Home Blog Page 912

TELAH TERBIT BISKOM EDISI NOVEMBER 2014

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2014 diantaranya:

• COVER STORY: Tedjo Edhy Purdijatno, Menkopolhukam: Koordinasi Selesaikan Masalah Bangsa

• HEADLINE: Jaga Keamanan Dunia Maya!

• FIGURE:
–    Lucky Gani, Business Group Head Windows Division Microsoft Indonesia: Microsoft & Advan Hadirkan Tablet Windows Ekonomis
–    Kompol Erwin Harta Dinata, Wakil Kepala Polisi Resort  Semarang: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
–    Marsda TNI Agus Barnas, Deputi VII Menko Polhukam Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur: Negara Perlu Badan Khusus Keamanan Cyber
–    Tedi Supardi Muslih, Bidang Komunikasi Publik & Kemitraan Strategis, DK2ICN, Kemenko Polhukam: Kedepan, Indonesia Lebih Powerful Atasi Ancaman Cyber
–    Nuning Kurniasih, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Padjajaran: Era Digital Ciptakan Hybrid Library

• FOCUS:
–    2019, Alutsista Indonesia 10 Besar Dunia
–    Buka Lagi Vimeo, Asal…
–    Inilah Lapak Online Perenggut Nyawa
–    Hati-hati Jual Beli Via Online!

• REVIEW & CELLULAR:
–    Xiaomi Redmi Note 4G
–    Google Nexus 6
–    Google Nexus 9
–    HTC Desire Eye
–    Samsung NX Mini
–    Advan Barca Tab
–    Hewlett Packard Omen
–    Acer Liquid Jade
–    Fujifilm X100T

• SNAP:
–    Indocomtech 2014 Didominasi Mobile Phone
–    BogorComtech 2014 Dorong Pemanfataan TIK Kota Bogor
–    Gandeng  Guvera, Lenovo Hadirkan Smartphone Musik
–    Komunitas TI Dukung Gerakan ‘Kita Berdaulat di Dunia Maya’
–    Pembangunan Infrastruktur Harus “Just Do It”
–    Genta Foundation dan Komunitas TIK Ikrarkan“Sumpah Pemuda Cybers”
–    Cyberoam CR10iNG Sasar UKM Berkemampuan Enterprise
–    HUT KOMISI Ke 3: Jokowi Jadi Penyemangat Salesman
–    Taiwan Excellence Pavilliun Hadirkan 25 Brand di Indocomtech 2014
–    Taiwan Trade Meeting Mission Tingkatkan Kerjasama Perdagangan

Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

Kompetisi Batik Taiwan Excellence Dimenangkan Mahasiswa UNS

0

batik-taitra-biskomSetelah melalui proses penyeleksian selama satu bulan, akhirnya Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), lembaga di bawah Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) Kementerian Ekonomi (MOEA) Taiwan, mulai mengumumkan pemenang Kompetisi Batik Taiwan Excellence yang diselenggarakan pada 27 Agustus hingga 29 September lalu.

Melalui proses seleksi ketat oleh para juri yang terdiri dari Tony Lin (Direktur TAITRA Jakarta), Nonita Respati (Perancang Busana dan Pemilik Purana Batik), dan Whulandary Herman (Celebrity Endorser Taiwan Excellence 2014), mengumumkan ketiga pemenangnya, yaitu pemenang pertama adalah Sugeng Wijayanto dari Jakarta, juara kedua adalah Utsman Amiruddin Sulaiman dari Sukoharjo dan Melita Mulyani dari Surabaya sebagai juara ketiga.

Wayne Lee, Manajer TAITRA Jakarta, tidak menyangka kompetisi batik yang pertama kali digelar ini ternyata mendapat respon yang sangat luar biasa melebihi ekpektasi dari jumlah hasil karya yang diterimanya. Disebutkannya, tema batik yang diangkat Taiwan Excelence merupakan rasa kekaguman Taiwan terhadap kebudayaan tradisional Indonesia yang dikenal dunia.

batik-taitra-biskom-1“Batik merupakan kebudayaan tradisional yang orisinal dengan memilki nilai seni tinggi yang tidak dimiliki bangsa lain. Kreativitas menjadi salah satu hal penting dalam perancangan batik itu sendiri seperti halnya produk-produk Taiwan Excellence yang juga tinggi dalam kreativitas dan inovasi,” ujar Lee, di Jakarta (13/11).

Sementara itu, Sugeng Wijayanto pemenang pertama yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta menyebutkan, rancangan batik yang dibuatnya menggabungkan motif Madura, Kawung dan Kalimantan serta unsur Geometris dengan memadukan logo dari Taiwan Excellence ke dalam motifnya.

“Kombinasi motif Kawung yang melambangkan harapan akan kebaikan, kebahagiaan dan kejayaan dengan unsur Madura dan Kalimantan menggambarkan harapan saya pada Taiwan Excellence untuk terus menyediakan produk-produk inovatif, bernilai dan andal bagi konsumen dunia.” Sugeng juga mengungkapkan bahwa gadget Taiwan Excellence seperti notebook Acer dan USB flash drive Transcend telah sangat membantunya dalam menciptakan motif tersebut.”

