Home Blog Page 980

SAS Enterprise Miner Jadikan Wawasan Nasabah Sebagai Pendapatan

0

SAS2Dalam memperkenalkan solusi-solusi analitik terbarunya kepada rekanan bisnis maupun perusahaan yang membutuhkan solusinya, SAS selenggarakan SAS Executive Business Forum di Hotel Nikko, Jakarta 19 Mei lalu. Pada forum ini SAS menunjukkan bagaimana SAS Enterprise Miner mampu membantu mentransformasikan data mentah dalam jumlah yang sangat besar menjadi wawasan yang dapat dimanfaatkan menjadi program yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

Dibahas juga bagaimana teknologi analitik ini memiliki banyak keunggulan, dapat memberikan segmentasi pelanggan secara detil dan juga pemahaman terhadap perilaku pelanggan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman nasabah.

Apalagi pengaruh pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 6,5% serta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2011 yang menunjukkan sektor keuangan tumbuh positif sebesar 2,7% dengan dukungan sub-sektor perbankan tumbuh sebesar 4,6% juga menyebabkan timbulnya tantangan baru bagi dunia perbankan maupun perusahaan jasa keuangan lainnya dengan berbagai tantangan, seperti persaingan, penawaran produk dan kredit macet (non-performing loan), oleh sebab itu sangatlah penting bagi perusahaan untuk dapat memamahi kebutuhan  dan perilaku nasabah.

Menurut Country Manager SAS Indonesia, Erwin Sukiato, solusi data mining sangat diperlukan dalam memaksimalkan data yang ada untuk meningkatkan sumber daya guna meningkatkan kualitas manajemen hubungan nasabah dari data nasabah yang tersebar dibeberapa divisi berbeda dalam suatu bank. “Karena data tersebar menjadikan wawasan tersebut tidak terlihat dan harus digali untuk dibagikan lintas divisi dengan tetap menjaga dan melindungi kerahasiaannya. Dengan solusi ini informasi ditransformasikan menjadi wawasan yang diperlukan perusahaan,” tambahnya.

Selain itu software data mining SAS juga dapat mendeteksi penipuan, meminimalisasikan risiko, mengantisipasi permintaan tenaga kerja, meningkatkan respon kampanye marketing dan mengendalikan perpindahan nasabah. “Persaingan ketat dalam dalam industri keuangan harus menjadi perhatian pelaku bisnisnya dengan memberikan pelayanan terbaik untuk menghindari perpindahan dari satu bank ke bank lain,” jelas Erwin.

Telkomsel Bersama Affle Luncurkan SMS2.0 Live

0

TelkomselTelkomsel bekerjasama dengan Affle, perusahaan media mobile global, meluncurkan layanan SMS2.0 Live, sebuah versi upgrade dari platform SMS2.0 sebelumnya. “Layanan ini akan mengubah SMS menjadi Social, Messaging & Search 2.0 dan akan membantu manjadikan SMS lebih hidup,” ucap Anuj Kumar, CEO of Affle, di Jakarta (18/5). Terintegrasi pada jejaring social dan konten interaktif gratis, SMS2.0 Live ingin memberikan pengalaman media yang kaya dengan kemampuan SMS yang lebih canggih dengan menampilkan fitur-fitur menarik ,seperti background berwarna, teks berwarna, Emoticon., Secret SMS dan Scheduled SMS.

Sedangkan, menurut VP Mobile Advertising Management Telkomsel, Nyoto Priyono, Hadirnya layanan SMS2.0 Live ini merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk secara terus-menerus memberikan nilai tambah bagi para pelanggan berupa produk-produk yang inovatif dan berkualitas. Namun, untuk saat ini layanan baru bisa dinikmati pengguna ponsel dengan sistem operasional Java dan Symbian saja. “Kedepannya pengguna smartphone berbasis Android dan lainnya juga bisa memanfaatkan layanan SMS2.0 Live ini,” jelasnya.

Dengan melihat banyaknya konsumen Indonesia yang suka dengan jejaring social, mengakses berita, mengirim tweet dan bercengkerama dengan teman maupun keluarga menggunakan ponsel menjadikan SMS2.0 Live produk yang tepat bagi pasar Indonesia, karena memungkinkan melakukan itu semua dengan cara yang menarik dan mudah.

