Home Blog Page 992

Kepala BPPT MARZAN AZIZ ISKANDAR : BPPT Siap Sukseskan e-Vote

0

Marzan BPPT_1Meluasnya akses internet saat ini membuat pemerintahan di seluruh dunia menghadapi tantangan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pusat informasi bagi masyarakat secara lebih efektif. Nantinya, sistem pemerintahan tradisional yang identik dengan paper-based administration pun perlahan mulai ditinggalkan.

Tuntuntan masyarakat agar pemerintah segera menyediakan akses layanan publik yang lebih baik menyebabkan e-Government atau pemerintahan berbasis elektronik mendesak untuk segera diterapkan.

Berdasarkan definisi dari World Bank, e-Government adalah penggunaan teknologi informasi (TI) oleh pemerintah yang memungkinkan pemerintah dapat mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan. Dalam prakteknya, e-Government adalah penggunaan internet untuk melaksanakan urusan pemerintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih berkualitas.

Di Indonesia, inisiatif e-Government baru dimulai sejak beberapa tahun lalu, tepatnya setelah adanya Instruksi Presiden No. 6/2001 tgl. 24 April 2001 tentang Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika) yang menyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi.

Pembangunan e-Government di tanah air sendiri tak lepas dari keterlibatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BPPT adalah lembaga pemerintah non-departemen yang berada dibawah koordinasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

Kepala BPPT, Marzan Aziz Iskandar mengatakan, “Dalam implementasi  e-Government, BPPT telah memanfaatkan TI secara optimal, seperti pelaksanaan e-Procurement dan e-Reporting. Saat ini, salah satu pekerjaan yang mendesak adalah menyusun rekomendasi sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK)  untuk  mendukung kegiatan pemutakhiran data kependudukan dan penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk penerapan e-KTP pada 2013 mendatang.”

NIK nantinya juga akan menjadi dasar penerbitan paspor, surat izin mengemudi, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan dokumen-dokumen lainnya, sehingga NIK akan menjadi kunci akses dalam pelayanan publik di hampir setiap sektor.

“Jika program e-KTP  ini selesai,  maka  kita bisa menjalankan e-Voting pada 2014 guna memilih pemimpin secara transparan dan sesuai dengan harapan masyarakat,” tutur pria kelahiran Pagaralam, 18 Mei 1958 ini.

Kepada BISKOM, peraih gelar Master dan Doktor bidang Teknik Elektro di Tokai University, Jepang ini menyampaikan beberapa hal yang telah dicapai BPPT dalam pelaksanaan e-Government dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendukung good governance di Indonesia.

Berikut petikan wawancara dengan Marzan Aziz Iskandar, belum lama ini.

Mengapa e-Government sangat mendesak untuk diterapkan di Indonesia?

eGovernment wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Beberapa contoh implementasi e-Government yang mendominasi di seluruh dunia saat ini berupa pelayanan pendaftaran warga Negara, pendaftaran kelahiran, pernikahan, penggantian alamat, perhitungan pajak, pendaftaran bisnis, perizinan kendaraan dan sebagainya.

Secara ringkas tujuan yang ingin dicapai dengan implementasi e-Government adalah untuk menciptakan customer online dan bukan in-line. E-Government bertujuan memberikan pelayanan tanpa adanya intervensi pegawai institusi publik dan sistem antrian yang panjang hanya untuk mendapatkan suatu pelayanan yang sederhana.

Selain itu, e-Government juga bertujuan untuk mendukung good governance. Penggunaan teknologi yang mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi dapat mengurangi korupsi dengan cara meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga publik.

E-Government dapat memperluas partisipasi publik dimana masyarakat dimungkinkan untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan atau kebijakan pemerintah. E-Government juga diharapkan dapat memperbaiki produktifitas dan efisiensi birokrasi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Langkah apa yang dilakukan untuk mempercepat penerapan e-Government?

Ada enam strategi yang harus dilakukan dalam pengembangan e-Government. Pertama, mengembangkan sistem pelayanan yang handal dan terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas. Kedua, menata sistem dan proses kerja pemerintah dan pemerintah daerah otonom secara holistik.

Strategi ketiga yaitu memanfaatkan TI secara optimal, seperti pelaksanaan e-Procurement, e-Development, e-Reporting dan sebagainya. Strategi keempat adalah meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi informasi dalam negeri.

Sedangkan strategi kelima adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) disertai dengan meningkatkan elektronifikasi masyarakat, dan strategi keenam adalah melaksanakan pengembangan secara sistematis melalui tahapan yang realistik dan terukur.

Sejauh ini pencapaian apa saja yang sudah diraih BPPT terkait pelayanan publik?

BPPT  tengah mensosialisasikan konsep e-Development, bekerjasama dengan beberapa daerah sebagai pilot percontohan seperti Jembrana, Kendal, Purwakarta, Banyuwangi, Pekalogan, Cimahi, Surakarta dan Bogor. Diantara semuanya, yang mencapai kemajuan signifikan adalah Jembrana dan  Pekalongan.  e-Development sendiri adalah sebuah sistem tata kelola daerah yang lebih transparan dan efektif yang bertujuan untuk menghemat anggaran pendapatan daerah. Salah satu cara penghematan yang dilakukan adalah dengan menggunakan sistem operasi open source sebagai basic TI di masing-masing daerah.

Pelaksanaan e-Procurement dalam mendukung e-Government untuk mewujudkan sistem pemerintahan yang accountable dan transparan, juga sudah diterapkan di BPPT dan saat ini telah mencapai 80% pengadaan secara elektronik sejak mulai dilaksanakan pada 2010 lalu. BPPT bahkan mendapat penghargaan lembaga tercepat dalam proses penerapan e-Procurement.

Marzan BPPT_2Sedangkan untuk mendukung penerapan KTP elektronik pada tahun 2012,  pemerintah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Departemen Dalam Negeri dan BPPT. Dalam hal ini, BPPT diminta membantu dari sisi kesiapan teknologi.  Namun, sebelum merealisasikan program e-KTP, pemerintah terlebih dahulu mengimplementasikan program NIK bagi seluruh masyarakat Indonesia. Batas akhir pemberian NIK kepada seluruh warga negara Indonesia adalah hingga akhir 2011, sedangkan program e-KTP akan dimulai pada 2012.

Jika program e-KTP ini sudah rampung, kabarnya Indonesia akan memasuki babak baru dalam pemilu dengan menggunakan e-Voting. Sudah siapkah Indonesia melakukan e-Voting?

e-Voting merupakan proses pemilihan umum yang memungkinkan pemilih untuk mencatatkan pilihannya yang bersifat rahasia dan aman secara elektronik. e-Voting mempunyai keunggulan antara lain dapat meminimalkan kesalahan dalam proses pemilu dan kemungkinan penyimpangan dalam pelaksanaan pemilu, mulai dari proses pendaftaran, proses pemilihan, proses tabulasi, hingga ke penghitungan terakhir.

Dan yang paling utama adalah dengan e-Voting, biaya pemilu akan jauh lebih murah dibanding dengan pelaksanaan pemilu konvensional. Nah, penerapan e-Voting ini membutuhkan basis e-KTP yang memang juga sedang dibangun pemerintah dalam SIAK. Tentunya jika e-KTP ini berjalan sukses, e-Voting sudah bisa diterapkan.

Apa yang dilakukan BPPT untuk mempersiapkan e-Voting?

Sejak 2007, BPPT telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, untuk mengembangkan e-Voting. Kabupaten Jembrana merupakan daerah yang telah membuktikan kesuksesannya dalam pemilihan Kepala Dusun yang menggunakan kartu identitas dengan chip dan komputer layar sentuh sebagai sarana pemungutan suara. BPPT sendiri turut berperan dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Dusun di Jembrana secara e-Voting di 70 dusun. Berdasarkan pengalaman mereka, BPPT saat ini tengah menyempurnakan e-Voting  untuk pemilu nasional pada 2014.

Memasuki 2011, program-program apa saja yang ingin dicapai BPPT  terutama untuk  mendukung peningkatan daya saing industri kreatif?

Beberapa program kegiatan BPPT terkait dengan industri kreatif antara lain adalah pertama, mencari model percontohan klaster industri unggulan, lalu kedua dengan melakukan lanjutan program Pusat Inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan model percontohan pengembangan technopreneurship dan inkubasi teknologi.

Ketiga,  BPPT melakukan kaji terap budaya inovasi, dan keempat adalah dengan  memodernisasi Industri Kecil Menengah (IKM), karena keberadaan industri kreatif yang berbasis IKM terbukti telah menunjukkan ketangguhannya menghadapi berbagai tantangan global.

Di bidang TI, BPPT juga mengembangkan dukungan pada industri software dan teknologi penyiaran digital (digitalbroadcasting). Di antara kerjasama yang akan intensif dengan daerah adalah dengan Kota Cimahi dan  Pekalongan.

Sampai saat ini, perhatian pemerintah terhadap industri kreatif terbilang sangat kecil. Apa komentar Anda?

Sebenarnya tidak demikian. Industri kreatif merupakan kelompok industri yang relatif pesat berkembang dan memiliki basis sosio-kultural yang kuat di Indonesia. Karena itu, dalam lima tahun terakhir ini pemerintah berupaya memperkuatnya antara lain melalui perbaikan kebijakan secara lebih terstruktur.

Pemihakan pemerintah saat ini justru semakin kuat diberikan kepada kelompok IKM dan UMKM kreatif nasional, tanpa mengabaikan atau merugikan peran perusahaan berskala besar. Selain itu, pola klaster industri justru didorong untuk memperkuat kolaborasi rantai nilai antara usaha kecil dan stakeholders lainnya.

Seperti diketahui, BPPT merupakan lembaga yang memiliki jumlah paten terbanyak. Apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas paten agar menjadi komersial?

BPPT telah menggandeng industri untuk memanfaatkan paten-paten BPPT dalam rangka pengembangan teknologi meningkatkan daya saing industri mereka. Sebagai contoh, Perisalah, software pengubah suara menjadi teks yang merupakan hasil karya BPPT telah diproduksi massal oleh PT. INTI.

Selain itu BPPT juga menghibahkan beberapa paten lainnya ke industri  dalam rangka kemandirian bangsa yaitu meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Sebagai contoh PT. NTP yang melakukan joint venture dengan Siemens AG, Jerman untuk membangun pabrik Turbin Uap di Indonesia.  BPPT juga memberikan izin produksi dan pemanfaatan aset maya kerekayasaan Turbin BPPT secara eksklusif  untuk meningkatkan peran industri dalam negeri di bidang ketenagalistrikan.

Untuk diketahui, sampai dengan akhir tahun 2010, BPPT sudah memiliki  41 paten yang terlindungi dari 109 paten yang diajukan aplikasinya.

Apa pendapat anda mengenai pornografi di internet, khususnya yang bisa diakses dari perangkat mobile? Perlukah filtering dilakukan?

Masalah pornografi yang dapat diakses melalui perangkat mobile memang perlu dilakukan filtering, dalam upaya pencegahan terhadap akses konten pornografi secara bebas, khususnya dikalangan anak-anak dan remaja. Dengan perangkat mobile, pendistribusian pornografi sangat cepat sekali. Filtering sendiri dapat dilakukan dengan memberikan fitur tambahan terhadap perangkat mobile yang memiliki fasilitas internet access.

Marzan BPPT_3aMenurut Anda, bagaimanakah wajah TI Indonesia di tahun ini? Teknologi apakah yang bakal menjadi tren?

Beberapa contoh gambaran TI Indonesia pada tahun terakhir, dapat kita lihat antara lain adalah perkembangan cyber city yang akan semakin marak di 2011 ini dengan berbagai inisiatif pemerintah daerah, swasta, dan perguruan tinggi.

