Home Blog Page 817

Sertijab M Nasir kepada Bambang Brodjonegoro sebagai Menristek/Kepala BRIN

0

Jakarta, Biskom- Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro resmi menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kabinet baru, Kabinet Indonesia Maju di era pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Bambang menggantikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir.

Bambang mengungkapkan bahwa Kemenristek akan melaksanakan dua agenda penting, yaitu mensinergikan beberapa program Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan Kemendikbud serta mendirikan BRIN sesuai amanat UU Sisnas Iptek.

“Dibentuknya BRIN sesuai arahan Presiden Jokowi yang menginginkan kegiatan penelitian pengembangan pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) di setiap lembaga, tidak hanya LPNK dalam koordinasi Kemenristek, tetapi juga aktivitas litbangjirap dalam koordinasi Kementerian/Lembaga lainnya, mempunyai kecenderungan melakukan kegiatan sendiri – sendiri”, ungkap Bambang Brodjonegoro di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, (23/10).

Lebih lanjut Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan yang dilakukan sendiri-sendiri akan membuat anggaran penelitian yang jumlahnya sedikit atau kecil menjadi tidak efektif, karena akan terbagi lebih sedikit bagi setiap peneliti. “Karena ada keterbatasan anggaran, akhirnya kualitas penelitiannya menjadi terbatas, bukan karena kualitas penelitinya atau researcher (peneliti) nya tapi lebih karena dana yang memang terbatas harus dibagi dalam jumlah besar,” tegas Menristek.

Dalam program 100 hari kedepan, Bambang Brodjonegoro akan fokus pada program, struktur dan imlementasi BRIN, serta mensinergikan program-program pendidikan tinggi dengan Kemendikbud. “Nanti saya harus bertemu Mendikbud Nadiem untuk membicarakan bagaimana transisi terbaik, karena saya juga tidak mau waktu terbuang percuma dengan kesibukan urusan administratif birokrasi. Saya ingin semua orang bekerja keras (double gardan) untuk menyelesaikan homeworks bersama-sama,” sambung Menristek.

Menteri Bambang melanjutkan, “Di satu sisi kita bereskan BRIN dan masalah organisasi kembalinya Dikti ke Kemendikbud, di sisi lain agenda ristek dan inovasi Kemenristek harus kita tetap kejar. Mudah-mudahan di awal ini semua orang bekerja keras sampai BRIN sudah punya bentuk yang jelas.”

Sebelum menjadi Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro pernah dua kali menjabat sebagai Menteri di Indonesia. Lulusan Fakultas Ekonomi UI)i pernah menjadi Menteri Keuangan pada 2014 hingga 2016 dan Menteri PPN)/Kepala Bappenas)pada 2016 hingga 2019.

Sementara itu, Menristekdikti, M. Nasir berharap Menristek yang baru dapat merealisasikan cita-citanya akan riset di Indonesia yang mendapat anggaran lebih banyak dan lebih terarah sesuai kebutuhan bangsa.

“BRIN dapar mengintegrasikan semua riset yang ada di Indonesia. Ini yang saya cita-citakan awal. Dengan keluarnya UU Sisnas Iptek, mudah-mudahan (integrasi riset oleh BRIN) direalisasikan oleh Pak Bambang. Dengan adanya BRIN ini, sesuai amanat UU No. 11/ 2019, integrasi riset bisa terlaksana dengan baik,” jelas M. Nasir. (red)

Sertijab, Rudiantara Serahkan Buku Untuk Menkominfo Baru

0

Jakarta, Biskom – Menteri Kominfo Rudiantara secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Menteri Kominfo yang baru, Johnny Gerald Plate. Dalam acara sertijab, Rudiantara menyerahkan buku Discovery Adventure Momentum and Output (DAMO) Kominfo kepada Plate.

Buku DAMO menjadi simbolis pergantian kepemimpinan Kominfo. Rudiantara mengatakan, buku tersebut berisikan beberapa catatan mengenai rekam jejak Kominfo selama lima tahun.

“Kalau biasanya, serah terima itu pakai tanda tangan. Kita di sini nggak usah lah. Kominfo itu harusnya jadi kementerian milenial, jangan kolonial. Jadi caranya harus berbeda,” kata Rudiantara di Gedung Kominfo, Rabu (23/10).

Menurut Rudiantara, Kementerian Kominfo memiliki sejumlah PR yang harus diselesaikan. Salah satunya yaitu Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang hingga saat ini masih belum dibahas DPR. “Bang Johnny dasarnya dari Senayan, jadi akan memuluskan kita untuk memiliki UU PDP,” ucap Rudiantara.

