Home Blog Page 997

Executive Director TAITRA, Elina Hui-Ling Lee: Indonesia, Negara Tujuan Investasi

0

Elina HL 01BAGI pengguna personal computer (PC), notebook dan peralatan teknologi informasi (TI) lainnya, nama-nama seperti Acer, Asus, MSI, Transcend dan Kingston tentunya sudah tak asing lagi. Hanya saja, tak banyak yang menyadari bahwa brand-brand tersebut berasal dari Taiwan. Padahal, hingga saat ini, Taiwan adalah negara terbesar yang memproduksi perangkat PC. Jumlahnya mencapai 75%. Karenanya, untuk membentuk awareness akan produkproduk Taiwan di seluruh dunia, maka Biro Perdagangan Luar Negeri (Bureau of Foreign Trade) dibawah Kementerian Perekonomian Taiwan mendirikan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA).

TAITRA merupakan organisasi nirlaba terkemuka di Taiwan yang disponsori oleh pemerintah, asosiasi industri, dan beberapa organisasi komersial di Taiwan. TAITRA atau Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan yang setiap tahun menyelenggarakan event bergengsi, Computex ini dibentuk dengan tujuan untuk membantu mempromosikan perdagangan luar negeri. Selain itu, “TAITRA membantu bisnis Taiwan dan produsen dengan cara memperkuat daya saing internasional mereka dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi di pasar luar negeri,” ujar Elina Hui-Ling Lee, Executive Director, Strategic Marketing Department TAITRA kepada BISKOM disela kunjungannya ke Indonesia, akhir September lalu. Untuk mempromosikan produk-produk Taiwan dan citra merek global mereka, kegiatan utama TAITRA diantaranya adalah Taiwan Excellence dan Taiwan International Brands Forum.

Taiwan Excellence yang kini tengah dilangsungkan di Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk terbaik Taiwan kepada masyarakat Indonesia, seperti Acer, Adata, Aiptek, Asus, AverMedia, Benq, D-Link, Edimax, Via Embedded, Genius, Hiti, Mio, MSI, Optoma, Transcend, Trend Micro, Thermal Take dan Zyxel. Dengan kampanye Taiwan Excellence, tambah Elina, “Perusahaan-perusahaan besar itu berharap dapat mencapai Global Top 100 di tahun 2010.”

Berikut ini adalah petikan wawancara BISKOM dengan wanita enerjik berkebangsaan Taiwan, Elina Hui-Ling Lee.

Bisa Anda jelaskan secara lebih detil mengenai TAITRA?
TAITRA memiliki lebih dari 56 kemitraan di seluruh dunia. Di Asia Tenggara, kami memiliki kantor di Indonesia, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia merupakan salah satu tujuan utama kami, dimana Jakarta menjadi jembatan bagi produk-produk Taiwan untuk bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia.

Tujuan pendirian TAITRA adalah untuk mengcover semua industri Taiwan di seluruh dunia, termasuk tenaga kerja dan sistem penggajiannya. Selain itu juga untuk mengenalkan kembali berbagai merek teknologi Taiwan ke dunia. TAITRA sendiri berpusat di Taipei. Kami memiliki total 1000 pegawai di seluruh dunia. Di Taipei pegawai kami mencapai 800 tenaga kerja.

Elina HL 02Untuk mengenalkan produk-produk asli Taiwan, program apa yang dikembangkan TAITRA di Indonesia?
Kami melakukan sosialisasi secara gencar melalui program bernama Taiwan Excellence. Kampanye ini dimaksudkan untuk mengenalkan beberapa merek Taiwan lainnya yang ada di pasaran dunia. Total ada 19 merek yang tergabung dalam Taiwan Excellence yang diperkenalkan, meskipun tidak semua dapat dinikmati di Indonesia. Ke-19 produk tersebut merupakan hasil seleksi dari proyek Produk Internasional Taiwan (IMC) yang bersama-sama mengusung prinsip “Dapat Diandalkan”, “Inovatif” dan “Berharga”.

Serangkai dengan kampanye Taiwan Excellence, kami melakukan sejumlah event seperti Kontes “Aku dan Taiwan Excellence”, Taiwan Excellence Expo di Mangga Dua Mall, Taiwan Excellence Brand Exhibition dan ICT Gaming Show di Kelapa Gading, dan juga Taiwan International Brands Forum di Hotel Mulia, Jakarta pada 30 September 2010 lalu. Bagi konsumen dan pelaku TI yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai TAITRA dan produk-produk unggul seperti apa yang kami kenalkan, kami telah membuka ruang pamer Taiwan Excellent Window di lantai 2 No. 38B, Mal Mangga Dua
Jakarta.

Apa saja misalnya produk-produk Taiwan yang sudah disuguhkan bagi konsumen Indonesia?

Produk-produk Taiwan yang beredar di Indonesia dan sudah tak asing lagi, misalnya notebook dan netbook Asus, Acer dan juga MSI, proyektor LCD BenQ, 3G dan Wireless Router D-Link, perangkat keamanan dari Trend Micro, sistem GPS Mio Technology, home projector Optima, digital camcorder AIPTEK, HD Media Players AverMedia dan masih banyak lagi.

