Home Blog Page 816

ALE Geek Battle Ajang Uji Programer Handal era industri 4.0

0

Jakarta, Biskom – Dalam laporan berjudul “Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity” McKinsey menyatakan bahwa Indonesia diprediksi menjadi sebuah kekuatan ekonomi digital yang cukup diperhitungkan. Sejalan dengan hal itu, pemerintah juga giat membangun infrastruktur terkait teknologi digital di Indonesia yang dikenal dengan proyek Palapa Ring. Proyek ini diharapkan akan memberikan akses Internet bagi seluruh lapisan masyarakat dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Transformasi digital di semua sektor, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas demi menjaga daya saing Indonesia, telah menjadi pedang bermata dua; di satu sisi transformasi digital membutuhkan skill set baru namun di sisi lain sistem pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk menjembatani kebutuhan akan skill set baru, Alcatel-Lucent Enterpise (ALE) Indonesia dengan dukungan pemerintah akan menggelar ALE Geek Battle demi menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan di era digital.

ALE akan memberikan 1.500 beasiswa kepada penduduk Indonesia di usia produktif untuk mengikuti kelas dasar pemrograman. Dari 1.500 peserta awal ini, ALE akan memilih 150 peserta untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu kelas pemrograman lanjutan. Kemudian, 30 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti program ALE Geek Battle dan memenangkan kesempatan untuk bekerja bersama tim ALE Indonesia.

“Melalui ALE Geek Battle, kami memberikan kesempatan kepada para programer di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Para programer ini akan saling diasah dan diuji oleh para juri dari ALE. Para peserta yang terpilih juga akan mendapatkan program beasiswa dan kesempatan bekerja bersama tim Alcatel Lucent Indonesia,” ujar Adios Purnama, Country Manager, Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia di Jakarta, Selasa (29/10).

Ia menambahkan bahwa saat ini kebutuhan pasar akan tenaga programmer cukup besar, tetapi di sisi lain, tidak banyak programmer andal yang ada di Indonesia. ALE berharap kegiatan ini akan melahirkan talenta-talenta baru di bidang pemrograman yang kemampuannya sesuai dengan kebutuhan pasar. Menurut McKinsey, dalam 10 tahun ke depan kebutuhan akan programmer akan meningkat 55 persen. Oleh karena itu, kebutuhan untuk melahirkan programmer baru harus dimulai dari sekarang.

Narenda Wicaksono, CEO Dicoding, mengatakan programmer memiliki peran yang sangat krusial di era industri 4.0 ini. “Di era industri 4.0 ini, semua proses di berbagai industri akan beralih menuju otomasi dan ini memerlukan bahasa pemrograman yang sesuai dengan jenis industri masing-masing. Di sinilah peran penting programmer, yaitu membuat aplikasi atau program yang tepat untuk membantu pertumbuhan perusahaan.Dengan aplikasi yang tepat, perusahaan akan mampu bekerja secara lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kinerja perusahaan dengan signifikan,” ujar Narendra. Dicoding adalah salah satu lembaga yang fokus memberikan pelatihan kepada generasi muda yang tertarik dengan dunia programming.

McKinsey Institute memproyeksikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi digital besar dalam 10-20 tahun mendatang. McKinsey menyatakan bahwa kebutuhan akan tenaga programmer pada 2030 akan meningkat sebesar 55 persen. Sementara itu, World Economic Forum menyatakan di masa depan SDM yang memiliki keahlian teknis seperti pemrograman dan pengembangan aplikasi akan menjadi incaran perusahaan.

Selain di sektor swasta, kebutuhan akan talenta-talenta dengan keahlian teknis di bidang pemrograman dan pengembangan aplikasi juga menyentuh sektor pemerintahan. Menurut Akmal Malik, Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Republik Indonesia, Kemendagri rutin memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill para pegawai, terutama SDM di bidang IT, agar terus terupdate mengingat perkembangan dunia digital berjalan demikian cepat.

Di sisi lain, kepala daerah/ wakil kepala daerah, serta para kepala perangkat daerah juga dituntut untuk mengikuti perkembangan digital yang demikian pesat. Transformasi digital diharapkan akan mendorong reformasi birokrasi melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat agar lebih cepat, tepat, murah dan efisien. Di tingkat pusat, pemerintah telah memiliki aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), yaitu sebuah aplikasi pengaduan yang terpadu dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah. Aplikasi ini terhubung dengan 67 instansi pemerintah demi memudahkan koordinasi dan penyelesaian pengaduan.

