Home Blog Page 855

Dua SNI Perkeretaapian Ditetapkan BSN

0

Jakarta, Biskom – Dalam rangka melindungi keselamatan dan keamanan pengguna kereta api, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Teknis tentang   Sarana  dan prasarana Perkeretaapian  telah menyusun 2 standar terbaru tentang perkeretaapian.

Standar tersebut adalah SNI IEC 62278:2002  dan SNI 8633:2018. Menurut Direktur Pengembangan Standar Mekanika Energi, Elektronika, Transportasi dan Teknologi Informasi BSN, Yustinus Kristianto Widiwardono, SNI IEC 62278:2002 merupakan SNI hasil adopsi identik dengan standard IEC/International Electrotechnical Commsission.

“Standar internasional ini memberikan pedoman kepada pelaku usaha perkeretaapian dan industri pendukung perkeretaapian sebuah proses yang akan memungkinkan penerapan pendekatan yang konsisten pada manajemen RAMS yakni keandalan, ketersediaan, perawatan dan keselamatan serta interaksinya,” jelasnya di Jakarta (4/2)

Kristianto  menambahkan,  standar ini  akan mendorong kerjasama antara pelaku usaha perkeretaapian dan industri pendukung perkeretaapian dalam berbagai strategi pengadaan, untuk mencapai kombinasi yang optimal antara RMAS dan biaya untuk aplikasi perkeretaapian. “Proses yang ditetapkan dalam SNI memiliki asumsi bahwa pelaku usaha perkeretaapian dan industri pendukung perkeretaapian memiliki kebijakan tingkat-bisnis yang mengatur kualitas, kinerja dan keamanan,” ujar Kristianto.

Sedangkan SNI 8633:2018 menetapkan fungsi, data teknik dan persyaratan teknik lainnya pada balas, sub balas dan lapis dasar untuk jalur kereta api. Pengertian balas berdasarkan SNI adalah batu pecah yang keras, bersudut tajam (angular) yang terletak di bawah dan di antara bantalan untuk meneruskan dan menyebarkan beban dari bantalan ke sub balas.

“Pengertian balas adalah bagian dari badan jalan kereta api tempat penempatan bantalan rel. Balas ditempatkan di antara, di bawah, dan di sekitar jalur hingga drainase di kanan-kiri rel, balas berfungsi untuk menyalurkan beban kereta api kepada bantalan serta agar tumbuhan tidak tumbuh di badan jalan yang dapat mengganggu struktur jalur kereta api,” ujar Kristianto.

Sementara itu, terkait SNI 8653:2018 mempersyaratkan mutu material pembentuk balas yang meliputi parameter berat isi, berat jenis, kuat tekan rata-rata, kandungan partikel pipih, keausan, ketahanan cuaca, kemampuan menyerap air, serta kandungan tanah, lumpur dan organik.

Adapun sub balas menurut SNI adalah lapisan penyaring (filter) berupa campuran kerikil atau kumpulan agregat pecah dan pasir, terletak antara lapis dasar dan lapisan balas yang berfungsi meneruskan dan menyebarkan beban dari balas ke lapis dasar serta dapat mengalirkan air dengan baik.

Lebih lanjut Kristianto  berharap   dua SNI tersebut d bisa segera diterapkan para pemangku kepentingan perkeretaapian di Indonesia mengingat angkutan penumpang dan barang ini, sangat menyangkut keselamatan.

“Semoga di tahun 2019 ini, 16 usulan Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) dapat terealisasi untuk mendukung keselamatan di bidang perkeretaapian,” tutupnya. (red/Ju)

Alat Deteksi Virus DBD belum Produksi Massal

0

Jakarta, Biskom- Beredar video yang viral di media sosial  terkait  adanya  alat deteksi dini virus Demam Berdarah Dengue  (DBD), BPPT  perlu klarifikasi  bahwa Video viral dari media Opini.id bukan merupakan video yang diterbitkan oleh BPPT.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni S. Wirawan mengatakan,  saat ini purwarupa kit diagnostik hasil pengembangan BPPT belum diproduksi secara massal dan belum dikomersialisasikan.  “Saat ini BPPT sedang melakukan pembahasan dengan mitra industri dalam rangka hilirisasi dan komersialisasi,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Soni,  Kit diagnostik dengue ini dirancang untuk digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan dan penggunaan dianjurkan tidak sebagai self diagnosis. Selain itu,  Kit diagnostik dengue BPPT adalah kit deteksi dini penyakit demam berdarah dengue menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia, sehingga diharapkan memberikan sensitifitas yang lebih baik.