Selain itu, kalau melihat animo masyarakat di 2010 akan penggunaan Blackberry dan iPad, diprediksi di 2011 ini tablet PC akan menjadi gadget yang paling dinanti oleh para pengguna TI Indonesia, termasuk juga gadget-gadget berbasis Android yang di 2010 baru pada tahap pengenalan.

Saya melihat, kesadaran green IT akan mulai meningkat, seiring dengan kecenderungan global menyelamatkan bumi dari perubahan iklim yang sudah terjadi.

Isu mengenai Cloud Computing (komputasi awan) yang  merupakan teknologi yang memungkinkan sharing kapasitas server dan storage, software, platform secara multi-tenant dan on-demand melalui  jaringan privat dan internet), juga diperkirakan  akan mulai menggeliat di tahun 2011 ini, namun masih perlu keyakinan mengenai masalah keamanan data.

Teknologi Could Computing sendiri sebenarnya memberikan  kemudahan  bagi  instansi pemerintah untuk melaksanakan e-Government karena alokasi belanja modal institusi pemerintah akan menurun dan tidak perlu lagi ada investasi yang besar-besaran seperti membeli server baru serta  tidak perlu membayar orang untuk mengelolanya. Kita lihat saja, semoga tahun baru ini, dunia TI Indonesia juga semakin maju.

JIMMY HADIAN : Internet Security Tak Hanya Hadang Virus

0

002Internet merupakan teknologi yang sangat fenomenal, sebagai sebuah jaringan yang begitu komplek namun sangat mengagumkan. Hingga saat ini saja, hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak menggunakan jaringan internet, sehingga teknologi informasi (TI) telah mempengaruhi pola kehidupan masyarakat dalam bekerja, berkomunikasi, berbelanja maupun menikmati hiburan.

Hanya saja dibalik itu, sebenarnya sebuah jaringan internet sangatlah rentan terhadap berbagai serangan seperti virus, spam, bootware maupun phising yang mengancam data kita. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu sistem security atau keamanan yang dapat membendung serangan tersebut agar data terlindungi.

Karena data adalah aset yang sedemian berharga, maka perlu mendapat perlakuan yang spesifik. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang menyepelekan hal ini dan salah mengartikan bahwa ruang lingkup security yang sekedar seputar membasmi virus. Padahal sebenarnya, bentuk serangan itu cukup banyak dan berbahaya seperti hacker ataupun intruder.

Berbagai serangan itu tentunya dapat mengganggu kinerja komputer ataupun jaringan itu sendiri, dan yang lebih parah lagi adalah kehilangan data yang disebabkan oleh penyusup-penyusup yang tidak bertanggung jawab. Alasan dari serangan tersebut tentu saja beragam, seperti untuk merusak, balas dendam, politik, atau hanya untuk iseng.

Artinya dalam hal ini, yang dibutuhkan bukan hanya anti virus saja, tetapi diperlukan juga internet security berupa Unified Threat Management (UTM) yang mampu mengidenfikasi ancaman maupun serangan yang masuk melalui jaringan yang terkoneksi. Sistem keamanan ini menjadi sangat penting untuk memberikan solusi-solusi keamanan di jaringan.

Bagaimana sebenarnya internet security dalam melindungi berbagai macam serangan? Berikut petikan wawancara dengan Jimmy Hadian, Direktur PT. Raditya Mulia Lestari sebagai Distributor UTM Cyberoam.

Jenis serangan apa saja yang biasa terjadi di dalam jaringan?
Serangan yang mudah diketahui adalah pencurian data, misalkan data yang di komputer kita yang tadinya ada menjadi hilang atau corrupt. Tapi sebenarnya ada banyak hal menyangkut serangan itu, seperti hacker yang melakukan phising atau pengambilan data secara ilegal. Serangan itu bisa juga berupa flooding dalam arti jaringan kita itu seolah-olah terbanjiri data padahal kita tidak melakukan apa-apa. Jadi permasalahan sebenarnya bukan berada di jaringannya tapi ada serangan berupa efek-efek yang masuk dari luar.

Jadi penggunaan internet security sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal tersebut?
Betul, artinya perangkat untuk memanage atau melindungi network dari serangan-serangan yang akan masuk sangat diperlukan. Sekarang ini orang cenderung menganggap bahwa antivirus itu berada di software, padahal hardware pun tidak kalah pentingnya. Oleh sebab itu mulai awal tahun 2011, kami mempunyai suatu misi untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui serangan-serangan yang ada dan apa saja bentuk serangan itu sebenarnya.

Seperti apa internet security yang dibutuhkan oleh perusahaan atau unit bisnis saat ini?
Tentunya perangkat yang mampu memanage dan melindungi network serangan dari luar itu yang sudah terpadu. Dalam arti, tidak hanya ada antivirus tetapi juga terdapat anti spam, content filtering maupun Intrusion Prevention System (IPS). Jadi apapun bentuk serangannya, sebelum masuk pun sudah dapat dicegah.

Cyberoam mempunyai kemampuan ini, berbeda dengan firewall tradisional atau versi lama yang hanya menutup keseluruhan lubang atau pot agar serangan tidak masuk. Kalau Cyberoam cara kerjanya berbeda. Kami mengidentifikasi apa atau siapa pengirim data tersebut. Jadi bila ada yang kita kenal bisa dibuka, tetapi bila ada data yang tidak dikenal akan tetap terkunci.

Diantara banyaknya produk internet security, apa perbedaan yang ditawarkan Cyberoam?
Memang banyak penyedia layanan solusi internet security saat ini. Tapi Cyberoam mempunyai suatu pendekatan yang revolusioner karena satu-satunya UTM berbasis user identity based bukan berdasarkan IP address untuk pengenalan pengguna. Jadi semua identify by user, policy, dan setting base on user. Dimana pengguna jaringan diharuskan login terlebih dahulu dengan memasukkan nama dan password. Berapapun IP addressnya, yang teridentifikasi tetap nama pengguna tersebut.

Apa kelebihan pendekatan ini?
Jika berdasarkan nama, tentunya akan memudahkan managemen atau pihak TI untuk memonitor pengguna jaringan. Seluruh aktivitas bisa diketahui dengan mudah termasuk konsumsi bandwidth. Berbeda dengan sistem IP address yang bisa dirubah-rubah oleh user, sehingga menyulitkan untuk melakukan kontrol.

Jadi bisa dibilang Cyberoam tidak hanya sebagai security produk tetapi juga sebagai manangement user. Sehingga user yang ada di dalam jaringan bisa dimanage, seperti apa yang boleh dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan serta kapan waktunya.

Bagaimana tanggapan Anda tentang maraknya Cloud Computing saat ini?
Justru kalau bicara Cloud Computing, security itu jauh lebih penting lagi karena konsep Cloud Computing adalah setiap perusahaan tidak membeli server tetapi menggunakan sistem sewa. Nah, yang menjadi konsentrasi utama sekarang ini sebenarnya bukan data yang hilang atau tidak. Tetapi security-nya bagaimana. Apakah orang lain bisa ambil data kita atau tidak, itu yang terpenting.

Namun terkadang orang, terutama di Indonesia, mereka hanya bicara bandwidth. Berapa bandwidth yang mereka dapat, dan tidak dipikirkan securitynya bagaimana. Jadi, tidak ada gunanya pipanya besar bila tidak ada security, karena siapapun bisa masuk sehingga bisa di-hack.

001Apakah kedepannya Cloud Computing akan menjadi trend?
Pastinya iya, karena sekarang bagi perusahaan besar maupun pemerintah cenderung untuk memperhatikan biaya operasi atau OPEX (Operating Expenditure) untuk melakukan menjaga kelangsungan aset dan menjamin aktivitas perusahaan yang direncanakan berlangsung dengan baik dibanding CAPEX (Capital Expenditure) untuk melakukan pembelian, perbaikan, dan penggantian sebagai aset perusahaan, sehingga CAPEX –nya secara bertahap dikurangi.

Cara itu ada benarnya, karena loginya, saya melihat setiap perusahaan kalau berinvestasi di TI umurnya semakin lama semakin pendek. Kalau dulu saya beli komputer bisa pakai sampai 10 tahun, tetapi sekarang belum 5 tahun saja softwarenya sudah kuno. Jadi mau tidak mau kita harus melakukan sewa dan tinggalkan investasi. Melihat hal ini, Cloud Computing mempunyai peluang yang sangat besar dengan catatan masalah security dan reability terjamin.

Pemerintah sempat memberikan pernyataan bahwa semua TI harus bebas pornografi, apakah internet security mempunyai kemampuan kearah sana?
Yang bisa kita lakukan adalah mengatur arus informasi itu untuk dibendung di level gateway. Kalau menggunakan Cyberoam, otomatis informasinya sudah disaring, tetapi terlebih dahulu harus melakukan request untuk memblock situs tersebut. Fitur web and content filtering mampu melakukan blacklist situs porno berdasarkan kategori, sehingga seluruh situs porno yang ada akan terblokir, dan secara otomatis selalu terupdate karena pertumbuhan situs porno tiap harinya meningkat. Tidak hanya websitenya saja yang diblock tapi kontennya juga bisa diblock.

Menurut anda, apakah pemerintah perlu untuk terlibat didalam pengawasan internet security?
Sebenarnya kalau bicara pengawasan, yang idealnya pemerintah hanya memberikan guideline. Tidak hanya memberikan peraturan tetapi caranya atau solusinya juga perlu diinformasikan. Seperti kita ketahui, pemerintah hanya pandai memberikan wacana, setelah itu solusinya tidak mengerti. Bahkan di level tertentu bila bicara mengenai internet security mereka hanya tahu bebas virus tetapi tidak tahu serangan-serangan apa saja yang ada.

Ditahun 2011 ini apa target yang diharapkan PT. Raditya Mulia Lestari?
Kami mempunyai ambisi agar setiap perusahaan yang menggunakan internet dan memiliki jaringan harus menggunakan yang namanya perangkat security, salah satunya Cyberoam. Dari sisi market share sendiri, kami mempunyai ambisi paling tidak 30% harus kami grade dari Cyberoam. Kami sendiri akan terus melakukan pengembangan-pengembangan baru, karena dunia TI sangat dinamis.

Kedepannya Cyberoam pasti akan mengeluarkan sesuatu yang khusus untuk Cloud Computing, dimana tidak terbatas hanya di sisi level gateway tapi juga d isisi lastmile, dan itu memang sudah ada di dalam roadmap kami.

WIDIYANTONO : Indonesia Mampu Ciptakan Teknologi Recognition

1

DSC00140Sektor teknologi informasi (TI) dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan saat ini karena perkembangannya dapat meningkatkan kinerja dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya dapat meningkatkan produktifitas.

Karena peluang bisnisnya yang sangat tinggi, saat ini banyak bermunculan perusahaan TI di Indonesi., Diantaranya adalah PT. C&C (Cindy dan Chintia) yang bergerak dalam pengembangan teknologi multimedia dengan perangkat lunaknya.

Berdiri pada bulan Desember 2007, Direktur Utama PT.C&C, Widiyantono mengungkapkan, perusahaan itu berdiri berkat inspirasinya pada saat kuliah S2 di Universitas Indonesia (UI).

Pada waktu itu dia melihat UI sedang mengembangkan teknologi Recognition Detection untuk objek dan suara. “Saya sangat tertarik dengan teknologi yang dikembangkan saat itu. Selesai kuliah, saya mendirikan C&C bersama teman saya,” ungkapnya.

Bergerak pada pengembangan software deteksi wajah dan suara, PT. C&C berhasil mendapat penghargaan sebagai 10 perusahaan terbesar TI terbaik dari Departemen Perindustrian. Bahkan di ajang HP TouchExchange Contest, C&C berhasil masuk 5 besar untuk lingkup Asia Pacific.

Widiyantono berharap, produk dalam negeri bisa meningkatkan pemberdayaan teknologi dan memberikan motivasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai produksi dalam negeri.

