Home Blog Page 953

EDDY KURNIA: Pasar Contact Center Tumbuh 20%

0

Di Indonesia, tahun ini total pasar contact center  diprediksi bisa  mencapai Rp 1,5 triliun dengan angka pertumbuhan 20%.  Indonesia Contact Center Association (ICCA) mencatat, pada 2012, sekitar 120.000 pelanggan contact center, sementara perusahaan penyedia layanan ini berjumlah 20 hingga 30 perusahaan. Pada tahun ini ICCA memproyeksi akan terjadi peningkatan pelanggan sekitar 24.000. Selain itu, pada tahun lalu, bisnis ini bernilai sekitar Rp. 9 triliun.

 SAMPAI akhir tahun 2012, market share  PT Infomedia Nusantara (Infomedia) sebagai unit bisnis Telkom Group baru mencapai  45%.  “Kami proyeksikan  akhir tahun 2013 ini bisa  menguasai 50% market share dengan pendapatan sekitar Rp 1,3 triliun dengan kontribusi pendapatan  yang diberikan bisnis contact center  sebesar 60% dari total pendapatan Infomedia,” ujar Presiden Direktur, PT. Infomedia Nusantara,  Eddy Kurnia, saat ditemui BISKOM di kantornya pekan lalu.

Menurut Eddy, layanan contact center Telkom tersebar di 8 kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Makassar dan Bogor. Dan Infomedia  memiliki 30 total site operasional . Ini menunjukkan layanan ini berkembang pesat sekali. Jumlah agen sekitar 16 ribu agen yang tersebar di berbagai lokasi.   Saat  ini jumlah konsumen sampai akhir  tahun 2012 sekitar  90 konsumen. Contact center  sangat menarik karena memberi solusi untuk korporat, perbankan, asuransi dan makanan.

Layanan contact center memberikan  kontribusi pendapatan 65 persen sisanya directory dan media. Yellow Pages sebagai unit usaha Infomedia, sekitar 35 persen. Di negara lain, Yellow Pages yang print  mengalami penurunan artinya tergerus. Di Indonesia agak sedikit unik karena malah  tumbuh meski  dengan berat, hanya sekitar  12 persen.

“Pertumbuhan untuk print bisa flat 3 tahun kedepan sudah bagus. Kontribusi digital advertising, Yellow Pages dialihkan  ke e-Book.  Komposisi 70 untuk Yellow Pages print, 30 persen digital content,” kata alumnus Fikom UNPAD angkatan ’77 tersebut .

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Eddy Kurnia sebelumnya menjabat sebagai Head  of Corporate  Communicatioan (HCC)  Telkom, Eddy menjabat sebagai  Dirut PT. Infomedia  Nusantara, anak perusahaan operator  telekomunikasi  terkemuka ini, sejak tanggal 6 Juni 2012 lalu.

Bagaimana perkembangan bisnis  contact center di Indonesia?
Bisnis contact center di Indonesia berkembang  pada tahun 1995. Pelopor pertamanya  PT Infomedia Nusantara.  Pesatnya perkembangan yang terjadi dalam informasi dan telekomunikasi telah mendorong Infomedia melakukan transformasi bisnis untuk menjawab tren bisnis serta kebutuhan informasi mobile dan digital. Layanan contact center Infomedia, bersifat multi akses yang tidak hanya terbatas pada basis suara, tetapi juga data, maupun gambar dengan jenis layanan inbound contact center.

Bagaimana pertumbuhan bisnis Infomedia sampai saat ini?
Sangat kompetitif, dan ke depannya akan semakin tumbuh. Infomedia sendiri menguasai market share sampai akhir tahun 2012 sekitar 45 persen.  Layanan ini tersebar di 8 kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang,  Surabaya, Malang, Medan, Makassar dan Bogor dengan 30 total site operasional.

Ini menunjukkan, layanan contact center  berkembang pesat sekali. Jumlah agent sekitar 16 ribu agen  yang tersebar di berbagai lokasi.   Jumlah konsumen sampai akhir  tahun 2012 sekitar  90 konsumen. Contact center  sangat menarik karena memberi solusi untuk korporat, perbankan, asuransi dan makanan.  Tahun 2012 lalu pencapaian Infomedia sudah mencapai  1,348 triliun, namun catatan audit dikurangi 64 miliar. Dikurangi eliminasi  menjadi 1,284 triliun. Tahun 2012 tumbuh sekitar 20 persen.  Tahun 2013 ini kami berharap bisa tumbuh 50 persen.

Apa upaya yang dilakukan untuk memperkuat market share Infomedia?
Kami berupaya untuk senantiasa memberikan layanan contact center yang bernilai tambah bagi pelanggan di masa mendatang. Infomedia berkomitmen dalam memberikan solusi layanan informasi dan komunikasi yang prima bagi pelanggan dan masyarakat di Indonesia dengan mengedepankan kompetensi berbasis teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dan solusi media digital, serta kepribadian yang berkualitas dari sumber daya manusia pilihan. Keberhasilan Infomedia meraih penghargaan nasional dan internasional, seperti ContactCenterWorld.com 2011, Superbrands 2012 untuk Yellow Pages, merupakan cerminan konsistensi dan kompetensi Infomedia sebagai market leader dalam industri informasi dan komunikasi. Dedikasi dan kontribusi selama lebih dari 35 tahun.

