Home Blog Page 952

SETI HAREFA: Melek TI, Permudah Pahami Value TI

0

 SIAPA yang mau menolak jika ditawari fasilitas internet murah, bahkan gratis? Tentu semua akan mendukung fasilitas tersebut, tak terkecuali di Ibu Kota Jakarta yang notabene sudah melek TI dengan rating akses dan pengguna internet yang tinggi. Warga pun tentu mendambakan potensi kampungnya bisa lebih tergali sehingga menjadi masyarakat yang lebih maju.

BISKOM Grup sebagai perusahaan teknologi informasi (TI) berinisiatif membangun Kampung Cyber Triple Play untuk mewujudkan keinginan warga Jakarta mendapatkan akses internet gratis berkecepatan tinggi dan layanan lainnya yang disediakan seperti komunikasi suara dan video call.  Kampung Cyber Jakarta akan digarap lebih progresif lagi ketimbang kampung cyber di kota lainnya karena akan dijadikan pilot project atau percontohan kampung cyber termutakhir di Indonesia.

Berikut perbincangan dengan Seti Harefa, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Kuningan Barat dimana kampung cyber tengah dibangun di lokasi tersebut, saat ini.

Bagaimana gambaran mengenai Kampung Cyber Triple Play BISKOM? Apa sama dengan kampung cyber di kota lainnya?
Jelas berbeda dengan kampung cyber lainnya yang sudah ada. Sebab kebanyakan kampung cyber yang ada hanya layanan internet dengan jaringan wireless yang kecepatannya rendah atau lebih populer dengan RT/RW Net. Sementara layanan internet Kampung Cyber BISKOM itu super cepat. Lebih dari itu, juga ada layanan PSTN untuk komunikasi suara dan video (video call) antar pengurus RT, RW dan warga sampai ke kelurahan sebagai extention alias gratis. Kemudian ada layanan IPTV dan video on demand (VOD) murah dan layanan Passive Optical Network Camera OnLine (PONCOL)-IP CCTV di seluruh area kampung cyber.

Apakah Kampung Cyber Jakarta ini masih relevan, terutama jika dikaitkan dengan warga metropolitan yang umumnya sudah melek TI?
Tentu sangat relevan, semakin melek TI akan makin mudah memahami berbagai value teknologi terapan di area kampung cyber. Apalagi biaya yang diperlukan saat ini sangat mahal, berbeda dengan konsep kampung cyber dengan biaya jauh di bawah rata-rata koneksi internet saat ini. Contohnya, biaya perbulan internet Rp. 50.000/user untuk PC unlimited, kemudian WiFi Rp25.000/akun untuk ponsel unlimited.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk meng-cover kampung cyber ini?
Biaya Percontohan Kampung Cyber ini sepenuhnya dari swasta yang dihimpun oleh BISKOM dari perusahaan donatur antara lain Ufoakses untuk teknologi dan hardware GePON, IP CCTV, WiFi, kemudian Pro Akses untuk design dan pemasangan jaringan fiber optic. Ada juga ITMN – BRIKER untuk IP PBX teknologi soft switch, termasuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) sebagai penyedia Sistem Informasi Pelayanan Tunggal (SIPITUNG) berbasis open source dan Telkom Vision untuk layanan IPTV. Selebihnya diharapkan ada sponsor dari perbankan untuk layanan Internet Banking, termasuk PT Telkom selaku penyedia international bandwith dan penyedia hardware.

Kapan proyeknya mulai digarap?
Awal Februari Forum Diskusi dan presentasi umumnya sudah dilakukan pada 18 Februari lalu. Kemudian awal Maret implementasi tahap satu dilakukan pemasangan PONCOL-IP CCTV yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, sehingga Mei mendatang diharapkan sudah diresmikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Untuk koneksitas berapa kampung di berapa desa dan kecamatan Kampung Cyber Jakarta ini?
Pada percontohan ini hanya diimplementasikan di 1 RW, 12 RT dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 jiwa 800 kepala keluarga.

Target apa yang ingin dicapai dari Kampung Cyber Jakarta? Peranan apa yang diharapkan dari masyarakat?
Target jangka pendeknya menjadi pilot project dan menjadi ruang pamer The Real Cyber City milik BISKOM. Kemudian target jangka menengahnya program ini bisa dibiayai Pemda DKI Jakarta serta target jangka panjangnya bisa diimplementasikan secara nasional.

Bagaimana menjaga kontinyuitas dari program kampung cyber ini?
BISKOM bekerjasama dengan pengurus LMK telah membentuk pengurus kampung cyber, dipilih dari warga kampung cyber. Pengurusnya terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara yang akan dibantu pengurus RT untuk di masing-masing wilayah RT.

Bagaimana pertimbangan biaya penggunaan WiFi untuk koneksi Kampung Cyber Jakarta ini?
Biaya akses WiFi di seluruh area kampung cyber direncanakan biaya bulanan unlimited dikenakan biaya Rp. 25ribu, mingguan unlimited dikenakan biaya Rp. 7ribu, harian unlimited dikenakan biaya Rp. 1.000 sementara untuk biaya IPTV masih menunggu tarif dari Telkom Vision. •IWA

OLYMPUS STYLUS VH-520, Kamera Trendi 14 Megapiksel

0

 KAMERA saku dengan kemampuan yang mumpuni telah dipasarkan Olympus belum lama ini, VH-520. Termasuk ke dalam jenis kamera saku, desainnya mungil dan minimalis, serta memiliki display 3 inci beresolusi 460,000 piksel.

Kamera ini dipersenjatai dengan sederetan teknologi canggih dan bekerja dengan sensor CMOS 14 megapiksel dan dukungan teknologi prosesor TruePic V serta teknologi iHS yang menawarkan hasil tajam dan minim noise di segala kondisi pemotretan.

Kemampuannya dimaksimalkan  dengan lensa Wide 26mm-260mm yang berkemampuan zoom optical 10x. Pembesaran masih dapat diekspansi secara digital hingga 20x dengan fitur Super Resolution Zoom. Agar terhindar dari gambar yang buram, kamera ini juga telah dilengkapi fitur peredam getar mekanis, Dual Image Stabilization.

