Home Blog Page 979

Menjadi Profesional Berbekal Ijazah SMK

0

Focus 01Di kalangan perusahaan swasta yang tidak mensyaratkan gelar Sarjana untuk para pekerjanya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai jadi primadona. Padahal pertemuan atau Link and Match antara SMK dan industri selama ini belum terwujud secara maksimal.

Berikut ini contoh pengalaman dua remaja alumni SMKN 2 Subang Jawa Barat yang kebetulan bernasib baik dan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya di Jakarta. Adalah Yayasan Meruvian yang menerapkan konsep Link and Match secara ideal.

Cerita awalnya berangkat saat Meruvian menggelar kelas khusus kewirausahaan rekayasa perangkat lunak (RPL) berbasis Java. Dari situ, program magang untuk siswa SMK pun dibuka dan terus berkembang bahkan merekrut siswa magang menjadi pegawai. Hingga didirikanlah perusahaan konsultan dan software development bernama PT Mervotura Rekantara.

Direktur PT Mervotura Rekantara dipegang oleh lulusan SMK, Nita Puspita, alumni jurusan akuntansi SMKN 2 Subang. Seorang temannya lagi, Mila Yuliani, kini menjadi teknisi atau programmer di perusahaan itu. Mereka berdua mengaku ilmu dan keterampilan yang didapat selama belajar di SMK sedikit banyak bisa terpakai.

PT Mervotura Rekantara yang berdiri April lalu sebagai cikal bakal perusahaan milik Meruvian mulai aktif menerapkan konsep Link and Match sejak mulai 2008. “Sebenarnya dari tahun 2003 juga, Meruvian sudah ada anak yang magangnya. Cuma waktu itu masih atas nama PT Intercitra,” kata Nita kepada BISKOM (7/5).

Kini PT Mervotura merupakan Java Center, yakni perusahaan yang bergerak di bidang spesialis Java, dengan harga yang di bawah standar pasar, namun menjanjikan kualitas yang lebih baik. Meruvian sebagai perusahaan induk juga terus berkembang dengan spesialiasi program Java. Sejumlah klien baik pihak swasta maupun pemerintah sudah mengajaknya bekerjasama seperti dari Sinar Mas, Jababeka, Maetikra, Badan Koordinasi (Bakosurtanal), Departemen Keuangan (Depkeu) PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Ditanya soal kondisi SMK saat ini, Nita menilai ada link yang tidak nyambung antara requirement industri dengan apa yang diajarkan di sekolah. “Terserap di dunia kerja mungkin iya memang terserap, tapi apakah pekerjaan yang mereka dapatkan itu sesuai dengan kejuruan atau keahlian yang dia pelajari di sekolah, itu belum tentu,” tukasnya.

Menurutnya, harus ada regulasi cara mengajar yang current atau up to date. “Intinya yang banyak terjadi kan kurikulum lama masih dipakai. Sementara dunia kerja praktis terus berkembang atau up to date,” selorohnya.

Karena itu Nita melontarkan kritik buat Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) agar me-review kembali standar kompetensi SMK yang sekarang ini dengan apa yang industri minta. “Agar lulusan SMK ini, dapat diserap SDM-nya oleh industri. Kalau pun tidak kerja, setidaknya mereka bisa berwirausaha. Dan kalau pun harus jadi kuli pabrik, setidaknya harus sesuai dengan skill-nya” jelas Nita.

Mila menilai ada perbedaan dengan apa yang saya pelajari di SMK saat dibandingkan dengan dunia kerja. Namun ia juga tak menampik ada juga materi yang didapat di SMK yang terpakai di dunia kerja seperti logika, algoritma pemrograman sebagai dasar atau bekal memasuki dunia kerja.”Karena itu pas jadi programmer, saya masih bisa mengerti karena memang sudah ada basic yang hampir sama,” ujarnya.

Menurut Mila banyak anak didik SMK yang mengeluhkan dengan pekerjaannya sebagai buruh pabrik, sehingga mundur atau kehilangan pekerjaannya dan akhirnya menganggur.

Keluhan-keluhan seperti itu sebagian besar ia dapat dari teman-teman SMK yang tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau bahkan tengah menganggur. “Hanya sedikit saja yang bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi karena orangtua mereka tergolong mampu,” tukasnya. Soal berwirausaha? Hingga saat ini

Mila belum banyak melihat lulusan SMK yang tertarik berwirausaha. Apalagi modal kerap jadi kendala memulai mereka untuk berwirausaha. Mila berpendapat dengan adanya program-program wirausaha di SMK, mungkin siswa jadi lebih terbuka wawasan soal kewirausahaannya. Di samping itu harus pula disediakan praktik bahkan kalau bisa disertai modal untuk wirausahanya. “Sebab sebenarnya mereka sudah bisa membuat produk dan punya ilmunya.

Misalnya jika seseorang belajar menjahit, dia bisa buka jasa penjahitaan. Kalau dia bisa mesin, dia bisa buka bengkel atau jika seseorang punya keahlian masak, bisa buka katering dan lain sebagainya. Nah, kalau dari segi industri, menurut saya jangan dilihat dari basically pendidikan, tapi perlu dilihat dari segi skill yang dimiliki SDM tersebut. Artinya para lulusan SMK ini harus bekerja di industri yang menangani pekerjaan sesuai bidang yang dimiliki siswa,” pungkas Mila.

