Home Blog Page 954

Blackberry Z10 Resmi Hadir di Indonesia

0

 AKHIRNYA secara resmi Blackberry Z10 diluncurkan di Indonesia yang rencananya tersedia dipasaran mulai 15 Maret 2013 melalui mitra resminya yaitu, PT Teletama Artha Mandiri, PT. Comtech Cellular, dan PT Surya Citra Multimedia.

Dibandrol dengan harga Rp.6.999.000, ponsel berukuran lyar 4,2 inci ini dimotori prosesor dual core 1,5 Ghz, RAM 2 Gb dan penyimpanan internal 16 Gb yang bisa ditambah kapasitasnya menggunakan kartu memori hingga 64 Gb.

“Indonesia adalah pasar yang penting buat kami. Kini secara resmi Balckberry Z10 hadir di Indonesia dengan keyakinan akan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat disini,” ujar Hasting Singh, Managing Director Blackberry Asia Selatan, di Jakarta (4/3).

Tersedia dalam dua warna pilihan yaitu hitam dan putih, Blackberry Z10 hadir dengan full touch screen. “Blackberry 10 menawarkan pengalaman yang lebih cepat dan lebih pintar  yang terus menerus menyesuaikan dengan anda. Setiap fitur, setiap gerakan , dan setiap detail dirancang untuk membuat anda bergerak,” terang Singh.

Dilengkapi kamera belakang 8 megapiksel auto fokus dengan LED flash dan kamera depan 2 megapiksel, Z10 mampu menampilkan gambar yang jelas, tajam dan sangat hidup. Selain itu juga telah dilengkapi fitur HDMI out port mikro untuk presentasi dan near field communications (NFC) untuk mendukung pembayaran mobile dan berbagi informasi.

Adapun beberapa fitur baru yang merupakan keunggulan BlackBerry Z10 di antaranya adalah BlackBerry Hub, BlackBerry Flow, keyboard, video chat pada BlackBerry Messenger (BBM), dan time shift. •

Sambut MBC 2013, Epson Siapkan 4 Printer Ink Tank Terbaru

0

MENYAMBUT pameran Mega Bazaar Computer (MBC) 2013 yang digelar mulai besok, 6-10 Maret 2013, Epson mempersiapkan empat model printer bersistem ink tank terbarunya: Epson L355, L550, M100 dan M200. Peluncuran keempat printer tersebut dilakukan berbarengan dengan perayaan 20 tahun teknologi Epson Micro Piezo beberapa waktu lalu di Bandung.

Dikatakan Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, M. Husni Nurdin, peluncuran keempat printer terbaru ini merupakan upaya Epson dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya akan printer yang mampu mencetak lebih banyak, lebih cepat dengan biaya cetak yang lebih rendah.

“Sejak seri ink tank Epson dikeluarkan pertama kali, kami mencoba terus mencapture keinginan masyarakat dan memberikan feedback terhadap harapan konsumen. Seperti yang kami lakukan saat ini, mereka inginkan kecepatan cetak 2 kali lebih cepat dari seri sebelumnya, namun kami hadirkan printer yang 3 kali lebih cepat cetaknya. Jadi kami berikan yang lebih dari harapan masyakarat,” ujar Husni (25/2).

Banyak peningkatan-peningkatan yang dilakukan Epson terhadap produk terbarunya, mulai dari kecepatan cetak, volume, reliabilitas hingga kemudahan pengoperasian. Seperti model L355 yang dasarnya sama dengan L350, hanya saja L355 mempunyai kelebihan fitur WiFi yang memungkinkan penggunaan secara wireless.

Sedangkan M100 dan M200, memberikan alternatif pilihan bagi konsumen yang menginginkan  printer laser dengan sistem ink tank.

Keempat printer Epson sudah mulai bisa didapat saat pergelaran pameran teknologi terbesar terbesar MBC 2013 dengan harga Rp. 2.499.000 untuk L355, Rp. 2.949.000 untuk L550, Rp.1.849.000 untuk M100, dan M200 dibandrol dengan harga Rp.2.499.000. •

Meet Taiwan, Kenalkan Industri Pameran Taiwan

0

 INDONESIA sebagai negara besar berpopulasi lebih dari 250 juta penduduk dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6-8 persen setiap tahunnya telah membuat pemerintahan Taiwan bersemangat mengembangkan bisnisnya di tanah air. Apalagi berbagai kegiatan yang digelar pemerintahan Taiwan melalui Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dalam upaya memperkenalkan industri dan brand Taiwan beberapa tahun belakangan ini telah mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, lebih dulu memperkenalkan program Taiwan Excellence yang dibuat TAITRA yang sudah berjalan selama tiga tahun memperkenalkan merek-merek teknologi informasi (TI), lalu berkembang ke merek-merek kebutuhan rumah tangga, kini TAITRA melalui program Meet Taiwan mencoba memperkenalkan industri jasa atau pameran ke Indonesia.

Dikatakan Executive Director Exhibition Departement TAITRA, Yih-Jyh Kang, Meet Taiwan merupakan proyek empat tahun (2013-2016) yang bertujuan untuk memajukan industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) Taiwan yang diluncurkan oleh Kementerian Ekonomi Taiwan pada 2009. Program ini telah membuahkan hasil positif, sehingga kemudian diperpanjang lagi sepanjang empat tahun pada 2013 untuk Program Pilot MICE Taiwan.

