Home Blog Page 854

Satu dari Tiga Komputer Hadapi Ancaman Online pada Q4 2018

0

Jakarta, Biskom- Tahun 2018 menjadi tahun yang menantang bagi dunia siber, termasuk di Indonesia yang berkomitmen untuk memaksimalkan sistem keamanan siber bagimasyarakat, mulai dari perubahan kebijakan hingga perlindungan infrastruktur.

Kedatangan ‘industri 4.0’ merupakan pemicu bagi Indonesia untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dinamis. Namun, lansekap terhubung baru ini juga diikuti dengan ancaman keamanan yang mengintai.

Ulasan ancaman Kaspersky Lab untuk kuartal terakhir tahun 2018 mengungkap bahwa di Indonesia 28% pengguna komputer terkena serangan berbasis web, dan lebih dari setengahnya (53,7%) menjadi sasaran ancaman lokal, seperti perangkat USB yang terinfeksi – menjadikan Indonesia negara dengan risiko paling tinggike 34 di dunia dalam hal ancaman siber.

Worms dan dokumen bervirus merupakan penyebab sebagian besar insiden berbasis komputer, dengan infeksi sering terjadi melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode “offline” lainnya.

Pada periode Oktober-Desember 2018, produk Kaspersky Lab mendeteksi 29.865.064 insiden lokal di komputer para pengguna Kaspersky Security Network (KSN) di Indonesia. Secara keseluruhan, 53,7% pengguna di negara Indonesia diserang oleh ancaman lokal selama periode tersebut, sehingga menempatkan negara Indonesia di peringkat ke-62 di seluruh dunia.

Dengan semakin banyaknya start-up dan banyaknya inovasi digital dalam perekonomian Indonesia, semua orang mulai dari pemerintah hingga bisnis dan konsumen perorangan diwajibkan untuk menyadari dan beradaptasi dengan kemungkinan ancaman di dunia siber.

“Kami berharap, pada tahun 2019, orang Indonesia akan menjadi lebih baik dalam mengamankan diri mulai dari identitas, privasi, dan uang mereka secara online,” ungkap Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky Lab Asia Pasifik.

Kaspersky Lab menyarankan bahwa untuk melindungi diri dariancaman online dan lokal, pengguna perlu menginstal perangkat lunak keamanan tingkat bisnis atau konsumen yang mencakup beberapa hal sebagaiberikut :

• Komponen deteksi perilaku yang mampu mendeteksi aktivitas berbahaya bahkan jika kode tidak diketahui
• Kemampuan pencegahan eksploitasi yang baik dalam mendeteksi dan memblokir upaya malware untuk memafaatkan kerentanan perangkatlunak.
• Memilikifitur fitur pembelajaran mesin terbaik untuk menemukan kode samaran berbahaya dan dikaburkan yang dirancang untuk menembus metode pendeteksian klasik
• Kemampuan untuk memblokir objek yang terinfeksi agar tidak terhubung ke komputer, termasuk untuk bisnis: firewall, fungsi anti-rootkit, dan kontrol atas perangkat yang dapat dilepas. (red/JU)

Datascrip Office Furniture Hadir di JDC

0

Jakarta, Biskom- Datascrip hadirkan office furniture showroom di Jakarta Design Centre (JDC)  dengan mengusung konsep desain kantor masa kini.

“Hadirnya showroom Datascrip di JDC, bukan saja sebagai gerai yang menyediakan produk-produk furnitur kantor berkualitas dan sejalan dengan perkembangan tren masa kini, melainkan juga sebagai ruang inspirasi dan kreasi seputar desain interior kantor,” ujar Mary T. Oetomo, Division Direcor pt. Datascrip pada Pembukaan Showroom Datascrip di JDC, Kamis, (7/2).

Pada kesempatan tersebut, Datascrip juga meluncurkan produk-produk furnitur terbaru sebagai solusi untuk penataan workstation dan penyimpanan di ruang kerja.

Zaky Makarim – Senior Division Manager pt. Datascrip menjelaskan, workstation merupakan titik utama aktivitas karyawan di kantor. Oleh karena itu, desainnya perlu diatur sedemikian rupa agar mendukung produktivitas karyawan dalam bekerja.

