Home Blog Page 961

Jakarta, Kota Pintar

0

SMART city merujuk kepada istilah kota yang cerdas yang mengarahkan kepada manajemen kota yang lebih mudah dan praktis dengan menggunakan dukungan Teknologi Informasi (TI).  Kota-kota besar seperti Jakarta yang tumbuh dengan banyak permasalahan seperti transportasi, lapangan pekerjaan, isu lingkungan, pendidikan dan sebagainya, memang membutuhkan sebuah percepatan pembangunan yang mendukung smart economy, smart mobility, a smart environment, smart people, smart living dan smart governance.

Konsep smart city atau kota pintar yang terintegrasi dengan akses informasi melalui jaringan internet mulai diterapkan sejak awal tahun depan di Jakarta. Program itu sudah masuk dalam rencana prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam tahun anggaran 2013.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berencana memasang fasilitas akses gratis ke Internet (free hotspot) di semua ruang publik yang ada di ibukota. Dia yakin program ini bisa terlaksana karena biayanya tidak mahal.

“Semuanya harus ada hotspot yang bisa diakses secara gratis. Di taman maupun di semua ruang publik,” kata Jokowi, panggilan akrab Gubernur (20/10).

Ia  mengungkapkan alasan pemasangan hotspot tersebut karena Jakarta merupakan daerah dengan animo masyarakat yang menggunakan fasilitas internet paling tinggi. “Penggunaan Internet ke sejumlah laman seperti Kaskus, Facebook, Twitter, dan lain-lain di Jakarta sangat banyak. Kalau fasilitas free hostpot tidak ada, kan lucu juga,” tutur mantan Walikota Solo tersebut.

Jokowi mengaku, untuk pemasangan fasilitas tersebut tidak membutuhkan dana anggaran yang besar. Namun, berapa nilainya, ia masih enggan menyebutkannya. “Untuk pemasangan free hotspot itu murah. Sangat murah. Saya targetkan tahun depan semua fasilitas ruang publik sudah dipasangi hotspot gratis,” harapnya.

Seperti diketahui kebijakan pemasangan fasilitas free hotspot juga pernah diterapkan Jokowi semasa menjadi Walikota Solo. Sejumlah ruang publik dipasangi fasilitas hotspot. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses internet.

Sebelumnya, pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarata, Fauzi Bowo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga telah mengeluarkan kebijakan untuk memasang free hotspot atau free WiFi di sepanjang Jalan Sudirman-Jalan Thamrin, Jalan S. Parman hingga Jalan MT Haryono, Cawang.

10 Taman Ber-WiFi

Sebagai langkah awal dari penerapan smart city, pada awal 2013 mendatang, sepuluh taman di Jakarta akan terkoneksi dengan jaringan internet yang mudah dan cepat diakses. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, usai menggelar rapat dengan PT Telkom Indonesia dan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

“Awal tahun 2013, kita sudah mencanangkan 10 taman gratis sebagai realisasi program Jakarta Smart City dengan akses internet bisa dengan mudah,” kata Ahok, sapaan akrab Basuki, usai rapat di Gedung Balaikota, Jakarta (29/10).

Selain taman dengan akses internet WiFi gratis, Ahok mengatakan, mulai tahun depan seluruh parkir di gedung Jakarta juga sudah dapat dimonitor secara online. Pemasangan WiFi gratis ini tidak hanya di tempat terbuka seperti taman, tapi juga akan dilakukan untuk 100 ribu sekolah di seluruh Indonesia, termasuk 7.000 sekolah gratis di Jakarta.

Upaya itu berkat kerjasama Pemprov DKI Jakarta bersama PT. Telkom Indonesia. Melalui kerjasama ini, lanjut Ahok, pemerintah sudah mampu menghemat anggaran hingga Rp. 20 miliar.

Muhammad Awaludin, Director of Enterprise and Wholesale PT Telkom Indonesia, menjelaskan sebagai partner DKI Jakarta dalam penyediaan akses dan sistem untuk konsep Jakarta Smart City, target pertama dari konsep ini adalah ditujukan untuk bidang edukasi, transportasi dan kesehatan.

“Karena ini diselaraskan dengan program Gubernur Jakarta yakni Kartu Pintar dan Kartu Sehat yang sebentar lagi akan diluncurkan,” kata Awaludin.

Untuk bidang edukasi, Awaludin mengatakan bahwa akses internet gratis akan dipasang pada 7.000 sekolah gratis di Jakarta, dimana hal tersebut merupakan bagian dari program PT Telkom yang akan memasang 100 ribu akses internet di seluruh sekolah di Indonesia. “Kita pasang semua akses poin, infrastruktur, penarikan kabel, sampai pemasangan kita beri secara gratis,” tegasnya.

Sementara itu, lanjut Awaludin, Jakarta Smart City juga akan diterapkan dalam pelayanan pajak. “Telkom sudah punya semua konsep itu, jadi tinggal kita lakukan dengan cara bertahap,” jelas Awaludin. Nantinya, Telkom akan memasang semua akses poin, infrastruktur, penarikan kabel, sampai pemasangan diberikan secara cuma-cuma kepada Pemda DKI.

“Kami usulkan Pemda DKI tak perlu lagi ada investasi, risiko teknologi (hardware) tidak perlu jadi beban Pemda. Nanti kami sediakan dengan solusi paket layanan. Kalau mau bayar, ya paket layanannya saja,” ujar Awaludin.

Meskipun memberikan banyak akses internet gratis,diakui Awaludin, tetap akan bekerja sesuai dengan laba yang akan diterima dari kerjasama ini.  “Sisi keuntungan bisnis akan kita bicarakan lain waktu dengan Telkom,” imbuh Ahok.

Internet Gratis, WiFiku

Selain Telkom, PT Sarana Polaris Jaya juga menyambut baik dan siap mendukung program Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam memberikan WiFi gratis. Caranya, dengan memberikan layanan WiFi pita lebar dengan nama ‘WiFiku Internet Gratis’.

Direktur PT Sarana Polaris Jaya selaku penyedia layanan WiFiku, Heri Kusbintoro mengatakan, layanan ini merupakan bentuk dukungan akan fasilitas WiFi gratis.  “Kami menyediakan internet gratis via WiFi ini dengan tujuan untuk mencerdaskan bangsa dan memperlancar akses informasi. Sehingga human capital bangsa ini dapat mendukung pembangunan serta daya saing nasional,” kata Heri.

Ia menambahkan, layanan WiFiku ini adalah salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari institusi pemerintah dan swasta dalam memberikan akses internet gratis bagi seluruh lapisan masyarakat. Disamping PT Sarana Polaris Jaya, Taman Fatahillah, Kantor Pemerintahan, Kantor Pos Indonesia, Sekolah-sekolah negeri dan swasta di tingkat SD, SMP, SMA, serta Polsek Pluit juga ikut serta mendukung pendirian WiFiku.

