Home Blog Page 965

I MADE WIRYANA: Simbada Catat Rapi Aset Daerah

6

SIMBADA adalah software yang diperuntukkan bagi pemerintahan, yang mampu memberi kemudahan untuk meningkatkan kinerja dan informasi secara cepat mengenai data inventarisasi barang dan aset pemerintahan termasuk sampai dengan nilai penyusutannya atau berpindah tangan.

Simbada secara umum ditujukan untuk digunakan di lingkungan pemerintah daerah tingkat kota dan kabupaten, namun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan pada perusahaan tingkat menengah ke atas, khususnya badan usaha milik negara (BUMN).

Beberapa fitur penting sebagai inovasi adalah penggunaan barcode pada inventarisasi barang yang akan memudahkan proses opname barang. Penggunaan kartu inventaris barang juga masih diterapkan dalam aplikasi ini.

Yang unik, aplikasi dari Universitas Gunadarma ini menggunakan arsitektur desktop client-server yang berbasis Open Source. Untuk mengenal lebih jelas mengenai Simbada, berikut percakapan BISKOM dengan Koordinator Kerjasama Simbada sekaligus Dosen Universitas Gunadarma, I Made Wiryana, baru-baru ini.

Bagaimana awal cerita dibuatnya Program Simbada ini di Universitas Gunadarma? Apa motif dan tujuannya?
Motifnya untuk membantu pemerintah, bukan cari profit.sekaligus memberikan pengalaman lapangan untuk mahasiswa S2 di Universitas Gunadarma dalam membentuk tenaga industri yang tidak “greedy”.

Sampai sekarang bagaimana progress dari Simbada ini?
Saat ini kami sedang membereskan lisensi, pendaftaran HaKI lisensi open source, nanti instansi pemerintah tinggal download aplikasinya di SINI!. Kami juga sedikan materi training, kustomisasi juga akan free disediakan.  Semua untuk membantu pemerintah secara langsung.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk training petugas entry datanya?
Tidak lama , hanya satu sampai tiga hari saja cukup.

Mengapa bisa sampai gratis jika instansi pemerintah ingin memakai Simbada ini?
Sebenarnya yang mendanai dari United Nations Development Program (UNDP), kemudian kami free-kan. Kami juga dibantu co finance kampus untuk selanjutnya kami berikan hasilnya kepada publik.  Jadi kami akan mulai merilis dengan yang memakai pertama kali di Aceh. Dari situ, lima kabupaten/kota lainnya akan menyusul menggunakan Simbada.

 

“Universitas Gunadarma merilis Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (Simbada),
sebuah aplikasi gratisan (free) yang mampu membantu pengelolaan harta dan aset daerah
untuk membantu pemerintah daerah dalam mengelola aset daerahnya.
Simbada dirilis untuk digunakan pada instansi pemerintah, yang di-launching pertama kali di Aceh nanti.”

 

Sepertinya ini bakal digunakan di semua instansi pemerintah daerah ya?
Memang kami kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang nantinya akan mendorong pemda memakai Simbada. Universitas Gunadarma akan membantu perusahaan atau kampus di daerah untuk menguasai software ini sehingga mereka jadi bisa mensupport dan kustomisasi.

Sebenarnya apa yang membedakan cara konvensional dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) dalam pencatatan aset ini?
Cara mencatat dan menghitung aset memang rumit, bahkan boleh dibilang lebih rumit dari akuntansi. Buku bacaannya saja jarang ada. Jadi, pengelolaan aset itu memang rumit prosesnya. Kalau tidak dibantu perangkat lunak, kasihan harta dan aset negara jika tidak tercatat dengan baik.

Tapi yang membedakan cara konvensional dengan Simbada adalah, kalau dalam Simbada itu mengikuti aturan Kemendagri dan Kementerian Keuangan sehingga pemda ketika harus membuat laporan, tidak mengalami kesulitan lagi. Simbada dibuat dengan sistem modular sehingga ketika diintegrasikan dengan sistem lain, seperti sistem mobile dan sebagainya itu sudah mudah, tidak perlu repot lagi.