“Seiring dengan kebutuhan efisiensi ruang dan pola komunikasi yang lebih terbuka serta interaktif, dibutuhkan ruang kerja yang fleksibel dan dinamis. Hal ini juga untuk mendukung kolaborasi antarpersonil maupun antarbagian, serta menstimulasi proses kreatif di tempat kerja,” ujar Zaky. (red/Ju)

Electronic Identity (e-ID) akan dikembangkan

0
Jakarta, Biskom- Indonesia tengah memasuki tahapan penggunaan KTP-eL Multiguna untuk memasukkan data-data lain ke dalam KTP-eL.

Tahapan berikutnya adalah pengembangan mobile e-ID di mana masyarakat akan dapat mengakses layanan – layanan pemerintah maupun swasta dengan menggunakan identitas asli dirinya dimanapun berada.

“Saat ini era nya aplikasi layanan masyarakat yang dapat diakses melalui PC atau smartphone. Sehingga dengan adanya e-Id nanti, seseorang yang menggunakan fitur layanan publik baik di android maupun IOS, dapat diketahui identitasnya,” tutur Kepala BPPT Hammam Riza dalam Rakornas Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Makassar, Kamis (07/2)

Menurut Hammam, pembuktian identitas secara elektronik ini bisa dilakukan melalui PC desktop atau melalui smartphone dengan menggunakan biometrik (sidik jari, atau face-recognation) dan kode pin, seandainya PC dan smartphone sudah dilengkapi dengan divais sensor tersebut.

Pastinya, e-ID atau Mobile e-ID dapat digunakan di mana saja tanpa perlu pembaca KTP EL asalkan ada jaringan internet. Tak hanya itu, e-ID ini tidak lagi tergantung pada adanya kartu smartcard atau USB-drive teramankan yang menyimpan seluruh data-data kependudukan.

“Semua data-data tersebut sudah tersedia di basis data Kependudukan Nasional yang akan dapat diakses. E-ID hanya akan berisi NIK terenkripsi atau indeks lain untuk mengakses basis data. Dengan sistem KTP-EL, Indonesia sudah memiliki data kependudukan yang bersih dari duplikasi penduduk. Basis data ini akan menjadi landasan penting dalam pelaksanaan e-ID,” paparnya.

Hingga saat ini, berbagai hal perlu dikaji bersama oleh Kemendagri, Kemenkominfo, BPPT, BSSN dan berbagai instansi terkait permasalahan dasar hukum e-ID ini, pengamanan transmisi data, maupun integritas data-data, SOP pemberian dan penerimaan identitas elektronik ini. Selain itu, perlunya dikembangkan satu atau beberapa aplikasi layanan publik yang menunjukkan secara tegas dan lugas keuntungan serta manfaat dari e-ID ini

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT Michael A. Purwoadi menguraikan, bahwa metodologi pelayanan publik telah berkembang untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan.

“Kami akan mencoba memberikan pandangan tentang aspek lain dalam pelayanan digital melalui internet ini, yakni tentang pemanfaatan electronic Identity atau e-ID dalam pemberian layanan,” katanya.

Jika dulu, setiap individu harus datang ke berbagai instansi pemerintah untuk mendapatkan layanan, sekarang diperkenalkan Unit Pelayanan Publik Terpadu di mana masyarakat datang untuk mendapatkan layanan apapun yang diinginkannya.

“BPPT ingin meningkatkan pelayanan publik menggunakan TIK . Sekarang diusahakan agar penduduk tidak perlu lagi datang ke Unit Pelayanan Publik, akan tetapi cukup menggunakan jaringan internet saja,” katanya. (Red/Ju)

Inggris Danai Rp31 M untuk Riset Kebencanaan

0

Jakarta, Biskom- Kemenristekdikti bersama Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri Inggris melalui Newton Fund menyiapkan Rp 31 miliar untuk mendanai tiga penelitian terbaik di bidang kebencanaan hidrometeorologi dalam jangka waktu tiga tahun.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan Indonesia memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi gempa bumi, letusan gunung berapi, kekeringan, tsunami, banjir dan longsor. Ancaman bencana ini diperburuk oleh perubahan iklim, peningkatan populasi, perubahan penggunaan lahan serta urbanisasi.