“Komponen utama prototip kit diagnostik dengue BPPT berupa antibodi monoklonal anti-NS1 telah terbukti dalam skala laboratorium dapat mengenali virus dengue strain lokal Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut  Soni S. Wirawan menambahkan  bahwa pihaknya tengah berupaya mencari solusi permasalahan nasional ancaman wabah DBD dengan mengembangkan Kit Diagnostik DBD. Yakni alat tes yang mampu mendeteksi potensi DBD dalam waktu singkat . Kit DBD  ini merupakan purwarupa inovasi BPPT untuk bidang kesehatan.

“Semoga purwarupa inovasi alat tes atau diagnostik DBD, bisa cepat mendapatkan mitra industri dalam negeri untuk dapat di produksi secara massal. Kami inginkan ya, mitra industri yang akan memproduksi massal kit DBD ini, dapat segera melakukan produksi dan digunakan untuk mempercepat deteksi dan tindakan penanganan demam berdarah di Indonesia,” ungkapnya.

Soni juga menuturkan bahwa inovasi ini layak menjadi lini bisnis baru industri kesehatan tanah air. Ditekankan juga olehnya agar klarifikasi ini dapat memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat luas, tentang kit diagnostik pengembangan BPPT ini.

Sementara itu,  Deputi TAB, Plt. Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT, Agung Eru Wibowo menyampaikan bahwa wabah DBD hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia terutama di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia.

Terkait kit diagnostik dengue BPPT, Agung Eru merinci bahwa kit DBD BPPT menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia  dan diharapkan memberikan sensitifitas yang lebih baik. (red/Ju)

Vivo Prediksi Tren Smartphone 2019

0
????????????????????????????????????

Jakarta, Biskom-  Smartphone telah menjadi pendamping digital bagi penggunanya untuk terhubung ke dunia dan mengekspresikan diri melalui kata-kata, gambar, dan video. Vivo pun memprediksi beberapa tren yang akan ramai di industri smartphone pada tahun 2019 ini.

Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia menyatakan  rangkaian teknologi vivo mulai dari kamera hingga pengembangan kecerdasan buatan adalah untuk memberikan inovasi terbaik yang dapat menjawab kebutuhan konsumen yang modern dan dinamis.

“Vivo akan terus memaksimalkan teknologi, baik di sisi hardware atau software pendukungnya serta dengan AI yang kian cerdas sehingga menjadi salah satu fitur favorit bagi pengguna,” katanya. Bagi vivo,  merancang handset yang sesuai dengan kehidupan konsumen menjadi sangat esensial.

Desain Smartphone Tanpa Notch

Saat ini konsumen berharap smartphone bisa menjadi perangkat yang tidak hanya membantu menyelesaikan tugas sehari-hari, namun juga bertindak sebagai pelengkap gaya hidup. Untuk dapat memenuhi ekspektasi tersebut, para produsen smartphone berlomba untuk meningkatkan teknologi dan desain pada smartphone.

Fitur Kamera Depan yang Semakin Berkualitas

Pada tahun 2018, vivo telah memperkenalkan smartphone dengan resolusi kamera depan mulai dari 8MP hingga 24MP. Aktivitas selfie yang masih menjadi bagian penting dari budaya konsumen  diharapkan bisa memacu produsen smartphone untuk menyediakan kamera depan dengan resolusi dan kualitas gambar yang lebih tinggi pada tahun 2019.

Hasil Foto Semakin Profesional dengan Dukungan Teknologi AI yang Terus Dikembangkan

Pada tahun 2018, fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) hadir pada rangkaian smartphone high-end. Tahun ini, vivo memprediksikan bahwa teknologi AI tidak akan lagi terbatas pada smartphone high-end, namun juga menjadi fitur yang lebih mudah diakses oleh berbagai varian konsumen. Vivo juga dapat berharap untuk melihat lebih banyak pengembangan fitur AI hadir di industri smartphone global.

Kamera AI akan semakin kompleks dengan fitur-fitur yang secara lebih halus meningkatkan kualitas foto baik pada kamera depan, maupun kamera belakang. Sebagai contoh, vivo telah meluncurkan mode AI Face Beauty yang secara halus dapat meningkatkan fitur wajah dengan menggunakan pemodelan 3D.

Teknologi AI juga mendukung pengguna mengambil foto profesional dalam berbagai situasi.  Namun, dengan kemajuan algoritma pencitraan AI pada smartphone, kalkulasi pencahayaan serta pengenalan sumber cahaya dapat memaksimalkan foto yang ditangkap untuk tetap detail dan jernih.  vivo berharap pengembangan fitur kamera dan AI dalam aspek ini dapat semakin terwujud pada 2019.

