Home Blog Page 963

Smartfren Hadirkan 3 Produk Baru di Indocomtech

0

BERSAMAAN dengan pembukaan Indocomtech 2012 hari ini, Smartfren memperkuat jajaran lini peranti komunikasinya dengan dengan meluncurkan tiga produk sekaligus, yaitu New Smartfren Andromax Tab 7.0, Smartfren Andromax-i dan smartfren USB Modem WiFi.

Ingin mengulang kesuksesan seri sebelumnya, New Smartfren Adromax Tab 7.0 ini mengalami peningkatan fitur yang dapat memberikan pengalaman baru dengan internal memori yang lebih besar mencapai 8GB serta kamera belakang 3 megapiksel dan 2 megapiksel kamera depan yang bisa untuk video chat. Berprosesor terbaru ARM Cortex A9 berkuatan 1GHz, dalam menghasilkan gambar yang lebih baik kini didukung GPU Mali 400 yang memungkinkan memainkan game 3D tanpa lag.

Sedangkan Andromax-i yang juga beroperating system 4.0 Ice Cream Sandwich hadir dengan Dual On (CDMA+GSM), Dual Core Processor 1GHZ dan Dual Camera (5 megapiksel auto focus+1.3 megapiksel). Dilengkapi memori internal 4Gb, ponsel berukuran 4 inci TFT LCD berteknologi IPS Panel ini telah memberikan luas pandang yang lebih lebar sehingga memberikan pengalaman yang lebih maksimal dan responsive dengan capacitive multi touch screen atau 5 titik sentuh.

“Lini produk Smartfren Andromax adalah gadget yang dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terbaik dengan kemampuan prima, serta layanan internet yang cepat dan hemat. Hal ini membuat produk yang ditawarkan selangkah lebih maju dalam hal kecepatan dan fungsionalitas,” ujar Joko Tata Ibrahim, Deputi CEO Comercial Smartfren di Jakarta (31/10).

Tidak kalah menarik, dalam peluncuran ini ada inovasi terbaru dari Smartfren berupa USB Modem WiFi. Bentuknya yang mungil layaknya modem USB kebanyakan, ternyata bisa difungsikan sebagai WiFi berkecepatan data unduh hingga 14,7 Mbps serta mengunggah hingga 5,4 Mbps yang dapat tersambung dengan 5 pengguna.

Untuk bisa mencoba secara langsung produk baru ini, konsumen bisa datang di pameran Indomtech yang berlangsung 31 Oktober – 4 November di Hall B booth I, JCC Senayan, Jakarta. Produk yang sudah dilengkapi dengan paket data disetiap unitnya, New Smartfren Andromax Tab 7.0 ditawarkan dengan harga Rp.1.650.000, Smartfren Andromax-i harganya Rp. 1.199.000 dan USB Modem WiFi dihargai Rp.599.000. Pada pameran juga ada banyak produk lainnya yang dihadirkan dengan beragam promo dan bonus. •

TOSHIBA SATELLITE U840W, Ultrabook Layar Lebar

0

TOSHIBA menyuguhkan sesuatu yang baru bagi konsumen Indonesia. Melalui ultrabook Toshiba Satellite U840W yang memiliki layar yang lebih lebar berteknologi cinematic display dengan rasio 21:9, Toshiba mengklaim membuat kegiatan menonton film menjadi lebih nyaman. Bukan itu saja, layar Ultra-wide HD Clear SuperView-nya berukuran 14,4 inci diagonal, dengan resolusi 1792 x 768 piksel.

Layarnya yang berkualitas diklaim Toshiba dapat membuat kegiatan menonton film menjadi lebih nyaman. “U840W menggunakan layar dengan rasio 21:9, sehingga Anda bisa menonton film sebagaimana sebuah film diharapkan oleh sutradaranya,” ujar Assistant Manager Product Marketing Group Toshiba Singapore, Khairul Ibrahim, di Jakarta (15/10).

Toshiba menyematkan U840W dengan prosesor Intel Core i5 2.0GHz, RAM 6GB, hard disk 500Gb dan SSD 32Gb, dan kartu grafis AMD Radeon HD7550M atau Intel HD Graphics 4000. Sementara sistem operasinya menggunakan Windows 8.

Menurut Khairul, ultrabook ini juga telah dioptimalkan untuk Windows 8 dan dibekali konektivitas yang lengkap. “Kami tidak kompromi dengan konektivitas maupun performa,” paparnya.

Ultrabook berbahan magnesium ini memiliki tiga buah port USB 3.0 dengan satu slot yang mampu digunakan mengisi daya meski dalam keadaan sleep, HDMI, card reader dan Ethernet.

Ultrabook U840W berdimensi 368,5 x 200mm. Sedangkan ketebalannya 20,8mm dan bobot 1,58kg. Konektivitas pada ultrabook ini mencakup 3 port USB 3.0, HDMI, slot card reader, port ethernet RJ45, Wi-Fi dan Bluetooth.

Selain kemampuan tersebut, Toshiba juga membekali U840W ini dengan piranti lunak Split-screen Utility yang bisa membagi layar menjadi beberapa bagian. Misalnya, membuat setengah dari sisi kanan layar menampilkan halaman Facebook, sementara setengah di sisi kiri digunakan menampilkan film dan berita saham.

Toshiba U840 telah tersedia di pasaran mulai Oktober. Harganya dibanderol US$ 1249 atau sekitar Rp. 11,8 juta. •

TERRANCE M. TANGIT: Penting, Efisiensi Kapasitas Data

0

“Perkembangan teknologi disk drive yang dalam beberapa tahun terakhir  begitu cepat telah mengikis harga media disk sekitar 10%-15%. Harga disk yang begitu murah membuat perusahan merasa lebih mudah untuk membeli disk baru daripada merawat disk yang lama.”  

BERKURANGNYA produksi dan pasokan disk akibat banjir yang melanda Thailand tahun lalu, menyebabkan harga harddisk naik di kisaran  5% hingga 15%. Bahkan,  Gartner memperkirakan harga disk akan terus naik tahun ini (bahkan hingga 20%), tak ketinggalan IDC pun mengantisipasi kelangkaan ini akan terus mempengaruhi industri hingga 2013. “Meskipun di banyak perusahaan,  biaya storage terus meroket, pada kenyataannya skala storage sebuah perusahaan seringkali berbeda dari konsumsi sebenarnya. Dalam sebagian besar kasus, perusahaan hanya menggunakan 30% dari kapasitas storage mereka sementara 70% sisanya tidak terpakai,” ungkap Terrance Maximus Tangit, Managing Director, ASEAN Emerging Markets and Indonesia, Hitachi Data System (HDS).

