Home Blog Page 960

Acer Iconia Tab 701 Dukung 3G

0

 DILUNCURKAN pertengahan tahun 2012 ini, Acer Iconia Tab 701 terus mencapai peningkatan penjualan hingga hari ini. Maklum saja, tablet ini begitu powerful mengingat telah  ditenagai prosesor quad-core Nvidia Tegra 1,3 GHz dan berjalan dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS).

Iconia Tab A701 tampil dengan desain yang cukup tipis namun ringan dengan berat kurang dari 695 gram. Acer menambahkan lapisan karet di bagian bodinya sehingga  memberikan kenyaman saat di genggam. Sejumlah port untuk menunjang konektivitas perangkat juga disematkan di sisi bodi Acer Iconia Tab A701. Tak lupa, ada logo Acer yang mewah di bagian bawah tablet yang mengusung layar 10.1 inci resolusi HD 1920×1200 dengan kedalaman piksel 224ppi ini. Layarnya sendiri  menggunakan fitur capacitive touchscreen yang cukup responsif.  Bila kurang puas dengan ukuran layar tablet,  pengguna dapat menyambungkan tablet ke TV di rumah melalui koneksi HDMI.

Bagi yang senang menyimpan banyak foto, file pekerjaan dan game berat, Acer menyediakan tiga macam kapasitas penyimpanan yaitu 16 Gb, 32Gb, dan 64Gb. Tampilan grafis yang didukung dengan  prosesor Quad-core Nvidia Tegra 1,3 GHz serta RAM 1Gb membuat gambar halus dan cukup nyaman digunakan sehingga bermain game dengan tablet ini akan sangat menyenangkan.

 Acer pun merangkul Electronic Arts (EA) untuk menyajikan game balap yang dapat dimainkan di Iconia Tab A710, dan  Anda tak perlu repot-repot membeli game di Google Play.  Untuk memaksimalkan kemampuan multimedia dan hiburan, Iconia Tab A701 dilengkapi speaker berkualitas tinggi dengan fitur Dobly Mobile.

Pada bagian belakang, Acer menyematkan kamera dengan kemampuan resolusi gambar 5 megapiksel, sementara  kekuatan daya baterainya mampu bertahan standby hingga 1.500 jam dan 11 jam saat menyaksikan video.

Untuk konektivitas, jangan khawatir, tablet ini telah mendukung jaringan 3G, sehingga pengguna akan selalu terhubung dengan sosial media di mana pun, atau memanfaatkan kemampuan push email. Tablet yang juga dilengkapi dengan fitur WiFi, GPS, port USB untuk charging dan sinkronisasi data, Bluetooth, dan HDMI ini dipasarkan sekitar Rp. 5.9 juta. •

KOMISI Rayakan Hari Jadi Bersama Seribu Anggotanya

0

MESKIPUN hanya dimulai dari sebuah fan page di Facebook untuk membangun komunitas, dalam memperingati hari jadinya yang pertama, Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) berhasil mengumpulkan sekitar 1000 anggotanya di Grand Ballroom, Season City, Jakarta pada 24 November 2012.

Mengangkat tema Bangga Jadi Orang Sales Indonesia (Bijis), perayaan ulang tahun ini disemarakkan dengan berbagai acara, seperti seminar motivasi “Sales Sukses Mulia” oleh Jamil Azzaini, Seminar Motivasi “Sales Billionaire” oleh Dedy Budiman, selaku founder KOMISI yang turut meluncurkan buku berjudul “Bangga Jadi Orang Sales Indonesia” yang ditulis bersama Sifra Susi Langi, sebagai persembahan akan sebuah karya orang-orang sales.

Selain itu juga ada penganugerahan My Sales Inspiration Award sebagai cikal bakal pengakuan profesi untuk mengedepankan kode etik dan citra profesi yang mulia, Thomas Sugiarto Award bagi TOP Sales  Recruiter, kabaret talent show dan berbagai acara hiburan lainnya. Thomas Sugiarto sendiri adalah Inspiring Entrepreneur sukses, yang terkenal dengan program Mau Bonus Rp. 2 Milyar?-nya.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat KOMISI, Aster Theresia Sitohang, KOMISI telah menjadi ‘rumah’ bagi sales Indonesia serta mewadahi pekerja sales untuk mendapatkan berbagai edukasi, keterampilan dan sikap hati (karakter) agar menjadi sales yang bermartabat.

“Kami berharap dengan apa yang kami berikan akan membawa dampak bagi setiap orang untuk mulai menjadikan profesi sales sebagai pilihan pekerjaan yang menjanjikan, mengurangi tingkat pengangguran yang ada, bahkan tidak mustahil berkembang menjadikan seorang pengusaha yang sukses dan mengangkat perekonomian negara,” ujar Aster, disela perayaan KOMISI.

Sedangkan Dedy Budiman, menginginkan dengan adanya KOMISI ini akan menghilangkan image buruk tentang sales yang berkembang dimasyarakat belakangan ini. “Selama ini sales dianggap tukang bohong dan penipu karena menggunakan berbagai cara agar barang yang dijualnya bisa laku dan mencapai target. Cara-cara seperti ini memang banyak dilakukan seorang sales karena mereka belajar menjual secara otodidak tanpa ada yang mengarahkan untuk menjual dengan baik dan beretika,” ungkap Dedy.

