Home Blog Page 863

BPPT Sampaikan Teknologi Mendukung Perubahan Iklim

0

Jakarta, Biskom- Indonesia berpartisipasi di The 24th session of the Conference of the Parties (COP 24) digelar oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Katowice, Polandia.

Dikatakan Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT, Hammam Riza bahwa pada COP ke 24 inipun, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kepada seluruh negara peserta turut menceritakan bagaimana peran teknologi dalam menjaga perubahan iklim.

Diakui olehnya, bahwa tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau sustainable development goal (SDG) merupakan cita-cita umat dunia, utamanya Indonesia sebagai 10 negara dg Perekonomian yg kokoh. “Kami di bidang teknologi pengembangan sumberdaya alam memberi perhatian khusus pada SDG-13 perubahan iklim dan SDG-14 kelautan untuk menjadi pilar pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia,” papar Deputi Hammam di COP 24.

“Beragam upaya dalam pengendalian perubahan iklim, yang telah dilakukan oleh Indonesia, mulai dari tingkat lokal, nasional hingga global seluruhnya dipaparkan di Paviliun Indonesia pada COP-24 UNFCCC di Katowice, Polandia,” ungkap Deputi Hammam via pesan instan dari Polandia, Kamis (13/12).

Peran teknologi menurut Hammam dalam menjaga perubahan iklim di Indonesia sudah mulai diterapkan dengan baik. Hal ini, dikatakan pada Indonesia Ocean Days 11 Des 2018, diawali oleh sinergi dan komitmen yang kuat antar Kementerian/Lembaga.

“Kami di BPPT tentunya telah menerapkan berbagai teknologi, semisal National Oceanographic Data Center (I-NODC) untuk pusat data kelautan seperti untuk monitoring _marine debris_, _acidification_, cuaca, perikanan dan _Ocean hazard_ yg menyebabkan bencana kelautan,” paparnya.

Selain itu dalam mengantisipasi perubahan iklim ini BPPT sepanjang tahun 2018 juga gencar melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca. “Teknologi modifikasi cuaca, terus kami lakukan sepanjang tahun 2018 dalam menghadapi kebakaran lahan dan hutan. Supaya lebih masif, kami butuh tambahan armada pesawat yang kompatibel untuk operasi modifikasi cuaca lainnya,” tuturnya.

Selain itu dikatakan Deputi TPSA bahwa BPPT juga memiliki upaya penting dalam melakukan upaya survei kelautan melalui layanan teknologi Kapal Riset Baruna Jaya. “Kami pun telah melakukan survei bawah laut terhadap dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala. Hasilnya akan kami sampaikan nanti setelah lengkap dimatangkan akurasi laporannya,” sebutnya.

Selain itu sebagai dukungan terhadap program nasional Sungai Citarum Harum, dirinya juga menyebut teknologi dapat berperan dalam pengolahan air limbah, serta monitoring kualitas air secara online dan real time. “Kami di BPPT selalu siap mendukung upaya pemerintah dan dunia internasional dalam mengantisipasi perubahan iklim,” sebutnya.

Sebagai informasi, Indonesia telah menyatakan komitmen berkontribusi menurunkan emisi Gas Rumah Kaca pada tahun 2030 sebesar 29% dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41% melalui kerjasama internasional. Kehadiran delegasi dan paviliun Indonesia pada COP 24 diharapkan dapat mereprentasikan upaya-upaya Indonesia dalam perubahan iklim. (red)

Produk Miyako ber-SNI Lindungi Konsumen

0
  1. Jakarta, Biskom- Miyako, berasal dari nama salah satu hotel di Jepang, dengan konsep canggih dan layanan prima, menginspirasi pendiri PT Kencana Gemilang (KG) memberi nama yang sama untuk produk-produknya yang berkualitas khususnya di Indonesia.

PT KG, produsen Miyako, sejak 2007 menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada seluruh produknya. Kebijakan yang hingga saat ini masih belum diikuti seluruh produsen di bidang peralatan rumah tangga, karena sebagian besar aturan masih berbentuk SNI sukarela.

Hingga saat ini, SNI sukarela yang telah diterapkan PT. Kencana Gemilang yaitu untuk produk dispenser, blender, mikser, penanak nasi, pengering rambut, sandwich toaster, kompor gas usaha mikro, dan lain-lain. Sementara SNI wajib, untuk produk kipas angin, setrika, kompor gas satu tungku, kompor dua tungku, selang karet LPG, regulator tekanan rendah dan tekanan tinggi tabung baja LPG.

“Saat itu kesadaran masyarakat terhadap SNI belum tampak. Namun pimpinan berkomitmen menerapkan SNI guna meningkatkan standar kendati tetap menjaga harga relative terjangkau masyarakat,” ujar Teguh Kusriyanto, Quality Assurance Manager PT Kencana Gemilang dalam acara “ Ngobras SNI” di Jakarta, Jum’at (14/12).