Layanan WiFiku saat ini sudah terpasang selama 24 jam di beberapa apartemen, rumah sakit, universitas, bank pemerintah, dan institusi pemerintah di Jakarta Utara. Selain dimanfaatkan sebagai akses internet, WiFiku juga berfungsi untuk meningkatkan efisensi, seperti CCTV dan sarana komunikasi lainnya.  • YULIA CH -dari berbagai sumber

JUN MURAKAMI: 2013, Pioneer Diproduksi di Indonesia

1

Indonesia memiliki pertumbuhan pasar yang signifikan. Dengan mendirikan kantor perwakilan baru di Indonesia, Pioneer bukan tidak hanya ingin memperkuat penjualan bisnis audio mobil aftermarket, tapi juga akan menekankan penjualan audio rumah tangga yang menyasar kelas menengah yang daya belinya terus meningkat.

SATU lagi, produsen elektronik terbesar asal Jepang yang menyatakan komitmennya untuk menginvestasikan bisnisnya di pasar Indonesia. Dengan mendirikan kantor perwakilan dan pabrik di tanah air, Pioneer, nama perusahaan tersebut berharap dapat menjadi pioneer yang memperkenalkan inovasi teknologi tingkat tinggi di setiap produknya. Di Indonesia, Pioneer sendiri dikenal dengan brand audio dan video serta beragam jenis produk yang meliputi DVD, perlengkapan home stereo, speaker, car audio visual dan peralatan DJ.

Kantor Pusat Regional Pioneer Corporation berdiri sejak 1992. Demi mempercepat pertumbuhan bisnis, perusahaan  akan mulai memproduksi produk di Indonesia di kuartal kedua tahun 2013 mendatang sebanyak 1 juta unit.

“Kami telah menetapkan tujuan jangka panjang untuk operasi bisnis di Indonesia. Dengan investasi ini, akan memudahkan saya menempatkan fokus yang kuat pada hubungan kerja antara Pioneer dengan mitra bisnis yang ada dan mitra bisnis potensial,” ujar Jun Murakami, Chief Representative Officer Indonesia.

Mulai bertugas di bulan Oktober tahun ini untuk bertanggung jawab dalam hal penjualan dan kegiatan pemasaran di Indonesia, Murakami melihat Indonesia memiliki pertumbuhan pasar yang signifikan. Oleh sebab itu, ia berkeyakinan akan meraih keberhasilan bisnis di Indonesia dengan mengembangkan layanan pribadi bagi pelanggannya.

“Tidak hanya untuk memenuhi potensi pasar di Indonesia, strategi ini dilakukan juga untuk memperkuat struktur penjualan  dan produksi di Asia Tenggara,” jelas pria yang sudah bergabung dengan Pioneer Corporation sejak tahun 1998.

Lanjutnya, “Dalam konteks pasar Indonesia, kami juga telah berhasil mendirikan kantor perwakilan baru di Indonesia baru-baru ini yang terletak di Wisma 46 – Kota BNI, Suite 2.09, 2nd Floor, Jalan Jend. Sudirman,”

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kehadiran Pioneer, berikut petikan wawancara BISKOM dengan Jun Murakami, belum lama ini.

Apa motivasi Pioneer membuka kantor perwakilan baru di Indonesia dan target apa yang ingin dicapai?
Indonesia merupakan salah satu pasar yang paling cepat berkembang di Asia Tenggara, dan ini merupakan saku kesempatan untuk mengembangkan bisnis Pioneer. Sebagai hasilnya, kami telah memutuskan untuk mendirikan kantor perwakilan di Indonesia untuk mengatasi potensi pasar yang kuat di dalam negeri. Salah satu tujuan utama untuk kantor perwakilan baru yaitu memperkuat bisnis dengan produsen mobil di Indonesia.

Produk apa saja yang akan diproduksi pabrik ini nantinya?
Produk audio car entertainment Pioneer yang bertujuan untuk memperkuat bisnis audio car entertainment di Indonesia.

Apa upaya yang Anda lakukan untuk mencapai target tersebut?
Pioneer menempatkan penekanan kuat pada sumber daya manusia dan produk ke pasar ini. Dengan kantor perwakilan baru yang berbasis di Indonesia, Pioneer dapat berkomunikasi secara lebih efektif dengan produsen mobil, untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Dengan adanya kantor baru ini, sejauh mana Pioneer akan memanfaatkan sumber daya manusia Indonesia?
Kami akan bekerja lebih erat dengan kantor distributor lokal, PT. Adab Alam Electronics, yang merupakan penghubung kantor perwakilan dengan perusahaan distributor di Indonesia. Sebagai awal dimulai dengan tim yang tidak terlalu banyak terlebih dahulu. Namun, Pioneer terus berkembang untuk memenuhi perubahan kebutuhan konsumen kami di seluruh pasar audio car entertainment. Oleh karena itu, kami juga akan menjajaki kemungkinan memperluas jangkauan yang ada dalam waktu dekat.

Apakah ada kendala dalam pembangunan kantor maupun pabrik ini?
Pioneer mempertimbangkan munculnya risiko di masa depan untuk keputusan strategis membangun kantor perwakilan baru dan memulai produksi lokal di Indonesia. Meskipun mungkin akan berisiko di masa depan, Pioneer meramalkan pertumbuhan pasar yang signifikan untuk Indonesia, maka kami memutuskan untuk merespon dengan cepat permintaan pasar ini.

Selain di Indonesia, apakah Pioneer juga membangun pabrik di Negara lain, khususnya di Asia?
Pioneer telah menegaskan keberadaannya di Asia Tenggara dengan membentuk perusahaan Pioneer Electronics Asiacentre Pte Ltd yang bermarkas di Singapura sejak tahun 1992 yang mengelola perencanaan produk, penjualan, dan produksi. Sejak saat itu, Pioneer terus meluaskan penjualan dan produksinya di kawasan Asia Tenggara, misalnya dengan pendirian kantor anak perusahaan di Thailand, Malaysia, dan India.

Jadwal produksi di Indonesia sendiri direncanakan dimulai pada kuartal kedua tahun 2013.

Diantara banyaknya jenis produk Pioneer, mana yang berkontribusi besar dalam pendapatan Pioneer?
Produk audio car entertainment membentuk tulang punggung bisnis kami terutama di Indonesia, dengan berkembangnya industri otomotif dan sektor terkait.