Selama ini pemda menggunakan jasa  konsultan kalau mereka menghitung aset daerahnya. Nah, apa nanti tetap didampingi konsultan Simbada ini? Dan apa konsultan Simbada free juga?
Dengan Simbada mereka bisa entry sendiri dan reportnya sudah mengikuti aturan Kemendagri maupun Kementerian Keuangan. Meski demikian, kita tetap memberi kesempatan bagi konsultan yang “cari makan” untuk kustomisasi dan support lokalnya nanti.

Selain entry aset bergerak dan tak bergerak, apa lagi yang bisa diinput? Fitur dalam Simbada apa aja?
Yang diinput itu semua aset yang dikenal dalam pemerintah daerah,  tapi tentang investasi belum ada karena belum ada kejelasan definisinya dari Kemendagri.

Misalnya untuk entry aset yang sedang disengketakan bagaimana? Bukankah biasanya akibat pemekaran daerah kerap ada kasus rebutan aset?
Aset yang di-entry di Simbada itu yang sudah clear melalui tahapan entry dan validasi. Nah, ini susahnya kalau ada workflow yang rumit untuk aset validasi, karena ada pemusnahan dan ada pemindahan

Apakah perlu perangkat keras khusus lagi? Dan  apakah Simbada ini langsung online ke Kemendagri?
Tidak perlu perangkat keras khusus lagi. Kemendagri atau provinsi bisa mengambil report dan data bila diperlukan dan support eAudit. Jadi aplikasinya udah diset support model services query yang interoperable.

Kapasitas aplikasinya berapa megabites?
Softwarenya sendiri  tidak begitu besar, tapi kalau sudah dimasukan data otomatis kapasitas databasenya jadi besar.

Bisa tampung data unlimited atau terbatas berapa giga?
Saat ini sudah lumayan cukup untuk menyimpan data bertahun-tahun, tapi in the future mau di-upgrade pakai cluster system untuk database-nya. Karena data di pemda saat ini untuk setahun saja masih gampang di-handle. Dengan Simbada ini diharapkan bisa menjadi kontribusi nyata buat publik

Bagaimana cara publik bisa mengaksesnya? Apa dibebaskan, mengingat transparansi pemda mungkin masih tidak begitu terbuka.
Kita memiliki Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), jadi pemerintah harus terbuka datanya dan publik bisa langsung tahu aset pemda yang sudah tercatat, apa yang sudah tervalidasi, apa langsung online bentuk kontrol publik secara langsung.

Tentu saja banyak juga pihak lain yang akan keberatan dengan adanya Simbada ini nanti. Karena  bisa ketahuan aset yang berpindah tangan  karena tanah disimpan dalam alat global positioning system (GPS) langsung ke Geographical Information System (GIS). Tapi tentunya sebagai warga negara Indonesia, kita berharap dapat mulai menciptakan pemerintahan yang bersih. • IWA

Dekatkan Pelanggan, Hangrohe Gunakan Layar nLighten

0

LAYAR BESAR multi sentuh (Multitouch Display) dari nLighten semakin luas penggunaannya. Belum lama ini Hangrohe memasang monitor nLighten dalam rangka ulang tahun Hangrohe yang ke 111.

Hansgrohe adalah perusahaan sanitary fitting terkemuka di seluruh dunia. Peralatan mandi, shower dan cuci tangan Hangrohe digunakan di hotel-hotel lux kelas tinggi seperti W Hotel di Taipei, W Hotel di Resort World Sentosa Singapura, Mandarin Oriental di Barcelona dan juga di Burj Khalifa, gedung tertingi di dunia, Terminal 5 Airport Heathrow dan Chelsea Club, klub sepakbola Chelsea.

