Home Blog Page 847

HUT IKAHI Ke-66, Ketua MA Harap Hakim Pahami Ekonomi Digital

0
Sambutan Ketua MA dan Pembukaan acara HUT dan Seminar Nasional IKAHI oleh Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH, MH.

Jakarta, BISKOM – Memperingati ulang tahun Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) yang ke-66, diselenggarakan berbagai rangkaian acara seperti tabur bunga di Makam Pahlawan, khitanan masal, donor darah dan sosialisasi hukum ke universitas-universitas. Sebagai puncak perayaan, Rabu (20/03) IKAHI menyelenggarakan seminar dengan topik Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dan Pelaku Usaha dalam Transaksi Elektronik di Era Teknologi Digital di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Para narasumber yang dihadirkan yakni Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., Rosalia Suci Handayani, S.H., LL,M. (Direktur Eksekutif Kepala Departemen Hukum Bank Indonesia), Dr. Chairul Tanjung, Agung Nugroho (CEO & Co-Founder PT Kudo Teknologi Indonesia), dan Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH, MH, Ketua Komisi Yudisial Dr. Jaja Ahmad Jayus, SH, MH, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Brigjen. Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, SH, MH, MBA mewakli Kapolri, pengacara kondang Dr. Juniver Girsang, SH, MH dan jajaran Mahkamah Agung serta sejumlah tamu undangan yang terdiri dari penegak hukum, akademisi, praktisi hukum, dan awak media yang jumlahnya sekitar 1000 orang.

Pemukulan Gong oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH, MH.

Dalam sambutannya, Ketua Panita HUT IKAHI ke-66 DR. Burhan Dahlan SH, MH. menyatakan bahwa IKAHI sebagai organisasi para hakim harus mampu memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik yang bermanfaat bagi para hakim dan seluruh stakeholder lembaga peradilan khususnya serta bagi masyarakat luas pada umumnya.

Terkait dengan topik seminar, Ia mengatakan “Dipilihnya topik ini dengan pertimbangan bahwa di era serba digital dalam segala aspek kehidupan masyarakat di antaranya adalah perdagangan online, tentu saja kita sebagai hakim harus memiliki pemahaman yang utuh dan meadahi. Tidak boleh ketinggalan oleh pihak lain, agar kita sebagai aparatur peradilan yang bertugas menegakkan keadilan mampu menjawab segala tantangan khususnya terkait dengan permasalahan tersebut. dan melindungi semua stakeholder yang terlibat di dalamnya, dalam perspektif hukum,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini pula, Ketua MA Hatta Ali memberikan pengarahan kepada seluruh anggota IKAHI. Ia mengingatkan seluruh hakim terus menjaga integritas dan berpegang teguh pada kode etik hakim.  “Maka perlu saya tekankan bahwa integritas merupakan kata kunci terhadap legitimasi lembaga peradilan yang didasarkan pada jaminan kepercayaan yang melibatkan publik sebagai organisasi progresif. IKAHI senantiasa mendorong agar para hakim senantiasa menjaga integritasnya dan berpegang teguh pada kode etik dan perilaku hakim karena integritas inilah yang akan mengangkat Marwah lembaga keadilan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pemotongan Tumpeng oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH, MH.

Hatta Ali juga mengatakan zaman telah berubah. Generasi milenial tumbuh dan kini kebutuhan sehari-hari dapat diperoleh dengan mudah lewat transakai elektronik. Sekira 53,7 persen dari 200 juta penduduk terhubung dengan internet.

“Terobosan ini sama seperti terobosan lain, di satu sisi mempermudah kehidupan perekonomian masyarakat, namun di sisi lain memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti misalnya bocornya data oleh cambridge analityca. Inilah tuntutan bagi para hakim di zaman ini agar bisa mengantisipasi dan mencari solusi bagi perkembangan ekonomi digital yang bukan hanya memunculkan sisi positif bagi konsumen maupun pelaku bisnis, namun juga sisi negatif bagi keduanya,” pungkas Hatta Ali.

Selanjutnya dalam seminar yang dimoderatori oleh Dazen Vrilla, 3 pembicara disesi pertama yaitu Agung Nugroho, CEO & Co-Founder PT Kudo Teknologi Indonesia memaparkan tentang pelaku usaha bidang teknologi informasi yang menawarkan barang maupun layanan lainnya diberbagai bidang kebutuhan masyarakat melalui Online dan memberikan penjelasan mengenai aktiftas bisnis berbasis elektronik yang dikembangkan serta telah beroperasional dengan sangat baik, dimana sistem tersebut 99% dibuat oleh anak bangsa sendiri dan telah digunakan bukan hanya di Indonesia, melainkan digunakan pula di negara lainnya di dunia.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat berada di HUT IKAHI bersama Emil F. Simatupang Pemimpin Umum Info Breaking News dan Soegiharto Santoso Wapemred Info Breaking News.

