Home Blog Page 987

Gempa Jepang dan Mitigasi Bencana di Indonesia

0

foto bincang iptekGempa yang tejadi di Jepang pada 11 Maret 2011 lalu, kemungkinan besar dipicu oleh gempa yang terjadi dua hari sebelumnya sebesar 7.2 SR. Indikasinya adalah adanya perubahan Coulomb stress di sekitar wilayah gempa. Gempa yang terjadi di Jepang hampir mirip gempa yang terjadi di Indonesia, tapi karena jaraknya atau letaknya jauh, maka gempa Jepang pada Jumat lalu tidak memicu terjadinya gempa di Indonesia.

Menurut  Agustan, Perekayasa Bidang Deformasi Kebumian Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam , mekanisme gempa menyebabkan deformasi vertikal sebesar 5m pada dasar laut yang akhirnya menimbulkan terjadinya tsunami. Selain itu, terjadi pula penurunan (subsidence) di daratan lebih dari 1m. “Berdasarkan data historis, daerah tersebut (Sanriku-red) memang sering terjadi gempa besar. Misalnya tahun 1968 dengan skala Mw 8.2 dan tahun 1994 sebesar Mw 7.7,”  dalam Bincang Iptek 2011 dengan mengambil tema analisis gempa Jepang dan mitigasi bencana di Indonesia di Jakarta, (16/3).

Terkait dengan tsunami yang juga menerjang Jayapura, Wahyu Pandoe, Kepala Program Operasi Ina Buoy Tsunami Early Warning System (TEWS), menjelaskan bahwa beberapa menit setelah gempa, empat buoy di daerah sekitar epicentrum gempa mendeteksi datangnya tsunami. Buoy-buoy tsunami yang tersebar di Samudera Pasifik juga mendeteksi hal yang sama. “Dari situlah kami dapat mendeteksi datangnya tsunami ke Jayapura, sehingga dapat dilakukan peringatan dini bagi masyarakat Jayapura. Tsunami tersebut terjadi enam jam setelah gempa di Jepang,” terangnya.

Lebih lanjut  Wahyu menambahkan, berdasarkan data yang didapatkan dari kedalaman 4431m di dasar laut, lanjutnya, tinggi gelombang tsunami di laut mencapai 20cm. Estimasi kasarnya, di darat tinggi air pasang tsunami mencapai 2m. “Kecepatannya sangat luar biasa, sekitar 800km/jam. Yang harus diketahui masyarakat, tsunami tidak harus di awali dengan surutnya air di pantai, bisa juga langsung terjadi gelombang pasang tsunami”.

Pascagempa bumi berkekuatan sembilan skala Richter yang melanda Jepang pada Jumat pekan silam, beberapa pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN mendadak berhenti beroperasi dan mengalami masalah serius. Termasuk, tiga reaktor nuklir di Kompleks PLTN Fukushima Daiichi, yakni unit satu, dua, dan tiga. Sehubungan ancaman radiasi nuklir di Jepang, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyatakan wilayah utara Indonesia, khususnya Manado, Sulawesi Utara, kecil kemungkinan terkena dampak.

Menurut Kepala Bapeten  As Natio Lasman, jika mengikuti arah angin yang mengarah ke utara dan barat, maka negara yang berpotensi terkena radiasi adalah Rusia dan Cina “Terkait dengan ketakutan terhadap bahaya radiasi tersebut memasuki wilayah Indonesia, perlu kami sampaikan, bahwa rata-rata  kecepatan angin adalah 0,2-0,3 meter/detik pada arah Utara-Barat, bukan ke arah Indonesia yang berada di sebelah Selatan Jepang. Maka Bapeten menyatakan tidak perlu masyarakat Indonesia khawatir,” papar  As.

Mengenal Extended Producer Responsibility

1

keyboard“Tanggung jawab pada limbah yang dihasilkan selama proses produksi bisa dijaga dengan cara yang tepat. Dari segi lingkungan, terutama harus dilakukan oleh pabrik. Sebelum pembuatan suatu produk, harus diketahui terlebih dahulu bahwa limbah yang merupakan hasil dari proses produksi harus ditangani. Begitupun, harus diketahui bagaimana produk ketika dibuang.”

Kalimat di atas adalah pernyataan resmi oleh Pemerintah Swedia pada tahun 1975 saat mengantarkan prinsip Extended Producer Responsibility (EPR). Lalu, apakah EPR itu? Meskipun ada banyak definisi, EPR secara umum digambarkan sebagai kebijakan pencegahan polusi yang berfokus pada sistem produk daripada fasilitas produksi. Dengan demikian tanggung jawab untuk produk diperluas di luar emisi dan limbah yang dihasilkan oleh ekstraksi atau proses manufaktur untuk memasukkan manajemen produk terhadap produk setelah dibuang.

EPR didasarkan pada premis bahwa tanggung jawab utama untuk limbah yang dihasilkan selama proses produksi (termasuk ekstraksi bahan baku) dan setelah produk tersebut akan dibuang, adalah tanggung jawab dari produsen produk.

