Home Blog Page 998

CEO SkyBee, KENDRO HENDRA: Produk Lokal, lebih Murah dan Berkualitas

0

Kendro 01SkyBee terus memperkuat pasar, terutama di segmen low-mid end melalui inovasi terbaru. Selain memasarkan produk, melalui anak perusahaannya, InTouch, mereka juga berkutat menciptakan sejumlah aplikasi.

Inovasi tampaknya tak pernah berhenti ditelurkan Kendro Hendra. Terlebih, Chief Executive Officer (CEO) Intouch ini bukan orang baru di dunia telekomunikasi. Prestasinya tercatat di tingkat dunia melalui beberapa aplikasi canggih yang ia ciptakan sendiri. Hanya saja, karya-karya pria berkacamata ini dibeli atas nama Nokia.

Tak puas selalu menjadi orang di balik layar, Kendro pun mengembangkan aplikasi sendiri bernama Mobinity. Memiliki slogan “Made in, by, for Indonesia”, Mobinity diciptakan Kendro sebagai persembahan bagi bangsa. Baginya, akses internet merupakan hak semua orang. Bahkan mereka yang berkantong tipis pun mempunyai hak untuk mendapat informasi.

“Saya menciptakan produknya asli lokal dan dijamin lebih murah daripada produk asing manapun,” kata kelahiran Palembang, 31 Desember 1955 ini. InTouch merupakan salah satu dari sedikit perusahaan komunikasi dan informasi Indonesia dengan reputasi internasional. Kantor pemasaran perusahaan yang didirikan tahun 1996 itu berada di Singapura. Di Indonesia, InTouch mempekerjakan lebih dari 60 karyawan yang setiap hari berkutat menciptakan piranti lunak dan merupakan anak perusahaan dari SkyBee, dimana Kendro juga menjabat sebagai CEO.

Ditambah dengan kepiawaian Kendro dalam menata bisnis, meski SkyBee terbilang baru, perusahaan yang bermarkas di Kebon Sirih, Jakarta ini telah menampakkan kemajuan dan berpotensi menjadi pemain besar di bidang mobile phone dan telekomunikasi.

Ingin tahu lebih banyak tentang SkyBee? Simak bincang-bincang BISKOM dengan lulusan Ilmu Komputer dari University of Manitoba, Kanada ini.

Ceritakan latar belakang mengapa Anda mendirikan perusahaan bernama SkyBee dan InTouch?
Selama ini walau memiliki kemampuan membuat aplikasi bagi produsen ponsel merk global seperti SettingWizard dan DataMover, umpamanya, yang dilisensi oleh Nokia untuk semua ponselnya di seluruh dunia, tapi InTouch tetap hanya sebagai tukang jahit yang dibayar untuk membuat aplikasi.

Kami ingin menjadi lebih dari sekadar tukang jahit. Untuk itu di InTouch, sebagai anak perusahaan Skybee, selain sebelumnya sebagai distributor Nokia Communicator, kami juga melakukan pengembangan aplikasi bernama Mobinity.

Sementara SkyBee didirikan sebagai perusahaan terintegrasi yang menyediakan perangkat keras, yakni ponsel dan Mobile Internet Device (MID) merk SkyBee. Aplikasi yang di pre-installed (embedded) dalam perangkat keras ponsel SkyBee dan SkyPad, akan memberi nilai tambah bagi pengguna.

Apa sajakah lini bisnis Skybee? Dan target seperti apa yang ingin dicapai SkyBee di tahun ini?
Kami memiliki tiga lini bisnis utama, yakni unit bisnis Telcolink (produk operator, voucher dan ponsel), unit bisnis Mobile dan Computing, serta unit bisnis Interactive Multimedia (konten, media baru dan aplikasi).

Untuk produk operator atau voucher, SkyBee merupakan salah satu Multi Region Authorized Dealer Indosat terbesar di Indonesia. Sementara di segmen telepon seluler, dengan jaringan distribusi yang telah dimiliki, SkyBee menargetkan penjualan mobile phone (hingga akhir 2010 mencapai 600.000 unit. Pada tahun ini kami diperkirakan mampu meningkatkan laba bersih 400-465 persen dibandingkan dengan 2009, yaitu menjadi Rp.17 miliar-19 miliar.

Kendro 02Menengok ke belakang, bagaimana usaha Anda saat merancang Mobinity dan apa yang bisa didapatkan dari aplikasi ini?

Kami merancang Mobinity sekitar 15 bulan, dan pada 15 Desember 2009 lalu, produk ini diluncurkan bertepatan dengan event ICT Expo dan ICT Forum Indonesia 2009 di Jakarta Convention Center.

Mobinity adalah aplikasi paling komplit untuk saat ini. Di dalamnya terdapat fasilitas mobiChat melalui Yahoo! Messenger atau MSN, mobiFriends untuk aplikasi Facebook, mobiNews yang bisa menampilkan berita dari media massa online, serta mobiMarket, dimana pengguna bisa memasang dan mencari iklan. Ada pula mobiReporter, dimana pemakai bisa membuat berita sendiri dengan merekam gambar, mengetik laporan, merekam suara, dan meng-upload-nya ke sesama anggota Mobinity. Mobinity memang hasil kerjasama saya dengan berbagai operator, vendor ponsel, dan mitra pendukung konten.

Mobinity mempunyai jargon “cuma gopek per hari sepuasnya”, atau cukup membayar Rp 15 ribu per bulan untuk mendapatkan semua fasilitas sekelas Blackberry. Dengan harga yang semurah ini, adakah pihak yang dirugikan dengan kehadiran Mobinity?

Menurut saya, tidak ada pihak yang dirugikan dari kemunculan Mobinity, baik operator yang bergabung, vendor ponsel, mitra konten, sampai konsumen. Operator, vendor ponsel, dan mitra konten sudah pasti mendapatkan untung dari hasil penjualan Mobinity, sementara pihak konsumen juga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas produk ini dengan harga yang sangat terjangkau.

