Home Blog Page 913

Taiwan Trade Meeting Mission Tingkatkan Kerjasama Perdagangan

0

Taiwan Trade Meeting Mission-biskomTAIWAN External Trade Development Council (TAITRA) yang dipercaya oleh Departemen Urusan Ekonomi kembali menggelar Taiwan Trade Mission dengan mengirimkan sekitar 60 delegasinya ke Indonesia yang terdiri dari berbagai industri seperti Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK), mesin, suku cadang mobil, elektronik, produk perawatan medis dan industri jasa, serta waralaba berbasis layanan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta ini memberikan kesempatan kepada perusahaan Indonesia untuk bertemu langsung 1-on-1 Trade Meeting dengan perusahaan Taiwan untuk menjalin kerjasama. Deputy Minister Ministry of Economic Affairs, Cho Shih-Chao menyebutkan, kunjungannya ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama yang sudah terjalin selama ini dibidang perdagangan dan investasi antara Taiwan dan Indonesia.

“Indonesia telah menjadi mitra perdagangan penting di Asia Tenggara dan dua negara terbesar tujuan investasi Taiwan di antara bangsa-bangsa ASEAN, serta mitra dagang terbesar ke-10 pada tahun 2013. Dengan semakin dekatnya hubungan ini diharapkan dapat bersama-sama menumbuhkan perekomian Indonesia dan Taiwan,” ujar Chao, di Jakarta (3/11).

Taiwan Trade Meeting Mission-biskom-2Berdasarkan data statistik, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Taiwan pada tahun 2013 adalah sebesar US$ 12.300.000.000, atau turun sebesar 1,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Taiwan pada tahun ini mencapai US$ 7,1 miliar sedangkan impor Indonesia dari Taiwan mencapai US$ 5,1 miliar. Perdagangan Indonesia dengan Taiwan pada tahun ini mengakibatkan surplus US$ 2 miliar.

Indonesia semakin menjadi negara yang mempunyai daya tarik dengan semakin stabilnya lingkungan politik dan ekonomi serta berlimpahnya tenaga kerja yang tersedia. Diakuinya, Investasi Taiwan di Indonesia pada bulan Juni tahun ini sudah mencapai US$ 16.600.000.000 dan Taiwan merupakan 9 investor asing terbesar di Indonesia dengan investasi di bidang peralatan IT, suku cadang mobil, alas kaki dan tekstil.

Sementara itu Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office, Indonesia, Phoebe Yeh melihat potensi ekonomi Indonesia masuk dalam enam pasar cepat berkembang di dunia. Dengan memanfaatkan keahlian yang dimilki perusahaan Taiwan disetiap bidangnya akan menciptakan lingkungan bisnis yang menguntungkan antara kedua negara.

Taiwan Trade Meeting Mission-biskom-1

Kehadiran delegasi ini pun disambut baik Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto. Dikatakannya, Taiwan mempunyai prospek yang sangat besar di Indonesia. “Saya kira delegasi Taiwan yang datang bisa memanfaatkan pasar Indonesia yang begitu besar dan tumbuh dengan cukup pesat, dengan kondisi masyarakat yang sudah mempunyai pendapatan cukup baik. Selain itu kita masih banyak memerlukan teknologi-teknologi yang bisa membuat ekonomi lebih efisien dan saya lihat produk-produk Taiwan bisa menawarkan kemungkinan itu yang menambah efisiensi perusahaan-perusahan disini,” sambut Suryo.

Agar semakin banyak minat negara asing untuk berinvestasi di Indonesia, dia pun menyarankan pemerintah senantiasa improve memperbaiki iklim usaha agar lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. itu bisa dilakukan dengan memperbaiki sistem perpajakan, membangun infrastruktur dan memangkas peraturan-peraturan yang banyak menghambat atau mempersulit investor.

“Regulasi harus dibuat semudah mungkin, semurah mungkin, senyaman mungkin. Itu kuncinya!,” tutupnya. •ANDRI/TAUFIK (foto)

 

Taiwan Excellence Pavilliun Hadirkan 25 Brand di Indocomtech 2014

0

Indocomtech-taitra-biskom-2INDOCOMTECH sebagai ajang pameran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terbesar di Indonesia dan selalu menjadi barometer dalam evolusi industri TI di tanah air menjadikan keberadaannya selalu ditunggu-tunggu pecinta gadget maupun masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan TIK terkini.

Pameran yang selalu ramai dikunjungi masyarakat ini pun menarik pihak Taiwan Externel Trade Development Council (TAITRA) untuk ikut berpartisipasi dengan membuka Taiwan Excellence Paviliun di Indocomtech Hall B, booth H yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, mulai 29 Oktober – 2 November 2014.

Pihak TAITRA menyebutkan momen pagelaran Indocomtech ini merupakan kesempatan bagi Taiwan untuk memperkenalkan brand-brand TI dari Taiwan yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia. Keikut sertaannya dalam pameran ini merupakan bagian dari kegiatan kampanye Taiwan Excellence yang dimulai sejak tahun 2010 lalu oleh TAITRA dibawah pengawasan Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT), Kementerian Ekonomi (MOEI) Taiwan.

