Home Blog Page 966

Pameran TAITRA Jadi Pusat Perhatian Di Central Park Jakarta

0

SETELAH Lippo Karawaci Mal dan Living World Mal,  giliran Central Park Mal yang dijadikan  tempat untuk memamerkan beragam brand dari Taiwan Excellence. Kegiatan yang diorganisir oleh Bureau of Foreign Trade (BOFT), Ministry of Economic Affairs (MOEA), dan diimplementasikan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) ini memamerkan sekitar 100 produk  dari 39 brand yang tergabung dalam Taiwan Excellence.

“Disini setiap anggota memiliki kesempatan menghadirkan tiga jenis produk yang berbeda. Dibandingkan tahun lalu, pameran kali ini sangat spesial dengan hadirnya produk home appliances,” ujar Jilly Lai, Senior Project Manager, IMC Section Strategic Marketing Departement, TAITRA, di Jakarta (19/9).

Meskipun terbilang baru bergabung, ternyata produk peralatan rumah tangga ini menjadi pusat perhatian pengunjung. Bahkan, dikatakan Jilly, perangkap nyamuk Inaday’s yang paling laku di booth ini. “Mungkin karena bentuknya unik dan dapat memperindah ruangan selain fungsinya yang dapat  membunuh nyamuk,” tambahnya.

Memasuki tahun ketiga ini, Taiwan Excellence sendiri mengalami penambahan anggotanya menjadi 39 dibandingkan tahun sebelumnya hanya 19 anggota yang didominasi oleh peralatan teknologi informasi (TI). Melalui event yang berlangsung pada 19 – 23 September 2012 lalu ini diharapkan, konsumen Indonesia akan lebih banyak mengetahui produk-produk Taiwan yang bukan hanya produk TI saja.

Untuk menarik pengunjung membeli, pameran ini juga menyediakan hadiah-hadiah menarik yang diundi setiap harinya dengan grand prize sebuah sepeda motor SYM Magic X yang asli buatan Taiwan.

Perlu diketahui, tahun ini  kampanye Taiwan Excellence difokuskan pada pemasaran di 4 negara, termasuk Indonesia dengan 39 brand, China sebanyak 50 brand, Vietnam 30 brand dan India 31 brand.

Menurut Jilly, tidak semua produk cocok dipasarkan pada suatu negara. Dicontohkannya, sepeda kurang diminati di Vietnam. Karenanya, Merida, sebuah produsen sepeda asal Taiwan, tidak ikut bergabung memasarkan produknya di Vietnam.

“Setiap negara mempunyai karakter pasar dan kebudayaan yang berbeda, sebab itu berbeda pula brand yang dipasarkan di tiap negara,” jelasnya. •

Masuki Tahun Ketiga, Taiwan Makin Dekat Ke Pelanggan Indonesia

0

Sejak pertamakali dikampanyekan pada tahun 2010 lalu, Taiwan Excellence semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Program kampanye yang diorganisir oleh Bureau of Foreign Trade (BOFT), Ministry of Economic Affairs (MOEA) dan diimplementasikan oleh Taiwan External Trade and Development Council (TAITRA) ini juga mendapatkan kepercayaan dari perusahaan-perusahaan asal Taiwan untuk bersama-sama  bergabung mempromosikan brand mereka di Indonesia. Hal ini terlihat dari bertambahnya sejumlah brand yang dipromosikan Taiwan Excellence saat ini.

Awalnya 19 brand, kini telah mencapai 39 brand yang bukan hanya mencangkup produk Teknologi Informasi (TI) saja, tetapi mulai merambah ke peralatan kesehatan dan rumah tangga, seperti Microlife dan Merida.

“Kami sangat senang akan hubungan yang telah terjalin antara konsumen Indonesia dengan brand-brand Taiwan dan kami yakin kedepannya hubungan ini akan semakin erat di berbagai sektor,” ujar Walter Yeh, Executive Vice President TAITRA di Jakarta (18/9).

Tantangan selanjutnya, papar Yeh, adalah bagaimana brand-brand yang bertambah dengan beragam produk ini bisa dikenalkan dipasar Indonesia, tidak hanya HTC, Acer, Asus dan BenQ saja yang dikenal kedepannya. Sebab itu Taiwan Excellence 2012 kembali meluncurkan video iklan layar lebar terbarunya berjudul “Celebrate the Bond” yang menampilkan Duta Kampanye Taiwan Excellence, Cathy Sharon, yang mengungkap ragam cerita tentang brand-brand Taiwan yang telah menjadi bagian kehidupan banyak konsumen Indonesia.

Cathy mengungkapkan, iklan ini mengingatkan kedekatannya dengan ibundanya yang selalu memberikan hal terbaik untuk dirinya. “Iklan ini menggambarkan relationship antara ibu dan anak dimana segala kebutuhan keluarga dirangkul oleh produk-produk Taiwan yang inovatif dan mendukung gaya hidup masa kini,” cerita artis dan mantan VJ MTV ini.

Bersamaan peluncuran ini, hal membanggakan buatan Taiwan Excellence adalah terjalinnya kerjasama antara Edimax yang merupakan penyedia network solution dengan Telkom Speedy, penyedia layanan internet yang merupakan anak perusahaan Telkom Indonesia.

Dalam penandatanganan MoU antara Edimax dan Speedy, Edimax menyatakan akan menyediakan fitur IP camera “Plug and View”” untuk layanan Telkom Indonesia yaitu Speedy Monitoring.

“Kerjasama ini merupakan kolaborasi dalam penyediaan layanan kamera pemantau dan perekam video untuk kebutuhan outdoor maupun indoor yang bisa diakses melalui browser web atau aplikasi mobile di smartphone, tablet dan PC,” jelas Kenneth Teh, Managing Director Edimax, SEA.

Lanjutnya, IP camera ini hadir tidak hanya akan memberikan keamanan bagi konsumen Indonesia tetapi juga mendekatkan konsumen dengan keluarga di rumah. “Dimanapun pelanggan berada bisa memantau keluarga, rumah, tempat usaha maupun asset berharga dengan mudah dan cepat,” tambah Kenneth.

Sedangkan Executive General Manager Multimedia Division PT Telkom Indonesia, Achmad Sugiarto, menyatakan senang dengan terjalinnya kerjasama ini. Apalagi produk kamera Edimax ini terjangkau dan mudah dalam melakukan penyetingan yang bisa dilakukan sendiri oleh konsumen.

