Home Blog Page 844

Gugatan PMH Terhadap Dewan Pers Memasuki Babak Baru, Penggugat Ajukan Banding.

0
Wilson Lalengke bersama kuasa hukumnya Dolfie Rompas, S.Sos, SH, MH saat diwawancarai awak media.

Jakarta, BISKOM – Dua organisasi penggugat Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Dewan Pers, Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), melalui kuasa hukumnya Dolfie Rompas, S.Sos, SH, MH secara resmi telah mendaftarkan permohonan banding atas putusan PN Jakarta Pusat atas gugatan penggugat beberapa waktu lalu. Selanjutnya, memori banding atas putusan pengadilan yang menolak gugatan para penggugat telah juga dimasukkan pada hari Senin, 1 April 2018 oleh kuasa hukum Dolfie Rompas yang diterima oleh Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Mustafa Djafar, SH, MH.

Hal tersebut disampaikan Dolfie Rompas kepada pekerja media usai memasukkan memori banding tersebut ke PN Jakarta Pusat. “Atas nama para penggugat, kami telah mendaftarkan permohonan banding atas putusan PN Jakarta Pusat yang menolak gugatan PMH klien kami beberapa waktu lalu. Hari ini kami masukan memori bandingnya,” ujar Dolfie Rompas.

Sebagai pertimbangan dalam mengajukan permohonan banding tersebut, lanjut pengacara yang murah senyum ini, antara lain bahwa hakim dinilai tidak cermat dalam membaca dan menganalisa substansi gugatan para penggunggat. Ditambah lagi, dalam persidangan yang digelar sebanyak tidak kurang dari 27 kali yang menghadirkan berbagai saksi fakta maupun ahli pers dari kedua belah pihak, majelis hakim terkesan tidak mempertimbangkannya sama sekali. Padahal, saksi dari pihak tergugat yang dihadirkan di persidangan juga membenarkan bahwa sesuai UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Dewan Pers tidak diberikan kewenangan untuk membuat aturan-aturan pers.

“Kami menilai bahwa mejelis hakim tidak cermat dalam menilai substansi guguatan PMH terhadap Dewan Pers. Yang menjadi pokok gugatan klien kami adalah bahwa Dewan Pers telah melampaui kewenangannya dalam mengatur kehidupan pers, seperti verifikasi organisasi, verifikasi media, dan melaksanakan uji kompetensi wartawan. Undang-undang tidak mengatur bahwa Dewan Pers diberi kewenangan untuk itu. Ahli pers yang dihadirkan oleh Dewan Pers juga membenarkan hal tersebut, namun hakim tutup mata dengan keterangan para ahli maupun saksi fakta yang dihadirkan di persidangan,” urai Dolfie Rompas.

Sementara itu, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke menilai bahwa dalam setiap kali persidangan, sangat jelas terlihat para hakim yang mengadili perkara PMH terhadap Dewan Pers gamang, cenderung tidak memahami persoalan yang disidangkan. “Saya hampir tidak pernah absen, selalu mengikuti persidangan, dan senantiasa memperhatikan sikap, pertanyaan, dan pernyataan para majelis hakim. Saya berkesimpulan, maaf, hakim tidak mengerti apa yang disidangkannya. Mereka perlu mempelajari substansi kemerdekaan pers sebagai Hak Asasi Manusia yang paling asasi sesuai Pasal 28F UUD NKRI dan Artikel 19 Piagam PBB,” kata Wilson yang merupakan alumni program pascasarjana bidang Global Ethics dan Applied Ethics dari 3 universitas terbaik di Eropa, Birmingham University Inggris, Utrecht University Belanda, dan Linkoping University Swedia.

Selanjutnya, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu juga menyatakan bahwa berdasarkan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, sebenarnya Dewan Pers itu bukan lembaga yang dibentuk untuk sekelompok wartawan yang diklasifikasikannya sebagai konstituennya. “Dewan Pers itu dibentuk dan di-keppres-kan dengan fungsi menjaga dan mengembangkan kemerdekaan pers untuk seluruh wartawan atau pekerja pers, bahkan untuk seluruh rakyat, bukan hanya untuk segelintir orang yang tergabung di organisasi tertentu itu. Seluruh rakyat Indonesia ikut andil membiayai operasional Dewan Pers melalui APBN yang mereka kuras setiap tahun melalui Kementerian Kominfo, namun mengapa lembaga itu hanya mengakomodir kepentingan sekelompok wartawan saja? Tuman..!!” ujar Wilson penuh rasa heran.

Dia menjelaskan juga bahwa segala aturan yang dibuat Dewan Pers yang notabene melanggar aturan perundangan selama ini dapat diduga adalah untuk menjaga berbagai kepentingan dari kelompok tertentu sehingga aman dari akses pihak lain terhadap potensi kepentingan tersebut. Para penguasa media, termasuk segelintir organisasi pers yang selama ini mendapatkan keuntungan dari geliat dunia pers, berkolaborasi dengan oknum penguasa, telah berhasil membentengi kepentingan mereka dari jangkauan para pendatang baru di dunia pers.