Sementara itu, Plate menuturkan, dirinya akan melanjutkan beberapa program Kominfo yang telah dibangun. Ia mengatakan, Kominfo juga harus melakukan komunikasi secara aktif dalam mengambil kebijakan

“Saya meyakini kementerian ini bukan awal tetapi lanjutan. Saya tidak perlu ditanya program 100 hari, 1000 hari yang akan saya lakukan. Saya akan melakukan kontinuitas program yang sudah dibangun,  hal yang baik ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Johnny, Kominfo terdiri dari dua bagian yang perannya harus dilakukan secara berimbang. Pertama, fungsi komunikasi. Kominfo, menurut dia, berperan sebagai perantara pesan atas kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

“Fungsi komunikasi  sangat dibutuhkan agar rakyat tahu arah gerak pemerintah. Supaya mereka bisa ambil langsung peran di dalamnya, bukan hanya sebagai penonton. Jangan sampai rakyat tidak tahu gerak langkah pembangunan dan capaian pemerintah,” kata dia.

Kedua, terkait platfrom digital  sudah banyak capaian yang telah dikembangkan dari pemerintah di periode sebelumnya. Meski demikian, menurutnya, masih ada beberapa titik kosong yang perlu ditindaklanjuti oleh dirinya sebagai Menkominfo yang baru.

“Jangan sampai infrastruktur besar yang sudah kita bangun tapi tidak bisa secara optimal digunakan oleh warga masyaraskat dan bangsa kita. Saya bukan dari latar belakang informatika, tapi saya berharap untuk mentransmisikan kebijakan presiden di kementerian,” kata dia.

Selain itu,  payung hukum terkait perlindungan data juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. “Baik itu data-data pribadi, maupun gabungan bank data nasional, dengan best practice yang ada maupun berlaku di negara-negara lain. Di bidang informatika, digital, borderless, itu sudah tidak terhindarkan lagi,” ujarnya.

Sebagai Menkominfo, Johnny mengatakan bakal ambil bagian dalam membantu Jokowi mencapai cita-cita pemerintah yang disampaikan saat pelantikan di MPR beberapa hari lalu. Jokowi antara lain ingin mendorong Indonesia menjadi negara dengan PDB nasional sebesar US$ 7 triliun. Hal itu, salah satunya akan diwujudkan dengan mempermudah investasi di Indonesia.

“Beliau ingin Indonesia menjadi negara 5 besar GDP  dengan penghasilan masyarakat Rp 27 juta per bulan. Semua langkah-langkah itu perlu diambil dan Kominfo harus mengambil bagian dari target tersebut,” jelas dia. (red)

Aplikasi Teknologi Waste to Energy Solusi Sampah Kota

0

Jakarta, Biskom- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui  Pusat Teknologi Lingkungan di bawah Kedeputian Teknologi Pengembangan SDA,  menggelar pertemuan bisnis menggali  Teknologi Pengolahan Sampah Kota.  Pertemuan bisnis ini digelar  di Ruang Auditorium Gedung BPPT Jakarta, Rabu (23/10).

Adapun Temu Bisnis  bertema Inovasi dan Aplikasi Teknologi Waste to Energy dalam Mendukung Penanganan Sampah di Kabupaten/Kota bertujuan  antara lain menyebarluaskan hasil inovasi  teknologi pengolahan sampah kota, mensosialisasikan strategi dan kebijakan serta  mengetahui tingkat manfaat dan kekurangan hasil inovasi dan aplikasi dari stakeholder.

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA), Yudhi Anantasena menekankan perlunya terobosan dalam pengolahan sampah agar sampah yang masuk ke TPA berkurang. Pengembangan waste to energy merupakan bagian dari pengolahan sampah yang dapat memberikan opsi dan solusi persampahan yang ada di Indonesia.

Kepala BPPT Hammam Riza,  menyampaikan pentingnya mengembangkan teknologi yang sesuai (Link and Match) dengan kebutuhan stakeholder, yang mampu menjawab tantangan-tantangan perkembangan dan dinamika pembangunan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, BPPT banyak mendapatkan amanat atau penugasan melalui Perpres untuk membantu menyelesaikan permasalahan nasional. Salah satu penugasan tersebut adalah menyelesaikan permasalahan sampah.

Wujud nyata dari penugasan tersebut BPPT telah membangun pilot project pengolahan sampah proses termal yang menghasilkan listrik di Bantar Gebang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang mana saat ini pilot project tersebut sudah terbukti dapat memusnahkan sampah dan menghasilkan listrik 700 kw.

Pilot project  BPPT  bernama PLTSa Merah Putih dan siap didisiminasikan untuk kota kota lain di Indonesia. Pusat Teknologi Lingkungan sebagai pusat yang dituntut terus untuk
mengembangkan sumberdaya manusia dan inovasi teknologi lingkungan khususnya dalam bidang teknologi pengolahan sampah guna mendukung pada kebijakan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development).