Ketika ditanyakan apa implikasi terhadap  fenomena  tersebut, Terrance  mengatakan, hal ini berarti akan banyaknya  tersedia   ruang untuk berkembang dan untuk meningkatkan utilisasi sumber daya dari kapasitas storage yang ada. Namun yang penting adalah ini berarti perusahaan tidak perlu menderita akibat kenaikan harga. Daripada mengakuisisi media baru yang lebih mahal, perusahaan dapat fokus pada kapitalisasi aset storage yang sudah ada untuk meningkatkan utilisasinya. “Ujung-ujungnya adalah meningkatkan efisiensi kapasitas atau Capacity Efficiency (CE) dan menurunkan Total Cost of Ownership (TCO),” tambahnya.

Seperti diketahui, Terrance ditunjuk sebagai Managing Director, ASEAN Emerging Markets and Indonesia, Hitachi Data Systems pada 2010. Sebelumnya, Terrance bertanggungjawab pada pengembangan saluran penjualan dan pengembangan bisnis Hitachi Data Systems di Singapura dan pasar yang sedang berkembang (emerging market) sejak 2007. Sebelum bergabung dengan Hitachi Data Systems, Terrance adalah Partner and Alliances Manager EMC South Asia yang bertanggungjawab pada pengembangan saluran penjualan di pasar berkembang pada 2004 dan di Indonesia pada 2006. Terrance meraih gelar Bachelor of Science dari Management Information Systems (MIS) dan Finance, dari Indiana State University (ISU), Amerika Serikat, dari beasiswa Shell Scholarship Scheme pada 1991.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengannya dalam suatu kesempatan.

Apakah kenaikan harga disk akan berlangsung lama atau hanya sementara saja?
Saat ini, para produsen terus meningkatkan kapasitas dan berinvestasi pada teknologi disk generasi berikut. Satu hal yang pasti bahwa  beban biaya data center akan meningkat. Walaupun harga disk akhirnya turun, tetap saja para manajer Teknologi Informasi (TI) dihadapkan pada berbagai tantangan biaya akibat pertumbuhan data yang begitu cepat dan kebutuhan untuk terus memiliki peranti storage baru. Mereka juga akan terus berjuang menjaga pulau-pulau storage yang terus bertambah akibat lingkungan multivendor baik peranti keras maupun peranti lunak, mengendalikan kebutuhan untuk memperluas pemakaian ruangan, mengurangi biaya listrik dan pendingin

Apa saja yang mesti dilakukan perusahaan TI  untuk mencapai tingkat efisiensi kapasitas yang tinggi?
Perusahaan perlu memaksimalkan storage dalam dua aspek penting yaitu  efisiensi alokasi dan efisiensi utilisasi. Efisiensi alokasi melibatkan upaya menghilangkan limbah hasil dari alokasi yang berlebihan. Efisiensi utilisasi, sebaliknya, adalah bagaimana menggunakan kapasitas tersebut secara efisien agar dapat mengurangi biaya sekaligus menaikkan performa ataupun ketersediaannya.

Bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai efisiensi utilisasi?
Efisiensi utilisasi berkaitan dengan penempatan data pada lapisan (tier) storage yang sesuai peruntukannya, berdasarkan pada frekuensi akses, nilai bisnis dan biaya storage. Hal ini dapat dicapai melalui automated tiering berdasarkan kebijakan yang dipicu oleh waktu atau peristiwa tertentu.

Ada dua jenis otomasi data, yaitu volume level dan page level, namun efisiensi utilisasi hanya dapat dicapai dengan menempatkan data pada page level. Penempatan itu dilakukan karena tiering dari volume level harus memindahkan volume tersebut secara utuh di seluruh tier. Cara ini membutuhkan jauh lebih banyak ruang daripada tier di page level dimana hanya page aktif-lah (hot page) bergerak di sekitar tier, sehingga hanya menempati 5%-10% dari total volume.

Apakah alokasi sumber daya disk secara berlebihan  merupakan  hal yang biasa dilakukan oleh TI?
Benar, mereka biasanya mengalokasikan kapasitas melebihi permintaan pengguna dan menyimpan 10 sampai 15 salinan dari semua data yang sama untuk memastikan tingkat server dan menghindari kemungkinan kehabisan kapasitas. Namun masalah alokasi berlebih ini dapat diatasi melalui thin provisioning, yaitu Anda menyediakan ruang virtual untuk alokasi yang diminta dan hanya memberikan kapasitas yang benar-benar digunakan.

Cara ini membantu mendukung API untuk file system, seperti file system VMFS dan Symantec yang dapat memberikan notifikasi kepada sistem storage saat file dihapus sehingga alokasi untuk data-data itu dapat diklaim kembali oleh sistem storage tersebut. Dengan menghapus alokasi ruang yang tidak digunakan, kapasitas dan waktu yang diperlukan untuk membuat salinan data otomatis berkurang. Pengurangan jumlah salinan dapat dilakukan dengan metode copy-on-write sehingga hanya perubahan baru yang direplikasi.

Jadi, virtualisasi storage bagi perusahaan begitu pentingnya, lantas apa manfaat yang bisa diperoleh dalam kerangka efisiensi kapasitas?
Melalui virtualisasi storage, perusahaan bisa mengkonsolidasikan seluruh jenis data –file, konten dan storage blok, baik data terstruktur maupun tidak terstruktur –dari storage internal, eksternal dan multivendor ke dalam platform storage tunggal. Karena seluruh aset storage bergabung menjadi satu wadah (pool) yang berisi sumber daya, fungsi automated tiering, dan thin provisioning terus diperluas hingga ke seluruh infrastruktur storage. Cara ini akan memudahkan pengambilan kembali kapasitas dan memaksimalkan pemakaiannya, dan bahkan mengatur ulang kegunaan dari aset-aset yang ada sehingga masa pakainya lebih panjang, sehingga dapat meningkatkan respons sistem TI perusahaan dan efisiensi kapasitas untuk menghadapi pertumbuhan data tak terstruktur.