Strategi dan fokus bisnis Infomedia kedepan, arahnya kemana?
Saat ini kami memiliki 3 pilar bisnis Infomedia, yatu layanan direktori, layanan contact center dan layanan konten menjadi 2 bisnis utama yaitu Digital Media & Rich Content Service (DMRC) dan Contact Center & Outsourching Services (CC&OS) yang selanjutnya pada tahun 2010 kembali melaksanakan transformasi bisnis  dari bisnis layanan contact center &outsourching dan layanan Digital Media& Rich Content (DMRC) menjadi  Business Process Outsourching / Knowledge Process  Outsourching  (BPO).

Perlu diketahui, BPO adalah sebuah solusi bagi perusahaan agar bisa fokus pada bisnis inti. Maksud dari BPO ini adalah, pendelegasian beberapa bagian proses usaha yang bukan merupakan bisnis utama perusahaan kepada pihak lain. Menurut hasil riset dari lembaga survei AT Kearney & Gartner, peluang Infomedia untuk menjadi global BPO player cukup besar dengan ranking survei di atas Filipina sebagai global dominant BPO player saat ini.

Lantas, bagaimana dengan trend bisnis  BPO kedepan?
Industri BPO yang telah menjadi tren saat ini, merupakan jawaban untuk tingkat persaingan yang sudah semakin ketat. Kehadiran BPO dinilai tepat untuk diimplementasikan karena dapat mengurangi biaya, menghemat budget dan yang paling penting adalah perusahaan dapat menjadi lebih fokus pada proses bisnis inti mereka. Hal ini yang ingin kami jual ke pasar BPO di Australia.

Kompetensi layanan contact center Infomedia telah teruji dengan ekspansi Business Process Outsourcing sebagai induk dari bisnis contact center yang telah dikembangkan Infomedia hingga Australia.  Kalau ditanya kenapa Australia, karena Infomedia melihat peluang adanya potensi bisnis BPO saat ini di Australia, yaitu sekitar US$ 3200 Million pada tahun 2012 dan US$ 3400 Million di tahun 2013. Selain itu juga ditambah dengan posisi strategis Australia sebagai Negara dengan Gross Domestic Product (GDP) mencapai dua kali lipat Indonesia.
Saya berharap, kelak Indonesia melalui Infomedia dapat dipandang sejajar, atau bahkan melebihi, Filipina maupun India oleh pihak internasional dalam hal pengelolaan bisnis BPO. • DJUANDA

Membangun Kampung Cyber

0

 MUNGKIN tampak ironis, di saat bangsa dan negara terus dihadapkan dengan kesulitan yang paling mendasar seperti  masalah kurangnya kebutuhan dasar, keamanan, ketimpangan sosial dan lainnya,  wacana pembangunan kampung cyber tampil begitu penting dan mendesak. Begitulah kenyataannya, perkembangan kemajuan teknologi informasi (TI) di seluruh dunia berjalan terus tanpa mengenal kompromi.

Kenyataannya, dengan pemanfaatan TI, pertumbuhan ekonomi di sebuah negara relatif lebih tinggi dibanding negara yang kurang memanfaatkan TI. Korea Selatan misalnya, pada 1950 menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Ekonominya hanya bersandar pada pertanian, dan sempat hancur gara-gara pendudukan Jepang dan Perang Korea. Namun karena keseriusan di bidang teknologi, dalam 4 dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara termiskin, menjadi salah satu negara paling kaya dan tercanggih di dunia dengan nilai ekonomi Trilyunan dollar.

Tahun 1963, GDP perkapitanya cuma $100. Tahun 1995 sudah $10.000. 2007, $25.000. Goldman Sachs meramalkan Korea tahun 2050 nanti akan jadi negara terkaya nomor 2 di dunia, mengalahkan semua bangsa lainnya kecuali Amerika dengan pendapatan perkapita $81.000. Korea, juga tercatat sebagai bangsa dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah. Samsung dan LG adalah dua dari sekian banyak perusahaan TI yang berhasil mendunia hingga kini.

Saat  lima negara, yakni Jepang, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia  membahas dan saling bertukar pengalaman bidang TI di Kabupaten Tanahdatar, Sumatra Barat (23/1), diketahui bahwa Filipina telah berhasil menggunakan TI dalam pengolahan peternakan ikan, sehingga mampu mendeteksi virus yang akan menyerang ikan, mendeteksi debit air, dan lainnya. Begitu juga dengan Thailand yang mampu meningkatkan produksi pertanian terutama padi serta Malaysia yang telah mengembangkan pendidikan di daerah terpencil. Sementara Indonesia, meski pembangunan TI-nya belum merata, namun juga tak kalah dalam pemanfaatannya di banyak lini ekonomi dan industri.