Bagi kami, lanjut Teguh, SNI adalah bagian dari komitmen kami untuk melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumen. Karena itu meski 12 dari 22 produk yang dihasilkan belum masuk kategori SNI wajib, perusahaan tersebut sudah menerapkan SNI sejak awal produk diluncurkan. Misalnya penanak nasi, blender, mixer, dispenser, penampung beras, kompor komersiil, pengering rambut, juicer, pemanggang roti, dan lainnya.

Tidak hanya itu, PT KG juga mengajak rekanan di luar negeri untuk juga terapkan SNI. Bahkan, lanjut Teguh, perusahaan juga menerapkan standar yang lebih tinggi dari SNI dan menambahkan parameter pengujian diluar parameter SNI. “Dalam beberapa point pengujian kami menerapkan standar internal perusahaan yang lebih tinggi minimal 20 persen diatas standar uji SNI,” ujarnya.

Pengujian tambahan untuk penanak nasi elektrik (rice cooker) dilakukan uji ketahanan lapisan non stick coating, uji kekuatan top cover spring, uji kekuatan clamp knop spring, uji kekuatan knop spring, dan uji kekuatan part plastik pada sistem buka tutup top cover assy, termasuk uji kekuatan lapisan coating setrika, dan lain-lain.

Tidak hanya mengandalkan laboratorium penguji yang ditunjuk pemerintah, PT. KG juga membangun laboratorium uji mandiri dengan fasilitas yang memadai untuk pengujian berbagai produk yang dihasilkan. Secara berkala juga dilakukan kegiatan inspeksi pada seluruh divisi atau bagian yang menangani bahan yang masuk, proses produksi serta hasil produksi. Tentu saja, secara periodik alat-alat uji tersebut dikalibrasi. Laboratorium kalibrasi juga dibangun mandiri.

Seiring berjalannya waktu, produk peralatan rumah tangga yang diproduksi PT KG semakin beragam dengan varian yang cukup banyak. “Kami upayakan membuat sendiri seluruh komponen tanpa bergantung impor. Tingkat kandungan dalam negeri produk-produk kami bisa capai 90 persen dan sisanya impor,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas, seluruh proses melalui tahapan yang sebagian besar andalkan dengan sistem outomasi. Mulai dari pembuatan cetakan (moulding), proses produksi (pembuatan part metal dan part plastik) hingga proses perakitan dan quality control . Peralatan sistem outomasi ini bahkan juga diproduksi sendiri dengan mendirikan perusahaan joint venture. “Kami memang berani berinvestasi lebih dibanding perusahaan-perusahaan lain guna mendukung kualitas produk yang dihasilkan,” ungkap Teguh.

Kendati dukungan teknologi canggih, produk berlabel Miyako tetap diprioritaskan untuk pasar dalam negeri dengan mempertahankan harga tetap dibawah pesaing produk sejenis. Walhasil, produk ini mampu dijangkau kalangan menengah kebawah. “Sekitar 95 persen, kami peruntukkan untuk pasar dalam negeri,” ujar Teguh.

Tidak hanya itu, PT KG juga melakukan strategi pemasaran dengan edukasi SNI pada masyarakat. “SNI tidak hanya standar bagi perusahaan, tapi juga mendukung perlindungan konsumen. Perusahaan lain, bahkan hingga kini masih ada yang belum menerapkan SNI kendati merk produknya sudah dikenal masyarakat. Karena memang prosedur SNI ketat dan dilakukan pengawasan secara berkala dari Pemerintah,” ungkapnya.

Diakui, menerapkan SNI tidak serta merta membuat omset penjualan produk Miyako di pasaran terus menanjak. Membutuhkan waktu lama untuk melihat pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan pasar dan tingkat penjualan. Teguh mengakui menerapkan SNI membawa konsekuensi pembiayaan tak sedikit pada setiap produknya. Karena itu produk Miyako seringkali dijual dengan harga lebih tinggi dibanding produk sejenis di pasaran. Kisarannya bisa 10 persen hingga 15 persen dan itu cukup menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih produk bermerek lain.

Untuk distribusi wilayah Timur, PT KG menggandeng mitranya PT Kencana Agung Sukses. Sedangkan wilayah Sumatera didistribusikan PT Wira Dwika . Dukungan layanan service center di Jawa tercatat 45 outlet, NTB dan NTT masing-masing satu outlet. Sumatera tercatat sekitar 24 service center, Kalimantan 4 outlet, dan Sulawesi sekitar 9 service center.

Sementara itu Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas BSN Iryana Margahayu menyampaikan apresiasinya untuk Miyako. Perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan yang memiliki komitmen sangat tinggi untuk menerapkan SNI. “Miyako selevel lebih tinggi dibandingkan perusahaan penerap SNI lainnya,” papar Iryana.

