Home Blog Page 864

Lima Besar Serangan Siber Paling Merusak

0

Jakarta, Biskom – Telah banyak serangan siber yang terjadi, baik dari jenis paling biasa hingga tercanggih sekalipun dan apa pun tipenya kerugian dampaknya bagi pengguna.

Dalam kasus terburuk yang pernah terjadi misalnya, pengguna mendapatkan ancaman pembayaran tebusan di layar, memberitahukan bahwa komputer dienkripsi dan kunci dapat dibuka apabila telah melakukan pembayaran. Selain itu juga terdapat malware senyap, yang bertindak diam-diam tersembunyi dalam perangkat untuk memaksimalkan pencurian data sebelum aksinya tertangkap.

Kebanyakan orang masih belum mengetahui seberapa besar bahaya yang ditimbulkan dari serangan siber, karena para pelaku kejahatan siber dapat menyerang mulai dari level industri hingga nasional dengan konsekuensi yang luar biasa. Berikut adalah lima serangan siber paling spektakuler yang terjadi sepanjang sejarahnya:

  1. WannaCry – Serangan WannaCry membuat ransomware dan malware dikenal oleh semua pengguna, termasuk mereka yang tidak dapat membedakan byte dengan bite.
  2. NotPetya / ExPetr – Ada pendapat yang mengatakan bahwa serangan yang paling merugikan bukanlah WannaCry, melainkan malware pengenkripsi lainnya (secara teknis adalah penghapus namun tidak mengubah dasarnya) yang disebut ExPetr, juga dikenal sebagai NotPetya.
  3. DarkHotel – Bukan rahasia lagi bahwa jaringan Wi-Fi publik di kafe atau bandara bukanlah yang paling aman. Masih banyak yang percaya bahwa Wi-Fi hotel masih jauh lebih aman, karena walaupun jaringan hotel masih bersifat publik, setidaknya diperlukan otorisasi untuk mengaksesnya. Kesalahpahaman semacam itu telah merugikan banyak karyawan perusahaan berangking dan berposisi tinggi.
  4. Stuxnet – Mungkin malware paling terkenal dengan serangan yang kompleks dan multifaset yang menonaktifkan sentrifugal pengayaan uranium di Iran, memperlambat program nuklir di negara tersebut selama beberapa tahun. Stuxnet adalah yang paling pertama dibicarakan terkait penggunaan senjata siber terhadap sistem industri.
  5. Mirai – Keberadaan Botnet sudah terpantau sejak lama, tetapi kemunculan Internet of Things memberikan kehidupan baru bagi Botnet. Perangkat-perangkat yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan keamanannya dan belum terpasang antivirus tiba-tiba mulai terinfeksi dalam skala besar. Perangkat ini kemudian melacak perangkat lainnya dari jenis yang sama, dan segera menyebarkan penularan.

BPPT BerikanTeknologi Mikro Irigasi di Papua

0

Jakarta, Biskom – Gandeng Komisi VII DPR,  Balai Bioteknologi  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  menggelar  kegiatan diseminasi teknologi hasil kajian perekayasa BPPT di daerah-daerah di Indonesia. Kegiatan ini untuk mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi petani di Indonesia.

Adalah teknologi Mikro Irigasi dengan memanfaatkan input produksi budidaya tanaman, berupa air irigasi bahkan sekaligus pupuk.

Dikatakan Kepala Balai Bioteknologi BPPT, Agung Eru Wibowo, teknik mikro irigasi dapat diterapkan secara efisien dan efektif berdasarkan kebutuhan air tanaman, ketersediaan air setempat, musim tanam, cara budidaya, pola tanam, harga air dan kuantitas kebutuhan pasar untuk mendukung agribisnis tanaman bernilai jual tinggi.

“Teknologi mikro irigasi ini mampu menyediakan air irigasi suatu komoditi hortikultura (cabe, tomat) dengan hemat berdasarkan media tanah ataupun kondisi iklim tanaman yang dibudidayakan,” paparnya di Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (11/12).

Dalam pelatihan bertajuk Diseminasi Teknologi Aplikasi Mikro Irigasi untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman Hortikultura ini juga disampaikan, bahwa mikro irigasi ini dapat digunakan untuk berkali-kali masa penanaman.

“Sistem mikro irigasi ini bisa bertahan lama jangka waktu pemakaiannya. Jika dikelola dan dirawat dengan baik, bisa optimal hingga 5 tahun,” sebutnya.

Teknologi mikro irigasi lanjutnya, sudah dikenal luas di dunia internasional, utamanya di kalangan pelaku pertanian. Meski begitu, belum banyak pelaku pertanian di Indonesia mengenalnya.

“Metode irigasi ini dilakukan dengan cara pemberian langsung air untuk tanaman pada area perakaran, sehingga menekan jumlah penggunaan air,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapnya bahwa penerapan mikro irigasi di Indonesia dapat menjadi solusi masalah kekeringah lahan, serta sulitnya distribusi air menuju lokasi lahan. Sistem ini juga imbuhnya, masih terbatas pada usaha tani komersial. Padahal, semakin langkanya ketersediaan air, nilai ekonomi air semakin tinggi.