Diharapkannya, dengan adanya KOMISI ini akan menumbuhkan sales yang berkualitas, sehingga profesi sales bisa diakui sebagai profesi yang membanggakan. Untuk itu KOMISI akan terus mengkampanyekan Bijis, bahkan hingga kedunia pendidikan untuk menjembatani mereka masuk ke dunia kerja sebagai sales di berbagai industri.

Perayaan hari jadi KOMISI yang pertama ini didukung oleh BISKOM sebagai media partner. •

ACER C7, Notebook Berbasis Chrome

0

 ACER belum lama ini memperkenalkan notebook terbaru yang menggunakan sistem operasi Chrome alias Chromebook. Chrome merupakan sistem operasi berbasis cloud hasil pengembangan Google. Semua aplikasi yang diperlukan bisa diakses langsung dari internet. Yang menarik, semua data juga disimpan di layanan Cloud. Acer menawarkan notebook ini dengan layanan penyimpanan Google Drive sebesar 100 Gb untuk masa 2 tahun.

Notebook ini memiliki layar berukuran 11,6 inci yang mampu menghadirkan tampilan dengan resolusi 1366 x 768. Acer C7 ini memiliki bobot 1,5 kg dengan ketebalan sekitar 1 inci. Untuk mendukung kinerja yang memumpuni, C7 dipersenjatai dengan prosesor Intel Core, hard drive 320 Gb, WiFi dual band 802.11 a/b/g/n dan Ethernet, kamera HD, port USB 2.0 3x, HDMI, VGA, serta ketahanan baterai hingga 3,5 jam nonstop.

Google mengklaim bahwa Acer C7 memiliki kecepatan proses data yang mumpuni. Dari info yang beredar Chromebook cukup membutuhkan waktu 18 detik saat booting, resume super cepat, dan mampu memutarkan video High Definition dengan halus tanpa gejala lag.

Acer C7 dibenderol dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu US$ 199 atau sekitar Rp 2 juta. Dengan harga dibawah Rp 2 juta, spesifikasi yang disajikan Google terbilang sudah sangat memuaskan. Akibatnya, Acer C7 Chromebook diprediksi akan terjual laris manis di pasaran meski tidak menggandeng sistem operasi  ternama seperti Windows, OS X, dan sebagainya.

Meski telah tersedia di berbagai belahan dunia, sayangnya belum diketahui kapan perangkat ini hadir di Indonesia. Rencananya notebook C7 akan dijual melalui toko online Google Play. •

Synnex Pasarkan Produk ZTE

0

 PT. SYNNEX Metrodata Indonesia, anak perusahaan PT. Metrodata Electronics, yang bergerak dalam bidang distribusi produk-produk teknologi informasi (TI), pada hari ini mengumumkan kemitraannya dengan PT. ZTE Indonesia, sebuah perusahaan global penyedia perangkat telekomunikasi dan solusi-solusi jaringan.  Dalam hal ini Synnex akan menjadi Authorized Distributor untuk produk-produk ZTE.

Frank Gu, Direktur Pemasaran untuk G&E Bisnis ZTE Indonesia (28/11) mengatakan, “ZTE selalu membangun kemitraan dengan perusahaan yang unggul untuk bersama-sama memberikan solusi dan layanan yang sangat baik bagi pelanggan. Itu sebabnya kami menunjuk PT Synnex Metrodata Indonesia sebagai distributor resmi. Kami percaya kerjasama ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua pihak. Kami berharap melalui kerjasama dengan PT Synnex Metrodata Indonesia, bersama-sama dapat bergandengan tangan untuk menyediakan solusi TI profesional bagi pelanggan perusahaan, menggerakkan industrialisasi oleh TI untuk membantu transformasi masyarakat dan peningkatan industri di Indonesia.”

“Kami sangat senang dan bangga karena telah dipercaya oleh ZTE sebagai Authorized Distributor untuk mendistribusikan produk-produk kelas commercial/enterprise di Indonesia. Hal ini merupakan keputusan strategik yang kami buat dalam rangka menumbuhkan bisnis serta memberikan solusi yang inovatif khususnya di segmen commercial/enterprise,” kata Agus Honggo Widodo, Presiden Direktur PT. Synnex Metrodata Indonesia.

Selain ragam pilihan produk dengan kualitas dunia, kemudahan dalam mendapatkan informasi produk, layanan, ketersediaan produk serta harga yang kompetitif, kedua perusahaan juga berkomitmen untuk berinvestasi melalui sumber daya dan keahlian teknologi didukung dengan kekuatan geografis di enam kota besar di Indonesia.

