Mendikbud Nadiem Makariem, Menkeu Sri Mulyani dan Mendagri Tito Karnavian usai Konferensi Pers Dana BOS dan Dana Desa Berbasis Kinerja (Sumber: Antarafoto/Aprillio Akbar)
Jakarta, BISKOM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan platform teknologi penting digunakan untuk transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, platform teknologi menjadi solusi terbaik dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS.
“Ke depannya yang akan kami lakukan juga, yang saat
ini sedang dalam proses perencanaan, yaitu bagaimana kita bisa menggunakan
teknologi untuk meningkatkan transparansi dari penggunaan dana BOS. Dan
teknologi inilah yang akan kami gunakan untuk meningkatkan kualitas
transparansi pengadaan dana BOS untuk semua sekolah di Indonesia,” kata Nadiem
dalam Konferensi Pers Dana BOS dan Dana Desa Berbasis Kinerja di Jakarta.
Selain itu, teknologi juga akan dimanfaatkan untuk
meningkatkan kualitas pengadaan barang operasional sekolah di seluruh
Indonesia. “Jadi, ke depan solusinya yang terbaik adalah teknologi. Itu mungkin
akan butuh lebih banyak waktu, tapi itu yang kami lakukan,” tambahnya.
Melalui kebijakan Merdeka Belajar Episode 3,
peningkatan transparansi dan akuntabilitas dana BOS salah satunya dilakukan
dengan mengubah skema transfer daerah. Mulai tahun 2020, dana BOS ditransfer
oleh Kementerian Keuangan langsung ke rekening sekolah, sehingga tidak lagi
melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi.
Kemudian, proses verifikasi data yang sebelumnya
dilakukan dua kali setahun dan SK ditetapkan pemerintah provinsi, kini
dipermudah dengan penetapan SK oleh Kemendikbud dengan verifikasi data dari
pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Batas akhir pengambilan data sekali per
tahun setiap 31 Agustus untuk mencegah keterlambatan APBD-P.
Tidak hanya itu, pemerintah memberikan kebebasan
kepada kepala sekolah untuk menggunakan dana BOS sesuai kebutuhan. Alasannya,
setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Adapun peraturan baru dari
skema penggunaan dana BOS, sekolah diizinkan menggunakan maksimal 50% dari dana
BOS untuk pembiayaan guru honorer dan tenaga didik lainnya. “Ini adalah langkah
Kemendikbud untuk membantu menyejahterakan guru-guru honorer yang seharusnya
mendapatkan upah lebih layak,” jelas Mendikbud.
Selain kebijakan penyaluran dan penggunaan, tahun ini pemerintah juga meningkatkan harga satuan BOS per peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) sebesar Rp100.000 per peserta didik. Untuk SD yang sebelumnya Rp800.000 per siswa per tahun, sekarang menjadi Rp900.000 per siswa per tahun. Begitu juga untuk SMP dan SMA masing-masing naik menjadi Rp1.100.000 dan Rp1.500.000 per siswa per tahun. Besaran BOS untuk SMK pada tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni Rp1.600.000. BOS untuk SMK sudah dinaikkan pada tahun 2019, yaitu dari Rp1.400.000 di tahun 2018 menjadi Rp1.600.000 per siswa per tahun mulai 2019. (red)
Barcelona, BISKOM – Mobile World Congress (MWC) 2020 secara resmi dibatalkan. Pameran dagang tahunan yang diselenggarakan oleh GSMA khususnya untuk industri komunikasi seluler ini semula akan digelar pada tanggal 24-27 Februari 2020 mendatang. Ajang MWC setiap tahunnya dihadiri tak kurang dari 100.000 pengunjung dan ribuan perusahaan. Menurut GSMA, ada sekitar 6.000 orang peserta yang berangkat dari China.
Pengumuman pembatalan MWC 2020 dilakukan pada Rabu
(12/2/2020) waktu setempat setelah diadakannya pertemuan darurat oleh para
petinggi GSMA. “GSMA telah memutuskan membatalkan MWC Barcelona 2020
karena kekhawatiran global mengenai wabah virus corona, masalah perjalanan dan
keadaan lainnya, membuat GSMA tidak mungkin mengadakan acara tersebut,” kata
John Hoffman, kepala eksekutif penyelenggara GSMA.
