Home Blog Page 892

Andal Luncurkan PayMaster 2016 di Indonesia

0

Andal-Paymaster-2016ANDAL Software, perusahaan produsen aplikasi lokal terkemuka di Indonesia mengumumkan peluncuran aplikasi Andal PayMaster 2016 dan Andal Linkage 2016 yang dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan. Andal PayMaster 2016 dan Andal Linkage 2016 adalah aplikasi untuk mengelola data karyawan, gaji, Kehadiran, PPh 21, dan BPJS. Kedua produk ini merupakan lanjutan evolusi proses penggajian Andal Software yang  dirancang untuk membantu perusahaan dalam melakukan analisa, sehingga dapat digunakan untuk mereview biaya operasional dan meningkatkan efisiensi produksi.

Pada peluncuran versi terbaru ini, Andal Software menekankan bahwa fungsi utama dari sebuah software payroll tidak hanya sebagai alat untuk menghitung gaji, tetapi software harus bisa menjadi tools untuk memberikan informasi agar memudahkan dalam pengambilan  keputusan oleh perusahaan.

“Data gaji dan lembur karyawan menyimpan banyak sekali informasi yang mempunyai nilai yang tinggi selayaknya harta karun yang terpendam. Data gaji yang disajikan tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan,” kata Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software di Jakarta (9/9) .

Ia menambahkan, “Kebutuhan untuk pengelolaan Payroll sekarang ini bukan lagi untuk menghitung gaji, dan mengharapkan perhitungan lembur, tunjangan, perhitungan PPh21 serta potongan BPJS nya benar atau salah, tetapi sudah bergeser ke analisis. Sehingga software Payroll harus dapat menyajikan data untuk analisis. Menganalisa data gaji melalui laporan yang statik juga sudah mulai ditinggalkan. Andal PayMaster 2016 sudah dilengkapi dengan Dashboard, dapat menyajikan data sesuai kebutuhan  dalam bentuk grafik maupun tabel yang dapat digunakan untuk menganalisa keadaan perusahaan.”

Andal Software menyadari bahwa kekuatan data yang diolah menjadi informasi merupakan  sumber yang sangat penting dalam menentukan strategi, sehingga Andal Software membangun tools internal yang bernama Andal Information Mangement (AIM).

“Awalnya AIM ini dibangun hanya untuk mengelola data dari bagian support, sehingga kami mengetahui jumlah support yang masuk dan masalah apa yang sering ditanyakan oleh pemakai produk Andal. Dengan menggunakan tools ini kami dapat mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sekarang ini AIM tidak hanya untuk support tetapi sudah dapat menangani semua kebutuhan operasi Andal Software,” lanjut Indra lagi.

AIM ini memberikan banyak data yang dapat digunakan untuk menentukan strategi baik strategi untuk pengembangan produk maupun strategi marketing Andal.

Andal Software mengusung produk andalannya yaitu Andal PayMaster, yang merupakan aplikasi paket penggajian yang telah digunakan lebih dari 500 perusahaan di Indonesia. Aplikasi ini ditujukan untuk perusahaan kelas menengah di Indonesia agar dapat melakukan perhitungan  gaji yang  efisien serta perhitungan pajak yang akurat, mempermudah perusahaan dalam melakukan analisa dan mengambil keputusan yang tepat. •

21 Pengelola Domain Se-Asia-Pasifik Berkumpul di Jakarta

0

APTLD6ASIA Pacific Top Level Domain Association (APTLD) bersama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar APTLD Meeting di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada 7-9 September 2015. Kegiatan APTLD Meeting di Jakarta dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) Meeting ke-40 dan PANDI Meeting ke-5.

70 orang peserta dari 21 pengelola nama domain negara hadir dalam APTLD Meeting, di antaranya dari Rusia, Kazakhstan, Tajikistan, Nepal, Ukraina, Singapura,Vietnam, Timor Leste, Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Taiwan, Korea Selatan, Srilanka, dan Malaysia. Selain dari kawasan Asia-Pasifik, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan DENIC, pengelola nama domain .de dari Jerman.

Kegiatan APTLD Meeting dimulai dengan Pelatihan “Resilient TLD Operations” selama satu hari pada 7 September 2015. Pelatihan yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan teknis pengelola nama domain se-Asia Pasifik ini diselenggarakan bekerja sama dengan Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

“APTLD Meeting” merupakan pertemuan rutin yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Dalam APTLD Meeting, pengelola nama-nama domain Internet se-Asia Pasifik saling berbagi pengalaman dan berjejaring.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah menyatakan gembira atas terselenggaranya APTLD Meeting di Indonesia. “Kegiatan ini merupakan kontribusi Indonesia pada pengelolaan nama domain di kawasan Asia-Pasifik. Kerja sama antar pengelola nama domain akan meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna nama domain di kawasan ini,” ujar Andi.

General Manager APTLD, Leonid Todorov memberikan apresiasi atas penyelenggaraan APTLD Meeting yang sangat profesional. “Secara keseluruhan, PANDI telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan membuat seluruh pertemuan berjalan dengan baik,” ujar Leonid.

Leonid juga mengapresiasi keaktifan PANDI menjadi pembicara dan moderator dalam kegiatan ini. “PANDI juga terlibat aktif dalam diskusi-diskusi yang sangat bermanfaat bagi perkembangan domain di Asia Pasifik,” ujar pria asal Rusia ini.