Untuk membantu pemotretan yang maksimal di kondisi minim cahaya, Olympus menambahkan lampu flash. Olympus VH-520 juga telah hadir dengan dukungan ISO hingga ISO 6400 dan fitur HDR Backlight Adjustment.

Tersedia juga beberapa pilihan opsi filter kreatif, Magic Filter, untuk bereksperimen dengan pengambilan foto dan video. Sementara kemampuannya merekam video, hadir dengan sederetan pilihan fitur yang cukup lengkap. Misalnya fitur Slow-mo movie playback, high speed movie recording, dan Multi Motion Movie IS yang dapat digunakan untuk merekam video hingga resolusi maksimum 1080 piksel.

Olympus VH-520 dibanderol dengan harga sekitar US$ 198.16. Kamera ini rencananya akan dipasarkan mulai April 2013 dalam beberapa warna pilihan seperti, cokelat, hitam, putih, merah, ungu dan biru. •

Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”

0

Narkoba yang dianggap sebagai ancaman bagi masa depan bangsa semakin memperlihatkan pengaruhnya sebagai penghancur generasi penerus. Narkoba menciptakan addicted pada generasi muda yang harusnya mempunyai karir, berkompeten dan mempunyai masa depan cerah.

BELAKANGAN ini Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin gencar melakukan ‘perang’ terhadap narkoba. Kasus-kasus besar penyebaran dan penggunaan narkoba telah terbongkar dan tidak sedikit  artis, pengusaha atau publik figur yang ditangkap karena keterlibatannya dengan narkoba.

Sejak disahkannya Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, pemerintah dan aparat terkait secara gencar melakukan pemberantasan narkoba dan sosialisasi bahayanya penggunaan barang haram tersebut. Namun tetap saja penggunaan dan peredarannya semakin meningkat dengan beragam cara dan teknik.

Tercatat, jumlah Laporan Kasus Narkotika (LKN) di  tanah air mengalami peningkatan. Pada 2011, terungkap 94 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 153 orang, kemudian terjadi peningkatan di 2012 dengan 117 LKN dan jumlah tersangka sebanyak 202 orang.

Untuk menekan angka tersebut, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Anang Iskandar, yang belum lama ini menjabat sebagai Kepala BNN baru, mengajak seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memberikan kontribusinya untuk berperang terhadap narkoba. Ia menegaskan pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Sekecil apapun peran serta masyarakat sangat berarti. Paling tidak menasehati anaknya, saudara, teman, ataupun tetangganya untuk tidak menggunakan narkoba,” ujar Anang yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol).

Sejak dilantik Desember lalu, pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 18 Mei 1958 ini mengaku mempunyai tiga tugas utama yang harus dijalankan. Pertama, adalah mencegah masyarakat untuk tidak mudah dirayu untuk menggunakan narkoba oleh sindikat. “Hal ini sesuai mandat undang-undang untuk membuat masyarakat imun itu tidak mudah terpengaruh dengan berbagai bujuk rayu menggunakan narkoba,” ujar mantan Kapolda Jambi ini.

Lanjutnya, tugas kedua dan terberat adalah merehabilitasi pengguna narkoba yang terlanjur sudah berjumlah 4 juta orang. Padahal, empat lokasi rehabilitasi yang dimiliki oleh BNN saat ini hanya mampu menampung 2 ribu pecandu.  “Artinya, kita masih kewalahan untuk merehabilitasi 4 juta orang tersebut. Meskipun dibantu panti rehabilitasi yang dikelola oleh masyarakat dan instansi pemerintah yang mampu menampung 16 ribu orang, tetap masih jauh relevansinya dari jumlah yang 4 juta orang tersebut dengan 18 ribu kapasitas yang tersedia. Inilah tugas berat yang harus saya emban,” paparnya.

 Berikutnya yang tidak kalah penting adalah tugas ketiga, yaitu memberantas peredarannya dengan menangkap dan mengungkap sindikat narkoba di tanah air. Dimana peredarannya melalui jaringan-jaringan dibawah permukaan yang tidak terlihat kepermukaan maka diperlukan gerakan intelijen dalam menelusuri peredaran narkoba. Tentu saja, peran teknologi informasi (TI) juga sangat diperlukan.

Bagi pria yang gemar melukis dan menulis ini, BNN bukanlah hal baru buatnya. Sebelumnya, pria yang pernah menjalani profesi sebagai tukang cukur di awal SMA ini di BNN pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pencegahan (Kapus Cegah) dan Direktur Advokasi BNN. Hal ini tentunya memudahkannya meraba apa saja tugas-tugas dari Kepala BNN.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Komjen Anang Iskandar di tempat kerjanya beberapa waktu lalu.

Mengapa peredaran narkoba ini semakin cepat bertumbuh?
Karena bandar narkoba itu tidak pernah diam, bahkan mereka juga punya promosi. Tahukah, sasaran promosi itu adalah penegak hukum, wartawan, dan artis? Jadi kalau kita diam, maka mereka akan bergerilya dengan silent operation yang tidak kelihatan. Jadi narkoba akan makin marak kalau kita tidak menentukan langkah-langkah strategis untuk membasminya.

Langkah yang paling indah itu kalau 4 juta orang tadi serta merta sembuh maka tidak akan ada lagi yang mengkonsumsi lagi narkoba tersebut. Karena 4 juta orang inilah yang juga mempunyai peran membuat orang lain untuk ikut mengkonsumsi narkoba.

Apa yang dilakukan untuk melawan peredarannya?
Seperti saya bilang, peredaran narkoba itu ilegal, adanya di bawah permukaan. Jadi sesungguhnya tidak ada satu orangpun yang tahu peredarannya dan tidak tahu persis berapa besar peredarannya. Karena tidak kelihatan, maka kita harus menggunakan teknologi intelijen untuk menangkap radarnya. Bila terdeteksi akan kita lakukan tindakan. Namun permasalahannya, bagaimana dengan yang tidak terdeteksi atau belum terungkap? Pada prinsipnya, kita harus terus menerus mengajak seluruh bangsa ini stop menggunakan narkoba. Cuma masalahnya, mereka yang sudah terkena narkoba akan sulit untuk diajak berhenti karena sifatnya yang addict.