Sebagai Authorized Distributor produk ZTE Enterprise Business, SMI menawarkan produk Router ZXR10 ZSR Series – Enterprise Level Router (1800 Series, 2800 Series, 3800 Series), Switch (Layer 2 Switch, Layer 3 Switch dan Modular Core Switch (Chassis Based), Wireless LAN (Access point & Access Point Controller for 32 Access Point up to 256 Access Point) dan Video Conference (ZXV10 T700 Series dan ZXV10 M900 MCU Series). •

SONY ALPHA A99, Full Frame 24 Megapiksel

0

 SUKSES dengan A900 yang diluncurkan empat tahun lalu, Sony kembali meramaikan pasar Digital Single Lens Reflex (DSLR) seri Alpha dengan meluncurkan A99. Untuk kamera terbarunya ini, Sony membenamkan sederetan teknologi canggih.

A99 merupakan kamera full-frame profesional seri Alpha kedua Sony dengan sistem dual AF yang menggabungkan 19 titik sensor dan 102 titik sistem focal plane phase-detection. Disandingkan dengan sensor Exmor CMOS full-frame beresolusi 24,3 megapiksel dan prosesor Bionz memungkinkan Alpha 99 menghasilkan foto berkualitas profesional.

Sony A99 juga mengusung Translucent Mirror, yakni sebuah teknologi cermin pantul dimana cermin yang digunakan di dalam mirror box dapat menembuskan 70% cahaya yang datang dari lensa menuju sensor, sekaligus disaat yang sama dapat memantulkan 30% sisa cahaya ke sensor autofokus deteksi fasa.  Teknologi ini membuat Sony Alpha sanggup membidik dengan kecepatan tinggi serta merekam objek yang terfokus dengan sempurna.

A99 juga dilengkapi dengan AF-D continous autofocus, sehingga memudahkan pengguna memotret objek bergerak. Kamera ini memiliki rentang ISO 50-25600, pengambilan gambar untuk film Full HD 50p yang dilengkapi fitur Continuous AF dan pro-style.

Kamera dengan bobot 733 gram (tanpa lensa dan baterai) ini memiliki LCD 1229k-dot (setara VGA), yang saat ini memiliki 6 lensa yang kompatibel dan mulai tahun depan akan ada berbagai lensa yang dikembangkan untuk A99. Mulai tahun depan dan selanjutnya, akan ada lebih banyak lensa Alpha yang kompatibel.

Selain foto, Alpha99 juga difasilitasi dengan kamera video Full HD 50p/25 yang memenuhi beragam spesifikasi AVCHD versi 2.0. Proses rekam pun diperkuat dengan fitur Full-time Continuous AF Movie, output real-time Full HD video melalui HDMI, dan rekaman dual card yang tidak terputus menggunakan kedua slot media.

Dibanderol sekitar Rp. 28 jutaan, A99 hadir yang hadir untuk kalangan fotografer profesional dan movie maker ini diklaim bisa menjamin tingkat performa gambar yang tinggi.  •

EFFENDY IBRAHIM: Keamanan Multi Device Hadang Cybercrime

0

Meningkatnya pengguna perangkat mobile yang terhubung ke internet saat ini telah memberikan peluang baru bagi pelaku cybercrime untuk melakukan kejahatan. Tahun ini saja, berdasarkan laporan tahunan Norton Cybercrime Report, salah satu penelitian kejahatan dunia maya terbesar telah mengidentifikasi setiap detiknya 18 orang dewasa menjadi korban kejahatan dunia maya.

 NORTON Internet Safety Advocate & Director, Asia, Norton By Symantec, Effendy Ibrahim, dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu menyatakan, dalam 12 bulan terakhir ini diperkirakan 556 juta orang dewasa terkena kejahatan cyber dengan mengalami kerugian rata-rata sebesar US$ 197 perkorban secara langsung. Angka ini mewakili 46% orang dewasa yang menjadi korban kejahatan dunia maya dalam 12 bulan terakhir, setara dengan temuan tahun 2011 yaitu 45%.

“Jumlah pengguna internet bertambah maka tingkat mangsa cybercrime meningkat dimana pelaku cybercrime telah mengubah taktik dengan menargetkan pada pertumbuhan perangkat mobile dan jejaring sosial yang saat ini kurang diperhatikan pengguna akan resiko keamanannya,” ujar pria lulusan Nanyang Technology University, Singapura ini.

Lanjutnya, penyebab terjadinya kejahatan ini juga disebabkan oleh kurang sadarnya pengguna akan bahaya yang mengancamnya dan ketidaktahuan mereka bahwa telah berevolusinya kejahatan dunia maya saat ini yang menjadikannya sulit untuk dideteksi dengan cepat, seperti malware yang dapat bekerja secara diam-diam sehingga sulit untuk mengetahui apakah komputer mereka telah diganggu atau tidak.

Oleh sebab itu, menurut Effendy, diperlukan security system yang dapat melindungi secara menyeluruh keberbagai perangkat yang digunakan. Mengingat saat ini, satu orang bisa memiliki lebih dari satu perangkat yang terhubung ke internet, baik itu notebook, smartphone maupun tablet.