Terkait dengan permohonan banding yang sudah diajukan, Wilson berharap kiranya majelis hakim di tingkat banding dapat lebih cerdas melihat substansi gugatan dan memberikan keputusan yang adil. “Yaa, sebagai pihak pembanding atas gugatan kita yang ditolak di tingkat pengadilan negeri, kita berharap kiranya mejelis hakim di tingkat banding akan lebih cerdas membaca dan menilai substansi gugatan kita tersebut, dan selanjutnya memberikan putusan yang adil demi tegaknya kemerdekaan pers bagi seluruh wartawan dan rakyat Indonesia,” pungkas tokoh pers nasional yang selama ini getol membela para wartawan yang dikriminalisasi di berbagai daerah itu. (Hoky)

Sidang Lanjutan Gugatan Hakim Tinggi Dr. Binsar M. Gultom Melawan Komisi Yudisial di PTUN Memasuki Tahap Kesimpulan.

0
Kuasa hukum Penggugat dan Tergugat menyerahkan Kesimpulan kepada majelis hakim TUN Jakarta, Selasa 2 April 2019.

Jakarta, BISKOM – Sidang lanjutan perkara seleksi Calon Hakim Agung (CHA) No. 270/G.PTUN/2018.JKT, di PTUN Jakarta memasuki agenda kesimpulan dari kedua belah pihak, yakni dari Penggugat Dr. Binsar M. Gultom yang dikuasakan kepada ahli tata negara Dr. Irman Putrasidin, dkk dan dari kuasa hukum pihak Tergugat (KY).

Disela-sela persidangan hari ini Selasa 2 April 2019, ada sekelompok yang mengklaim sebagai akademisi Universitas Airlangga menyerahkan Amicus Curiae kepada Majelis Hakim yang dipimpin oleh Nelvy Christine, SH, MH. Pada pokoknya berisi keberatan terhadap Gugatan dalam perkara a quo, karena dianggap menghilangkan hak CHA dari jalur non karir.

Seusai persidangan, ketika wartawan menanyakan kuasa Penggugat: Kurniawan mengatakan, bahwa ternyata maksud surat yang dilayangkan oleh mahasiswa universitas Airlangga itu kepada majelis hakim, karena  ketidakpahaman mereka terhadap substansi pokok gugatan Penggugat. Mereka (red-mahasiswa Airlangga) tidak mengetahui, jika yang dipersoalkan oleh  Penggugat adalah objek sengketa a qou yang tidak mempedomani kebutuhan Hakim Agung dari Mahkamah Agung sesuai menurut Putusan MK No.53/PUU-XIV/2016 jo. Surat Wakil Ketua MA No. 4 Tahun 2018.

Dalam gugatan Penggugat MA tetap membuka peluang kepada CHA dari jalur non karier, asalkan memiliki keahlian dibidang hukum tertentu, dan keahlian tersebut dibutuhkan oleh MA. Namun Tergugat tetap mengikutsertakan CHA dari jalur non-karir untuk kamar pidana, perdata, agama, militer, (kecuali untuk kamar TUN) yang tidak dibutuhkan oleh MA. Akibat perbuatan melanggar hukum inilah mendorong Penggugat mengajukan gugatan ini kepada KY, tegas Kurniawan.

Kuasa hukum Penggugat Melky Sidhek Gultom, Kurniawan dan Alungsyah diwawancara wartawan sesusai sidang di PTUN Jakarta, 2 April 2019.

Senada dengan kuasa hukum Penggugat lainnya, Alungsyah menyatakan bahwa gugatan ini sebenarnya simple, bahkan justru tidak begitu banyak ilmu untuk memahaminya. Karena yang menjadi obyek gugatan Penggugat, pertama: Pengumuman hasil administrasi CHA yang masih meloloskan CHA dari jalur non karier yang tidak dibutuhkan oleh MA. Kedua: Pengumuman hasil seleksi tahap II (kualitas) yang juga masih melololoskan CHA dari jalur non karier untuk kamar pidana dan militer yang tidak dibutuhkan okeh MA, kecuali untuk kamar TUN. Jadi jika mahasiswa universitas Airlangga itu menyebut dirinya sebagai sahabat peradilan apapun itu, toh hakim itu harus tetap berjalan diatas relnya dan tidak bisa di intervensi siapapun, tandas Alungsyah.