Sejauh ini, praktik irigasi mikro di seluruh dunia tidak hanya diterapkan pada daerah kering, namun juga di daerah perkotaan dan daerah-daerah dengan tingginya harga air. Terdapat beberapa jenis irigasi mikro, yaitu irigasi tetes (drip irrigation), irigasi percik (spray irrigation), bubbler irrigation, irigasi bawah permukaan (sub-surface irrigation), dan mini sprinkler.

“Masing-masing jenis irigasi tersebut dapat dibedakan dari cara pengeluaran air. Cara irigasi ini dapat dilakukan di lahan terbuka dan rumah kaca. Selain itu, penerapannya juga sangat fleksibel,” ujarnya.

Menurutnya, upaya budidaya tanaman hortikultura yang lebih baik, menjadi pilihan utama untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Papua.

Untuk itulah dikatakan Agung, BPPT dengan dukungan Komisi VII DPR RI, terus berkomitmen melakukan inovasi dan layanan teknologi untuk masyarakat, salah satunya melalui kegiatan diseminasi teknologi Mikro Irigasi.

“Melalui kegiatan diseminasi teknologi ini, diharapkan inovasi teknologi hasil pengembangan Balai Bioteknologi BPPT dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh petani di Timika dan dapat mendorong tumbuhnya dan meningkatkan produktivitas menuju petani sejahtera,” harap Agung.

Tingkatkan Produktivitas

Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi VII DPR RI, Peggi Patrisia Pattipi menuturkan bahwa kerjasama yang dilakukan DPR RI dengan BPPT ini ditujukan khususnya untuk meningkatkan kompetensi para petani di Timika, Papua.

Papua katanya berpotensi besar menjadi sentra produksi pertanian di wilayah Indonesia bagian timur. “Kami di DPR  juga berupaya agar Papua tidak tertinggal secara teknologi. Kami terus berusaha untuk mengangkat produktivitas pertanian di Papua,” pungkasnya.

Pada gelaran diseminasi teknologi ini juga disampaikan bahwa tanaman hortikultura memiliki potensi besar dalam meningkatkan devisa negara. Namun disampaikan oleh Perekayasa Balai Bioteknologi BPPT, Roni Kartiman hingga saat ini masih mengalami kendala untuk memasuki pasar yang lebih besar.

“Masih terkendala jumlah produksi dan kualitas. Selain itu manajemen usahanya juga belum optimal. Semoga masyarakat Kabupaten Mimika dapat meningkat kompetensinya dengan pelatihan dari BPPT ini,” katanya.

Salah seorang petani dari Desa Naina Muktipura (SP6) Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Atmokuru (60), meyakini bahwa dirinya dan kelompok tani di papua mampu untuk melaksanakan sistem mikro irigasi

Diakui olehnya teknologi mikro irigasi ini akan membuat pertanian lebih efisien. Dirinya mengharapkan ongkos produksi dalam bertani seperti tanaman cabe, dapat berkurang biaya produksinya, dengan adanya teknologi mikro irigasi. (red)

 

Jumain Appe, “Perlu Segera Ditetapkan Perpres tentang Audit Teknologi”

0

Jakarta, Biskom –  Kementerian Ristekdikti mendorong percepatan Preraturan Presiden (Perpres) tentang Audit Tenologi. Ini terkait semakin krusialnya peran kontrol dan audit teknologi di era revolusi industri 4.0.

Dengan Kebijakan Audit Teknologi yang terintegrasi dan terkoordinir, maka objek audit akan dapat diagendakan secara nasional melalui forum audit teknologi. Dan, forum tersebut  bakal dibentuk Menristekdikti dan beranggotakan pemimpin kementerian terkait

“Pemerintah telah menyusun Perpres tentang Audit Tenologi yang telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya mendapat persetujuan dari kementerian/lembaga terkait, sehingga kita berharap akan segera ditetapkan,” ungkap Dirjen  Penguatan Inovasi,  Jumain Appe dalam diskusi bertajuk ‘Urgensi Audit Teknologi untuk Menghadapi Industri 4.0’ di Jakarta, Jumat (7/12).

Menurut Jumain, pada dasarnya  urgensi audit teknologi  merupakan instrumen yang digunakan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk peningkatan daya saing. Bahkan, Audit teknologi  akan berdampak signifikan jika dapat dilaksanakan secara lintas sektor baik di pusat maupun daerah namun tetap terintegrasi melalui forum.

Dalam rancangan perpres, lingkup audit menyasar lembaga pemerintahan secara khusus dan sukarela pada dunia usaha. “Misalnya di bidang pertahanan dan keamanan, nanti bisa dibentuk forum untuk tentukan audit teknologi di bidang tersebut saat ini kondisinya seperti apa dan arah potensi pengembangan ke depannya,” jelasnya.

Dijelaskan,  fungsi audit teknologi ialah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan teknologi yang dimiliki sebuah lembaga. Kemudian untuk mengukur kinerja teknologi, peningkatan produktivitas, peningkatan efektivitas dan efisiensi. Lalu kesesuaian dengan standar dan rencana.