Bagaimana Anda menggambarkan kondisi ekonomi di Taiwan, sehingga pemerintah begitu gencar mendukung perusahaan-perusahaan Taiwan untuk berekspansi ke seluruh dunia?
Sejujurnya, sejak September 2008, ekspor Taiwan berada pada kondisi penurunan yang signifikan selama 6 bulan berturut-turut karena resesi ekonomi global yang disebabkan oleh krisis keuangan dunia. Menurut statistik pabean, impor Taiwan dan ekspor turun 45,6% dan 37,2% masing-masing untuk dua bulan pertama di tahun 2009. Sebagai negara ekspordriven, Taiwan sedang menghadapi kondisi ekonomi terburuk.

Karenanya, dalam rangka mengatasi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, secara efektif pemerintah Taiwan melalui TAITRA mencari peluang perdagangan untuk produsen. Selain terus memperluas pasar Eropa, Amerika, dan Jepang, TAITRA juga menjadi ujung tombak untuk membantu perusahaan Taiwan menjajaki peluang perdagangan di seluruh dunia.

Bagaimana dengan perdagangan domestik Taiwan?
Permintaan pasar domestik Taiwan memang sangat terbatas. Karenanya kami terus mencari pasar ekspor baru untuk meningkatkan perekonomian. Oleh karena itu, sejak tahun 2009, kami terus mengembangkan pasar utama terutama di Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Tengah serta Eropa Timur. Selain promosi dibidang TI dan komputer, industri Taiwan juga cukup kompetitif di bidang elektronik dan komunikasi serta onderdil mobil. Dalam mendukung kebijakan pemerintah, TAITRA juga memilih pariwisata, energi hijau, seni budaya dan kreatif, ekonomi pertanian ekologi, bioteknologi, medis dan kesehatan untuk bersama-sama ditingkatkan kiprahnya di tingkat dunia.

Elina HL 03Diantara banyaknya brand Taiwan yang beredar, jenis produk apa yang berhasil menempati penjualan tertinggi di dunia?

Perlu diketahui, dari sekian banyak perusahaan Taiwan yang tergabung menjadi anggota TAITRA. Taiwan memegang posisi puncak dengan lebih dari 10 produk TI di dunia. Produkproduk itu termasuk diantaranya di kategori notebook PC, netbook PC, modem kabel, motherboard, LCD Monitor, dan VoIP Routers. Taiwan juga memimpin di bidang ‘green technology’ dan merupakan satu di antara yang terdepan di dunia dalam menghasilkan produk hemat energi dan mengurangi
emisi karbon.

Lalu brand mana yang menempati urutan pertama di pasar Asia dan Indonesia?

Menurut catatan saya, Acer menempati urutan pertama dalam penjualan PC di pasar Asia pada tahun 2008-2009, sedangkan Asus menempati urutan ke tujuh dalam penjualan PC. Produk Taiwan lainnya, yakni BenQ, untuk produk projector menguasai market share sebesar 30% di Indonesia. Dan dari sekian banyak produk Taiwan, netbook Acer dan notebook Asus adalah produk yang paling populer di Indonesia. Singkatnya, untuk total bisnis Taiwan di seluruh dunia, Indonesia menempati urutan ke 10.

Sekarang kami memiliki 19 brand Taiwan yang kami kampanyekan kepada konsumen di Indonesia. Jumlah ini menurut saya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Secara statistik, seberapa besar prosentase perdagangan bilateral antara Indonesia dan Taiwan?

Dari awal tahun sampai Agustus 2010, perdagangan antara Indonesia dan Taiwan bernilai US$ 6,6 miliar. Angka ini meningkat 32,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode tersebut, nilai ekspor Taiwan mencapai US$ 2,9 miliar, atau tumbuh 57,1%. Sementara nilai impor Taiwan mencapai US$ 3,8 miliar, atau naik 16,6%. Taiwan, sampai Juni 2010 sudah menginvestasikan US$ 14 miliar di Indonesia.

Apa makna Indonesia bagi Taiwan dan bagaimana posisi Indonesia diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya?

Sejauh ini Vietnam adalah investasi terbesar bagi Taiwan dan Thailand adalah pasar terbesar untuk penjualan PC dan notebook di Asia Tenggara. Sekarang, Taiwan sedang masuk ke pasar Eropa dan Amerika Utara, namun bagi kami, Indonesia merupakan negara yang sangat penting untuk investasi Taiwan di Asia Tenggara. Bahkan saya kira, Indonesia akan menggantikan posisi Thailand karena Indonesia memiliki pertumbuhan lebih dari 20% untuk produk TI tiap tahunnya.

Saat ini perusahaan-perusahaan Taiwan sedang mempertimbangkan Indonesia sebagai lokasi investasi. Sebelumnya, perusahaan-perusahaan Taiwan rata-rata mendirikan pabrik di China, namun semakin tinggi upah buruh dan hubungan kerja di China, maka perusahaan Taiwan mulai melirik Indonesia.

