Home Blog Page 838

Ristekdikti Dorong Kampus Terapkan Pembelajaran Berbasis Online

0

Jakarta, Biskom- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  akan terus mendorong perguruan tinggi untuk menerapkan proses pembelajaran berbasis daring atau online. Melalui sistem belajar online diharapkan angka partisipasi kasar (APK) masyarakat yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mendorong agar perguruan tinggi melakukan terobosan guna meningkatkan APK tersebut. Yaitu, dengan menerapkan sistem pembelajaran online bagi perguruan tinggi. “Revolusi 4.0  yang harus dihadapi adalah sistem pada saat sekarang dilakukan dengan online education, mooc (aplikasi kuliah online), dan cyber university,” ujar Nasir di Depok,   Kamis (2/5).

Menteri Nasir melanjutkan, pembelajaran daring (online learning) dan cyber university merupakan terobosan penting yang harus diterapkan perguruan tinggi untuk meningkatkan akses masyarakat ke pendidikan tinggi dengan tetap menjaga kualitas. Perguruan tinggi juga harus menyesuaikan program studi dengan tuntutan perkembangan era Revolusi Industri 4.0

“Online education, Massive Open Online Courses (MOOCs) hingga cyber university merupakan ciri pembelajaran di era digital. Perguruan tinggi telah mulai menyediakan berbagai mata kuliah baru seperti big data, data analytics, dan entrepreneurship,” ujarnya.

Di tengah tantangan Revolusi Industri 4.0, generasi milenial Indonesia semakin dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi terbaru di industri. Perguruan tinggi Indonesia juga dituntut untuk ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital dan berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial ekonomi bangsa ini.

Menristekdikti menjelaskan, pendidikan merupakan kunci kemajuan sebuah bangsa. Untuk menghasilkan SDM yang kompetitif, inovatif dan berkarakter dibutuhkan pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat dari semua latar belakang.

“Salah satu langkah yang dilakukan di antaranya membangun SDM berkualitas penduduk berusia muda dan dewasa untuk memiliki pengetahuan dan skill yang relevan, termasuk technical and vocational skills,” paparnya.

Sementara itu,  Ismunandar, Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa)   mengatakan bahwa pada era ini pembelajaran lebih fleksibel dalam mengakses berbagai sumber pengetahuan yang dapat ditemui melalui sarana digital.

Menurutnya, tingginya pengguna internet di Indonesia  harus dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. Sehingga, siswa dapat memasuki situasi belajar dengan latar belakang minat, motivasi dan pengalaman yang berbeda di era disrupsi.

“Di era disrupsi ini ruang pembelajaran dapat terjadi di dalam lingkungan masyarakat. Belajar dapat dilakukan di mana saja dengan semakin berkembangnya teknologi,” ujar Ismunandar. (red)

 

UI Miliki Gedung Research Center

0

Depok, Biskom – Kampus Universitas Indonesia (UI) yang berlokasi di  Depok kini  memiliki gedung baru Mochtar Riady Social and Political Research Center yang berfungsi sebagai pusat riset ilmu sosial dan ilmu politik. Gedung ini diresmikan  Menristekdikti  Mohamad Nasir pada Kamis (2/5).

Gedung Research Center yang  dibangun di lokasi Gedung C FISIP UI. Proses pembangunan dimulai tahun 2016 dan selesai pada  Maret 2019 sehingga dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan Tahun Akademik 2019/2020. Selain digunakan untuk perkuliahan, Gedung seluas 5.184 meter persegi yang dibangun di atas lahan seluas 2.300 meter persegi ini akan lebih banyak digunakan untuk kegiatan riset di bidang ilmu sosial dan ilmu politik.

“Mudah-mudahan yang dilakukan  Mochtar Riady  bisa menginspirasi para konglomerat yang lain membangun kampus di Indonesia menjadi lebih baik. Tidak hanya UI, mungkin universitas lain yang ada di Indonesia, akan mendapatkan bantuan serupa ,” ungkap Menristekdikti.

Nasir mengharapkan UI dapat lebih banyak meneliti aspek sosial dari teknologi melalui  Research Center, termasuk riset yang berkaitan dengan pembayaran melalui aplikasi telepon genggam.

“Contoh yang terjadi di Tiongkok, Alipay yang dikembangkan Jack Ma mengubah tatanan pasar. Dulu sistem pembayaran selalu bagaimana membayar melalui uang tunai, sudah berubah menjadi kartu kredit, sudah berubah lagi tidak pakai itu semuanya. Dampaknya apa pada masyarakat, kita jarang lakukan riset,” ungkap Nasir.

Mochtar Riady menyampaikan bahwa seiring dengan berkembangnya globalisasi, ilmu politik pun kian maju. UI  sebagai salah satu Universitas terkemuka di Indonesia harus terus mengasah dan memiliki fasilitas terdepan guna mengembangkan program riset unggulannya, termasuk bidang riset ilmu sosial dan politik.

Sejak lama pendiri Lippo Group ini telah menunjukkan kepedulian pada pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya pada UI. Saat pendiri terpilih sebagai Ketua Wali Amanat Universitas Indonesia 2002 – 2007, la telah mencanangkan tiga program riset unggulan Ul, yakni Nanotechnology, Genome dan ICT.

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengungkapkan Gedung  Research Center akan banyak berkolaborasi dengan pusat penelitian dari disiplin ilmu lain di UI dalam menganalisis berbagai masalah di Indonesia.

“Kalau (riset) mono disiplin yang per fakultas atau individu dari waktu ke waktu banyak kita hasilkan publikasi, sekitar tiga ribuan. Tapi yang kita ingin galakkan ke depan itu yang multidisiplin dan interdisiplin, agar suatu permasalahan itu bisa didekati dari berbagai ilmu sehingga tuntas, dari sosialnya, dari engineering-nya, dari sainsnya, dari kesehatan,” ungkapnya.