Berikut ini adalah pertanyaanpertanyaan seputar EPR.

Apa tujuan dari EPR?
Tujuan utama dari EPR adalah pengembangan berkelanjutan melalui pengembangan produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan pemulihan produk. Teorinya adalah bahwa dengan membuat produsen membayar untuk remediasi limbah dan polusi yang mereka ciptakan, maka mereka akan memiliki insentif untuk menggabungkan berbagai pertimbangan lingkungan yang lebih luas ke dalam desain produk, kemasan dan pilihan bahan. Insentifnya adalah untuk mengurangi konsumsi sumber daya pada semua tahap siklus hidup produk. Produksi yang bersih dan pencegahan limbah adalah tujuan utamanya.

Apa saja Tanggung Jawab Produser?
Thomas Lindhquist yang seringkali disebut sebagai bapak EPR, telah mengidentifikasi lima jenis dasar tanggung jawab produser, yaitu:

Kewajiban, produsen bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh produk yang mereka produksi dan pasarkan. Tanggung jawab secara ekonomi produsen meliputi seluruh atau sebagian dari biaya untuk pengumpulan, daur ulang atau pembuangan akhir produk yang mereka produksi.

Tanggung Jawab fisik
, produsen harus terlibat dalam pengelolaan fisik produk atau pengaruh produk. Hal ini dapat berkisar dari hanya mengembangkan teknologi yang diperlukan, serta untuk mengelola sistem “pengambilan kembali” (take back), mulai dari mengumpulkanhingga pembuangan produk yang telah
mereka produksi.

Kepemilikan, produsen harus bertanggung jawab baik secara fisik maupun ekonomi. Lalu ada pula Tanggung Jawab Informatif, dimana produsen bertanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai produkatau dampaknya pada berbagai tahap siklus hidupnya.

Mengapa produsen harus bertanggung jawab pada produk mereka?
Produsen yang mengembangkan dan merancang produk, juga bertanggung jawab saat memilih bahan untuk sebuah produk. Oleh karena itu, titik yang paling efisien dan efektif dimana untuk mengurangi limbah dan mendorong penggunaan kembali, pengurangan dan daur ulang, adalah pada tahap pengembangan produk. Pada titik ini dapat dibuat keputusan untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk.

Internalisasi biaya eksternal melalui kombinasi dari tanggung jawab ekonomi dan fisik memberikan insentif kepada produsen untuk merancang produk yang memiliki dampak lingkungan yang minimal sepanjang siklus hidup mereka, dan pemakaian ulang maksimum, daur ulang dan pengurangan kesempatan. Ini hanya online casino dapat dicapai jika internalisasi eksternalitas disertai kewajiban untuk digunakan kembali atau daur ulang, di mana ada insentif, pasti akan ada jalan.

Selanjutnya adalah faktor apa yang mendukung tanggung jawab produser dan menentang pembuangan secara sembarangan. Dukungan terhadap tujuandan proses untuk  mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengembangkan dan merancang produk yang meminimalkan dampak lingkungan secara total, sebagai salah satu cara untuk mencapai dukungan dari semua pihak. Biasanya, biaya mengatasi polusi, penghamburan sumber daya dan biaya konsumsi energi, dan biaya pembuangan disubsidi oleh pemerintah, dan karena itu, tidak tercermin dalam harga produk.

EPR mengkoreksi ketidakseimbangan pada internalisasi eksternalitas tersebut, dan dengan demikian terjadi pergeseran biaya dari pemerintah dan pembayar pajak kepada produsen dan konsumen. Seringkali pebisnis berbicara tentang bersaing pada pasar yang sama, dan mereka cenderung mendukung manufaktur yang memproduksi produk dengan memperhatikan konsekuensi untuk mengatasi polusi yang mungkin terjadi.

Semula, perusahaan yang seharusnya bertanggung jawab, kurang beruntung karena mereka tidak dihargai untuk perilaku yang baik. Jadi dibutuhkan kerangka kerja legislatif yang umum dan standar kinerja pengaturan yang berlaku untuk semua produsen.

Bagaimana tanggung jawab ini dilaksanakan?
Ada tiga kategori dari instrumen kebijakan yang dapat diprakarsai oleh pemerintah untuk mendorong tanggung jawab produsen, yakni:

Instrumen Peraturan: wajib mengambil kembali, minimum standar konten daur ulang; tingkat pemanfaatan bahan kebutuhan sekunder; pemulihan harga atau waktu; standar efisiensi energi; larangan pembuangan dan pembatasan; larangan dan pembatasan bahan; dan larangan terhadap produk.

Instrumen Ekonomi: biaya pembuangan yang harus dibayar dimuka; retribusi terhadap bahan dasar; menghapus subsidi bahan dasar; deposito / sistem pengembalian dana, dan prosedur pengadaan produk yang ramah lingkungan.