Untuk dapat menikmati layanan ini, pelanggan Telkomsel harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi SMS2.0 Live dengan cara ketik SMS2 kirim ke 9089 (tarif SMS: kartuHALO Rp 125, simPATI Rp 100, dan Kartu As Rp 88). Setelah itu Pelanggan akan mendapat balasan SMS dari 6789 yang berisi link untuk mendapatkan aplikasi SMS2.0Live. Pelanggan kemudian dapat mengunduh ragam aplikasi dengan mengakses link tersebut secara gratis biaya unduhnya.

Berkantor pusat di Singapura, saat ini Affle menerima permintaan download baru atas SMS2.0 Live setiap 5,7 detik sekali. Dalam waktu 5 menit pada hari biasa lebih dari 50 pengguna baru yang mengunduh SMS2.0 Live ke dalam ponsel, terutama dari Asia. SMS2.0 Live telah menuai sukses besar di Asia dengan lebih dari 4 juta pengguna dan mengalami pertumbuhan pengguna hampir 10-15.000 pengguna dalam satu hari.

Dengan ICT Credit Union, Indonesia Upayakan Optimasi Kerja

0

PembukaanICMFCredit Union (CU), sebagai suatu kekuatan finansial yang sangat membantu anggota-anggotanya yang rata-rata masyarakat bawah, mencoba untuk memordernisir operasinya. Hal itu dilakukan dengan melakukan beberapa riset terkait dengan gerakan CU dan penfaatan teknologi informasi dan komputer (ICT).

Sebagai organisasi yang tersebar di pelosok Indonesia, tentu untuk melakukan hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan, menggandeng Universitas Gunadarma sebagai mitra dalam beberapa kegiatan.

Salah satu kegiatan dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan The First International Credit Union on Social Microfinance and Community Development, yang dilangsungkan di Kapuas Palace Hotel, Kalimantan Barat (16-18/5). Konferensi yang didukung oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat ini juga mengunadang beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri dan juga peserta dari berbagai negara seperti  India, Thailand, Austria, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, dan tentu saja dari berbagai Credit Union dan universitas di Indonesia.

“Konferensi mencoba untuk menjembatani antara pendekatan akademis dan pengalalaman lapangan,” kata Chair dari konferensi ini yang juga rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, SE. MM.

Sementara Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelius saat membuka acara ni mengungkapkan, Credit Union tumbuh subur di Kalimantan Barat dan telah membantu di dalam proses pengentasan kemiskinan dan keadilan ekonomi. Koperasi adalah bentuk perekonomian yang diamanatkan pada UUD 45. Diharapkan dengan makin suburnya Credit Union yang pengoperasinya telah makin modern dengan pemanfaatan ICT, maka anggotanya yang sebagian besar masyarakat bawah akan mendapat manfaat lebih besar.”

PembukaanGubernurKonferensi ini menghadirkani keynote speaker, Dr. Pariaman Sinaga (Deputy III, Kementerian Koperasi dan UKM), dan juga pembicara lain termasuk Hendrisman Rachim (Direktur PT Jiwasraya), Prof. Dr. Michel Seguin (Universitas Quebec – Montreal Kanada), Ranjith Hettiarachi (Associaton of Asian Confederation of Credit Union), Prof. Roderick J MacDonald (Universitas Quebec – Montreal). Adi Sasono (mantan menteri Koperasi dan UKM), A.R. Mercer (BKCU Kalimantan), Don Johnston (Bank Andara), M. Saeed (Minot State University, USA).

Sebagai highlight pada konferensi ini adalah workshop tentang ICT yang ditujukan kepada para anggota Credit Union. Tujuan workshop ICT ini adalah suatu persiapan dari sisi SDM dan organisasi dalam usaha pemanfaatan ICT secara luas dalam operasi Credit Union. Diharapkan dengan pengenalan, pelatihan tentang ICT ini para pengurus Credit Union dapat mengoptimalkan operasi Credit Union dan dapat memberikan keuntungan lebih besar  kepada para anggotanya.

Workshop ICT diselenggarakan dengan pembicara-pembicara ICT Universitas Gunadarma, seperti I Made Wiryana, M. Akbar Marwan, Budi Hermana dan Rudi Suhatril. Untuk melengkapi pengenalan produk ICT, konferensi ini juga menggandeng beberapa pembicara dari vendor seperti VAIA, Axioo, dan Avira. Diharapkan pemanfaatan ICT dapat mendorong keadilan ekonomi melalui credit union.

