Home Blog Page 1019

APKOM HRCC Ikut Pameran FKI 2009

0

hrcc-1APKOM HRCC (Asosiasi Pengusaha Komputer Harco RoxySquare Computer Center) yang baru dideklarasikan akhir bulan Mei 2009, mengadakan soft launching dengan mengikuti pameran FKI 2009 yang bertempat di Plenary Hall JCC , 10 – 14 Juni 2009. Pada acara soft launching tersebut, hampir seluruh pengusaha komputer dari HMCC (Harco ManggaDua Computer Center) dan juga APKOMLAPAN (Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional) yang juga memiliki tempat usaha di Roxy Square mengikuti pameran tersebut.

Pada pameran tersebut, para pengusaha yang tergabung dalam HRCC merasa puas dengan ramainya pengunjung yang memenuhi Plenary Hall JCC. Lokasi pameran yang dekat dengan panggung utama ini sangat menguntungkan, karena banyak kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pihak Dyandra sebagai EO dan didukung juga oleh Yayasan Apkomindo, menarik perhatian pengunjung untuk berlama-lama di Plenary Hall, Kegiatan yang cukup menarik adalah demo produk, workshop, penjualan flashdisk murah dan pertunjukan grup band papan atas seperti “Steven & Coconuttreez” dan “The Changchuters”. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para peserta pameran HMCC, HRCC & APKOMLAPAN  untuk menawarkan dagangannya dan terbukti dengan transaksi penjualan yang memuaskan bagi para peserta pameran.

hrcc2Meski baru terbentuk, HRCC gencar ikut serta dalam berbagai kegiatan di FKI 2009, antara lain bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) mengadakan Talkshow Internet Sehat sekaligus penyerahan hadiah bagi Pemenang Lomba Logo, Maskot dan Jingle Internet Sehat di Summit Room JCC (12/06). Soegiharto Santoso, Ketua Umum HRCC mengatakan HRCC akan berusaha untuk selalu seimbang tidak hanya memikirkan sisi komersialnya saja, tetapi juga sisi edukasi, “Kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan TI yang dilakukan oleh berbagai institusi, baik pemerintah, swasta maupun dunia pendidikan, tentunya dukungan ini akan disesuaikan dengan kemampuan kami” ujar Soegiharto yang lebih akrab dipanggil Hoky.

Keikutsertaan HRCC di pameran FKI 2009 ini tidak lepas dari dukungan pihak HMCC, APKOMLAPAN dan Pengelola Gedung Roxy Square, menurut Rudi Pranata Tjoa, dari manajemen Roxy Square mengatakan bahwa pihak Roxy Square senantiasa mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh tenant. “Bukan hanya HRCC, tetapi juga APKOMLAPAN yang pada awal bulan Juli ini akan membuka usahanya di Roxy Square, kami akan dukung semua kegiatan mereka, karena ini merupakan kegiatan yang menguntungkan untuk semua pihak”, ungkap Rudi.

1-dirjen-afatSementara itu, HRCC berencana menggelar pameran 1st HRCC Computer Bazaar di Roxy  Square  Jakarta, pada tanggal 5 – 17 Agustus 2009. Pameran tersebut rencananya akan melibatkan para pengusaha komputer yang telah membuka usahanya di Roxy Square dan komunitas kampus diseputar Jakarta Barat. Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Bidang Pameran dan promosi HRCC mengatakan bahwa pameran itu nanti tidak hanya bersifat komersial saja, tetapi akan ada unsur pendidikannya. “Kami akan mengajak universitas-universitas di Jakarta Barat untuk turut berpartisipasi dalam pameran ini, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan dan seminar tentang dunia TI” papar Hendri.