Selanjutnya  melakukan identifikasi risiko-risiko penguatan teknologi dan mencegah kerugian akibat penggunaan teknologi. Lalu perencanaan pengembangan sistem dan perbaikan kelemahan. Terakhir investigasi atau mengungkap fakta terkait dengan suatu kejadian yang membahayakan keselamatan atau keamanan. “Seperti investigasi kecelakaan pesawat maupun lalu lintas, audit teknologi juga masuk ke area tersebut,” imbuh Jumain.

Adapun ruang lingkup audit teknologi mencakup peralatan fisik, teknologi yang melekat pada manusia seperti pengetahuan, keahlian, kebijakan, kreativitas, dan pengalaman. Kemudian teknologi yang melekat pada peranti lunak atau dokumen. Terakhir teknologi yang melekat pada institusi yang terdiri dari praktek manajemen dan organisasi.

Sementara itu,  Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam,  Hammam Riza, mengatakan bahwa  audit teknologi perlu dilakukan secara  menyeluruh tidak hanya pada komponen teknis tapi juga menyasar pada isu kompetensi dan integritas sumber daya manusia.

Ia mengatakan hal itu berkaca dari kasus bocornya keamanan KTP elektronik yang baru-baru ini terungkap. Menurutnya, kebocoran terjadi karena faktor komponen manusia atau human error. “Kerentanan terhadap sistem secara keseluruhan harus dipetakan melalui audit teknologi. Apakah terjadi kebocoran, iya nyatanya. Bukan hanya audit teknologi yang diperlukan tapi sistem yang juga didalamnya terdapat people process,” ucap Hammam yang juga Ketua Umum Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI).

Ditambahkan Hammam, audit teknologi merupakan bagian dari sistem audit secara luas. Menurutnya, hanya mengaudit teknologi saja tidak akan menyatakan bahwa sistem itu aman atau sistem itu berkinerja baik atau handal. Pasalnya, orang dan prosesnya juga harus diaudit. Orang, proses, dan teknologi merupakan bagian dari keseluruhan sistem auditing.

“Untuk audit teknologi, kami ingin mengatakan bahwa setiap pembangunan baik itu di bidang transportasi, infrastruktur, kesehatan, telekomunikasi, dan hankam harus ada aspek audit. Audit bukan di-introduce di akhir sebuah project tapi sudah ada perencanaan audit sejak dari awal merancang program pembangunan,” katanya.

Karena itu Hammam berharap Perpres Audit Teknologi akan mengedepankan bahwa audit teknologi perlu disemua lini dan menjadi bagian dari tahapan pembangunan.

Ditempat yang sama, mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengingatkan pengembangan teknologi di era revolusi 4.0 saat ini perlu direspons dengan strategis. Perlu diidentifikasi dan dirumuskan sektor apa saja yang yang bakal digenjot untuk meningkatkan daya saing.

“Seperti saat ini pemerintah gencar membangun infrastruktur untuk pemerataan ekonomi itu sangat penting. Kuncinya bagaimana kita bisa menggunakan teknologi untuk lakukan penetrasi penetrasi pasar, dan itu tidak mungkin terjadi tanpa audit teknologi.”

Kegiatan diskusi ini dilaksanakan sebagai bentuk informasi pentingnya peranan audit teknologi antara lain dalam upaya mendorong inovasi teknologi nasional serta melindungi kemanan nasional. Peranan tersebut penting terutama dalam mendukung untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan lahirnya disruptif teknologi dan memacu lahirnya start up yang mejadi pesaing utama dan mengancam eksistensi perusahaan-perusahaan mainstream.

Ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, tetapi akselerasi dan mobility perusahaan menjadi kunci keberhasilan berkompetisi di pasar global. Fleksibilitas perusahaan dalam mengadaptasi dan mengadopsi teknologi terkini adalah platform penting dalam berkompetisi. Untuk itu posisi perusahaan di era disruptif teknologi selalu well inform dan adaptif dengan Audit Teknologi. (red)

 

TIBCO Akuisisi Orchestra Networks

0

Jakarta, Biskom – TIBCO Software Inc., pemimpin global dalam integrasi, manajemen API, dan analitik, mengakuisisi Orchestra Networks, pemimpin di bidang manajemen data master (MDM), yang merupakan solusi dan pelopor dalam pengelolaan aset data. Akuisisi ini akan memperluas platform TIBCO Connected Intelligence dengan aset data bersama yang terpercaya untuk proses operasional dan analitik yang krusial yang dapat mendorong inovasi dan transformasi.

Platform EBX inovatif dari Orchestra Networks adalah solusi tunggal untuk mengelola, mengatur, dan berbagi semua data master, data referensi, dan aset metadata. Sebagian besar organisasi mengelola aset data bersama ini secara terpisah, menghasilkan biaya yang lebih tinggi, kelincahan yang lebih rendah, dan risiko yang lebih besar.