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, Rudi Nugroho, mengatakan, Temu Bisnis ini sebagai media diseminasi hasil penelitian dan pengembangan terkini bidang teknologi pengolahan sampah.

Seminar dihadiri oleh peserta sebanyak 400 orang yang terdiri atas pemerintah daerah, lembaga riset, industri, perguruan tinggi dan himpunan profesi peneliti dan perekayasa, serta kalangan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Selain itu, seminar ini diisi dengan pemaparan dari KLHK, ESDM, ITB, Hyundai dan dari BPPT sebanyak 5 narasumber yang mendiskusikan isu-isu terkini tentang perkembangan sains dan teknologi khususnya di bidang teknologi pengolahan sampah untuk dijadikan energi. (red/ju)

BPPT dan Australia Kaji Komersialisasi Integrasi Sapi Sawit

0

Jakarta, Biskom- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  bersama  Indonesia Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector (Partnership) menggelar  konferensi mengenai Integrasi Produksi Sapi dan Kelapa Sawit atau Integrated Cattle and Oil-Palm Production (ICOP) 2019, di Jakarta, (23/10).

Gelaran konferensi ICOP 2019 ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hasil penelitian dan pengalaman dari akademisi dan pelaku industri dalam upaya melakukan integrasi produksi sapi dan kelapa sawit yang menguntungkan.

Kepala BPPT Hammam Riza berharap   melalui ICOP Conference 2019 ini, pihaknya  akan mendapat masukan dari para narasumber termasuk para pakar dari negara tetangga seperti Malaysia dan Papua Nugini tentang integrasi sawit dan sapi.

Lebih lanjut Hammam menambahkan,  ICOP Conference 2019 bisa menghasilkan rekomendasi dari para pemangku kepentingan terkait kebijakan serta pengimplementasian dalam pengintegrasian sapi -sawit. “Melalui Konferensi ini akan diperoleh rekomendasi kebijakan dan implementasi pada integrasi kelapa sawit dan sapi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, industri peternakan, perkebunan kelapa sawit swasta, serta BUMN,” tegas Hammam.

Dikatakan  Hammam Riza, saat ini pihaknya tengah mengkaji potensi pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk diintegrasikan dengan peternak sapi, khususnya peternak rakyat.Ia menjelaskan, permintaan daging sapi nasional Indonesia saat ini terus meningkat, namun peningkatan itu tidak diimbangi dengan peningkatan produksi daging sapi dalam negeri. Sehingga ketersediaan daging sapi secara nasional tentunya masih kurang.

Bahkan pengelolaan lahan perkebunan sawit yang dimiliki Indonesia masih jauh dari luas area perkebunan yang mencapai 14,03 juta hektar. Sedangkan saat ini baru 132.000 hektar lahan sawit yang dimanfaatkan untuk pengintegrasian sapi – sawit. Padahal potensi pemanfaatan lahan itu mencapai 4,4 juta hektar.

“Indonesia sekarang memiliki 14,03 juta hektar perkebunan sawit dengan 4,4 juta areal yang berpotensi untuk diintegrasikan dengan ternak sapi. Namun saat ini baru 132.000 hektar perkebunan sawit yang sudah diintegrasikan dengan 66.000 ekor sapi,” kata Hammam.

Perlu diketahui, hingga 2018, 40% dari total konsumsi domestik daging sapi di Indonesia masih mengandalkan impor. Tantangan utama peningkatan populasi sapi di Indonesia adalah rendahnya investasi pembiakan sapi dalam negeri yang masih dianggap berbiaya besar dan kurang menguntungkan.

Konferensi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil kajian BPPT selama 5 tahun mengenai integrasi produksi sapi dan kelapa sawit oleh peternak rakyat di Pelalawan, Riau, serta hasil uji coba Partnership selama 3 tahun melaksanakan integrasi sapi-sawit bersama 4 perkebunan kelapa sawit di 4 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM, Wisnu Wijaya Soedibjo selaku Co-chair Indonesia Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector, mengatakan bahwa pihaknya melalui salah satu program di Partnership telah mengujicobakan integrasi sapi-sawit sejak tahun 2016.

“Salah satu potensi usaha pembiakan sapi di Indonesia adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan yang sudah ada, termasuk lahan bekas tambang dan perkebunan sawit,” ungkap Wisnu.

Saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 14juta hektar perkebunan sawit di Indonesia. “Pembiakan sapi di lahan perkebunan kelapa sawit dapat memberikan aliran pendapatan tambahan bagi pemiliknya, mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produktivitas,” tutur Wisnu lebih lanjut.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia di sektor daging merah dan sapi sejak lama. “Melalui Partnership, Pemerintah Australia terus mendukung kajian dan inovasi baru untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing sektor daging merah dan sapi di Indonesia, termasuk dalam hal pembiakan sapi secara komersial,” ungkap Cox.