Saat ini PT. C&C mempunyai sekitar 15 produk, yaitu AYDA, AMR, Face Election, Face Gate, Face Login, Face Catch, Face Construktur, Human Counter, Magic Shot, Mokop, Sistem Absensi Wajah, Sistem Absensi Wajah dan Sidik Jari, Sistem Antrian Multi Media, Sistem Deteksi Infus dan Visitor Management.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Widiyantono akhir Desember 2010 lalu.

Produk terbaru apa yang saat ini sedang dikenalkan oleh C&C kepada masyarakat?
Saat ini kami mencoba memasarkan V-Man, yang merupakan teknologi terkini dari Visitor Management System (VMS) untuk mendeteksi tamu dengan menggabungkan proses OCR (Optical Character Recognation), FaceRecognition, SMS dan Acces Door.

Dengan piranti ini, perusahaan tidak lagi memerlukan pendataan buku tamu secara manual, karena teknologi yang dimilikinya mampu mendata tamu dan langsung tersimpan dalam database.

Berapa budget yang diperlukan untuk menggunakan piranti ini?
Sekitar Rp. 25 juta untuk hardware dan software yang sudah langsung bisa dipakai. Harga ini jauh lebih murah karena produk luar sekitar Rp. 150 juta. Saya pribadi ingin mengedukasi publik terlebih dahulu tentang keunggulan produk dalam negeri yang tak kalah dengan luar negeri, sehingga masyarakat bangga memakai teknologi dan produk dalam negeri.

Apa keuntungan yang diperoleh perusahaan nantinya?
Kebanyakan perusahaan mencari software yang memang sesuai dengan kebutuhan meraka. Boleh dibilang dengan menggunakan piranti dari C&C, laporan mereka menjadi lengkap dan handal. Selain itu, mereka juga bisa melihat proses pembuatannya bagaimana, sehingga pada saat mereka ingin mengembangkan sendiri untuk membuat link ke dalam program perusahaan, mereka bisa melakukannya sendiri.

Berapa banyak perusahaan lokal yang bergerak di bidang sama dengan C&C?
Belum ada, kebanyakan mereka hanya bermain di software akutansi, administrasi, investoris dan sejenisnya. Terus terang saja produk kami memiliki tingkat kandungan dalam negeri paling tinggi yaitu 70% yang dikerjakan oleh sumber daya manusia Indonesia.

Dukungan kami terhadap program pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri kami buktikan dengan teknologi dengan kualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Berarti pekerja TI di tanah air sebetulnya tidak kalah dengan luar negeri?
Betul, tapi masalahnya memang mereka banyak yang bekerja di luar karena disini kurang dihargai. Mereka disini kebanyakan hanya untuk administrasi kantor atau aplikasi perkantoran, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan teknologi baru.

Dukungan apa yang Anda harapkan dari pemerintah?
Saya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar masyarakat tahu inilah orang Indonesia yang punya teknologi mendunia.

Di Inggris, Amerika, Nigeria, China dan Jepang saja sudah menggunakan produk kita meskipun masih yang kecil-kecil seperti FaceLogin, kecuali Nigeria yang sudah menggunakan VMS yang baru. Inikan berarti teknologi kita telah diakui.

Seharusnya di dalam negeri, kita bisa lebih dikenal. Memang orang luar lebih menghargai dibandingkan pemerintahan kita sendiri. Padahal India saja kuat karena softwarenya, kenapa kita tidak bisa? India kan hanya bergerak di bidang software perkantoran, sementara kita kuat dalam teknologi lainnya. Kenapa tidak dikembangkan?

Berapa besar investasi yang Anda untuk membangun C&C?
Kalau secara keseluruhan, kami sudah mengeluarkan sekitar Rp. 2,5 milyar untuk riset, biaya ujicoba dan segala macamnya. Saat ini baru balik modal sekitar 1 milyar rupiah, karena kami memang baru mulai melakukan penjualan pada tahun 2009. Tapi saya optimis di 2011 kita akan banyak peluang.

Apa strategi C&C untuk bersaing dengan produk luar yang saat ini mendominasi pasar?
Saya selalu mempelajari kelebihan dari produk luar. Kelebihan mereka ini akan saya penuhi bahkan dilebihkan. Kedua, berapa harga yang mereka jual, akan saya banting harganya. Ketiga, biasanya produk import akan mempersulit pembeli dalam melakukan modifikasi, justru kami akan terbuka dalam hal ini.

Oleh sebab itu saya buat perusahaan ini agar bisa menentukan harga sendiri dan membuat aturan sendiri sehingga produk Indonesia menjadi terdepan.

DSC00145Tahun 2011 ini, trend TI akan seperti apa di Indonesia?
Kedepannya, teknologi akan berbasis Recognition karena di negara lain sudah. Seperti di Arab Saudi sendiri untuk passport saja sudah pakai teknologi Recognition. Memang teknologi perkembangannya sangat cepat, biasanya paling lama sekitar setahun bertahan. Oleh sebab itu kami akan terus mencari hal yang baru.

Untuk mengembangkan sebuah teknologi, C&C sudah bekerjasama dengan siapa saja? Apakah juga dengan perusahaan lokal lain?
Dengan perusahaan lokal belum, namun kedepannya pasti akan terbentuk kerjasama dengan mereka. Saat ini baru kerjasama dengan Falco dari Malaysia untuk Access Door dan rencananya saya akan kerjasama dengan perusahaan German untuk teknologi lift. Karena kami ingin membuat lift buat keluarga dengan deteksi wajah yang nantinya akan booming untuk perumahan.

Kami dengar Anda mempunyai produk untuk kesiapan pemilu mendatang, itu seperti apa?
Selama inikan peserta pemilu diseleksi saat melakukan pemilihan berdasarkan tanda tangan dan namanya dari KTP. Hal ini kan bisa diduplikat sehingga menyebabkan pemilih ganda.

Tapi dengan teknologi Recognition, kita dapat menyeleksi peserta dengan deteksi wajah sehingga tidak terjadi duplikat. Pemilihan juga bisa dilakukan secara digital dan itu lebih singkat karena mereka tidak memilih menggunakan kertas. Artinya ini bisa hemat kertas, tinta dan waktu.

Jadi bukan hanya di Brazil yang memakai teknologi ini. Memang untuk investasinya lumayan mahal, saya hitung-hitung sekitar Rp. 20 juta untuk satu tempat pemungutan suara.

Apa target C&C di 2011?
Kami sangat optimis menyambut masa depan. Terlebih, perusahaan besar seperti PT. Telkom telah memasang teknologi Recognition di seluruh kantor cabangnya. Bayangkan, 25 Oktober 2010 lalu kami memasang teknologi ini di Telkom, satu bulan kemudian sudah 7 perusahaan yang pasang. Jadi di 2011, kami targetkan sekitar 3000-4000 perusahaan dan kantor cabang yang menggunakan teknologi dari C&C.

Ketika BLACKBERRY Dianggap Sebar PORNOGRAFI

0

Focus_InboxKeberadaan smartphone Blackberry di Indonesia kembali terancam. Pemerintah menuntut RIM untuk memblokir akses pornografi.

Sejak beroperasi di negara ini pada Juli 2009, produsen Blackberry, Research in Motion (RIM) telah mendapatkan banyak tekanan dari pengguna maupun dari pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Mulai dari penyediaan service center, kantor perwakilan, penyediaan data center (server) di Indonesia. dan menyusul soal penutupan akses situs porno di handset Blackberry.

Menteri Kominfo,  Tifatul Sembiring pada Oktober 2010 lalu memang sempat menyatakan bahwa, “Pemerintah meminta kepada RIM untuk tiga hal: buka service center, buka server dan blokir pornografi.”

Dijelaskan Tifatul, seharusnya service center RIM bisa mendorong terciptanya lahan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Nyatanya, setelah sekian lama didesak oleh pemerintah, RIM yang berbasis di Kanada itu akhirnya membuka kantor perwakilan di Indonesia pada November 2010 dengan nama PT RIM Indonesia. Sebelumnya, RIM juga telah membangun Repair Center dan Blackberry Authorized Customer Care Centers di Indonesia setelah mendapatkan tekanan dari pengguna dan pemerintah.

Server BlackBerry
Disinggung mengenai server, RIM yang sejauh ini telah berhasil menjaring lebih dari 50 juta pengguna di seluruh dunia dengan kurang lebih 2,5 juta pengguna Blackberry di Indonesia ini menyatakan memiliki 250 ribu server untuk melayani pengguna.

Dilansir Cnet (18/9/10), CEO RIM, Jim Balsillie mengatakan, RIM bersedia mematuhi segala aturan di sejumlah negara, termasuk  aturan terkait keamanan data. “Kami bersedia untuk mematuhi, tetapi kami tidak bisa kompromi untuk masalah keamanan. Saat ini RIM telah memiliki 250 ribu server Blackberry di seluruh dunia, yang semuanya menggunakan proses enkripsi,” kata Balsillie.

Sebenarnya, apa yang diharapkan dengan dibukanya server di Indonesia? Tifatul menjelaskan, dengan dibukanya server di Indonesia, aparat penegak hukum di Indonesia bisa melakukan tapping pada pelaku-pelaku kejahatan.

“Jangan sampai orang BBM-an kita tak tahu, nanti koruptor dan teroris bisa bebas berkomunikasi, seperti yang terjadi di Mumbai, India, “ kata Tifatul.

Menurutnya, penempatan data center di Indonesia adalah salah satu dari tujuh butir kesepakatan antara pemerintah dan RIM dari pertemuan yang pernah dilakukan. Karena itu Tifatul menghimbau RIM untuk segera mematuhi kesepakatan tersebut. “Dari tujuh butir tersebut, baru empat yang dipenuhi yakni pendirian perwakilan resmi, pembangunan pusat layanan, penyerapan sumber daya lokal, dan penggunaan konten lokal,” katanya.

Senada dengan Tifatul, Gideon Edie Purnomo, Vice President Channel Management Telkomsel menilai, permintaan pemerintah terhadap RIM masih masuk akal. “Saat pengguna Blackberry di Indonesia melakukan komunikasi data, tak satu pun trafiknya mampir di operator lokal. Operator hanya jadi perantara, karena seluruh trafik data langsung dialirkan ke server RIM di Kanada,” katanya.

Komunikasi data semacam itu, kata Gideon, bisa disalahgunakan untuk berbagai kepentingan yang bisa mengancam keamanan nasional. Pemerintah pun jadi tidak punya akses untuk melacak, jika misalnya, ada teroris atau penjahat bank yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) melakukan komunikasi data lewat Blackberry.

“RIM harus mau transparan. Sebab, ada kemungkinan komunikasi data lewat Blackberry disalahgunakan untuk mengancam keamanan nasional karena servernya tidak transparan dan ada di negara lain,” papar Gideon.

Selain soal kerahasiaan data, pembangunan server di Indonesia dinilai dapat memangkas  tarif layanan Blackberry dari operator.

Anggota BRTI, Heru Sutadi mengatakan, “Tarif layanan akan lebih murah karena trafik Indonesia tidak perlu dibawa ke Kanada.”  Selama ini setiap pengguna membayar US$ 4 per bulan melalui operator dan link dari Jakarta ke Kanada. Jika saat ini pengguna Blackberry lebih dari dua juta orang maka RIM mendapatkan uang tak kurang dari US$ 8 juta per bulan atau Rp 72 miliar per bulannya.

BRTI juga akan mendalami soal pendapatan negara bukan pajak (PNPB). Menurutnya seharusnya operator harus membayar Biaya Hak Pemakaian (BHP) frekuensi sebelum dipotong ke RIM terlebih dulu.