Pioneer sangat berkonsentrasi pada produk audio, bagaimana dengan produk teknologi informasi (TI) lainnya?
Keahlian Pioneer terletak pada teknologi audio dan visual. Dalam memberikan pengalaman lebih kepada pelanggan, kami selalu berinovasi untuk memberikan produk-produk yang membantu pelanggan kami menikmati audio dan pengalaman visual ke tingkat berikutnya. Oleh karena itu, kami selalu mencari sektor baru yang terkait dengan industri dalam memberikan produk-produk baru yang inovatif untuk memenuhi keinginan konsumen. Seperti, menghadirkan solusi terbaru yang aman dengan menggabungkan gaya hidup konsumen digital yang terhubung dengan TI dan gadget terbaru seperti smartphone.

Sejauh ini minat pasar Indonesia terhadap audio rumah tangga? Dan teknologi terbaru yang akan segera diperkenalkan Pioneer dalam waktu dekat ini?
Pioneer meramalkan pertumbuhan pasar yang signifikan bagi Indonesia, dimana kami tidak hanya akan memperkuat struktur penjualan untuk bisnis audio mobil, tetapi juga akan menekankan pada penjualan home audio entertainment, menargetkan pada kelas menengah dengan meningkatnya daya beli.

Pioneer telah mapan dalam industri DJ. Berdasarkan pengalaman Pioneer dalam mengembangkan terkenal di dunia profesional produk DJ, MIXTRAX diimplementasikan dalam berbagai produk audio car entertainment di seluruh dunia dan produk Steez yang dirancang untuk komunitas dancer.

Keunggulan apa yang ditawarkan Pioneer sehingga berbeda dengan produk lainnya?
Pioneer berusaha untuk memberikan produk-produk menarik dengan fitur inovatif yang melebihi harapan konsumen kami. Meski demikian, Pioneer menempatkan fokus yang kuat pada pengembangan produk-produk berkualitas tinggi dalam menikmati musik atau menonton video.

Seberapa penting pasar Indonesia bagi Pioneer? Karakter seperti apa yang membedakan konsumen Indonesia dibanding negara lain?
Pasar Indonesia menghargai produk Jepang, dan ini merupakan keunggulan kompetitif bagi produsen Jepang seperti Pioneer. Karakteristik pasar dapat diamati dari tren bahwa produsen mobil merek Jepang mencapai lebih dari 90% dari penjualan mobil baru di Indonesia.

Bagaimana pendapat Anda tentang iklim usaha di Indonesia? Hal apa saja yang masih kurang?
Di Indonesia, banyak bermunculan kelas menengah dengan pertumbuhan daya beli yang kuat. Peran kelas menengah Indonesia yang memacu permintaan untuk pasar konsumen. Namun, kelas menengah Indonesia masih membutuhkan waktu untuk menumbuhkan budaya membeli produk-produk berkualitas tinggi. Meski demikian, kami percaya pasar Indonesia masih terbuka di segala segmen. Di sisi lain, Indonesia berpotensi untuk menjadi negara produsen dunia nantinya. •ANDRI

Dell Mutakhirkan Arsitektur Fluid Data

0

 DELL memperkenalkan serangkaian portofolio penyimpanan end-to-end terbaru yang didesain untuk memajukan Arsitektur Fluid Data, sekaligus membantu konsumen mengoptimalkan data kapanpun dibutuhkan.

“Dunia teknologi informasi (TI) cepat berubah, begitu pula kegunaan pusat data bagi sebuah organisasi. Konsumen hari ini memiliki banyak pilihan model yang bersaing, mulai dari client ke Cloud hingga gabungan keduanya,” kata Pieter Lydian, Managing Director Dell Indonesia.

“Dell memiliki arsitektur penyimpanan end-to-end yang dapat mengoptimalkan data kapan saja yang bisa dilakukan manual atau otomatis oleh konsumen. Arsitektur Fluid Data di Dell memungkinkan adanya kemampuan baru dalam mendukung pusat data, sehingga konsumen benar-benar dapat mengejar target bisnis,” tambahnya.

Untuk itu, Dell memperkenalkan software Dell Compellent Storage Center 6.3 yang menyajikan peningkatan bagi rangkaian Dell Compellent. Pengendali Compellent SC8000 dengan software Storage Center 6.3 dapat meningkatkan kinerja hingga 100 persen, dibandingkan versi sebelumnya, ketika mengerjakan tugas perusahaan1. Sebagai tambahan, Dell adalah penyedia penyimpanan data pertama yang memperkenalkan kemampuan 16Gb Fibre Channel end-to-end, dari server ke switch ke penyimpanan, sehingga menggandakan bandwidth dan mempercepat akses ke aplikasi bisnis dan data penting.

Dirancang untuk perusahaan menengah dan besar, serta komputasi Awan, susunan Dell Compellent menawarkan tiering otomatis terbaik, perlindungan data terdepan, dan kemudahan penggunaan.     Fitur-fitur ini berpadu dengan desain modular dan dapat disesuaikan sehingga pengguna dapat memutakhirkan software penyimpanan tanpa biaya tambahan, juga mengekspansi dengan mudah tanpa harus membongkar infrastruktur yang ada.

Menurut sebuah IDC White Paper yang baru, instalasi Compellent memiliki masa produktif hampir dua kali lipat lebih lama daripada penyimpanan merek selain Dell. Perusahaan biasanya mengganti Compellent setiap 6,9 tahun, sementara merek lain 3,5 tahun. •

DELL LATITUDE 6430U, WiFi Super Cepat

0

SEJATINYA, sebuah ultrabook memang dirancang dengan kemampuan prosesor yang super cepat serta waktu booting yang singkat. Tapi lambat laun, kecanggihan ini telah dianggap biasa oleh para konsumen. Begitu pula dengan ukuran yang tipis dan ringan.

Menyuguhkan sesuatu yang baru untuk konsumen, hadir sebuah ultrabook dengan konektivitas WiFi super cepat, yang cukup jarang ada di pasaran saat ini. Celah inilah yang ingin dimanfaatkan oleh Dell lewat produk ultrabook terbarunya, Latitude 6430u.

Seri ini merupakan ultrabook untuk para pengusaha yang dilengkapi dengan fitur WiGig yang bakal memberikan aksesibilitas WiFi dengan kecepatan hingga 7 Gb per detik. Jika dibandingkan dengan WiFi 802.11n yang kerap dijumpai pada perangkat lain, kecepatan tersebut 10 kali lebih tinggi. Sayangnya, WiGig hanya mampu bekerja dalam jarak yang lebih dekat.