Salah satu perusahaan perhotelan terbesar di dunia menggunakan EBX untuk mengelola dan mendistribusikan data master secara seragam (misalnya, item menu, bahan, pemasok, dan lokasi) ke aplikasi seluler dan web, analitik, dan display di restoran, untuk meningkatkan kelincahan secara keseluruhan dan mengurangi biaya akuisisi merek baru. Pelanggan lain yang sukses, perusahaan perjalanan dan transportasi terkemuka, menggunakan EBX untuk mengelola data rujukannya

(misalnya, maskapai penerbangan, bandara, aliansi, dan biro iklan) untuk lebih dari satu triliun transaksi setiap tahunnya, untuk membantu memastikan keakuratan analitiknya. Selain banyak contoh serupa dari pelanggan yang menggerakkan transformasi digital melalui peningkatan operasi dan analitik dengan EBX, banyak organisasi juga memanfaatkannya untuk mematuhi peraturan seperti Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR).

“Ini adalah akuisisi yang sangat penting bagi kami, mendukung misi kami untuk menciptakan platform terdepan di dunia untuk bisnis digital. Orchestra Networks akan memungkinkan TIBCO untuk menangani data master dan manajemen data pelanggan yang sederhana dan kompleks dengan cepat dan mudah, ” ungkap Matt Quinn, chief operating officer, TIBCO.

“EBX, solusi manajemen data master terkemuka di industry ini, akan semakin diperkuat sebagai bagian dari TIBCO Connected Intelligence Cloud. Pelanggan EBX akan mendapatkan akses cepat ke kemampuan integrasi dan analitik utama kami untuk aset data mereka. Orchestra Networks membawa tim luar biasa yang, dengan TIBCO, akan terus mendukung pelanggan dan mitra mereka. ”

“Diperkuat oleh TIBCO, EBX akan menyediakan aset data bersama untuk integrasi dan analitik untuk memberdayakan keputusan yang lebih baik dan tindakan yang lebih cepat dan lebih cerdas,” kata Christophe Barriolade, pendiri dan chief executive officer, Orchestra Networks. “TIBCO akan membantu Orchestra Networks untuk memasarkan dan mendukung perangkat lunak pengelolaan aset data terkemuka pada skala yang lebih besar dan lebih global sambil menawarkan integrasi API yang dipandu dan kemampuan analitik yang didorong AI kepada pelanggan kami.”

Kemampuan EBX yang terkemuka di pasar menambah kekuatan portofolio manajemen data TIBCO, termasuk TIBCO® Data Virtualization dan TIBCO® MDM. BMO Capital Markets bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk Orchestra S.A. Elaia Partners bertindak sebagai satu-satunya investor profesional bersama Orchestra Networks. (red)

Jet Commerce Sabet Marketeers Editor’s Choice Award 2018

0

Jakarta, Biskom- Jet Commerce, penyedia solusi e-commerce terpadu dan terkemuka di Asia Tenggara berhasil memenangkan penghargaan Marketeers Editor’s Choice Award 2018 (MECA 2018) atas capaiannya dalam kategori The Digital Marketing Campaign of the Year. Jet Commerce bersaing dengan brand dari beragam industri di ajang tersebut.

Untuk pertama kalinya, MECA 2018 digelar oleh Marketeers Media guna memberikan apresiasi bagi perusahaan dan pemilik merek di Indonesia yang melakukan strategi pemasaran dengan cara tak biasa. Pengumuman pemenang dan penyerahan piagam penghargaan dilakukan pada saat perhelatan MarkPlus Conference 2019, Kamis (6/12).

Penghargaan tersebut diberikan atas upaya Jet Commerce yang telah berhasil dalam merancang dan mengeksekusi strategi e-commerce OPPO Find X yang menyasar pasar smartphone kelas atas di Indonesia meski sebelumnya OPPO lebih dikenal sebagai vendor smartphone papan tengah.

“Penghargaan ini sangat berarti bagi perusahaan, di mana kami mendapatkan apresiasi atas upaya yang telah kami lakukan kepada mitra brand yang tidak hanya membangun awareness semata, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka secara nyata,” ujar Agustina Putri Wijaya, Marketing Director Jet Commerce. “Kami juga akan terus menghadirkan pengalaman berbelanja online yang lebih mudah dan menarik kepada konsumen OPPO di seluruh Indonesia.”

Penghargaan yang diperoleh menunjukkan pencapaian penting lainnya dalam kemitraan antara kedua perusahaan, terutama sejak OPPO Indonesia pertama kali menunjuk Jet Commerce sebagai mitra e-commerce enabler pada tahun lalu. Melalui kerja sama ini, Jet Commerce memberikan solusi end-to-end e-commerce yang mencakup pendirian dan penanganan operasional official online store OPPO Indonesia di berbagai saluran pemasaran digital, online strategy, digital marketing, customer service, serta fulfillment.