“Tinggal bagaimana melanjutkannya dalam agenda pertemuan-pertemuan selanjutnya dan melakukan visualisasi dan konseptualisasi hal-hal yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama anggota APTLD,” pungkasnya. •

Moeldoko: Wilayah Perbatasan Perlu Penanganan Khusus

0
Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P.

Jakarta, BISKOM – INDONESIA sebagai negara maritim terbesar di dunia, memiliki batas wilayah maritim dengan 10 negara tetangga. Namun hingga kini, masalah perbatasan menjadi isu penting yang belum kunjung teratasi. Padahal, potensi ancaman terhadap kedaulatan dan wilayah Indonesia berada di laut. Ancaman yang meliputi kejahatan lintas negara antara lain adalah  penyeludupan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem, imigrasi gelap, pembajakan, perampokan, aksiradikalisme, konflik komunal dan lain sebagainya.

Pengelolaan kawasan perbatasan Indonesia tentunya menghadapi kendala dalam hal keamanan dan kedaulatan. Begitu pula masalah kesejahteraan, pelayanan publik, sarana prasarana dan tata kelola lingkungan bagi masyarakat di perbatasan.

SONY DSC

Hal tersebut diungkapkan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko, dalam forum publik bertajuk “Merah Putih Berkibar Jaya di Perbatasan” yang digelar MarkPlus Center for Public Service atas Prakarsa Hermawan Kartajaya dan dikoordinir oleh Fachrul Muchsen/ Arul.

“Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki wilayah perbatasan degan banyak negara, baik perbatasan laut maupun darat. Oleh karena itu, kawasan-kawasan di wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang khusus dari pemerintah pusat,” kata Moeldoko di Jakarta (8/9).

SONY DSC

Moeldoko menekankan pentingnya negara hadir di tengah-tengah masyarakat perbatasan. Pasalnya, kebanyakan masyarakat di daerah rawan kedaulatan negara tersebut, sehari-hari kehidupannya banyak ditopang oleh negara tetangga, sehingga rasa kepemilikan mereka terhadap negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi rendah.

Karenanya, Moeldoko menawarkan perencanaan skenario (scenario planning) untuk pembangunan daerah perbatasan. Isinya, percepatan realisasi program pemerintah di daerah perbatasan yang sebenarnya sudah ada perencanaannya.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai garis depan dan keamanan saja. Tapi kita harus memperhatikan masalah-masalah yang timbul di daerah pendukung. Saat ini, yang perlu dikedepankan dalam pemecahan masalah di daerah perbatasan adalah kesejahteraan,” jelas Moeldoko.

SONY DSC

Moeldoko pun menggaris bawahi pentingnya pendidikan dan  kesehatan di wilayah perbatasan, kerjasama dengan pihak swasta dalam pembangunan ekonomi, termasuk teknologi kelautan dan kedirgantaraan.

Hadir dalam acara ini Kaswari Bachtiar (Badan Nasional Perbatasan), Irianto Lambrie (Calon Gubernur Kalimantan Utara), Hasyim Djalal (Pakar Hubungan Internasional), Seto Mulyadi (Pemerhati Anak), Imam Prasodjo (Sosiolog Universitas Indonesia), Kasandra Putranto (Psikolog klinis dan forensik), Y.W Junardy (President Commissioner, PT Rajawali Corporation), Nasaruddin Siradz (Produser), Sugiyatmo (Kabid Hukum APKOMINDO), William Lukman  dan Soegiharto Santoso/ Hoky (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia).

Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. bersama Soegiharto Santoso Pimpinan Umum BISKOM.

Pada kesempatan tersebut, Soegiharto mengemukakan, masyarakat di daerah perbatasan juga berhak mendapatkan informasi yang sama dengan daerah lainnya di Indonesia. Karenanya sebagai praktisi teknologi informasi (TI), ia mengusulkan pembangunan Open Base Transceiver Station (OpenBTS), yang memungkinkan pengguna ponsel GSM melakukan pangilan telepon atau berkirim pesan, tanpa menggunakan jaringan operator selular komersial yang mungkin masih sulit menjangkau wilayah-wilayah perbatasan terpencil.

Menurut Soegiharto, dengan merakit OpenBTS ini, ibaratnya membangun operator seluler sendiri. Hanya saja jangkauan sinyalnya terbatas, dan hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel lain yang terkoneksi dengan jaringan OpenBTS ini.

Penerapan OpenBTS di Indonesia, sebutnya, telah digalakkan oleh praktisi teknologi informasi Onno W. Purbo. (Onno Purbo Pamer OpenBTS di Forum Internet Dunia), Oleh karenanya, Apkomindo pun mengajak pihak yang memiliki kepedulian yang sama untuk mulai merencanakan pembangunan Open BTS di wilayah-wilayah perbatasan, agar dapat secara nyata membantu masyarakat di daerah perbatasan. •

Artikel Terkait:

– JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara

– DISRUPTO : The Movement to Disrupt & Transform The Nation

– Moeldoko: Wilayah Perbatasan Perlu Penanganan Khusus

– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014

– FTII Harap Cyber Army Terwujud di Bawah KASAD Baru
– Gandeng FTII, TNI AD Perkuat Prajurit Paham TI
– Perkuat Sistem Pertahanan, TNI AD Luncurkan OpenBTS
– Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi

Kinerja TNI Dibekali Keamanan Siber

0

SONY DSCRATUSAN perwira siswa (pasis) Dikreg LIII Seskoad Tahun Ajaran 2015, menerima pembekalan singkat terkait fenomena terkini cyber space khususnya cyber security. Materi pembekalan bertema “Keamanan Siber Adalah Masalah Keamanan Nasional” dibawakan Ardi Sutedja K, Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) dan Indonesia Chief Information Officers Forum (id.CIO) di Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) di Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jumat (4/9) lalu.

