Home Blog Page 959

TELAH TERBIT BISKOM EDISI DESEMBER 2012

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofyan Wanandi (Terima kasih kepada  APINDO yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Desember 2012 diantaranya:

•   COVER STORY: Kepala Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, Mari Bersatu Hadapi Globalisasi

• HEADLINE: USO, Kabarmu Kini

• FIGURE:
–    Ferhat Aziz, Deputi Bidang Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan): Sosialisasi PLTN Manfaatkan Jejaring Sosial
–    Raymond Tedjokusumo, General Manager SPC Mobile: Sukses di TI, Masuk ke Mobile

 

• FOCUS:
–    Digital Divide dan USO
–    Nokia Makin Terpuruk
–    Aktifkan RBT!
–    Profesi Baru: Manager Jejaring Sosial
–    Peta Digital, Anti Tersesat

• REVIEW & CELLULAR:
–    Sony Alpha A99
–    LG Optimus L9
–    Acer C7
–    HTC One X+
–    Nikon D5200
–    Lenovo ThinkPad Twist S230U
–    Acer Iconia Tab 701
–    Nokia Lumia 920
–    Panasonic Lumix FX80
–    Samsung SCH-W2013

• SNAP:
–    Ulang Tahun, HMCC Buka Klinik dan Gelar Natal Bersama
–    IPPI: Indonesia Jangan Hanya Jadi Objek Pasar
–    AIICC Dorong Kelahiran Industri Besar
–    WeChat, Ngobrol Tanpa Beban Pulsa
–    Intel Dedikasikan Teknologi Untuk Guru
–    Oracle Tawarkan 7 Layanan Cloud Terbaru
–    Dell Memutakhirkan Arsitektur Fluid Data
–    AXIS Umumkan Pemenang AXIS Blog Awards 2012
–    3 Tahun di Indonesia, Produk Taiwan Makin Dikenal
–    KOMISI Rayakan Hari Jadi Bersama Seribu Anggotanya

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

 

RAYMOND TEDJOKUSUMO: SPC Masuk Pasar Mobile

0

Lebih dulu dikenal dengan produk-produk informasi teknologi (TI) seperti monitor, keyboard, mouse, UPS, chasing PC dan lainnya, brand lokal yang satu ini kini mulai mengembangkan bisnisnya dengan memproduksi perangkat mobile.

 MULAI berdiri sejak 1985, bukan hal yang sulit bagi PT. Supertone yang memiliki brand SPC untuk memproduksi perangkat mobile seperti ponsel maupun tablet yang berkualitas. Bahkan SPC berani  bersaing dengan brand yang sudah ada lebih dulu.

Seperti yang dikatakan General Manager SPC Mobile, Raymond Tedjokusumo, meskipun divisi SPC Mobile baru berumur 3 tahun, tetapi SPC sudah cukup lama mempunyai background di bidang elektronik. “Tidak ada kesulitan bagi kami untuk membuat perangkat mobile, karena kami sudah mengerti teknologinya berkat pengalaman memproduksi barang TI,” ujar pria lulusan Melbourne University ini.

Karena cukup dikenal, produk-produk TI dari SPC yang juga sempat mendapatkan kepercayaan dari produsen ternama lainnya untuk mambantu membuat komponen-komponen pendukung, seperti membuat printed circuit board (PCB) untuk TV Polytron dan remote control untuk Sony. Hal ini kemudian semakin memantapkan SPC untuk memasarkan perangkat mobile di pasar tanah air.

”Waktu itu kami termasuk original equipment manufacturer (OEM) yang bisa dibilang menjadi pabriknya orang. Itu karena kualitas SPC sudah dipercaya keunggulannya dan merk-merk SPC juga sempat eksport keluar negeri, diantaranya Srilanka, Singapura, India dan Rusia,” jelasnya.

Dengan pengalaman dua tahun di Australia sebagai auditor pada perusahaan accounting, Raymond mulai masuk SPC di tahun 2008 untuk membangun divisi baru yaitu SPC Mobile yang awalnya hanya memasarkan sekitar 5000 unit perangkat mobile di tahun 2009. Namun, kini perbulannya sudah mulai tembus 150 ribu unit untuk ponsel dan tablet. “Setiap tahun berkembang terus. Saya merasa pelanggan sudah mulai merasakan kualitasnya. Targetnya, tahun depan bisa mencapai 200 ribu unit perbulannya.”