Setelah peresmian, sembilan perguruan tinggi negeri (PTN) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Universitas Terbuka (UT) untuk mengambil mata kuliah online dari UT yang akan diberikan kepada para mahasiswa. (red)

 

9 Startup Terpilih di ajang Demoday Appcelerate Lintasarta

0

Jakarta, Biskom –  Sebanyak sembilan startup terbaik  terpilih  dalam ajang Demoday Lintasarta Appcelerate yang digelar  Lintasarta dengan menggandeng tiga perguruan tinggi negeri yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Lintasarta bersama LPIK ITB, GIB UGM, dan BPPU ITS menelurkan sembilan startup dari kategori yang berbeda. Mereka semua bagus, semua terbaik. Nantinya produk-produk dari Appcelerate akan dipasarkan ke pasar B2B,” ujar President Director Lintasarta Arya Damar, di Jakarta, Kamis (2/5).

Sembilan startup tersebut adalah Lokapoin (Online Travel Agency with Local Experience), Invesproperti (Platform Crowdfunding Property Syariah), Edusoft (Education Platform), Mechlab (eKYC), Nusantera (Smart Monitoring Energy), SIAB (Smart Water Filtration), Guarddio (Smart Office Security), Sidak Debitur (Assessment for BPR Debtor), dan Codedirect (Integrate Traffic System Management).

Sembilan startup di atas merupakan startup yang terpilih setelah mengikuti masa inkubasi selama 5 bulan di universitasnya masing-masing, bersama dengan finalis lainnya. Selama masa inkubasi, para bisnis rintisan tersebut telah mendapat mentoring pengembangan produk dan bisnis melalui berbagai program yang melibatkan jajaran direksi Lintasarta dan juga dari industry expert. Kesembilan startup tersebut mendapatkan penilaian terbaik dari dewan juri mengalahkan kandidat lainnya dan juga dinilai memenuhi kategori problem solving, usefulness, memiliki nilai komersial, dan nilai bisnis. Para dewan juri adalah direksi, jajaran pimpinan Lintasarta, serta pimpinan inkubator bisnis dari 3 perguruan tinggi.

Sebelum menjalani Demoday, kesembilan startup tersebut mendapatkan dukungan pengembangan bisnis dan kerjasama dengan Lintasarta untuk masuk ke pasar B2B.

Lintasarta Appcelerate adalah ajang pembuatan rencana bisnis dalam bentuk inovasi produk atau aplikasi digital, seperti mobile application, yang memiliki nilai bisnis dan dapat diteriapkan untuk mendukung berbagai sektor industry banking, finance, IoT dan smart city.

Lintasarta Appcelerate telah dimulai sejak tahun 2016 lalu dan rencananya akan terus dikembangkan melalui kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia sebagai salah satu bentuk perhatian Lintasarta dalam program pengembangan digital startup di dalam negeri. (red)

Ophirtus Sumule: MIPT Digenjot Hasilkan Riset Berorientasi Pasar

0

Jakarta, Biskom – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan riset yang dihasilkan perguruan tinggi (PT) dapat memenuhi kebutuhan pasar. Langkah ini juga akan dijadikan dasar pemeringkatan PT untuk dimasuki calon mahasiswa.

Sejak lama perguruan tinggi (PT) dinilai belum menghasilkan penelitian (riset) sesuai kebutuhan pasar seperti persoalan pangan dan batetai listrik kendaraan bermotor. Apalagi, mereka hanya menciptakan penelitian sampai tingkatan prototipe saja.

“Ditjen Penguatan Kemenristekdikti sudah menyampaikan kepada Bappenas untuk tahun 2020 sampai 2024 paling tidak 40 jenis produk inovasi harus kita hasilkan,” kata Direktur Sistem Inovasi Kemenristekditi Ophirtus Sumule.

Padahal, Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahan 2012 Tentang PT Pasal 45 Ayat 1 menyebutkan penelitian di PT diarahkan untuk mengembangkan Iptek serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.

Begitupula Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Kegiatan Penelitian dan Pengembangan oleh PT dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Selain itu poin ketiga dari empat poin Tri Dharma PT yakni penelitian dan pengembangan.

Mutasi Direktorat Jenderal (Ditjen) PT ke Kementerian Riset danTeknologi (Kemenristek) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga belum membuahkan hasil maksimal.

Dari persoalan tadi dilakukan Kemristekdikti menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Kemristekdikti Nomor 24 Tahun 2019 Tentang Manajemen Inovasi PT (MIPT). Peraturan ini dirilis pada 27 Februari 2019 dan diundangkan pada 1 Maret 2019.

“Setiap perguruan tinggi diharapkan me-manage hasil-hasil penelitian, kemudian itu dipasarkan. Lembaga ini menjadi pintu masuk pihak-pihak yang berkepentingan untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi,” ucapnya.

MIPT diharapkan mengelola hasil-hasil riset secara baik lantaran selama ini tersebar dan tidak terkoordinasi antarfakultas dan antarjurusan. Kemudian, ini mempercepat komunikasi dan transfer teknologi dari industri ke PT.

Dasar Pemeringkatan PT
Ophir meneruskan kinerja MIPT akan dijadikan Kemenristekdikti sebagai salah satu acuan pemeringkatan dan kualitas manajemen (akreditasi) PT dengan porsi sementara sebesar 12%.

Itu dilihat dari pengisian borang data inovasi secara daring yang dilakukan MRT atas sekitar 80 indikator. Hal yang dimaksud seperti berapa banyak kerjasama dengan dunia usaha dan berapa pendapatan dari hasil riset dengan dunia usaha.

“Sampai April ini kita mengharapkan sekitar 1.000 perguruan tinggi negeri dan swasta sudah mengisinya,” ujarnya.

Kemudian, Kemenristekdikti akan menjadikan kinerja MIPT sebagai dasar pemeringkatan yang akan diumumkan pada 17 Agustus 2019.

Sebelumnya, kinerja MIPT akan dijadikan dasar pemberian ‘Anugerah Widyapadhi’ bagi PT dalam acara Hari Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24. Acara ini akan berlangsung di Denpasar, Bali pada 10 Agustus 2019.

Dari sisi internal PT akan memunculkan ide penyatuan suatu jurusan hingga penghapusan jurusan. Hal ini juga diiringi dengan evaluasi kurikulum jurusan yang tersebar dalam matakuliah.

