangat berharga bagi sebagian orang lain kan?

Nokia E75 Hadir di Indonesia

2

2-nokia-resHadirnya BlackBerry di Indonesia tak membuat Nokia gentar. “Peluang di segmen smartphone masih terbuka lebar,” ujar Executive Advisor dan Director Nokia Indonesia, Hasan Aula, di tengah-tengah acara peluncuran Nokia E75, di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jumat (6/3).

Bekerja sama dengan penyedia content lokal inTouch, E75 yang diluncurkan didukung layanan push-e-mail gratis selama dua tahun. dengan proses setting e-mail yang dipermudah, seperti BlackBerry, E75 dirancang dapat mendukung beberapa protokol dan account e-mail berbeda.

“Nokia ingin menjadikan komunikasi e-mail mobile semudah mengirimkan SMS,” jelas Trisnawan Tjipto, Product Marketing Nokia ESeries. Kerja sama dengan inTouch akan memberikan fitur berbayar yang bermacam-macam. Dengan mengakses situs khusus mobinity.net, pengguna E75 dapat menikmati layanan chatting atau aplikasi Facebook. Mobinity.net juga mengadopsi konsep citizen journalism, yang mana pengguna dapat turut menyebarkan informasi dalam bentuk teks berita, foto ataupun video. Setiap berita yang diupload di situs mobinity.net pengguna akan mendapatkan poin yang dapat ditukar dengan voucher atau produk tertentu. “Aplikasi ini akan di launching kurang lebih akhir Maret,’ jelas Kendro Hendra, Managing Director inTouch.

Berbeda dengan ponsel Nokia seri E yang lain, E75 hadir dengan keyboard QWERTY berdesain side-slide. Hasan Aula mengatakan bahwa E75 adalah pengganti Nokia seri 9300 ‘Mini Communicator’. Keyboard E75 didesain spesial dan dilengkapi tombol shortcut: home, kalender, dan e-mail.Layar E75 lebih besar dibanding seri E63 dan E71, tetapi resolusi layar tetap sama.

10 unit pertama Nokia E75 dari rangkaian Eseries, pada acara launching yang dihadiri oleh lebih dari seribu anggota diri oleh sekitar 1,000 anggota Nokia Communicator Community (NCC) tersebut dilelang dengan harga tertinggi yang mana hasil lelang tersebut disumbangkan kepada WWF (World Wild Fund) Indonesia.

Pameran MBC 2009 – Kenalkan Produk Terbaru

1

asus-mbcMega Bazaar Computer (MBC) 2009 menjadi ajang yang tepat bagi perusahaan-perusahaan teknologi informasi (TI) untuk mengenalkan produk terbaru serta memberikan berbagai penawaran menarik guna mengangkat penjualan produk itu sendiri.

Menurut pihak penyelenggara, tercatat sekitar 500 peserta yang mengikuti pameran. “Krisis global yang melanda dunia membuat perusahaan harus memotong budget sebesar 30-40 persen. Hal itu yang membuat perusahaan mencari jalan lain untuk promosi. Ikut pameran merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi biaya promosi,” ujar Melissa Dewi, Project Manager Dyandra Promosindo.

Dengan mengangkat tema Mega Produk Mega Diskon, MBC 2009 mencoba menghadirkan kemeriahan di setiap ruang pameran. Para peserta pameran berlomba-lomba mengeluarkan produk andalan terbaru dengan harga bersaing. Pihak penyelenggara sendiri menghimbau kepada para peserta pameran agar menjual produk mereka dalam rupiah. Hal ini dilakukan agar gejolak nilai tukar rupiah tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat berbelanja.

Selain Jakarta, MBC 2009 juga digelar di 5 kota lainnya secara berbarengan, yakni Be Mall Bandung, Gramedia Expo  Surabaya, DP Mall Semarang, JEC Jogja dan CCC Makassar, yang dilangsungkan selama 5 hari, sejak 25 Februari hingga 1 Maret 2009.

res-hmccKhusus di Jakarta, pada pameran MBC 2009 yang didukung oleh Yayasan Apkomindo ini, Dyandra juga menggandeng Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) untuk menyemarakkan MBC 2009. Seperti diketahui, kawasan Mangga Dua sejak dulu dikenal sebagai sentra penjualan dan servis komputer terbesar di Jakarta.