Tak perlu khawatir, kemampuan ultrabook ini sangat mumpuni. Hadir dengan prosesor Intel Ivy Bridge serta didukung juga dengan slot Memori DDR3 berkapasitas pilihan 2Gb, 4Gb, dan 8Gb. Latitude 6430 memiliki port yang cukup lengkap, diantaranya adalah port network connector (RJ-45), USB 3.0 sebanyak 2,  1 USB/eSATA combo, Stereo headphone/Microphone combo jack, memory card reader, VGA, HDMI, 2 Full (SSD and Mobile Broadband) and 1 Half Mini (WLAN) Card Slots Optional SmartCard Reader/Fingerprint Reader, Security Lock slot.

Untuk masalah ketahanan Baterai, Dell mengklaim bahwa perangkat ini dapat bertahan hingga 10 jam pemakaian normal sepanjang hari. Jadi, tidak perlu khawatir dengan daya baterai yang cepat habis.

Dengan desain casing yang tahan banting, layar ultrabook ini hadir dengan tampilan berukuran 14 inci. Latitude 6430u pun sangat tipis, hanya 20.32 milimeter dengan bobot 1.67 kilogram. Dengan begitu, perangkat ini sangat ringan dan dapat dibawa kemanapun pengguna suka. Sangat cocok bagi mereka yang membutuhkan fleksibelitas yang tinggi.

Beberapa situs teknologi memprediksikan bahwa ultrabook  ini dibanderol berkisar antara Rp. 7.000.000 hingga Rp. 8.000.000.•

ASEP KARSIDI: BIG Kembangkan Peta Digital Terakurat

0

Jika dulu pemetaan wilayah perairan dan daratan Indonesia hanya dibedakan dari warna, tapi kini sudah berupa digital. Badan Informasi Geospasial  telah membuat pemetaan digital sampai skala 1:25.000 yang dapat memetakan desa-desa secara detil. Bukan hanya di Pulau Jawa, bahkan hingga ke Nusa Tenggara.

“TANYAKAN  saja ke Google!”  Ungkapan tersebut barangkali sering kita dengar.  Terlebih, ketika kita ingin  mengetahui  peta atau rute jalan yang akan ditempuh, maka kita dapat menggunakan akses internet untuk melihat rute jalan melalui aplikasi Google Map. Seringkali memang sangat berguna, namun sayangnya Google Map belum meng-update layanannya tersebut dengan beberapa lokasi di wilayah Indonesia.

Melihat kekurangan ini, kini hadir Indonesia Geospasial portal  (Ina Geoportal), sebuah  peta digital karya anak bangsa yang memuat semua informasi dan data mengenai geospasial yang bisa dicari dengan lebih mudah.

Geospasial berasal dari kata Geo dan Spatial, dimana Geo berarti permukaan bumi dan Spatial berarti keruangan. Jadi dapat diartikan Geospasial adalah ilmu merujuk kepada data (dan teknologi pengolahannya) yang terkait dengan posisi keruangannya di permukaan bumi. Kita mengenalnya dalam bentuknya yang paling konvensional, yaitu peta.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (TI), produk geospasial muncul dalam bentuk digital dengan berbagai kemasan, yang kemudian membuka bidang-bidang baru dari aplikasi teknologi geospasial. Karenanya, geospasial kini telah lengkap dengan citra satelit, foto udara, data ketinggian (digital elevation model), data tutupan lahan, dan data sejenis lainnya, yang digunakan untuk berbagai kepentingan.

Situs Ina Geoportal sendiri sudah diperkenalkan Badan Informasi Geospasial  (BIG) bertepatan dengan  Hari Teknologi Nasional (Hateknas) ke-17 pada Agustus 2012 lalu.

“Ina Geoportal dibangun oleh BIG  dan dirancang lebih canggih ketimbang Google Map,” kata Kepala BIG,  Asep Karsidi.

Kelebihan Ina Geospasial yang membuatnya berbeda dengan Google Maps tak lain adalah sistem pembuatnya. Bila Peta Google dibuat dari foto satelit Jpeg, maka  Ina Geoportal merupakan peta interaktif. Kehadiran  Ina Geoportal  membuat semua informasi dan data mengenai geospasial bisa dicari di situs ini dengan lebih mudah. Termasuk informasi geospasial yang terintegrasi dengan beberapa  kementerian, kelembagaan, hingga pemerintah daerah di Indonesia.

Asep menambahkan, Ina Geoportal  yang dapat diakses  di SINI saat ini tengah dalam tahap pengembangan beta. “Pada 2013 nanti rencananya akan diluncurkan secara resmi situs versi rampungnya yang lengkap dengan data pendukung seperti peta pemanfaatan tenaga nuklir, gempa bumi, penutupan lahan, sampai potensi pemulihan bencana,” ujar kelahiran  Sumedang, 7 September 1954 yang sebelumnya menjabat Deputi Kerawanan Sosial Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat ini.

Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 4/2011 tentang Informasi Geospasial,  BIG merupakan  satu-satunya lembaga yang membuat peta dasar berdasarkan sistem jaring kontrol geodesi, menggunakan layer kontur atau tiga dimensi. UU tersebut uga melindungi dari kemungkinan penyalahgunaan data geospasial yang merugikan bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, meski pun data spasial nusantara bersifat terbuka, sejumlah data tertentu tetap dibatasi untuk publikasi internal dengan kode pengaman,” sambung Sarjana Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia ini.

Dalam pendidikan formal, Asep melanjutkan program S2 di Pasca Sarjana IPB, Bidang Agroklimatologi pada tahun 1987. Tidak hanya mengenyam pendidikan di dalam negeri, ia adalah mahasiswa Post Graduate on Application of Remote Sensing and Geographic Information System for Water Resources Management, ITC, The Netherlands Belanda tahun 1990. Pendidikan terakhirnya adalah S3 (PhD) di bidang GIS dan Remote Sensing di Universitas Adelaide South Austrlia, yang selesai tahun 2003.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Asep Karsidi yang memiliki moto hidup “Mencoba menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya, terus miliki semangat untuk maju dan berguna bagi masyarakat”, awal November lalu.

Bisa dijelaskan lebih detil mengenai Ina Geoportal?
Ina Geospasial dirancang sesuai dengan amanat UU No 4/2011 Tentang Informasi Geospasial. Disitu dijelaskan bahwa perlu tersedia informasi mengenai geospasial yang mudah diakses dan dipertanggung jawabkan.

Ina Geoportal memberikan fasilitas bagi seluruh instansi pemerintah untuk lebih efektif berbagi pakai data geospasial.  Selain itu, kehadiran Ina Geoportal ini juga untuk menghindari tumpang tindih peta dasar yang menjadi rujukan pembuatan peta tematik atau peta yang lebih spesifik. Nantinya jika ada peta tematik yang ditumpangkan ke peta dasar bisa ketahuan apabila ada duplikasi atau pun kesalahan. Misalnya ada instansi yang dalam peta tematik menganggap kawasan tertentu bukan hutan, namun peta dasar menyatakan itu hutan maka itu merupakan suatu kesalahan.