“Security harus mampu memproteksi penggunanya secara menyeluruh. Berarti security system itu harus bisa berjalan di berbagai platform tidak hanya Android atau Windows saja. Karena disini yang terpenting dilindungi bukanlah perangkatnya tetapi penggunanya yang terpenting,” ungkap Effendi, sambil menunjukkan security system terbaru, Norton 360 Multi-Device yang siap melindungi 5 perangkat sekaligus dari berbagai platform, yaitu Windows (XP, Vista, 7, dan 8), Mac, dan Android.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Effendy Ibrahim di sela peluncuran Norton 360 Multi-Device di Jakarta, 10 Oktober lalu.

Apa tujuan dilakukannya Norton Cybercrime Report dan siapa saja yang menjadi objek penelitiannya?
SurveI dilakukan antara 16 – 30 Juli 2012 dengan melakukan wawancara online kepada 13.000 orang dewasa berusia sekitar 18 – 64 tahun di 24 negara, yaitu Australia, Brazil, Canada, China, Colombia, Denmark, France, Germany, India, Italy, Japan, Mexico, Netherlands, New Zealand, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Swedia, Turki, UAE, UK dan Amerika Serikat.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana kejahatan dunia maya mempengaruhi konsumen, dan bagaimana teknologi baru yang telah beradaptasi dan berevolusi berdampak pada keamanan banyak orang.

Serangan apa saja yang terjadi di jejaring sosial seperti Facebook ataupun Twitter?
Berdasarkan survei, 15% pengguna jejaring sosial melaporkan bahwa profil seseorang telah dibajak serta berpura-pura menjadi orang pemilik profil tersebut, dan satu dari 10 pengguna mengatakan bahwa mereka telah menjadi korban scam dan link yang menipu pada jejaring sosial, sementara 75% percaya bahwa kejahatan dunia maya mengatur pandangan mereka di jejaring sosial, kurang dari setengahnya (44%) telah sadar menggunakan solusi keamanan yang dapat melindungi dari ancaman jejaring sosial dan hanya 49% yang menggunakan privacy setting untuk mengontrol informasi apa saja yang mereka sebarkan, berikan dan berbagi.

Sedangkan 31% pengguna perangkat mobile telah menerima pesan singkat dari seseorang yang mereka tidak kenal dan meminta mereka untuk mengklik link yang telah tersambung atau melakukan panggilan keluar ke nomor yang tidak dikenal untuk mengambil “pesan suara”.

 Apa langkah dasar yang perlu dilakukan untuk melindungi jejaring sosial dan berbagai informasi pribadi yang terdapat di dunia online?
Akun email sangat berpotensi untuk menjadi pintu gerbang bagi cybercrime mencari informasi pribadi maupun perusahaan, karena email sering berisikan kunci ke dunia online pengguna. Bila ini bisa dimasuki maka penjahat bisa mendapatkan segala akses ke inbox pengguna, bahkan bisa mengatur ulang kata sandi untuk setiap situs online lainnya dengan mengklik link “forgot your password”, sebab itu email harus dilindungi dengan menggunakan password yang komplek dan menggantinya secara berkala. Tapi tetap saja diperlukan sistem keamanan yang komprehensif untuk terhindar dari berbagai kejahatan dunia maya.

Kenapa perangkat mobile berbasis Android menjadi target serangan?
Android telah menjadi perangkat yang sangat populer dan telah menjadikan ketergantungan penggunanya untuk melakukan berbagai aktivitas melalui perangkat tersebut, mulai dari bersosial network, browsing, download, email hingga berbisnis. Bahkan foto, video dan berbagai data pribadi juga tersimpan di dalam perangkat ini. Banyaknya informasi yang tersimpan di dalam perangkat ini menjadi daya tarik cybercrime untuk menyusup ke dalam, apalagi pengguna masih banyak yang tidak tidak tahu atau perduli akan resiko keamanannya. Jadi, pengguna harus lebih melindungi informasi yang tersimpan pada perangkat mobile ini, karena serangan seperti malware bukan untuk merusak device ataupun Operating System (OS) tetapi lebih kepada pencurian data.

Norton sangat perhatikan hal ini, makanya kami punya perlindungan yang mampu melindungi informasi rahasia diperangkat mobile secara menyeluruh yang tidak hanya melindungi data saja tetapi juga secara fisik.  Seperti fitur remote locate, bila ponsel hilang dapat diketahui dimanapun ponsel itu berada dengan memberitahukan pengguna melalui email dan SMS. Sedangkan remote lock, dapat mengunci ponsel yang hilang sehingga mencegah pencuri untuk mengakses informasi penting. Data dan informasi penting pengguna juga bisa dihapus dengan fitur wipe, baik data yang tersimpan secara internal maupun di kartu memori.

Apa solusi keamanan yang cocok untuk kondisi saat ini?
Idealnya, bila melihat kondisi setiap orang saat ini yang memiliki lebih dari satu perangkat, Norton 360 Multi-Device sangat mendukung memberikan perlindungan keberbagai device berbasis windows, Mac, maupun tablet dan ponsel berbasis android. Jadi tidak perlu membeli keamanan yang terpisah, tetapi cukup membeli Norton 360 Multi-Device bisa memberikan perlindungan  untuk 5 perangkat sekaligus.