Siapa saja pelaku yang berhasil ditangkap oleh BNN tahun lalu dan jumlah barang bukti yang berhasil disita?
Dari 202 pelaku yang tertangkap merupakan 44 perempuan dan 158 laki-laki. Terdiri dari 182 warga negara Indonesia (WNI) dan 20 warga negara asing (WNA). Yang berasal dari Iran 2 orang, Malaysia 2 orang, Nigeria 11 orang, Sierra Leone 1 orang, Kamerun 1 orang, Afrika Selatan 1 orang dan pantai gading 1 orang.

Sedangkan barang bukti yang berhasil disita selama tahun 2012 terdiri dari shabu 79,24 kg, ganja 315 kg dan 182,5 Ha, kokain 858,40 gram, heroin 14,41 kg, ekstasi 1.420.685 butir, precursor padat 50,16 kg dan 11.480 butir, serta precursor cair 15.818 ml. Tidak hanya itu, kami juga sudah melakukan pemusnahan barang bukti tersebut dengan rincian shabu 76,41 kg, ganja 314,72 kg dan 182,5 Ha, kokain 793, 90 gram, heroin 14,05 kg dan ekstasi 1.418.669 butir.

Sebenarnya siapa saja yang berhak masuk rehabilitasi sebagai upaya penyembuhan seseorang terhadap ketergantungan narkoba?
Orang-orang yang menurut assessment dinyatakan perlu direhabilitasi, karena sudah kecanduan atau dia pemakai yang perlu direhabilitasi. Langkah-langkah yang dilakukan adalah rehabilitasi medik dan sosial karena tidak mudah membuat orang lain pulih. Kami sediakan ahli jiwa selain dokter umum. Untuk menangani masalah narkoba, yang dibutuhkan memang ahli jiwa karena yang diserang itu adalah susunan syaraf. Tidak hanya kejiwaan saja tetapi habit atau kebiasaan-kebiasaan untuk menimbulkan dignity setiap pengguna yang sudah hancur itu lah yang dipulihkan.

Apa yang akan dilakukan BBN untuk memaksimalkan kurangnya kapasitas dan fasilitas rehabilitasi?
Saat ini kami mulai merangkul pemerintah kota dan kabupaten untuk menyediakan pusat rehabilitasi di daerah masing-masing yang diharapkan nantinya tiap pusat rehabilitasi tersebut bisa menampung 50  orang.  Selain itu kami juga mendorong agar orang-orang yang ‘relatif kaya’ bisa menjadikan rehabilitasi sebagai ladang amal atau bagi perusahaan bisa jadikan rehabilitasi sebagai penyaluran corporate social responsibility (CSR) mereka. Bila ini terjadi, bukan tidak mungkin nanti kita mempunyai pusat rehabilitasi seperti San Pantrignano di Italia yang mempunyai 54 proyek untuk memulihkan para pecandu. Misalkan di kita ada mantan narkoba bisa belajar tentang reparasi ponsel, misalnya. Itu baru satu proyek, sebab Italia mempunyai 54 proyek yang bisa membuat pecandu kembali merasa berguna karena dilibatkan dengan kegiatan yang bisa menambah keahlian mereka untuk bekerja.

 Bagaimana dengan narkoba jenis baru yang belum lama ini ditemukan. Apakah tren kedepannya akan banyak digunakan?
Tren sekarang ini adalah jenis yang berdampak stimulan karena orang sudah mulai meninggalkan jenis opium yang bisa membuat depresi atau sakau yang mengarah pada kematian.

Jenis stimulan dan amphetamine inilah yang sekarang mewarnai pasar gelap dan mulai disukai karena bisa membuat bergairah, tahan tidak mengantuk, membuat relax dan happy tanpa beban. Namun tetap ada dampak buruknya yaitu addict yang membuat seseorang kembali menggunakan obat tersebut secara berulang atau terus menerus dan menjadikan fisik menjadi lemah. Meskipun dampaknya tidak dirasakan langsung, seperti jenis opium yang dapat menyebabkan sakau, sudden death hingga kematian. Tetap saja stimulan ini berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan.

Ada berapa banyak jenis narkoba baru yang ditemukan?
Saat ini sudah ada 14 narkoba jenis baru di Indonesia. Beberapa waktu lalu saat saya menghadiri sidang komisi United Nation Office Drug and Crime (UNODC) ke 56 di Wina Austria, disebutkan telah ditemukan 251 jenis narkoba baru di dunia ini.

Begitu banyaknya senyawa-senyawa yang dibuat oleh ahli kimia sehingga membuat orang yang terkontaminasi narkoba ini mampu mengakali konstruksi hukum di setiap negara karena senyawa-senyawa baru ini tidak ada di dalam undang-undang. Ini menjadi warning buat kita semua terutama masyarakat yang tidak tahu tentang hal ini agar tidak mudah tergoda bila ditawari obat apapun tanpa resep dokter. Selidiki dahulu karena siapa tahu di dalamnya ternyata narkoba yang belum tentu sehat.

Bagaimana sindikat narkoba international ini bisa sampai masuk ke Indonesia?
Bermacam caranya, bisa lewat udara melalui bandara internasional, laut melalui pelabuhan ataupun darat. Untuk mengatasi ini kita mempunyai satuan tugas interdiksi yang menjaga pintu-pintu masuk ke Indonesia. Kebanyakan sindikat masuk melalui Malaysia meskipun pengedar tersebut berasal dari Afrika atau Nigeria mereka tidak langsung masuk ke Indonesia tetapi transit terlebih dahulu di Malaysia. Untuk itu kita bekerjasama dengan Malaysia sepakat memberantas peredaran narkoba. Banyak yang sudah ditangkap di Malaysia karena informasi kita dan banyak juga yang ditangkap di sini karena informasi dari Malaysia.