Instrumen Informatif: segel atas persetujuan jenis pelabelan lingkungan (Environmental Choice); pelabelan informasi lingkungan (efisiensi energi, konten CFC, konten daur ulang); peringatan bahaya produk ; pelabelan ketahanan produk.

Apa instrumen EPR sedang digunakan hari ini?
Sejumlah instrumen saat ini sedang bekerja untuk memindahkan tanggung jawab untuk produk dan limbah kemasan dari pemerintah dan pembayar pajak kepada produsen dan konsumen. Empat instrumen kebijakan dan contoh masing-masing adalah sebagai berikut:

Sistem Pengembalian Dana atau Deposit: sistem pengembalian dana deposit dapat mendorong penggunaan kembali, tapi paling tidak mereka memberikan insentif moneter ke konsumen untuk mengembalikan produk, dan infrastruktur untuk pengumpulan dan daur ulang.

Target Pajak Produk: Pajak atas produk mempengaruhi pilihan bahan yang digunakan. Sebagai contoh, sebuah eko pajak yang ditargetkan dipungut di Belgia berhasil mengurangi konsumsi bahan PVC.

Pembuangan Biaya Tingkat Lanjut: Biaya ini dirancang untuk mempengaruhi pilihan bahan yang digunakan, dan dapat menghasilkan dana besar yang dapat saja digunakan oleh pemerintah untuk proyek lingkungan hidup. Biaya ini kadangkadang dikembalikan ke konsumen, tetapi umumnya konsumen tidak menyadari adanya biaya tersebut.

Perjanjian secara sukarela yang didukung oleh peraturan: perjanjian pemimpin industri ini digunakan untuk menghapuskan bahan yang tidak diinginkan, mendorong desain untuk dapat di daur ulang atau memastikan penggunaan kembali atau daur ulang yang sangat tinggi.

Penulis:
Sutiono Gunadi
– Pemerhati masalah lingkungan, dapat dihubungi melalui sutiono2000@yahoo.com atau redaksi@biskom.web.id

BISKOM Adakan Seminar Food Photography

0

Seminar Food FotografiIndonesia kaya akan hidangan tradisionalnya. Ditambah dengan menjamurnya masakan mancanegara yang diperkenalkan kepada masyarakat kita, maka bisnis di bidang restoran dan kuliner baik dalam skala kecil, menengah ataupun besar, begitu menggoda.

Sayangnya meski menawarkan tempat dan cita rasa yang memadai, tak jarang bisnis restoran dan kuliner yang baru saja dimulai, bangkrut sebelum meraih keuntungan. Lalu apa yang salah? Promosi. Seperti sebuah produk baru pada umumnya, sebuah restoran pun membutuhkan promosi secara berkala.

Dengan keberadaan sarana internet, promosi kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, terjangkau, kapanpun, meluas dan murah. Hanya saja diperlukan elemen yang membuat sebuah promosi tepat target. Diantaranya adalah kata-kata marketing yang menarik dan foto yang mampu membangkitkan selera.

Foto masakan (Food Photography) yang ideal dihasilkan berkat kerjasama yang baik antara food stylist dan fotografer. Dengan sejumlah trik dan pengetahuan, semua orang dapat menjadi food stylist dan fotografer sehingga bisa mempromosikan bisnis restoran atau kulinernya sendiri.

Secara lebih luas, foto masakan juga biasa digunakan untuk penerbitan majalah, buku resep dan kesehatan, iklan di media massa dan billboard serta untuk kebutuhan dalam industri kemasan. Fungsinya yang bervariasi ini disebabkan masakan sering dianggap sebagai salah satu tujuan wisata yang dikenal dengan istilah “Wisata Kuliner”.

Dalam rangka itulah, BISKOM pada 30 April 2011 di Gedung Serba Guna, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta akan mengadakan seminar dan workshop yang bertajuk SERIAL SEMINAR KREATIF “Work For Tasty Food Photography”. Menggandeng Ryukari Photography sebagai co-Organizer, pembicara dalam seminar ini adalah Roy Genggam (Professional Photographer) dan Puji Purnama (Food Stylist).

Selain workshop, BISKOM juga menyelenggarakan kontes foto masakan untuk peserta dengan hadiah utama kamera DSLR. Info lebih lanjut klik http://www.biskom.web.id/agenda-ti/serial-seminar-kreatif/work-for-tasty-food-photography-seminar.

Temu Darat Fans Epson di Mega Bazaar Computer 2011

0

PT Epson Indonesia ikut ambil bagian dalam pameran di Mega Bazaar Computer 2011 yang baru saja berlangsung,  9-13 Maret 2011 lalu, di beberapa kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Makasar. Berbagai promo menarik diadakan untuk menarik minat pengunjung kepada printer Epson L100 dan L200, antara cashback atau potongan harga sampai dengan Rp. 300.000, untuk setiap pembelian Epson L100 atau L200 yang sangat ekonomis.