Selain itu kami juga menyediakan back up cloud sebesar 25 Gb yang dapat diakses selama pengguna masih menggunakan produk ini dan pengguna juga bisa mengalihkan keamanan perangkatnya dimana saja, kapan saja selama terhubung dengan internet karena solusi ini menggunakan konsol Norton manajemen yang berbasis Cloud.

Peningkatan apa saja yang dilakukan Norton untuk memberikan perlindungan kepada pelanggan?
Ada lima lapisan proteksi yang Norton lakukan saat ini, yaitu network, reputation, behavioral, file dan repair. Dengan pembaharuan-pembaharuan fitur yang meliputi, Safer, Faster dan Simpler. Safer, untuk meningkatkan perlindungan baru, seperti social network protection, scam insight dan enhanced network defence. Faster, untuk performance yang meliputi fitur, faster start up and shutdown, maximized battere power dan more efficient support for digital media files. Dan Simpler, terdiri dari fitur touch screen-friendly, version-less dan reboot-less. Sehingga produk terbaru Norton menjadi lebih aman, lebih optimal dalam kinerja dan kecepatan serta lebih sederhana untuk digunakan.

Kami di Norton berkomitmen untuk memastikan membangun produk-produk yang lebih baik dari cybercrime dan lebih baik dari kompetitor kami.  •ANDRI

Cybercity, Kapankah?

0

CYBERCITY atau kota cyber merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi (TI) yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di dunia. Program inovasi TI itu memiliki esensi positif sebagai jendela memperoleh informasi dunia. Program cybercity juga berperan sebagai jawaban dari tingginya peningkatan keperluan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat.

Program berbasis TI itu pun sudah pernah diterapkan di beberapa daerah maju di Indonesia, meski belum benar-benar cyber. Seperti Jakarta Cybercity, Makassar Cybercity, Semarang Cybercity, Malang Cybercity (MCC), Sukabumi Cybercity (SCC), Jogja Cybercity (YCC), Solo Cybercity (SCC), Denpasar Cybercity (DCC), Bandung Cybercity (BCC), Depok dan saat ini menjadi sorotan dari daerah-daerah maju yang mengarahkan kiblat pembangunannya ke sistem cyber.

Dalam mewujudkan kota cyber tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun akan mewujudkannya akhir tahun 2012 ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan impian itu yakni dengan membuat hotspot untuk akses internet di tiap RW di seluruh wilayah Kota Bandung. Hotspot tersebut nantinya selain di Kantor RW juga akan dipasang di seluruh taman-taman Kota Bandung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi mengatakan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebuah kota, terukur dari sejauh mana pelayanan yang dibangun oleh pemerintahnya. Lalu seberapa jauh masyarakatnya bisa terakses oleh internet dan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi sebagai media wirausaha.

“Hal itu untuk mengejar ketertinggalan kita selama 32 tahun di masa orde baru secara ekonomi, sosial, dan kemandirian masyarakat, agar terkejar dalam jangka beberapa tahun saja dengan memanfaatkan perangkat teknologi informasi ini,” ungkap Edi saat acara Kick Off dan Sosialisasi Program Rukun Warga Internet (RW-Net) Kota Bandung di Kantor Telkom UCS Regional III Jawa Barat, (29/10).

Edi mengklaim program RW Net ini merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Penyediaan hotspot di seluruh RW di Kota Bandung dimaksudkan agar warga bisa mendapatkan akses informasi secara maksimal melalui jaringan internet. Keberadaan hotspot di setiap RW disinergikan dengan program RWNet yang berfungsi sebagai e-Payment atau pembayaran secara elektronik.

Hal ini sudah disinergikan dengan program sebelumnya yang melakukan pembayaran elektronik seperti iuran ke PD Pasar, PDAM,dan pembelian pulsa listrik atau token PLN. Hadirnya RW Net ini juga bisa menambah penghasilan bagi RW-RW yang melakukan pengelolaannya. Juga mempermudah warga bila kehabisan token listrik bisa membeli di RW.

Selain menyediakan layanan publik, RW-Net juga menyediakan komersial yang bertujuan mempermudah masyarakat melakukan pembayaran berupa tagihan telepon, listrik, PBB, bahkan PDAM nantinya karena bisa dilakukan di rumah para ketua RW. Tentu saja kalau program pembayaran online ini jalan, menurut Edi, akan memberi manfaat cukup besar bagi RW dan warganya. Seperti masukan keuangan terhadap kas RW dan memberdayakan serta menyediakan lapangan kerja. Dan yang lebih penting lagi masyarakat bisa menekan pengeluaran uang berupa ongkos. “Banyak manfaat dari program RW Net ini salah satunya menyediakan sistem pembayaran online, makanya akan terus dikembangkan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kehadiran RW Net juga bisa mempermudah akses informasi antara warga dan juga pemangku kebijakan jajaran Pemkot Bandung. Aplikasi RW-Net sebagai program yang memungkinkan interaksi langsung masyarakat melalui RW-RW sekota Bandung dengan Lurah, Camat, bahkan Walikota Bandung.