Di tingkat provinsi, hampir seluruh provinsi di Indonesia telah memiliki aplikasi sendiri untuk membantu meningkatkan pelayanan publik di masing-masing daerah. Bandung dan Jakarta, misalnya, telah membangun konsep Smart City dengan dukungan aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat serta solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Di Jawa Barat, kami memfokuskan diri pada pengembangan platform yang bisa mendorong perekonomian masyarakat di pedesaan, khususnya untuk mendukung promosi produk unggulan desa-desa di wilayah kami,” ujar Setiaji, Kepala Dinas Kominfo, Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh desa bisa melakukan transformasi digital.

Di Jakarta, salah satu fokus pengembangan aplikasi adalah di sektor transportasi untuk membantu mengatasi masalah kemacetan yang menjadi momok di Jakarta. Selain itu, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menggandeng delapan entitas digital untuk semakin mengembangkan Jakarta Smart City yang masing-masing dari entitas ini diharapkan mampu memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Melihat kebutuhan akan pengembangan aplikasi yang demikian besar, gelaran ALE Geek Battle menjadi signifikan untuk memunculkan talenta-talenta baru yang memiliki keahlian di bidang pemrograman dan pengembangan aplikasi. Saat ini, kebutuhan pasar yang demikian besar akan talenta di bidang IT belum sejalan dengan ketersediaan SDM yang ada. Indonesia masih memerlukan banyak talenta untuk mendukung transformasi digital yang sedang berjalan. Selain melalui jalur formal, berbagai pelatihan dan kompetisi seperti yang dilakukan oleh Alcatel Lucent Enteprise bisa menjadi jalan untuk meningkatkan jumlah dan kapabilitas talenta digital di Indonesia.

“ALE telah berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya peningkatan kapabilitas talenta digital di Indonesia melalui berbagai program kami. Tahun lalu kami telah menggelar ALE Hackathon yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tahun ini, kami mengadakan ALE Geek Battle bagi para programmer. Semoga setiap tahun kami bisa terus menemukan dan mengasah talenta-talenta baru di Indonesia dan memberikan sedikit kontribusi kami bagi pengembangan SDM digital di Indonesia,” pungkas Adios. (red/ju)

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp806,8 T

0

Caption :  (Ki-ka) : Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri, Panji Irawan – Direktur Treasury & International Banking, Darmawan Junaidi -  Direktur Bisnis & Jaringan, Hery Gunardi -  Direktur Manajemen Risiko, A. Siddik Badruddin – dan Corporate Secretary Rohan Hafas. (Foto: DAS)

Jakarta, Biskom – Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kinerja yang berkualitas pada kuartal III tahun 2019. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan rata-rata Kredit Konsolidasi yang mencapai 11,5% (YoY) atau mencapai Rp806,8 triliun pada September 2019. Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas, dimana rasio NPL gross turun 48 bps menjadi hanya 2,53% dibandingkan September tahun lalu. Perbaikan ini membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya CKPN sebesar 6,27%.

Menurut Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi, pertumbuhan kredit yang diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional melalui dukungan otomatisasi serta digitalisasi, membuat Bank Mandiri dapat mencatatkan laba hingga Rp20,3 triliun, naik 11,9% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu.

”Pertumbuhan Bank Mandiri saat ini lebih kami utamakan untuk sustainabilitas jangka panjang sehingga pengukuran kinerja tidak hanya diukur pada akhir periode tetapi juga saldo rata-rata. Metode ini mampu menjadikan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri menjadi lebih sustain dan berkualitas sehingga mampu meberikan nilai tambah yang jauh lebih baik bagi pemegang saham,” kata Hery Gunardi.

Pada kuartal III tahun 2019, lanjut Hery, penyaluran kredit ditopang oleh dua segmen utama yakni Corporate dan Retail terutama kredit Mikro dan Consumer. Kredit di segmen korporasi mencapai ending balance Rp113,7 triliun atau tumbuh rata-rata 16,6% (YoY). Untuk segmen Mikro, ending balance penyaluran kredit mencapai Rp116,4 triliun, tumbuh rata-rata 22,6% (YoY), sementara pada segmen Consumer mencapai ending balance Rp 88,5 triliun atau tumbuh 7,3% (YoY).

Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 81,49% dari total portofolio. Pada triwulan ini, penyaluran kredit investasi mencapai Rp251,07 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp342,3 triliun.