Sebelumnya di Roxy Square, telah beberapa kali diadakan kegiatan yang bertema TI, seperti Seminar dan Demo Hacking – Network Security dengan pembicara pakar TI, Onno W. Purbo, Seminar Rekayasa Foto bersama Andi S. Budiman dan Roy Suryo, Seminar Kiat Menulis dan Strategi Bisnis Penulis TI bersama Donny BU dan Onno W. Purbo, Seminar Industri Teknopreuner di Industri Telematika serta Seminar Oracle Indonesia Developers Day. Setiap seminar yang diselenggarakan selalu berlangsung sukses dan diikuti oleh ratusan peserta.

5-foto-bersama-the-changcutersSebagai pusat perbelanjaan yang sedang tumbuh berkembang, saat ini di Roxy Square telah bergabung pengusaha telepon genggam, fashion, komputer, perbankan (BCA dan BNI) dan rumah makan cepat saji KFC, AW dan Restauran Hanamasa. Dalam waktu dekat juga akan dibuka Times Square-Computer Games Center terbesar di Jakarta dengan jumlah komputer yang digunakan mencapai 400 unit dan pusat pelatihan TI Purwadhika

FKI – ICS 2009, Waktunya Teknologi Mobile Unjuk Gigi

0

dsc04148Pameran Festival Komputer Indonesia (FKI) 2009 kembali digelar di Jakarta Convention Centre yang bersamaan dengan digelarnya Indonesia Cellular Show (ICS) 2009. FKI 2009 dilaksanakan serempak di enam kota besar, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan  Makassar pada  tanggal 10 hingga 14 Juni 2009.

Seperti kota lainnya, di Jakarta, produk notebook dan netbook mendominasi FKI 2009. Mulai dari merek Acer, Advan, ANote, Asus, Axioo, BenQ, Byon, Dell, Forsa, HP/ Compaq, ION, Lenovo, NEC, Sony Vaio, Toshiba menyemarakkan pameran yang diselenggarakan oleh Dyandra ini. Tak ketinggalan Wearness, Zyrex dan lain sebagainya. Bisa dikatakan, teknologi mobile memang tengah booming di Indonesia.

Yang menarik adalah kehadiran pengusaha kecil dan menengah yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Harco ManggaDua Computer Center (APKOM HMCC) , Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional (APKOMLAPAN) serta Asosiasi Pengusaha Komputer Harco RoxySquare Computer Center (APKOM HRCC) mereka menempati lokasi Plenary Hall JCC dan menawarkan komputer desktop rakitan yang harganya kian terjangkau.

4-stand-lenovo-resizeDi area inilah pengunjung bisa memburu perangkat komputer mulai dari motherboard, memori hingga kartu grafis dari berbagai pilihan merek dan harga, tentu saja pengunjung tetap dapat memburu produk-produk Notebook & Netbook dari berbagai brand nasional maupun internasional, tidak hanya itu, para pengunjung dapat menikmanti berbagai hiburan dipanggung utama yang memang dikemas secara apik oleh pihak Dyandra di Plenary Hall JCC.

Tidak hanya sekedar berjualan Pihak HMCC, HRCC & APKOMLAPAN juga turut aktif menjalin kerjasama dengan pihak Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) mengadakan Talkshow Internet Sehat sekaligus penyerahan hadiah bagi Pemenang Lomba Logo, Maskot dan Jingle Internet Sehat di Summit Room JCC (12/06).

9-menyaksikan-the-changcuters-plenary-hall-resizeSementara ICS 2009 dimeriahkan oleh kehadiran operator yang gencar mempromosikan paket murah untuk akses internet, mulai dari Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Smart dan lain sebagainya. Namun yang paling menyita perhatian adalah stand Nexian yang dipadati antrian pembeli ponsel tipe NX-G900 yang  tampilan dan kemampuannya mirip dengan Blackberry, namun harganya kurang dari Rp. 1 juta.