Dengan demikian, papar Edi, aplikasi ini menerapkan model sistem citizen to government (masyarakat dengan pemerintah), government to government (pemerintah dengan pemerintah), government to bussiness (pemerintah dengan dunia usaha), serta citizen to bussiness (masyarakat menuju dunia usaha), menawarkan langkah pengembangan pola keterbukaan dan kontrol masyarakat melalui silaturahim sosial, sebagai perwujudan Bandung Cyber City (BCC) yang terkoneksi ke seluruh lapisan masyarakat.

Edi mengatakan, jaringan layanan berbasis PC di setiap kantor ketua RW, aplikasi RW-Net akan terpasang di 1.563 titik se-Kota Bandung yang tersebar di 30 kecamatan/151 kelurahan. Sekda menjelaskan, RW net ke depan akan berfungsi untuk mengontrol kebijakan pemerintah terhadap warganya. Sebab melalui RW net bisa memberikan laporan tentang infrastruktur, jalan dan program-program pembangunan lainnya. Sehingga kinerja setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa terkontrol dan termonitor. Selain itu bisa dijadikan media untuk memberikan masukan atau keluhan dan persoalan Kota Bandung kepada pemerintah.

Akses informasi yang disampaikan warga berupa keluhan dan masukan juga bisa dipantau langsung oleh wali kota dan wakilnya dan sekretaris daerah (sekda). Dengan begitu, pimpinan Pemkot Bandung pun bisa menilai kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mana yang bisa merespons dengan cepat mengenai keluhan warga tersebut.

Terwujudnya RW Net dapat tersinergi secara luas.Selain memberikan manfaat tambahan, warga pun mendapatkan fasilitas gratis internet melalui Wi Fi di setiap RW-nya. “Dengan fasilitas gratis itu, sekaligus memicu masyarakat menjadi melek teknologi dan informasi. Dampaknya, semua orang merasakan kemajuan teknologi dan meningkatkan kemampuan dalam menyerap segala informasi dari dunia maya,” kata Edi.

Sekda menyatakan program RW Net ini masih terus disosialisasikan dan ternyata program ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kota Bandung. Setelah sosialisasi kemudian membangun jaringan dan infrastruktur. Dengan adanya Program RW-Net ini, Edi optimis melalui pemanfaatan TI dan dukungan bantuan lembaga-lembaga yang memiliki kapasitas terhadap perkembagan sektor informasi dan perbankan seperti Telkom dan Bukopin, kelembagaan RW akan lebih berkembang maju baik secara sosial dan ekonomi.

“Keberadaanya sangat strategis. Tapi keberadaannya hingga kini belum maksimal, apalagi selama ini saya lihat perkembangan kelembagaan RW hanya sekedar kelembagaan yang memiliki peran bantu administratif saja. Sementara sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan dari tahun ke tahun tidak berkembang,” tuturnya.

Hal senada dikatakan General Manager Unit Costumer Service Regional III Jawa Barat PT Telekomunikasi Indonesia, Binuri, yang mengatakan alasan pihaknya memilih Rukun Warga, karena kedudukannya strategis tepat berada di antara struktur pemerintahan daerah dengan masyarakat.

“Sebagai lembaga kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan permasalahan masyarakat, kami ingin memberikan kesempatan bagi masyarakat agar berperan aktif menyampaikan aspirasi-aspirasi yang bermamfaat bagi pembangunan daerah,” kata Binuri.

Lebih lanjut dikatakannya, Program RW-Net ini merupakan layanan masyarakat terpadu berbasis TI yang berprinsip swadaya masyarakat dan pemberdayaan komunitas RW. Program tersebut berisi layanan publik seperti administrsi kependudukan, dedeuh ka bandung, perizinan, data profil penduduk, juga komunikasi warga.

Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya dan Kesejahteraan Bapeda Kota Bandung, Soni Bakhtiyar mengatakan, bila semua RW Net sudah terkoneksi, langkah selanjutnya membangun taman pintar. Taman tersebut nanti akan dikerjasamakan dengan Telkom. “Telkom nanti menyediakan hotspot dan kemudian Telkom juga nanti merawat taman-taman tersebut,” kata Soni. •IWA

Lenovo ThinkPad X1, Hanya 1.36 Kg

0

BELUM genap setahun sejak peluncuran, Lenovo Indonesia melakukan update untuk ultrabook ThinkPad X1 Carbon. Langkah ini diambil guna memperkuat posisi penjualan produk Laptop Slim andalannya tersebut di pasaran dunia. X1 Carbon yang disiapkan untuk mereka yang kerap bekerja dengan mobilitas tinggi dan membutuhkan performa handal ini mendapatkan update terbaru, baik dari sisi hardware maupun dari software.

Presiden Direktur PT. Lenovo Indonesia, Sandy Lumy mengatakan, kehadiran ThinkPad X1 Carbon melengkapi line-up Lenovo untuk memenuhi kebutuhan pengguna di segmen konsumer atau perusahaan.

Ultrabook ini terbilang sangat ringan, hanya 1,36 kg, karena terbuat dari  carbon fibre, material ringan tapi tangguh yang dipakai juga di bodi pesawat terbang dan mobil balap Formula 1. Bahkan bobotnya lebih ringan dari botol soft drink. Sisi tertebalnya pun cuma 18,8 mm.