Langkah pembatalan MWC 2020 diambil setelah sejumlah
vendor ternama memutuskan menarik diri dari acara tahunan tersebut karena
ancaman virus corona. Beberapa vendor yang sudah menyatakan mundur antara lain
Deutsche Telekom, Vodafone, BT, LG, Vivo dan Nokia.
MWC 2020 sebenarnya sudah dinanti-nantikan para
pecinta teknologi. Sejumlah perusahaan teknologi akan merilis produk terbarunya
tersebut di Barcelona. Salah satu vendor yang akan meluncurkan produk terbaru
adalah Xiaomi. Perusahaan Tiongkok itu seharusnya memperkenalkan smartphone
terbarunya Mi 10 di Barcelona.
GSMA menyebut masih tetap pada jadwalnya untuk menyelenggarakan ajang MWC 2021 di Barcelona, Spanyol. Barcelona telah menjadi tuan rumah untuk ajang pameran perdagangan ini sejak tahun 2006 lalu. (red)
Ilustrasi Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai, Karimun (Sumber: hariansib.com)
Jakarta, BISKOM – Aksi unjuk rasa warga yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) yang menolak pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai, Karimun, Provinsi Kepulauan Riau membuat pembangunan gereja dihentikan sementara sampai ada putusan pengadilan TUN.
Pada Selasa (11/2/2020) Kementerian Agama melakukan
pertemuan dengan pihak terkait. Hadir dalam pertemuan tersebut, Uskup
Pangkalpinang Mgr Adrianus Sunarko OFM dan Bupati Karimun Aunur Rafiq. Menurut
Mgr Adrianus Sunarko, inti pertemuan tersebut adalah mengupayakan perdamaian
sekaligus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Langkah
selanjutnya, sama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan di
PTUN,” ujarnya.
Renovasi total Gereja Katolik Santo Joseph di
Kabupaten Karimun dipermasalahkan dan memasuki ranah hukum. Izin Mendirikan
Bangunan (IMB) No 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019 tertanggal 2 Oktober 2019 yang sudah
dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten
Karimun digugat Aliansi Peduli Kabupaten Karimun (APKK) ke PTUN Tanjungpinang
pada 30 Desember 2019. Persoalan ini sudah masuk tahap persidangan.
Sebelum di PTUN, pemerintah telah memfasilitasi kedua
belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Pemkab dan Kemenag Karimun
sedikitnya dua kali menggelar musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat
serta pihak Gereja dan aliansi.
Rapat pertama digelar Oktober 2019. Hasilnya,
terhitung sejak 25 Oktober 2019 hingga 3 bulan ke depan, semua pihak diminta
menahan diri dan pihak Gereja menghentikan sementara renovasi. Ini dimaksudkan
untuk memberikan kesempatan pemkab melakukan sosialisasi dan mediasi kepada
masyarakat di lingkungan Gereja.
Selanjutnya, Pemkab Karimun, FKPD, Kemenag, dan
instansi terkait kembali menggelar rapat koordinasi pada 22 Januari 2020. Rapat
menyepakati, IMB Gereja Katolik Santo Joseph hingga kini tidak dicabut. Namun,
untuk sementara waktu proses pembangunan ditunda. Hal ini dituangkan dalam surat
nomor 180/HKM-SETDA/I/9/2020. Sebab, ada gugatan yang dilaporkan APKK ke PTUN
Tanjungpinang di Kota Batam, dengan register perkara Nomor: 33/G/2019/PTUN.TPI
tanggal 30 Desember 2019.
Persitiwa penolakan pembangunan gereja di Karimun
membuat Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
Romo Benny Susetyo meminta Pemerintah Kabupaten Karimun belajar dari Walikota
Bekasi, Rahmat Effendi.