Kemenristekdikti memberikan insentif sebesar Rp5 miliar kepada masing-masing PT yang memenuhi persyaratan untuk menunjang penciptaan inovasi.

Bagi industri yang melakukan investasi pada inovasi dibuatkan suatu aturan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat atas masukan PT. Langkah ini guna melindungi produknya dari persaingan usaha dengan produsen lain.

Sebelumnya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenristekdikti 2019 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada 3-4 Januari 2019 memutuskan bidang penguatan inovasi sebagai salah satu dari tujuh rekomendasi.

Hal tadi dijalankan Kemenristekdikti oleh PT melalui suatu program atau kegiatan yang dipandu dari hasil Lokakarya ‘Tindaklanjut Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2019 Bidang Penguatan Inovasi’.

Lokakarya ini bertujuan menyamakan pemahaman dan merumuskan keputusan penting dan strategis untuk mengimplementasikan rekomendasi tadi.

Peran Sosial
Ophir meneruskan ilmu-ilmu sosial berperan dalam penciptaan inovasi oleh PT. Karena, inovasi diartikan sebagai sesuatu yang mengadung kebaruan yang diterapkan mendapat manfaat secara ekonomi, sosial, dan budaya bisa berupa teknologi atau proses.

“Kita tidak bisa mendikotomikan antara engineering dan sosial, karena pada saat kita berbicara inovasi, maka isi konten teknologi bisa saja sebesar 20%,” tandasnya.

Kejadian tadi bisa dilihat dari pada saat nasabah bank melakukan antrian untuk transaksi keuangan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ini ditunjang bank dengan memasang batas antrian. (M. Ade)

PP IPTEK Patok Sebagai Pusat Peraga Iptek Dunia

0

Jakarta, Biskom – Pusat Peraga (PP) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menilai ‘World Class Science Center’ dapat dicapai pada 2025. Langkah ini dilakukan dengan pengelolaan alat peraga, penyelenggaran program, edukasi, dan pembudidayaan iptek.

Sebanyak 22 wahana dan 400 alat peraga terdapat di PP IPTEK TMII. Wahana-wahana ini adalah Wahana Petualangan Sains, Wahana Listrik dan Magnet serta Wahana Getaran dan Gelombang.

Kemudian, Wahana Mekanika, Wahana Peneliti Cilik, dan Wahana Lingkungan, Wahana Optik, dan Wahana Ilusi, Wahana Transportasi Udara, dan Wahana Fluida.

Selanjutnya, Wahana Transportasi Darat, Wahana Matematika, Wahana Telekomunikasi, dan Wahana Antariksa, Wahana Flu Burung, dan Wahana Siaga Pandemi Influenza.

Tidak ketinggalan Wahana Ozon, Wahana Taman Jurasic, Kidsmart Corner, Wahana Tesia Coil, Self Balancing Wheel dan Stereo Visual. Untuk Wahana Petualangan Sanis terdiri dari lima alat peraga yakni Human Yoyo, Lorong Ilusi, Laser Trap, Mirror Maze, dan Gyro Extreme.

“Dari wahana-wahana ini total sebanyak 400 alat peraga kami miliki,” kata Mochammad Syachrial Annas, Direktur PP IPTEK TMII.

Berbagai koleksi wahana akan terus ditambah PP IPTEK TMII bekerjasama dengan negara-negara lain. Mereka yang dilibatkan seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia.

Lembaga-lembaga dalam negeri juga telah dilibatkannya untuk itu antara lain Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Begitupula perusahaan-perusahaan lokal, misalnya PT Biofarma, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Inti, PT LEN, PT Inuki, dan PT Dahana.

Selain itu kalangan Perguruan Tinggi (PT) juga digandeng PP IPTEK TMII berpartisipasi di sini. Mereka yang masuk antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB). Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Solo (UNS), dan Telkom University.

“Kami akan menampilkan wahana dengan teknologi Augmented Reality pada waktu dekat berupa permainan dengan beruang kutub dan penguin,” jelasnya.

Kurang Menarik dan Sosialiasi
Hal lain yang bisa dilakukan PP IPTEK TMII menuju ‘World Class Science Center’ dengan menyeimbangkan pemberian jumlah materi iptek sebanding dengan jumlah pengunjung ke sana.

Lembaga ini mematok sebanyak 500.000-600.000 pengunjung selama satu tahun untuk memenuhi biaya operasional, tapi ini baru tercapai sekitar 400.000 pengunjung setahun.

Pencapaian ini kalah dibandingkan rumah pintar di Yogyakarta akibat masyarakat lebih memilih berkunjung ke pusat perbelanjaan (mal). Tempat ini dianggap memiliki wahana permainan bagi anak-anak, meskipun tidak sebanding dengan apa yang dipunyainya. “Kita menganggap belum memiliki nilai entertainment yang menarik,” ujar Syachrial.

Hal tadi diakuinya dari sisi interior dari ilmu arsitektur yang dipelajarinya selama ini seperti keberadaan alat peraga tidak didukung pencahayaan dari lampu yang ada. Lampu yang dipasang untuk alat peraga ini bukan lampu sorot, tapi lampu biasa untuk suatu ruangan.

Menurut Syachrial, kondisi Gedung PP IPTEK TMII juga dinilai tidak cocok sebagai Badan Layanan Umum (BLU) lantaran tempat ini tertutup seperti instalasi militer. Suatu tempat untuk layanan publik harus dibangun secara terbuka seperti kaca gedung dan semua warna sisi gedung tidak putih.

“Untuk itu saya tanya ke bagian rumah tangga pada akhir tahun, apakah masih ada uang, kalau ada kita cat atas gedung warna-warni, sehingga kelihatan segar,” tukasnya.

Walaupun demikian PP IPTEK TMII merupakan salah satu dari dua tempat lainnya di sini yang meraih kunjungan terbesar sejak pembukaan sampai sekarang sebesar 6 juta pengunjung. Dua tempat di TMII yang terbesar lainnya adalah Imax dan Museum Air Tawar.