 “Indonesia adalah negara tujuan pertama kami dalam roadshow Meet Taiwan karena selama ini telah merasakan terjalinnya hubungan yang kuat antara Taiwan dan Indonesia, terutama dalam industri dan perdagangan,” ujar Yih, saat membuka seminar Meet Taiwan di Shangrila Hotel, Jakarta (27/2) yang sehari sebelumnya juga dilangsungkan di Surabaya.

Dianggap sebagai negara yang paling berkembang perekonomiannya di ASEAN, Indonesia menempati peringkat sebagai pasar ekspor ke-11 terbesar di Taiwan dengan perdagangan bilateral tahun 2012 melebihi US$ 12.5 milyar. Oleh sebab itu, untuk menjalin kerjasama dan hubungan yang lebih erat lagi, Taiwan memperkenalkan industry MICE melalui penandatanganan perjanjian kerjasama atau MoU dengan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

“Dengan kerjasama ini akan mendekatkan antara pelaku industri pameran di Indonesia dengan pelaku industri pameran Taiwan. Dimulai oleh kita sebagai asosiasi, diharapkan nantinya diikuti kerjasama antara anggotanya,” jelas Effi Setiabudi, Presiden ASPERAPI.

Besarnya bisnis MICE Industri Taiwan telah menempati posisi 6 secara global untuk exhibition space sales di Asia tahun 2011 (UFI) dan di tahun yang sama menduduki peringkat keempat untuk the meeting market  di Asia Pasific (ICCA).

“Industri pameran menjadi industri yang sangat penting di Taiwan. Perkembangannya telah mendorong terjadinya transaksi jual beli yang tercatat sebesar US$ 1 milyar,” tambah Yih.

Di kesempatan ini juga diperkenalkan secara langsung industri Taiwan ke pasar Indonesia, antara lain COMPUTEX, TAITRONICS, TIMTOS, AMPA, PV dan LED. Rencananya tahun ini akan ada sekitar 35 pameran yang akan digelar Taiwan. •

ACER LIQUID C1, Smartphone Intel Atom

0

DIPERKENALKAN pertama kali di Mobile Expo, Thailand, pada Febrauari lalu, Acer Liquid C1 menyedot banyak perhatian dunia. Dikembangkan bersama Intel Corporation, C1 merupakan smartphone pertama yang menggunakan prosesor Intel Atom Z2420, bagi pasar kawasan Asia Pasifik. Intel sendiri baru mengenalkan prosesor terbarunya Z2420 yang berkode nama Lexington itu pada Consumer Electronics Show (CES) di awal Januari silam.

Meski tak tergolong smartphone high-end, Acer Liquid C1 hadir dengan dukungan spesifikasi dan fitur yang cukup mumpuni. Hal ini terlihat C1 menghadirkan layar IPS LCD QHD 4,3 inci dengan resolusi 960 x 540 piksel.

Kinerjanya didukung sistem operasi Android Ice Cream Sandwich, dan chipset Intel Atom Z2420m (CODEC Lexington) yang memiliki prosesor x86 utama, dan berjalan pada 1.2GHz. Yang menjadikan C1 ponsel pintar CPU single-core dengan dukungan Hyper-Threading. Chipset ini juga mendukung hardware-accelerated encoding dan decoding 1080p plus Recover best-data-recovery.com after format; format recovery; recover raw drive; disk is not formatted; best-data-recovery.com recovery software; sd card photo recovery, memory card format recovery; flash pen drive best-data-recovery.com recovery; usb format recovery; recover deleted files blackberry; sd card format recovery; external hard drive format recovery; sd card not recognized; unformat partition; free best-data-recovery.com recovery softwareAbout Us | Contact | Resource | Partners | Support | Policy | Sitemap | Copyright 2014 iCare Recovery ALL RIGHTS RESERVED. fitur yang memungkinkan kamera C1 Liquid untuk mengambil 5 gambar diam dalam satu detik.

Smartphone ini juga mampu mendownload dalam kecepatan 21 Mbps berkat modem HSPA Intel XMM 6265 dan kapasitas baterai 2000mAh yang berkemampuan daya lebih baik. K apasitas penyimpanan internalnya sebesar 4Gb, dilengkapi GPS dan Bluetooth 2.1 dengan EDR, serta slot memori MicroSD untuk kapasitas penyimpanan hingga 32Gb.

Ponsel berbobot 140 gram itu dilengkapi kamera utama di belakang 8 megapiksel yang bisa merekam gambar dalam lima frames per detik. Sementara kamera depannya sangat standar hanya 0,3 megapiksel, untuk pengguna yang ingin melakukan video call.

Saat peluncuran, Acer Liquid C1 dibanderol dengan harga 9.990 Baht atau sekitar Rp. 3,2 jutaan. Kabar kedatangannya ke Indonesia sejauh ini belum dapat dipastikan. •

MNC, Tencent dan Hillhouse Bangun Joint Venture di Indonesia

0

MNC MEDIA, sebuah perusahaan media di Indonesia, mengumumkan kerjasamanya dengan Tencent, perusahaan penyedia layanan Internet terdepan di dunia. Kerjasama strategis ini difasilitasi oleh Hillhouse, perusahaan yang menangani penanaman modal perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia dan berbasis di Asia.

Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Group menyatakan (28/2), “Tencent adalah perusahaan yang telah sangat dikenal di seluruh dunia dengan teknologinya yang unggul dalam menyediakan pengalaman berkomunikasi tercanggih dalam era digital ini. Perpaduan antara teknologi serta keahlian Tencent dengan keberadaan MNC Media yang signifikan dalam industri media di Indonesia merupakan jaminan kesuksesan kemitraan ini dalam menyongsong pertumbuhan layanan berbasis internet di Indonesia yang kian pesat.