Mengenai tarif ini, Pakar Internet, Onno W. Purbo berpendapat, meskipun server RIM berada di Indonesia, yang diakses tetap saja Yahoo, Gmail, Youtube, Facebook, Rapidshare dan lain sebagainya yang kesemuanya menggunakan trafik Internasional. “Kalau mau murah yang dipindah bukan server RIM, tetapi server Yahoo, Gmail dan lainnya.  Kalau RIM saja yang dipindah sih tidak terlalu efektif dalam penurunan tarif,” kata Onno.

Hal 15-16-Ilustrasi Focus_2Situs Porno
Sepekan belakangan, kontroversi mengenai pornografi yang melibatkan RIM marak di tanah air, menyusul ancaman Menkominfo Tifatul Sembiring untuk memblokir layanan Blackberry jika RIM tidak memenuhi permintaan pemerintah untuk melakukan sensor internet.  Tenggatnya pun hanya sampai 21 Januari 2011.

Menurut Onno W. Purbo,  sebagian besar pengguna Blackberry di Indonesia menggunakan Blackberry untuk email, chatting  atau social networking. “Lagi pula, apa enaknya membuka situs porno di Blackberry?” Tanya Onno.

Secara teknologi, katanya,  penyensoran terhadap pornografi di Blackberry juga tidak mudah.  Buktinya beberapa operator Indonesia belum  berhasil memblokir situs porno. Jadi sangat tidak fair jika Blackberry dilarang, sementara operator sendiri tidak berhasil. Apalagi, Blackberry hanyalah penyedia layanan proxy via ponsel.

“Blackberry jelas-jelas bukan operator. Blackberry jelas-jelas aplikasi di Internet. Blackberry jelas-jelas pembuat ponsel, bukan operator selular.  Jadi aneh jika sebuah layanan atau aplikasi harus ikut aturan operator,” tandasnya.

Senada dengan Onno,  Sekjen Indonesia Telecommunications Users Group, Muhammad Jumadi menilai, pemerintah tak akan berhasil memblokir akses pornografi. Namun dia setuju, RIM harus mengikuti aturan. “Setiap bulan RIM mendapat US$ 20 juta, tanpa membayar pajak dan biaya internet service provider,” kata Jumadi.

Rencana pemblokiran layanan Blackberry pun tak ayal membuat para operator cemas. Telkomsel yang kini memiliki pelanggan Blackberry terbanyak menyesalkan aturan ini muncul saat pertumbuhan Blackberry sangat pesat. Ricardo Indra, GM Komunikasi Telkomsel memandang, pemblokiran bisa mengancam pertumbuhan Blackberry.

Hal yang sama diungkapkan Indosat. “Pemblokiran akan mempengaruhi bisnis kami,” imbuh Benny Hutagalung, Kepala Divisi Blackberry Indosat.

Sementara GM Pengembangan Mobile Data XL Axiata, Handono Warih mengatakan, “Agar tak merugikan, kami sedang negosiasi dengan pemerintah. Kami berharap ada hasil terbaik yang menguntungkan semua pihak.”

RIM sendiri, melalui juru bicaranya mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi keinginan pemerintah Indonesia. Mereka saat ini tengah bekerja untuk menyiapkan filter situs porno di layanan Blackberry tanah air.

“Perusahaan akan menempatkan solusi sesegera mungkin dan kami akan segara melakukan diskusi dengan operator dan pemerintah tentang masalah ini,” janji RIM.

Jadi, kita lihat saja bagaimana akhir dari polemik ini nantinya.

Tablet Makin Murah!

0

Untitled-1Melihat gejala di tahun lalu, tablet PC diperkirakan menjadi gadget paling popular di tahun ini. Terbukti pada ajang Consumer Electronic Show (CES) 2011 di Las Vegas awal tahun ini, sekitar 80 macam tablet PC dari berbagai merek telah di luncurkan. Kabar gembiranya, harga piranti yang dianggap bakal menjadi pengganti netbook ini akan semakin terjangkau.

Kehadiran tablet PC buatan Apple, iPad, telah membuka jalan bagi munculnya tablet-tablet lain di tahun ini. Dilansir melalui Straits Times, perusahaan riset Yankee Group memprediksi penjualan tablet akan meningkat US$ 46 miliar pada 2014 nanti. Peningkatan ini terjadi cukup signifikan mengingat pada 2010 kemarin angka penjualan tablet hanya US$ 16 miliar.

Para periset itu mengatakan bahwa penjualan tablet akan lebih cepat meningkat ketimbang penjualan perangkat televisi high-definition, konsol game dan bahkan pemutar musik MP3.
Sementara firma riset DisplaySearch mengemukakan, tablet PC akan menjadi produk massal pada 2016 dengan volume penjualan global 122 juta unit.

Hasil survey berbeda dilaporkan perusahaan riset Canalys. Mereka menyebutkan, volume penjualan global tablet PC secara umum, yaitu iPad dan tablet PC merek lain, telah mencapai 12,5 juta unit pada 2010. Karenanya Canalys meyakini, angka itu akan membengkak menjadi 66 juta unit pada 2014.

“Karena iPad adalah yang pertama, maka iPad akan tetap mendominasi pasar global tablet paling tidak hingga 2011. Setelah itu, iPad akan menghadapi kompetisi semakin ketat karena pesaing akan semakin banyak,” kata Vice President & Principal Analyst Canalys, Chris Jones.

Meningkatnya angka penjualan ini disebabkan oleh semakin menurunnya harga tablet PC. Juru bicara Yankee Group mengatakan, “Apple iPad saat ini dipasarkan dengan harga kisaran US$ 499 hingga US$ 829, tergantung kapasitas memori. Pada 2015 nanti, rata-rata harga tablet akan dibandrol sekitar US$ 237.”

Dengan kata lain, jika mengikuti kurs US$ 1 sama dengan Rp. 8.900, maka US$ 237 sama dengan Rp. 2 jutaan.

Di lain pihak, DisplaySearch juga menemukan harga panel display layar sentuh berukuran 5,0 inci hingga 10,2 inci mengalami penurunan tajam karena para produsen berlomba meningkatkan efisiensi proses manufaktur di tengah sengit kompetisi. Akibatnya, DisplaySearch memperkirakan harga tablet pun berpeluang untuk turun sesuai pelemahan harga panel display yang digunakannya.

“Para produsen panel display layar sentuh mendongkrak besar-besaran kapasitas produksi untuk memanfaatkan pertumbuhan tablet. Karena suplai melimpah ruah, harga panel display layar sentuh pun turun cepat sekali,” ujar Director Display Technologies Research DisplaySearch, Jennifer Colegrove.

DisplaySearch menambahkan, volume penjualan global tablet pada 2010 akan mampu menembus 19,5 juta unit. Karena harga tablet cenderung terus melemah, DisplaySearch mengungkapkan, maka tablet akan menjadi produk massal pada 2016 dengan volume penjualan global 122 juta unit. Meski demikian, penjualan akan didominasi tablet PC yang memiliki layar berukuran sekitar 10 inci.

Hal ini berbeda dengan apa yang dikemukakan ABI Research. Firma riset itu memperkirakan, volume penjualan global tablet pada 2010 hanya mencapai 11 juta unit. Karena itu, ABI Research menegaskan, tablet tidak akan segera menjadi produk massal seperti netbook.

ABI Research melaporkan, volume penjualan netbook global pada 2010 telah mencapai 43 juta unit. “Suatu produk dianggap sebagai produk massal apabila sanggup meraih volume penjualan antara 40 juta unit hingga 50 juta unit per tahun. Kami kira, tablet tidak akan mampu menembus volume penjualan global setinggi itu dalam waktu beberapa tahun mendatang,” ungkap Principal Analyst ABI Research, Jeff Orr.

ABI Research menjelaskan, pengganjal utama adopsi massal tablet adalah faktor harga. ABI Research mengamati, pada 2010 satu unit tablet PC rata-rata dipasarkan seharga US$ 650, sementara harga jual rata-rata netbook di dunia pada 2010 hanya berkisar US$ 300 per unit.

Orr mengatakan, tablet PC akan bisa menyaingi popularitas netbook jika harga tablet PC bisa mendekati harga netbook. “Tablet akan sanggup menumbangkan popularitas netbook apabila harga tablet turun semakin mendekati netbook.Meski begitu, diperlukan kompetisi sangat sengit agar para produsen tablet bersedia memangkas harga tablet hingga mendekati netbook,” tandas Orr. – dari berbagai sumber

Siapa Bakal Saingi iPAD?

0

Tablet Android HoneycombSeperti diprediksi pada 2010 lalu, tablet PC akan menjadi gadget paling digemari di 2011, layaknya kepopuleran netbok pada tahun lalu. Dan seperti diduga sebelumnya, untuk pasar tablet PC, sistem operasi Android akan mulai merajai pasar dunia.

Firma riset International Data Corp (IDC) sepakat dengan Gartner soal peran sistem operasi buatan Google, Android, pada saat ini hingga tahun-tahun mendatang. IDC meyakini, Android akan mampu menduduki posisi terbesar kedua di dunia pada 2014. Pangsa pasar global Android pada 2014 pun akan meningkat menjadi 24,6 persen. Tentu saja, jumlah ini bukan hanya disumbangkan oleh komputer tablet atau tablet PC saja, namun juga dari pasar smartphone.

Sesuai perkembangan terkini, sistem operasi Android yang banyak dipakai adalah versi terbaru, Honeycomb. Honeycomb adalah Android versi 3.0 yang diciptakan Google secara khusus untuk mengadopsi kebutuhan tablet PC. Versi terbaru ini akan lebih memaksimalkan user interface, fitur, dan hardware dari sebuah tablet. Beberapa fitur baru Honeycomb antara lain Google Map yang lebih baik, tampilan baru widget di layar utama, email dalam tampilan dua kolom, dan Google Book.

Chief Executive Motorola Mobility, Sanjay Jha mengatakan, “Dengan Honeycomb, user interface, interaksi, dan kemampuan multitasking di tablet PC menjadi lebih terasa.”

Karenanya, ditahun ini, tepatnya pada ajang Consumer Electronic Show (CES) 2011 di Las Vegas, Motorola untuk pertama kalinya memperkenalkan tablet berlayar sentuh yang menggunakan sistem operasi Honeycomb.

Tablet PC buatan Motorola tersebut bernama Xoom. Xoom memiliki layar 10,1 inci atau 25,6 cm, yang mirip ukuran layar iPad. Resolusinya sudah 1280 x 800, sehingga ideal untuk memutar video high definition (HD). Menurut Jha, Xoom yang rencananya dirilis pada kuartal pertama 2011 akan menjadi tablet PC pertama yang dilepas ke pasar dengan sistem operasi Honeycomb.

Jha juga menyebut Xoom sebagai tablet Android 3.0 yang paling kompetitif di pasar saat ini. Fitur unggul Xoom dibandingkan iPad adalah kemampuan memutar Adobe Flash. Seperti diketahui, Adobe Flash memang tidak ditanamkan di semua handset keluaran Apple, sehingga pengguna iPad sedikit kesulitan dalam menjalankan program video pada Facebook, streaming radio atau TV, hingga bermain game online.

Xoom sendiri dijalankan dengan prosesor dual-core, masing-masing 1 GHz di setiap inti. Kamera utamanya berukuran 5 megapiksel yang juga mampu membuat video beresolusi 720p, sedangkan kamera depannya sudah 2 megapiksel. Accelerometer dan gyroscope yang dimilikinya dijamin akan membuat aktivitas bermain game lebih seru.
Jha juga mengatakan, Xoom sudah dilengkapi konektivitas 3G dan di-bundling dengan Verizon Wireless di Amerika. Motorola berencana, Xoom versi 4G direncanakan muncul pada semester kedua 2011, dan pemilik Xoom 3G nantinya juga bisa melakukan upgrade ke 4G. Sayangnya, Motorola masih belum bersedia membicarakan soal harga jual Xoom.