Apa yang harus dilakukan agar performa storage lebih optimal?
Kuncinya adalah harus ada pemisahan  antara kapasitas disk dengan storage controller independen. Pemisahan ini diperlukan karena dynamic page-level tiering harus menangani lebih banyak metadata dan lebih banyak daya pemrosesan di dalam sistem storage. Melalui pemisahan pool prosesor untuk mendukung penambahan fungsi, mobilitas dapat dimaksimalkan tanpa mempengaruhi performa input/output dan throughput. Keuntungan lain dari pemisahan kapasitas disk yang terpisah alat pengendali sistem storage adalah kebebasan dalam mengelola media storage. Tidak perlu lagi penyegaran kapasitas disk dengan laju yang yang sama dengan controller sistem storage, yang umumnya diperbarui dalam siklus tiga tahunan. Ini berarti perusahaan bisa memperpanjang masa pakai kapasitas disk yang ada untuk lima sampai tujuh tahun, sesuai kebutuhan.

Baru-baru ini, Infrastruktur storage generasi baru seperti Hitachi Virtual Storage Platform (VSP) baru saja dirilis, apa saja keunggulannya?
VSP dapat mengoptimalkan utilisasi asset storage dari 20%-30% menjadi 50%-60%. Jika sistem storage yang ada tidak dapat melakukan thin provisioning, VSP dapat menggunakan kembali 40% atau lebih dari kapasitas yang dialokasikan tapi tak terpakai.  Jadi, daripada menambah disk baru untuk menghadapi Big Data –yakni data berukuran raksasa- di saat harga storage melambung seperti saat ini, para pengambil keputusan TI harus memilih alternatif yang lebih hemat biaya, seperti VSP.

Melalui investasi di sistem storage dengan virtualisasi storage, perusahaan tidak hanya melonggarkan kapasitas yang dibutuhkan dari aset storage yang ada, tapi juga mempersiapkan bisnis untuk pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan. •DJUANDA

ESPN dan Achilles Gelar Final Battle

0

ENTERTAINMENT and Sports Programming Network (ESPN),  salah satu televisi kabel olah raga pertama di dunia, akan menyiarkan secara langsung The Final Battle, Achilles Radial Formula Drift Indonesia 2012 pada tanggal 18 November 2012, tepat pukul 15:30 sampai 17:30 wib, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Hal ini diumumkan pihak ESPN Star Sport dan PT Multistrada Arah Sarana, salah satu produsen ban di tanah air dengan merek Achilles Radial, di Wisma Achilles, Jakarta (23/10).

“Untuk Final Battle di Jakarta, kami telah menyusun rangkaian acara sedemikian rupa untuk memastikan para drifter dan juga penonton yang menyaksikan mendapatkan pengalaman tak terlupakan, baik di dalam maupun di luar track,” ujar Sherman Tan, Senior Director of Sales, Event Management Group and Integrated Sales, ESPN Star Sport.

Akan disaksikan jutaan pemirsa di Asia, acara ini berkonsep “open public” sehingga akan memberikan kesempatan bagi penonton melihat langsung proses persiapan mobil yang akan digunakan untuk kompetisi, dan juga berinteraksi lebih dekat dengan para drifter. “Kami ingin memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pecinta otomotif,” tambah Tan.

Sedangkan Head of Global Marketing PT. Multistrada Arah Sarana, Edward Mamahit, mengatakan, kolaborasinya dengan ESPN dalam penyelenggaraan event ini sudah memasuki tahun kedua. Seri Formula Drift Asia sendiri sebelumnya telah berlangsung di Malaysia dan Singapura.

“Kami sangat bangga dipilih menjadi partner dalam penayangan olahraga drifting ini yang tentunya akan memberikan image positif terhadap produk ban kami. Apalagi Daigo Saito, Achilles Drift Team kami telah menjadi juara pada The World Champion of Formula Drift USA 2012 sehingga terbukti bahwa Achilles adalah tyre champion di mata dunia,” terang Edward.

Kejuaraan drift bergengsi yang memperebutkan gelar “Drift King” ini akan diikuti oleh 14 drifter handal dunia, seperti juara dunia Daigo Saito dan Robbie Nishida dari Jepang, Daynom Templeman dari New Zealand, Zaiham Hamdan dan Bullzai dari Malaysia. Sementara dari Indonesia akan tampil Armando, Amandio dan Andhika. Ban yang akan digunakan mereka tentunya produk berkualitas dari Archilles, seperti ATR Sport, ATR Sport 2 maupun ATR Sport 123S. •

Pioneer Dirikan Kantor Perwakilan di Indonesia

2

UNTUK memperkuat struktur penjualan dan produksi di Asia Tenggara, mulai Oktober ini, Pioneer akan mendirikan kantor perwakilan baru di Indonesia dan memulai produksi lokal di kuartalkedua tahun 2013 untuk memenuhi potensi pasar yang besar di Indonesia.

Kantor perwakilan Pioneer di Indonesia berlokasi di Wisma 46 Kota BNI, Jl. Jend. Sudirman Kav 1 Jakarta, dan akan dipimpin oleh Jun Murakami, Chief of Pioneer Representative Office di Indonesia.

Pioneer telah menegaskan keberadaannya di Asia Tenggara dengan terbentuknya perusahaan Pioneer Electronics Asiacentre Pte Ltd yang bermarkas di Singapura sejak tahun 1992, yang mengelola perencanaan produk, penjualan, dan produksi. Sejak saat itu, Pioneer terus meluaskan penjualan dan produksinya di kawasan Asia Tenggara, misalnya dengan pendirian kantor anak perusahaan di Thailand, Malaysia, dan India.

“Indonesia memiliki pertumbuhan pasar yang signifikan. Dengan mendirikan kantor perwakilan baru di Indonesia, kami tidak hanya akan memperkuat penjualan bisnis audio mobil aftermarket, tapi juga akan menekankan penjualan audio rumah tangga yang menyasar kelas menengah dengan daya beli yang meningkat,” ujar Jun Murakami.

Selain itu, Pioneer akan berkolaborasi dengan perusahaan EMS (Environment Management System) lokal sebagai pihak ketiga di Indonesia guna memantau perkembangan peningkatan kapasitas produksi para pabrikan mobil, dalam rangka memperkuat bisnis OEM (Original Equipment Manufacturer) Pioneer di Indonesia. Jadwal produksi direncanakan akan mulai di kuartal kedua tahun 2013 (tentatif).