Salah satu contoh nyata adalah WeChat, layanan komunikasi sosial untuk ponsel yang merupakan salah satu produk Tencent, telah berhasil meraih popularitas dengan pesat semenjak kehadirannya di Indonesia pertengahan tahun lalu. MNC Media juga sangat berterima kasih atas bantuan Hillhouse Capital Management yang memungkinkan terwujudnya kerja sama ini,” jelasnya.

Lei Zhang, pendiri dan CEO Hillhouse juga menyumbangkan pendapatnya atas kerja sama ini. “Merupakan suatu kehormatan untuk kami untuk dapat mempersatukan dua perusahaan kelas dunia ini dalam satu kemitraan. Kami juga sangat antusias untuk berpartisipasi dalam kerja sama yang luar biasa ini.”

Tencent, satu dari lima perusahaan Internet teratas di dunia berdasarkan valuasi saham,  menyatakan kebanggaannya atas kemitraan yang baru dibentuk dengan MNC Media. “Kerja sama Tencent dengan MNC Media merupakan sebuah langkah strategis yang kami ambil untuk memperluas jangkauan ke pelanggan-pelanggan kami di Indonesia,” ujar Martin Lau, Presiden Tencent. “Kemitraan ini kami jalin demi mengembangkan sekaligus menegaskan peran kami dalam bidang teknologi internet maupun mobile internet, serta membuka jalan untuk kehadiran produk dan layanan Tencent di Indonesia di masa depan.”

Martin Lau menambahkan, “Kami sangat menghormati MNC Media sebagai salah satu perusahaan media terbesar dan yang paling berpengaruh di Indonesia. Perpaduan antara keunggulan yang dimiliki Tencent dengan MNC Media merupakan sebuah landasan yang kokoh untuk memupuk pesatnya pertumbuhan industri internet di Indonesia. Tentunya, Hillhouse juga memiliki peran penting yaitu memfasilitasi kerja sama ini, dan mereka menyadari betapa bernilainya himpunan kekuatan yang dimiliki MNC Media dan Tencent.” paparnya.

Salah satu produk Tencent yang paling populer saat ini yang telah tersedia di Indonesia sejak tahun 2012 adalah WeChat. Layanan komunikasi sosial bebas biaya ini tersedia untuk smartphone, dan telah menembus angka 300 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Baru-baru ini Tencent meluncurkan WeChat untuk BlackBerry, melengkapi jajaran platform smartphone yang mendukung aplikasi tersebut. Sejak awal peluncurannya, WeChat untuk BlackBerry telah mendapat sambutan hangat di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan pengguna BlackBerry terbanyak di dunia.

Sebagai bagian dari kemitraan ini, perusahaan-perusahaan di bawah MNC Media akan terdaftar sebagai pemilik akun resmi di WeChat, yang berfungsi sebagai sarana interaksi langsung dengan konsumen serta sebagai sumber informasi terkini untuk hal-hal yang berkaitan dengan layanan perusahaan. Kemitraan ini juga melahirkan video iklan komersial WeChat yang dibintangi oleh Gisel, artis cantik yang mewakili keceriaan yang ingin ditampilkan oleh WeChat. •

FTTH, Pendorong Broadband

1

 KATA broadband telah banyak dikenal, baik di kalangan masyarakat umum terlebih di komunitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal tersebut dikarenakan banyaknya iklan produk yang menawarkan layanan broadband, baik dari sisi operator wireless (GSM, CDMA, WiMAX, LTE maupun WiFi) dan juga operator wireline (HFC, xDSL maupun FTTH). Selain itu, kepopulerannya juga banyak didukung dengan adanya kesiapan terminal atau device yang mendukung layanan mobile broadband seperti smartphone Samsung, iPad dan Blackberry.

Broadband merupakan istilah yang merepresentasikan kemampuan dari suatu jaringan untuk memberikan layanan triple play (voice, data dan video) sekaligus, dalam satu jaringan tertentu.  Di dalam acara seminar Broadband World Forum 2012 dan seminar Fiber To The Home (FTTH) Council 2012 disebutkan bahwa broadband merupakan kunci keunggulan sebuah bangsa saat ini dan mendatang. Oleh karenanya sangat ditentukan oleh sejauh mana penetrasi adopsi broadband terjadi. Sejauh ini, kesejahteraan sebuah bangsa selalu berbanding lurus dengan tingkat penetrasi broadband-nya. Beralasan tersebut walaupun dalam kondisi krisis, Barack Obama,  Presiden Amerika Serikat, tetap fokus untuk mengembangkan broadband di Amerika Serikat.

Dari beberapa sumber disebutkan bahwa ekonomi sebuah negara akan tumbuh berkembang sebesar 1,38%, jika tingkat penetrasi broadband naik 10%. Dan bila penetrasi internet 10% akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,12%. Sedangkan penetrasi seluler naik 10% akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,81%. Dengan demikian kekuatan dan kemampuan negara atau operator dalam menggelar layanan broadband akan menjadi indikator kunci untuk tumbuhnya ekonomi di suatu negara.

Pertumbuhan broadband dunia saat ini sangat pesat dimana pada tahun 2012 kemarin secara total jumlah pelanggan broadband mencapai 430,2 juta. Pertumbuhan di atas 10% terjadi di 20 negara dengan dominasi negara-negara Asia termasuk India, Sri Langka, dan Singapura. Tahun 2012 tingkat penetrasi diperkirakan mencapai 20% dari total populasi.

