Home Blog Page 839

Indonesia Science Day Ciptakan minat anak terhadap sains dan teknologi

0

Jakarta, Biskom- Indonesia Science Day 2019 selain dinilai mampu menciptakan minat anak-anak terhadap sains dan teknolog juga menjadi ajang perkenalan pameran hasil inovasi dari 84 peserta.

Demikian dikatakan  Sparisoma Viridi selaku Koordinator Kemahasiswaan FMIPA ITB usai memberikan materi Workshop terkait Pemodelan Matematika dan Sains pada fenomena sehari-hari dan pemanfataannya.

Menurut Varidi, salah satu cara untuk membuat anak-anak terhadap sesuatu khususnya sains dengan mengembangkan hobby anak-anak dengan mengunjungi wahana-wahan teknologi seperti yang ditawarkan oleh PP IPTEK.

“Salah satu cara mengembangkan minat anak-anak terhadap sains dan teknologi yaitu dengan mengenalkan wahana-wahana seperti hasil inovasi yang disediakan PP IPTEK. Hal ini menurut saya mampu meningkatkan hobby anak-anak terhadap sains,” ujar Varidi kepada awak media, Kamis (26/04).

“Mereka harus dibuat minatnya dulu seperti mengunjungi wahana PP IPTEK, museum-museum yang membuat mereka tertarik. Jadi motivasi dulu harus ditingkatkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur PP-IPTEK, M. Syachrial Annas mengatakan, semakin luasnya promosi PP-IPTEK ke masyarakat melalui media pameran dan workshop di ISD 2019 membuka wawasan baru bagi PTN/PTS, Lembaga Litbang, Industri hasil karya mereka dibutuhkan oleh masyarakat umum, khususmya anak didik ada terlibat dalam bidang sains mampu meningkatkan kecintaan terhadap sains.

“Terjadi interaksi antara pencipta/penemu sains dan pemakai/pengguna sains (masyarakat) sehingga peran sains di masyarakat menjadi penting,” ujar Syachrial

Peserta pameran ISD 2019 diikuti sebanyak 24 Instansi, 54 Perguruan Tinggi, dan 6 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memaerkan hasil karya masing-masing instansi. Selain itu, PP-IPTEK menjalin kerja sama dengan berbagai Instansi dan Perguruan Tinggi dalam mengadakan program edukasi sains lainnya seperti, Workshop Sains, Kompetisi Sains, Talkshow, Art and Science Performance akan ditampilkan dalam kegiatan ini.

Tidak ketinggalan pula berbagai kegiatan science interactive spesial khas PP-IPTEK, diantaranya Science Show, Sanggar Kerja Sains, Demonstrasi Roket Air, Demonstrasi Sains, Peneropongan Matahari, Puppet Show yang merupakan program sains reguler PP-IPTEK, dapat disaksikan dan dipraktekkan langsung oleh pengunjung selama kegiatan ISD 2019 berlangsung.

Workshop dan talkshow interaktif pada hari pertama ada dari Kementerian Kominfo membawakan Workshop dengan judul Era 4.0 Tanpa Hoax, Talkshow Technology Trends for Industry 4.0 dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Workshop Melaras Berbagai Skema Tangga Nada Pada Instrumen Suling Bambu dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).

70% Pengangguran Diatasi UKM

0

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menyebutkan sebanyak 62 juta usaha di Indonesia merupakan UKM di Indonesia. Dari usaha ini menyumbang 60% Produk Domestik Bruto (PDB).

“UKM juga mengurangi 70% pengangguran di Indonesia,” kata Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop dan UKM, Budi Mustopo, dalam ‘Wirausaha Baru bagi Kalangan Media Massa’ di Jakarta pada Kamis (26/4/2019).

Kewirausahaan ini terus tumbuh tanpa batas di Tanah Air didorong semangat dan kreatifitas. Hal ini juga ditunjang kesempatan berwirausaha yang diberikan penerintah.

“Keberadaan kewirausahaan unlimited (tak terbatas) ditimbulkan oleh berbagai kreativitas,” ujarnya.

Budi meneruskan kewirausahaan juga terus lahir ditunjang oleh keberadaan koperasi. Namun, ada koperasi yang tidak bisa menciptakan usaha. “Padahal, banyak bidang usaha yang bisa dijalankan koperasi,” ujarnya.

Kelahiran wirausaha terus didorong Kemenkop dan UKM dengan sosialisasi dan pelatihan tersebut. Dari pelatihan diharapkan pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Dari hal ini dilakukan sertifikasi dan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia),” jelasnya.

Syarif Hidayat, Chief Executive Officer (CEO) Rumah Belajar Online (Rubelu), menambahkan sejumlah usaha bisa diciptakan dari keberadaan 355 juta pengguna telepon selular (ponsel) cerdas di Tanah Air.

Apalagi, 150 juta pengguna itu memainkan media sosial (medsos) dan 120 juta pengguna melakukan jual beli daring. “Dari hal ini dapat diciptakan tiga model bisnis di Indonesia yakni Infomediary, Licensing, dan Merchant,” ucapnya.