Dengan monitor yang besar tersebut, pengunjung bisa melakukan aktifitas scrolling dan browsing dengan lebih cepat untuk mencari perkembangan sejarah Hansgrohe yang dimulai dari tahun 1901. Informasi sejarah dalam bentuk teks, foto atau video dapat diakses dalam waktu beberapa detik.

nLighten Multi Touch yang beroperasi selama 24 jam atau 365 hari dalam setahun ini sangat responsif. Pengguna bisa memperlebar dan memperkecil gambar, serta memindahkannya ke bagian layar yang lain dengan mudah. Perangkat ini bisa mengakomodir 32 jari yang bergerak sekaligus. Layar multi sentuh interaktif nLighten ini menggunakan teknologi video inframerah untuk menggantikan fungsi mouse dan keyboard dengan sentuhan jari.

nLighten sendiri merupakan salah satu manufaktur asal Taiwan. Sejak akhir tahun lalu, perusahaan tersebut gencar memperkenalkan layar sentuh ini ke beberapa negara, termasuk pasar Indonesia, melalui pameran Indocomtech 2011 dan Mega Bazaar Computer (MBC) 2012 di Jakarta Convention Center, serta berpartisipasi di Pameran IT Show 2012, Maret lalu di Singapura.

Multitouch Display nLighten saat ini telah digunakan di Terminal 2 bandara Changi Singapura sebagi pusat hiburan. Bukan itu saja, penggunaannya secara luas juga merambah ke dunia pendidikan, seperti Duke NUS  Singapura. Sementara di dunia kesehatan seperti Life Line di rumah sakit Tan Tock Seng Singapura dan di dunia teknlogi informasi seperti di Singapore Turf Club.

Untuk keterangan lebih rinci dapat menghubungi NTeractive Technologies. •

ACER ICONIA W700, Tablet Windows 8

0

ACER mengumumkan tablet Windows 8 terbarunya, Acer Iconia W700, yang memungkinkan pengoperasikan melalui layar sentuh maupun input keyboard untuk memudahkan aktivitas mengetik.

Acer menjanjikan kinerja yang baik pada tablet terbarunya berukuran 11,6 inci itu berkat prosesor Intel Core i3 dan Core i5 (Ivy Bridge). Perusahaan tersebut mengatakan, prosesor yang kuat memungkinkan pengguna memfungsikan Iconia W700 sebagai PC utama mereka untuk tugas-tugas komputasi sehari-hari, seperti pembuatan konten, menjalankan beberapa aplikasi, dan sharing multimedia.

Layar Iconia W700 berteknologi IPS 11,6 inci dengan kemampuan menampilkan gambar beresolusi full HD 1080p (1920×1080), yang diklaim mampu menampilkan gambar, video, dan teks dengan tajam dan jelas. Teknologi Intel HD Graphics 4000 di dalamnya membuat layar tablet ini tampak lebih cerah sehingga memungkinkan pengguna bisa melihat tampilan dengan jelas meskipun di bawah sinar matahari.

Dari segi fisik, W700 terlihat mewah dengan bobot sekitar 2,3 kg. Kemampuan daya baterainya mencapai delapan jam, dilengkapi konektivitas WiFi 802.11a/b/g/n, juga aplikasi berbasis lokasi dan panduan perjalanan G-Sensor, Kompas E, dan Gyro-Meter. Sementara fitur teknologi Green Instant On di dalamnya memungkinkan tablet booting dengan cepat, hanya enam detik.

Iconia W700 juga dilengkapi webcam Acer Crystal Eye dan kamera belakang 5 megapiksel HD dengan fokus otomatis. Kemampuan suara tablet ini juga tidak perlu diragukan karena Acer telah menyematkan teknologi Dolby Home Theater v4 pada sistem audionya.

Situs resmi Acer menyebutkan, Iconia W700 akan tersedia di pasar Amerika Serikat mulai 26 Oktober mendatang, namun  tidak disebutkan kapan perangkat itu akan tersedia di negara lainnya. Harga perangkat tersebut pada tingkat pengecer berkisar US$ 799,99 dolar hingga US$ 999.99. •

Buka Bisnis Baru, TAITRA Gelar Seminar Industri TIK

0

KEMAMPUAN berinovasi dan kerjasama yang baik antara produsen, konsumen dan pemerintah, telah menjadikan Taiwan sebagai negara produsen Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terdepan. Rata-rata per bulan, Taiwan mampu memproduksi lebih dari 14 juta unit komputer dan notebook untuk dipasarkan ke seluruh dunia. Namun sayangnya, masih banyak pengguna produk TIK di dunia yang tidak mengetahui bahwa perangkat teknologi yang digunakannya merupakan buatan Taiwan.