Jikalaupun yang dibutuhkan oleh MA adalah CHA dari jalur non karir untuk kamar pidana misalnya, maka kami pun tidak akan mempersoalkannya. Justru jangan sampai Amicus Curiae “mengintervensi” proses hukum ini sebagaimana yang ditegaskan oleh Ketua Majelis Hakim Nelvy Christine, bahwa Majelis Hakim tidak akan terpengaruh oleh pihak-pihak luar yang berkeberatan terhadap perkara ini dalam mengambil putusan nanti.

Ditambahkan oleh kuasa hukum Penggugat lainnya yaitu Melky Sidhek Gultom yang pada pokoknya menyatakan bahwa hakim tidak bisa di intervensi dan hakim itu memiliki integritas, profesionalitas, dan independensi serta bertanggungjawab dalam memgambil suatu keputusan.

Sebagai closing statment dari saya bahwa kita harus benar-benar belajar memahami secara utuh, benar, dan jujur didalam upaya kita untuk mengerti akan suatu ilmu hukum, supaya kita dapat memahami makna primer dari konstitusi yakni UU dengan Putusan MK adalah ekuivalensi dengan UU, sehingga apapun putusan MK tersebut harus dilaksanakan oleh Tergugat untuk mempedomani kebutuhan hakim agung ketika Tergugat hendak memproses seleksi hakim agung, KY selaku Tergugat harus tunduk pada UU. Jadi sekalipun KY secara mandiri berwenang menyeleksi CHA, akan tetapi setelah pasca putusan MK tersebut, kewenangan KY dalam menyeleksi CHA khusus dari jalur non karier menjadi terbatas, yakni harus berdasarkan kebutuhan kamar-kamar yang ada di MA, tegas Melky.

Majelis hakim yang diketusi Nelvy Christine akhirnya mengakhiri persidangan yang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan putusan majelis hakim pada hari Kamis, 11 April 2019, Pk 09.00 WIB. (Hoky)

Jungho Shin Ditunjuk Sebagai CWO LINE

0

Jakarta, Biskom – LINE Corporation pada 28 Maret 2019 lalu mengumumkan pengangkatan Jungho Shin, Chief WOW Officer (CWO) dari LINE Corporation, sebagai Co-CEO LINE Corporation. Berlaku efektif mulai 1 April 2019, keputusan ini diperoleh setelah rapat dewan direksi perusahaan. LINE kini akan memiliki dua perwakilan direktur yaitu Takeshi Idezawa, selaku CEO dan Presiden, serta Jungho Shin, selaku Co-CEO dan Chief WOW Officer.

Penunjukan Jungho sebagai Co-CEO dijalankan seiring dengan bergeraknya LINE Corporation ke tahap pengembangan selanjutnya. Dengan pola pikirnya yang berorientasi pada layanan dan cara kerja di “WOW”, Jungho merupakan orang dibalik penciptaan berbagai layanan yang ada – termasuk aplikasi pesan LINE yang populer secara global — dan telah memelopori pertumbuhan perusahaan di skala internasional.

Sebagai perwakilan direksi, Jungho akan fokus pada peningkatan daya saing layanan LINE dan mempromosikan inovasi — serta bertanggung jawab untuk menciptakan layanan inovatif dan kegiatan operasional perusahaan. CEO dan Presiden LINE Corporation Takeshi Idezawa akan fokus pada sisi manajemen, pendapatan perusahaan, struktur organisasi, sumber daya manusia, dan perekrutan, untuk menciptakan lingkungan terbaik bagi Grup LINE.

Dengan Takeshi dan Jungho yang berkomitmen pada bidang keahlian masing-masing di bawah struktur baru ini, LINE berkeinginan untuk memperkuat dan meningkatkan struktur manajemen perusahaan, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih gesit, dan memberikan layanan kelas dunia yang akan mempercepat pertumbuhan LINE, baik di Asia maupun secara global.

LINE memulai “fase pertumbuhan kedua” tahun ini, dengan bergerak menuju domain bisnis baru seperti FinTech, AI, dan blockchain. Pada bulan Februari, perusahaan menunjuk Jungho sebagai “Chief WOW Officer”, dan berkomitmen untuk dapat memiliki pola pikir yang berorientasi pada layanan serta menciptakan layanan yang “WOW”.

Pola pikir “berorientasi layanan” menggambarkan filosofi pendiri LINE, yang menyatakan bahwa keunggulan kompetitif dari segi layanan mampu membawa perusahaan melampaui persaingan yang penting untuk pertumbuhan bisnis. “WOW” adalah kata yang merangkum nilai inti perusahaan dalam memberikan pengalaman baru bagi pengguna, suatu hal yang benar-benar memiliki daya tarik tersendiri. (red/ju)

Industrial Control System Dihantui Aktivitas Siber Ganas

0

Jakarta, Biskom- Pada tahun 2018, Kaspersky Lab mendeteksi dan mencegah aktivitas oleh objek berbahaya pada hampir setengah dari komputer Sistem Kontrol Industri (Industrial Control System – ICS) yang dilindungi oleh produk perusahaan dan didefinisikan sebagai bagian dari infrastruktur industri.