Untuk perorangan dapat menjalankan web development, membuat startup, membuat blog, dan membuat desain grafis. Selain itu menjual plugin dan template WordPress, penulis konten atau artikel.

Hal lainnya adalah membangun agensi pembuatan artikel dan konten, membuat aplikasi bergerak, membuat piranti lunak, menyediakan jasa intenet marketing, medsos, dan Youtuber.

“Kita harus relearn (mempelajari hal-hal baru) dan unlearn (meninggalkan hal-hal yang lama),” tandasnya.

Sementara itu Usman, CEO Rumah Kreatif Bekasi (RKB) Mitra Binaan Bank Negara Indonesia (BNI), menyoroti sejumlah produk yang dihasilkan UKM belum memperhatikan kemasannya. Padahal, hal ini menunjang pemasaran. “Kemasan yang bagus bisa memudahkan marketing (pemasaran),” jelasnya.

Untuk penjualan produk, lanjut Seli Hadiyati dari RKB BNI, harus dilakukan UKM dengan AIDA yakni Attention, Interest, Design, dan Action. “Ini memaksimalkan penjualan,” tuturnya. (moc)

 

 

PP Iptek Buka 2 Wahana Baru di ISD 2019

0

Jakarta, Biskom- Indonesia Science Day (ISD) yang kedua digelar PP-IPTEK  secara resmi  dibuka oleh  Dirjen  Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe didampingi Direktur PP-IPTEK, M. Syachrial Annas, meresmikan 2 wahana baru di PP-IPTEK, yakni Wahana Inovasi Indonesia dan Wahana Digital World.

“Kementerian Ristekdikti  menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, baik peneliti, pendidik, lembaga, Pemprov DKI, lembaga, universitas, dunia industri dan masyarakat yang ikut bekerja keras untuk memajukan Iptek di Indonesia. Mari kita bersama-sama mewujudkan Inovasi untuk menuju Indonesia Maju 2025,” demikian sambutan Jumain Appe, Kamis (25/5).

Wahana baru yang diresmikan  yaitu Wahana Inovasi merupakan salah satu wahana peragaan sains di PP-IPTEK yang di dalamnya berisikan hasil-hasil produk inovasi teknologi karya anak bangsa Indonesia, memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang teknologi yang telah dikembangkan oleh bangsa Indonesia.

Kedua, Wahana Digital World merupakan wahana bermain sambil belajar yang menyajikan alat peraga interaktif mengenai teknologi berbasis digital. Pengunjung dapat mengeksplorasi Iptek di bidang komputer, informasi, sistem informasi, serta aplikasinya.

Teknologi digital telah berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi digital mampu mengubah peradaban manusia menuju dunia tanpa batas dimana semua aspek kehidupan manusia akan selalu bergantung pada teknologi digital.

“Wahana baru yang diresmikan menambah koleksi alat peraga yang diharapkan agar dapat memberi dampak jumlah pengunjung dan menambah keragaman wahana untuk mengikuti perkembangan sains dan teknologi masa kini yang serta digital,” ungkap  Syachrial Annas.

Lebih lanjut  Syachrial berharap  terselenggaranya ISD 2019, “Semakin luasnya promosi PP-IPTEK ke masyarakat melalui media pameran dan workshop di ISD 2019 membuka wawasan baru bagi PTN/PTS, Lembaga Litbang, Industri hasil karya mereka dibutuhkan oleh masyarakat umum, khususmya anak didik ada terlibat dalam bidang sains. Terjadi interaksi antara pencipta/penemu sains dan pemakai/pengguna sains (masyarakat) sehingga peran sains di masyarakat menjadi penting.” (red/ju)

Hapkido Resmi Jadi Anggota KONI Pusat

0
Pengurus Pusat Hapkido Indonesia bersama Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman di sela-sela Rakernas

Jakarta, BISKOM – KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2019 pada Rabu (24/4) di Lagoon Garden Hotel Sultan, Jakarta. Rakernas ini dihadiri oleh jajaran KONI Pusat, KONI Daerah, dan Pengurus Besar/Pengurus Pusat Induk Cabang Olahraga. Beberapa agenda yang dibahas pada Rakernas ini antara lain program kerja 2018, persiapan jelang SEA GAMES 2019 di Filipina, kesiapan penyelenggaraan PON XX/2020 di Papua, penerimaan calon anggota KONI Pusat, dan pemilihan Ketua Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) serta dibahas sistem pencalonan dan penentuan kriteria bakal calon Ketua Umum KONI Pusat yang akan datang. Hal ini karena pada akhir tahun Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman dan jajaran akan mengakhiri masa jabatannya.

Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) menjadi salah satu dari empat calon anggota yang diundang untuk ditentukan apakah diterima sebagai anggota KONI Pusat. Hadir mewakili PPHI dalam Rakernas ini yakni Ketua Umum GBPH Prabukusumo, Sekretaris Umum Yopie Wirawan Adibrata, Direktur Teknik Vincentius Yoyok Suryadi dan Komisi Hukum Vincent Suriadinata. Sebelumnya PPHI telah melakukan audiensi dan menyerahkan berkas administrasi sebagai syarat untuk diterima sebagai anggota KONI Pusat. Pada Rapat Komisi A yang terdiri dari bidang pembinaan organisasi, hukum, hubungan antar lembaga dan luar negeri, jahpelor, MSD, dan badan audit internal serta BAORI diputuskan menerima PPHI sebagai anggota KONI Pusat. Selain PPHI, terdapat 3 induk organisasi lain yang diterima yakni PP Persambi (Sambo), PB Ferkushi  (Kurash), dan PP KBI (Kick Boxing).

Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman menerima pataka dari Ketua Umum Pengurus Pusat Hapkido Indonesia, GBPH Prabukusumo

Ketua Umum PPHI, GBPH Prabukusumo mengatakan “Alhamdulillah, 4 tahun kita berjuang untuk bagaimana mengembangkan olah raga beladiri Hapkido yang berasal dari Korea Selatan. Dengan prestasi-prestasi yang sudah kami raih selama ini serta kinerja PPHI bersama seluruh Pengda se-Indonesia yang kita kelola dengan teknologi informatika, akhirnya kami memberanikan diri untuk mengajukan permohonan agar bisa menjadi anggota KONI Pusat,” terangnya.

“Kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kepada KONI Pusat, KONI Provinsi Se-Indonesia dan PB/PP Induk Cabor Anggota KONI Pusat karena dalam Rakernas 2019 Hapkido Indonesia bisa diterima secara aklamasi seluruh Peserta Rakernas.  Kami juga tidak lupa mohon doa restunya semoga pengabdian kita semua dengan pikiran, niat dan hati yang mulia menghasilkan prestasi bagi bangsa Indonesia,” pungkas GBPH Prabukusumo.

Ekspresi bahagia nampak di wajah para Pengurus Pusat Hapkido Indonesia usai mendapatkan ucapan selamat dan foto bersama Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno dan Wakil I Ketua Bidang Pembinaan Organisasi, Drs. Eman Sumusi

Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman berpesan kepada empat anggota KONI Pusat yang baru ini supaya terus mengembangkan cabornya ke seluruh penjuru Indonesia. “Kembangkanlah supaya bisa berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Tidak cukup hanya berprestasi, namun harus berkarakter,” ujarnya.

Setelah resmi menjadi anggota KONI Pusat, PPHI akan melangsungkan sejumlah agenda. “Yang terdekat kami akan melaksanakan Kejurnas IV pada bulan Oktober 2019 dan pada Desember 2019 akan ada kejuaraan Asia di Hongkong. Kami akan persiapkan sebaik-baiknya untuk kemajuan Hapkido dan mengharumkan nama Indonesia,” kata Direktur Teknik PPHI Vincentius Yoyok Suryadi. (Red)

Dirut SISI, Her Arsa Pambudi: Adopsi ERP Kunci Masuk Industri 4.0

0

Jakarta, Biskom – Usaha skala manapun tidak bisa menghindar dari datangnya era industri 4.0 di Indonesia. Guna menghadapi ini berbagai langkah mesti dijalankannya antara lain mengimplementasikan solusi Enterprise Resources Planning (ERP).

Solusi ERP bisa membantu perusahaan menjalankan fungsi manajemen secara otomatis setiap hari. Hal ini dilakukan berkat keberadaan modul-modul di dalamnya antara lain, Sales and Distribution, Materials Management, dan Financial Management.

Dari penerapan ERP diperoleh suatu laporan perusahaan yang memuat kegiatan-kegiatan perusahaan setiap hari seperti ketersediaan barang, pemasaran, dan sumber daya manusia (SDM). Laporan ini dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan yang telah disodorkan ERP.

“Penerapan ERP sekarang tidak hanya bicara online transaction processing, sekarang sudah menjadi kebutuhan top management seperti information visibility,” kata Her Arsa Pambudi, Direktur Utama (Dirut) PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI).

Dengan begitu transaksi tidak hanya dilakukan oleh orang, tapi transaksi dapat dilakukan oleh mesin. Hal itu menjadi konektivitas antara mesin pabrik dengan ERP, contohnya pembuatan kendaraan bermotor di industri otomotif.

Manfaat lain yang bisa diperoleh dari penerapan ERP adalah pengelolaan perusahaan bisa terstruktur seperti mulai order process, penerimaan kas, sampai laporan keuangan. Dari hal ini pengambilan keputusan perusahaan bisa lebih cepat ketimbang memakai cara konvensional.

Menurut Ipam, panggilan akrab Her Arsa Pambudi, manfaat yang bisa diperoleh perusahaan dari implementasi ERP belum menggugah semua perusahaan melakukannya.

Hal ini terjadi akibat sejumlah hal seperti penerapan ERP berbiaya tinggi dan sebagian solusi ERP belum mengadopsi aturan pemerintah. Selain itu sebagian ERP juga menawarkan business process yang tidak sesuai dengan budaya di sini.

“Ini semua merupakan kelemahan-kelemahan banyak solusi ERP yang beredar di pasaran,” jelasnya.

Bidik Skala Menengah
PT SISI sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyediakan solusi ERP bernama Information Capital (FORCA) ERP bagi skala usaha menengah bidang usaha perdagangan.

Langkah tersebut dilakukan dengan pertimbangan usaha tadi belum mengalami kerumitan pengelolaan bisnis.