Apa yang diharapkan dengan kehadiran Ina Geoportal?
Kami mengharapkan Ina Geoportal hendaknya dijadikan rujukan resmi pembuatan kebijakan dan pencarian data atau lokasi yang menyangkut keruangan. Ina Geoportal bisa diakses melalui http://tanahair.indonesia.go.id.  Meski   masih dalam tahap penyempurnaan, Ina Geoportal sudah bisa diakses publik.

Saat ini BIG transformasi dari Badan Koordinasi Pemetaan dan Survei Nasional (Bakosurtanal)  sedang melengkapi infrastruktur geoportal dengan skala 1:250.000, 1:50.000 dan 1:25.000. Bahkan  BIG akan terus memaksimalkan kelengkapan sesuai dengan tuntutan yakni skala 1:1.000.

Jika skala 1:250.000 masih memetakan sampai level provinsi, sementara skala 1:50.000 memetakan hingga level kecamatan, maka BIG telah membuat pemetaan geospasial digital sampai skala 1:25.000 yang dapat memetakan desa-desa untuk Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Data geospasial BIG dalam bentuk digital tanpa batas (seamless) merupakan perkembangan luar biasa dan terakurat.

Bagaimana dengan  jasa peta  globe  virtual yang sudah ada seperti Google Map, apakah data Ina Geoportal lebih valid?
Saya meyakini, kalau Ina Geoportal  lebih valid dibanding Google Map atau Google Earth. Apalagi, pemakaian Google Earth atau Google Map diragukan kebenarannya karena tidak mempertimbangkan jaring geodasi yang hanya dimiliki Indonesia. Peta yang kami buat berbasis citra, sehingga kami bisa mengalahi Google. Kami dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional sedang bekerja keras. Nantinya bisa saja peta yang diakses lebih rinci hingga kita bisa mengetahui rumah, halaman atau dapur.

Kendati demikian, Ina Geoportal tidak akan berperang melawan Google, karena pemerintah dan masyarakat harus tersuplai informasi spasial atau keruangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai data Google Earth yang dipakai untuk membuat kebijakan di Indonesia. Bahkan perwakilan Google sempat mendatangi BIG untuk menanyakan UU Informasi Geospasial,  kami  pun tegas mengatakan Indonesia sudah memiliki UU dan otorisasi pengaturan geospasial data.

Bagaimana dengan pengembangan konten-konten  termasuk juga soal  keamanan dalam  Ina Geoportal?
Untuk membangun portal yang handal, termasuk pengamanannya, BIG  menggandeng mitra yang berpengalaman di bidang Sistem Informasi Geografis (GIS).  Pemilihan ESRI  karena perusahaan perangkat lunak GIS ini tergolong kelas dunia. Perusahaan yang mulai beroperasi tahun 1969 di California, Amerika Serikat  ini antara lain membuat ArcGIS Desktop. Sistem GIS ini digunakan oleh 80 persen pengguna GIS di dunia. Selain itu, ESRI telah membangun GIS berbasis web sehingga hanya perlu penyesuaian untuk diaplikasikan pada Ina Geoportal.

Aplikasi GIS ini berfungsi sebagai mesin  bagi Ina Geoportal. Sedangkan mengenai konten dan bagian lain portal ini dikembangkan oleh BIG dan instansi terkait lainnya, seperti Kementerian PU, Kementerian Kehutanan, serta BPN.  Apabila  kami  mengembangkan sendiri dengan kapasitas di dalam negeri, akan memakan waktu lama bahkan mungkin tidak akan terwujud.  Meskipun Ina Geoportal bisa diakses publik, tetap ada data-data rahasia dari berbagai simpul yang memang tidak bisa diketahui umum karena menyangkut pertahanan dan kedaulatan negara.

Jadi,  data-data yang menyangkut kerahasiaan negara  tetap terjaga meski Ina Geoportal bisa diakses publik?
Kerahasiaan data tetap aman, karena ada klasifikasi dan kata kunci (password) tersendiri untuk data yang bersifat rahasia. Meskipun begitu, akhir tahun ini  kami  akan menjalin kerjasama dengan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA), untuk proteksi data yang bersifat strategis. Badan milik pemerintah federal Amerika Serikat ini misi utamanya mengumpulkan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi geospasial intelijen (GEOINT) dalam mendukung keamanan nasional negara ini. NGA sebelumnya dikenal sebagai National Imagery and Mapping Agency (NIMA) yang menjadi bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Selain itu NGA adalah komponen kunci dari Komunitas Intelijen Amerika Serikat.

Dengan adanya UU No. 4/ 2011 Indonesia sesungguhnya telah terlindungi dari kemungkinan penyalahgunaan data geospasial yang merugikan bangsa. Ina Geoportal memang berbasis sistem tertutup, namun tetap memungkinkan terhubung ke sistem operasi terbuka melalui intersepsi. Hal ini memungkinkan pengembangan aplikasi lebih lanjut oleh komunitas di Indonesia.

Apakah kekhawatiran pihak-pihak tertentu terkait  keterbukaan informasi menjadi halangan tersendiri bagi perkembangan Ina Geoportal?
Memang diakui, adanya Ina Geoportal  dalam perkembangannya rupanya menjadi kekuatiran pihak tertentu karena keterbukaan informasi yang termuat pada Ina Geoportal itu. Padahal  Ina Geoportal hanya menyediakan peta dasar sesuai amanat UU Informasi Geospasial.  Sementara untuk peta tematik merupakan tanggungjawab pihak terkait. Misalnya informasi tentang kehutanan maka yang memiliki datanya adalah Kementerian Kehutanan. Demikian juga informasi spasial mengenai ketahanan nasional, aspek spasial mengenai lokasi pelatihan, lokasi-lokasi strategis lainnya seperti lokasi gudang dan gedung rahasia.  Informasi seperti itu tentu tidak boleh dibuka untuk publik.

Karena itu BIG tugasnya mengawal peta dasar, sementara untuk pertahanan nasional misalnya, dalam hal ini merupakan kewenangan Badan Intelejen Nasional (BIN), harus memiliki peta tematik tentang pertahanan.  Pembuatan peta tematik juga harus mengikuti aturan yang berlaku sesuai dengan apa yang sudah dikeluarkan BIG sebagai badan yang satu-satunya direkomendasi untuk membuat peta dasar.