Indocomtech-taitra-biskom-3

“Kami mengawali kampanye Taiwan Excellence dengan memperkenalkan brand-brand TIK yang handal dan terdepan, seperti Acer, Asus, BenQ, HTC, Optoma dan brand lainnya. Namun tidak hanya TIK, dengan semakin tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap produk-produk Taiwan sekarang ini berbagai brand-brand electronic, fashion, home appliance hingga kesehatan juga diperkenalkan,” ujar Y.C. Tsai, Director of Economic Division, Taipei Economic and Trade Office, Indonesia, di Jakarta (30/10).

Untuk membuktikan kehandalan produk-produk dari Taiwan, Tsai pun mengambil laptop Acer S7 yang selalu dibawanya ke atas stage dan menjatuhkan, lalu menginjak-injak laptop tersebut. Masih kurang puas, beliaupun mengajak audience untuk membantu menginjak-injak laptop tersebut. Hasilnya, meskipun mendapat tekanan keras, Acer S7 tetap utuh dan berfungsi normal. “Ini merupakan inovasi yang dibuat Acer brand dari Taiwan yang tidak hanya mengedepankan performa tetapi juga kekuatan materialnya,” tandas Tsai.

Indocomtech-taitra-biskom-1Sementara itu, Soegiharto Santoso dari Masterdata, selaku rekanan Taitra dalam kegiatan Taiwan Excellence menyebutkan, keberadaan Taiwan Excellence tidak hanya selalu mempromosikan produk-produk negaranya saja tetapi juga telah banyak mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat memajukan bangsa. Diantaranya, belum lama ini ikut terlibat dalam gerakan “Sumpah Pemuda Cyber” yang digelar oleh Onno Center dan komunitas TIK lainnya untuk memberdayakan generasi muda dalam bidang TIK dan penetrasi internet di daerah.

“Saat ini tidak hanya berfokus di Jakarta saja dalam mengkampanyekan Taiwan Excellence, tetapi juga mengikuti pemeran-pameran ke kota lainnya, seperti Surabaya, Bali, Medan dan selanjutnya berencana ke Makassar. Selain itu Taiwan Excellence juga mempunyai stand di Mall Mangga Dua, Mall Ambassador dan Rimo Bali Computer Center,” papar Soegiharto yang juga merupakan pendiri Onno Center.

Sebanyak 25 brand Taiwan Excellence dipamerkan, diantaranya Acer, Asus, Adata, Asrock, BandRich, BenQ, BXB, CyberPower, DrayTek, Edimax, GKB, Handlink, HTC, JM, MSI, Optoma, Rexon, Tysso dan ZyXel. Selain itu, acara ini juga diramaikan dengan berbagai hiburan seperti selebriti The Dream Girl, The Dancer, group vocal UNO dan berbagai game interaktif menarik lainnya.

Di Taiwan Excellence Pavilion juga disediakan berbagai souvenir menarik bagi konsumen yang membeli produk-produk dari brand Taiwan Excellence yang ada di area pameran Indocemtech dengan menunjukkan nota pembeliannya. •ANDRI

Vivo Luncurkan 5 Smartphone Unggulan

0

Vivo-Taufik Biskom-1SAAT meramaikan ajang pameran Teknologi Informasi (TI) terbesar di tanah air, yakni Indocomtech 2014, perusahaan smartphone asal China, Vivo, meluncurkan 5 smartphone terbarunya yang terbagi atas dua segmen pasar. Untuk kelas high-end, diantaranya ada Vivo Xplay, X 3S dan X Shot, sementara untuk kelas low-end tersedia seri Y22 dan Y15.

Mengusung tagline HiFi dan Smart, Vivo menghadirkan penampilan menarik, kualitas akustik jernih, video, dan fotografi andal untuk semua smartphone terbarunya tersebut.

Vice General Manager Vivo Communications Indonesia, Kenny Chandra mengemukakan (31/10), “Di tengah meningkatnya peran Indonesia di dunia digital, Vivo hadir di Indocomtech 2014 untuk mengajak pengguna Indonesia merasakan sentuhan smartphone Vivo.

Ia memaparkan, Vivo mengedepankan tiga lini utama high-end seperti X Series dengan tampilan super tipis, Xplay Series yang mendukung kualitas suara HiFi dan extreme video display serta Xshot bagi penggemar fotografi. “Ponsel pintar ini didukung teknologi suara kelas dunia dan sistem operasi cerdas, yang menghadirkan interaksi dinamika kehidupan urban dengan teknologi handal,” tandasnya.

Vivo-Taufik Biskom-2Menurutnya, kehadiran Vivo sendiri mendapatkan sambutan yang besar dari pengguna smartphone dunia karena performanya yang mumpuni. Beberapa produk andalannya seperti Xshot mengandalkan kamera utama yang mengusung resolusi 13 megapiksel serta f/1.8. Karena ditenagai oleh chipset Quallcomm Smapdragon 801 SoC serta dukungan dari RAM sebesar 3GB, diyakini smartphone ini akan sangat andal dari segi kinerja.