Pembicara kedua Rosalia Suci Handayani, S.H., LL,M. selaku Direktur Eksekutif Kepala Departemen Hukum Bank Indonesia menyampaikan kewajiban pendaftaran di Bank Indonesia bagi Penyelenggara Teknologi Finansial yang melakukan kegiatan sistem pembayaran, bentuk pengawasan dan sanksi yang diberikan BI kepada pelaku usaha.

Dan Pembicara ketiga Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M  selaku Pakar Hukum Telekomunikasi Media dan Informatika UI memaparkan tentang tinjauan hukum mengenai teori dalam transaksi elektronik, implikasi hukum maupun perbandingan hukum di berbagai negara mengenai perlindungan dan penegakan hukum serta pembaruan hukum nasional.

Pada sesi kedua ada Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. selaku guru besar UI bidang ekonomi menyampaikan tinjauan bisnis dalam transaksi elektronik dihubungkan dengan pembangunan ekonomi nasional yang meliputi aspek persiapan, kendala di era globalisasi dan perbandingan negara-negara maju di dunia yang telah menggunakan transaksi elektronik diberbagai aspek kehidupan.

Kika: Advokat Kondang Juniver Girsang, Yang Mulia Sarpin Rizaldi, Brigjen Pol. Rudy Heriyanto hadir mewakili Kapolri dan Soegiharto Santoso selaku Wapemred Info Breaking News.

Dilanjutkan dengan Dr. Chairul Tanjung selaku pengusaha sukses yang mengembangkan berbagai kegiatan usaha yang meliputi barang/jasa. Memaparkan mengenai pengalaman dalam menjalankan kegiatan usaha, tanggungjawab atas produk/jasa yang ditawarkan, tantangan maupun peluang bisnis dalam kegiatan usahanya di era transaksi elektronik.

Bahwa memang faktanya saat ini transaksi elektronik di Era Teknologi Digital berkembang dengan sangat pesat dan dibutuhkan perlindungan hukum tehadap konsumen, diharapkan para Hakim paham akan hal tersebut, sehingga para Hakim dapat bertindak melindungi kepentingan publik dan tidak abai dalam menjalankan kewenangannya untuk melindungi warga negaranya dan para hakim selalu mengikuti perkembangan business model yang terus berkembang secara berkelanjutan di Era Teknologi Digital ini. (Hoky & Vincent, Foto Juenda)

HTSNet Perlebar Jangkauan Ke UMKM

0

Hawk Teknologi Solusi (HTSNet) sebagai Penyedia Jasa Internet (PJI) melakukan ekspansi penyediaan layanan internet bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Langkah ini dilakukan dengan tiga layanan Turbo Fiber yakni Turbo Fiber 50, Turbo Fiber 100, dan Turbo Fiber 200.

“Turbo Fiber merupakan kombinasi antara layanan broadband dengan layanan internet dedicated,” kata Harijanto Pribadi, Direktur Operasional HTSnet di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Broadband menawarkan kecepatan tergantung trafiknya, sehingga harga ini terjangkau. Sementara itu dedicated, menawarkan kecepatan stabil, tapi harganya tinggi.

“Turbo Fiber adalah semi broadband, tapi akan diberi keunggulan seperti dedicated yang mendapat IP publik. Jadi, IP bisa langsung diakses dari internet.

Layanan ini juga disuguhkan dengan service level agreement (SLA) sebesar 95%. Jadi, pelanggan dapat menghubungi HTSNet selama 24 jam jika mengalami masalah.

HTSnet memberikan promo pemasangan gratis untuk 100 pelanggan pertama dengan mendaftar di www.htsne.id/pendaftaran.php. Pemberian harga khusus ini diharapkan meminimalisir biaya pengeluaran perusahaan.

Selain itu pemasangannya menjadi lebih mudah. “Namun, kualitas kami unggulkan, pelanggan tidak perlu khawatir masalah network yang lemot,” ujarnya.

Tidak hanya UMKM yang sedang dibidik HTSnet, kalangan pemerintahan juga disasarnya. Langkah ini ditunjang dengan keberhasilannya tercantum dalam electronic catalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Hal tersebut telah berhasil digapai dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, HTSnet hanya menyediakan layanan internet bagi perusahaan swasta seperti perusahaan asuransi, rumah sakit (RS), hotel, pusat perbelanjaan, dan perguruan tinggi (PT).

“Tahun 2019 kami menargetkan 1.000, itu saja sudah lebih dari cukup dari 4.000 pelanggan yang telah dicapai saat ini,” jelasnya.

