Home Blog Page 891

Letjen Purn. Agus Widjojo Luncurkan Buku Transformasi TNI

0

SONY DSC

NEGARA harus mampu mempertahankan budaya strategis dan tidak dapat hanya semata mengandalkan kekuatan militer. Kultur strategis suatu militer, dibentuk dari pengalaman negara itu berperang dan berpolitik. Di situlah inti dari transformasi.

Hal itu dituangkan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Agus Widjojo dalam bukunya “Transformasi TNI Dari Pejuang Kemerdekaan Menuju Tentara Profesional dalam Demokrasi: Pergulatan TNI Mengukuhkan Kepribadian dan Jati Diri”, di Centre Strategic and International Studies, di Graha Pakarti, Jakarta (28/9).

02. Bedah buku

Widjojo  mengemukakan, dalam pemerintahan saat ini banyak peran di luar profesi kemiliteran yang “dititipkan” untuk dilaksanakan TNI, diantaranya mewujudkan swasembada pangan dan lain-lain. “Pemimpin sipil harus lebih percaya diri, jangan goda militer masuk lagi ke wilayah politik,” katanya.

Bersama dengan banyak sejawat dan senior pada zamannya, Widjojo turut mengolah dan menggodok proses reformasi internal TNI.

Para tokoh yang turut dalam hal itu datang pada peluncuran buku itu di antaranya Presiden keenam Indonesia, Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Yudhoyono, mantan Menteri Pertahanan/Panglima ABRI, Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto, mantan Panglima TNI, Laksamana TNI (Purnawirawan) Agus Suhartono, dan lain-lain.

SONY DSC

Menurut Widjojo, peran dan tugas utama TNI adalah pertahanan negara dan setelah disadari banyak peran di luar kemiiteran pada saat itu mengganggu kehidupan demokrasi Indonesia maka jangan lagi TNI ditarik ke wilayah itu.

Ia menegaskan, kepercayaan diri kalangan elit dan pucuk pimpinan sipil negara ini dapat ditinggikan dengan lebih menumbuhkan kapasitas di antara mereka.

Agus Widjojo adalah lulusan Akademi Militer tahun 1970. Posisi terakhir pria kelahiran Solo, 68 tahun lalu, ini adalah Kepala Staf Teritorial TNI. Dia juga adalah mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) dari Fraksi TNI/Polri. •

Pengguna 1.5 Juta, Bolt Hadirkan Kecepatan Ultra LTE

0

Jpeg

SEPTEMBER ini rencananya pemerintah akan menggelar jaringan 4G pada frekuensi 1800 mHz di seluruh Indonesia. Seperti diketahui frekuensi ini sangat disukai oleh para operator GSM dikarenakan mereka dapat menyediakan jaringan yang lebih lebar.

Sadar akan hal itu, Bolt selaku pionir dalam layanan 4G LTE membangun sebuah teknologi untuk menunjang kecepatan berinternet dari 4G tersebut. Jumlah pengguna yang sudah melebihi 1.5 Juta pelanggan di seluruh Jabodetabek serta Sumatera Utara ini juga menjadi salah satu alasan di adakannya layanan ini.

Layanan supercepat yang di berinama ULTRA LTE ini sejatinya bukan yang pertama di gelar di Indonesia. Operator CDMA yang juga menggelar layanan 4G dan identik dengan warna merah juga telah menyelenggarakan layanan ini dengan nama LTE ADVANCE.

Tiga keunguulan juga di hdirkan pada layanan terbaru dari Bolt! Ini seperti, Ultra speed, Ultra Coverage dan Ultra Value.

Devid Gubiani, Chief Technology Officer Bolt! Super 4G LTE mengungkapkan(21/9), “Dalam setahun terakhir, kami berinvestasi lebih untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pada area layanan, kami juga telah menyelesaikan tahap pertama dari implementasi LTE Adance dan pelanggan saat ini dapat merasakan kecepata super cepat BOLT! Usper 4G LTE, “ tuturnya.

Ia juga menyebut bahwasanya saat ini jangkauan Bolt! Super 4G LTE telah menjangkau 99.3% poplasi di wilayah Jabodetabek dan didukung leh 3500 BTS.

Sama halnya dengan pesaing mereka yang lebih dulu menggelar teknologi ini, Ultra LTE adalah evolusi baru dari teknologi 4G yang secara teoritis akan menghasilkan kecepatan sebesar 300 Mbps dan mengandalkan dua carriers atau yang lebih dikenal dengan nama Carriers Agregation. Ultra LTE ini sejtinya dapaat benar-benar berjalan pada device ayang mendukung 4G Cat 6, dan hal inilah yang menjadi sebuah  pertanyaan dari banyak orang.