Ini semua sesuai dengan  tujuan utama saya setiap kali membuat aplikasi, yaitu bisa berguna dan bermanfaat untuk semua orang. Pro consumer-lah istilahnya. Saya menciptakan produk asli lokal dan dijamin lebih murah daripada produk asing manapun. Ini juga bisa disebut dengan demokratisasi digital. Jadi jangan hanya orang kaya saja yang bisa ber-Facebook-ria.

Bagaimana perkembangan Mobinity saat ini, baik dari sisi update aplikasi maupun penggunanya?
Meski baru hadir pada akhir tahun lalu, tepatnya pertengahan Desember 2009, Mobinity mendapat sambutan baik di Indonesia. Dalam kurun waktu empat bulan, aplikasi portal ini telah didownload sebanyak kurang lebih 350 ribu kali. Mobinity juga berkembang dengan baik sekali. Saat ini telah hadir beberapa layanan baru dalam mobinity antara lain Kaskus-FJB serta JobsDBimobinity.net (Mobile Community Network).

Lalu, buatan manakah ponsel SkyPad? Apa saja kelebihan SkyPad dibanding produk kompetitor? Bagaimana dari sisi harga?
SkyPad dirancang oleh tim SkyBee bersama Design House berdasarkan platform Android. Sebagaimana hampir semua peralatan elektronik dunia, SkyPad juga diproduksi oleh Original Device Manufacturer (ODM) di China. Beberapa aplikasi diantaranya dikembangkan oleh SkyBee atau InTouch.

SkyPad memiliki beberapa kelebihan sesuai target market yang disasar yaitu menengah,  antara lain ketersediaan berbagai aplikasi melalui Android Market dan InTouch serta pengembang aplikasi Indonesia lainnya yang mengerti akan kebutuhan pengguna Indonesia. Kelebihan lain dari SkyPad diantaranya fitur yang lengkap dalam ukuran yang kecil  yakni 7 inci dan ringan, serta dipasarkan dengan harga yang pas untuk kantong, Rp 2 jutaan. Ini semua sesuai dengan tagline kami: “Innovation that fits your pocket“.

Bagaimana karakteristik pengguna Skypad?
SkyPad adalah produk MID dengan kategori yang sangat baru yang dipelopori oleh Apple iPad. Membutuhkan waktu untuk produk ini tumbuh dan berkembang. Karakteristik penggunanya adalah gabungan antara para pemakai notebook yang menginginkan alat internet dan multimedia bergerak yang lebih ringkas daripada notebook atau netbook, juga para pemakai smartphone yang menginginkan alat multimedia dan internet yang lebih besar.

Kendro 03Bagaimana after sales service yang dijanjikan Skybee?

Layanan purna jual SkyPad akan tersedia di service center SkyBee dan SkyBee Centers yang tersebar di 18 kota. Selain itu, kami memasarkannya melalui outlet OkeShop, sehingga outlet OkeShop yang menjual SkyPad juga menyediakan layanan purna jual. Semua tipe ponsel SkyBee menawarkan garansi selama satu tahun.

Seri 60AL, salah satu ponsel andalan Skybee, memiliki fitur TV hybrid yang menggabungkan fitur TV digital dan analog sekaligus, bagaimana kualitas tayangan yang ditawarkan ponsel ini berkaitan dengan kecepatan akses yang ditawarkan operator?
Melalui 60AL, SkyBee menjadi vendor pertama yang menawarkan ponsel televisi DVB-T di pasar Indonesia. Dengan fitur ini, pengguna dapat menikmati tayangan televisi dengan dua mode TV yaitu analog TV dan digital TV. Analog TV adalah fitur TV yang umum ada di ponsel lokal, sedangkan digital TV adalah penyajian TV dengan menggunakan teknologi Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T).

Bedanya adalah pada analog TV, gambar masih terlihat menyemut dan tidak bersih, namun dengan digital TV gambar yang ditangkap sangat bersih dan jernih. Untuk saat ini hanya ada beberapa stasiun TV saja yang memiliki teknologi digital TV, seperti TVRI, RCTI, TPI, Indosiar dan Trans7.

Apa pendapat Anda mengenai sistem operasi ponsel yang berkembang saat ini, terutama setelah kehadiran Android, dan bagaimanakah posisi Symbian saat ini?
Saat ini, kami melihat platform Symbian masih cukup besar di market smartphone dibandingkan yang lain. Meski banyak ancaman, tapi masih market leader untuk kategori smartphone. Jadi, yang merupakan jejaring sosial berbasis mobile (Mobile Social Networking) masih tetap jalan, dengan launcing versi symbian S60 dan Java 2.0 MIDP. Dan dengan kehadiran Mobinity, kami ingin hadirkan layanan multi-platform, tidak hanya merek, karena semua merk ponsel bisa menggunakan aplikasi ini termasuk ponsel Qwerty dari china, Samsung,LG maupun Nokia dan sebagainya.

Memang Open System seperti Android dari Google akan mengancam pemain lama seperti Windows Mobile dan Symbian. Tapi kami lebih tertarik untuk membuat ponsel murah menjadi programmable layaknya smartphone. Selain MID, konsentrasi pengembangan kami juga di VRE yang jalan di chipset MTK untuk ponsel murah yang berjumlah besar.

Menurut Anda, apa yang perlu dilakukan untuk memajukan industri TI dan telekomunikasi di Indonesia dan apa sajakah tantangannya?

Sangat penting untuk terus mengembangkan kemampuan dalam menciptakan aplikasi atau perangkat lunak. Banyak tantangan untuk memajukan bidang TI di dalam negeri. Pertama adalah pemerintah yang belum banyak berbuat untuk sektor ini dibanding Malaysia atau Singapura, kemudian sangat disayangkan, perusahaan, BUMN atau operator hingga kini belum percaya akan kemampuan aplikasi buatan dalam negeri. Kondisi ini semakin memperburuk keadaan, dimana pada akhirnya masyarakat kurang menghargai Hak Kekayaan Intelektual.