Layanan internet yang disediakan HTSnet berasal dari infrastruktur penyedia kabel optik. Jadi, perusahaan ini hanya memasarkan saja. “Saat ini kami baru melayani Jabo (Jakarta dan Bogor) dan Kolaka,” tuturnya. (moc)

 

Warunk Upnormal Tawarkan Pesan Mamin dengan ‘Upnormal Apps’

0

Warunk Upnormal memperkenalkan ‘Upnormal Apps’ dengan ‘Pay at Table System’ berteknologi QR Code bagi konsumen. Aplikasi ini bisa digunakan konsumen untuk memesan makanan dan minum sekaligus pembayaran nontunai melalui GoPay.

“Fitur pay-at-table untuk mengakomodasi kebutuhan mereka yang mau nongkrong dan makan tanpa beranjak dari kursi,” kata Sarita Sutedja, Deputy Director of Corporate Communication PT Cita Rasa Prima Group (CRP) Group sebagai pengelola Warunk Upnormal di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Implementasi ‘Upnormal Apps’ dengan ‘Pay at Table System’ diharapkan dapat memenuhi kebutuhan teknologi keren dan kekinian bagi generasi milenial dan generasi z. Aplikasi ini bisa diunduh bagi pengguna ponsel pintar dengan sistem operasi Android dan iOS.

Warunk Upnormal menerapkan ‘Upnormal Apps’ dengan ‘Pay at Table System’ di Indofood Tower Jakarta dan Dipati Ukur Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada tahap awal. Kemudian, ini dipatok pada semua cabang yang berjumlah 95 warung sampai akhir 2019.

Erwin Tanudjaja, Chief Executive Officer (CEO) Midtrans yang menaungi GoPay, mengamini pernyataan Sarita bahwa pembayaran nontunai dalam pemesanan makanan dan minuman dapat memberikan pengalaman santap berbeda bagi konsumen.

Dia juga menyambut baik kerjasama tersebut. Sebanyak 10 juta orang telah menggunakan GoPay sampai sekarang. “Angka ini berkontribusi 30% bagi transaksi electronic money di Indonesia,” ujarnya. (moc)

 

 

 

FiberStar Kembangkan Jaringan Kabel Optik di Malang

0

Jakarta, Biskom – Hingga kuartal pertama tahun 2019 ini,  jaringan FiberStar telah hadir di 94 kota se-Indonesia.  Dalam memperluas jaringanya yang dimilikinya,  FiberStar  resmi tersedia di kota Malang pada Maret ini. Jaringan FiberStar tersedia di sejumlah  kecamatan seperti Pakis,  Blimbing, Kecamatan Kedungkandang,  Klojen, Lowokwaru dan Sukun.

Menurut Candra Astrini, Carrier Sales Unit Head FiberStar,  Kota Malang merupakan salah satu kota terbesar di Jawa Timur yang  masyarakatnya menginginkan kebutuhan  infrastruktur yang mumpuni. Diharapkan kehadiran FIberstar  dapat menjadi pilihan bagi ISP lokal untuk memperoleh layanan infrastuktur yang berkualitas dengan harga kompetitif

“Kehadiran FiberStar juga  dapat menunjang pertumbuhan pembangunan kota Malang,” katanya .

Berdasarkan data yang diperoleh dari survey Hootsuite di tahun 2019, pengguna internet Indonesia mencapai 150 juta orang meningkat hampir 8 juta pengguna dari jumlah tahun sebelumnya dari total populasi sejumlah 268 juta orang.

Melihat angka pertumbuhan pengguna internet di Indonesia sepuluh tahun terakhir ini yang terus menerus meningkat, maka tidak heran apabila semakin hari keberadaan jaringan internet menjadi sebuah kebutuhan hidup masyarakat yang menunjang mulai dari gaya hidup, ekonomi/perdagangan, komunikasi, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

Sementara itu,  Thomas Dragono, Direktur FiberStar meyakini Kota Malang sedang mengalami pertumbuhan yang pesat dari sisi pariwisata, yang tentunya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.

“Kami percaya kehadiran FiberStar dapat mendukung misi pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang sebagai kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, perluasan jaringan FiberStar ini juga sejalan dengan slogan perusahaan, “Connecting Indonesia”, dimana dengan kehadiran jaringan kabel optik FiberStar dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan jaringan yang stabil, cepat,dan aman.

“Kami berharap hadirnya FiberStar dapat mendukung percepatan akses dan kualitas pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya bagi masyarakat Kota Malang,” tutupnya. (red/ju)

Qlue dan Kominfo Inisiasi Smart Citizen Day

0
????????????????????????????????????

Jakarta, Biskom- Qlue bersama Kementerian Kominfo  berkomitmen untuk menciptakan smart city untuk mempercepat perubahan positif mewujudkan Indonesia smart nation. Untuk itu, Qlue dan Kominfo RI menginisiasi Smart Citizen Day pada 28 Maret 2019 mendatang sebagai perayaan puncak deklarasi dan selebrasi untuk mendukung gerakan smart citizen di Indonesia.