Keberadaan PP IPTEK TMII belum diketahui masyarakat terutama lembaga-lembaga pendidikan yakni TK, SD, SMP, dan SMA diakui akibat belum memanfaatkan media untuk sosialisasi.

Menyoal kemungkinan tarif tinggi sebagai penyebab jumlah kunjungan belum sesuai kebutuhan PP IPTEK TMII ditampik Syachrial. Pasalnya, dia hanya mengenakan sebesar Rp15.000 per pengunjung.

Angka ini masih lebih rendah dibandingkan tarif tempat-tempat lainnya yang berhubungan dengan iptek seperti “Sky World’ seharga Rp70.000 per pengunjung. Bahkan, PP IPTEK masih memberikan potongan harga kepada agen perjalanan sebesar 30% supaya mau membawa wisatawannya ke sini.

“Namun, kita ditegur, kok dengan tarif segitu masih bisa hidup, kita katakan karena kita adalah BLU,” tandasnya.

Dari hal-hal tadi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta membantu edukasi keberadaan PP IPTEK TMII kepada masyarakat.

Ajang Internasional
Untuk menjadi ‘World Class Science Center’ dilakukan pengenalan keberadaan PP IPTEK TMII kepada dunia dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan internasional. Salah satu kegiatan yang dimaksud seperti ‘Discovery Camp’ di PP IPTEK TMII yang berlangsung pada 21-23 Maret 2019.

Discovery Camp mengusung tema ‘The Role of Youth in Communicating Science for Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia’ yang diangkat dari tema besar kegiatan ‘Junior Science Odyssey (JSO) 2019’.

Sebanyak 13 negara anggota ASEAN Plus Three (Jepang, Korea, dan China) serta Swedia, Australia, dan Nigeria mengikuti acara tersebut.

Sementara itu pemerintah menargetkan sebanyak 100 science center akan dibangun sepanjang 2014-2019. Hal ini telah dimasukkan dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019.

Dari target ini sebanyak dua science center telah terdapat pemerintah di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2018.

Wahana-wahana yang terdapat di science center Padang antara lain Labirin Cermin, Katrol, Gyroektreme, Generator Van De Graf, Baterai Tangan, dan film kartun.

Dengan penambahan dua science center tadi, sehingga sebanyak 23 science center terdapat di Tanah Air sampai sekarang. Jumlah ini akan bertambah dengan rencana pembangunan di Riau dan Sulawesi Tengah pada 2019.

Keberadaan science center dinilai ideal apabila ini sudah terdapat di setiap ibu kota provinsi, apalagi ini bisa terdapat di ibu kotamadya atau ibukota kabupaten.

Namun, pembangunan ini dikhawatirkan tidak dirawat pemerintah daerah (pemda) yang diketahui dari pemberian anggaran secara terbatas. Jika ini terus berlangsung, maka PP-IPTEK tidak sanggup menghidupi dirinya, sehingga ditutup oleh pengelolanya.

Malahan, Syarial mengungkapkan PP-IPTEK TMII mengalami kekurangan biaya operasional secara ideal, tapi ini diusahakan bisa cukup oleh pengelolanya.

Status BLU yang disandangnya berakibat pendapatan mesti dicari sendiri oleh lembaga tersebut. “Pemasukan dari kunjungan, sebagian kita ambil untuk biaya operasional,” ucapnya.

Perjalanan PP IPTEK
Sekedar informasi, PP IPTEK merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang pemasyarakatan dan pembudayaan IPTEK di bawah Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Hal ini diatur Peraturan Menteri Riset dan Teknologi (Permenristekdikti) Nomor 10/M/PER/XII/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja PP-IPTEK.

Sebelumnya, lembaga ini sebagai UPT Kemenristek yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 157/KMK.05/2007.

Pendirian PP-IPTEK diinisiasi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) era Pemerintahan Soeharto yakni Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Hal ini untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui iptek.

Semula pembangunan PP-IPTEK di Gedung Terminal B Skylift-TMII seluas 23.400 m2 di atas lahan 4,5 hektar yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1991.

Kemudian, PP IPTEK dipindahkan ke gedung baru yang terletak di poros utama kawasan timur TMII juga diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 10 November 1995.

Gedung ini berhadapan dengan Monumen Persahabatan Negara-Negara NonBlok dengan luas 24.000 m2 di atas lahan 42.300 m2.

TELAH TERBIT BISKOM EDISI MEI 2019

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Marshall Pribadi, Founder and Chief Executive Officer (CEO) Privy Identitas Digital (PrivyID).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Mei 2019 diantaranya:

• COVER STORY: Marshall Pribadi, Founder and Chief Executive Officer (CEO) Privy Identitas Digital (PrivyID),
– Tanda Tangan Digital Kurangi Pemalsuan Identitas
– PrivyID Akan Ekspansi ke Sektor Kesehatan

• HEADLINE:
– AI Berikan Manfaat Lebih Bagi Bisnis dan Pemerintahan
– SDM Tantangan Penerapan Kecerdasan Buatan

• FIGURE:
– Direktur Sistem Inovasi Kemenristekditi Ophirtus Sumule, MIPT Digenjot Hasilkan Riset Berorientasi Pasar
-Dirut SISI, Her Arsa Pambudi, Adopsi ERP Kunci Masuk Industri 4.0 dan judul lainnya SISI Ditarget Tingkatkan Kontribusi Pendapatan Induk Usaha.
– Mochammad Syachrial Annas, Direktur PP IPTEK TMII: PP IPTEK Patok Sebagai Pusat Peraga Iptek Dunia
– Johnny Widodo, Direktur Ovo: Ganjalan Transaksi Dompet Digital
– Supriyadi: Publikasikan Inovasi dengan Beragam Media

Lintasarta Sajikan Program Free Upgrade Flash SSD Storage

0

Jakarta, Biskom- Sebagai bentuk komitmen Lintasarta dalam mendukung para pelaku industri nasional dalam bertransformasi digital, perusahaan penyedia komunikasi data, internet, dan IT services itu meluncurkan program free upgrade flash SSD storage. Program untuk pelanggan layanan Lintasarta Cloud itu dirilis sebagai sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Lintasarta yang jatuh pada 4 April lalu.