Untuk itu, Kemenristekdikti bersama Natural Environment Research Council (NERC) dan Economic and Social Research Council (ESRC) bekerjasama mendanai ilmuwan terbaik Indonesia dan Inggris yang berkolaborasi dalam riset berstandar tinggi. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan terobosan dalam kebencanaan, terutama dalam memahami dampak-dampak bencana terkait dengan air maupun lahan (hydrometeorological hazards).

“Hasil kolaborasi ini akan meningkatan ketahanan dan kesiapan Indonesia dalam menangani perubahan iklim yang mematikan, termasuk melalui intervensi kebijakan maupun komunikasi potensi bencana yang etektif,” lanjut Menristekdikti saat konferensi pers peluncuran kerja sama riset kebencanaan Indonesia – Inggris melalui Program Newton Fund di Gedung D, Kemenristekdikti, Jakarta, Kamis (7/2).

Menteri Nasir mengungkapkan, proses pemilihan tiga penelitian yang didanai dilakukan dengan proses yang terbuka, transparan, dan kompetitif. Sebanyak 23 proposal yang masuk dinilai reviewer dari Indonesia dan Inggris.

“Sepuluh proposal yang lolos didiskusikan pada panel meeting bulan Agustus 2018, sampai akhirnya diputuskan bersama tiga proposal yang didanai bersama dengan total dana 31 miliar rupiah selama tiga tahun,” ujar Menristekdikti.

Proyek penelitian terpilih adalah Mitigating hydro meteorology hazard impacts through transboundary river management in the Ciliwung River basin, dengan peneliti utama dari Indonesia yaitu Harkunti Rahayu (Institut Teknologi Bandung) dan dari Inggris adalah Richard Haigh (University of Huddersfield). Riset ini ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan badan sungai Ciliwung dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman banjir.

Riset selanjutnya, Java Flood One dengan peneliti utama Agus Mochamad Ramdhan (Institut Teknologi Bandung) dan Simon Mathias (Durham University). Hasil riset ini akan meningkatkan prediksi banjir jangka menengah di beberapa pusat kota pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung dan Surakarta.

Terakhir, Extreme rainfall and its effects on flood risk in Indonesia, dengan peneliti utama Suroso (Universitas Jenderal Soedirman) dan Chris Kilsby (Newcastle University). Riset ini bertujuan mengidentifikasi penyebab utama banjir di Indonesia dan strategi-strategi utama yang dapat memitigasi resiko bencana.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik mengatakan kolaborasi berskala internasional dan komitmen pendanaan akan memberikan dampak signifikan baik secara sosial maupun ekonomi. Newton Fund, dalam kemitraannya dengan Kemenristekdikti berkomitmen mendanai riset-riset kolaborasi berskala internasional yang dapat memberikan kontribusi positif baik secara sosial maupun ekonomi.

“Bencana banjir dan longsor tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup masyarakat, namun juga perkembangan ekonomi Indonesia. Ilmuwan terbaik Inggris dan Indonesia bekerjasama dan saling belajar agar bisa membuat suatu perubahan besar, serta menginspirasi generasi ilmuwan muda berikutnya,” ujar Moazzam.

Menurut Moazzam, bidang sains dan riset Inggris menempati posisi kedua dunia dengan 54% hasil penelitiannya masuk ke dalam kategori terbaik dunia. Hasil riset Inggris dikutip lebih banyak, bila dibandingkan dengan hasil riset negara lainnya. Sebanyak 38% peraih Nobel memilih untuk bersekolah di Inggris.

“Saya bangga kami bisa bermitra dengan ilmuwan di Indonesia serta berkontribusi membangun Indonesia yang lebih aman, lebih makmur dan lebih unggul,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati menyatakan Pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti memilih Inggris sebagai mitra kerjasama karena kualitas hasil penelitiannya merupakan salah satu terbaik di dunia. Kemitraan ini dapat memperkuat kerjasama sains kedua negara serta meningkatkan kesiapan Indonesia dalam kebencanaan.

“Kemenristekdikti juga telah berupaya untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai lembaga di luar negeri dalam bidang penelitian baik secara bilateral maupun multilateral seiring dengan usaha pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas hasil penelitian dan kapasitas peneliti,” lanjutnya.