ICOP Conference 2019 adalah fórum pertama di Indonesia yang fokus untuk mendiskusikan peluang dan tantangan integrasi sapi dan kelapa sawit. Forum ini menyediakan platform bagi para akademisi dan pelaku industri peternakan untuk bertukar pengalaman, berkolaborasi, dan memberikan informasi terkini terkait inovasi dalam praktik integrasi sapi dan kelapa sawit.

Dalam forum ini, BPPT dan Partnership juga meluncurkan inovasi-inovasi berbasis teknologi di sektor pembiakan sapi. BPPT meluncurkan aplikasi SI PINTER untuk pencatatan dan identifikasi ternak dengan perekaman RFID dan GPS tracker untuk memantau ternak dengan tepat dan cepat. Sedangkan Partnership melalui Program IACCB meluncurkan beberapa perangkat yang dapat digunakan oleh peternak rakyat maupun industri berskala besar dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan usaha.

Inovasi tersebut adalah CALFIN, spreadsheet untuk mendukung investor dan pelaku usaha pembiakan sapi dalam membuat keputusan investasi; CALPROS, spreadsheet bagi peternak kecil atau baru untuk memantau kegiatan operasional dan produktivitas sapi indukan beserta keturunannya; serta CALPROF, software manajemen ternak untuk pelaku usaha pembiakan sapi yang lebih besar untuk mendukung kegiatan operasional pemeliharaan ternak sapi sehari-hari, terutama pembiakan, penggemukan, dan pengolahan pakan.

ICOP 2019 dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi dan pelaku industri pembiakan sapi dan kelapa sawit, serta melibatkan lebih dari 20 pembicara dan pengkaji makalah, termasuk pelaku integrasi sapi-sawit mancanegara, yaitu dari Malaysia dan Papua New Guinea. Selain itu, ICOP 2019 juga mengundang inovator dan penyedia layanan termutakhir di bidang peternakan maupun integrasi sapi-sawit seperti SMARTernak, Nutrifeed dan Gallagher. (red/ju)

Sejumlah Pimpinan Parpol Jadi Menteri, Ini Kata Pengamat

0
Kabinet Kerja Jilid 2 yang diperkenalkan Jokowi pada Rabu (23/10/2019)

Jakarta, BISKOM – Pagi ini (23/10/2019) Presiden Jokowi telah resmi memperkenalkan nama-nama menteri yang akan membantu Jokowi di periode kedua. Dari sejumlah menteri yang ditunjuk Jokowi, terdapat beberapa pimpinan partai politik, yakni Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, dan Suharso Manoarfa.

Suharso Manoarfa menuturkan tidak akan mundur dari pimpinan PPP karena diperbolehkan Jokowi. “Kata Presiden tidak apa-apa (rangkap jabatan),” ujarnya. Kebijakan Jokowi yang memperbolehkan menterinya rangkap jabatan di partai politik ini berbeda saat ia menyusun kabinet bersama Jusuf Kalla pada 2014 lalu. Saat itu Jokowi tidak mau menteri rangkap jabatan di parpol. Namun, kebijakan itu mulai berubah seiring dengan masuknya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ke kabinet Jokowi-JK.

Dalam Pasal 22 ayat 2 UU Kementerian Negara, tidak ada syarat calon menteri berupa: bukan merupakan Pimpinan partai politik. Kemudian dalam Pasal 23 terdapat kaidah soal larangan rangkap jabatan bagi seorang Menteri, salah satunya yaitu Pimpinan organisasi yang dibiayai dari APBN dan atau APBD.

Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Dr. Umbu Rauta SH., M.Hum. menilai demi kepantasan bernegara dan berpemerintahan, serta untuk memberi teladan berpolitik yang adab, ada baiknya Pimpinan Parpol yang diangkat menjadi menteri mengundurkan diri sejak pengangkatannya. “Hal lain yang menjadi semangat pendorong agar Menteri tidak merangkap sebagai Pimpinan Parpol yaitu konflik kepentingan dalam relasi DPR dengan Pemerintah,” paparnya.

Menteri adalah pembantu Presiden, sementara DPR yang anggotanya berasal dari parpol berwenang mengawasi pelaksanaan undang undang dan kebijakan pemerintah, lebih khususnya Menteri.” Agak sukar manakala anggota DPR yang berada dalam kendali fraksi melakukan pengawasan secara baik kepada Menteri yang kebetulan Pimpinan Parpol,” terang Umbu Rauta.

Usai diperkenalkan, para menteri tersebut kemudian dilantik oleh Presiden Jokowi. Pelantikan dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Vincent)

PP Iptek Gelar Science For All di SMKN I Jakarta

0

Jakarta, Biskom- PP-Iptek,  Kemenristekdikti berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 dan 2 Jakpus menggelar Science for All (SFA) DKI Jakarta. SFA ini  berlangsung pada 22 – 24 Oktober 2019 SMAN 1 dan SMKN 1 Jakarta Pusat.