Fenomena Facebook dan instant messaging  merupakan satu dari banyak alasan mengapa perangkat mobile yang terakses internet kini menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat perkotaan.Pada penutupan acara, diumumkan para pemenang ICS Award 2009 yakni pada kategori Handset untuk The Best Design adalah Sony Ericsson X1, kategori The Best Buy adalah Nokia E 63 dan The Best Performance dimenangi Nokia 5800 Xpress Music. Nexian menyabet dua penghargaan sekaligus, The Best Bundling untuk ponsel NX-G900 dan  Local Brand Award.

picture-045Penghargaan lain diberikan untuk kategori Operator. The Best Tarif dimenangi oleh Esia, The Best Operator CDMA oleh Telkom Flexi, dan The Best Customer Growth oleh Telkomsel. Indosat menyabet penghargaan terbanyak untuk kategori-kategori The Best Operator GSM, The Best BlackBerry Service, The Best Value Added Service,  Corporate Social Responsibility Award dan juga penghargaan tertinggi , Life Time Achievement untuk Jhonny Swandi Sjam, Direktur Utama Indosat.

Pada saat penutupan pameran, grup band The Changcuters tampil di Plenary Hall JCC, sehingga semakin menambah marak acara Pameran FKI tahunan ini.

Pameran FKI dan ICS 2009 ini didukung oleh majalah BISKOM sebagai media partner.

Tim Internet Sehat Umumkan Pemenang Lomba Maskot dan Jingle

2

inet-sehat-3Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) mencanangkan program Internet Sehat yang bertujuan untuk membangun budaya dan perilaku pengguna internet secara sehat dan aman. Untuk membuat program yang digagas oleh ICT Watch ini lebih dikenal oleh masyarakat luas, Tim Sosialisasi Internet Sehat dan juga didukung oleh Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) mengadakan perlombaan Logo dan Maskot, serta Jingle internet sehat.

Lomba yang diselenggarakan mulai 5 Mei – 29 Mei 2009 ini diikuti oleh 47 peserta dari beberapa daerah.  Lomba Logo dan Maskot dimenangi oleh Iregha Kadireja dari Depok dengan tema Bola Dunia, sedangkan untuk Jingle dimenangkan oleh Adistya Rian Pratama asal Magelang dengan judul lagu Internet Sehat Meraih Dunia. Penentuan pemenang dinilai berdasarkan originalitas karya, bentuk logo yang mudah diingat, fleksibel, dan simpel. Dewan juri untuk lomba ini berasal dari kalangan profesional di bidangnya, diantaranya penyanyi Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau yang dikenal dengan panggilan Tere dan pemusik Anang Hermansyah.

inet-sehat-2Diadakannya perlombaan Logo dan Maskot, serta Jingle, menurut Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Cahyana Ahmadjayadi, bertujuan untuk membangun partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menggunakan internet sehat sejak awal. “Program ini merupakan program besar yang hanya akan berhasil jika dilakukan bersama seluruh bagian masyarakat,” jelas Cahyana yang juga Penanggung jawab Tim Sosialisasi Internet Sehat.

Pemenang masing-masing mendapat hadiah berupa dana tunai sebesar Rp. 15 juta, ponsel, dan juga sertifikat. Sedangkan untuk pemenang Jingle menurut rencana akan dibuatkan nada tunggu atau ring back tone (RBT)-nya di kemudian hari.

Setelah pengumuman lomba, Tim Sosialisasi Internet Sehat mengadakan talkshow dengan tema Kepedulian Publik Terhadap Program Internet Sehat. Hadir sebagai pembicara Indra Utoyo (Ketua Umum MIKTI), Diah Lubis (Deputi Direktur TI Bank Indonesia) dan Tony Senohartono dari Microsoft, serta moderator Andy Zaky, dari Majalah Technopreneur. Di sela talkshow, hadir pembicara tamu Jaya Suprana, Ketua Umum Museum Rekor Indonesia (MURI).

inet-sehatTony mengatakan,  dampak internet  sangat luar biasa. Hal ini  dinilai karena keinginan manusia untuk saling terhubung sangat kuat,  selain itu konten dalam internet membawa banyak manfaat. Namun tambahnya, “Internet juga bisa digunakan untuk tujuan negatif. Jadi internet sehat bukan hanya datang dari diri sendiri, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak.”