Di ajang ini, Epson mengadakan ‘temu darat’ Epsonners Twitter @EpsonL100 dan Facebook “EpsonL100untukIndonesia” di Epson L100 Corner. Berbagai aktivitas menarik juga dilakukan di Epson L100 Corner, antara lain Lomba foto Facebook L100 “Ceria Bersama Epson L100” yang berhadiah 1 unit Epson L100, dan hadiah langsung bagi yang mendaftarkan diri menjadi follower Twitter atau fans Facebook L100 selama pameran.

Printer fungsi tunggal Epson L100 dan all-in-one Epson L200 merupakan jajaran printer Epson baru yang hadir dengan sistem tanki tinta orisinil pertama di dunia. Dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, printer Epson L100 dan L200, yang telah berhasil tercatat dalam MURI untuk “Tinta Printer Orisinil yang Menghasilkan Cetakan Terbanyak” hingga 23.364 halaman ini hadir dengan fitur Epson Original Ink Tanks yang membantu pengguna untuk meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya cetak.

Printer Epson L100 dan L200 hadir dengan satu set tinta yang terdiri dari 1 botol tinta hitam ukuran 70ml yang dapat mencetak 4000 halaman dokumen hitam dan 3 botol tinta berwarna (Cyan, Magenta, Yellow) yang dapat mencetak 6500 halaman dokumen berwarna. Sebagai tambahan, setiap unit printer baru hadir dengan dua botol tinta hitam tambahan untuk memberikan lebih banyak nilai tambah bagi pengguna.

2. Alexa BandEpson L100 dan L200 dilengkapi dengan teknologi print head Epson Micro Piezo, yang dapat mencapai resolusi cetak sebesar 5760 x 1440 dpi, menghasilkan cetakan foto dengan detil yang luar biasa dan gradasi yang sangat halus.

Hirasaki Michiya, President Director PT Epson Indonesia, mengatakan printer yang tepat untuk pengguna pribadi, korporat dan UKM ini, juga memberikan kenyamanan bagi pengguna dengan teknologi Epson Fast Ink Top-Up yang memudahkan pengisian ulang dan mencegah terjadinya kebocoran tinta.

Sementara itu, Muchammad Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, mengatakan bahwa dalam Mega Bazaar Computer 2011, Epson secara khusus menghadirkan sejajaran artis band ternama yaitu Alexa, Steven Jam, dan Lunno, serta sederetan pertunjukan modern dance dan perkusi di akhir pekan untuk menghibur para pengunjung stand Epson di pameran bertempat di Jakarta Convention Center, Hall B.

“Pertunjukan langsung band Alexa, Steve Jam, dan Lunno tersebut merupakan pilihan Epsonners di Twitter dan Facebook L100. Epsonners yang beruntung, mendapat kesempatan untuk berpose bareng dengan artis idolanya,” ujar Husni.

Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Biskom,  mengatakan bahwa kegiatan temu darat seperti ini sangat bagus dan akan lebih mendekatkan antara konsumen dan produsen, serta tentunya akan meningkatkan citra Epson di mata masyarakat.

Kebebasan Informasi dan Rahasia Negara

0

Editorial Maret 2011SUDAH sejak lama, beberapa negara memperjuangkan keterbukaan informasi sebagai hak mendasar bagi warganya. Hal ini sesuai dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) PBB yang menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk mencari, menerima dan memberikan informasi.

Pada prinsipnya, jaminan hak atas kebebasan memperoleh informasi publik merupakan sarana dan strategi untuk mendorong pemerintahan yang terbuka (open government) sehingga masyarakat sebagai pemilik dan pelaku kedaulatan dalam negara dapat turut berpartisipasi dalam mengontrol tindakan penyelenggaraan pemerintahan. Dalam dimensi yang lebih luas, jaminan hak atas kebebasan memperoleh informasi publik dapat berimplikasi sebagai instrumen untuk mencegah praktik korupsi.

Hal ini disebabkan, korupsi umumnya tumbuh dan berkembang pada rezim ketertutupan. Jepang, Thailand, Inggris, Amerika, Swedia ataupun negara-negara lain yang sama-sama memperjuangkan kebebasan informasi, memiliki latar belakang yang berbeda dalam usahannya untuk menjamin hak publik atas informasi.

Di tingkat Asia, Jepang sudah terlebih dahulu mengambil langkah maju dengan menjamin akses informasi publik di tingkat daerah secara luas yang memotivasi pemerintah pusat untuk memiliki informasi. Sementara Indonesia, Undang-undang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (KIP) telah disahkan pada April 2008 lalu, atau hampir 3 tahun sudah kita memiliki undang-undang yang mengatur tentang keterbukaan informasi.

Secara historis, UU KIP dibuat satu paket dengan Rancangan Undang-undang (RUU) lainnya yang saling terkait yakni RUU Rahasia Negara dan RUU Intelijen. Namun hingga kini RUU keduanya belum disahkan. Padahal di era kebebasan informasi, dimana akses internet telah mencapai hampir ke seluruh pelosok daerah, ancaman akan perolehan informasi yang negatif berpeluang besar. Salah satu sumber informasi yang belum tentu dijamin kebenarannya umpanya bisa diperoleh dari Wikileaks.