Qlue sebagai perusahaan terdepan dalam ekosistem smart city, bersinergi dengan Kominfo melalui inovasi teknologi mendorong gerakan yang fokus memberikan dampak sosial di masyarakat. Dengan dukungan Kominfo RI, saat ini solusi teknologi Qlue siap mendukung program 100 smart city Indonesia dan telah diaplikasikan di berbagai kota, institusi dan perusahaan untuk penerapan konsep smart city.

Qlue menyediakan platform berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT) serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota. Namun, keberhasilan penerapan aplikasi Qlue membutuhkan partisipasi warga dengan pemerintah.

“Selain dengan pemerintah daerah, solusi teknologi Qlue juga dapat diterapkan di berbagai instansi dan perusahaan multi industri untuk mendapatkan berbagai informasi akurat yang berguna untuk proses pengambilan keputusan. Untuk itu, Qlue menghadirkan Smart Citizen Day untuk memperkenalkan berbagai Solusi Qlue kepada publik serta sebagai puncak perayaan smart citizen di Indonesia,” kata Co-Founder dan Chief Technology Officer Qlue, Andre Hutagalung.

Smart Citizen Day merupakan gerakan smart citizen pertama di Indonesia dan dunia. Diawali oleh deklarasi menjadi smart citizen oleh 34 pemuda terpilih yang telah menciptakan dampak sosial positif secara gotong royong di daerahnya. Smart Citizen Day juga menghadirkan kisah inspiratif dari 19 pembicara kunci lintas sektor yang akan memberikan inspirasi bagaimana membuat akselerasi perubahan positif, inovasi dan kreasi bisnis di era digital, hingga mewujudkan smart business di Indonesia.

Qlue juga menghadirkan instalasi art-technology, ekshibisi solusi teknologi dari Qlue dan partner bisnis yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi maupun perusahaan. Pengunjung dapat melihat berbagai solusi teknologi Qlue yang dapat diaplikasikan dalam berbagai industri dan bisnis.  Dalam mengembangkan Solusi teknologi, Qlue didukung oleh platform Amazon Web Services (AWS).

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, Kominfo mendukung sepenuhnya Smart Citizen Day yang di inisiasi oleh Qlue dimana acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. Besarnya arus informasi di era digital ini membuat masyarakat harus smart untuk menyaring informasi sebelum membagikan informasi tersebut ke orang lain.

“Kami berharap gerakan smart citizen ini dapat menjadi bola salju yang positif untuk meningkatkan literasi digital di seluruh Indonesia. Dimulai dari 34 deklarator ini yang dapat menjadi katalis dalam gerakan smart citizen di daerahnya masing-masing untuk mewujudkan Indonesia menjadi smart nation.” tutupnya. (red/ju)

KTN 2019: BPPT Fokus 8 Flagship plus Layanan Teknologi

0

Jakarta, Biskom –  Kongres Teknologi Nasional (KTN) ke-4 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) , fokuskan 4  bidang  yaitu kebencanaan, transportasi perkeretaapian, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE, dan kewirausahaan bidang teknologi (technopreneur).

“Hasil KTN tahun ini diarahkan sebagai bahan masukan kebijakan teknologi kepada pemerintah dalam penyusunan rancangan teknokratis Rencana Pembangunan Jangka Menengah ke-4,” ujar Kepala BPPT Hammam Riza dalam pembukaan KTN 2019 di Jakarta, Rabu (20/3).Hadir dalam kesempatan  tersebut Menteri PAN RB Syafruddin dan  Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Lebih lanjut Hammam membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan dan Tiongkok yang awal 1960an ketiganya memiliki kondisi perekonomian yang hampir sama. “GDP  perkapita Korsel sejak 1973 mulai meninggalkan GDP perkapita Indonesia dan Tiongkok, dan terus melesat sehingga menembus 12.000 dolar pada 1995 atau kategori negara maju,” ujarnya.

Selanjutnya pada 1978,  GDP perkapita Indonesia selalu sedikit lebih tinggi dibandingkan GDP perkapita Tiongkok. “Namun sejak krisis ekonomi 1998, GDP perkapita Indonesia turun drastis di bawah GDP perkapita Tiongkok, bahkan menjadi tertinggal jauh,” ungkapnya.

Saat ini, GDP perkapita Tiongkok tercatat mencapai lebih dari US$8.000. “Sementara Indonesia masih stagnan pada level di bawah 4.000 dolar sejak tahun 2010,” ujar Hammam.

Hammam mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan Korsel dan Tiongkok dengan membangun kemampuan industri manufakturnya melalui technological learning (belajar dari pihak luar) dan technological development (mengembangkan indigenous technology).