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2009 di Jakarta Convention Center bersamaan dengan penyelenggaraan Festival Komputer Indonesia (FKI) 2009  dan Indonesian Cellular Show (ICS) 2009, didukung oleh berbagi pihak diantaranya Microsoft, Bank Indonesia, Indosat, Telkomsel, AOSI, APKOMLAPAN, BISKOM, DetikINet, Dyandra, HMCC, HRCC, ICT Watch, Kaskus, Majalah Stabilitas, Roxy Square, Teknopreneur dan Warta Ekonomi

01-internet-sehat-meraih-dunia-adistya

65 Kecamatan di Jabar Dapat Bantuan Akses Internet

0

mobile-capSedikitnya 65  kecamatan di wilayah Jawa Barat dalam waktu dekat akan mendapat bantuan akses internet gratis dari Departemen Komunikasi dan Informatika  (Depkominfo). Program Masyarakat Komunikasi Indonesia Depkominfo ini dalam rangka membangun akses internet komunitas atau Community Access Point (CAP) di seluruh wilayah pedesaan di Indonesia hingga 2015 mendatang. “Dengan bantuan ini, nantinya internet akan tersambungkan ke sejumlah fasilitas umum, seperti rumah sakit, puskesmas, sampai ke balai desa. Dengan cara ini, manfaat akses internet bagi pengguna di pelosok desa akan lebih terasa,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo, Cahyana Ahmadjayadi saat diterima Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Bandung (12/6).

Cahyana menandaskan, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi bagian dari Masyarakat Informasi Global hingga 2015 mendatang. Hal ini ditandai dengan sedikitnya 50 % dari masyarakat Indonesia memiliki akses internet.

Rencananya, lanjut Cahyana, untuk tahun ini akan digulirkan program CAP di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Lampung dan Banten. Ada sekitar 220 titik lokasi di ketiga provinsi tersebut di mana akan dibangun fasilitas CAP.  “Satu titik CAP terdiri dari 10 unit komputer sebagai fasilitas akses internet bagi masyarakat,” katanya. Selain CAP yang bersifat statis, imbuh Cahyana, Depkominfo juga membantu menyediakan Mobile-CAP, yakni kendaraan dengan fasilitas tekonologi informasi termasuk didalamnya akses internet.

Program ini merupakan bantuan hibah (grant) dari International Bank of Reconstruction and Development (World Bank) senilai  US$ 1,868,338 melalui Depkominfo. Bantuan ini bertujuan meningkatkan peran strategis akses internet di pedesaan dalam rangka mempercepat literasi masyarakat di bidang TI. Perjanjian Depkominfo dengan World Bank ditandatangani di Jakarta pada 21 April 2009. Gubernur Ahmad Heryawan menyambut baik dan mendukung penuh program Depkominfo ini mengingat akses internet diharapkan membantu masyarakat dalam memperoleh informasi. “Internet memberikan banyak informasi berguna yang sangat dibutuhkan warga, baik bagi pelajar, pedagang, guru, pesantren dan sebagainya. Dengan adanya CAP diharapkan membuka isolasi informasi yang selama ini membelenggu wilayah pedesaan,” kata Heryawan.

Selain itu, dalam rangka membangun budaya informasi yang sehat dan bertanggungjawab, Depkominfo juga menggulirkan program “Internet Sehat” yang bertujuan menyaring informasi yang melanggar norma hukum dan susila. Sejak digulirkannya program tersebut, Depkominfo telah memblokir sekitar dua juta situs yang berdampak pada kerusakan moral dan sosial masyarakat. “Saya bersama para bupati dan walikota sangat mendukung kebijakan untuk membangun budaya Internet Sehat ini,” ujar Heryawan.