Apa pendapat Anda mengenai security di Indonesia, apa dunia seluler juga rentan terhadap serangan virus?
Selama suatu alat komunikasi itu bisa dimasukkan program alias programmable, maka akan selalu rentan terhadap serangan virus. Termasuk selular. Namun di bidang security, Indonesia cukup tanggap. Ini terlihat dari antivirus yang beredar di dalam negeri, baik yang lokal maupun buatan luar. Selain itu, apapun jenis virus baru yang muncul, kita bisa mengatasinya dengan baik.

Telah Terbit BISKOM Edisi September 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan CEO SkyBee, Kendro Hendra (Terima kasih kepada Skybee yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi September 2010 diantaranya:

• COVER STORY: CEO SkyBee, Kendro Hendra,  Produk Lokal, Lebih Murah dan Berkualitas

• FIGURE:
– Yudhi Kukuh, Country Manager Eset Indonesia: Rendah, Awareness Security di Indonesia
– Alfons Tanujaya, CEO Vaksin.com: Sekuriti Indonesia Diakui di Tingkat Dunia
– Asep Karsidi, Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal): Penting, Akurasi Informasi Geospasial

• HEADLINE:
– Politik, Motif Cyberwar
– Perkuat UU, Indonesia Siap Hadapi Cyberwar

• FOCUS:
– Waspadai Kejahatan Internet
– Amankah Anda Dari Pencurian Identitas?
– Industri Game Mirip Industri Film Holywood
– Jaringan Telekomunikasi Siap Sambut Lebaran

• BROWSING:
– Spam Via Botnet Naik 95%
– RIM Akan Kenalkan BlackPad
– MSI Perluas Pasar Asia Tenggara

• INSPIRATION:

– Prakoso Bhairawa Putera: Belajar Sukses E-Learning dari Negara Tetangga (1)
– Bob Julius Onggo: Bagaimana Prospek Iklan Internet?
– Irwin Day: Memilih Teknologi Penyaringan Konten Internet
– Muhamad Jafar Elly: Menyoal Ancaman Smartphone di Indonesia
– Sutiono Gunadi: Apa itu Limbah Elektronik ?

• REVIEW & CELLULAR:
– Axioo Neon CLW
– Transcend Jetflash V95C
– Canon XF 305
– Nokia X2
– SkyBee W171

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

HMCC Adakan Mudik Bareng

1

Mudik HMCCMudik atau ‘pulang kampung’ merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia, terutama yang dilakukan pada hari raya. Mudik bersama tentunya lebih menyenangkan dan efisien dibanding melakukan perjalanan sendiri, mengingat pada hari raya, lalu lintas biasanya sangat padat dan ongkos pulang kampung jauh lebih mahal daripada biasanya.

Berdasarkan petimbangan tersebut, Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) mengkoordinir penyelenggaraan ‘Mudik Bareng HMCC 2010’ pada hari ini (8/9).

Acara yang merupakan wujud nyata dari corporate social responsibility (CSR) HMCC ini bertujuan mulia dimana asosiasi bermaksud memberikan penghargaan kepada umat Muslim dan seluruh karyawan di Harco Mangga Dua.

Ketua HMCC, Taufresdian mengatakan, “Mudik Bareng HMCC 2010 diperuntukkan bagi umat Muslim dan karyawan yang ingin pulang kampung secara gratis. Dana penyelanggaraan diperoleh dari donatur, vendor, sponsor dan seluruh rekanan HMCC.

“Sesuai dengan temanya, ‘Kebersamaan Dalam Satu Kesatuan’, Mudik Bareng HMCC 2010 kami harapkan dapat menjadi jembatan untuk menjalin keakraban diantara para pedagang dan karyawan di lingkungan Harco Mangga Dua,” tambah Herman, Ketua Pelaksana  Mudik Bareng HMCC 2010.

Mudik Bareng 2010, lanjut Herman, merupakan kegiatan mudik petama yang dilakukan HMCC. “Tahun depan, kami rencanakan akan kembali digelar dengan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Mudik Bareng HMCC 2010 dilaksanakan dengan titik keberangkatan di area Harco Mangga Dua. Wilayah tujuan acara ini adalah beberapa kota di Jawa seperti Situbondo, Banyuwangi, Jember, Madiun, Ponorogo, Malang, Yogyakarta, dan Solo serta beberapa kota di Sumatera, menggunakan puluhan bus AC.

Hendri, Penanggung Jawab Bidang Sponsorship mengatakan, “Atas nama seluruh anggota HMCC, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra HMCC yang telah mendukung acara ini. Kami berharap di tahun mendatang akan semakin banyak kota tujuan yang bisa dicapai.”

Pada Mudik Bareng HMCC 2010 ini BISKOM turut ambil bagian sebagai media partner. Marhaban ya Ramadhan, Selamat Idul Fitri 1431 H.

Avira 10 Hadir di Indonesia

1

AviraIndonesia merupakan negara ke-5 dunia yang menghasilkan virus terbanyak. Atas dasar itu,  Avira sebagai salah satu brand antivirus terkemuka, mulai  merambah pasaran Antivirus di Indonesia, dengan menunjuk PT Eternal Asia Indonesia sebagai distributor tunggal produknya di Indonesia.

Antivirus terbaru yang dikeluarkan adalah Avira versi 10 yang bekerja berdasarkan Host Intrusion Prevention System (HIPS) yang berfungsi untuk mendeteksi malware baru serta mendeteksi serangan virus dan memblokirnya. Avira versi 10 ini hadir dalam 2 kemasan, yaitu Avira AntiVir Premium dan Avira Premium Security Suite.

Avira AntiVir Premium berfungsi untuk mengatasi beberapa virus, worms, trojans, rootkits, phishing, adware, dan spyware. Avira AntiVir Premium juga melindungi komputer pada saat browsing, dengan adanya sistem WebGuard yang berfungsi untuk menyaring malware sebelum masuk ke dalam web browser. Selain itu, sistem MailGuard yang dimilikinya berfungsi untuk mencegah masuknya email berbahaya yang kedalam komputer.