Tak hanya menjadi penerap SNI, Miyako lanjut Iryana juga menjadi salah satu tim penyusun parameter SNI untuk sejumlah produk elektronik rumah tangga dari unsur badan usaha. Keaktifan Miyako dalam penyusunan standar SNI ini diharapkan memberikan inspirasi bagi perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama. (red/ju)

BSSN Petakan Sektor Ekonomi Digital

0

Jakarta, Biskom – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Mercure Simatupang, Jakarta, Senin (10/12).

Diskusi ini membahas terkait dengan strategi BSSN untuk sektor ekonomi digital, mengingat keamanan siber merupakan ancaman serius yang harus menjadi perhatian seluruh pihak termasuk penggerak sektor ekonomi digital.

Dalam sambutan Sekeratris Utama BSSN Syahrul Mubarak yang dibacakan Kepala Biro Hukum dan Humas BSSN YB Susilo Wibowo mengatakan, FGD ini perlu dilakukan guna mengetahui persepsi masyarakat terhadap BSSN. “Hasil dari kegiatan FGD ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan grand desain BSSN pada tahapan selanjutya,” kata Syahrul.

Adapun empat tahapan yang dimaksud, antara lain menetapkan tujuan komunikasi, khalayak yang dituju, pemilihan media dan penyampaian pesan. Selain itu, tak kalah pentingnya menetapkan anggaran komunikasi, monitoring dan evaluasi serta aktivasi kegiatan komunikasi.

Seperti diketahui, penyusunan grand desain BSSN yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, terdiri dari beberapa tahapan. Tahap awal adalah melakukan stakeholder mapping di sektor pemerintah, IIKN dan ekonomi digital. BSSN dalam konteks mendeteksi dan mencegah kejahatan siber dengan menjaga keamanan secara efektif dan efisien.

Terkait strategi komunikasi BSSN dalam grand desain BSSN 2019-2024 tersebut memiliki target yakni bagaimana membangun badan yang baru bertransformasi ini memperoleh reputasi yang baik serta menjadi badan yang tidak saja melindungi informasi publik namun juga menjadi rujukan akan kesadaran keamanan informasi dan cerdas mengelola informasi.

Selain itu, memanfaatkan ruang siber dengan positif sehingga mendukung ketahanan nasional. (Red)

Signify & Razer Ciptakan Bermain Game yang Dahsyat

0

Jakarta, Biskom- Signify, pemimpin dunia di bidang pencahayaan, telah mengumumkan kemitraan pertamanya untuk Philips Hue Entertainment dengan Razer, merek gaya hidup terdepan di dunia bagi para gamer.

Untuk membawa para gamer ke tingkat pengalaman yang baru dari skenario permainan yang lebih nyata (spatial immersion), kedua perusahaan tersebut telah mengintegrasikan peralatan dan API (Application Programming Interface) Philips Hue Entertaiment dengan ekosistem pencahayaan Razer Chroma.

Gamer dapat melakukan sinkronisasi pencahayaan pintar Philips Hue color-capable mereka dengan perangkat Razer Chroma yang telah diaktifkan, termasuk laptop, papan ketik (keyboard), tetikus (mouse) dan bantalan tetikus (mousepad), dan menikmati berbagai efek pencahayaan yang meningkatkan pengalaman bermain dan konten permainan mereka.

Pengembang game dapat menciptakan efek pencahayaan yang berubah secara dinamis selama permainan game berlangsung. Gamer sudah dapat menikmati efek pencahayaan in-game ini saat memainkan “Overwatch ™,” “Quake Champions ™” dan berbagai games populer lainnya.

Untuk menikmati kemampuan Philips Hue dan mendapatkan pengalaman bermain yang lebih kaya, konsumen memerlukan penghubung (bridge) Philips Hue V2, lampu Philips Hue color-capable dan pengkinian aplikasi perangkat lunak Philips Hue yang terbaru.

Kemudian, pengguna Razer Chroma hanya perlu menambahkan fungsionalitas Philips Hue melalui perangkat lunak Razer Synapse 3, yang tersedia gratis di setiap perangkat Razer yang kompatibel mulai tanggal 10 Januari. Hal ini akan memungkinkan sinkronisasi dengan berbagai game yang telah dirancang menggunakan integrasi dan efek pencahayaan Philips Hue dan Razer Chroma Link.

Perangkat Razer Chroma yang telah diaktifkan, termasuk laptop untuk bermain game, perangkat pendukung dan aksesorinya, akan menyala bersamaan dengan lampu Philips Hue yang telah disinkronkan. Mulai dari adegan pertempuran dan pemilihan karakter hingga petualangan magis, fungsionalitas baru ini akan menciptakan pengalaman pencahayaan yang melebihi dari apa yang tersaji di layar.