Vivo berharap tahun 2019 ini, teknologi-teknologi canggih seperti Elevating Front Camera, dan pengembangan desain, serta kamera sebagai “jendela” dari Artificial Intelligence akan menjadi tren mainstream yang dapat diakses semua lapisan konsumen dari berbagai negara, termasuk Indonesia. (red/ju)

Canon Mini Photo Printer Mudah dibawa Kemana Saja

0

Jakarta, Biskom – Canon  menghadirkan printer foto dengan bentuk yang ringkas, Canon Mini Photo Printer. Printer foto yang tidak menggunakan tinta ini  mudah dibawa ke mana saja, muat dimasukkan dalam tas kecil, bahkan saku pakaian atau kantong jaket.

Baterai built-in menjamin mobilitas tanpa membutuhkan perangkat lain yang tersambung ke sumber daya. Koneksi bluetooth dengan smartphone. Canon Mini Photo Printer dijual  dengan harga Rp2 jutaan.

“Canon Mini Photo Printer mencetak momen berharga yang biasanya hanya tersimpan di memori smartphone atau diunggah ke jejaring sosial. Dengan Canon Mini Photo Printer, foto yang dicetak bisa dijadikan ornamen dekoratif, ditempel di scrapbook,” ujar Merry Harun – Canon Division Director pt. Datascrip.

Printer mini berukuran 11,8×8,2×1,8 cm ini dibekali teknologi ZINK Zero Ink™ dari ZINK™, sebuah teknologi dry-printing revolusioner yang memungkinkan untuk mencetak berwarna tanpa menggunakan kartrid tinta. Canon Mini Photo Printer mencetak foto glossy 2×3 inci.

Melalui aplikasi Canon Mini Print yang tersedia untuk perangkat iOS dan Android, Kamu dapat mencetak foto dari bidikan kamera smartphone atau diambil dari album online, seperti Facebook, Instagram, Google Drive dan Dropbox.

Selain itu, kita juga bisa berkreasi dengan dengan fitur augmented reality (AR) distorsi wajah dan pilihan untuk menggambar pada artwork sebelum mencetak. Aplikasi Canon Mini Print juga menyediakan pilihan mencetak kolase hingga empat gambar, serta fungsi tile print untuk menggabungkan 4-9 cetakan foto menjadi sebuah foto besar. (red/Ju)

 

Tren Teknologi 2019: Tahun Ekosistem Digital Berbasis Data

0

Jakarta, Biskom– Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program Industri 4.0 pada bulan April 2018, menekankan pada prioritas peningkatan konektivitas dan digitalisasi untuk memperbaharui aktivitas operasional sektor bisnis dan e-commerce utama di Indonesia.

Selain itu, perilaku belanja konsumen Indonesia juga telah berubah dari belanja produk ke belanja layanan, dimana teknologi-teknologi baru merupakan faktor penting yang memberdayakan perubahan tersebut. Di masa depan, kolaborasi antara manusia dan mesin tidak bisa dihindari.

Prediksi Dell Technologies 2019 membahas bagaimana dunia menuju dekade kedua abad 21 dan era baru Kemitraan Manusia dan Mesin. Dell Technologies memprediksi 2019 akan menjadi Tahun Ekosistem Digital Berbasis Data.

Pembelajaran mesin (Machine Learning / ML) dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) akan memberdayakan “ekosistem digital berbasis data” yang dapat menganalisa data dalam volume yang sangat besar untuk mendapatkan wawasan meningkatkan pendapatan bisnis dan bekerja dengan cara yang semakin pintar untuk meraih hal tersebut.

Berikut adalah prediksi Dell untuk 2019 seiring langkah kita menuju ekosistem digital berbasis data:

1· 5G akan membuat kita hidup di tepi (edge)

Perangkat 5G pertama dijadwalkan akan mulai dipasarkan tahun depan seiring perkembangan jaringan generasi berikutnya yang sangat dinantikan ini yang diharapkan akan sepenuhnya penggunaan data dalam hal kecepatan dan aksesibilitas.

2· Prakiraan data akan membutuhkan lebih banyak teknologi cloud

Tahun lalu, Dell memprediksi kehadiran Mega Cloud, yaitu berbagai teknologi cloud yang menjadi sebuah model operasional terdepan seiring strategi TI yang membutuhkan cloud publik dan cloud pribadi.

3· Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari akan semakin tak terpisahkan

Asisten virtual akan semakin menjadi bagian dari teknologi konsumen – seperti teknologi rumah pintar, “barang” dan mobil yang saling terhubung – yang mempelajari preferensi Anda dan secara proaktif menyajikan konten dan informasi berdasarkan interaksi sebelumnya.

4· Tambang data berlimpah akan memicu “Demam Emas” berikutnya dalam investasi teknologi

Berbagai organisasi telah menimbun data dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun. Diperkirakan pada tahun 2020, volume data akan mencapai 44 triliun gigabyte, atau 44 Zettabytes.