Nyatanya, di Indonesia saat ini hadirnya peragkat yang mampu mendukung 4G Cat. 6 tercatat baru 1 brand saja, rand tersebut pun hanya menyediakan 2 smartphone yang mendukung Cat. 6 tersebut. Lebih parah nya, smartphone yang dihadirkan oleh Brand tersebut juga memiliki harga yang tergolong premium dan terkesan tidak affordable bagi masyarakat Indonesia.

Hal itu rasanya cukup bertolak belakang dengan apa yang sudah di lakukan oleh Bolt! Selama ini, sebagai informasi Bolt adalah penyedia layanan internet yang sangat murah bagi masyarakat Indonesa yang berada di wilayah Jaboetabek serta Sumut. Saat ini saja, Bolt memiliki tarif paket intenet sebesar 12 ribu Rupiah per Gigabyte. Dengan hadirnya layanan Cat 6. Ini maka hal tersebut dirasa bertolak belakang dengan apa yang ada pada saat ini.

Mengenai Hal Itu, Larry Ridwan, Cief Commercial Officer Bolt mengungkapkan, “Sejatinya kita tidak berniat untuk merubah positioning terhadap roduk Bolt! Sendiri, walaupun device Cat 6, baru tersedia untuk segmen Atas, namun kedepannya akan ada banyak vendor yang menyediakan smartphone 4G Cat 6. dengan harga yang lebih terjangkau.

Bolt! Juga sempat melakuka uji kecepatan jaringan di Lokasi Lippo Mall Kemang, yang mana tempat tersebut menjadi venue Konferensi pers siang tadi. Dalam uji jaringan tersebut, memang terlihat bagaimana kecepatan dari Ultra LTE sangat menggiurkan, dari uji jaringan tersebut di dapati Download Speed mereka sanggup menyentuh kecepatan pada 194.05 Mbps sementara untuk Upload speed sangat disayangkan kecepatan mereka turun anjlok pada angka 9.87 Mbps. •

Schneider Kembali Berpartisipasi di Ajang EIE 2015

0

SchneiderBERTEMPAT di Jakarta International Expo Kemayoran, Schneider Electric, perusahaan global spesialis di bidang pengelolaan energi turut mengambil bagian di event akbar “Electric, Power & Renewable Energy Indonesia (EIE) 2015”. Selain memperkenalkan rangkaian solusi lengkap dan terintegrasi, keikursertaan Schneider Electric di pameran ini merupakan medium berbagi pengetahuan bersama para konsumen dan mitra kerja mengenai cara menghadapi dan menjawab berbagai peluang dalam mengelola energi secara efisien di berbagai lini kehidupan.

Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia menyatakan (16/9), “Laju pertumbuhan ekonomi global di masa depan akan mendorong tingginya laju pengonsumsian energi, terutama dengan meningkatnya permintaan energi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Seperti kita ketahui, pemerintah telah mencanangkan produksi 35.000 kilowatt untuk memenuhi kebutuhan listrik di seluruh pelosok Indonesia, dan rencana ini harus didukung dan dikelola dengan produk dan solusi yang inovatif dan terpadu.”

Schneider-1“Melihat urgensi tersebut, Schneider Electric ingin turut berperan dan berkolaborasi dengan mempersembahkan produk dan solusi yang telah membantu banyak negara di berbagai belahan dunia dalam mengelola energi mereka lebih baik, efisien, aman dan berkelanjutan,” lanjut Riyanto.

Baru-baru ini, Schneider Electric sebagai pemimpin global dalam manajemen energi dan otomatisasi meluncurkan kampanye global terbarunya: “Life is On’. Kampanye ini bertujuan untuk memungkinkan setiap orang memiliki akses ke energi yang aman, handal, efisien dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan misi Schneider Electric untuk menciptakan teknologi yang saling terhubung dan mampu memberikan definisi baru pada industri pengelolaan energi  (khususnya kelistrikan), mentransformasi perkotaan, dan memperkaya kehidupan.

Dalam rangka peluncuran kampanye ini, di ajang EIE 2015 Schneider Electric ingin merealisasikan semangat “Life is On” dengan memamerkan rangkaian produk dan solusi yang terintegrasi untuk meningkatkan konektivitas, keberlanjutan, efisiensi, keterandalan dan keamanan pengelolaan energi di tiga lini kehidupan yang utama: Bangunan/Gedung (komersil maupun residensial), Industri, dan Perkotaan.