“Kami sangat antusias dapat menghidupkan Philips Hue Entertainment bagi konsumen melalui integrasi pertama ini. Kami telah melihat adanya permintaan yang tinggi dari para gamer untuk sebuah pengalaman bermain game yang lebih asyik,” kata Chris Worp, Business Group Leader Home di Signify. “Pencahayaan pintar kami mampu memberikan hal tersebut. Philips Hue membawa konten game keluar dari layar dan menjangkau hingga ke ruang bermain. Untuk gamer, ‘suara stereo bagi mata’ ini sangat dahsyat bila disinkronkan dengan perangkat aktif Razer Chroma.”

Kemitraan Signify dengan Razer juga menyediakan pengalaman pencahayaan yang lebih kaya bagi para gamer saat tidak bermain game. Mereka dapat mensinkronisasikan pencahayaan terkoneksi ini dengan peralatan mereka dan memilih pengaturan cahaya untuk menciptakan suasana yang sempurna, baik untuk bersantai, menjamu teman atau sekadar berselancar di dunia maya.

“Razer Chroma merupakan ekosistem pencahayaan terbesar di dunia untuk perangkat game, dan dengan Philips Hue, kami mentransformasi pengalaman bermain game di rumah,” kata Min-Liang Tan, Co-Founder dan CEO Razer. “Hal ini membawa realita bermain game ke tingkat benar-benar baru yang belum pernah ada sebelumnya.” (red)

Uniview Hadirkan Seri Produk CCTV Terbaru

0

Jakarta, Biskom – Maxima Global Solusindo sebagai distributor nasional untuk perangkat kamera CCTV (video surveillance) dengan merek dagang Uniview, menggelar acara gathering dengan para partner sekaligus memperkenalkan produk line up dengan teknologi terbarunya di Jakarta, Kamis (13/12).

Direktur Sales Maxima Global Solusindo, Anthony Hermansjah mengatakan, saat ini pihaknya tengah membidik pasar Indonesia karena adopsi teknologi semakin meningkat di Tanah Air.

“Kami memiliki beberapa cara untuk memenangkan persaingan di Indonesia yaitu dengan menghadirkan produk-produk Uniview yang berkualitas, strategi pemasaran yang agresif dan pelayanan purna jual yang memanjakan pelanggan,” tutur Anthony disela-sela kegiatan acara.

Dalam kesempatan ini, Uniview memperkenalkan tiga seri produk untuk memenuhi kebutuhan spesifik di industri yang berbeda, yaitu : Easy, Prime dan Pro series.

Dia memprediksi, kamera CCTV 3 seri akan berkembang dan menjadi tren untuk konsumen di Indonesia. Pasalnya, kamera CCTV 3 seri memiliki kualitas gambar yang cukup tajam dibandingkan dengan kamera analog.

“Selain itu, dari sisi harga juga lebih terjangkau dan proses pemasangan lebih mudah,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini, produk Uniview sudah di pakai oleh banyak perusahaan besar baik swasta maupun pemerintah.

“Event ini merupakan acara rutin yang kami lakukan setiap tahunnya. Bukan hanya sebagai ajang promosi dan perkenalan produk, tetapi juga untuk mempererat hubungan dengan para partner, khususnya untuk segmen proyek,” tandasnya. (red)

Konsorsium PPTI Serahkan Radiation Portal Monitor

0

Jakarta, Biskom – Konsorsium pengembangan Radiation Portal Monitor (RPM) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  menyerahkan hasil kegiatan Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) berupa seperangkat RPM kepada Kemenristekdikti di Kawasan Puspiptek  Serpong, Tangsel, Kamis (13/12).

Pengembangan RPM ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI yang tertuang dalam surat Sekretariat Kabiet RI tanggal 4 April 2016 perihal pemasangan RPM dan Radiological Data Monitoring Systems (RDMS).

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, BATAN, Hendig Winarno menjelaskan RPM merupakan seperangkat alat yang dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi adanya zat radioaktif, sedangkan RDMS difungsikan untuk medeteksi dan mengukur paparan radiasi lingkungan.

“RPM sangat diperlukan untuk dipasang di seluruh pelabuhan, terutama yang bawa kapal-kapal industri termasuk yang dari luar negeri. Selain itu, bandar udara interasional serta pos lintas batas negara guna mencegah penyelewengan penggunaan zat radioaktif dan bahan nuklir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” paparnya.

Menurutnya, selama ini RPM yang dipasang di beberapa wilayah Indonesia merupakan produk negara lain, dan jika terjadi kerusakan akan mengalami kesulitan. Untuk itulah perlu adanya inovasi dari anak bangsa untuk membuat RPM dengan kemampuan sendiri,” jelas Hendig.

Saat ini, jumlah RPM yang terpasang di wilayah Indonesia menurut Sekretaris Utama Bapeten, Hendriyanto berjumlah 6 buah. Jumlah yang menurutnya masih terlalu kecil jika dibandingkan jumlah pintu keluar masuk ke wilayah Indonesia yang jumlahnya bisa ratusan.