“Ponsel pintar merefleksikan nilai-nilai modern yang fun, dinamis dengan didukung teknologi andal, untuk menghadirkan momen-momen terbaik yang penuh semangat,” imbuhnya.

Kelima ponsel ini dibanderol dengan harga yang beragam. Untuk X Series yang tergolong premium, Vivo melabelkan X Play dengan harga Rp. 6.999.000, X 3S seharga Rp. 4.999.000, sementara untuk X Shot dihargai pada kisaran Rp. 5.999.000. Di kelas low end, Vivo menghargai Y 22 dan Y15 masing-masing pada kisaran Rp. 2.499.000 dan Rp. 1.800.000. •ARIE/M. TAUFIK (foto)

Indocomtech 2014 Didominasi Mobile Phone

0

indocomtech-biskom-1PAGELARAN  tahunan Indocomtech yang memamerkan berbagai produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdepan kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Memasuki usianya yang ke-22, pameran TIK terbesar kali ini mengangkat tema “Digital Lifestyle” yang tidak hanya menampilkan perangkat komputer dan notebook saja, tetapi juga berbagai produk gadget seperti smartphone dan tablet untuk mendukung mobilitas dan gaya hidup masyarakat. Indocomtech 2014 sendiri berlangsung selama 5 hari kedepan, mulai 29 Oktober – 2 November 2014.

 Plt. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Rudi Rusdiah, dalam sambutannya mengatakan, meski didominasi perangkat mobile, bukan berarti bisnis PC sedang down. Perangkat PC kini tengah mengalami transformasi dari yang tadinya produk consumer menjadi solusi provider, data center, back office, Cloud, maupun virtualisasi.

 “Pasar PC di Indonesia masih tetap positif mengingat penetrasinya masih sangat rendah sekitar 30%. Ini artinya potensi perkembangannya sangat perspektif berbeda dengan penetrasi mobile phone yang sudah lebih dari 100%,” ujar Rudi, di Jakarta (29/10).

Berdasarkan data yang diperolehnya, pasar PC pertumbuhannya mencapai sekitar 14% atau 8,6 juta pertahun, berbeda dengan mobile phone yang penjualannya di 2014 tembus angka 60,8 juta. “Dengan meningkatnya smartphone perkembangannya sekarang ini terjadi konvergensi yang melahirkan perangkat tablet 2 in 1 dan 3 in 1,” sambungnya.

indocomtech-biskom-2

Chris Iwan Japari dari Yayasan Apkomindo menambahkan, bila tiap tahunnya Indocomtech selalu memberikan sesuatu yang berbeda dikarenakan dinamika industri TIK selalu mengalami perkembangan. “Melihat perkembangan ini, kami selalu menghadirkan berbagai produk maupun teknologi terbaru. Tidak salah bila Indocomtech selama dua decade terakhir telah menjadi ajang pameran terbesar di tanah air dan selalu menjadi barometer dalam evolusi industri TIK,” papar Chris.

Sementara itu, Direktur PT Amara Pameran Internasional (API), Sri Vista Limbong, menyebutkan Indocomtech kali ini melibatkan kurang lebih 300 perusahaan dari bidang telekomunikasi, computer, software, game dan aksesoris.

Beberapa brand besar yang mengikuti antara lain, TAITRA Taiwan Excellence, Telkomsel, XL, Intel, Samsung, LG, Lenovo, HP, Acer, Asus, Apple, Axioo, Indosat, Evercoss, Vivo, Panasonic, Canon, Olympus, Polytron, Huawei, Logitech, Bolt, Seagate dan WD.

Untuk memeriahkan pagelaran Indocomtech yang didukung BRI ini, tidak hanya menyajikan berbagai produk saja tetapi juga dimeriahkan berbagai promo dan diskon menarik, seminar Big Data, hingga kompetisi Games.

“Panitia juga memberikan kemudahan-kemudahan untuk masyarakat mengakses Indocomtech dengan memfasilitasi shuttle bus dari FX Sudirman dan MargoCity Depok, ke lokasi pameran. Serta aplikasi Mapflik yang dapat diunduh untuk memudahkan pengunjung mengetahui denah dari booth setiap peserta dan berbagai informasi pameran lainnya,” jelas Vista. •ANDRI

Andalkan TI, Dulux Hadirkan Aplikasi Visualizer

0

dulux-biskom-1KEMAJUAN teknologi informasi (TI) telah memberikan sebuah terobosan di beberapa kanal bisnis, yang tujuannya adalah untuk mempermudah konsumen. Berangkat dari sini, Dulux, merek cat terkemuka dari Akzonobel, meluncurkan sebuah Dulux Visualizer, aplikasi inovatif yang menggunakan teknologi Augmennted Reality untuk memudahkan konsumen saat ingin memulai pengecatan, karena dapat memberikan simulasi sebelum melakukan pengecatan.

Aplikasi Dulux Visualizer mensimulasi warna cat dinding secara langsung, hanya dengan sekali klik sehingga akan sangat mempermudah pengguna untuk memvisualisasikan hasilnya serta juga dapat langsung mengirimkan hasil tesebut kepada teman menggunakan email.