5· Millennials bersiaplah, Gen Z akan menguasai dunia kerja

Generasi milenial harus memberikan ruang bagi generasi berikutnya, yaitu Gen Z (lahir setelah 1995) yang akan memasuki dunia kerja mulai tahun 2019 – yang akan menciptakan tenaga kerja yang semakin beragam yang mencakup lima generasi.

6· Menciptakan pelindung data

Dengan semakin meningkatnya pamor data sebagai aset organisasi yang paling berharga, mengamankan dan melindungi data harus menjadi prioritas utama. (red/Ju)

RAVPower Berikan Tips Aman Pengisian Smartphone di Mobil

0

Jakarta, Biskom – Mengisi smartphone rupanya tidak selama harus dilakukan pada sambungan PLN atau power bank. Sumber listrik pada mobil rupanya juga menjadi alternative bagi pengguna smartphone. Namun beberapa uji teknis menyatakan bahwa pengisian melalui mobil ini banyak memberikan resiko pada perangkat yang diisinya.

Tidak hanya membawa listrik yang tidak stabil akan tetapi listrik yang dihasilkan dari kendaraan roda emapt ini juga mampu menghasikan listrik yang berubah-ubah sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada sel baterai pada handphone.

Tidak hanya dapat merusak perangkat kita akan tetapi dapat juga mengganggu kelistrikan pada mobil itu sendiri. Seperti di lansir dari twitter Astra world pada bulan juni 2017 lalu. Astra Menyebutkan bahwa kelistrikan mobil yang berasal dari sumber Aki mobil cenderung menghasilkan listrik tidak stabil.

Dengan penambahan beban yang akan kita gunakan untuk pengisian pada gadget maka akan mengakibatkan kelistrikan terganggu. Namun demikian ada beberapa langkah yang dapat kita perhatikan agar kita masih dapat melakukan pengisian pada mobil kita. Beberapa hal ini merupakan hal yang harus kita perhatikan sebelum melakukan pengisian ulang daya pada mobil.

Kenali dan Pilih Perangkatnya

Mengisi dengan menggunakan colokan korek api elektronik pada mobil tidak selalu menjadikan perangkat gadget kita dalam ‘bahaya’. Akan tetapi hal ini masih bisa dilakukan asalkan kita mengenali perangkat dan memastikan perangkat yang akan kita gunakan telah aman.

Pertama-tama kenali terlebih dahulu perangkat yang akan kita gunakan. Hindari tergiur dengan perangkat yang banyak dijual dipasaran dengan harga murah. Selain meragukan perangkat dengan harga yang murah mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi.

Selain itu, hati-hati juga dengan beberapa perangkat yang juga mempunyai harga tidak murah, karena belum tentu juga perangkat yang memiliki harga medium mempunyai kualitas yang baik pula. Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan, cara yang terbaik adalah mencari review-review di media-media mainstream atau channel video di internet sebagai perbandingan dari beberapa merk produk yang tentunya dapat kita percaya.

Pastikan Aki Pada Mobil dalam Kondisi Prima

Aki merupakan bagian terpenting dalam kelistrikan mobil, hal ini tentunya menjadi utama ketika kita akan mengambil kelistrikan dari mobil kita untuk beban tambahan. Apabila Aki dalam kondisi yang kurang baik hindari melkaukan pwngisian pada mobil Anda. Selain dapat menambah kerusakan pada kelistrikan, penggunaan yang dipaksakan juga akan mengakibatkan perangkat kita enjadi rusak.

Hal ini juga dibenarkan oleh Helmi Rangga, Office Supervisor RAVPower Indonesia Sebagai salah satu produsen power bank yang baru masuk di pasar Indonesia akhir tahun 2018 lalu. Helmi menjelaskan bahwa perangkat yang tidak memiliki sirkuit pintar yang berfungsi untuk mengatur beban daya listrik akan berimbas pada kelistrikan yang ada di mobil. Tidak hanya kelistrikan yang ada di mobil, namun juga kelistrikan dari perangkat yang diisi juga akan mengalami gangguan.

Helmi menjelaskan perangkat yang baik untuk pengisian pada mobil adalah perangkat yang memiliki teknologi untuk mengatur arus keluaran yang diterima oleh perangkat. Pada RAVPower, teknologi semacam ini diberi nama teknologi iSmart. Teknologi iSmart inilah yang akan mengatur setiap arus yang dibuthkan oleh gadget yang akan diisi. Sehingga beban pada kelistrikan mobil akan cenderung menyesuaikan dengan yang dibutuhkan.