Kolaborasi riset ini mendukung Prioritas Riset Nasional 2020-2024 dalam manajemen bencana, terutama di bidang kerjasama multi-sektoral. Dimyati berharap ketiga riset yang terpilih akan membangun kekayaan ilmu pengetahuan bidang kebencanaan, sehingga kesiapan terhadap ancaman bencana di Indonesia dapat lahir dan berkembang dari penelitian-penelitian ini. (red/Ju)

Ristekdikti Gelar Workshop Innovation Cluster NTB

0

Mataram, Biskom- Implementasi klaster inovasi berbasis Produk Unggunlan Daerah (PUD) membutuhkan kolaborasi dan sinergi peran antarstakeholders inovasi yakni pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan media yang dikenal sebagai model kolaborasi penta helix.

Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti  Ophirtus Sumule meyakini   kepemimpinan yang inovatif  mampu merancang konsep pembangunan daerah yang holistik melalui upaya-upaya kebijakan kemudahan berusaha (teknis dan administratif), insentif pajak, pelayanan inovatif – one stop services (pelayanan satu atap) – reformasi dan revolusi mental birokrasi (berintegritas), riset dan inovasi perguruan tinggi dan lembaga litbang berorientasi kepada peningkatan ekonomi daerah.

Terkait Peningkatan ekonomi daerah  dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan nilai tambah serta daya saing PUD, juga meliputi  perencanaan dan implementasi: RPJMD; RPIP dan RPIK serta program pembinaan IKM/UKM yang berkelanjutan.

“Beberapa daerah  yang meningkat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakatnya secara siginifikan  lebih banyak ditentukan oleh kepemimpinan daerah yang inovatif dan didukung oleh komoditas dan keunggulan komparatif PUD,” ungkap   Ophirtus Sumule dalam acara workshop yang mengusung tema Regional Innovation Cluster NTB – Progressing Ristekdikti’s Innovation Cluster Agenda di Mataram, (6/2).

Kegiatan tersebut dilaksanakan  Kemenristekdikti bersama The Applied Research and Innovation Systems in Agriculture (ARISACSIRO) Australia.

Fokus agenda workshop adalah  peluang yang terkait dengan pertanian dan pariwisata termasuk peluang pengembangan klaster inovasi PUD  lebah madu (propolis), klaster inovasi cabai, klaster kosmetik dan herbal, klaster inovasi rumput laut, industri perhotelan dan pariwisata serta bagaimana model pengembangan klaster inovasi berbasis PUD yang digagas oleh Kementristekdikti dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Retno Utari selaku pengembang Klaster Inovasi PUD Madu NTB menambahkan, dalam upaya merealisasikan implementasi klaster inovasi PUD Madu pada tahun 2019 Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar untuk menata budidaya dan menyiapkan suplai di sektor hulu.

Selanjutnya Pemkab Lombok Utara bersama dengan UNRAM, unia usaha dan komunitas akan mengelola unit bisnis di sektor hilir dalam bentuk konsorsium inovasi.

“Pendekatan Model Pengembangan Klaster Inovasi tidak sekadar sebagai konsep tetapi juga sebagai platform nasional dalam konteks pembangunan ekonomi daerah berbasis pengetahuan dengan memanfaatkan potensi produk unggulan daerah dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah”, ujar  Muhammad Amin Kasubdit Sistem Informasi dan Diseminasi Inovasi – Kemenristekdikti. (red)

 

Gerai Canon ke-19 Hadir di Mal Ambassador

0

Jakata, Biskom-  Datascrip sebagai distributor tunggal produk Canon di Indonesia kembali menghadirkan gerainya di  Mal Ambassador Jakarta.

Gerai Canon Image Square ini merupakan yang ke-19 di Indonesia, serta gerai ke-3 di kota Jakarta, melengkapi gerai yang telah hadir Tanah Abang  dan Panglima Polim.

Selain di Jakarta, Canon Image Square telah hadir di sepuluh kota lainnya di Indonesia, yaitu di Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Manado, Solo, Bali, Jambi, Banjarmasin dan Malang.

“Hadirnya Canon Image Square  dapat  memberikan keuntungan tersendiri. Di sini, pelanggan bisa mencoba produk yang akan dibeli, serta berkonsultasi langsung dengan sales consultant profesional,” Merry Harun, Canon Division Director, pt. Datascrip.