Sementara itu, Avira Premium Security Suite tidak hanya menawarkan perlindungan yang komprehensif dari beberapa virus dan malware pada saat Anda browsing, tetapi juga memiliki fitur firewall untuk melindungi komputer dari ancaman luar bahkan ketika Anda sedang browsing mengunakan komputer.

Avira Premium Security Suite juga dapat memblokir email spam yang mengganggu. Ia juga memiliki fungsi backup untuk membuat salinan data Anda. Hal yang tidak kalah penting,  tersedia pula sistem Parental Control sehingga para orang tua dapat mengawasi anak-anak secara langsung pada saat mereka browsing di internet. Melalui fitur ini, orang tua dapat membatasi waktu browsing anak-anaknya. Selain itu, para orang tua juga dapat memblokir website yang dianggap tidak perlu untuk dibuka oleh anak-anak mereka.

Avira versi 10 tersebut sudah bisa didapatkan mulai September 2010. Namun sebelumnya, PT Eternal Asia Indonesia memberikan fasilitas trial gratis dengan mendownloadnya di http://eternal-asia.co.id/products/48/0/Free-Trial-30-Days-Link/.

Taiwan Excellence, Upaya Pemerintah Taiwan Dukung Industri ICT Go International

0

Taiwan 01Pemerintah Taiwan melalui Bureau of Foreign Trade (BOFT), Kementerian Ekonomi Taiwan (Ministry of Economic Affairs, Taiwan), R.O.C, dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) mengadakan konferensi pers di gedung Taipei 101, Taipei (24/8) guna memperkenalkan produk-produk ICT Taiwan dengan fokus di tiga negara, yaitu India, Indonesia dan Vietnam dengan program Taiwan Excellence.

Wayne Wu, Vice President TAITRA, mengatakan, 19 operator ICT Taiwan telah diundang untuk menunjukkan komoditas inovatif mereka dengan tujuan meningkatkan penjualan di pasar negara berkembang dari negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Indonesia, serta di India. “Dengan serangkaian kegiatan promosi ini, kami berharap dapat mempromosikan citra industri ICT di Taiwan dan kesadaran akan merek Taiwan di pasar internasional. Kami yakin bahwa pada akhir tahun ini, konsumen di India, Indonesia, dan Vietnam akan lebih mengenal produk-produk Taiwan Excellence sementara negara-negara lain juga akan lebih bersedia untuk mendapatkan produk ICT Taiwan yang telah dikenal secara global,” tambah Wayne Wu.

Sementara itu Menteri Urusan Ekonomi Taiwan, Republik Of China, Shiang Shih-Yen, dalam sambutannya mengatakan keyakinannya tentang daya saing perusahaan ICT Taiwan berdasarkan tiga keuntungan, yaitu kemampuan keuangan, waktu yang tepat dan tekad untuk mencapai tujuan. “Mengingat munculnya konsumen kelas menengah yang berkembang pesat di pasar, Departemen Perekonomian telah memulai proyek untuk mempromosikan produk-produk terbaik dengan harga yang wajar di pasar global yang sedang berkembang, terutama di India, Indonesia, Vietnam, dan pasar negara berkembang lainnya dengan cara mempromosikan program Taiwan Excellence untuk merek industri ICT Taiwan. Oleh karena itu, pada bulan April tahun ini, Biro Perdagangan Luar Negeri di bawah Kementerian Perekonomian Taiwan mempercayakan Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal (TAITRA) untuk menjadi ujung tombak dan mengimplementasikan The 2010 Integrated Marketing dan Communication Taiwan (atau IMC project) dan meningkatkan citra merek global industri ICT Taiwan melalui pengorganisasian berbagai kegiatan promosi di pasar yang ditargetkan.

Taipei 02Beberapa bentuk promosi telah dilakukan oleh TAITRA di India, Indonesia dan Vietnam. Selain mengadakan kegiatan eksibisi Experiencing Zone for Taiwan Excellence and Taiwan International Brands di berbagai mall terkenal di masing-masing negara, TAITRA juga membuka ruang pamer Taiwan Excellent Window, bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti CHROMA dari TATA Group untuk India, peritel produk ICT dan HOAN LONG Grup dari Vietnam.

Program Taiwan Excellence ini juga memeperkenalkan selebritis dari masing-masing negara sebagai juru bicara Taiwan Excellence. Bintang film dan mantan Miss Universe, Lara Dutta, ditunjuk untuk mewakili India. Artis dan mantan VJ MTV, Cathy Sharon ditunjuk untuk mewakili Indonesia. Mantan Ratu Kecantikan Vietnam, Huong Giang, mewakili Vietnam dan artis popular Taiwan, Blue Lan, mewakili Taiwan.

Cathy Sharon, salah satu dari juru bicara internasional untuk Taiwan Excellence, mengatakan bahwa banyak orang Indonesia terkesan oleh kualitas yang baik untuk produk ICT buatan Taiwan. Menurut Sharon, media di Indonesia juga sangat membantu meningkatkan citra merek Taiwan.

Acara konferensi pers ini dihadiri pula oleh pejabat masing-masing negara. Dari Indonesia tampak hadir Bambang Mulyanto, Kabid Perdagangan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei dan diliput pula oleh media dari Taiwan, India, Vietnam dan Indonesia, termasuk majalah BISKOM.

E-Mall Ratu Plaza: Tempat Asik Belanja Peranti IT

0

LOGO E-MALLBagi Anda yang tinggal di kawasan Jakarta Selatan, tak perlu jauh-jauh untuk berbelanja perangkat komputer, handphone, ataupun kamera. Anda bisa mendapatkannya di E-Mall Ratu Plaza dengan harga bersaing plus suasana belanja yang nyaman dan aman. Dan bagi penggemar dunia fotografi, tak perlu jauh-jauh ke kawasan pusat penjualan komputer di kawasan Jakarta Utara untuk mendapatkan produk berkualitas terbaik.