Tingkatkan Pemasaran, Intel Rangkul Reseller

0

Santosh.jpgINTEL memperkenalkan strategi baru untuk membantu mitra reseller-nya di Indonesia untuk meningkatkan pemasaran produk-produknya. Santosh Viswanathan, Chief Representatives Intel Indonesia, mengatakan strategi baru itu adalah dengan memperkenalkan program Intel Technology Provider yang telah diperkenalkan dalam Intel Solutions Summit di Melbourne, Australia, 9-11 Mei lalu.

Santosh mengatakan bahwa program Intel Technology Provider ini dimaksudkan untuk membantu para mitra Intel untuk mempertahankan kesuksesan di tengah realitas perubahan bisnis TI saat ini, baik di dunia nyata maupun online.

“Mulai tahun ini semua lini bisnis yang menjual produk berbasis teknologi Intel dapat bergabung dalam program keanggotaan Intel. Termasuk di dalamnya system builder dan integrator, reseller teknologi dan penyedia solusi, dan purpose built system builder termasuk perangkat yang berbasis teknologi Intel, seperti digital signage dan perangkat point of sales,” kata Santosh

Sementara itu, Kamil Hassan, Reseller Channel Operation (RCO), Intel Asia-Pacific, mengatakan bahwa mitra distribusi adalah tetap bagian yang sangat penting bagi Intel dan merupakan kontributor yang signifikan terhadap hasil Intel pada kuartal pertama.

“Strategi kami adalah untuk memberdayakan dan memungkinkan para Mitra Distribusi kami ini untuk berhasil dalam perubahan lingkungan yang sedang berlangsung,” ujar Kamil.

Di Intel Solutions Summit 2011, delapan mitra Intel dari Indonesia ikut menghadiri ajang internasional tersebut, yaitu Zyrex, Axioo, Byon, Concordia, IMV, Terra, Astrindo dan T-Zone. Salah satu mitra Intel, Winston dari T-Zone mengatakan bahwa program ini membantu para mitra Intel untuk dapat melatih, memberikan dukungan dan memposisikan para mitra lebih baik kepada para end-user.

Pameran Foto Komodo Resmi Ditutup

0

01. Fadel Muhammad menutup Pameran Foto Komodo di Gedung TRANS TV Jakarta (16-6-11)Upaya perlindungan satwa langka Komodo terus berlanjut. Kini, pelestarian satwa yang telah menjadi salah satu finalis dalam New Seven Wonders ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad menyatakan dukungannya terhadap usaha ini. Saat menutup Pameran Foto Komodo karya 18 Pewarta Foto Dalam dan Luar Negeri di Gedung TRANS TV, Jakarta (12/6), ia meminta Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil untuk membuat program bersama dalam pelestarian hewan komodo dan keanekaragaman hayati di pulau Komodon Nusa Tenggara Timur.

“Pemerintah, swasta dan masyarakat harus bersinergi melestarikan eksistensi komodo yang sudah ada sejak 60 juta tahun lalu,” ujarnya. “Kami harapkan kampus-kampus juga mencetak banyak pakar dan aktivis Komodo,” ungkapnya.

Selain Fadel Muhammad, acara penutupan dihadiri pakar komodo, Putra Sastrawan dari Bali dan sejumlah pimpinan Trans TV.  Pameran foto yang berlangsung sejak 30 April 2011 itu juga mendapat perhatian masyarakat termasuk para pemuda Asean.

02. Fadel Muhammad menutup Pameran Foto Komodo di Gedung TRANS TV Jakarta (16-6-11)Acara ini diprakarsai Aktivis Komodo,  Zeby Febrina, dan Lembaga Swadaya Masyarakat,  antara lain Yayasan Komodo Indonesiaku dan  Yayasan Komodo Putra serta Forum Wartawan Foto Pecinta Komodo bersama Trans TV.

Zeby mengatakan gagasan mulia dari Fadel Muhammad baiknya juga perkuat oleh sinergi yang tidak berhenti ditingkat kementerian saja, tapi diteruskan ditingkat instansi terkait yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tempat hewan purba Komodo itu hidup.

Keterlibatan masyarakat, khususnya masyarakat desa Modo yang tinggal di Pulau Komodo, penting  agar upaya pelestarian tepat sasaran.  Dalam kaitan dengan pelestarian, populasi  Komodo tidak boleh dibatasi, sementara jumlah penduduk desa Modo harus dibatasi.

Bukan hanya bagi Indonesia, hewan purba Komodo yang hidup lebih dari 60 juta tahun tersebut juga menjadi keajaiban tersendiri bagi dunia. Sejak tahun 2009, Taman Nasional Komodo bahkan telah dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” di www.new7wonders.com.

03. Fadel Muhammad menutup Pameran Foto Komodo di Gedung TRANS TV Jakarta (16-6-11)Putra Sastrawan menambahkan  pemerintah setempat perlu melibatkan masyarakat, baik yang tinggal di Labuan Bajo (ibukota Kabupaten Manggarai Barat) maupun masyarakat di luar wilayah Labuan Bajo, seperti Masyarakat Bima-Sumbawa, agar merasa memiliki hewan purba Komodo. Saat ini, berdasarkan penelitiannya, jumlah populasi Komodo di pulau Rinca dan Pulau Komodo sekitar 2.500 ekor.

Pameran Foto Komodo ini merupakan rangkaian kegiatan Komodo Indonesiaku Foundation yang menyelenggarakan WorkShop & Lomba Foto Komodo yang akan memperebutkan piala Ani Bambang Yudhoyono Cup di Labuan Bajo-NTT, pada 20-24 Juli mendatang, sebagai bagian dari rangkaian kampanye vote Komodo yang telah dilakukan selama ini.

