Jajaran Pengurus PT Janu Putra Sejahtera Tbk menyampaikan paparan Public Expose di Jakarta.

BISKOM | Jakarta – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) membukukan penjualan sebesar Rp56.394 juta pada Kuartal I 2026, terkoreksi 46,19 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp104.805 juta. Direktur Utama AYAM Sri Mulyani menyampaikan capaian tersebut dalam Public Expose di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Efisiensi Operasional dan Diversifikasi Pasar Emiten AYAM

Kinerja penjualan perseroan pada awal tahun tertekan oleh dinamika industri perunggasan, fluktuasi harga ayam hidup (live bird), pelemahan daya beli daerah, serta volatilitas Rupiah terhadap pakan impor. Guna merespons kondisi tersebut, manajemen menerapkan efisiensi operasional dan penguatan biaya di seluruh rantai bisnis.

Baca :  AWS Asia Pacific Region Akan Hadir Di Jakarta

Perseroan turut memperluas pangsa pasar melalui saluran modern trade, pelanggan korporasi, serta berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui program Janu Meet & Connect (JMC), perseroan menjalin kolaborasi penyediaan protein hewani bagi sektor manufaktur, pertambangan, dan kawasan industri.

“Perseroan optimis bahwa strategi diversifikasi pasar dan penguatan bisnis terintegrasi akan menjadi fondasi untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani.

Penguatan Aset Biologis dan Fondasi Modal

Meskipun penjualan terkoreksi, total aset perseroan per 31 Maret 2026 tumbuh 6,82 persen menjadi Rp520.440 juta dari Rp487.195 juta pada periode sama 2025. Peningkatan didorong kenaikan aset lancar menjadi Rp285.373 juta yang berasal dari pertumbuhan nilai aset biologis, persediaan, serta biaya dibayar di muka.

Baca :  Partai Buruh Tetapkan Capres-Cawapres RI 2029 Tanpa Koalisi, Fokus pada Isu Ketenagakerjaan

Struktur ekuitas perseroan meningkat 1,37 persen menjadi Rp214.103 juta berkat akumulasi laba berjalan. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp306.337 juta atau naik 11,13 persen akibat peningkatan utang usaha pihak ketiga dan beban akrual modal kerja.

Guna memperkuat daya saing, perseroan menjalankan enam strategi utama mencakup penguatan unit terintegrasi dari Grand Parent Stock hingga Rumah Potong Ayam (RPA). Langkah ini dibarengi optimalisasi cold chain serta partisipasi aktif dalam pemenuhan gizi nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#AYAM #JanuPutraSejahtera #SahamAYAM #KinerjaEmiten #PublicExpose #MakanBergiziGratis #IndustriPerunggasan #PasarModal #BursaEfekIndonesia #SahamIndonesia