“Inilah keunggulan teknologi kamera pemantau Plug and View dari Edimax dengan produk lainnya. Edimax dapat memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk melakukan akses pemantauan dan kami yakin produk ini hingga akhir tahun bisa menjangkau 10.000 pelanggan kami,” jelas Achmad.

Selain itu, pelanggan tidak lagi memerlukan perangkat lain seperti harddisk untuk menyimpan datanya, karena sudah tersedianya layanan Cloud dari Telkom untuk recording file kamera.

Di kesempatan yang sama, Taiwan Excellence juga mengumumkan pemenang kontes SmarTEST untuk Indonesia, yaitu Wilyanto dari Jakarta yang berhasil mendapatkan uang sebesar US$ 5,000 dan jalan-jalan ke Taiwan. Selain itu juga ada runner up, Hendry Tan dari Medan dan Eldy dari Yogyakarta. Ketiganya akan berkompetisi dengan tim dari China, Vietnam dan India di Taipei pada tahap final, 16 Oktober mendatang.

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin tahu lebih banyak mengenai produk-produk berkualitas dari Taiwan, TAITRA mengadakan pameran “Taiwan Excellence-Home & Leisure Experience Zones” di Mal Central Park, 19-23 September ini. Selain itu, produk-produk Taiwan  Excellence Brand juga bisa dijumpai di Mangga Dua Mal (Lantai 2 No. 38B), Mal Ambassador (Lantai 3 No. 62) serta Ratu Plaza (Lantai 3 No. 42), Jakarta.

Telkom & Edimax Tawarkan Kamera Pengawas Realtime

0

Bersamaan dengan peluncuran kampanye terbaru Taiwan Excellence 2012, Telkom Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan asal Taiwan, Edimax. Dalam perjanjian kerjasama ini, Edimax akan menyediakan beberapa varian terbaru dari jajaran IP camera dengan fitur “Plug and View”, sementara Telkom menyediakan layanan Speedy Monitoring.

Perpaduan Sistem Speedy Monitoring dan IP camera Edimax “Plug and View” menjanjikan kemudahan dan ketenangan bagi konsumen Indonesia karena mereka bisa mengawasi rumah, tempat usaha, dan aset lainnya di saat mereka sedang berada di lokasi berbeda.

Pengguna juga ditawarkan cara termudah untuk memantau dan merekam video di dalam serta luar ruangan yang bisa diakses melalui browser web atau aplikasi mobile di Smartphones, tablet, PC ataupun notebook. Kedua perusahaan juga telah merancang kamera ini dengan proses instalasi pertama kali yang sangat mudah, sehingga pengguna dapat menyeting kamera ini sendiri.

Selain itu, pelanggan tidak lagi memerlukan perangkat lain seperti harddisk untuk menyimpan datanya, karena sudah tersedia layanan Cloud dari Telkom untuk recording file kamera.

“Speedy Monitoring adalah pilihan terbaik untuk memastikan keamanan orang-orang terkasih serta aset yang konsumen miliki saat mereka sedang berada di lokasi yang berbeda,” ujar Executicve General Manager Multimedia Division PT Telkom Indonesia, Achmad Sugiarto di Plaza Senayan, Jakarta (18/9).

Telkom Indonesia menargetkan dapat memasarkan IP camera Edimax “Plug and View” Speedy Monitoring sebanyak 10.000 unit dalam tahun pertama implementasinya.

Kenneth Teh, Managing Director Edimax, SEA  menambahkan, di tahun ketiga penyelenggaraan Kampanye Taiwan Excellence, kampanye ini terus melanjutkan misinya dalam mengenalkan produk-produk terbaik Taiwan kepada konsumen Indonesia. “Edimax sendiri telah turut berpartisipasi dalam kampanye ini sejak tahun 2010 dan salah satu hasil nyatanya adalah layanan Telkom Speedy,” paparnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Edimax “Plug and View” dan Speedy Monitoring dari Telkom, kunjungi monitoring.telkomspeedy.com.

ITMN Kenalkan Brikerbox Segmen SOHO

0

PT. Infotech Media Nusantara (ITMN),  pengembang software lokal kini menawarkan rangkaian produk baru yang disebut dengan Brikerbox IP PBX yang ditujukan bagi segmen SOHO (Small Office Home Office) dan Entry Level Enterprise di Indonesia.

ITMN merancang, mengembangkan dan memproduksi Private Branch eXchange (PBX) Brikerbox, perangkat telekomunikasi yang memungkinkan perusahaan untuk menyediakan fungsi komunikasi dalam lingkungan internal dengan berbagai layanan seperti Call Recording, Voicemail, IVR, Auto-Attendant, Hot Desking dan Mobile Extension, maupun melakukan komunikasi jarak jauh dengan siapapun dan dimanapun secara luas dengan biaya yang terjangkau.

Perangkat Brikerbox sebelumnya telah banyak digunakan pelanggan sebagai solusi IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Exchange, yakni PABX yang mampu mengadopsi teknologi IP disamping teknologi konvensional analog dan digital.

“Kami menghadirkan beberapa produk  Brikerbox IP-PBX  untuk beragam segmen SOHO dan Enterprise  yakni  series AR1500, AR1800, AR3000, AR3800, AR6100  dengan harga paling rendah sekitar Rp. 15 jutaan. Produk baru ini  melengkapi lini produk yang sudah ada,” ujar Anton Raharja, Direktur Utama Infotech saat perkenalan produk Brikerbox sekaligus distributor meeting di Hotel Aston Rasuna Epicentrum, Jakarta (17/9).

Brikerbox, lanjut Anton, memiliki sejumlah fitur-fitur yang mendukung komunikasi berbasiskan Internet Protocol atau jaringan komputer disamping jaringan konvensional berbasis kabel telepon biasa. Seperti misalnya dapat digunakan untuk Call Center dan Multi Tenant Unit (MTU) yang memungkinkan satu PBX dapat digunakan untuk banyak client di dalam suatu gedung besar di Indonesia.

Saat ini, Brikerbox juga telah banyak diterapkan pada level produksi di banyak perusahaan, BUMN maupun pemerintahan baik skala kecil, menengah maupun besar. Melalui produk ini, perusahaan pun dapat menghemat pengeluaran untuk kebutuhan komunikasi multi cabang. Dengan kata lain, series Brikerbox ini menawarkan multi fungsi yang berstandarkan IP yang tentunya meningkatkan efisiensi dan menekan pengeluaran.

