Data Center Hitachi Diklaim Paling Hijau
Jakarta — Hitachi Data Systems mengumumkan data center ramah lingkungan dengan konsumsi daya yang diklaim paling efisien di dunia. Data center dari Hitachi dirancang untuk mencapai indeks pemakaian listrik dari The Green Grid sebesar 1.6 PUE (Power Usage Effectiveness). Iin merupakan nilai paling rendah di kelas data center yang sama. Data center berteknologi canggih ini berlokasi di Yokohama, Jepang, merupakan hasil kerja dan inovasi kolektif perusahaan-perusahaan dalam Hitachi Information & Technology Systems Group (ITSG) yang meliputi penyedia sistem storage, server dan peranti jaringan.
Setelah sukses dengan penjualan hingga 1 juta dalam jangka waktu 5 bulan setelah diluncurkan, ASUS menghadirkan menghadirkan seri terbaru Eee PC 900. Produk ini menggunakan layar lebar 8.9 inci, lebih besar dari sebelumnya yang 7 inchi. Dilengkapi pula dengan web kamera 1.3M pixel dan inovasi terbaru FingerGlide. Kapasitas penyimpanan lebih besar yakni 12MB & 20GB untuk sistem operasi Windows dan Linux. Berat masih seperti tipe sebelumnya yaitu kurang dari 1 kg. Penggunaan teknologi Solid State Disk (SSD) memberikan kinerja yang tidak berisik, hemat listrik dan dengan desain yang tahan banting. Hal ini membuat Eee PC menjadi perangkat yang tepat untuk melakukan komputasi dengan mobilitas tinggi.
Jakarta – Meskipun tidak berhubungan langsung dengan olahraga, namun vendor teknologi informasi terkemuka juga ikut mendukung olimpiade 2008. Diantara vendor yang mendukung adalah Samsung dan Lenovo. Di Indonesia, Samsung merupakan presenting partner olympic torch relay Beijing 2008 dan Worldwide Olympics wireless communicatiosn partner olimpiade Beijing 2008, bersama dengan 74 pembawa obor lainnya dari Indonesia turut menyuarakan semangat perdamaian dan sportivitas dunia dengan membawa obor secara estafet melintasi Jakarta. Pada acara pembawaan obor yang berlangsung di Senayan, Jakarta (22/4), Samsung menghadirkan artis Luna Maya, sedangkan Lenovo menghadirkan Dian Sastro Wardoyo.
Jakarta – Setelah 
Jakarta – Masalah kerawanan putus sekolah karena kesulitan biaya di Indonesia terbilang cukup tinggi. Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa. Berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Salah satunya adalah tahun 1996, Pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA). GN-OTA mendapatkan respon positif dari masyarakat, sehingga banyak yang bekerja sama dengan GN-OTA untuk menjadi Mitra. salah satunya adalah Hitech Mobile sebagai vendor ponsel Indonesia.