Sebagai apresiasi, TAITRA menyerahkan hadiah uang tunai jutaan rupiah dan sejumlah gadget Taiwan dari HTC, Acer dan JustMobile kepada para pemenang. TAITRA juga berencana mengoptimalkan penggunaan desain batik dari para pemenang untuk keperluan branding perusahaan yang bergabung dalam Taiwan Excellence. •ANDRI

HUT KOMISI Ke 3: Jokowi Jadi Penyemangat Salesman

0

Seorang salesman furniture yang lahir dari keluarga tukang kayu telah melangkahkan karirnya dengan menjadi Ketua Asosiasi Furniture, lalu Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan kini menjadi orang No 1 di Indonesia. Ia adalah Joko Widodo, yang lebih dikenal dengan panggilan Jokowi (USAToday.com).

KISS ME-KOMISI-BISKOMSIAPA bilang salesman adalah profesi rendahan dan tidak menjanjikan? Dari kisah singkat di atas dapat disimpulkan bahwa seorang dengan profesi sales pun dapat mencapai suatu posisi yang sangat berpengaruh.

Ketekunan, semangat pantang menyerah, selalu memperbaiki karakter pribadi dan berusaha memahami karakter orang lain, hanyalah sedikit dari pelajaran positif yang bisa diperoleh dari profesi sales. Dengan pengalaman, maka salesman akan tumbuh menjadi seseorang dengan karakter yang kuat. Itu lah sebabnya, sejak awal pengesahannya sebagai Presiden ke 7, Jokowi mensyaratkan keterampilan sales dan marketing bagi calon menteri di jajaran kabinetnya.

Perjalanan hidup Presiden Jokowi dan banyak kisah sukses salesman lainnya pun tak urung membuat predikat tidak baik yang menempel di benak masyarakat tentang profesi sales perlahan kini mulai sirna.

Hal ini dikatakan Dedy Budiman, Founder Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) saat press conference Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Komisi Ke 3 hari ini (13/11), di Jakarta, “Selama ini di mata masyarakat, sales adalah profesi yang rendahan. Pada kenyataannya, profesi sales adalah profesi yang penting. Karena ia menjadi ujung tombak kesuksesan perusahaan. Tanpa salesman yang tangguh, sebuah produk atau jasa yang berkualitas tidak akan sampai kepada konsumen.”

Dengan dibentuknya KOMISI, sambung Dedi, “Kami mencoba merubah paradigma tersebut di masyarakat. Terlebih, Indonesia akan segera menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN di tahun depan. Tentunya, ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi profesi sales.”

Pada kesempatan yang sama, Indra Hadiwidjaja, Ketua Panitia HUT KOMISI Ke 3 menambahkan, “Pada umumnya, masalah yang sering kita hadapi ketika awal memulai karir sebagai sales adalah kurangnya pelatihan. Jikapun ada, pasti biayanya tidak murah. KOMISI disini hadir untuk menjembatani hal tersebut. Kami memberikan training dan motivasi dengan menghadirkan beberapa trainer ternama diantaranya James Gwee (Pembina Komisi),  kepada para sales dengan biaya yang relatif sangat terjangkau, karena seluruh pembicara tidak dibayar sama sekali.”

Dalam press conference tersebut juga hadir para salesman sukses sebagai nara sumber, diantaranya Soegiharto Santoso (Pembina Komisi) dan Thomas $ugiarto (Pembina Komisi), serta Aster Theresia Sitohang (Ketua Umum KOMISI).

Aster Theresia Sitohang menyampaikan, “KOMISI adalah rumah bagi para sales di Indonesia. Melalui KOMISI, para sales akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pembentukan karakter. KOMISI akan mencetak banyak orang-orang berpengaruh di Indonesia yang akan berjuang bagi kemajuan negara.”

Oleh karena itu, tambahnya, KOMISI mengajak para pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk mencintai profesi sales, serta mewujudkan pekerjaannya dalam bidang sales untuk mencapai cita-cita masa depan yang terjamin.

KOMISI yang dibentuk sejak 11 November 2011, awalnya hanya berbentuk fan page di Facebook, namun kini KOMISI telah beranggotakan ribuan sales dari berbagai wilayah di Indonesia.

Di HUT yang ketiga, melalui visinya “Menjadikan Profesi Sales Sebagai Pilihan Terbaik”, KOMISI mengadakan acara Sales Gathering terakbar dengan tema “Kunci Sales Sukses Meningkatkan Income” (KISS ME) pada 15 November 2014 di The Hall, Senayan City Lantai 8, Jakarta. KISS ME akan dihadiri oleh 1.500 orang sales dari seluruh Indonesia dan dari berbagai bidang Industri.

Info lebih lanjut mengenai KISS ME bisa diperoleh melalui Komisi Crew (Facebook), @Komisi_Crew (Twitter) atau Klik disini!