Direktur PP-Iptek, M. Syachrial Annas mengatakan, SFA di wilayah Jakarta Pusat ini merupakan rangkaian kegiatan SFA DKI Jakarta yang sebelumnya telah digelar di SMKN 24 Cipayung untuk wilayah Jaktim dan SMKN 57 untuk wilayah Jaksel. Selanjutnya SFA akan digelar di Jakbar dan Jakut.

Menurut Syachrial, SFA sudah dilakukan di berbagai daerah. Sebelumnya, SFA telah digelar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Kegiatan SFA  bertujuan memperkenalkan Iptek seluas-luasnya kepada siswa, guru, dan masyarakat melalui pendekatan alat-alat peraga sains interaktif dan kegiatan sains lainnya secara menarik dan menyenangkan. Alat-alat peraga sains interaktif harus dicoba oleh pengunjung agar dapat terlihat fenomena sainsnya dan pengunjung dapat bermain sambil mendapatkan pengetahuan sains yang baru.

“Misi PP-Iptek adalah pembelajaran dan juga pelayanan sehingga kegiatan ini akan kita ikuti dengan kerjasama yang terbaik untuk anak didik. Prinsipnya bagaimana anak-anak bisa memanfaatkan kegiatan ini dan misi kita ke depan bagaimana anak-anak tertarik akan sains,” terang Syahrial saat pembukaan SFA di SMKN 1 Jakpus, Selasa (22/10).

Syachrial berharap, PP kegiatan SFA ini dapat membuka lebih luas wawasan dan pemahaman Iptek masyarakat di wilayah DKI Jakarta terutama wilayah Jakarta Pusat, khususnya pelajar dan memperkuat kapabilitas pendidik dalam menciptakan media pembelajaran Iptek di sekolah.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Pusat, Slamet mengungkapkan bahwa SFA merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara PP Iptek dan Pemprov DKI Jakarta khususnya dengan Dinas Pendidikan. Pihaknya berharap kerjasama ini bisa ditingkatkan dan PP Iptek bisa menjadi laboratorium.

“Kami di sekolah mengajarkan berdasarkan teori, mungkin ketika kita bawa ke PP Iptek prakteknya seperti apa, modifikasi sains-nya seperti apa sehingga menjadi teknologi. Teknologi kan suatu barang jadi yang di dalamnya ada banyak teori seperti fisika, biologi, kimia, dan matematika. Dengan adanya alat peraga iptek anak lebih mudah mengenal sains,” ungkap Slamet.

SFA merupakan sebuah kegiatan pameran alat-alat peraga yang bersifat mobile atau portable bertema sains dan teknologi. Pada SFA di Jakarta Pusat ini, PP-Iptek membawa 30 alat peraga interaktif yang dapat dicoba secara langsung seperti alat peraga Self Balancing Wheel, Gyro Extreme, Generator Van De Graff, Tebak Tanggal Lahir, Halilintar, Piano Angklung, dan masih banyak lagi alat peraga menarik lainnya.

Selain itu, ada program Demo Science yang menampilkan fenomena-fenomena sains atraktif dengan melibatkan pengunjung sehingga menjadi sebuah kegiatan sains yang menarik dan interaktif. Ada juga Science Corner yang menyajikan kegiatan sains dengan bahan-bahan sederhana yang menantang mereka untuk berpikir dengan ilmu sains.

PP-Iptek juga menyajikan Mini Workshop dimana pengunjung membuat hasil karya dengan memadukan sains dan seni seperti membuat Doodle on Bag, DNA Origami, Stick Puppets, Aquarium Datar, Tangga Nada, Sundial, serta Roket Kertas. Pengunjung dapat membawa pulang hasil karya yang telah dibuatnya.

Ada juga Demonstrasi Peluncuran Roket Air yang menampilkan eksperimen sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita seperti botol plastik berkarborasi yang diisi oleh tekanan dan air sebagai bahan pendorong sehingga menjadi aplikasi sederhana dari Hukum Newton dan mengungkap sisi lain dari sains.(red/ju)

Sambut Kehadiran HYDRO Token di Coinone Indonesia

0

Jakarta, Biskom- Hydro Token hadir meramaikan pasar aset digital, mulai 15 Oktober 2019. Hydro merupakan proyek open-source dari blockchain dengan komunitas global yang merupakan spesialis dalam smart contract dan pengembangan produk yang berdedikasi untuk menyederhanakan adopsi blockchain.