“OPPO sangat bangga dengan keberhasilan Jet Commerce dalam meraih penghargaan Marketeers Editor’s Choice Award 2018 (MECA 2018) untuk kategori Digital Marketing Campaign untuk perangkat Find X. Di sini kapabilitas Jet Commerce sebagai e-commerce enabler sudah teruji dan diakui oleh sebagai solusi terintegrasi untuk pemasaran produk. Ini pertama kalinya OPPO menjual perangkat flagship dengan harga diatas 13 juta, dan Jet Commerce berhasil untuk memasarkannya,” ujar Alinna Wenxin, Marketing Director OPPO Indonesia. “Kedepan, OPPO akan terus bersinergi dengan Jet Commerce untuk menemukan strategi pemasaran yang lebih menarik lagi.”

MarkPlus Conference 2019 diisi dengan berbagai program acara, salah satunya sesi diskusi panel khusus industri e-commerce dan teknologi di mana Chief Executive Officer Jet Commerce, Oliver Yang menjadi salah satu pembicara. Dalam kesempatan itu, Oliver memaparkan kondisi terkini ekosistem e-commerce di Indonesia serta peran e-commerce enabler di dalamnya.

Selanjutnya, Oliver juga memberikan tips bagaimana mengatasi tantangan yang melekat pada bisnis e-commerce, yaitu konsumen tidak bisa menyentuh dan mencoba langsung produk yang dijual. Turut hadir pembicara lainnya di sesi diskusi panel tersebut Rama Mamuaya selaku Chief Executive Officer DailySocial dan Priscilla Anais selaku CEO Office Manager Tokopedia.

Kesertaan Jet Commerce pada acara marketing terbesar di Asia tersebut dan penghargaan yang telah diperoleh semakin memantapkan peran Jet Commerce sebagai e-commerce enabler yang terus berupaya dalam mendukung tumbuh kembangnya bisnis e-commerce di Indonesia. (red)

Deputi Kepala BPPT Resmikan Pelepasan Arsinum Mobile ke Palu & Donggala

0

Jakarta, Biskom – Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza  meresmikan pelepasan Arsinum Mobile BPPT ke Palu dan Donggala, di gedung BPPT, Jumat (08/12).

Dalam sambutannya, Hammam mengatakan mobile Arsinum ini adalah unit Pengolah Air Siap Minum yang dipasang pada kendaraan roda 4 (empat). Untuk operasional Arsinum sendiri menggunakan tenaga surya, sehingga tidak bergantung ada tidaknya sumber listrik di wilayah bencana.

“Inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pasca bencana,” ujarnya.

Seperti diketahui, bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, masih menyisakan dampak terhambatnya akses air bersih dan air minum untuk masyarakat. Saat ini, kebutuhan air siap minum sangat bergantung pada air kemasan komersial yang harganya relatif mahal.

“Arsinum mobile ini dipasang pada mobil berkabin ganda (double cabin, red). Dirancang khusus untuk tangguh, sehingga dapat dengan mudah menjangkau lokasi-lokasi daerah terdampak bencana yang kesulitan sumber air bersih. Kemudian Arsinum mobile ini menggunakan tenaga surya sehingga bisa beroperasi walau tidak ada sumber listrik. Ini sangat handal,” tegasnya.

Air minum keluaran dari ARSINUM ini dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. “Air dari Arsinum aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Untuk itu Hammam mengharapkan agar teknologi BPPT, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk wilayah lainnya di Indonesia.

Tak hanya untuk bencana gempa seperti di Palu dan Donggala, air bersih dan siap minum menurutnya, dibutuhkan untuk di wilayah lain yang terdampak bencana kekeringan. “Kami butuh dukungan dari kementerian dan lembaga lain, utamanya untuk mereplikasi teknologi serupa, agar bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia,” tuturnya.

Sekilas Teknologi Arsinum

Arsinum Mobile karya BPPT ini menggunakan teknologi membran yang terdiri dari tiga tahapan penyaringan. Pertama adalah penyaringan awal dengan Bag Filter, diteruskan dengan penyaringan membran Ultrafiltrasi, terakhir dengan membran Reverse Osmosis.

Dikatakan Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, untuk menjamin produksi air bebas dari bakteri E. coli, unit ini dilengkapi dengan sterilisasi ultraviolet.

“Arsinum Mobile dirancang dengan tiga pilihan sumber energi yang dapat disesuaikan sesuai dengan kondisi lapangan. Sumber energi dapat menggunakan; 1) Listrik dari PLN; 2) Baterai; dan 3) Genset, beserta dengan segala kelengkapanya. Rangkaian sistem pengolah air ini dipasang pada Mobil Diesel Double Cabin sedemikian rupa, sehingga tahan guncangan, mudah bermanuver di daerah bencana, hingga menerobos genangan banjir,” terangnya.

Arsinum mobile BPPT ini katanya, telah dibuktikan kehandalannya dalam membantu penyediaan air siap minum untuk korban bencana gempa bumi di Lombok Utara beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Arsinum Mobile BPPT ini akan dioperasikan selama 30 hari melalui koordinasi dengan otoritas penanganan bencana dan Pemerintah Daerah setempat. Unit Arsinum Mobile dalam operasinya mampu mendistribusikan 2000 – 3000 liter air siap minum per hari untuk masyarakat (untuk produksi air bersih, dapat mencapai 2x – 3x lipat dari produksi air siap minum).