Cobalah mampir ke E-Mall Ratu Plaza yang berada di lantai ground, lantai 1 dan lantai 3 Ratu Plaza. Inilah mal information technology (IT) terbesar di kawasan jakarta Selatan. Lokasinya tepat di ujung Jalan Sudirman. Mal itu memiliki 500 tenant yang menyediakan berbagai macam peranti teknologi informasi, dari komputer sampai handphone. Lantas apa nilai plus dari E-Mall Ratu Plaza dibanding mal sejenis di Jakarta Selatan?

“Kami menyediakan tempat belanja yang aman, nyaman, dan tentu saja lokasi yang strategis. Kami berada di ujung Jalan Sudirman, pusat perkantoran, sehingga mereka yang berkantor di kawasan bisnis Sudirman, Thamrin, atau Kuningan ingin belanja peralatan IT sangat mudah menjangkaunya,” kata Deddy Andu, Direktur PT Dyamall Graha Utama, pengelola E-Mall Ratu Plaza.

Lalu bagi mereka yang berada di kawasan Jakarta Selatan atau Jakarta Pusat menjangkaunya terbilang mudah. Lokasi tak jauh dari Blok M, dan bila tak ingin repot karena macet, Anda bisa menjangkaunya dengan bus TransJakarta jalur Kota – Blok M.

Belanja juga menjadi nyaman lantaran interior dan eksterior yang modern menciptakan suasana belanja yang nyaman sekaligus aman. Di lantai 1, tersedia tempat nongkrong untuk sekedar bersantai atau berbincang dengan kolega, semisal kafe @Box dan beberapa kafe lainnya.

e-mall 01E-Mall Ratu Plaza juga tempat service center produk Acer, Sony Vaio dan Apple yang melayani segala keluhan konsumen terhadap produk tersebut. Tak lama lagi HP juga akan membuka service center-nya di E-Mall Ratu Plaza. Dalam waktu dekat brand-brand ternama juga akan membuka service center di E-Mall Ratu Plaza. “Kami bekerja sama dengan bank untuk kredit 0%, yang akan memungkinkan belanja produk IT bisa dicicil dan tanpa bunga,” imbuh Andu.

Bukan Sekadar Mall IT Biasa
E-Mall Ratu Plaza memang bukan sekedar deretan tenant untuk menjual komputer. lebih dari itu, pengelola mal kerap menghelat berbagai pameran dan event untuk meramaikan E-Mall Ratu Plaza. Misalnya pada akhir Juni lalu, PT Dyamall Graha Utama sebagai pengelola menggelar Week of Photography, mengundang komunitas fotografer untuk menghelat workshop di sana. “Dalam setahun kami menggelar 5 event dengan rentang waktu tiga bulan sekali,” ujar Endang Sugiarti, Assistance Promotion Manager. Konsepnya, para pemilik tenant berpameran sepanjang tahun. Segala event baik pameran maupun acara lain dipusatkan di Atrium Ground Floor – Ratu Plaza.

Nah, tunggu apalagi silakan datang ke E-Mall Ratu Plaza, Anda bisa belanja mendapatkan produk IT berkualitas dengan harga bersaing, dengan suasana yang nyaman.

3D: Banyak Masalah, Tapi Tetap Digemari

0

Editorial.jpgTAK terasa, kita telah melewati semester pertama 2010. Di dunia teknologi informasi (TI), cukup banyak kemajuan dan evolusi yang bisa kita lihat, diantaranya terjadi pada teknologi visual bergerak. Pada segmen ini, bisa dikatakan kemajuan yang berarti disebabkan oleh munculnya kembali teknologi tiga dimensi (3D) pada televisi.

Teknologi 3D memang bukan hal baru. Ia sudah ada sejak puluhan tahun lalu, saat film 3D pertama Bwana Devil menjanjikan “singa ke pangkuan Anda” dan “kekasih ke dalam pelukan Anda” pada 1952. Namun saat ini, dengan tampilan yang lebih real dan hidup, 3D menjanjikan pengalaman yang beda saat menonton televisi.

Bukan hanya tampilan 3D, produsen televisi juga telah membenamkan tiga kemampuan lain terbaru pada kotak tipis ini, seperti video calling, koneksi internet dan kemampuan mengupdate status Facebook. Artinya, televisi tak lama lagi akan berkemampuan sama dengan sebuah komputer yang biasa Anda gunakan sekarang.

Tetapi, televisi 3D datang dengan sedikit masalah yang tidak sepele. Menonton dengan kacamata yang sanggup menampilkan gambaran 3D ternyata cukup merepotkan. Kendati teknologi memungkinkan untuk meniadakan kacamata, nyatanya produsen masih enggan memproduksinya dengan alasan akan berbiaya lebih tinggi dibanding televisi 3D yang ada sekarang. Padahal, televisi 3D tidak murah. Untuk beberapa tipe, harganya bisa Rp. 5 juta lebih mahal dari TV LED atau TV plasma.

Harga yang mahal kemungkinan akan menjadi rintangan bagi banyak konsumen. Chang Knight, analis ekuitas di Panasonic mengatakan “Harga dapat menakut-nakuti orang untuk beralih ke 3D.” Disamping masalah harga, teknologi 3D rupanya cukup berbahaya bagi kesehatan. Juru bicara Samsung melaporkan televisi 3D berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan, gerakan yang tidak diinginkan seperti kedutan, mual, hingga kehilangan kesadaran. “Televisi 3D juga menimbulkan kelelahan, disorientasi, dan keram,” kata sumber tersebut seperti dikutip Digital Trends. Samsung juga menganjurkan agar perempuan hamil, pengidap epilepsi atau memiliki riwayat stroke, di bawah pengaruh alkohol, dan manula menghindari menonton tayangan televisi 3D.