Para pasis terdiri dari dari TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara. Turut hadir di dalam ruang kuliah pasis dari mancanegara seperti Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, Tiongkok, Malaysia, Pakistan, Tanzania dan negara lainnya. Pembekalan ini ditujukan guna meningkatkan kewaspadaan atau awareness serta mempertajam analisis pasis terhadap lingkungan dimana pasis bertugas.

Mereka tampak antusias menyimak pemaparan yang dibawakan Ardi. Tampak hadir Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Soegiharto Santoso/ Hoky, dan Kol (Kav) Yusuf S.Sos, M.Si selaku Kabid OpDik SDirBinDik Seskoad.

Kol Yusuf menjelaskan, pembekalan ini ditujukan guna meningkatkan kewaspadaan atau awareness serta mempertajam analisis pasis terhadap lingkungan di mana pasis bertugas.

Seskoad

Mengawali materinya, Ardi memaparkan, ruang siber atau cyberspace pada dasarnya menyediakan apa yang disebut Jones (1997:22) sebagai “new public space”. Secara digital karakteristik public space, atau dengan menyebutnya sebagai virtual space, bisa dimaknai sebagai sesuatu yang umum atau yang sifatnya pribadi, antar budaya atau lintas bahasa, hingga pada publik yang terkontrol atau yang bebas.

“Ruang siber itu ibarat alun-alun, di mana kita bisa menemukan beragam karakteristik termasuk juga latar belakang entitas yang berada di sana,” kata Ardi membuka paparannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, keamanan siber kini merupakan masalah baru di Indonesia yang sudah menjadi masalah keamanan nasional. Apalagi Indonesia lebih merupakan negara pengguna (user) dari perangkat teknologi informasi (TI). “Persoalan di dalam menghadapi isu cyber security adalah dimana 90% itu adalah masalah SDM dan 10% adalah masalah penguasaan teknologi. Ini artinya juga Indonesia itu dianggap sebagai negara paling beresiko mengalami serangan keamanan TI. Hal ini merupakan problem terkini di Indonesia, bukan saja di sektor teknologi, tapi juga di semua sektor,” papar Ardi.

Keamanan Informasi

Apalagi informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditas yang sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa masyarakat kita sudah berada di sebuah “information-based society”.  Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat penting bagi sebuah organisasi, seperti perusahaan, perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual.

Seskoadb

Begitu pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Karenanya masalah keamanan menjadi aspek penting dari sebuah manajemen sistem informasi. Sayang sekali, ujar Ardi, masalah keamanan ini sering kali kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi. “Seringkali masalah keamanan berada di urutan kedua, atau bahkan di urutan terakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting. Apabila menggangu kinerja dari sebuah sistem, seringkali keamanan dikurangi atau ditiadakan,” sesalnya.

Dalam arti lain, bila terdapat persoalan-persoalan yang dapat mengancam negara, dan memerlukan penanganan secara darurat atau penanganan yang tidak bisa diselesaikan melalui upaya-upaya penyelesaian politik, maka hal tersebut menjadi masalah keamanan nasional. Untuk itu, kata Ardi, pemahaman dan proses penanganan atas ancaman, korban dan dampak-dampak lainnya memerlukan keterlibatan semua pemegang kepentingan (multi-stakeholder approach).

Menurut Ardi yang banyak bergelut di dunia siber dan pernah bekerja di  Kementerian  Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan ini menandaskan, berbicara keamanan  siber tak bisa lagi hanya sektoral. “Tidak bisa hanya di lingkungan TNI semata. Tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus bekerjasama,” tandasnya.

Ragam Jenis Ancaman Siber

Salah satu ancaman terhadap keamanan negara yakni ancaman penyusupan lewat teknologi. Perangkat teknologi pun bisa disusupi virus malware untuk memonitor kegiatan kita. Ardi menyebut penyerangan siber terhadap café WiFi, school networks, guest networks, airplane and airport WiFi merupakan cara-cara lama mereka melakukan serangan.

Sesuai perkembangan perangkat TI, kini mereka arahkan sasaran-sasaran baru untuk diserang seperti 3G and 4G networks, public WLANs, corporate tunnels, The Cloud, WiFi, cell phone and tablet platforms, WLAN’s, physical attacks-Botting-Keyloggers-BIOS-Firmware, melalui pintu belakang atau Backdoor–Intel and apps access. Tapi ada pula yang disasar yakni akibat kecerobohan dan kebodohan serta jangan dilupakan yang tradisional yakni target fisik.

Seskoad-2

Ancaman dan gangguan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi ini dapat disebut sebagai “Ancaman Siber”. Ardi menyebut sedikitnya ada empat kategori ancaman siber antara lain Cyber Espionage, Cyber Warfare, Cyber Crime, dan Cyber Terrorism. “Keempat jenis ancaman siber ini harus mendapatkan perhatian serius, dengan tujuan mendapatkan pengetahuan, mengembangkan solusi pertahanan, dan pemahaman dan mitigasi dari serangan,” tegas Ardi.