Dikatakan President Director Lintasarta Arya Damar, Lintasarta terus tumbuh menjadi perusahaan besar dan berpengalaman. Saat ini, Lintasarta telah menjadi ICT Total Solution Company yang mendukung transformasi digital pelaku industri nasional. Usia ke-31 tahun menunjukkan pengalaman Lintasarta menjadi partner terbaik bagi pelaku industri. Capaian ini juga merupakan hasil dukungan dari seluruh pelanggan, ucapnya.

Menurutnya, dukungan dan loyalitas pelanggan menjadi komponen terpenting bagi Lintasarta untuk terus melakukan inovasi serta memberikan layanan terbaik. “Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Lintasarta meluncurkan program free upgrade flash Solid State Drive (SSD) storage, untuk seluruh pelanggan layanan Lintasarta Cloud yang berasal dari berbagai sektor industri,” jelas Arya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa program free upgrade ke high-performance virtual machine (VM) dengan flash storage akan memberikan benefit dari sisi kecepatan pengaksesan data. Selain itu, Lintasarta menjadi yang pertama di Indonesia dalam menyediakan teknologi flash SSD storage secara menyeluruh. “Hal ini juga sejalan dengan strategi Lintasarta yang akan mengedepankan penyediaan flash SSD storage sebagai media penyimpanan untuk kebutuhan VM produksi,” tambahnya.

Dari sisi teknis, kapabilitas Input/Output dan latency dari flash SSD mencapai 10 kali lipat lebih cepat dari spinning drive tradisional, sehingga akan mempercepat proses akses aplikasi bisnis perusahaan yang mendukung pemberian hasil secara real time. “Implementasi flash SSD storage di layanan Lintasarta Cloud akan memudahkan keseluruhan proses bisnis perusahaan sehingga menciptakan efisiensi dan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” tutup Arya. (red)

Indonesia Science Day 2019 Sukses, Peserta Lampui Target

0

Jakarta, Biskom – Penyelenggaraan Indonesia Science Day (ISD) 2019 , yang berlangsung sejak 25 April 2019 di Gedung Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-Iptek) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Minggu (28/4) resmi ditutup.

Direktur PP-IPTEK M. Syachrial Annas selaku penyelenggara pameran, mengumumkan secara keseluruhan pameran berjalan sukses dan pesertanya dapat  memenuhi target yang diharapkan.

Dia menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan pada anak tentang sains. Oleh karenanya dalam penyelenggaraan ISD tahun depan Anas meminta para pengajar atau orang tua kembali mengikuti ajang ISD tahunan tersebut.

“ Kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan partisipasinya di acara ISD 2019, diharapkan pada ISD tahun depan para orang tua kembali mengajak putra-putrinya sehingga dari produk-produk inovasi yang mereka lihat, mereka bisa terinspirasi untuk menjadi kreatif dan mencintai iptek,” kata Annas usai acara penutupan ISD 2019 di Jakarta, Minggu (28/4).

Selain itu Annas menilai penyelenggaraan ISD 2019 terdapat banyak peningkatan dari segi jumlah pengunjung maupun peserta. ” ISD tahun ini ada peningkatan pengunjung dan peserta, tahun 2018 lalu peserta ada 38 dan pada 2019 ada 83 peserta, sedangkan pengunjung ISD 2018 berjumlah 4000 dan di tahun 2019 ini pengunjungnya mencapai 6000, jadi naik dua kali lipat,” katanya.

Annas menambahkan suksesnya ISD 2019 tidak menutup kemungkinan penyelenggaraannya bisa dilakukan ditempat lain atau cabang IPTEK didaerah. “Dilihat dari peningkatan peserta dan pengunjung di ISD 2019 berati tujuannya tercapai. Tinggal kita lihat nanti dampaknya dan tidak menutup kemungkinan ke depannya Indonesia Science Day bisa diadakan di tempat lain yang lebih besar, dan memang kita akan mengarah ke pameran pendidikan yang khusus sains,” terangnya.

Para pengunjung Indonesia Science Day 2019 di Gedung PP-IPTEK, TMII Jakarta  bisa mencoba 2 wahana baru, yakni Wahana Inovasi Indonesia dan Wahana Digital World . “Kita punya dua lagi wahana baru. Saya berpikir orang tertarik pada fenomena sains,” kata Annas.

Pada Wahana Inovasi Indonesia, ada berbagai macam fenomena sains, antara lain gaya dan aliran listrik yang dapat disaksikan oleh para pengunjung terutama untuk anak-anak. Selainjutnya, para pengunjung juga dapat melihat fenomena parabolik, demonstrasi roket air dan bom pada Indonesia Science Day 2019.

Pada Wahana Digital World, pengunjung dapat menyaksikan berbagai perkembangan dunia digital termasuk permainan (game) virtual reality, serta bermain dengan kamera. Pada wahana itu. pengunjung dapat duduk di satu tempat, lalu binatang-binatang kutub menghampiri pengunjung itu, namun fenomena itu hanya dapat dilihat melalui lensa kamera. (red)

BISKOM dan APTIKNAS Gelar ‘Indonesia Innovation Award 2019’

0
Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Panitia Penyelenggara Indonesia Innovation Award 2019.

Jakarta, BISKOM – Setiap organisasi bisnis dan organisasi pemerintah harus bisa melakukan adaptasi terhadap perkembangan jaman, hal tersebut dapat dicapai dengan cara selalu menciptakan inovasi.

Untuk memacu dan meningkatkan langkah tersebut, majalah Biskom dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) meggelar  ‘Indonesia Innovation Award 2019’ pada Kamis, 25 April 2019 di Grand Ballroom, Hotel Fairmont Jakarta, Pukul 18.00 -22.00 WIB

Indonesia Innovation Award 2019 ini diprakarsai dan inisiatif dari Nurul Latifa, Djuanda dan team, serta didukung oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Business Innovation Center (BIC), Dewan Riset Nasional (DRN) dan Akademisi (ICT Institute).