“memang mengisi dengan sembarangan perangkat pada mobil dapat menggangu kelistrikan mobil bahkan bisa mengakibatkan baterai pada gadget kita rusak. Salah satu produk RAVPower yang ada adalah RP VC003, produk ini mampu dengan cerdas mengenali kebutuhan dan kondisi kelistrikan dari mobil kita. Dan juga sudah dilengkapi dengan teknologi quick charge yang mampu mengisi gadget kita dengan waktu yang singkat. Tidak hanya itu perangkat ini juga memiliki empat colokan untuk empat perangkat, jadi kita gak usah antri atau nunggu lagi untuk mengisi perangkat penumpang yang ada didalam.” Terang Helmi.

Helmi juga menjelaskan bahwa salah satu cara mengenali perangkat adalah dengan cara memegang gadget atau smartphone kita. Apabila smartphone kita mengalami peningkatan suhu yang kurang wajar segera hentikan dan lebih baik ganti dengan perangkat lainnya. Peningkatan suhu yang tidak wajar adalah salah satu indikasi arus yang masuk pada gadget tidak stabil.

RP VC003 mempunyai empat colokan yang dapat digunakan sekaligus serta memiliki teknologi iSmart pada salah satu colokannya. Selain memiliki ketepatan pada daya yang mengisinya perangkat ini juga aman bagi kelistrikan mobil dan tentunya perangkat yang diisinya.

Perangkat ini terbuat dari body aluminium yang membuatnya tampak lebih elegan. Perangkat ini juga di bubuhi teknologi short-circuit dan teknologi fast charging yang mampu melakukan pengisian secara cepat. Dengan teknologi quick charge generasi 3.0 perangkat besutan RAVPower ini diklaim mampu mengisi smartphone sebanyak 65% dalam kurun waktu 35 menit saja. (red/Ju)

Robotika harus jadi Bagian dari Industri 4.0

0

Jakarta, Biskom- Pemerintah terus berbenah dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan menyiapkan aspek robotik yang dapat digunakan untuk berbagai aspek dalam pembangunan nasional.

Kepala BPPT Hammam Riza saat menemui Masyarakat Robotika Indonesia (MRI) menyampaikan, dunia robotika harus menjadi bagian dari revolusi industri 4.0. “Kita bisa lihat robotika ini bagian dari revolusi industri 4.0, dan nantinya juga perlu disampaikan, bahwa robot itu bukanlah saingan manusia. Justru banyak hal yang bisa ditingkatkan dengan adanya robot,” kata Hammam di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis (31/1).

Disebutkan, MRI ini penting untuk menjadi wadah bagi sumberdaya yang mumpuni di bidang robotika. “Ini sebuah kesempatan kita membangun kapasitas. Kami di BPPT berpikir bagaimana inovasi bisa dibangun melalui sumberdaya manusia. Karenanya penting bagi MRI ini menjadi wadah bagi SDM pegiat robotik yang kompeten di bidangnya,” terangnya.

Ia menambahkan, MRI harus selaras dengan agenda pemerintah kedepan, yakni pembangunan sumberdaya manusia. “Kita lihat organisasi sekelas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sudah punya sertifikasi dan mewadahi seluruh insinyur. Bahkan PII diajak bicara pemerintah terkait pembangunan nasional,” katanya.

Terkait kompetensi BPPT, Hammam menyatakan pihaknya siap mendukung dalam aspek pengkajian ekosistem industri, serta sistem elektronika dari robotik. Pun juga dalam hal teknologi proses, otomasi, permesinan, material, teknologi informasi dan komunikasi, serta energi. “Kita akan lakukan kemudian sistem elektronikanya, yang penting dari membangun sistem robotik. Kemudian ekosistem industri juga BPPT akan melakukan kajiannya,” ujarnya.

Dalam hal sinergi, Hammam meminta agar MRI menggandeng unsur perguruan tinggi. Pusat robotika ITS misalnya, kemudian ITB dan UI, serta Telkom University. “Kita harus raih pendukung dari perguruan tinggi. Kemudian sektor industri atau perusahaan untuk semakin melengkapi. Kalau kita lengkap dari semua lini tentu akan semakin menguatkan dukungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MRI Hasan Hambali menjelaskan bahwa antusiasme terhadap dunia robotika di Indonesia saat ini cukup tinggi. “Seperti di bandara sudah ada robot pemandu semoga ada realisasi ke arah yang sama. Kami ingin munculkan hospitality atau keramahan robot yang dapat ditunjukkan dalam aspek keseharian,” tambahnya.