Di sepanjang pameran, para pengunjung booth Schneider Electric dapat menyaksikan pameran interaktif yang memperlihatkan pengembangan terkini di bidang sistem, solusi dan teknologi pengelolaan energi yang ditujukan untuk target industri yang sangat luas. Mereka juga dapat langsung berinteraksi dengan para pakar Schneider Electric untuk mengetahui lebih jauh mengenai solusi pengelolaan energi kelas dunia.

“Schneider Electric Indonesia yang selama 40 tahun telah menjadi bagian penting dari upaya pengelolaan energi di Indonesia percaya bahwa pihak pelaku bisnis harus berperan lebih aktif dalam memastikan perekonomian dan kehidupan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kami percaya, dengan semangat ‘Life is On’, apa yang kami hadirkan dalam pameran ini akan berperan besar dalam memperlihatkan dan mengedukasi masyarakat tentang suatu kesatuan solusi pengelolaan energi di masa kini dan masa mendatang,” tutup Riyanto. •

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Perkuat Sinergi Antar Asosiasi

0

SONY DSC

SITUASI ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan dengan indikasi dari melemahnya kinerja ekspor dan nilai tukar rupiah yang anjlok membuat kalangan dunia usaha perlu memperkuat kerja sama dan sinergi antar-organisasi asosiasi/gabungan/himpunan bisnis.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Koordinator Asosiasi sebagai upaya memperkuat sinergi antar asosiasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang mengalami pelambatan.

SONY DSC

Rakernas Kadin kali ini dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat, dan Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto.

Darmin Nasution dalam sambutannya di Jakarta, Rabu (16/9) mengatakan bahwa sebetulnya dirinya baru saja pulang dari kunjungan kerja ke Timur Tengah mendampingi Presiden Joko Widodo. “Sebetulnya saya baru pulang tengah malam dari kunjungan kerja di Timur Tengah, tapi saya merasa acara ini penting. Saya ingin mengajak kita untuk membaca situasi kita dewasa ini, kemudian mencoba mengidentifikasi apa yang bisa kita lakukan,” kata Darmin.

Menurutnya, gejolak ekonomi dunia bermula dari krisis yang dialami Amerika Serikat pada 2007 dan 2008. Hal inilah yang memengaruhi seluruh dunia hingga saat ini. “Pada 2007-2008 itu adalah krisis yang kita sebut sebagai asal mulanya. Ada upaya mendorong pemberian kredit murah dan mudah. Akhirnya bablas. Dan seluruh dunia mengalami dampaknya,” kata Darmin.

Dia mengatakan, dengan perekonomian saat ini, Indonesia perlu membuat kebijakan yang berbeda dari Amerika yang dulunya sempat melakukan kebijakan quantitative easing (QE). Pasalnya, tidak semua negara dapat melakukan hal tersebut.

Di Indonesia, lanjut mantan gubernur Bank Indonesia (BI) ini, pengusaha Indonesia berperan penting dalam pembangunan ekonomi. Sebab itu, perlu dilakukan sinergi bagi dunia usaha dan pemerintah dalam membuat kebijakan untuk memperbaiki perekonomian.b”Intinya adalah kita perlu bersinergi. Apa yang kita punya sekarang dengan segala kekurangannya mari coba bikin aturan dan konsolidasikan. Cari pasar yang bisa bersaing,” paparnya.

SONY DSC

Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Asosiasi, Noke Kiroyan menyampaikan, asosiasi bisnis perlu dilibatkan secara efektif untuk turut menggerakkan roda perekonomian.

“Asosiasi memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kinerja anggotanya dengan mewujudkan iklim usaha yang kondusif, membuka peluang dan mengembangkan usaha anggotanya. Oleh karena itu asosiasi diharapkan mampu menginisiasi, memfasilitasi dan mendorong terjadinya transaksi bisnis,” ujarnya.

Noke mengatakan, jika seluruh asosiasi mampu menjalankan fungsi tersebut, kegiatan bisnis akan meningkat dan secara langsung berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto  menuturkan, keterpaduan antar asosiasi memang diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan asosiasi yang kemudian berdampak besar terhadap perekonomian nasional.

Ia menjelaskan, di Indonesia, peran asosiasi bisnis dalam menghubungkan pengusaha kecil dan pengusaha besar masih belum maksimal.

SONY DSC

Hal itu, menurut dia, sangat berbeda dengan yang terjadi di Jepang dimana integrasi kepentingan usaha kecil dan menengah bisa diwakili perusahaan besar atas bantuan asosiasi bisnis.

