Home Blog Page 978

VMware Kenalkan Rangkaian Infrastruktur Awan yang Komprehensif

0

vmwareVMware memperkenalkan VMware vSphere 5 dan serangkaian teknologi infrastruktur komputasi Awan (Cloud Computing) yang komprehensif untuk membantu pelanggan mentransformasikan teknologi informasi (TI) sehingga meningkatkan efisiensi investasi dan memperbaiki kesigapan operasi.

Bersamaan dengan ini, VMware juga mengumumkan jajaran produk VMware vShield 5, VMware vCenter Site Recovery Manager 5, dan VMware vCloud Director 1.5. Kombinasi ketiga produk tersebut dengan VMware vSphere 5 menghadirkan operasi TI berskala Awan sehingga pelanggan mendapatkan nilai lebih dari virtualisasi sumber daya.

“Pasar telah sepenuhnya merangkul virtualisasi sebagai teknologi transformasi kunci yang menjadi jantung dari era baru komputasi,” kata Paul Maritz, VMware CEO di sela Cloud Infrastruktur Suite Lauch, ASEAN Media Briefing di Singapura (18/7).  Dengan vSphere 5 dan rangkaian teknologi infrastruktur Awan ini, VMware membantu pelanggan mempercepat langkah mereka menuju infrastruktur Awan yang lebih efisien dan terotomatisasi, merombak ulang cara mengelola dan mengamankan sumber daya.

“Dan yang terpenting, mendorong hubungan yang lebih produktif antara TI dan bisnis yang mereka layani,” katanya kepada BISKOM.

Dikatakan Paul, rangkaian infrastruktur Awan VMware membantu organisasi membangun infrastruktur virtual cerdas, dengan menamankan fungsi otomatisasi, swalayan dan keamanan dalam lingkungan tervirtualisasi yang dibutuhkan pelanggan antara lain  untuk menggelar aplikasi bisnis kritikal dengan keyakinan penuh, lebih cepat tanggap terhadap kebutuhan bisnis dengan kesigapan awan  serta  pindah ke komputasi awan dengan kepercayaan penuh.

“Riset kontekstual Gartner belum lama ini mengungkapkan bahwa organisasi pengguna akhir sangat mempertimbangkan virtualisasi x86 sebagai komponen fondasi utama dari arsitektur infrastruktur-sebagai-layanan (Infrastructure-as-a-Service) bermodelkan Awan Privat,” kata Chris Wolf, Research VP, Gartner.

Selain itu, kata dia,  banyak organisasi menganggap x86 VM sebagai platform infrastruktur untuk aplikasi baru. Penghematan biaya dan kesigapan bisnis masih menjadi dua pendorong utama di belakang investasi virtualisasi maupun komputasi Awan.

NIE Research adalah salah satu pendorong untuk mengubah edukasi guru di Singapura di abad ke-21 ini. Kesigapan dalam menyediakan sumber daya TI adalah kunci sukses dari riset ini. Dengan mengadopsi teknologi virtualisasi VMware vSphere dan VMware vCenter. “Kami berhasil memperkuat departemen TI untuk melayani para peneliti dengan sumber daya TI yang cukup sesuai kebutuhan dan berkualitas tinggi, cepat dan tanggap,” kata Tan Hoon Chiang, CIO, NIE.

Kini, lanjut Tan, sumber daya TI  NIE Research  bisa dikembangkan secara efektif dan efisien, dengan produksi dari NIE Research Private Cloud.  “Kini kami mengembangkan Data Center generasi berikutnya yang mampu menghantarkan Awan secara aman, fleksibel dan tangguh untuk mendukung berbagai aplikasi enterprise dan inisiatif baru, seperti Student Life Cycle, Virtual Library dan program-program mobile serta jejaring social,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, VMware juga memperkenalkan VMware vSphere Storage Appliance, produk peranti lunak baru yang dilengkapi dengan fungsi lengkap untuk kesinambungan bisnis dan otomatisasi manajemen sumber daya, bagi UKM tanpa kompleksitas dan biaya dari storage bersama. VMware vSphere Storage Appliance akan mengubah storage internal menjadi pusat-pusat storage yang memungkinkan pelanggan UKM mengambil manfaat dari kemampuan kesinambungan bisnis dan otomatisasi yang unik dari VMware vSphere, termasuk  High Availability, vMotion, danDistributed Resource Scheduler.

Rangkaian infrastruktur Awan VMware ini didukung oleh lebih dari 25.000 mitra, termasuk mitra teknologi dan pengembang peranti lunak independen (independent software vendors – ISV), para penyedia layanan, integrator sistem, dan produsen peranti keras global. Komunitas mitra VMware semakin matang seiring dengan konsistens perusahaan menghadirkan inovasi terbaru dalam teknologi virtualisasi dan Awan. DJUANDA

Walikota Pekalongan, HM BASYIR AHMAD: 2011, Pekalongan Migrasi Ke FOSS

4

HM Basyir Ahmad 03.jpgDALAM kurun waktu dua tahun terakhir, mulai banyak orang yang tahu bahwa Pekalongan menjadi salah satu daerah yang mempelopori penggunaan software legal di
Indonesia. Bahkan di akhir 2011 nanti, masyarakat Pekalongan berkomitmen untuk menggunakan Free Open Source Software (FOSS) secara menyeluruh, mulai dari tingkat pemerintahan, sekolah, perguruan tinggi, pengusaha swasta dan juga di sektor lainnya.

Walikota Pekalongan, dr. HM Basyir Ahmad Syawie mengatakan, “Dengan FOSS, kami dapat melakukan penghematan anggaran yang sangat signifikan.” Ia menambahkan, sebagai kota industri batik dan pengolahan ikan, para pelaku usaha di Pekalongan telah memanfaatkan sarana internet untuk peningkatan pemasaran, baik melalui website (official web dan blog) maupun media sosial seperti Facebook dan Twitter.”

Kemajuan dan kemandirian Pekalongan bukan tanpa sebab. Dipimpin oleh putra asli daerah, Basyir sangat paham karakter dan kemampuan masyarakat setempat. Berlatar belakang pendidikan dari Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang, kelahiran 24 Juli 1953 ini telah mencurahkan hampir seluruh waktunya untuk berdedikasi pada masyarakat Pekalongan.