Alasan kami ingin bekerjasama dengan Indonesia karena kami melihat Indonesia sebagai negara yang terus berkembang dan kami juga melihat sumber daya alam yang besar. Selain itu Indonesia memiliki masyarakat yang senang dengan perdamaian. Dan ini merupakan keuntungan kompetitif yang dimiliki Indonesia bila dibandingkan dengan Taiwan yang merupakan pulau kecil dengan populasi hanya 30 juta orang, sedangkan Indonesia adalah negara besar dengan penduduk berjumlah lebih dari 240 juta.

Apa langkah yang dilakukan Taiwan agar bisa menempati posisi puncak di segala lini dalam penjualan produk TI?
Kami terus mencoba mengakomodir keinginan konsumen dengan memproduksi berbagai macam produk TI, khususnya untuk alat komunikasi data yang lebih cepat, ringan, kecil dan fancy. Kompetisi yang terjadi antara perusahaan-perusahaan Taiwan adalah karena mereka memiliki skill manufacturing yang baik. Mereka memiliki banyak waktu untuk riset dan mengembangkan produk, dan selalu ingin bersaing dengan perusahaan lainnya.

Dengan demikian, setiap tahunnya kami seperti tengah melakukan perang produk baru. Bayangkan, tahun lalu saja, kami memiliki 368 perusahaan. Mereka mempersembahkan sekurangnya 717 produk dan sebagian besar dari produk ini adalah produk TI.

Apakah Anda melihat ada kendala dalam hubungan kedua negara, Indonesia dan Taiwan sejauh ini, terutama di bidang regulasi?
TAITRA berkonsentrasi hanya pada bisnis, bukan politik. Saya tidak melihat hambatan atau masalah dari regulasi pemerintah Indonesia dalam mengatur masuknya barang dari luar negeri ke Indonesia, terutama dari Taiwan. Hal terpenting yang kami lakukan adalah berkonsentrasi bagaimana melakukan inovasi produk sehingga dapat diterima oleh konsumen di Indonesia.

Selain membentuk brand awareness, tujuan lain seperti apa yang ingin dicapai TAITRA di masa mendatang?

Melihat ke masa depan, TAITRA,sebagai trade multi-faceted berusaha lebih ketat untuk membantu produsen Taiwan untuk mencapai tujuan mereka, yakni memasarkan produk ke setiap sudut dunia.

Untuk lebih memperkuat perdagangan global jaringan promosi dan untuk menyediakan layanan yang lebih baik, TAITRA yang telah mendirikan empat kantor cabang baru di luar negeri pada tahun 2006, kini telah meningkatkan kantor cabang menjadi 48 di seluruh dunia. TAITRA juga berkeinginan untuk mengembangkan jaringan perdagangan yang komprehensif yang berfungsi sebagai ‘mata dan telinga’ perusahaan Taiwan yang tertarik untuk menjelajahi pasar-pasar internasional.

Kebutuhan Properti Meningkat, Fotografer Interior Masih Terbatas

0

Seminar FotoSalah satu dampak positif dari perkembangan teknologi informasi (TI) adalah ketertarikan orang terhadap dunia fotografi. Kamera yang semakin terjangkau dari segi harga, pilihan piranti lunak yang kian beragam serta maraknya personal komputer atau notebook dengan kemampuan canggih yang beredar di pasaran, mendukung hobi mereka untuk menghasilkan sebuah foto yang menarik. Tak terasa, foto yang berkualitas pun kini menjadi sebuah kebutuhan penting. Tak terkecuali di bidang arsitektur dan interior.

Di sisi lain, terkait dengan kebutuhan dan permintaan akan hunian, baik di kota besar maupun kecil yang semakin meningkat, membuat para pengembang (developer) jeli menanggapi peluang ini dengan membangun hunian sesuai target yang dituju, mulai dari hunian sederhana, medium sampai dengan perumahan super high class yang hanya mampu dicapai oleh kaum minor diperkotaan. Tentu saja, bukan hanya hunian, amusement center, hotel, apartement atau resort kini juga mengedepankan  sisi interior, tata letak serta lighiting yang mewah.

Persaingan diantara para pengembang tersebut berdampak pada persaingan di bidang promosi atau periklanan perumahan yang kian ketat. Mereka yang mempunyai daya saing dan nilai jual tinggi serta mampu berpromosi dengan baik, dipastikan akan berhasil melakukan penjualan terbaik. Dalam hal ini, foto interior  memegang peranan yang sangat penting.

Arjon, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) mengatakan, bagi seorang desainer interior, sebuah foto bukan hanya digunakan sebagai dokumentasi semata, tapi lebih dari itu adalah sebagai pendukung portfolio desainer dan perusahaan yang menaunginya. “Sebelum menawarkan konsep interior pada klien, bisanya klien meminta portfolio desainer. Apa saja dan bagaimana hasil karya yang pernah ia buat sebelumnya, hal itu bisa diperlihatkan dari foto-foto yang sempat diabadikan dan dirangkum dalam sebuah portfolio. Semakin berkualitas portfolio seorang desainer, pastinya akan semakin meyakinkan calon klien,” kata Arjon yang mantan dosen Institut Seni Indonesia (ISI), Jogjakarta ini.