Di samping workshop ICT, diselenggarakan Workshop yang terkait dengan Credit Union, microfinance dan microinsurance, sebagai pengisi workshop adalah Pusat UKM Universitas Indonesia, Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Jiwasraya, Kementerian Koperasi, dan eTrading.

ADOC Bangun Telecenter di UPN Veteran

0

01. Charles C. Li - Koesnadi Kardi Rector of UPNAPEC Digital Opportunity Centers tahap dua (ADOC 2.0) bekerjasama dengan  Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) mendirikan  Pusat Pendidikan Digital APEC di kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta.

Program pembangunan Telecenter  ini bertujuan untuk membantu mengurangi kesenjangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (ICT)  di negara berkembang dan menjadikan ADOC sebagai pusat informasi teknologi  di Asia Pasifik.

Seusai pembukaan Lembaga pusat  Telecenter dan sumbangan perangkat notebook di kampus UPN Veteran, Sabtu (14/5),  Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Teddy Sukardi mengatakan bahwa  ADOC yang bermarkas di Taipei secara rutin setiap tahunnya mengembangkan mitra-mitra baru untuk saling tukar-menukar pengalaman dan meningkatkan level ICT Indonesia.

“Kami bermitra dengan UPN  karena kampus tersebut memiliki banyak program pemberdayaan masyarakat seperti UKM,” katanya.

Sementara, Jose Cheng, Project Manager APEC Digital Opportunity Center, Taiwan mengatakan, dengan sumbangan notebook dari ADOC  yang bisa mobile tersebut  diharapkan UPN  dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dengan jangkauan operasional yang lebih luas lagi, sehingga pesan-pesan penting dalam hal penyuluhan dan pendidikan di beberapa daerah, lebih mobile.

“Kami menyediakan perangkat notebook yang bisa mobile di ruangan tertentu yang disebut  Telecenter. Nantinya  penyuluhan dan pendidikan di luar  daerah bisa  dilakukan secara lebih mobile,” tambah  Cheng.

02. Foto bersama acara APEC Digital Opportunity Center - FTII - Universitas UPNDi Indonesia, ADOC sudah membangun telecenter sendiri diantaranya Yayasan KDM (untuk anak jalanan),  Yayasan Hati Suci (untuk anak yatim piatu), Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi ( untuk anak-anak kurang mampu), Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh), Orang Utan Information Center (untuk orang-orang yang tinggal di  sekitar daerah yang dilindungi, pesantrean Nurul Iman, Smesco buiding untuk UKM dan Inixindo Jakarta.

“Untuk tahun depan (2012), kami  akan bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (dahulu Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, disingkat Kemeneg PP & PA),” katanya.

Sementara itu,   Rektor UPN  Veteran Jakarta,  Koesnadi Kardi, MSc, menyambut baik kerjasama dengan ADOC. Dia berharap kerjasama  ini dapat mendorong mahasiswa untuk  dapat  memacu kreatifitas dan inovasi di bidang ICT.  Dengan adanya ICT mempermudah pelayanan pendidikan di lingkungan  kampus UPN. Dalam waktu dekat, pihaknya  mengupayakan  perbaikan dan pengembangan situs web Kampus UPN Veteran agar lebih profesional. “Kami ingin memiliki website kampus yang dinamis (update content) dan  dipenuhi dengan berbagai acara atau kegiatan belajar-mengajar,” katanya.

Teddy Sukardi - FTIIDalam kesempatan yang didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner, Koesnadi juga menekankan program Three in One, yaitu strategi untuk mewujudkan universitas yang unggul. Three in One yang pertama yaitu UPN Veteran Jakarta, mampu menghasilkan sarjana yang mempunyai wawasan kebangsaan, tetap menegakkan NKRI, kebhinekaan berdasarkan Pancasila dan UUD 45, mampu mendidik dan melatih mahasiswa untuk memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu membina mahasiwa agar memilki jiwa kepemimpinan untuk menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.

Sebagai informasi, sejak Tahun 2005  Sekertariat ADOC di Chinese Taipei telah bekerja sama dengan FTII mengadakan beberapa aktivitas, diantaranya Program pembangunan Telecenter di Indonesia diantaranya program Trainers Training dan Training edukasi. Aktivitas lainnya adalah ADOC Plenary, ICT Forum, dan Pameran Teknologi Informasi.