Sebagai Agent of Development, Bank Mandiri juga turut berkontribusi dalam pembangunan nasional, berupa penyaluran kredit ke sektor infrastruktur yang mencapai Rp198,5 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai 16,9% (YoY). Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang Januari-September 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp17,45 triliun, tumbuh 29,7% (YoY) atau mencapai 69% dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 222.825 debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar 50,25% disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Jaga Sustainabilitas Kinerja

Di tengah ketatnya persaingan dan likuiditas ditambah dengan kondisi makro ekonomi global yang belum membaik, Bank Mandiri juga memacu penguatan dana murah. Pada triwulan III tahun 2019, pengumpulan dana murah perseroan tercatat mencapai Rp567,5 triliun. Pertumbuhan ini bertumpu pada penghimpunan tabungan sebesar Rp302,9 triliun atau tumbuh 2,3% (YoY), dan giro yang mencapai sebesar Rp214,1 triliun atau tumbuh 9,2% (YoY).

Kontribusi Dana Pihak Ketiga (DPK) Perusahaan Anak juga terus membaik. Pada periode ini, kontribusi DPK perusahaan anak mencapai Rp107,3 triliun atau tumbuh 13,5% (YoY). Jika jumlah tersebut dikonsolidasikan, maka total Dana Pihak Ketiga Bank Mandiri beserta dengan Perusahaan Anak mencapai Rp891,2 triliun, naik 7,2% dari September 2018.
“Saat ini, permodalan dan likuiditas kami berada pada situasi yang sangat baik dengan rasio CAR Bank Only di 22,50% dan rasio RIM di 91,72%. Rasio yang sangat baik ini jelas akan meningkatkan optimisme kami untuk bisa menjaga sustainabilitas kinerja,”ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan DPK, Bank Mandiri juga terus meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah yang diwujudkan melalui kemudahan bertransaksi lewat jaringan online dengan nilai transaksi e-channel mencapai Rp560 triliun tumbuh 6,7% YoY serta didukung 31,7 juta registered e-channel user yang tumbuh 10,0% YoY. Tercatat, Mandiri Online kini telah memiliki 2,77 juta aktif user. Saat ini Bank Mandiri bersinergi dengan beberapa BUMN telah memiliki aplikasi pembayaran berbasis mobile dan QR, LinkAja, yang diharapkan dapat menjadi national champion pembayaran digital. (red/DAS)

Ooredoo Kampanyekan #SatukanSemangatmu

0

Jakarta, Biskom – Indosat Ooredoo merilis kampanye baru di Hari Sumpah Muda, #SatukanSemangatmu. Melalui tagar #SatukanSemangatmu, Indosat Ooredoo mengajak anak-anak muda Indonesia berkontribusi untuk negara dan berbagi kisah mereka.

Kampanye baru ini sejalan dengan Indosat Ooredoo yang selama 52 tahun terus mendukung generasi muda agar tetap berkreasi, berinovasi, dan menyatukan semangat untuk membangun Indonesia. Sekarang banyak anak-anak muda dengan peran mereka masing-masing untuk membangun Indonesia. Semuanya yang di sini (anak-anak muda) akan menjadi game changer, kata Direktur & COO Indosat Ooredoo Vikram Shinha di kantor Indosat Ooredoo, Senin (28/10).

Indosat Ooredoo melalui kampanye ini menunjukkan anak-anak muda yang memberikan kontribusi untuk kemajuan Indonesia. Salah satu anak muda berprestasi itu adalah Dilla Fadiela. Sebagai aktivis pembersih pantai, Dilla kerap mengajak teman-teman dan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, serta membersihkan pantai agar lestari. Hal itu dilakukannya melalui akun Instagram pribadinya @dilfadiel.

Tak hanya Dilla, generasi milenial yang memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia adalah Ayu Puput Alit. Sebagai pengajar programming, Ayu kerap memberikan mengajar untuk generasi muda lainnya. Indosat Ooredoo mengklaim siapa pun dan sekecil apa pun peran, anak-anak muda akan memberikan kontribusi besar untuk membangun Indonesia yang lebih baik. (TIP/RED) Foto: DAS

BPPT Serahkan Hasil Survei Batimetri di utara Papua

0

Jakarta, Biskom- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan penyerahan produk kegiatan hasil survei batimetri landas kontinen Indonesia di utara Papua tahun 2019 kepada Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Selasa (29/10) di Hotel Sahid Jakarta.