Selain itu keberadaan perusahaan ini masih di Indonesia yang didukung oleh solusi ERP yang telah mengadopsi ketentuan-ketentuan pemerintah seperti perpajakan dan ketenagakerjaan.

Dimas Fajardinata, Vice President (VP) of Business Solution PT SISI menambahkan kriteria skala usaha menengah yang dibidiknya antara lain usaha ini telah memerlukan integritas data untuk laporan keuangan.

Skala usaha ini ditaksir memiliki pendapatan rata-rata Rp2,5 miliar-Rp50 miliar setahun. “Pendapatan sebesar ini akan dimonitor oleh lembaga-lembaga keuangan di Indonesia,” tuturnya.

FORCA ERP ditawarkan sebagai software as service (SaaS) yang dapat diakses melalui private cloud dengan jaminan keamanan terenkripsi. Aplikasi ini tersimpan di pusat data lokal yang didukung layanan disaster recovery.

Sebanyak enam modul utama yang terdapat pada FORCA ERP yakni Financial Management, Sales Management, dan Project Management, Material Management, Manufacturing Management, dan Asset Maintenance Management.

Digunakan BUMN
Dari informasi yang ada Semen Indonesia menyebutkan penerapan solusi FORCA ERP mendukung perusahaan masuk industri 4.0. Hal ini mendorong Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) memakainya.

Damri berharap bisa melakukan perencanaan bisnis secara efektif dan efisien dengan implementasi FORCA ERP. Bagi SISI ini bisa direalisasikan dengan penghematan biaya pengeluaran perusahaan dan menambah produktivitas.

Dari pengakuan perusahaan ini bahwa penggunaan FORCA ERP menjadikan data-data perusaahaan dapat dilihat secara real time, terintegrasi antarcabang, dan terperinci dari setiap cabang.

“Sebelum mereka menggunakan FORCA ERP, isi jam kerja mereka hanya tumpukan kertas setiap hari, karena mereka setiap hari hanya sibuk melakukan pengimputan data dan tanda tangan,” ucap Dimas.

Dengan begitu karyawan tidak memiliki waktu untuk menyumbangkan pikirannya bagi manajemen tentang bagaimana mengembangkan bisnis perusahaan. Kondisi ini berubah setelah Damri menerapkan FORCA ERP yakni karyawan dan manajemen bisa bertemu guna membahas pengembangan bisnis perusahan.

Sebelumnya, Damri melakukan pendataan perusahaannya secara manual, kalaupun itu dengan teknologi informasi (TI) hanya memakai program Excel yang dibuat Microsoft. Hal yang dimaksud seperti pendataan administrasi dan pendataan keuangan.

Syahriza Prinka, VP of Marketing PT SISI mengungkapkan sebanyak 2.000 pengguna aktif dipatok menggunakan FORCA ERP pada 2019. Angka ini naik dua kali lipat lebih dibandingkan 2018 dari 680 pengguna aktif.

“Kita optimistis mencapai target pada 2019, karena kita sudah launching versi 4.0 yang lebih mature dan implementasi lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya,” paparnya.

Dengan begitu SISI yakin bisa mengakuisisi customer dari perusahaan lebih cepat. Pada 2018 aplikasi FORCA ERP masuk fase pengenalan yang diiringi penyempurnaan tersebut.

Strategi bisnis yang dilakukan SISI untuk mencapai target tadi, lanjut Riza, dilakukan dengan mengincar perusahaan yang memiliki 50 pengguna keatas pada FORCA ERP pada 2019.

Jika dibandingkan 2018 terjadi kenaikan dari hanya 15 pengguna-40 pengguna FORCA ERP. “Walaupun pada 2018 diperoleh SISI sebanyak 120 user FORCA ERP pada satu perusahaan,” tandasnya.

Dimas Fajardinata, VP of Business Solution PT SISI meneruskan solusi ERP lain akan disediakan SISI bernama FORCA LITE ERP bagi usaha skala kecil pada 2020. Skala usaha ini belum membutuhkan pembuatan laporan keuangan secara terperinci, tapi memerlukan proses otomasi secara optimal.

“Mereka melakukan business-as-usual, tapi mereka tidak mengetahui apakah itu efisien dan tidak punya preferensi bisnis untuk melakukannya,” jelasnya.

Penyediaan solusi ERP bagi perusahaan rintisan berbasis digital juga akan dilakukan SISI pada masa depan bernama SIAP TO ERP. Hal ini dikerjakannya lantaran perusahaan tadi belum membenahi proses bisnis secara digital, meskipun produk digital telah dihasilkannya. (Moc)

Indonesia Mengenang Almarhum Pak Kasur dan Bu Kasur.

0

Jakarta, BISKOM- Lagu anak-anak yang diciptakan almarhum Pak Kasur dan Bu Kasur diantaranya adalah Dua Mata Saya, Kembang Apiku, Kucingku, Selamat Pagi Bu Guru, Naik Delman, Bangun Tidur, Sepedaku, Kebunku, Topi Saya Bundar, Bertepuk Tangan, Main Sembunyi, dan lebih dari seratus lagu lainnya.