Rahmat Effendi dikenal tegas berhadapan dengan massa
yang menentang pembangunan Gereja Paroki Santa Clara di Bekasi Utara. “Pemerintah
Kabupaten Karimun harus berani seperti Walikota Bekasi yang tidak tunduk
dengan kemauan massa yang berkali-kali demo menentang pembangunan Gereja Santa
Clara,” tegas Romo Benny.
Dirinya juga mengingatkan bahwa seorang kepala daerah
harus punya jiwa Pancasila dan kenegaraan. Mereka harus memberi kesempatan yang
sama untuk semua agama karena itu dijamin konstitusi.
Sementara itu, terkait dengan adanya permintaan untuk
menghentikan sementara renovasi gereja dengan alasan adanya gugatan di PTUN tidak
dapat dibenarkan. Menurut Aktivis Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan
Keuskupan Agung Semarang (PK4AS) Vincent Suriadinata, SH., MH. hal tersebut
tidak sejalan dengan asas presumptio iustae causa. Penundaan pelaksanaan KTUN
(IMB) selama proses pemeriksaan di pengadilan harus dimintakan atau dimohonkan
terlebih dahulu kepada pengadilan. KTUN tidak dapat ditunda dengan hanya adanya
proses pemeriksaan pengadilan,” ungkap Vincent.
Lebih lanjut Vincent menegaskan, “Surat Nomor 180/HKM-SETDA/I/9/2020 yang meminta Panitia Pembangunan Gereja menunda pembangunan tidak memiliki kekuatan hukum. Sebab, asas presumption iustae causa menyatakan bahwa demi kepastian hukum, setiap KTUN yang dikeluarkan harus dianggap benar menurut hukum, karenanya dapat dilaksanakan lebih dahulu selama belum dibuktikan sebaliknya dan dinyatakan oleh hakim administrasi sebagai keputusan yang bersifat melawan hukum.,” pungkasnya. (red)
Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan dalam Joint Symposium 2020 dengan tema Bioprospecting of Indonesian Plant, di Auditorium LAPTIAB BPPT, Puspiptek, Tangerang Selatan (sumber: bppt.go.id)
Tangerang, BISKOM – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Farmasi dan Medika bersama KRIBB (Korea Research Institute of Bioscience and Biotechnology) mengembangkan produk kesehatan dari tanaman obat serta menggelar Joint Symposium 2020 dengan tema Bioprospecting of Indonesian Plant, di Auditorium LAPTIAB BPPT, Puspiptek, Tangerang Selatan pada Selasa (11/2/2020).
Hal ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama bioprospeksi
tanaman obat Indonesia yang telah berlangsung sejak tahun 2008 dan telah
mengumpulkan lebih dari 2.500 tanaman obat dari beberapa lokasi di Pulau Jawa,
Sulawesi, Sumatera, Bali dan Lombok.
Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi
(TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan menyampaikan, bioprospektif adalah upaya untuk
mengeksplorasi potensi dan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah atau negara
tertentu dan melalui kolaborasi ini menurutnya memiliki nilai strategis dan
potensi ekonomi bagi kedua negara.
Untuk itu telah dilakukan penelitian lebih lanjut yang
berfokus pada empat tanaman yang saling menguntungkan yakni Lagestroemia
ovalifolia (benger) untuk anti asma dan Ficus villosa untuk anti demam berdarah
serta untuk diabetes menggunakan Ardisia humilis (lampeni) dan Morus alba
(murbai).
Sementara itu menurut Plt Direktur Pusat Teknologi
Farmasi dan Medika BPPT Agung Eru Wibowo, penelitian akan dilanjutan guna
melakukan kajian lebih dalam terhadap tanaman tersebut, seperti untuk anti
diabetes dilakukan pengujian secara in vitro serta dengan in vivo untuk melihat
apakah tanaman ini bisa menurunkan kadar gula darah.