“Dengan langkah ini, kami berharap dapat memperoleh daya saing dari sisi biaya guna lebih meningkatkan produksi dan penjualan secara bertahap, mulai dari 1 juta unit dalam tahun pertama di kawasan Asia Tenggara,” tutup Masayoshi Ishikubo, Senior General Manager of Pioneer Electronics AsiaCentre. •

DJAROT S. WISNUBROTO: Batan Usung Inovasi Teknologi Nuklir

1

“PERSEPSI masyarakat terhadap pilihan nuklir sebagai sumber energi yang terakhir, dipengaruhi oleh peristiwa kecelakaan Teknologi  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima di Jepang,  11 Maret 2011 silam. Saat itu sistem pendingin reaktor rusak sehingga terjadi kebocoran zat radioaktif. Akibat musibah ini puluhan ribu warga di sekitar reaktor harus diungsikan.  Jauh sebelumnya,  pada 1986 juga pernah terjadi tragedi kebocoran PLTN Chernobyl di Ukraina Uni Soviet yang menewaskan ribuan orang.”

Kejadian tersebut telah mempengaruhi operasi, ekonomi, penerimaan masyarakat dan tentu saja kredibilitas PLTN. Kecelakaan PLTN Fukushima telah memberikan bangsa ini  banyak pelajaran, mengenai pentingnya memperhitungkan faktor kegempaan, dan tsunami dalam desain baru PLTN.

Teknologi  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dipakai Indonesia  pastinya  akan  jauh  berbeda dengan teknologi yang sudah  digunakan di Fukushima Jepang, apalagi Chernobyl yang masih menggunakan teknologi usang.  “Nantinya, teknologi yang dipakai akan berbeda dengan yang ada di Fukushima Jepang. Dengan demikian kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa teknologi yang kami pakai aman,” kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot S Wisnubroto.

Khusus ancaman gempa dan tsunami, kata dia, tidak semua daerah Indonesia berada di ring of fire (cincin api)  yang rentan terhadap gempa bumi dan tsunami. Sebaliknya,  banyak daerah yang cukup stabil,  bagi kemungkinan berdirinya sebuah PLTN.  “Studi kelayakan (feasibility study) di Pulau Bangka terus dilakukan. Sejumlah wilayah lain juga dalam penelitian, seperti Banten dan Muria,” sambung pria  kelahiran Yogyakarta, 1 Januari 1963 ini.

Sekedar diketahui, Batan mempunyai infrastruktur kelembagaan yang lengkap dari hulu ke hilir. Mulai dari melakukan penelitian dasar dan terapan, pengembangan teknologi dan energi nuklir, pengembangan teknologi daur bahan nuklir dan rekayasa, dan pendayagunaan hasil litbang dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan (iptek) nuklir, serta Batan telah melahirkan industri sebagai spin off; PT Batan Teknologi.

Djarot  sendiri telah berpengalaman dalam bidang PLTN. Ia menyelesaikan Sarjana Teknik Nuklir (S-1) di UGM, program Pasca Sarjana (S-2) di bidang Nuclear Engineering di University of Tokyo, Jepang (1990), dan melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (S-3) di University of Tokyo, Jepang (1993). Sebelum menjabat   Kepala Batan, Djarot menjabat sebagai Deputi  Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa (Deputi PTDBR).

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Djarot yang  merupakan salah satu Profesor Riset yang dimiliki Batan.

Apa saja tujuan dari pembangunan iptek nuklir?
Antara lain bertujuan  memberikan dukungan nyata dalam pembangunan nasional dengan peran meningkatkan hasil litbang energi nuklir, isotop dan radiasi, serta pemanfaatan dan pendayagunaannya. Selain itu juga, meningkatkan kinerja manajemen kelembagaan dan penguatan sistem inovasi dalam rangka mendukung penelitian, pengembangan, dan penerapan energi nuklir, isotop, dan radiasi.

Sumber daya manusia dan infrastruktur penelitian di Batan  telah cukup baik. Dengan tersedianya tiga reaktor penelitian yang berada di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong, merupakan aset yang istimewa untuk pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.

Lantas, mengapa pembangunan PLTN mendesak untuk dilakukan?
Nuklir sangat penting dalam konsep bauran energi. Arah kebijakan nuklir mengikuti arah kebijakan nasionl. Selama bertahun-tahun Indonesia merdeka, baru memiliki energi listrik 35 ribu MW, padahal pada 2025 Indonesia dituntut memiliki energi listrik berkapasitas 115 ribu MW. Dari manakah selisih sebesar ini didapatkan? Tidak mungkin hanya mengandalkan energi fosil, apalagi energi alternatif seperti energi surya dan angin.

Perlu diketahui, hanya 10%  energi listrik Jepang berasal dari energi alternatif, dimana 9% di antaranya merupakan energi air, sedangkan energi surya, angin dan lainnya hanya 1%. Cadangan minyak bumi, batubara, gas terbatas jumlahnya.  Jadi, pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan seperti surya, laut, geotermal dan nuklir adalah pilihan yang harus ditempuh untuk kemandirian energi di masa depan.

Apa yang dilakukan Batan untuk merealisasikan pembangunan PLTN?
Pembangunan PLTN merupakan kebijakan atau policy pemerintah. Dan, tentunya ini bukan program jangka pendek. Batan telah membangun sejumlah fasilitas untuk melakukan studi kelayakan guna membangun fasilitas tersebut. Pembangunan fasilitas ini memakan waktu lama, tapi ini untuk memastikan PLTN yang akan dibangun akan aman.  Selain itu,  batan terus melakukan uji kelayakan d guna mempersiapkan dan mengkaji lebih jauh kesiapan PLTN di Indonesia sesuai dengan aspek geografis.

Bisa disebutkan, daerah-daerah mana saja yang sudah dilakukan uji kelayakan untuk berdirinya sebuah  PLTN?
Saat ini Batan  terus melakukan kajian studi kelayakan fasilitas nuklir di Indonesia.  Batan terus melakukan penelitian di sejumlah wilayah seperti Kramat Watu, Banten, Ujung Watu, Ujung Grenggengan, Ujung Lemah, Ujung Watu, Ujung Grenggengan Muria, serta Teluk Menggris kecamatan Muntok, Bangka Barat, dan Tanjung Berani-Tanjung Krasak, Desa Sebagen Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Sejauh ini,  Bangka Belitung berada sekitar 500 km di sebelah timur jalur gunung api aktif di Sumatera dan Jawa Barat. Posisi Bangka Belitung sangat menguntungkan mengingat ancaman dari tsunami tidak signifikan.