Melihat hal ini, pemerintahan Taiwan membuat berbagai program dan kegiatan untuk lebih memperkenalkan industri TIK ke pasar global. Untuk membangun citra positif produk-produk TIK Taiwan,  Kementerian Perdagangan Taiwan atau Bureau of Foreign Trade (BOFT), Ministry of Economic Affairs (MOEA) mempercayakan Taiwan External Trade and Development Council (TAITRA), sebuah organisasi nirlaba, untuk membangun brand Taiwan melalui program yang dinamakan Taiwan Excellence.

Dimulai sejak tiga tahun lalu, TAITRA gencar mengkampanyekan Taiwan Excellence untuk memperkenalkan merek-merek Taiwan melalui berbagai macam pameran, kompetisi dan seminar di Indonesia. Dalam waktu dekat, tepatnya pada 31 Oktober 2012, TAITRA juga akan menggelar “Seminar On Taiwan ICT Industri” di  Sultan Hotel, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Direktur TAITRA untuk Indonesia, Tony Lin Li Kai menyatakan, “Ada dua fakta mengenai Taiwan, yakni sebagai negara yang memiliki rantai pasokan untuk produk TIK global, dan yang kedua sebagai negara penyelenggara event perdagangan terbesar di dunia.”

Oleh karena itu, papar Tony, Seminar On Taiwan ICT Industri akan membuka casino online profil lengkap mengenai Taiwan dan teknologinya, berdasarkan four-all-star pameran dagang TIK: Computex Taipei, Taiwan Display, PV Taiwan dan Taitronic.

Tony menyebutkan, melalui seminar ini  diharapkan Indonesia dapat membuka banyak peluang bisnis baru karena pada kesempatan nanti akan dikupas setiap sektor dan segmen TIK yang mampu membentuk dan mengubah masa depan suatu bangsa.

“Sebaliknya bagi kami, ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan serta inovasi teknologi Taiwan secara mendalam. Secara tidak langsung juga sebagai sarana mempertemukan pengusaha Taiwan dengan industri lokal,” jelasnya.

Seminar ini akan menghadirkan pembicara diantaranya Jeremy M.C. Horng (Executive Director of Exhibition Department TAITRA), Tsai YC (Director of Economic Division Taipei Economic and Trade office in Indonesia), Agustinus Sutandar (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO)), Thomas Huang (Manager Exhibition Department TAITRA) dan Karen Yu (Project Manager, Exhibition Department, TAITRA).

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi, seminar yang didukung oleh BISKOM sebagai media partner ini free of charge dengan mendaftarkan diri secara online melalui https://event2.taitra.org.tw/enroll/F000982/enroll/Login.asp •

Hari Jadi Pertama, KOMISI Gelar MSI Award

0

SEBAGAI bentuk komitmen untuk mengangkat Sales menjadi profesi yang terhormat di masyarakat,  Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) akan menyelenggarakan event bertema “Bangga Jadi Sales Indonesia” (BIJIS).

Seminar BIJIS merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut hari jadi KOMISI yang pertama.  BIJIS yang diperuntukkan bagi mereka yang berprofesi sebagai Sales ini akan diadakan di Surabaya pada 6 Oktober 2012, dan di Jakarta pada 24 November 2012.

Di Jakarta sendiri, acara BIJIS akan dibarengi penyelenggaraan dengan My Sales Inspiration (MSI) Award, sebuah ajang penghargaan yang dikeluarkan oleh KOMISI sebagai anugerah kepada praktisi sales yang berhasil dan telah menginspirasi banyak orang sesuai dengan karakter dan reputasi yang telah dijalankannya, serta bertujuan menjadi standar reputasi sales Indonesia yang positif.