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Jumain Appe, MSi bersama Dewan Panlis Indonesia Innovation Award 2019.

Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Panitia Penyelenggara IIA 2019 mengatakan, “Tujuan yang ingin dicapai dari Indonesia Innovation Award 2019 adalah meningkatkan daya saing perusahaan, mendorong produktifitas dan efisiensi perusahaan serta menumbuh kembangkan budaya inovasi dan kreatifitas”.

Selain itu memberikan apresiasi kepada korporasi yang Inovatif, mempublikasikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya perusahaan, investor, lembaga keuangan, pemerintah dan diharapkan dapat mendukung program pemerintah.

Lebih lanjut  Hoky yang juga CEO/Pimpinan Umum Majalah Biskom menambahkan, “Saya kebetulan menjabat sebagai Ketum APTIKNAS yang sampai dengan saat ini telah mempunyai 27 DPD APTIKNAS se Indonesia dan memiliki 3 program kerja yaitu smart city, e-commerce dan digital talent”.

Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Kemenristekdikti, Eka Gandara.

Tentu hal tersebut merupakan potensi yang sangat besar untuk melakukan sinergi dengan berbagai pihak, baik dengan pihak swasta/pebisnsis maupun pemerintah dan juga dunia pendidikan.

“Apalagi saat ini para Ketua-Ketua DPD APTIKNAS telah mulai aktif, khususnya dalam kesempatan ini Pak Fanky Christian selaku Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta yang sangat aktif dan juga terlibat dalam kepantiaan ini, sehingga potensi di APTIKNAS dapat dioptimalkan serta yakin akan banyak hal positif yang dapat diduplikasi oleh teman-teman DPD APTIKNAS yang telah tersebar dari Aceh hingga Papua dan saat ini sedang melakukan Roadshow kebeberapa kota bersama Tim Yorindo Communication untuk melakukan kegiatan sosialisasi dalam bentuk seminar Smart 4.0 mempersiapkan masuk era Industry 4.0 dengan fokus kegiatan kepada seminar Smart City, Smart Hospital, Smart Building, Smart Factory, Smart Hotel. Untuk kampus juga dilakukan seminar Smart City Activist (Smartivist), sehingga mahasiswa nantinya mampu menjadi Smart City Activist di kota nya masing-masing dan mampu bersaing dalam meraih pekerjaan di era Digital,” jelasnya.

Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, DR. Ir. Ophirtus Sumule, DEA selaku Ketua Dewan Juri Indonesia Innovation Award 2019.

Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti DR. Ir. Ophirtus Sumule, DEA selaku Ketua Dewan Juri sedang mendapat tugas keluar kota sehingga sambutannya dibacakan oleh Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Kemenristekdikti, Eka Gandara,  dan disampaikan bahwa Indonesia Innovation Award 2019 diikuti oleh 70 lembaga terdiri dari 40 perusahaan dan 30 pemerintah daerah.

Proses penilaian telah dilaksanakan sejak bulan Februari sampai dengan pertengahan bulan April Tahun 2019 dengan melibatkan dewan panelis dari berbagai Lembaga diantaranya Kementerian Riset Teknologi khususnya Ditjen Penguatan Inovasi, APTIKNAS,  ICT Institute, APEKSI, BISKOM, BIC (Bussiness Innovation  Center) dan DRN (Dewan Riset Nasional).  Penghargaan ini diberikan kepada sector dunia usaha dan pemerintah dengan kategori :

Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Dr. H. Syarif Fasha, ME.
  1. Kategori Best Sektor Bisnis. Kategori ini merupakan klasifikasi berdasarkan sector bisnis
  2. Kategori Best Over All. Merupakan ketegori penggabungan dari sectoral, Perusahaan dengan inovasi terbaik
  3. Kategori Best CEO. Kategori ini dikhususkan untuk pemimpin perusahaan yang peduli dan mendukung inovasi perusahaan ntuk melahirkan terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan brand dan image perusahaan
  4. Kategori Pemerintah Daerah
  5. Kategori Best Walikota
Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Jumain Appe, MSi.

Metode penilaian yang digunakan dirancang dengan mengadopsi alat ukur Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV) dimana metode ini dapat memetakan tingkat kesiapan dan kematangan suatu inovasi dari berbagai aspek diantaranya aspek teknologi, market, organisasi, partnership, manufactur, investment dan resiko.

Khusus untuk kategori pemerintah daerah juga digunakan metode penilaian yang diadopsi dari  metode pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dimana metode ini dapat memetakan tingkat daya saing suatu daerah melalui aspek lingkungan, infrastruktur, market/pasar dan ekosistem inovasi.

Kedua metode tersebut baik KATSINOV maupun IDSD telah dikembangkan dan digunakan oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti baik dalam menilai/memetakan tingkat kesiapan inovasi dan daya saing daerah, juga digunakan pada ajang anugerah Iptek dan Inovasi Budhipura untuk tingkat Provinsi dan Budhipraja untuk tingkat Kabupaten/Kota dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang puncaknya  jatuh pada setiap tanggal 10 Agustus.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Jumain Appe, MSi menyerahkan Plakat Indonesia Innovation Award 2019.

Melalui serangkaian penilaian dengan menggunakan metode tersebut, kami meyakini bahwa proses penetapan penerima penghargaan telah dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI),  Dr. H. Syarif Fasha, ME dalam sambutannya menyampaikan; “saya mengapresiasi kegiatan Indonesia Innovation Award ini, melalui ajang ini kita juga dapat menjadikan kesempatan untuk memperluas jejaring dan berbagi informasi tentang inovasi dari berbagai daerah untuk melakukan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dengan sesama institusi pemerintah, maupun dengan instansi swasta dan dunia pendidikan serta lembaga non profit lainnya.”

Kepala BPPT, Hammam Riza menyerahkan Plakat Indonesia Innovation Award 2019.

Disampaikan pula bahwa;  “kita butuh saling membantu dan bergotong royong, oleh karena itu saat ini Apeksi sebagai wadah pemerintah kota se-Indonesia, telah mengubah paradigma kompetisi antar daerah menjadi era kolaborasi antar daerah untuk saling bahu membahu, secara bersama maju mensejahterakan masyarakat daerahnya. Kota yang telah maju membantu saudaranya yang masih tertinggal untuk maju secara bersama, itulah filosofinya.” ungkapnya.