Berdasarkan data yang diolah oleh Nighspade, permintaan smartphone untuk pasar global sebesar 450 juta pada tahun 2011 dan mencapai 690 juta pada 2012 lalu. Khusus di Indonesia, jumlah pelangggan Telco diperkirakan sudah mencapai 270 juta (110% penetrasi) sehingga tantangan operator telah mulai bergeser. Kalau yang lalu fokus pada penambahan jumlah pelanggan, namun sekarang ke arah penggunaan data yang semakin besar. Intinya pada tahun 2013 ini bagaimana memberikan layanan data yang sebaik mungkin kepada  pelanggan baik dari sisi kualitas, kapabilitas, kecepatan maupun harganya. Tidak heran jika semua operator berlomba memberikan layanan broadband, baik yang bersifat mobile maupun fixed.

Lebih jauh mengenai broadband, maka hal tersebut tidak akan lepas dengan teknologi FTTH atau Fiber To The Home. FTTH sudah diyakini sebagai teknologi yang cocok untuk masa kini dan masa depan (future proof). Saat ini, tidak kurang dari 600 Telco di dunia tengah memikirkan, merancang dan mengeksekusi hal yang sama: FTTH.

Mengapa FTTH?

FTTH merupakan infrastruktur akses yang menggunakan teknologi fiber optik, dimana saat ini merupakan satu-satunya infrastruktur terbaik yang mampu men-deliver layanan diatas 2 Gbps. Dengan demikian banyak operator telekomunikasi sekarang baik domestik dan internasional yang menggunakan teknologi tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa harus menggelar atau memilih FTTH. Alasan berikut dapat menjadi pertimbangan:

•    Layanan Broadband sebagai nilai competitiveness dari suatu perusahaan dan negara. Operator mau tidak mau harus menggelar broadband kalau tidak mau ketinggalan dari pesaingnya. Begitu juga dengan negara, tidak boleh memandang hanya fokus ke infrastruktur jalan raya namun juga harus memperhatikan infrastruktur telekomunikasi.
•    Penerapan jaringan FTTH dapat melalui: Fiber to the Curb (FTTC), Fiber to The Zone (FTTZ), Fiber to the Building (FTTB), Fiber to The Office (FTTO), Fiber to The Home (FTTH), Fiber to The Tower (FTTT) dan Fiber to the Area atau Akses Point (FTTA).
•    Layanan yang semakin berkembang  di tingkat over the top (OTT), baik dari google, Facebook, Amazon, Twitter, Youtube dan lainnya yang sangat membutuhkan dan bersifat hungry bandwidth.
•    Fitur semakin banyak yang ditanam di dalam smartphone atau mobile device.
•    Kebutuhan bandwidth yang besar untuk backhaul dari operator mobile broadband (Backhaul node B maupun WiFi).
•    Regulasi yang mendukung untuk disegerakannya layanan mobile broadband.
•    Penerapan cloud computing yang notabene membutuhkan storage dan kekuatan broadband access.
•    Harga Fiber Optic (Capex) yang semakin murah karena tercapainya skala ekonomi, perkembangan di pabrikasi fiber optic (baik dari cara memproduksi yang lebih murah maupun value chain yang semakin baik untuk terjadi murahnya jaringan fiber optic.
•    Menurunnya biaya Opex, dengan ditemukannya moda operasi yang bersifat efisien dan semakin praktis.
•    Perkembangan teknologi baik di jaringan Wireless maupun Wireline yang semuanya mengarah ke broadband sehingga infrastruktur copper sudah tidak mencukupi.
•    Berkembangnya aplikasi smart office, smart home, smart building yang bersifat hungry bandwidth.

Namun demikian, karena FTTH tergolong teknologi baru khususnya di Indonesia, maka terdapat beberapa tantangan yang harus dicermati oleh para operator. Tantangan dari implementasi FTTH dapat dirinci sebagai berikut:

•    Migrasi jaringan eksisting. Bagaimana memaksimalkan atau me-reuse dari infrastruktur broadband eksisting yang berbasis tembaga dan hybrid fiber coaxial (HFC).
•    Converged Platform, bagaimana mengintegrasikan dua platform teknologi (copper dan fiber optic) supaya tidak dirasakan oleh pelanggan bila terjadi gangguan.
•    Planning, bagaimana melakukan planning dan design FTTH secara massif diiringi dengan model dan tipe/segmen pasar yang variatif.
•    Standarisasi, baik mulai design sampai ke Operation and Maintenance baik melingkupi kegiatan, tools yang digunakan maupun kompetensi sumber daya manusia (SDM)-nya.
•    Dengan kemampuan meng-handle trafik yang besar pada FTTH, maka tantangan lebih lanjut adalah bagaimana menarik pasar agar trafik cepat tumbuh sesuai dengan bandwidth yang tersedia.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa FTTH adalah suatu keharusan baik dilihat dari sisi regulator (pemerintah dalam hal ini), operator dan pelanggan. Bravo FTTH. •

 

Penulis: GUNADI DWI HANTORO (Pengamat dan Praktisi Telekomunikasi, Manager Access Technology Deployment Plan PT Telkom Indonesia).

SONY XPERIA E, Maksi Dalam Suara

0

TERKENAL dengan produk-produk pemutar musiknya, Sony Mobile secara resmi meluncurkan smartphone Xperia E, yang utamanya dibidik untuk para penyuka musik di Indonesia. Ponsel yang berjalan dalam sistem operasi Android ini hadir dalam dua versi, yaitu versi satu kartu SIM dan dua kartu SIM (Dual SIM).

