Home Blog Page 1030

Datawind Pocket Surfer 2 – Berselancar di Manapun

0

Sebuah piranti mobile yang mampu menjamin kebutuhan Anda akan akses internet pastinya menjadi idaman Anda. Apalagi jika bentuknya tidak terlampau merepotkan seperti jika Anda menggunakan netbook, atau sebaliknya jika smartphone Anda nilai terlalu kecil.

Salah satu solusi, gunakan saja Pocket Surfer 2  dari Datawind. Produk ini  lebih kecil dari netbook dan sedikit lebih besar dari kebanyakan smartphone yang beredar saat ini. Memiliki ukuran 152 x 75 x 15 mm dan bobot sekitar 174 gram, Pocket Surfer 2 cukup ideal untuk dibawa-bawa atau untuk melihat teks yang panjang.

Fisik  Pocket Surfer 2 berbalut casing hitam pekat dengan sedikit aksen berwarna chrome di sisi bawah dan atas. Bagian dalam dari Pocket Surfer 2 ini juga masih didominasi warna hitam dengan bagian keyboard diberi backlight berwarna biru.
Yang menarik dari desainnya terletak pada keyboard Qwerty yang dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat berantakan. Meski begitu, keyboard ini nyaman digunakan karena ukurannya pas dengan jari mereka yang berukuran besar.

Datawind melengkapi Pocket Surfer 2 dengan layar seluas 5,2 inci beresolusi 640 x 240 piksel. Kualitas gambar yang ditampilkan layar ini memang tak terlalu tajam namun Anda masih bisa mengubah pengaturan resolusi ini dengan resiko loading gambar jadi lebih lambat.

Untuk urusan berselancar, piranti ini menggunakan koneksi GPRS dan bukannya HSDPA seperti pada kebanyakan ponsel pintar.  Meski begitu, Datawind menggunakan cara kompresi sehingga waktu loading jadi lebih cepat. Pocket Surfer 2 dibandrol sekitar Rp. 3 jutaan.

MIKTI – Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia

1

Di penghujung tahun 2008 ini, di Blitz Megaplex Grand Indonesia, hari ini (16/12) Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan Industri Kreatif berbasis TIK di Indonesia membentuk organisasi berbentuk “perkumpulan” yang juga merupakan lembaga non-profit dengan nama  Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia yang disingkat menjadi MIKTI.

MIKTI bertujuan sebagai wadah untuk mengembangkan, memfasilitasi dan mendorong pertumbuhan industry kreatif berbasis TIK di Indonesia. Direktur IT PT. Telkom tbk, Indra utoyo mengatakan bahwa ada tiga pilar utama yang menjalin terbentuknya Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi & Komunikasi Indonesia (MIKTI).

Tiga pilar tersebut pertama adalah Industri-Ekonomi Kreatif yang telah menjadi acuan pengembangan utama di Departemen Perindustrian maupun Perdagangan, kedua adalah memperpanjang kemampuan Industri Kreatif tersebut dengan memanfaatkan keunggulan TIK dan ketiga adalah pilar Budaya sebagai upaya melibatkan secara langsung masyarakat kreatif, sebagai daya dorong, sekaligus sebagai faktor pembeda nyata yang unik dalam persaingan global.

“Dengan memberdayakan ke tiga pilar Budaya-Kreatif & TIK, maka MIKTI diharapkan tidak menjadi badan/lembaga yang berfungsi hanya dalam tatanan wacana, namun lebih daripada itu MIKTI kelak menjadi suatu tatanan yang kelak mampu mengajak gerakan seluruh masyarakat sebagai stakeholder-nya secara aktif, dalam keyakinan dan kebanggaan yang kokoh” ujar Indra.

Sementara itu Dirjen Aptel Depkominfo, Cahyana Ahmadjayadi dalam sambutannya mengatakan bahwa industri kreatif di Indonesia memberikan kontribusi PDB pada urutan ke 7 dari 10 sektor yang dianalisis, yaitu rata-rata sebesar 104,638 triliun Rupiah pada tahun 2002-2006, di atas rata-rata kontribusi sektor pengangkutan, komunikasi, bangunan, listrik, gas dan air bersih. Sedangkan jumlah perusahaan yang bergerak di sektor ini hingga tahun 2006 mencapai 2,2 juta berkisar 5,17% dari jumlah perusahaan yang ada di Indonesia.