Di ruang siber atau dunia maya, para pelaku ancaman siber adalah perorangan (kriminal, hacker, dan sebagainya), organisasi (teroris) dan negara. Mereka yang berpotensi menjadi korban pun beragam.

Para aktor intelektual ancaman siber bisa juga adalah mereka yang juga mungkin memiliki kegiatan “usaha” mencuri identitas pribadi korbannya dengan tujuan penipuan. Atau bisa juga mereka ini juga adalah pelaku mata-mata industri (industrial espionage) yang berniat mencuri data-data tentang rahasia dagang ataupun hak milik intelektual dari korbannnya, yang biasanya adalah institusi dan korporasi.

Dalam hal korban adalah negara dan institusinya, maka ancaman bertujuan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah atau bisa juga bertujuan untuk memisahkan diri dari negara kesatuan.  Bilamana masyarakat secara luas ikut terdampak dari ancaman siber ini, maka hal ini dapat menjadi justifikasi bahwa ancaman tersebut sudah menjadi isu keamanan nasional mengingat masalah keamanan dan ketahanan nasional sudah merupakan sebuah “public goods”.

“Harus diingat bahwa ada beragam kepentingan dalam serangan siber yang bisa mengakibatkan kerugian materiil, finansial, dan hilangnya kepercayaan masyarakat secara luas” tandas Ardi. Ia pun merinci ada 5 langkah awal serangan siber, antar lain, Recon, Probing /uji coba–testing the water, Serangan Sesungguhnya, Menjaga kehadiran dan Menutupi Jejak Serangan.

“Namun inti dari pemaparan keamanan siber ini yaitu kita tetap harus mengedepankan kewaspadaan indera kita, karena semua persoalan yang kita hadapi bersama sebagai bangsa adalah tetap pada persoalan 90 banding 10. Karena itu di kelas ini, materi keamanan siber diberikan agar persoalan 90 banding 10 ini makin berkurang hingga mencapai tahap 50 banding 50,” pungkas Ardi.

Pada kesempatan tersebut, Soegiharto Santoso, menyampaikan, “Masalah kemananan siber merupakan tanggung jawab multi stakeholder, karenanya kami mendukung gerakan Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) dan Indonesia Chief Information Officers Forum (id.CIO), sebab setiap pihak berkewajiban mencegah segala macam bentuk ancaman serta kejahatan siber, Apkomindo akan terus berusaha memberikan berkontribusi positif terhadap roadmap standarisasi pedoman keamanan siber yang tengah disusun pemerintah, dimana proses menyelesaikan blueprint (cetak biru) sistem pertahanan siber Indonesia ditargetkan akan selesai Oktober 2015 mendatang. •IWA

Artikel terkait:

BISKOM:
Indonesia Cyber Security Summit Ke 2 Kembali Digelar

44 Produk Taiwan Hadir di Yogyakomtek 2015

0

SONY DSC
Kika: Muzakkir [SeJend DPP Apkomindo], HR Gonang Djuliastono [Waketum 1, KADIN Yogyakarta], Soegiharto Santoso [Ketum DPP Apkomindo], Bambang Heru Tjahjono [DirJend APTIKA Kominfo], Septriana Tangkary [Direktur Pemberdayaan Informatika, Kominfo], Tony Lin [Director Taitra Jakarta], Komang Purnama [Waketum DPP Apkomindo] dan Dicky Purnawibawa [Ketua DPD Apkomindo Yogyakarta]
TAIWAN External Trade Development Council (Taitra) membawa suasana baru yang lebih meriah di ajang Yogyakomtek tahun ini.  Taitra, organisasi semacam Kamar Dagang Industri (Kadin) yang berasal dari Taiwan ini membawa 44 produk teknologi informasi (TI) ke Yogyakomtek 2105 yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, 5-9 September 2015 tersebut.

Berbagai produk yang berasal dari negara tersebut, seperti merek Asus, Acer, BenQ, HTC, Edimax, Adata, Transcend dan beberapa merek kenamaan lainnya ditawarkan di area Taiwan Excellence Pavilion.

Direktur Taiwan Trade Development Council Jakarta, Tony Lin mengatakan, 2015 merupakan tahun pertama Taitra ikut berpartisipasi dalam pameran Yogyakomtek. Meski baru pertama kali, pihaknya mengaku tak ingin sembarangan memperkenalkan produk yang belum diakui dan mendapatkan prestasi di dalam negeri.

“Sebelumnya, produk yang kami bawa dalam pameran ini telah memenangkan award di Taiwan, jadi memang kami tidak main-main dan ingin menunjukkan produk terbaik kami. Secara total kami memiliki 78 brand yang mendapatkan award tapi untuk produk TI ada 44 dan seluruhnya kami bawa,” katanya.

taitraBagi Taitra, Yogyakarta merupakan pasar yang sangat potensial karena adanya predikat kota pelajar dengan banyaknya anak-anak muda. “Oleh karena itu, kami sangat senang ketika mendapatkan kesempatan turut dalam pameran Yogyakomtek,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama,  Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Heru Tjahyono mengharapkan agar masyarakat Yogyakarta tak hanya terkagum dengan teknologi yang dibawa pihak Taiwan dalam pameran Yogyakomtek.