“Asosiasi perlu terintegrasi untuk menetapkan tujuan dan kepentingan kita bersama karena untuk ciptakan kemakmuran ekonomi, tidak bisa berjalan sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan, pengusaha perlu kembali ke cita-cita luhur untuk mewujudkan perekonomian yang mensejahterakan rakyat. “Pengusaha Indonesia harus berperan sebagai komponen bangsa yang mewujudkan kemakmuran di bidang perdagangan dan industri,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Soegiharto Santoso, yang hadir dalam acara ini menyampaikan, nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dollar diakui membawa dampak yang luas terhadap bisnis komputer dan teknologi informasi (TI). Perdagangan hardware sedikit terhambat, namun di bidang jasa dan aplikasi, seperti Cloud, hosting, website, e-commerce dan lain sebagainya, terus bertumbuh.

Menurutnya, pebisnis harus pandai memanfaatkan celah di bidang jasa dan aplikasi yang prospeknya masih cerah.

Selain itu menurut Soegiharto, saat ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah, sektor pendidikan dan swasta untuk kembali menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang TI, misalnya melalui pelatihan, workshop ataupun perbaikan kurikulum TI, oleh karenanya APKOMINDO berpartner dengan AP3I (Asosiasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Indonesia), KOMISI (Komunitas Sales Indonesia), Yayasan IPWIJA (Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia Jakarta) dan IAII (Ikatan Ahli Informatikan Indonesia) telah mendirikan LSP KOMPUTER sehingga nantinya kami siap untuk menghadapi MEA 2016.

“Kami di Apkomindo ingin menggugah setiap pihak bahwa investasi di bidang SDM sangat penting. Bagaimanapun situasi ekonomi kita nantinya ke depan, jika kita memiliki SDM yang berkualitas, kreatif dan produktif, maka bisnis TI akan mampu berkontribusi terhadap pemasukan negara, selain dari itu kami juga ingin tetap menggairahkan pasar ritel tradisional yang ada dibeberapa Computer Center di tanah air” paparnya. •

Akhirnya, Small Cell Alliance Indonesia Diresmikan

0

Jpeg

HARI ini (16/9), mungkin menjadi hari yang bersejarah bagi perkembangan internet di Indonesia. Pasalnya, pada hari ini sebuah perkumpulan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia resmi didirikan.

Perkumpulan yang dinamakan Small Cell Alliance ini adalah perkumpulan para penggerak dari sebuah teknologi yang dinamakan Small Cell. Perkumpulan ini terdiri dari beberapa orang dari beberapa pemangku kepentingan yang terkait seperti, Industri Telekomunikasi, Buliding Owner, Operator Seluler, serta beberapa stakeholder lainnya.

Small Cell sendiri merupakan sebuah perangkat yang tertanam di setiap BTS ataupun antenna pada gedung-gedung perkantoran, dan tempat ramai lainnya. Sejatinya Small Cell memiliki coverage yang kecil, namun saat ini coverage bukan lagi menjadi masalah, yang menjadi sebuah permasalahan atas lambatnya internet di Indonesia adalah karena kapasitas dari frekuensi jaringan yang cenderung sempit, dan disanalah perangkat Small Cell berfungsi. Perangkat ini akan membagi-bagi kapasitas dari jaringan internet di suatu lokasi yang tentunya akan menghasilkan kapasitas yang lebih besar di setiap lokasinya.

Sebagai contoh di gedung perkantoran atau di tempat ramai lainnya, akses data tentunya akan sangat sulit di dapatkan walaupun coverage jaringan memadai. Hal ini dikarenakan kapasitas dari pita frekuensi yang penuh sesak oleh para pengguna lainnya. Dengan hadirnya small cell pada lokasi tersebut, tentunya akan memberikan kapasitas yang lebih besar dan tentunya akan berdampak pada baiknya kualitas internet di wilayah tersebut.

Gunawan Wibisono, Chairman  SmallCell Alliance Indonesia mengatakan, “Kami ingin membuat dan membangun standar smallcell Indonesia kedepan dan kami ingin mengajak para pemangku kepentingan untuk memperkuat jaringan internet di Indonesia.”

Sejatinya, hampir semua negara di kawasan Asia Tenggara sudah mengimplementasikan hal ini. Hanya tinggal di Indonesia baru tahap inisiasi. Namun, pihak regulasi telah menyetujui gagasan ini.