Jika pun sudah banyak yang lupa, Anda tentu masih ingat syair lagu ciptaan beliau ini : “Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku”…..

Mereka bertemu saat keduanya menjadi anggota Kepanduan Indonesia, kemudian menikah di Yogyakarta pada 29 Juli 1946 dan menurunkan Sursantio, Suryaningdiah, Suryo Prabowo, Suryo Prasojo, dan Suryo Pranoto. Putera Puteri Bung Karno seperti Megawati, Guruh, Hayono Isman, dan pelawak Ateng disebut-sebut sebagai sebagian alumni TK Mini yang didirikan oleh pasangan ini pada tahun 1965.

Hampir seluruh cucu hingga cicit Soeharto juga kabarnya alumni TK Mini.

Jenjang kelas di TK ini menggunakan nama-nama burung, yaitu “Parkit” untuk anak usia tiga tahun, “Kutilang” usia empat tahun, dan “Cendrawasih” untuk anak yang berusia lima tahun.

Terpikir bahwa jika keluarga Pak Kasur tinggal jauh dari lokasi dan kerepotan untuk merawat makam ini, mungkin ada baiknya dicoba untuk menitipkan sementara perawatannya ke pengurus Makam Katolik di dekatnya, atau pun ke pengurus Gua Maria Kaliori.

Mengingat jasa-jasa Bu Kasur dan Pak Kasur semasa hidupnya,  pasti mereka akan bersedia untuk merawat makam kedua tokoh pendidikan ini.

JasMerah – Jangan Sekali2 Melupakan Sejarah kata Bung Karno….! (Hoky)

SMI Sajikan Solusi MPS dengan Biaya Cetak Makin Murah

0

Jakarta, Biskom – Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan keuntungan perusahaan setiap tahunnya. Demi laba yang meningkat, umumnya sebuah perusahaan akan mengurangi biaya-biaya yang tidak efisien tanpa mengurangi kualitas produk/jasa yang dihasilkan.

Selain itu, perusahaan fokus berinvestasi di core business perusahan saja. Sedangkan, untuk segala urusan di luar core business, perusahaan mempercayakannya kepada pihak ketiga yang lebih profesional dalam harga dan support.

PT Sentral Mitra Informatika (SMI) dan Hewlett Packard (HP) meluncurkan program Managed Printing Solution (MPS) yang dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan. “Dengan program MPS, perusahan cukup membayar biaya sewa setiap bulan,” kata Direktur Utama PT SMI,  Josephine Handayani di Karawang, Rabu (24/4).

Solusi MPS menawarkan keuntungan yaitu perusahaan tidak perlu memiliki aset printer sehingga tidak ada biaya depresiasi. Perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan printer dan membayar biaya cetak sesuai dengan jumlah kertas yang dicetak.

Perusahaan juga tidak perlu menyimpan stok tinta dan toner di kantor. Apabila printer memiliki piranti lunak (software), maka perusahaan bisa mengatur dan mengontrol printing sesuai kebutuhan dan keinginan perusahaan. “Teknologi HP juga menawarkan fitur-fitur keamanan untuk perlindungan dokumen perusahaan,” ujar Leonny Kosasih, Enterprise Sales Director HP..

Beberapa perusahaan yang telah mengikuti program Managed Print Services (MPS) mengakui bahwa biaya printing perusahaan mengalami penurunan yang signifikan. “IT Department mendapatkan penghargaan dari perusahaan karena telah melakukan penghematan yang sangat baik,” ujar Josephine.

Pada kesempatan ini, SMI dan HP memperkenalkan program MPS bagi perusahaan-perusahaan yang berada di Karawang. SMI mengharapkan proses sosialisasi dan perkenalan program MPS itu mengajak semua perusahaan di daerah Karawang tertarik untuk mengikutinya.

“Program ini sangat membantu secara operasional maupun financial setiap perusahaan. Bahkan, Solusi MPS dapat menghemat pengeluaran perusahaan hingga 40-50 persen,” kata  Corporate Secretary  SMI, Teddy Pohan. (red/ju)

Sentral Mitra Informatika Hadirkan Showroom Kantor Cabang di Karawang

0

Jakarta, Biskom – Dalam rangka meningkatkan layanan serta melihat pertumbuhan ekonomi yang berkembang di Karawang, Jawa barat, PT Sentral Mitra Informatika (SMI), selaku distributor perangkat printer dan jasa dokumentasi, bersama Hewlett Packard (HP) memperluas layanannya dengan membuka Kantor  Cabang di Karawang, Rabu (24/4).

Merupakan cabang ketiga di Karawang yang beralamat di perkantoran Taman Darmawangsa, Jalan Raden Rubaya, Karangpawitan, Karawang , melengkapi kantor cabang SMI yang sudah terlebih dahulu hadir yaitu di Surabaya dan di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangsel.

Hal ini dilakukan agar pelanggan bisa lebih dekat untuk mencoba dan merasakan pengalaman baru dari produk-produk HP  dengan lebih nyaman.

Caroline Himawati Hidajat selaku Komisaris Utama SMI  mengungkapkan pada saat go public November 2018, SMI akan menggunakan dana public untuk ekspansi perusahaan membuka 15 kantor cabang dalam waktu 12 bulan.