XIAOMI REDMI NOTE 4G, Smartphone Rp 1.9 Jutaan

0

Xiaomi Redmi Note-1NEGARA Tirai Bambu, China, terus membanjiri pasar dunia dengan produk-produk smartphone yang kualitasnya bersaing dengan produk dari negara lain. Salah satunya adalah Xiaomi. Setelah suskes dengan Xiaomi Redmi yang dibandrol sangat murah, kurang dari US$ 150, kali ini Xiaomi Redmi Note diperkenalkan di Indonesia.

Secara umum, desain yang ditawarkan oleh smartphone Redmi Note 4G hampir sama dengan Redmi Note non 4G yang telah dirilis oleh Xiaomi sebelumnya. Xiaomi Redmi Note 4G hadir dengan ukuran layar yang cukup besar, 5,5 inchi. Layar tersebut memiliki resolusi HD 1280 x 720 piksel dengan teknologi panel IPS. Spesifikasi layar ini sama dengan smartphone Xiaomi Redmi Note non 4G.

Soal performa, Xiaomi Redmi Note 4G terbilang mumpuni. Penggunaan CPU Octa Core menjadi salah satu kelebihan yang diunggulkan pada Xiaomi Redmi Note. Ada 2 versi Xiaomi Redmi Note, yang pertama menggunakan CPU Octa Core 1.4 Ghz, dan yang kedua menggunakan CPU Octa Core 1.7 Ghz.

Salah satu kelebihan dari Xiaomi adalah menggunakan OS Miui yang dibuat berbasis Android OS, v4.2 (Jelly Bean). Miui sendiri sering disamakan dengan IOS karena desainnya terbilang sama. Jadi tak heran kalau banyak orang menyebut Xiaomi sebagai Apple dari Timur.

Urusan konektivitas pun disediakan cukup lengkap, diantaranya adalah WiFi, Bluetooth, GPS, port USB, 3G, dan dukungan 4G LTE. Untuk ruang penyimpanan, Redmi Note 4G dibekali dengan memori internal berkapasitas 8 Gb. Smartphone ini juga masih dilengkapi dengan slot micro SD yang memungkinkan ekspansi memori hingga 64 Gb.

Tak mau kalah dengan ponsel terkini lainnya, Xiaomi tampil sempurna dengan mengusung kamera 13 megapiksel beresolusi 4128 x 3096 piksel pada kamera belakang yang dilengkapi pula dengan fitur autofocus, LED flash, geo-tagging, touch focus, face and smile detection, HDR, serta video recording dengan kualitas 1080p@30fps.

Xiaomi Redmi Note juga sangat cocok untuk digunakan berfoto selfie karena di bagian depan sudah tersematkan kamera berlensa 5 megapiksel. Redmi Note 4G semakin mumpuni berkat sokongan baterai berkapasitas besar 3200 mAh.

Xiaomi Redmi Note 4G yang sudah diluncurkan secara resmi di tanah air ini dibandrol dengan harga di bawah Rp. 2 juta. •

AKMANI ABBAS, Inovasi dan Teknologi Indonesia Masih Rendah

0

Pasar bebas antara negara-negara Asia Tenggara yang bergabung dalam ASEAN akan segera diberlakukan pada tahun depan. Pemberlakuan pasar bebas tersebut memiliki konsekuensi bahwa setiap negara yang menjadi peserta harus memiliki kompetensi dan kemampuan yang mumpuni, khususnya di bidang inovasi dan teknologi agar dapat memenangkan persaingan.

AKMANI ABBAS-BiskomPERMASALAHAN infrastrukur dan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi kendala bagi Indonesia dalam mempersiapkan diri menyongsong ASEAN Free Trade Area (AFTA). Bukan hanya itu, kapasitas inovasi, kapabilitas teknologi serta kemampuan industri masih tergolong rendah, melirik dari hal tersebut, negeri ini perlu segera berbenah diri jika tidak ingin terlindas dalam persaingan global.

Akmadi Abbas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, inovasi berbasis ilmu pengetahuan (Iptek) dan produktifitas merupakan kunci untuk memenangkan persaingan dalam era perdagangan bebas di ASEAN.

“Perdagangan bebas dapat dianggap sebagai suau hal positif jika pemain yang berperan di dalamnya memiliki berbagai kompetensi dan kemampuan yang mumpuni, salah satunya di bidang inovasi dan teknologi,”  kata Akhmadi.

Menurutnya, Indonesia juga perlu melakukan perbaikan mendasar bila ingin menjadi pemenang dalam persaingan bebas ini. Berdasarkan riset Pusat Penelitian perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek), hanya segelintir industri nasional yang bisa menembus pasar ASEAN. Hal itu baru terjadi pada tataran ekspor serta baru pada investasi fasilitas produksi, namun belum ditemukan industri yang berinvestasi pada litbang di negara lain.

Belum lama ini, BISKOM berkesempatan berjumpa dengan Akmadi Abbas dalam suatu kesempatan di Gedung LIPI, Jakarta. Simak kutipannya.