Negara yang paling terkena dampak adalah Vietnam, Aljazair dan Tunisia. Ini adalah beberapa temuan utama dari laporan ICS CERT Kaspersky Lab tentang lansekap ancaman industri di H2 2018.
Aktivitas siber ganas pada komputer ICS dianggap sebagai ancaman yang sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan kerugian material dan penghentian produksi dalam pengoperasian fasilitas industri.

Pada tahun 2018, pangsa komputer ICS yang mengalami kegiatan seperti itu tumbuh menjadi 47,2% dari 44% pada tahun 2017, fakta ini menunjukkan bahwa ancaman mengalami peningkatan. Menurut laporan terbaru tersebut, tiga negara teratas dalam hal persentase komputer ICS yang aktivitas berbahayanya telah dicegah oleh Kaspersky Lab adalah sebagai berikut: Vietnam (70,09%), Aljazair (69,91%), dan Tunisia (64,57%). Negara yang paling sedikit terkena dampak adalah Irlandia (11,7%), Swiss (14,9%), dan Denmark (15,2%).

Terlepas dari mitos umum, sumber utama ancaman terhadap komputer industri bukanlah serangan yang ditargetkan, tetapi malware yang didistribusikan secara massal dan masuk ke sistem industri secara tidak sengaja, melalui internet, melalui media yang dapat dilepas seperti stik USB, atau email .

“Namun, fakta bahwa serangan tersebut berhasil adalah karena sikap acuh terhadap keamanan siber di antara karyawan, yang seharusnya dapat dicegah dengan pelatihan dan kesadaran tinggi dari staf itu sendiri. Bahkan ini jauh lebih mudah ketimbang mencoba menghentikan para pelaku kejahatan siber dalam menjalankan aksinya” kata Kirill Kruglov, peneliti keamanan di Kaspersky Lab ICS CERT. (red/ju)

 

AI Berikan Manfaat Lebih Bagi Bisnis dan Pemerintahan

0

Jakarta, Biskom- Implementasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak hanya menghasillkan keuntungan bagi perusahaan. Namun, ini dapat menghemat biaya operasional perusahaan.

Intenational Data Corporation (IDC) memperkirakan sebanyak US$35,8 miliar akan diinvestasikan kalangan industri secara global pada 2019 bagi penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Angka ini naik 44% dibandingkan 2018 yang akan terus bertambah menjadi US$79,2 miliar pada 2022. Dari nilai US$35,8 miliar sebesar US$5,9 miliar untuk penerapan teknologi solusi dilakukan industri-industri ritel dan US$5,6 miliar oleh sektor perbankan.

Laporan McKinsey Global Institute yang bertajuk Notes from the AI Frontier: Applications and Value of Deep Learning pada 2018 menyebutkan adopsi AI dapat meningkatkan profit sharing dunia bisnis global.

Kenaikan ini diperoleh berbagai sektor yakni sektor pendidikan sebesar 84%, layanan akomodasi dan makanan sebesar 74%. Kemudian, sektor konstruksi sebesar 71%, wholesale dan ritel sebesar 59%, dan sektor kesehatan sebesar 55%.

Untuk industri manufaktur dapat menghemat biaya inventaris sebesar 20%-50%, mengurangi potensi kesalahan prediksi rantai suplai sebesar 50%, dan biaya logistik 5%-10%.

Sementara itu AI juga diterapkan oleh sektor pemerintahan seperti Badan Proyek Riset Tingkat Lanjutan Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Defense Advanced Research Project Agency (DARFA).

Kebijakan ini ditempuh guna menciptakan persenjataan baru yang dinamakan ‘Micro Brain’. Ini akan didasarkan kemampuan yang dimiliki serangga yakni sistem sensorik dan saraf yang sangat terintegrasi serta lebih kecil, lebih ringan, lebih hemat daya.

DARFA akan memberikan US$1 juta bagi peneliti yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Kemudian, dia akan diberikan kesempatan selama 18 bulan untuk merealisasikannnya.

Penyematan teknologi AI yang dapat digunakan memesan tiket bioskop termasuk posisi tempat duduk oleh pengguna telepon selular (ponsel) pintar melalui suaranya telah dikhayalkan seseorang.

Dia adalah Hongxia Jin, Senior Director Samsung AI Research Center America yang menyebut ini sebagai ‘Generalizing AI for Everybody’. Pusat riset ini sedang mengembangkan kebiasaan pengguna ponsel pintar dalam memesan tiket termasuk letak tempat duduknya.

AI telah digunakan sebuah toko bernama Yokohama di Jepang mulai Desember 2018 melalui suatu aplikasi bernama ‘Vaak Eye’. Aplikasi ini dibesut oleh sebuah perusahaan rintisan bernama Vaak.