Turut hadir pada acara penutupan Pameran antara lain Komisaris Trans Corp. Ishadi S.K, staf dan direksi PT Sido Muncul, aktivis lingkungan, dan pemerhati Komodo. Acara ini juga melibatkan BISKOM sebagai media partner.

ICC Dukung Indonesia Berbasis Broadband

0

ICC2Didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pameran Indonesia Internasional Communication Expo & Conference kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Di tahun ke 8 ini penyelenggaraan ICC 2011 dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

“Acara ini merupakan langkah kecil dalam menuju ke langkah yang lebih besar lagi dalam memajukan bangsa dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di tanah air,” ucap Tifatul, saat peresmian ICC di Jakarta (8/6).

Pameran yang diselengarakan oleh Asosasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) dan Dyandra Promosindo yang berlangsung selama lima hari mulai 8-12 Juni 2011 mengambil tema “The Borderless Word of Comunication”, merupakan pameran Information & Computer Technologi (ICT) komprehensif dan terintegrasi karena menggabungkan konsep pameran retail (B2C) dan pameran corporate (B2B). “Ini merupakan sebuah langkah konkrit Dyandra sebagai langkah konvergensi menuju Indonesia berbasis broadband,” kata Sarwoto Atmasutarno, Ketua Umum ATSI.

Dijelaskannya juga, selain menjadi barometer perkembangan selular Indonesia, ICC akan mampu membuka peluang bisnis dan kerjasama di sektor ICT, dengan mengumpulkan stakeholder potensial, seperti buyers dan pemerintah. “Ini merupakan salah satu bentuk dukungan para provider telekomunikasi untuk mewujudkan Indonesia siap memasuki era broadband society and economy, dimana broadband dapat menjadi salah satu penggerak roda ekonomi nasional,” tambahnya. Tentunya akan mendukung berbagai strategi bisnis, memperluas networking, mendorong penjualan, brand awareness, serta meningkatkan marketshare sebuah perusahaan ICT di tanah air.

Sedangkan pemerintah mengharapkan ICC dapat mendukung terlaksananya program pemerintah dalam menjadikan Indonesia Broadband di 2015 nanti. Dimana pemerintah sebagai langkah awal menargetkan 2012 sebagai Indonesian Connected atau Indonesia tersambung hingga Papua dapat terlaksana untuk menjadikan Indonesia yang peduli terhadap informasi sehingga nantinya menghasilkan masyarakat yang rasional dan bisa menentukan berbagai informasi yang benar.

“Dengan semakin mudahnya masyarakat menerima berbagai informasi akan mengajarkan masyarakat untuk bisa menyaring berbagai informasi tersebut dan mencerdaskan pola pikir masyarakat yang maju,” jelas Menkominfo.

Dengan semakin tumbuh kembangnya teknologi mobile broadband, diharapkannya para operator dapat menyerap konten lokal, dapat memanfaatkan tenaga kerja Indonesia untuk mengurangi pengangguran, serta menunjang kecerdasan elemen bangsa dengan konten-konten yang disajikannya.

Pemanfaatan potensi broadband secara optimal memang menjadi hal penting, karena berdasarkan analisa yang dilakukan Frost & Sullivan secara ekonomi broadband nirkabel memiliki potensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 1,68% pada tahun 2015. Prediksi ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2009 dimana negara-negara berkembang yang meningkatkan penetrasi broadband  sebesar 10% akan mempengaruhi PDB Negara tersebut sebesar 1,21%.

Sementara itu, dari segi sosial dapat membantu mencapai target yang telah dicanangkan pemerintah dan Millenium Development Goals seperti program pemeberantasan buta huruf, akses terhadap sarana kesehatan dan financial yang akan membawa kearah pertumbuhan yang berkesinambungan dan merata. Dalam kesempatan ini, penyelenggaraan ICC 2011 diadakan bersamaan dengan pameran The 8Th Indonesia Cellular Show dan Festival Komputer Indonesia (FKI) 2011 yang merupakan pameran ke 13 kalinya diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo.

Dengan tema “Gelegar Pesta computer”, FKI digelar di 6 kota, yaitu Surabaya (Grand City Convex) yang diselenggarakan lebih awal pada tanggal 1-5 Juni 2011, sedang di Jakarta (Jakarta Convention Center), Bandung (Graha Manggala Siliwangi), Semarang (Java Mall dan DP Mall), Yogyakarta (Jogja Expo Center) dan Makassar (Celebes Convention Center) yang diselenggarakan secara bersamaan.

TAITRA Resmikan Taiwan Excellence 2011

0

TE Press Conf2011 merupakan tahun kedua bagi Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) untuk memperkenalkan produk-produk Taiwan di Indonesia melalui kampanye Taiwan Excellence 2011.

Bertempat di The Glass House, Jakarta, Selasa (7/6), TAITRA yang merupakan wadah bagi para produsen perangkat teknologi informasi (TI) dari Taiwan yang bekerjasama dengan Departemen Perdagangan Taiwan ini secara resmi meluncurkan kampanye Taiwan Excellence 2011.

James Chen, Direktur TAITRA Jakarta mengatakan, selama bertahun-tahun produk Taiwan seperti Acer, Asus, BenQ, MSI, Genius dan D-Link telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Hanya saja, kebanyakan konsumen tidak menyadarinya.

“Melalui kampanye ini, para produsen perangkat TI Taiwan berharap dapat merangkul lebih dekat para konsumen di Indonesia,” imbuh James.