Fren Duo Tercatat di MURI

0

fren-duoBertepatan dengan diluncurkannya layanan Fren Duo di Jakarta, layanan ini juga mendapatkan penghargaan dan pengakuan oleh Museum Record Indonesia sebagai produk pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggabungkan 2 layanan di dalam 1 kartu kepada pelanggannya. Layanan ini menggabungkan kemampuan mobilitasnya dengan kemampuan untuk memberikan tarif semurah telepon rumah atau tarif dalam kota. Sebagai pengakuan atas inovasi besar di industri telekomunikasi ini, layanan Fren Duo telah dinyatakan layak dicatat dan mendapatkan sertifikat dari MURI di dalam acara Indonesian Cellular Show 2009.

“Setelah dilakukan pengujian dihadapan team Museum Rekor-Dunia Indonesia pada tanggal 26 Mei 2009, kami menyatakan bahwa Mobile-8 dengan produk Fren Duo sebagai Operator Telepon Pertama Yang Menggabungkan Dua Layanan Yaitu Seluler dan FWA dalam Satu Kartu. Layanan ini merupakan terobosan besar di dunia telekomunikasi dimana pelanggan sangat dimanjakan oleh Mobile-8 dengan diberikan kebebasan untuk menikmati layanan komunikasi dengan tarif semurah telepon rumah dan mengusung kemampuan mobilitas dan fleksibilitas yang tinggi. Kami menyatakan layanan ini pantas untuk kami catat sebagai produk kebanggan untuk industri telekomunikasi dan juga Indonesia,” dijelaskan oleh Jaya Suprana dari Museum Record Indonesia (MURI).

“Fren Duo sangat sesuai digunakan oleh para pelanggan CDMA yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi (mobile) dan menginginkan tarif yang ekonomis. Tidak berlebihan apabila Mobile-8 menargetkan tambahan pelanggan baru dari layanan ini sebesar 2,3 juta pelanggan yang berasal dari 5% pasar pengguna CDMA dan 1% pasar pengguna GSM saat ini,” ujar Beydra Yendi, Direktur Marketing & Sales PT Mobile-8 Telecom Tbk.

Sukaca Purwokardjono, Head of Product Marketing & Strategy PT Mobile-8 Telecom Tbk juga menambahkan, “Layanan komunikasi ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Untuk pelanggan Fren Duo bila sedang di dalam kota dapat memakai layanan atau nomor FWA untuk menikmati tarif dalam kota yaitu semurah tarif telepon rumah. Selain itu pelanggan tidak perlu repot karena layanan ini bisa dibawa keluar kota tanpa harus melakukan pendaftaran atau menukar kartu. Jadi saat ini Fren bisa memberikan tarif semurah telepon rumah dan tetap bisa dibawa kemanapun pelanggan pergi”.

Miliki Tenaga Ahli, UniPro Raih MURI

0

dscn3525PT. UniPro Nuansa Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang keamanan informasi berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori perusahaan di Indonesia yang memiliki tenaga ahli bersertifikat independen internasional terbanyak di bidang keamanan informasi. Penghargaan MURI ini diberikan langung oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, dalam acara Workshop tentang Penetration Test From Business Perspectives, di Graha Niaga, Jakarta (10/6).

Acara ini juga sekaligus digunakan UniPro untuk meluncurkan layanan Penetration Testing untuk sistem informasi yang digunakan oleh institusi pemerintah dan korporasi, khususnya industri perbankan dan keuangan.

Dunia teknologi informasi (TI) yang semakin berkembang, juga diikuti dengan meningkatnya kejahatan dalam dunia internet. Menurut Hogan Kusnadi Lim, Direktur PT. UniPro Nuansa Indonesia, kejahatan TI memberikan dampak negatif kepada bisnis, yang bisa mengakibatkan kerugian institusi atau perusahaan dalam bentuk finansial, turunnya produktifitas, dan juga merusak atau tercurinya data pelanggan.

dscn3518Sedangkan Cahyana Ahmadjayadi, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo menilai, perkembangan teknologi bukan hanya harus disikapi dengan menggunakan logika saja, tetapi juga dengan nurani, dengan cara melihat setiap perkembangan teknologi itu dari sisi positifnya. “Kita harus memaksimalkan manfaat dari perkembangan teknologi dan meminimalisir resiko-resikonya, bahkan menghindari resikonya,” ujar Cahyana.