“Keempat tanaman tersebut sudah dilakukan domestifikasi yaitu di ambil dari lahan kemudian diperbanyak benihnya di Balai Bioteknologi selanjutnya di bawa ke lahan di Lampung untuk di uji coba kemudian diambil sample daunnya guna pengujian lebih lanjut,” pungkas Agung. (vin)
Jakarta, BISKOM – Keseriusan Pemerintah untuk mendorong penggunaan mobil listrik makin terlihat nyata. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang resmi diundangkan pada 12 Agustus 2019. Perpres ini mengharapkan transisi industri otomotif dalam negeri menghasilkan kendaraan ramah lingkungan.
Belum lama ini, draft Peraturan Menteri (Permen) yang
mengatur uji tipe kendaraan listrik sudah diserahkan ke Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) untuk selanjutnya ditandatangani Menteri
Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Permen ini merupakan turunan dari
Perpres Nomor 55 Tahun 2019.
“Sudah masuk KemenkumHAM, jika sudah selesai dari
sana tinggal teken saja,” kata Direktur Sarana Transportasi Jalan
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah.
Menurut Sigit kemungkinan ada revisi draft Permen pada
bagian ‘kendaraan listrik wajib memiliki suara’. Sebab banyak pihak yang
meminta kendaraan listrik tidak perlu mengeluarkan suara. Aturan kendaraan
listrik wajib bersuara tertuang dalam Pasal 36 Permen tersebut yang bunyinya
“Kendaraan Bermotor Listrik kategori M, N, O dan L yang hanya menggunakan
motor listrik sebagai penggerak, untuk memenuhi aspek keselamatan harus
dilengkapi dengan suara”.
Pasal tersebut dibuat sebab keberadaan kendaraan
listrik tanpa suara dianggap membahayakan pengguna jalan lain lantaran
keberadaannya tidak terdeteksi. Menhub pun sempat meminta pasal tersebut
ditinjau kembali sebab menilai kendaraan listrik memang lebih nyaman jika
dibuat tak bersuara.
Aturan uji tipe kendaraan listrik penting sebagai
payung hukum bagi para perusahaan penyedia jasa bus listrik seperti Trans
Jakarta. Sejauh ini yang sudah ada aturannya hanya kendaraan konvensional, yang
komponennya berbeda sama sekali. Pada kendaraan listrik, komponen utamanya
adalah baterai dan motor. Baterai sebagai tempat penampung daya; dan motor
untuk menggerakkan roda.
Dikutip dari laman Dephub, uji tipe kendaraan bermotor salah satunya untuk melihat apakah emisi gas buangnya di bawah ambang batas yang ditetapkan atau tidak. Sementara kendaraan listrik tidak mengeluarkan emisi sama sekali. Menhub berharap dengan aturan ini produsen kendaraan listrik bisa tertarik berinvestasi di Indonesia. Dia juga berharap, dengan aturan ini, para operator transportasi bersedia menyediakan lebih banyak kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan pidato Presiden beberapa waktu lalu yang mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia. “Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri,” ungkap Jokowi. (vin)
Robot Pemadam Kebakaran Dok-Ing MVF-3 milik Dinas Gulkarmat DKI Jakarta saat uji coba di halaman kantor Pusdiklat Gulkarmat di Ciracas, Jakarta Timur (Sumber: jakartafire.net)
Jakarta, BISKOM – Teknologi pada prinsipnya adalah sesuatu yang dapat memudahkan aktivitas dan pekerjaan manusia. Di segala aspek, kemajuan teknologi sudah begitu pesat. Contohnya adalah robot pemadam kebarakan jenis Dok-Ing MVF-3 yang dimiliki oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, sudah mulai
melakukan uji coba robot pemadam kebakaran di halaman kantor Pusdiklat
Gulkarmat di Ciracas, Jakarta Timur. Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur,
Muchtar Zakaria mengatakan, uji coba pemadaman api yang membakar tumpukan ban
bekas dilakukan dengan melibatkan teknisi robotik dari Kroasia, negara yang
memproduksi robot tersebut. “Setelah dilakukan uji coba, ke depan robot
pemadam ini akan kami siagakan untuk membantu petugas dalam melakukan pemadaman
api maupun mengurai material kebakaran,” ujarnya.