“Alasan mengapa produk kami banyak ditujukan  untuk segmen SOHO, karena pasar di segmen SOHO ini pembeliannya cukup banyak. Oleh karena itu, kami optimis produk  Brikerbox untuk segmen ini akan mendapat respons yang baik dari custumer baru, apalagi kami menjualnya dengan cara trial to buy,” kata Anton seraya menambahkan, akhir tahun ini menargetkan 50 pelanggan baru, sehingga total menjadi lebih dari 150 perusahaan.

Dalam kesempatan itu, Anton menjamin setiap pengguna membeli produk Brikerbox akan mendapat jaminan garansi resmi selama tiga tahun dengan layanan lifetime support. Bagi perusahaan yang ingin langsung memanfaatkan teknologi komunikasi berbasis IP secara penuh, Brikerbox adalah jawabannya karena merupakan produk lokal.

ITMN sejak tahun 2010 selalu mengambil bagian dalam pameran bertaraf internasional seperti ICT Expo di Jakarta, maupun di Singapore, sehingga permintaan akan produk dan layanan Brikerbox bukan saja berasal dari dalam negeri, bahkan juga Internasional. Bisa dibilang, ini adalah produk lokal dengan pasar global.

“Produk baru ini terus dilakukan berbagai penyempurnaan oleh ITMN dan tidak tertutup kemungkinan akan diproduksi secara massal jika permintaan terus meningkat. Apalagi setiap tahun permintaan akan peralatan telekomunikasi sebagai sarana komunikasi melalui suara ini terus meningkat seiring dengan membaiknya infrastruktur internet di Indonesia” tutup Anton.

Berita Terkait:

R. ANTON RAHARJA: Brikerbox, Merek Lokal Dengan Pasar Global

Perusahaan TI Ikuti Pameran P3DN di Surabaya

Indonesia-Thailand Bangun Kemitraan Bisnis TI

Antisipasi Cybercrime, Kodam Jaya Gelar Pencerahan TI

Inilah 17 Pemenang INAICTA 2012

0

Lomba cipta kreativitas dan inovasi teknologi dan informasi komputer terbesar yaitu Indonesia Information and Communication Technology  Awards (INAICTA 2012) telah berakhir dan menghasilkan pemenang dari 17 kategori yang dilombakan.

Dari hampir 1.600 karya yang masuk dan hampir 1.000 karya yang dijurikan, didapatkan 136 nominator dan 58% adalah peserta yang berasal dari luar Jakarta.

“Penyebaran nominee terutama kategori pelajar lebih merata di luar Jakarta dan adanya peningkatan kualitas, menunjukkan INAICTA sudah semakin dikenal luas di seluruh penjuru Tanah Air dan menjadi ajang lomba yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya,” kata A. Haryawirasma, Ketua Tim Pelaksana INAICTA 2012.

Para juara INAICTA ini nantinya akan dipilih lagi oleh team untuk dibawa ke tingkat Internasional, di antaranya Asia Pacific ICT Award (APICTA).

Haryamirasma juga mengatakan, ”Setelah acara ini kami juga akan melakukan program atau acara Digitalpreneurship Program, dimana kreator atau investor akan dipertemukan dengan para pelaku usaha atau bisnis di Industrinya, agar hasil karya terbaik anak-anak bangsa ini dapat terus berkembang dan terserap oleh industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kami berharap Industri ini terus bergerak maju dan menjadi andalan Indonesia di masa mendatang dan mendukung target pemerintah mejadi salah satu pemain utama di industri TIK di tahun 2045 nanti.”

Saat puncak acara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring menyatakan, acara tahunan INAICTA yang diselenggarakan sejak 2007 turut membangun ekosistem TIK Indonesia. Pada tahun lalu, volume bisnis industri TIK di Indonesia bisa mencapai Rp 400 triliun. Dengan kondisi bisnis TIK yang terus meningkat, Tifatul optimis visi Indonesia Digital 2018 bisa tercapai.

Berikut nama-nama juara INAICTA 2012:

1. Student – Elementary School
Judul karya : ANGKANA (Mengenal Angka)
Organisasi : SD
Instansi : SKACI (Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia)
Nama : Jovidia Laviosa

2. Student – Middle School
Judul karya : SecureX
Organisasi : SMP
Instansi : SecureX Team
Nama : Arrival Dwi Sentosa dan Dean Rikrik Ichsan Hakiki

3. Student – High School
Judul karya : Nalar
Organisasi : SMA/SMK
Instansi : SMP/SMA IPH Surabaya (Intan Permata Hati)
Nama : Darren Limantara, Yeremia Evian Hartono, Natasya Naharto dan Yosefina Angelita Wijaya

4. Student – Tertiary Education – Creative on New Media
Judul karya : eMart Indonesia
Organisasi : Perguruan Tinggi
Instansi : Universitas Gadjah Mada
Nama : Trias Nur Rahman, Ema Fitriana dan Nurvirta Monarizqa

5. Student – Tertiary Education – Application
Judul karya : LexiPal – Aplikasi Terapi Dyslexia Berbasis Kinect
Organisasi : Perguruan Tinggi
Instansi : Universitas Gadjah Mada
Nama : M. Risqi Utama Saputra, Vremita Desectia Amretasari & Vina Sectiana Amretadewi

6. Start-up Company
Judul karya : DapurMasak.com
Organisasi : Perusahaan Swasta
Instansi : PT Selaras Digital Sempurna
Nama : Didik Wicaksono, Soegianto Widjaja, Soetrisno Misawa,
Jacky Soedarsono Lokan & Hadiyanto

7. Research & Development
Judul karya : VEDA – SmartHome & Energy Monitoring
Organisasi : Pendidikan Tinggi
Instansi : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
Nama : Budiarto, Peradnya Dinata, Husein Muhammad Mufti & Renjaya Raga Zenta

8. e-Learning
Judul karya : I-U : Integrated University
Organisasi : Perusahaan Swasta
Instansi : SatuAtap Corp
Nama : Jaeni, Donni Prabowo & Afif Bimantara