Canon Image Square mengusung konsep sebagai rantai toko ritel yang menghadirkan serangkaian produk pencitraan digital dari Canon yang disertai dengan nilai tambah pengalaman (experience), pengetahuan (education), keterlibatan (engagement), dan kesenangan (excitement) konsumen terhadap produk-produk pencitraan digital Canon, mulai dari prapembelian hingga pascapembelian.

Konsumen dapat mencoba dan merasakan langsung produk-produk Canon sehingga memberikan pengalaman tersendiri bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan.

Di gerai  ini pelanggan dapat menemukan beragam produk pencitraan digital Canon secara lengkap, mulai dari input hingga output product, yaitu: kamera digital saku IXUS dan PowerShot, kamera DSLR dan mirrorless EOS, lensa serta perangkat cetak foto dengan printer SELPHY. Tersedia pula kebutuhan aksesori, seperti baterai, speedlite, underwater case, hingga consumables untuk printer SELPHY. (red/ju)

Ekonomi Digital Indonesia Sampai Mana?

0

Jakarta, Biskom- Bicara target ekonomi digital yang dicanangkan pemerintah kita, tinggal setahun lagi. Lalu apakah bisa kita capai ?

Menurut Fanky Christian Experienced IT Infrastructure, bicara infrastruktur jaringan, negara kita berusaha semaksimal mungkin mengejar ketertinggalan dengan berbagai program kerja Kominfo, terutama terkait Palapa Ring. Tapi tantangan ekonomi digital bukan hanya di sebaran jaringan, tapi juga di kapasitas bandwidth yang bisa digunakan. Memang jumlah pengguna Internet dan sosmed kita meningkat tahun ini, bisa dilihat di data berikut.

Mereka kebanyakan menggunakan handphone dan smartphone untuk mengakses Internet. Dan jumlahnya mencapai 53% dari populasi Indonesia. Tapi apakah ini cukup?

Ternyata kecepatan kita masih di 10,53 MBPS untuk mobile phone, sedangkan 15.52 MBPS apabila menggunakan fixed line

Melihat dari angka-angka di atas, maka pendekatan ekonomi digital dengan menggunakan basis smartphone atau mobilephone adalah yang paling mudah dilakukan. Dan ini juga seiring dengan pertumbuhan pengguna sosial media di Indonesia. Peningkatannya hingga 15%.

Bagaimana mereka menggunakan Internet? Untuk mencari informasi, paling tinggi melalui Google, selanjutnya barulah sosial media Facebook dan Youtube. Yang menarik, detik.com dikalahkan oleh tribunnews.com. Pendekatan tribunnews yang menggunakan multiple kanal dan subdomain bisa menjadi faktor utama.

Selanjutnya marketplace Tokopedia.com, sebagai marketplace yang paling sering diakses. Dan berikutlah yahoo.com (masih ada yang pakai ya), dan yang menarik, adalah penggunaan whatsapp.com – tentunya ini asumsi menggunakan web akses dari whatsapp.com. Tanpa disadari, metode komunikasi kita sangat bergantung tinggi dengan whatsapp saat ini, dimana mengetik menggunakan web.whatsapp.com – dan berkomunikasi telepon melalui whatsapp call. Terakhir bukalapak.com menjadi web yang paling banyak diakses juga.

Bagaimana mereka mengakses ? Sebagian besar masih menggunakan smartphone. Jangan heran juga jumlah waktu yang kita habiskan mengakses Internet. Bayangkan, hingga 8 jam rata-rata. Sosial media hingga 3 jam, video hampir 3 jam, dan mendengarkan streaming music 1 jam lebih.

Bicara ekonomi digital, apa sebenarnya yang dicari di search engine oleh masyarakat Indonesia ? Inilah kata-kata yang kita cari di tahun 2018. Selain itu juga, penggunaan Internet juga digunakan untuk mengakses video streaming.

Maka sangat wajar, bila generasi sekarang adalah generasi youtuber. Dan tentunya kita harus gunakan ketertarikan ini untuk mengakses informasi produk dan solusi yang kita jual di streming atau dalam bentuk video.

Menarik juga melihat data penggunaan teknologi Internet, dimana ads-blocking telah digunakan. Selain itu penggunaan voice search, dan kesadaran penggunaan VPN untuk akses yang aman.