Buktinya, banyak penghargaan yang telah diraih karena keberhasilan dalam membangun Pekalongan. Contohnya Penghargaan Adiupaya Puritama Peringkat I Dalam Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman pada 2008, Penghargaan Adipura Puritama dari Depdagri dan Kementerian Perumahan pada 2010, bahkan penghargaan supremasi kebersihan, Adipura, juga diterima Kota Pekalongan dalam dua tahun terakhir.

Basyir sendiri memiliki ambisi untuk dapat menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan di wilayah Pekalongan, dan juga dalam pemerintahan pusat. Melalui beberapa cara dengan saluran teknologi informasi (TI), Basyir terbiasa melakukan komunikasi secara langsung dengan masyarakat Pekalongan, kapan dan di manapun diperlukan. “Sebaliknya, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi, informasi, pendapat dan kritik kepada Pemerintah Kota

Pekalongan demi meningkatkan peran serta masyarakat di dalam pembangunan serta meningkatkan kinerja perangkat daerah,” papar Basyir. Berikut ini kutipan wawancara BISKOM dengan Walikota Basyir di sela kunjungannya ke Jakarta, awal Juli ini.

Sejak menjabat sebagai Walikota Pekalongan, pencapaian seperti apa yang telah Anda lakukan dalam memajukan kota Pekalongan?
Saat ini adalah periode kedua saya sebagai Walikota Pekalongan. Periode pertama yang dimulai pada 2005 hingga 2010, program utama kami adalah mengatasi kemiskinan, sebab ini adalah cluster yang luar biasa sehingga saya berusaha mendorong angka kemiskinan. Dan Alhamdulillah, kurang lebih 12% pada tahun 2005 angka kemiskinan berkurang menjadi 8,5% pada 2009.

Kemudian indek pengembangan manusia pada masa jabatan saya yang pertama mencapai 71,9%, dan sekarang menjadi 74,1%. Inilah satu hal diantara tugas-tugas yang kami lakukan, sebab kami melihat indikator berhasil atau tidaknya tergantung dari manusianya. Ada 3 faktor indikator manusia, pertama pendidikan yang dilihat dari lamanya ia sekolah, kedua kesehatan, dan ketiga adalah kemiskinan yang dilihat dari bagaimana daya beli masyarakat itu. Dengan pencapain itu, kedepannya saya ingin ada peningkatan terus, paling tidak setiap tahun bisa mencapai 0,6%, sehingga harapannya nanti pada akhir masa jabatan ke dua ini bisa mencapai menembus angka 76% indikator manusianya.

HM Basyir Ahmad 02.jpgLalu target seperti apa yang ingin Anda capai saat ini dan tahun berikutnya?
Tahun kedua ini target kami adalah ingin pertumbuhan ekonomi meningkat secara signifikan dan itu tidak bisa tanpa memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset. Karena keunggulan Kota Pekalongan adalah batik dan ikan, maka kami harus mencari jalan keluar bagaimana batik dan ikan tersebut mempunyai nilai tambah. Caranya, kami menjual sendiri apa-apa yang ada tanpa melibatkan pihak kedua. Karena dengan cara konvensional, pemasaran dilakukan melalui pihak kedua.

Kemudian untuk mempercepat tujuan, kami melihat bahwa dunia ini kedepannya adalah maju dalam bidang TI, inovasi atau dunia kreatif, sehingga ilmu pengetahuan teknologi terutama TI dan inovasinya menjadi unggulan utama kami nantinya.

Di bidang TI, hal apa yang ingin Anda capai?
Ada peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika yang mengharuskan pada 31 Desemeber 2011 kita semua harus memakai software legal yang free opensource. Ini adalah inistaitif yang bagus, sehingga pada pertengahan tahun 2010 lalu kami memutuskan untuk bisa mendeklarasikan Pekalongan bebas dari software yang tidak legal pada akhir Desember 2010. Setelah pencapaian tersebut, tahun 2011 ini kami berkomitmen untuk bisa menggunakan FOSS secara menyeluruh pada akhir 2011.

Kedepannya saya ingin Pekalongan bebas dari sistem operasi berbayar karena setelah dihitung, untuk 1500 komputer dengan sistem operasi berbayar, dalam satu tahun akan ada pengeluaran anggaran sebesar Rp. 9 milyar. Coba bayangkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kami hanya Rp. 450 milyar. Kalau kita semua memakai FOSS, tentunya penghematan akan terjadi secara pesat. Nah, ini lah yang tengah kami lakukan. Saya ingin kita merdeka, dan tidak lagi memakai sistem operasi yang yang berbayar. Apalagi mencuri, saya tidak mau. Sehingga Insyallah pada anggal 31 Desember 2011 nanti, saya akan canangkan Pekalongan sebagai kota yang sudah memakai FOSS secara menyeluruh baik di pemerintahan kota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, Kelurahan, sekolah-sekolah yang dibawah pemerintah hingga pengusaha swasta.

Untuk mencapai target itu, langkah seperti apa yang sudah dilakukan?
Kewajiban pemakaian dan pemanfaatan FOSS yang saya sebutkan tadi merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik bebas pelanggaran Undang-undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pemerintah Kota Pekalongan telah memfasilitasi penerapan legal software berbasis OSS di 33) SKPD Pemerintah Kota Pekalongan dengan target penuntasan migrasi ke perangkat lunak legal berbasis FOSS sampai dengan Desember 2010.

Sasaran migrasi mencakup semua komputer aktif fungsi administrasi perkantoran (olah kata, olah angka, dan bahan presentasi) yang masih menggunakan sistem operasi dan aplikasi perkantoran tidal legal. Target penuntasan meliputi migrasi aplikasi perkantoran OpenOffice sejumlah 668 unit dan sistem operasi distro Linux Ubuntu sejumlah 375 unit. Kegiatan fasilitasi penerapan legal software berbasis OSS meliputi sosialisasi, pendataan, pelatihan, instalasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pada tahun anggaran 2011, kegiatan fasilitasi penerapan legal software berbasis OSS difokuskan ke SD, SMP, SMA/SMK, dan Kelurahan se-Kota Pekalongan.