“Para kandidat penerima award ini nantinya diusulkan oleh proposer, sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Jadi tidak bisa sembarang orang yang menerima award ini, harus yang benar-benar berdedikasi dan menginspirasi orang lain,” ujar Dedi Budiman, Champion Sales of Trainer sekaligus Founder KOMISI, di Jakarta.

Untuk menjadi proposer bisa siapa saja, tetapi harus mengenal kandidat dengan baik dan mendapat dukungan atas pencalonan kandidat yang diusulkannya. Sedangkan untuk kandidat harus mempunyai 7 kriteria yang harus dimilikinya, yaitu memotivasi dan menginspirasi banyak orang lain dalam kegiatan penjualan; Memiliki karakter jujur, konsisten, komitmen, persisten (tekun), dan disiplin yang baik; Memiliki kepemimpinan yang baik; Berpengalaman kerja di bidang penjualan minimal 5 tahun; Menunjukkan prestasi penjualan yang baik dan istimewa; Memiliki jabatan profesional sebagai Group Head/Team Leader/Supervisor/Manager; serta Bersedia dicalonkan.

Mengambil tempat di Grand Ballroom, Season City Jakarta, acara penyerahan award dibagi menjadi 3 kategori penghargaan, yaitu End User Sales (Menjual langsung kepada end user consumer),  Retrader Sales (Menjual ke jalur distribusi / toko/ modern ataupun traditional market), dan Institutional Sales (Menjual ke institusi/ korporat / industri /pemerintah / BUMN).

Sebelumnya, akan ada 3 proses seleksi terlebih dahulu yang harus dilalui untuk mendapatkan penghargaan ini. Tahap pertama Praseleksi, yaitu dimana proposer mendaftarkan kandidat (20 September s/d 10 Oktober 2012), Submit Dokumen (terakhir 30 Oktober 2012) dan Pengumuman Semifinalis (10 November 2012). Pada tahap kedua, panitia akan melakukan penjurian untuk 18 orang terpilih dengan masing-masing kategori 6 orang (18-19 November 2012). Pada tahap ketiga dilakukan screening  akhir oleh Board of Director (20 November 2012) yang terdiri dari James Gwee (Indonesia’s Favourite Trainer), Antonius Tanan (President UCEC & Director of HRD Training/EC of Ciputra Grup), Merry Harun (Director Canon Division PT Datascrip), Thomas Sugiarto (Penulis Buku “Your Great Success Start From Now”), Dedy Budiman (Champion Sales of Trainer & Founder KOMISI) serta Aster Theresia Sitohang (Ketua Umum KOMISI).

Bagi Anda yang ingin ikut berpartisipasi dalam event yang didukung oleh BISKOM sebagai media partner ini bisa melakukan pendaftaran secara online di mysalesinspiration@gmail.com.  Dan bila ingin bergabung menjadi anggota KOMISI bisa mengunjungi Fan Page Facebook KOMISI. •

Sony Cybershot DSC RX100 Sehebat DSLR

0

UNTUK menghasilkan gambar dengan detil yang tajam, kini tidak perlu lagi harus selalu menggunakan kamera besar seperti Digital Single Lens Reflex (DSLR). Sejak Sony menghadirkan kamera saku Cyber-shot DSC RX100, pengguna dapat membuat foto yang sebanding dengan kualitas gambar yang dihasilkan kamera DSLR. Kehebatannya ini karena didukung sensor Exmor CMOS tipe 1.0 beresolusi 20.2 megapiksel dengan lensa Carl Zeis Vario-Sonnar T yang sangat tajam, dengan rentang pemebesaran 3.6x.

Dalam peluncurannya, Presiden Direktur Indonesia, Satoru Arai mengatakan, Sony RX100 dihadirkan untuk orang-orang yang suka fotografi maupun yang berprofesi sebagai fotografer. “Kamera saku ini bisa dijadikan sebagai kamera kedua bagi para fotografer yang ingin menangkap objek gambar berkualitas dengan cepat,” ungkap Arai.

Produk Sales Cyber-shot PT Sony Indonesia, Irfan Rinaldi menambahkan, kamera ini bisa menjadi teman perjalanan fotografer karena bentuknya yang mungil dan sangat simpel untuk dibawa kemana-mana, apalagi dengan adanya teknologi Drop Sensor yang mempunyai fungsi mendeteksi grafitasi.