Hanya saja, seperi dikatakan  desainer interior profesional, Roland Adam, dari pengalamannya bekerja dengan fotografer interior selama puluhan tahun, ternyata membuat sebuah foto interior berkualitas tidak lah mudah. Namun, ujar Roland, “Dengan beberapa tips dan kebiasaan mencoba memotret berbagai gaya interior, bukan hal mustahil jika setiap orang bisa menghasilkan foto yang ideal dan mewujudkan keindahan seperti apa yang bisa kita lihat pada karya interior seorang desainer. Istilahnya, fotonya indah, seindah aslinya.”

Sementara fotografer interior, Ibham Jasin mengatakan, kendati peluang pekerjaan yang mengakomodir informasi mengenai interior semakin luas, namun tak banyak fotografer yang berkeinginan untuk mengaktualisasikan dirinya pada bidang ini. “Kita lihat, kini betapa banyaknya media atau majalah-majalah interior yang beredar di pasaran. Belum lagi jika kita bicara mengenai perusahaan properti dan interior, mulai dari cat, furniture, keramik, lampu, handle pintu dan lain sebagainya yang tak terhitung jumlahnya di Indonesia, maka karya fotografi yang berkualitas sangat dibutuhkan,” kata Ibham.

Ibham yang juga menjadi kontributor di beberapa media ini menambahkan, “Ada beberapa persyaratan dalam menghasilkan foto interior, diantaranya berpikir simpel meski pada prakteknya lebih sulit dibanding membuat foto model atau produk.”

Ingin tahu tips lain dari Ibham Jasin, Roland Adam dan Arjon? Ikuti Seminar “Berpikir Simpel Untuk Menghasilkan Foto Interior Terbaik” dengan ketiga pembicara ini di Jakarta Desain Center (JDC) Lantai 6, Jakarta pada 28 Oktober 2010 mendatang.

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama BISKOM, Sony Alpha dan HDII, dan didukung oleh mitra sponsor seperti Kingston, Gigabyte, Genius, MSI, Whiz Hotel, Alam Sutera dan Golden Eagle. Media partner untuk acara ini adalah Living Etc, Tabloid Rumah, Techlife, dan Radio LiteFM

Telah Terbit BISKOM Edisi Oktober 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Executive Director TAITRA, Elina Hui-Ling Lee (Terima kasih kepada TAITRA yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Oktober 2010 diantaranya:

• COVER STORY: Executive Director TAITRA, Elina Hui-Ling Lee: Indonesia, Negara Penting Untuk Investasi

• FIGURE:
– Eko Fajar Nurprasetyo, Pakar Chipset Indonesia: Indonesia Mampu Produksi Chip Sendiri
– Bambang Setiadi, Kepala  Badan casino online Standardisasi Nasional: Standar Mutu Tingkatkan Daya Saing
– Asep Karsidi, Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal): Penting, Akurasi Informasi Geospasial

• HEADLINE:
– Indonesia-Taiwan Perkuat TI

• FOCUS:
– Belajar e-KTP Ke Jembrana
– Film Facebook, Sebuah Ide dan Fenomena Berawal Dari TI
– Antara Internet, Kepuasan Batin, dan Kesejahteraan

• BROWSING:
– Microsoft Ramal Era Blu-Ray Akan Berakhir
– Acer Bertekad Kalahkan HP
– Tegra Rancang Prosesor Untuk Cloud Computing
– Lenovo Ciptakan Konsol Game

• INSPIRATION:
– Prakoso Bhairawa Putera: Belajar Sukses E-Learning dari Negara Tetangga (2)
– Bob Julius Onggo: Mengenal Extended Producer Responsibility
– Sutiono Gunadi: Mengenal Extended Producer Responsibility
– Ika Mardiah: Jalan Terjal Menuju LPSE

• REVIEW & CELLULAR:
– Pendrive Click Co
– Kingston Datatraveler Ultimate
– Genius Kids Designer
– Canon Powershot SX Series
– Nikon D7000

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

 

Dengan Jempol, YOGYAKOMTEK 2010 Raih Rekor MURI

0

Yogyakomtek Muri 01Kreativitas penyelenggara pameran untuk menarik minat pengunjung adalah sangat mutlak, khususnya pameran TI. Hal ini terbukti berhasil dicapai oleh Panitia YOGYAKOMTEK 2010.

Sedari awal, panitia telah melakukan berbagai bentuk promosi untuk membuktikan bahwa pameran YOGYAKOMTEK 2010 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) 2 – 6 Okt ini, adalah pameran komputer TERBESAR, TERLENGKAP, TERBANYAK.