Untuk mendukung pertahanan negara dan keamanan nasional, Indonesia sudah saatnya mengembangkan teknologi intelejen geospasial, bisa dijelaskan lebih lanjut?
Intelijen Geospasial memiliki kelebihan yang tidak dapat diperoleh dari sistem lain, diantaranya menggunakan berbagai sensor (multigensor); mengakomodasikan kerjasama antar komponen intelijen, memiliki perangkat visual yang dapat divisualisasikan secara jelas menggunakan berbagai sudut pandang dan manipulasi warna untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, teliti dan detail serta dapat disusun dalam tingkat resolusi yang tinggi tergantung dari wahana dan sensor yang digunakan, kemudian juga dapat mengakses secara global artinya berbagai data kondisi atau fenomena di setiap sudut di atas permukaan bumi dapat ditangkap oleh sensor.

Apa upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Intelijen Geospasial secara utuh?
Saat ini, pengembangan sistem dan alat peralatan  masih belum lancar karena bidang intelejen geospasial memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh instansi sipil biasa. Sehingga masih harus terus dilakukan kerjasama antara komunitas intelejen Indonesia dengan instansi terkait di Indonesia dengan dengan luar negeri. Disamping itu, perlu adanya wadah  intelejen geospasial di masing-masing intansi  terkait termasuk pembentukan desk  intelejen geospasial antar intansi militer dan sipil sehingga dapat terjalin kerjasama penelitian, tukar menukar data dan pelatihan kemampuan dasar  pengolaan informasi geopasial.

Dukungan Intelijen Geospasial ini berupa informasi geospasial yang telah dilengkapi data tambahan hasil analisa dan data lainnya yang dapat diaplikasikan dalam Operasi Militer Perang, Operasi Militer Selain Perang, serta kegiatan lain dalam penyelenggaraan pertahanan negara dan keamanan nasional. Apalagi, Intelijen Geospasial ini mengeksploitasi citra (foto udara atau citra satelit) sebagai data utama intelijen. Menggunakan sistem pencitraan dari pesawat udara dan sistem satelit penginderaan jauh. Teknologi ini sudah digunakan dalam berbagai operasi militer. Dengan begitu, intelijen geospasial dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam suatu proses pengambilan keputusan.

Apakah Ina Geoportal  juga  membantu  pencapaiaan  good governance di Indonesia?
Sudah sangat jelas jika Ina Geoportal membantu dalam mencapai good governance di Indonesia, mendukung administrasi yang lebih efisien, terutama dalam menghindari duplikasi data.  Sebab, Ina Geoportal  akan menyediakan akses data geospasial ke seluruh negara untuk masyarakat internasional. Namun keberhasilannya tergantung pada institusi yang bergabung. Bahkan,  Ina Geoportal  bertujuan  memberikan fasilitas bagi seluruh instansi pemerintah untuk lebih efektif berbagi pakai data geospasial.

Pada awalnya, isu-isu geospasial lebih berfokus pada bagaimana menyajikan data atau informasi ke dalam peta. Namun kemudian isu berkembang kearah bagaimana peta yang disajikan oleh suatu institusi dapat diintegrasikan dengan peta dari institusi lain. Hal itu masih merupakan tantangan sampai saat ini. Tantangan-tantangan tersebut membuat data resmi yang dapat dengan mudah diakses dan dipakai menjadi sangat penting.

Langkah logis kedepan adalah mengimplementasikan sebuah lingkungan dimana teknologi, standar, data geospasial yang di-share dapat berinteraksi untuk dengan lebih baik mencapai tujuannya pada level-level pemerintahan yang berbeda-beda.

Sudah berapa persen pemerintahan yang menggunakan elemen spasial?
Saat ini, sudah hampir 90% aktivitas di pemerintahan menggunakan elemen spasial, data dan informasi geospasial merupakan alat koordinasi yang canggih untuk tujuan analis spasial dan pengambilan keputusan yang tajam dan konfrehensif. Sampai saat ini BIG sudah dan sedang membangun Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN).

BIG berperan sebagai penghubung simpul jaringan nasional. Sampai saat ini sudah ada beberapa Instansi pemerintah yang tergabung dalam Ina-SDI (Indonesia Geospasial Data Infrastruktur) diantaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kereatif, LAPAN, Pertanian, PU, BPS, ESDM, Kehutanan, KKP, KLH, BPN dan ditambah dengan Bapeten, Kementerian Pembangungan Daerah Tertinggal serta KPU.

Saat ini, penyediaan dan pemanfaatan Informasi Geospasial  (IG) perlu didukung oleh sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, kesiapannya seperti apa?
Di era TI  ini, survei dan pemetaan tidak harus lagi dilakukan dengan cara pengukuran lahan meter per meter di lapangan. Profesional di bidang IG  tidak harus selalu dari jurusan geodesi dan geografi. Karenanya, jumlah SDM di bidang ini harus segera diperbanyak. Jika tidak,  nanti pekerjaan-pekerjaan di bidang IG  akan diisi oleh orang-orang asing. saat ini kebutuhan SDM di bidang Informasi Geospasial  juga mencakup ahli di bidang planologi, tata ruang, geologi, bahkan di bidang TI. Ketersediaan SDM IG sangat terkait dengan adanya jenis bidang pendidikan yang dibutuhkan untuk mendukung tersedianya IG yang akurat, handal dan mudah diakses.

BIG telah membentuk Tim Adhoc yang bertugas untuk mengkaji sistem sertifikasi kompetensi pelaksanaan IG dengan memperhatikan lembaga pemberi sertifikasi kompetensi surveyor yang sudah ada yaitu Badan Sertifikasi  Asosiasi-Ikatan Surveyor Indonesia (BSA-ISI), Lembaga Sertifikasi Profesi-Geomatika (LSP Geomatika) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). • DJUANDA

Internet, Pro Sipil

0

 SEJAK tahun 2004, tata kelola internet menjadi topik diskusi yang paling diperdebatkan pada konferensi tinggat tinggi (KTT) Dunia tentang Masyarakat Informasi  atau World Summit on the Information Society (WSIS). Waktu itu, konsep tata kelola internet masih tidak jelas dan membingungkan, dan yang menjadi perdebatan ialah peranan dan tanggungjawab berbagai pihak.

Menanggapi permintaan WSIS tersebut, Sekretaris Jenderal PBB membentuk kelompok kerja yang ditugaskan untuk menyelami berbagai isu terkait dengan tata kelola internet dan untuk mengembangkan pemahaman bersama tentang berbagai peran stakeholder (pemangku kepentingan).