ThinkPad X1 Carbon memiliki layarnya sebesar 14 inci dan keyboard backlit dengan touchpad yang terbuat dari kaca, kamera pengenal wajah berkualitas HD, mikrofon dual-array dan audio dengan kualitas Dolby yang menghasilkan suara jernih dan jelas.

Dari sisi spesifikasi, ThinkPad X1 Carbon diperkuat prosesor Intel Core i5/7 Ivy Bridge, DDR3 4Gb, dan SSD 128Gb. Di dalamnya, telah disematkan modem 3G internal dengan kapabilitas tethering hotspot supaya dapat berbagi-pakai koneksi internet.

Sesuai dengan target penggunanya yang masuk ke kelas pebisnis, ultrabook ini membenamkan pula sejumlah feature enterprise, seperti Intel vPro (untuk kemudahan pengelolaan aset dari jarak jauh), dan security chip (chip khusus penyimpanan data identitas pemilik).

“Lenovo juga menyiapkan garansi 3 tahun untuk para pengguna,” ujar Sandy di Jakarta (21/11).

Bagi pengguna mobile, tersedia pula feature Rapid Charge untuk mengisi ulang baterai secara lebih cepat. Dalam 35 menit, baterai bisa terisi hingga lebih dari 80% dan dapat dipakai selama 5 jam.  Jika baterai terisi penuh,  ThinkPad X1 Carbon bisa beroperasi sampai 8 jam.

ThinkPad X1 Carbon Ultrabook dijual dengan harga Rp. 19.800.000.•

MARTHA SIMANJUNTAK: TIK Diperlukan Perempuan

0

Umumnya pakar-pakar teknologi di Indonesia bahkan dunia didominasi laki-laki. Namun perempuan-perempuan yang tergabung dalam IWITA memiliki pandangan yang berbeda: Peluang perempuan untuk berkiprah dan maju masih terbuka lebar, mengingat banyak perempuan yang sudah mengenyam pendidikan tinggi.

BERAWAL dari sebuah komunitas perempuan yang kerap sharing tentang teknologi dan membicarakan tentang smartphone, akhirnya memunculkan aspirasi untuk membangun sebuah organisasi perempuan yang memperhatikan manfaat dan peran teknologi informasi terhadap perempuan di era digital ini.

Hasil kumpul-kumpul ini, di tahun 2009 melahirkan oraganisasi bernama Indonesian Women IT Awareness (IWITA), organisasi yang berusaha menciptakan terwujudnya perempuan Indonesia yang tanggap Teknologi Informasi (TI) melalui empat kegiatan, yaitu awareness, learning, implementation dan socialization.

Dikatakan Ketua Umum IWITA, Martha Simanjuntak, empat kegiatan ini nantinya akan membentuk sebuah lingkaran. Dimana awareness, memberikan kesadaran terlebih dahulu tentang manfaat TIK, setelah sadar baru ada keinginan untuk belajar (learning). Bila sudah belajar, maka akan menggunakan atau mengimplementasikan apa yang sudah didapat dari learning. Kemudian diharapkan, mereka akan mensosialisasikan kembali kepada masyarakat tentang manfaat dari teknologi tersebut.

“Kami membentuk IWITA ini karena ternyata di semua level dan fungsi perempuan memang membutuhkan teknologi. Perempuan pun harus bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik dan benar,” ujar wanita lulusan STEI Perbanas, jurusan Keuangan ini.

Dicontohkannya, sekolah sekarang ini banyak memberikan materi pelajaran lewat internet. Bila seorang ibu tidak tahu apa-apa tentang internet, maka bisa dibayangkan bagaimana cara memberikan pemahaman kepada anak agar membuka situs yang perlu saja dan mengawasi anak dalam penggunaaan internet secara bijak. “Jadi pengenalan TI itu penting buat perempuan, meskipun mereka tidak berkarir di kantor dan menjadi ibu rumah tangga saja,” tambah penghobi desainer pakaian tersebut.

Untuk mengetahui tentang IWITA lebih lanjut lagi, berikut petikan wawancara BISKOM di dengan Martha Simanjuntak yang juga sedang mengembangkan edukasi teknologi pariwisata (Edutekta), di Jakarta.

Apa saja kegiatan dari IWITA dan materi apa saja yang diberikan?
Kegiatan yang kami lakukan berupa pendidikan, pelatihan, seminar, lokakarya, sosialisasi, promosi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan bidang perempuan dan TI. Materi yang kami angkat itu biasanya Open Office, sosial media, blog, website, serta bagaimana mempromosikan media itu sendiri juga kami berikan pelatihan.

Pelatihannya sendiri bisa dilakukan di kantor IWITA yang tersedia ruang latihan untuk kapasitas 10-15 orang. Selain itu juga, kami datang ke tempat-tempat tertentu seperti panti asuhan maupun sekolah dengan menggunakan mobile training hasil kerjasama dengan APEC Digital Opportunity Centers (ADOC) bantuan dari Taiwan, dimana Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) sebagai induk kami bekerjasama dengan UPN Veteran Jakarta, menyediakan 20 notebook yang berkeliling secara mobile.