Taufik Hasan, selaku perwakilan dari BRTI menyebutkan, “Untuk membangun jaringanyang lebih baik, tidak ada salahnya untuk bekerjasama dengan Small Cell Alliance, kami juga menghimbau agar para operator dan semua stakeholder terkait untuk dapat bekerjasama dengan Small Cell guna memberikan layanan yang lebih baik dengan cakupan yang lebih luas untuk para pengguna,” tuturnya.

Dari segi efisiensi, Small Cell juga menawarkan efisiensi karena perangkat ini terintegrasi dengan perangkat lain seperti BTS Indoor ataupun perangkat wifi, ketimbang para operator membangun jaringan konvensional yang baru, yang notabene lebih membutuhkan biaya serta waktu pengerjaan yang jauh lebih lama.

Small Cell Alliance Indonesia tentunya akan bekerjasama dengan Small Cell Alliance dari negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara lainnya. Saat ini fokus mereka akan menyasar berbagai tempat yang ramai dikunjungi banyak orang dan mereka juga akan bergerak di 5 kota besar di Indonesia.

Disinggung mengenai perusahaan mana saja yang berminat, Gunadi Dwi Hantoro, Sekjen Small Cell Indonesia mengungkapkan, “Semua operator seluler di Indonesia sudah tertarik untuk memasang Small Cell dan juga beberapa Building Owner juga sudah setuju.” •

Siap Jadi Market Leader, Lenovo Gandeng Lazada

0

 

Jpeg

HARI ini Lenovo secara resmi meluncurkan produk terbaru, A7000 Special Edition. Untuk memaksimalkan target penjualan, perusahaan ini memanfaatkan channel Online-to-Offline. Cara ini sebelumnya telah sukses diadopsi Lenovo saat memasarkan Lenovo A6000 dan A7000.

Didistribusikan secara ekslusif melalui Lazada, Lenovo pun berharap A7000 Special Edition dapat meraih sukses yang sama.

Adrie R. Suhadi, Country Lead Smartphone Division Lenovo Indonesia di Jakarta (15/9) mengatakan, Lenovo A7000 Special Edition siap mengulang sukses A6000 dan A70000 yang menempatkan Lenovo sebagai market leader untuk penjualan online di kuartal pertama dan kedua tahun 2015.

Selain itu sebagai market leader untuk kategori 4G smartphone di kuartal kedua 2015 berdasarkan data International Data Corporation (IDC).

“Dengan strategi tersebut berhasil menempatkan kami sebagai pemimpin pasar di jalur penjualan online di kuartal pertama dan kedua tahun 2015 dengan market share berturut-turut sebesar 21,4 persen dan 27,4 persen berdasarkan data IDC,” ungkap Adrie.

Ia menambahkan ketika dilepas ritel, Lenovo A6000 dan A7000 tetap dicari konsumen sehingga membantu pencapaian kami menjadi pemimpin pasar untuk kategori 4G smartphone dengan market share 19,2 persen pada kuartal kedua 2015. “Saat dijual offline, penjualan A7000 masih bagus,” ujar Adrie.
Menurutnya, penjualan offline juga diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak punya akses via online. “Dari pencapaian tersebut, membuktikan strategi kami berhasil. Kami semakin yakin untuk buktikan diri bahwa kami serius dengan market Indonesia. Dengan strategi Online-to-Offline, kami melakukan terobosan yang berpengaruh terhadap pasar smartphone Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Lazada Group, Maximilian Bittner mengatakan, Lazada telah menjadi rumah bagi merek lokal dan internasional yang memiliki visi untuk terus memperluas jangkauan pelanggannya.
“Sebanyak hampir 130.000 unit Lenovo A6000 dan A7000 telah terjual habis pada periode kerjasama eksklusif Lenovo dengan Lazada Indonesia. Angka ini merupakan bukti terhadap kepercayaan konsumen di seluruh Indonesia terhadap Lazada dan Lenovo,” kata Maximilian.

“Kami yakin, A7000 Special Edition akan sukses seperti sebelumnya, bahkan lebih dengan spek yang bertambah tapi harga terjangkau,” tambahnya. •

Canon Kembali Selenggarakan Photo Marathon

0

fotomarathonPT Datascrip, distributor tunggal Canon di Indonesia ingin mengasah kemampuan fotografi sejak dini melalui ajang Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 yang digelar di tiga tempat, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta pada Oktober 2015.

Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip mengatakan bahwa fotografi merupakan sarana komunikasi visual yang sudah dikenal sejak beberapa abad yang lalu.

“Sejak memasuki era digital sekarang ini, teknologi kamera sebagai perangkat perekam gambar mengalami kemajuan pesat dan fotografi pun menyebar hampir ke seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya (15/9).