Kira-kira sampai berapa lama  studi kelayakan oleh Batan  akan selesai dilakukan?
Pastinya, pengkajian sampai saat ini  masih  terus berjalan dan dijadwalkan rampung  pada akhir 2013 nanti. Untuk  studi kelayakan Bangka terbagi dalam tiga tahap.  Mulai dari sisi  penyiapan, seperti akses ke lokasi, mencari data menyangkut 14 aspek studi, serta data assessment dan analisis. Kalimantan dan banyak wilayah lain  memang stabil. Namun, PLTN dengan kemampuan membangkitkan energi rata-rata 1.000 MW per unit hanya dipasang di wilayah yang masyarakatnya membutuhkan listrik skala besar, seperti Jawa dan Sumatera.  Sebab, ukuran tingkat kemakmuran suatu negara sebanding dengan konsumsi energi per kapita. Kebutuhan energi per kapita Indonesia saat ini 591 kWh/kapita.  Hal ini  masih sangat rendah dibandingkan dengan Brunei 8.308 kWh/kapita, Singapura 8.185 kWh/kapita, Malaysia 3.490 kWh/kapita, Thailand 2.079 kWh/kapita, dan Vietnam 799 kWh/kapita.

Mengapa proses pemilihan dan evaluasi tapak berlaru-larut?
Bukan berlarut-larut karena  evaluasi tapak  harus dilaksanakan dengan sangat cermat dan hati-hati. Selain itu,  kami memperhatikan faktor keselamatan secara ketat dan memperhitungkan risiko sekecil apapun. Sebagai dasar analisis dan desain, kejadian ekstrim harus diasumsikan yang paling maksimum yang mungkin terjadi.

Penyelidikan tapak dilakukan melalui pendekatan skala, yaitu regional (radius 500 km dari tapak), near regional (radius 25-50 km dari tapak), site vicinity (radius 5 km dari tapak), dan site area (radius 1 km dari tapak) dengan goalnya masing-masing. Dalam konteks seismotektonik, ini untuk memahami geodinamik dan struktur seismogenik di skala regional, menkarakterisasi struktur seismogenik pada skala near regional, menolak tapak potensial yang tidak dapat diselesaikan secara rekayasa pada skala site vicinity, serta mendefinisikan dan mengkarakterisas sifat makanik fondasi pada site area. Hal-hal seperti ini terus kami pelajari agar pembangunan PLTN nantinya sesuai dengan yang kita harapkan.

Pada prinsipnya, Batan menjamin bahwa kami terus mendukung pemanfaatan energi nuklir yang memegang peran penting dalam roda perekonomian negara. •DJUANDA

Telkom Siapkan Satelit Pengganti Telkom-3

0

SATELIT Telkom-3 yang gagal mengorbit masih terus menjadi pembahasan panjang.  Seperti diketahui,  pada 7 Agustus lalu, roket Proton-M milik pemerintah Rusia yang meluncur dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, membawa dua satelit telekomunikasi Telkom-3 dan Ekspress-MD2.

Diwartakan Nasa Spaceflight,  meskipun roket Proton-M meluncur tanpa masalah,  namun kedua satelit telekomunikasi tersebut gagal masuk ke orbit transfer, disebabkan terjadi masalah di Briz-M upper stage.   Kedua satelit tersebut sebelumnya dinyatakan hilang, namun beberapa hari kemudian, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyatakan bahwa satelit tersebut bukan hilang, melainkan masih jauh dari orbit yang telah ditentukan.

“Telkom telah mendapatkan penjelasan berdasarkan preliminary calculation yang kami terima 9 Agustus 2012 dari pihak ISS Reshetnev bahwa satelit Telkom-3 saat ini melayang di ketinggian maksimum 5.014 km, masih jauh dari ketinggian orbit yang diharapkan, yaitu 36.000 km,” kata Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi, di Jakarta (9/8).

Menurut Slamet, karena satelit tersebut masih melayang jauh dari orbit yang ditentukan, maka kemungkinan besar satelit tersebut sama sekali tidak akan dapat dipergunakan. Kendati demikian, pelayanan konsumen tidak terganggu karena Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit lain. Selain itu, dari sisi keuangan, kejadian anomali peluncuran satelit Telkom-3 juga tidak akan memberikan dampak signifikan karena telah diasuransikan secara penuh.

Berkaitan dengan hal ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan, dirinya tidak akan mencampuri lebih jauh soal kontrak proyek peluncurannya, karena tentunya dulu sewaktu memutuskan sudah dikaji segala resikonya. Resiko yang dihadapi beragam seperti hilang, meledak, kemudian faktor cuaca. “Saya tidak ingin masuk terlalu jauh, karena korporasi sekelas Telkom sudah memperhitungkan segala sesuatunya sebelum benar-benar proyek satelit Telkom-3 diluncurkan,” tegasnya.

Mantan Dirut PT PLN ini juga tidak akan mempertanyakan kenapa Telkom menggunakan teknologi Rusia, bukan menggunakan roket Perancis seperti yang digunakan saat peluncuran satelit Telkom-2. Ia juga berpendapat bahwa kegagalan peluncuran satelit milik Telkom sesuatu hal yang biasa.

Meski begitu, Dahlan meminta Telkom untuk kembali mencoba meluncurkan satelit untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. “Masih ada cukup waktu. Karena satelit yang lama ini masih bisa berfungsi agak lama. Jadi ini tidak terlalu mendesak,” katanya.

Sementara anggota Komisi I DPR/RI, Roy Suryo meminta Telkom untuk mengoperasikan tiga satelit pada orbit terdekat. Hal ini beralasan guna menimbulkan efisiensi dan efektifitas dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia memiliki tiga orbit yang terdekat, yaitu pada 108, 113, dan 118 derajat bujur timur. Pada orbit 113 derajat bujur timur, ditempati oleh Satelit palapa yang saat ini dimiliki Indosat.