Robot ini mampu mendorong benda berkekuatan 8 ton,
mampu menarik benda seberat 6 ton, mampu mengangkat benda seberat 2,5 ton serta
tahan api dan ledakan. “Robot ini juga mampu menampung air sebanyak 500
liter dan busa 400 liter dengan jangkauan semprot airnya mencapai 55
meter dan semprot busa sejauh 40 meter,” jelas Muchtar.
Ivan Zanic, instruktur mekanik robot asal Kroasia
menjelaskan bahwa robot pemadam kebakaran ini tak hanya untuk kebakaran rumah
saja, tetapi juga untuk kebakaran khusus yang membahayakan manusia, seperti
teror bom, dan rudal peluru. “Fungsi utama robot ini untuk penanggulangan
kebakaran di medan yang tak bisa dijangkau anggota damkar,” imbuhnya.
Dalam mengoperasikan robot pemadam kebakaran ini, ada
sebuah remote control dengan jarak antara remote dengan robotnya maksimal 1,5
km. Petugas operator akan bekerja sebagai pengendali dari gerakan robot. Sementara
itu, pada badan robot terdapat sembilan kamera yang siap memantau dari segala
arah.
Kabid Sarana Prasarana Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Suharja mengatakan, dalam kesempatan itu, pihaknya juga menggelar pelatihan kepada 53 petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mulai hari ini hingga 12 Februari mendatang. “Harapannya, para petugas ini bisa mengendalikan robot pemadam dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (vin)
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail (kanan) dalam acara Serah Terima Jabatan Kepala BBPPT (Sumber: kominfo.go.id)
Jakarta, BISKOM – Senin (10/2/2020) dilangsungkan serah terima jabatan dari Kepala Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) Mochamad Rus’an kepada Direktur Pengendalian Mochamad Hadyana, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPPT di Kantor Pusat Ditjen SDPPI, Jakarta. Acara diawali dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan dari Mochamad Rus’an yang telah memasuki masa purnabakti per 1 Februari 2020, kepada Dirjen SDPPI. Kemudian, memori jabatan diserahkan kepada Direktur Pengendalian Mochamad Hadyana, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPPT.
BBPPT adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan
Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika yang berada
di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan
Perangkat Pos dan Informatika dan secara administratif dibina oleh Sekretaris
Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika dan secara
teknis operasional dibina oleh Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan
Informatika.
Dalam melaksanakan tugasnya BBPPT berfungsi menyusun
rencana dan program di lingkungan Balai Besar Pengujian; melaksanakan pelayanan
administrasi pengujian alat/perangkat telekomunikasi; melaksanakan analisa
evaluasi sistem mutu pelayanan dan pengujian alat/perangkat telekomunikasi; melaksanakan
pengujian dan pemeliharaan alat/perangkat telekomunikasi, electromagnetic
compatibility (EMC) dan kalibrasi; dan melaksanakan urusan tata usaha,
keuangan, kepegawaian dan rumah tangga.
Dirjen SDPPI, Ismail mengatakan bahwa pengembangan
sumber daya manusia menjadi kunci utama bagi keberadaan BBPPT. “Laboratorium
itu hanya alat, tetapi masalah yang lebih penting adalah kompetensi SDM sebagai
kunci utama. Kita membutuhkan kompetensi SDM yang luar biasa,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ismail menerangkan bahwa menjadi
pekerjaan rumah bagi siapapun yang memimpin BBPPT “Untuk memenuhi kebutuhan SDM
ini, kita tidak bisa hanya berharap dari pengadaan CPNS,” pesan Dirjen SDPPI.
Ismail juga berharap, sebelum ada pejabat yang definitif, Mochamad Hadyana dapat menuntaskan berbagai perbedaan yang kerap muncul antara pihak laboratorium dan Direktorat Pengendalian. “Mumpung kiri kanan Pak Hadyana juga, kita harus bicara level Kemkominfo, sehingga dengan semangat kerjasama, mari diskusikan masalah tanpa ada konflik kepentingan,” pungkasnya. (vin)
Jakarta, BISKOM – PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) akan melakukan pengantian wesel di Stasiun Gambir dan Stasiun Jakarta Kota. Penggantian tersebut akan dilakukan mulai tanggal 13 Februari-23 Februari 2020. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pergantian wesel merupakan bagian penting dalam meningkatkan keandalan prasarana perkeretaapian yang fokus pada keselamatan dan kelancaran pelayanan perjalanan kereta di masa akan datang.