BPPT bekerja sama dengan BIG dalam kegiatan survei Lintas Kontinen Indonesia (LKI) yang menggunakan Kapal Riset (KR) Baruna Jaya yang dilepas di Tanjung Priok, Jakut pada (10/4). Tujuan survei batimetri multibeam untuk memperoleh gambaran morfologi dasar laut dalam menentukan titik-titik Foot of Slope (FOS) terkait delimitasi batas terluar LKI diperairan Utara Papua.

Dalam sambutannya, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa penandatanganan kontrak kerja sama swakelola PNBP BPPT terkait survei LKI itu telah disepakati pada 18 Maret 2019. Kontrak kerja sama melibatkan Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT serta Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai dari BIG.

“Survei tersebut dilakukan menggunakan wahana KR Baruna Jaya I BPPT dengan tujuan melakukan survei batimetri multibeam untuk mendapatkan gambaran morfologi dasar laut area survei,” ujar Hammam didampingi Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin.

Selain untuk melakukan verifikasi data-data dokumen submisi Ekstensi LKI yang sudah ada, hasil survei tersebut akan dimanfaatkan pula untuk delimitasi batas terluar LKI di perairan bagian Utara pulau itu. “Itu nantinya digunakan untuk penentuan titik-titik FOS dalam rangka delimitasi batas terluar LKI di perairan utara Papua,” jelas Hammam.

Menurut Hammam, pelaksanaan Survei Batimetri LKI ini, merupakan peran Difusi Teknologi dari Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT melalui pemberian layanan jasa teknologi survei kelautan. Apalagi, BPPT selalu mengimplementasikan 7 peran strategisnya yakni Perekayasaan, Kliring Teknologi, Audit Teknologi, Alih Teknologi, Intermediasi Teknologi, Difusi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Serta Komersialisasi Teknologi.

Sementara itu, dalam upaya pemberian layanan jasa teknologi survei kelautan ini, BPPT telah melakukan revitalisasi wahana KR Baruna Jaya I, II, III, dan IV secara menyeluruh sejak 2017 lalu untuk memenuhi kelayakan IMO dan SOLAS. Bahkan melakukan revitalisasi pada peralatan survei hidro-oseanografi, geologi, geofisika, geodesi, serta peralatan untuk kegiatan perikanan laut dan meteorologi.

Hammam pun menyebut bahwa satu diantara begitu banyak peralatan yang direvitalisasi BPPT adalah system Multibeam Echosounder Teledyne Hydrosweep DS yang digunakan BPPT dalam kegiatan survei LKI ini. Salah satu peralatan tersebut adalah system Multibeam Echosounder Teledyne Hydrosweep DS, yakni untuk survei dan pemetaan Laut Dalam yang kemampuannya mencapai kedalaman 11.000 m.

Dipaparkan, peralatan satu ini membantu KR Baruna Jaya I dalam memperoleh model 3D morfologi dasar laut perairan di Utara Papua. Dengan system multibeam echosounder tersebut, KR Baruna Jaya I berhasil mendapatkan model 3D morfologi dasar laut perairan di Utara Papua, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai data primer untuk mendukung dokumen submisi Ekstensi LKI.. System multibeam ini juga memiliki kegunaan lainnya dalam mendukung program riset, pengembangan, inovasi, pembangunan infrastruktur kemaritiman nasional serta program nasional lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin mengatakan pelaksanaan survey Hidrografi di wilayah Utara Papua untuk penentuan FOS dan membuktikan adanya jembatan (sadle) yang menghubungkan dataran Papua dengan Euripik rise. “Dalam kegiatan ini, kami menggunakan kapal Baruna Jaya 4 dan peralatan survey Hidrografi untuk keperluan akusisi data batimetri, personil pelaksana survey, pengolahan data yang digunakan dalam analisis penentuan foot of slope,” jelasnya. (red/ju)

Menristek/Kepala BRIN Perkuat Ekosistem Riset & Inovasi

0

Jakarta, Biskom – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro kembali menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan restrukturisasi kementerian yang dipimpinnya. Sebagaimana diketahui sesuai Keputusan Presiden No. 113/P Tahun 2019 telah dibentuk Kemenristek/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang merupakan perubahan dari Kemenristekdikti.

Bambang memastikan bahwa Kemenristek/BRIN, akan menyediakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan riset dan inovasi di Indonesia. “Environment riset dan inovasi yang ingin kita bangun juga akan mendukung investasi, menciptakan banyak lapangan kerja, dan memperkuat UMKM”, lanjut Bambang.