Dalam sambutan Menristekdikti yang dibacakan oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Jumain Appe, MSi menyatakan bahwa, “Ajang ini merupakan sebuah kegiatan kolaborasi antar stakeholder guna memberikan apresiasi khususnya bagi dunia industri dan pemerintah daerah yang terus melakukan berbagai upaya inovatif dalam meningkatkan produktivitas dan kinerjanya. Kemenristekdikti sangat mendukung dan mendorong agar kedepan kegiatan ini terus dilakukan bukan hanya sebagai ajang pemberian penghargaan tetapi juga sebagai wahana untuk menumbuhkembangkan sinergi dan kolaborasi, pertukaran informasi, sharing knowledge, dan membangun kesamaan visi dan misi dalam membangun bangsa,” tuturnya.

Hoky mendampingi  Sestama BSSN, Syahrul Mubarak menyerahkan Plakat Indonesia Innovation Award 2019.

Tujuan Innovation Award 2019:

  1. Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan dan Pemerintah Daerah di Indonesia yang telah berhasil berkreasi dan inovatif dalam meningkatkan layanan, kinerja dan daya saing produk yang paling banyak mendapatkan rekomendasi dari masyarakat atau konsumen.
  1. Mendorong perusahaan dan pemerintah daerah, untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional.
  1. Mendorong pemerintah kota untuk melakukan inovasi baik dalam hal kemudahan pelayanan publik, transparansi, dan efesiensi untuk peningkatan daya saing.
  1. Meningkatkan perhatian pemerintah, perbankan nasional, dan lembaga kreditur/pembiayaan lainnya, untuk lebih mendorong pembiayaan infrastruktur di Indonesia.
Hoky mendampingi Kepala LIPI, L. T. Handoko menyerahkan Plakat Indonesia Innovation Award 2019.

Penilaian Innovation Award 2019

  1. Fokus penilaian, pada kreativitas dan inovasi yang dilakukan dengan mengunakan bahan dasar lokal (TKDN) dan prospek bisnisnya ke depan.
  1. Menggunakan dua metode penilaian sekaligus, yakni penilaian inovasi dan market research (survei konsumen). 
Hoky mendampingi Executive Director Business Innovation Center, Kristanto Santosa menyerahkan Plakat Indonesia Innovation Award 2019.

Perusahaan Pemenang  Indonesia Innovation Award 2019:

  1. PT Epson Indonesia
  2. PT Asuransi Great Eastern
  3. PT Asuransi Tugu Mandiri
  4. PT Bank Nagari
  5. PT Bank NTB Syariah
  6. PT Bank OCBC NISP, Tbk
  7. PT Barata Indonesia (Persero)
  8. PT Indonesia Power
  9. PT Industri Kereta Api (Persero)
  10. PT Lippo General Insurance
  11. PT Modern Land Tbk
  12. PT Pelindo III (Persero)
  13. PT Pindad (Persero)
  14. PT Pos Indonesia (Persero)
  15. PT. Privy Identitas Digital
  16. PT Pupuk Sriwijaya
  17. PT Sinergy Informatika Semen Indonesia
  18. PT Sucofindo (Persero)
  19. PT Visionet Internasional (OVO)
  20. PT Wijaya Karya, Tbk
  21. PT Biznet Networks
  22. PT Perkebunan Nusantara VII
  23. Perum Damri 
Foto bersama Panitia IIA 2019 dengan pemenang Indonesia Innovation Award 2019.

Pemerintah Daerah Pemenang  Indonesia Innovation Award 2019:

  1. Kota Ambon
  2. Kota Banda Aceh
  3. Kota Bandung
  4. Kota Banjarmasin
  5. Kota Batam
  6. Kota Batu
  7. Kota Blitar
  8. Kota Bontang
  9. Kota Jambi
  10. Kota Kupang
  11. Kota Magelang
  12. Kota Malang
  13. Kota Manado
  14. Kota Palangkaraya
  15. Kota Pare Pare
  16. Kota Pekalongan
  17. Kota Salatiga
  18. Kota Sawahlunto
  19. Kota Tual Maluku
  20. Kota Samarinda
Foto tamu dan undangan kegiatan Indonesia Innovation Award 2019.

Bahwa dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan siaran Radio PAUD KAMI  (Koalisi Anak Madani Indonesia) yaitu Radionya Anak Generasi Titanium 5.0 yang dapat dimanfaatkan langsung di gawai kita masing-masing, Ungkap Hoky yang juga menjabat sebagai Sekjen KAMI.

Hadirnya Radio PAUD yang juga merupakan bagian dari produk Inovasi anak bangsa yang diharapkan dapat menjadi media bagi anak-anak untuk belajar dan hiburan mereka. Di Radio PAUD  telah tersedia 400 lagu anak-anak termasuk lagu wajib nasional, chitchat jenaka, mendongeng, sapa teman, kidz story telling, dan  anak-anak dapat bertukar pesan dengan sahabat-sahabat di seluruh Indonesia, serta terdapat program pembelajaran dari para pakar dan psikolog anak.

“Radio PAUD hadir untuk menimalisir ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang selama ini diberikan secara bebas oleh orang tuanya. Radio PAUD sangat rekomen untuk ibu-ibu yang kesulitan mencari lagu anak-anak dan Aplikasi Radio PAUD telah dapat di download melalui  play store dengan icon Radio Paud KAMI,”

Peluncuran Radio PAUD KAMI di event Indonesia Innovation Award 2019 bertempat di Grand Ballroom Fairmont Hotel, 25 April 2019.