Tahap pertama pertemuan WSIS yang diinisiasi PBB kemudian menghasilkan dua dokumen, yaitu deklarasi prinsip-prinsip (yang memberikan pernyataan kemauan politik untuk membangun masyarakat informasi untuk semua) dan rencana aksi (yang merekomendasikan tindakan spesifik yang harus diambil). Dalam rencana aksi WSIS disebutkan, “Setiap orang semestinya mendapatkan kesempatan untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memahami, berpartisipasi, dan merasakan manfaat dari Masyarakat Informasi (Information Society) dan Ekonomi Pengetahuan (Knowledge Economy). Rencana Aksi juga menyerukan kerjasama regional dan internasional untuk peningkatan kapasitas dengan menekankan kepada penyediaan besar-besaran akan ahli dan profesional teknologi informasi (TI).

Kelompok kerja PBB untuk WSIS mendefinisikan tata kelola Internet sebagai “pengembangan dan penerapan oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, dalam peran masing-masing, prinsip-prinsip bersama, norma, aturan, prosedur pengambilan keputusan, dan program yang membentuk evolusi dan penggunaan Internet”. Dalam definisi tersebut jelas termaktub tata kelola Internet melibatkan tiga aktor, yaitu pemerintah, sektor swasta (dunia usaha atau korporasi) dan masyarakat sipil. Masyarakat sipil berperan dalam proses pembuatan kebijakan, keterlibatan masyarakat sipil sangat penting agar kebijakan yang dibuat pemerintah lebih partisipatif dan sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Untuk pertama kalinya Indonesia mengadakan Internet Governance Forum (IGF) di Hotel Borobudur Jakarta, 1 November lalu. Dalam forum yang menghasilkan Deklarasi Tata Kelola Internet ini, hadir wakil dari tiga kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil. Selama satu hari penuh, terlihat bagaimana tiga pihak tersebut melakukan tarik menarik kepentingan dalam tata kelola internet.

Pada sesi pertama, misalnya, wakil-wakil pemerintah menunjukkan ketakutannya pada internet. Maka,  bukannya menunjukkan bagaimana upaya pengembangan internet ke depan, sebagian besar pembicara lebih sibuk menunjukkan berbagai ancaman dan masalah akibat internet. Ancaman internet itu, menurut pemerintah, antara lain serangan logis, serangan sosial budaya, serta serangan fisik. Maka, negara pun berusaha mengendalikan internet agar tak mengancam kepentingan mereka.

Sementara masyarakat sipil lebih siap mengantisipasi sikap pemerintah ini. Selain rajin berkonsolidasi, mereka juga menyusun deklarasi agar nantinya internet ini tak cuma mewakili kepentingan pemerintah dan pengusaha tapi juga masyarakat sipil. Dengan demikian suara masyarakat sipil bisa lebih didengar. Hingga tercetuslah Deklarasi Tata Kelola Internet yang dibaca pada IGF tersebut. Semoga Deklarasi ini makin menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat sipil untuk turut berperan dalam menentukan kebijakan yang pro masyarakat dan bertanggung jawab. Semoga. •

Salam,
Redaksi

Putusan Pailit Telkomsel Batal?

0

Demi menyelematkan aset negara, langkah hukum yang ditempuh Telkomsel agar bisa terbebas dari putusan pailit terus mendapat dukungan, khususnya dari DPR RI.

MESKI diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Direktur Utama PT Telkomsel, Alex J Sinaga, menyatakan bahwa operasional dan layanan perusahaan yang dipimpinnya tetap berjalan baik. Bahkan Alex optimis Telkomsel akan memenangi perkara kasus kepailitan yang diajukan PT Prima Jaya Informatika (PJI), di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Direksi sudah membentuk pusat krisis dan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan. Tujuannya untuk memenangkan kasasi dan memastikan selama proses kepailitan seluruh operasional Telkomsel tidak terganggu baik dari pasar maupun iklim investasi,” kata Alex kepada wartawan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), awal Oktober lalu.

Selain itu, imbuh Alex, seluruh jajaran direksi dan karyawan Telkomsel sudah bertekad agar masalah hukum tersebut tidak mengganggu pelayanan terhadap 120 juta pelanggan. Tekad tersebut semakin kokoh setelah adanya dukungan politik dan moral dari anggota Komisi XI. “Ini akan menguatkan kami dalam perjuangan di tingkat kasasi,” tegasnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat, anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) menunda tender 3G sebagaimana yang saat ini juga diperjuangkan Direksi Telkomsel. Selain itu, Maruarar juga meminta Komisi III DPR segera meminta Komisi Yudisial memeriksa hakim Pengadilan Niaga Jakpus yang memutus Telkomsel pailit.

“Komisi XI juga meminta Kemkominfo menunda tender karena ada indikasi kepailitan itu sengaja untuk mengganggu keterlibatan Telkomsel. Sebab selama dalam proses kepailitan Telkomsel tidak bisa mengikuti tender. Harus ada keberpihakan kepada perusahaan milik negara. Jangan terlalu liberal,” tegas Maru. Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta Badan Legislatif (Baleg) DPR merevisi Undang-Undang Kepailitan.

Sementara anggota Komisi VI, Ferrari Roemawi menilai, jika kejadian pailit yang dialami Telkomsel sampai dibiarkan dan tidak dijaga dengan benar, bukan tidak mungkin kasus serupa akan menimpa perusahaan lain yang asetnya juga dimiliki negara.

“Kalau dibiarkan, kasus semacam ini bisa terjadi lagi. Kita harus menjaga jangan sampai kasus pailit Telkomsel ini  bikin saham induk usahanya terjun bebas,” kata Ferrari dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR, Jakarta (24/10).

Anggota Komisi VI lainnya, Nasril Bahar, juga sependapat bahwa PJI bukan kreditur yang berhak memposisikan pemesanan itu sebagai piutang yang harus dibayar Telkomsel. “Dia cuma mitra ritel. Tapi ini kontrak besar yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama. PJI akan mendapat opportunity besar, pantas kecewa. Tapi di mana profesionalnya, pencapaian targetnya cuma 6,3%. Itu tuntutan profesional yang ternyata PJI tidak mampu dan tidak mumpuni,” kilah Nasril.

Dengan begitu banyaknya bukti yang mendukung Telkomsel, Nasril pun ingin agar kasus ini cepat selesai agar posisi Telkom selaku induk usaha dan perusahaan BUMN tidak anjlok sahamnya. “Apakah kita akan membiarkan saham-saham ini terdilusi dan dibiarkan diborong dengan murah oleh ‘komodo-komodo’? DPR menunggu keputusan MA. Saya rasa banyak yang mendukung keputusan pembatalan pailit ini demi Merah Putih,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (14/9),  Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang dipimpin Hakim Ketua, Agus Iskandar, memutuskan bahwa Telkomsel pailit atas permohonan oleh PT Prima Jaya Informatika (PJI), distributor voucher isi ulang Kartu Prima. Telkomsel dan PJI memulai kerja sama  pada 1 Juni 2011 sampai batas waktu Juni 2013 dengan komitmen awal Telkomsel menyediakan voucher isi ulang bertema khusus olahraga. Kemitraan ini menimbulkan kasus, sejak Juni 2012 Telkomsel setelah memutuskan kontrak karena menilai PJI tidak memenuhi aturan yang dipersyaratkan. PJI pun mengajukan permohonan pailit, karena menganggap sisa kontrak yang diputus tersebut senilai Rp 5,3 miliar sebagai utang Telkomsel.