Nyatanya, meski kehadirannya membawa berbagai tantangan, Consumer Electronics Association cukup yakin bahwa akan ada 2,2 juta televisi 3D yang terjual tahun ini. Penyebabnya, seperti dikatakan Howard Stringer kepala eksekutif Sony,  “Menyangkut hiburan rumahan, tak ada pengalaman yang menyenangkan  layaknya 3D.”

Mengatasi permasalahan ini, tampaknya produsen terpaksa harus terus melakukan terobosan untuk memberikan ilusi tanpa kaca mata, namun kemungkinan masih perlu waktu bertahun-tahun sebelum teknologinya siap. Kita tunggu saja.

ROCE II, Pameran Komputer di Bulan Ramadhan

0

01. ROCE IISetelah sukses dengan pameran Roxy Computer Expo I (ROCE)  yang diselenggarakan pada awal tahun 2010 lalu,  Roxy Square Computer Center kembali mengadakan pameran ROCE II yang diselenggarakan mulai 4 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2010 di Roxy Square Jakarta. Pameran komputer yang mengambil momen di bulan Ramadhan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk mendapatkan produk-produk TI dengan harga khusus. Salah satunya adalah promo laptop branded dengan harga hanya dua jutaan rupiah saja.

Soegiharto Santoso, ketua umum HRCC, mengatakan pameran ROCE II adalah kelanjutan dari pameran ROCE I. “kami menyelenggarakan pameran komputer ini untuk menjembatani kesenjangan digital bagi masyarakan dengan menyediakan berbagai produk TI dengan harga yang terjangkau,” ujar Soegiharto. “Selain itu dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, pada pameran kali ini kami juga menggandeng kementerian Kominfo untuk mensosialisasikan internet sehat kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menggunakan internet secara aman dan bebas dari konten-konten negatif,” tambah Soegiharto.

Lucky Christian, ketua penyelenggara pameran ROCE II, mengatakan berbagai produk-produk TI berkualitas ditawarkan kepada masyarakat. “Salah satu promo yang menarik dalam pameran ini adalah penjualan laptop bermerek dengan harga hanya dua jutaan rupiah saja,” ujar Lucky, “Tidak hanya itu, di pameran ini juga kami mengedepankan sisi edukasinya dengan sosialisasi internet sehat kepada masyarakat dengan dukungan dari Kementerian Kominfo dan juga hiburannya, seperti game-online dengan hadiah-hadiah yang menarik, sehingga pameran kami tidak monoton hanya untuk ajang penjualan saja,” tambah Lucky.

Vendor-vendor TI yang mendukung pameran ini diantaranya Acer, Compaq, Dell, BenQ, Lenovo, Axioo, MSI, Samsung, Toshiba, Sparkle, Montero, AOC, Sonigear dan Powerlogic.

02. ROCE IISementara itu, Sesditjen Aptel Kementerian Kominfo, Djoko Agung Harijadi, pada saat meresmikan pameran ROCE II, mengatakan Kementerian Kominfo mendukung pameran ROCE ini sebagai benduk edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi kesenjangan digital. “Tentunya kesenjangan digital dipersempit bukan hanya dengan dipermudahnya masyarakat memiliki perangkat-perangkat TI, tetapi juga harus diimbangi dengan pengetahuan-pengetahuan mengenai konten-konten yang digunakan untuk menjalankan perangkat tersebut, saat ini era keterbukaan informasi melalui internet tidak dapat dibendung, kita harus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana caranya menggunakan internet secara sehat dan aman,” kata Djoko.

Sebagai pusat perbelanjaan yang sedang tumbuh berkembang, saat ini di Roxy Square telah bergabung pengusaha telepon genggam, fashion, komputer, perbankan (BCA dan BNI) dan rumah makan cepat saji KFC, AW dan supermarket. Saat ini telah dibuka juga Times Internet Cafe yang juga sebagai Games Center  dengan jumlah komputer yang digunakan mencapai 100 unit dan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid.

ROCE 2010 juga didukung sejumlah media partner seperti SINDO dan BISKOM.

SATORU ARAI, Presdir PT. Sony Indonesia: Sony Akan Jadi Produk Nomor Satu

0

Arai 01Kehadiran teknologi Light Emitting Diode (LED) pada LCD TV belum usai dibicarakan, kabarnya pada pertengahan tahun ini, tren tersebut akan digantikan oleh teknologi bernama Three Dimension atau tiga dimensi (3D).

Sebagai perusahaan yang selalu gencar  mengeluarkan produk-produk yang berteknologi terbaru, Sony pun berencana mengeluarkan produk-produk yang berteknologi 3D seperti televisi, pemutar Blu-ray, kamera maupun PS3. Di Jepang, dimana Sony berasal, jumlah produk yang mengadopsi teknologi 3D juga berkembang  pesat. Menurut Satoru Arai,  President Director PT. Sony Indonesia, tren produk 3D  ini nanti akan berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi besar.

“Sony akan terus meningkatkan  perangkat keras 3D. Selain LCD 3D bernama ‘BRAVIA’, Sony Group juga mengembangkan perangkat 3D untuk  banyak perangkat lainnya seperti kamera,  Blu-ray, dan PS3 juga untuk jajaran produk Sony VAIO,” kata pria ke­­la­hiran Nagoya, Jepang, ta­hun 1967 itu.

Bicara mengenai karir, Satoru Arai  mengaku tak pernah membayangkan menjadi Presiden Direktur Sony Indonesia, sebuah jabatan tertinggi di cabang produsen Sony di luar negeri. Arai-san, demikian ia biasa disapa, mengawali karier hanya sebagai seorang salesman. Ia menggantikan Koji Wa­kaizumi yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur Sony Indonesia pada 15 April 2010. Sebelum bertugas di Indo­ne­sia, Arai menjabat sebagai Coun­try Manager Sony di Tehe­ran, Iran, sebagai salah satu cabang dari Sony Gulf. “Yang terpenting kerja keras dan mau belajar. Sebab kita tak tahu apa yang akan terjadi di ma­sa yang akan datang,” jelasnya ketika ditanya mengenai kiat sukses yang dijalankannya.