Untuk itu, pada penyelenggaraan pameran komputer YOGYAKOMTEK 2010 kali ini yang mana hampir semua kegiatan acaranya melibatkan interaksi pengunjung, dimulai dengan melakukan cap jempol untuk setiap pengunjung pameran sampai dengan memanfaatkan situs jejaring sosial antara lain Facebook, Twitter dan Foursquare, panitia YOGYAKOMTEK 2010 mengadakan lomba seperti Facebook Photo Competition, Twitn’ Win dan Be The Mayor dan juga kegiatan sosial, bekerja sama dengan Unicef, Green Peace, Palang Merah Indonesia, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan lain-lain.

Kegiatan cap jempol ini, dilakukan sesuai dengan tema yang diusung oleh panitia, yakni Two Thumbs Up, panitia seperti melakukan kritik sosial, bahwa saat ini teknologi mulai mengubah cara alami manusia untuk berkomunikasi. Kemajuan teknologi memudahkan kehidupan manusia, terutama kodratnya sebagai manusia sosial, yaitu menggunakan kedua jempolnya untuk berinteraksi dengan satu sama lain, yaitu ketika mengirim berita pesan pendek (sms) melalui ponsel.

Yogyakomtek Muri 02Kegiatan ini menghasilkan prestasi sendiri, yaitu berhasil memecahkan rekor MURI, sebanyak 125 ribu pengunjung pameran YOGYAKOMTEK 2010 membubuhkan cap jempol sebelum masuk ke arena pameran. Cap jempol pertama dibubuhkan oleh dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. (Asisten Perekonomian dan Pembangunan – Provinsi DIY) diikuti oleh Hadi Santono (APKOMINDO DIY), Agustinus Sutandar (Perwakilan DPP APKOMINDO) dan tamu undangan lainnya. Proses pembubuhan cap jempol dilakukan selama 5 hari pameran.

Proses penghitungan jumlah cap jempol dilakukan oleh perwakilan MURI pada Rabu, 6 Oktober 2010, dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 19.00 WIB. Total cap jempol yang didapatkan mencapai 125 ribu cap jempol, jauh melebihi rekor sebelumnya sebanyak 30 ribu cap jempol yang dipegang oleh XL dan target panitia sebelumnya sebesar 100 ribu cap jempol.

Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM mengatakan bahwa pameran YOGYAKOMTEK 2010 ini memang layak dikunjungi dan benar-benar telah menjadi magnet bagi masyarakat, bukan hanya untuk masyarakat wilayah regional Daerah Istimewa Yogyakarta ataupun Jawa Tengah saja, melainkan dari berbagai daerah lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali tentunya. “Tidak ketinggalan para pengusaha komputer dari Jakarta dan Surabaya bahkan prinsipal dari mancanegara turut hadir untuk melihat secara langsung barometer bisnis komputer di Indonesia, setidaknya hadir dan berjumpa dengan saya, Mr. Andreas Diantoro, Dell Regional Managing Director South Asia,” ujar Soegiharto.

Pameran YOGYAKOMTEK 2010 ini adalah pameran komputer ke tiga belas yang diselenggarakan oleh APKOMINDO DPD DIY, didukung oleh berbagai vendor TI dan majalah BISKOM sebagai media partner.

Apkomindo Computer Expo Solo Kembali Raih Rekor MURI

0

Rekor MURI Apkomindo Solo 01APKOMINDO Computer Expo (ACE) 2010 di Solo sudah delapan kali digelar oleh Apkomindo DPD Solo. Pada pameran yang dilaksanakan mulai tangal 29 September sampai dengan 3 Oktober 2010 ini, untuk kali kedua Apkomindo DPD Solo menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Bertempat di Diamond Solo Convention Center dilakukan penyerahan Rekor MURI untuk kriteria Replika Eksterior Pasar Gede sebagai Tempat Pameran Komputer.

Penyerahan dilakukan oleh perwakilan MURI, Wida, kepada Ketua Apkomindo Surakarta, Andoko, Sabtu (2/10). Dalam sambutan Wida menyampaikan, dengan penghargaan rekor MURI ini membuktikan bahwa IT merupakan bagian dari kebutuhan bagi masyarakat. Dengan pencatatan rekor MURI ini diharapkan IT akan semakin memasyarakat. “Pembuatan Eksterior Pasar Gede sebagai Tempat Pameran Komputer tercatat pada rekor yang ke-4497,” jelas Wida.

Sementara itu, Ketua Apkomindo Surakarta, Andoko, menjelaskan bahwa Apkomindo DPD Solo selalu ingin menampilkan yang beda. “Pada komputer expo kali ini kami mengangkat tema Pasar Gede dengan menyulap gedung Diamond Solo Convention Center menjadi tempat dan area yang benar benar mirip dengan pasar Gede, lengkap dengan becak becak serta tak ketinggalan jam pasar Gede yang memang sangat spektakuler,” tutur Andoko.