“SMI memilih Karawang karena Karawang adalah salah satu market kawasan manufacturing terbesar di Indonesia dan ada 8 kawasan industri taraf international dan terdapat ratusan perusahaan manufacturing,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama SMI Josephine Handayani yang turut hadir dalam peresmian service center HP di Karawang menambahkan,  kehadiran kantor cabang ketiga ini juga mendekatkan diri dengan pangsa pasar yang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan jasa

“Potensi Karawang ini merupakan market bisnis yang potensial bagi kami. Dalam waktu dekat ini kami juga akan menambah gerai di kota lain agar semakin dekat dengan para konsumen, diantaranya  Batam Makassar dan Balikpapan“, ujar Josephine. Apalagi, posisi HP di pasar printer Indonesia pun cukup gemilang karena berada di 3 besar baik pasar commerce dan consumer.

Selain itu, Kerawang merupakan kawasan yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia, jadi Kerawang merupakan pilihan yang tepat bagi PT SMI  (LUCK) untuk turut mengembangkan bisnis sesuai dengan rencana kerja yang tercantum dalam prospektus.

“Konsumen yang datang ke showroom kami, mereka juga bisa berkonsultasi dengan perwakilan kami akan printer yang mereka butuhkan, mencoba demo unit yang ada, hingga mencetak dokumen mereka,” ujara  Teddy Pohan, Direktur  & Corporate Secretary SMI.

Prospek Bisnis Cloud Printing

Dtempat yang sama, Achmad Kursani selaku  MPS Lead Manager HP  mengatakan prospek bisnis cloud printing di Indonesia sangat besar karena menawarkan efisiensi kepada perusahaan dan Small Medium Business (SMB) daripada harus membeli printer secara terpisah. “Kami menjamin printer HP sudah mendukung cloud printing karena tidak semua printer mendukung cloud printing,” ujarnya.

Selain itu,  sektor pemerintah juga masih membutuhkan printer untuk mencetak surat-surat perusahaan dan surat jual beli. Masyarakat pun sudah makin sadar untuk memilih printer yang ramah lingkungan dan hemat kertas. “Kami yakin pertumbuhan printer terus tumbuh walaupun perusahaan sudah bergeser kepada digital. Perusahaan masih membutuhkan bukti black and white sebagai bukti jual beli,” ujarnya. (red/ju)

 

Pak  & Bu Kasur; Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Bidang Pendidikan & Tumbuh Kembang Anak.

0

Mengenal Pasangan Kasur.

Pak Kasur lahir pada 26 Juli 1912 dengan nama Soerdjono. Kawan-kawannya semasa sekolah di HIS (setingkat SD) dan MULO (setingkat SMP) memanggilnya Susur. Sementara orang-orang di kepanduan memanggilnya Kak Soer. Dari sini nama Pak Kasur lekat dengan dirinya.

Keterbatasan biaya membuatnya tak lanjut sekolah setelah lulus MULO. Pak Kasur pun bekerja sebagai guru bantu di Ardjoena School di Yogyakarta. Melihat potensi dalam diri Pak Kasur muda, rekan-rekannya sesama guru menyekolahkannya ke HIK (Hollandsche Indische Kweekschool) atau sekolah pendidikan guru, melalui dana sekolah.

Selama Revolusi Fisik (1945-1949), Pak Kasur turut memanggul senjata, bergerilya di wilayah Priangan. Di Bandung ia bertemu dengan Sandiah, seorang anggota Palang Merah dan mantan pegawai Kantor Karesidenan Priangan.

Keduanya saling jatuh cinta dan memutuskan menikah pada 1946 di Yogyakarta. Saat perang berakhir, tepatnya pada 1950, Pak Kasur dan Sandiah hijrah ke Jakarta. Sang suami mendapat pekerjaan di sebuah lembaga pendidikan dan sempat menjadi anggota Lembaga Sensor Film. Karena garang menyensor film, orang-orang perfilman menyebutnya Algojo Film atau Singa Film.

Dalam mendidik, prinsip Pak Kasur adalah membiarkan anak-anak hidup dengan imajinasinya, bermain, dan berpikir mandiri. Orangtua tak perlu banyak ikut campur.

Sandiah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur adalah seorang seniman dan tokoh pendidikan Indonesia. Ia mendapat julukan Ibu Kasur karena suaminya, Soerjono, dipanggil Pak Kasur. Ia dan suaminya bertemu karena sama-sama anggota Kepanduan Indonesia. Mereka menikah di Yogyakarta pada tanggal 29 Juli 1946.

Ia mendapat julukan Ibu Kasur karena suaminya, Soerjono, dipanggil Pak Kasur. Ia dan suaminya bertemu karena sama-sama anggota Kepanduan Indonesia. Mereka menikah di Yogyakarta pada tanggal 29 Juli 1946. Bersama Pak Kasur pula, ia menjadi pembawa acara Taman Indria di TVRI dan juga pendiri TK Mini di Jakarta. Ketika televisi swasta muncul pada awal 1990-an, Ibu Kasur tampil dalam acara kuis Hip Hip Ceria di RCTI.