Pengguna Internet

Pengguna internet sebagai indikator dari perkembangan TI, juga terus tumbuh dari tahun ke tahun di Indonesia. Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2012 mencapai 63 juta orang atau penetrasinya 24,23 persen dari populasi Indonesia.

Survei itu dilakukan selama periode April hingga Juli 2012 di 42 kota dari 31 propinsi di Indonesia. Diungkapkan National Internet Registry Department Head (IDNIC) APJII, Valens Riyadi, sejak 2007 hingga 2012, pengguna internet di Indonesia terus tumbuh. Diketahui, pada 2007 jumlah pengguna internet 20 juta orang, lalu meningkat menjadi 25 juta pada 2008, 30 juta pada 2009, 42 juta pada 2010, 55 juta pada 2011, hingga mencapai 63 juta tahun 2012 lalu.

“Penetrasi internet di Indonesia rata-rata 20 hingga 30 persen dan tidak over hanya di pulau Jawa saja, tapi densitas penggunaan internetnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya lebih tinggi dibanding yang lain,” ujar Valens (12/12).

Survei dengan dua ribu responden yang berusia 12 hingga 65 tahun 2012 juga mengungkapkan, rentang usia 20 hingga 24 tahun merupakan kelompok pengguna internet tertinggi yang mencapai 15,1 persen dari populasi. Sementara profil pengguna internet di Indonesia dikuasai oleh kalangan pekerja sebesar 53,3 persen, sedangkan sisanya terdiri dari pelajar 16,6 persen, Ibu rumah tangga 15,3 persen, mahasiswa 9 persen, belum bekerja 5,8 persen.

Smartphone diketahui menjadi perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet sebesar 70,1 persen, personal notebook 45,4 persen,  PC rumah 41 persen, personal netbook 5,6 persen, tablet 3,4 persen, dan sisanya yang tidak memiliki perangkat pribadi 1,3 persen.

Berdasarkan data ini, maka pada 2013, APJII memprediksi pengguna internet Indonesia akan menjadi 82 juta.
Ketua Umum APJII, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, “Penetrasinya akan naik 30 persen dibanding tahun ini dan kalau kita keep terus pertumbuhannya, pengguna internet Indonesia bisa melebihi 50 persen populasi pada 2015.”

Selanjutnya, dengan pertumbuhan 30 persen pada 2013, pengguna internet akan terus meningkat pada 2014 sebanyak 107 juta pengguna dan akan menjadi 139 juta pada 2015. Peningkatan itu, kata Samuel, akan terjadi seiring tranformasi dan perkembangan teknologi 4G, termasuk WiMax dan LTE, Fiber to the Home (FTTH), dan spektrum tambahan 3G untuk operator.

“Peluang bisnis pun makin terbuka lebar karena juga semakin dibutuhkannya akses internet, lokalisasi konten, aplikasi, e-commerce, dan data center. Untuk itu, kita harus berupaya bagaimana semua hal itu tadi bisa dibangun dengan rata,” jelas Samuel.

Manfaat Kampung Cyber

Indonesia dengan karakteristik yang unik baik dari segi geografis, kebudayaan hingga gaya hidup masyarakat, telah menumbuhkan persaingan ekonomi di masing-masing daerah secara luar biasa. Di bidang TI, persaingan yang diwujudkan dalam konsep cybercity atau kampung cyber, kini kian marak.

Kampung cyber merupakan konsep kota masa depan yang berbasis TI tingkat lanjut, sebuah kota modern dan mapan yang saling terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, politik, pendidikan, perbankan, kesehatan, informasi dan lain-lain tersaji dalam satu konsep yang saling berhubungan. Kampung cyber juga memungkinkan pemerintahan, dunia pendidikan, pelaku bisnis, kalangan dunia usaha, semua lembaga dan juga semua lapisan masyarakat berada dalam satu jaringan internet.

Konsep kampung cyber sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara maju dunia. Di Indonesia pun konsep kampung cyber pun bukan lagi mainan baru. Jika kita browsing dengan tagline ‘Kampung Cyber’ maka akan tampak beberapa kota yang pernah mencoba konsep ini, mulai dari Jakarta, Bandung, Makassar, Pangkal Pinang, Malang, Sukabumi, Palembang, Bandung, Yogya, Solo, Denpasar. Meski demikian, banyak kampung cyber yang hanya sebatas pemasangan hotspot di banyak titik seperti  pusat perbelanjaan, rumah makan, kampus, taman terbuka, perkantoran, lokasi wisata, bandara, dan lain-lain.

Padahal sebenarnya, banyak manfaat dari sebuah kampung cyber, diantaranya:

1. Komunikasi Data
Seperti disebutkan sebelumnya, kampung cyber memungkinkan adanya komunikasi data antar masayarakat, namun yang paling utama adalah komunikasi data antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kantor Pemerintahan lainnya.

Bayangkan, secara sederhana, masyarakat dapat melakukan pengajuan pembuatan  rekening bank, ijin mendirikan bangunan dan lain sebagainya, hanya melalui internet. Sebaliknya, bank atau pemda setempat secara otomatis  dapat  mengecek data Anda secara online dan realtime sesuai dengan nomor ID di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Data-data  seseorang akan  tersaji detil, lengkap dengan catatan dari pihak kepolisian misalnya, apakah pernah memiliki catatan kriminal atau tidak. Karenanya, dengan kampung cyber, masyarakat bisa meninggalkan cara-cara pendaftaran yang lama dan mengharuskan antrian dan proses yang panjang.