9. e-Inclusion
Judul karya : Aksara
Organisasi : Pendidikan Tinggi
Instansi : dreamBender/kelompok
Nama : Rizky Ario Nugroho, M. Endri Irfanie, Dwi Cahyo Nugroho, Asendia Mayco, Ahmad Agung Ahkam & Arnanto Akbar

10. e-Government Application
Judul karya : WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN
Organisasi : Lembaga Pemerintah
Instansi : Ditjen Planologi Kehutanan-KEMENHUT
Nama : Ruandha Agung Sugardiman, Nurhayati, FX. Herwirawan, Judin Purwanto & Ipan Rangga Utama

11. e-Business and Industrial Application, SME-Level
Judul karya : PPOB Nusantara (Biggest Online Payment Gateway in Indonesia with B2B concept)
Organisasi : Perusahaan Swasta
Instansi : ppob nusantara
Nama : Yoyon Syafei, Handi Artiawan & vita subiyakti,

12. e-Business and Industrial Application, Enterprise-Level
Judul karya : DALA-Oil & Gas Enterprise Series
Organisasi : Perusahaan Swasta
Instansi : Intelligent Technology Initiatives
Nama : Mardhani Riasetiawan,

13. Digital Entertainmet – Animation
Judul karya : BATTLE OF SURABAYA (movie trailer)
Organisasi : Perusahaan Swasta
Instansi : msv pictures
Nama : Aryanto Yuniawan, Adi Djayusman, Dida Karisma, Budi Setiawan, Endry Setiawan & Novia Dwi Utami

14. Digital Entertainment – Games
Judul karya : Faunia Rancher
Organisasi : Pendidikan Non-Formal
Instansi : Art On Code
Nama : Ronald Widjaja, Erick Theodorus, Burhan Dewantara, Robert Tan, Robin Tjungestu & Felix Jingga

15. Creative & Innovative New Media
Judul karya : Digital Interactive Angklung
Organisasi : Pendidikan Tinggi
Instansi : Teknik Fisika ITB
Nama : Alvin Nurhadi Wijaya, Ari Angga Rochim, Eko Mursito Budi, Krisna Diastama & Asep Suhada

16. Applicative Robot – Tertiary Education Student and Public
Judul karya : Robot Penembak Otomatis
Organisasi : Perguruan Tinggi
Instansi : Divisi Robotika Unikom
Nama : Muhammad Yazid Al Qahar

17. Applicative Robot – Elementary to High School Student
Judul karya : cleaner Wall climbing Robot
Organisasi : SMA/SMK
Instansi : Sman 2 Depok
Nama : Jeziel Alvin Djafar, Muhammad Hafizh & Muhammad Aslam Pangestu Idham.

TELAH TERBIT BISKOM EDISI SEPTEMBER 2012

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Sammy Pangerapan (Terima kasih kepada  APJII yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi September 2012 diantaranya:

• Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan,  Pemerataan Akses Ciptakan Internet Murah
• HEADLINE:  ERP, Mengurai Macet Berbasis TI

• FIGURE:
– Terrance Maximus Tangit, Managing Director ASEAN, Hitachi Data System: Penting, Efisiensi Kapasitas Data
– Hendrik Adrianto, Head of External Communication and CSR PT Carrefour Indonesia: Carrefour  Dukung e-Commerce di Indonesia
– Wendy Chandra, Pendiri Wayang Force: Buku Lokal Jadi Kekuatan Wayang Force

• FOCUS:
– Harteknas Ke 17:  Bandung Lautan TI
– Pemasaran Via Media Sosial, Mengapa Bisa Gagal?
– Adakah Hacker Teroris Itu?
– Serangan Hacker Kembali Marak
– Teroris dan Pejuang Dunia Maya

• REVIEW & CELLULAR:
– Sony VAIO TAP 20
– Acer Slim Aspire M5-481TG
– Logitech Ultrathin Keyboard Cover
– HTC Desire C
– Huawei Ascend P1
– Lenovo Thinkpad X1 Carbon
– Gigabyte U2442V & P2542G
– Dell XPS 11 & XPS 12

• SNAP:
– Johan O. Silalahi Rilis Buku Mengurai Masalah Bangsa
– Ina Geoportal Bantu Pencapaian Good Governance
– Hitachi  Ungkapkan Strategi Integrasi Flash
– Cross Siap Bersaing di Pasar Lokal
– Pembentukan ApsiCI Soroti Penggunaan TIK
– Agnes Monica Jadi Brand Ambasador Dell XPS
– APJII Bersama Nawala Filtering Konten Negatif
– HMCC Adakan Mudik Bareng Gratis
– Puncak Harteknas Ke 17 Diadakan di Bandung

SAMMY PANGERAPAN: Pemerataan Akses Ciptakan Internet Murah

0

BISKOM, Jakarta – Pertumbuhan pengguna internet di tanah air yang terus meningkat saat ini menggambarkan betapa teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, banyak orang mulai ketergantungan dengan internet dalam mendukung berbagai aktifitas kesehariannya, baik itu berteman, berbisnis maupun mencari dan berbagi informasi.

Dibalik kepopulerannya sekarang ini, nyatanya akses internet masih belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah pelosok. Hal ini menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah maupun institusi-institusi terkait lainnya untuk membenahi segala kekurangan dalam hal penyediaan layanan internet.

Termasuk, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mewadahi para operator-operator jasa telekomunikasi dalam penyediaan layanan internet bagi masyarakat Indonesia, mempunyai tanggung jawab dalam memberikan layanan internet yang berkualitas ke masyarakat. Sebab, sejak terbentuk pada tanggal 15 Mei 1996, APJII mempunyai tujuan utama yaitu membantu anggota untuk menyediakan jasa internet yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Artinya, APJII memegang peranan penting dalam perkembangan internet dan turut andil dalam menciptakan pembangunan di tanah air.

Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan mengatakan, permasalahan internet di Indonesia saat ini masih pada pemerataan penyebaran akses internet. “Tidak semua daerah terlayani dengan baik, hanya kota-kota besar yang bisa menikmati akses internet dengan baik saat ini,” ujar lulusan Sarjana Informatika dari salah satu universitas di California ini. Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar segera mempercepat proyek Palapa Ring sehingga seluruh kepulauan di Indonesia bisa segera tersambung dengan internet.