Pemerintah, menurut dia, akan sangat mendukung apabila para pemuda di kota tersebut dan sekitarnya mampu berinovasi seperti layaknya karya yang dibawa oleh Taiwan. Di sisi lain, pemerintah pun membuka kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan pihak Taiwan dalam pengembangan TI.

“Kami sangat apresiatif kepada pemerintah Taiwan yang membawa produk TI-nya ke Yogyakarta. Harapan kami, produk-produk ini mampu menginspirasi anak-anak muda kita untuk menciptakan inovasi dalam mengembangkan dunia TI kita kedepan,” terangnya.

Beberapa produk baru pemenang medali emas Taiwan Excellence 2015 ikut dipamerkan dalam stand Taiwan Excellence tersebut seperti Adata XPG Z1, yakni sebuah prosesor yang diklaim terbaik bagi para gamers. Selain itu ada pula Aver Full HD yang merupakan teknologi terbaru telecoverence yang saat ini mulai dibutuhkan perusahaan-perusahaan internasional. •

Artikel terkait:

Lebih Semarak, Yogyakomtek Ke 18 Kembali Digelar

Lebih Semarak, Yogyakomtek Ke 18 Kembali Digelar

0

01. Bambang Heru Tjahjono DirJen APTIKA KOMINFO memberikan sambutan di Pembukaan Yogyakomtek2015BAGAIKAN sebuah tradisi, pameran tahunan teknologi informasi (TI), Yogyakomtek, kini telah memasuki tahun ke 18. Tetap mengusung tema yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya: ‘Terlengkap, Terbesar dan Terbanyak’, nyatanya Yogyakomtek pada tahun ini jauh lebih semarak.

Betapa tidak, pameran ini setiap tahun membuktikan kemampuannya untuk   melewati batasan wilayah regional dengan berbagai bukti transaksi dari konsumen yang datang bukan hanya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetapi juga dari Semarang, Solo, Purwokerto, Magelang, Klaten, dan berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta serta berbagai kota lainnya, termasuk Jakarta, yang terhubung dengan angkutan udara dan darat secara langsung.

Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Yogyakarta hingga saat ini masih menjadi kota tujuan utama di Indonesia untuk belajar. Dengan jumlah populasi mencapai 3 juta jiwa dan 30% di antaranya adalah pelajar/mahasiswa, tersebar pada 130 institusi pendidikan tinggi, 165 Sekolah Menengah Atas, 263 Sekolah Menengah Kejuruan, 420 Sekolah Menengah tingkat Pertama, 1.866 Sekolah Dasar, dan 2.073 lembaga taman kanak-kanak. Kedepan, Yogyakarta  akan memiliki modal sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, terlebih bila pengetahuan TI bisa diperkenalkan di kalangan generasi muda sejak dini.

SONY DSCYogyakomtek 2015 berlangsung di Jogja Expo Center selama lima hari, 5-9 September 2015. Selama pameran ini, pihak penyelenggara mentargetkan setidaknya ada 100 ribu transaksi dengan total nomimal kurang lebih Rp 10 miliar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer  Indonesia (Apkomindo) DPD DIY, Dicky Purnawibawa mengatakan, transaksi tersebut meliputi semua produk TI mulai dari barang yang kecil seperti flashdisk, mouse, dan aneka asesoris, hingga perangkat keras gadget dan komputer. “Selain itu ada juga perangkat lunak  seperti pembelian software dan antivirus,” kata Dicky.

Sebagai salah satu barometer bisnis komputer di Indonesia, Yogyakomtek 2015 telah membawa banyak brand ternama untuk ikut bergabung dalam pameran kali ini. Diantaranya Kaspersky, Telkom, Blueprint, Samsung, Smartfren, Xiomi, Intel dan juga Taiwan Excellence dari Taiwan External Trade Development Council (Taitra) yang membawa 44 produk TI unggulan dari Taiwan

LSP Komputer

SONY DSCKetua Umum Apkomindo, Soegiharto Santoso, di sela kunjungannya ke Yogyakomtek  mengatakan, “Kendati nilai tukar Rupiah terhadap Dollar tengah melemah, kita harus tetap optimis dalam menghadapi pasar bebas Asean pada akhir 2015.”

Menurut Soegiharto, Indonesia memiliki produk khas, budaya yang tinggi, kekayaan alam hingga SDM yang besar dan handal untuk dipasarkan. Di bidang TI, banyak potensi yang bisa dikedepankan, diantaranya tenaga ahli dan kreatif yang profesinya perlu mendapatkan perlindungan.

Karenanya, Apkomindo pun saat ini tengah gencar mensosialisasikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer, yang bekerjasama  dengan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Indonesia (AP3I), Komunitas Sales Indonesia (Komisi), Yayasan Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia Jakarta (IPWIJA) dan Ikatan Ahli Informatikan Indonesia (IAII). Saat ini LSP Komputer sedang dalam tahap Pengajuan Lisensi dari BNSP. Diharapkan pada akhir tahun 2015 LSP Komputer mendapatkan lisensi sehingga siap untuk menghadapi pasar bebas Asean.