Mengapa Indonesia perlu sekali melakukan perisapan guna menghadapi AFTA 2015 mendatang?
Pasar bebas ASEAN sebenarnya bukanlah sebuah momok yang menakutkan. Banyak hal positif yang bisa diambil dari kesempatan tersebut. Melalui perdagangan bebas, setiap pemain akan berkompetisi untuk memenangkan persaingan. Hanya tinggal bagaimana kesiapan dari industri Indonesia serta SDM kita dalam menghadapi pasar bebas tersebut

Lalu apakah Indonesia sudah siap?
Menurut saya, beberapa industri besar seperti makanan dan minuman sudah sangat siap menghadapi AFTA, dikarenakan pasar mereka tidak hanya pada pasar ASEAN melainkan sudah melakukan ekspor ke 30 negara. Berbagai inovasi juga sudah dilakukan dan mereka juga memepunyai kegiatan Litbang. Hal ini yang setidaknya patut dicontoh oleh sektor industri di bidang lain.

Berdasarkan hasil riset Pappiptek pada tahun lalu, hanya segelintir industri nasional yang bisa menembus pasar ASEAN bahkan global. Itu pun baru pada tataran ekspor atau maksimum baru pada investasi fasilitas produksi dan belum ditemukan industri yang berinvestasi pada litbang di negara lain seperti Tiongkok.

Tentu ini harus menjadi catatan tersendiri dan perlu ditanggapi segera dengan langkah-langkah yang strategis, seperti kolaborasi pengembangan Iptek dan inovasi dengan negara-negara di kawasan, serta mendorong munculnya industri berbasis iptek dan inovasi.
Strategi ke depan perlu diarahkan pada penciptaan industri dengan nilai ekonomi tinggi. Selain itu, industri harus menjadikan iptek dan inovasi sebagai strategi meningkatkan kontribusi Indonesia terhadap kemajuan ekonomi nasional dan negara-negara kawasan ASEAN..

Dari segi SDM bagaimana kesiapannya?
Saya lebih menekankan pada SDM Iptek yang harus dipersiapkan dalam persaingan-persaingan global. Saat ini Indonesia terkesan tidak terlalu serius terhadap Iptek bila dibandingkan dengan sektor lain. Tentunya mau tidak mau kita harus siap dengan persaingan AFTA pada 2015 mendatang. Jika tidak siap, pelaksanaan Litbang  yang harusnya bisa kita rasakan hasilnya dan bisa kita kembangkan secara berkelanjutan, akan diambil alih oleh asing.

Saat ini kita menekankan pada Sumber Daya Bio Resources yang juga sudah kita launching ke Bapenas dan kita harapkan dapat bersaing pada AFTA 2015.

Industri kreatif saat ini sedang berkembang, apakah hal tersebut dapat menjadi daya saing tersendiri bagi Indonesia?
Tentu saja. Karena di Industri kreatif terdapat keunikan, tentunya kita juga memiliki cukup banyak industri kreatif. Banyak negara-negara lain yang menyukai hasil-hasil dari kerajinan dan industri kreatif kita, tinggal bagaimana kita menjaga dan mengawasi kegiatan ini supaya tetap berjalan dan inovasi harus terus bergerak agar tidak bisa ditiru oleh asing.

Bisa dijelaskan bagaimana peranan pemerintah dalam mengembangkan industri kreatif?
Kami selaku lembaga Litbang sudah menyampaikan kepada penduduk di daerah serta mensosialisasi,dan mungkin dari kementerian yang bersangkutan juga sudah melakukan banyak hal demi kemajuan industri kreatif seperti promosi dan lain-lain. Dari sisi litbang, salah satu hal yang kita coba sosialisasikan adalah hak kekayaan intelektual yang harus kita jaga dan kita upayakan agar tidak dijiplak oleh asing.

Apa harapan Anda terhadap pemerintahan baru Jokowi-Jusuf Kalla?
Saya berharap dengan pemerintahan baru ini, Pak Jokowi dapat merealisasikan apa saja yang dijanjikan. Harapan yang dimaksud disini yakni berupa anggaran riset yang bisa menunjang penelitian ke depannya. Hal ini diharapkan dapat mengembangkan penelitian menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Saat Pak Jokowi mengunjungi LIPI beberapa waktu lalu, beliau menjanjikan akan melipatkgandakan anggaran riset tahun ini. Seperti diketahui, anggaran riset yang diberikan pemerintah sekarang kepada Kementerian Ristek yakni sekitar 0,08 persen dari GDP. Jadi yang kami tangkap itu sekitar 0,16 persen.

Sebetulnya, peningkatan tersebut masih kurang ideal bila dibandingkan negara berkembang lainnya. Maka dari itu, diperlukan dana insentif untuk pengadaan peralatan dari pemerintah. Saat ini kan masih mengandalkan barang dari luar negeri. Kalau dibebaskan maka akan menjadi 0,2 persen. Padahal mmenurut UNESCO, anggaran Iptek suatu negara itu seharusnya 2,5 persen dari Gross Domestic Product (GDP).

Teknologi terbaru apa yang saat ini tengah dikembangkan LIPI?
Wilayah Indonesia Timur memiliki intensitas sinar matahari lebih banyak, sehingga tepat bagi kami untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya. LIPI saat ini tengah menyiapkan pilot plan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terkonsentrasi (PLTS) di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kalau kita lihat di Indonesia ini elektrifikasi sekitar 75 persen akan melangkah. Namun di Indonesia timur memang masih rendah. Pengembangan kawasan Indonesia Timur diupayakan dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Riset PLTS ini sendiri sudah berjalan selama 3 tahun dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 1,7 miliar. Pertahun rata-rata pembangunan sollar termal ini di tahun pertama Rp. 500 juta, tahun kedua Rp. 750 juta dan tahun ketiga Rp. 500 juta.