“Saat GDP per capita Indonesia mulai berada di atas Tiongkok pada 1978, karena didorong program transformasi industri yang diinisiasi BJ Habibie. Namun program-program industri strategis dihentikan oleh IMF sejak 1998,” tukasnya.

Kendati demikian, Hammam menegaskan BPPT akan terus meningkatkan peran inovasi teknologi sehingga mampu mendongkrak peningkatan perekonomian Indonesia secara signifikan. Salah satu indikatornya, yaitu pertumbuhan TFP (Total Factor Productivity)

Tercatat inovasi dan layanan teknologi BPPT memiliki nilai TFP rentang 2015-2017 sebesar 2,53 persen, atau lebih tinggi dari nilai rata-rata pertumbuhan TFP nasional sebesar 0,9%.

Berdasarkan skenario pertumbuhan potensial pada 2020 -2024, rata-rata pertumbuhan TFP nasional pada akhir tahun 2024 ditargetkan mencapai 1,5% dari pertumbuhan ekonomi nasional. “Target BPPT rata-rata pertumbuhan TFP BPPT pada 2024 harus mampu capai nilai sebesar 4,21 persen,” tegas Hammam.

Hilirisasi Produk Nasional

BPPT juga akan menghilirasikan semua produk-produk nasional yang sudah menjadi prioritas nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Ristekdikti

Disebutkan, dalam koordinasi dengan LPNK, Menristekdikti sudah menyampaikan bahwa kita harus bisa menghasilkan 40 produk nasional. Karenanya, BPPT harus mengkontribusikan, flakshipnya (program unggulannya) ke dalam pencapaian produk-produk tersebut.

Menurutnya, BPPT ingin mengedepankan 8 flakship plus satu layanan teknologi. Bidang-bidangnya itu antara lain mulai dari bidang pangan, kesehatan, energi, TIK, teknopreneur, dan transportasi. “Ini semua akan kita koordinasikan, dengan LPNK, dikolaborasikan dan diharmonisasikan,” terangnya.

Karenanya dalam program BPPT 2020-2024, pihaknya akan mengejar jumlah doktor di BPPT menjadi 15 persen dari jumlah sebelumnya yang hanya 5 persen saja. Langkah-langkah untuk mengejar jumlah doktor tersebut, BPPT akan menyiapkan beasiswa.

Dia menambahkan, SDM milineal BPPT harus punya kompetensi, sehingga lembaga kaji terap ini harus dijaga eksistensinya, kemudian flakship programnya itu harus dicapai dengan cepat. “Kita menginginkan, kalau kita menghasilkan sebuah produk inovasi, kita tidak menunggu lima tahun, dalam waktu dua tahun itu sudah bisa tercapai supaya daya ungkit ekonomi,” katanya. (red/ju)

Sidang Lanjutan Gugatan Hakim Dr. Binsar M. Gultom di PTUN,  Komisi Yudisial Hadirkan Ahli Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva dan Prof. Philipus Hadjon

0
Prof. Philipus Harjon sedang dicecar pertanyaan dari Penggugat, didepan majelis hakim PTUN Jakarta.

Jakarta, BISKOM – Sidang lanjutan gugatan Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Babel, Dr. Binsar Gultom, di PTUN  Jakarta melawan Komisi Yudisial selaku Tergugat yang digelar hari Senin 18 Maret 2019, dengan Kuasa Hukum ahli Tata Negara Dr. Irmanputra Sidin, S.H., M.H. dkk menghadirkan 2 orang ahli, yakni mantan Ketua MK Hamdan Zoelva dan Prof. Philipus Hardjon.

Menurut Ahli dari KY Prof. Philipus Hadjon (ahli administrasi), apa yang menjadi objek gugatan dari Penggugat bukanlah Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN), karena sifatnya hanya berbentuk pengumuman (pemberitahhuan) semata. Ketika ditanya oleh Kuasa Hukum Penggugat, tapi Pengumuman itu telah dinyatakan Tergugat bersifat final dan tidak boleh diganggu-gugat dan berdampak  telah menimbulkan kerugian bagi Penggugat (perorangan) termasuk para hakim karier  dibawah naungan MA sesuai menurut Pasal 1 angka 9 jo pasal 53 UU No.9/2004 tentang  PTUN merupakan obyek TUN, namun ahli tetap berkeras mengatakan yang menjadi objek KTUN dari Penggugat, ialah pemberhentian pegawai yang dilakukan oleh Ketua KY.

Ketika ditanya kuasa hukum Penggugat bagaimana dengan ketentuan Pasal 87  UU No. 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan? Ahli enggan menjawab dan justru ia tidak setuju akan keberadaan UU Administrasi Pemerintahan itu. Ketika ditanya apakah dimengerti putusan MK No. 53/2016 dalam kaitannnya dengan obyek gugatan Penggugat, prof. Hardjon menjawab tidak tahu, sehingga Penggugat tidak merasa perlu lagi lebih banyak bertanya kepada ahli yang tidak mengerti obyek gugatan aquo.