Vaak Eye bisa mendeteksi kemungkinan aksi pencurian yang akan dilakukan oleh seorang pengutil melalui kamera Closed Circuit Television (CCTV) dengan 100 karakteristik. Kamera ini bisa mendeteksi wajah, pakaian, dan gerakan seseorang yang diduga akan melakukan pencurian.

Bahkan, seorang berumur 80 tahun tertangkap basah mengambil sebuah topi dapat diketahui dari penggunaan Vaak Eye.

Soal deteksi wajah juga sedang dikembangkan perusahaan rintisan asal Indonesia Nodeflux dengan Intelligent Video Analytics (IVA) untuk Dinas Kependudukan dab Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Kepolisian Daerah (Polda).

Dari hal tadi diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan atas persoalan kemacetan, menghitung dan mendeteksi kendaraan secara akurat.

Itu didasarkan kemampuan IVA dalam melakukan interpretasi visual seperti mengenali identitas manusia, mendeteksi dan mengklasifikasikan tipe objek.

Hal lainnya adalah mendeteksi plat kendaraan, melihat tingkat kepadatan objek pada area tertentu, sampai menganalisa perilaku dari kerumunan orang di ranah publik.

”Kami bisa bersaing dengan negara-negara maju produsen AI, seperti Tiongkok, Israel, Inggris, dan Amerika Serikat,” ucap Meidy Fitranto, CEO Nodeflux.

Sebelumnya, Nodeflux dilibatkan pemerintah dalam penyelenggaran Asian Games 2018 di Jakarta, DKI Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Perusahan ini bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangani persoalan keamanan dalam ajang tadi. Kemudian, ini berlanjut ke IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali.

Malahan Nodeflux memamerkan teknologi face recognition berupa wajah seorang pengunjung ke 60 karakter wayang orang. Hal ini berlangsung pada acara South by Southwest (SXSW) di Texas, AS pada Maret 2019. (red/Ade)

Internet Cepat CBN Hadir di Turnamen E-Sport

0

Jakarta, Biskom- Turnamen e-sport perdana ESL Indonesia Championship dan ESL Clash Of Nations yang diselenggarakan di Jakarta pada 29-31 Maret 2019 di Hall B3 Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran.

CBN mendukung penuh turnamen e-sport terbesar ini dengan menyediakan koneksi internet cepat hingga 5Gbps dan live streaming di Dens.TV.

ESL Indonesia Championship dan ESL Clash of Nations adalah turnamen e-sport yang diselenggarakan oleh ESL Gaming, perusahaan e-sport terbesar di dunia. Season pertama ESL Indonesia Championship menampilkan tim DOTA 2 & Arena of Valor (AOV) unggulan Indonesia dengan total hadiah USD 50,000, sedangkan pada turnamen ESL Clash of Nations akan hadir 6 tim terbaik AOV dari Asia Tenggara yang berlaga untuk memperebutkan total hadiah USD 50,000.

Dedy Handoko, Chief Broadband Officer CBN mengatakan, ”e-sport game membutuhkan koneksi internet yang cepat dan latensi sekecil mungkin. CBN berperan menjamin kelancaran tersebut dengan memberikan koneksi intenet dengan kecepatan hingga 5Gbps selama turnamen.

Selain itu, CBN juga menghadirkan live streaming turnamen sehingga penikmat e-sport yang tidak berkesempatan hadir di lokasi juga dapat menikmati secara real time di Dens.TV, yang dapat di akses melalui gadget (smartphone/ tab), komputer ataupun TV.”

CBN juga hadir memberikan dukungan kepada pencinta e-sport Indonesia, seperti,  koneksi langsung ke game server Garena dan Moontoon, sehingga dapat bermain game online bebas lag. Kedua,  Kecepatan upload dan download simetris dengan koneksi fiber optik memberikan internet dengan latensi rendah dan koneksi yang stabil. Ketiga,  Channel khusus e-sport di Dens.TV yang menghadirkan beragam turnamen e-sport di Indonesia dan dunia

Berdasarkan hasil studi yang dirilis oleh POKKT, Decision Lab dan Mobile Marketing Association (MMA) pada Oktober 2018, gamers di Indonesia saat ini sudah mencapai 60 juta orang dan diperkirakan menjadi 100 juta orang pada tahun 2020 mendatang.

“Hal ini menunjukkan bahwa e-sport akan semakin berkembang pesat, tidak kalah dari negara lain. Sebagai perusahaan digital service provider terkemuka di Indonesia, CBN melihat peluang tersebut untuk selalu menghadirkan koneksi internet terbaik bagi para penikmat e-sport,” tutup Dedy Handoko. (red/ju)

Risiko dan Biaya Terselubung dari Cloud Publik

0

Jakarta, Biskom – Pada  13 Maret 2019 lalu, layanan Gmail dan Google Drive mengalami insiden pemadaman global selama 4 jam. Hal ini menyulitkan bagi pengguna, terutama yang meletakkan data-data penting mereka dalam layanan cloud publik.