Pameran Apkomindo SoloSoegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM yang berkesempatan hadir mengatakan, bahwa Pameran APKOMINDO Computer Expo (ACE) 2010 di Solo kali ini, bukan hanya mendapatkan Rekor MURI, tetapi memang semakin semarak dan semakin berkualitas serta semakin ramai, baik secara jumlah pengunjung maupun jumlah transaksinya. “Semoga untuk Pameran Komputer APKOM YES (Year End Sale!) yang akan diselenggarakan secara serentak di 4 kota oleh pengurus Apkomindo DPD Malang-Semarang-Surakarta-Yogyakarta, pada tanggal 4-8 Desember 2010 nanti akan lebih baik lagi dan saya ucapkan selamat atas kerja keras seluruh panitia dan pengurus untuk kepentingan anggotanya secara nyata ini,” ujar Soegiharto.

Penghargaan MURI ini merupakan kali kedua diterima Apkomindo setelah sebelumnya pada 30 Juli 2008 mencatatkan rekor Akses Internet Terbanyak diikuti 468 peserta. Sampai hari kelima pameran tercatat 72.180 pengunjung dengan total transaksi diperkirakan mencapai angka 12 milyar Rupiah.

MSI EX465MX, Notebook Untuk Profesional Dengan Harga Terjangkau

3

MSI EX465MXMSI telah meluncurkan notebook 14-inci baru yang dirancang khusus untuk pengguna profesional. MSI EX465MX ini, mengusung Intel Core 2 Duo T4500. Salah satu fitur yang  menarik adalah kehadiran teknologi ECO Engine yang mencirikan banyak perangkat yang dikembangkan oleh MSI. Ini adalah solusi yang mampu memodulasi kebutuhan energi dari sistem berdasarkan kebutuhan riil yang mendukung, oleh karena itu, tingkat kemandirian yang akan timbul menjadi sangat penting ketika menjalankan banyak aplikasi. Dilengkapi dengan memori 2GB DDR2 yang dapat ditambah hingga 4GB, MSI EX465MX menawarkan hard disk SATA sebesar 320GB.

Layar notebook ini memiliki diagonal 14 inci dan model LED backlit dengan resolusi pixel 1.366×768 dan rasio aspek 16:9. Panel ini dikelola oleh kartu grafis ATI Mobility Radeon HD 545v yang dilengkapi dengan 512 MB memori khusus. Tersedia pula port Gigabit Ethernet, 802.11b/g/n Wi-Fi, built-in webcam dengan sensor 1,3 megapiksel, Optical Drive DVDRW 8x dan pembaca kartu multiformat.

Dalam hal port dan antarmuka, Anda dapat menemukan D-sub Integrated Stereo Sound, tiga port USB 2.0, Mic, Headphone dan Network Card. Dari disain yang ditampilkan, terlihat sederhana, tetapi sangat menghargai estetika yang inovatif dan menyenangkan dan dipercantik dengan disain chicklet keyboard. Disain ini dirancang khusus untuk penggunaan yang ideal dan untuk siapa saja. Dengan dimensi 221 x 344,4 x 13,5 ~ 28 mm dan berat kurang dari 2Kg, dilengkapi pula dengan lithium-ion battery 6 cell, MSI EX465MX dipasarkan mulai dari US$ 499.

Taiwan Excellence – Excellent Lifestyles Digelar di Mall Kelapa Gading

0

Peresmian Taiwan Excellence - Excellent LifestylesBiro Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Taiwan, Republik China dan Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA) menyelenggarakan Taiwan Excellence Brand Exhibition dan ICT Gaming Show yang berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 3 Oktober, 2010 di Mall Kelapa Gading.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan produk-produk terbaik Taiwan seperti  Acer, Adata, Aiptek, Asus, AverMedia, Benq, D-Link, Edimax, Via Embedded, Genius, Hiti, Mio, MSI, Optoma, Transcend, Trend Micro, Thermal Take dan Zyxel.

Pameran ini diresmikan oleh Menteri Perekonomian Taiwan Yen-Shiang Shih. Kepada BISKOM, Shih mengatakan bahwa Taiwan Excellence Brand Exhibition dan ICT Gaming Show ini diadakan untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk terbaru Taiwan kepada masyarakat dan mengukur daya saing di pasar secara langsung.

“Melalui Taiwan Experiencing Zone, konsumen dapat melihat dan mengalami secara langsung teknologi serta inovasi terbaru yang diusung produk-produk dari 19 perusahaan teknologi Taiwan yang tergabung dalam kampanye Taiwan Excellence,” ujar Shih.

James Chen
, Direktur Taiwan Trade Centre Jakarta mengatakan bahwa kebutuhan konsumen Indonesia akan produk teknologi berkualitas mengindikasikan keinginan mereka untuk mendapatkan peningkatan fungsi dan kenyamanan. “Dengan eksibisi ini kami berharap dapat meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia terhadap keandalan, inovasi dan mutu dari merek -merek Taiwan yang dapat memberikan kehidupan yang ‘Excellent‘,” tutur James.