Berbeda lagi menurut ahli Hamdan Zoelva selaku mantan ketua Mahkamah Konstitusi mestinya bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya kepada KY, justeru Hamdan  berpendapat keterkaitan antara pertimbangan hukum (ratio recidendi) dan amar putusan MK No. 53/2016 membingungkan. Menurut Hamdan antara amar dan pertimbangan hukum itu berbeda, tidak merupakan kesatuan yang mengikat. Pertimbangan itu tidak wajib dilaksanakan, apalagi pasal pokok yang di uji telah ditolak.

Hamdan Zoelva selaku ahli dari Tergugat pada sidang lanjutan gugatan Hakim Dr. Binsar M. Gultom di PTUN.

Jadi, inti dari putusan itu amarnya lah yang mengikat bukan pertimbangan hukum dan itulah hukum, kata Hamdan. Ketika ditanya oleh Penggugat sejauhmana kekuatan mengikat putusan MK, dijawab Hamdan sama dengan UU mengikat harus dilaksanakan KY. Tapi putusan MK no. 53 tersebut dalam pertimbangannya sudah meminta supaya KY mempedomani Kebutuhan hakim agung dari MA sebagai pengguna, karena menurut amar putusan MK tersebut mengatakan: “CHA dari non karier itu harus mempunyai keahlian khusus dibidang hukum tertentu, dan keahlian itu dibutuhkan oleh MA, namun KY tetap saja nekat meloloskan CHA dari non karier yang tidak dibutuhkan oleh MA kecuali untuk kamar TUN, ibarat MA selaku user meminta kursi ke KY, lalu KY memberi Meja kepada MA, itu diperbolehkan? Ahli menjawab yah boleh.

Secara sontak Penggugat dan pengunjung sidang heran dan bingung  kepada bekas ketua MK tersebut. Menurut Hamdan karena menurut UU KY diberikan kewenangan mengusulkan CHA secara mandiri. Penggugat prinsipal akhirnya menandaskan kepada bekas ketua MK tersebut, tapi dengan berlakunya Putusan MK tersebut, sesuai pendapat ahli Penggugat Dr. Margarito Kemis, Prof. Pantja Astawa dan mantan hakim agung Dr. Hp. Panggabean,  maka kewenangan KY menerima CHA dari non karier menjadi terbatas sepanjang mempunyai keahlian khusus dan dibituhkan oleh MA, lalu dijawab oleh Hamdan, kembali ini merupakan jawaban ulangan katanya, tanpa merinci kembali jawabannya yang sudah terdesak tersebut.

Sidang diakhiri dan akan dilanjukan pada Selasa mendatang tanggal, 26 Maret 2019 pukul 10.00 wib dengan agenda masih mendengarkan keterangan Ahli dari Tergugat KY. (Hoky)

Dens.TV Dukung Perfilman Independen Nasional

0

Jakarta,  Biskom – Dens.TV, aplikasi Over-The Top (OTT) terkemuka yang memiliki berbagai content premium, seperti saluran TV High Definition (HDTV), ribuan jam Video On Demand (VOD), social TV, dan e-learning turut mendukung penggiat film pendek independen nasional melalui LA Indie Movie (LAIM) 2019. Mengusung tema “Your Movie Goes Digital”, LAIM 2019 mendapuk Dens.TV sebagai platform digital untuk penayangan film-film pendek pilihan LA Indie Movie di fitur video on demand Dens.TV.

LAIM telah mewadahi generasi muda dalam menuangkan ide dan ekspresi dirinya melalui medium film, khususnya film pendek, mengapresiasi dan menyelami proses produksi film dari hulu sampai hilir seperti penulisan naskah cerita, penyutradaraan, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga eksebisi dan distribusi bersama mentor pilihan yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Ario B. Widyatmiko, Chief Content Officer Dens.TV mengatakan, “Perilaku gaya hidup masyarakat dalam menonton terus mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan teknologi. Tema yang diusung LA Indie Movie 2019 sangat sesuai dengan keadaan masa kini dan mendatang, dimana hiburan dalam platform digital (digital entertainment) semakin meningkat kebutuhannya di kalangan generasi muda. Dens.

TV sebagai salah satu platform digital entertainment terkemuka di Indonesia dengan format multi-device (website, mobile application IOS dan Android serta interactive smartbox) berskala nasional sangat mengapresiasi dan mendukung kreativitas generasi muda Indonesia dalam menampilkan karya-karya terbaiknya.”