Dulux Visualizer dirancang dengan teknologi canggih sehingga konsumen tidak akan mengalami kesulitan ketika menggunakan aplikasi ini, hanya dengan mengarahkan gadget ke dinding, aplikasi ini akan langsung menampilkan visualisasi hasil akhir dinding dengan warna cat yang diinginkan. Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play serta App Store dan dapat diunduh secara gratis.

Jun De Dios, President Director PT ICI Paints Indonesia mengatakan, “Inovasi digital dari Dulux ini merupakan solusi lengkap dalam menjawab kebutuhan konsumen modern. Aplikasi ini memiliki metode termuktahir dalam mendekorasi dan memilih palet warna cat rumah, dengan menggunakan platform digital.”

dulux-biskom-2Berdasarkan Dulux Global Colour Survey 2013, 93% konsumen meyakini warna memiliki kekuatan mengubah suasana hati seseorang, namun lebih dari 75% mengalami kekhawatiran memilih warna yang salah. Dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut sekaligus memudahkan konsumen untuk mendekorasi ruangan dengan gaya yang sesuai dengan kepribadian mereka.

Saat ini aplikasi mobile Dulux Visualizer sudah bisa diunduh secara cuma-cuma di App Store dan Google Play Store untuk ponsel-ponsel berbasis iOS dan Android. Sementara itu dengan konsep Colour of Inspiration, peluncuran kembali situs inspirasi www.dulux.co.id berisikan ide-ide dekorasi yang lebih lengkap, yang akan membantu konsumen menjalankan setiap proses dekorasi dari awal hingga akhir.

Situs www.dulux.co.id dilengkapi lebih banyak tips dan saran desain interior, koleksi inspirasi dekorasi yang menarik, serta artikel dan video yang menginspirasi. Dengan platform yang lebih responsif, www.dulux.co.id akan menampilkan skema warna hunian yang menarik untuk setiap konsumen.

Tersedia juga informasi yang lebih lengkap mengenai lokasi toko-toko yang menjual produk Dulux, sehingga dapat membantu konsumen untuk bisa memperoleh produk-produk Dulux di toko terdekat dengan lokasi konsumen. •ARIE

 

Genta dan Komunitas TIK Ikrarkan “Sumpah Pemuda Cybers”

0

Sumpah Pemuda Cyber-BiskomBERTEPATAN dengan peringatan hari Sumpah Pemuda, Genta Foundation mengumpulkan pakar dan penggiat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam sebuah acara yang bertajukan “Sumpah Pemuda Cyber” di Kampus IBM Asmi, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung dengan disaksikan puluhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara online melalui sistem webinar ini, ingin mengembalikan semangat generasi muda dalam era teknologi informasi.

Menurut Pendiri Genta Foundation, Dedi Yudiant, di era modern dan digital para pemuda mengenal berbagai aplikasi seperti Facebook, Twitter dan sosial media lain yang terbukti menghubungkan manusia satu sama lain. Sayangnya, meski telah menjalin hubungan baik di media sosial, semangat kebangsaan antar pemuda justru patut dipertanyakan. Terbukti, karena sosial media, tidak sedikit jumlah korban pelecehan, bullying, kekerasan, penculikan, pemerkosaan dan lainnya saat ini.

Melihat fenomena ini, ia pun ingin membuat sebuah social movement di kalangan anak muda di seluruh Indonesia. “Anak-anak muda kita memiliki bakat dan karya besar di bidang TI, namun sayangnya kurang terekspos. Selain itu, kami juga berharap para pemuda tergugah untuk terus memanfaatkan TI dengan cara yang benar dan positif.” ujar Dedi, di Jakarta (28/10).

Selama 2 tahun belakangan ini, Genta Foundation telah berinisiasi membangun program Cyberpreneur berupa kegiatan pelatihan di bidang TIK untuk SMK dengan mengunakan fasilitas web untuk video conference. Melalui pelatihan jarak jauh yang berkonsep cyber meeting ini, pelatihan yang diberikan dapat menjangkau lebih dari 500 audience yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung kegiatan Cyberpreneur ini, sengaja dikumpulkan para pakar TIK hari ini untuk diperkenalkan pada publik, bahwa mereka-mereka inilah yang akan menjadi nara sumber yang berkompeten memberikan pendidikan dan pelatihan pada kegiatan Cyberpreneur. “Pembangunan dan pemberdayaan generasi muda dalam bidang TIK diperlukan untuk menuju pada kemandirian bangsa dalam bidang pendidikan, teknologi, dan ekonomi,” paparnya.

Sumpah Pemuda Cyber-Biskom-1

Pakar TIK yang dilibatkan dalam acara ini diantaranya Handoyo Taher (Klik Indonesia), Frans Thamura (Meruvian Foundation), Soegiharto Santoso (Onno Center International) dan Victor Terinathe (LSP Telematika). Tak lupa, Tokoh TI Nasional, Michael Sunggiardi, juga ambil bagian di acara ini.

Soegiharto Santoso, Pendiri Onno Center International menyampaikan, Genta Foundation dan Onno Center International memiliki misi yang sama, yakni mendistribusikan pendidikan TI sebanyak mungkin ke masyarakat, khususnya anak-anak muda di seluruh Indonesia. Karenanya akan ada banyak kegiatan bersama antara kedua yayasan ini di masa mendatang.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Genta Foundation dengan SMKN 1 Baula, Kabupaten Kolaka dalam rangka mengembangkan TI bagi generasi muda di Kabupaten Kolaka yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka.