Selain target tersebut, secara nyata seberapa jauhkah Pemerintah Kota Pekalongan memanfaatkan TI?
Interkoneksi data dan informasi d ilingkungan Pemerintah Kota Pekalongan telah menggunakan infrastruktur TI, yaitu Metropolitan Area Network (MAN) atau lebih dikenal dengan nama Jaringan BATIK-Net. Tahun 2005-2010, Jaringan BATIK-Net telah menghubungkan 105 titik terdiri atas klaster A Network Operating Control (NOC) sejumlah 35 titik, klaster B Kecamatan Pekalongan Barat sejumlah 17 titik, klaster C Kecamatan Pekalongan Selatan sejumlah 13 titik, klaster D Kecamatan Pekalongan Timur sejumlah 16 titik, klaster E Kecamatan Pekalongan Utara sejumlah 13 titik, dan klaster F Dinas Kesehatan sejumlah 15 titik. Sejumlah 18 titik koneksi menggunakan frekuensi jaringan wifi 2,4 Ghz. Sedangkan, SKPD atau unit kerja yang menggunakan frekuensi jaringan wifi 5,8 Ghz sejumlah 87 titik.

Dalam penyediaan informasi publik, Pemerintah Kota Pekalongan telah melakukan pengelolaan website resmi Pemerintah Kota Pekalongan (http://www.pekalongankota.go.id) dan memfasilitasi penanganan 14 website resmi SKPD. Pengelolaan website meliputi pengelolaan nama domain, hosting, dan pemutakhiran data/informasi penyelenggaraan pemerintahan/ pembangunan. Pada tahun anggaran 2011, semua SKPD dan Kelurahan difasilitasi untuk pembangunan/ pengembangan website resmi SKPD sebagai sub domain nama domain resmi Pemerintah Kota Pekalongan.

Komunikasi kedinasan lintas SKPD juga menggunakan saluran alternatif lain yang lebih murah dan aman disamping telepon, PABX, maupun telepon seluler. Alternatif tersebut menggunakan Voice over Internet Protokol (VoIP). VoIP terhubung melalui jaringan Batik-Net. Pemerintah Kota Pekalongan sendiri telah membangun dan memfasilitasi pembangunan VoIP sejumlah 72 unit. Dalam pengembangan infostruktur TI, Pemerintah Kota Pekalongan telah mengembangkan dan memanfaatkan aplikasi Government to Government (G2G), Government to Bussiness (G2B), dan Government to Citizen (G2C).

Aplikasi G2G meliputi SIMDA Keuangan, SIMDA Barang, Kantor Maya atau KANTAYA, SIM Hukum, SIM LEPPK, SIM RENJA, SIM Kepegawaian, SIM Pengawasan, dan SIM Kesehatan. Aplikasi G2B berupa SIMPADU, LPSE, BKO. Aplikasi G2C berupa SIM Kependudukan, SISKO TKLN, SMS Center.

HMBasyirAhmad SoegihartoSantoso.jpgPekalongan kabarnya telah memiliki SMS Center dan Telecenter sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, apa tujuan dari pembuatan SMS Center dan Telecenter tersebut? Apakah SMS Center dan Telecenter tersebut telah berjalan sesuai yang diharapkan?
Betul, Telecenter dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat meliputi Community Acces Point (CAP) dan Mobile-Community Acces Point (M-CAP). Community Acces Point (CAP), Pemerintah Kota Pekalongan telah mempunyai 47 Telecenter LPM di kelurahan se-Kota Pekalongan, 1 Telecenter UKM Batik City di Pasar Grosir Batik Setono, 1 Telecenter Museum Batik, 1 Telecenter LPPAR, 1 Telecenter TIK BATIK-Net, 2Telecenter Kampung Batik, yaitu Kauman dan Pesindon. Disamping itu, Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memiliki 1 unit Mobile-Community Acces Point (M-CAP).

CAP memiliki fungsi layanan pembelajaran TI dan akses internet. Sedangkan, M-CAP memiliki fungsi layanan pembelajaran TI, akses internet, akses layanan telepon, dan diseminasi informasi secara audio visual. Sementara SMS Center merupakan salah satu saluran komunikasi antara pemerintah dan masyarakat disamping surat, e-mail, telepon, fax, maupun tatap muka. SMS Center juga menampung keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan publik.

Belum lama ini Pekalongan juga membangun Balai Inkubator Teknologi sebagai usaha Pengembangan Wirausaha Berbasis Teknologi, sejauh ini seberapa banyak sumber daya manusia yang siap menjadi technopreneur? Kongritnya, di bidang apakah mereka siap bekerja?
Technopreneur diharapkan terdiri dari 14 bidang industri kreatif. Namun saat ini, bidang yang siap adalah fesyen dan semua kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian batik, produksi pakaian mode batik dan aksesorisnya.

Tiap kota di seluruh Indonesia sekarang berencana memiliki cybercity, apakah Pekalongan akan memiliki Pekalongan Cyber City? Sudahkah dipersiapkan dan seperti apa nantinya Pekalongan Cyber City?
Pembangunan daerah berbasis elektronik identik dengan cybercity. Pemerintah Kota Pekalongan sebagai salah satu institusi pemerintah turut berperan dalam upaya peningkatan kinerja melalui penyelenggaran kepemerintahan berbasis elektronik. Penyelenggaran kepemerintahan berbasis elektronik ini merupakan bagian integral dari pembangunan daerah. Pembangunan Kota Pekalongan berbasis TI telah dicanangkan pada Peringatan HARTEKNAS 2008 di Kota Pekalongan dengan program e-pekalongan@batik-city-2010 (baca: e-pekalongan at batik city 2010) dengan misi e-Development untuk mendorong percepatan pemberdayaan masyarakat, good governance, pendidikan berkualitas, dan ekonomi kreatif Kota Pekalongan. Dengan menggali peluang dan merumuskan konsensus kegiatan kolaboratif dalam pendayagunaan dan difusi TI diharapkan dapat menghasilkan dampak sinergis dalam pembangunan daerah.