2. Pelayanan Publik
Semakin baiknya kinerja setiap SKPD, akan berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan jaringan komunikasi data yang luas, dan juga kemudahan mengakses data, pelayanan terhadap masyarakat pun akan semakin baik.
Sementara pemasangan infrastruktur TI berupa hotspot di banyak tempat akan semakin mendukung mobilitas masyarakat. Internet akan menjadi sumber informasi bagi masyarakat dalam suatu kawasan atau kota untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi dalam segala hal.

3. Peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah)
Pembangunan kampung cyber dengan jaringan berkapasitas besar dapat melalui kerjasama dengan pihak swasta dan digunakan secara maksimal dalam sisi bisnis. Masyarakat bahkan secara individu dapat membuka peluang-peluang usaha atau membuka distribusi yang lebih besar melalui internet. Pemanfaatan ini tentu saja bisa mendatangkan PAD.

4. Menarik Investor
Dengan kemudahan akses data yang valid tentang sebuah kota, akan memudahkan investor untuk merencanakan pengembangan bisnisnya  di kota tersebut.

5. Pendidikan dan Kehidupan yang Lebih Baik
Tidak bisa kita pungkiri, peran teknologi sangat besar dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Pendidikan yang lebih maju juga akan membawa masyarakat pada peradaban kehidupan yang juga lebih baik.

Meski demikian, pertumbuhan kampung cyber juga akan serta merta membawa isu-isu negatif yang juga butuh penanganan seperti masalah keamanan, privacy seseorang, hak cipta, perawatan jaringan, dan kesiapan mental dan perilaku masyarakat akan informasi yang begitu bebas. • -berbagai sumber

DNS Nawala Responsif Tepis Situs Negatif

1

 MEMASUKI tahun kelima untuk mendukung program internet sehat di tanah air, DNS Nawala makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam menepis situs-situs negatif. Tercatat, per hari terdapat rata-rata 1,2 milyar DNS Query yang melewati Nawala, yang artinya pengguna program berbasis Domain Name system (DNS) besutan Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) ini kini semakin banyak.

Dikatakan Direktur Pelaksana Yayasan Nawala Nusantara, Muhammad Yamin, saat ini makin banyak pengguna yang menginginkan DNS Nawala karena dianggap lebih responsif. “Kami berusaha melayani berbagai keluhan yang ada dengan cepat. Seakan-akan tanpa batas. Biarpun tengah malam, akan kami usahakan jawab laporan yang ada,” ujar Yamin, di Jakarta (20/3).

Dicontohkannya, ada kasus seorang ibu yang melaporkan menangkap basah anaknya berkunjung ke salah satu situs porno dan meminta situs tersebut untuk diblokir. Ternyata, situs yang diperoleh dari teman anaknya itu menampilkan adegan mesra tantenya dengan orang lain. Pelaporan melalui email info@nawala.org ini langsung direspon cepat oleh tim Nawala dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan meskipun itu malam hari.

Selain itu, keberadaan DNS Nawala yang makin diinginkan pelanggannya juga terbukti dengan tetap digunakannya DNS Nawala ini oleh PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meskipun kerjasamanya sudah berakhir sejak 19 November lalu.

Dalam memilah situs yang berkandungan negative, DNS Nawala menawarkan dua kategori, yaitu pertama, situs yang sejak awal memang ditujukan untuk memuat kandungan negatif dan kedua, situs yang memuat kandungan negatif akibat interaksi dari pengunjung situs tersebut.

Untuk situs yang termasuk pada kriteria pertama, penanganannya adalah dengan melakukan  pemblokiran langsung dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat, sementara untuk kriteria kedua, penapisan dilakukan setelah berinteraksi dengan pengelola situs. Interaksi bisa melalui fasilitas pengaduan atau email.

“Sumbernya sendiri bisa dari laporan pengguna, tetapi dari tim kami selalu memonitoring situs-situs baru apa saja bisa masuk ke database DNS Nawala dengan cara masuk ke forum-forum tertentu untuk mengetahui informasi yang kami inginkan dan berbagai cara lainnya,” terang Yamin.

Lanjutnya lagi, saat ini situs yang masuk dalam database DNS Nawala berjumlah 618.925 dengan berisikan 605.456 situs pornografi, 9.635 perjudian, 1.116 phising, 1.989 proxy, 320 malware, 18 SARA dan 391 penipuan dan aktivitas legal.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang pernah mencapai angka tiga juta. Hal ini karena Nawala melakukan seleksi lagi situs-situs mana saja yang masih aktif dan sudah tidak aktif lagi. Namun jika domain tersebut sudah menjadi situs positif, akan dikeluarkan lagi dari database.