Berikut ini petikan wawancara BISKOM dengan Raymond Tedjokusumo di tempat kerjanya.

Apa yang membuat SPC untuk terjun ke pasar mobile?
Kami melihat semakin lama pasar mobile semakin besar dan itu merupakan peluang bagi kami untuk masuk kesana. Apalagi dengan pengalaman di bidang elektronik yang sudah cukup lama, tentunya memudahkan untuk pengembangan teknologi yang ada kemudian disinergikan dengan teknologi ponsel, karena dasarnya principle barang elektronik itu hampir sama.

Bagaimana SPC menghadapi persaingan dengan brand yang sudah ada lebih dulu di pasaran?
Suatu merk harus mempunyai value chain. Salah satu yang kami berikan ke konsumen adalah dari sisi after sales yang kami kelola sendiri dengan teknisi terlatih yang sudah di-trainming dan spare part yang selalu tersedia. Selain itu, memberikan jaminan ke user bila ada kerusakan akan diselesaikan paling lama 21 hari. Bila tidak selesai akan diganti dengan yang baru.

Jadi dari sisi value service kami perkuat. Sementara itu dari sisi kualitas sudah diterapkan satu divisi di China yang khusus untuk menghandle original design manufacturer (OEM/ODM) SPC dengan menempatkan 4 engineer di sana untuk mengontrol quality control (QC) dan produksi. Karena memang pabrik SPC berada di China, dan di Indonesia hanya untuk QC dan perakitannya. Kami sangat menjaga kualitas produk dengan melakukan berbagai tes di lab sendiri sebelum barang dilempar kepasaran.

Strategi apa yang dilakukan agar brand SPC bisa lebih dikenal masyarakat?
Dalam penetrasi ke pasar, jaringan distribusi harus meluas. Saat ini saja kami sudah mempunyai sekitar 26 distributor yang tersebar di Jawa, Bali, Sulawesi maupun Kalimantan. Nanti fokusnya bukan di first city tetapi di second city dan third city agar produk kami dimanapun mudah didapatkan. Selain itu, melakukan program bundling dengan Telkomsel selaku operator terbesar di Indonesia.

Kedua, service center kami perbesar. Saat ini SPC sudah mempunyai 9 service center yang tersebar di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Garut, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan dan Cibinong. Rencananya tahun depan. Kami akan menambah 6 titik service center lagi. Ketiga, dari sisi kualitas melebihi harga. Pelanggan bisa merasakan produk berteknologi dengan harga yang murah.

 Apa yang membedakan produk SPC dengan produk lokal lainnya?
Kalau dari sisi hardware mungkin hampir sama. Tetapi dengan adanya operating system Android, kami mulai mengembangkan app store sendiri yang namanya SPC Store yang saat ini sudah tersedia di beberapa device kami. Untuk pengembangannya sendiri, kami bekerjasama dengan beberapa software house yang berada di Taiwan, Singapura dan China. Jadi pelanggan bisa men-download secara gratis berbagai aplikasi dari SPC Store yang saat ini sudah menyediakan sekitar 50 aplikasi.

Berapa kontribusi produk mobile dibandingkan produk TI terhadap pendapatan SPC?
Keduanya masih memberikan porsi yang sama besar, tetapi kami melihat saat ini smartphone maupun tablet sudah menjadi produk lifestyle yang mulai banyak dilirik masyarakat. Layaknya pakaian,  produk lifestyle itu tentunya membuat orang berkeinginan untuk mencoba atau menggunakan yang terbaru. Seperti terlihat sekarang ini saja, orang bisa dua kali mengganti perangkat mobile-nya selama setahun. Jadi saya rasa pasarnya akan terus berkembang dan kami yakin bisa berkontribusi lebih besar lagi.

Target marketnya sendiri kearah mana?
Fokusnya ke kelas middle-low karena pasar terbesar ada disana. Kami mencoba membawa value tertinggi buat user dengan menghadirkan produk-produk terjangkau, seperti ponsel dengan harga Rp. 300 ribuan, namun mempunyai fasilitas seperti smartphone, touchscreen, serta bisa mengakses Facebook dan Twitter.