Nantinya, teknologi ini bisa mengalirkan listrik di daerah yang belum teraliri listrik. Di mana energi matahari radiasinya ditangkap di cermin parabolik yang kemudian difokuskan di pipa panas berisi cairan lalu uap dihasilkan akan menggerakkan turbin.  Tentunya, selain PLTS ini, masih banyak teknologi lain yang bermanfaat yang kami kembangkan untuk Indonesia. •ARIE/M. TAUFIK (foto)

 

Gandeng Guvera, Lenovo Hadirkan Smartphone Musik

0

Lenovo-GuveraPRODUSEN asal China, Lenovo, kembali meluncurkan produk smartphone terbaru mereka. Smartphone yang diberi nama Muszik A319 ini adalah smartphone Android musik pertama dari Lenovo yang ditujukan bagi DOers yang memiliki kecintaan tinggi akan musik. Karenanya, fitur-fitur yang disediakan dalam smartphone ini pun disesuaikan dengan kebutuhan DOers seperti dukungan teknologi Dolby Digital Plus yang memberikan kualitas bass dan treble yang lebih baik dibanding smartphone Android sekelasnya, ketersediaan aplikasi musik Guvera untuk streaming lagu, serta dilengkapi dengan asesoris earphone top-end yang menghasilkan suara jernih dan maksimal.

“Peluncuran Lenovo Muszik A319 ini menjadi bukti komitmen inovasi Lenovo dalam memberikan ragam pilihan perangkat mobile untuk konsumen di Indonesia,” kata VP and Head of Sales Lenovo APAC, JD Howard di acara peluncuran di Jakarta (11/11).

Dian Farida, Marketing Director dari Guvera Indonesia menyatakan, “Melalui kerjasama ini kami menyediakan akses bagi pengguna Lenovo Muszik A319 ke koleksi musik tanpa batas semuanya gratis dan legal. Guvera sebagai penyedia layanan music streaming digital akan selalu memberikan layanan musik yang menyenangkan untuk berinteraksi lebih baik dengan pengguna kami.”

Setelah mendaftar dan mengaktifkan Guvera, pengguna secara otomatis mendapatkan akses menikmati music streaming terbaik, semuanya gratis dan legal. Guvera memungkinkan pengguna menikmati musik melalui format #tag (Guvera #PLAY) dimana pengguna dapat memilih tags yang diinginkan berdasarkan genre, mood, event dan banyak lagi.

Guvera juga menyediakan akses ke jutaan lagu dari artis lokal dan internasional, membuat dan memutar playlist secara acak kapanpun dan dimanapun.

Dalam hal spesifikasi, Lenovo Muszik A319 mengusung layar IPS ukuran 4 inci resolusi 480 x 800 piksel, dilengkapi prosesor dual core 1,3 GHz, RAM 512 MB, dan menjalankan sistem operasi Android 4.4 KitKat.

Fitur kamera belakang yang disertakan memiliki resolusi 5 megapiksel fixed focus dan lampu flash LED. Sementara kamera depan dibekali dengan sensor resolusi 2 megapiksel.

Kapasitas penyimpanan internal yang dimiliki sebesar 4 GB dan bisa diekspansi dengan memori eksternal microSD hingga 32 GB. Sedangkan kapasitas baterai yang disertakan dalam Muszik A319 sebesar 1500 mAh.

Karena lebih menyasar kalangan entry level, Lenovo A319 dibanderol dengan harga yang cukup affordable, yakni hanya Rp 999,000. • ARIE

 

Komunitas TI Dukung Gerakan ‘Kita Berdaulat di Dunia Maya’

0

1. Gerakan Kita Berdaulat di Dunia MayaBERTEPATAN dengan kegiatan rutin Car Free Day di Jakarta, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengkampanyekan “Gerakan Kita Berdaulat di Dunia Maya”, Minggu, 9 November 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan domain .id untuk para pengguna perorangan maupun komunitas teknologi informasi (TI).

Event yang didukung oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Majalah BISKOM, DNet, Desk Ketahanan Keamanan Informasi Cyber Nasional Kemenko Polhukam, IdEA, Indoreg, InfoKomputer, Nawala, Onno Center International, PANDI dan Sahabat Anak ini juga diisi dengan pengumpulan tanda-tangan petisi #KitaBerdaulat di Dunia Maya, pembagian Pin #KitaBerdaulat di Dunia Maya, kampanye penggunaan DNS Nawala, kampanye penggunaan jejaring sosial Kita.ID yang aman, beretika, bertanggung-jawab, kampanye Gerakan #KitaMemberi, kampanye penggunaan domain .id. serta siapapun bisa daftar gratis untuk penggunaan domain .id selama satu tahun pertama.