“Semoga dengan hadirnya MIKTI, industri kreatif TIK di Indonesia yang selama ini dipandang sebelah mata, dapat bangkit dan menjadi salah satu pilar ekonomi di masa mendatang” tutur Cahyana.

Dari 14 kelompok industri kreatif Indonesia seperti: 1. Periklanan, 2. Arsitektur, 3. Pasar Seni dan Barang Antik, 4. Kerajinan, 5. Disain, 6. Fesyen, 7. Video, Film dan Fotografi, 8. Permainan Interaktif, 9. Musik, 10. Seni pertunjukan, 11. Penerbitan dan percetakan, 12. Layanan komputer dan piranti lunak, 13. Televisi dan Radio, 14. Riset dan Pengembangan. MIKTI nantinya akan terfokus pada industri kreatif berbasis TIK.

Dalam acara launching MIKTI ini diperkenalkan juga Ketua Umum MIKTI, yaitu Indra Utoyo dan sebagai Sekjen MIKTI, Hari S Sungkari. MIKTI mendapat dukungan dari seluruh asosiasi dan komunitas industri kreatif TIK seperti :

– APMI- Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia
– AINAKI- Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia
– IMOCA- Indonesian Mobile & Online Content Association
– IGDA Indonesia- International Game Developer Association Indonesia
– ASPILUKI- Asosiasi Piranti Lunak Indonesia
– ANGELS- Association of National Games and Electronic Sport
– FRESH- Freedom to Share
– Hello Motion- Komunitas Animasi dan Film Independen Indonesia

Pelantikan Pengurus DPP Apkomindo 2008-2011

0

img_0496-resAPKOMINDO (Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia) baru saja melantik pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2008 – 2011, yang akan menunjang 3 Pilar Program Utama, yaitu Kebersamaan, Pengembangan Usaha, dan Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif.

Berdasarkan hasil MUNAS APKOMINDO ke VI tanggal 29 Agustus & 13 September 2008 lalu, telah terpilih Suhanda Wijaya sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apkomindo periode 2008-2011 dan kemarin (12/12) telah diperkenalkan serta dilantik seluruh pengurus DPP Apkomindo 2008-2011.

“Sehubungan dengan kondisi perekonomian global yang kurang stabil terbukti dengan gejolak nilai tukar mata uang secara signifikan berpengaruh terhadap usaha anggota, Apkomindo menghimbau agar pihak Pemerintah membantu Pengusaha kecil menengah TI untuk melakukan negosiasi ulang proyek-proyek Pemerintah” ujar Suhanda.

Kegiatan Apkomindo selain pameran TI, adalah memberikan solusi perbankan bagi anggota Apkomindo, menyelenggarakan seminar-seminar, kegiatan kegiatan sosial, menjalin mitra dengan KADIN Indonesia dan Pemerintah, serta kegiatan kekeluargaan antar anggota.

Asus P6T WS, Motherboard Untuk PC Bertenaga

1

ASUS memperkenalkan P6T6 WS sebagai dasar yang ideal dari sebuah workstation bertenaga untuk penggunaan pada kantor SOHO, dan pengguna workstation pada umumnya. P6T6 memiliki desain yang inovatif dan revolusioner, sehingga mampu mendukung 3 slot true PCI-E x16 untuk NVIDIA 2-way dan 3-way  SLIserta teknologi ATI CrossFireX untuk memberikan performa grafis yang ekstrim. Lebih jauh lagi, P6T6 juga dilengkapi dengan 6 slot PCI-E Gen2 x16 onboard untuk memberikan dukungan I/O berkecepatan tinggi serta opsi – opsi berkomputer dan grafis yang lebih fleksibel bagi pengguna.