04. Foto Bimbingan Teknis di Bidang TIK utk pemuda

 

 

 

 

 

 

 

“Diharapkan, melalui LSP Komputer, meningkatnya iklim kompetisi dalam pasar tenaga kerja di tingkat lokal, regional dan global dapat diatasi dengan baik,” imbuh Soegiharto.

Sementara itu Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kemkominfo, Bambang Heru Tjahjono yang hadir mewakili Menkominfo, Rudiantara, menyampaikan bahwa terkait dengan pameran Yogyakomtek 2015 ini. Menurut beliau, potensi yang ada di Yogyakarta dalam hal teknologi informatika sangatlah besar terutama karena banyaknya anak muda dan predikat Yogyakarta sebagai kota pelajar.

“Kami sangat apresiasi adanya Yogyakomtek 2015 ini dengan ribuan produk serta ratusan tenant penjualan produk IT yang tentu saja berkualitas. Namun kami sangat berharap para pengunjung tidak hanya menjadi user saja namun juga bisa muncul ide gagasan yang menarik dan inovatif dari anak-anak Yogyakarta ini, sehingga melalui produk IT dapat meningkatkan berbagai bidang, baik dibidang pendidikan, bisnis, kesehatan maupun pemerintahan serta lainnya” ungkap Bambang.

Selain dari itu dalam kesempatan tersebut KemenKominfo melalui Septriana Tangkary, Direktur Pemberdayaan Informatika, Kemkominfo bekerjasama dengan Apkomindo mengadakan Bimbingan Teknis di Bidang TIK utk pemuda di Yogya, disampaikan pula oleh Septriana, bahwa kedepan akan terus menjalin kerjasama dengan pihak DPP Apkomindo maupun dengan berbagai pihak DPD-DPD Apkomindo di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan ini hadir pula Muzakkir (Sekretaris  Jenderal DPP Apkomindo), Komang Purnama (Wakil Ketua Umum DPP Apkomindo), HR Gonang Djuliastono (Wakil Ketua Umum 1, Bidang organisasi dan keanggotan, Kadin Yogyakarta),  Tony Lin (Director Taitra Jakarta) dan Dicky Purnawibawa (Ketua DPD Apkomindo Yogyakarta) beserta seluruh jajaran pengurus DPD Apkomindo DIY serta beberapa pengurus DPD Apkomindo dari kota lainnya.

Pada penyelenggaraan Yogyakomtek 2015 ini, Majalah BISKOM juga selaku media partner. •

Artikel terkait:

44 Produk Taiwan Hadir di Yogyakomtek 2015

Pasarkan 10 Ribu Vandroid S6, Advan Gandeng MNC Shop

0

JpegDI penghujung Agustus ini, Advan dan MNC Shop memulai komitmennya untuk memasarkan produk terbaru yakni Vandroid S6. Kerja sama ini dilakukan Advan untuk menjangkau pelanggan secara lebih luas lagi melalui layanan Home Shopping bersama MNC Shop. Untuk produk terbaru ini, keduanya menargetkan penjualan hingga 10 ribu unit selama tiga bulan.

Home Shopping yang dihadirkan, berbeda dari biasanya. Mereka mengklaim bahwa keuntungan yang ditawarkan, berupa sistem pembayaran yang mudah dan aman melalui Credit Cash on Delivery (CCOD) dan Debit Cash on Delivery (DCOD). Transaksi jual beli barang dapat dilakukan dirumah setelah barang benar-benar diterima dalam keadaan baik oleh pelanggan.

Tjandra Lianto, Marketing Director Advan, mengungkapkan bahwa kerja sama kali ini sebagai bukti keseriusan Advan dalam menghadirkan pelayanan prima bagi semua kalangan. “Kita selalu berusaha maksimal dalam memanfaatkan peluang yang ada. MNC Shop dalam hal ini, menjadi mitra terbaik kami terutama dalam menjamin kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui cara berbelanja yang modern Home Shopping,” tandas Tjandra.

Sementara di pihak lain, Chief Commercial MNC Shop, Jimmy Djunaidi mengaku cukup puas dengan pencapaian kerjasamanya dengan Advan. “Saya melihat Advan ini luar biasa. Di MNC Shop, Advan termasuk produk yang begitu diminati,” lanjutnya.

Advan Vandroid S6 sendirimemiliki beberapa spesifikasi antara lain layar 6 inci beresolusi 720p IPS + OGS Tech. Dibagian inti, smartphone ini dibekali SoC dengan clock 1.3 GHz berkekuatan quad-core. RAM yang disematkan berukuran 1 GB bersama memori internal 8 GB.

Kamera utama yang disematkan berukuran 13 megapiksel dan 3 megapiksel untuk kamera depan. Perangkat ini telah didukujg dual SIM (GSM + WCDMA). Handset ini telah menjalankan sistem operasi IDOS berbasis Android 4.4 KitKat. Harga yang dibanderol Vandroid S6 ialah Rp. 1.499.000. •ARIE

Rupiah Melemah, Taiwan Tetap Investasi di Indonesia

0

JpegTAIWAN External Trade Development Council (TAITRA)  kembali hadir menyapa Indonesia di tahun 2015 ini melalui Taitra Trade Meeting. Acara bertajuk Taiwan: A Great Partner For Your Global Trade ini  menghadirkan 80 perusahaan dari Taiwan yang sedianya dijadwalkan untuk bertemu dengan mitra potensial dari Indonesia untuk mengembangkan peluang bisnis yang menguntungkan.