“Dalam  MBC 2009, 82 stand milik anggota Asosiasi HMCC ikut ambil bagian,” kata Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Bidang Pameran HMCC yang didampingi Tan Deny Alnico, Koordinator Umum HMCC kepada BISKOM.

Pada MBC 2009 ini, di area pameran HMCC  dimeriahkan oleh berbagai acara menarik dari para sponsor seperti LG, MSI, Advance, WDC, Case Power Logic, JXD, Microsoft, Asus, Cameron, UPS Power Tree, Case Power UP, VGA Digital Alliance, Bracket Shinyoku, Jasaojek.com, Procesor Intel dan Komic.

Inaicta 2009, Pemberian Apresiasi Bidang Telematika Pacu Pertumbuhan Industri Kreatif berbasis TIK di Indonesia

0

inaicta-4Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2009 hari ini (20/2) resmi diluncurkan oleh Dirjen Aplikasi Telematika, Cahyana Ahmadjayadi yang mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika. Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Departemen Komunikasi dan Informatika ini bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan bidang teknologi informasi dan komunikasi di tanah air.

Dengan mengangkat tema „Digital Creative for Nation Building?, INAICTA 2009 mempunyai visi memposisikan ICT (information and communication technology) sebagai variabel yang memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan martabat bangsa di dunia international. Tujuan utama diselenggarakannya INAICTA 2009 ini adalah untuk meningkatkan kreativitas para pengembang di bidang ICT, mendorong pemanfaatan dan pertumbuhan TIK di semua lini industri, juga mempersiapkan pelaku TIK lokal untuk menghadapi kompetisi global. Hal ini sejalan dengan dicanangkannya tahun 2009 menjadi Tahun Indonesia Kreatif, diharapkan INAICTA 2009 dapat turut andil membangun ekonomi kreatif melalui karya generasi kreatif (C-Gen for C-Conomy).

“Dengan semangat Tahun Indonesia Kreatif 2009, saya kembali mengajak untuk menjadikan ajang INAICTA sebagai wahana untuk menampilkan kreativitas anak bangsa berupa karya yang bermanfaat dan berkualitas, serta menggali dan mengasah potensi yang dimiliki, sehingga mampu menghasilkan produk dan karya TIK yang berdaya saing serta dibutuhkan masyarakat,” ujar Cahyana Ahmadjayadi. “Ajang ini merupakan ajang berskala nasional di bidang teknologi informasi dan komunikasi. INAICTA merupakan kegiatan bersama milik seluruh komponen bangsa, sehingga seluruh pihak berperan dalam memajukan dan memanfaatkan karya anak bangsa di bidang TIK.”

inaictaPeluncuran INAICTA hari ini menandakan dibukanya pendaftaran lomba karya cipta ini. Para peserta dapat mulai mendaftar secara online di situs resmi INAICTA 2009 (www.inaicta.web.id)  dan proses pendaftaran akan ditutup pada 15 Mei 2009. Selanjutnya, pemenang dari INAICTA juga akan mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA), dan World Summit Award (WSA).

“INAICTA adalah ajang lomba karya cipta kretivitas dan inovasi berskala nasional, dengan menerapkan aturan dan kriteria dengan standar internasional, untuk mempersiapkan pelaku TIK di Indonesia bersaing di kompetisi internasional,” jelas Hari Sungkari, Ketua Komite INAICTA. “Dalam Rangka pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009, INAICTA 2009 juga akan menyesuaikan kategori lomba ke arah industri kreatif berbasis TIK di Indonesia.”