Pengguna Gmail mengeluhkan kesulitan dalam menyimpan draf dan mengirim email, serta melampirkan dan membuka lampiran. Sementara itu, pengguna Google Drive mengalami masalah dalam mengunggah dan mengunduh file.

Pengguna Indonesia juga terdampak oleh gangguan tersebut. Banyak pengguna yang tidak dapat mengirim email, mengunduh foto atau video. Berkali-kali terdapat pesan peringatan bahwa e-mail tidak dapat dikirim. Mereka berpikir bahwa komputer atau jaringan internet mereka bermasalah, karena pemberitahuan di layar meminta pengguna untuk mengecek kembali soal jaringan internet.

Dalam lingkungan bisnis yang menggunakan cloud publik, divisi IT juga banyak mendapatkan keluhan tentang Gmail yang bermasalah, padahal hal tersebut disebabkan oleh Google yang sedang down. Ketika bisnis hanya bergantung pada penyimpanan dan layanan cloud, ada beberapa konsekuensi yang harus mereka hadapi. Sebuah laporan yang diterbitkan ARN pada awal tahun ini memperingatkan bahwa downtime yang tidak terduga, baik dari Microsoft, Google atau AWS, dapat mengakibatkan kerugian hingga 19 miliar dolar AS.

Survei ITIC 2017 tentang Tren Keandalan dan Kerugian Per Jam dari Downtime menunjukkan bahwa kerugian saat downtime terus meningkat seiring dengan makin tingginya risiko bisnis. Bahkan, downtime selama beberapa menit saja bisa mengakibatkan gangguan yang signifikan. Lebih dari 98% perusahaan besar yang memiliki lebih dari 1.000 karyawan mengatakan bahwa rata-rata, satu jam downtime per tahun merugikan perusahaan sebesar 100.000 dollar, sedangkan 81% perusahaan melaporkan bahwa kerugiannya mencapai 300.000 dollar.

Dampak negative downtime juga dirasakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki kurang dari 150 karyawan. Sekitar 47% responden survei memperkirakan bahwa satu jam downtime dapat merugikan perusahaan sebanyak 100.000 dollar, dalam bentuk pendapatan dan produktivitas yang berkurang.

Synology Inc. mengajak para pebisnis untuk menghadapi risiko dan biaya terselubung setelah mengadopsi layanan cloud publik. Untuk menghadapi permasalahan ini, Synology menawarkan solusi NAS bagi para pelaku bisnis.

Berbeda dari layanan cloud publik, NAS merupakan arsitektur cloud privat yang menyediakan layanan sinkronisasi file, ruang kolaborasi, aplikasi komunikasi perusahaan, layanan pesan, dan layananan lainya sekaligus, sehingga membantu bisnis untuk meminimalkan risiko dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan pada layanan cloud publik seperti Google Drive.

Chad Chiang, Synology Product Manager, mengungkapkan bahwa layanan cloud publik memang berbiaya rendah. Namun, begitu terjadi gangguan, maka kerugiannya pun akan sangat besar. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para pelaku bisnis untuk memiliki dan membangun sistem cloud privat mereka sendiri, untuk memastikan layanan yang selalu maksimal dan otonomi dalam mengelola data.

Layanan cloud memudahkan pengguna untuk bertukar data dan informasi, tetapi ada risiko tersendiri dalam penggunaan cloud publik. Secara tidak sadar, pengguna menyerahkan kendali atas data-data penting mereka kepada pihak ketiga. Banyak perusahaan yang mempercayakan informasi dan aplikasi penting mereka ke dalam cloud publik, dan mengalami konsekuensi yang tidak terduga.

Para penyedia software as a service (SaaS) bertanggung jawab untuk menyimpan data pengguna, tetapi seharusnya penggunalah yang bertanggung jawab penuh untuk menjaga keamanannya. Salah satu penyebab kehilangan data yang paling umum dalam skema SaaS adalah kelalaian pengguna dalam menghapus data, baik sengaja maupun tidak disengaja.

Ketika terjadi pada dunia bisnis, insiden ini akan merugikan semua pihak. Layanan cloud publik biasanya hanya menyediakan durasi terbatas untuk menyimpan data pengguna, sebelum hilang secara permanen.

Oleh karena itu, untuk menjaga dokumen-dokumen penting selama bertahun-tahun, pengguna perlu menyimpan data mereka dari cloud publik ke NAS. Pelaku bisnis tidak perlu khawatir harus membayar biaya langganan atau biaya migrasi data yang mahal.