Kunjungan Andrew L.Y Hsia ke Stand Taiwan Excellence BrandJames menjelaskan,  kampanye Taiwan Excellence pertama yang diselenggarakan pada 2010 lalu, di Mangga Dua, Jakara, mengikutsertakan 18 perusahaan. Namun di tahun ini, 28 perusahaan telah bergabung dalam Taiwan Excellence 2011, iantaranya; ACER, ADATA, ASUS, AVerMedia, BenQ, BIOSTAR, CHIMEI, D-Link, DrayTek, ENERMAX, EDIMAX, Genius, GIGABYTE, GOOD WAY, HiTi, IN WIN, Innergie, Leadtek, Mio, MSI, Optoma, PQI, Silicon Power, Thermaltake, Transcend, Trend Micro, VIA dan ZyXEL.

Peluncuran kampanye ini dihadiri oleh presenter Cathy Sharon yang merupakan Ambassador Taiwan Excellent Indonesia dan Samuel Mulia, Brand Consultant untuk media dan penulis bidang lifestyle di surat kabar dan majalah.

Dengan kampanye ini Taiwan Excellence akan merangkul pembeli dengan berbagai kegiatan, termasuk program online berupa kontes melalui Facebook, Twitter (@TaiwanICT), dan di situs mereka www.taiwanexcellence.com.tw. Selain itu, Taiwan Excellence membuka stand di Festival Komputer Indonesia (FKI) yang berlangsung di Jakarta Convention Center Hall B stand Nomer O, 8-12 Juni 2011.

Foto bersama di stand Taiwan Excellence BrandSementara itu, berkaitan dengan kampanye Taiwan Excellence, New Taipei City Computer Association (NCTA) beserta anggotanya memperkenalkan project Taiwan ADOC (APEC Digital Opportunity Center) dan memberikan kesempatan kepada para pebisnis TI Taiwan untuk bertemu dengan rekan-rekan para mitra potensial di Indonesia untuk bertukar keahlian dan mengembangkan peluang bisnis yang saling menguntungkan.

APEC Digital Opportunity Center adalah program APEC yang diprakarsai oleh pemerintahan dan sektor swasta Taiwan untuk menjembatani kesenjangan digital di negara-negara APEC, sekaligus memberikan peluang-peluang investasi yang akan di tanamkan di Indonesia dengan menjalin kerja sama antara pebisnis TI Taiwan dengan perusahaan TI di Indonesia

Bertempat di Merak Room Jakarta Convention Center (9/6), lima belas perusahaan TI Taiwan memaparkan produk-produk andalan mereka kepada calon mitra di Indonesia dan dilangsungkan penandatanganan kerjasama antara Honorary Chairman of New Taipei City Computer Association (NCTA), Donald Weng dengan Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Teddy Sukardi  dan disaksikan oleh Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO) Andrew Y.L. Hsia.

ADOC Teddy Sukardi - Andrew L.Y. Hsia  - Donald Weng Andrew YL Hsia, mengatakan bahwa Taiwan ingin memperkenalkan perusahaan-perusahaan TI Taiwan kepada pasar Indonesia dengan produk-produk TI yang bermerek internasional. Di sisi lain, kegiatan ini memberikan kontribusi untuk meningkatkan sirkulasi barang, meningkatkan kegiatan perdagangan, serta alih teknologi antara Taiwan dan Indonesia.

Direktur Masterdata, Soegiharto Santoso,  mengatakan “kami berharap masyarakat Indonesia terbuka untuk menjadikan Taiwan sebagai contoh yang baik karena mampu menjadi negara produsen TI besar di dunia. Dengan kerjasama yang baik, kedepan Taiwan akan tertarik untuk lebih banyak lagi melakukan investasi di Indonesia dengan cara menjalin kerjasama dengan para pengusaha TI lokal. Tentunya, kita harus optimis, suatu saat nanti kita dapat menjadi negara produsen TI yang juga handal di tingkat dunia,” ujar Soegiharto.

Rektor Universitas Terbuka Tian Belawati: Pendidikan Jarak Jauh Terkendala Infrastruktur TI

7
Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati Med. Phd.

Tian Belawati 01.jpgSISTEM pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) sudah tidak asing dalam istilah pendidikan tinggi di belahan dunia manapun. Di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) dianggap telah mampu menyelenggarakan PTJJ secara tertata dan sistematis. Tak heran jika UT kini dijadikan contoh sukses oleh open university di Asia. UT juga dinilai bisa menjadi kampus masa depan bagi bangsa Indonesia. Sebab, berbagai bahan studi untuk menyebarkan pengetahuan dan informasi di kampus itu, mengandalkan teknologi informatika yang paling mutakhir, yakni teknologi jarak jauh (long distance), sehingga cocok bagi wilayah geografis Indonesia yang terpisah oleh beberapa kepulauan.

“UT memudahkan orang-orang yang tidak sempat belajar secara tatap muka atau formal. Meski begitu, tantangan terbesar kami adalah UT harus menyeragamkan sistem pendidikan dengan luasnya geografis Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ujar Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ir. Tian Belawati Med. Phd kepada BISKOM, akhir Mei lalu di ruang kerjanya di Pondok Cabe, Tangerang.