“Bila semua sudah terkoneksi, maka akan terjadi efisiensi investasi yang akan mendorong tarif telekomunikasi menjadi semakin murah sekaligus menciptakan percepatan pembangunan dalam sektor komunikasi serta mendorong bertumbuhnya bisnis penyelenggara jasa telekomunikasi,” papar .

Baru saja dilantik sebagai Ketua Umum APJII, pria yang menjadi CEO PT Jasnita Telekomindo ini menilai, seiring perkembangannya, internet tidak lagi bisa disebut sebagai dunia maya tetapi sebagai extended reality. Istilahnya, tambah Sammy, kalau dulu ada dunia terpisah antara dunia nyata dan internet, sekarang ini justru tidak bisa dipisahkan karena sudah menjadi bagian dari kehidupan nyata.

“Apa yang ada di dunia nyata, ada di internet. Seperti apa yang terjadi di Twitter atau Facebook, misalnya, merupakan realita yang terjadi di dunia nyata. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa itu dunia lain atau dunia maya,” jelas penggemar olah raga golf dan motor besar ini.

Sammy sendiri mulai bergabung di APJII tahun 1999 sebagai sekretaris bidang Public Relation.  Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Dewan Ketua selama dua periode dan Wakil Ketua Umum. Terpilihnya sebagai Ketua Umum untuk periode 2012-2015 membuat Sammy mempunyai tanggung jawab dalam meningkatkan mutu layanan kepada anggota APJII yang saat ini berjumlah 265 anggota yang berizin dan sekitar 300 anggota yang bukan operator.

Untuk lebih jauh lagi mengetahui pandangannya terhadap perkembangan internet di Indonesia, berikut ini petikan wawancara BISKOM di tempat kerjanya.

Anda baru saja terpilih sebagai Ketua APJII periode 2012-2015 pada Juli lalu. Apa saja tugas-tugas Anda ke depan?
Pastinya meningkatkan mutu layanan kepada anggota, baik itu keanggotaan itu sendiri, pendistribusian IP number maupun Indonesia Internet Exchange (IIX) sebagai data center bersama. Selain itu, melakukan kajian hukum berkaitan dengan peraturan penyelenggaran internet yang saat ini makin banyak dan komplek. Melakukan kajian mengenai permasalahan perbedaan penghitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHPTel) dan Universal Service Obligation (USO). Serta melakukan research terhadap pengguna internet di Indonesia sekarang ini.

Apa yang menjadi  target  Anda di awal masa jabatan Anda ini untuk meningkatkan kualitas akses internet di Indonesia?
Ada tiga hal akan saya soroti, yaitu mendorong bagaimana penyebaran akses internet ini bisa merata di seluruh Indonesia sehingga menyebabkan harganya sama. Kedua, menginisiasi pemanfaaatan resources bersama kepada anggota. Jadi kami mengajak anggota untuk saling berkolaborasi dalam pemanfaatan resourches dan infrastruktur yang dimiliki anggota. Yang ketiga adalah meningkatkan reliability dan keamanan jaringan.

Menurut Anda, apa perbedaan yang mencolok di dunia internet Indonesia pada tahun-tahun lalu dibanding saat ini?
Banyak sekali, misalnya dulu kita hanya jualan unaccess dan tidak perduli dengan apa yang kita jual. Yang penting barangnya sudah laku dan kita tidak usah berpikir apa-apa lagi. Tapi sekarang semakin kompleks berserta peraturan yang kian ketat. Jadi jika permasalahannya dulu hanya teknikal, yaitu menyambungkan akses internet lalu selesai, tapi sekarang ada aturan-aturan lainnya yang juga berkaitan dengan masalah ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum dan keamanan.

Selain itu, dulu kita jualan internet pasti penggunanya juga mengerti internet. Artinya, pelanggan saya pastinya orang-orang melek internet, mereka mengerti cara men-setting dan etika berinternet sehingga bisa memproteksi dirinya sendiri. Karena internet sendiri dibangun oleh para intelektual yang mana penggunaannya sebatas email dan browsing. Dibandingkan sekarang ini, pengguna internet hanya bisa memakai tanpa tahu apa itu internet, padahal banyak sekali pengaplikasian internet sehingga diperlukan edukasi bagi para pengguna.

Apakah kecepatan internet yang ada di Indonesia saat ini sudah ideal?
Kalau berbicara ideal di era multimedia ini maunya punya koneksi 100 Mbps agar bisa menonton video dan lainnya di internet dengan cepat. Tapi fase sekarang ini kan yang terpenting adalah akses dahulu, dimana orang harus bisa masuk ke internet terlebih dahulu. Masalah kecepatan itu nanti terkaitan dengan peningkatan layanan.

Pemerintah sendiri menargetkan 50% penduduk Indonesia sudah bisa mengakses internet pada tahun 2015 nanti.  Berarti ada pembangunan infrastruktur yang terjadi untuk mencapai target tersebut. Pastinya perbaikan kualitas yang akan terjadi.

Percepatan apa yang APJII bisa lakukan untuk memperbaiki infrastuktur internet di Indonesia? Bagaimana dengan program Universal Service Obligation (USO)?
Kami inginnya di frekuensi 2.4GHz dan 5.8GHz ditata ulang kembali. Sekarang inikan penggunaan frekuensi 2.4GHz jangkauannya bisa mencapai 1-2 km bahkan lebih. Bila di sisi satunya melakukan hal yang sama, ketemu di tengah maka akan saling bentrok sehingga akhirnya kualitasnya jadi rendah.

Kami inginnya 2.4GHz ini dibalikan kembali buat indoor, kalaupun outdoor jangkauannya benar-benar hanya 100 meter dengan power 100 miliwatt mengikuti standar pemerintah. Sedangkan di frekuensi 5.8GHz, kami menatanya dengan mengajak anggota saling berkolaborasi. Misalnya, bila ada yang perlu akses 5.8GHz tidak perlu membangun BTS sendiri, tetapi bekerjasamalah dengan yang sudah punya. Selanjutnya kami melakukan pendekatan-pendekatn kepada pemerintah agar program Palapa Ring ini bisa dipercepat pembangunannya.  Kami juga melakukan peremajaan jaringan dari copper ke fiber dimana anggota-anggota kami sudah melihat peluang ini.

Kalau USO, kami mau kedepannya itu harus berbicara membangun akses last mile di Indonesia. Teknologi yang tepat adalah satelit untuk menjangkau tempat-tempat yang rimbun. Saat ini kami sudah berbicara di forum-forum dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) atau Kementerian Komunikasi dan Informatika  agar program selanjutnya adalah percepatan pengadaan satelit USO.