Situs kontroversial yang kerap ‘terbuka’ dalam membuka rahasia beberapa negara di dunia ini, sayangnya ‘tertutup’ untuk soal sumber perolehan data. Jika tidak disikapi dengan bijak, maka dapat menimbulkan perpecahan di dalam negara, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu negara sasaran Wikileaks.

Karenanya, UU Intelijen dan UU Rahasia Negara mutlak diperlukan. UU Intelijen berperan untuk memaksimalkan peran badan intelijen dalam upaya melakukan pencegahan untuk mengamankan negara, namun dalam praktik seringkali mempunyai “benturan-benturan” dengan hak asasi manusia dan akses publik. Sedangkan RUU Rahasia Negara, bisa dijadikan batasan karena ada informasi yang bersifat terbuka untuk publik atau tertutup karena dapat mengancam keutuhan negara.

Dalam hal ini, pendapat Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Freddy Tulung, sangat tepat. Diperlukan lebih banyak konten positif yang bersifat edukasi di internet agar masyarakat menjadi cerdas dan bijak, termasuk dalam menyikapi konten-konten negatif yang bermunculan.

Telah Terbit BISKOM Edisi Maret 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Freddy H. Tulung, (Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Maret 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Freddy H. Tulung: Perbanyak Konten Positif Dalam Era Keterbukaan Informasi

• FIGURE:
– General Marketing Product Tri, Hermansjah Haryono: Tri Targetkan Raih Pelanggan Baru
– Country Manager Juniper Networks Indonesia, Judi Hartono: Juniper Kenalkan Paradigma Baru di Era Cloud Computing

• HEADLINE:
– UU KIP, Antara Teori dan Implementasi
– Masyarakat Penentu Keterbukaan Informasi
– WIKILEAKS, Kebebasan Atau Ancaman?

• FOCUS:
– Trend Keamanan Internet This means that fecal short-chain fatty acid estimations do not reflect cecal and colonic fermentation, only the efficiency of absorption, the ability of the fiber residue to sequestrate short-chain fatty acids, and the continued fermentation of fiber around the colon, which presumably will continue until the substrate is exhausted. Indonesia 2011
– Masih Layak Pakai, Kenapa Dilarang?
– Facebook, Incaran Utama Malware
– Panah Soreang 2000 Polres Bandung

• BROWSING:
– Kisah Mark Zuckerberg Dibuat Komik

• INSPIRATION:
– Ir. Sri Safitri, M.Eng: Mengenal Internet TV dan Internet Protocol TV
– Prakoso Bhairawa Putera: Melihat Lebih Dekat UU Iptek di Negara Tetangga

• REVIEW & CELLULAR:
– LENOVO IDEAPAD U260 dan LENOVO THINKPAD EDGE
– PENTAX OPTIO WG-1 GPS dan FUJITSU SLATE Q550
– G-Shot HD580T dan CANON EOS 600D & EOS 1100D
– COMPAQ PRESSARIO CQ42-457TU dan D-LINK

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

 

Jakarta Games Show 2011 Digelar di MBC

0

01. PresCon Jakarta Games Show 2011Pada awal perkembangannya, game online merupakan sarana layanan permainan bagi anak-anak di seluruh dunia secara online menggunakan jaringan internet yang tujuannya mencari hiburan dan kesenangan. Namun saat ini, game online telah berkembang pesat dibanding beberapa tahun lalu.  Game online memiliki beragam jenis atau genre, mulai dari Real Time Strategy (RTS), Role Playing Game (RPG), First Person Shooter (FPS) hingga Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG). Semua jenis game online tersebut memiliki penggemar sendiri dan telah berkembang menjadi sebuah olah raga elektronik atau e-Sports yang bersifat kompetisi.

Masih  kuat di ingatan kita, Indonesia pernah berjaya di sebuah ajang kompetisi game online dari Korea. Artinya, penggemar game online di Indonesia bukan hanya bisa menjadi user semata, tetapi juga dapat menunjukkan prestasinya dalam bidang ini, bahkan di kancah dunia.

Untuk memfasilitasi penggemar game online untuk bertarung di ajang yang besifat kompetitif, PT Digitalife Nusantara mengadakan kompetisi games online dengan nama JAKARTA GAMES SHOW 2011. Mengusung tema United For The Games All Star, hampir semua publisher game online terkenal bergabung di dalam event ini dan mengajak para gamers berunjuk kebolehannya memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah.

JAKARTA GAMES SHOW 2011 diselenggarakan bertepatan dengan pameran komputer Mega Bazaar 2011 di Plenary Hall Jakarta Convention Center dari tanggal 9 – 13 Maret 2011. Pada event, ini para maniak gamers dapat menjajal kemampuan masing-masing memainkan game online favoritnya dari para publisher yang tergabung di dalam event ini.