Persiapan cybercity diawali dengan pembangunan infrastruktur TIK yang menghubungkan seluruh Kota Pekalongan. Tahap awal, telah dikembangkan telecenter di 4 kecamatan dan 47 kelurahan, telecenter di sentra produk unggulan, hotspot di tempat publik. Tahap selanjutnya, telecenter RT/RW. Dengan adanya infrastruktur TI tersebut, masyarakat dapat mengakses aplikasi-aplikasi layanan publik secara free.

Kalau boleh tahu, berapa anggaran yang disiapkan Pekalongan untuk membangun teknologi komunikasi di pemerintahan?
Pada tahun anggaran 2010, dukungan anggaran program rutin dan program unggulan sebesar Rp. 1.493.309.100. Sedangkan, tahun anggaran 2011 sebesar Rp. 1.790.721.000.

Langkah apa yang yang Anda siapkan untuk membangun sarana pelayanan publik demi terciptanya pemerintahan yang bersih?
Ada 2 pola yang kami lakukan, yaitu dengan memakai sistem langsung dengan ketemu langsung dan melalui dunia maya. Kalau secara langsung, saya wawancara di radio setiap senin dan kamis dalam acara Walikota Menjawab. Jadi masyarakat bisa bertanya langsung dan saya akan menjawab semua pertanyaan tersebut. Kemudian secara rutin setiap seminggu sekali, saya keliling sepeda santai berkunjung ke kelurahan-kelurahan untuk bertatap langsung dengan masyarakat sekitar. Selain itu, juga ada refleksi di Perguruan Tinggi yang biasanya diadakan setahun sekali sebagai komunikasi dan diskusi tentang kinerja kami. Hal ini dilakukan sebagai kontrol pelayan publik.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia dari waktu ke waktu? Dan Apa saran Bapak agar Indonesia bisa sejajar dan bahkan lebih maju di bidang TI dibanding negara-negara lain?
Kemajuan TI di Indonesia dapat dilihat pada implementasi program flagship nasional, misal National Single Window, e-Education, dan palapa ring. Indonesia dapat memanfaatkan sumberdaya TI yang ada, termasuk SDM, infrasruktur, infostruktur TI dalam membangun e-Indonesia. Tentunya pembangunan e-Indonesia diperlukan suprastruktur TI, terutama kebijakan yang dituangkan dalam perundang-undangan.

Agar sejajar dengan negara-negara lain, Indonesia harus bisa menjadi negara produsen produk-produk TI dan produk asli daerah yang berdaya saing di tingkat internasional. Hal ini dapat diwujudkan dengan membentuk jaringan informasi dan transaksi Akademic, Business, Government (ABG), membentuk hubungan interaktif dengan ABG, membentuk mekanisme dan saluran komunikasi ABG, membentuk sistem manajemen dan proses kerja ABG secara elektronik.

Arah negara produsen produk TI tidak terlepas dari tinjauan berbagai aspek pemanfaatan TI, antara lain e-Leadership, infrastruktur jaringan informasi, pengelolaan informasi, lingkungan bisnis, masyarakat dan sumberdaya manusia. Tentunya dengan upaya yang sungguh-sungguh, kita semua menginginkan hal ini bisa dicapai Indonesia tak lama lagi.

Taiwan Excellence Luncurkan IT Travelers Go!

0

ITTravelersGo 1Bureau of Foreign Trade, Taiwan (BOFT) dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) kembali membuktikan keseriusannya dalam mengkampanyekan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal negaranya.

Terbukti, sudah banyak event yang diselenggarakan oleh BOFT maupun TAITRA dalam mendongkrak market dan mensukseskan program Taiwan Excellence. Kali ini, dengan mengusung konsep reality tour competition, Taiwan Excellence meresmikan peluncuran program IT Travelers Go! berhadiah US$ 20,000 bagi pemenang utama.

Serentak diadakan di tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Vietnam, kompetisi ini terbuka bagi siapapun yang suka berwisata dan kerap menggunakan gadget canggih.

Caranya pun cukup mudah. Sebelum empat finalis terpilih untuk melakukan perjalanan gratis selama 21 hari di Indonesia, India, Vietnam dan Taiwan, awalnya peserta diwajibkan mengupload 2 foto yang menarik dengan memberikan caption kenapa harus mereka yang dipilih untuk melakukan wisata ini.

Kemudian dari seluruh pendaftar akan disaring menjadi 45 orang yang berkesempatan untuk membuat video mengenai pengalaman dan cerita kehidupan berteknologi dengan memanfaatkan produk teknologi berkualitas dari Taiwan.

ITTravelersGo 2Selanjutnya, empat finalis akan dipilih oleh tim juri pada acara di Mall Emporium Pluit, Jakarta tanggal 25 September 2011 mendatang. Dari keempat finalis tersebut akan menjadi satu tim yang mewakili Indonesia untuk melawan peserta dari tim India dan Vietnam.

Para finalis akan mendapatkan seperangkat produk Taiwan senilai US$ 2,500 dan biaya perjalanan wisata akan disponsori oleh enam belas produk TIK Taiwan, diantaranya Acer, AData, Apacer, BenQ, D-Link, Genius, HTC, Innergie, Mio, MSI, Optoma, Thermaltake, Transcend, Trend Micro dan ZyXel. Selain itu juga masing-masing finalis akan dilengkapi dengan special travelers kit yang terdiri dari 20 produk TIK Taiwan.

“IT Travelers Go! adalah bagian dari usaha berkesinambungan kampanye Taiwan Excellence untuk menghadirkan produk-produk teknologi berkualitas Taiwan agar semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia,” ucap James Chen, Direktur TAITRA di Jakarta, (11/7).

Dimulai dari Jakarta, ketiga tim akan bersaing dalam melakukan perjalanan di empat negara. Dengan menyandang sebagai duta Taiwan, dari awal perjalanan sampai ke kota-kota tujuan berikutnya seperti New Delhi dan Hanoi, peserta akan berbagi kabar dan hal-hal menarik kepada teman-teman mereka melalui social network dengan gadget yang mereka bawa.