Sudah sejauh mana realisasi program USO ini?
Sekarang ini sudah berjalan, kalau kami lihat sudah dalam tahap penyebaran sosialisasi layanan internet. Jadi internet sudah diperkenalkan ke daerah-daerah dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), Mobile-PLIK (MPlik) maupun desa dering. Ini sifatnya akses publik untuk untuk mengenal internet terlebih dahulu. Tapi nantinya, dimanapun kita tinggal, idealnya layanan internet sudah ada, yaitu menggunakan satelit itu tadi.

Bagaimana Anda melihat bisnis Penyelenggara Jasa Internet (PJI) di Indonesia? Hal seperti apa yang masih menjadi peluang bagi terbukanya lapangan usaha di bidang PJI?
Infrastruktur masih menjadi bisnis yang menjanjikan dan peluangnya cukup besar, karena seperti saya bilang tadi belum semua sektor terlayani dan penggunanya masih rendah, jadi masih bisa membangun. Begitu nanti penggunanya bertambah, yang paling berpeluang adalah bisnis turunannya, yaitu konten dan aplikasi. Diharapkan konten dan aplikasi yang berkembang adalah yang berhubungan dengan orang Indonesia. Jangan sampai kita yang membangun market-nya, tetapi tetapi yang memanfaatkan bisnisnya malah orang luar.

Inovasi apa yang harus dilakukan untuk memperluas bisnis PJI?
Sekarang inikan kita sudah masuk ke era pembangunan ekonomi kreatif dimana dunia kreatif itu unlimited. Jadi inovasi bisnisnya harus lebih kreatif lagi melihat bahwa sebenarnya banyak sekali yang bisa dijual karena apapun bisa kita lakukan di internet. Bahkan ide itu bisa diperdagangkan, makanya kita harus hati-hati bila mempunyai ide. Kalau genuine harus langsung dipatenkan, misalnya.

Tapi yang menjadi kendala di  dunia kreatif saat ini  kan masalah dukungan pendanaan. Oleh sebab itu menjadi kewajiban pemerintah membuat kebijakan berkaitan dengan dukungan pendanaan untuk industri kreatif ini. Pemerintah harus tegas membuat kebijakan untuk memberikan kredit sekian persen untuk industri kreatif atau teknologi informasi (TI). Bila tidak, maka industri kreatif ini akan terseok-seok perkembangannya. Akhirnya, konten-kontennya diisi oleh orang-orang yang sudah maju, bermodal dan dari luar negeri.

Bagaimana dengan regulasi, apakah cukup mendukung bisnis PJI?
Disini memang regulasinya selalu telat dengan realitas yang berkembang di masyarakat. Diperlukan ketegasan dalam pengaturan, dan kalau sudah diatur harus benar-benar diterapkan dan enforcement juga harus jalan. Dari industri mengharapkan itu. Kalau bisa, karena ini dunia internet yang sifatnya terbuka, maka kalau ada regulasi mari dibicarakan bersama. Kami perlu memberi pandangan-pandangan agar regulasinya sesuai dengan praktis yang ada di dunia internet.

Belum lama ini APJII menggandeng Nawala untuk melakukan sensor konten negatif. Seberapa efektifkah usaha ini?
Sebenarnya kami bekerjasama dengan Nawala karena memang Nawala yang saat ini menekuni,  mengkoleksi dan melakukan riset terhadap website-website yang bermuatan pornografi dan perjudian. Nah, itu kami bangun sebagai tools untuk memfilter konten-konten negatif. Meskipun demikian, prinsipnya APJII tetap sama bahwa internet itu harus terbuka. Tapi kami menyadari bahwa banyak pengguna awal yang perlu mendapatkan, mempunyai alat atau tools untuk meproteksi dirinya. Makanya kami melakukan kerjasama ini dengan Nawala dengan membangun 5 server sebagai DNS. Jadi anggota-anggota yang tidak bisa membangun, bisa menggunakan tools ini. Tools ini sangat efektif pada pengguna baru agar tidak terkontaminasi oleh konten-konten negatif yang beredar.

Langkah apa yang sebenarnya paling ideal untuk mencegah maraknya konten-konten negatif?
Kalau memang keputusan negara untuk memfilter, maka idealnya kita harus benahi topologi jaringan internet kita secara menyeluruh atau bahkan di-redesign ulang. Berarti akan seperti China dengan satu gateway. Tapi kalau menurut saya,  idealnya adalah seperti parental control dan sosialisasi. Karena filtering yang paling jitu adalah sosialisasi, bahwa orang harus menyadari konten tersebut akan berdampak negatif terhadap anak atau dirinya sendiri. Ini yang perlu kita edukasi dan lakukan sosialisasi. Mengingat pengguna awal terbanyak di usia 15 tahun kebawah berdasarkan survei yang kami lakukan

Diharapkan, sekolah kini tidak lagi hanya mengajarkan bagaimana cara berinternet tetapi juga bagaimana memproteksi dirinya terhadap konten-konten negatif. Dalam suatu konsep filtering yang ideal adalah semua orang harus terlibat. Pemerintah membuat peraturan yang memadai dan jelas, keterlibatan masyarakat ada, orang tua dan sekolah terlibat melakukan pendidikan berinternet. Nah, kalau butuh tools-nya sudah kami sediakan yang dari Nawala ini.

Bagaimana dengan filtering yang dilakukan oleh operator saat ini, apakah sudah sesuai?
Sebenarnya internet itu dibangun untuk saling tersambung dan terbuka. Kalau sudah melakukan filtering berarti akhirnya bukan lagi internet. Memang ada masalah berkaitan konten negatif, tetapi masalah itu bukan harus dengan filtering. Masalah bisa disikapi dengan dengan yang lain seperti pendidikan.

Di software sendiri sudah ada yang menyiapkan tools dan APJII menyiapkan DNS. Tapi jangan filtering dilakukan oleh operator karena nantinya jaringan itu tidak netral. Filtering paling ideal yang APJII harapkan adalah dilakukan oleh pengguna yang mana alatnya kita siapkan dan itu tidak terjadi distorsi di jaringan. Karena kalau filtering dilakukan operator, maka pengguna tidak tahu apa saja yang di-filter dan tidak tahu kalau saat browsing itu tengah diawasi, sehingga mengganggu privasi pengguna. Kalaupun operator melakukan filtering, harus mengumumkan apa saja yang di-filter dan bagaimana caranya pem-filter-annya kepada publik. Jadi kalau operator melakukan di luar itu, pengguna bisa menuntut.