Publisher game tersebut diantaranya Kreon, Megaxus, Wave Game, One Life, KingSlaim, IAH Game dan Infomedia Nusantara. Sementara itu game yang akan ditampilkan antara lain, Point Blank, War Rock, Lineage II, 3Kingdom dan masih banyak lagi.

03. PresCon Jakarta Games Show 2011Lucky Christian dari PT Digitalife Nusantara mengatakan bahwa event ini adalah yang pertama kali diadakan di Indonesia. “Sebelumnya untuk event game online biasanya hanya menggandeng satu publisher atau satu jenis games online yang dipertandingkan. Tetapi kali ini, kami menggabungkan semua genre game online dari berbagai publisher di dalam satu event. Hal ini untuk lebih memperluas dan menumbuhkan semangat kompetisi di antara gamers e-Sport di Indonesia,” jelas Lucky.

Selain para publisher, sejumlah perusahaan juga bergabung untuk mendukung acara JAKARTA GAMES SHOW 2011, diantaranya Dyandra, Harian Seputar Indonesia, Telkom Speedy dan Lokasari Digitalife Mall yang dalam event ini bertindak sebagai penyelenggara.

Soegiharto Santoso, Penasihat Bisnis Lokasari Digitalife Mall mengatakan, JAKARTA GAMES SHOW 2011 diadakan sekaligus menjadi ajang mempromosikan Lokasari Digitalife Mall yang sedang diperkenalkan sebagai salah satu Computer Center baru di kawasan Jakarta Barat.

“Lokasari Digitalife Mall dilengkapi dengan area online game yang memadai. Sebelumnya, Lokasari Digitalife Mall juga telah mengadakan ajang kompetisi serupa yang tujuannya bukan hanya sekedar memfasilitasi pemain dengan sarana yang menghibur, tetapi juga menumbuhkan minat e-Sports dan merangsang pertumbuhan dunia animasi di kalangan generasi muda serta membangun potensi bisnis game online yang masih belum tergarap secara luas, tentu sekaligus bertujuan untuk meningkatkan bisnis produk-produk TI di Lokasari Digitalife Mall” kata Soegiharto.

Frans Cullio dari PT. Gemini Sinar Perkasa, mengatakan bahwa beberapa event game online sebelumnya telah diadakan di Lokasari Digitalife Mall diantaranya Festival Gamers Indonesia (FGI) “The Biggest Gamer, Game and Community as Lifestyle Edutainment ”dan bahkan telah berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori ‘Penyelenggaraan Game On Line dengan peserta terbanyak dengan fasilitas 500 komputer online bersamaan” dan melibatkan ratusan gamer dari seluruh Indonesia yang mengikuti lomba game Starcraft II, dengan memperebutkan hadiah total Rp. 100 juta.

Penyelenggaraan event-event ini menggandeng mitra sponsor diantaranya Harian Seputar Indonesia, AMD, Nvidia, PixelView, PC Gamer, Liga Game dan Majalah BISKOM.

02. PresCon Jakarta Games Show 2011Stanislaus Susatyo dari PT. Telkom Indonesia mengatakan, “Dalam berbagai ajang kompetisi yang diadakan  Lokasari Digitalife Mall dan PT. Telkom, kami membawa misi bahwa para pemain game online hendaknya bisa disiplin dalam mengatur waktu bermainnya, sehingga tidak mengganggu kegiatan lainnya, seperti yang seringkali diisukan sebagai dampak negatif dari game online. Terbukti, diantara para jawara game online merupakan mereka yang berprestasi secara akademis. Kami berharap, kedepan Indonesia bisa menjadi produsen game online yang handal.”

Bersamaan dengan JAKARTA GAMES SHOW 2011, PT. Digitalife Nusantara juga mengadakan Liga Over Clocking Indonesia. Event ini juga untuk pertama kalinya para vendor TI secara bersama-sama dengan para jagoan over clocking di Indonesia berkompetisi untuk mendapatkan predikat yang terbaik.

Michael Adi Nugroho dari Image Media – Nvidia sebagai sponsor acara ini  menjelaskan bahwa biasanya lomba over clocking hanya menggunakan satu merek saja. “Kali ini kami untuk pertama kalinya di Indonesia mengajak berbagai merek vendor TI untuk unjuk kebolehan di ajang ini.  Di sini para vendor TI dan OCER akan saling berkompetisi secara sehat dan akan terbukti siapa yang paling unggul dan berhak mendapatkan gelar jawara Over Clocking Indonesia,” tambahnya.

Kompetisi Over Clocking ini selain menampilkan jagoan-jagoan over clocking di Indonesia dan memperebutkan hadiah bernilai jutaan rupiah, juga didemokan teknik over clocking secara ekstrim dengan menggunakan liquid nitrogen.

Liga Over Clocking ini juga didukung oleh AMD, AMD Radeon, Gigabyte, MSI, Vaikoo, J & W, Corsair, Club 3D, XFX, Noctua, Hitachi dan LG.