Acara yang terangkai dalam INAICTA 2009 adalah perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK, seminar, workshop dan eksibisi, juga Business Matching Program (BMP). Puncak acaranya akan ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan akan dilangsungkan pada 29 Juli 2009. Pengunjung dan komunitas TI tanah air dapat mengikuti berbagai seminar mengenai animasi, e-business, juga game dan mobile. berbagai workshop juga dapat menambah pengetahuan insan TI dalam animasi dan pengembangan game, Robot for Kids, Blog dan Wikipedia.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai INAICTA 2009, dapat mengunjungi situs www.inaicta.web.id

Vanbook A Series, It’s My Personal World

36

img_6975It’s My Personal World. Demikian slogan yang diusung Advan untuk kedua netbook terbarunya. Tampilan dan spesifikasi Vanbook A Series memang sanggup mencirikan personal atau kepribadian pengguna yang menginginkan sebuah netbook elegan dan sesuai untuk digunakan dengan mobilitas tinggi.

Dengan layar 10.2 inci, ukurannya kurang dari kertas A4, atau hanya 258 x 189 x 28 mm. Ditambah bobotnya yang cuma 1.4 kg, Vanbook A Series sangat mudah dibawa kemana-mana. Cukup menggunakan tas kecil, Anda tetap bisa bergaya dalam waktu kerja Anda yang mobile. Bukan itu saja, tampilan Vanbook juga sangat berkesan dengan 4 pilihan warna, yaitu Hitam, Putih, Biru dan Pink yang sama-sama techie. Meski kecil, ukuran keyboardnya dirancang lebih besar dibanding  netbook pada umumnya, agar pengguna nyaman saat mengetik  ataupun menjelajahi dunia maya.

Bicara mengenai akses internet, Vanbook yang dibandrol seharga Rp 3.999.000 ini sudah dilengkapi dengan Wifi untuk koneksi internet nirkabel di manapun.  Terdapat webcam dengan kualitas gambar yang tajam dan jernih, sangat cocok untuk penggemar chatting, share foto, browsing, dan lainnya.

Sementara dari segi spesifikasi, Vanbook boleh dibandingkan dengan netbook berkualitas tinggi lainnya.  Tersedia dalam dua macam tipe, yaitu A1-N70 dan A1-N70T,  kapasitas HDD sebesar 120 Gb SAT ditambah prosesor Intel Atom N270 1.6 Ghz dengan memori 1 Gb DDR.

Khusus untuk A1-N70T, selama masa promosi, pembeli dapat melakukan free upgrade 160 Gb. Kedua seri tersebut juga dilengkapi dengan baterai dengan daya tahan yang memadai, hingga 3 jam.

Huawei Miliki Kontrak UMTS/HSPA Terbanyak

0

huawei-logo1Kelompok riset pemasaran komunikasi, In-Stat, mengumumkan, Huawei berhasil menempati peringkat pertama di dunia dalam hal perolehan kontrak UMTS/HSPA. Sebanyak 42 kontrak baru UMTS/HSPA, atau 40,4 persen dari total jumlah kontrak telah ditandatangani di seluruh dunia pada tahun 2008. Dengan peringkat ini, artinya Huawei mendapat pengakuan dari berbagai kelompok industri sebagai pemimpin dalam perolehan kontrak UMTS/HSPA selama tiga tahun berturut-turut.

Di Indonesia, Huawei memberikan layanan solusi UMTS/HSPA kepada operator terkemuka seperti: Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama (XL) dan Natrindo Telepon Selular (NTS).

In-Stat juga mengakui prestasi besar Huawei di bidang solusi dan produk nirkabel dengan berbagai temuan, diantaranya mobile broadband. Sampai saat ini, Huawei telah membangun 128 UMTS/HSPA atau sekitar 50 persen dari total jaringan komersil di seluruh dunia. Jaringan UMTS/HSPA lebih dari 25 operator mobile di Eropa pun didukung oleh Huawei.

Huawei juga menjadi  base station GSM peringkat kedua dunia dengan perolehan sebesar 24,4 persen dari 6 juta transaksi yang dilakukan pada tahun 2008. Sementara untuk basis CDMA, Huawei menjadi pemimpin industri dengan mengantongi 110 kontrak CDMA2000 1 x EV-DO.