Android di Sejumlah Tablet
Selain Motorola, ada beberapa vendor yang siap mengakomodasi sistem operasi Android pada tablet PC mereka. LG misalnya, akan merilis G-Slate. Tablet berukuran 8,9 inci ini akan dirilis LG pada awal tahun ini untuk mengisi ketertinggalan LG di segmen tablet dan smartphone pada tahun lalu.

Tablet garapan LG tersebut mengusung sistem operasi Android Honeycomb, dan dipersenjatai prosesor NVdia Tegra 2 Dual Core. Awalnya, LG ingin mengadopsi Android 2.2 untuk PC tabletnya. Namun, karena OS tersebut dikabarkan kurang cocok diadopsi untuk tablet PC, akhirnya pilihan jatuh pada Android Honeycomb.

Toshiba akhirnya juga merilis Folio 100 tablet PC menjelang tutup tahun lalu seperti yang dijanjikan sebelumnya. Tablet Android ini sempat muncul beberapa waktu lalu dan saat ini mulai tersedia di pasaran Eropa seperti Inggris, Spanyol, dan Jerman.

Acer pun kini tengah bersiap meluncurkan dua Android tablet terbaru 2011 mereka ke pasar gadget. Android Tablet Acer 2011 ini datang dalam model 7-inci dan 10,1 inci, dibungkus 1280 x 800 piksel layar touchscreen kapasitif, prosesor 1.2GHz dual-core. Acer kabarnya berencana untuk mengapalkan tablet PC berplatform Honeycomb ini pada April mendatang.

Sementara Panasonic telah berencana meluncurkan tablet Viera yang dirancang dalam beberapa ukuran layar, mulai 4 inci hingga 10 inci. Belum jelas, apakah tablet ini nantinya bekerja dengan Android Honeycomb. Namun Panasonic menyebut produk mereka sebagai ‘tablet type terminal’.

Tablet ini akan bekerja sebagai pelengkap HDTV. Pengguna dapat menggunakannya sebagai remote control, berbelanja online, maupun mengakses aplikasi Facebook dan Twitter langsung dari TV.

Di awal tahun ini pula, pabrikan MSI akan segera meluncurkan dua generasi terbaru dari WindPad Tablet. Satu unit memang berfiturkan platform Android, namun satu seri lainnya memiliki platform Win-Tel.

Keduanya dilengkapi dengan beberapa fungsi seperti G-Sensor gravity detecting device, ALS light sensor, dan WiFi. Dua tablet chic ini merupakan kesaksian atas kemampuan MSI sebagai industri perangkat yang inovatif dan stylish yang patut diperhitungkan.

Meski begitu, Honeycomb bukan satu-satunya pilihan bagi para vendor tablet PC karena beberapa diantaranya memilih versi Android dibawahnya. Vendor notebook dan desktop Lenovo umpamanya, memperkenalkan Lenovo LePad, yang berplatform Android Froyo. Perangkat tablet pertama dari vendor yang telah mengakuisisi unit PC IBM ini hadir dengan suguhan layar 10 inci beresolusi 800 x 1280 piksel, memori RAM 1 Gb dan memori penyimpanan 16 Gb atau 32 Gb.

Axioo juga tak ketinggalan melakukan gebrakan di awal tahun 2011, dengan melepas produk terbarunya, Axioo Pico Pad . Axioo yang lebih menyebut piranti tersebut dengan Mobile Internet Device (MID) memiliki layar 7 inci. Piranti ini berbasis Android OS 2.2 yang sudah dilabeli Google certified.

Pilihan OS Lain
Android memang popular, namun bukan berarti tablet PC dengan sistem operasi lain tidak tersedia di pasaran. Selain memproduksi tablet PC Android, Lenovo juga telah memperkenalkan IdeaPad Slate, tablet yang berjalan dengan sistem operasi Windows 7.

Kabarnya, saat diperkenalkan, banyak yang kagum dengan tampilan antarmuka sistem operasi tablet tersebut. Apalagi, Lenovo telah melakukan kostumisasi di layar utama dan mengelompokkan aplikasi menjadi dua bagian, yakni Work dan Play. Fitur yang disuguhkan pun terbilang lengkap. IdeaPad yang tampak seperti netbook ini memiliki layar 10.1 inci resolusi 1080p HD, RAM 2 Gb, memori Solid State Disk (SSD) sebesar 32 Gb dan konektivitas 3G.

Diantara euphoria Android, Sharp justru berencana merilis tablet dengan sistem operasi Linux. Bernama Galapagos, tablet Sharp ini dirancang dalam dua ukuran, 5,5 inci dan 10.8 inci. Sedianya, Sharp akan meluncurkan Galapagos pada semester kedua tahun ini.

Menurut Chief Marketing Officer Sharp Amerika, Bob Scaglione, tablet tersebut dapat terkoneksi dengan Galapagos e-Bookstore sehingga konsumen bisa membeli buku, majalah, koran, juga musik, film, TV, dan aplikasi lainnya. Semua konten yang didownload nantinya juga bisa disimpan di kartu memori eksternal seperti SD card.

“Galapagos akan dirilis di Jepang dulu. Setelah itu, baru Amerika. Versi Amerika akan dilengkapi kamera ganda, video untuk chat, email, web browser, dan lain-lainnya,” ujar Scaglione. Ke depan, toko online Galapagos ini akan dapat diakses juga oleh smartphone maupun TV Sharp.

Selain Lenovo dan Sharp, Research In Motion (RIM) juga bersiap merilis tablet 7 inci PlayBook pada kuartal pertama 2011. Tablet terbaru yang kabar kemunculannya sudah ditunggu-tunggu ini tidak menggunakan sistem operasi terbaru BlackBerry 6, tetapi menggunakan sebuah sistem operasi yang dibuat oleh QNX. QNX merupakan perusahaan yang dibeli oleh RIM awal tahun 2010 ini.

Memiliki kamera 5 megapiksel di sisi belakang dan 3 megapiksel untuk kamera depan, Playbook mempunyai port HDMI, dan bekerja dengan prosesor dual core. Pada peluncuran pertama, RIM memperkenalkan versi WiFi, berlanjut nantinya akan ada versi 3G dan 4G.

Menurut Senior Vice President of Enterprise and Platform Marketing RIM, Jeff McDowell, PlayBook lebih menyasar ke korporasi. McDowell juga menjanjikan bahwa PlayBook yang akan dibandrol dibawah Rp. 5 jutaan ini akan dirilis berikut ribuan aplikasi yang siap didownload.

Untuk memperluas pilihan pengguna akan sistem operasi, seperti halnya Lenovo, Asus juga telah mengumumkan empat komputer tablet yang dirancang untuk beragam jenis pengguna dan aplikasi, yaitu Eee Pad Slider, Eee Pad Transformer, Eee Pad MeMO dan Eee Slate EP121. Tipe-tipe terbaru ini tersedia dalam tiga ukuran layar, dan dengan pilihan sistem operasi Windows 7 Home Premium atau Google Android Honeycomb.

Sementara Samsung yang Samsung pada akhir 2010 lalu mengakui bahwa beberapa aplikasi Android pada tablet Galaxy Tab memiliki beberapa masalah seperti lambatnya beberapa aplikasi pihak ketiga ketika didownload, di awal 2011 ini telah memperkenalkan tablet Windows 7 dengan papan ketik sliding bernama Samsung Gloria.

Tablet yang masuk dalam jajaran The Sliding PC7 Series ini juga telah dikonfirmasi Microsoft sebagai bagian dari kolaborasi kedua perusahaan raksasa tersebut. PC 7 Series ini berjalan dengan CPU Atom Z600 1.66GHz (Oak Trail) yang lebih kecil dan efisien tenaga, serta dilengkapi memori 2Gb dan SSD 32Gb/64Gb.

Hal berbeda dalam penggunaan sistem operasi juga dilontarkan oleh Hewlett-Packard (HP). Pertengahan 2010, HP sempat mengumumkan akan menghadirkan tablet PC berbasis WebOS buatan Palm yang telah diakuisisi HP, tahun lalu.

“Anda akan melihat kami dengan produk Microsoft dalam waktu dekat dan produk berbasis WebOS pada awal tahun 2011,” ujar Todd Bradley, kepala Personal Systems Group HP, seperti yang dilansir PC World (20/8/10).
Artinya Bradley memastikan, HP akan mengeluarkan tablet Windows yang akan ditujukan pada pengguna perusahaan, sedangkan tablet WebOS akan menjadi perangkat yang berorientasi untuk konsumen.

iPad Masih Pimpin Pasar
Diantara banyaknya tablet PC yang akan bermunculan di tahun ini, sejauh ini, Apple sebagai trendsetter masih tetap memimpin di segmen tablet. Apalagi, Apple telah membuat iPadnya makin canggih. Sistem operasi terbaru iOS 4.2 yang diumumkan November 2010 lalu diklaim mampu mengatasi kelemahan iPad.

CEO Apple, Steve Jobs mengatakan, sistem operasi terbaru ini mengubah iPad menjadi baru dengan fungsi-fungsi baru yang didukungnya. Fungsi baru dari iOS 4.2 ini antara lain multitasking, bisa mengatur folder untuk beragam file, fitur print lewat jarigan nirkabel, dan inbox terintegrasi.

Mengenai maraknya tablet PC yang beredar saat ini, analis senior T.I.W, Takao Hattori berkomentar, “Banyak produsen elektronik sudah meluncurkan perangkat tablet mereka sejak tahun lalu. Akan sangat sulit untuk menciptakan produk yang berbeda serta mencuri marketshare dari Apple, yang sudah berada jauh di depan.”

Terbukti, sejak diluncurkan pada April hingga Desember 2010 lalu, penjualan iPad diperkirakan menembus angka 13 juta atau berada di posisi puncak. Lalu siapakah nantinya yang bakal menempati posisi dua dan tiga di pasar tablet PC?

Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI

0

Hal 48-FocusDalam perspektif kriminologi, kejahatan bukan saja suatu perbuatan yang melanggar undang-undang atau hukum pidana tetapi lebih luas lagi mencakup setiap perbuatan anti sosial yang merugikan masyarakat, meskipun perbuatan tersebut belum atau tidak diatur oleh undang-undang atau hukum pidana. Hal tersebut menunjukkan bahwa peranan polisi dalam menegakkan hukum memiliki posisi yang sangat penting karena mereka berhubungan langsung dengan masyarakat maupun pelanggar hukum.

Kepolisian merupakan salah satu lembaga dalam sistem peradilan pidana yang diberi wewenang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa kejahatan. Menurut pasal 1 butir 2 KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana), ”Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukan tersangkanya.”

Sedangkan tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Hal ini sama dengan yang dijelaskan dalam pasal 1 butir 13 Undang-Undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Polisi merupakan aparat penegak hukum yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Polisi diberi ruang oleh hukum untuk mengambil berbagai tindakan yang diperlukan menurut pertimbangan sesaat pada waktu kejadian berlangsung. Berdasarkan kewenangan tersebut, polisi diperbolehkan untuk melakukan penangkapan dan penahanan terhadap orang yang dicurigai telah melakukan tindakan kejahatan berdasarkan bukti-bukti dan aturan hukum yang telah ditetapkan.

Polisi juga diberi kewenangan untuk meminta keterangan kepada setiap warga masyarakat yang mengetahui jalannya suatu peristiwa kejahatan, untuk dijadikan saksi yang diperlukan dalam proses pemeriksaan tersangka pelaku kejahatan.

Sepak terjang polisi akan langsung dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Pada kontak langsung dengan masyarakat inilah citra polisi akan sangat ditentukan. Citra polisi yang buruk di masyarakat dikarenakan polisi kurang mampu bersikap mandiri dalam mengusut kasus kejahatan yang akan membawa dampak pada proses pemeriksaan pelaku kejahatan pada tahap berikutnya.

Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pada pasal 13 menyatakan bahwa “Tugas Pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: 1) Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; 2) Menegakkan hukum; dan 3) Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat” . Akibat kewenangan polisi tersebut, bagi orang yang dicurigai melakukan tindakan kejahatan maka polisi akan menangkap dan menahan pelaku kejahatan.

Dalam menjalankan tugasnya, polisi tidak hanya dihadapkan dengan kejahatan biasa (konvensional) tetapi juga kejahatan lain yang merugikan masyarakat. Jika pada masa dahulu, kita mengenal bentuk kejahatan yang sederhana, seperti mencuri, merampok, menipu atau bahkan membunuh, maka pada masa sekarang, bentuk kejahatan sudah berubah. Modus operandinya pun semakin canggih melalui tehnik-tehnik yang tidak mudah dilacak, seperti melakukan pemalsuan dokumen yang sangat rapi dengan penyalahgunaan komputer, termasuk di dalamnya kasus pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual

HKI pada hakekatnya sama halnya dengan hak kekayaan kebendaan lainnya yaitu memberikan hak kepada para pencipta atau pemiliknya untuk mendapatkan keuntungan dari investasi dari karya intelektualnya di bidang kekayaan industri dan karya cipta yang disebut Hak Cipta.

Kasus pelanggaran HKI di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Akibat pelanggaran HKI tersebut, bukan hanya negara yang dirugikan dan mengancam arus investasi, tetapi Indonesia juga bisa terancam terkena embargo atas produk ekspornya. Perkembangan teknologi, terutama perkembangan teknologi digital, dianggap mendukung tumbuh suburnya pelanggaran HKI.

Kemajuan teknologi digital selain memberikan dampak positif berupa tersedianya media untuk karya cipta yang baik dan modern, juga memiliki  dampak negatif seperti terjadinya penyalahgunaan teknologi digital itu oleh pihak-pihak tertentu dengan melakukan praktek-praktek yang bertentangan dengan hukum.

Pelanggaran HKI menjadi mudah karena kemajuan teknologi digital, walaupun akibatnya HKI di sektor teknologi pun menjadi korban pertama pelanggaran tersebut. Dengan menggunakan komputer, pelanggaran-pelanggaran HKI semakin mudah. Komputer yang mampu menggandakan dan mencetak ditambah dengan kemampuan intenet dalam menyajikan informasi menyebabkan praktek penggandaan menjadi semakin mudah dilakukan.

Tidak ada jalan lain untuk mengatasi hal itu selain dengan menegakkan fungsi hukum. Sanksi terhadap pelanggaran HKI selama ini belum menimbulkan efek jera bagi pelakunya sehingga tingkat pelanggarannya terus meningkat, meskipun pemerintah sudah memiliki perangkat undang-undangnya.

Kendala lainnya yaitu terbatasnya aparat penegak hukum yang menangani masalah HKI, dan ringannya putusan yang dijatuhkan oleh proses peradilan kepada pelanggar, sehingga tidak menimbulkan efek jera tadi. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghargai dan mentaati hukum di bidang HKI dan terbatasnya daya beli masyarakat juga menyebabkan masalah-masalah pelanggaran HKI. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antar aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis yang akan dijadikan target untuk menurunkan dan menghilangkan pelanggaran HKI, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghargai HKI orang lain.

Berkurang atau hilangnya pelanggaran HKI di Indonesia, pada gilirannya dapat menarik para investor khususnya investor dari luar negeri untuk menanamkan atau membuka usaha di Indonesia baik di bidang Hak Cipta maupun di bidang HKI, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru yang dalam skala makro yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Polisi_1Penegakkan Hukum

Para investor dari luar negeri pada umumnya menempatkan perlindungan HKI sebagai prasyarat investasi utama mereka di suatu negara. Upaya itu perlu dilakukan dengan strategi yang terkoordinir sehingga menurunkan posisi Indonesia di “priority watch list” menjadi “watch list”.

Karena perangkat hukum sudah ada, dan political will dari pemerintah sudah ada, maka sekarang diperlukan political action. Untuk itu perlu mensinergikan dan meningkatkan kembali koordinasi dan kerjasama diantara aparat yang terkait, terutama aparat di bidang hukum.

Dalam upaya penegakkan hukum, tugas polisi tidak saja menyangkut kejahatan serius dengan kekerasan. Polisi juga diwajibkan menegakkan hukum dalam kejahatan-kejahatan ringan. Termasuk juga kejahatan ekonomi yang juga merugikan masyarakat, sehingga perlu mendapatkan penanganan yang serius pula. Karena itu berdasarkan kewenangannya, polisi sebagai alat negara penegak hukum mempunyai kewenangan mempergunakan upaya paksa untuk memanggil, menggeledah, menangkap dan menahan tersangka pelaku kejahatan.

Secara yuridis formal, para pelaku kejahatan yang dinyatakan sebagai tersangka tersebut sebenarnya masih dalam proses penyidikan yang berlangsung di pihak kepolisian dan belum mendapat suatu putusan tetap dari pengadilan. Jika mendasarkan pada asas praduga tak bersalah, para pelaku kejahatan harus dianggap tidak bersalah, sebelum kesalahan yang diperbuat oleh para pelaku dinyatakan dan dibuktikan dalam sidang pengadilan.

Berdasarkan pemahaman bahwa kalau orang bicara tentang pelaku kejahatan maka konotasi orang akan menunjuk orang miskin dan tidak berpendidikan yang merupakan pelaku kejahatan. Hasil penelitian yang dilakukan Sutherland mengatakan bahwa pengusaha yang tidak miskin juga melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Namun dalam hal pemberian sanksi hukum kepada para pelaku white collar crime pada umumnya relatif ringan, padahal kerugian yang yang diakibatkan oleh para pelanggar hukum ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kejahatan terhadap harta benda yang konvensional.

Penegakan hukum terhadap pelanggaran HKI  hanya mampu menyelesaikan masalah yang timbul dipermukaan saja, tetapi lebih daripada itu diperlukan upaya-upaya untuk menyelesaikan akar permasalahan yang timbul di bawah permukaan melalui tindakan pre-emtif dan preventif sebagai sebuah perlindungan HKI secara komprehensif dengan melibatkan semua instansi pemerintah yang bertanggung jawab. Karena itu penegakan hukum hanya merupakan upaya penyelesaian sementara dari masalah yang timbul di permukaan. Sementara itu harus dipahami bahwa terdapat berbagai masalah yang lebih mendasar di bawah permukaan yang harus mampu diselesaikan dengan cerdas dan penuh kebijakan.

Penegakan hukum bukan satu-satunya upaya yang ampuh dalam memberikan perlindungan HKI di Indonesia, karena penegakan hukum hanya bagian dari sebuah proses perlindungan HKI. Penegakkan hukum hanya merupakan sub-sistem yang bersifat represif dari sebuah sistem perlindungan HKI. Sub-sistem lain yang sama pentingnya adalah sub-sistem pre-emtif dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat termasuk aparat pemerintah dan penegak hukum, ketersediaan dan kemampuan daya beli masyarakat. Di samping itu juga upaya preventif menjadi bagian dari upaya pencegahan dalam rangka mempersempit peluang terjadinya proses pelanggaran, seperti tidak memberikan ijin kepada toko atau kaki lima yang telah melanggar atau mencabut ijin pabrik yang pernah melanggar.

Penegakan hukum yang kuat dan konsisten sangat penting dalam memberikan perlindungan terhadap HKI, namun mencegah terjadinya pelanggaran menjadi lebih penting lagi untuk meningkatkan kualitas warga negara dan peradaban bangsa Indonesia, karena itu perlu dilakukan introspeksi yang komprehensif terhadap kinerja pemerintah dalam memberikan perlindungan atas kekayaan intektual.

Sesuai dengan prinsipnya, bahwa hukum hanyalah berfungsi sebagai media untuk menjaga kepentingan hukum dalam masyarakat, maka perkembangan teknologi digital yang terjadi di dunia industri harus diberikan apresiasi yang positif sebagai konsekuensi kemajuan di bidang teknologi yang dicapai oleh manusia. Agar perkembangan tersebut tidak menimbulkan masalah baru maka tetap harus dibarengi dengan tersedianya perangkat hukum yang memadai serta dapat menjamin adanya kepastian hak dan kewajiban serta pengaturan tentang larangan dan kewajiban yang harus dipatuhi.

Penegakan hukum bidang hak atas kekayaan intelektual tidak berdiri sendiri, tetapi sangat tergantung pada proses penegakan hukum secara umum. Oleh karena itu kalau sistem penegakan hukum secara umum baik maka penegakan hukum HKI juga akan baik.

Aparat penegak hukum sering melakukan razia dan penggerebekan terhadap pusat-pusat penjualan barang bajakan, penggerebekan terhadap pabrik pangganda optical disc serta menyita barang selundupan hasil kejahatan terhadap produk HKI. Bahkan banyak kasus kejahatan terhadap terhadap produk HKI yang sudah sampai ke pengadilan, bahkan pelakunya sudah dihukum.

Selama ini polisi sudah bersusah payah menyeret pelakunya ke pengadilan dengan mencari bukti-bukti pendukung kejahatan. Tapi terhadap beberapa kasus setelah sampai di pengadilan, hakim menjatuhkan vonis percobaan. Karenanya, hakim hendaknya harus berani menjatuhkan hukuman maksimal bila sudah ada bukti yang kuat terhadap kasus pelanggaran.

Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya. Bisa dihubungi melalui redaksi@biskom.web.id

INSTANT SEARCHING Apakah Membantu Penjualan?

0

Hal 31-IlustrasiSaya menerima beberapa pertanyaan serupa dari mereka  yang memilliki experience yang sama.  Pada saat mengetik 1 atau 2 karakter saja di kotak pencarian di mesin pencari, maka situs pencari langsung memberikan usulan frase pencarian. Misalnya Anda mengetikkan karakter “ba” maka usulan otomatis yang diberikan adalah misalnya “Batik, Batavia, Baca Komik Naruto, Bali, dan lain sebagainya”, begitukah yang Anda rasakan? Menurut Anda bermanfaat atau tidak? Mengenai fitur ini, Google memang lebih sensitif dan berani dibandingkan Yahoo dalam memberikan usulan frase. Usulan ini didasarkan pada frase-frase yang sering diketikkan para pencari informasi.

Fitur instant ini adalah hasil peningkatan yang dilakukan oleh teknologi mesin pencari yang dimiliki oleh perusahaan mesin pencari yang membantu Anda untuk memberikan ide atau frase pencarian dan diklaim 2 – 3 detik lebih cepat untuk mencari sesuatu, bahkan sebelum Anda selesai mengetikkan frase yang ada di benak Anda sehingga kadang kala apa yang Anda ketikkan malah “nyeleneh” ke ranah ide yang lain yang Anda belum pikirkan. Betulkah demikian?

Setidaknya ada 2 poin yang Anda bisa lihat pada tren mesin pencari yang memudahkan Anda cari uang dan bekerja. Pertama adalah hasil yang dinamis karena menampilkan hasil pencarian yang relevan sesuai frase yang Anda ketik, sekaligus memberikan ide bahkan sebelum otak Anda menemukan ide-ide pencarian yang mirip. Kedua adalah memberikan prediksi sehingga Anda tidak perlu mengetik panjang, namun tinggal memilih  ke bawah apa yang sering dicari oleh user yang lain

Kolaborasi Pencarian

Bukan hanya kerja konvensional orang melakukan kolaborasi, bahkan melakukan riset pun orang diarahkan untuk berkolaborasi. Asumsinya, tidak ada orang yang melihat halaman web yang sama. Namun berkat teknologi “instant searching”, maka pencarian informasi seseorang akan menjadi lebih optimal. Demikian yang diinginkan oleh Steve Rubbel, Direktur Edelman Digital, perusahaan pembuat situs pencari kata.