Wesel adalah konstruksi rel kereta api yang bercabang
(bersimpangan) tempat memindahkan jurusan jalan kereta api. Wesel terdiri dari
sepasang rel yang ujungnya diruncingkan sehingga dapat melancarkan perpindahan
kereta api dari jalur yang satu ke jalur yang lain dengan menggeser bagian rel
yang runcing.
Penggantian wesel tersebut berimbas kepada operasi KRL
di sejumlah rute. 45 jadwal kereta dari Bogor/Depok dan Bekasi/Cikarang menuju
Stasiun Jakarta Kota hanya sampai Stasiun Manggarai mulai tanggal 13 Februari
mendatang. Begitu pula jadwal sebaliknya yakni Stasiun Jakarta Kota-Depok/Bogor
dan Stasiun Jakarta Kota-Bekasi/Cikarang hanya sampai Stasiun Manggarai.
“Dari total 281 perjalanan KRL Depok/Bogor dan Cikarang/Bekasi dengan
tujuan Jakarta Kota maupun sebaliknya, terdapat 45 perjalanan yang akan
mengalami rekayasa pola operasi dan satu KA dibatalkan,” terang Anne.
Selain dua lintasan tadi, perjalanan KRL di lintas
lainnya akan tetap berlangsung normal sebagaimana biasa. “Sebagai bentuk
antisipasi, PT KCI telah berkoordinasi dengan PT Transjakarta untuk menambah armada
busnya di Stasiun Manggarai yang dapat menghubungkan pengguna ke berbagai koridor
jalur transjakarta,” imbuh Anne.
Berikut Rute KRL yang mengalami perubahan selama masa penggantian wesel:
Flyer Seminar Menjadi Pengusaha Melenial, Sandiaga Uno dan Soegiharto Santoso
Jakarta, BISKOM – Ajang kegiatan 29th Indonesia International Education Training & Scholarship Expo 2020 dan 2th Indonesia EduTech 2020 yang diselenggarakan oleh PT Wahyu Promo Citra pada hari Minggu, 9/2/2020 di JCC Senayan, Jakarta, secara khusus menyelenggarakan seminar dengan tema; “How To Be Millenials Entrepreneur” dengan narasumber Founder Ok Oce Indonesia Sandiaga Uno, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky, Ketua Umum Ok Oce Indonesia Iim Rusyamsi, Bendahara Umum Ok Oce Indonesia Rahmad Agustiar, Pengusaha Keripik Riezka Rahmatiana, CEO IYKRA Fajar Jaman dan Founder Kopi Besan & Kacang Tuang Muhammad Al-Bagir dengan moderator Wakil Direktorat Diklat Ok Oce Indonesia Evi Erwiyati.
Sandiaga Uno selaku pembicara utama menyampaikan, “Pasar Indonesia sedang berkembang. Hal tersebut menjadi peluang yang harus bisa dimanfaatkan bagi anak muda, karena pasar kita berkembang sampai 2045. Tapi kalau milenial engga ambil kesempatan ini akan masuk lah produk-produk dari luar negeri, kepentingan dari perusahaan besar dari luar negeri,” terang Sandi.
Sandiaga Uno dan Soegiharto Santoso di Seminar EduTech 2020, How To be Mellenial Entrepreneur.
“Di
sini banyak nggak yang suka mager? Males gerak. Kita nggak boleh mager,
lawannya ya pro aktif. Mau belajar ke sana sini.” Teriak Sandi penuh semangat
untuk memotivasi peserta seminar di JCC yang berjumlah lebih dari 1.000
anak-anak usia milenial.