Dengan demikian, teknologi pengolah air siap minum ini akan sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum masyarakat Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. (red)

Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia Terbentuk

0

Jakarta, Biskom – Sejumlah perusahaan lokal yang bergerak di bidang cloud computing dan web hosting, yaitu Qwords, CBNCloud, BiznetGio, Masterweb Network, Infinys, IDwebhost, dan Rumahweb sepakat membentuk Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia (ACHI) sebagai wadah aspirasi dan melindungi industri dari kompetisi dan kepentingan yang beragam, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat luas, ACHI meluncurkan kampanye #menjadiACHI sekaligus diskusi panel bertema “Membangun Sinergi Pelaku Industri Cloud dan Hosting Lokal dalam Menghadapi Persaingan Global di Era Industri 4.0” yang menghadirkan beberapa pemangku kepentingan di industri cloud computing dan web hosting, serta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Telekomunikasi Republik Indonesia.

Rendy Maulana Akbar, Ketua Umum ACHI, mengatakan, saat ini jumlah pelaku usaha langsung dalam sektor cloud computing dan web hosting di Indonesia cukup besar dan berkembang pesat.

“Bahkan, para pendiri ACHI yang terdiri dari 7 perusahaan hosting dan cloud terbesar di Indonesia sudah menjangkau lebih dari 50% market share di Indonesia, baik dari sisi jumlah nama domain maupun pelanggan,” kata Rendy di Jakarta, Rabu (5/12).

Kampanye #menjadiACHI bertujuan menyosialisasikan visi dan misi ACHI, yaitu menciptakan kompetisi yang lebih sehat, melindungi konsumen, meningkatkan konten digital dalam negeri, sebagai mitra pemerintah dalam mengawal regulasi serta menjadi sarana edukasi dan knowledge sharing kepada anggota maupun masyarakat luas untuk mendorong pengembangan dalam bidang teknologi dan sumber daya manusia.

“Masuknya beragam perusahaan cloud computing dan web hosting asing di Indonesia dapat menjadi pemicu bagi perusahaan lokal untuk berbenah diri dalam menghadapi persaingan global. Seminar dan diskusi panel hari ini ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan solutif untuk semakin mempersiapkan anggota ACHI serta juga pelaku industri sejenis dalam menghadapi tantangan yang sudah ada di depan mata,” tambah Achmad Yahya Sjarifuddin, Sekretaris Jenderal ACHI. (red)

 

Diva Umumkan Investasi Strategis ke Pawoon

0

Jakarta, Biskom – PT Distribusi Voucher Nusantara, Tbk (DIVA), entitas anak PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), mengumumkan rencana untuk investasi sebesar 30% saham di ‘Pawoon’, aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud terdepan di Indonesia. Jumlah investasi tidak disebutkan; investasi ini dipandang sebagai langkah strategis yang memposisikan Pawoon dan DIVA di ‘sweet spot’ atau titik tengah untuk mengakselerasi pertumbuhan eksponensial dan memasuki salah satu bisnis miliaran dollar di Asia Tenggara.

Ahmad Gadi, Pendiri dan CEO Pawoon mengatakan, ‘Suntikan dana segar dari DIVA akan diarahkan untuk pengembangan produk serta mempercepat akuisisi merchant di penjuru negeri, dengan potensi jutaan bisnis. Pawoon menyediakan segala yang dibutuhkan retailer untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya.’

‘Kami melayani bisnis dengan semua ukuran, dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan satu warung hingga perusahaan besar atau franchise dengan ratusan outlet. Bisnis ini (terutama bisnis yang lebih kecil), cenderung mengandalkan pena dan kertas serta metode konvensional lainnya, yang terbukti tidak mencukupi dan tidak efisien. Pawoon telah mencetak jumlah yang signifikan untuk bisnisnya, memperkenalkan merchants untuk menggunakan berbagai produk software lengkap dan solusi pembayaran digital seperti e-money. Merchants akan merasakan manfaat dari teknologi cloud dan ritel mutakhir untuk membantu mereka mencatat penjualan, menerima pembayaran non-tunai (cashless), mengelola inventaris dan memantau profil perilaku pelanggan (customer behaviour) di beberapa lokasi.’

‘Pawoon mempunyai tujuan utama untuk membangun ekosistem yang lengkap bagi para pelaku bisnis, menyediakan tidak hanya sekadar software yang lengkap, namun juga membantu mereka untuk menyimpan, mengelola layanan pembayaran, menyediakan akses terhadap pendanaan, dan menyempurnakan supply chain mereka. Inti dari seluruh aspek ini adalah data transaksional berjumlah besar, yang jika terorganisir akan membantu membangun nilai tambah terhadap perusahaan merchants.’

Sejak peluncuran produk pertamanya di 2015, aplikasi POS Pawoon telah digunakan oleh lebih dari 10.000 merchants, tersebar di lebih dari 200 kota di tanah air. Sejumlah merek lokal terkenal telah menjadi klien Pawoon di antaranya adalah Go-Pay, Geprek Bensu, Dum Dum Thai Tea, Bakso Lapangan Tembak, Mango Bomb, dan banyak lainnya.