Dia menambahkan, sebuah hasil foto tidak hanya hasil bidikan yang terlihat di depan mata, namun ada unsur kreativitas dan seni yang tertuang di dalamnya sehingga hasil foto menarik serta dapat mengkomunikasikan pesan yang ingin disampaikan oleh pemotretnya.

“Menyadari hal tersebut kami secara khusus membuka kategori pelajar bagi para siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas agar mereka dapat berkumpul serta berkreasi secara optimal untuk meningkatkan kemampuan fotografi dan visual mereka,” paparnya.

Monica Aryasetiawan, Division Manager Canon Consumer System Product PT Datascrip, menyatakan bahwa dibukanya kategori pelajar karena sekarang ini beberapa sekolah sudah menambah ekstrakurikuler fotografi untuk mengasah kreativitas para anak didiknya.

“Melalui fotografi juga bisa mengasah kepekaan visual anak-anak. Dengan kegiatan foto di lapangan, saling belajar serta saling mengkoreksi satu sama lain melalui kegiatan kompetisi foto ini kami harapkan dapat menambah skill dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya juga menggandeng pihak sekolah sebagai mitra untuk mengajak para anak didiknya untuk turut berlomba dan menambah pengalamannya melalui Canon PhotoMarathon Indonesia 2015. •

TAITRA Gelar Misi Perdagangan ke Indonesia

0

Jpeg

DI tengah kondisi ekonomi global yang melambat, Indonesia masih potensial sebagai negara tujuan investasi utama di ASEAN. Karenanya, menjlang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan jatuh pada akhir tahun 2015 ini, berbagai merek asing pun mulai membanjiri pasar Indonesia.

Salah satu contohnya adalah perusahaan-perusahaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal Taiwan. Lewat Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), merek-merek TIK asal Taiwan sudah agresif menyerbu pasar Indonesia dengan berbagai segmen yang dibidik, mulai dari ritel maupun korporat.

Salah satu contohnya adalah perusahaan-perusahaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal Taiwan. Lewat Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), merek-merek TIK asal Taiwan sudah agresif menyerbu pasar Indonesia dengan berbagai segmen yang dibidik, mulai dari ritel maupun korporat.

Pada hari ini (14/9), TAITRA memboyong 10 perusahaan berbasis TIK yang sudah sukses di Taiwan maupun mancanegara, untuk berpartisipasi pada program “2015 Taiwan Trade Mission to Indonesia”. Digelar di Hotel Borobudur Jakarta, ke-10 perusahaan itu berkesempatan ditemui dengan berbagai mitra potensial dari Indonesia. Lantaran, TAITRA juga mengundang komunitas bisnis di Indonesia untuk hadir di sana. Melalui pertemuan itu, tentu saja peluang bisnis akan dapat tercipta. Bahkan, ke-10 perusahaan tadi berpeluang untuk melakukan ekspansi bisnis mereka di Indonesia.

Ke-10 perusahaan tersebut adalah Alcon Technology Corporation (perusahan penyedia jasa wireless antar gedung), Chun Long Technology Company Limited (perusahaan yang memproduksi server cabinet yang telah dipercaya oleh brand Hewlett Packard), Greatek Global Trading (perusahaan dengan produk utama generator), Home Scenario (perusahaan yang menyediakan intercom system berbasis aplikasi Android dan Apple untuk gedung apartemen, hotel, kondominium, villa), Kuen Lin Precision (perusahaan yang memproduksi mesin pembuat spare part motor, mobil, dan ponsel), Sheng Yeong Product (perusahaan yang memproduksi berbagai komponen listrik yang tengah mengincar segmen UKM Indonesia), Voltronic Power Technology (perusahaan yang memproduksi UPS, PV Inverter, Solar Charge Controller) Taiwan Tang Hua (perusahaan yang memproduksi lampu LED dengan brand TTH-LED), serta SpeedTech Energy (perusahaan yang memproduksi produk solar panel yang saat ini telah digunakan oleh UNICEF dan NASA).

Diungkapkan Jermain Tang, General Manager Taiwan Tang Hua, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Sebagai perusahaan Top 5 di industri lampu LED Taiwan, diyakini Jermain, “Kami perlu masuk ke pasar Indonesia. Pada kesempatan ini, kami berharap dapat bertemu dengan agen yang dapat membantu kami memasarkan produk-produk Taiwan Tang Hua, antara lain brand TTH-LED.”