“Kebutuhan terhadap RPM di Indonesia sangat besar mengingat jumlah pintu akses masuk sangat banyak. Selain itu pemerintah sangat konsen pada isu keamanan nuklir di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara Dirjen Penguatan dan Pengembangan Kemenristekdikti, Dimyati memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang tergabung dalam konsorsium PPTI yang telah memyelesaikan pekerjaan pembuatan RPM dengan baik. RPM tersebut saat ini tengah dilakukan uji terap dan kinerjanya akan dibandingkan dengan alat yang sama namun produk luar negeri.

Sedangkan Kepala Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN), Dhandang Purwadi membeberkan RPM yang diserahkan ini nantinya akan dilakukan pengujian di lingkungan yang sesungguhnya.

“RPM yang diserahkan sebanyak satu unit, yang dilakukan oleh Konsorsium pengembang RPM-PPTI kepada penyadang dana yakni Kemenristekdikti yang selajutnya diserahkan kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan kemudian diserahkan ke pihak BATAN untuk dilakukan uji-terap dilingkungan yang sesungguhnya dan dibandingkan dengan RPM buatan luar negeri yang telah terpasang sebelumnya,” jelas dia. (red/Ju)

Ristekdikti Apresiasi Inovasi Lembaga Litbang serap Industri

0

Jakarta, Biskom- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan apresiasi kepada Lembaga Litbang, kembali memberikan apresiasi kepada lembaga litbang terbaik, baik lembaga yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI), Balitbangda, Lembaga Litbang Industri inovatif dan sertifikat akreditasi KNAPPP.

Apresiasi diberikan Dirjen Kelembagaan Iptek & Dikti kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) berkinerja utama yakni, Provinsi Sumatra Selatan, Riau, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Timur, Jambi, Kalimantan Timur, Kota Solok, Kota Magelang, Kota Sungai Penuh, Kota Makassar dan Kabupaten Malang.

Penghargaan juga diberikan kepada empat industri yang selama ini menggunakan hasil-hasil inovasi dari lembaga litbang. Yakni PT Soho Industri Farmasi, PT Martina Berto, PT Dexa Medica dan PT Pindad Persero. Karenanya, PUI menjadi sangat penting, bagaimana ke depan harus menghasilkan inovasi-inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh industri.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, Kementerian Ristekdikti memberikan kepada empat lembaga riset di bidang sosial sebagai pusat unggulan iptek (PUI). Keempatnya adalah Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Pusat Penelitian Politik LIPI, Pusat Unggulan dan Inovasi Teknologi Mitigasi Kebencanaan UGM (Gama-InaTek), dan Pusat Unggulan Iptek Mitigasi Bencana Tsunami dengan lembaga induknya Universitas Syiah Kuala.

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo mengatakan, Kemenristekdikti mengapresiasi para peneliti yang telah berkiprah dalam riset dan mengembangkannya, serta menghasilkan inovasi yang diserap industri. “Ilmu pengetahuan mencakup segala hal. Baik itu sains, ilmu sosial, budaya dan sebagainya,” kata Partdono usai memberikan Apresiasi kepada Lembaga Litbang 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangsel, Kamis (13/12).

Dalam acara tersebut dihadiri ratusan peneliti dari berbagai lembaga litbang di seluruh Indonesia. Juga dipamerkan produk-produk hasil inovasi yang sudah dijual di pasaran. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan dokumen masterplan pembinaan Pusat Unggulan Iptek 2019-2021, penyerahan sertifikat akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan 2018.

Kemudain Patdono  melanjutkan, Keempat lembaga riset di bidang sosial ini menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) karena dinilai hasil-hasil kajiannya sudah diimplementasikan secara nasional. Bahkan ada yang dipakai untuk skala internasional seperti Pusat Unggulan dan Inovasi Teknologi Mitigasi Kebencanaan UGM.

Di tempat yang sama, Direktur Lembaga Litbang Kemal Prihatman menambahkan Kemenristekdikti ikut mendampingi, memberikan insentif dan mengawasi lembaga litbang yang menjadi calon-calon Pusat Unggulan Iptek ini selama tiga tahun. Pendampingan ini untuk mengawasi bagaimana lembaga litbang atau perguruan tinggi tetap konsisten pada riset yang dikembangkan menjadi inovasi dan bernilai ekonomi. (red/Ju)

Reportase Sidang Praperadilan Polres Bantul, Alasan Salah Ketik Pasal 351 KUHP Tidak Rasional

0

Sidang hari Rabu, 12 Desember 2018 permohonan praperadilan yang diajukan oleh Ketua Umum APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky memasuki agenda pemeriksaan saksi dari Pemohon. Tidak tanggung-tanggung, Hoky menghadirkan 5 orang saksi fakta dan 1 ahli hukum pidana. Kelima saksi fakta yang memberikan keterangan itu adalah Rohman Yudi Ardianto alias Anang, Andi Riyanto, Edy Ananta, FX. Ngongo Bili alias Veri, dan Dicky Purnawibawa. Mereka semua mengungkapkan bahwa tidak mengetahui dan tidak melihat adanya tindak pidana penganiayaan oleh Hoky sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP yang dilaporkan oleh Ir. Faaz.