“Kerjasama ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Kolaka. Melalui Cyberpreneur diharapkan kompetensi siswa semakin meningkat dan terbangun SDM TIK yang berkualitas. Dalam mendukung kegiatan Cyberpreneur, Bupati telah bersedia menyiapkan bandwidth yang dibutuhkan agar siswa dapat menerima pendidikan dengan baik,” sambut Asisten Administrasi Umum Setda, Kabupaten Kolaka, H.M Ismail.

Sumpah Pemuda Cyber-Biskom-2

Program dengan SMKN 1 Baula ini akan menjadi percontohan bagi pengembangan SMK lainnya di 510 Kabupaten/Kota seluruh Nusantara dengan dukungan komunitas TIK.

Sebagai bukti komitmen Genta Foundation dan Komunitas TIK untuk membangun generasi muda yang siap dan mampu menghadapi persaingan global berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, di acara ini juga dibacakan ikrar Sumpah Pemuda Cybers yang juga melibatkan ratusan peserta seminar online di sejumlah daerah yang memanfaatkan fasilitas webinar.

Berikut ini isi ikrar Sumpah Pemuda Cybers;

Dengan Semangat Sumpah Pemuda dan ikhlas karena Tuhan Yang Maha Esa, kami berikrar:

  1. Akan menegakkan identitas bangsa, yang berdasarkan asas Pancasila & UUD 1945, kemajuan teknologi informasi serta kemandirian ekonomi.
  2. Akan memfasilitasi dan mendukung pemberdayaan pemuda/i yang mempunyai daya saing untuk menyongsong kemajuan teknologi informasi global guna menciptakan kemandirian bangsa.
  3. Bersatu untuk tekad mengembangkan kreatifitas yang berbasiskan pada kemajuan teknologi informasi. •ANDRI

Gunakan VMware, Sampoerna Agro Lakukan Virtualisasi

0

sampurna agroSAMPOERNA Agro mengumumkan bahwa perusahaan minyak kelapa sawit tersebut telah menggunakan VMware vSphere untuk memvirtualisasikan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) yang mereka miliki. Dengan cara ini, Sampoerna Agro dipastikan dapat mengurangi total cost of ownership (TCO) dan menyempurnakan manajemen sumber daya, dimana mereka bisa mengukurnya berdasarkan pertumbuhan perusahaan. Tujuan lain, untuk memaksimalkan return of investment (ROI) dan meningkatkan efisiensi layanan TI.

Sebelum mengimplementasikan solusi-solusi VMware, Sampoerna Agro sangat bergantung pada server fisik mereka. Model TI kapital dan padat karya tidak dipersiapkan dengan baik untuk meningkatkan kecepetan respon dan rencana-rencana ekspansi perusahaan.

Sumber-sumber daya digunakan dengan biaya operasional yang tinggi, yaitu dengan hanya 25 persen server mereka yang digunakan, ditambah lagi kebutuhan Sampoerna Agro untuk membangun server-server baru untuk setiap aplikasi baru mereka.

Penggunaan VMware vSphere memungkinkan optimalisasi sumber daya, dengan kapasitasnya yang meningkat dari 25 persen menjadi 80 persen. Ini juga memotong jumlah server yang digunakan, dari 13 menjadi tiga. Optimalisasi sumber daya ini memberikan Sampoerna Agro sebuah ROI yang lebih baik, menghemat biaya tambahan hasil dari pengurangan penggunaan daya, tenaga manusia dan kebutuhan-kebutuhan ruang untuk menyimpan server-server fisik.

“Cloud computing dan transisi dari infrastruktur fisik menuju virtual merupakan transformasi TI yang paling signifikan saat ini. VMware vSphere telah mengubah cara kami melakukan kerja operasional dalam mendukung berbagai kebutuhan bisnis. Hal ini membantu kami untuk menyediakan server-server baru dalam hitungan jam, serta mengurangi biaya pengadaan dan energi. Virtualisasi juga memungkinkan kami mengurangi waktu backup, kegagalan sistem, dan meningkatkan server untuk mendukung kontinuitas bisnis – semua dengan kemudahan dalam penggunaan, serta tingkat fleksibilitas dan kemudahan pengelolaan yang sangat tinggi,” ujar Franky Nathanael, ICT Infrastructure Manager Sampoerna Agro di Jakarta (28/10).

Penggunaan vSphere telah membuat Sampoerna Agro lebih leluasa bergerak dengan biaya kapital dan operasional yang lebih rendah sebesar 60 persen. Lebih lanjut lagi, biaya beban daya dan peralatan pendingin juga berkurang sebesar 50 persen. Infrastruktur virtual Sampoerna Agro kini hanya membutuhkan satu tim yang lebih ramping untuk pemeliharaan, menghemat sumber-sumber daya dan tenaga manusia untuk mendukung berbagai kantor baru untuk mengejar rencana-rencana perluasan perusahaan yang agresif.