Secara garis besar, baik dari segi kinerja maupun spesifikasi, kedua seri Xperia E tidak memiliki perbedaan. Keduanya sama-sama bekerja dengan prosesor Qualcomm Snapdragon S1 MSM7227A single-core berkecepatan 1 GHz, RAM sebesar 512Mb serta GPU Adreno 200.

Sedikit perbedaan hanya terletak pada jumlah slot kartu SIM dan sistem operasi Androidnya. Xperia E satu kartu SIM sudah dibekali Android 4.1 (Jelly Bean), sementara Xperia E dengan dua kartu SIM masih menggunakan Android 4.0 (Ice Cream Sandwich). Meski begitu, Sony menjanjikan update ke Jelly Bean akan segera hadir untuk yang seri dual SIM.

Salah satu fitur yang ditonjolkan dalam ponsel pintar ini adalah penjernih suara  atau High Definition Voice (HD Voice) dan penekanan bising (noise cancellation).  HD Voice adalah fitur yang dijanjikan bakal membuat panggilan telepon menjadi lebih jernih daripada sebelumnya. Pengguna yang menggunakan ponsel dengan kedua fitur ini akan mendengar kualitas suara yang lebih jelas dan lebih natural. Suara bising yang biasa dijumpai pengguna telepon juga bisa ditekan dan jauh berkurang.

Fitur lain yang diklaim menjadi andalan adalah sistem penghematan daya baterai hingga lima kali lipat dan layar berdefinisi tinggi serta kamera 3,2 megapiksel dan kapasitas penyimpanan data internal 4 Gb.

Xperia E (satu kartu SIM) saat ini telah tersedia di pasaran dengan harga Rp. 1,799 juta, sementara Xperia E dual SIM seharga Rp. 1,899 juta. •

Nana Osay: Perlu Regenerasi Untuk Hadapi Tantangan Bisnis

0

Mengalir begitu saja. Inilah salah satu prinsip hidup yang dipegang oleh salah satu pebisnis sukses Indonesia: Nana Osay. Mengibarkan bendera PT. Harrisma yang bergerak pada pendistribusian produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sejak tahun 1988, lulusan Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini  berhasil memperluas usahanya di kota-kota besar tanah air.

 

PENGALAMAN yang panjang telah menghantarkan Nana Osay menempati posisi startegis pada TIK terbesar di tanah air yaitu Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) pada tahun lalu. Sebagai Ketua DPD Apkomindo DKI Jakarta, seluruh anggota Apkomindo manaruh harapan agar Nana bisa membawa kemajuan pada industry maupun TIK secara luas di dalam negeri. Terlebih pemilihannya bertepatan dengan adanya perubahan struktur organisasi dimana sebelumnya wilayah DKI Jakarta diatur oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), kini dilimpahkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Bagi Nana Osay, ini tentunya menjadi hal baru buat DPD DKI Jakarta yang baru saja didirikan. “Struktur organisasinya tidak lagi mengacu seperti pemerintahan secara mutlak. Konsepnya, dimana pengusaha kumpul, mempunyai masalah dan suatu tujuan yang sama, maka bisa didirikan kepengurusan di sana. Jadi, DPP menaungi secara nasional, sementara DPD menaungi tingkat provinsi maupun kotamadya,” ujar bapak dari dua anak ini.

Alasan terjadinya perubahan struktur ini karena didorong oleh meningkatnya pertumbuhan bisnis, semakin berkembangnya asosiasi serta tingkat kompleksitas yang semakin besar. “Sekarang ini seolah-olah kita mulai dari nol lagi dalam kepengurusan, meskipun Apkomindo ini sebenarnya sudah berdiri lebih dari 20 tahun,” ungkapnya.

Nana Osay sendiri mengawali karir bisnisnya tanpa mimpi, mengingat pria ramah ini sempat menjadi pekerja biasa selama 5 tahun di perusahaan TIK. Ia mengaku jiwa bisnis yang dimilikinya ini sudah mendarah daging karena orangtuanya merupakan seorang pedagang. Di saat ada kesempatan melakukan bisnis sendiri, diapun memulainya dengan mendirikan perusahaan TIK.

“Saya melihat bahwa bisnis yang mudah itu adalah yang belum berkembang. Pada waktu itu bisnis TIK masih kecil, sehingga ada opportunity masuk kesana dengan modal yang kecil.”

Ingin tahu lebih banyak mengenai pebisnis tangguh ini? Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Nana Osay yang memiliki prinsip memimpin dengan memperhatikan kesejahteraan bawahannya untuk menimbulkan sense of belonging pada setiap karyawannya.

Anda baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Apkomindo DKI Jakarta pada tahun lalu. Apa saja tugas-tugas Anda ke depan?
Apkomindo itu berdiri dengan tiga pilar di dalam AD/ART, yaitu kebersamaan, dimana pilar pertama ini sangat penting karena waktu didirikan Apkomindo memang untuk hal tersebut. Kedua, bagaimana mengembangkan bisnis ini supaya perkembangan menjadi besar, provitable dan sehat. Ketiga, meskipun kami berada dalam asosiasi, tetapi perlu juga menjalin hubungan dengan pihak ketiga dan stakeholder lainnya. Apalagi keterkaitan dengan pemerintah dan peraturan-peraturan pemerintah. Disinilah kami membantu menjembatani ini. Peran saya sebagai Ketua DPD, harus mampu menjalankan ini semua dengan baik.