Sepanjang tahun perjalanannya, DNS Nawala mendapat dukungan dari berbagai corporate melalui program Corporate Social Responbility (CSR), seperti Telkom dan PT. Supra Primatama Nusantara, PT. Omadata Indonesia, Research in Motion (RIM), Telkom International (Telin) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). •

Kampung Cyber, Antara Impian dan Realisasi

0

 PERKEMBANGAN teknologi informasi (TI) dewasa ini menjadi salah satu poin penting yang tak terpisahkan dalam program pengembangan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membangun cybercity yang jika dikerucutkan lagi menjadi kampung cyber atau lebih dikerucutkan lagi menjadi RT/RW Net. Ya, kampung cyber pada prinsipnya sama dengan RT/RW Net, hanya saja fasilitas dan fungsi-fungsi layannya lebih dimutakhiran lagi pada masa kekinian.

Cybercity merupakan salah satu konsep kota modern berbasis TI yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di dunia. Program inovasi TI itu memiliki esensi positif sebagai jendela memperoleh informasi dunia. Program cybercity juga berperan sebagai jawaban dari tingginya peningkatan keperluan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat.

Program berbasis TI itu pun sudah pernah diterapkan di beberapa daerah maju di Indonesia meski belum benar-benar cyber. Seperti Makassar Cybercity, Semarang Cybercity, Malang Cybercity, Sukabumi Cybercity, Jogja Cybercity, Solo Cybercity, Denpasar Cybercity, Bandung Cybercity, dan Depok Cybercity yang saat ini semuanya menjadi sorotan sebagai daerah-daerah maju yang mengarahkan kiblat pembangunannya ke sistem cyber.

Dalam mewujudkan kota cyber tersebut, ada daerah yang hingga kini pesat perkembangannya, ada pula yang tidak berkembang atau jalan di tempat, ada yang tidak berlanjut, ada juga yang hanya sekadar wacana tanpa ada realisasinya. Apa penyebab sehingga hanya sekadar wacana, jalan di tempat atau tidak berkembang? Pertama, perlu adanya semangat kegotongroyongan dari masyarakatnya sendiri dari tingkat kampung hingga RT, Dengan demikian program atau proyek yang dilaksanakan pun bisa terus berjalan berkelanjutan. Kedua, ada komitmen atau kebijakan dari pemerintahannya sendiri baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga ke camat, desa kelurahan. Ketiga, ada kepedulian dari pihak swasta dalam menjalankan corporate social responsibilities (CSR)-nya kepada masyarakat.

Karena itulah BIKSOM edisi Maret ini menampilkan peranan pihak swasta dalam menjalankan CSR-nya dengan membangun Kampung Cyber Triple Play WiFi BISKOM yang akan membahas secara rinci sekaligus mensosialisasikan program kampung cyber di Jakarta. Dibangunnya kampung cyber ini berfokus pada layanan informasi kepada masyarakat sekaligus menggali potensi yang belum tergali di tengah kampung atau masyarakat dan mengembangkan serta memajukannya untuk mencapai masyarakat yang sejahtera.

Teknologi sebuah kota hingga kampung, terukur dari sejauh mana pelayanan publik yang dibangun oleh pemerintahnya. Karena itu masyarakatnya bisa terakses oleh internet semaksimal mungkin dan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi sebagai media pengembangan wirausahanya sehingga bisa menigkatkan taraf hidup dan jauh lebih sejahtera. Semoga.

Salam,
REDAKSI

TELAH TERBIT BISKOM EDISI MARET 2013

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Vice President (VP) – Product Development PT. MLW Telecom, Rahmad Widjaya Sakti (Terima kasih kepada  PT. MLW Telecom yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Maret 2013 diantaranya:

• COVER STORY: Rahmad Widjaya Sakti, VP – Product Development PT. MLW Telecom: Brand Anak Bangsa, Siap Go Internasional

• HEADLINE:
– Membangun Kampung Cyber
– Kampung Cyber Kian Modern

• FIGURE:

– Seti Harefa, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Kuningan Barat: Melek TI, Permudah Pahami Value TI
– Eddy Kurnia, Presiden Direktur, PT. Infomedia Nusantara: Pasar Contact Center Tumbuh 20%
– Endang Rachmawati, Country Director Avaya Indonesia: Media Sosial, Konsep Contact Center Kini

• FOCUS:

– Kampung Cyber Triple Play: Mainkan!
– Kampung Cyber Taman Yogyakarta
– Heboh Harlem Shake!
– Istana Bantah Situs SBY Diretas
– XL-Telkomsel Menangkan Tender 3G
– FTTH + WiFi: 2 Kekuatan Untuk Solusi Mobile Broadband
– Merger INTI-LEN Kembangkan Pasar Teknologi
– 2013, Wajib  E-Procurement 100%

• REVIEW & CELLULAR:

– Lenovo S720
– Fortigate 3600C
– AMD Gizmo
– Sony XPeria E
– HP LaserJet Enterprise 500
– Toshiba Canvio Slim
– Asus MemoPad
– Sony Playstation 3
– Acer Liquid C1

• SNAP:

– MNC, Tencent dan Hillhouse Bangun Internet Company
– Perlindungan HKI Tingkatkan Kepercayaan Asing
– Blackberry Z10 Resmi Hadir di Indonesia
– Wismilak Implementasikan ERP SAP
– Indosat & Qualcomm Siapkan 3G UMTS di Indonesia
– Cyberoam, Satu-satunya Vendor UTM Bersertifikasi ISO 20000
– WeChat, Aplikasi Chatting Nomor Satu di Indonesia
– Meet Taiwan, Kenalkan Industri Pameran Taiwan

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

DELL INSPIRON 14 & 14R: Lebih Tipis, Baterai Tahan Lama

0

 DELL memperkenalkan jajaran notebook Inspiron yang telah memenangi beragam penghargaan. Notebook tersebut, Seri Inspiron 14 dan 14R, telah dioptimalkan baik dari sisi performa dan usia baterai serta dalam wujud yang lebih tipis dibanding generasi sebelumnya.

Dilengkapi dengan teknologi terkini, jajaran Inspiron menampilkan kapasitas baterai yang lebih baik untuk versi 6-sel baterai. Memanfaatkan voltasi ultra-rendah dari prosesor Core i Intel, hanya butuh 17 watt  untuk menyalakannya. Prosesor hemat energi ini menggunakan separuh dari yang diperlukan dibanding dengan Inspiron terdahulu. Hasilnya adalah umur baterai yang lebih panjang.

Inspiron anyar ini dirancang-ulang sehingga menjadi lebih ringan 15% dari pendahulunya dan 17% lebih langsing untuk versi 4-sel batere atau 1 inci lebih tipis.

“Pelanggan kami menyampaikan keinginannya untuk memiliki laptop dengan usia batere lebih lama tanpa harus mengorbankan kinerja pirantinya; juga menginginkan laptop yang lebih tipis dan portabel. Portofolio Inspiron terbaru ini memberikan keduanya: power dan performance. Juga dikemas lebih ringan menjadi laptop full-feature yang lebih kecil,” terang Tie Lily, Director of Consumer & SMB, Dell Indonesia.

Inspiron tersedia dengan prosesor Celeron, i3 dan i5 dan mendukung fitur high-end seperti 3×3 dual-band wireless berbasis standar Wi-Fi terkini, Bluetooth 4.0, HDMI 1.4a, dan stereo speakers dengan Waves MaxxAudio 4 processing yang sebelumnya ditanam dalam jajaran notebook seri XPS.

Di dalam Inspiron juga tertanam Skype dan H.264 enablement untuk HD video chat atau panggilan telepon. Menggunakan Intel wireless card, semua Inspiron mendukung standar tampilan nirkabel Intel. Melampui peningkatan spesifikasi hardware dan software tersebut, Dell Inspiron 14 dan 14R memiliki touchpads yang dioptimalkan untuk memanfaatkan multi-touch gesture yang ada pada Windows 8.

Inspiron 14 yang dirancang bagi pengguna yang menginginkan fitur terbaik Dell dengan harga ini tampil dengan finishing black matte dengan Chicklet keyboard dan mampu menampung 8Gb RAM dan hard drive hingga 1Tb.

Pengguna memiliki pilihan upgrade dari grafik integral standar Intel HD 4000 menjadi NVIDIA GeForce maupun kartu grafik AMD Radeon dengan salah satu dari 1 atau 2Gb memori video. Banyaknya pilihan dan kemungkinkan penyesuaian menjadikan Inspiron sebagai instrument multi-guna, yang memberikan performa terbaik untuk produktivitas standar hingga melakukan streaming HD video. Inspiron 14 dan 14R memiliki layar 720p WLED 1366 x 768 display Truelife.

Inspiron 14R yang tampil dengan finishing Moon Silver tersedia dalam warna pilihan Peacock Blue, Fire Red dan Lotus Pink. Seri ini dilengkapi dengan keypad 10-angka untuk kemudahan entry angka.

Dell Inspiron 14 dan 14R masing-masing tersedia dengan harga  mulai US$ 359 dan mulai US$ 709. •

WeChat, Aplikasi Chatting Nomor Satu di Indonesia

0

 WECHAT, layanan komunikasi sosial untuk smartphone, mengumumkan kesuksesannya menaklukkan posisi nomor satu diantara aplikasi bebas biaya lainnya yang tersedia di Google Play Store untuk perangkat Android maupun di Apple App Store untuk perangkat iOS.

Pekan lalu, WeChat resmi meluncurkan iklan komersialnya di televisi sekaligus mengumumkan joint venture-nya dengan MNC untuk kawasan Indonesia. Segera setelah iklan ditayangkan, WeChat diunduh 30 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Tidak hanya itu, dalam waktu satu minggu setelah diumumkannya joint venture tersebut, WeChat berhasil menempati tempat teratas di Apple App Store dan Google Play Store Indonesia sekaligus.

Vincent Wang, Managing Director MNC Tencent, WeChat Operation, menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan ini. “Kami sangat bangga melihat WeChat meraih posisi nomor 1 di App Store dan Play Store. Hal ini membuktikan besarnya sambutan Indonesia terhadap produk kami. Tencent memang bertujuan untuk memberikan sarana komunikasi terbaik dan berkualitas dengan fitur-fitur unggulan, dan keberhasilan ini semakin memacu kami untuk menyediakan pengalaman yang lebih baik lagi untuk para pengguna setia kami di Indonesia.”