Tian sendiri telah menjabat sebagai Rektor UT sejak bulan Juni 2009, sekaligus merupakan rektor wanita pertama di UT sejak perguruan tinggi ini berdiri pada 1984. Berbincang dengan kelahiran 1 April 1962 ini sungguh menyenangkan. Bagi Tian, “Seninya jadi dosen di UT adalah selalu menerangkan dan menjelaskan pertanyaan orang. Kami di UT dituntut untuk memiliki kreatifitas dalam mengambil solusi, karena pada umumnya problematika di UT tidak sama dengan yang dihadapi oleh perguruan tinggi.” Hal lain yang menyenangkan bagi lulusan IPB ini adalah, “Saya selalu dikejar-kejar teknologi. Karena sistem pengajaran UT yang jarak jauh, maka saya pun dituntut untuk aktif mengikuti perkembangan teknologi.” Menariknya, kisah Tian, UT akan menjadi tuan rumah konferensi International Council for Open and Distance Education (ICDE) tingkat dunia di Bali pada 2-5 Oktober 2011 yang bertemakan Expanding Horizons-New Approaches to Open and Distance Learning.

“ICDE merupakan sebuah organisasi yang mewadahi lebih dari 50 negara yang menjadi komunitas pendidikan terbuka dan jarak jauh,” paparnya. Ingin tahu lebih banyak tentang UT? Simak petikan wawancara BISKOM dengan peraih gelar Master of Education dari Simon Fraser University, Burnaby, B.C., Canada dan gelar Doctor of Philosophy dari University of British Columbia, Vancouver ini.

Tian Belawati 02.jpgBisa dijelaskan lebih rinci mengenai PTJJ?
PTJJ merupakan sistem yang menggabungkan konsep pendidikan terbuka dengan metode pendidikan secara jarak jauh. Konsep pendidikan terbuka (open education atau open learning) pada dasarnya merupakan suatu tujuan atau citacita kebijakan mengenai sistem pendidikan. Konsep ini menekankan pentingnya keluwesan sistem, terutama dalam meniadakan kendala tempat, waktu, dan aspek yang disebabkan oleh karakteristik mahasiswa seperti misalnya keadaan ekonomi.

Sedangkan pendidikan jarak jauh (distance education atau distance learning) merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mencapai sistem pendidikan yang terbuka.

Hal apa yang mendasari berdirinya UT?

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut kita untuk terus meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang menunjang produktivitas. Namun, keterbasan tempat dan waktu menjadi kendala utama bagi banyak orang dalam mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesional mereka untuk menghadapi perubahan yang dinamis dan sesuai tuntutan masyarakat.

Ditambah lagi, terbatasnya penyebaran sarana pendidikan tinggi di Indonesia telah menghambat proes perkembangan profesionalisme kita secara berkelanjutan. Untuk menjembatani hal ini, UT memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi.

Apa yang membedakan UT dengan perguruan tinggi lain?
UT adalah Perguruan Tinggi Negara (PTN) ke 45 di Indonesia yang menerapkan sistem PTJJ. Tanpa memandang kondisi mahasiswa, PTJJ yang diterapkan UT membantu pencapaian tujuan belajar karena tidak ada pembatasan jangka waktu penyelesaian studi dan tidak memberlakukan sistem drop out, tidak ada pembatasan umur maupun tahun kelulusan, dan waktu pendaftaran yang leluasa sepanjang tahun.

Kemudian juga di UT, ruang, waktu dan tempat belajar sangat fleksibel sesuai dengan kondisi mahasiswa. Kami juga menggunakan materi belajar multimedia, termasuk bahan ajar cetak baik yang dilengkapi dengan kaset audio dan video (CD), siaran radio dan TV, maupun bahan belajar bebasis komputer dan internet.

Di samping itu semua, biaya kuliah di UT jauh lebih murah dibandingkan perguruan tinggi konvensional dan jangkauannya juga lebih luas.

Program studi apa saja yang ditawarkan UT dan bagaimana mengenai jaminan kualitas belajar di UT?
UT memiliki empat fakultas dan satu program pascasarjana yang menawarkan lebih dari 30 program studi dengan jenjang yang bervariasi meliputi Program Magister, Sarjana, Diploma 1, 2 dan 3 serta Sertifikat. UT sendiri telah mendapatkan akreditasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Pada tingkat internasional, UT memperoleh Sertifikat Kualitas dari The International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan ISO 9001:2000/2008 dalam berbagai bidang manajemen dari Badan Sertifikasi SAI Global dan SGS USA. Dan tentu saja akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Informasi lebih lengkap mengenai UT dapat diakses secara cepat melalui situs http://www.ut.ac.id/. Kami juga telah bergabung dalam Indonesia Digital Library Network (IDLN), yakni jaringan perpustakaan digital Indonesia yang beranggotakan lebih dari 80 institusi. Infonya bisa diperoleh pada http://hub.indonesiadl.net/index.php.

Tian Belawati 03.jpgPTJJ memungkinkan individu untuk menuntut ilmu di UT. Bagaimana jika mereka belum memiliki akses internet, dimana info mengenai UT bisa diperoleh?
Sebetulnya UT telah memiliki kantor cabang sebanyak 37 UPBJJ-UT yang tersebar di 32 provinsi. Selain itu, kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai institusi seperti PTN/PTS setempat terutama dalam penyediaan tutor, pembimbing praktik dan pengawas ujian. Lalu dengan pemerintah dan stasiun radio dan TV setempat.

Pada tingka pusat, UT juga bekerjasama dengan Q-Channel dan TV Edukasi, RRI serta PT Pos Indonesia untuk mendistribusikan bahan ajar, dokumen ujian dan bahan pendukung lainnya. Jalinan kerjasama dengan berbagai organisasi internasional juga telah dilakukan untuk melayani mahasiswa dari luar negeri, seperti dengan KBRI, Florida State University, Simon Fraser University, University of Maryland University Collage, Southeast Asian Ministers of Education
Organization Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) dan lain sebagainya.