ITTravelersGo 3“Indonesia merupakan market yang sangat besar bagi kami, oleh sebab itu IT Travelers Go! akan dimulai dari Jakarta,” jelas Chen.  Petualangan akan berakhir di Taipei yang merupakan tempat asal beragam produk Taiwan berkualitas.

Pada kesempatan ini hadir pula Andrew Y.L. Hsia, Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO), Y.C. Tsai Director of Economic Affairs, Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO), Kristy Nelwan (Panitia Pelaksana IT Travelers Go!), Cathy Sharon (Duta Kampanye Taiwan Excellence) dan Soegiharto Santoso (Direktur Masterdata).

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silahkan kunjungi www.ITTravelersGo.com serta ikuti fanpage melalui jejaring sosial di www.facebook.com/TaiwanExcellence serta twitter @TaiwanICT. Pendaftaran IT Travelers Go! dibuka untuk umum sejak 11 Juli 2011 hingga 9 Agustus 2011.

Telah Terbit BISKOM Edisi Juli 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad, (Terima kasih kepada Kantor Walikota Pekalongan yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juli 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad: 2011, Pekalongan Migrasi Ke FOSS

• FIGURE:
– Fixed Line Network Products ZTE Corporation, Zhu Ying: 2016, 85% Masyarakat Indonesia Nikmati Broadband
– Direktur Pusat Audit Teknologi – BPPT, Arya Rezavidi: Staregis, Peranan Audit Teknologi
– Product Manager Tabulet, Raymond Widjaja: Tabulet, Tablet Lokal Kualitas Internasional

• HEADLINE:
– Seni Perang Dunia Maya: Dari Perang Bintang ke Perang Cyber

• FOCUS:
– Mencermati Fenomena Cyberpsychology
– Industri Telematika Dalam Koridor Ekonomi

• INSPIRATION:
– Letkol Czi. Heri M. Siagian: TI dan Strategi Militer

• REVIEW & CELLULAR:
– Lenovo Ideapad Z470 dan Lenovo Ideapad Y570
– Tabulet Troy dan Explore Tab By Vinzo
– Samsung M Series dan Samsung Chromebook
– Fujitsu MH330 dan Philips HTS3540
– Zikmu Parrot by Strack dan Dell XPS 15Z

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

 

IT Camp 2011, Belajar Cloud Computing dan Open BTS di Alam Terbuka

2

IT Camp 2011IT Camp yang merupakan ajang pelatihan teknologi informasi yang bersifat praktis, kembali dilaksanakan. Mengulang kesuksesan penyelenggaraan dan tingginya animo dari peserta, Yayasan One Destination Center (ODC) dengan dibantu oleh KeRMIT (Kelompok Remaja Melek IT) menggelar IT Camp 2011 dengan tema “Cloud Computing and Open BTS – New Inexpensive Technologies to make your life enjoyable” pada tanggal 9 – 11 Juli, bertempat di Camping Ground TNGHS Gunung Bunder, Jawa Barat.

Kegiatan yang menggabungkan antara berkemah dengan dunia teknologi informasi ini, mengajak peserta yang terdiri dari remaja dan professional TI untuk mempelajari teknologi komputasi awan yang tidak mahal dan dapat mempermudah kita mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan teori untuk membangun BTS Seluler dan Operator sendiri sehingga memberikan solusi hemat dalam berkomunikasi. Hal ini merupakan solusi murah telekomunikasi di daerah-daerah perbatasan dan terpencil.

Onno W. Purbo mengatakan generasi muda harus kreatif dan selalu uptodate dalam menghadapi perubahan di dunia teknologi informasi yang sangat cepat. “Kegiatan ini adalah salah satu yang kami upayakan untuk memperkenalkan teknologi baru ke masyarakat dan peserta yang hadir kali ini bertambah dibanding tahun sebelumnya, bahkan ada peserta yang datang dari Papua dan Aceh,” ujar Onno.

Sementara itu M Salahuddien atau yang akrab disapa Didien Pataka, mengatakan bahwa jaman sekarang ilmu tidak harus didapat dari ruang kelas saja. “Justru kegiatan di alam terbuka seperti ini lebih mempercepat peserta untuk menangkap isi materi yang diberikan dan dapat berinteraksi langsung dengan pemberi materi secara akrab dan kekeluargaan,” cetusnya.

Para peserta IT Camp 2011 kali ini mendapatkan materi tentang komputasi awan dan open BTS langsung dari para pakar, seperti Ahmat Safrudin, Anton Raharja, Sindu Irawan, Bambang S dan Muhammad Salahuddien. Acara ini didukung juga oleh Kementerian Kominfo, Kementerian Ristek, Masterdata, XL, Bintang Raya, Jabetto, Rainer, Canon, Telkom Indonesia, Metro TV, Binus TV dan Majalah BISKOM.

Kodam Jaya Ajak Semua Pihak Perbaiki Mutu Pendidikan

0

AliSaid SoegihartoSantoso MayjenWaris RanuArifudin AndiTanudiredja di KODAMJAYAMenyadari pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berwawasan teknologi, Kodam Jaya/Jayakarta mengambil inisiatif untuk melakukan renovasi gedung sekolah di wilayah Kodam Jaya.

Kegiatan yang berlangsung mulai 19 Juni 2011 ini merupakan bagian dari program kegiatan Tentara Manunggal Membantu Pendidikan (TMMP) dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan,

Adapun wilayah sasaran renovasi gedung sekolah yang memprihatinkan tersebut diantaranya, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi dan Kecamatan Sawangan Kota Depok.

Kegiatan peduli pendidikan tersebut ditandai dengan diresmikannya peletakan batu pertama kegiatan renovasi sekolah oleh Pangdam Jaya/Jayakarta,

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Waris, di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta di Madrasah Ibtidaiyah El Nur El Kasysyaf IV, Jl Marunda Makmur, Rt 007/01, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (19/6).

Pangdam Jaya mengatakan, kegiatan bedah sekolah ini merupakan bentuk kepedulian Kodam Jaya/ Jayakarta dalam membantu Pemerintah Daerah untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam rangka ikut meningkatkan kualitas SDM, dan diharapkan tidak ada lagi gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta.