“Komunitas TI hari ini berkumpul untuk menegaskan bahwa Indonesia bisa berdaulat di dunia maya. Karena selama ini kita boleh dikatakan, sangat bergantung dengan dunia luar, untuk dunia TI. Padahal kita punya potensi besar untuk mendorong penggunaan produk Indonesia. Katakanlah sekarang seperti domain .id, DNS Nawala. Itu asli buatan Indonesia, jadi kenapa kita harus pakai .com atau .net?” ujar M. Yamin, Executive Director Nawala Nusantara (9/11).

Penggunaan domain .id dibandingkan .com dinilai lebih aman untuk mencegah terjadinya kasus-kasus penipuan misalnya yang terkait dengan transaksi elektronik dan lain-lain. “Untuk .com itu tidak terdeteksi siapa yang punya, siapapun bisa mendaftar. Sementara untuk domain. id harus melalui proses yang lebih secure, misalnya penggunaan identitas, faktur pajak dan sebagainya yang memungkinkan kalau ada kejadian atau kasus penipuan itu bisa terlacak, siapa pemiliknya,” terang Yamin.

cfdKonsultan Senior Keamanan Internet, Gildas Deograt Lumy, yang hadir pada acara ini menyampaikan, dunia nyata dan dunia maya adalah 2 dunia pararel yang tidak dapat dipisahkan.

Berdaulat berarti menjaga keutuhan negara. Menurutnya, kita sangat sulit menegakan hukum Indonesia terhadap layanan asing di dunia maya. Seperti halaman-halaman jejaring sosial yang berisi ajakan memecah belah NKRI tidak dapat ditutup oleh pemerintah Indonesia. Kemudian Indonesia dirugikan jika warganya berbelanja di situs asing karena kehilangan pemasukan pajak.

“Menjadi sangat aneh jika pemerintah justru mendukung situs-situs asing dengan menjadi pengguna aktif. Rakyat Indonesia harus bersatu membangun kedaulatan bangsa, perlahan tapi pasti, meninggalkan layanan situs-situs asing. Bangsa Indonesia harus berjuang mewujudkan budaya Indonesia yang berperi kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan di dunia maya,” paparnya.

Sementara Soegiharto Santoso, Pendiri Majalah BISKOM mengatakan, “Menjadi kewajiban bagi komunitas TI untuk mendukung Gerakan Kita Berdaulat di Dunia Maya dan mensosialisasikannya di masyarakat. Bukan untuk menyatakan sikap bahwa kita anti produk asing, tetapi justru mendorong motivasi masyarakat untuk lebih banyak menciptakan inovasi, belajar dari negara lain dan menyesuaikan inovasi tersebut sesuai kepribadian bangsa. Dengan demikian kita akan bisa berdaulat dan mandiri dinegeri sendiri.”

Di kesempatan yang sama, Onno W. Purbo, Pendiri Yayasan Onno Center menyampaikan, “Dunia TI Indonesia masa depan bukan hanya soal penghematan biaya negara, melainkan juga soal kedaulatan dan kemandirian bangsa. Indonesia harus terus mendorong pengembangan open source software, agar negara kita tidak tertinggal semakin jauh di bidang TI. Untuk menciptakan kedaulatan, kita juga membutuhkan generasi muda yang cerdas, yang mampu mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan bangsa.” •ARIE/M.TAUFIK (foto)

 

IIW’14: Pembangunan Infrastruktur Harus “Just Do It”

0

SONY DSCJUST do it. Inilah kata-kata yang keluar dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengutip tagline merek sepatu ternama saat membuka konferensi Indonesia Infrastruktur Week 2014 (IIW’14) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan yang digelar oleh PT Infrastructure Asia dan didukung oleh jajaran pemerintah, termasuk Kementerian Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Kadin Indonesia.

Menurut Jusuf Kalla, pembangunan infrastruktur saat ini tidak ada prioritas karena semuanya telah menjadi prioritas, baik itu pelabuhan, air, listrik semuanya menjadi penting karena banyaknya permasalahan di negeri ini. Jadi jangan terlalu banyak bicara dan diseminarkan tetapi lebih menghayati untuk bergerak dan melakukan kerja nyata. “Just do it, tantangan ini tidak untuk diseminarkan tetapi untuk dilakukan kerja,” ujar Kalla di Jakarta (5/11).

Terkait anggaran pembangunan. Kalla menyebutkan akan mengajak pihak swasta ataupun negara tetangga dan negara lainnya untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk mendorong iklim investasi yang baik, beliaupun menjanjikan di tahun depan akan segera dibuat Undang-undang baru yang lebih tegas untuk memperlancar perijinan dan mempermudah investasi. “Birokrasi selama ini memang menyulitkan tetapi akan kami selesaikan dengan membuat peraturan-peraturan yang jelas. Setiap percepatan yang dilakukan lebih cepat akan lebih baik,” ujar Wapres.