Visi Hydro adalah untuk menjadi kehidupan ekonomi global baru yang terdesentralisasi serta menyediakan aplikasi terdesentralisasi yang aman dan dapat dioperasikan di seluruh jenis pembayaran P2P, pembayaran B2B, tempat penjualan, pengiriman uang, pinjaman, kredit, tabungan, dan tokenisasi. Ekosistem baru ini dibangun di atas standar identitas revolusioner ERC-1484.

Seperti biasa, hadir berbagai event menarik untuk menyambut dilistingnya HYDRO di Coinone Indonesia ini dengan total hadiah 150.000.000 rupiah. Yang pertama Issue Wallet Address Event, yaitu 100 HYDRO Token untuk 10.000 pengguna pertama yang mengeluarkan alamat dompet HYDRO. Event kedua, Deposit Payback Event yaitu payback 1% dari total deposit HYDRO Token selama periode event.

Untuk event pertama dan kedua berlangsung dari tanggal 16 Oktober hingga 16 November 2019. Selain 2 event tersebut, terdapat event Trading Volume Event. Hadiah total 7.000.000 HYDRO Token untuk top 100 Trader HYDRO dan Daily Top Trader HYDRO selama periode event, yaitu 30 Oktober hingga 30 November 2019.

Dengan dilistingnya HYDRO Token di Coinone Indonesia, menjadikan adanya pair fiat baru yang dapat dijualbelikan dengan HYDRO Token. Pihak HYDRO mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan untuk memiliki jangkauan servis yang lebih luas dengan terus mengembangkan proyek-proyek baru seperti Hydro Pay, aplikasi P2P payment bebas biaya, Hydro Vault, layanan penyimpanan aset digital dengan tingkat keamanan tertinggi dan termodern. (red)

2020, Biznet akan Resmikan data center ke-4

0

Jakarta, Biskom- Biznet, perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, kini telah berusia ke-19 tahun. Di usianya yang masih milennials itu, Biznet berkomitmen untuk menghadirkan layanan Internet berkualitas, layanan Cable TV berdefinisi HD yang akan ditingkatkan menjadi layanan IPTV, serta layanan Data Center dan Cloud Computing (Biznet Gio Cloud).

Dengan didukung oleh infrastruktur modern dan jaringan The New Biznet Fiber, Biznet kini dapat menyediakan solusi teknologi terbaik dengan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar untuk mendukung gaya hidup digital masyarakat saat ini.

“Sebagai perusahaan teknologi, kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan teknologi digital. Tidak hanya layanan, kami juga terus memperluas cakupan area layanan di seluruh kota di Indonesia, sehingga lebih banyak orang dapat memiliki akses Internet serta layanan teknologi digital berkualitas,” ujar Presdir Biznet, Adi Kusma.

Saat ini jaringan Fiber Optic Biznet telah mencapai lebih dari 33.000 KM dan tersebar di lebih dari 110 kota di sepanjang Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Batam. Di akhir 2019 ini jaringan Biznet resmi hadir di Pontianak, Kalimantan dan Manado,, Sulawesi yang kemudian akan diikuti oleh kota-kota lainnya.

Saat ini Biznet menghadirkan layanan Internet super cepat untuk segmen bisnis skala besar, UKM, serta layanan internet untuk segmen perumahan dan apartemen yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Selain jaringan, data center dapat dilihat sebagai salah satu kunci dari parameter bisnis, dan bukan hanya sebagai fasilitas eksternal yang menyimpan informasi maupun model operasi bisnis saja. Oleh karena itu, Biznet terus mengembangkan layanan Biznet Data Center yang telah beroperasi di 3 lokasi yaitu di Jakarta MidPlaza, Biznet Technovillage – Cimanggis, Jawa Barat, dan di Bali Jimbaran.

Tahun 2020, Biznet juga akan meresmikan data center ke-4 yaitu Biznet Technocenter Jefferson yang berlokasi di Yogyakarta. Biznet Technovillage sendiri selain menjadi lokasi salah satu Data Center Biznet, juga merupakan fasilitas terintegrasi yang mencakup Grade A Office Space.

Berlokasi 35 KM dari pusat bisnis di Jakarta, dibangun dengan konsep ramah lingkungan, serta menggunakan beberapa teknologi green building untuk mengurangi limbah, Biznet Technovillage menjadi lokasi data center yang lengkap dengan fasilitas modern dan terbaik di Indonesia.

Biznet juga menghadirkan layanan Biznet Gio Cloud melalui layanan IaaS (Infrastructure as a Service), Biznet Gio Cloud menghadirkan layanan GIO Cloud, cloud computing yang menghadirkan solusi infrastruktur untuk enterprise berbasis teknologi VMware, dan layanan NEO Cloud. Sama halnya dengan layanan Biznet Data Center, Biznet Gio Cloud juga telah memperoleh sertifikasi PCI-DSS dan ISO 27001 yang menjamin keamanan data pelanggan.