Apa yang akan menjadi perhatian utama di awal kepemimpinan Anda?
Saat inikan penambahan jumlah anggota kami semakin tumbuh, apalagi banyak yang muda-muda mulai masuk. Tentunya saya harus mampu menjembatani generasi senior dengan yang muda-muda ini. Apalagi sebagai pengusaha, tentunya tidak selamanya menyediakan waktu untuk asosiasi, dimana yang muda mungkin masih sibuk mencari jati diri buat perusahaannya, sedangkan yang lebih senior banyak diversifikasi kemana-mana.

Jadi tugas saya menjembatani ini dan organisasi yang saya pimpin harus lebih memberdayakan anak muda untuk berkiprah. Lebih-lebih teknologi TIK sendiri  perkembangannya sudah begitu pesat dan dinamikanya sudah begitu besar, sehingga sesuai dengan mereka yang berjiwa muda.

 Apa yang menjadi  target  awal Anda untuk semakin meningkatkan kualitas Apkomindo sebagai asosiasi pengusaha komputer  yang berskala nasional?
Pertama, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, yakni adanya regenerasi. Kedua, menjalankan program-program yang telah ada tentunya. Kalau development bisinis di Apkomindo adalah pameran yang utama, begitupula kegiatan-kegiatan yang lainnya dalam rangka marketing maupun pengembangan bisnis. Karena cukup prihatin, sebenarnya walaupun berkembang, namun penetrasi TIK di Indonesia masih rendah. Dalam hal jumlah bisnis TIK saja baru bisa mengalahkan Malaysia. Padahal kan dengan jumlah penduduk 250 juta dibandingkan 27 juta penduduk, seharusnya Indonesia bisa 10 kali lebih besar dibandingkan Malaysia. Dengan China saja kita baru 5 persennya.

Apakah hal ini disebabkan masih terpusat bisnis TIK di Jakarta?
Saya rasa sekarang sudah tidak. Sejak pemerintah melakukan desentralisasi, bisnis itu shift memang dari pusat ke daerah. Hanya masalahnya karena dulu Jakarta merupakan pusat bisnis, tentunya distributor-distributor besar adanya di Jakarta. Tetapi sekarang marketnya sudah banyak ke daerah, mungkin di Jakarta sekitar 30%-40%. Kalau dulukan jamannya pertama saya berbisnis, istilahnya bisnis itu 80% di Indonesia katanya 80% di Glodok. Tetapi sekarang telah berubah, di mal-mal kini juga sudah mulai banyak menjual produk TI.

Apa perbedaan yang mencolok di dunia bisnis komputer Indonesia pada tahun-tahun lalu dibanding saat ini?
Dalam hal teknologi, salah satunya achievement dari mini note menjadi ke tablet dan juga ada smartphone. Personal Computer (PC) tentunya sudah makin mengecil dan tablet yang makin naik karena harganya juga mulai banyak yang terjangkau. Selain itu, Cloud Computing telah didukung oleh kemampuan server yang semakin besar, murah dan infrastruktur broadband semakin cepat. Itu yang membuat teknologi berubah. Harga hardware juga semakin murah dan terjangkau.

Jadi pertumbuhan secara equipment luar biasa, tetapi secara keuangan mungkin masih konservatif di 20%. Karena kuantitinya makin banyak tetapi harga makin murah, otomatis secara harga ada pertumbuhan tetapi sebenarnya pertumbuhan dari jumlah pemakai atau equipment yang terjual itu yang luar biasa.

Potensi seperti apakah yang berpeluang terus berkembang di tahun ini dan mendatang?
Sudah pasti di hardware, data center dan infrastruktur broadband. Saat ini saja proyek fiber optic sedang dilakukan secara besar-besaran. Agar akses internet bisa dilakukan di berbagai tempat, infrastruktur WiFi juga sudah banyak dilakukan di Jakarta maupun luar kota. Sedangkan dari sisi jasa, otomatis seperti konten, games dan bisnis online akan berkembang secara pesat. Tentunya berbarengan dengan perbankan juga, yang mulai menggunakan sistem online dan kartu untuk berbagai transaksi.

Industri TIK terus berkembang, namun kenapa Indonesia masih ketinggalan dalam produksi hardware?
Karena infrastrukturnya tidak ada. Sebetulnya tahun 1974 kita itu ada pabrik chipset di Bandung yang namanya Fairchild. Namun karena suatu hal berkaitan dengan kebijakan pemerintah akhirnya perusahaan tersebut hengkang ke Malaysia.  Padahal bila ini masih berjalan tentunya bisa mendukung pengembangan industri TIK di tanah air, seperti PT INTI yang saat itu bisa memproduksi telepon. Namun karena infrastrukturnya hengkang akhirnya tidak bisa berkembang.

Kedua, mungkin pengusaha seperti kami jiwa industrinya kurang, maunya short saja, akhirnya hanya jadi pedagang. Mungkin ini tantangan buat generasi muda kedepannya.

Tapi balik lagi, saya rasa memang untuk jadi manufacturing TIK, baik itu seperti Hewlett Packard ataupun Dell, sekarang ini mereka memang sedang struggling. Karena semua komponennya ini sudah dibuat oleh Intel, harddisk oleh Seagate atau WesternDigital dan motherboardnya dari Taiwan seperti Asus. Jadi added value di hardware memang rendah sekali.

Bagaimana pula pertumbuhan internet di masa mendatang dilihat dari karakter masyarakat dan wilayah grafis Indonesia?
Akan luar biasa, karena fiber optic sedang digelar untuk menggantikan tembaga. Kabel bawah laut juga ada beberapa intekoneksi. Jadi kalau itu sudah terjadi, akan luar biasa. Biaya koneksi jadi murah dan WiFi dimana-mana, tinggal mengembangkan industri kontennya saja. Saya lebih cenderung ke anak-anak muda untuk lebih mengarah ke kontennya. Karena mereka itukan kreatifitasnya sangat tinggi, smart, dan punya pengetahuan karena teknologinya sudah masuk ke eranya mereka. Tinggal industri kreatif ini sejauhmana bisa diperjuangkan.