Beberapa lulusan TK Mini yang terkenal adalah mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Hayono Isman dan Ateng. TK ini didirikan pada tahun 1965.

Di samping sebagai pendidik dan pemerhati anak-anak, Ibu Kasur juga dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak. Karyanya antara lain berjudul Kucingku, Bertepuk Tangan, dan Main Sembunyi.

Ibu Kasur sering menjadi pembicara seminar-seminar yang berhubungan dengan dunia anak. Memimpin Yayasan Setia Balita yang memiliki lima buah taman kanak-kanak di Jakarta, pun dia sanggup. Ia juga sempat menjadi pengasuh sebuah rubrik di majalah anak-anak Bocil. Berbagai penghargaan termasuk dari dunia internasional pernah diterimanya. Sebut saja Bintang Budaya Parama Dharma dan predikat pembawa acara anak-anak legendaris dari sebuah stasiun televisi.

Ibu Kasur meninggal di Rumah Sakit Cikini, Jakarta, pada tanggal 22 Oktober 2002 akibat serangan stroke. Ia dimakamkan di samping makam Pak Kasur di Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah.

Pasangan Kasur

Sandiah terpikat pada pemuda pejuang itu. Usia yang terpaut 14 tahun tak menghalangi Sandiah menerima pinangan Soerdjono. Saat Pak Kasur pindah ke Jakarta, ia pun ikut serta. Sandiah kerap diajak sang suami untuk menemaninya ke RRI dan dilibatkan dalam program acara siaran anak-anak.

“Saya suka Bapak, karena dia disiplin dan budi bowo leksono—apa yang dilaksanakan adalah untuk kebaikan,” ujarnya.

Beberapa kali Pak Kasur berhalangan hadir dan digantikan oleh Sandiah, yang kelak tersohor dengan nama Bu Kasur, Ia mengumpulkan anak-anak dan menggantikan posisi sang suami sebagai pemandu acara. Namanya pun kian dikenal luas. Pasangan ini melambung bersama berkat kolaborasi dalam bidang pendidikan. Bagi Bu Kasur, sang suami adalah “guru besar”-nya.

Ketika TVRI mulai mengudara pada 1962, Pak dan Bu Kasur bersama-sama membawakan acara “Arena Anak-anak”, “Mengenal Tanah Air”, dan “Taman Indria Bu Kasur”. Serta saat televisi swasta muncul, Bu Kasur memandu acara “Hip-Hip Ceria” di RCTI dan mendulang kesuksesan.

Buah dari kecintaan pasangan ini pada dunia anak-anak mendorong berdirinya sebuah taman kanak-kanak. Pada 1968, setelah Pak Kasur pensiun, Taman Kanak-kanak Mini di rumah mereka di Jalan H. Agus Salim, Jakarta, diresmikan. Karena diselenggarakan di rumah, sekolah ini berpindah-pindah mengikuti empunya rumah.

Mula-mula mereka pindah ke Jalan Cikini V. Lalu setelah Pak Kasur wafat pada 1992, Taman Kanak-kanak Mini mempunyai empat cabang yakni di Cipinang, Pasar Minggu, Bekasi, dan Tangerang. Namanya pun berubah menjadi TK Mini Pak Kasur.

Jika suaminya menciptakan sekitar 140 lagu anak-anak, Bu Kasur hanya mengarang 20 lagu. Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal berjudul “Sayang Semua”:

“Satu-satu, aku sayang ibu/dua-dua, juga sayang ayah/tiga-tiga, sayang adik-kakak/Satu dua tiga, sayang semuanya.”

Seperti lagu anak-anak pada umumnya, ia sengaja dibuat pendek. Jika diperhatikan liriknya, tak satu pun kata yang mengandung huruf “r”.

“Sedapat mungkin syairnya menghindari huruf ‘r’ karena anak balita sukar melafalkannya,” kata Bu Kasur dalam Gatra edisi 28 November 2002.

Pasangan ini pernah mendidik sejumlah tokoh seperti Seto Mulyadi, pelawak Ateng, Guruh Soekarnoputra, bahkan Megawati Soekarnoputri.

Sepuluh tahun setelah suaminya meninggal, pada Oktober 2002 Bu Kasur pun menyusul.

Pada 1953, dalam Mimbar Penyiaran Duta, Pram menyebutkan bahwa Indonesia dalam lima tahun ke depan membutuhkan paling sedikit sepuluh ribu Pak Kasur untuk mendidik jutaan anak Indonesia. Setelah pasangan Pak dan Buk Kasur tiada dan jumlah anak-anak terus bertambah, jumlah tenaga pendidik pun kian banyak dibutuhkan. Khususnya pendidik yang “mampu memberikan sebaik-baiknya pendidikan kepada bocah-bocah agar kelak mereka bisa lebih baik dari angkatan sekarang,” tulis Pram.

Era millenial, TK Mini Pak Kasur makin berkembang dan pekan lalu gelar wisuda dan pentas seni.

“Ela Elo……3x….”….disambut riuh Ole Ole dari murid-murid TK Mini Pak Kasur yang ada dibeberapa cabang seperti Cikini, Kemang, Pasar Minggu, Cipinang Indah dan ada TK lainnya seperti Cempaka, Amir Hamzah dan lainnya.