SONY DSCKetua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menyebutkan, konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 – 7 November 2014 ini menjadi penting diselenggarakan saat pemerintahan baru Jokowi yang sangat menaruh perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur. “Ini akan menjadi harapan-harapan negara dan masyarakat akan terselesaikannya permasalahan pembangunan selama ini. Namun bila mengandalkan APBN tidak akan mencukupi, maka pembiayaan infrastruktur bisa menarik investasi asing dengan berbagai upaya promosi untuk mengatasi hambatan tersebut. Diharapkan Worl Bank juga dapat mengalokasikan dana pensiun untuk membantu pembangunan negara berkembang yang baru 1 persennya digunakan,” papar Suryo.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Sofyan Djalil mengakui, pertumbuhan komoditi saat ini sedang turun dibandingkan tahun lalu. Namun beliau optimis bisa memperbaiki iklim investasi di tanah air dengan cara kerja, kerja dan kerja yang menjadi slogan dari Kabinet Kerja yang dibentuk pemerintahan baru.

Kerja yang dimaksud adalah kerja cerdas, kerja cepat dan kerja keras. “Semangat keseriusan pemerintah merupakan angin segar bagi investor. Untuk memprcepat pembangunan infrastruktur akan dilakukan relokasi atau mengalihkan anggaran negara ke sektor produktif dan memperbaiki iklim birokrasi,” papar Sofyan.

SONY DSCIIW’14 menghadirkan empat sektor utama yang dinilai membutuhkan perhatian dari pemerintah dan industri, yaitu Airports and Aviation Indonesia 2014 (AAI 2014), Connect Expo Comm 2014 (CECI 2014), Konstruksi Indonesia 2014 (KI 2014), dan Indonesia Internasional Infrastructure Conference and Exhibiton 2014 (IIICE 2014).

IIW’14 menghadirkan empat sektor utama yang dinilai membutuhkan perhatian dari pemerintah dan industri, yaitu Airport and Aviation Indonesia 2014, Connect Expo Comm Indonesia 2014, Konstruksi Indonesia 2014, dan Indonesia International Infrastructure Cinference and Exhibition 2014 yang diadakan bersamaan dengan Regional Goverments Conference 2014.

IIW’14 telah dipasarkan dan mendapat sambutan baik dari berbagai negara di dunia seperti China, Australia, Turki, dan negara-negara di Eropa. Alan Solow, CEO PT. Infrastructure Asia mengaku bangga bisa bekerja sama dengan Bappenas, Kadin dan pihak pemerintahan lainnya dalam penyelenggarakan IIW’14. “Ini merupakan momentum penting bagi Indonesia di mana para pemangku kepentingan dari empat sektor raksasa hadir untuk menggali potensi kerjasama. Sehingga, hubungan mutualisme antar pihak dapat terbentuk,” paparnya.

Majalah BISKOM sebagai media partner ikut serta di event IIW’14, dan sekaligus berkesempatan memamerkan majalah versi media cetak maupun online. •ANDRI

Gelaran NBS dan CECI Bahas Indonesia Broadband Plan

0

Ceci-BiskomPERAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembangunan nasional menjadi sangat penting saat ini. Hal tersebut diperlihatkan dalam penyelenggaraan National Broadband Symposium 2014 (NBS’14) dan Connect Expo Comm Indonesia 2014 (CECI’14) yang merupakan bagian dari rangkaian ajang kegiatan Indonesia International Infrastructure Week 2014 (IIW’14) yang berlangsung 5 – 7 November 2014 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Bertajuk “Empowering Humanity Through The Implementation of The Indonesia Broadband Plan”, kegiatan ini diselenggarakan berkat dukungan Masyarakat Telematika (Mastel), Dewan TIK Nasional (Detiknas) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menyoroti pentingnya peranan pitalebar (broadband) sesuai dengan desain Indonesia Broadband Plan 2014-2015.

Dalam sambutannya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Andrinof A Chaniago mengatakan, pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian nasional telah memfokuskan pembangunan infrastruktur pada ketahanan pangan, kemaritiman dan kelautan, serta energi. Namun berbicara pembangunan untuk manusia dan masyarakat, berbicara ketimpangan wilayah antara barat dan timur, desa dan kota, Jawa dan luar Jawa, serta membangun dari pinggir dan seterusnya merupakan hal yang wajib tidak perlu masuk prioritas karena merupakan kebutuhan dasar dan wajib, seperti pendidikan, kesehatan dan juga perumahan.

“Semuanya itu ketika kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan pelayanan publik yang baik untuk memajukan perekonomian dibutuhkan yang namanya TIK. Maka pengadaan percepatan penerapan broadband masuk dalam agenda Kabinet Kerja karena semua agenda-agenda prioritas tadi membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur termasuk TIK,”ujar Andrinof di Jakarta (5/11).

Sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, melihat fokus pemerintah melakukan pembangunan berkaitan infrastruktur fisik, sebetulnya yang dikedepankan dibangun pemerintah adalah infrastruktur untuk memintarkan orang-orang atau bangsa Indonesia setidaknya 5-20 tahun kedepan.

Di kesempatan ini, Rudi mengajak setiap kementerian untuk duduk bersama-sama menggabungkan APBN yang ada untuk pembangunan infrastruktur jaringannya. Kerena beliau melihat selama ini setiap kementerian dalam melakukan tender selalu infrastrukturnya sama.