Saksi Anang, Saksi Edy, Saksi Veri dan Saksi Dicky yang berada dilokasi tempat kejadian mengungkapkan bahwa yang terjadi adalah ketegangan ataupun keributan secara verbal saja antara Hoky dengan Ir. Faaz dan tidak ada sama sekali tindak pidana penganiayaan, karena memang tidak terjadi perkelahian serta menurut keterangan Saksi Dicky kejadian hanya dalam hitungan detik saja, sedangkan Saksi Andy tidak melihat sama sekali peristiwa ketegangan tersebut, karena pada saat itu sedang tidak berada ditempat kejadian, Saksi Andy hanya mendengar cerita dari teman-teman yang masih berada ditempat kejadian, yaitu di lobby teras utama PN Bantul pada tanggal 10 Mei 2017 tahun lalu,  Ketegangan tersebut dipicu oleh umpatan keras kata-kata “Kutu Kupret” yang dilontarkan oleh Ir. Faaz kepada Hoky.

Hoky menjelaskan kepada awak media, “Sesungguhnya kata-kata penghinaan ‘Kutu Kupret’ telah dilakukan berulang kali oleh Sdr. Ir. Faaz sejak diruang sidangan, untuk persidangan dugaan pelanggaran hak cipta logo Apkomindo di PN Bantul tanggal 16 Maret 2017, pada saat itu saya sedang menjadi Terdakwa, kemudian Sdr. Ir. Faaz juga melakukan kata-kata penghinaan ‘Kutu Kupret’ melalui media sosial Facebook pada tanggal 24 Maret 2017, sesungguhnya saya juga heran untuk apa dia hadir di PN Bantul pada tanggal 10 Mei 2017, padahal tidak ada kepentingannya, apalagi PN Bantul itu jauh sekali dari kota Jakarta dimana dia tinggal, lalu untuk apa pula dia mengumpat kata-kata ‘Kutu Kupret’ lagi? Saya menduga memang ada niat tidak baik dia terhadap saya, bahkan dia membuat laporan palsu tentang tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP, padahal saya tidak pernah melakukan hal tersebut, serta dilokasi tempat kejadian ada CCTV nya, sehingga mudah untuk membuktikan bahwa benar bahwa laporan dia itu palsu” ungkap Hoky.

Sementara Dr. G. Widiartana, S.H, M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta hadir sebagai ahli hukum pidana yang diajukan oleh Pemohon. Dalam keterangannya, Widiartana mengungkapkan bahwa ketika dalam relaas panggilan sudah dicantumkan secara jelas tindak pidana yang disangkakan adalah tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP, maka tidak rasional jika Termohon mengubah pasal yang disangkakan menjadi Pasal 352 KUHP. “Menurut saya tidak rasional jika sudah ada relaas panggilan dengan dugaan melanggar Pasal 351 KUHP, kemudian dikatakan ada kesalahan ketik dimana menurut Termohon yang seharusnya adalah Pasal 352 KUHP. Terlebih sebelumnya laporan Sdr. Ir. Faaz sudah jelas sekali Pasal 351 KUHP, lalu saksi-saksi juga sudah diperiksa dengan Pasal 351 KUHP serta Terlapor saat diperiksa dengan dugaan penganiayaan Pasal 351 KUHP, selanjutnya Terlapor telah menerima Surat panggilan dan ditetapkan sebagai Tersangka penganiayaan Pasal 351 KUHP, sehingga itu tidak  Rasional, selain dari itu jika Termohon ingin menggunakan Pasal 352 KUHP, maka seluruhnya harus diulang dari awal, artinya Pelapor harus membuat laporan baru dengan Pasal 352 KUHP” ujar Widiartana.

Terkait dengan alat bukti, Widiartana mengatakan bahwa di dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 yang di maksud dengan bukti permulaan yang cukup adalah laporan polisi ditambah dengan 2 alat bukti sah yang lain. “Dengan rumusan seperti itu menurut saya mengaburkan LP (Laporan Polisi) sebagai bukti surat,” ungkap Widiartana. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa alat bukti petunjuk menjadi kewenangan hakim, bukan penyidik. “Merujuk Pasal 188 ayat (2) KUHAP petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat, dan keterangan terdakwa. Ini harus dilihat persesuaiannya yang juga bersifat kumulatif. Karena ada keterangan terdakwa, maka yang bisa menggunakan bukti petunjuk bukan penyidik,” jelasnya.