Sebelumnya, pada  tahun 2000 Arai juga pernah  ditempatkan di kantor pusat Sony Gulf di Dubai, Uni Emi­rat Arab, sebagai Area Ma­nager. Pada tahun 2006, ia akhir­nya kembali dipercaya untuk menja­bat salah satu posisi kunci di Sony Gulf.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan pria lulusan Fakultas Ekonomi, Universitas Rikyo, Tokyo-Jepang yang memiliki  hobi bermain musik sejak kecil,  terutama alat musik drum.

Anda baru saja menjabat sebagai Presiden Direktur Sony Indonesia. Kebijakan apa yang Anda jalankan untuk semakin mempopulerkan Sony di Indonesia?
Sejak ditugaskan menjadi menjadi Presiden Direktur  bulan April lalu, salah satu tugas utama saya adalah bagaimana mengubah pandangan dan cara kerja dari tim Sony Indonesia agar dapat memaksimalkan jumlah penjualan. Pada intinya, saya dan tim di Sony Indonesia akan berusaha membuat semua pro­duk Sony menjadi nomor satu di pasar elektronik Indo­nesia.

Arai 02Strategi apa yang Anda jalankan untuk menjadi nomor satu?
Strateginya adalah memperkuat lima “touchpoint” yang selama ini dijalankan oleh Sony. Pertama, adalah bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan konsumen, kedua dengan memperbanyak toko-toko atau Sony Center maupun VAIO Shop. Kemudian kami juga lebih gencar berpromosi melalui  iklan dan media, dan juga memperbanyak even-even termasuk  memperkuat tim  pusat informasi Sony. Dan yang terakhir adalah terus meningkatkan pelayanan after sales.

Kami berharap, dengan meningkatkan layanan dengan lima titik sentuh tadi maka penjualan Sony akan terus meningkat, selain agar pesan kami bisa lebih jelas sampai kepada konsumen.

Target lain seperti apa yang Anda ingin capai di Sony Indonesia?

Yang pasti, Sony ingin selalu meningkatkan penjualan di Indonesia.  Salah satu contohnya adalah memahami betapa pentingnya sinkronisasi. Misalnya, kami sudah mengiklankan sebuah produk baru,  kemudian konsumen tertarik untuk membelinya. Ketika dia datang ke toko untuk membelinya tetapi  ternyata produknya tidak ada, pastinya dia akan kecewa. Hal seperti itu kami harap tidak akan terjadi. Contoh lainnya,  ketika konsumen menelepon ke petugas toko, namun petugas  tidak tahu mengenai produk yang ditanyakan,  pastinya konsumen akan kecewa  dan membuat mereka berhenti membeli produk Sony. Nah,  sinkronisasi di semua titik yang saya sebutkan tadi sangat diperlukan.

Bagaimana dengan service center yang dimiliki Sony, apakah sudah cukup ideal baik dari segi kualitas maupun kuantitas?
Jumlah service center Sony di Indonesia saat ini ada sekitar 60. Tapi, kami tidak hanya fokus pada jumlah, meski jumlah itu penting untuk memperluas jangakuan. Saat ini fokus kami adalah memperbaiki level pelayanan agar kualitasnya lebih baik lagi.

Seperti kita ketahui,  teknologi 3D kini makin booming, produk apa saja yang disiapkan Sony?
Ya betul. Sony di tahun 2010 ini berencana untuk mulai meluncurkan konsep 3D lewat beberapa produk terbaru. Sebenarnya, kami sudah memperkenalkan televisi 3D serta Blu-ray 3D. Namun yang paling unik dari Sony adalah tambahan teknologi 3D pada PS3 dengan hanya meng-upgrade software, kemudian pemain game bisa langsung  memainkan game-game 3D terbaru. Artinya, tidak perlu membeli konsol baru untuk PS3 tersebut.

Tidak hanya jajaran game, teknologi 3D juga diadopsi pada  produk-produk baru seperti kamera. Sony akan meluncurkan kamera Alpha NEX3 dan NEX5 yang ramping sekali dengan mutu gambar sekelas DSLR sekaligus lensa yang bisa diganti ganti. Untuk kamera ini, pengguna juga dapat men-download sebuah software 3D sehingga kapabilitas 3D bisa didapatkan jika mengambil foto panorama.

Fitur 3D hanya akan muncul bila kita melihat gambar hasil shooting di sebuah TV Bravia 3D. Saat ini, belum ada kompetitor yang memiliki  fitur itu. Disamping produk-produk tadi, keluarga VAIO kemungkinan juga akan diupdate dengan teknologi 3D.

Arai 03Bagaimana dari sisi price pada produk-produk yang mengadopsi teknologi-teknologi baru seperti 3D?
Untuk kategori televisi 3D dari Sony kami belum memastikan harganya. Tapi, seperti yang sudah dijelaskan, dari sisi kamera Alpha NEX dan PS3 itu, up gradenya semuanya gratis dan tidak memerlukan biaya tambahan.

Saat ini dunia hardware dimeriahkan oleh kehadian PC tablet, apakah Sony juga berkonsentrasi memproduksi produk sejenis? Tipe apa saja yang siap diluncurkan?
Kemungkinanan itu sangat luas, apalagi Sony sendiri mempunyai produk yang disebut e-Reader, meski mungkin tidak masuk ke Asia Pasifik dan hanya dipasarkan  khusus untuk Amerika Serikat dan Jepang.  Namun akan ada konvergensi pada jajaran VAIO yang bisa dipadukan dengan e-Reader. Jadi, saat ini kami sedang membuat riset bagaimana bentuk VAIO kedepan.

Lalu inovasi lain seperti apa yang saat ini sedang Sony perkenalkan?