Dalam sambutannya hari ini di Jakarta (31/8), Wakil Menteri Ekonomi Taiwan, Shih Chao Cho mengungkapkan, “Melemahnya kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat tidak akan terpengaruh dengan minat dari perusahaan Taiwan untuk hadir dalam kegiatan ini, dan bahkan siap untuk terus berinvestasi di Indonesia.”

Kehadiran Cho Shih-Chao pada pembukaan kegiatan ini juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para komunitas bisnis di Indonesia. Diperkirakan 300 peserta hadir dalam kegiatan ini.

Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulistyo, juga mengungkapkan bahwa Taitra Trade Meeting ini merupakan ajang pembelajaran bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi era pasar bebas Asean akhir tahun ini. Meskipun Rupiah tengah melemah, namun industri lokal harus tetap bertumbuh.

JpegSementara Director of Taiwan Trade Centre, Tony Lin, mengingatkan bahwa Taiwan merupakan sumber peluang bisnis yang inovatif dan sukses. Trade Meeting ini menawarkan peluang kepada komunitas bisnis atau entrepreneur Indonesia untuk bergabung dan mendapatkan peluang bisnis baru yang berpotensial.

Perusahaan Taiwan yang menjadi peserta di trade meeting ini mempresentasikan produk terbaru unggulan mereka kepada komunitas bisnis Indonesia. Beragam produk akan ditampilkan dalam Trade Meeting kali ini, diantaranya: Baby Products, Beauty Products, Electrical Products, Food & Beverage & Packaging, Franchise & Chain Store, Green Energy (LED etc), IT & Communication, Medical & Healthy products, Motorcycle Part & Car Accessories, Security System & Products, Sports & Leisure Products dan masih banyak lagi.

Dintara bisnis delegasi yang bergabung dalam Trade Meeting Taiwan tahun ini adalah beberapa business franchisers ternama dari Taiwan. Mereka ingin bekerjasama dengan mitra bisnis Indonesia untuk expansi merek makanan dan bisnis mereka. Kunjungan mereka memberikan kesempatan yang baik bagi perusahaan Indonesia ataupun individual yang tertarik untuk memulai bisnis minuman teh khas Taiwan, beras, perawatan kulit, ataupun makanan ringan. Perusahaan franchise dari Taiwan akan memberikan lisensi serta saran dan perencanaan dalam penjualan.

3. Wakil Menteri Ekonomi Taiwan Mr. Cho Shih-Chao
Wakil Menteri Ekonomi Taiwan Mr. Shih Chao Cho dan Ketum Apkomindo, Soegiharto Santoso.

Untuk sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), salah satu perusahaan yang menarik adalah Opus High Technology. Perusahaan ini memperkenalkan produk earphone  berbasis bluetooth yang dapat diaplikasikan pada helm pengguna sepeda motor, sehingga mereka dapat tetap berkomunikasi kapanpun secara aman.

Chemmy Chen, Presiden Opus High Technology pada sesi one-on-one interview mengungkapkan, “Kami sadar saat ini di Indonesia hadir banyak sekali pengguna sepeda motor bahkan ada perusahaan pemesanan ojek online,  karenanya  kami menyasar perusahaan seperti itu di Indonesia.”

Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo, mengatakan, kerjasama dengan pihak Taiwan terus kami tingkatkan khususnya dalam hal penjualan produk-produk TIK, bahkan kami merekomendasikan agar produk-produk Taiwan Excellence Brand turut serta mengikuti pameran-pameran yang diselenggarkan oleh Apkomindo, hal tersebut disambut dengan baik, sehingga pada tangal 5-9 September 2015 nanti Produk-produk Taiwan Excellence Brand akan tampil di Pameran Yogyakomtek 2015, selain dari itu kami telah merekomendasikan agar pihak Taiwan segera melakukan investasi untuk membangun industri TIK di Indonesia berkaitan dengan kewajiban tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk ponsel dan jaringan 4G LTE yang telah diputuskan oleh pihak pemerintah.

Setelah Jakarta dan Solo, E-Learning Untuk Rakyat Akan Hadir di Bandung dan Surabaya

0
SONY DSC

SEJAK beberapa tahun terakhir, dunia telah akrab dengan istilah e-learning.  E-learning merupakan wujud penerapan teknologi informasi (TI) di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Tujuannya untuk transformasi proses belajar mengajar dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. E-learning memungkinkan peserta didik maupun masyarakat luas bisa mengikuti proses belajar mengajar dalam satu waktu tanpa hambatan jarak dan perbedaan waktu.

Namun demikian, banyak kalangan menilai bahwa lingkup e-learning di Indonesia masih terasa sempit. Masih banyak tenaga pendidik, guru atau dosen yang belum memanfaatkan dan bahkan mengembangkan sistem pendidikan jarak jauh ini.

Berdasarkan hal tersebut, Komunitas Guru TIK dan KKPI bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia dan Onno Center serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) pun berinisiatif untuk mengadakan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” di 4 kota: Jakarta, Solo, Bandung dan Surabaya.

SONY DSCJakarta sebagai kota perdana penyelenggaraan roadshow ini telah sukses digelar pada 22 Agustus 2015 lalu di Kantor Wilayah Telekomunikasi Tekom Indonesia, di Yos Sudarso Kav. 23 Jakarta Utara.