“Bila kamera ini terjatuh saat digunakan, secara otomatis lensa akan tertutup sendiri masuk kedalam bodi kamera sehingga lensa dapat terlindungi dari kerusakan akibat terbentur tanah. Jadi kamera ini sangat sesuai buat mereka yang aktif,” jelas Irfan.

Selain itu, Berbeda dengan kamera point-and-shoot biasa, pada produk ini bukaan F1.8 yang luas memungkinkan lebih banyak cahaya untuk melengkapi daya pemecahan sensor Exmor CMOS tipe 1.0 yang besar.

Kamera ini juga dilengkapi tujuh bladedcircular aperture sehingga lebih mudah menghasilkan efek pro-style ‘bokeh’, dengan subjek dalam fokus yang tajam dengan latar belakang yang kabur. Lensanya juga dilengkapi dengan elemen kaca Advanced Aspherical (AA) yang berkontribusi pada dimensi kompak kamera tanpa mengorbankan kinerja optik atau resolusi.

Untuk mendapatkan kamera Cyber-shot DSC RX100 bisa mendatangi dealer resmi Sony dengan harga sekitar Rp. 7 jutaan. Kedepannya Sony akan lebih fokus pada pasar profesional dengan menawarkan keunggulan di lensa dan sensor. •

Edimax Maksimalkan Penjualan di Indonesia

0

TELKOM INDONESIA baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan asal Taiwan, Edimax. Dalam perjanjian kerjasama tersebut,  Edimax akan menyediakan beberapa varian terbaru dari jajaran IP Camera dengan fitur “Plug and View”, sementara Telkom menyediakan layanan Speedy Monitoring.

Perpaduan Sistem Speedy Monitoring dan IP Camera Edimax “Plug and View” menjanjikan kemudahan dan ketenangan bagi konsumen Indonesia karena mereka bisa mengawasi rumah, tempat usaha, dan aset lainnya di saat mereka sedang berada di lokasi berbeda.

Pengguna dapat merekam lokasi-lokasi yang diinginkan, kemudian memantaunya melalui web browser  atau aplikasi mobile di Smartphones, Tablet, PC ataupun notebook. Kedua perusahaan juga telah merancang kamera ini dengan proses instalasi pertama kali yang sangat mudah, sehingga pengguna dapat menyeting kamera ini sendiri.

Selain itu, pelanggan tidak lagi memerlukan perangkat lain seperti harddisk untuk menyimpan data, karena sudah tersedia layanan Cloud dari Telkom.

Untuk memasarkan kamera pengintai yang di-bundling dengan layanan Speedy Monitoring ini, Edimax berencana memperbanyak dealer dan membangun sejumlah outlet  di  10 kota besar Indonesia.

“Kami berencana memiliki beberapa outlet  di 10 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Manado, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Samarinda,” ujar South East Asia Managing Director Edimax Technology, Kenneth Teh, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Di tahun ini juga, tambah Kenneth, “Kami akan mulai target penjualan 10 ribu unit.  Sementara target di tahun depan, dapat memasarkan 15 ribu unit.” •

Indonesia Menempatkan Wakilnya Muhamad Jumadi Sebagai Board Members INTUG

0

KELOMPOK pengguna layanan telekomunikasi internasional  atau International Telecommunications Users Group (INTUG) kembali mengadakan Annual General Meeting di Belanda, pada Jum’at 28 September 2012, untuk memilih Chair, Executive Vice President dan Board  Members yang lain, Muhamad Jumadi dari Indonesia terpilih menjadi salah satu Board Members pada AGM tsersebut.

Dengan terpilihnya Muhamad Jumadi yang saat sekarang juga sebagai Sekretaris Jendral INTUG (Indonesia Telecommunications Users Group),  sejarah mencatat bahwa salah satu putra terbaik Indonesia di industri telekomunikasi terpilih sebagai salah satu dewan direksi untuk pertama kalinya. Melalui pemilihan yang demokratis ini merupakan kepercayaan dunia International terhadap Indonesia. Bahkan, untuk lingkup Asia, ini merupakan pertama kalinya ASIA mendapat kepercayaan untuk duduk di dalam anggota dewan direksi di INTUG.