Sejauh mana teknologi informasi (TI) telah digunakan sepanjang PTJJ berdiri di seluruh dunia?
Dalam sejarah penggunaan teknologi untuk kepentingan pendidikan, PTJJ selalu yang terdepan dan saat ini telah memasuki generasi kelima, yaitu generasi yang mengeksploitasi kemampuan teknologi internet dan jaringan.

Generasi pertama adalah generasi pendidikan korespondensi yang merupakan sistem pendidikan belajar mandiri oleh mahasiswa dengan media utama bahan ajar cetak, khususnya Panduan Belajar dan tugas-tugas yang dikirimkan oleh instruktur melalui pos. Oleh karena itu, program-program pendidikan pada generasi ini biasa disebut sebagai correspondence study.

Generasi kedua merupakan generasi PTJJ yang dicirikan dengan pemanfaatan teknolgi audio dan video, serta teknologi yang lebih interaktif seperti computer-based learning dan video interaktif. Pada generasi inilah lahir Universitas Terbuka (Open University) di Inggris pada tahun 1969. The United Kingdom Open University (UKOU) yang juga merupakan model universitas terbuka pertama di dunia melahirkan generasi ketiga yang dicirikan dengan digunakannya teknologi siaran dan rekaman (terutama dengan media penyebaran melalui televisi, radio, dan kaset audio/video), telekonferensi audio dan video (audio/video teleconferencing), serta komunikasi audio-grafik.

Sedangkan generasi keempat yang dimulai sejak awal tahun 1990-an, dicirikan dengan pengunaan jaringan Internet dan Intranet yang sangat ekstensif, terutama untuk kepentingan interaksi melalui apa yang disebut computer-mediated communication.

Generasi keempat yang dikenal sebagai generasi pembelajaran fleksibel (Flexible Learning Model) ini terus berkembang seiring dengan perkembangan TI yang sangat pesat, dan telah melahirkan generasi berikutnya yang mengintegrasikan semua kemampuan teknologi sebelumnya, sehingga melahirkan suatu automated response system.

Tian Belawati 04.jpgBagaimana pemanfaatan TI di generasi kelima?
Pada generasi ini disebut sebagai model pembelajaran fleksibel yang lebih cerdas (The Intelligent Flexible Learning Model) yang dicirikan dengan pengembangan portal institusi penyelenggara PTJJ untuk meningkatkan akses peserta didiknya terhadap sumber dan layanan bantuan belajar. Pada generasi PTJJ keempat dan kelima juga lahir jargon yang sangat populer di masyarakat seperti e-learning dan mobile, learning yang lebih memasyarakatkan lagi fenomena PTJJ ke kalangan yang sebelumnya tidak pernah memandang sebelah mata pada sistem PTJJ. Hal ini karena integrasi pemanfaatan satu bentuk TI dengan bentuk teknologi informasi dan komunikasi lainnya memungkinkan sistem pembelajaran pada PTJJ dirancang menjadi interaktif, personalized, namun tetap memiliki daya jangkau yang luas.


Pemanfaatan TI di UT sendiri bagaimana?
Seluruh kegiatan perkuliahan bisa diikuti oleh mahasiswa melalui pemanfaatan internet, mulai dari pendaftaran diri
untuk mengikuti kuliah, konsultasi akademik, penyelesaian tugas-tugas dan penyerahannya, sampai dengan evaluasi kegiatan belajar mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat memilih apakah akan mengikuti kegiatan kuliah secara tatap muka, atau secara online, atau perpaduan keduanya.

Masing-masing pilihan ini dihargai sama secara akademik. Apakah ada kendala terkait dengan TI di UT?
Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di UT memang masih terkendala infrastruktur TI yang terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil. Akibatnya, belum semua mahasiswa UT memiliki akses teknologi informasi yang seharusnya bisa mempermudah perolehan bahan materi ajar.

Pemanfaatan TI masih harus ditingkatkan. Pembangunan infrastrukturnya belum merata. Padahal, pendidikan jarak jauh dengan TI menghilangkan hambatan jarak dan waktu karena para peserta didik bisa mengakses bahan ajar setiap saat dan di mana saja.

Kendala infrastruktur TI ini harus segera ditangani agar UT bisa lebih mengembangkan diri, antara lain dengan membuat program politeknik, seperti yang ada di negara lain, misalnya di Afrika Selatan.

Apa yang bisa UT lakukan jika infrastruktur TI di Indonesia sudah lebih baik?

Kita ambil contoh saja negara-negara lain yang memiliki UT sudah bisa membuat program politeknik jarak jauh, seperti fakultas teknik atau keperawatan. Jika kendala akses TI ini bisa teratasi, jumlah mahasiswa UT yang kini 650.000 orang di seluruh Indonesia kecuali Papua Barat dan di luar negeri, diyakini akan meningkat. Meski masih ada kendala pemanfaatan TI. Syukurlah, sistem UT di Indonesia dinilai telah berjalan baik oleh tim penilai UT dari Inggris dan juga menjadi contoh sukses oleh open university di Asia. (Hoky)

Telah Terbit BISKOM Edisi Juni 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ir. Tian Belawati, Med. Phd, (Terima kasih kepada Universitas Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ir. Tian Belawati, Med. Phd: Pendidikan Jarak Jauh Terkendala Infrastruktur TI

• FIGURE:
– Presiden Direktur Intelix, Irmawan Sadikin:  Software Lokal Harus Diakui
– Dirut Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno: Broadband, Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
– President Director Infomedia, Muhammad Awaluddin: Infomedia Targetkan 20% Pertumbuhan Bisnis

• HEADLINE:
– Menyoal Efektivitas Link and Match Perguruan Tinggi TI

• FOCUS:
– Mau Dibawa Kemana Lulusan SMK?
– Menjadi Profesional Berbekal Ijazah SMK
– 2013, WARTEL Musnah
– Email Gratisan, Dagelan Politik?