Politisi Partai Gerindra tersebut menyampaikan bahwa menjadi pengusaha harus bisa berinovasi. Inovasi menurutnya adalah membuat sesuatu menjadi lebih murah, efisien, dan bagus hasilnya. Ia juga meminta agar generasi milenial tidak takut mengambil resiko dan tidak takut gagal. Menurutnya, gagal adalah tangga menuju kesuksesan.
“Kita harus berani risk taking, mumpung masih muda jangan takut ambil resiko. Gagal nggak masalah, ini anak tangga menuju kesuksesan. Saya juga sering gagal. Tahun lalu aja saya gagal total,” kata Sandi.
Sandiaga Uno foto bersama dengan seluruh pembicara seminar How To Be Millenials Entrepreneur.
Menurut Sandi, tidak adanya link and match antara
dunia usaha dengan tenaga kerja menjadi salah satu penyebab susahnya mencari
kerja di Indonesia saat ini. Padahal, pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen,
lebih tinggi dibanding negara lain, bahkan bisa di atas 6 persen. Tetapi,
mengapa koor susah mencari kerja masih terdengar? Sebelumnya ada data tingkat
pengangguran banyak diisi lulusan SMK, yang seharusnya siap kerja.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 6 persen
lebih. Syaratnya, pemerintah harus lebih banyak mengeluarkan regulasi yang
memudahkan para wirausahawan. Sandi mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh pesat.
Dengan mengakomodir para wirausaha bisa saja membantu mendorong pertumbuhan
ekonomi ke 6 persen,” ungkapnya.
Mantan Wakil Gubernur DKI ini menegaskan, di tengah industri 4.0 memang teknologi menjadi salah satu hal penting yang harus dikuasai para milenial. Menurutnya, teknologi menjadi kesempatan bagus di tengah industri 4.0. “Kita sekarang itu industri 4.0, robotics, Internet of things, artificial intelligence, dan sebagainya. Ini teknologi harus dikuasai milenial, ini jadi kesempatan emas kita,” pungkasnya.
Soegiharto Santoso di Seminar EduTech 2020, How To be Mellenial Entrepreneur.
Sementara
itu, dalam paparanya Hoky menekankan pentingnya menciptakan lapangan pekerjaan
sendiri atau menjadi wirausaha/ technopreneur, ekonomi kerakyatan harus
diperkuat terlebih dahulu, sebagai pondasi core utama dan menciptakan lapangan
pekerjaan secara mandiri, dengan cara kolaborasi dan meningkatkan sumber daya
manusia generasi milenial Indonesia melalui pemanfaatan TIK.
Indonesia tentu harus melakukan perubahan diberbagai bidang, salah satu perubahan itu bisa terbentuk dengan perbaikan sumber daya manusia, sebab tantangan utama kedepan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang dapat mengelaborasi ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan penguasaan terhadap teknologi informasi.
Hoky mengatakan, “Jika masyarakat telah cerdas tidak ada lagi yang mau menjadi karyawan, mereka akan berupaya menjadi wirausaha/ technopreneur, kami di APTIKNAS siap membantu pemerintah menjalin kerjasama untuk menjadi fasilitator, mengadakan training/ pelatihan dan menjadi konsultan studi kelayakan serta pemagangan.”
Direktur Utama PT. Wahyu Promo Citra HM. Sukur Saka selaku Event Organizer bersama Founder Ok Oce Indonesia Sandiaga Uno, Komisaris PT Falah Inovasi Teknologi Deni Darodjat Muslim dan Direktur Utama PT Sumber Sehat Bahagia Richard Chen.
“Technopreneur
berasal dari 2 kata yakni technology dan entrepreneur. Technology berarti
sesuatu yang dapat memudahkan pekerjaan manusia, sedangkan entrepreneur berarti
kemampuan untuk bekerja sendiri. Secara luas, technopreneur berarti menciptakan
sesuatu yang dapat membantu kehidupan manusia untuk mendapatkan penghasilan,”
katanya.