Kepercayaan ini menambah keyakinan bahwa IDTUG bisa memberikan kontribusi terhadap Industri Telekomunikasi di Indonesia khususnya maupun di dunia pada umumnya, sehingga bisa lebih mewarnai untuk kemajuan industri dan menempatkan posisi pengguna sebagai bagian yang penting.

Beberapa kali IDTUG aktif langsung mengikuti forum-forum pertemuan INTUG seperti di Hongkong dan China pada Mei 2011 serta di London, Inggris untuk INTUG Meeting dan Brussels, Belgia bertemu dengan BELTUG (Belgium users Group) dan Duta Besar Indonesia untuk Belgia dan Uni Eropa pada Mei 2012.

IDTUG adalah salah satu anggota dari INTUG yang mempunyai visi untuk memperjuangkan terpenuhinya kepentingan dan hak para pengguna jasa dan sarana telekomunikasi Indonesia.

Adapun visi misinya adalah  pertama, Mendapatkan layanan dengan harga terjangkau;  kedua, mendorong persaingan yang rill dan efektif;  ketiga, Mendorong dan menciptakan pilihan yang nyata bagi para pengguna; keempat, Mengupayakan Harga jasa dan sarana yang terjangkau; kelima, Mendorong kualitas layanan jasa dan sarana yang lebih baik sesuai dengan USO dan WSIS; dan keenam, Mendorong kerjasama yang konstruktif dengan berbagai pihak dalam rangka berbagai upaya diatas, termasuk dengan pemerintah, regulator, operator dan badan-badan internasional.

Muhamad Jumadi, mengatakan akan berusaha untuk memberikan kontribusi yang positif terhadap Industri Telekomunikasi di Indonesia, dia berharap para stake holders di Industri telekomunikasi di Indonesia bisa memanfaatkan posisinya untuk menyuarakan kepetingan Pengguna, Industri, Regulator dan tentunya untuk bangsa dan negara kepada dunia international di bidang Telkomunikasi.

4 Printer Epson L Terbaru, Tercepat dan Ekonomis

4

PT EPSON INDONESIA meluncurkan empat seri printer L-series generasi kedua yakni L110, L210, L300 dan L350.  Printer Epson L-series menawarkan konsumen dengan botol tinta berkapasitas lebih banyak.  Hal ini disebabkan oleh penggunaan teknologi print head Micro Piezo, sehingga membuat printer ini dapat memenuhi kebutuhan cetak dengan volume yang tinggi tetapi dengan biaya cetak per halaman (cost per page) yang ekonomis.

Printer Epson L110 dan L210 didesain untuk pengguna di rumah dan small office  home office (SOHO). Printer sistem tangki tinta dengan fungsi tunggal L110 dan multifungsi L210 yang lebih terjangkau, memiliki kecepatan cetak 6ipm  dengan kecepatan mencetak dua kali lebih cepat dari model sebelumnya, yaitu L100 dan L200.  Printer L110 dan L210 memiliki daya tahan tinggi, mampu mencetak hingga 15.000 halaman.

Untuk pengguna usaha kecil dan menengah (UKM), Epson juga memperkenalkan printer sistem tangki tinta yang lebih canggih yaitu Epson L300 fungsi tunggal dan printer L350 multifungsi. Model ini menawarkan kecepatan cetak yang mendukung peningkatan produktivitas sebesar 9ipm atau 3 kali lebih cepat dari model terdahulu dan menjamin kinerja yang handal dengan daya tahan mencapai 30.000 halaman. L300 dan L350 juga hadir dengan dua botol tinta hitam tambahan dalam kemasan awal.