Untuk pelanggan yang baru ingin menggunakan Android, juga kami menyediakan ponsel dengan harga yang terjangkau. Tetapi kami juga ada produk Android untuk power user yang mengerti spesifikasi dan aplikasi.

Berapa investasi yang dikeluarkan untuk membangun SPC Mobile?
Cukup besar, minim investasi awal saja sekitar US$ 1,5 juta untuk membentuk team, sewa tempat, renovasi dan lainnya. Setiap tahun tentunya bertambah, apalagi kami juga sudah berinvestasi di sisi software yang cukup besar, sekitar US$ 500 ribu.

Bagaimana target perusahaan kedepan dan strategi apa yang akan dilakukan?
Saya memprediksi,  2013 mendatang smartphone akan booming. Karenanya kami akan mengembangkan Android pada ponsel dan tablet yang kami keluarkan. Begitupula dengan aplikasi-aplikasi akan kami terus kembangkan untuk mendukung user yang butuh smartphone dengan banyak hiburannya.

Strategi yang akan kami lakukan adalah dengan selalu menjaga kualitas. Karena itu kami akan memperbesar divisi income QC SPC di China. Seperti saya sebutkan sebelumnya,  layanan distribusi akan kami perkuat dan service center akan terus kami perbanyak. • ANDRI

NOKIA LUMIA 920, Smartphone Windows 8

0

 PONSEL pintar berbasis Windows Phone 8 dari Nokia, Lumia 920, resmi meluncur di pasar tanah air. Ponsel ini menggantikan pendahulunya, Lumia 900 yang berbasis Windows Phone 7.

Nokia menyatakan, Lumia 920 memadukan desain unibody dengan rancangan single piece. Secara keseluruhan, penampilannya sangat simple dan mininalis dengan sesedikit mungkin komponen yang tidak diperlukan. Ada beragam pilihan warna mulai dari hitam, putih, merah, hingga kuning terang. Lumia 920 juga datang dengan paket sofware Microsoft Office pre-installed sehingga bisa langsung dipakai bekerja.

Andalan baru Nokia ini dilengkapi layar IPS 4,5 inci dengan resolusi 1280 x 768 piksel. Di dalanya tertanam prosesor dual-core Qualcomm Snapdragon S4, dipadu RAM 1 Gb dan kapasitas on-board storage sebesar 32 Gb. •

Fitur ponsel ini diantaranya kamera utama yang memiliki resolusi 8 megapiksel dengan teknologi PureView dan diklaim memiliki kualitas tangkapan gambar yang lebih tinggi dibandingkan perangkat-perangkat sejenis.

Nokia Indonesia mengatakan bahwa smartphone anyar ini akan dibanderol seharga Rp 6.5 juta. Selama fase pre-order 1-16 Desember 2012, disediakan harga khusus yaitu Rp 5 juta. •

 

Android Dominasi China

0

 CHINA memang pasar yang sangat penting untuk para pembuat ponsel pintar dan pengembang software karena memiliki basis pengguna yang luas. Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China melaporkan setidaknya ada 1,1 miliar pelanggan ponsel sampai dengan Oktober 2012.

Lebih penting lagi, berdasarkan laporan Analysys International, 9 dari 10 ponsel pintar yang terjual pada kuartal III/2012 merupakan ponsel berbasis sistem operasi Android. OS Apple sendiri, yaitu iOS hanya kebagian pangsa pasar 4,2%, sementara itu Symbian (OS Nokia) mengantongi 2,4%.

Alasan kenapa Android begitu luar biasa popular di China adalah karena harganya yang sangat agresif.     Harga rata-rata perangkat Android pada kuartal III/2012 berkisar US$223 (CNY 1.393) atau setara dengan Rp2,1 jutaan. Bandingkan dengan harga rata-rata ponsel iOS yang mencapai US$726 (CNY 4.523) atau Rp. 6,9 jutaan. Symbian sendiri, merupakan ponsel paling murah dengan harga perkiraan US$178 (CNY 1.114) atau Rp. 1,7 juta.