“Sampoerna Agro adalah satu contoh pelanggan kami yang memahami keutamaan virtualisasi bagi bisnisnya, dan telah mengkaji berbagai solusi di pasaran untuk mendorong efisiensi dan produktivitas bisnis,” ujar Andreas Kagawa, Country Manager, VMware Indonesia. “VMware merasa terhormat untuk mendukung Sampoerna Agro karena mereka terus berupaya mendorong peralihan bisnis melalui transformasi TI pada perjalanan mereka menuju cloud dan memberikan IT-as-a-service.”

Bersama dengan mitranya, Microreksa, migrasi dari server fisik menuju virtual mereka telah selesai dengan downtime yang minimal, yaitu kurang dari dua bulan. Dengan server dan perangkat penyimpanannya yang telah diaktifkan, Sampoerna Agro kini memiliki sebuah infrastruktur TI yang sangat handal dan mampu menangani kebutuhan-kebutuhan perusahaan yang terus tumbuh tersebut. Ketika dibutuhkan, Sampoerna Agro kini dapat membangun sebuah server baru kurang dari empat jam. •

Everstore, Toko Android Dari Evercoss

0

Everstore-3MENINGKATNYA jumlah pengguna smartphone berbasis Android, mendorong Evercoss dan Baidu Indonesia menghadirkan toko aplikasi Everstore yang mengusung slogan “Glocal Apps”. Chief Marketing Officer Evercoss Mobile, Janto Djojo mengatakan, Everstore merupakan toko aplikasi online yang diperuntukkan bagi pengguna smartphone Evercoss.

Toko aplikasi Android ini menawarkan berbagai kemudahan dan dirancang secara khusus untuk menyediakan beragam aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna Android di Indonesia. “Lewat kerja sama dengan Baidu, toko aplikasi ini menyediakan app store yang dilengkapi dengan lebih dari 500.000 aplikasi. Apalagi, Baidu juga memiliki jaringan distribusi untuk aplikasi mobile dengan distribusi lebih dari 300.000.000 aplikasi setiap harinya,” kata Janto, di Hotel Intercontinental, Jakarta (28/10).

Dia mengatakan, kalangan pengguna smartphone Android, dapat melakukan pembelian di toko aplikasi berbasis lokal namun memiliki kualitas global, hanya dengan menggunakan pulsa. “Sistem pembelian yang berbeda, dan memudahkan pengguna, menjadi kelebihan yang ditawarkan toko aplikasi ini. Hal itu kami lakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna perangkat Android di Tanah Air, yang belum mempunyai kartu kredit atau token untuk berbelanja di toko aplikasi,” tambah Janto.

Sementara itu, Pakar Internet Indonesia, Onno W. Purbo mengatakan, langkah yang dilakukan oleh Evercoss dalam meluncurkan toko aplikasi ini merupakan terobosan baru di tanah air. “Pembelian aplikasi dengan pulsa ini merupakan salah satu langkah maju yang diambil oleh Evercoss dan Baidu. Belum banyak toko aplikasi yang menawarkan sistem ini,” kata Onno.

“Saya berharap langkah ini bisa diikuti oleh berbagai penyedia toko aplikasi lainnya, karena akan semakin memudahkan konsumen, dan juga pengembang untuk menghasilkan aplikasi yang berkualitas,” tambahnya. •

LENOVO YOGA 3 PRO, Lebih Ringan dan Tipis

0

LENOVO YOGA 3 PRO-1MENERUSKAN kesuksesan Yoga 2 Pro yang pernah tampil dengan inovasi desain engselnya, belum lama ini Lenovo kembali merancang notebook dengan konsep serupa, yakni Lenovo Yoga 3 Pro.

Notebook multimode ini masih mengandalkan penggunaan engsel yang terinspirasi dari rantai jam tangan. Engsel yang terbuat lebih dari 800 potongan besi baja dan alumunium itu dirangkai secara manual tanpa bantuan mesin alias dirangkai dengan tangan. Pada notebook seri baru ini, jumlah engsel yang digunakan lebih banyak, yaitu 6 buah engsel. Dengan bertambahnya jumlah engsel tersebut, layar Lenovo Yoga 3 Pro dijamin lebih kokoh dan lebih mudah diputar ke berbagai sudut.

Dimensi Lenovo Yoga 3 Pro tampak lebih ramping. Dibandingkan Lenovo Yoga 2 Pro, bodi Lenovo Yoga 3 Pro kini 17% lebih tipis dengan bobot 14% lebih ringan. Hal ini menjadikan Lenovo Yoga 3 Pro sebagai laptop multimode tertipis di dunia saat ini dengan bodi yang hanya setebal 12,8 mm dan bobot 1,19kg.

Lenovo-Yoga-3-Pro-1

 

Untuk menambah kesan istimewa, Lenovo Yoga 3 Pro menggunakan layar sentuh IPS QHD+ (3200 x 1800 piksel) berukuran 13 inci, dengan tingkat kerapatan piksel 276ppi.