P6T6 WS Revolution dilengkapi dengan teknologi built-in 3-way SLI / CrossFireX on Demand untuk performa grafis yang menakjubkan. Teknologi revolusioner ini memungkinkan pengguna untuk menikmati  teknologi yang telah men-support 2-way / 3-way SLI atau CrossFireX pada motherboard yang sama. Hal ini berarti pengguna dapat menginstall hingga 3 graphic card (kartu grafis) yang men-support 3-way SLI sekaligus tetap memiliki fleksibilitas untuk menjalankan pengaturan CrossFireX. Opsi yang manapun yang dipilih, pengguna tetap mendapatkan jaminan performa grafis yang memukau untuk peningkatan efisiensi kerja. Selain itu, P6T6 juga mendukung  teknologi true @16 PCI-E Gen2 3-Way SLI, yang akan memberikan performa grafis tercepat dan handal untuk pengguna, terutama yang bergerak di bidang Desain Mekanik/Arsitektur/Interior/Aircraft/Audio/Video atau untuk bermain game di waktu luang.

P6T6 WS Revolution juga dilengkapi dengan 6 slot PCI-E Gen2 x16 untuk memberikan opsi I/O berkecepatan tinggi bagi konsumen. Tiap slotnya mampu mensupport bandwidth hingga 8 GB/s, yang merupakan dua kali lipat bandwidth jika dibandingkan dengan PCI-E 1.1, sehingga sangat sesuai untuk koneksi Infiniband yang berkecepatan tinggi, kartu grafis professional atau komputer berperforma tinggi. Dengan 6 slot PCI-E Gen2 x16, pengguna akan memiliki cukup interface I/O untuk memenuhi kebutuhan mereka akan solusi grafis kelas atas atau berkomputer dengan performa tinggi. Dengan kemampuan untuk menjalankan kedua tipe pengaturan multi-GPU dengan teknologi SLI/CrossFireX on Demand, pengguna dapat menggunakan hingga 3 kartu grafis dalam konfigurasi 3-way SLI atau CrossFireX untuk memastikan performa grafis yang halus dan menakjubkan.

Telkomsel – Dikti Siapkan Calon Wirausahawan

0

PT Telkomsel bekerjasama dengan Dewan Pengembangan Program Kemitraan (DPPK) Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional menggelar program Cooperative Academic Education Program (Co-op).

Program ini bertujuan meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi dan relevansi pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, serta menciptakan lulusan sebagai subyek penyedia lapangan kerja.

Telkomsel memulai program Co-op ini dengan memberi kesempatan magang kepada para mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia kerja di Telkomsel. Peserta Co-op ini juga berkewajiban untuk membuat analisa dan laporan yang akan dibawa ke institusi pendidikan terkait sebagai dasar penyusunan maupun pengembangan kurikulum.

Melalui kesempatan ini, Telkomsel juga berkomitmen mengembangkan kerjasama pengembangan kewirausahaan di industri telekomunikasi. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk bekerja di perusahaan tetapi juga memberikan kesempatan untuk berwirausaha di industri telekomunikasi.

“Telkomsel tidak hanya memperhatikan perkembangan dari internal perusahaan, tapi yang penting Telkomsel bertekad mengembangkan dunia usaha di Indonesia yang dimotori sumber daya dari Indonesia sendiri. Kami telah mengembangkan dan meneruskan program ini dengan menggandeng unsur-unsur mitra kerja yang terkait dengan dunia usaha kami, misalnya mitra vendor dan ATPM ponsel,” ungkap Triwahyusari, Direktur Keuangan Telkomsel.

Menurut Tri, industri telekomunikasi merupakan industri yang secara nyata memberikan kontribusi positif, dimana kontribusi telekomunikasi terhadap Gross Domestic Product (GDP) tahun 2006 saja mencapai 2,89% dari total GDP di Indonesia. Belum lagi kontribusi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini industri telekomunikasi mampu merangsang dan menghasilkan manfaat bagi industri atau dunia usaha lain dari hulu sampai hilir, seperti konten, musik, voucher, dan servis ponsel.