Apakah industri kreatif ini masih terkendala masalah modal?
Saya terkadang suka menantang anak muda. Sebagai pebisnis itukan melihatnya begini, kalau Anda punya gagasan yang bagus, bisa ditransformasikan ke uang, pastinya modal berapapun ada dan akan diberikan. Karena pengusaha juga selalu ingin mengembangkan bisnisnya, sebab itu suka mencari-cari partner yang punya ide dan gagasan bisnis untuk bisa kita kasih modal. Jadi saya pikir modal itu bukan satu-satunya hambatan.

Apa yang dilakukan Apkomindo untuk memperluas bisnis para anggotanya?
Salah satunya pameran, kedua banyak bermitra dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), government, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) maupun Menteri Perdagangan agar pemerintah bisa pro bisnis dan bisa mengerti keinginan dari pengusaha.

Selain itu juga melakukan upaya-upaya agar peraturan-peraturan jangan semakin banyak tetapi kurang bermanfaat. Melainkan lebih sederhana dan makin kondusif sehingga iklim usaha di tanah air lebih bagus. Selanjutnya, mengenai pajak lebih sederhana tetapi tetap bisa menunjang pemerintah untuk melakukan pembangunan dan hal lainnya. Terakhir, masalah perburuhan seperti kemarin ini mengenai upah minimum provinsi (UMP) menjadi kendala untuk pengusaha kecil. Semua hal inikan perlu didiskusikan dan harus ada wadahnya.

Bagaimana dengan regulasi, apakah cukup mendukung anggota Apkomindo?
Peraturan pemerintah di bidang perdagangan dan import makin kompleks Banyak sekali perubahan, importasi dengan banyaknya peraturan dan izin frekuensi di Kemkominfo juga semakin banyak peraturannya. Semua ini yang membuat penguasaha sulit.

Walaupun pemerintah punya ide bagus, sebenarnya menjadikan importer itu seolah-olah diregulasi, justru malah membuat pemain besar saja yang bisa import. Sisi bagusnya katanya karena mudah dikontrol, tetapi jeleknya kan pengusaha muda akan terhambat untuk mengimport sendiri.

 Asosiasi inikan masuk dalam Kadin, seharusnya bisa mempermudah Apkomindo dalam memberikan masukan-masukan mengenai regulasi ke pemerintah. Benarkah demikian?
Kadin tentunya selalu mensuport kami kalau ada peraturan-peraturan yang tidak pro bisnis. Mereka selalu memfasilitasi kami untuk bisa berbicara dengan pemerintah, karena Kadin sendirikan organisasinya cukup kuat dan pemimpin-pemimpinnya kebanyakan dari kalangan pemerintah juga sehingga bisa mempertemukan kami.

Tapi tetap ya, tiap peraturan pemerintah terkadang hanya masalah sosialisasinya. Kita terkadang tidak mengerti maksudnya, seharusnya keterbukaan inilah yang perlu terjadi. Contohnya, kasus IM2 yang dituntut kejaksaan dianggap melanggar peraturan terkait frekuensi. Padahal Kemkominfo sudah memberikan informasi kepada kejaksaan bahwa itu tidak melanggar hukum tetapi kejaksaan tetap saja menjalankan kasus tersebut. Inikan jadi membingungkan, sebenarnya ada apa sih? Kalau ada keterbukaan yang jelas kan kita semua paham. Saya pikir masih ada hal-hal yang harus diperbaiki kedepannya.

Anda dikenal fokus terhadap bidang sertifikasi. Jenis sertifikasi apakah yang perlu dimiliki anggota Apkomindo?
Terkadang kita bermimpi bahwa pengusaha itu jangan hanya dagang tetapi harus meningkatkan diri agar bisa melayani customer dengan baik dan juga bisa bekerja lebih profesional. Dalam arti bukan hanya di manajemen atau di sales saja, tetapi di teknisnya juga harus lebih profesional. Mungkin, itulah sertifikasi kompetensi yang harus digalakkan agar perusahaan punya added value, bukan hanya dagang saja. Memang tidak mudah karena TIK itukan berkembang terus. Besok belajar, dapat sertifikasi, kemudian keluar lagi yang baru. Tetapi justru inilah tantangannya agar kita bisa meyakini customer bahwa kita mempunyai support level yang baik, terlatih, punya sertifikasi dari vendor, dan kemudian saat kita melayani juga ada standar level agreement-nya dengan customer.

Sudah berjalankah sertifikasi ini?
Pendapat pribadi saya belum baik karena masih bergerak sendiri-sendiri. Padahal, seperti saya bilang tadi kalau di dunia TIK, ketergantungan antara perusahaan yang satu dengan lainnya tinggi. Tidak mungkin satu perusahaan menguasai semua produk TIK disertifikasi karyawannya karena belum tentu sesuai dengan skala bisnis atau produk tersebut, jadi tidak efektif. Kalau asosiasi yang mengadakan tentunya lebih baik karena kami akan melakukan kerjasama dengan vendor maupun lembaga pendidikan.