Manfaatnya,  pencarian mereka akan menjadi real-time berdasarkan feedback satu sama lain. Dari sini maka kebiasaan Anda dalam mencari akan berubah karena dipengaruhi oleh para users senior. Dulu orang kalau mencari informasi di situs pencari selalu mengetikkan 1 atau paling tidak 2 kata, sekarang mereka mengikuti pencarian frase yang diusulkan secara otomatis. Feedback dari user lain akan mempengaruhi behavior pencarian kata sebelumnya.

Apa Manfaat Google Insant?

Anda merasa diuntungkan dengan fitur instant? Yang jelas Anda akan menjadi smarter searcher, karena terpengaruh oleh usulan dari senior searcher. Lalu lewat fitur instant ini mau tidak mau pemilik situs pencari harus memperbanyak server serta bandwidth. Mengapa? Karena fitur instant ini menggoda para pencari informasi untuk melihat-lihat hasil pencarian yang lain yang tadinya tidak ada dalah daftar priority search list. Akibatnya akan banyak waktu dihabiskan oleh searchers baik di rumah maupun di tempat kerja yang bila tidak dikendalikan akan merugikan jam kerja kantor maupun quality time yang seharusnya diberikan kepada keluarga bila mereka sudah berada di rumah atau pada hari libur.

Tentu saja para penyedia layanan internet akan senang bila semakin banyak  users menghabiskan waktu selancar di internet. Karena fitur instant searching ini mendorong orang untuk mengekplorasi searching.

Merek-merek besar pun sangat diuntungkan oleh fitur Instant Searching ini. Misalnya coba saja Anda ketik karakter “A” di Google.co.id, maka sederet brand-brand top dunia maupun lokal akan disuguhkan di hadapan mata Anda sehingga ini akan menancapkan “brand” mereka di benak Anda, misalnya “Airasia, Axis, Acer, Ariel Cut Tari…” karena rupanya searchers di Indonesia sering mengetikkan keyword tersebut.  Beda kalau searchers di Australia, bila mengetikkan karakter “A” maka akan muncul “Anz, Australia Post, Amazon, Apple, Airasia dan lain-lain.”

Nah, jika Anda bukan pemain besar seperti merek-merek di atas, Anda pun sebenarnya bisa mengambil keuntungan lewat suggestion otomatis ini. Sebenarnya suggestion otomatis  sudah dimiliki oleh mesin pencari, namun mereka tempatkan library berupa usulan-usulan frase ini  di dalam keyword suggestion mereka yang berada di dalam membership area. Atau Anda harus penjadi pelanggan situs web tertentu yang berisi behavior para searchers lokal, regional maupun global. Fitur instant searching ini akhirnya membuat situs web tersebut gulung tikar.

Lalu bagaimana mereka yang mencari uang lewat situs pencari? Apakah mereka akan diuntungkan? Jelas sekali. Saya sendiri sewaktu mau memasuki pasar Singapura untuk produk-produk souvenir saya seperti “gantungan kunci karet”, maka saya masuk saya ke Google Singapura. Kemudian jika saya ketikkan “rubber…” maka sederet frase “custom rubber keychain, custom rubber keyring…” akan tersedia secara otomatis sebagai usulan bagi saya. Maka ini pertanda bahwa saya memiliki pasar di Singapura.

Begitu pula untuk bisnis saya yang lain, saya bisa memprediksi besarnya pasar (demand) untuk  produk-produk yang saya masukkan ke negara tertentu hanya lewat bantuan suggestion otomatis dari fitur Instant Searching ini.

Bottom Line

Tidak sedikit mereka yang cari uang lewat “Search Marketing” akan diuntungkan oleh fitur ini. Coba saja lihat, fitur ini akan dibenamkan juga di mobile browser ke depannya. Faktor mobile inilah yang bakal banyak memberikan keuntungan bagi Google untuk memberikan data-data informasi bergerak, karena konsumen dunia ini sekarang terus bergerak.

Fitur Instant Searching ini jelas-jelas memperlihatkan sistem ranking dalam algoritme mesin pencari tetap sama dan lebih transparan bagi penyedia konten atau pemakai konten. Jadi saran saya, jangan matikan fitur ini! Manfaatkan untuk menerobos pasar, jangan cuma dimanfaatkan oleh para search marketers saja.

Neraca Perdagangan Teknologi Indonesia

0

Hal 29_IlustrasiDari hasil penelitian terlihat bahwa rendahnya kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) pada sektor industri diduga sebagai salah satu penyebab mengapa industri di Indonesia tertinggal dengan negara lain. Sebagai contoh, pelaku industri berintensitas teknologi tinggi seperti farmasi, maksimal hanya mampu mengeluarkan dana litbang kurang dari dua persen dari nilai penjualannya (Saputra, etal, 2008). Lebih jauh lagi gambaran rendahnya kegiatan litbang di sektor industri terlihat dari masih sedikitnya industri yang melakukan kegiatan litbang. Keadaan tersebut tercermin dari hasil survei yang dilakukan PAPPIPTEK-LIPI yang memperlihatkan bahwa 3,26% dari sampel 9.138 perusahaan industri manufaktur atau kurang lebih 250 perusahaan yang melakukan kegiatan litbang (Indikator Iptek 2007).

Kemampuan inovasi yang dimiliki industri sangat ditentukan oleh aktivitas pengelolaan teknologi yang tercermin dari kapasitas industri melakukan riset secara mandiri. Namun dengan keterbatasan kapasitas sumber daya, hampir semua pelaku industri di dunia melakukan kegiatan alih teknologi dari pihak luar, baik dalam bentuk lisensi ataupun kerja sama riset. Implikasi dari praktik-praktik tersebut akan terlihat dari kecenderungan industri di suatu negara untuk lebih banyak membeli teknologi ataupun lebih banyak menjual teknologi dari negara lain. Aktivitas membeli atau menjual teknologi dapat menunjukkan posisi industri suatu negara dibandingkan dengan negara lainnya sebagai net exporter ataupun net importer teknologi dalam posisi perdagangan internasional. Keadaan tersebut tercermin dalam neraca pembayaran teknologi negara tersebut (Technology Balance of Payment) (OECD, 1999).

Technology Balance of Payment (TBP), selain dijadikan indikasi posisi perdagangan teknologi antar negara, juga dapat dijadikan salah satu indikator yang menunjukkan  posisi daya saing atau kemampuan teknologi suatu negara relatif dibandingkan dengan negara lain. Dengan asumsi bahwa jual beli teknologi menyatu (embodied) dalam produk yang diperdagangkan. Beberapa negara telah menyusun TBP  sebagai bagian dari indikator ilmu pengetahuan dan teknologi negara mereka.

Berdasarkan data OECD (2008), negara maju seperti Amerika Serikat merupakan net technology exporter untuk teknologi selama hampir dua dekade terakhir. Setelah itu menyusul negara-negara Eropa seperti Swedia, Belanda, dan Belgia yang merupakan negara net technology eksporter selama satu dasawarsa terakhir. Lebih jauh, TBP Amerika dan Eropa memiliki saldo surplus rata-rata 2% dari GDP dengan mayoritas didukung oleh daya saing teknologi industri dengan intensitas teknologi tinggi seperti industri farmasi, otomotif, dan semikonduktor (Sao Paolo, 2005). Di lain pihak pada tataran negara berkembang, hanya beberapa negara saja yang telah mengembangkan indikator TBP-nya. Brazil adalah salah satu negara berkembang yang memiliki saldo TBP negatif baik pada industri berintensitas teknologi rendah, sedang maupun tinggi.

Apa itu TBP?

Pada umumnya, difusi teknologi  dapat terjadi melalui tiga cara. Pertama melalui peralatan dan produk (capital-embodied technology), kedua melalui orang (human-embodied technology), dan ketiga melalui dokumen tertulis atau audiovisual atau media lainnya (disembodied technology). Teknologi yang melekat pada modal (capital-embodied technology) ditransmisikan melalui penjualan mesin dan peralatan, teknologi yang melekat pada orang (human-embodied technology) tersirkulasi melalui  program pelatihan, seminar, konggres dan kontak personal, kerja sama teknis dan bantuan teknis antarperusahaan. Sedangkan teknologi sebagai informasi dalam bentuk dokumen tersirkulasi melalui studi rekayasa,  jasa konsultasi, dan perjanjian paten.

Neraca pembayaran teknologi (Technology Balance of Payment) mengukur alih teknologi internasional (antarnegara) yang meliputi:  lisensi, paten, know-how dan riset, serta bantuan teknis. Tidak seperti pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan, pembayaran-pembayaran tersebut dilakukan untuk teknologi yang siap produksi. Pada umumnya, transaksi terjadi pada cabang-cabang perusahaan multinasional yang berada di berbagai negara (between host country), atau antara perusahaan induk di negara pusat (home country) dengan anak perusahaan  di negara lain (host country) (OECD, 1990).

Terdapat konsensus di antara para pakar bahwa semakin besar proporsi barang padat teknologi di dalam aliran perdagangan pada suatu negara merupakan indikator dari tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan teknologi dan daya saing industrinya. Hal ini akan mengarah pada partisipasi yang lebih dinamis dan aktif di pasar internasional. Neraca pembayaran teknologi akan menyitemkan dan menyistemkan perdagangan barang dan jasa dengan kandungan teknologi antara dua struktur ekonomi (biasanya negara), tetapi dapat juga wilayah atau subwilayah di dalam suatu negara (Sao Paulo, 2005).

Transaksi aliran teknologi antarnegara untuk teknologi yang melekat pada produk (embodied technology) dapat dikaji dengan menggunakan proksi aliran perdagangan internasional, sedangkan disembodied  technology (teknologi yang secara ekslusif terpisah dari produk) dan aliran migrasi personal dapat didekati dengan  penerimaan dan pembayaran royalti atau konsultansi  jasa teknologi.

Mengacu pada metodologi yang dikembangkan OECD (1990), perdagangan teknologi  dibedakan atas dua hal yaitu (1) perdagangan dalam produk manufaktur; dan (2) perdagangan dalam jasa. Teknologi  yang diterima dan dibayarkan dari proses jual beli produk manufaktur dan jasa merupakan bentuk utama dari kepemilikan teknologi. Dalam hal ini teknologi yang melekat pada produk yang diperdagangkan tersebut dibagi atas empat kategori yaitu: (1) produk yang dihasilkan dari pengalihan secara teknik (transfer of techniques) seperti paten dan lisensi; (2) produk yang dihasilkan dari pengalihan rancangan (transfer of designs) seperti merek dagang, pola perdagangan, lisensi, dan franchise; (3) jasa pengantaran (delivery of services) menggunakan teknik tertentu dan knowledge perekayasaan; (4) litbang industri. Dari ulasan di atas  dapat diketahui bahwa  TBP mengukur pengalihan (transfer) teknologi internasional melalui empat kategori dari perdagangan teknologi.

TBP Indonesia

Berdasarkan hasil kajian Pusat Penelitian Perkembangan Iptek – LIPI di tahun 2009, diketahui posisi neraca perdagangan teknologi di Indonesia dalam kurun 1999–2007, secara keseluruhan Indonesia memiliki posisi neraca perdagangan teknologi yang cenderung fluktuatif. Neraca perdagangan produk teknologi Indonesia merupakan penyumbang surplus di kancah perdagangan teknologi internasional (hingga awal tahun 2008), sebaliknya, neraca perdagangan jasa selalu menjadi penyumbang defisit di kancah perdagangan teknologi Indonesia.

Pada tataran  neraca perdagangan barang di empat kategori kandungan teknologi, Indonesia menunjukkan perkembangan surplus yang stagnan terhadap beberapa negara (dengan angka surplus rata-rata di atas Juta US$ 7 milyar. Namun demikian, pada tahun 2008, posisi tersebut mengalami penurunan yang tajam bahkan cenderung mengalami defisit di angka US$ 5 miliar.