Namun Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, menegaskan bahwa penghentian pengiriman produk kartu perdana dan voucher untuk Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) tersebut karena PJI belum melunasi pembayaran sebesar Rp. 4,8 miliar kepada Telkomsel. Fakta-fakta maupun novum baru tersebut diyakini dapat menolong Telkomsel.

“Pertama, Telkomsel tidak mempunyai utang kepada penggugat pailit. Kedua, syarat gugatan pailit minimal dua kreditur tidak terpenuhi,” tandas Arief. Dengan begitu, Arief mengaku optimistis Telkomsel akan terlepas dari kasus pailit ini dalam kasasi yang diajukan ke Mahkamah Agung.

Kuasa Hukum Telkomsel, Muhtar Ali, berterima kasih dengan dukungan dari para anggota legislatif. Namun soal melaporkan Majelis Hakim Pengadilan Niaga ke Komisi Yudisial, itu belum akan dilakukan Telkomsel.

“Kami menghormati putusan pengadilan. Kami akan lebih dulu menempuh kasasi di Mahkamah Agung. Jika kami kalah, kami akan meminta Peninjauan Kembali,” jelas Muhtar. Telkomsel sendiri telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada 21 September lalu. Diharapkan pada awal Desember nanti, putusan itu sudah bisa keluar. •IWA

TELAH TERBIT BISKOM EDISI NOVEMBER 2012

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Asep Karsidi (Terima kasih kepada  BIG yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2012 diantaranya:

•  COVER STORY: Asep Kardisi, Kepala Badan Informasi Geospasial, BIG Kembangkan Peta Digital Terakurat

• HEADLINE:  Indonesia Tata Infrastruktur Internet

• FIGURE:
–    Jun Murakami, Chief Representative Officer Indonesia: 2013, Pioneer Diproduksi di Indonesia
–    Martha Simanjuntak, Ketua Umum Women IT Awareness (IWITA): Pemahaman TIK Diperlukan Perempuan
–    Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate & Director Asia, Norton By Symantec: Security Multi Device Hadang Cybercrime

• FOCUS:
–    Menanti Satelit Buatan Indonesia
–    Saatnya Beralih ke Windows 8
–    Cybercity, Kapankah?
–    Putusan Pailit Telkomsel Batal?
–    Jakarta, Kota Pintar

• REVIEW & CELLULAR:
–    Dell Latitude 6430U
–    Panasonic Toughpad A1
–    Asus ET2701
–    Google Nexus 4 & 10
–    Toshiba Satellite U840W
–    Huawei Asscend P1
–    D-Link DIR-865L
–    Sony VAIO Duo 11
–    Sony XPeria Acro S

• SNAP:
–    BPPT  Dukung  Pemilu E-Voting
–    Printer Epson L350 Raih Rekor MURI
–    Metrodata Siap Menuju Smart Mobility
–    Cyber Park Indonesia, Kawasan Berteknologi Fiber
–    Lintasarta Rilis Global Village
–    Ninetology Siap Bersaing di Pasar Ponsel Indonesia
–    Sony VAIO Kenalkan Produk Layar Sentuh
–    DEC, Kompetisi Game Berskala Nasional
–    Trend Micro: Email Rentan Serangan
–    TAITRA Ajak Indonesia Ikuti Pameran TIK di Taiwan

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

Angry Bird Tambah Kecerdasan!

0

JIKA Anda berpikir bermain game di ponsel saat berada di tempat kerja adalah buang-buang waktu, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa bermain game populer Angry Birds bisa membuat seseorang lebih cerdas dan bekerja lebih baik.

Penelitian telah menunjukkan bahwa bermain game tersebut bisa membuat Anda lebih “tangguh”. Selain itu, membantu Anda fokus di tempat kerja.

Sebuah artikel di Harvard Business Review (HBR) yang  mengutip sejumlah penelitian, menunjukkan bahwa terlibat dalam beberapa kegiatan yang kita anggap non-produktif seperti bermain game ringan, bisa memberi manfaat. Game juga menjadi cara cerdas untuk menghabiskan waktu.

Orang-orang di seluruh dunia dilaporkan menghabiskan 300 juta menit per hari untuk bermain Angry Birds, salah satu permainan yang paling populer yang tersedia pada layar sentuh smartphone. Bahkan, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengaku sebagai pecandu Angry Birds.

Jane McGonigal, seorang desainer game dan penulis Reality is Broken mengatakan, orang yang secara rutin memainkan game itu dapat menjadi pemecah masalah yang lebih baik, lebih kolaboratif, dan kecil kemungkinan untuk gampang menyerah. “Dengan kata lain, game dapat membuat orang lebih ulet,” simpul Jane. Ia menyatakan, setidaknya  4 menit setiap jam bermain game dapat membuahkan hasil positif. •

Pengguna Blackberry Beralih Ke Android?

0

DIKABARKAN, sebagian pengguna BlackBerry di Indonesia mulai beralih ke Android. Hal ini berdasar pada riset dari firma analis IDC, yaitu pengiriman smartphone bersistem operasi  Android hingga tahun 2012 sudah mencapai 52%. Dengan melihat dari angka pengiriman sebesar 13% per tahunnya, atau sekitar 7 juta unit di tahun 2012, IDC memastikan smartphone masih akan terus mendominasi pasar Indonesia.

Banyak yang memprediksi ketidakjelasan mengenai rilisnya perangkat BB 10 dituding sebagai penyebab utama menurunnya popularitas BlackBerry di Indonesia. Tertundanya rilis BlackBerry 10 hingga tahun 2013 membuat para penggemarnya tertarik untuk mencicipi sistem operasi lain.

Menurut beberapa survei lainnya, banyak pengguna BlackBerry yang mulai merasa bosan dengan fitur lamanya, kebanyakan dari mereka sangat menantikan fitur-fitur baru yang lebih fresh dan canggih, dan bukan hanya sekedar BlackBerry Messanger (BBM) saja.

Menilik dari banyaknya fitur yang ditawarkan oleh Android, terlihat jelas perbedaan itu begitu nyata. Kemudahan dalam mengkostumisasi gadget kesayangan kita, banyaknya pilihan-pilihan aplikasi serta kemudahan dalam segala hal, nantinya bakal mengetuk setiap penggunanya untuk segera memilih. •