Di China, sekitar 80,6% dari total populasi penduduknya menggunakan ponsel. Pada Oktober, pesan SMS yang terkirim mencapai 71,83 juta pesan. Namun secara keseluruhan, penggunaan fitur ponsel di China pada kuartal III/2012 ini turun.Pada periode tersebut, ponsel yang terjual di China hanya 63,73 juta unit, turun 4,1% dari September, dan turun 7,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year). •

Jokowi Paling Banyak Diburu di Google

0

 JELANG akhir tahun 2012, Google merilis daftar laporan pencarian di mesin pencarinya. Dalam laporan bertajuk “Google Zeitgeist 2012” itu, Google membeberkan daftar tren pencarian selama 2012. Google Zeitgeist 2012 memuat tren pencarian selama 2012 serta tren pencarian paling populer. Tren yang dimaksud berarti search query-nya memiliki trafik paling banyak selama periode 2012. Sedangkan “paling populer” diukur dari volume search query tahun 2012.

Ternyata, Jokowi menempati urutan pertama dalam kategori orang Indonesia yang paling banyak dicari selama 2012 di Google, dari pengguna internet di Indonesia. Di tempat kedua orang Indonesia yang paling banyak dicari adalah Ayu Ting Ting. Nama orang Indonesia lain yang juga masuk dalam tren pencarian adalah Budi Doremi, Ade Namnung, dan Eza Gionino.

Sementara jika dilihat dari kategori pencarian saja (search) selama 2012, Jokowi menempati urutan ke lima. Urutan pertama ditempati oleh Gangnam Style, disusul kemudian Noah, Tomcat, Coboy Junior.

Pada kategori ponsel, kata kunci yang paling banyak dicari ternyata ‘iPhone 5’. Merek ponsel lain yang juga masuk ke dalam daftar ponsel yang paling banyak dicari adalah Nexian, Nokia X2, Nokia Lumia dan Samsung Galaxy S3. Dari kategori game, kata kunci “Angry Bird” menempati urutas pertama dalam daftar game yang banyak dicari. •

Mau Cantik? Pakai Lumix FX80

0

 SETIAP wanita ingin tampak cantik di dalam sebuah frame foto. Namun tidak semua wanita pandai berdandan atau pandai menggunakan tools di Photoshop.  Jangan khawatir, kini ada Lumix FX80 yang mampu menyediakan fungsi aplikasi make up.

Kamera dari Panasonic ini memiliki software mengedit foto agar penggunanya secara otomatis dapat memodifikasi wajahnya. Cukup banyak fungsi edit foto yang ditawarkan, diantaranya Creative Control yang terbagi menjadi 10 pilihan fitur, yakni Expressive, Retro, High Key, Low Key, Sepia, High Dynamic, Dynamic Monochrome, Toy Effect, Soft Focus, Miniature Effect.

Menu Beauty Retouch bisa membuat wajah terlihat seperti memakai kosmetik, termasuk fungsi memutihkan gigi dan menghilangkan kilap. Sementara fungsi Make Up menyediakan sederet efek eye shadow, lipstik, dan pemerah pipi dengan beragam gaya seperti Natural, Smokey, Glamour, dan Cheerful.

Jika Anda memilih Natural, maka efek yang dibuatnya adalah wajah akan dibuat lebih berwarna dengan nuansa pink pada bagian mata dan juga pemerah pipi yang terlihat samar-samar. Sementara efek Smokey menonjolkan make up mata berwarna warna abu-abu dan hitam,  dan Glamour adalah make up bergaya dewasa yang menonjolkan warna coklat dan krem. Sedangkan, Cheerful membuat wajah lebih ceria dengan warna segar seperti hijau dan oranye. Jadi kalau tengah memotret anak Anda, hati-hati memilih efek. Karena bisa-bisa malah tidak sesuai dengan usianya.

 Bukan itu saja, Lumix FX80 juga menawarkan kombinasi make up pilihan mereka sendiri dan menyimpan pola itu sehingga bisa diaplikasikan kapan saja pada foto. Fitur Defocus Effect membuat objek mengatur fokus dari objek sehingga terlihat seperti foto yang diambil dari DSLR, kurang lebih seperti versi instagram dalam kamera.

Ada pula efek Smile mode yang mengangkat ujung bibir, membuat senyum terlihat lebih lebar, Kemudian Beauty Retouch dan Defocus Effect bisa membuatn efek-efek yang dihasilkan tampak lebih dramatis.