Kemudian kita bahas penggunaan sosial media di Indonesia. Sebagian besar menggunakan messaging, aktif dalam sosial media, dengan waktu akses rata-rata 3 jam, memiliki hingga 11 sosial media akun, dan 37% telah menggunakannya untuk kepentingan pekerjaan. Data ini sangat menarik, dimana kita bisa memaksimalkan perkenalan dan diskusi produk dan solusi melalui sosial media dan messaging.

Youtube menjadi sosmed yang paling banyak diakses. Disusul whatsapp, facebook dan instagram, dimana ketiganya dihandle oleh satu perusahaan. Barulah instagram dan Line yang diakses banyak anak muda. Serta Twitter, dunia lain Indonesia, serta FB Messanger yang mulai marak digunakan.

Semua perusahaan sosial media ini mendapatkan dana nya dari advertising.  Dan, LinkedIn menempati pertumbuhan ads audience tertinggi.

Dengan profile mereka adalah sebagai berikut:

Apabila target dari aktifitas ekonomi kita ada di dalam data diatas, maka sepatutnya mempertimbangkan sosial media sebagai media iklan produk dan solusi kita.

Berikutnya,  penggunaan mobile Internet Indonesia menyebutkan, 96% menggunakan mobile messenger. Pastikan bisnis anda menggunakan kemampuan dan bisa diakses dengan mudah oleh mobile messenger. Dan ada 89% menggunakan mobile map services, dan umumnya google map. Jadi pastikan kegiatan ekonomi anda menggunakan Google My Business agar bisa diakses dari google map.

Sekarang jika di lihat dari  faktor penggunaan finansial mereka. Hampir 49% bank-able, punya rekening, dengan 2.4% memiliki credit card. Dan menariknya 3.1% punya money account, serta menggunakan belanja online hingga 11%. Jadi pastikan usaha ekonomi anda juga bisa menerima berbagai pembayaran yang ada.

Kemudian, kita ke tulang punggung berikutnya dari Ekonomi digital kita, yaitu e-commerce. Data menyebut ada 93% selalu mencari produk dan service melalui online, dengan 90% diakses dari web online store, dan 86% membeli secara online. Serta 37% membeli melalui laptop / desktop dan 76% melalui mobile device. Pastikan usaha anda bisa diakses dari mobile phone terutama search engine.

Apa yang mereka belanjakan di e-commerce ? data menyebut masih  di bidang  Fashion & Beauty, dan Electronic dan Physical media yang banyak, selain travel yang terus menempati angka tertinggi dalam transaksi e-commerce.

Apa saja yang berkembang pesat dalam e-commerce Indonesia ? Yang menarik, Food dan Personal care menunjukkan peningkatan yang tinggi. Jadi manfaatkan momen ini untuk berjualan e-commerce terkait food dan personal care.

Gerakan harbolnas, dan rangkaian diskon memang menggelorakan e-commerce. Tapi tetap kita harus perhatikan offline retail market juga.

Jadi apakah kita sudah siap masuk dan menjadi negara dengan ekonomi digital terkuat di asia di tahun 2020 ? Pertama, infrastruktur jaringan harus kita segera maksimalkan, agar semua pelosok negeri ini bisa mengakses Internet.

Kedua, perkembangan e-commerce diatas menunjukkan banyak peluang yang bisa kita lakukan, dengan menggunakan e-commerce kita bisa menggerakan ekonomi. Jangan lupa juga peluang ekosistem e-commerce, mulai dari logistik hingga payment, serta pembiayaan yang bisa berkembang.

Ketiga, semua aspek e-commerce, Internet dan sosial media, sangat membutuhkan Digital Talents. Maka harus kita kembangkan kemampuan dan kapabilitas terkait dengan sosial media, penggunaan teknologi berbasis internet. Diharapkan dengan adanya fokus ke digital talents, kita akan melihat startup-startup digital dan non digital gunakan teknologi akan bermunculan lebih banyak.