“Tuntutan terhadap pembangunan sektor pendidikan menjadi semakin penting, seiring dengan perkembangan yang terjadi di masyakarat. Di satu pihak, terbukanya kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak usia sekolah yang jumlahnya semakin bertambah, sementara dipihak lain kebutuhan peningkatan mutu pendidikan juga menjadi prioritas pembangunan SDM,” kata Mayjen TNI Waris.

Pangdam berharap, kegiatan bedah sekolah ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan fasilitas belajar bagi para pelajar, yang merupakan penerus bangsa.

SoegihartoSantoso Mayjen Waris KurniawanTanujaya dan TAGOR Club di Rumah Dinas PangdamJayaSelain bangunan yang memadai, lanjut Waris, masih diperlukan fasilitas sekolah lainnya untuk turut menunjang semangat belajar anak-anak sekolah, seperti buku-buku pelajaran yang berkualitas atau laboratorium komputer yang tersambung dengan internet, agar para siswa dan pengajar dapat saling membuka wawasan dan berbagi pengetahuan dengan sekolah lainnya.

Soegiharto Santoso, Pengusaha Teknologi Informasi dan Pimpinan Umum BISKOM dalam sebuah pertemuan dengan Mayjen TNI Waris di Jakarta (1/7) menyampaikan, “Membangun sekolah yang berkualitas bukanlah pekerjaan ringan. Banyak pihak yang melakukan kritik terhadap  fenomena pendidikan di tanah air, namun tanpa usaha saling bahu membahu antara pemerintah, swasta, masyarakat dan pihak lainnya, maka pendidikan kita akan tetap tertinggal jika dibandingkan negara-negara lain. Diharapkan dengan program kegiatan TMMP (Tentara Manunggal Membantu Pendidikan)  ini dapat menjadi pelopor dan dapat diduplikasi ke berbagai daerah di tanah air, agar mutu pendidikan kita semakin meningkat.”

Selain itu Soegiharto mengajak semua pihak terkait di bidang Teknologi Informasi untuk ikut andil dalam kegiatan yang dilakukan oleh Kodam Jaya, misalnya dengan menyumbang komputer layak pakai untuk membangun laboratorium komputer dan memberikan akses internet atau mengadakan pelatihan program Internet Sehat dan Aman serta pelatihan Open Source Software yang sejalan dengan program pemerintah, agar dapat turut mengurangi kesenjangan digital serta meningkatkan kualitas SDM anak bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Kurniawan Tanujaya, Ketua Umum Tangerang Goldwing Riders (TAGOR Club)  menyatakan  kesiapannya untuk mendukung kegiatan ini dan akan mengajak rekan-rekannya untuk menyumbangkan buku-buku yang dapat digunakan dalam proses belajar-mengajar.

Menurut Kurniawan, mutu pendidikan yang berkualitas tidak lahir dengan sendirinya. Juga tidak lahir semata-mata karena fasilitas sekolah yang lengkap. Semuanya terbentuk berkat kerjasama dan komitmen yang sungguh-sungguh dari pendidik, stakeholder, pemerintah, orang tua dan masyarakat.

AOSI dan KPLI Banyumas Sosialisasikan OSS ke Pemda

3

01 Sosialisai penerapan Open Souce Software di lingkungan SKPD & PemKab PurbalinggaUpaya untuk mensosialisasikan sistem operasi dengan sumber kode terbuka atau open source software (OSS) terus dijalankan demi mewujudkan penggunaan software legal sekaligus menekan angka pembajakan software di dalam negeri.

Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) sebagai wadah yang menghimpun organisasi-organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik, pelaku bisnis dan semua pendukung OSS, pada tahun 2011 ini memiliki program utama, yakni menyediakan Helpdesk Free and Open-Source Software (FOSS) secara nasional.

Sebagai langkah awal, sekretariat AOSI di Jakarta menjadi pusat informasi FOSS dalam bentuk Helpdesk ( helpdesk@aosi.or.id ) melalui web, email, SMS, milis, forum, jejaring sosial dan lain sebagainya.  Helpdesk ini diharapkan dapat didukung anggota atau mitra AOSI di Jakarta dan di setiap provinsi sehingga akan ada minimal 33 kantor perwakilan AOSI.

Serangkai dengan tujuan tersebut, pada hari ini, Sabtu (25/6) AOSI bersama Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Banyumas melakukan sosialisasi Penerapan OSS dan bimbingan teknis (Bintek) di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Pemkab Purbalingga mulai tanggal 27 Juni  – 8 Juli 2011 di Ruang Rapat Gedung A lantai 2, Setda Kabupaten Purbalingga.  Peserta Bintek berasal dari seluruh perwakilan instansi di lingkungan satuan kerja pemerintah daerah dan Pemerintah Kabupatan Purbalingga.

02 YonathanEkoNugroho-Soebeno-SoegihartoSantoso-AdnanAdhyKurniawanSebelumnya, sejak 8 Maret lalu, KPLI Banyumas telah melakukan roadshow gratis untuk memperkenalkan penggunaan GNU/Linux dan OSS kepada beberapa instansi dan sekolah menengah. Kegiatan ini didukung  oleh Dinhubkominfo melalui Kasi Diseminasi Informasi dan Kabag Kominfo, Eri Rusdi Wibowo.

Acara sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pemda Purbalingga, Soebeno, yang mewakili Bupati Purbalingga, Heru Sudjatmoko, dan dihadiri seluruh perwakilan SKPD dan institusi pendidikan serta lembaga-lembaga yang melayani kepentingan publik, untuk dipertemukan dengan perwakilan pemerintahan yang berkompeten untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah berkenaan dengan OSS.

Kepala Dishubkominfo Pemda Purbalingga, Yonathan Eko Nugroho mengatakan, “Pola penggunaan aplikasi perangkat lunak di lingkungan pemerintahan harus sedikit demi sedikit diubah, tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat. Penggunaan perangkat lunak ilegal dan melanggar hukum atau bajakan harus segera dihentikan, agar  good governance bisa tercapai.”