Pameran MBC 2011 Targetkan 200 Ribu Pengunjung

0

Press Con MBC 2011Ajang Mega Bazaar Computer (MBC) 2011 yang digelar pada 9 – 13 Maret kali ini menargetkan pengunjung sebanyak 200 ribu orang.  Bambang Setiawan, GM IT Division Dyandra Promosindo  selaku perusahaan penyelenggara  MBC 2011, mengatakan bahwa jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang dikunjungi lebih dari 187 ribu orang. “Target tersebut sangat realistis karena pada hari Sabtu dan Minggu, MBC selalu dipadati pengunjung,” katanya kepada wartawan di Jakarta, (10/3).

Bambang menyebut, pameran MBC  kali ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta, mulai dari produsen TI terkemuka seperti Acer, Asus, Canon, Hewlett Packard, Sony hingga Toshiba. Selain para produsen TI tersebut, pameran MBC 2011 juga akan diikuti oleh berbagai produk pendukung industri TI seperti produk komponen, accesories serta produk dan jasa pendukung lainnya. Banyaknya produsen TI terkemuka yang ikut ambil bagian dalam MBC memberikan warna dan pilihan yang beragam bagi pengunjung untuk mencari produk sesuai keinginan mereka.

MBC  yang kembali hadir untuk ke 17 kali-nya, diselenggarakan secara serentak di 6 kota yakni di Jakarta (Jakarta Convention Center), Bandung (Graha Manggala Siliwangi), Semarang (Java Mall), Yogjakarta (Jogja Expo Center), Surabaya (Grand City Convex), dan Makassar (Celebes Convention Center), serta menghadirkan program Bazaar Bezar Bezaran di setiap kotanya.

Khusus di Jakarta, MBC 2011 akan berlangsung bersamaan dengan Jakarta Games Show dan FOCUS 2011. Dengan berbagai kompetisi games nasional yang akan di gelar di Jakarta Games Show serta berbagai acara dan lomba fotografi yang di selenggarakan FOCUS 2011, akan menambah serunya penyelenggaraan pameran kali ini.

Sri Vista Limbong, IT Division Manager dari Dyandra Promosindo  menambahkan, program acara yang digelar di MBC 2011, tidak hanya yang bertemakan edukasi, tetapi juga meliputi acara menarik lainnya seperti Smart Shopping & Blackberry Themes For public yang di selenggarakan oleh Caripromo.com dan juga sebuah acara yang di tujukan untuk komunitas komputer yang diselenggarakan oleh CHIP online.

Selain program workshop, MBC 2011 juga akan mengadakan sebuah program acara baru yang tidak boleh dilewatkan, bekerja sama dengan Trend Micro, MBC 2011 akan mengadakan program Komputer Klinik, dimana pengunjung yang memenuhi syarat dan ketentuan dari panitia dapat men-tune up, clean-up, bahkan di pasangkan anti virus secara gratis selama MBC 2011 berlangsung.

Tren dan Arah Bisnis Storage Indonesia 2011

0

foto hitachiHitachi Data Systems (HDS) mengumumkan 10 tren di industri storage dan arah bisnis perusahaan tersebut di Indonesia pada 2011. Diantaranya, Adopsi virtualisasi storage dan dynamic provisioning semakin cepat. Keduanya menjadi fondasi bagi penerapan komputasi Awan dan data center yang dinamis dengan tingkat ketersediaan tinggi. Kedua, Integrasi virtualisasi server dan storage semakin erat. Integrasi ini diperlukan untuk meningkatkan adopsi virtualisasi data center dan ketiga, adopsi virtual tiering untuk manajemen daur hidup data.

Sepanjang tahun ini, pelaku bisnis akan terus melakukan investasi pada berbagai teknologi baru untuk mentransformasikan data center menjadi information center (pusat informasi). Investasi tersebut didorong oleh ledakan volume data enterprise, kebutuhan yang semakin tinggi untuk meningkatkan kinerja dan tuntutan pemangkasan biaya.

Hu Yoshida, Chief Technology Officer, HDS, selain ketiga tren tersebut, menurutnya, SSD (Solid State Drive) akan diterima sebagai solusi untuk mendongkrak kinerja dan menurunkan biaya dalam konfigurasi tier virtual. Sedangkan adopsi Serial Attached SCSI (SAS) akan meningkat sebagai solusi untuk meningkatkan ketersediaan dan kinerja dalam sistem storage kelas enterprise. Tak hanya itu, Drive SFF (Small Form Factor), akan semakin banyak ditemui, terutama karena efisiensi daya dan pendinginan. Dia menambahkan, awan akan diterima sebagai model infrastruktur yang valid dengan lonjakan konvergensi data center. “Aplikasi semakin transparan dalam virtualisasi storage atau aplikasi akan membutuhkan infrastruktur Awan serta layanan terkelola jarak jauh (remote managed services) yang memungkinkan transformasi data center.