Terdapat 34 judul film pendek unggulan besutan LA Indie Movie yang hadir di Dens.TV, antara lain: Mencari Untung karya Ringgo Agus Rahman (tahun 2008), Bukan Flu Biasa karya Adhyatmika (tahun 2009), Sang Penjahit karya Lukman Sardi (tahun 2009), Rahasia karya Ninndi Raras (tahun 2011), Isyarat karya Adhyatmika, Asmirandah, Monty Tiwa, Reza Rahardian, Donny Alamsyah (tahun 2012).

Rina Damayanti, Direktur Festival LAIM 2019 menambahkan, ”teknologi digital yang terus berkembang membuka peluang dan tantangan baru kreativitas dan medium distribusi film, untuk menghasilkan karya tanpa batas. Dukungan Dens.TV dalam menayangkan film-film pendek finalis LA Indie Movie diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan audiens sehingga menjadi pemicu generasi muda untuk berkarya demi bangsa.”

“LAZone.id sebagai penyelenggarakan LA Indie Movie ini mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi jalan pembuka bagi mereka yang mempunyai passion di dunia perfilman, ingin mengasah skillnya, berkeinginan untuk terus kreatif berkarya menghasilkan film pendek dan terus eksis dengan berani mengekspresikan minatnya di bidang film khususnya untuk kaum muda atau generasi millenials. Hal ini sejalan dengan spirit LAzone.id, sebagai portal yang memberikan informasi tentang gaya hidup/Lifestyle, kreativitas, entertainment, komunitas, dari sisi See Things Differently,” ujar Novrizal selaku perwakilan dari LAzone.id.

LA Indie Movie 2019 juga menghadirkan LA MovieLAnd, ajang untuk berbagi ilmu tentang film dan bertemu filmmaker kenamaan Indonesia. Acara digelar di 3 kota besar Indonesia, DI Yogyakarta (2 Maret 2019), Malang (9 Maret 2019), dan Jakarta (16 Maret 2019) dengan agenda Seri Film Workshop, Meet the Film Expert, Filmmaker Hunt, Casting, serta Open Air Cinema. Filmmaker yang akan hadir di LA MovieLAnd Jakarta antara lain, Garin Nugroho (Sutradara), Ismail Bashbet (Sutradara/Produser LAIM), Fahmi J Saad (Cinematographer) Agung Hapsah (Youtuber), Kevin Nugroho (Editor Film), Arifin Putra (Aktor), dll.

Dens.TV hadir di acara LA MovieLAnd Jakarta, dimana para audiens dapat menyaksikan film-film pendek LA Indie Movie melalui platform Dens.TV di Cinema Room, pembagian free access Dens.TV+ premium, merchandise eksklusif dan tetap update di dunia maya dengan koneksi internet unlimited sampai dengan 1Gbps dari CBN. (red/ju)

Multipolar Hadirkan Solusi Hybrid IT dari HPE

0

Jakarta, Biskom- Kadang perusahaan merasa infrastruktur teknologinya berjalan baik-baik saja. Namun seiring transformasi digital saat ini dan kebutuhan bisnis ke depannya, perusahaan perlu mengkaji ulang infrastruktur teknologinya, apakah mampu mendorong pengembangan bisnis menuju “digital ready”.

Menjawab tantangan tersebut, PT Multipolar Technology bersama dengan Tech Data Indonesia dan HPE mengelar seminar bertajuk “Accelerating Speed to Market Through Hybrid IT” (14/3) di Fairmont Hotel, Jakarta. Dalam seminar ini dipaparkan mengenai solusi HPE SimpliVity dengan platform hyperconverged, dan HPE Synergy dengan teknologi infrastruktur composable yang mampu mendukung transformasi bisnis dengan mengedepankan kecepatan dan efisiensi.

Hadir sebagai pembicara tamu adalah PT Yamazaki Indonesia, produsen My Roti asal Jepang dengan pabrik di Deltamas, Cikarang, yang berbagi pengalamannya setelah mengadopsi HPE SimpliVity yang diimplementasikan oleh Multipolar Technology. Yamazaki Indonesia mengakui adanya peningkatan kinerja infrastruktur sehingga mampu mendukung operasional bisnisnya dengan lebih baik dibanding sebelumnya. Sinkronisasi data penjualan dari 5000 outlet yang sebelumnya memakan waktu 4 jam, setelah menggunakan HPE SimpliVity hanya memerlukan waktu 1 jam saja.

“Solusi HPE SimpliVity yang siap pakai ini memang mampu merampingkan operasional TI dengan platform hyperconverged yang menyajikan kecepatan, kemudahan, dan efisiensi. Pemanfaatan HPE SimpliVity dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan storage, dimana proses backup dapat dilakukan lebih cepat dan tidak memerlukan konfigurasi khusus, serta mudah dimonitor melalui single device,” kata Jip Ivan Sutanto, Director Solution and Infrastructure Business Multipolar Technology.