Untuk mencegah terjadinya kejahatan dalam berkembangnya dunia TI, perlu dilakukan penetration test, karena menurut Yosie Suherman, IT Consultant PT. UniPro, penetration test merupakan suatu metode evaluasi dari keamanan sistem komputer dari jaringan dengan cara melakukan simulasi seranggan dari sumber yang jahat atau cracker.

Penetration test, lanjut Yosie, harus dilakukan pada jaringan komputer yang memiliki nilai aset, sistem kritikal dan beresiko tinggi. Dengan melakukan penetration test ini juga dapat memberikan keuntungan kepada usaha pengamanan sistem TI yang tidak bisa diakses oleh metode lain. Bisa juga untuk membantu memeriksa seberapa efektif keamanan dari sebuah desain, sehingga kelemahan sistem yang ada dapat diketahui secara dini, dan tindakan pencegahan pengamanan dapat dilakukan secara optimal.

TI dan Hajatan Terbesar Negeri

0

ok01Edisi Juni ini kami jadikan edisi spesial mengingat hari spesial bagi bangsa Indonesia sudah di depan mata: menghadapi pemilihan presiden (pilpres), 9 Juli mendatang. Spesial lantaran hajatan ini cuma digelar lima tahun sekali, dan menjadi hari yang sangat menentukan untuk nasib Tanah Air lima tahun ke depan.

Berbeda dengan lima atau 10 tahun yang lalu, seiring perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi informasi (TI), tiap pasangan capres/cawapres kini mulai mengandalkan TI sebagai sarana atau media mereka untuk berkampanye menggalang dukungan. Ketiga pasangan calon kini satu persatu meluncurkan situs resmi duet mereka untuk merebut posisi RI-1. Berkaca dari kemenangan Barrack Obama pada Pilres Amerika Serikat tahun lalu, tiap pasangan calon pun membentuk tim sukses yang khusus mengelola media kampanye, termasuk media online seperti website.

Karena itu kami mengangkat headline edisi Juni ini didorong rasa keingintahuan (courisity) sejauh manakah manfaat TI bagi para calon dalam meraih simpati dan suara rakyat Indonesia yang tentunya, sudah mulai melek TI khususnya internet. Kendati dari total penduduk 237.512.355 jiwa, hanya 12,6% pengguna internet di Indonesia, namun jumlah itu pun tidak bisa dikatakan sedikit, yakni 30 juta orang. Meraih suara sebanyak itu di dunia maya tidak lah mudah, apalagi jatah ’kue’ suara dari 30 juta orang itu harus dibagi tiga dengan kandidat tiga pasangan calon. Belum lagi, tidak semua dari 25 juta pengguna internet itu pun bakal menggunakan haknya untuk memilih, bahkan tak sedikit pula diantaranya yang golput lantaran kurang tertarik pada ajang pesta demokrasi ini.

Hal-hal seperti itu yang menggelitik kami menyajikan berita utama bertema korelasi TI sebagai salah satu media berkampanye, dengan tetap melihat contoh pemanfaatan atau penerapannya pada pilpres di Ameria Serikat, November silam.

Hal spesial lainnya dalam edisi Juni ini kami tampilkan kelanjutan dari laporan khusus ”Interview With The Hacker” menyambung tulisan yang kami sajikan pada edisi Mei lalu. Di edisi kali ini, sedikitnya 11 hacker Indonesia kami wawancarai untuk mengetahui aktivitas dunia underground dewasa ini. Akankah mereka beraksi lagi pada hajatan politik tahun ini? Kami sendiri belum mengetahui. Yang jelas, pada sistem tabulasi nasional komisi pemilihan umum (KPU) dalam pemilihan anggota legislatif lalu, hal serupa tahun pemilu 2004 nyaris saja kembali terjadi.