Charles C. Li, Deputy Representative  Taipei Economic and Trade Office, Indonesia (TETO) mengatakan, APEC Digital Opportunity Center adalah program APEC yang diprakarsai oleh pemerintahan dan sektor swasta Taiwan untuk menjembatani kesenjangan digital di negara-negara APEC. “Kami sekaligus melihat peluang-peluang investasi yang akan di tanamkan di Indonesia dengan menjalin kerja sama dengan FTII dan pihak pihak terkait lainnya,” tambah Li.

SAP Sediakan Solusi BI untuk UKM

0

SAP2PT. SAP Indonesia serius incar pasar UKM (Usaha Kecil Menengah) agar memanfaatkan solusi Business Intelligence (BI) miliknya. Sengaja dirancang khusus untuk segmen UKM, solusi ini merupakan solusi-solusi yang murah dan siap pakai. “Solusi yang kita tawarkan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kita melihat bahwa perlu adanya pemahaman kepada UKM untuk menaikkan level perusahaan tersebut,” ucap Sugiharto Jakinsjah, General Manager/Head of SME, SAP Indonesia, di Jakarta (10/5).

Besarnya peluang pasar UKM dapat terlhat dari jumlah komunitasnya yang besar, bahkan The Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) mencatat adanya jumlah UKM sebesar 98% dari total keseluruhan jumlah perusahaan dan mempekerjakan hingga 85% dari jumlah keseluruhan tenaga kerja.  UKM juga menyumbang sebesar 30% dari ekspor dan memberikan kontribusi sekitar 50% dari Pendapatan Domestik Bruto.

Namun, menurut Sugiharto, besarnya jumlah UKM yang ada saat ini masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan kegiatan bisnis mereka. Kebanyakan komputer hanya untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, padahal para pebisnis UKM juga dapat menggunakan TI untuk meramal bahkan mendorong pertumbuhan bisnis mereka.

Oleh sebab itu SAP akan coba mengedukasi terlebih dahulu tentang solusi BI yang sebetulnya dapat membantu kinerja perusahaan, seperti melakukan pengumpulan data, menganalisa dan meramal kinerja perusahaan berdasarkan data masa lalu dan data mentah perusahaan dengan berbasis TI.

Berbeda dengan BI untuk enterprise, SAP menyesuaikan kebutuhan UKM dengan menawarkan Business Al in One (BAIO) dan BI OnDemand  yang tersedia dilingkungan cloud computing dimana para para pengusaha UKM dapat menggunakan berbagai layanan tersebut.

Selain itu, dalam mengimplementasikan BI bagi UKM tidak diharuskan menerapkan ERP terlebih dahulu yang biasanya dalam perusahaan sebelum menerapkan BI harus terpasang ERP. “Kita ingin memudahkan UKM dalam memanfaatkan BI, solusi ini akan tetap berjalan tanpa adanya ERP. Namun, memang kinerjanya tidak akan maksimal untuk mengolah bisnis mereka,” Jelasnya.

Kemkominfo Sosialiasi Internet Sehat dan Aman di Pameran NIX Pontianak dan Makassar

0

01. Soegiharto Santoso - Tifatul SembiringUpaya sosialisasi program Internet Sehat dan Aman terus digulirkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan ICT Watch selaku penggagas program ini.  Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Seminar Internet Sehat dan Aman di pameran National IT EXPO 2011 (NIX ) di Pontianak dan Makassar.

Menkominfo Tifatul Sembiring, usai peresmian INAICTA 2011 di Jakarta mengatakan, sama seperti kejahatan di dunia nyata,  masalah-masalah yang timbul pada dunia maya seperti penipuan dan pornografi memerlukan penanganan yang serius. “Ini adalah akibat dari perkembangan teknologi informasi (TI) yang begitu pesat yang masuk ke Indonesia. Termasuk mudahnya masyarakat memperoleh piranti untuk mengakses internet,” kata Tifatul.

Ia mengatakan, upaya untuk memblokir konten-konten pornografi akan berjalan terus. Nantinya, pemerintah juga akan membatasi konten-konten berbahaya yang mengandung kekerasan, penipuan dan lain sebagainya yang merugikan dan merusak moral bangsa terutama generasi muda.  “Sampai saat ini kita sudah melakukan 90 persen pemblokiran terhadap situs-situs berbahaya,” papar Tifatul.