Pada kesempatan ini, Pakar Internet sekaligus Pendidik TI, Onno W Purbo, berbagi ilmu tentang pengalamannya mengelola e-learning yang  terbuka untuk rakyat.  Sejumlah guru, dosen,  mahasiswa, aktivis pendidikan, dan penggiat teknologi serta blogger yang berasal dari berbagai daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten, bahkan juga dari Pekanbaru dan Papua,  mengikuti workshop ini.

Selain Onno, hadir pembicara lainnya yaitu Namin AB Solihin dari Sekjen Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), yang memberikan materi Membuat Konten Kreatif di Blog.

Dari Jakarta, roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” berlanjut di kota Solo pada 29 Agustus 2015. Onno W. Purbo yang menjadi pembicara utama dalam workshop ini berhasil menarik perhatian tak kurang dari 100 peserta yang hadir memenuhi ruang aula Telkom Solo.

SONY DSC

Di Solo, Bambang Susetyanto (Ketua Umum Komunitas Guru TIK dan KKPI), Willy (Telkom) ikut menambah bobot workshop. Hadir pula  Pemateri lain yakni Satria Dharma (Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat) yang membawakan materi gerakan literasi, serta Johan Wahyudi dengan materi konten kreatif, .

Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo, mengatakan, penyelenggaraan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” diharapkan dapat membuka kesempatan bagi siapapun untuk mengembangkan dunia e-learning untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. “Pengguna internet tanah air kini  telah mencapai lebih angka 153 juta. Jika sebagian saja dari pengguna internet tersebut mau menaruh perhatian terhadap  pengembangan e-learning, tentunya Indonesia akan mempunyai sumber daya masyarakat yang lebih berkualitas dan berkompeten,” paparnya.

Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia, yang mengkoordinasi penyelenggaraan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” pun menyatakan kebanggaannya terhadap para pendidik dan pelajar yang antusias mengikuti workshop di Jakarta dan Solo. “Saya berharap penyelenggaraan workshop di Bandung dan Surabaya mendatang akan lebih sukses dibanding dua kota sebelumnya,” kata Wijaya.

Roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” yang juga didukung oleh PT Telkom Indonesia, Kemkominfo, Relawan TIK, Paradise Store, Fuji Xerox By PT Astragraphia, Edimax, Taiwan Excellence Brand  dan BISKOM selaku media partner akan kembali dilaksanakan di Bandung (26 September 2015) dan Surabaya (31 Oktober 2015).

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran secara online melalui http://goo.gl/forms/CGxb37BBkE, atau email ke wijayalabs@gmail.com. •

Lenovo Hadirkan Notebook Tipis Harga 3 Jutaan

0

lenovoLENOVO kembali menggebrak pasar PC Notebook Indonesia dengan menghadirkan sebuah produk notebook yang diberi nama Ideapad 100.

Notebook ini diternagai oleh prosesor dual core Intel N2840 serta berjalan pada sistem operasi  Windows 8.1 dan dilengkapi dengan Bing yang bisa diupgrade ke Windows terbaru yaitu Windows 10.

Felix Ignatius Tanumihardja, Lenovo Indonesia Consumer Product Lead mengungkapkan (24/8), “Produk ini sangat cocok untuk kondisi saat ini dimana harga Dollar Amerika masih terlampau tinggi, dan untuk mengatasi hal itu, kami menghadirkan sebuah produk yang cukup murah dan ringan untuk para pelajar dan mereka yang baru mulai bekerja .   Ideapad 100 yang ditenagi dengan prosesor intel, serta windows 8 original dengan harga yang kurang dari Rp. 3.5 juta.”

Lenovo Ideapad 100 diancang agar nyaman dibawa kemanapun karena bobotnya yang cukup ringan yakni hanya  1.9 kg. Dengan hanya ketebalan sebesar 20.2 mm dan layar 14 inci, seluruh sisi Ideapad 100 dibalut dengan warna classic ebony black. Dengankapasitas storage yang tersedia hingga  500 GB dan RAM DDR3L sebesar 2 GB, notebook ini ideal untuk para pemula dan pelajar serta mahasiswa.

Yohan Wijaya, MNC Sales Director Intel Indonesia menambahkan, “Lenovo Ideapad 100 diperkuat oleh prosesor Intel Pentium terbaru yang menawarkan performa komputasi yang handal, ketahanan baterai yang mumpuni dan kombinasi yang pas antara daya tahan baterai dan grafis serta fitur yang kaya, ” tuturnya.

Baterai dari Ideapad 100 bisa tahan hingga 4 jam tanpa perlu colokan listrik dan dapat menikmati multimedia , browsing serta bekerja dalam.jangka waktu yang cukup lama.

Lenovo juga bekerja sama dengan Transmart dalam hal distribusi, bahkan pihak Transmart memberikan gratis modem bagi para pembeli serta potongan discount 10% jika menggunakan kartu kredit Bank Mega hingga 10 Desember tahun ini.

Satria Hamid, Corporate Communication General Manager PT. Trans Retail Indonesia menyebutkan, “Kami sangat bangga dikarenakan PT. Trans Retail Indonesia mendapatkan kepercayaan sehingga Lenovo Ideapad 100 hanya dijual eksklusif di gerai-gerai Transmart Carrefour dan Carrefour.” •