PT Jasnita Telekomindo adalah salah satu perusahaan pemegang lisensi WiMax, bagaimana sejauh ini kesiapan Indonesia menyambut masuknya teknologi generasi keempat ini?
Saya rasa kalau secara industri dan teknologi Indonesia sudah siap. Kami sendiri bulan depan akan Uji Laik Operasi (ULO). Bila ini lulus, diharapkan tahun depan semuanya itu sudah tergelar. Tentunya bila WiMax sudah berjalan akan menambah pengguna baru lagi di internet, kami memperkirakan akan ada pertumbuhan 20% peningkatan exponential.

Bagaimana Anda berkomentar mengenai kompetisi antara WiMax dan LTE?
Inilah peperangan diteknologi, WiMax belum diluncurkan tiba-tiba LTE sudah mulai dibesarkan. Tapi memang semua teknologi yang berkembang ini nantinya memang akan bertemunya di LTE. Saya kira nantinya WiMax akan hidup begitupula LTE, karena mereka mempunyai pasar masing-masing. Dari teknologinya, WiMax E ini bisa bermigrasi ke LTE, jadi kalau pengguna mau migrasi bisa dilakukan. Sedangkan untuk WiMax sendiri tidak akan terjadi kompetisi karena konsepnya pemerintah itu dibaginya per-region.

Industri lokal penyedia perangkat WiMax diharuskan memenuhi syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sesuai ketetapan pemerintah. Menggandeng pihak manakah Jasnita untuk perangkat tekologi generasi ke empat ini? Berapa nilai investasi yang ditanamkan Jasnita?
Banyak vendor yang sudah lulus TKDN-nya, kami memilih salah satu vendor tersebut yang kandungan lokalnya sudah terpenuhi. Kami sendiri untuk WiMax ini mendapatkan wilayah timur Indonesia, yaitu Sulawesi bagian Utara, Tengah dan Gorontalo. Dimana populasi yang ada sekitar 7 jutaan dan waktu kita hitung dibutuhkan sejumlah 360 BTS yang perlu dibangun untuk memenuhi persyaratan dari pemerintah.  Selain BTS, kami juga memerlukan sistem, gateway, perangkat untuk mengatur trafik dan lainnya. Dengan semua ini, kita berharap semoga dunia telekomunikasi dan internet semakin membaik di masa mendatang. (Hoky)

Ketika TI Jadi Solusi

0

Ketika teknologi informasi (TI) jadi solusi, bidang apapun bisa beres, setidaknya hidup menjadi lebih baik. Begitu pula ketika TI menyentuh bidang transportasi, kemacetan di Ibu Kota bisa lebih ditekan. Dengan mengandalkan solusi lalu lintas elektronik berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP), diharapkan bisa menekan pengguna kendaraan yang melintasi jalan-jalan arteri Jakarta yang makin hari makin sesak. Volume kendaraan yang membeludak tak mampu lagi tertampung di ruas-ruas jalan hingga kecepatan kendaraan pun makin berkurang dan terjadilah macet.

Sistem ERP ini baru akan diberlakukan di Jakarta karena sudah tidak ada lagi solusi TI lain yang dianggap mampu mengatasi kemacetan. Sebab selama ini sudah banyak usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan Pemda DKI untuk mengatasi masalah ini, tapi upaya tersebut umumnya lebih bersifat pembangunan fisik transportasi semata, dengan kemacetan yang masih tetap ada. Namun tak cukup hanya dengan TI, legal aspek dan infrastruktur lainnya termasuk penyediaan kendaraan massal yang lebih banyak juga diperlukan untuk mengganti para pengendara menggunakan kendaraan pribadinya.

Tentu saja TI tidak hanya menjadi solusi untuk transportasi darat, termasuk juga transportasi udara dan laut. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan TI swasta yang bisa menawarkan berbagai solusi TI ini. Termasuk perusahaan yang berfokus pada layanan TI untuk industri perjalanan dan transportasi.

Layanan yang bukan hanya terkait pengadaan software dan hardware-nya saja, tapi juga menyediakan layanan konsultasi, solusi spesifik untuk kebutuhan industri tertentu, pengembangan, implementasi, dan operasionalnya. Sebuah Solusi TI bidang transportasi yang menyeluruh dan berstandar internasional. Dengan begitu ita berharap ERP di Jakarta nantinya bisa diterapkan sebagaimana yang tellah diterapkan di Singapura.

Headline BISKOM September ini menawarkan sebuah wacana, opini dan solusi atas pemanfaatan kemajuan TI untuk mengurangi mobilitas kendaraan di Ibu Kota. Kami juga menyajikan wacana terhangat lain di bidang TI yakni banyaknya dugaan tindak terorisme yang memanfaatkan TI sebagai salah satu penunjang aksi terorisnya. Kepolisian menyebut mereka adalah hacker yang memanfaatkan kemampuan programming-nya guna menunjang aksi mereka. Namun para pengamat TI kebanyakan membantah bahwa mereka bukanlah hacker. Mereka hanya memiliki keterampilan programming, tapi tidak serta merta bisa disebut hacker teroris.

“Hacker sebenarnya tidak akan terlibat melakukan akssi teroris, bahkan sebaliknya, mereka akan turut melawan aksi terorisme yang memanfaatkan TI untuk aksi kriminalnya,” demikian para praktisi dan pengamat TI berkesimpulan.

Agar tidak terjadi salah persepsi di bidang TI, simak berbagai artikel menarik Biskom September ini. Selamat membaca.

Agnes Monica Jadi Brand Ambasador Dell XPS

0

Dell menyatakan kesiapannya untuk memperkenalkan seri terbaru dari keluarga notebook XPS pada kuartal keempat 2012 ini. Untuk membangun karakter produk tersebut, Dell  menggandeng artis multi talenta Agnes Monica sebagai brand ambassador. Pemilihan ini merupakan strategi produsen perangkat asal Amerika Serikat ini untuk memperluas pangsa pasar produk premium Dell.