Hal tersebut disampaikan Menristek/Kepala BRIN saat perekaman video sambutan untuk ditayangkan pada Konferensi Eisenhower Fellowship (EF) Day di Wellington, Selandia Baru. Pengambilan video dilaksanakan pada Jum’at (25/10) di Gd BPPT Jakarta. Bambang mengucapkan apresiasi kepada panitia dan pengelola program Eisenhower Fellowship, yang diyakini dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan SDM unggul Indonesia sekaligus menguatkan penguasaan riset, teknologi dan inovasi Indonesia.

Lebih lanjut Bambang juga menekankan bahwa untuk mewujudkan cita-cita penciptaan ekosistem penguatan riset, teknologi dan inovasi di Indonesia, Kemenristek/BRIN membuka seluas-luasnya kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik dari unsur pemerintah, akademisi, swasta, media, dan sektor lain baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, , Bambang PS Brodjonegoro menyempatkan diri untuk menyapa para pegawai Kemenristek, gedung BPPT 2. Menteri lulusan University of Illinois itu dengan ramah menyalami dan berinteraksi dengan pegawai dari lantai 16 hingga 22.

Menteri Bambang tak canggung untuk melayani selfie dengan para pegawai di Kemenristek atau BRIN. Ia mengajak berdiskusi dan menanyakan program-program Kementerian yang sedang berjalan pada pegawai yang ditemuinya. Bambang menyebut maksud dari mengunjungi setiap lantai tersebut, untuk mengetahui program-program Kemenristek. Sebagaimana diketahui Kemenristek sebelumnya adalah Kemenristekdikti.

Dirinya ingin mengkaji lebih lanjut program-program yang ada, serta mengenal lebih dekat dengan para pegawainya, sehingga dapat membangun harmonisasi dalam bekerja untuk memajukan riset dan inovasi di Indonesia. “Saya juga akan menjadwalkan kunjungan ke beberapa Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada di bawah Kemenristek,” ucapnya.

Mantan Menteri PPN/Bappenas itu, disambut oleh Dirjen Risbang Moh Dimyati, Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, Retno Sumekar Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Nada Marsudi Ka Biro Kerjasama dan Kompublik (KSKP), Wisnu Sardjono Soenarso (Ka Pusdiklat), Kemal Prihatman Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Chan Basarudin Direktur BAN PT. (red/ju)

Penandatangan MoU antara APTIKNAS – SIAA di event ITAP 2019

0

Dalam Pameran Industrial Transformation Asia Pacific (ITAP) 22-24 Oktober 2019 yang diikuti oleh APTIKNAS, APTIKNAS mendapat kesempatan bertemu dengan mitra , yaitu Singapore Industrial Automation Association (SIAA).

SIAA memiliki beberapa konsentrasi program yang sama dengan APTIKNAS, diantaranya Industry 4.0 , Internet of Things dan Robotic. Oleh karena itu disepakati adanya Momerandum of Understanding (MoU) antara APTIKNAS – SIAA.

Objectives dari MoU :

i) To encourage and support the formation of an Industry 4.0 centric ecosystem by sharing/leveraging on shared networks and expertise.

ii) To explore opportunities for collaboration between Indonesian & Singapore companies.

iii) To engage in developing agreed joint project/solutions/events in unison

MoU ditandatangi oleh Chairman SIAA, Terence Teo dan Ketum APTIKNAS Soegiharto Santoso yang diwakilkan oleh Ketua APTIKNAS DKI JAKARTA Fanky Christian.

Berikut adalah foto-foto dalam kegiatan MoU tersebut.

Dengan MoU ini maka anggota kedua asosiasi dapat saling membantu, berkomunikasi dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan terkait Industry 4.0, Automation, Internet of things dan Robotic.

Sukses Gelar Wayang Kulit, Dalang Dr. Yanto Pancarkan Sinar Gemilang Pada Ikatan Gunung Kidul (IKG)

0
Dalang Dr. Yanto SH MH didamping koleganya Hakim Sunarso SH MH saat menerima mascot wayang dari Ketum IKG, sebelum membawakan kepakarannya diatas panggung anjungan Jateng TMII Jakarta.

Jakarta, BISKOM – Dalang kondang Dr. Yanto, SH MH, yang namanya belakangan ini semakin moncer bak meteor dikalangan pekerja seni budaya nasional yang satu ini memang sangat berbeda dengan dalang lainnya didunia ertertainment pewayangan, karena selain sebagai putra sejati Gunung Kidul Yogyakarta, juga dikenal sebagi hakim karier yang dinilai acap kali menjatuhkan vonis hukuman yang paling berat bagi para koruptor.