Lumix FX80 dilengkapi dengan layar sentuh 3 inci, beresolusi 12.1 megapiksel dengan sensor CCD dan memiliki pembesaran optikal hingga 5 kali, serta memiliki kemampuan merekam video berkualitas high definition. Dengan semua fitur yang dikemasnya, kamera ini tentunya lebih diperuntukkan bagi para wanita. •

Ulang Tahun, HMCC Buka Klinik dan Gelar Natal Bersama

0

 12-12-2012 menjadi angka istimewa bagi banyak orang. Tak terkecuali bagi organisasi dan perusahaan. Karena tanggal ini mudah diingat dan terjadi hanya sekali sepanjang masa, maka banyak perusahaan yang mengadakan suatu kegiatan spesial di hari ini.

Seperti yang dilakukan oleh Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) yang merayakan natal bersama dengan anggota dan acara kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Meski natal seharusnya diperingati tanggal 25 Desember, tapi penyelenggara ingin menjadikan momen 12-12-12 ini sebagai hari kebangkitan umat untuk menjalani hidup ini dengan semangat, bukan sebagai hari kiamat yang ramalkan oleh banyak orang. “Dunia belum kiamat, mari semangat untuk terus maju,” ucap Ketua HMCC, Taufresdian, di Jakarta (12/12).

Ditambahkannya, event ini memang rutin diadakan tiap tahunnya sebagai wujud untuk menjalin keharmonisan antara pengelola, pemilik toko dan seluruh karyawan. “Hari ini sebenarnya bukan hanya natal bersama, tetapi juga memperingati ulang tahun HMCC yang ke 11,” ujar pria yang biasa disapa Afat ini. Ulang tahun HMCC juga diisi dengan pemotongan kue berukuran 1 x 2 meter.

Di kesempatan yang sama, HMCC memberikan santunan kepada panti asuhan Kasih Mulia Sejati senilai Rp.28 juta. Dalam bentuk uang sejumlah Rp.20 juta, sedangkan sekitar Rp. 8 juta diberikan dalam bentuk susu, pakaian, dan kebutuhan anak lainnya.

Tidak hanya itu, di momen ini HMCC juga meresmikan Klinik Sehat HMCC yang memberikan layanan pengobatan gratis bagi anggota ataupun karyawannya. “Sementara, selama tiga bulan ini anggota dibebani biaya Rp.10.000 terlebih dahulu per bulan, nanti selanjutnya gratis. Di klinik ini tidak hanya bisa memeriksakan kesehatan tetapi juga mendapatkan obat yang dibutuhkan,” terang Afat.

Untuk memberikan layanan kesehatan, tiap harinya HMCC menyediakan dokter yang akan bertugas mulai dari jam 10.00–16.00 wib. Dimana anggaran untuk dokter dan obatnya akan menghabiskan biaya sekita Rp. 45 juta tiap bulannya.

Afat bersyukur, banyak vendor yang ikut berpartisipasi menjadi donator, sementara pihak pengelola menyediakan tempatnya. “Tiap vendor menyumbang sekitar sejuta tiap bulannya. Ini tentunya hal yang sangat luar biasa, bagaimana bentuk apresiasi dari para vendor kepada pedagang Di Harco Mangga Dua yang kesehariannya menjual kebutuhan komputer dan teknologi informasi lainnya.”

Para vendor yang ikut berpartisipasi membangun klinik diantaranya LG, Delux, DA, Incus, Huwei, Efioo, Axioo, Gigabyte, M-Tech dan Mypad. Sementara acara natal bersama didukung oleh BCA, Mandiri, BNI, LG, Audy, Mtech, Incus, Polo, iRobot, Axioo, ASG, Huaweii, MJE-direct, Montero, Acer, Efioo dan Asosiasi Pengusaha Komputer (Apkomindo) DKI Jakarta.