Penggunaan TI di tanah air semakin meningkat. Apakah penggunaan TI bisa mempermudah transaksi narkoba?
Indonesia sebagai salah satu pengguna internet terbesar saat ini telah dimanfaatkan oleh sindikat pengedar narkoba jaringan internasional untuk menggunakan media online sebagai sarana untuk memasarkan narkoba. Peredaran modus ini mulai muncul saat kepolisian menangkap sejumlah orang yang memesan paket berisi narkoba via online dari Malaysia. Mereka menggunakan Facebook sebagai sarana pemesanan yang seolah-olah membuka apotek yang menjual obat resmi.

Bagaimana mengantisipasi peredaran melalui media online tersebut?
Untuk mengantisipasi perdagangan narkoba di internet, BNN telah melakukan kerjasama dengan sejumlah lembaga seperti divisi Cyber Crime, Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk melacak keberadaan sumbernya dan Lembaga Sandi Negara untuk mengetahui sandi-sandi yang mereka gunakan untuk bertransaksi online yang dijadikan sebagai sarana pemesanan.

Pengirimannya mereka menggunakan metode control delivery seperti  paket kilat, titipan resmi, atau melalui pos. Biasanya kami mendapat informasi dari bea cukai bila ada paket yang mencurigakan dan penyidik akan mengikuti paket ini sampai tujuan untuk bisa kita tangkap tangan antara penerima dan pembeli tersebut. Jadi dalam upaya-upaya penangkapan peredaran narkoba kita menggunakan teknologi intelijen.

Seberapa besar BNN memanfaatkan sarana internet untuk mengkampanyekan larangan pengunaan narkoba, beserta sosialisasi dampak dan hukuman yang bisa menjerat pengedar dan pengguna narkoba?
Saat ini kami mempunya website www.indonesiabergegas.com, salah satu media yang digunakan BNN sebagai tools dan dipandang efektif untuk sosialisasi kepada publik berkaitan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Media ini dapat menjadi media yang tepat guna untuk memperluas jangkauan diseminasi informasi dan advokasi P4GN Bidang Pencegahan BNN kepada masyarakat luas tanpa hambatan ruang dan waktu, disamping pesan-pesan P4GN yang disampaikan kepada masyarakat luas dapat dikomunikasikan secara instan.

Fitur-fitur yang terdapat di dalamnya antara lain berita, artikel, galeri foto, dan yang menjadi kekhasannya adalah konten Audio Visual, melalui fasilitas video streaming yang menampilkan berbagai liputan nara sumber yang memilki kredibilitas, yang akan berbagi informasi, pemikiran dan inspirasi dalam upaya pelaksanaan P4GN untuk mewujudkan ‘”Indonesia Negeri Bebas Narkoba.”

 Kabarnya, BNN juga tengah mengembangkan game sebagai upaya menjauhkan generasi muda dari bahaya narkoba?
Betul , sejak dua tahun terakhir ini kami  mengembangkan sebuah situs yang berisi beberapa permainan untuk anak-anak berusia lima tahun keatas hingga menjelang remaja. Drugs Education and Drugs Information atau disingkat DEDI, adalah situs resmi dari BNN yang dibuat dengan tujuan untuk melakukan pencegahan narkotika dan obat terlarang, dengan cara edukasi dan informasi. Sebenarnya situs ini sama dengan beberapa situs dari BNN sendiri maupun pihak Kepolilisian yang banyak memberikan informasi mengenai bahaya narkoba. Namun, di situs DEDI, terdapat beberapa informasi untuk keluarga dan anak yang tidak hanya dikemas melalui tulisan, melainkan juga dalam sebuah portal game online. Jika seseorang yang telah mempunyai anak dan mengajak serta buah hatinya untuk bermain di game online DEDI, maka orang tua atau keluarga tersebut sedikitnya telah mengenalkan bahaya dari penyalahgunaan narkoba.

Memainkannya sangat mudah, sebab pengguna hanya perlu registrasi dengan mengisikan data diri dan email. Lalu mulai memilih satu diantara 20 permainan dengan tema yang berbeda dan juga cara, seperti game Terbang Tanpa Narkoba, Awas Narkoba, Hancurkan Narkoba, Pilih-pilih Makanan, Lapor BNN, Panjat Cita-Cita dan lain sebagainya.

Dengan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba sedari dini melalui permainan game online, kami berharap dapat lebih menyerap pemikiran sang anak untuk selalu menjauhi narkoba.

Berapa target penurunan pengguna narkoba yang ingin dicapai tahun ini?
Inginnya sih yang 4 juta ini bisa tidak lagi menggunakan narkoba. Tapi permasalahan narkoba ini sudah sangat serius karena Indonesia telah menjadi tujuan peredaran narkoba. Sindikat internasional memandang Indonesia mempunya pasar yang bagus dengan jumlah permintaan yang tinggi dan mempunyai harga yang menarik.

Yang terpenting sekarang asal tidak terjadi peningkatan maka hal ini sudah suatu yang luar biasa karena permasalahan narkoba itu di dunia itu tidak bisa diselesaikan hanya bisa ditahan. Dan setiap negara yang yang bisa menahan laju pertumbuhannya pastinya diacungi jempol oleh UNODC.

Bagaimana dengan regulasi, apakah cukup mendukung terciptanya efek jera bagi para pengedar dan pengguna narkoba?
Menurut saya regulasi yang ada sudah bagus dan mengikuti perkembangan dunia. Artinya bagi pengedar diperlakukan keras termasuk keras terhadap aparatnya. Bayangkan kalau Polisi dan Jaksa lalai untuk memusnahkan barang bukti, bisa diancam pidana. Hal ini hanya ada di undang-undang narkoba. Juga ada hukuman minimal 4 tahun bagi orang menawarkan narkoba.