“TK mini adalah tempat mengajar saya yang pertama sejak 49 tahun yang lalu saat pertama kali diajak oleh pak Kasur 4 April sore hari jam 16.00 kala itu mulai disapa Kakak Batik, Saya Kak Seto mulai berkiprah, ” jelas Kak Seto didampingi putera puteri Pak dan Bu Kasur, Mas Pras, Mbak Nining, Mas Toto.

Mbak Nining jelaskan sudah banyak alumnus sampai hari ini ratusan lagi yang menjadi wisudawan dari konsep orang tua kami, Pak dan Bu Kasur. Mulai dari anak  alm Presiden Soekarno seperti Megawati, Guruh SoekarnoPutra termasuk anak dan cucu alm HM.Soeharto alumnus TK Mini Kak Seto.

Sesaat lalu terperanjat dengan ritual upacara bendera sampai sapaan Ela Elo dan dijawab Ole Ole. Dipastikan memang tidak ada CalistunG tapi semua bermain, bernyanyi dan juga kelas mendongeng.

“TK Mini orang tua kami alm. Pak dan Bu Kasur untuk Anak-Anak Indonesia agar tumbuh kembang bersama dengan konsep khas orang tua kami bermain dan bergembira,” selorohnya sambil turun jemput Kak Seto bersama Mbak Nining dan Mas Toto.

Kak Seto hadir dan bergembira bersama serta berucap bangga,” Saya teringat kalimat beliau…. Dik andai saya sudah meninggal tolong adik yang melanjutkan usaha dan perjuangan saya ini yaa untuk dunia anak-anak sebagai amanat Pak Kasur dan meminta Kak Seto sebagai  Psikolog Anak,”.

Dalam sambutan Kak Seto dan organisasi PA akan mengusulkan Pak dan Bu Kasur sebagai Pahlawan Nasional Dunia Anak kepada Mensos RI.

“Membuat tiap anak terus Riang Gembira” adalah amanat Pak Kasur, pantaslah beliau oleh negara raih gelar Pahlawan Nasional,” papar Kak Seto mantab.

Sementara itu selain penyerahan tanda kelulusan dan wisuda didahului gelar minat bakat dengan choir medley bersama 4 lagu bertema guru lalu permainan angklung untuk lagu ciptaan Pak Kasur yakni Senang Semua, Naik Delman dan lainnya. (Hoky)

Media Sosial, Cara Efektif Rebranding Koperasi

0

Media sosial kini menjadi platform paling populer dan efektif untuk melakukan kampanye kepada publik. Ini juga menjadi momentum gerakan koperasi menjadikan media sosial untuk membangun image baru (rebranding)  koperasi di masyarakat terutama generasi muda.

Hal itu ditegaskan dalam Diskusi Optimalisasi Sosial Media Activation yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM,  Rabu (24/4).

Diskusi menghadirkan pembicara Bagus Rachman Asisten Deputi Penyuluhan Koperasi Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Pendi Yusuf Ketua Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) dan Abdallah Gifar Abisena seorang Content Creator.

Pendi mengatakan jika semangat koperasi tidak terus dikampanyekan,  semakin hari citra koperasi akan semakin lemah di kalangan generasi muda dan bahkan dapat ditinggalkan. Karena itu, ia menegaskan rebranding koperasi harus semakin diperkuat, dengan strategi rebranding ke dalam organisasi koperasi dan eksternal atau masyarakat.

“Rebranding harus dilakukan baik secara internal dan eksternal. Internal agar seluruh anggota koperasi sebagai penguatan prinsip koperasi dan eksternal untuk memperbaiki citra koperasi dikalangan generasi muda,” katanya.

Dia mengatakan penggunaan media sosial akan sangat efektif karena lebih 90 persen generasi milenial adalah pengguna internet dan mencari berita dari internet.  Mereka sekaligus juga  merupakan pengguna media sosial.

Bagus Rachman dalam paparannya mengatakan di era koperasi zaman now,  karakteristik koperasi sangat dekat dekat dengan generasi muda.

“Koperasi memberi ruang bagi anak muda yang ingin berekspresi menunjukkan kreativitas, produktivitas dan jiwa kewirausahaan dalam kerangka kebersamaan berbagi,” kata Bagus.

Koperasi dapat memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan bisnisnya dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan anggota.

Abdallah Gifar Abisena mengatakan fakta menunjukkan dahsyatnya dampak  menggunakan media sosial atas sebuah brand, yakni akan meningkatkan jumlah pengunjung, publik menjadi bagian dari kompetisi, menciptakan keingintahuan melalui konten media sosial, dan pengguna internet di dunia menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial untuk bertukar informasi.

“Sangat perlu diperhatikan menyajikan konten media sosial yang mampu mengikat hubungan antara publik dengan brand tersebut. Konten video menjadi media visual promosi yang paling disukai saat ini,” katanya.

Gifar mengatakan media sosial dapat membangun image secara cepat dari image yang kurang populer menjadi populer, memulihkan citra negatif dan memperluas penyebaran konten. (moc)