Lanjutnya, diharapkan tahun depan penjualan ataupun bisnis di Harco bisa mengalami peningkatan sehingga toko-toko makin maju dan sukses. Serta agenda tahunan seperti imlek, mudik bareng, natal, donor darah, jalan-jalan bareng dan bakti sosial yang didukung BISKOM sebagai media partner bisa semakin meriah. • ANDRI

SAMSUNG SCH-W2013, Smartphone 2 Layar

0

 PRODUSEN perangkat telepon genggam asal Korea Selatan, Samsung, beberapa tahun lalu terkenal dengan inovasi ponsel berdesain flip putar. Mengulang sukses  kembali, belum lama ini Samsung merilis ponsel dengan flip putar, kendati saat ini kebanyakan orang lebih suka dengan desain bar yang dirasa lebih praktis.

Sebagai ponsel teranyar, Samsung tetap menyematkan inovasi baru ke dalam ponsel seri SCH-W2013-nya tersebut, yakni dengan membenamkan dua layar touchscreen sekaligus. Ponsel ini sebenarnya  berbasiskan pada telefon jenis flip Samsung SCH-W999 yang diperkenalkan sebelumnya, namun Samsung SCH-W2013  memiliki desain luar yang serupa dengan generasi device sebelumnya.

Kendati memiliki tampilan fisik yang mirip, namun spesifikasi yang diusung model SCH-W2013 ini memiliki peningkatan, seperti layar sentuh 3,7 inci Super Amoled serta resolusi 800 x 480 piksel. Tidak hanya itu, gadget ini juga hadir dengan prosesor quad-core 1,4GHz SoC dengan chipset Exynos 4 Quad. Sedangkan memori RAM yang disematkan sebesar 2 Gb. Samsung juga mengumumkan smartphone baru buatannya ini dengan memori penyimpanan internal 16 Gb dan mendukung storage eksternal, microSD hingga 64 Gb.

Smartphone yang berjalan di sistem operasi Android 4.0 ini juga mampu mengabadikan momen penting Anda melalui bidikan kamera 8 megapiksel. Kameranya juga mampu mengabadikan video berkualitas high definition (HD) serta dukungan kamera 1,9 megapiksel untuk fitur video call.

Smartphone dengan ukuran berat 195 gram ini juga memiliki fitur konektivitas seperti WiFi 802.11 a / b / g / n, Bluetooth 4.0, USB 2.0. Selain itu, smartphone ini juga mendukung jaringan GSM 900/1, 800/1, 900MHz serta CDMA 800/1.

Kabarnya, smartphone ini ditetapkan hanya untuk meluncur di China, dengan banderol US$ 3.000 atau sekitar Rp. 28,8 juta. Belum diketahui secara pasti apakah Samsung berniat untuk memasarkan smartphone ini di luar China, bahkan di Indonesia. •

HIPPI: Indonesia Jangan Hanya Jadi Objek Pasar

0

 HIMPUNAN Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menilai industri kreatif bisa menjadi alat untuk memperkuat perekonomian bangsa. Hal ini diungkap dalam rapat kerja nasional (rakernas) 1 tahun 2012 yang dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), pada 6-8 Desember 2012 di Hotel Manhattan, Jakarta.

Mengangkat tema “Membangun Kekuatan Ekonomi Kebangsaan Dalam Era Globalisasi”, HIPPI menginginkan agar pengusaha pribumi lebih berperan dalam membangun perekonomian bangsa dengan cara membuat produk sendiri. “Kita selama ini hanya menjadi objek pasar dengan banyaknya pengusaha yang menjual produk-produk asing. Seharusnya kita bisa menjadi pemain di dalam negeri sendiri,” ujar Suryani Motik, Ketua Umum DPP HIPPI, di Jakarta (6/12).

Diyakininya, industri kreatif bisa menjadi kekuatan baru dalam menciptakan produktivitas yang mampu bersaing dengan produk asing, karena dari sisi SDM Indonesia sudah mampu menciptakan karya-karya yang luar biasa. Dicontohkannya, banyaknya animator-animator lokal yang bekerja di luar negeri dan bahkan terlibat dalam pembuatan film-film box office.

“Ini berarti SDM kita sudah mampu bersaing dengan pihak luar, kenapa kita tidak bisa memfasilitasi mereka untuk mengembangkan bakatnya di tanah air,” tandas Suryani.