Selaras dengan tren storage dan pentingnya transformasi data center, Hitachi Data Systems telah siap dengan merilis platform skalabilitas 3D pertama di industri. Dengan platform ini, organisasi bisa menerapkan tiga skalabilitas, yakni Scale-Up, Scale-Out dan Scale Deep sehingga data center virtual bisa lebih lincah dan hemat biaya,” kata Ravi Rajendran, Vice President and General Manager HDS for ASEAN, “Platform tersebut diwujudkan melalui Hitachi Virtual Service Platform dan Hitachi Command Suite yang menyediakan arsitektur yang andal, dinamis dan terbuka serta membantu virtualisasi data center generasi berikutnya dengan fokus pada efisiensi, mobilitas data dan skalabilitas.”

Guna mengikuti 10 tren storage tersebut, strategi bisnis HDS di Indonesia akan difokuskan pada penyediaan solusi, penerapan virtualisasi dan mendorong adopsi Awan. Fokus bisnis tersebut melanjutkan kinerja perusahaan yang kuat selama kuartal ketiga 2010, sekaligus menjadi landasan bagi Hitachi Data Systems untuk terus tumbuh dan meningkatkan pangsa pasar di Indonesia. Pertumbuhan bisnis HDS di Indonesia pada kuartal ketiga 2010 yang lalu didorong oleh sektor jasa keuangan dan telekomunikasi. “Selain itu, HDS juga berhasil mengembangkan basis pelanggannya dengan meraih pelanggan baru di sektor industri tekstil, penyiaran dan peranti elektronika konsumen,” jelas Terrance Maximus Tangit, Managing Director ASEAN Emerging Market dan Indonesia.

Pemkot Depok dan Gunadarma Kembangkan Depok Cyber City

0

Tifatul GunadarmaPemerintah melalui Kementerian Perindustrian dengan inisiatif Koridor Industri Telematika telah mendorong beberapa kota di Indonesia untuk mengembangkan Cyber City. Selain berperan untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan, Cyber City juga memiliki ciri pemanfaatan teknologi informasi (TI) oleh pemerintah daerah untuk menyediakan layanan ke publik, atapun untuk memfasilitasi berbagai kegiatan publik. Sehingga ini akan mendorong ke arah  good governance.

Hal tersebut dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, di Universitas Gunadarma, Depok (4/3).

”Inisiatif Cyber City telah tumbuh di berbagai belahan dunia, seperti di Finlandia, Dublin, Singapore, India, China, Korea dan lain sebagainya. Kota-kota tersebut memiliki suatu kesamaan ciri yaitu kerja keras, semangat enterpreneur yang tinggi, jalinan informasi yang kuat serta sistem pendanaan yang mendorong pertumbuhan perusahaan baru di bidang TI. Tentu saja harus dibarengi dengan tersedianya infrastruktur teknis dan non teknis yang memadai di kota tersebut,” kata Tifatul.

Kota  Depok, yang saat ini telah berkembang dengan pesat, mulai dari perguruan tinggi, pusat penelitian, infrasruktur, akses ke pusat industri TI  hingga sumber daya manusia yang memadai, turut mendorong Pemerintah Kota Depok untuk menjadikan wilayah ini sebagai kota Cyber.

Untuk mewujudkan pengembangan TI di lingkungan Depok secara luas, Pemerintah Kota Depok menggandeng Universitas Gunadarma dengan melakukan penanda tanganan Nota Kesepakatan (MoU). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, dan Rektor Univeristas Gunadarma, Margianti.

Nur Mahmudi mengatakan, ”Cyber City bukan sekedar kota yang dipenuhi fasilitas TI saja. Tapi juga menggabungkan dukungan komunitas, sehingga menungkinkan hal tersebut dapat berjalan secara efektif, efisien dan produktif.”

IWS GunadarmaDalam kesempatan tersebut juga diadakan seminar sebagai kegiatan awal dari inisiatif pembentukan Depok Cyber City dan komunitas yang akan berperan penting di dalam pengembangan Depok Cyber City di masa depan.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar diantaranya Syarif Hidayat (Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Dirjen Industri Unggulan berbasis Teknologi, Kementerian Perindustrian), I Wayan S Wicaksana (Dosen Universitas Gunadarma), Mustapa Wangsaatmaja (Head of Research and Development PT Telkom), Dian Iskandar (PTE Ltd) dan  Prihandoko (DPRD Depok).

Selain seminar, juga disajikan informasi produk ataupun layanan TI yang dikembangkan oleh pengembang yang berdomisili di Depok, seperti oCentrum, Gerai Dinar, VirtualMall dan MantelApp. Pada acara yang sama juga ditampilkan hasil kerjasama inkubasi industri Universitas Gunadarma dengan Meruvian Foundation dan juga PTE Ltd.  Dalam kerjasama dengan PTE Ltd, Universitas Gunadarma akan mendesain dan memproduksi perangkat mobile devices sendiri.