Selain dikenal sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Yanto juga merupakan dosen spesialis bagi para kandidat S3 (Doctor) Hukum disejumlah Universitas bergengsi di Ibukota Jakarta.

Jajaran para pengurus IKG yang semakin solid.

Terakhir pria berkumis yang memiliki multi talent ini di tahbiskan menjadi Ketua Nasional (DPN) Ikatan Gunung Kidul (IKG) yang kini beranggotakan lebih dari 3000 personil. Hal inilah menjadikan hakim Yanto yang menjatuhkan palu godamnya 15 tahun penjara bagi mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, terpanggil hatinya melakukan penggalangan dana untuk mewujudkan impian memiliki gedung IKG sejabodetabek di Jakarta, lewat serangkaian pagelaran wayang kulit yang dikemasnya secara modern dianjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019 malam.

Dan untuk kesekian kalinya pelataran anjungan Jateng TMII tampak penuh dihadiri para pengunjung, karena selain thema yang menarik diangkat sang dalang Yanto, yang selalu berduet dengat koleganya hakim tipikor Jakarta Sunarso SH MH. Namun pagelaran kali ini tampak lebih semarak diatas pentas megah yang bercahayakan lampu mewah kristal, juga didukung penampilan host kondang Dimas Tedjo, Gareng Semarang  dan sicantik sensual Sinden Eka Suriyanti Kebumen, serta Sinden legendaris Indah Laras.

Dr. Yanto SH MH dan Hakim Sunarso SH MH duduk bersama menemani para tamu dan undangan yang hadir.

Tak hanya itu, kali ini Dalang Yanto juga menggaet 25 sinden yang tergabung dalam IKG, sehingga dinilai merupakan pemecah rekor dalam sebuah pagelaran wayang kulit semalam suntuk dipanggung nasional.

Kehadiran sejumlah hakim agung dan sejumlah ketua pengadilan dari sejumlah  daerah, bahkan dihadiri Kapolres Tanggerang dan sejumlah Jenderal aktif, menjadikan suguhan hiburan budaya tersebut semakin bermakna.

Sang bintang si cantik Eka Kebumen, host Dimas Tedjo, Sinden Indah Laras dan Gareng Semarang, saat beraksi mengocok isi perut penonton.

Thema cerita rakyat yang dikemas sang dalang seputar prilaku bijak dan kerendahan hati dalam melayani sesama insan ciptaan Gusti Allah, diselingi dengan piawainya si cantik Eka Kebumen yang selalu mengundang decak kagum, membuat sejumlah orang Batak, seperti hakim Desbeneri Sinaga SH MH beserta isteri, Ketua PN Mentok Kab.Bangka Barat Golom Silitonga SH MH, ikut terpingkal pingkal tertawa karena hidupnya lakon yang disuguhi secara kolosal.

Pemred BISKOM, Soegiharto Santoso alias Hoky yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas LSP Pers Indonesia foto bersama Dalang DR. Yanto SH MH bersama

Pantauan di TMII pengunjung masih tetap berjubel bertahan asyik begadang semalam suntuk, sebagai bukti betapa nuansa relaksasi pagelaran wayang kulit itu sangat dibutuhkan bagi banyak orang, sebagai penawar kepenatan jiwa yang telah bekerja keras dan macetnya Jakarta yang semakin menggila.

“Saya optimis IKG yang sudah berusia 48 tahun ini, jika semua pihak saling membahu, insyaallah kerinduan untuk memiliki sebuah gedung tempat bermarkasnya para anggota, bisa terwujud dalam waktu mendatang di Jakarta.” kata Yanto, sesaat usai mengganti pakaian kebesarannya sebagai dalang wayang, kembali wujud semula sebagai seorang hakim karier yang mumpuni. (Hoky).

Gebyarr Pagelaran Wayang Kulit, Ketua PN Jakpus DR. Yanto Jadi Dalang di TMII Jakarta Sukses Mempesona

Ketua MA Hatta Ali Melantik Tiga Ketua Muda Pada Mahkamah Agung RI

Presiden Jokowi Puji Keberhasilan Mahkamah Agung

Peran UU Contempt of Court Dalam Perlindungan Kekuasaan Kehakiman Yang Mandiri dan Bebas Dari Segala Pengaruh dan Ancaman

Johanis Tanak Lulus Uji Kompetensi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V

MA Kabulkan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung, Terdakwa Kasus BLBI.