Meski begitu, ia menambahkan, upaya filtering harus dilakukan dengan cermat. Karena situs-situs yang dilarang adalah yang benar-benar merugikan, dan bukan dengan tujuan untuk membatasi kebebasan informas masyarakat.  “Kalau sifatnya ilmiah, seperti pengembangan teknologi nuklir, itu tidak apa-apa dan tidak perlu diblokir. Atau juga contoh lainnya, misalnya memakai bom untuk tambang batubara. Itu kan memang sudah seharusnya. Bom tak selamanya berbau negatif,” katanya.

Ashwin Sasongko
,  Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, yang akan hadir pada Peresmian NIX 2011 sekaligus akan menjadi narasumber utama di Makassar mengatakan, “Program Internet Sehat dan Aman ditujukan untuk melindungi generasi muda, karenanya masalah ini menjadi kewajiban semua pihak. Kami menilai, melalui NIX 2011, sosialisasi Internet Sehat dan Aman akan tepat sasaran karena langsung disampaikan kepada masyarakat, seperti yang sudah kami lakukan di kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 28 April lalu.”

Donny BU, Pimpinan ICT Watch menambahkan, “Program ini sudah dikembangkan oleh ICT Watch hampir 8 tahun silam. Program Internet Sehat adalah cara yang sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar membatasi akses konten-konten negatif yang merugikan. Kami menyambut baik dukungan pemerintah untuk mensosialisasikan program ini.”

Menurut Donny, cara yang paling efektif dalam pencegahan akses konten negatif oleh generasi muda adalah dengan meningkatkan peran serta orang tua dan guru dalam mengawasi tingkah laku anak saat di depan komputer.

Sementara Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM selaku media partner untuk Seminar Internet Sehat dan Aman, pada Seminar Sosialisasi Internet Sehat dan Aman di kota Pontianak memaparkan, “Banyak hal positif yang bisa dilakukan berkat akses internet. Misalnya saja untuk mencari berbagi informasi,  proses pembelajaran dan berbagi pengetahuan, atau untuk kepentingan bisnis. Bahkan seorang tukang becak di Yogyakarta dapat meningkatkan penghasilannya melalui jejaring sosial di dunia maya. Jejaring sosial juga telah terbukti dapat menggalang aksi sosial, misalnya saat aksi pengumpulan koin untuk kasus Prita yang akhirnya membebaskan dia dari jeratan hukum.”

Hanya saja, lanjut Soegiharto, akses Internet dan bebasnya informasi dari seluruh dunia harus disertai dengan penggunaan secara bijak, dimulai dari diri kita sendiri, para pendidik serta orang tua. “Untuk itulah kami selalu mengundang guru dan orang tua untuk menghadiri seminar ini tanpa dikenakan biaya. Para peserta seminar juga akan memperoleh informasi yang bermanfaat, sertifikat keikutsertaan dan buku panduan internet sehat agar dapat diteruskan kepada para anak didik maupun keluarga,” katanya.

Seminar Internet Sehat di Pontianak (1)Lindryan Sunardi, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Kalimantan Barat mengatakan, program Internet Sehat dan Aman adalah  gagasan dan upaya yang nyata dari pemerintah untuk mendukung penggunaan internet dengan baik. ”Kami sebagai bagian dari masyarakat industri turut mendukung program Internet Sehat dan Aman, dengan menyediakan wadah yang tepat untuk memperkenalkan program ini kepada berbagai komunitas. NIX 2011 adalah salah satu pameran komputer terbesar di Kalimantan Barat, sehingga ajang ini menjadi sarana yang tepat untuk sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat,” katanya.

Maxsi Toto Kurniawan
, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Sulawesi Selatan mengatakan, penggunaan internet secara baik dan benar adalah  tanggung jawab kita bersama dan tentunya diperlukan dukungan dari semua pihak untuk setiap gagasan dan upaya positif dari pemerintah dalam penggunaan internet dengan baik. ”Kami menyambut baik dan turut mendukung program Internet Sehat dan Aman,”

Menurut Maxsi, NIX 2011 adalah pameran komputer terbesar di Sulawesi Selatan dan didukung oleh pihak Forum Vendor, sehingga ini merupakan momen yang sangat tepat untuk melakukan sosialisasinya.