 Selain dapat digunakan di iOS dan Android, baru-baru ini WeChat juga meluncurkan versi aplikasinya untuk BlackBerry, yang kini melejit ke posisi nomor 2 di antara aplikasi lain di BlackBerry Application World. Fitur-fitur utama WeChat yang tersedia di platform lain, seperti ‘Push to Talk’, ‘Moments’, dan beraneka ragam emoticon juga dapat dinikmati di BlackBerry.

“Kini 300 juta orang di dunia telah terdaftar sebagai pengguna WeChat. Kami yakin bahwa kepopuleran aplikasi ini di Indonensia akan membawa banyak sekali pengguna baru. Demi meningkatkan pengalaman menggunakan aplikasi ini, kami sudah mempersiapkan update-update spesial. Indonesia akan menjadi salah satu dari negara-negara yang paling pertama tahu bahwa dalam waktu dekat ini kami akan melepaskannya ke pasaran,”  tambah Poshu Yeung, Vice President Tencent, International Business.

Baru-baru ini, Tencent juga menuai pengakuan dunia sebagai salah satu dari Most Innovative Companies di tahun 2013 berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh Fast Company, brand media bisnis ternama di dunia, dengan catatan khusus yang menyorot inovasi-inovasinya dalam bidang teknologi, ethonomics (ekonomi etis), kepemimpinan, dan serta desain. Daftar tersebut juga memuat nama perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menghasilkan dampak terbesar terhadap industri serta kinerjanya secara keseluruhan. •

 

Cyberoam, Satu-satunya Vendor UTM Bersertifikasi ISO 20000

0

   CYBEROAM, perusahaan global penyedia jaringan keamanan berbasiskan Unified Thread Management (UTM) mengumumkan keberhasilannya memperoleh sertifikasi global ISO 20000:2011. Pencapaian yang diraihnya ini membuktikan Cyberoam Global Support Management Centre (GSMC) unggul dalam memberikan layanan pasca-penjualan dan technical support kepada pelanggan di seluruh dunia.

Sertifikasi yang dinilai oleh Det Norske Veritas (DNV) Ltd dari Inggris ini menyoroti kemampuan Cyberoam GSMC yang secara konsisten memastikan keinginan pelanggan, menelusurinya dan meningkatkan pengalaman pelanggan serta memberikan kepercayaan dan kenyaman pelanggan dengan technical support service yang sangat baik.

Penilaian ISO 20000 ini sendiri difokuskan pada service strategy, design, transition, operation dan service improvement aspect. Artinya kini, Cyberoam sebagai satu-satunya vendor UTM yang bersertifikasi ISO 20000 telah memenuhi standar berdasarkan siklus PDCA (plan-do-check-action).

Dikatakan, Vice President Cyberoam Technologies, Harish Chib, prestasi unik yang dicapainya ini berkat pemahaman Cyberoam terhadap kebutuhan berbagai organisasi akan keamanan jaringan yang lebih kuat disisi backbone untuk menguatkan kemanan jaringan di link  insfrastruktur teknologi informasi (TI) yang ada.

“Kami senang telah berhasil memenuhi harapan pelanggan global kami dalam menyediakan sistem yang bermutu dan mengagumkan serta mendukung after sales service dan untuk membantu mereka membangun ketahanan maya yang memadai. Tidak dipungkiri, ini semua dapat dilakukan berkat kinerja GSMC yang sangat baik sehingga meningkatkan prestasi Cyberoam dengan sertifikasi ISO 20000:2011,” ujar Harish di Ahmedabad melalui rilisnya kepada BISKOM, (26/2).

Diakui memiliki “gold standard” layanan manajemen dan maintained IT dari International Organization for Standardization (ISO) yang dikelola oleh badan akreditasi dan sertifikasi, Sanat Kumar Chattopadhyay, DNV Lead Auditor Cyberoam, memuji peran tim GSMC Cyberoam. “Cyberoam GSMC telah berhasil menyelesaikan audit sertifikasi terhadap persyaratan ISO 20001-2011 dilingkup IT management service,” paparnya.

Sementara, Jimmy Hadian, Direktur PT. Raditya Mulia Lestari (RML) selaku distributor tunggal Cyberoam di Indonesia mengatakan, penghargaan internasional akan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan kinerja marketing perusahaan, sehingga RML bertekad untuk memberikan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan di Indonesia.

Selama ini Cyberoam telah menghadirkan layanan 24×7 untuk memantau dan mengevaluasi panggilan pelanggan dengan dukungan teknis yang berkualitas yang mampu memberikan solusi melalui layanan secara online maupun telepon bebas pulsa. •YULIA

EPSON L355, L550, M100 & M200: Printer Ink Tank Canggih

0

 SEPTEMBER 2012 lalu Epson baru saja memperkenalkan printer sistem ink tank atau “tinta infus” terbaru, dan berjanji akan memperbanyak jenis printer dengan sistem cetak hemat ini di masa mendatang. Kini Epson memenuhi janjinya tersebut dengan memperkenalkan empat varian L series terbarunya, yakni  EPSON L355, L550, M100 dan M200, pada Februari lalu.