“Laporan terbaru dari In-Stat ini membuktikan usaha terus-menerus Huawei dalam mengembangkan solusi mobile broadband untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami. Operator di seluruh dunia telah menunjukkan kepercayaan mereka kepada kami dengan memilih Huawei sebagai mitra strategis mereka,” ujar Wan Biao, Presiden Divisi Produk Nirkabel Huawei di Shenzen, China (17/2).

Depkominfo Beri MCAP Untuk Pemkab Bandung

2

mcap1Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menerima bantuan satu unit mobil berkonsep mobile community acces point (MCAP) dari Ditjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) untuk mereduksi keterbatasan akses masyarakat terhadap informasi global, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Dengan MCAP ini, masyarakat di pelosok desa bisa ikut merasakan manfaat dan memberdayakan teknologi informasi (TI) sebagai sarana untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi secara cepat tanpa batas waktu.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Informasi Badan Perpustakaan, Arsip, dan Pengembangan Sistem Informasi (Bapapsi) Kabupaten Bandung, Elly Agustini menjelaskan, MCAP menjadi salah satu unit pembelajaran berbasis TI yang dilengkapi dengan akses internet, akses layanan telepon, serta kegiatan diseminasi informasi audiovisual. Dalam mobil tersebut dilengkapi enam unit komputer (PC) bersoftware open source yang satu sama lain secara wireless, terdapat pula satu unit pesawat TV plasma 37 inci, genset/diesel sebagai sumber power, serta akses internet wireless.

“MCAP bertujuan meningkatkan minat belajar masyarakat khususnya di pedesaan tentang manfaat teknologi informasi serta menyebarkan informasi tentang potensi daerahnya,” ujar Elly di sela-sela pertunjukan perdana MCAP di Lapangan Upakarti Soreang, Kabupaten Bandung, 16 Februari lalu.

Hadir dalam acara peluncuran tersebut Bupati Bandung, Obar Sobarna, dan Sekda Kabupaten Bandung, Sofyan Nataprawira. Menurut Elly, MCAP juga berfungsi untuk memberikan kesempatan pemerataan pembelajaran bagi warga yang belum terjangkau layanan tetap teknologi informasi dan komunikasi.

Rencananya, MCAP akan dioperasikan secara bergilir ke tiap kecamatan dan desa di Kabupaten Bandung, terutama desa yang sama sekali belum memiliki akses telepon maupun internet.”Harapan kami dengan kehadiran MCAP ini masyarakat bisa mendapatkan akses informasi secara merata dan menipiskan kesenjangan digital demi terwujudnya masyarakat sadar informasi,” ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemkab siap memberikan edukasi penggunaan internet yang aplikatif dan meningkatkan populasi pengguna internet di usia remaja menengah dan produktif. “Pokoknya banyak manfaat yang bisa didapat masyarakat dari MCAP, antara lain peningkatan pengetahuan teknologi yang murah, komunikasi dan pengiriman berita yang cepat, peluang bisnis, serta kemudahan akses informasi terhadap harga komoditas produk-produk pertanian sehingga mengurangi ketergantungan petani kepada perantara,” tutur Elly.

Sony VGC-JS1E – PC All In One

0

sony-vgc-js1e_1Kehadiran  Apple iMac sejak  sepuluh tahun lalu hingga kini masih terus mengilhami produsen untuk mendesain PC dengan tampilan dan kontruksi yang ringkas. Sony misalnya, baru-baru ini memperkenalkan VGC-JS1E, PC all in one yang ramping.

Layaknya iMac, seluruh komponen PC terintegrasi menjadi satu dengan layar LCD. Tampilan seperti ini memang sangat cocok bagi mereka yang mendambakan keringkasan untuk penempatan PC di dalam ruangan yang tak terlalu luas.

Sony VGC-JS1E menawarkan beberapa pilihan warna termasuk silver. Dalam paketnya, Sony sudah menyertakan sekaligus mouse dan keyboard yang desainnya matching dengan LCD-nya. Kendati masih mengendalkan sambungan kabel, kualitas mouse dan keyboard terbilang sangat memadai.