Direktur DIVA Dian Kurniadi menambahkan, ‘Dengan pertumbuhan eksponensial Pawoon, melonjak 28 kali lipat selama 24 bulan terakhir (pertumbuhan bulanan 20% dalam 4 bulan terakhir), Pawoon menawarkan ekspansi bisnis yang menarik dan pertumbuhan potensial untuk DIVA di luar tiga sektor yang saat ini mendukung bisnis kami. Sebagian besar pemain di industri F & B adalah UKM, sehingga menjadikannya industri yang kompleks tetapi tidak dapat disangkal relevan dalam perekonomian Indonesia.’

‘Karena F&B dianggap sebagai salah satu yang paling menguntungkan dari sepuluh kelompok industri yang diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia di bawah Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional Tahun 2015-2035, DIVA bertujuan untuk memasuki sebuah pasar yang memperoleh nilai perputaran tahunan hingga Rp27,5tn ($1,83bn) hanya di Jakarta saja, diperkirakan dari Rp2,75tn pendapatan pajak restoran di 2017.’

‘Melalui investasi ini, kami membuka potensi UKM maupun perusahaan besar yang signifikan dalam industri F&B, dan mempercepat transformasi non-tunai dalam industri ini, memungkinkan sinergi bisnis unik yang sesuai sehingga pelaku bisnis F&B dapat menambah nilai bagi bisnis mereka dengan menjual berbagai produk digital untuk captive customers. Investasi ini sesuai dengan kebutuhan UKM untuk meningkatkan teknologi POS mereka sekaligus menitikberatkan pada layanan bundle dengan pembayaran yang dirancang untuk membantu seluruh operasi bisnis untuk berjalan lebih baik.’ (red)

NTB kini miliki Pusat Peraga Iptek

0

 

Mataram, Biskom – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya memiliki Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) sebagai wahana mengenalkan iptek kepada masyarakat. Puspa Iptek Prov. NTB merupakan science center ke-25 di Indonesia, setelah bulan November 2018 diresmikan science center di Sumatera Barat.

Direktur Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek) Kemenristekdikti,  Mohammad Syachrial Annas mengatakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) memberi arahan agar setidaknya ada minimal satu science center di tiap-tiap provinsi sehingga pengetahuan dan informasi iptek dapat dikenal dan tersebar ke lapisan masyarakat di seluruh Indonesia bahkan tempat yang terpencil sekalipun serta membudaya di kehidupan masyarakat .

“Karena itu PP-Iptek Kemenristekdikti berupaya penuh memenuhi amanah yang diberikan Bapak Menteri Ristekdikti untuk melakukan inisiasi dan pendampingan di daerah-daerah untuk mendirikan sebuah science center atau pusat peragaan iptek lainnya,” kata Syachrial Annas didampingi Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah  saat Peresmian Pusat Puspa Iptek Prov. NTB di Mataram, pada Kamis (6/12).

Syachrial mengungkapkan inisiasi dan pengembangan science center di Provinsi NTB telah dilakukan sejak awal tahun 2017 dengan Bappeda NTB. Berbagai tahapan telah dilakukan bersama mulai dari tahap koordinasi, sosialisasi kepada masing-masing kabupaten/kota yang ada di Prov. NTB dan pengajuan proposal dari beberapa kab/kota.

“Penilaian proposal oleh tim penilai yang telah kami tunjuk hingga akhirnya terpilih dan diresmikannya lah science center di provinsi NTB pada hari ini di tahun 2018,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, PP-Iptek menyampaikan hibah dari Kemenristekdikti berupa 15 alat peraga iptek interaktif sebagai stimulan bagi Provinsi NTB dalam mengembangkan science center kedepannya. Selain itu, PP-Iptek membawa 20 alat peraga interaktif yang akan dipamerkan selama 3 hari.

PP-Iptek juga akan menyelenggarakan pelatihan Roket Air bagi siswa berusia 12-16 tahun pada 8 Desember 2018. Pada Workshop tersebut, para siswa mempelajari cara membuat roket air yang merupakan penerapan dari iptek kedirgantaraan serta juga prinsip-prinsip IPA yang diajarkan di sekolah.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Prov. NTB, Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan rasa syukur karena NTB mendapatkan sumbangan alat peraga iptek karena sangat penting bagi anak-anak untuk mempelajari iptek.

“Kalau sudah tahu dasarnya Insya Allah dalam belajar nantinya bisa lebih mudah mengembangkan karena dasar-dasar ilmu yang ada pada alat itu bisa diketahui real-nya,” tutur Sitti Rohmi.

Menurutnya, anak-anak sekarang lebih banyak belajar dengan cara menghafal. Ia berharap selain menghafal juga paham real-nya seperti apa.

Alat peraga ini, lanjutnya, akan diletakkan di STP yang keinginannya bagaimana menyatukan akademisi, pemerintah dan dunia usaha untuk melahirkan enterpreneur-enterpreneur baru. Dengan teknologi-teknologi ini apa yang bisa dimanfaatkan untuk industri dan sebagainya.