• INSPIRATION:
– Dedy Budiman: Menjual Adalah Ilmu Pasti
– Bob Julius Onggo: Introspeksi Kampanye Jejaring Sosial
– Prakoso Bhairawa Putera: SOLO TECHNOPARK Menuju Kawasan Inovatif Masa Depan

• REVIEW & CELLULAR:
– Acer Iconia A500 dan Viewsonic Viewpad 10Pro
– Motorola Hz800 Dan Seagate Hd Goflex Desk
– Fujitsu Scansnap N1800 dan Fujitsu Lifebook Mh330
– ZTE Light Tab dan Kingston DTU30G2 27
– UBoard dan Epson L800

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

 

YOGYAKOMTEK 2011 Usung Green IT

0

Yogyakomtek2011 04Tahun ini, penyelenggaraan Yogyakomtek yang akan dilaksanakan pada 1-5 Oktober 2011 mendatang memasuki usia ke-14. Dikunjungi lebih dari 137.000 pengunjung hanya dalam 5 hari (data tahun 2010), pameran Yogyakomtek telah menjadi barometer bisnis teknologi informasi (TI) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bahkan menembus batas-batas wilayah hingga keluar Pulau Jawa.

Ketua Pameran Yogyakomtek 2011 yang juga menjabat sebagai Ketua Apkomindo DIY, Hadi Santono, mengatakan, ada banyak hal yang membuat Yogyakomtek begitu luar biasa, mulai dari konsistensi penyelenggaraan, komitmen panitia APKOMINDO DIY, vendor, principal, kontraktor, event organizer, manajemen Gedung JEC dimana Yogyakomtek diselenggarakan, partner, serta media yang secara gencar ikut memeriahkan Yogyakomtek setiap tahun.

”Saat ini Yogyakomtek menjadi ”the most thematic computer exhibition in Indonesia!”. Kreativitas dan inovasi baru yang disuguhkan Yogyakomtek tahun ini mengutamakan tema  Go Green IT,” kata Hadi.

Yogyakomtek2011 02Tema ini, lanjutnya, dilandasi adanya keprihatinan terhadap suhu bumi yang kian hari kian panas akibat efek rumah kaca dan kondisi lingkungan dunia yang semakin rusak karena perkembangan teknologi. Meskipun sudah cukup lama dikampanyekan, penggunaan perangkat TI yang ramah lingkungan, namun pada prakteknya masih banyak yang belum menyadarinya.

“Ada beberapa pihak dalam perkembangan Green IT, dimana semuanya mempunyai peran yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni membuat sistem komputer yang ramah lingkungan. Ada pihak produsen dan pihak konsumen baik home user, pemerintah, instansi swasta, dan akademisi,” papar Hadi.

Apkomindo DIY memaknai bahwa pameran komputer tidak hanya sebagai ajang bisnis semata, namun juga menjadi ajang pengenalan teknologi baru kepada masyarakat. Ajang pengenalan teknologi ini menjadi sebuah eksibisi teknologi yang dinanti-nantikan masyarakat. Oleh karena itu Apkomindo DIY menempatkan tema pameran sebagai ajang kreativitas yang unik dan menarik.

Pada launching pameran Yogyakomtek 2011 di Jakarta kali ini yang dilaksanakan di casino online Puri Pertiwi Room, Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Jakarta (25/5), dari 22 stand VIP yang ditawarkan, telah terjual sebanyak 21 stand dan rencananya akan dilaksanakan launching pameran untuk pengusaha lokal di Yogyakarta pada tanggal 6 Juni yang akan datang.

Yogyakomtek2011 03Sementara Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM selaku media partner untuk Yogyakomtek 2011 menilai, tema yang dipilih Yogyakomtek tahun ini sungguh cerdas. ”Melalui event ini, para pebisnis komputer berinisiatif  mengajak semua pihak untuk membiasakan dan membudayakan perilaku ”green” di kehidupan sehari-hari,’ kata Soegiharto.

Menurut hasil riset Green IT Report 2009 Symantec yang melibatkan 1.052 responden (eksekutif TI di perusahaan, eksekutif senior TI menunjukkan perhatian yang signifikan terhadap strategi dan solusi  TI ramah lingkungan, dikaitkan dengan pengurangan biaya dan tanggung jawab lingkungan.

Data tersebut merujuk pada pergeseran dari implementasi teknologi-teknologi ramah lingkungan untuk tujuan pengurangan biaya menuju ke kesadaran yang lebih seimbang yang juga bertujuan memperbaiki sikap perusahaan/organisasi mengenai lingkungan.  Para responden menyebutkan faktor pendorong utama adalah mengurangi konsumsi listrik (90%), mengurangi biaya pendinginan (87%), dan tekanan kepada perusahaan untuk menjadi ramah lingkungan (86%).

Ajakan ini diwujudkan dengan ”14 Ways to Go Green and Save Green” yang dikampanyekan selama penyelenggaraan Pameran Yogyakomtek 2011. So, let’s go green IT for better living in the future!

DELL luncurkan seri New Inspiron N4110

0

01. Andreas Diantoro - Dell Regional Managing DirectorDELL mengumumkan peluncuran laptop terbarunya New Inspiron N4110 di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta (25/5). Produk yang sudah mengusung prosesor generasi kedua Intel core terbaru ini juga memiliki opsi gonta ganti cover sebagai salah satu fitur utama.