“Terus berinovasi adalah komitmen Biznet untuk memberikan yang terbaik. Di usia ke-19 ini, Biznet pastikan terus mendukung segala kebutuhan dan memfasilitasi masayarakat dengan teknologi terbaru yang Biznet miliki. Tujuan Biznet, yaitu mengurangi kesenjangan digital serta menghubungkan seluruh masyarakat Indonesia di banyak pulau,” ujar Adi Kusma.

Sejalan dengan era revolusi industri 4.0 di mana teknologi automasi kian berkembang dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang canggih dan modern, Biznet sebagai perusahaan teknologi ikut mengembangkan inovasi untuk menghadirkan infrastruktur digital terbaik melalui jaringan terbaru The New Biznet Fiber, yang dapat menghadirkan layanan Internet dengan performa dan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar. (red)

Heru Widodo, Perintis TMC Untuk Pencegahan Banjir

0

Drs F. Heru Widodo, MSi, Perintis TMC Untuk Pencegahan Banjir

Jakarta, Biskom- Teknologi modifikasi cuaca kerap dikaitkan dengan bencana akibat kekeringan. Tidak banyak yang mengetahui bahwa TMC dapat difungsikan untuk pencegahan banjir. Adalah Drs Florentinus Heru Widodo MSi yang mengenalkan penerapan TMC untuk pengurangan curah hujan.

Saat itu, dia menjabat Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan, dan untuk pertama kali TMC diterapkan saat pengamanan pembangunan venue atlit olah raga hingga penyelenggaraan Sea Games di Jaka Baring Palembang Sumatera Selatan 2011. Hingga kemudian, TMC juga menggawangi kelancaran pelaksanaan PON ke XVIII di Riau 2012 dan Islamic Solidarity Games 2013 di Jaka Baring Palembang.

Puncaknya, TMC untuk pengurangan curah hujan diterapkan untuk pengendalian banjir di Jakarta rentang 2013-2014 sehingga wilayah DKI terhindar dari banjir besar. Saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudoyono beserta para menteri bahkan meninjau Posko TMC di Lanud Halim Perdanakusumah.

Pada 2012, Heru Widodo dilantik menjadi Kepala UPT Hujan Buatan. Dibawah kepemimpinannya, penerapan TMC berkembang pesat hingga sejumlah pengguna tidak dapat dilayani karena kekurangan pesawat dan sumber daya manusia. Terutama saat Indonesia menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sepanjang 2012, operasi TMC yang menjadi tanggung jawabnya, diantaranya penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Heru Widodo juga melakukan terobosan inovasi penerapan consul mekanisasi seeding di pesawat Hercules C 130 maupun CN 295 sehingga penyemaian awan tidak lagi secara manual dan pesawat lebih aman terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh bahan semai yang bersifat korosif.

Perusahaan penerbangan swasta seperti Pelita juga diajak untuk menyediakan pesawat karena banyaknya permintaan TMC saat itu. Heru juga mengupayakan pengujian flare untuk mendapatkan sertifikasi penggunaan flare di darat sedang untuk udara belum bisa karena terbentur pengujian dengan pesawat.

Selain penanganan karhutla, operasi TMC saat itu juga digiatkan untuk pengisian waduk di Indonesia: PLTA Bakaru di Sulawesi Barat (Februari 2012), kerjasama dengan PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur di DAS Citarum, Jawa Barat dan Waduk Sutami Jatim, kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Waduk PLTA Kota Panjang, Riau dan Danau Singkarak, Sumatera Barat, kerjasama dengan PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara.

Serta waduk PLTA PM Noor, Kalimantan Selatan kerjasama dengan PT PLN (Persero) wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Heru Widodo mengupayakan kegiatan penerapan TMC pengisian air waduk di berbagai wilayah di Indonesia. Sebelum selesai masa tugasnya, Heru Widodo telah menandatangani kontrak penerapan TMC untuk pengisian waduk/danau dengan PT. Inalum dan PT.Vale.

Atas upayanya, Drs F.Heru Widodo, MSi meraih penghargaan Darma Widya Argya (Penghargaan pengabdian insan kemanusiaan) dari BNPB tahun 2013 untuk UPT Hujan Buatan dari Kepala BNPB (2013).

Saat ini, Heru Widodo tercatat sebagai Perekayasa Utama di Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (dulu UPT Hujan Buatan). Selepas jabatannya sebagai Kepala UPT Hujan Buatan, Heru tetap peduli pada pengembangan TMC di Indonesia dengan menggalang kerjasama dalam riset maupun pelayanan TMC di Indonesia.

Seperti melakukan kerjasama riset dengan PT. Borneo Indo Bara dalam pengujian penyemaian awan dari darat menggunakan Ground Partical Generator untuk mengurangi curah hujan di areal pertambangan batu bara milik PT. BIB di Angsana Kalimantan Selatan. Selain itu, menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memasyarakatkan TMC di perguruan tinggi dan melakukan riset bersama.