“Kita ingin iptek menjadi bagian yang harus diperhatikan,” pungkasnya. (Red)

BSSN Perkuat Ketahanan Siber Nasional

0

Jakarta, biskom – “Cyber Security Indonesia tahun 2018 ini mengusung tema yaitu Towards a Cyber-Secured Indonesia. Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi kita saat ini ditengah tuntutan jaman untuk membangun sistem siber yang aman dan kondusif,” tegas  Djoko Setiadi, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pembukaan acara Cyber Security Indonesia 2018 di JCC, Rabu,  ( 5/12)

Menurut Djoko Setiadi, keamanan siber negara harus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh komponen bangsa. Data Global Cybersecurity Index yang dirilis oleh International Telecommunication Union (ITU) mencatatkan bahwa keamanan siber Indonesia masih berada di peringkat 70 dari 195 negara dengan skor 0,424.

Maka dari itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh sektor untuk membangun keamanan siber di Indonesia. “Melalui acara ini, kami berharap saudara-saudara sekalian dapat menggali ilmu dan berbagi informasi mengenai isu-isu terkini mengenai keamanan siber sesuai dengan tema yang dibahas”, tambah Djoko Setiadi

Saat ini, rancangan undang-undang perlindungan data pribadi dan rancangan undang-undang keamanan siber sedang dalam proses dan diharapkan dapat disahkan pada tahun 2019. Rancangan undang-undang tersebut termasuk ke dalam Program Legislasi Nasional 2019.

Cyber Security Indonesia 2018 hadir membawa produk dan solusi inovatif dalam ruang lingkup industri keamanan siber dan informasi dipamerkan oleh para eksibitor pameran.

Selain pameran, CSI 2018 juga menghadirkan program konferensi selama 3 hari acara berlangsung yang membawa seluruh stakeholders mulai dari regulator hingga end users untuk saling berbagi informasi dan pemahaman terhadap topik-topik hangat seputar industri keamanan siber dan informasi pada tahun ini seperti National Security Focus, Critical Infrastructure Focus, dan Smart City (Industrial IoT) Focus.

Selain itu CSI 2018 juga mengadakan Jakarta Hacking Competition (JHCom), yang diadakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 5 – 7 Desember 2018 di lokasi acara. JHCom merupakan kompetisi nasional yang membawa tema keamanan siber dengan metode online dan offline. Kompetisi ini menyuguhkan permainan Capture the Flag (CTF) dan Computer Network Defense (CND). Satu tim terdiri dari 3 pemain dan setiap ronde berfungsi sebagai ronde permulaan hingga tersisa tim-tim pemenang. Tim yang menang dalam ronde online akan diundang untuk bermain saat itu juga di final stage.

Cheah Wai Hong, Portfolio Director Tarsus Indonesia mengungkapkan, “Tentunya perusahaan memiliki visi yang sejalan dengan pemerintah dan sangat setuju terhadap apa yang disampaikan oleh Bapak Djoko Setiadi selaku kepala BSSN bahwa kita harus melihat aspek-aspek yang dapat meningkatkan ketahanan siber Indonesia dan seluruh komponen bangsa harus ambil bagian dalam menghadapi serangan-serangan siber yang dapat mengancam keamanan negara. Oleh karena itu, kami berharap acara ini bisa menjadi milestone yang mampu mendongkrak kekuatan pertahanan siber Indonesia.”

Melengkapi CSI 2018, Indonesia Fintech Show 2018 juga turut menghadirkan beragam produk dan solusi inovatif pada industri fintech yang akan dibawakan oleh para perusahaan yang berpartisipasi sebagai eksibitor dalam acara ini.

IFS 2018 juga menghadirkan program konferensi dari tanggal 6 – 7 Desember 2018 yang mengumpulkan para financial leaders, policy makers, professionals, innovators, service providers, end users, serta leading industry stakeholders untuk saling membagikan insight dan pandangan mengenai isu-isu penting terkait peraturan dan regulasi pemerintah terhadap industri fintech baik di skala nasional maupun internasional.

Sementara Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) menyatakan; “Kami sangat mendukung kegiatan CSI 2018 ini, karena sejalan dengan 3 program utama APTIKNAS yaitu: 1. Smartcity, 2. e-Commerce dan 3. Digital Talent, yang mana tentunya harus sangat memperhatikan tentang pentingnya peran Cyber Security, dalam kesempatan kegiatan tersebut kami juga akan berkesempatan menjadi moderator pada hari Kamis (6/12) untuk diskusi mengenai Transport, Energy & Telecomms Infrastructure Security dengan narasumber antara lain; Agus Sutiawan dari PT. PLN, Elysabeth Damayanti dari PT Telkom Indonesia Tbk, Eueung Mulyana dari ITB dan Ashwin Sasongko dari WANTIKNAS serta Fardan dari IdNSA, semoga dengan menghadiri kegiatan CSI ini kita dapat memperoleh isu-isu terkini mengenai keamanan siber sesuai dengan tema yang di usung penyelenggara yaitu ‘Towards A Cyber Secured Indonesia’. “ ungkap Hoky. (red)