Hengky Widhi A. SH., MH., Selaku Kuasa Hukum Hoky mengatakan, “Sebelumnya dalam jawaban Termohon yang disampaikan Selasa, 11 Desember 2018 terungkap bahwa Termohon dalam mencantumkan pasal dalam surat panggilan terhadap Hoky menyatakan telah salah ketik penetapan Tersangka dengan pasal 351 KUHP. Yang seharusnya dalam surat panggilan tertulis Pasal 352 KUHP, namun dalam surat panggilan tertulis Pasal 351 KUHP. Dalam hal ini saya sangat setuju dengan pendapat Ahli hukum Pidana, karena sejak awal laporan, lalu saat pemeriksaan saksi-saksi, kesemuanya telah mengacu kepada dugaan adanya tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP, bahkan Pemohon awalnya juga diperiksa sebagai saksi dengan Pasal 351 KUHP dan ditetapkan sebagai tersangka Pasal 351 KUHP, jadi benar itu tidak Rasional jika alasan Termohon salah ketik dan benar jika ingin menggunakan Pasal 352 KUHP harus diulang dari awal lagi” tegas Hengky.

Sidang akan dilanjutkan Kamis, 13 Desember 2018 dengan agenda pemeriksaan saksi dari Termohon. Rencananya Termohon akan mengajukan 2 orang saksi fakta. Termohon tidak mengajukan saksi ahli hukum pidana karena menurut Termohon hal itu sudah masuk ke dalam pokok perkara, padahal sebelumnya Termohon menggunakan keterangan ahli hukum pidana sebagai salah satu alat bukti untuk menetapkan Hoky sebagai Tersangka, Sehingga baik Hengky maupun Hoky memohon agar ahli hukum pidana yang telah di BAP di Polres Bantul dihadirkan pada persidangan, namun pihak Termohon tetap menyatakan tidak akan menghadirkan ahli hukum Pidana, meskpiun Hakim Evi Insiyati SH., M.H. yang menyidangkan Praperadilan Perkara Nomor: 3/Pid.Pra/2018/PN Btl telah turut menyampaikan bahwa pihak Pemohon dalam persidangan menyampaikan kepada Termohon untuk dapat menghadirkan ahli hukum pidana dari pihak Termohon. (Juenda)

Artikel Terkait:

Hakim Lalai dan Tidak Cermat Dalam Mengungkap Dugaan Rekayasa Hukum Terhadap Wartawan Hoky

Jambore PUI 2018, Desiminasikan Hasil Inovasi

0

Jakarta, Itech – Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti , Kementerian Ristekdikti, menggelar Program Jambore Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2018 di Puspiptek Serpong, Tangsel, Rabu (12/12).

Kegiatan yang digelar 12-14 Desember 2018 ini dalam rangka menguatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang yang diarahkan untuk menjawab tantangan Indonesia ke masa depan.

Program Jambore PUI tersebut sebaga bagian dalam rangkaian Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2018 yang merupakan upaya dari Kementerian Ristekdikti dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga litbang baik dalam lingkup lembaga litbang pemerintah pusat (kementerian dan non kementerian), lembaga litbang daerah, dan lembaga litbang industri yang telah berkinerja unggul, inovatif dan berdayasaing serta lembaga litbang yang telah terakreditasi.

Sedangkan Jambore PUI yang meliputi workshop, talkshow dan beberapa pelatihan ini diikuti sekitar 300 orang peserta yang terdiri dari 78 lembaga PUI Litbang Kementerian dan non Kemennterian dan 24 Lembaga PUI Perguruan Tinggi (total 106 PUI). Perwakilan dari instansi induk, yaitu 5 LPNK (BPPT, BATAN, LIPI, LAPAN, BMKG), 6 LPK (Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kasubdit Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) Pemerintah Pusat, Yudho Baskoro Muriadi, mengatakan, melalui Jambore ini, peserta dapat melakukan desiminasi produk kepada masyarakat dan mensosialisasikan hasil-hasil risetnya. Entah itu, melalui sosialisasi, bimbingan teknis maupun pelatihan. “Sebenarnya Jambore ini  sudah dilakukan oleh  78 PUI ke seluruh Indonesia. Tercatat sejak September hingga Desember lebih dari 350 kegiatan desminasi ke masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Yudho yang juga Koordinator Program PUI.

Menurut dia, salah satu kapasitas yang dikembangkan dalam kerangka pembinaan PUI ini adalah kapasitas hilirisasinya. Bagaimana agar produk-produk PUI dapat masuk dalam tataran industrialisasi. Dan tentunya, PUI ini dapat lebih berkontribusi untuk menggerakan sektor industri barang dan jasa berbasis inovasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing ekonomi bangsa.

Sementara itu, Direktur Lembaga Litbang, Kemal Prihatman berharap inovasi yang dihasilkan lembaga litbang dapat memberikan nilai tambah terhadap produk atau jasa. “Semangat inovasi ini telah ditunjukkan oleh lembaga-lembaga litbang yang tergabung dalam PUI,” katanya.