Tapi sisi humanisnya, pengguna narkoba sesungguhnya tidak pernah dihukum pidana hanya kriminalisasinya harus lapor kepada instansi penerima wajib lapor. Bila ingin direhabilisasi karena merasa sudah ketergantungan, bisa juga melapor kepada instansi untuk bisa dimasukan ke rehabilitasi. Dengan dukungan semua pihak, saya berharap, Indonesia berhasil memerangi narkoba. •ANDRI

Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan

0

 SEJAK awal tahun 2013 hingga hari ini, cukup banyak kasus besar yang melibatkan peredaran narkoba yang berhasil terungkap. Sebut saja dua insiden kecelakaan Porche bernomor polisi B 88 DAN, dan Toyota Camry bernomor polisi B 1596 KV yang masing-masing ditemukan narkoba di dalamnya, hingga terbongkarnya kejahatan mutilasi warga negara asing, Alanshia, terhadap Tonny Arifin Djonim yang ternyata merupakan bandar narkoba. Kemudian ada Faisal, bandar narkoba dari Aceh yang memiliki kekayaan lebih dari Rp. 38 milyar dengan asset yang bertebaran di Aceh, Jakarta dan Malaysia.  Serta tak lupa, kasus artis Raffi Ahmad, yang hingga kini masih menjalani proses hukum dan rehabilitasi.

Perputaran uang yang bersentuhan dengan narkoba memang menggiurkan. Setidaknya berdasarkan penelitian yang dilakukan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), bisnis narkoba memasok sekitar 85 persen perputaran uang kejahatan lintas negara terorganisir. Sementara, Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas), Nyoman Adi Feri mengungkapkan, diprediksi terdapat Rp. 50 triliun uang yang beredar dalam bisnis narkoba di Indonesia.

Kendati demikian, narkoba adalah musuh dunia. Narkoba merusak moral dan jiwa generasi muda karena efeknya yang membuat orang menjadi pecandu, mengalami ketergantungan yang luar biasa, menghilangkan ingatan, gila, cenderung merusak, kriminal hingga paranoid. BNN menyebut, saat ini terdapat 3,8 juta hingga 4,2 juta jiwa pengguna dengan angka kematian pecandu narkoba di Indonesia mencapai 15.000 orang per tahun. Dahsyatnya lagi, jaringan peredaran narkoba juga kerap bersekutu dengan kejahatan lain.

Direktur Pemberantasan Badan Narkortika Nasional (BNN), Irjen Benny Mamoto menyatakan, berbagai pihak seharusnya mewaspadai penggunaan dana hasil bisnis haram ini. BNN mengindikasikan, banyak jaringan terorisme yang menjalankan kegiatannya dengan ditopang dana dari penjualan narkoba.  Selain itu, disinyalir dana dari bisnis haram narkoba juga dimanfaatkan untuk people smugling dari beberapa negara yang terlibat konflik seperti Irak dan Afganistan.

“Di beberapa negara uang hasil narkoba bahkan digunakan untuk separatisme dan kegiatan melawan pemerintah. Bukan rahasia juga ada crime narcotic dan money laundrying yang marak terjadi akhir-akhir ini,” kata Benny dalam konferensi pers di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur (28/3).

Selain untuk membiayai kejahatan transnasional lainnya, Benny mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan, dana hasil bisnis narkoba ini digunakan untuk mendanai partai politik.  “Segala kemungkinan bisa terjadi ketika uang dianggap sah dan legal berbagai kemungkinan terjadi,” jelasnya.

Untuk mencegah kejahatan ini, upaya memiskinkan jaringan bisnis narkoba sangatlah penting. Di samping itu, masyarakat juga berharap adanya upaya penegakan hukum yang dapat memberikan efek jera bagi para pemakai maupun  pengedar sehingga di masa mendatang, Indonesia terbebas dari bahaya narkoba.

Kinilah saatnya menyatakan perang terhadap narkoba! •

TELAH TERBIT BISKOM EDISI APRIL 2013

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Anang Iskandar (Terima kasih kepada  BNN yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi April 2013 diantaranya:

• COVER STORY: Komjen Anang Iskandar, Kepala BNN:  “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”

• HEADLINE:
– Deteksi Narkoba Dengan TI
– Lapor Kasus Narkoba, SMS 1717

• FIGURE:
– Zain Adnan, Country Manager The Software Alliance  (BSA): Software Berlisensi, Bisnis Pasti
– Yih-Jyh Kang, Executive Director Exhibition Departement TAITRA: Meet Taiwan Ajak Indonesia Ikut Pameran Taiwan

• FOCUS:
– 2013, Bebas Judi Online?
– Facebook Home, Sensasi Baru Buat Android
– Stop SMS Spam!
– Ketika Si Anti Lelet Bermasalah
– Antara 3G dan 4G
– Mobile Working, Mengapa Tidak?

• REVIEW & CELLULAR:
– Sony Alpha DSLT-A58
– Canon EOS 100D
– Chobi Cam Pro 3
– Wacom Bamboo Stylus Mini
– Samsung Galaxy S4
– Sony NWZ-F800
– Acer Aspire E1-451G
– Asus PadFone 2
– Cross Andromeda A26
– Gigabyte Q2442
– Acer Liquid C1

• SNAP:
– Pandi Hadirkan Domain Desa.Id
– FalconStor Tunjuk Synnex Metrodata Sebagai Distributor
– Yellow Pages Tebar Semangat Bisnis
– DynaLabs Kenalkan Public Cloud  Buatan Lokal
– Sinarmas Adopsi Solusi  Virtualisasi
– NVidia Gaming Seminar Hadir di Surabaya
– IBM dan Avnet Kenalkan IBM PureSystem
– OPPO Meluncur di Indonesia
– Indosat Siapkan WiFi di Pesawat

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

LENOVO IDEAPAD YOGA 11, Notebook Plus Tablet

0

 DUA tahun belakangan ini produk hibrida mendapat perhatian tersendiri. Fungsinya yang unik, yang menggabungkan antara notebook dan tablet, membuatnya diburu konsumen.

Lenovo, vendor komputer asal Taiwan, menghadirkan IdeaPad Yoga 11 untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan notebook hibrida. Yang menggembirakan, harga Yoga 11 tergolong terjangkau dibanding produk-produk sejenis lainnya.