Tolak PK Baiq Nuril, MA Tegaskan Tak Ada Maladministrasi

Peluncuran Sistem Informasi Perlengkapan Mahkamah Agung Republik Indonesia (SIPERMARI)

Hakim Kena OTT KPK di Balikpapan Diberhentikan Sementara Oleh MA.

Ketua MA Luncurkan SIPP Tingkat Banding Versi 3.2.0.

Semarak Acara MA di Labuan Bajo

MA Siap Hadapi Pemilu, Ketua Kamar TUN Berpesan Pejabat Wajib Laksanakan Perintah Hukum

Ketua MA Tekankan Pentingnya Integritas Kepada Para Ketua Pengadilan Tinggi

HUT IKAHI Ke-66, Ketua MA Harap Hakim Pahami Ekonomi Digital

Perlunya Hakim Berperspektif Gender Untuk Wujudkan Akses Keadilan Bagi Perempuan dan Anak

Presiden Jokowi Apresiasi Reformasi di MA lewat aplikasi e-Court

Presiden Jokowi Puji Keberhasilan Mahkamah Agung

Ketua MA Lantik 29 Ketua Pengadilan Tingkat Banding

Ketua MA Tunjuk Andi Samsan Nganro Jubir Baru, Dan Sesalkan Berita Yang Tidak Update

Ketua MA Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) Integritas Manajemen SDM berbasis Kompetensi

Canon PIXMA, Printer Penunjang Kreativitas

0

Jakarta, Biskom- Selama ini, keberadaan printer di kantor atau rumah menjadi perangkat yang hanya digunakan untuk mencetak dokumen, atau kebutuhan lain seperti scan atau copy. Desain yang ditawarkan juga cenderung standar sehingga keberadaannya di sudut ruang menjadi monoton. Padahal di tengah maraknya tren minimalis, kehadiran printer di dalam ruangan pun dapat menjadi elemen desain interior yang menarik.

Memahami hal tersebut, Canon melalui pt. Datascrip sebagai authorized distributor Canon di Indonesia menghadirkan jajaran printer multifungsi terbaru, PIXMA TS8370, TS6370, dan TS5370, dengan desain dan warna-warna kekinian untuk menunjang kreativitas bisnis dan anggota keluarga di rumah. Ketiga printer PIXMA ini menjadi sahabat setia untuk memenuhi berbagai kebutuhan cetak, mulai kebutuhan cetak pelajar dan mahasiswa, penggunaan pribadi di rumah, pelaku usaha kecil dan menengah, hingga kantoran.

PIXMA TS8370, TS6370, dan TS5370 hadir dengan desain dan warna-warna menarik dan segar seperti Millennial Pink, Brilliant Green dan Navy, yang sesuai dengan selera masa kini, sekaligus dapat mempercantik interior rumah atau ruang kerja. Tidak hanya untuk kebutuhan mencetak, copy dan scan, pengguna bisa memanfaatkan beberapa fitur kreatif seperti aplikasi Creative Park, Easy-PhotoPrint Editor dan Message in Print, yang didukung teknologi nirkabel.

“Pengguna juga bisa lebih menghemat pemakaian kertas dengan adanya fitur Auto Duplex Printing, yang dapat mencetak dokumen dua sisi (depan belakang) secara otomatis,” ujar Monica Aryasetiawan – Senior Division Manager of Canon Consumer System Product Division pt. Datascrip. (red)

Fieldtrip Ajak Peserta Seminar Kenalkan PLTSa Bantar Gebang

0

Jakarta, Biskom- Setelah sukses melaksanakan pertemuan bisnis menggali  Teknologi Pengolahan Sampah Kota yang digelar Pusat Teknologi Lingkungan di bawah Kedeputian Teknologi Pengembangan SDA-BPPT,  pada Rabu (23/10) kemarin, dilanjutkan dengan Fieldtrip atau kunjungan ke PLTSa Merah Putih Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (24/10). PLTSa Merah Putih  merupakan Pilot project  BPPT bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

Rombongan peserta seminar terdiri atas pemerintah daerah, lembaga riset, industri, perguruan tinggi dan himpunan profesi peneliti dan perekayasa, serta kalangan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Peserta field trip begitu antusias mendengarkan mengenai  Pembangkit listrik ini yang diklaim mampu  mengelola sampah sebanyak 100 ton per hari dan  menghasilkan listrik sebanyak 700 kilowatt per jam.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Rudi Nugroho  mengatakan dalam project kali ini lembaga yang berfokus pada bidang teknologi itu menekankan pada konsep ‘waste to energy/WTE’. “Jadi konsep kita itu adalah WTE dari sampah bisa hasilkan energi listrik,” ujar dia seraya  menambahkan, sampah yang bisa digunakan untuk PLTSa merupakan jenis sampah yang telah melewati proses pemisahan dari kategori sampah lainnya.