Hoky juga mengatakan, Saat ini kita berada pada era disrupsi dimana suatu inovasi baru masuk ke pasar dan menciptakan efek disrupsi yang cukup kuat sehingga mengubah struktur pasar yang sebelumnya, segala sesuatu terjadi secara random, baik hal positif maupun negatif dapat menjadi viral hanya dalam hitungan detik. Era ini memberikan kemudahan bagi siapapun untuk melakukan apa saja di dunia maya dengan begitu mudah, namun kita harus selalu hati-hati dan teliti dalam mengambil keputusan.
Menurut Hoky, bahwa sikap seorang
wirausaha dalam hal melihat masalah adalah sebagai tantangan dan bukan sebagai hambatan,
sehingga setiap tantangan adalah peluang serta pasti akan ada celah peluang
untuk meraih kesuksesan.
Hoky menegaskan bahwa kewirausahaan harus
dimulai dari diri sendiri dengan kebulatan tekad hati, bahwa benar diawal usaha
tidak mudah, karena kita harus melawan malas, gengsi, malu, ragu, tidak percaya
diri, takut gagal, untuk itulah dibutuhkan pendampingan pembenahan hati,
melalui diskusi, simulasi game, serta arahan sesuai iman masing-masing.
Selain itu, Hoky juga memberikan tips kepada generasi milenial untuk memiliki kesiapan mental sebagai pengusaha. “Semuanya dibentuk dengan proses, mulai dari hati, pikiran, perkataan dan tindakan yang berulang menjadi kebiasaan lalu menjadi karakter. Karakter inilah yang membentuk visi dan misi diri menjadi value diri. Juga diperlukan skill/keterampilan berpikir konsep dan penerapannya melalui skill manajemen, knowledge, komunikasi, leadership, business serta jangan lupa attitude, agar menjadi modal dasar menuju etos kerja yang baik yang kita miliki,” pungkas Hoky.
Dalam paparannya Hoky juga menyertakan slide-slide produk dan layanan para anggota APTIKNAS, antara lain PT Kota Cerdas Indonesia, PT GCR IoT Indonesia, PT Mitra Security Asia, Qlue Indonesia, Nodeflux, MKP Mobile, Agen Parkir, SVARA Broadcasting & Media Platform, Bambu Media dan Falah Inovasi Teknologi. (red)
Peluncuran program Tangkas Berinternet di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta (Sumber: selular.id)
Jakarta, BISKOM – Tanggal 11 Februari diperingati sebagai Hari Internet Aman Dunia atau Safer Internet Day (SID). Peringatan ini bertujuan untuk memperingatkan para pengguna internet untuk bereksplorasi di dunia maya dengan aman. Momen ini dimanfaatkan oleh Google meluncurkan program Tangkas Berinternet. Program ini merupakan hasil kerjasama Google dengan Yayasan Sejiwa dan Indonesia Child Online Protection.
Putri Alam, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan
Pemerintah Google Indonesia, menyebut melalui program tangkas berinternet akan
membantu memaksimalkan benefit dari teknologi. Ia menambahkan, program ini juga
bakal meminimalisir resikonya.
“Program ini memuat 5 topik penting agar anak-anak
Cerdas, Cermat, Tangguh, Bijak dan Berani Berinternet. Selain lima topik
tersebut, Tangkas Berinternet juga menyediakan permainan berbasis web yang
dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital dan keamanan online kepada
anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua,” ungkap Putri.
Selain kurikulum yang dirancang dari lima topik
tersebut, Tangkas Berinternet juga memiliki situs dan game berbasis web bernama
Interland yang bisa diakses anak. Putri mengatakan Google ingin agar program
ini diterapkan langsung ke sekolah-sekolah. Tapi untuk saat ini semua konten
dan kurikulum diakses oleh guru secara online.
Lebih lanjut Putri menjelaskan, bersama dengan Yayasan Sejiwa, program Tangkas Berinternet juga akan menyelenggarakan pelatihan untuk guru dan orangtua di 5 kota di Indonesia. Program tersebut menurutnya turut didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Komunikasi dan lnformatika serta Siberkreasi. (vin)