Saat ini Sony memang belum terlalu gencar di PC Tablet, karena kami sedang berkonsentrasi pada notebook VAIO P  yang bisa diselipkan atau  dimasukkan ke saku celana. Dari segi tampilan, seri P ini sangat menarik. Warnanya trendy, pink merona dan orange menyala.

Seperti pada kamera, kami menerapkan gesture control pada notebook. Fitur ini mampu menyesuaikan arah tampilan. Jika notebook diputar ke arah horisontal dari arah vertikal, atau sebaliknya, tayangan di LCD-nya otomatis menyesuaikan diri. Itu sebenarnya sudah merupakan satu langkah baru.

Bagaimana kesiapan Sony dalam menyambut era 4G di tahun ini dan tahun mendatang?
Indonesia dalam dua tahun mendatang seperti kita ketahui memang akan masuk pada era WiMax. Sebetulnya,  produk VAIO rata-rata sudah mendukung teknologi ini, namun beberapa seri VAIO dengan WiMax baru beberapa tipe saja yang dipersiapkan untuk pasar Indonesia, sambil menunggu siapnya jaringan WiMax di Indonesia.

Arai 04Apa pula yang dilakukan Sony untuk memasyarakatkan penggunaan teknologi di masyarakat yang belum terjamah teknologi?
Sebetulnya dengan memberikan informasi jajaran produk Sony  yang lengkap kuncinya, terutama ke daerah-daerah di luar Jakarta, itu merupakan salah satu penetrasi dan informasi teknologi yang  mereka butuhkan.  Contohnya, kita masih dapat melihat penggunaan TV tabung di daerah masih sangat tinggi. Dan, yang tersedia di toko-toko memang produk-produk seperti itu. Dengan informasi yang terus menerus kami lakukan, tiap tahun pastinya akan ada masa transisi ke produk berjenis LCD.

Seperti apa bentuk dukungan Sony terhadap dunia pendidikan secara global?
Pendidikan merupakan salah  hal yang penting yang diperhatikan  Sony di seluruh dunia. Baik di tingkat pusat maupun masing-masing sales company memiliki program-program untuk dunia pendidikan. Misalnya, Sony Indonesia mengadopsi sekolah rakyat di lingkungan kantor Sony yakni di SD Karet 01 dan 06 Setiabudi yang anak-anaknya tidak di pungut biaya.

Sony Indonesia juga membangun perpustakaan mereka dan  juga menggalang buku. Buku itu di dapatkan dari  karyawan maupun di setiap Sony Center. Tahun lalu,  sudah terkumpul sebanyak 3.000 buku. Saat ini, kami fokus untuk sekolah berikutnya.

Di luar itu, kami juga menanam bakau di pulau Rambut karena konsep dari Corporate Social Responsibility (CSR) kami berdasarkan pada Employee Participation bukan dalam bentuk uang. Kedepan tentunya kami akan membangun hal yang sama di daerah-daerah lainnya.

Apakah Sony juga mendukung green technology? Langkah seperti apa yang sudah dijalankan?

Sebetulnya Sony Group secara keseluruhan telah mengadopsi kampanye hemat energi, mulai dari pabriknya, bagaimana mengurangi konsumsi C02, listrik dan lain-lain.

Kalau diaplikasikan pada  produknya, banyak  sekali materi yang bisa didaur ulang, mulai dari packaging-nya  seperti pada VAIO  yang mengemas fitur recycle material dan bahkan  Sony VAIO seri W yang dibuat dari serpihan CD bekas maupun  plastik bekas yang didaur ulang.

Penggunaan plastik daur ulang tersebut niscaya akan membantu mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 10% dibanding plastik biasa. Keunikan lain dari VAIO seri W adalah ketika kita membeli produk tersebut, boks yang biasanya digunakan untuk membungkus telah diganti dengan tas yang ramah lingkungan.  Bahan eksteriornya pun 100% terbuat dari materi botol plastik daur ulang.

Telah Terbit BISKOM Edisi Agustus 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Presiden Direktur PT. Sony Indonesia, Satoru Arai (Terima kasih kepada PT Sony Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Agustus 2010 diantaranya:

• COVER STORY: Satoru Arai, Presiden Direktur PT. Sony Indonesia, Sony Akan Jadi Nomor Satu

• FIGURE:
– Teguh Prasetya, Group Head VAS Marketing Indosat, Akhir 2010, Pelanggan i-Klan Store Capai 3 Juta
– Achmad Sunuadji Sofwan, COO PT Fujitsu Indonesia, Fujitsu Perluas ERP di Indonesia
– Rahmad Widjaja Sakti, Direktur Product Marketing MLW Telecom, Pasar Modem Naik Signifikan

• HEADLINE:
– Menuju 3D, Perlukah Penyaringan Konten Negatif?

• FOCUS:
– Layanan Navigasi, Makin Cepat di Jalur 4G
– 4G, Video Interaktif Marak
– Technopark: Inkubator Bisnis
– Solo Technopark: Pilot Project Technopark Indonesia

• BROWSING:
– Panasonic Ingin Kuasai Saham Sanyo
– China Kendorkan Larangan Situs Pornografi
– LG Tak Sanggup Penuhi Display iPad
– Isu Blokir, Saham RIM Anjlok
– Penjualan Symbian Lebih Tinggi Dari Android

• INSPIRATION:
– Sutiono Gunadi: Kemana Sampah Elektronik Berakhir?
– Dirgayuza Setiawan: Hillary Clinton dan ”21st Century Statecraft”
– Atang Setiawan: Cyber Crime,  Sebuah Tantangan Bagi Penyidik
– Prakoso Bhairawa Putera: Ketika Peneliti Ngeblog
– Bob Julius Onggo: Mampukah Internet Memprediksi Bola?
– Muhamad Jafar Elly: Peta Navigasi Elektronik Untuk Keselamatan Pelayaran Nasional

• REVIEW & CELLULAR:
– Optoma Pico PK301
– MSI GX660
– Skypad One
– NVidia GTX 460
– Sony NEX3

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id