03 YonathanEkoNugroho-EriRusdiWibowo-SoegihartoSantoso-Adnan Adhy KurniawanKetua KPLI Banyumas, Adnan Adhy Kurniawan menambahkan,  KPLI Banyumas dalam kegiatan ini diminta oleh Dinhubkominfo untuk memberikan materi-materi yang dibutuhkan oleh para peserta. Proses ini akan berlangsung selama Bintek.

“Kami berharap, Banyumas akan menjadi sebuah daerah percontohan implementasi OSS, karena seluruh kabupaten yang ada di dalamnya didahului oleh Banjarnegara dan Cilacap telah melakukan migrasi sedangkan Purbalingga akan segara melakukan migrasi pula dengan pemanfaatan OSS,” ujar Adnan.

Di kesempatan yang sama, Soegiharto Santoso, Bendahara AOSI yang juga menjadi nara sumber dalam acara sosialisasi OSS ini menyampaikan,  Sekretariat AOSI saat ini menjadi  kantor pusat Helpdesk FOSS Nasional yang akan mengelola dan meneruskan informasi kebutuhan jasa terkait FOSS ke para anggota atau mitra AOSI yang memiliki kemampuan menyediakan jasa atau produk yang sesuai kebutuhan untuk mendukung penggunaan FOSS oleh pemerintah pusat, pemda prov/kab/kota, swasta, pendidikan, dan lain sebagainya.

04 Sosialisai penerapan Open Souce Software di lingkungan SKPD & PemKab Purbalingga“Sosialisasi OSS ke pemerintah, BUMN, Swasta dan lembaga pendidikan akan terus berlanjut, melalui kerjasama dengan kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Kominfo, Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Salah satu kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah terwujud dalam Indonesia Open Source Award (IOSA) yang akan dilaksanakan akhir 2011 ini,” tambah Soegiharto.

Soegiharto menambahkan, pada tahun lalu, pemenang IOSA berasal dari Kabupaten Jembrana-Bali, Kabupaten Sragen-Jawa Tengah, dan Kabupaten Aceh Tengah-NAD serta penghargaan khusus yang diraih diantaranya oleh Balikpapan- Kalimantan Timur, Kabupaten Bekasi-Jawa Barat, Kabupaten Karanganyar- Jawa Tengah, Kabupaten Klungkung-Bali dan lain sebagainya.

Sosialisasi OSS hasil kerjasama antara AOSI, KPLI Banyumas dan Pemerintah Daerah Banyumas ini juga didukung oleh BISKOM sebagai media partner.

Sony Expo 2011 Parade of Wonder Hadirkan Hiburan 3D

0

02 Sony PWSony Indonesia kembali menggelar acara tahunannya, Sony Expo 2011 Parade of Wonder dengan manampilkan rangkaian produk-produk dengan inovasi terbaru yang dapat memberikan pengalaman hiburan mengagumkan.

Di tahun ke 5 ini, acara berlangsung mulai 22-26 Juni 2011 di Atrium Utama, Mal Taman Anggrek, dengan mengajak serta Sony Group Companies lainny, yaitu Sony Ericsson Mobile Indonesia, Sony Music Indonesia dan Sony Picture.

“Event ini merupakan sajian pengalaman bagi konsumen untuk mencoba produk-produk kami secara langsung sehigga mereka betul-betul memahami berbagai fitur yang terdapat dalam produk Sony,” kata Rini F. Hasbi, Manager Marketing Communication Sony Indonesia, di Jakarta (24/6).

Dengan menghadirkan jajaran teknologi 3D, para pengunjung eksibisi dapat mengikuti berbagai  aktivitas yang memungkinkan mereka berinteraksi dan menikmati inovasi terdepan dunia hiburan Sony yang didominasi berbagai produk berteknologi 3D seperti digital imaging, notebook, gaming dan tentunya TV.

“Kekutan yang dimiliki Sony adalah dengan menghadirkan jajaran 3D terlengkap, kami tidak tanggung-tanggung dan betul-betul fokus untuk mengintegrasikan teknologi 3D kedalam perangkat entertainment,” jelas Rini.

01 Sony PWUntuk memberikan pengalaman yang berbeda, selain diskon hingga 60%,  pengunjung juga diajak memasuki 5 wahana rangkaian parade, seperti Parade of 3D World dimana pengunjung dapat merasakan pengalaman mengabadikan berbagai gambar atau film menggunakan produk-produk Handycam terbaru dan menikmati tampilan 3D yang realistis pada layar BRAVIA.

Dalam Parade of the Sound, pengunjung dapat menikmati kualitas suara dari Sony Walkman melalui kegiatan Walkman Sound Quality sambil mengikuti tebak lirik lagu dan menikmati juga kualitas surround Home Theater dari Sony.
Sementara dalam Parade of The Game, Sony menghadirkan berbagai permainan PlayStation yang juga bisa dimainkan secara virtual dengan PS Move. Parade of Lifestyle, dimana pengunjung merasakan langsung kecanggihan dari rangkaian Sony VAIO, Sony ? dan Sony BRAVIA Internet TV.

Terakhir, Parade of Fun mengajak anak-anak berlomba memancing ikan pada kolam yang sudah disediakan, dan orang tua mengabadikan momen keceriaan anak-anak mereka itu menggunakan CyberShot atau Handycam. Selain itu, dalam peluncuran film The Smurf in 3D, Sony Pictures juga menyelenggarakn Kontes Mirip Smurf bagi anak-anak. Sedangkan Sony Music Indonesia menampilkan artis yang sedang naik daun, Lala Karmela, untuk membawakan tembang-tembang hit dihadapan pengunjung Sony Expo 2011.

Ufoakses Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2011

0

Tiffatul Sembiring UFO Akses CommunicAsiaCommunicAsia 2011, pameran industri informasi dan komunikasi (TIK) bergengsi di wilayah Asia Pasifik, kembali digelar di Marina Bay Sands, Singapura, 21-24 Juni 2011.