Lenovo juga meningkatkan kemampuan Lenovo Yoga 3 Pro. Menggunakan prosesor Intel Core M-70 terbaru dari keluarga Broadwell, dipadukan dengan RAM 8 Gb dan SSD berkapasitas 128 Gb atau 256 Gb, spesifikasinya cukup tangguh untuk berbagai kebutuhan.

Sektor konekivitas nirkabel pun kini tambah mumpuni dengan dukungan koneksi WiFi 802.11ac yang lebih cepat dibandingkan WiFi 802.11n yang digunakan Lenovo Yoga 2 Pro. Lenovo Yoga 3 Pro juga menjadi laptop pertama Lenovo yang tidak dilengkapi port AC Adapter. Untuk mengisi baterai, adapter listriknya dihubungkan ke port USB 2.0 yang ada.

Selain itu, terdapat fitur baru yang dinamakan Lenovo Harmony. Dengan fitur ini, notebook akan segera otomatis menyesuaikan pengaturan berbagai setting pencahayaan layar sesuai dengan aplikasi yang sedang dijalankan.

Sementara performa suara notebook ini didukung oleh teknologi WavesAudio dan speaker dari pabrikan JBL.

Lenovo Yoga 3 Pro akan tersedia mulai tersedia di akhir Oktober 2014 dengan harga mulai dari US$1349. Untuk warna, tersedia pilihan warna silver, oranye, dan emas. •

Kerikil Tajam di Perjalanan IM2

0

Kasus IM2 bermula saat Indosat mendapat ‘jatah’ jaringan frekuensi 3G. Indosat memasarkan frekuensi itu melalui anak usahanya IM2. Lantas dilakukan perjanjian kerjasama dengan Indosat untuk penggunaan bersama frekuensi 2,1 GHz selama periode 2006 sampai 2012. Penggunaan bersama frekuensi tersebut membuat PT IM2 tak membayar biaya pemakaian frekuensi, sehingga dianggap merugikan negara.

SIDANG PERDANA INDOSATDUGAAN kecurangan ini dilaporkan Ketua Umum Konsumen Telekomunikasi Indonesia, Denny Andrian Kusdayat, ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada 6 Oktober 2011. Tapi belum lama ini Denny menegaskan bahwa dirinya bukanlah pelapor kasus korupsi yang merugikan negara Rp. 1,3 triliun tersebut.

Dalam laporannya, Denny menuduh IM2 memakai frekuensi radio 2,1 GHz tanpa tender sejak 2006. Menurut Denny, karena memakai frekuensi yang tendernya didapat Indosat induk perusahaan IM2 lolos dari kewajiban membayar biaya awal (upfront fee) dan biaya hak penggunaan frekuensi tahunan. Akibatnya negara dirugikan sekitar Rp. 3,8 triliun.

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat lantas memeriksa sejumlah pejabat IM2, Indosat, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta perusahaan operator seluler lain. Tapi, pada 13 Januari 2012, Kejaksaan Agung mengambil alih kasus itu. Tak lama kemudian jaksa menetapkan Indar Atmanto sebagai tersangka hingga berstatus terdakwa korupsi di Pengadilan Tipikor. Sejak itu pula jabatannya sebagai Presiden Direktur IM2 dicopot.

Untuk menghitung kerugian negara dalam kerjasama Indosat-IM2 ini, pada 31 Januari 2012 Kejagung meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Deputi BPKP Kepala Bidang Investigasi, Eddy Mulyadi Soepardi, lantas membentuk tim beranggota empat auditor. Tim ini bolak-balik ke kejaksaan, tapi tak pernah menyambangi kantor Indosat atau IM2.

Hingga menghasilkan temuan audit BPKP dan menyebutkan negara telah dirugikan sekitar Rp1,3 triliun. Sebab IM2 dianggap tidak membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Atas dasar bukti itu, Kejaksaan Agung menganggap kerja sama Indosat dengan IM2 menyalahi aturan sebab IM2 telah memanfaatkan jaringan frekuensi 3G tanpa izin resmi dari pemerintah. Apalagi IM2 dianggap tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan pada frekuensi tersebut.

Sewaktu kasus ini diusut Kejagung, pada 20 April 2012, polisi menangkap Denny, si pelapor, di Plaza Indonesia, Jakarta. Menurut polisi, Denny berusaha memeras Indosat hingga Rp. 30 miliar dalam kasus berbeda. Dari ruang tahanan, pria yang mengaku berprofesi sebagai pengacara itu mengaku dijebak. Pada 30 November 2012, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Denny 16 bulan penjara. Kini Denny sudah bebas.

Kejaksaan rupanya tak terpengaruh oleh penangkapan Denny. Kejaksaan kian bersemangat setelah BPKP menyelesaikan penghitungan kerugian negara pada 9 November 2012. Menurut BPKP, kerja sama Indosat-IM2 sepanjang 2006-2011 menyimpang dari aturan dan merugikan negara sekitar Rp 1,3 triliun.

Empat hari setelah audit BPKP keluar, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengirim surat ke Jaksa Agung Basrief Arief. Menurut Tifatul, kerjasama Indosat dan IM2 sudah sesuai dengan aturan. Kerjasama dengan pola yang sama, menurut Kementerian Komunikasi, juga dilakukan penyelenggara jaringan dengan ratusan penyedia jasa telekomunikasi lain. Jaksa tak menggubris penjelasan Menteri Komunikasi.