Dilanjutkan Rudi Nugroho, PLTSa Bantar Gebang ini merupakan proyek percontohan yang diharapkan  diadopsi  di kota-kota besar lainnya di seluruh  Indonesia, baik kota-kota  yang menjadi tujuan destinasi wisata yang besar maupun yang kecil yang sampahya kira-kira mencapai 100-150 ton per hari. “Dalam konsep WTE, energi bukan merupakan hal yang menjadi tujuan utama. Namun tujuan lainnya adalah pereduksian volume sampah yang dihasilkan per harinya,” lanjut dia.

Perlu diketahui, kegatan bertema Inovasi dan Aplikasi Teknologi WTE dalam Mendukung Penanganan Sampah di Kabupaten/Kota bertujuan antara lain menyebarluaskan hasil inovasi teknologi pengolahan sampah kota, mensosialisasikan strategi dan kebijakan serta mengetahui tingkat manfaat dan kekurangan hasil inovasi dan aplikasi dari stakeholder. (red)

 

Pengurus DPP SWI Adakan Pertemuan Rutin, Akan Bentuk Kepengurusan DPC Kota Surabaya

0

BISKOM, Surabaya – Dalam rangka membahas Program, Silahturahmi mempererat persaudaraan dan juga membahas permasalahan yang dihadapi wartawan dilapangan serta mencari solusi dari permasalahan, anggota Dewan Pengurus Pusat Sindikat Wartawan Indonesia (DPP SWI) melakukan kegiatan rutin 2 Minggu sekali gelar pertemuan. Pertemuan hari ini digelar di salah satu resto makanan siap saji di jalan Basuki Rahmad Surabaya. Rabu (23/10/2019).

Dalam kesempatan itu, anggota pengurus kedatangan tamu dari rekan wartawan, mereka datang untuk menjalin silaturahmi antar insan pers di Surabaya.

Dedik selaku Ketua Umum SWI memaparkan bahwa pertemuan setiap 2 Minggu sekali sebagai ajang silahturahmi pengurus dan membahas program-program.

“Pertemuan rutin ini sebagai ajang silahturahmi, dan pembahasan program serta membahas kendala-kendala yang dihadapi rekan-rekan wartawan dalam menjalankan tugasnya,” tutur Dedik.

“Dalam kesempatan ini, kita membahas program untuk pembentukan pengurus wilayah Surabaya, silakan siapa yang kompeten untuk bisa menjadi pengurus, yang tentunya harus sesuai dengan peraturan organisasi,” ungkap Dedik.

“Terkait permasalaham ataupun kendala yang dihadapi wartawan dilapangan, kita bedah permasalahan itu, kita carikan solusinya, karena itu memang fungsi dari organisasi, membantu wartawan yang tergabung di SWI jika ada kendala ataupun ada permasalahan dalam pelaksanaan tugasnya,” pungkas Dedik

Perlu diketahui, organisasi pers SWI telah terbentuk 2 tahun lalu di kota Surabaya, dalam perkembangannya SWI tergabung dengan 10 organisasi Pers menggelar Deklarasi DEWAN PERS INDONESIA (DPI) di Asrama Haji Jakarta pada 06 Maret 2019, yang dihadiri ribuan wartawan dari berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa waktu lalu ketua umum SWI, Dedik melakukan pertemuan dengan beberapa ketua umum dan perwakilan organisasi pers di Jakarta, dalam pertemuan tersebut membahas tentang uji kompetensi wartawan/Sertifikasi wartawan.

Dalam kesempatan berbeda, Dedik mengatakan, terkait Uji Kompetensi Wartawan semestinya dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang mana itu suatu lembaga Independen yang dibentuk pemerintah.

“Sertifikasi wartawan semestinya dilakukan BNSP. Perlu kita ketahui, BNSP adalah sebuah lembaga independen yang dibentuk pemerintah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (5) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ungkap Dedik.

“Dalam pelaksanaan sertifikasi profesi wartawan seharusnya dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang mempunyai lisensi dari BNSP, jadi menurut hemat saya, yang berhak melakukan sertifikasi profesi wartawan yakni BNSP bukan lembaga lain,” pungkas Dedik. (Red)