Itulah yang kami lakukan di dalam Asosiasi Pengusaha TIK Nasional, tempat bernaungnya ribuan pengusaha TIK tanah air. Bersatu padu menggunaakan e-commerce dan ekosistem marketplace, serta mengembangkan potensi dan bakat digital talents di seluruh tanah air. Dengan demikian, diharapkan target Indonesia menjadi negara digital 2020 dapat tercapai.

sumber gambar: https://www.slideshare.net/DataReportal/digital-2019-indonesia-january-2019-v01?ref=https://datareportal.com/reports/digital-2019-indonesia

BPPT Dorong Hilirisasi Hasil Riset Pangan dan Kesehatan

0

Jakarta, Biskom- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berupaya mengkaji terap teknologi, sebagai solusi dan rekomendasi terhadap permasalahan di sektor pertanian, pangan dan kesehatan.Apalagi, negara yang kuat sektor industrinya, juga ditopang oleh kuatnya pembangunan sektor pertanian dan pangan.

Kepala BPPT Hammam Riza menegaskan hasil kajian BPPT harus diterapkan di kalangan industri atau masyarakat. Karena itu, BPPT sangat mendorong akan adanya hilirisasi hasil riset ke masyarakat.

“BPPT akan mengangkat teknologi ini sampai dimanfaatkan oleh masyarakat luas melalui program pengkajian dan penerapannya. Ini adalah bidang penting yang terkait dengan harkat hidup orang banyak yaitu teknologi pangan, pertanian, dan kesehatan yang akan menjadi flagship-nya BPPT.” ungkap Hammam saat membuka The 3rd Bioeconomic Innovations on Agroindustrial Technology and Biotechnology 2019 di gedung BPPT Jakarta, Rabu (6/2).

Dalam kesempatan tersebut, Hammam juga memaparkan kiprah BPPT dalam pengembangan teknologi pertanian, pangan dan kesehatan di kancah nasional.

“Kami berharap Forum ini  akan menjadi salah satu jembatan antara kalangan akademisi dengan masyarakat industri. Konsep triple helix melalui sinergi positif antara kalangan akademisi, industri dan pemerintah akan kami jalankan secara optimal,” ungkapnya.

Sementara itu   Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB)  BPPT, Soni S. Wirawan menuturkan bahwa kegiatan merupakan salah satu upaya percepatan hilirisasi capaian produk dan teknologi kepada para pemangku kepentingan.

“Hilirisasi merupakan tahapan penting bagi pengkajian teknologi, karena tanpa tahapan ini maka keseluruhan kajian hanya akan menjadi bahan laporan dan publikasi belaka, dan tidak memberikan dampak ekonomi secara signifikan, serta mengacu pada kebijakan pemerintah,” terangnya.

Kegiatan gelar teknologi ini didahului paparan program Kedeputian TAB 2020-2024. “Tema yang akan disampaikan adalah inovasi teknologi di bidang pangan berbasis protein, pangan padat gizi, obat herbal, bahan baku obat dan bio industri untuk mendukung industri manufaktur berkelanjutan,” ujarnya.

Soni menguraikan, Kiprah BPPT dalam bidang pertanian dan pangan pengembangan ikan nila SALINA yang mampu hidup di air payau bahkan di air laut. Ikan nila SALINA semula dirancang untuk menggantikan komoditas ikan bandeng dan udang windu. Dalam pengembangan selanjutnya, ikan nila SALIN ini dapat hidup di air laut, sehingga budidaya menggunakan jaring apung sangat memungkinkan untuk dilakukan.

Di bidang pangan misalnya, BPPT berupaya mensubstitusi impor daging sapi melalui program integrasi industri sawit dan sapi yang sedang dikembangkan Tim Peneliti dan Perekayasa Deputi TAB bekerjasama dengan mitra terkait.

“Semoga lahan sawit nasional yang saat ini sekitar 14 juta hektar dapat dimanfaatkan secara optimal tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan industri sawit dan turunannya namun juga terkait upaya pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional,” paparnya.

Sementara dalam dunia Industri kesehatan, isu ketergantungan bahan baku obat dan alat kesehatan impor merupakan salah satu permasalahanan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia hingga saat ini.

Faktor industri hulu dan antara yang lemah, merupakan salah satu penyebab tidak berkembangnya industri bahan baku obat sintetik kimia di Indonesia. Di sisi lain, negara-negara maju telah jauh mengembangkan industri bahan baku obat dengan dukungan industri hulu dan antara yang kuat.