“Bila tender infrastrukturnya sama kenapa tidak kita satukan saja APBN-nya untuk efisiensi nasional. Nantinya terserah siapa saja yang mengelolanya, tidak harus Kominfo,” papar Rudi. Lanjutnya, untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang financially viable sebaiknya menggunakan pihak swasta. “Peran pemerintah disini hanya sebagai enabler saja,” tandasnya.

Sementara pihak Telkom Indonesia yang mempunyai kewajiban membangun infrastruktur telekomunikasi di tanah air mengakui banyak tantangan yang dihadapi negeri ini dalam pembangunaan infrastruktur broadband. Indonesia sebagai negara yang unik dengan wilayah lebih luas perairannya dibandingkan daratannya, pulaunya banyak serta tantangan geografisnya yang beragam menjadikan pembangunan broadband tidak cukup hanya bicara Wired Land dan tidak cukup bicara dengan yang di darat saja tetapi juga harus memikirkan solusi yang di maritim dan juga terobosan-terobosan yang diperlukan termasuk satelit.

“Bagaimanapun penggunaan kabel, baik itu kabel laut pastinya sebagian harus tetap dijangkau dengan satelit sehingga teknologi satelit terdepan perlu diadopsi,” jelas Indra Utoyo, Chief Executive Officer, Telkom Indonesia.

Indonesian Broadband Plan (IBP) memiliki enam program unggulan yang terdiri dari Ring Palapa, Jaringan dan Pusat Data Pemerintah, serta Pengembangan SDM dan Industri TIK Nasional.

Menuju 2019 diharapkan infrastruktur perkotaan sudah mencapai pitalebar akses tetap dengan 71% rumah tangga (20Mbps), dan 30% populasi. Sedangkan untuk pitalebar akses bergerak (mobile broadband) akan menjadi 100% populasi (1Mbps). Sedangkan, segi infrastruktur pedesaan akan terdiri dari pitalebar akses tetap dengan 49% rumah tangga (10Mbps) dan 6% populasi. Kemudian dari pitalebar akses bergerak menjadi 52% populasi (1Mbps).

Kemudian adopsinya diharapkan semakin banyak inovasi implementasi di sektor e-pengadaan, e-kesehatan, e-tourism, e-pendidikan dan e-pemerintahan. Indra juga menambahkan, dengan adanya IBP sebagai intinya bisa ditambahkan program-program yang belum tercover agar nantinya penetrasi atau pagelaran broadband lebih ber-impact. “Diharapkan di 2020 kita bisa masuk Top 40 dalam World Economic Forum untuk network readiness index (NRI),” papar Indra. •ANDRI

BogorComtech 2014 Dorong Pemanfataan TIK Kota Bogor

0

bogorcomtechUNTUK menumbuhkan minat masyarakat Bogor dalam pemanfaatan penggunaan komputer, gadget dan memahami dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) kota Bogor menggelar BogorComtech di Atrium Botani Square, Bogor.

Pameran yang menampilkan berbagai produk dan teknologi terbaru di bidang TIK ini berlangsung selama lima hari, mulai 4 – 9 November 2014. Ketua DPD Apkomindo Bogor, Muzakkir menyebutkan, ada 35 perusahaan atau tenant yang mengikuti event tahunan ini.

“Kegiatan ini memungkinkan para pelaku industri berinteraksi langsung dengan konsumen dan para konsumen juga bisa melihat, memilih dan merasakan langsung berbagai produk yang dipamerkan sebelum memutuskan untuk membeli,” ujar Muzakkir di Bogor (4/11).

Disebut-sebut sebagai barometer industri TIK Bogor, pemeran BogorComtech setiap tahunnya tidak hanya berkembang produk-produknya saja tetapi juga selalu memberikan harga yang murah dengan berbagai diskon menarik yang ditawarkan oleh setiap brand, seperti Oppo, Samsung, Advan, Acer, Asus, dan lainnya.

bogorcomtech 1Pameran BogorComtech menjamin bahwa harga produk di BogorComtech sama seperti pameran gadget, notebook, dan entertainment yang bersamaan di Jakarta, yakni Indo Comtech.

“Jadi, buat orang Bogor, tidak usah datang jauh-jauh ke Jakarta karena untuk harga produk antara Jakarta dan Bogor sama saja dan lebih hemat karena tidak memakan biaya dan waktu yang lebih banyak,” ucap Muzakkir.

Sementara itu, Ketua DPP Apkomindo, Agustinus Sutandar mengharapkan, dengan adanya BogorComtech dapat meningkatkan pertumbuhan TIK di Bogor dan dapat mendukung program pemerintah smart city.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bagian Pengendalian Program Setda Kota Bogor mewakili Walikota Bogor, Maman Abdurahman yang menyebutkan BogorComtech mendapatkan dukungan penuh dari walikota Bogor karena kesamaan visi dalam pembangunan smart city.

“Untuk pencapaiannya, dibutuhkan perangkat-perangkat TIK dan dengan pengembangan TIK yang berkembang pemerintah yakin smart city bisa terwujud,” papar Maman.

Juga hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kominfo Kota Bogor Chusnul Rozaqi, distributor TIK dan para pengurus Apkomindo. •ANDRI