Keyboard-nya dirancang ramping dengan konstruksi tombol terpisah mirip kalkulator seperti yang biasa digunakan produk notebook Sony Vaio. Sementara mouse-nya berukuran lebih kecil dibanding mouse standar, namun cukup nyaman dalam genggaman.

Sony VGC-JS1E memiliki layar seluas 20,1 inci dengan resolusi layar hanya 1.680 x 1.050 piksel. Jelas, PC ini sangat baik saat memperlihatkan tampilan grafis, namun tak cukup baik jika  menampilkan video HD.

PC berdimensi 408 x 487 x 157mm ini mengandalkan performa prosesor Intel Core 2 Duo 2.53GHz, RAM sebesar 3Gb dan kartu grafis Intel GMA X4500HD. Kapasitas media simpan yang disediakan cukup lapang, 500Gb, yang memungkinkan Anda tak perlu sering memindahkan data ke harddisk atau storage tambahan.

Sony juga telah melengkapi PC ini dengan DVD writer, webcam 1.3 megapiksel, card reader, port mini-FireWire, soket Ethernet, HDMI, Wi-Fi dan Bluetooth.

Engkos Koswara: RI Siap Jadi Tuan Rumah World Summit on OS

0

engkos-4Ada banyak alasan mengapa Indonesia harus menggunakan sistem operasi open source. Pertama adalah untuk meningkatkan interoperabilitas, kemudian menghindari adanya vendor lock-in, menurunkan biaya peneluaran untuk royalti,  mengendalikan kompetisi developer software, memungkinkan adanya substitutiability, dan terakhir menciptakan kebebasan memilih aplikasi software.

Sukses menggelar Konferensi Open Source (OS) Asia-Afrika pada 18 November 2008 lalu, Indonesia kembali menyatakan kesiapan sebagai tuan rumah World Summit on Open Source pada November 2009 mendatang. Ini adalah sebuah perhelatan akbar bagi para penggiat Open Source di seluruh dunia.

Staf Ahli Menteri Bidang TI Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Engkos Koswara Natakusumah mengatakan, selain untuk sharing pengetahuan, acara ini sekaligus bertujuan untuk mempererat kerjasama multilateral di bidang OS. “Beberapa negara barat juga tertarik untuk hadir, diantaranya Amerika Serikat, Austria dan Jerman. Mereka akan menjadi guest speaker,” ujar kelahiran Bandung yang meraih gelar Ph.D dari University of Salford, Inggris ini .

Sejumlah topik yang bakal dibahas dalam kegiatan ini antara lain seputar kebijakan OS, aksesibilitas, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi hingga penerapan dalam industri bisnis. Para audiens pun dipilih dari kalangan terkait dengan topik-topik di atas, mulai dari akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah hingga lembaga penelitian. Berikut kutipan wawancara BISKOM dengan Engkos, medio Januari lalu di ruang kerjanya.

Kabarnya Indonesia Go Open Source! (IGOS) siap melakukan kampanye besar-besaran tahun ini dengan menggelar World Summit on Open Source?

Kami memang sedang mempersiapkan open source summit sedunia, rencana pelaksanaannya sekitar Oktober-November nanti di Bali. Di situ ada pertukaran informasi peneltian di bidang OS dengan mengundang banyak universitas, lembaga penelitian, termasuk institusi pemerintah. Kemudian kegiatan ini akan kami sinkronkan dengan banyak kementerian, selain Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek), Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) juga dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), sehingga kita bisa menghasilkan sinergi yang bermanfaat. Harapannya nanti dunia akan berkumpul dan ada pertukaran informasi seputar pengembangan industri OS.

Apa yang melatarbelakangi diselenggarakannya OS Summit ini?

Sudah sejak lama kami melihat kenapa Indonesia tidak maju-maju di bidang TI, dan kenapa tidak seperti India? Makanya kami mencoba membangun IGOS yang awalnya dirintis lima kementerian pada tahun 2004, dan terus dikembangkan pada 2005. Pada saat Asian Ministry Meeting pada 2006 lalu, para menteri negara lain terkesan dan menganggap Indonesia lebih maju di bidang OS.