Hal tersebut tentunya patut didukung dengan kuantitas dan kualitas SDM yang ditunjang kurikulum pendidikan yang relevan, serta SDM yang mampu menciptakan kesempatan-kesempatan baru di industri telekomunikasi. Ini juga mengingat arah perkembangannya yang bergerak maju, Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan dengan kondisi geografis negara kepulauan yang luasnya 1,9 juta km persegi dengan angka penetrasi selular masih kecil, sekitar 37% dari 240 juta penduduk. Bahkan 63% penduduk merupakan usia muda produktif yang merupakan kalangan dengan “senses of technology” yang tinggi dan antusiasme terhadap perkembangan teknologi yang sangat besar.

Ketua Bersama DPPK Rahardi Ramelan mengatakan, program ini terkait dengan pilar kebijakan Depdiknas, yakni relevansi pendidikan. Interaksi antara dunia nyata dan dunia pendidikan menurutnya sangat penting. Tujuannya agar pendidikan menjadi relevan sesuai kebutuhan masyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.

“Program ini memberi peluang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia bisnis dan usaha yang nyata dan akan menghadapkan mahasiswa dengan permasalahan-permasalahan serta tantangan riil di dunia nyata, dimana kepemimpinan akan lahir dari interaksi sosial,” tutur Rahardi.

Polri Siap Amankan Pemilu 2009

0

Beberapa kasus yang terjadi di dalam negeri sepanjang tahun 2008 menjadi pelajaran berharga bagi aparat kemanan dalam melaksanakan tugas berat di tahun 2009 mendatang, khususnya saat Pemilu berlangsung. Bahkan peristiwa terorisme di Mumbai bisa dianggap sebagai satu ancaman yang juga berpotensi mengganggu kemanan dalam negeri.

Mengingat saat ini hampir semua kasus terorisme berbasiskan teknologi informasi (TI), maka Kepolisian Republik Indonesia (Polri) wajib menjaga kemanan dalam negeri dengan cara meningkatkan kemampuan TI.

Hal tersebut dikatakan Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Dahuri saat acara serah terima jabatan Kadiv Telematika Mabes Pori, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (10/12). Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan kemampuan jajaran kepolisian di bidang TI. Selain itu, Kapolri juga menghimbau agar situs polri dan pemilu dijaga dari para hacker. “Pastikan situs Polri aman dari gangguan yang bersifat destruktif,” tegasnya. Semua ini, tambah Kapolri, merupakan tanggung jawab Kadiv Telematika Mabes Polri dan juga semua pihak termasuk masyarakat dan pemerintah.

Di kesempatan yang sama, Kadiv Telematika Mabes Polri,  Irjen Pol Yudi Susharyanto mengatakan kesiapannya dalam menjaga sistem TI pemilu yang akan berlangsung tahun depan.

Irjen Pol Yudi Susharyanto  sendiri menggantikan Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo yang saat ini diangkat sebagai Kapolda Jawa Tengah. Irjen Pol Yudi Susharyanto  adalah putra  Magelang kelahiran 6 Oktober 1953 yang  sebelumnya menjabat Direktur Lalu Lintas Polri, dan posisi yang ditinggalkannya digantikan oleh wakilnya Brigjen Pol Djoko Susilo.

BlackBerry Javelin Curve 8900

4

RIM berencana meirilis ponsel ini pada akhir tahun 2008. Dijuluki sebagai ‘follow-up dari Curve’ atau ‘Javelin’ ponsel ini dinamakan dengan Curve 8900. Bisa dibilang, seri ini  merupakan smartphone eksklusif berukuran kecil, namun full fungsi dari BlackBerry.

BlackBerry Curve 8900 akan dirilis pertama kali di Jerman mulai Desember 2008 ini dengan T-Mobile. Curve 8900 memiliki display 2.4 inch HVGA+, plus fungsi BlackBerry yang support dengan Wi-Fi built-in dan GPS. Dengan desain yang halus, 8900 menawarkan keyboard QWERTY, camera 3.2 megapixel dengan resolusi 480 x 360 pixels, termasuk autofocus, zoom digital dan flash, system trackball RIM, dan sebuah slot microSD card yang cukup menampung data hingga 16GB.