Penurunan yang tajam tersebut, terutama disumbang oleh defisitnya neraca perdagangan teknologi dengan negara Singapura dan Jepang. Meski kondisi defisit tersebut relatif tinggi, namun neraca perdagangan menurut intensitas teknologi rendah Indonesia masih mengalami surplus terhadap semua Negara tersebut kecuali Thailand, sedangkan pada neraca perdagangan jasa teknologi, Indonesia tampak terus mengalami defisit terutama dalam kurun 2004–2008.

Hal ini ditandai dengan saldo neraca yang mencapai minus yang terus bertambah hingga mencapai hampir US$ 2 milyar pada akhir tahun 2008. Defisit neraca jasa disumbang oleh defisitnya tiga transaksi jasa utama yakni jasa konstruksi, jasa komputer, serta royalti dan imbalan lisensi.

Lebih jauh, kondisi perdagangan teknologi di Indonesia merupakan net exsporter untuk barang dengan kategori teknologi tinggi (hi- tech) dan teknologi rendah (low-tech). Sebaliknya, pada produk barang kategori teknologi menengah-tinggi (med-hi tech) dan menengah-rendah (med-low tech) Indonesia memiliki posisi sebagai net importer.

Walaupun demikian, meski dalam perdagangan posisi Indonesia sebagai net exsporter pada produk hi-tech, namun pada kenyataannya Indonesia tidak memiliki kapasitas sebagai pemilik teknologi dalam industri produk ini. Tingginya ekspor produk kategori ini ternyata hanya mayoritas terdiri atas produk rakitan dengan bahan baku impor berteknologi tinggi.

Selain itu, investasi dari industri tersebut kebanyakan dikuasai oleh PMA membuat kemungkinan pembelajaran teknologi sangat sulit karena kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) pada umumnya dilakukan di perusahaan induk di luar negeri, sedangkan untuk barang kategori teknologi rendah meskipun Indonesia merupakan net exsporter perlu diperhatikan bahwa produk yang masuk kategori ini merupakan produk dari  industri nonprioritas dunia (antara lain industri garmen), dan masih banyak dari produk tersebut yang kualitasnya kurang optimal. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Indonesia masih lemah dalam pengembangan teknologi di keempat ketegori produk industri tersebut, meski memiliki potensi besar di produk low-tech.

Ditulis Oleh : Prakoso  Bhairawa Putera
Peneliti Muda Kebijakan dan Perkembangan Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Penelitian Perkembangan Iptek

Kisruh Penjualan Tiket, PSSI Harus Benahi Sistem

0

Hal 26-27-Ilustrasi InspirationSepanjang sejarah penjualan tiket sepak bola di Indonesia, barangkali ini yang pertama kali menimbulkan kericuhan hingga menelan satu nyawa pemulung karena berdesak-desakan memperebutkan tiket di loket penjualan. Kondisi tidak normal ini sudah terjadi ketika timnas berhasil masuk semifinal melawan Philipina 19 Desember 2010. Kondisi ini berlanjut dan mencapai puncaknya pada tanggal 26 Desember 2010 saat ratusan bahkan ribuan pendukung rela antri dan menginap semalaman di depan loket padahal penjualan tiket baru dibuka pukul sepuluh pagi.

Keberhasilan timnas Indonesia masuk final melawan Malaysia seolah menyihir puluhan ribu pendukung fanatik sepak bola Indonesia untuk berduyun-duyun mengejar tiket di Senayan walaupun nyawa taruhannya. Penulis yang sempat mengamati langsung di lapangan hampir tak percaya kalau para penggila bola ini masih tetap setia menunggu di depan loket padahal hari sedang hujan dan waktu telah pukul 13.00 wkbi. Kondisi ini mengingatkan penulis pada situasi ketika orang berbondong-bondong antri tiket kereta api atau bis demi mendapatkan tiket mudik saat hari raya Idul Fitri tiba.

Timbul pertanyaan, apakah memang tidak ada cara lain lagi yang lebih efisien dan efektif untuk melayani masyarakat yang ingin menonton sepak bola di Stadion Bung Karno? Bukankah sistem penjualan tiket cara “jadul” ini sudah sering menimbulkan masalah bagi panitia dalam hal ini PSSI? Lalu, sampai kapan sistem ini dipertahankan kalau ternyata lebih banyak merugikan masyarakat? Masih banyak pertanyaan lain yang dapat diajukan kepada PSSI terkait sistem penjualan tiket sepak bola ini. Ironisnya masyarakat malah dituding tidak tertib ketika membeli tiket di loket sekitar stadion.

Amat miris rasanya melihat sistem penjualan tiket kejuaraan sepak bola piala AFF di gelora Bung Karno. Semestinya antrian panjang, desak-desakan, rebutan, menginap bahkan pingsan tidak perlu terjadi seandainya PSSI mau belajar dan mengevaluasi sistem penjualan tiket secara cermat dari berbagai sisi. Bagaimanapun juga para pendukung itu memiliki kekuatan pendorong spirit yang dapat menyemangati perjuangan anggota timnas di lapangan. Tanpa pendukung fanatik, mental dan semangat juang anggota timnas bisa rontok. Secara psikologis, kondisi ini bisa mempengaruhi penampilan pemain di lapangan. Oleh karena itu, PSSI harus menghargai dan mengedepankan sistem pelayanan yang lebih manusiawi kepada masyarakat yang dengan kerelaan ingin memberikan dukungan semangat secara spontanitas kepada timnas kebanggaan Indonesia ini.

Tiket Onine

Dalam kondisi sekarang, ketika teknologi informasi dan komunikasi sudah semakin maju dan canggih, semestinya sistem pelayanan atau penjualan tiket di Gelora Bung Karno sudah beralih ke cara yang lebih sistematis. Sejauh yang penulis amati, panitia piala AFF telah menggunakan sistem penjualan tiket online yang beralamat di http://www.ticketsas.com. Sayangnya, ini hanya berlaku bagi kelas VIP dan VVIP yang jumlahnya sangat terbatas. Itupun kabarnya tidak berfungsi maksimal alias error. Sementara tiket untuk kategori I, II dan III dijual dengan cara membeli langsung di loket sekitar stadion Bung Karno. Itupun harus menggunakan voucer yang dibagikan oleh panitia. Penjualan tiket langsung yang hanya menggunakan satu titik ini justru mendatangkan kekacauan karena ternyata pembeli membludak hingga sulit dikontrol. Mengapat tidak memberlakukan saja sistem online untuk semua kategori sehingga tidak membuat setiap orang bersusah payah antri berhari-hari untuk mendapatkan tiket?

Padahal sistem penjualan online ada yang menggunakan kartu kredit (real online) dan ada yang menggunakan cara transfer langsung via bank yang telah bekerja sama dengan pihak penylenggara sebagaimana yang dikatakan oleh Djoko Dryono, CEO P.T. Liga Indonesia (http://bola.inilah.com). Sistematika penjualan tiket online ini diatur langsung oleh AFF melalui WSG, pemegang hak komersial Piala AFF 2010. WSG kemudian menunjuk perusahaan seat adviser, yakni My Ticket yang khusus menangani penjualan tiket dan pengaturan tempat duduk. “Mulai dari penjual dan pengatur masuknya penonton semuanya dari mereka (WSG), yang dibekali secara khusus kemampuan untuk mengoperasikan peralatan yang terintegrasi secara online serta kemampuan khusus untuk mengatur alur penonton,” demikian pernyataan Djoko sebagaimana dikutip dari situs http://bola.inilah.com.

Dalam praktiknya, sistem ini tidak berjalan seperti yang diharapkan karena masih banyak yang tidak bisa mendapatkan atau membeli tiket secara online pada hari H nya.  Apakah memang ada kesalahan sistem ataukah ada unsur kesengajaan untuk tidak memfungsikan tiket online-nya sehingga calon pembeli sulit mengaksesnya, ini masih menjadi tanda tanya sebagian penggila bola di twitter.

Teknologi Pendukung

Harap diingat bahwa gelora Bung Karno berada di ibu kota negara yang infrastruktur teknologi informasi dan komunikasinya cukup mendukung untuk pengembangan sebuah sistem pelayanan tiket secara terpadu dan online. Bukankah sistem pelayanan tiket online kini sudah menjadi hal yang biasa di  sebagian besar negara di dunia?  Sistem pelayanan tiket elektronik (e-ticketing) ini bisa dijadikan acuan bagi PSSI untuk membangun sistem pelayanan tiket elektronik di gelora Bung Karno. Secara teknis, hal ini sangat dimungkinkan mengingat kapasitas stadion sudah diketahui dan tempat duduk dalam stadion sudah jelas pembagiannya. Hal ini ditunjang pula dengan ketersediaan infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia yang memadai untuk mengembangkannya. Lalu mengapa pihak penyelenggara tidak menerapkannya dengan baik. Ada apa sebenarnya dengan sistem penjualan tiket online sehingga panitia masih kembali ke cara-cara penjualan tradisionnal yang terkesan tidak profesional itu? Bandingkanlah dengan Malaysia yang konon masyarakatnya tidak seantusias Indonesia, tetapi sistem penjualannya tidak membuat pembeli tiket berjubel-jubel di depan loket. Padahal kapasitas tempat duduk di Stadion Bukit Jalil itu bisa mencapai seratus ribu kursi. Kenyataannya semua kursi terisi penuh walaupun tidak seheboh di Indonesia.

Pihak penyelenggara khususnya PSSI tampaknya masih harus belajar lagi ke negeri jiran atau ke negara-negara barat yang sukses melaksanakan sistem penjualan tiket pertandingan sepak bola, yang bisa menghasilkan keuntungan besar secara finansial tetapi tidak merugikan para pendukung fanatis atau masyarakat yang ingin menyaksikan langsung tim-tim kesayangannya di lapangan. Kekisruhan penjualan tiket di Senayan beberapa waktu lalu itu hendaknya menjadi pelajaran berharga buat PSSI untuk membenahi sistem penjualan tiket yang lebih baik lagi. Lebih baik di sini dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan suatu pola manajemen penjualan tiket yang lebih sistimatis dan otomatis yang berbasiskan teknologi informasi. Kalau sistem itu sudah tersedia, tinggal manajemennya yang harus dibenahi dan dijalankan secara professional sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik sehingga tidak dirugikan baik secara materi maupun non materi. Kalau sistem itu belum tersedia, maka saatnya bagi PSSI untuk membangun sebuah sistem penjualan dan pelayanan tiket sepak bola secara terpadu dan sistimatis dengan basis teknologi informasi. Bila perlu PSSI bekerja sama dengan para pengembang sistem teknologi informasi dalam negeri yang telah berpengalaman dalam rancang-merancang sistem penjualan elektronik. Hal ini penting, agar PSSI makin siap dan professional melayani para pecinta sepak bola di tanah air yang kian banyak saja.

Partai Final Indonesia-Malayasia leg II di Gelora Bung Karno memang telah berakhir 29 Desember 2010 dengan skor 2-1 untuk Indonesia. Walaupun belum berhasil merebut piala AFF 2010, Indonesia sudah menang dan masih yang terbaik di mata publiknya sendiri. Apresiasi ini tetap diberikan para pendukung timnas Indonesia atas perjuangan mereka yang tak kenal menyerah di lapangan. Terbukti anggota timnas tetap dielu-elukan masyarakat Indonesia.

Ini suatu pertanda bahwa nilai-nilai sportifitas kini semakin dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Dukungan masyarakat yang luas ini hendaknya juga menjadi perhatian serius PSSI agar  kehadiran mereka ke depan tidak lagi dilayani dengan cara-cara yang tidak profesinal dan tidak manusiawi. Mulailah dari sekarang untuk membenahi sistem pelayanan tersebut dan semoga ke depan sepak bola Indonesia makin maju dan bisa meraih juara.