Untuk menghindari risiko kehilangan pada layanan cloud, ini saatnya untuk menjaga keamanan data dengan menambah lapisan keamanan. Banyak solusi back-up data yang telah dikembangkan untuk menghindari insiden yang tidak terduga.

Namun, tetap saja, melakukan back-up data dari berbagai layanan cloud yang berbeda akan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga. Karena itu, untuk menjaga efektivitas dan efisiensi dari back-up data, pengguna bisa mencadangkan datanya ke server dan melakukan pengelolaan dari satu interface saja.

Synology menawarkan Active Backup for Office 365 dan Active Backup for G Suite untuk melindungi data di Office 365 dan G Suite serta meminimalkan risiko dan kerugian perusahaan yang disebabkan oleh gangguan pada cloud publik.

Jenn Yeh, Synology Product Marketing Manager, mengatakan, “Saat ini, mengandalkan layanan dari cloud publik saja tidak cukup. Itu sama halnya seperti meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Solusinya, pengguna bisa mem-back-up data mereka dari cloud publik ke NAS, untuk menjaga data-data penting seperti email, kontak, kalender, dan cloud drive. Jika terjadi gangguan pada cloud publik, maka aktivitas bisnis tidak akan terganggu dan mereka tetap bisa melayani pelanggan seperti biasa. Selain melindungi data, solusi ini juga bisa menyimpan semua data untuk audit dan menghindari risiko kehilangan data karena kelalaian karyawan. (red/ju)

Krakatau Steel Jadi Role Model Penerap SNI Baja

0

Jakarta, Biskom – Krakatau Steel, perusahaan terbuka yang berdiri pada 1970, ini telah berkembang menjadi produsen baja terbesar yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Krakatau Steel mampu menunjukkan perkembangan yang pesat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Komitmen tinggi perusahaan terhadap kualitas juga telah dibuktikan dengan menerapkan standar sejak 1993.

Yakni berawal dari ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu yang kemudian ditingkatkan menjadi Sertifikasi ISO 9001: 2000 pada 2003. Perusahaan ini juga menerapkan ISO 14001 sejak tahun 1997.

Kepala BSN Bambang Prasetya pada kesempatan bertemu dengan Direktur Utama PT. Krakatau Steel Silmy Karim Jumat (29/3), mengatakan, komitmen PT Krakatau Steel akan penerapan standar dapat menjadi contoh bagi industri lainnya. “Penetapan SNI baja didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertimbangan perlindungan konsumen dari beredarnya baja yang tidak aman,” ujar Bambang.

Saat ini, BSN telah menetapkan 11.815 SNI. Terkait Baja, BSN sudah menetapkan 36 SNI. Krakatau Steel sudah menerapkan 2 SNI dan 23 standar internasional lainnya. Ini membuktikan perusahaan betul-betul berkomitmen terhadap mutu dan kualitas.

Bambang menilai penerapan SNI baja di Indonesia cukup besar perkembangannya. Data BSN mencatat terdapat 49 perusahaan di Indonesia yang menerapkan SNI baja, baik yang diberlakukan wajib maupun sukarela. Sementara untuk wilayah Banten sendiri berjumlah 5.

PT. Krakatau Steel adalah salah satu dari sekian industri/organisasi yang menerapkan selain SNI secara wajib juga SNI sukarela. Bagi perusahaan, penerapan SNI baja sangat penting karena untuk keselamatan terutama bidang konstruksi. Apabila tidak memenuhi SNI, dapat memunculkan risiko yang mungkin saja bisa mengancam nyawa manusia.

Sejumlah standar yang diterapkan secara konsisten oleh PT Krakatau Steel antara lain Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, Sistem Manajemen Keamanan Lingkungan ISO 14000; ISO 17025; SNI 07-0053-2006 Batang kawat baja karbon rendah (WR).

Adapun SNI yang diberlakukan secara wajib SNI SNI-07-0601-2016 Baja Lembaran, Pelat dan Gulungan Canai Panas, SNI-07-3567-2016 Baja Lembaran Plat dan Gulungan Canai Dingin; JIS G 3505; JIS G 3101; JIS G 3106; JIS G 3136; serta masih banyak standar internasional lainnya. “Penerapan SNI sukarela membuktikan menerapkan SNI tidak harus dipaksa melalui regulasi atau pemberlakuan SNI secara wajib,” tandas Bambang.