Epson L355 secara spesifikasi tidak jauh berbeda dengan L350 yang diperkenalkan sebelumnya. Hanya saja seri printer ink tank all-in-one berwarna terbaru ini memiliki fitur konektivitas WiFi untuk memudahkan berbagi penggunaan secara wireless.

Seperti halnya model L series lainnya, L355 menggunakan teknologi ink tank yang mampu mencetak dengan jumlah lebih banyak. Model all-in-one printer ini menawarkan kecepatan cetak hitam yang dapat meningkatkan produktivitas sebesar 9ipm yang dapat menjamin pengguna dapat mencetak hingga 30.000 halaman tanpa kendala.

Dari segi tinta, satu botol tinta hitam ukuran 70ml dapat mencetak 4.000 halaman dan tiga botol tinta warna masing-masing botol 70ml dapat mencetak 6.500 halaman warna. Sehingga bila dibandingkan dengan printer bermerek dengan tinta asli, biaya cetak Epson paling murah hanya Rp. 20 perhalaman dokumen hitam dan Rp. 35 perhalaman dokumen warna.

Printer dengan dimensi fisik 472 x 300 x 145 mm ini didukung teknologi Micro Piezo print head yang menjadikannya mampu mencapai resolusi cetak sebesar 5760 x 1440 dpi dan variable size droplet technology (VSDT) yang memungkinkan print head untuk mengeluarkan butiran tinta dalam beberapa ukuran. Kemampuan ini menjamin tingkat detil yang sangat tinggi dan gradasi yang sangat halus untuk hasil cetak dokumen ataupun foto.

Sedangkan kemampuan untuk melakukan copy, printer ini memiliki resolusi 360 x 360 dpi (VSDT) dengan kecepatan 5 detik per-copy teks hitam dan 10 detik yang berwarna.

 Sementara Epson L550 yang diposisikan setingkat diatasnya merupakan model multi-function printer (MFP) dengan faks, automatic document feeder, dan koneksi ethenet.

Epson M100 yang juga diluncurkan bersamaan merupakan printer ink tank monokrom dengan tinta pigmen hitam, sementara saudaranya M200 yang jug printer ink tank monokrom dibekalidengan fitur faks, ADF, ethernet, WiFi, dan LCD 2,5 inci.

Epson L355 dan L550 masing-masing dibanderol Rp. 2,5 juta dan Rp. 2,95 juta. Adapun Epson M100 dan M200 masing-masing dihargai Rp. 1,85 juta dan Rp. 2,5 juta. Keempat printer dijadwalkan sudah mulai tersedia pada pameran Mega Bazaar Computer, 6 – 10 Maret ini.  Ayo serbu! •

Andromax U, Semakin Lebar dan Cepat

0

 MELANJUTI kesuksesan Andromax-i, diawal tahun Smartfren kembali meluncurkan smartphone Android terbarunya Andromax U yang memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh smartphone di kelasnya dikisaran harga Rp. 1,6 jutaan.

Masih mengusung jaringan dual-on (EVDO dan GSM), smartphone ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan produk sebelumnya. Untuk kecepatannya sudah menggunakan prosesor Dual Core 1,2 Ghz Qualcom Snapdragon yang dipadukan dengan GPU 203 Andreno dapat menjalan aplikasi game maupun multimedia dengan baik. Apalagi didukung teknologi IPS dan One Glass Solution display pada layar 4,5 inci telah menjadikannya sangat nyaman dan responsif saat melakukan scratch ataupun view.

Untuk mengabadikan berbagai momen, tersedia kamera belakang 8 megapiksel auto focus dengan LED flash yang mampu mengambil gambar dengan baik apalagi bila diluar ruangan dengan pencahayaan cukup. Untuk mendukung video call, juga tersedia kamera depan berukuran 2 megapiksel.

 Kalau dari sisi bentuk, bagian depan Andromax U ini berkonsep full touch screen dibalut dengan bahan plastik glossy berwarna hitam. Bagian depan tampilan layar terkesan minimalis yang tidak memperlihatkan tombol fisik satupun, namun bila layar sudah diaktifkan akan terlihat kepermukaan tiga tombol layar sentuh sebagai navigasi standar yaitu home, back dan shortcut.

Sementara pada bagian belakang sedikit berbeda dengan produk sebelumnya yang dibuat bertekstur untuk memantapkan pegangan. Disini terlihat bodi yang mulus dan berkesan licin saat dipegang, begitu pula terlihat kamera yang sedikit menonjol kedepan meskipun tanpa mengurangi keeleganan Andromax U.

Namun demikian, secara keselurahan Andromax U memiliki spesifikasi yang sangat menarik untuk dimiliki bagi yang punya badget terbatas namun ingin merasakan kemewahan berselancar di Android 4.0 Ice Cream Sandwich. •