Apa yang diinginkan IWITA terhadap perempuan Indonesia dalam memanfaatkan TI?
Sebenarnya teknologi itukan hanyalah tools atau alat. Sebagai tools, kami ingin perempuan Indonesia memanfaatkannya dengan maksimal, baik dan benar. Dengan teknologi, kami berharap bisa membuka wawasan perempuan dan bisa mengenal potensi dirinya sehingga berani tampil.

Saat dia tampil bisa menjadi sesuatu yang positif, maka perempuan dapat berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Sejauh ini yang bagaimana Anda lihat pemanfaatan TI oleh perempuan Indonesia?
Kalau saya lihat saat berkeliling daerah pemanfaatan TIK sudah luar biasa. Mereka rata-rata sudah punya ponsel yang modelnya sudah canggih seperti Blackberry ataupun smartphone Android. Jadi kalau saya lihat perempuan di daerah itu sudah aware tentang pemanfaatan teknologi tersebut, tinggal kita mengarahkan saja tentang fungsi dan memanfaatkan fitur-fiturnya.

Adakah kendala dalam mengkampanyekan kegiatan IWITA kepada perempuan Indonesia?
Kendala sebetulnya berada pada diri individual itu sendiri berkeinginan untuk maju atau tidak. Saya melihatnya ada perbedaan antara kota dan daerah, kalau kami membuat event sulit sekali untuk mengajak perempuan kota untuk hadir. Padahal sudah mengemas acara semenarik mungkin dengan menghadirkan pembicara-pembicara ternama, tetap saja kurang direspon baik.

Berbeda dengan di daerah, antusiasnya sangat besar sekali untuk mengikuti acara yang kita buat apalagi bila menghadirkan tokoh ternama yang cukup dikenal. Jadi kembali kemanusianya itu sendiri. Tapi memang awareness itu diperlukan, makanya kita sempat membuat suatu program bekerjasama dengan MetroTV membuat program ICT for Women untuk memberikan awareness. Namun karena suportnya kurang akhirnya dihentikan, mungkin hal itu masih dianggap belum menarik.

Bagaimana cara untuk bisa bergabung dengan IWITA?
Sangat mudah, siapa saja bisa bergabung dengan kami karena IWITA itu memang terbuka untuk umum dan kami belum membuat peraturan yang terlalu mengikat sehingga siapapun bisa berpartisipasi ataupun mendukung kegiatan kami. IWITA sendirikan belum lama terbentuk, jadi selama 5 tahun periode ini masih dalam proses pembelajaran. Tetapi ke depannya kami akan lebih serius dengan program yang lebih serius juga.

Lalu, apa rencana IWITA kedepannya nanti, dan program apa yang akan dibuat?
Kami berkeinginan membuat sesuatu seperti woman center sehingga wanita bisa mengaktualisasikan dirinya. Memang butuh proses panjang, karena kita butuh tempat dan anggaran yang yang cukup besar.

Selain itu, kami juga ingin bikin sertifikasi dan hal itu dimulai secara serius dengan menggandeng orang-orang bersertifikasi pula. Oleh sebab itu, kita bekerja sama dengan universitas dan FTII yang merupakan payung dari organisasi IT di Indonesia, karena nantinya kami butuh legitimasi dari FTII. •ANDRI

 

2013, Acer Rilis Ponsel Windows 8

0

AKHIR Oktober lalu, Microsoft secara resmi telah merilis sistem operasi ponsel pintar Windows Phone 8. Saat itu, hanya ada empat vendor yang menyatakan kesiapannya dalam menghadirkan perangkat berbasis sistem operasi tersebut, yakni Nokia, Samsung, HTC, dan Huawei.

Acer, perusahaan asal Taiwan yang terkenal dengan perangkat notebook dan PC yang baru bergabung ke persaingan perangkat ponsel pintar, menyusul menggunakan Windows 8. Memang, Acer terbilang baru terjun ke dunia smartphone. Beberapa smartphone Acer yang berbasis Android telah hadir di Indonesia. Selain Android,  di tahun depan, Acer menyatakan akan bergabung dengan empat vendor tadi untuk  meluncurkan ponsel pintar Windows Phone 8.

“Windows Phone 8 ada dalam road map kami,” kata ST Liem, President of Smartphone Business Group, Acer Inc.

“Kami memang sedang mengembangkan smartphone Windows Phone 8. Namun, untuk saat ini, kami masih belum bisa memastikan kapan tepatnya perangkat tersebut akan diperkenalkan. Yang pasti perangkat tersebut akan hadir tahun depan. Dengan diluncurkannya smartphone Acer yang telah berbasis Windows Phone 8, kami ingin menunjukkan betapa seriusnya Acer dalam dunia smartphone,” lanjut ST Liem.

Dalam acara yang diadakan di Jakarta (23/11), Acer memperkenalkan tiga smartphone Android baru yang dinamakan Acer Liquid Z110, Liquid Gallant E350, dan Cloud Mobile S500. Ponsel pintar tersebut ditujukkan untuk segmen yang berbeda, yaitu pelajar, dewasa muda, hingga profesional. •