Orbit 113 derajat bujur timur merupakan orbit yang tepat berada di Indonesia. Oleh sebab itu, bila Satelit Telkom menggeser posisi orbit satelit Indosat, maka efektifitas dan efisiensi dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

“Kalau bisa, satelit Telkom 1, 2 dan  3 menempati orbit yang paling dekat, sehingga efisiensi dan efektifitas akan tercapai,” kata Roy usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direksi PT Telkom di Komisi I DRP/RI di Jakarta (16/10).

Hasil RDP Komisi I dengan Telkom sendiri menghasilkan  tiga kesimpulan. Salah satunya, DPR menyoroti kegagalan orbit Satelit Telkom 3, dan meminta PT Telkom untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali.  Komisi I juga meminta Telkom untuk melakukan langkah-langkah strategis guna menyelesaikan kegagalan orbit Telkom 3 serta memperjuangkan kembali orbit- orbit satelit yang menjadi hak negara Indonesia. Untuk menempati orbit pada 113 derajat bujur timur, DPR meminta PT Telkom agar mengusulkan permohonan ke pemerintah.

Menanggapi usulan DPR, Complaine Risk Management (CRM) PT Telkom Tbk, Ririek Ardiansyah mengatakan, pihaknya akan mengkaji usulan tersebut sambil mempersiapkan peluncuran satelit baru usai Telkom 3 yang beberapa waktu lalu gagal mengorbit. “Kami akan pertimbangan usulan tersebut. Kemudian saat ini kami tengah mempersiapkan meluncurkan satelit pengganti Telkom 3 yang gagal mengorbit,” jelas Ririek.

Telkom juga masih akan mempertimbangkan pengganti satelit Telkom-3 yang gagal mengorbit pada 7 Agustus lalu. “Masih ada pertimbangan, bisa kami sewa transponder, atau buat satelit baru lagi. Namun belum kami tentukan,” kata Ririek.

Apabila Telkom memilih untuk menyewa satelit pengganti Telkom-3, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi itu memerlukan dana sebesar US$ 4 juta. “US$ 4 juta untuk menyewa satelit dengan jangka waktu 90 hari,” imbuhnya. Karena itulah masih menjadi pertimbangan perusahaan.

Mengenai asuransi Telkom-3, perusahaan telah mengasuransikan sepenuhnya. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penjamin, siap membayar dana klaim asuransi tersebut.  Berdasarkan data yang dipaparkan Telkom kepada Komisi VI DPR, Telkom dan Jasindo telah mengeluarkan rilis kesepakatan, dan dana asuransi itu keluar selambat-lambatnya pada pertengahan November 2012. Biaya pembuatan hingga peluncuran Satelit Telkom-3 ini membutuhkan dana US$ 200 juta atau sekitar Rp. 1,9 triliun.

Ririek menambahkan, satelit Telkom-1 secara operasional bisa digunakan sampai 2016, sedangkan Telkom-2 sampai 2020. Telkom-3 sendiri tidak hanya dirancang untuk tujuan komersil dan untuk penambahan kapasitas satelit dalam peningkatan kualitas infrastruktur, tapi juga untuk kebutuhan pemerintah seperti pertahanan dan keamanan, serta mendukung operasional BUMN. •

Metrodata Siap Menuju Smart Mobility

0

PT METRODATA Electronics menggelar Metrodata Solution Day 2012 (“MSD 2012”) dengan tema “Smart Mobility as the Next Wave toward Cloud Computing Adoption” di Jakarta. MSD 2012 juga telah diselenggarakan di kota Medan dan Surabaya yang mendapat tanggapan sangat baik dari pelanggan.

Saat ini banyak perusahaan diberbagai industri mengalami perkembangan. Demikian juga dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang terus melaju sehingga menuntut banyak perusahaan untuk selalu up-to-date agar bisnis tidak tertinggal. Sehingga banyak tercipta aplikasi-aplikasi yang semakin bervariasi. Melihat perkembangan bisnis kedepan, makin banyak aplikasi yang dibangun dan bersifat mobile application. Terbukti dengan meningkatnya penjualan dari penggunaan smartphone dan tablet, dibanding dengan penjualan desktop atau notebook yang mulai menurun pertumbuhannya.

Hal ini membuktikan bahwa semakin hari semakin banyak pengguna, pelanggan dan konsumen mobile menggunakan mobile application. Mobile application makin menjadi kritikal. Dengan menggunakan mobile application, kita bisa mengakses dan memproses data bisnis serta melakukan proses approval dimana saja, kapan saja dengan device apapun, tidak perlu dilakukan di kantor.

Sementara dukungan Cloud Computing, membuat data dan aplikasi bisa diakses tanpa harus berada di kantor. Kini, adopsi pelanggan terhadap tren Cloud Computing tiap tahun makin meningkat dengan makin tumbuhnya kepercayaan pada Cloud Provider. Selain itu, perusahaan juga memerlukan aplikasi business intelligence sehingga manajerial level dapat melihat kinerja perusahaannya termasuk membuat planning dengan cepat dan akurat. Perkembangan selanjutnya juga akan mengarah pada aplikasi CRM on the Cloud yang dapat diakses lewat mobile device dan  mampu berinteraksi dengan social media.

“Sejalan dengan perkembangan bisnis pelanggan kami, khususnya industri telekomunikasi, perbankan, pembiayaan finansial, farmasi, distribusi dan ritel yang mengikuti tren mobilitas ini, mereka akan banyak melakukan investasi pada mobile application. Kami optimis core application yang sudah mereka miliki akan dapat ditingkatkan dengan fitur-fitur baru atau membeli software yang bersifat mobile,” kata Susanto Djaja, Presiden Direktur PT. Metrodata Electronics melalui siaran persnya (18/10). Kami pun akan mengembangkan bisnis kami dengan menambah business partner yang memiliki core business mobile application, kata Susanto menambahkan.

Sekarang ini Metrodata memiliki produk unggulan terkait aplikasi smart mobility yaitu SAP (SuccessFactors), Microsoft (Office 365), Salesforce.com, Oracle termasuk penyedia fasilitas infrastruktur yang semuanya sudah siap yaitu Cisco, Citrix, HP, IBM, NetApp, Oracle, VMware, dan Symantec termasuk aplikasi yang bersifat appliances.