Nama Yoga diambil dari kemampuan layar produk ini, yang dapat dilipat hingga 360 derajat ke belakang. Berkat kelenturannya ini, Yoga 11 yang memiliki layar 11.6 inci ini bisa difungsikan sebagai notebook biasa, atau menjadi tablet. Selain itu, keyboard-nya bisa berfungsi sebagai penopang layarnya yang beresolusi 1.366 x 768 piksel.

Selain engselnya yang kokoh, bodi Yoga 11 juga tampak kuat. Dibalut oleh bahan yang terbuat dari plastik antigores yang terasa sangat kuat dan tahan banting. Bahkan, ketika keyboard berfungsi sebagai tatakan layar, ia sama sekali tak meninggalkan goresan.  Beratnya sendiri sekitar 1,2 kilogram, sehingga cukup nyaman dijinjing atau dijadikan tablet.

Lenovo menyediakan beberapa  port di sekeliling bodi Yoga 11, antara lain port HDMI, dua USB 2.0, headphone, dan slot kartu memori SD. Sayang, tak ada jack LAN dan slot untuk kartu microSD. Sementara speaker ditempatkan pada sisi kiri dan kanan.

Spesifikasi Yoga 11 lebih menyerupai sebuah tablet. Menggunakan prosesor Nvidia Tegra 3 quad-core SoC dengan total kapasitas RAM sebesar 2 Gb serta sistem operasi Windows RT. Kapasitas simpannya 64 Gb SSD, dan dilengkapi WiFi, Bluetooth serta kamera depan 1 megapiksel.

Yoga 11 yang menggunakan user interface terkini, menyediakan aplikasi seperti Office 2013 Home, Student Preview, serta Internet Explorer.

Lenovo memasarkan produk ini dengan harga kisaran Rp 8 juta.

Kampung Cyber Triple Play Beda Dengan Lainnya (2)

0

 KAMPUNG Cyber Jakarta yang didirikan BISKOM Grup jelas berbeda konsepnya dengan kampung cyber di kota lainnya yang sudah ada. Sebab kebanyakan kampung cyber yang ada, hanya layanan internet dengan jaringan wireless yang kecepatannya rendah atau lebih populer dengan RT/RWNet.

“Sementara layanan internet Kampung Cyber BIKSOM itu super cepat dengan menggunakan GePON dan Fiber Optic bekemampuan hingga 1Gbps. Lebih dari itu juga ada layanan PSTN untuk komunikasi suara dan video (video call) antar pengurus RT, RW dan warga sampai ke kelurahan sebagai extention alias gratis. Kemudian ada layanan IPTV dan VOD (video on demand) murah dan layanan PONCOL – IP CCTV di seluruh area kampung cyber,” papar Y. Hermawan S, Pemimpin Perusahaan BISKOM Grup.

Ditanya apakah Kampung Cyber Jakarta ini masih relevan, terutama jika dikaitkan dengan warga metropolitan yang umumnya sudah melek TI, Yaya menjawab masih sangat relevan, sebab semakin melek TI, maka warga akan makin mudah memahami berbagai value teknologi terapan di area kampung cyber. Apalagi biaya yang diperlukan saat ini sangat mahal, berbeda dengan konsep kampung cyber dengan biaya jauh di bawah rata-rata koneksi internet saat ini. Hermawan mencontohkan, biaya perbulan internet Rp50.000/user untuk PC unlimited, kemudian WiFi Rp25.000/akun untuk ponsel unlimited. Biaya akses Wi-Fi di seluruh area Kampung Cyber BISKOM ini direncanakan biaya bulanan unlimited dikenakan biaya Rp25 ribu, mingguan unlimited dikenakan biaya Rp. 7 ribu, harian unlimited dikenakan biaya Rp1.000, sedangkan untuk biaya IPTV masih menuggu tarif dari Telkom Vision.

Sementara, biaya percontohan kampung cyber ini sepenuhnya dari swasta yang dihimpun oleh BISKOM dari perusahaan donatur antara lain Ufoakses untuk teknologi dan hardware GePON, IP CCTV, Wi-FI, kemudian Pro Akses untuk design dan pemasangan jaringan fiber optic. Ada juga ITMN-BRIKER untuk IP PBX teknologi soft switch, termasuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) sebagai penyedia SIPITUNG berbasis open source dan Telkom Vision untuk layanan IPTV.

“Selebihnya diharapkan ada sponsor dari perbankan untuk layanan Internet Banking, termasuk PT Telkom selaku penyedia international bandwith dan penyedia hardware,” kata Hermawan.

Sejak awal Maret lalu pihaknya mulai mengimplementasikan tahap pertama pembangunan Kampung Cyber Triple Play ini dengan pemasangan PONCOL-IP CCTV yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan sehingga pada Mei mendatang diharapkan sudah diresmikan. Jika sudah online, pada percontohan ini hanya diimplementasikan di 1 RW, 12 RT dengan jumlah penduduk 3.000 jiwa 800 kepala keluarga (KK).

Hermawan berharap dengan adanya kampung cyber ini, Pemprov DKI Jakarta bisa memberikan pelayanan publik seperti informasi layanan masyarakat. Jika Implementasi di 286 kelurahan bisa diwujudkan maka 80% wilayah DKI tercover oleh teknologi broadband yang memiliki kemampuan hingga 1Gbps untuk uplink dan downlink.

“Ini artinya DKI Jakarta sejajar dengan Seoul, Ibu Kota Korea Selatan dan di kota-kota besar lainnya di Jepang atau negara maju lainnya. Hanya dalam waktu kurang dari setahun,” tandasnya. Targetan lainnya yang ingin dicapai, imbuh Hermawan, antara lain target jangka pendek yakni menjadi pilot project dan menjadi ruang pamer The Real Cyber City milik BISKOM. Kemudian target jangka menengahnya program ini bisa dibiayai Pemprov DKI Jakarta serta target jangka panjangnya bisa diimplementasikan secara nasional.