Walaupun desas desus mengenai ponsel ini sudah lama beredar, namun belum ada info yang berani menyebutkan harga yang pasti dari BlackBerry Curve 8900.

Nokia E63, Fitur Bisnis Harga Murah

28

Nokia menambah jajaran terbaru rangkaian  ponsel E Series dengan merilis Nokia E63. Meski diperuntukkan bagi kalangan bisnis, ponsel ini dijanjikan dapat dimiliki dengan harga terjangkau. Konsep E63 terinspirasi dari  keberhasilan Nokia E71.  Nokia E63 menghadirkan papan ketik Qwerty dan tersedia dalam warna ruby red atau ultramarine blue dengan berbagai fitur multimedia, seperti perekam video, kamera digital dan tampilan landskap yang cerah. Anda pun bisa mendengarkan musik atau mengkoleksi lagu terbaru dengan mendownloada dari Nokia Music Store, atau dari sumber-sumber lainnya. Lewat jack audio 3,5mm suara yang diperdengarkan terbilang memuaskan.

Nokia E63 memiliki konektivitas Wi-Fi, akses mudah ke Mail for Exchange dan tombol khusus untuk akses buku telepon, kalender, dan email. Terdapat pula kemampuan untuk berpindah modus hanya dengan menekan sebuah tombol, berpindah dari tampilan email, jadwal dan data intranet korporat ke modus pribadi dengan foto teman-teman, email pribadi dan jalan pintas ke blog atau situs web favorit.

Fitur lainnya adalah Files on Ovi, sebuah layanan dimana orang bisa mengakses file-file di PC mereka dari jarak jauh ketika komputer mereka sedang tidak menyala. Setiap orang yang membeli ponsel ini akan memiliki akses penyimpanan file online sebesar 1GB secara gratis. Harga perdana ponsel ini relatif murah dibandingkan E Series lainnya yakni sekitar 199 euro atau di bawah Rp 3 juta, sebelum pajak dan subsidi.

Medfield, Penerus Atom Dari Intel

0

KALAU Anda mengira bahwa netbook dengan prosesor Atom sudah cukup canggih, anggapan itu dipastikan akan segera merubah pandangan Anda. Pasalnya, Intel saat ini tengah mempersiapkan Medfield, yang sekiranya bakal menggantikan Atom.

Dijadwalkan rilis pada kuartal kedua tahun 2010, prosesor ini berukuran 32nm dan merupakan penerus Lincroft, bagian dari platform Moorestown. Rencananya, Medfield akan diluncurkan dalam satu paket alias system on chip, tidak seperti Moorestown dan Menlow yang memiliki CPU + chipset.

Medfield akan terdiri dari dua varian, satu dengan grafis tingkat handheld dan satunya dengan grafis netbook yang bentuknya lebih gemuk. Sebuah sumber yang memberitakan kabar ini sayangnya tidak menyebutkan detail tentang apakah akan ada GPU di setiap prosesor ini, tetapi diperkirakan varian netbook akan menggunakan versi dari GPU terintegrasi Intel yang ada sekarang, sedangkan versi handheld akan tetap memiliki inti PowerVR.

Sementara pada Maret tahun mendatang, Intel akan meluncurkan penyegaran platfom Menlow Refresh yang sudah lama ditunggu-tunggu. Platform generasi MID (Mobile Internet Device) ini saat ini tengah dipersiapkan dengan peningkatan kinerja pada Menlow atau yang biasa disebut dengan Centrino Atom. Setelah peluncuran Menlow, Intel akan segera memperkenalkan Moorestown ke pasar.

Dalam waktu dekat, Intel juga akan menambahkan tiga anggota baru pada CPU seri Atom Z500-nya dengan Z550, Z534, dan X515. Masing-masing mengusung clock rate di atas 1,83GHz, 1,6GHz, dan 800MHz. Perusahaan itu juga berencana memasangkan Z550 dan Z534 dengan chipset Intel SCH UP15W. Sementara itu Z515 akan dipasangkan dengan chipset UL11L.

0