Menawarkan added value berupa produk lampu LED yang berkualitas dengan 12 tahun durability dan save energy, diklaim Jermain, brand TTH-LED juga menawarkan harga yang kompetitif. “Dengan demikian, konsumen Indonesai juga memperoleh benefit berupa save cost. Produk kami menyasar segmen ritel seperti lampu LED 3 watt, hingga segmen korporat seperti lampu LED untuk di jalan-jalan,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Tony Lin, Direktur Taiwan Trade Centre Jakarta, mengingatkan bahwa Taiwan merupakan sumber peluang bisnis yang inovatif dan sukses. Misi dagang ini menawarkan peluang kepada komunitas bisnis atau entrepreneur Indonesia untuk bergabung dan mendapatkan peluang bisnis baru yang berpotential. “Ini adalah kesempatan yang baik untuk mengeksplorasi peluang bisnis yang baru, inovatif dan berpotential dari Taiwan,” tutupnya. •ARIE

Pendaftaran Domain .ID Diminta Dipermudah

0

DUT PANDI1PENGELOLA Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) melakukan Diskusi Umum Terbuka (DUT) di Jakarta (10/9), untuk membahas usulan-usulan kebijakan pengelolaan nama domain .ID. DUT PANDI sekaligus menutup rangkaian kegiatan PANDI Meeting 5 yang sudah berlangsung sejak 7 September 2015.

DUT hari ini membahas tiga usulan kebijakan: rancangan kebijakan jaminan registran, penurunan biaya tahunan domain biz.id, dan my.id, serta usulan perubahan aturan penamaan domain .id. Kebijakan jaminan registran disusun oleh PANDI untuk menjamin kebenaran seluruh data yang disampaikan oleh pendaftar nama domain.

CBN Registrar, salah satu registrar PANDI, menyampaikan usulan untuk menurunkan biaya tahunan nama domain biz.id dan my.id. Domain untuk pengguna UMKM dan personal ini secara resmi masih dikenakan biaya tahunan sebesar Rp 100 ribu. Namun, secara de facto sejak awal 2014 dua domain ini dipotong biayanya sebesar 50 persen sebagai program promosi PANDI.

Achmad Yahya Sjarifuddin, perwakilan CBN Registrar, mengatakan, penurunan resmi biaya tahunan domain biz.id dan my.id diharapkan akan meningkatkan penggunaan kedua nama domain ini.

Usulan ketiga yang disampaikan oleh Rumahweb – registrar PANDI yang lain – meminta untuk mengubah aturan penamaan nama domain tingkat dua .id.

Selama ini, beberapa nama domain tingkat dua .id yang didaftarkan harus sesuai dengan nama institusi. Nama domain co.id, misalnya harus terkait dengan nama perusahaan yang mendaftarkannya. Jika berbeda dengan nama perusahaan, pendaftar harus memberikan surat pernyataan tentang penggunaan nama domain tersebut. Aturan semacam ini sudah tidak lagi diterapkan pada domain tingkat tinggi .id alias apapun.id, namun masih diterapkan pada beberapa nama domain tingkat dua.

“Tetek bengek semacam ini membuat banyak pendaftar yang kemudian memilih nama domain lain,” ujar Yusuf Nurrachman dari Rumahweb.

Peserta DUT PANDI sepakat untuk meneruskan tiga usulan ini kepada Forum Nama Domain Indonesia dengan beberapa catatan. Heru Nugroho, salah satu peserta DUT, mengingatkan untuk mengantisipasi dispute yang mungkin terjadi jika pendaftaran nama domain co.id dipermudah. “Jika prosedur Penyelesaian Perselisihan Nama Domain yang dimiliki PANDI dirasa sudah mampu menyelesaikan dispute  yang mungkin terjadi, saya mendukung, “ ujarnya.

Seluruh usulan yang dibahas dalam DUT akan disampaikan kepada Forum Nama Domain Indonesia dengan seluruh catatannya. Sebagai pemangku tertinggi kebijakan nama domain di Indonesia, Forum Nama Domain akan mengambil keputusan yang nantinya akan disahkan sebagai kebijakan PANDI. •

Oracle Luncurkan Sistem Penyimpanan All Flash FS1 Terbaru

0

oracle-genericaORACLE memperluas portfolio sistem penyimpan flash dengan mengumumkan peluncuran model all-flash di Oracle FS1 Flash Storage System. Solusi baru ini menampilkan kinerja flash yang superior, kemampuan menskala-kan kapasitas, serta pencadangan flash. Solusi ini didesain untuk menangani beban kerja campuran, seperti OLTP dan proses back-up data yang berkecepatan tinggi, di perusahaan dengan lingkungan SAN dan juga perusahaan yang menggunakan cloud privat atau pun cloud publik. Oraccle All Flash FS1 memberikan hingga 64 domain all flash untuk isolasi data dengan tingkat keamanan tinggi di lingkungan cloud yang multitenant, menentukan prioritas input/output (I/O) berdasarkan nilai bisnis, kapasitas flash mentah hingga 1 petabyte, dan berpindah dari palet ke power-on dalam waktu kurang dari 30 menit.