Elina Hui-Ling Lee, Executive Director, Strategic Marketing TAITRA, mengatakan bahwa dengan diadakannya Taiwan Experience Zonedi Mall Kelapa Gading ini, masyarakat dapat langsung merasakan keunggulan produk-produk Taiwan. “Ke depannya kami akan lebih aktif memperkenalkan inovasi terbaru dari merek-merek Taiwan kepada masyarakat Indonesia, bukan hanya di Jakarta saja, tetapi juga di kota-kota besar Indonesia lainnya, baik melalui pameran ataupun ruang pamer Taiwan Excellent Window dan saat ini telah dibuka Taiwan Excellent Window sebagai ruang pamer produk TI Taiwan di Mall Mangga Dua, Jakarta,” papar Elina.

Foto bersama  menteri Perekonomian TaiwanBeragam kegiatan terdapat pada pameran kali ini, antara lain Taiwan Experiencing Zone, lucky draws, Kompetisi Permainan Online seperti AyoDance Competition, Battle Dance Competition. Kompetisi game tersebut mempertandingkan para pelajar dari Jakarta International School, Jakarta Taipei School, dan Singapore International School. Dan ada juga Cosplay Competition serta dihadiri juga oleh duta Taiwan Excellence, Cathy Sharon.

Pada akhir bulan Agustus lalu, Cathy bersama-sama dengan bintang film dan mantan Miss Universe, Lara Dutta dari India, Mantan Ratu Kecantikan Vietnam, Huong Giang dan aktor popular Taiwan, Blue Lan diperkenalkan sebagai juru bicara Taiwan Excellence di Taipei, Taiwan.

Taiwan Pandang Indonesia Sebagai Negara Tujuan Investasi

0

01. Taiwan Excellence Press ConferenceKementerian Ekonomi Taiwan meresmikan kampanye Taiwan Excellence di Indonesia melalui kunjungan delegasi perdagangan dan investasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Perekonomian Taiwan Yen-Shiang Shih. Tujuan kunjungan delegasi yang berjumlah 107 pengusaha Taiwan yang sebagian besar didominasi oleh pengusaha TI ini adalah untuk mempromosikan produk-produk asal Taiwan, terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi kepada masyarakat Indonesia.

Dalam jumpa pers yang diadakan hari ini (30/9), di Hotel Mulia, Jakarta, Menteri Perekonomian Taiwan Yen-Shiang Shih , mengatakan bahwa Indonesia adalah rekan bisnis kesepuluh terbesar bagi Taiwan. “Investasi Taiwan di Indonesia telah mencapai US$ 14 Milyar. Bagi Taiwan, Indonesia adalah negara investasi penting di Asia Tenggara.” papar Shih.

Sementara itu Wayne Wu, Deputy Chairman Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), mengatakan bahwa Taiwan datang ke Indonesia karena melihat besarnya peluang ekonomi di negara kepulauan ini meski produk-produk Taiwan sendiri sudah cukup lama masuk ke Indonesia. “Produk-produk Taiwan pada umumnya sudah dikenal di Indonesia. Dan produk-produk ini juga banyak disukai oleh masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau. Tapi, sejauh ini tidak banyak konsumen yang tahu bahwa sebagian besar produk-produk yang mereka gunakan adalah buatan Taiwan,” ungkap Wayne.

“Perekonomian Indonesia saat ini sedang berkembang,” papar Andrew Hsia, Representative Taipei Economic and Trade Office Indonesia, “keadaan politik yang stabil membuat Indonesia sangat menarik sebagai negara tujuan investasi bagi Taiwan.” tambah Andrew.

Dalam jumpa pers yang juga ditandai sebagai kick-off kampanye Taiwan Excellence ini, hadir artis Cathy Sharon yang telah ditunjuk sebagai duta besar untuk kampanye Taiwan Excellence.

Two Thumbs Up for YOGYAKOMTEK 2010

0

yogyakomtek logoPameran komputer terbesar di kota Gudeg tahun 2010 ini akan kembali digelar. YOGYAKOMTEK 2010 akan diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) Pameran kali ini akan berlangsung pada tanggal 2 – 6 Oktober 2010. Untuk ke-13 kalinya pameran komputer dengan tagline TERBESAR, TERLENGKAP, TERBANYAK ini kembali hadir mempersembahkan ragam teknologi terkini.

Tidak hanya sebatas pameran saja, YOGYAKOMTEK 2010 seperti pameran sebelumnya juga kembali membawa misi untuk mengedukasi masyarakat mengenai perkembangan dan prediksi teknologi di masa yang akan datang, dan juga mendekatkan kita tentang product knowledge, technology needs, dan better living.

Tema pameran “Two Thumbs Up”, bukan cuma untuk memuji pameran ini, tetapi juga sebuah kritik sosial yang diangkat oleh panitia, bahwa saat ini teknologi mulai mengubah cara alami manusia untuk berkomunikasi. Kemajuan teknologi memudahkan kehidupan manusia, terutama kodratnya sebagai manusia sosial, yaitu menggunakan kedua jempolnya untuk berinteraksi dengan satu sama lain, yaitu ketika mengirim berita pesan pendek (sms) melalui ponsel.