Karena penyidikan jaksa terus melaju, Indar mencoba jalur melingkar. Pada 26 Desember 2012, ia menggugat Deputi Kepala BPKP Eddy Mulyadi beserta tim auditnya ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Selain meminta pelaksanaan hasil audit BPKP ditunda, Indar meminta PTUN menyatakan hasil audit itu tidak sah. Langkah Indar menggugat BPKP secara pribadi belakangan diikuti Indosat dan IM2.

Sebagai auditor internal lembaga pemerintah, menurut Indar dan kawan-kawan, BPKP tak berwenang mengaudit perusahaan swasta seperti Indosat dan IM2. Di samping itu, Indar dan rekan-rekan mempersoalkan mekanisme audit BPKP yang tak pernah memeriksa langsung Indosat dan IM2.

Perlawanan Indar membuat jaksa justru bergerak lebih jauh. Pada 5 Januari 2013, Kejagung mengumumkan Indosat dan IM2 sebagai tersangka. Ini untuk pertama kalinya Kejaksaan menetapkan korporasi sebagai tersangka kasus korupsi.

Menurut Direktur Penyidikan Kejagung, Adi Toegarisman, jaksa menjadikan Indosat dan IM2 sebagai tersangka karena hasil perbuatan Indar dan kawan-kawan telah menguntungkan kedua perusahaan itu.

Berkas penyidikan Indar juga lebih awal dilimpahkan ke pengadilan. Pada 14 Januari 2013, Indar menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dalam sidang yang diwarnai unjuk rasa ratusan karyawan Indosat dan IM2 itu, jaksa mendakwa Indar memperkaya diri dan korporasi dengan cara melawan hukum serta menyalahgunakan kewenangan. Jaksa menjerat Indar dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Menurut jaksa, Indar melanggar aturan bersama tiga mantan Presiden Direktur Indosat: Johnny, Kaizad B. Herzee, dan Harry Sasongko. Jejak Indar terlacak dari sejumlah perjanjian kerja sama Indosat dan IM2 beserta amendemennya. Adapun tiga lainnya meneken surat perjanjian, mewakili Indosat, sesuai dengan periode jabatan mereka.

Pengacara yang ditunjuk Indosat dan IM2, Luhut M.P. Pangaribuan menilai, tuduhan jaksa kepada kliennya salah alamat. Kejaksaan, misalnya, menyebutkan IM2 menggunakan frekuensi secara bersama dengan Indosat. Padahal, dari kacamata hukum telekomunikasi, IM2 hanya memakai jaringan milik Indosat.

Menurut Luhut, kewajiban mengikuti lelang, membayar upfront fee, dan membayar biaya hak penggunaan pita frekuensi berlaku untuk Indosat sebagai penyelenggara jaringan. Adapun IM2, sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi, hanya wajib membayar biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi dan biaya kewajiban pelayanan universal (USO). “Indosat dan IM2 sudah melunasi kewajiban masing-masing,” kata Luhut waktu itu.

Tatkala sidang di Pengadilan Tipikor baru memasuki tahap pemeriksaan saksi, sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara memasuki tahap akhir. Pada 1 Mei 2013, majelis hakim PTUN yang dipimpin Bambang Heryanto mengabulkan sebagian tuntutan Indar, Indosat, dan IM2. Menurut hakim PTUN, surat Deputi Kepala BPKP tentang perhitungan kerugian negara itu tidak sah. Hakim pun meminta BPKP mencabut surat tersebut.

Menanggapi ini Deputi Kepala BPKP Eddy Mulyadi Sopardi saat itu malah menyatakan mengajukan permohonan banding. Menurut Eddy, BPKP bukan pertama kali membantu jaksa dalam menghitung kerugian negara. Lembaganya sudah menghitung kerugian negara dalam hampir 400 kasus korupsi. Beberapa di antaranya memang digugat ke pengadilan.

Tapi upaya BPKP kandas, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi BPKP pada 21 Juli 2014. Dengan keluarnya putusan kasasi ini, Eric S. Paat, kuasa hukum Tata Usaha Negara (TUN) mantan Dirut IM2 Indar Atmanto, mendesak kliennya itu segera dikeluarkan dari LP Sukamiskin, Bandung. Jika sudah bebas, nama baiknya pun harus segera direhabilitasi.

Saat peluncuran buku Indar Atmanto berjudul “Kerikil Tajam Telekomunikasi Indonesia: Mimpi Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berbasis Digital”, Indar sendiri mengaku ada kesalahan penentuan dalam subjek hukum. Namun demikian hal itu menurutnya merupakan kenyataan yang perlu dihadapi.

“Buku ini memberikan pencerahan dalam penggunaan internet. Saya tak ingin menyaksikan anak bangsa lainnya harus terseret kasus seperti yang saya alami karena kesalahan dalam memahami aturan telekomunikasi di Indonesia,” kata Indar waktu itu. Buku itu menurutnya bisa menjadi buku putih dari cita-cita awal mewujudkan masyarakat cerdas berbasis digital. •IWA