Sementara pegiat robotik dari Robotic Explorer, Juli Tjindrawan menyatakan bahwa pihaknya 13 tahun berkecimpung di dunia robotik nasional. Meski begitu dirinya mengakui perkembangannya belum begitu signifikan. “Senang sekali saat ini dapat bertemu pihak BPPT. Supaya program robotika mendapat dukungan pemerintah, dalam hal ini BPPT untuk meningkatkan program robotik secara nasional,” pungkasnya. (red/Ju)

2019, Fokus Penguatan Sinergi Lembaga Litbang

0

Jakarta, Biskom-  Sebagai upaya mendukung pencapaian strategi Making Indonesia 4.0, Lembaga Litbang Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada tahun 2019 ini terus memperkuat sinergi dan kerja bersama untuk mengoptimalkan kemampuan dan keunggulan masing-masing lembaga agar dapat berkontribusi yang lebih signifikan dan meningkatkan produktivitas litbang.

Kabag Pemantauan dan Evaluasi Program dan Anggaran, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti,  Yudho Baskoro mengatakan, dalam mengkoordinasikan kegiatan litbang, pihaknya terus menerus  menguatkan  kapasitas kelembagaan meliputi  capacity, capability  dan continuity.

“Fokus penguatan yang kita lakukan adalah  bagaimana kapasitas internalnya melalui sourcing capacity, bagaimana kapasitas risetnnya, desiminasinya, ketika membuat produk dengan pemanfaatan hilirisasi, termasuk  komersialisasi hasil –hasil produknya yang berbasis demand driven.,” ungkap  Yudho Baskoro di sela  Raker Pengembangan PUI Direktorat Lembaga Litbang, Kemenristekdikti di Puspiptek, Serpong, Kamis (31/1).

Yudo menambahkan,  dalam rangka melakukan koordinasi tersebut,  Lembaga litbang yang tergabung dalam PUI yang kapasitasnya sudah menguat akan dtingkatkan kemampuannya yang kemudian bersinergi dengan keunggulan masing-masing PUI melalui ekosistem  inovasi.

”Pada intinya kita mengubah dari egosistem ke ekosistem. Itu semangat kita, sehingga masing-masing PUI ini berinteraksi yang memanfaatkan keunggulan dengan lembaga PUI lainnya dan menguatkan sinergi yang produktif. Dan, saya merasa bangga  dari 109 atau 137 jumlah  lembaga yang bergabung di PUI itu sudah punya interaksi masing-masing,” katanya.

Saat ini, telah berhasil terbentuk sinergi yang kuat dan produktif berbasis bidang riset unggulan. Di 2019 ini adalah membuat desain pesawat N219 versi amfibi. LAPAN dan PT Dirgantara Indonesia telah melakukan uji kelayakan untuk program pengembangan pesawat N219 Amfib tersebut, Dalam hal ini, BPPT juga  digandeng melakukan pengujian model pesawat amfibi yang mampu lepas landas dan mendarat di air.

Pada kesempatan tersebut, Yudo juga menjelaskan mengenai penguatan potensi daerah khususnya di Kabupaten Boalemo, Gorontalo.  Sebanyak enam Lembaga PUI bekerjasama dalam Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren di Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Menurutnya, potensi nira aren dapat diolah menjadi berbagai diversifikasi produk, yaitu bioethanol sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga dan pangan (gula semut fungsional dan nata pinnata). Sedangkan buahnya bisa dibuat menjadi manisan kolang kaling.

“Kemudian inovasi  Alat Identikasi Kayu Otomatis (AIKO) yang merupakan   aplikasi yang bisa identifikasi kayu otomatis. Dan, masih banyak   sinergi PUI yang dikembangkan bahkan ada pengolahan limbah batik, untuk UMKM Jogyakarta, yang disupport oleh  PUI sumber daya material di LIPI, termasuk juga bidang maritim, itu untuk pakan ikan, dan lain sebagainya,” paparnya.

Sementara itu, Kasubdit. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Pusat, Kemenristekdikti, Lelya Nirsa mengatakan, tahun ini  PUI  akan memperluas jaringan untuk produk inovasinya ke pasar internasional   seperti  Jerman, Belanda dan Amerika Serikat (AS). Karena itu, PUI terus dipacu untuk melakukan penguatan produk inovasi atau ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa diterapkan atau masuk ke industri.

“Saat ini telah dilakukan proses selekasi terhadap  64 produk inovasi yang akan dihilirisasikan. Dari jumlah itu  akan muncul sekitar 20  produk inovasi yang akan dipamerkan, khususnya tahun ini di Jerman. Setelah itu ke Belanda,” katanya. (red/Ju)

 

 

2019, Program Pusat Unggulan Iptek diperluas

0

Serpong, Biskom – Tahun 2019 ini,  program Pusat Unggulan Iptek (PUI) akan diperluas agar lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek dan produk inovasi berbasis  permintaan pasar (demand/marketdriven). Hal itu bertujuan untuk  meningkatkan daya saing pengguna teknologi, baik dunia usaha,industri kecil dan menengah, pemerintah,dan masyarakat.