Semua model printer Epson L-series terus menawarkan pengguna dengan botol tinta berkapasitas tinggi  yang memungkinkan mereka mencetak dengan volume yang banyak dan biaya cetak per halaman yang sangat rendah, yang membebaskan pengguna dari kekhawatiran atas biaya cetak. Printer hadir dengan satu botol tinta hitam 70ml yang dapat mencetak 4000 halaman BW dan tiga botol tinta warna 70ml yang dapat mencetak 6500 halaman warna.

Printer L-300 dan L350 hadir dengan dua botol tinta hitam tambahan dalam kemasan awal. Harga tinta Rp. 69.000 per botol. Dengan botol tinta ini, printer sistem tangki tinta Epson L Series menawarkan biaya cetak per halaman terendah di dunia dibandingkan dengan dari tinta printer orisinil bermerek lainnya hanya dengan Rp. 20 per halaman hitam dan Rp. 35 per halaman warna.

Produk Epson terbaru tersebut dipatok dengan kisaran harga antara Rp. 1,39 juta hingga Rp. 2,05 juta.  •

Lewat L Series, Epson Targetkan Posisi 1 di Pasar Inkjet Printer

0

Produk berkualitas serta pelayanan yang berbasis pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan menjadi kunci rahasia bagi Epson untuk terus meningkatkan pasar di Indonesia. Pencapaian yang telah diperlihatkan dari tahun ke tahun membuat Epson optimistis dapat menguasai pangsa pasar printer kategori Ink Inject Printer terbesar di tanah air pada tahun depan.

Presiden Direktur Epson, Hirasaki Michiya mengatakan, “Dengan menguasai 40% pasar printer inkjet di Indonesia, kami menargetkan dapat meraih posisi pertama di pasar ini pada 2013.”  Target akan semakin cepat diraih, mengingat hingga Juni 2012, pangsa pasar Epson telah mencapai 32,1%.

Sejak printer L-Series generasi pertama diperkenalkan pada tahun 2010, sambutan masyarakat sangat luar biasa.  L-Series diluncurkan pertama kali di Indonesia, kemudian sempat ‘mewabah’ ke seluruh dunia.

“Kami mengistilahkannya dengan ‘From Indonesia to the world’.  Printer ini memang menawarkan kecepatan, kehandalah serta biaya yang ekonomis,” tambah Hirasaki saat peluncuran printer L-Series generasi terbaru: L110, L210, L300 dan L350 di Batam (24/9).

Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, M. Husni Nurdin menambahkan, “Pada 2010 lalu, lewat printer L100 dan L200, perusahaan menargetkan pangsa pasar small office home office (SOHO) dan entry level. Di tahun ini, lewat empat printer L Series terbaru yaitu Epson L110, L210, L300, dan L350, Epson menambah satu target utama lagi, yakni kalangan korporat.”

Dibandingkan generasi pertama, keempat printer terbaru tersebut memiliki waktu cetak yang lebih cepat. Epson L110 misalnya, lebih cepat  dua kali dibandingkan dengan tipe L100, sedangkan L210 memiliki kecepatan cetak dua kali dibandingkan L200. Adapun L300 tiga kali lebih cepat dibandingkan L200, sementara L350 menawarkan kecepatan tiga kali lipat dibandingkan L200.

Dalam rangkaian acara peluncuran yang melibatkan puluhan media di seluruh Indonesia ini, Epson juga mengundang media untuk mengunjungi pabrik Epson di Batamindo Industrial Park, Batam.

Kenji Ota, Presiden Direktur PT Epson Batam mengatakan, perusahaan memiliki visi untuk menjadi perusahaan elektronik di dunia. Selama 7 tahun, banyak pihak yang mengakui bahwa Epson memiliki ink cartridge terbaik di seluruh dunia. Ke depan, perusahaan juga akan fokus pada sistem original ink tank system dan ink bottle system. “Meskipun kami adalah satu-satunya perusahaan pembuat printer dengan sistem tangki tinta orisinil bermerek di dunia, kami tidak berhenti untuk terus mendengarkan kebutuhan pelanggan kami. Dan dengan model printer terbaru Epson, kami telah memenuhi tuntutan mereka akan printer yang dapat mencetak lebih cepat dengan kehandalan yang lebih tinggi,” paparnya.