Dalam Seminar Internet Sehat dan Aman (28/4)  di Pameran komputer NIX 2011 yang diselenggarakan mulai 28 April sampai dengan 3 Mei 2011 di Pontianak Convention Center, Jl. Sultan Syarief Abdurrahman Pontianak, Kalimantan Barat, hadir sejumlah narasumber, seperti  Bambang Soeprijanto (Staf Khusus Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo), Salman (Pemimpin Redaksi Pontianak Post), Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM-Mewakili Tim ICT Watch) dan M. Ranu Arifudin (Direktur Utama PT Ufoakses) sebagai moderator.

Sedangkan Seminar Internet Sehat dan Aman di Kota Makassar, sejumlah narasumber yang berkompeten akan hadir, seperti Ashwin Sasongko (Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo),  Amir PR (Manager Produksi Online Tribun Timur), Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM-Mewakili Tim ICT Watch) dan M. Ranu Arifudin (Direktur Utama PT Ufoakses) sebagai moderator.

Pameran komputer NIX 2011 dilaksanakan di Celebes Convention Center, Jl. Metro Tanjung Bunga / Jl. H. M. Patompo, mulai tanggal 4 hingga 8 Mei 2011. Sedangkan Seminar Internet Sehat dan Aman diadakan pada 4 Mei 2011 pukul 11.00 WITA.

Work For Tasty Food, Wadah Komunitas Fotografi dan Penata Hidang

0

seminar3BISKOM kembali mengadakan seminar fotografi dalam rangkaian Serial Seminar Kreatif yang diadakan secara berkala. Seminar “Work For Tasty Food” yang dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (30/4), adalah seminar kedua setelah seminar “Berpikir Simpel Dalam Menghasilkan Foto Interior Terbaik” yang diadakan pada 28 Oktober 2010 lalu.

Seminar “Work For Tasty Food” yang diadakan di Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, menghadirkan pembicara Roy Genggam (Fotografer Profesional) dan Puji Purnama (Food Stylist).

Roy mengatakan, “Peluang kerja di bidang fotografi sangat luas, baik di media, periklanan televisi dan printed, industri kuliner, kemasan dan lain sebagainya. Seperti foto pada umumnya, food photography harus memadai secara ekstetika dan memenuhi prinsip-prinsip dasar agar mampu menyampaikan informasi secara efektif. Diantaranya lighting (pencahayaan) yang tertata dengan baik.”

seminar2Menurut Roy, meski saat ini tersedia software-software yang mampu membuat foto tampak menarik, namun foto yang baik adalah foto yang dibuat berdasarkan perencanaan sebelumnya, baik secara konsep, lighting, property dan sebagainya.

“Karenanya, dibutuhkan kerjasama yang baik saat pembuatan foto, termasuk dengan stylist,” papar Roy yang kerap menangani foto komersial dari brand-brand ternama.

Puji menambahkan, “Profesi Food Stylist termasuk langka. Mereka yang berhasil menekuni bidang ini biasanya memiliki ketekunan dan selalu ingin mencoba berbagai style penataan makanan. Hanya saja, penataan makanan saji berbeda dengan penataan makanan untuk keperluan pemotretan. Misalnya saja, saya membuat mock up yang terbuat dari kentang untuk mengganti es krim yang akan difoto agar dapat bertahan dalam waktu yang lama saat pemotretan.”

Puji sendiri telah menangani food stylish untuk iklan televisi dan printed di hampir semua merk es krim dan juga banyak produk makanan lainnya di Indonesia.

seminar4Sementara, Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM selaku penyelanggara untuk seminar ini mengatakan, BISKOM memiliki kewajiban untuk menjembatani berbagai komunitas di Indonesia agar dapat saling berbagi pengetahuan.

“Jika pada waktu lalu BISKOM mewadahi komunitas fotografi dan interior, dan kini komunitas  fotografi dan peñata hidang, maka di masa mendatang akan semakin banyak komunitas yang kami rangkul,” tutur Soegiharto

Soegiharto juga menambahkan, bahwa hal ini ditujukan agar semakin banyak generasi muda yang mampu membuat kreasi-kreasi baru di bidang apapun, dan secara mandiri dapat membuka peluang usaha sendiri. “Dengan alasan itu, maka BISKOM akan senantiasa mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia,” tambahnya.

seminar1Seminar “Work For Tasty Food” diikuti sekitar 140 peserta yang terdiri dari fotografer pemula dan profesional, mahasiswa, desain grafis, food stylist, serta Food and Beverage dari berbagai hotel, seperti Four Seasons, Red Top dan Aryaduta, bahkan hadir peserta dari Surabaya, Kalimantan dan Medan.