Namun, bukan maksud itu kami wawancarai mereka secara khusus, tapi karena ingin berkisah, bagaimana sesungguhnya kehidupan di alam underground sana, bagaimana sejatinya identitas seorang hacker dan perbedaannya dengan cracker atau attacker.

Bagaimana pun, kami tetap salut dan sangat respect atas eksistensi para hacker Indonesia sebagai bagian dari kehidupan masyarakat TI Indonesia. Tiba saatnya bagi kita menentukan siapa yang kita percaya untuk bisa memimpin bangsa ini lima tahun ke depan, tiba saatnya pula bahwa citra hacker sebagai perusak memang mesti diluruskan.

Selamat memilih pasangan pemimpin masa depan bagi Anda yang memiliki hak pilih.

Salam,
Redaksi

Majalah BISKOM Edisi Juni 2009

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Sekretaris Dirjen Aptel Depkominfo, Djoko Agung Hariyadi (Terima kasih kepada Ditjen Aptel Depkominfo yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Djoko Agung Hariyadi, Sekretaris Dirjen Aptel Depkominfo, “Pemerintah Peduli Konten Internet Sehat”

• FIGURE:

– Sales and Marketing Director IM2, Abu Syukur Nasution “IM2 Siap Terapkan WiMax“

– Konsultan Sekuriti Sistem, Dani Firmansyah (Xnuxer) “Saya Bukan Hacker”

• HEADLINE: Mengukur Efektivitas TI dalam Pilpres

• FOCUS:

– Sahabat SBY Siap Sukseskan SBY-Berbudi

– Menyoal Putusan UU-ITE

– UU KIP Untuk Clean & Good Governance

– Special Interview With 11 Hackers

– Masyarakat Hacker Indonesia

– Indonesia Demam Blackberry

– Banyak Kendala, NGN Tetap Menjanjikan

– Memulai Era TV Digital

• BROWSING:

– Facebook Terapkan Open ID

– Google Ganti logo?

– Beatles Jadi Video Game Rock Band

• INSPIRATION:

– Cicilia Lusiani: Membangun E-Parlemen Untuk E-Demokrasi

– Bambang Dwi Anggono: Keamanan Informasi Milik Pemerintah

– Dirgayuza Setiawan: Dari ‘Media’ ke ‘We-dia’: 60 Menit Bersama Joe Trippi

– Arli Aditya Parikesit: Seni dan Desain Pada Linux

– Najamudin: Pengembangan Industri Software Nasiona

– Prakoso Bhairawa Putera S.: Migrasi ke Bahan Ajar Digital

– Muhamad Jafar Elly : GOOGLE  OCEAN  Dalam Konferensi Kelautan Dunia 2009

• REVIEW & CELLULAR:

– Lenovo ThinkPad T400 6473TBM

– Advan G2T-64S

– Canon EOS 500D

– LG GC-900

– Samsung Star S5233

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

Lomba Logo, Maskot dan Jingle Internet Sehat Segera Umumkan Pemenang

0

internet-sehatBanyak orang tua khawatir dan bertanya-tanya apa yang diakses oleh anaknya ketika berselancar di internet. Apakah sesuatu yang baik atau malah situs-situs yang mampu merusak moral. Kekhawatiran ini pula yang sekarang hinggap di benak para pembuat kebijakan di Indonesia.

Hal inilah yang melatarbelakangi  Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mencanangkan Program Kampanye Internet Sehat. Program ini dilaksanakan untuk membangun budaya dan perilaku penggunaan internet secara sehat dan aman sehingga dapat memberikan nilai tambah.

Demi mendukung dan menyosialisasikan program yang menjadi perhatian banyak pihak tersebut, Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) dan Tim Sosialisasi Internet Sehat menyelenggarakan Lomba Logo, Maskot, dan Jingle Internet Sehat yang terbuka untuk umum.

Rangkaian kegiatan lomba tersebut telah dilaksanakan sejak 23 April 2009. Saat ini proses penjurian terhadap seluruh karya yang masuk sedang berlangsung dan akan berakhir pada 9 Juni 2009 mendatang.