Guna menjaga kontinyuitas dari program kampung cyber ini, BISKOM bekerjasama dengan pengurus Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) telah membentuk pengurus kampung cyber, yang dipilih dari warga Kampung Cyber. Mereka terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara yang akan dibantu pengurus RT untuk di masing-masing wilayah RT. •IWA-RAHAJENG

Kampung Cyber Triple Play: Mainkan! (1)

0

 “SAYA lihat kampung cyber di Jogja, senang kalau Jakarta dibikin tiap kampung dengan keistimewaan masing-masing juga, lucu deh!” Begitu kesan Sonia Eryka melalui Twitter-nya.  Salah satu keinginan warga Jakarta yang berharap ada juga kampung cyber di Jakarta, seperti yang sudah berdiri di kota-kota lainnya di Indonesia. Saat itu Sonia berkunjung ke Kampoeng Cyber RT 36 Taman Yogyakarta, sebuah perkampungan padat penduduk terletak di tengah kota Yogyakarta, berdampingan dengan obyek wisata pemandian Taman Sari.

Kampung cyber memang sudah online di sejumlah daerah seperti Yogya, Surabaya, Bogor, Probolinggo, Makassar dan kota lainnya. Bagaimana halnya dengan Kampung Cyber di Jakarta? Masih perlu kah? Di tengah hiruk pikuk aktivitas dan kepadatannya, bisa jadi di Jakarta pun masih banyak potensi yang belum digali. Apalagi konon kabarnya warga Ibu Kota ini lebih dikenal individualis, rasa kekeluargaan yang kurang erat. semangat gotong royong pun memudar.

Perkembangan teknologi informasi (TI) menuntut kesiapan masyarakat untuk berperan dan berpartisipasi memanfaatkan media tanpa batas untuk kepentingan meningkatkan kualitas hidupnya. Namun tuntutan itu menjadi permasalahan sendiri bagi masyarakat di mana tidak semua warga masyarakat mampu mengakses jaringan internet. Hal ini sejatinya menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan media internet melalui pembangunan kampung cyber.

Di Jakarta, sebuah perusahaan TI, BISKOM Grup, menggagas kampung cyber berbasis Triple Play yang terdiri dari internet broadband, TV cable, dan IP Phone dengan jaringan fiber optic berteknologi GePON. Kampung cyber yang digagas Biskom ini berbeda dengan fasilitas atau infrastruktur kampung cyber di kota lainnya.

Y. Hermawan S, Pemimpin Perusahaan BISKOM Grup sekaligus pemimpin proyek Kampung Cyber Triple Play mengatakan, teknologi wireless yang dominan di Indonesia memiliki kemampuan koneksi  rendah, sehingga kecepatan akses internet di Indonesia dan Jakarta tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura bahkan Vietnam. Dan pada umumnya, kampung cyber yang sudah ada di beberapa daerah di Indonesia yakni tersedianya fasilitas internet untuk warga setempat yang kebanyakan menggunakan teknologi wireless. Sedangkan kampung cyber yang digagas BISKOM menggunakan WiFi yang merupakan fasilitas teknologi yang sangat efektif untuk menjangkau area terkoneksi.

Selebihnya dari Kampung Cyber BISKOM adalah tersedianya infrastruktur cyber berbasis teknologi Triple Play, yaitu layanan akan akses internet yang cepat atau broadband, suara yang berupa jaringan telepon, PSTN dan layanan visual berupa TV Kabel atau video on demand yang terintegrasi dalam satu kesatuan infrastruktur pada unit user atau Fiber to the Home (FTTH).

Ada 5 fokus utama pada pembangunan Percontohan Kampung Cyber BISKOM, antara lain;

1. Konten SIPITUNG (Sistem Informasi Pelayanan Tunggal/Single Window), berupa otomasi kebutuhan warga terkait pengurusan surat/dokumen dari tingkat RT, RW sampai di kelurahan. seperti surat pengantar pengurusan SKCK. Surat Kelahiran, Kematian, Surat Nikah, Surat Keterangan Domisili, SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) serta layanan komunikasi antar pengurus RT dan RW.

2. Infrastruktur Jaringan – SIJAMPANG (Sistem Integrasi Jaringan Masyarakat Mampang), adalah jaringan fiber optic dengan teknologi GePON (Gigabit Ethernet Pasive Optical Network) menjamin tersedianya komunikasi data, audio dan visual dengan bandwith yang sangat besar.

3. IP CCTV – PONCOL (Pasive Optical Network Camera OnLine) Kamera monitor lingkungan yang dapat diakses dari manapun oleh Pengurus RT, RW warga Kelurahan sampai propinsi. Dengan infrastruktur SIJAMPANG memonitor lingkungan via PONCOL tanpa buffering. Manfaat Implementasi IP CCTV-PONCOL untuk warga kampung cyber yakni dapat memonitor keadaan lingkungannya dimanapun warga mengaksesnya, bahkan saat bepergian ke luar kota sampai ke luar negeri. Untuk Pemprov DKI Jakarta sebagai alat monitor keadaan lapangan dari kantor, Melakukan evaluasi pekerjaan lapangan.

4. Jaringan telepon, IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Exchange. Dengan IP PBX ini semua multilayanan telepon di area kampung cyber menjadi lokal alias gratis.

Multilayanan tersebut adalah voicemail dan voice conference, Interactive Voice Response (IVR), Automatic Call Distribution (ACD), Computer Telephony Integration (CTI), Unified Messaging System (UMS), Fax Server & Fax on Demand, Call Recording System, Billing System, serta Web-based Management System.

5. Metodelogi Pembangunan Kampung Cyber. Salah satu faktor kegagalan pembangunan Proyek ICT pada umumnya berada di tingkat pengguna dalam hal ini masyarakat di wilayah proyek kampung cyber yang kurang aware karena rendahnya value dari teknologi tersebut.. Pada Percontohan Kampung Cyber BISKOM ini diawali dengan menjelaskan berbagai value atas layanan Kampung cyber kepada masyarakat prioritas kepada kebutuhan masyarakat pada umumnya, contoh: Fungsi IP CCTV untuk keamanan, biaya internet murah, telpon ke tetangga, ke pengurus RT/RW bahkan kelurahan secara gratis.