Penyelenggaraan pameran komputer YOGYAKOMTEK 2010 kali ini di mana hampir semua kegiatan acara akan melibatkan interaksi pengunjungnya. Dengan memanfaatkan situs jejaring sosial antara lain Facebook, Twitter dan Foursquare, panitia YOGYAKOMTEK 2010 mengadakan lomba seperti Facebook Photo Competition, Twitn’ Win dan Be The Mayor dan juga kegiatan sosial, bekerja sama dengan Unicef, Green Peace, Palang Merah Indonesia, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan lain-lain.

Mengapa Pameran YOGYAKOMTEK 2010 ini sedemikian menarik untuk dikunjungi oleh para peminat dan calon konsumen dari seantero pelosok DIY dan Jawa Tengah? Hadi Santono, Ketua DPD Apkomindo DIY mengatakan bahwa, fakta membuktikan pameran ini telah menjadi magnet bagi pengunjung melewati batasan wilayah regional Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. “Data pengunjung tahun lalu membuktikan bahwa pengunjung YOGYAKOMTEK datang dari berbagai pelosok Indonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Juga, kehadiran para pengusaha komputer dari Jakarta, Surabaya bahkan prinsipal dari mancanegara sudi berkunjung untuk “mengintip” pameran yang telah menjadi salah satu barometer bisnis komputer di Indonesia ini,” tutur Hadi.

Sementara itu Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM, mengatakan bahwa pameran seperti YOGYAKOMTEK 2010 merupakan salah satu ajang untuk memeratakan penyebaran Teknologi Informasi sekaligus ajang penjualan. “Kami yakin dengan pameran ini masyarakat DIY dan Jawa Tengah akan mendapatkan informasi terkini tentang teknologi yang sama dengan masyarakat di Jakarta, selain dari itu kami senang Majalah BISKOM dapat berpartisipasi dalam pameran YOGYAKOMTEK 2010 ini sebagai media partner,” ujar Soegiharto.

TAITRA Gelar Taiwan International Brands Forum

0

Taiwan Brand ForumMerek teknologi Taiwan telah mendunia dengan sangat cepat dan hal diperlihatkan pada ajang Taiwan International Brands Forum hari ini (30/9), di Hotel Mulia Jakarta. Forum yang diselenggarakan oleh Bureau of Foreign Trade dibawah Kementerian Perekonomian Taiwan dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) sebagai bagian dari kampanye Taiwan Excellence di Indonesia. Forum ini menggaris bawahi bukti sukses dari merek global Taiwan seperti Asus dan Acer.

Elina Hui-Ling Lee, Executive Director, Strategic Marketing Department TAITRA, mengatakan bahwa Taiwan dikenal dengan industrinya yang berkembang dan diposisikan di urutan ke-13 sebagai ‘the most networked economy’ di dunia. “Dominasi dari industri Taiwan sangat jelas didukung oleh fakta bahwa Taiwan memperoleh posisi atas di pangsa pasar global untuk lebih dari sepuluh produk. Notebook adalah pilar dari industri Taiwan dan manufaktur lokal menyumbangkan 95 persen dari model yang ada di pasar saat ini,” papar Elina.

Wayne Wu, Deputy Chairman TAITRA mengatakan bahwa, Taiwan telah menghabiskan dua dekade terakhir untuk membangun industri teknologi. “Usaha bersama untuk membangun kemampuan dari sumber daya manusia kami sekaligus menyediakan infrastruktur yang diperlukan, telah menghasilkan industri yang memiliki daya saing tinggi dengan standar global. Kami sangat bangga bisa berbagi kisah sukses kami dengan Indonesia mengenai bukti kesuksesan industri Taiwan dan turut serta berkontribusi untuk pertumbuhan industri lokal,” ungkap Wayne Wu.

Taiwan Brand Forum 01Ajang brand forum ini juga menampilkan presentasi dari Jason Lim, Presiden Direktur, Acer Indonesia dan Willy Halim, Presiden Direktur, Asus Indonesia yang menceritakan perjalanan perusahaan mereka dari perusahaan manufaktur PC Taiwan hingga menjadi merek global. Pada survey Gartner 2010 yang terbaru, Asus untuk pertama kalinya masuk ke dalam daftar lima ranking teratas untuk merek PC global. Untuk pertama kalinya juga, ada dua perusahaan Taiwan yang berada di daftar lima teratas tersebut, yaitu Asus dan Acer.

Sementara itu Richard Mengko, pakar IT dari Institut Teknologi Bandung, yang hadir pada acara ini, memaparkan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dan pembelajaran apa yang dapat diambil oleh industri teknologi Indonesia untuk dapat berkembang ke level selanjutnya.

Danny Harjono, Wakil Kepala Bidang Kompartemen Usaha Distribusi dan Import, Apkomindo, mengatakan bahwa Indonesia butuh belajar dari Industri TIK Taiwan tentang bagaimana membina Industri TIK agar lebih matang dan mampu meraih pertumbuhan yang signifikan. “Ini merupakan kesempatan untuk menarik perhatian investor menginvestasikan bisnis mereka di Indonesia, sekaligus membina hubungan baik dengan Taiwan agar dapat menjadi rekan strategis pada rantai pemasokan global,” ujar Danny.