“Pembuatan logo, maskot, dan jingle internet sehat sengaja dikompetisikan untuk membangun partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya internet sehat sejak awal, karena Internet adalah jendela pengetahuan yang bermanfaat. Program ini merupakan program besar yang hanya akan berhasil jika dilakukan bersama seluruh bagian masyarakat,” jelas Cahyana Ahmadjayadi selaku Penanggungjawab Tim Sosialisasi Internet Sehat.

Selanjutnya pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada 11 Juni 2009 di Balai Sidang Senayan bersamaan dengan penyelenggaraan Festival Komputer Indonesia 2009 (FKI 2009) di lokasi yang sama. Penyerahan hadiah akan dilakukan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, M. Nuh.

Dalam acara tersebut akan dilaksanakan juga Diskusi Interaktif mengenai internet sehat dengan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan penggiat dunia internet. Selain dari kalangan pemerintah yang diwakili oleh Dirjen Aplikasi Telematika, Cahyana Ahmadjayadi, diskusi juga akan menghadirkan narasumber lain, yaitu Indra Utoyo selaku Ketua Umum MIKTI, Andrew Darwis & Ken Dean sebagai Duo Founder Kaskus (situs komunitas terbesar di Indonesia), Diah Nastiti dari kalangan pengguna internet dan Tony Seno Hartono dari Microsoft.

Acara ini didukung oleh berbagi pihak diantaranya AOSI, APKOMLAPAN, BISKOM, Detikinet, Dyandra, HMCC, HRCC, ICT Watch, Kaskus, Majalah Stabilitas, Microsoft, Roxy Square, Teknopreneur dan Warta Ekonomi.

Acer Aspire Timeline, Baterai Tahan Lama

2

acerAcer  meluncurkan notebook baru, Acer Aspire Timeline, yang mengedepankan desain tipis dan ringan. Ketebalannya kurang dari 1 inchi atau sekitar 0.196. Selain itu Acer Aspire Timeline juga menjagokan kemampuan baterai yang tahan lama, mencapai 8 jam, berkat penggunaan Intel Centrino Ultra Low Voltage.

Menurut Jason Lim, Presiden Direktur Acer Indonesia saat peluncuran Acer Aspire Timeline di Hotel Mulia, Jakarta (28/5), diluncurkannya Acer Aspire Timeline ini berdasarkan survei yang mereka lakukan pada konsumen. “Dari survei itu banyak konsumen yang menginginkan adanya notebook yang ringan dan kemampuan baterai yang tahan lama. Kehadiran Acer Aspire Timeline membawa kembali arti true mobile computing,” tambahnya.

Penggunaan prosesor Intel Ultra Low Voltage, dinilai Sujan Kamran, Intel Asia Pacific Regional Marketing Director, mampu membuat baterai dapat bekerja secara maksimal dan tahan lama dan ini merupakan suatu potensi yang besar untuk menarik pasar yang sangat mobile.

Kelebihan lain dari Acer Aspire Timeline diantaranya menggunakannya teknologi laminar wall jet, yakni teknologi pendingin yang berfungsi untuk mengurangi panas dengan cara mengalirkan udara dingin seperti yang biasa digunakan pada mesin pesawat jet sehingga performa notebook menjadi lebih optimal.

Pada kesempatan yang sama, Husein Alim, Brand Manager Acer mengatakan, Acer Aspire Timeline menggunakan power smart adaptor yang dapat meningkatkan daya tahan baterai sehingga mampu menghemat daya. “Jika menggunakan power smart adaptor hanya memerlukan daya  0.1 watt, beda halnya dengan adapter lain yang memerlukan daya sampai 0.3 watt,” ujarnya.

Acer Aspire Timeline tersedia dalam dua ukuran: 13. 3 inci dengan berat 1.6 kg dan ukuran 14 inci yang beratnya 1.9 kg, sehingga notebook ini sangat mungkin untuk dibawa berpergian kemanapun.