“Kami memilih Agnes karena dia memiliki kepribadian yang dinamis, punya prestasi tinggi, punya lifestyle, punya follower publik yang banyak, dan punya karir internasional. Ini linear dengan produk Dell,” kata Wily Hendrajudo, Marketing Manager Customer Business Dell Indonesia di Hotel Kempinsky, Jakarta (28/8) 2012.

Selama satu tahun ke depan, melalui Agnes, Dell ingin memperkuat karakter dan memperkenalkan nilai tambah dari produk premium Dell. Untuk fokus dalam produk premium, Dell membangun beberapa prinsip yaitu brand building, retail marketing. Dell juga akan melakukan perluasan pasar, dengan melebarkan ritel di tempat-tempat yang modern.

Dell berharap, pangsa pasar bisa naik menjadi 10 persen dengan fokus pada produk premium. Mengutip data dari IDC, Wily mengatakan saat ini pangsa pasar Dell untuk seluruh premium adalah 6 persen. Sedangkan pangsa pasar untuk produk premium seluruh brand per kuartal kedua antara 30 sampai 40 persen. “Jadi dengan fokus ini, kami berharap naik 3-4 persen,” kata Wily.

Agnes menyatakan bahwa ia sangat bangga bisa bekerjasama dengan Dell. “Tak hanya desainnya yang bagus, secara spesifikasi produk Dell memang sangat baik,” kata Agnes.

Penyanyi yang mengaku sebagai Gadget Freak ini juga mengungkapkan dirinya tak pernah melihat produk dari luarnya saja. “Dalam memilih produk, yang paling penting bagi saya adalah kelengkapan layanan servisnya. Buat saya, Dell adalah package yang lengkap,” tambahnya.

Dengan kerjasama ini, Agnes Monica nantinya akan tampil dalam beberapa aktivitas pemasaran Dell untuk lini produk XPS, seperti notebook dan desktop premium.

Dell juga memperkenalkan kembali unified marketing dimana di dalamnya terdapat pelayanan purna jual yang melayani jasa perbaikan notebook kapan saja dan di mana saja. Willy mengklaim On Site Service ini merupakan nilai tambah Dell Indonesia yang tidak dimiliki kompetitor lain.  On Site Service telah diluncurkan sejak setahun lalu dan tersebar di 222 titik lokasi servis berdasarkan kode pos.

Di kesempatan yang sama, Tie Lily, Director of Consumer and SMB Dell Indonesia menjelaskan, “Ini merupakan salah satu langkah kami untuk melanjutkan keseriusan Dell di consumer business.”

Dell mengeluarkan label premium XPS untuk kalangan profesional yang kreatif dan mobile. “Konsumen XPS umumnya kalangan profesional, premium female, serta premium student,” tegas Lily.

Notebook XPS sendiri merupakan produk premium Dell yang menyasar kelas menengah atas, yang bukan hanya memiliki bentuk yang dinamis, tetapi juga sangat fungsional, dan tampil dengan performa yang tangguh.

HMCC Adakan Mudik Bareng Gratis

0

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) menyelenggarakan mudik bareng sebagai bentuk kepedulian pengusaha di lingkungan Harco Mangga Dua terhadap karyawannya agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halamannya.

Memasuki tahun ke-4 ini, acara yang tujuan utamanya untuk menjalin kebersamaan antara seluruh karyawan di Harco ini menyediakan 5 bis besar untuk mengangkut sekitar 300 pemudik.

Menurut Ketua Panitia, Harry Chandra, kegiatan yang mengambil tema “Mudik Bareng HMCC 2012” ini tidak dipungut biaya alias gratis. “Kali ini pengusahalah yang melayani karyawannya, karena panitia melibatkan pengusaha yang ada di Harco untuk turut mendukung acara ini demi kelancaran acara,” ujar Harry, saat memberikan kata sambutan sebelum pelepasan keberangkatan pemudik di Jakarta (16/8).

Dengan persiapan sekitar 4 minggu, mulai dari mencari sponsor, melakukan promosi hingga penyelenggaraannya, acara ini tidak lepas dari dukungan anggota HMCC yang terdiri dari para pengusaha yang menjual berbagai kebutuhan komputer hingga aksesorisnya. ”Inilah bentuk kepedulian pengusaha terhadap karyawannya,” jelasnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mudik bareng kali ini diawali dengan buka puasa bersama. Selain itu, di setiap bis juga sudah disediakan snack dan air minum untuk bekal diperjalanan.

Sementara rute perjalanan Mudik Bareng tahun ini meliputi wilayah Jawa Barat – Jawa Tengah – Jawa Timur baik melalui Jalur Utara dan Jalur Selatan.

Sedangkan, untuk peminatnya sendiri tiap tahunnya selalu mengalami permintaan penambahan peserta mudik. Namun tahun ini, panitia baru bisa menambahkan satu bis saja dengan penambahan sekitar 40-50 pemudik.

“Sebetulnya yang ingin ikut banyak sekali, namun karena keterbatasan, maka dari tiap anggota HMCC yang terdiri dari pemilik toko di Harco hanya diberikan maksimal 3 orang saja yang bisa ikut,” ungkap Taufresdian, Ketua HMCC.

Lebih lanjut, ia berharap semoga semua peserta Mudik Bareng selamat sampai tujuan, sehingga bisa berkumpul bersama dengan keluarga di kampung dan kembali lagi berkerja di Harco mangga Dua yang dikenal sebagai penyedia kebutuhan komputer.

Sementara itu, Solihin Efendi, pengelola gedung Harco Mangga Dua berkomentar, pihaknya memang memiliki komitmen untuk selalu mendukung HMCC, tentunya termasuk acara Mudik Bareng Gratis ini demi terciptanya hubungan yang harmonis diantara pengelola, pemilik toko dan seluruh karyawan. Menurutnya, dengan kebersamaan, segala permasalahan yang timbul saat melakukan kegiatan bisnis akan mudah teratasi. Akibatnya, konsumen pun merasakan kenyamanan untuk bertransaksi di Harco Mangga Dua.

Mudik Bareng HMCC 2012 didukung oleh Acer, Agung Sedayu Group, Badan Pengelola Harco Mangga Dua, Digital Alliance, Axioo, V-Gen, Advance, iRobot, VIT, LG, Kaspersky, 3G Power, VenomRX, serta BISKOM sebagai media partner.