PT Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan, penerapan SNI sudah menjadi komitmen perusahaan dalam melindungi konsumen dalam negeri. “Kami ingin mencapai tujuan menghasilkan produk berkualitas dan berstandar. Dengan SNI, konsumen semakin yakin terhadap produk Krakatau Steel,” ujarnya. (red/ju)

Lenovo Prioritaskan Performa Legion Y740 dan C730 Cube

0

Jakarta, Biskom – Lenovo  mengumumkan ketersediaan produk terbaru dari subbrand Legion di pasar Indonesia, Legion Y740. Tetap mengusung motto Stylish on the outside, Savage on the inside (stylish di luar, buas di dalam), produk terbaru Legion ini tampil dengan desain yang elegan, namun tetap memberikan performa terbaik untuk kalangan gamer, dengan grafis dan prosesor terbaru serta display dan audio yang terbaik. Legion Y740 merupakan hasil dari masukan para gamer yang semakin berkembang, yang mementingkan performa.

Menurut laporan dari Newszoo bertajuk “Global Games Market Report 2018”, Indonesia menduduki peringkat 20 besar dari segi pendapatan sektor gaming, yaitu sebesar USD 1,130 juta, mengalahkan Thailand di angka USD 692 juta. Pendapatan ini diraih dari besarnya jumlah gamer yang ada di Indonesia, mencapai lebih dari 47 juta gamer. Dari jumlah ini, sebanyak 47% berada di usia 21-35 tahun, yang berarti juga merupakan usia pekerja.

Target inilah, yang biasa di sebut avid gamer, yang disasar oleh Lenovo dengan produk Legion yang mengalami redesign sejak tahun lalu. Termasuk Legion Y740, desain yang ditampilkan mempertahankan estetika yang bersih yang tidak terlihat mencolok pada saat pengguna memakainya di kantor atau di tempat umum, namun performanya dirancang untuk menghadapi tantangan teknis paling berat.

“Banyak produk gaming masa kini yang berusaha memukai pelanggan dengan gimmick tertentu dan desain mencolok, tapi Legion selalu mengutamakan performa untuk gaming,” kata Julius Tjhin, Consumer Lead, Lenovo Indonesia. “Dengan Legion Y740, Lenovo menawarkan keseimbangan antara performa dan penampilan, sehingga gamer dapat menggunakannya bukan hanya untuk bermain game, tapi juga untuk bekerja, bahkan untuk beban kerja berat seperti video editing.” (red/ju)

Dell EMC Tingkatkan Kemampuan Proteksi Data

0

Jakarta, Biskom– Dell EMC mengumumkan kemampuan baru dan pembaharuan yang dilakukan pada portofolio backup perangkat storage Dell EMC Data Domain dan Integrated Data Protection Appliance (IDPA) yang dirancang untuk menawarkan fleksibilitas dan nilai yang sebenarnya dengan kemampuan multi-cloud yang lebih luas dan peningkatan kinerja.

Peningkatan yang dilakukan pada portofolio ini juga menghadirkan pilihan dan opsi yang lebih banyak kepada organisasi skala menengah dan kantor-kantor dari organisasi yang lebih besar yang beroperasi secara remote untuk menikmati perlindungan data kelas enterprise.

Menurut IDC, 92% organisasi telah mengadopsi lingkungan cloud dengan 64% diantaranya menerapkan pendekatan multi-cloud. Dengan perpaduan sejumlah cloud yang berbeda, melindungi data di seluruh beban kerja sekaligus memenuhi persyaratan kepatuhan dan keamanan menjadi tantangan yang sangat penting bagi banyak organisasi.

Bahkan, menurut studi yang dilakukan IDC untuk Dell EMC, dukungan lintas-cloud dinyatakan sebagai kelemahan terbesar dari transformasi TI. Dell EMC menyadari sepenuhnya tantangan ini dan terus meningkatkan kemampuan perangkat perlindungan datanya untuk membantu pelanggan mengurangi risiko dan melindungi aset paling berharga mereka – yaitu, data – dalam lingkungan multi-cloud.

Sebagai pemimpin industri di perangkat perlindungan data6, Dell EMC berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan di portofolio perlindungan data kami yang mendukung dan meningkatkn adopsi lingkungan multi-cloud oleh pelanggan,” ujar Beth Phalen, president, Data Protection, Dell EMC.

“Perangkat data kami sangat canggih, mudah dikelola dan mudah dikembangkan ke cloud publik dengan kemampuan cloud asli.” “Kami senang bisa menambahkan Alibaba Cloud dan Google Cloud Platform sebagai layanan baru cloud publik kami. Keduanya melengkapi penawaran Cloud Tier Dell EMC kepada para pelanggan yang ingin memanfaatkan cloud publik untuk retensi jangka Panjang,” tambah Alex Lei, VP Sales, Data Protection Solutions, Asia Pasifik dan Jepang, Dell EMC.

“Perluasan ekosistem cloud kami, berikut peningkatan fitur-fitur cloud-ready, akan memberikan lebih banyak pilihan kepada para pelanggan kami –seiring proses mereka memodernisasi sistem perlindungan data mereka dan mengganti aplikasi backup lama mereka.” (red/ju)