Atas prestasinya, Heru Widodo meraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Badan Kepegawaian Nasional (2013), penghargaan Satya Wira Karya Nasional dari Presiden (2014), Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden (2011), Karya Satya Teknologi Tingkat 1 dari Kepala BPPT (2008), Pegawai Berdedikasi Tinggi (2003), Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun Nasional Presiden (2001).

 

285 Atlet Siap Berlaga di Kejurnas IV Hapkido

0
Kejurnas IV Hapkido Indonesia di Semarang

Semarang, BISKOM – Hapkido mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun pesatnya pertumbuhan olahraga beladiri asal Korea ini tak terbendung. Belakangan, olahraga ini banyak diminati kaum perkotaan, terutama bagi remaja dan orang dewasa. Hal ini disebabkan materinya yang sangat kental dengan teknik-teknik beladiri praktisnya, dan sifatnya yang hybrid, yaitu memadukan teknik bela diri praktis dengan olahraga beladiri. Selain dilatih teknik lunak (kuncian, bantingan), masyarakat juga dilatih teknik keras (tendangan, pukulan). Masih pula dilengkapi dengan mempelajari berbagai teknik permainan senjata. Sehingga masyarakat akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus.

Tahun 2019 ini, Kota Semarang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional IV (Kejurnas IV) Hapkido Indonesia. Kejurnas IV akan diselenggarakan Sabtu, 19 Oktober 2019 di Convention Hall UTC, Semarang. Kejurnas IV ini akan diikuti oleh 285 atlet dari 23 Provinsi. Ke-23 Provinsi yang berpartisipasi dalam Kejurnas IV ini adalah Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, NTB, Bengkulu, Bali, Sulawesi Tengah, Kalimatan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku, Sumatera Barat, Maluku Utara, Sulawesi Selatan dan Papua.

Ketua Umum Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI), GBPH Prabukusumo mengapresiasi semangat dan kerja keras semua jajaran baik dari Pendiri, Pengurus dan seluruh leader/perintis di seluruh Indonesia yang dengan tulus dan segenap kekuatan serta konsisten untuk menjadikan Hapkido Indonesia menjadi olahraga seni beladiri yang besar dan berkualitas. “Terima kasih yang setinggi-tinggi nya atas segenap upayanya untuk tetap berpartisipasi mendukung tanpa syarat untuk Hapkido Indonesia dengan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya dan selamat bertanding. Semoga menjadi yang terbaik dan sukses!,” ujar GBPH Prabukusumo.

Pendiri Hapkido Indonesia, Master Vincentius Yoyok Suryadi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena Hapkido bisa berkembang pesat di Indonesia. “Kami terus menerus secara konsisten melaksanakan Kejuaraan Nasional hingga yang ke 4 kali pada 2019 ini. Setelah kami diterima resmi sebagai anggota KONI Pusat pada April 2019, kami berharap Hapkido akan semakin dikenal luas dan makin diterima seluruh lapisan masyarakat. Semua berkat kerja ikhlas dan kerja keras bersama-sama seluruh Leader, Pengurus, Pembina dan semua anggota tanpa kecuali dengan penuh harmoni,” kata Master Yoyok.

Terdapat 5 kategori yang dipertandingkan dalam Kejurnas IV ini yakni Dae Ryun (Fight), Hyung (Jurus), Nak Bop (Teknik Jatuhan dan Lompatan), Hoshinsul (Peragaan teknik hapkido), dan Mugisul (Jurus dengan senjata). Ketua Pengda Hapkido Indonesia Provinsi Jawa Tengah, George Lunarso menyampaikan bahwa Kejurnas ini bukan sekadar ajang pertandingan tetapi juga perjumpaan dengan rekan-rekan Hapkido Indonesia. “Maka sportifitas harus dijaga untuk menunjukkan identitas Hapkido Indonesia yang semakin Jaya dari tahun ke tahun. Kompetisi yang sehat akan menghasilkan hasil yang baik dan respek satu sama lain. Pertarungan sengit hanya berlangsung di atas arena karena setelah turun gelanggang, maka kita semua adalah insan yang sama, yang saling menghormati satu sama lain serta menjalin silaturahmi serta persahabatan,” tuturnya.

Kejurnas IV Hapkido Indonesia ini akan diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00. Panitia pelaksana mempersilakan siapa saja yang hendak menyaksikan Kejurnas ini untuk datang ke Convention Hall UTC, Semarang. “Silakan datang dan saksikan Kejurnas IV Hapkido. Acara ini tidak dipungut biaya. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kompetisi yang luar biasa ini,” pungkas Karl Anggara, Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas IV Hapkido Indonesia. (Red)