Secara pribadi, apa yang sudah Anda lakukan dalam mendukung pembangun perekonomian Indonesia?
Saat ada kesempatan menjadi pebisnis, tentunya saya telah menciptakan lapangan kerja untuk diri saya sendiri, lalu mulai menciptakan  lapangan kerja untuk teman lainnya. Setelah itu, kami memberikan konstribusi negara lewat perpajakan. Jadi kontribusinya adalah dengan kami bekerja, menciptakan lapangan kerja, membayar pajak akhirnya perekonomian bisa tumbuh sekian persen dan gross domestic product (GDP) juga naik. Artinya kami selaku pebisnis secara tidak langsung berkontribusi besar terhadap pembangunan.  •ANDRI

AMD GIZMO, Komputer 4 Inci Dengan AMD APU Seri G

0

PERUSAHAAN penghasil motherbard, AMD, bersiap meluncurkan komputer mini yang berukuran hanya 4 inci. Menggandeng GizmoSphere, komputer yang dinamai Gizmo ini sedianya ditenagai oleh AMD APU seri G. Kabarnya, Gizmo datang untuk menyaingi Raspberry Pi dan VIA APC yang telah meluncur lebih dulu.

Berbeda komputer mini pesaing lainnya yang ditenagai oleh prosesor berbasis ARM, Gizmo ditenagai oleh prosesor x86 dari AMD Accelerated Processing Unit (APU) seri G sehingga memungkinkan komputer ini lancar menjalankan sistem operasi Windows, Linux, ataupun Android.

Gizmo ditenagai oleh AMD APU G-T40E dual-core yang berkecepatan 1GHz yang dipadukan dengan memori RAM sebesar 1 Gb dan
grafis dari AMD Radeon HD 6250. Komputer mini Gizmo juga dilengkapi fitur yang  lengkap, seperti dukungan SATA, USB, Display Port, PCIe, SPI, GPIO, PWM, Input ADC, Reset, dan counter.

Tak hanya menghadirkan komputer mini Gizmo, AMD dan GizmoSphere juga menghadirkan paket modul dan tambahan melalui paket Explorer Kit yang dapat digunakan oleh pengembang untuk membuat proyek kreatif, seperti IPTV, thin client, kios informasi, x86 set-top box, POS, dan berbagai proyek lainnya sesuai dengan keinginan pengembang.

Explorer Kit ini terdiri dari Sage SmartProbe JTAG Development Tool, Sage EDK Graphical Interface, SageBIOS, installation DVD, Quick Start Guide, Power Supply: 12VDC power supply lengkap dengan kabel, kabel Ethernet dan USB.

Seperti yang dilansir dari Hexus, AMD mengklaim bahwa Gizmo merupakan komputer mini berukuran 4 inci yang mampu menghasilkan kinerja 52 gigaFLOPS dengan konsumsi daya kurang dari 10 Watt.

Gizmo dijual dengan harga US$ 199 atau sekitar Rp 1,9 juta. Dibanding  Raspberry Pi atau VIA APC, wajar jika harganya lebih mahal karena Gizmo mengusung spesifikasi dan kinerja yang lebih tinggi. •

LENOVO IDEAPHONE S720, Smartphone Android Dual Core

0

KEBANYAKAN pengguna teknologi komunikasi adalah mereka yang berusia muda atau berjiwa muda. Menyasar pasar ini, kaum urban dan kaum hawa, perusahaan teknologi asal China, Lenovo, menghadirkan seri ponsel IdeaPhone S720 di Indonesia, setelah sebelumnya diperkenalkan di ajang CES 2013 beberapa waktu lalu.

Ponsel cerdas tersebut menampilkan berbagai kelebihan, diantaranya kemampuan  mengedit foto berbagi konten multimedia, atau mendengarkan musik. Dibekali built in Dolby Digital Plus dan perangkat lunak Super Camera, S720 diklaim akan mengoptimalkan hasil dari suara maupun foto dari kamera.

Tersedia dual kamera dengan kameranya utama beresolusi 8.0 megapiksel yang lengkap dengan  LED flash untuk pemotretan di kondisi kurang cahaya. Kamera depan juga tersedia dengan resolusi 1 megapiksel jika pengguna ingin melakukan video call.

S720 dipersenjatai oleh prosesor Dual Core MTK MT6577 Dual-Core 1Ghz, guna menghasilkan kinerja smartphone yang mumpuni. Smartphone Android 4.0  Ice Cream Sandwich ini berdimensi 132.3 x 68.3 x 9.9 mm, dan ukuran layarnya 4,5 inci berkualitas qHD .

Untuk fungsi tambahan, Lenovo membekali S720 dengan fitur Dual best online casino Sim yang akan mempermudah pengguna beralih dari jaringan yang satu ke jaringan lain. Kecepatan data yang dimungkinkan smartphone ini adalah HSPA 7.2Mbps (DL) / 5.76Mbps (UL).

Pengguna bisa menyimpan hasil foto, video dan file lainnya kedalam memori internal Lenovo S720 yang sudah disediakan. Kapasitasnya lumayan besar, yaitu 4 Gb. Tambahan slot microSD yang dapat diisi hingga kapasitas 32 Gb juga dimungkinkan sebagai memori ekstra.

Soal ketahanan, S720 diperkuat oleh baterai berkapasitasas 2000mAh. Beratnya termasuk baterai sekitar 140 gram. Tersedia dua pilihan warna, putih dan pink, Lenovo S720 dilepas pada kisaran harga menengah, sekitar Rp 2.499.000.

“Kami ingin pengguna smartphone di Indonesia meningkat. Dengan harga yang relatif terjangkau,  kami berharap dapat menarik perhatian pengguna feature phone untuk berpindah pada smartphone,” ujar Sandy Lumy, President Director PT Lenovo Indonesia, saat peluncuran S720 di Jakarta. •