Demikian dikatakan Direktur Lembaga Litbang Kemenristekdikti Kemal Prihatman dalam Raker Pengembangan PUI di Serpong, Rabu (29/01).  Menurut Kemal,  selama ini PUI diarahkan untuk penguatan lembaga litbang sebagai salah satu komponen penguatan system inovasi nasional. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sumbangan penguasaan Iptek bagi perekonomian nasional masih sangat terbatas meski fakta menunjukkan produk hasil litbang sudah banyak, baik dalam publikasi, paten,maupun layanan-layanan teknologi bagi masyarakat.

Dalam PerpresNo.2/2015 disebutkan diperlukan tiga hal utama agar hasil-hasil iptek agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.Yaitu dukungan Iptek terhadap peningkatan daya saing sector produksi barang dan jasa.Kedua, dukungan Iptek untuk keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam baik hayati maupun nir-hayati. Dan, ketiga dukungan Iptek untuk penyiapan masyarakat Indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern.

“Ketiga hal tersebut menjadi arahan penguatan kelembagaan iptek termasuk ketersediaan faktor-faktor yang diperlukan seperti SDM,sarana prasarana,kelembagaan iptek, jaringan, dan pembiayaan,” ujarnya.

Untuk itu, tahun ini programPUI akan diperluas agar lembaga litbang juga mampu menghasilkan produk Iptek maupun produk inovasi yang berbasis permintaan pasar.

Tercatat sekitar 109 Lembaga PUI Litbang dan 28 Lembaga PUI PerguruanTinggi mengikuti Raker Pengembangan PUI 2019.  “Masing masing lembaga Litbang LPK,LPNK, dan industry yang tergabung dalam Pusat Unggulan Iptek diharapkan dapat mempersiapkan materi, diantaranya  mencakup dokumen Rencana Kerja Pengembangan PUI 2019,” papar Kemal. Selain itu, juga dibuka peluang rencana potensi sinergi antar PUI.

Pihaknya juga akan mendorong penguatan sistem inovasi daerah melalui sinergitas dan kolaborasi antar lembaga penelitian dan pengembangan. Dalam upaya memperkuat sistem inovasi daerah, maka pihaknya memanfaatkan sistem bottom up yakni memasukkan semua potensi yang ada di mana input dapat mendukung beberapa kegiatan yang dilakukan oleh lembaga penelitian dan pengembangan satu sama lain.

Menurut Kemal, tiap lembaga litbang dan PUI memiliki potensi masing-masing, maka potensi yang ada tersebut digabungkan untuk menghasilkan suatu inovasi dan teknologi. Pengembangan inovasi tidak didasarkan pada sistem top down seperti yang dilakukan kebanyakan konsorsium, yakni punya satu proyek besar, lalu dipilih mana tiap-tiap lembaga litbang yang bisa mengerjakan bagian satu, bagian kedua dan seterusnya untuk melaksanakan proyek itu.

Sementara, untuk pengembangan inovasi yang dilaksanakan oleh lembaga litbang, Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan berupaya mengakomodasi atau memfasilitasi lembaga litbang yang ada untuk menarik benang merah dari potensi mereka untuk bersinergi menghasilkan suatu inovasi.  Dengan demikian, ada sinergitas berupa kolaborasi dan koordinasi antar lembaga litbang untuk meningkatkan inovasi bangsa. (red/ju)

 

 

Spire Indonesia: Kian Ketat Persaingan dua Transportasi Online

0

Jakarta, Biskom-  Tumbuh suburnya  industri transportasi online (ride-hailing) di Indonesia menyebabkan banyak pemain bermunculan, meskipun saat inihanya dua yang bertahan, yakni Go-Jek dan Grab.

Seiring berjalannya waktu, persaingan antara Go-Jek dan Grab semakin sengit. Keduanya saling salip dalam mengembangkan layanan dan meningkatkan kualitasnya. Harapannya, tentu saja ingin memperoleh jumlah pengguna yang lebih banyak daripada pesaing. Namun, pada akhirnya konsumen yang menjadi penentu.

Spire Research and Consulting, salah satu perusahaan riset terkemuka global yang berpusat di Tokyo, Jepang,belum lama ini melakukan studi terhadap pengemudi dan konsumen untukmencari tahu preferensi terhadap penyedia layanan transportasi onlinedari berbagai aspek, seperti consumer awareness, frekuensi penggunaan, dan preferensi dalam menggunakan layanan e-money1.

“Temuan paling menarik dari studi kami adalah adanya kecurangan (fraud)yang cukup besar dan bagaimanapandangan para pengemudi (driver)terhadap hal tersebut,” ungkap Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, di Jakarta, Rabu  (30/1).