Oleh karena itu pola yang diterapkan BISKOM melalui forum diskusi bersama pengurus RT, RW dan masyarakat yang dikordinir oleh LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan), untuk menyusun program kerja sekaligus pengenalan value dari teknologi yang akan diimplementasikan. Berikut tahapan agenda kegiatan yang harus disosialisasikan kepada masyarakat kampung cyber nantinya:

1. Forum Diskusi BISKOM dengan masyarakat, pengurus RW, RT dan LMK Kuningan Barat.
2. Presentasi umum sosialisasi kampung cyber.
3. Pembentukan pengurus kampung cyber.
4. User requirement
5. Implementasi

a. Tahap 1. Pemasangan IP CCTV yang diberi nama PONCOL (Pasive Optical Network Camera OnLine). Layanan  monitor lingkungan di wilayah Kampung Cyber dari jalan utama sampai ke wilayah RT. PONCOL ini dapat  diakses oleh seluruh warga, pengurus RT, RW, kelurahan sampai ke tingkat propinsi.
b. Pemasangan fiber optic.
c. Wi-Fi yang menjangkau seluruh wilayah kampung cyber.
d. Peng-Instalan SIPITUNG.

6. User Acceptance Test – Uji Fungsi terutama untuk SIPITUNG dan SIJAMPANG
7. Pelatihan
8. Kick Off dimana diharapkan Gubernur atau Wakil Gubernur DKI Jakarta meresmikan beroperasinya kampung cyber. •

Acer Aspire E1-451G, Notebook Bergrafis Radeon HD 8000

0

 ACER Aspire E1-451G mendapatkan kesempatan pertama sebagai notebook bergrafis AMD Radeon HD 8000 Series dari Advanced Micro Devices (AMD) yang didukung AMD Accelerated Processor Units (APU) Quad Core A8.

Dengan peluncuran Acer terbaru ini maka terjawab sudah kebutuhan akan notebook yang mampu memberikan kebutuhan kinerja grafis untuk mendukung produktivitas keseharian sekaligus untuk hiburan, seperti game mainstream bahkan mengedit video.

Hal ini diungkapkan Head of Product Management, Product Marketing Division Acer Indonesia, Riko Gunawan, di sela peluncurannya di Jakarta, 18 Maret 2013 lalu. “Acer terus berinovasi dengan menghadirkan produk-produk berteknologi terbaru seperti sekarang ini berkolaborasi dengan AMD untuk menghadirkan produk yang affordable premium,” ujar Riko.

Dimotori prosesor AMD A8-4500M (1.90 GHz) berkekuatan teknologi Turbo Core, Acer Aspire E1-451G mampu menampilkan performa bertenaga untuk memproses tugas-tugas komputasi secara paralel. Hal ini dapat dilakukan karena didukung teknologi APU generasi kedua yang menggabungkan CPU dan GPU jadi single chip, sehingga komunikasi lebih cepat, meningkatkan kemampuan grafis, serta meningkatkan daya tahan batere.

 “Kolaborasi AMD dan Acer ini telah menjawab kebutuhan konsumen akan notebook terjangkau yang menghadirkan kinerja lebih superior dan kualitas tampilan grafis lebih sempurna, sekaligus melengkapi jajaran notebook yang didukung teknologi AMD A-Series APU generasi kedua,” ungkap Victor Herlianto, Consumer Business Lead, AMD Far East Ltd.

Membidik segmen pelajar, pecinta game, dan para profesional bidang desain grafis, Acer Aspiore E1-451G dibandrol Rp.5.499.000 dengan spesifikasi, AMD Radeon HD 8750M, LCD 14” Acer CineCrystal LED-backlit TFT LCD, RAM 4GB DDR3, HDD 500GB, Acer Crystal Eye Webcam, DVD Super Multi, SD Card Reader, HDMI port, USB 3.0, Dual built in speaker stereo dan warna  Glossy Black. •

 

Sony Center Ke 23 Resmi Dibuka

0

 SONY Indonesia kembali membuktikan komitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan setianya dengan menghadirkan Sony Center terbaru di Indonesia.

Bertempat di Gandaria City, sebuah mal di kawasan Jakarta selatan, kehadiran Sony Center ini diklaim akan menyediakan layanan penuh inovasi melalui rangkaian produk elektronika terkini.

Channel Activation Management Head PT Sony Indonesia, Kazuo Sawachi mengatakan, dalam upaya mempermudah akses terhadap produk dan teknologi terkini, Sony secara resmi menghadirkan Sony Center ke-23. Sony Center ini merupakan toko retail keenam yang berlokasi di Jakarta.

“Dengan diresmikannya Sony Center ke-23 akan mempermudah pelanggan mendapat informasi dan alternatif layanan purna jual produk-produk Sony,” ujarnya di Jakarta, hari ini (27/3).

Pelanggan kini bisa menikmati pengalaman mencoba gadget terbaru buatan Sony sebelum memutuskan membeli. Rangkaian produk TV Bravia, notebook VAIO, smartphone Android Xperia, Playstation, Walkman, Handycam, kamera Cybershot, seri Alpha dan NEX hadir di toko ini.

Dalam hal ini Sony hanya sebagai importir beragam gadget pintar yang direfleksikan melalui komitmen pada tagline “Make. Believe”. Untuk kali ini Sony menjalin kemitraan dengan PT DOSS dan akan berupaya optimal memberikan pelayanan terbaik terkait dengan layanan purna jual.

Sepanjang tahun 2013 Sony berencana akan membuka tiga kantor cabang baru di Riau, Banjarmasin dan Samarinda. Tidak menutup kemungkinan jika ditiga lokasi baru tersebut juga akan ada Sony Center baru, mengingat umumnya sebelum memutuskan membuka Sony Center di satu lokasi Sony kerap membuka kantor cabang terlebih dahulu.

Hal ini semata-mata untuk mempermudah dan menambah partner baru yang akan menghadirkan layanan dan perluas kemitraan. Selain 23 Sony Center, Sony juga didukung dengan 18 VAIO Platinum Shop, lebih dari 600 dealer resmi, 9 kantor cabang dan 61 service center resmi di seluruh Indonesia. •