HPE Synergy dengan infrastruktur composable-nya merupakan solusi yang ringkas dan praktis, yang menggabungkan kapasitas server, storage dan network dalam satu perangkat. “Platform ini mampu mengelola workload yang mencakup virtualisasi, container, bahkan physical. Dengan memanfaatkan teknologi HPE SimpliVity dan HPE Synergy, perusahaan dapat lebih siap bersaing di era transformasi digital saat ini,” kata Kelvin Frans, Senior Technology Specialist Hewlett Packard Enterprise menambahkan. Informasi terkait solusi ini bisa dilihat di https://hpe-multipolar.com.

Pada kesempatan ini, Multipolar Technology juga memperkenalkan solusi barunya yaitu aplikasi persuratan MailApp. MailApp mempermudah dan mempercepat pengelolaan dan administrasi persuratan dengan pengarsipan yang terpusat, pelacakan surat yang mudah, ?eksibilitas akses melalui aplikasi mobile, standardisasi format, paperless, dan SLA berikut dashboard. Solusi ini tentunya merupakan jawaban bagi perusahaan yang memiliki volume surat masuk, disposisi surat dan surat keluar dalam volume besar, ratusan hingga ribuan surat per bulannya. (red/ju)

CTI IT Summit 2019 Hadirkan Teknologi dan Best Practice AI

0

Jakarta, Biskom–CTI Group, penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) menggelar konferensi dan pameran tahunannya CTI IT Infrastructure Summit 2019 di  Jakarta, (13/3) dengan fokus pada teknologi Artificial Intelligence (AI) dan aplikasinya bagi bisnis.

Teknologi AI sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari di antaranya melalui penggunaan virtual assistant dan aplikasi navigasi, hingga kini mulai diadopsi bisnis untuk meningkatkan layanan pelanggan (chatbot), mendeteksi fraud, bahkan memberikan rekomendasi medis.

Meskipun sudah cukup banyak perusahaan yang mulai mengimplementasikan AI, terlebih menurut riset IDC bahwa Indonesia merupakan negara dengan adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, namun masih banyak pelaku bisnis yang bingung bagaimana mendefinisikan use case AI di perusahaan serta apa saja yang perlu disiapkan.

“Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami mengumpulkan para ahli di bidang AI maupun profesional bisnis yang sudah berpengalaman dengan teknologi tersebut agar dapat sharing knowledge dan experience mereka kepada seluruh pelaku bisnis yang hadir di CTI IT Infrastructure Summit,” ujar Direktur CTI Group Rachmat Gunawan.

Lembaga riset Accenture memprediksi AI dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sebesar 40% di tahun 2035 serta memberikan Nilai Tambah Bruto (GVA) di 16 industri sebesar USD14 triliun. Melalui adopsi AI , nilai bagi keuntungan (profit sharing) di industri akan naik sebesar 84% pada sektor pendidikan, 74% pada layanan akomodasi dan makanan, 71% pada konstruksi, 59% pada wholesale dan ritel, serta 55% pada sektor kesehatan. Di industri manufaktur sendiri, AI dapat menghemat biaya inventaris keseluruhan sebesar 20%-50% dan mengurangi potensi kesalahan prediksi supply chain sebesar 50%, serta biaya logistik sebesar 5-10%.

“AI mampu mentransformasi dan mengoptimalkan performa bisnis dalam mengelola jaringan, terutama dalam sisi keamanan dan ketersediaan. Dengan meningkatnya penggunaan perangkat pribadi maupun profesional di lingkungan kerja, keamanan menjadi semakin penting yang lantas memberikan tekanan dan kompleksitas lebih kepada tim TI. Organisasi kini dapat melihat AI sebagai lapisan keamanan tambahan untuk mencegah serangan yang akan datang dan risiko downtime pada jaringan,” jelas Robert Suryakusuma, Country Manager Aruba Indonesia.

Mengangkat tema “AI for Business: Bringing Cognitive Technology to Business Applications”, CTI IT Infrastructure Summit menghadirkan pakar teknologi Executive Partner of Gartner Executive Programs Paul Martin, Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan Binus University Prof. Dr. Widodo Budiharto, S.Si., M.Kom, dan Senior Director of South East Asia & Taiwan of Aruba Networks Justin Chiah.

Suasana seminar semakin hangat saat diskusi panel mengupas lebih dalam mengenai aplikasi AI bagi bisnis yang melibatkan VP of Research and Development Bukalapak Ibrahim Arief, CTO of IBM Asean Kalyan Madala, dan Managing Director PT Accenture Leonard Nugroho Tjiptohadikusumo, serta dimoderatori oleh praktisi TI Prof. Richardus Eko Indrajit. (red/ju)