Sejak 2006 dibentuklah Asian OS, hingga 2007 lalu Asian OS ini mengadakan workshop dan training yang diikuti negara-negara Asia yang ingin mengangani OS, salah satunya Vietnam. Mereka belajar di Jembrana, Bali sebagai salah satu tempat mereka belajar. Dari situ kami kembangkan lagi menjadi Asia-Afrika OS Workshop. Dari kesuksean workshop dan pelatihan itulah, kita kembangkan lagi menjadi Konferensi OS se-Asia Afrika, November 2008, hingga kita siapkan World Summit on OS ini. Karenanya summit ini bisa dikatakan sebagai langkah besar kemajuan OS dalam skala internasional.

Bagaimana perkembangan IGOS sendiri hingga saat ini?

Implementasi IGOS di Kemenristek sudah mencapai 90%. Harapannya yang 10% lagi rampung pertengahan 2009. Permintaan dari luar seperti LIPI sudah ada, tapi kami konsentrasi ke dalam dulu untuk melihat permasalahan-permasalahan yang ada. Itu yang kami alami sekarang dan menjadi modal bagi kita untuk implementasi di tempat lainnya.

engkos-2Kendala apa saja yang dihadapi Kemenristek selama mengimplementasikan IGOS?

Pada tahap awal yang sulit adalah mengubah kebiasaan orang dalam menggunakan sistem operasi baru dari sistem operasi lama yang sudah dikenal. Setelah mencoba biasanya mereka kembali ke sistem yang lama. Oleh karena itu kami sediakan dual booth. Untuk pekerjaan sehari-hari, dapat menggunakan sistem operasi yang lama sambil kita belajar yang baru. Kendala lainnya adalah kurangnya support, misalnya untuk animasi. Kendala seperti ini yang membuat sosialisasi IGOS berjalan lambat.

Jika implementasi di Kemenristek sudah selesai, bagaimana rencana untuk menggarap instansi lainnya?

Target kami, setelah di Kemenristek, kami membidik LPND (Lembaga Pemerintah Non Departemen) dan lima kementrian deklarator. Itu saja dulu, setelah itu baru yang lainnya.

Sudah dilakukan upaya pendekatan dengan instansi-instansi tersebut?

Kami sudah bertemu dengan beberapa instansi lain seperti LIPI, BATAN, BPPT, dan BSN. Sementara Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal) sudah mulai untuk network, dan untuk desktop instansi tersebut rencananya akan menggunakan IGOS secara bertahap. Kami pernah melakukan Training of Trainer (ToT) untuk instansi-instansi pemerintah lainnya. Mereka dilatih dengan harapan dapat menginstal sendiri di masing-masing instansinya. Namun perkembangannya kurang bagus karena online slots belum dilakukan secara intens, sehingga ketika ada masalah-masalah yang terjadi tidak dapat diselesaikan dengan cepat. Kami juga akan mengumpulkan kembali lima deklarator IGOS yang ketiga kalinya bulan Juni atau Juli 2009 untuk mengetahui apa yang sudah mereka lakukan berkaitan dengan komitmen mereka untuk mendukung IGOS.

Apakah semua instansi pemerintah diharuskan menggunakan sistem operasi OS yang dibangun oleh IGOS?

Kami tidak bisa memaksakan semua departemen untuk menggunakan OS.  Yang penting legal. Open source yang digunakan pun tidak harus IGOS Desktop. Misalnya, di BPPT saat ini masih ada yang menggunakan Red Hat, walaupun ada rencana untuk migrasi seluruhnya ke IGOS.

Beberapa waktu lalu, IGOS membentuk tiga konsorsium yang salah satunya adalah konsorsium yang menjalankan business model IGOS, apakah ini dimaksudkan untuk mempertahankan IGOS?

Betul, selama ini beberapa piranti lunak OS yang telah dikembangkan mati dengan sendirinya karena tidak ada model bisnis yang jelas. Business model yang dijalankan PT INTI sebagai konsorsium ditujukan untuk enterprise. Menurut informasi, PT Telkom telah memakai 1000 lisensi. Tahun 2009 ini akan menambah lagi 2000 lisensi sehingga ada 3000 lisensi yang digunakan di PT Telkom. Kemudian ada beberapa perusahaan lainnya yang akan menggunakannya juga.