Sekitar 2.000 perusahaan dan 55.000 delegasi dari 100 negara berpartisipasi pada CommunicAsia 2011 yang dilangsungkan bersamaan dengan Enterpris eIT 2011 dan BroadCastAsia 2011.

Ajang ini  dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura,  Yaacob Ibrahim.  “Singapura tercatat sebagai satu negara yang menjadi pemimpin dalam sektor TIK.  Berdasarkan Global IT Report World Economic Forum, Singapura menjadi perusahaan kedua terbesar dari 138 negara yang paling inovatif dalam memanfaatkan TIK untuk bisnis strategis.  Industri TIK Singapura pada tahun 2010 mencatat pendapatan sekitar USD 70,93 miliar, tumbuh sekitar 12,2 persen dibanding tahun sebelummnya,” papar Yaacob.

Pada tahun ini, CommunicAsia dihadiri sejumlah peserta baru.  Selain perusahaan skala global seperti Nokia, Nokia Siemens Network, Huawei, NTT DoCoMo, PCCW Global, ZTE, BlackBerry, Ericsson Television, pameran ini juga diikuti peserta baru antara lain 3M, AsiaSat, Bharti Airtel, Conax, Dehao Electronics, FibreHome, National Instruments, Tata Communications, VeriFone, Vislink News and Entertainment, Vu TelePresence Inc dan Zynga.

Stand Telkom CommunicAsiaCommunicAsia 2011 yang mengangkat tema “Shaping Vision, Creaing Reality” dan berfokus pada tren berbasis Broadband, Cloud Computing, dan Mobile Value Added Services ini diikuti oleh sejumlah negara seperti Belgia, China, Perancis, Jerman, Italia, Korea Selatan, Norwegia, Singapura, Spanyol, Inggris  dan Amerika Serikat, serta tak ketinggalan, Indonesia.

Beberapa paviliun baru hadir di CommunicAsia2011, termasuk  dari Korea dan Indonesia. Tak kurang dari 9 perusahaan Indonesia telah berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia dan  sekaligus menjadi Delegasi Official RI ke CommunicAsia 2011. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya PT Telkom, Jatis, Bandung Technopark, Bamboomedia dan  Ufoakses.

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang wireless connection dan communication, pada CommunicAsia 2011, Ufoakses  memperlihatkan kemudahan dalam instalasi IP sentral telepon atau IP PBX Briker Box hingga teknologi Voice over Internet Protokol (VoIP), termasuk Tablet PC dan GPS Tracking System dengan konten buatan anak bangsa.

Ranu Ariffudin Alice Chew UFO AksesM. Ranu Arifudin
dari  Ufoakses yang menampilkan Produk Brikerbox mengatakan, suatu kebanggaan dapat membawa teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa ke tingkat global. “Ufoakses mampu mengundang banyak antusias pengunjung dan calon investor dalam CommunicAsia 2011. Ini artinya, teknologi yang kami kembangkan memiliki manfaat, nilai jual dan daya saing yang tinggi,” tambahnya.

Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang hadir di CommunicAsia 2011 mengatakan, CommunicAsia  merupakan peluang baik bagi Indonesia untuk mempromosikan produk TIK serta meraih peluang bisnis baru.

“CommunicAsia2011 telah menjadi ajang internasional di Asia Pasifik. Kedepan, bukan tak mungkin Indonesia juga menjadi barometer perkembangan TIK di tingkat Internasional, mengingat Indonesia selama ini telah memiliki sejumlah ajang besar serupa,” kata Tifatul yang dalam kunjungannya didamping oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Ashwin Sasongko.

Kesempatan dan peluang kerjasama perusahaan-perusahaan lokal di tingkat Internasional tentunya akan menambah semangat berinovasi dalam industri TIK Indonesia.

vFabric 5, Platform Aplikasi Virtual dan Awan

0

VMware-vFabricVMware vFabric 5 merupakan  platform aplikasi terintegrasi untuk lingkungan virtual dan Awan (Cloud). Kombinasi antara framework pengembangan Spring untuk Java dan layanan aplikasi vFabric generasi terbaru ini membuat vFabric 5 menjadi platform aplikasi inti untuk membangun, menggelar dan menjalankan aplikasi modern.

Untuk yang pertama kalinya, vFabric 5 memperkenalkan model pengemasan dan lisensi baru yang fleksibel, yaitu perusahaan membeli peranti lunak aplikasi infrastruktur ini berdasarkan jumlah mesin virtual (virtual machine – VM),  bukan berdasarkan jumlah peranti keras fisik atau CPU. Pengguna vFabric 5 membayar hanya untuk lisensi yang digunakan. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu membeli lisensi peranti lunak dalam jumlah berlebih untuk mengantisipasi kenaikan beban. Model lisensi lama seperti itu boros karena lisensi peranti lunak tetap aktif di luar beban puncak.

Model lisensi pada vFabric 5 ini selaras dengan model komputasi Awan, yaitu biaya dihitung berdasarkan pema-kaian peranti lunak, metode konsumsi dan nilai yang diberikan kepada organisasi.  vFabric 4 dirancang secara khusus untuk mengambil manfaat dari arsitektur server VMware vSphere, yakni platform virtualisasi yang paling banyak digunakan. Kemampuan Elastic Memory for Java (EM4J) baru yang akan tersedia dalam vFabric tc Server akan mengoptimalkan manajemen memori di seluruh aplikasi Java dengan menggelembungkan memori dalam JVM.

Kemampuan ini, digabungkan dengan VMware vSphere  akan meningkatkan densitas server aplikasi untuk beban kerja Java dalam vFabric. VMware vFabric 5 memperkenalkan model lisensi yang fleksibel, dirancang untuk membantu pelanggan mengaitkan secara langsung konsumsi peranti lunak dengan biaya.. Lisensi vFabric 5 dihitung per Virtual Machine (VM), bukan lisensi tradisional berdasarkan CPU sehingga perusahaan bisa menggelar secara fleksibel komponen platform aplikasi yang berbeda di berbagai VM dalam data center.

VMware vFabric 5 akan tersedia dalam dua versi: VMware vFabric Standard senilai USD1.200 per VM dan VMware vFabric Advanced senilai USD1.800 per VM.