Berdasarkan hasil survei “Consumers’Awareness” yang dilakukan Spire Research and Consulting, 75% dan 61% responden menyebutkan bahwa Grab merupakan merek (brand) yang mereka gunakan dalam 6 dan 3 bulan terakhir. Sementara itu, 62% dan 58% responden memilih menggunakan Go-Jek untuk kategori yang sama dalam 6 dan 3 bulan terakhir.

Melihat data tersebut, konsumen lebih banyak menggunakan Grab, setidaknya hingga kuartal 4/2018. Sebanyak 34% pengguna GrabCar, salah satu layanan dari Grab, menyebutkan bahwa mereka menggunakan layanan itu sebanyak 3-4 kali per minggu. Sementara itu, 25% pengguna Go-Car cenderung hanya menggunakan layanan sebanyak 1-2 kali dalam seminggu.

Di kategori roda dua, Go-Ride masih menjadi pilihan utama pengguna transportasi online. Dari total responden yang memilih Go-Ride, sebanyak 64% menggunakannya hingga 1-2 kali sehari, sedangkan pemilih GrabBike yang menggunakan 1-2 kali dalam sehari ada 58%.

Untuk layanan online food delivery, Go-Food masih memimpin. Sebanyak 35% responden menyebutkan bahwa Go-Food merupakan layanan yang paling sering mereka gunakan. Sementara 27% responden menyatakan memilih GrabFood.

Tumbuhnya permintaan online food deliverytak lepas dari gencarnya promosi yang dilakukan oleh para penyedia platform pembayaran. Merujuk pada hasil survei, rupanya OVO, aplikasi pembayaran yang digandeng Grab, unggul dalam pembayaran onlinetooffline (O2O), seperti untuk membeli pulsa dan pembayaran di gerai-gerai non-makanan.

Berbeda dengan OVO, Go-Pay, platform pembayaran milik Go-Jek, lebih sering digunakan di pembayaran kedai-kedai makanan-minuman (Go-Food) dan untuk membayar tagihan listrik melalui aplikasi Go-Jek.

Sayangnya, di tengah “gegap-gempitanya” bisnis transportasi online, tindak kecurangan (fraud) pun terjadi. Bahkan, dalam studi yang dilakukan Spire Research and Consulting, fraud di kalangan pengemudi (driver) sudah menjadi rahasia umum.

Fraudmenjadi isu tersendiri. Di satu sisi, fraud dapat menyebabkan kerugian bagi penyedia platform transportasi online, di sisi lain juga menjadi koreksi atas lemahnya sistem yang mereka miliki.

Spire Research and Consulting memperkirakan sebanyak 30% dari order yang diterima Go-Jek terindikasi fraud. Angka itu cukup tinggi jika dibandingkan dengan persentase fraudGrab yang diperkirakan hanya5%. Angka tersebut berdasarkan estimasi jumlah order fraud dibandingkan jumlah total order yang diterima. Ini merupakan masalah sistematis bagi kedua perusahaan dan terutama, permasalahan yang Go-Jek harus segera atasi.

“Perkiraan ini masuk akal karena kami juga melakukan survei terhadap para pengemudi transportasi online,” ungkap Jeffrey. “Di 2018, dari para pengemudi Go-Jek sendiri yang kami survei, 60% di antaranya mengaku pernah melakukan frauduntuk meningkatkan jumlah order mereka yang akan berpengaruh pada bonus dan pendapatan harian yang mereka terima.”

Para pengemudi Go-Jek yang pernah melakukan frauditu mengatakan melakukannya karena menemukan celah yang dapat ditembus dalam sistem Go-Jek. Caranya, dengan menggunakan aplikasi yang dapatmemodifikasi lokasi(mod). Di sisi lain, meski pengemudi Grab tak terbebas dari praktik fraud, namun jumlahnya lebih sedikit, yakni kurang dari 10%.

Para pengemudi Grab mengatakan ketatnya sistem keamanan di aplikasi Grab dapat mendeteksi adanya praktik nakal para pengemudi dan tegasnya sanksi yang diberikan oleh manajemen ditengarai mampu menjadi penghalau niat para pengemudi Grab untuk melakukan tindak kecurangan.Para pengemudi juga menyatakan bahwa kedua perusahaan berusaha untuk memperbaiki sistem mereka dalam mendeteksi fraud.

Saat ini, Grab dan Go-Jek sama-sama berkembang pesat, baik di ranah transportasi onlinemaupun online food delivery, Tanah Air. Akan tetapi, perhatian khusus harus diberikan terhadap aspek fraud demi menjamin perkembangan teknologi dan industri yang sehat. Adapun survei dilakukan terhadap 40 pengemudi dan 280 konsumen atau pengguna yang dipilih secara acak dalam skala nasional. (red/Ju)