All Flash FS1 mendemonstrasikan kinerja I/O yang superior dan berlatensi rendah untuk menekan kemungkinan gagal. Tes yang dilakukan untuk pelanggan menunjukan latensi serendah satu mili detik saat menjalankan beban kerja simultan di ukuran blok kecil hingga besar, dengan IOPS 8 kali lipat lebih cepat dan menghasilkan throughput 9.7x lebih cepat daripada EMC XtremIO. Hasilnya, All Flash FS1 bisa mengurangi waktu tunggu I/O Oracle Database dan secara efektif memberikan back time untuk pelanggan, sehingga bisa membantu mendorong pertumbuhan lini atas dan lini bawah perusahaan.

Oracle All Flash FS1 adalah sistem penyimpanan all-flash satu-satunya yang diatur bersama dengan Oracle Database dan Applications dan memberikan peningkatan keuntungan bisnis untuk pelanggan saat diterapkan bersama perangkat lunak Oracle, dari kompresi data industri ke pencadangan data dengan aplikasi sederhana. Semua solusi All Flash FS1 dapat memanfaatkan Oracle Hybrid Columnar Compression, tersedia hanya untuk Oracle Storage, sebuah teknologi pengurangan data paling canggih di industry penyimpanan. Hybrid Columnar Compression melakukan rasio kompresi 10 banding 1 –hampir dua kali lipat pengurangan data yang dilakukan dengan teknik deduplikasi, mengurangi kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan, dan mempercepat respon Oracle Database.

Karena data Oracle Database tidak bisa dideduplikasikan, data itu bisa ditekan dengan Hybrid Columnar Compression. Teknik ini menyediakan tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi pelanggan dan menjaga agar Oracle Database tetap bekerja dengan sebaik mungkin.

All Flash FS1 juga memiliki fitur Flash Profiles, yang menyediakan profil pencadangan yang diset sejak awal dan dan sudah dioptimalisasi untuk Oracle Database dan aplikasi perusahaan. Fitur ini dapat menyederhanakan dan mempercepat proses pencadangan penyimpanan flash  serta penerapan aplikasi. Karena all-flash terbaik di industri ini memiliki sistem dua noda, Oracle All Flash FS1 bisa mendukung ratusan basis data Oracle – semua di flash.

“Latensi yang tinggi memberikan dampak langsung pada platform penyimpanan secara bertahun-tahun, dan ini memperlambat waktu respon OLTP serta beban kerja campuran tidak bisa dijalankan dengan kecepatan penuh. Pelanggan berharap solusi penyimpanan flash bisa mengatasi masalah ini,” kata Mike Workman, Senior Vice President, Flash Storage Systems, Oracle.

“Oracle All Flash FS1 mengurangi waktu tunggu I/O yang sering terjadi di perusahaan dengan virtualisasi tinggi dan yang bergantung pada transaksi. Bagi perusahaanseperti ini, latensi rendah itu sangat mempengaruhi waktu merespon. Kinerja yang sangat bagus ini digabungkan dengan fitur unik, seperti Flash Domains dan Flash Profiles. Solusi All Flash FS1 pun menjadi platform untuk pelanggan yang ingin mempercepat aplikasi di SAN dan mengamankan lingkungan cloud.”

“Pengguna Oracle di komunitas kami mengharapkan integritas data dan keamanan dengan tingkat tinggi, yang dipadukan dengan kinerja yang dapat diprediksi,” kata David Vellante, Chief Research Officer, Wikibon. “Produk-produk seperti All Flash FS1 menguasai pangsa sistem penyimpanan flash dan mengklaim bisa memberikan latensi yang lebih rendah dan waktu respon yang konsisten, dengan harga yang terjangkau.Solusi ini bisa mengurangi usaha yang dibutuhkan untuk memberikan layanan divisi ITI.”

“Dengan diluncurkannya Oracle All Flash FS1, yang dibuat dari bawah untuk memaksimalkan kinerja dan skala Oracle Database, Oracle disebut-sebut sebagai “vendor All Flash Array (AFA) sejati” oleh IDC,” tutup Eric Burgener, Research Director, Storage, IDC. •