Saat ini tercatat ada 106 PUI. Dari jumlah tesebut, 60 persen di antaranya bergerak di bidang pangan dan pertanian. Sisanya kemaritiman dan kelautan. Sebanyak 106 lembaga PUI terbagi menjadi tujuh klaster, yakni pangan pertanian, energi baru terbarukan, kesehatan dan obat, teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) , material baru, maritim, mitigasi bencana.

Dari total jumlah PUI yang ada, sebanyak 78 lembaga sudah memasukkan input, proses dan output, untuk produk yang bisa dikerjasamakan. Namun dari 1.600 potensi yang bisa disinergikan dari 78 pengembang PUI, hingga saat ini ada 48 produk akhir yang baru disinergikan dan bersifat nasional.

“Sebanyak 48 produk sinergi itu yakni sembilan produk di bidang pangan pertanian, empat di bidang energi baru terbarukan, lima di bidang kesehatan dan obat, tujuh di bidang TIK, sembilan produk material maju, 10 produk maritim, dan empat produk mitigasi bencana,” tutup Kemal. (red)

Lintasarta Sabet 3 Award TOP IT & TOP Telco 2018

0

Jakarta, Biskom – Lintasarta memborong tiga penghargaan dalam ajang TOP IT & TOP Telco 2018 pada Kamis (6/12) di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta. Penghargaan yang diterima pada ajang yang mengangkat tema Great IT for Great Business & Government ini memastikan kualitas dan kehandalan layanan infrastruktur ICT dari Lintasarta.

Tiga kategori yang diraih Lintasarta diantaranya TOP Data Communication 2018, TOP Data Center 2018, dan TOP Cloud 2018. Pemenang event tahunan yang ke-5 ini dinilai secara obyektif dan independen oleh para pakar IT yang tergabung di beberapa asosiasi IT & TELCO terhadap perusahaan dan instansi pemerintahan, termasuk kementerian dan lembaga negara.

President Director Lintasarta, Arya Damar mengatakan, Lintasarta akan terus hadir untuk mendukung kesuksesaan transformasi digital di Indonesia. “Memasuki era industri 4.0, pelaku industri perlu melakukan transformasi digital di seluruh lini bisnisnya sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur ICT telah diakui kehandalannya”, ujar Arya.

Lintasarta sebagai ICT Total Solution Company memiliki jaringan yang luas mulai dari jaringan terrestrial di 152 kota (kawasan bisnis). Melalui Lintasarta Data Communication, jaringan dengan media akses fiber optic (FO) dan Broadband Wireless Access (BWA) serta layanan VSAT atau satelit dengan didukung lebih dari 15.000 jaringan remote VSAT menjadi sarana efisien bagi pelaku bisnis dengan kantor cabang di daerah terpencil pun.

Layanan Data Communication Lintasarta juga semakin handal dengan adanya 14 hub VSAT melalui keberadaan stasiun bumi yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat serta di Banyuurip, Gresik, Jawa Timur dengan fitur .

Tidak hanya layanan komunikasi yang handal, solusi infrastruktur ICT dari Lintasarta juga memiliki fasilitas Data Center yang telah berstandar global.  Lintasarta Data Center memiliki standar tier III dan telah tersertifikasi dari UP Time institute serta terletak di tiga lokasi dan saling terhubung satu sama lain, yaitu di DKI Jakarta, Tangerang Selatan, dan Purwakarta.

Layanan Lintasarta Data Center memberikan kenyamanan dan keamanan dengan fitur Data Recovery Center (DRC) bagi perusahaan menjalankan kegiatan bisnisnya serta memudahkan dalam menentukan strategi deployment yang paling optimal. Solusi end to end juga diberikan mulai dari colocation, design & build data center, dan managed operation data center yang didukung oleh tenaga ahli tersertifikasi.

Lintasarta sebagai provider local Cloud di Indonesia turut mendukung industri nasional bertransformasi digital dengan layanan Lintasarta Cloud Total Solution mulai dari Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS). Layanan Lintasarta Cloud tersertifikasi Cisco Advanced Cloud & Managed Services Certified Partner juga memiliki tingkat keamanan yang tingi dengan memiliki fitur seperti load balancer, next generation firewall, web application firewall, dan fitur keamanan lainnya.

Arya menambahkan bahwa Lintasarta akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik untuk memastikan kepuasan serta kenyaman pelanggan. Setiap solusi Lintasarta dilengkapi dengan dukungan penuh selama 24/7 dengan keberadaan 54 local support di seluruh Indonesia.

Tiga penghargaan dari TOP IT & TOP Telco 2018 membuat Lintasarta sanggup menutup akhir tahun dengan penuh kepercayaan diri untuk terus memberikan standar kualitas layanan terbaik bagi pelaku industri. (red)