“Dengan kondisi semacam ini, Indonesia sebenarnya memiliki sumberdaya hayati yang sangat melimpah. Kekayaan ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan obat herbal atau obat berbasis fermentatif. Dengan melihat hal ini seharusnya mempunyai peluang untuk mengembangkan bahan baku obat berbasis herbal atau fermentatif,” terangnya. (red/Ju)

 

 

BPPT Bangun 3 BUOY untuk GAK & Selat Sunda

0

Jakarta, Biskom- BPPT kembali merekomendasikan  akan pentingnya alat deteksi dini yang handal dan mumpuni di tanah air. Hal tersebut tertuang  saat gelaran rapat Sinergi pemerintah dan badan usaha dalam penanggulangan bencana nasional di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (4/2).

Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan kepada seluruh pemangku kepentingan strategis bahwa Indonesia sebagai negara yang berada di wilayah ring of fire, memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir dan lainnya.

“Untuk itu kami meminta dukungan seluruh pihak terkait Rancangan Perpres Multi Hazard Early Warning System. Dan, Perpres ini sangat  penting mengingat perlu adanya mekanisme langkah antisipasi bencana, serta menanggulangi pasca terjadinya bencana,” kata Hammam.

Lebih lanjut Hammam menambahkan, “BPPT akan berperan dalam memberikan rekomendasi teknologi yang tepat sebagai perangkat deteksi dini bencana. Seperti BUOY Tsunami, Alat deteksi kabel bawah laut atau CBT, serta teknologi lainnnya.”

Tahun 2019 ini, BPPT  akan meluncurkan 3 BUOY untuk kawasan GAK dan Selat Sunda. “BUOY Merah Putih atau buoy generasi ketiga akan di pasang di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda dan kami pastikan juga  tahan terhadap  vandalism,” jelasnya.

Selain BUOY,  BPPT akan memasang kabel bawah laut atau (cable base tsunameter), untuk melengkapi BUOY. Pasalnya, CBT atau kabel bawah laut ini penting untuk mendeteksi tsunami yang sifatnya dekat, atau near field tsunami.

Sementara itu, terkait  koordinasi dan pengamanan peralatan teknologi yang akan dipasang itupun, Hammam mengaku akan berkoordinasi dengan BNPB. (red/Ju)

 

MyRepublic Tuan Rumah Fight Fest 2019

0

Jakarta, Biskom- Perkembangan dunia gaming tidak bisa dianggap sebelah mata lagi.Beragam turnamen kelas nasional dan internasional sudah sering diadakan di Indonesia.

Di tahun 2019 ini MyRepublic sebagai internet fiber berkomitmen untuk meningkatkan ekosistem eSport dengan menghadirkan layanan internet yang stabil.

Di tahun lalu MyRepublic mendukung  kompetisi kelas internasional yaitu GESC Dota 2 Pro Circuit Minor. Di awal tahun ini MyRepublic mengawali komitmen tersebut dengan menjadi tuan rumah turnamen Fight Fest 2019 yang digelar  Advance Guard pada  27-28 Januari 2019 di Kantor MyRepublic Indonesia yang diikuti oleh 250 peserta.

Adapun cabang yang dipertandingkan akan terdiri dari enam fighting games seperti Tekken 7, Street Fighter V; Arcade Edition, The King of Fighters XIV, The King of Fighters 98 , Blaz Blue Cross Tag Battle serta game yang baru saja dirilis, Soul Calibur VI.

Kompetisi Tekken 7 yang diadakan hari pertama merupakan babak kualifikasi dari ajang Indonesia Esports Games (IEG) yang berlangsung pada 28 Januari 2019. Turnamen ini juga diikuti beberapa gamer di dunia eSport seperti Stephen Wira dan Darmawan Sie.

Stephen Wira yang juga Youtuber mengaku puas terhadap sensasi main games dengan menggunakan layanan internet MyRepublic, “Internetnya cepat banget dan buat permainan jadi makin seru karena gak nge-lag,” ujarnya.

Selain itu, Darmawan Sie dari Bigetron E-Sport juga mengapresiasi  layanan MyRepublic. “Dengan support dari MyRepublic membuat kompetisi ini jadi lancar. Terbukti bahwa MyRepublic sangat cocok untuk para gamer!” tutupnya. (red/Ju)