Seminar “Work For Tasty Food” juga dirangkai dengan kompetisi food photography berhadiah kamera DSLR. Tema foto yang disediakan adalah Picnic, Ice Cream dan Spicy. Juara pertama adalah Bless Lexy Soeitoe (Four Seasons Hotel), juara kedua Vincentius Alvianto (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti) dan juara ketiga diraih Budi A Manurung (Aryaduta Hotel).

Seminar “Work For Tasty Food” menggandeng Ryukari sebagai Co-Organizer dan mendapat dukungan penuh dari Alta Nikindo (Nikon), ViewSonic, The FoodHall, TAITRA (Taiwan Excellent), Prima Imaging, D’Workshop, Kedaung Group, Kingston, Gigabyte, Willmond dan Kartika Naya.

Tifatul: TI Ciptakan Kemakmuran Bangsa

0

05. Tifatul SembiringMeningkatnya angka pengangguran dari tahun ke tahun kini menjadi perhatian semua pihak. Menurut data Biro Pusat Statistik, angka pengangguran di Indonesia mencapai  8,32 juta orang atau setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,8 juta orang.

Pemerintah saat ini mengupayakan tiga hal untuk mengurangi pengangguran. Pertama dengan menarik investasi dari luar negeri, menambah pegawai instansi negara dan meningkatkan jumlah wirausaha baru yang sebagian besar berskala koperasi usaha kecil menengah (KUKM).

Hal tersebut dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, saat meresmikan Indonesia ICT Award (INAICTA) 2011 di Jakarta (26/4). Menurut Menkominfo, dari ketiga upaya tersebut, penambahan jumlah wirausaha baru merupakan cara terbaik. Terlebih saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru sekitar 0.24% dari total populasi penduduk.

“Padahal untuk dapat dikatakan sebagai negara maju diperlukan setidaknya 2% jumlah wirausaha dari total penduduk. Berkaca dari negara lain, Singapura memiliki 7% entrepreneur, bahkan Amerika Serikat jumlahnya mencapai 14% pada awal abad ke 21,” kata Tifatul.

06. Pameran Digitalpreneur - KEMKOMINFO - RMeski begitu, tambahnya, tidak mudah untuk mencapai hal tersebut. “Saya menyadari masih banyak kendala mendasar, seperti sistem permodalan, sulitnya menumbuhkan kemauan masyarakat untuk menjadi wirausaha, prosedur perijinan yang berbelit, peraturan-peraturan pemerintah yang berbelit ataupun masalah pajak berganda.”

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, bertugas untuk menjadi fasilitator antara produk teknologi informasi (TI) Indonesia dengan pihak industri dan masyarakat selaku pengguna produk lokal. “Pemerintah, industri dan masyarakat harus mengapresiasi karya kreatif bangsa, agar bisa berjaya di negeri sendiri,” papar Tifatul.

Lebih lanjut, Menkominfo mengatakan bahwa TI diharapkan dapat menjadi sumber devisa baru bagi negara dan untuk menyerap tenaga kerja.  “Unsur kreatifitas dalam bidang TI diarahkan untuk berperan bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia sehingga secara aktif dapat memberikan sumbangan dalam menciptakan kemakmuran bangsa,” katanya.

Ajang INAICTA 2011 sendiri, kata Tifatul, diselenggarakan untuk mendorong dan menggali potensi dan kreativitas anak bangsa di bidang TI.

INAICTA 2011 Ajang Pertemuan Inovator dan Investor Kembali Digelar

0

01. Seminar Workshop Digitalpreneur - KEMKOMINFOUntuk ke 5 kalinya, ajang tahunan Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2011 secara resmi kembali diresmikan di Jakarta (26/4). INAICTA 2011 adalah kegiatan lomba karya cipta teknologi informasi dan teknologi (TIK) se-Indonesia. Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) ini melibatkan peran serta para pemangku kepentingan (stakeholders) TIK yang terdiri dari asosiasi, kalangan usaha, serta komunitas TIK di Indonesia.

Tahun ini, INAICTA mengangkat tema “Peran Kreatifitas Digital untuk Mendukung Pertumbuhan Perekonomian Nasional.” Ajang ini diselenggarakan untuk menghasilkan produk dan jasa TIK yang berkualitas, memiliki daya saing, dan nilai juang ke pasar domestik, regional, hingga internasional.