“Dalam kompetisi bisnis saat ini, kami yakin bahwa dengan memanfaatkan teknologi secara strategis merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan bisnis. Kemitraan kami bersama MII telah menghasilkan banyak keberhasilan di Indonesia. MII telah menunjukkan konsistensi dalam pemahaman pelanggan mereka dan dapat memposisikan solusi yang tepat untuk menjawab kebutuhan mereka,” kata Suhas Kelkar, Chief Technology Officer, BMC Software.

“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Cisco Visual Networking Index Forecast 2011-2016, akan ada 439 juta perangkat terhubung jaringan di tahun 2016 dan lalu lintas data mobile akan meningkat 32 kali lipat dari tahun 2011 hingga tahun 2016 di Indonesia. Bring Your Own Device (BYOD) dan Cloud tidak hanya sekedar menjadi sebuah isu atau tren. Ini akan mengubah cara orang bekerja dan produktivitas akan meningkat pesat. Setiap orang dari kita akan makin terhubung dengan jaringan melalui berbagai perangkat dalam gaya hidup yang selalu terkoneksi (dengan jaringan). Gaya hidup mobile tidak hanya menciptakan permintaan untuk bandwith yang lebih tinggi, namun juga mengubah secara dramatis kebutuhan untuk jaringan, dalam upaya untuk tetap terhubung dan akses aplikasi bisnis ketika sedang bepergian,” kata Stuart Hendry, Managing Director Cisco Indonesia.

“Agar berhasil, perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mampu mengakses, mengelola dan menjamin keamanan jumlah data dari perangkat mobile yang semakin meningkat,” ujar Hengkie Kastono, Direktur, Enterprise Group, HP Indonesia. “HP Converged Cloud memperluas manfaat-manfaat dari Cloud di seluruh infrastruktur, aplikasi serta informasi untuk mendukung lingkungan yang mobile dan untuk memenuhi kebutuhan para pengguna yang terus berubah. HP bekerjasama dengan para mitra bisnis—seperti Metrodata, memperluas bisnis mereka melalui layanan dan solusi cloud yang sejalan dengan pendekatan hybrid milik HP.”

“Volume data dan kecepatan bisnis memaksa para CIO untuk mengambil keputusan kritis tentang infrastruktur TI mereka untuk mengelola bisnis dengan lebih baik. Bersama dengan para partner kami, termasuk salah satunya PT Synnex Metrodata Indonesia di Indonesia, NetApp berada di depan dalam transformasi TI dengan Data ONTAP dan Agile Data Infrastructure, yang sekarang menggabungkan platform pengelolaan data yang paling lengkap dan paling canggih dengan kemampuan arsitektural dari clustering,” kata Steven Law, Country Manager, PT. NetApp Indonesia.

“Oracle engineered systems memungkinkan perusahaan mentransformasi bisnis mereka sambil memanfaatkan teknologi yang meningkatkan pertumbuhan dan inovasi. Menawarkan portofolio teknologi terbaik di kelasnya, engineered systems kami dapat diterapkan untuk memenuhi tuntutan organisasi apapun di bidang strategi social, mobile dan Cloud,” kata Uday Mathkar, Country Managing Director, Oracle Indonesia. “Karena itu, dengan sangat senang kami berbagi pengetahuan dan pemahaman kami di Metrodata Solution Day 2012 di Indonesia ini. Sebagai pemimpin pemikiran di industrinya, Oracle berkomitmen menyediakan solusi yang dapat mengakselerasi penerapan dan inovasi, mengoptimasi kinerja, sambil mencapai pengembalian yang cepat dalam lingkungan mobile dan Cloud.” •

LG OPTIMUS G, Ponsel Berbasis LTE

0

OPTIMUS G, ponsel Quad-Core  berbasis Long Term Evolution (LTE) yang diperkenalkan LG ini tak hanya menjadi terobosan baru dalam portofolio LG, namun juga sebuah inovasi di dalam industri smartphone dunia. Optimus G diperkuat dengan prosesor Quad Core Qualcomm Snapdragon S4 kecepatan 1,5GHz, RAM 2Gb, memori internal 32Gb, baterai 2.100mAh, dan berjalan dengan sistem operasi Android 4.0 (Ice Cream Sandwich). Dipastikan, teknologi generasi keempat LTE, dapat berjalan mulus pada ponsel ini.

Optimus G memiliki banyak fitur unik. Diantaranya  fitur Qslide Function, yang dapat  menampilkan dua layar secara bersamaan. Fitur Dual Screen Dual Play yang juga dimiliki  ponsel ini memungkinkan pengguna untuk menampilkan konten yang ada pada layar LG Optimus G, agar bisa terpampang di layar TV. Fitur ini juga memungkinkan pengguna dapat menampilkan konten berbeda di setiap layar.

Sensasi baru juga dapat dirasakan pengguna saat menonton video dengan LG Optimus G. Melalui fitur Live Zooming, pengalaman menonton video menjadi semakin menyenangkan karena pengguna dapat memperbesar ukuran video hingga lima kali untuk melihat objek kecil di dalamnya saat video sedang dimainkan.

LG membenamkan fitur QuickMemo yang memungkinkan pengguna untuk menyelipkan catatan singkat dengan cepat tanpa melakukan aplikasi memo khusus. Belum lagi,  adanya fitur Application Link dalam ponsel android OS Ice Cream Sandwich ini, pengguna dapat langsung menuju aplikasi yang ingin diinginkan sesaat setelah mengaktifkan ponsel.

Disamping kaya fitur dan Jeu de casino en ligne “Age of Discovery” (Age de la Découverte), une machine à sous qui vous plonge à l’époque des grands explorateurs du XV et XVIème (Magellan, Christophe Collomb, Vasco de Gama, etc. menawarkan sensasi terbaru yang menyenangkan, LG Optimus G juga dipersenjatai dengan kamera belakang beresolusi super yaitu 13 megapiksel dan 1,3 megapiksel untuk kamera bagian depan.

Kesemua fitur  ini sengaja ditanamkan untuk memberikan kesenangan ekstra bagi pengguna. Tak perlu takut merasakan merosotnya keseruan saat menikmati berbagai fitur miliknya ini. Pasalnya, dengan kekuatan baterai 2,100mAh, ponsel ini mampu memperpanjang umur hingga 800 siklus pengisian. Hal ini jauh lebih besar daripada umur 500 siklus dalam baterai ponsel lainnya. Menambah pengalaman  saat mengoperasikan ponsel ini, layar LG Optimus G  gunakan panel True HD IPS Plus dengan dilengkapi teknologi layar sentuh rakitan LG Innotek.