Sebagai penutup Hoky mengatakan; “Kami panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan aktif dan seluruh sponsor yang membantu suksesnya kegiatan ini antara lain; Pusri, Sucofindo, Great Eastern, Damri, Pindad, Barata, Indonesia Power, PTPN 7, Epson, Lippo Insurance, Bank NTB Syariah dan Selamat kepada seluruh penerima penghargaan, semoga kedepan kegiatan ini betul-betul dapat dijadikan pemicu dan motivasi kepada kita semua untuk lebih meningkatkan kontribusi yang nyata bagi pembangunan nasional, peningkatan daya saing serta kesejahteraan masyarakat.”pungkas Hoky.

Kegiatan Indonesia Innovation Award dihadiri oleh Perwakilan dari Kemenristekdikti, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Business Innovation Center (BIC), Dewan Riset Nasional (DRN), Akademisi (ICT Institute) dan berbagai asosiasi terkait serta diliput oleh berbagai media cetak dan media elektronik. (Hoky)

Berita Terkait:

APTIKNAS Mendukung Event APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019 di Bali

APTIKNAS Mendukung Event APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019 di Bali

Soegiharto Santoso (Hoky), APTIKNAS Dukung Percepatan Revolusi Industri 4.0

Soegiharto Santoso (Hoky), APTIKNAS Dukung Percepatan Revolusi Industri 4.0

Jakarta Fair Kemayoran dibuka oleh Anies Baswedan dan Darmin Nasution, APTIKNAS hadir kembali dalam Anjungan Pemprov DKI

Jakarta Fair Kemayoran dibuka oleh Anies Baswedan dan Darmin Nasution, APTIKNAS hadir kembali dalam Anjungan Pemprov DKI

Making Indonesia 4.0 Conference, Menyiapkan Industri Indonesia di Era Industri 4.0

Making Indonesia 4.0 Conference, Menyiapkan Industri Indonesia di Era Industri 4.0

APTIKNAS berkomitmen mendorong Kesetaraan Pemanfaatan Teknologi di seluruh Indonesia melalui kegiatan Roadshow INDUSTRI 4.0

APTIKNAS berkomitmen mendorong Kesetaraan Pemanfaatan Teknologi di seluruh Indonesia melalui kegiatan Roadshow INDUSTRI 4.0

APTIKNAS dukung Pameran GEM Indonesia di JIExpo Kemayoran, 4 – 6 April 2019.

APTIKNAS dukung Pameran GEM Indonesia di JIExpo Kemayoran, 4 – 6 April 2019.

Soroti Polemik Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS JATIM Siap Berkontribusi

Soroti Polemik Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS JATIM Siap Berkontribusi

APTIKNAS Dukung Event Public Safety Indonesia 2019

APTIKNAS Dukung Event Public Safety Indonesia 2019

Hadiri Pameran dan Konferensi Public Safety Indonesia 2019 di Assembly Hall JCC 27 Feb – 03 Mar 2019

Hadiri Pameran dan Konferensi Public Safety Indonesia 2019 di Assembly Hall JCC 27 Feb – 03 Mar 2019

Digitech 2018 : Jadikan Industri TI Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Digitech 2018 : Jadikan Industri TI Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Resmi Dibuka, Digitech Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0

Resmi Dibuka, Digitech Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0

Peranan Smart Home+City Indonesia wujudkan 100 Smart Cities Indonesia

Peranan Smart Home+City Indonesia wujudkan 100 Smart Cities Indonesia

APKOMINDO dan JERU serta CP PLUS dukung JSC untuk ciptakan Smart Citizen

APKOMINDO dan JERU serta CP PLUS dukung JSC untuk ciptakan Smart Citizen

APKOMINDO Hadir dan Dukung Jakarta Smart City di PRJ 2016

APKOMINDO Hadir dan Dukung Jakarta Smart City di PRJ 2016

BSN Hadirkan Indonesia Quality Expo ke-7 di Semarang

0

Jakarta, Biskom – Pada tanggal 11 hingga 14 Oktober mendatang, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menggelar  Indonesia Quality Expo  di Java Supermall, Semarang, Jawa Tengah. IQE 2019 ini mendapat dukungan dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah terlibat dalam kegiatan berskala nasional ini.

Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN, Nasrudin Irawan mengatakan,  “Jawa Tengah telah membuktikan komitmennya dalam menerapkan SNI  yang pada 2018 kami atas nama pemerintah RI memberikan penghargaan Tokoh Standardisasi kepada Bapak Ganjar Pranowo, Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah. Oleh karenanya, kami menilai Jawa Tengah sangat tepat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan IQE,” ujarnya.

Untuk diketahui, industri yang sudah menerapkan SNI di Indonesia dari tahun 2015 hingga tahun 2018 mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 sebanyak 11.842 industri, sementara sepanjang tahun 2018 mencapai 13.819 industri.

Di Jawa Tengah, sudah terdapat 115 industri yang memiliki sertifikat SNI meliputi produk elektrik dan elektronika, makanan dan air mineral, mainan anak, pakaian bayi, baja, batik, dan sebagainya.

Diantara organisasi dan industri yang menerapkan SNI adalah Universitas Sebelas Maret meraih SNI Award 2018 kategori Perak, PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Batujamus, PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Ngobo, serta PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Krumput, serta PT Triangle Motorindo yang berhasil meraih SNI Award 2015 untuk kategori Perak.

Adapun Lembaga Penilaian Kesesuaian (Laboratorium pengujian/kalibrasi/medik, Lembaga Sertifikasi, Lembaga inspeksi) yang sudah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Jawa Tengah yang siap mendukung kegiatan sertifikasi SNI sebanyak 63 LPK.

“Berkaitan dengan infrastruktur mutu, saya menilai Jawa Tengah sangat siap memperkuat daya saing produk baik lokal maupun nasional dengan meningkatkan kualitas infrastruktur mutunya,” jelas Nasrudin.

Nasrudin menambahkan BSN sebagai lembaga pemerintah non kementerian juga memiliki program pembinaan UMKM di wilayah Jawa Tengah. “Produk UMKM yang dibina diantaranya bandeng presto, bola bulu tangkis, bola kaki, batik serta abon lele. Sementara terkait pendidikan standardisasi, perguruan tinggi di Jawa Tengah yang telah menerapkan pendidikan standardisasi ke dalam mata kuliah adalah UNDIP dan UNS,” terang Nasrudin. (red/ju)