02. Seminar Workshop Digitalpreneur - KEMKOMINFO - R (1)Menkominfo Tifatul Sembiring, saat pembukaan INAICTA 2011 mengatakan, industri kreatif digital diharapkan dapat berkembang untuk meningkatkan ekonomi bangsa karena dapat menjadi sumber devisa baru bagi negara dan untuk menyerap tenaga kerja.

Pada 2010 berhasil diperoleh 1000 karya digital dan diharapkan pada fatultahun 2011 akan kembali menuai sukses dan dapat memberikan “exposure” sebesar-besarnya kepada industri kreatif nasional guna memajukan perekonomian nasional.

Peluncuran INAICTA 2011 sekaligus menandakan dibukanya pendaftaran untuk keikutsertaan dalam lomba karya cipta TIK.  Mulai hari ini, para peserta dapat mulai mendaftar secara online di situs resmi INAICTA 2011 (www.inaicta.web.id) dan pendaftaran akan berakhir pada 17 Juli 2011.

Selanjutnya, pemenang dari INAICTA 2011 akan mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA), World Summit Award (WSA), atau BETT Award.

04. Tifatul SembiringAcara yang terangkai dalam INAICTA 2011 adalah perlombaan karya cipta kreativitas digital dan inovasi di bidang TIK, Konferensi, Workshop dan Eksibisi, Kompetisi Game dan Robot, serta Business Matchmaking Program (BMP) yang mempertemukan para inovator dengan para investor yang tertarik untuk mengembangkan karya-karya anak bangsa di bidang TIK.

Saat peresmian INAICTA 2011 juga digelar seminar yang bertujuan untuk mempertemukan sisi demand dan sisi supply dalam ekosistem inovasi digital di Indonesia. Seminar dihadiri oleh 300 orang peserta dari instansi Pemerintah Pusat dan daerah, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi, para ilmuan TIK, komunitas TIK, perguruan tinggi dan para siswa.

Sementara pembicara dalam seminar ini antara lain tiga kreator pemenang INAICTA, Andriansyah (KOJO Anima), Diyanto Imam (Blindspot) dan Arief Widhiyasa (Agate Studio), serta Indra Utoyo (Telkom), Fofo Sariatmadja (SCTV), Didie W. Soewondho (Kadin Indonesia) dan Rakhmat Junaidi (Bakrie Telecom).

Puncak acara INAICTA 2011 rencananya akan ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan akan dilangsungkan 4 dan 5 Oktober 2011 bertempat di Jakarta Convention Centre.

DELL VENUE PRO WINDOWS PHONE 7

0

DELL VENUE PRODell memperkenalkan jajaran ponsel seri Venue terbaru yang bakal diluncurkan di Indonesia pada kuartal kedua 2011. Salah satu ponsel pintar seri Venue yang diperkenalkan oleh Dell adalah Venue Pro Windows Phone 7. Seperti namanya, ponsel in menggunakan sistem operasi Windows Phone 7 besutan Microsoft.

Ponsel ini bekerja dengan prosesor Snap Dragon 8520 1GHz, ditambah dengan ruang penyimpanan sebesar 16Gb, dan konektivitas WLAN802.11b/g, Bluetooth 2.1 EDR, USB 2.0 HS.

Seperti halnya ponsel pintar yang memakai sistem operasi Windows Phone, Venue Pro Windows Phone 7 menggunakan browser Internet Explorer Mobile, juga Bing Search.

Untuk fitur visual, ponsel Venue Pro menggunakan kamera 5 megapiksel dengan LED flash, video yang bisa memutar format 3GP, MPEG4, WMV dan VC-1. Lalu untuk fitur audio Venue Pro bisa memutar format MP3, WMA, AAC, AAC+, eAAC+ dan AMR.

Ponsel ini berdimensi 121 x 64 x 129 mm dengan berat 164 gram. Berbentuk sliding kotak dibalut casing hitam dengan layar tipe AMOLED multitouch berukuran 4.1 inci.

Selain Venue Pro, Dell juga memperkenalkan dua perangkat lainnya, satu ponsel dan sebuah tablet. Ponsel Venue (tanpa Pro) memiliki desain yang sama dengan Venue Pro hanya saja sistem operasi yang diusungnya adalah Android 2.2 (Froyo). Sistem operasi yang sama juga digunakan pada perangkat tablet Dell Streak 7.