Ada subsidi khusus untuk pengembangan IGOS?

Pada tahun 2004-2005, terus terang kami tidak ada dana sama sekali. Baru pada tahun 2006, dikucurkan dana sebesar Rp. 500 juta, itu pun dipakai untuk pameran dan open house. Kalau lihat dari sisi itu masih kurang sekali. Makanya, kalau gaungnya nasional harusnya bareng-bareng lah, tidak hanya dari Kemenristek. Sementara ini kami banyak melakukan kerjasama dengan vendor-vendor TI. Misalnya, Sun mendirikan laboratorium Java Competicy Center berbasis  OS di ITB dan LIPI Jakarta. Intel juga akan bantu di national helpdesk. Dengan IBM kami bekerjasama untuk mengembangkan aplikasi PASIR (Program Arsitektur Sistem Interoperabilitas) menggunakan Eclipse, salah satu tools OS milik IBM.

Bagaimana keterlibatan komunitas TI lainnya?

Kami akan libatkan mereka untuk membangun helpdesk OS nasional yang nantinya menjadi tempat bagi komunitas OS untuk keluar masuk, menjadi wadah sharing informasi untuk mentransfer ilmunya.

Selain OS, apa lagi yang tengah dikembangkan Kemenristek tahun ini?

Saat ini Kemeristek tengah mengembangkan Wimax di area Puspitek. Menara Wimax-nya sudah kami bangun dengan harapan ke depannya Puspitek bisa jadi tempat penelitian atau research and development teknologi maju.

Antara WiMax dan PHK Massal

0

editorial-ilustStandar teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMax) kembali hangat dibicarakan awal tahun ini di kalangan TI nasional, menyangkut sejauh mana kebutuhannya bagi pemerintah dan masyarakat, termasuk soal kebijakan pihak regulator.

Dalam Bahasa Inggris, 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sedangkan 3G singkatan dari third-generation technology istilah yang umumnya digunakan mengacu pada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless). Generasi pertama (1G): analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh Nordic Mobile Telephone (NMT) dan Analog Mobile Phone System (AMPS). Generasi kedua (2G): digital, kecepatan rendah-menengah, contohnya GSM dan CDMA2000 1xRTT. Generasi ketiga (3G) ditandai dengan sistem digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. Generasi keempat (4G) mulai ditandai dengan era WiMax.

Terlepas dari pro dan kontra, butuh atau belum membutuhkannya, kami tetap menyuguhkan wacana yang berkembang secara gamblang, sekadar berbagi informasi dan perkenalan, sejauh mana pembicaraan WiMax hingga saat ini meski masih cukup jauh dari realisasi, apalagi implementasinya. Kita berharap tahun ini ada kemajuan signifikan di dunia teknologi informasi (TI) nasional dengan digelarnya tender frekuensi WiMax dan impelemntasi teknologi ini sendiri.

Kami juga tampilkan isu terpanas di industri TI global tentang PHK karyawan TI dimana awal tahun ini menjadi masa sulit bagi para pekerja TI. Negara semaju Amerika Serikat (AS) menempati posisi ketiga dalam pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Riset Challenger mencatat, sebanyak 241.749 orang dipecat perusahaan di berbagai sektor industri di mana sektor industri komputer menempati posisi ketiga yang memecat tak kurang dari 22.300 orang hingga Januari lalu. Bahkan, kalau digabungkan dengan sektor telekomunikasi, komputer, dan elektronik telah mencapai 186.955 orang.

Sejumlah pakar memprediksi, akan makin banyak tenaga kerja di bidang ini yang terdepak lantaran krisis global. Malahan, ada yang menilai sektor komputer menjadi tempat paling banyak melakukan PHK suatu saat nanti. Walau demikian, sudah suatu kewajiban bagi kita untuk terus berkiprah dan memajukan masyarakat melalui pemberdayaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selamat membaca.

Salam,

Redaksi