Namun diakui, salah satu hambatan industri kreatif untuk maju disebabkan kurangnya pendanaan. Sebab itu, HIPPI akan mencoba memfasilitasi dengan perbankan. Bila perbankan kurang fleksibel, maka rencananya akan membentuk modal ventura di awal 2013 yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri kreatif seperti teknologi informasi (TI), musik, fashion, film dan lainnya. •ANDRI

3 Tahun di Indonesia, Produk Taiwan Makin Dikenal

0

 SETELAH tiga tahun kampanye, Taiwan Excellence berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai merk-merk global Taiwan. Taiwan Excellence merupakan program yang diorganisasikan oleh Bureau of Foreign Trade (BOFT) dari Ministry of Economic Affairs (MOEA) Taiwan, dan diimplementasikan oleh Taiwan External Trade and Development Council (TAITRA).

Program ini bertujuan untuk semakin memperkenalkan produk-produk Taiwan kepada masyarakat Indonesia karena sebelumnya, sejumlah merek seperti Asus, Acer, Genius, Gigabyte atau HTC telah populer di Indonesia, namun masih banyak konsumen yang belum menyadari bahwa produk tersebut buatan Taiwan.

Merayakan keberadaan TAITRA selama tiga tahun di Indonesia, Cathy Sharon, duta kampanye Taiwan Excellence, bersyukur
telah menjadi bagian dari Kampanye Taiwan Excellence. “Saya bangga membagi pengalaman dan hal-hal baru yang saya pelajari sebagai Duta Taiwan Excellence pada publik Indonesia. Saya juga sangat tertarik memahami cara Taiwan menciptakan merek-merek global yang inovatif, dapat diandalkan dan terjangkau, semoga kita juga sedang dalam proses menuju pencapaian yang sama,” ujar Cathy di Jakarta (6/12).

Kampanye Taiwan Excellence yang merupakan satu dari banyak kerjasama bilateral antara Taiwan dengan Indonesia ini telah banyak melakukan komunikasi dengan masyarakat Indonesia melalui kegiatan-kegiatan seperti “Taiwan Excellence Experiencing Zone” yang diadakan di mall dan pusat pembelanjaan besar di wilayah Jabodetabek, “Taiwan Excellence Collections” yang menawarkan pelanggan untukmembawa pulang produk-produk buatan Taiwan, acara-acara dengan media dan iklan, ataupun pertemuan bersama dengan selebriti lokal dan influencer.

Melalui perannya sebagai duta kampanye Taiwan Excellence untuk Indonesia, Cathy telah banyak terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan online dan lapangan, berkunjung ke Taipei yang diadakan setiap tahunnya, untuk bertemu dengan duta kampanye Taiwan Excellence dari negara lain seperti Vietnam dan India.

Direktur TAITRA Jakarta, Tony Lin menyampaikan, “Indonesia memiliki pasar yang sangat menarik, berkembang dengan pesat, dan paham teknologi. Kami berharap masyarakat Indonesia tetap menikmati produk merk Taiwan untuk digunakan di rumah, di tempat kerja, ataupun dalam bermain.”

Sementara, Andi Tanudiredja dari Edimax, salah satu merek Taiwan mengatakan, Edimax semakin dikenal di Indonesia melalui program Taiwan Excellence. “Edimax adalah perusahaan penyedia perangkat jaringan yang berkualitas. Tak heran jika keberadaannya dengan cepat mendapat respon positif dari konsumen di Indonesia,” jelasnya.

Taiwan Excellence sendiri telah hadir di Indonesia sejak tahun 2010, diikuti oleh 19 merk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pada 2011, Taiwan Excellence diikuti oleh 30 merk Teknologi Informasi dan Komunikasi. Di tahun 2012, Taiwan Excellence di Indonesia diikuti oleh 39 merk dari berbagai macam industri termasuk TIK, Perawatan Kesehatan, Rumah Tangga, permainan dan olahraga.

Merk-merk yang turut berpartisipasi tahun ini adalah: Adata, Asus, AverMedia, Aver, Avision, BenQ, Carnation, Cashido, Chimei, D-Link, Edimax, Eilong, Enermax, Genius, Gigabyte, Karma, HEC, HTC, InaDays, In Win, Just Mobile, Merida, Microlife, MSI, Optoma, Pacific Cycles, PQI, PX, Shuter, Silicon Power, Slidy Bike, Strength Master, SYM, Thermaltake, Transcend, TrendMicro, Watotec, dan YenSun. •