BISKOM, Jakarta – Kerja sama strategis antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang luar biasa, baik dari sisi penguatan ekonomi lokal maupun optimalisasi penyerapan dana Corporate Social Responsibility (CSR) secara lebih tepat sasaran, Pungkas Firdha Purnama sari Dg Kulle Wakil Bendahara Umum ( Wabendum ) HIPMI Syariah Sulsel

?Berikut adalah dampak positif serta kemajuan signifikan yang dapat dicapai dari kolaborasi tersebut:

?1. Transformasi Program CSR dari Konsumtif Menjadi Produktif
?Selama ini, sebagian program CSR masih bersifat bantuan sosial sesaat (karikatif).

Kerja sama dengan HIPMI Syariah Sulsel dapat mengubah pola ini menjadi CSR berbasis pemberdayaan ekonomi (inkubasi bisnis).

  • ?Kemajuan: Dana CSR BUMN dapat dialokasikan untuk membiayai pelatihan usaha, digitalisasi UMKM, dan pendampingan bisnis sertifikasi halal yang dimentori langsung oleh para pengusaha muda berpengalaman dari HIPMI.
  • ?Dampak: Terciptanya ekosistem UMKM yang mandiri secara finansial, bukan sekadar penerima bantuan yang bergantung pada modal hibah.
Baca :  Kejaksaan Agung Memeriksa 3 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditi Emas

?2. Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Lokal
?Sebagai wadah pengusaha muda berbasis syariah, HIPMI Syariah Sulsel memiliki pemahaman mendalam mengenai implementasi bisnis yang etis, transparan, dan berkeadilan.

  • ?Kemajuan: Mendorong standardisasi halal di Sulawesi Selatan, mulai dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran).
  • BUMN dapat memfasilitasi pembiayaan atau infrastruktur, sementara HIPMI Syariah menggerakkan pelaku usahanya.
  • ?Dampak: Memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia Timur, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

?3. Sinergi Rantai Pasok (Supply Chain) BUMN
?Kolaborasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha muda di bawah naungan HIPMI Syariah Sulsel untuk masuk ke dalam ekosistem vendor atau mitra bisnis BUMN (melalui platform seperti PaDi UMKM).

Baca :  Penetapan dan Penahanan 8 Orang Tersangka Baru Perkara Korupsi Pemberian Kredit PT Sritex
  • ?Kemajuan: BUMN mendapatkan mitra lokal yang kompeten, berintegritas, dan memahami regulasi lokal. Di sisi lain, HIPMI Syariah mendapatkan akses pasar yang jauh lebih luas dan naik kelas ke skala nasional.
  • ?Dampak: Efisiensi operasional bagi BUMN karena memanfaatkan potensi lokal, serta pemerataan distribusi kesejahteraan ekonomi di daerah.

?4. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Tata Kelola (GCG)
?Prinsip syariah sangat menekankan nilai kejujuran (amanah), keadilan (‘adl), dan transparansi.

  • ?Kemajuan: Pengawasan pembagian dan pemanfaatan dana CSR atau modal kerja dapat dilakukan secara lebih ketat dan bermoral.
  • Potensi terjadinya penyimpangan atau salah sasaran dalam penyaluran dana kemitraan dapat ditekan seminimal mungkin.
  • ?Dampak: Indeks Kinerja BUMN dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) meningkat, dan kepercayaan publik terhadap program-program BUMN semakin solid.
Baca :  Tingkatkan pemahaman Regulasi Guna Pelaksanaan Tugas, Permenhub Di Bidang Transportasi Laut Tahun 2023

?5. Pemberdayaan Pemuda dan Pengurangan Pengangguran di Daerah
?Sulawesi Selatan memiliki bonus demografi pengusaha muda yang sangat aktif.

Kerja sama ini menjadi wadah konkret untuk mengarahkan energi produktif tersebut.

  • ?Kemajuan: Program bersama seperti BUMN Entrepreneur School atau Santripreneur berbasis syariah dapat dijalankan secara masif ke daerah-daerah (tidak hanya berpusat di Makassar).
  • ?Dampak: Terbukanya lapangan kerja baru di tingkat lokal secara signifikan, menekan angka pengangguran terdidik, dan mencegah urbanisasi yang tidak terkendali.
    ?
    Kolaborasi antara BUMN dan HIPMI Syariah Sulsel bukan sekadar pemenuhan kewajiban sosial perusahaan, melainkan sebuah investasi strategis jangka panjang.

Kombinasi antara kekuatan kapital dan jaringan BUMN dengan kelincahan, idealisme, serta nilai keadilan dari pengusaha muda syariah akan melahirkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkah.(Surame)