Produk terbaru dari vendor PC asal Amerika Serikat itu kali ini tidak hanya mengedepankan kemutakhiran teknologi tetapi juga kecantikan tampilan, dengan mengangkat tema “Ekspresikan Gayamu”, Dell memperkenalkan sebuah kreasi yang diwujudkan dalam kreasi SWITCH yang dirancang khusus oleh Dell Design Studio. SWITCH adalah sebuah kreasi inovatif yang memungkinkan ‘Dell New Inspiron N4110’ berganti-ganti cover yang penuh warna dan gaya.

“Model New Inspiron N4110 ini dilengkapi dengan prosesor generasi kedua Intel Core yang memberikan keunggulan dalam entertainment dan mobility dikarenakan para pelanggan menghargai performa dan gaya, dengan cover yang menakjubkan didesain untuk menyesuaikan dengan suasana hati namun tetap bergaya,” kata Andreas Diantoro, Managing Director, CSMB, Dell South Asia Developing Market dalam keterangannya kepada pers.

02. Johny Dermawan - Andreas Diantoro - Dell New Inspiron N4110  Xpress my StyleAndreas menambahkan bahwa di Indonesia, Dell telah memiliki Service Center yang tersebar di 26 kota. “Dengan dukungan layanan penuh dari Dell yang tersebar hampir di seluruh kota-kota besar Indonesia, kami yakin New Inspiron akan merebut hati para pengguna, terutama para pengguna muda yang ingin mengekpresikan digital lifestyle sesuai dengan laptop yang digunakan,” tambahnya.

Dell menyediakan 25 ragam cover yang bisa digunakan untuk mempercantik tampilannya. Khusus untuk pasar Indonesia Dell menyediakan lima pilihan cover yakni ‘Lovers In Morning’, ‘Dazzling Dream’, ‘Electric Sky’, ‘Large Pink Dots’, dan ‘I’m Not Really a Waitress’.

Johny Dermawan, Business Development Manager Dell Indonesia, mengatakan seri Inspiron ini menggunakan prosesor generasi kedua Inter Core i3 dan i5, batery 6-cell yang bisa bertahan selama 13 jam, dan teknologi SRS Premium Audio. Tidak hanya itu, untuk mendukung fungsi hiburannya,

03. BoyBand in Indonesia SMASHDell New Inspiron N4110 dilengkapi juga dengan blue-ray 3D dengan pilihan blu-ray drive, HD capable webcam, Chiclet style keyboard, integrated Dell Stage software, dan Genuine Windows® 7 Home Premium Professional.

Dell New Inspiron N4110 ini dipasarkan di Indonesia melalui mitra ritel Dell dengan harga mulai dari US$ 690 dan SWITCH lid mulai dari harga Rp. 500 ribu.

Peluncuran laptop terbaru Dell New Insiron N4110 ini dimeriahkan juga oleh SM*SH, boyband yang sedang ngetop di tanah air.

Habibie Luncurkan Buku 4 Windu BPPT

0

HabbibieMantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie meluncurkan buku “4 Windu Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT)” dan situs BPPT di lokasi Pengembangan Laboratoria BPPT Terpadu (PLBT) Puspitek, Serpong, Kota Tangerang Selatan (20/5).

Habibie menekankan pentingnya disiplin ilmu untuk pengembangan teknologi. Dijelaskan bahwa melalui disiplin ilmu yang tinggi, Indonesia dapat menjadi negara yang kuat dibidang teknologi. “Teknologi itu rangkuman dari multidisiplin,” ujarnya.

Buku “4 Windu BPPT” berisi kumpulan tulisan ilmiah para pakar teknologi, industriawan dan pelaku teknologi di Indonesia. Dalam buku itu, dapat diketahui bahwa dengan teknologi, Indonesia bisa berdiri dan jadi yang terbaik di Asia Tenggara. Sementara melalui situs baru BPPT masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi mengenai BPPT.

Website ini dapat dijadikan sebagai wahana penyampaian informasi dan siapa pun dapat mengakses berita maupun profil sebuah institusi If your past reflects any of the items listed above you should talk to trucking companies or dmv drivers ed and confirm your ability to obtain a job in the industry. untuk diketahui khalayak di mana pun mereka berada. Penyebaran informasi sebuah lembaga saat ini sangat ditunjang oleh ada atau tidaknya website. Selain dari segi jangkauannya yang mendunia, website juga dapat menjadi bahan informasi gratis yang bisa dibaca oleh semua orang di mana pun di dunia ini.

“Situs resmi BPPT dapat di akses di www.bppt.go.id yang saat ini telah ditingkatkan fiturnya yang semula merupakan website berbasis berita menjadi website berbasis knowledge, dengan menambahkan proses interaktif digital didalamnya,” ungkap Hary Budiarto, Kepala Pusat Data Informasi dan Standardisasi BPPT.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Utama BPPT, Jumain Appe mengatakan, kegiatan kerekayasaan BPPT secara bertahap mulai Juni 2011, pindah dari kantor pusat di Jalan MH Thamrin, Jakarta, ke  Puspiptek  Serpong.

Di Puspiptek,  sudah disiapkan enam klaster laboratoria yang tergabung dalam Pembangunan Laboratorium BPPT Terpadu (PLBT) yakni bidang Produksi Engineering Propulsi, Pengembangan Teknologi Material dan Proses, Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Hankam,  Geo Engineering, bidang Energi, dan klaster  untuk pendidikan dan pelatihan perekayasaan.