LG Optimus G baru saja dijual di Korea Selatan pada pekan terakhir September seharga satu juta Won atau sekitar Rp. 8,5 juta dan akan diikuti pasar ponsel Jepang dan Amerika Serikat. Namun kabar mengenai peluncurannya di Indonesia, belum diketahui. •

Green IT, Tanam Pohon di Lahan Virtual

0

KESADARAN masyarakat akan teknologi hijau semakin meningkat. Melalui sebuah aplikasi permainan di dunia maya, diharapkan akan semakin memperluas kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau di dunia nyata.

Silahkan klik ke green.web.id, lalu medaftarlah untuk memiliki akun. Jika sudah terdaftar, maka bisa langsung menanam satu pohon.  Klik yang paling kanan ada tulisannya aplikasi pohon. Jenis pohonnya bisa dipilih sendiri sesuai yang ada di web. Selanjutnya jika ingin menanam lebih banyak pohon, maka terlebih dahulu harus meng-add minimal lima teman. Semakin banyak menanam pohon virtual di hutan virtual ini, makin besar kesempatan untuk mendapatkan hadiah uang puluhan juta rupiah.

Begitulah jika kita kekurangan waktu untuk mencari lahan kritis, sebuah permainan game bisa membantu kita untuk menemukannya. Tidak tanggung-tanggung, penyelenggara aplikasi ini akan memberikan hadiah puluhan juta rupiah kepada pemenangnya.

Adalah Chevron Geothermal Salak,  bersama Greenweb Indonesia, yang meluncurkan aplikasi Pohon Kita, permainan online dalam situs jejaring sosial www.green.web.id untuk para penggiat lingkungan. Melalui permainan ini, anggota Greenweb bisa melakukan penanaman virtual di hutan koridor Halimun-Salak, Jawa Barat, sebagai bagian dari program konservasi Green Corridor Initiative (GCI) atau. Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak.

Project Manager Green Corridor Initiative Chevron, Dali Sadli Mulia mengatakan, upaya restorasi hutan koridor seluas 500 hektar dipusatkan di daerah dengan kondisi terparah atau kritis. Prioritas ini sesuai dengan Rencana Aksi Restorasi Koridor Halimun Salak yang telah dicanangkan Balai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS).

“Luas hutan koridor mencapai 4.206 hektar dimana terdapat beberapa area yang gundul di sejumlah titik. Namun kami memusatkan pemulihan kawasan kembali di area yang dianggap paling kritis karena akan mengancam ekosistem di sana,” kata Dali dalam siaran persnya (20/9).

Pohon Kita adalah sebuah aplikasi yang ada di situs www.green.web.id. Dalam permainan ini, para pemain atau gamers diminta untuk berjejaring sebanyak mungkin dengan anggota lain, dan menanam pohon secara virtual. Anggota Greenweb dapat memilih dan merawat sendiri pohon-pohon seperti Rasamala, Huru, Honje, Manglid Baros dan Saninten yang merupakan habitat asli area hutan koridor Halimun-Salak. Kemudian pohon yang mereka tanam secara virtual akan ditanam langsung di lokasi pada saat musim penghujan di area konservasi koridor Halimun-Salak.

Selama periode Agustus hingga November 2012, Greenweb menyediakan total hadiah sebesar Rp. 30 Juta untuk tiga orang pemenang yang berhasil menanamkan pohon terbanyak di aplikasi Pohon Kita. Para pemenang itu akan diajak berekowisata dengan meninjau langsung kawasan konservasi Halimun-Salak. Selain itu, jumlah seluruh pohon yang dimainkan dalam Pohon Kita akan ditanam langsung di lokasi area konservasi dengan menyertakan nama pemain sebagai pengadopsi pohon dalam program konservasi Green Corridor Initiative (GCI) atau Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak .

Tentu saja, Greenweb tidak hanya menampilkan aktivas GCI, namun semua prakarsa nyata dan gaya hidup hijau di Indonesia. “Membangun keterlibatan kaum muda secara nyata dalam persoalan kerusakan lingkungan itu yang sulit.  Kebanyakan dari kita, tidak benar-benar sadar hubungan antara kerusakan lingkungan dengan kehidupan sehari-hari. jika mereka sadar pun, banyak yang tidak yakin tindakan yang dilakukan benar-benar berdampak,” jelas Tantyo Bangun, Co-Founder Greenweb Indonesia. Dengan Pohon Kita, pihaknya mengharapkan bisa menjembatani hasrat kaum muda untuk terlibat dengan konservasi lingkungan secara nyata.

Sejak didirikan pada April 2012 hingga saat ini, Greenweb telah menjaring sekitar 1.300 anggota aktif yang terus bertambah. Diharapkan, permainan online ini akan lebih menambah semangat kaum muda untuk terlibat dalam aksi sekecil apapun demi penyelamatan lingkungan.

Melalui GCI, Chevron Geothermal Salak, bekerjasama dengan Balai TNGHS, Yayasan Kehati, Jaringan Masyarakat Koridor (Jarmaskor) dan beberapa mitra lainnya,  tidak saja berupaya untuk merestorasi hutan koridor yang kritis di TNGHS, tapi juga mempertahankan keberlanjutan migrasi hewan (fauna) kunci dan habitatnya di kawasan area konservasi Halimun dan Salak, diantaranya Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis commata), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Elang Jawa (Spizateus bartelsi), dan Macan  Tutul Jawa (Panthera Pardus melas). Upaya ini dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat, baik dalam kegiatan restorasi, pemberdayaan masyarakat maupun perlindungan dan pelestarian hutan koridor.

Melalui program Green Corridor Initiative, Chevron menyumbangkan US$1 juta untuk pemberdayaan masyarakat dan penanaman pohon di area seluas 500 hektar selama lima tahun ke depan. Mulai September tahun ini kegiatan menanam akan dilaksanakan di hutan koridor seluas 80 hektar.

Semuanya itu dilakukan atas dasar komitmen Chevron dan mitra untuk mendukung restorasi habitat, pemberdayaan masyarakat, dan kehidupan yang berkelanjutan di wilayah koridor ekologi Halimun Salak, Jawa Barat. •IWA